Soal BBM Ilegal, PT Sanmaru Nilai Anggota DPR RI Keliru

loading…

Mobil tangki bermuatan solar di Dermaga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Direktur PT Sanmaru Indo Energi, Surya Anam menyebut langkah Anggota DPR RI, Ivan Doly yang menggrebek kegiatan usaha perusahaan di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara dinilai keliru.

Sembari menunjukan sejumlah bukti kuat perizinan, Surya menyebutkan bahwa operasional dan kegiatan perusahaannya memiliki perizinan yang kuat.

“Salah satunya soal distribusi BBM (bahan bakar minyak). Tidak semua dikendalikan Pertamina. Ada 20 persen yang dikelola swasta, salah satunya kami,” kata Anan kepada SINDOnews, Rabu (20/3/2019).

Baca Juga:

Sebelumnya Anggota Komis VII DPR RI, Ivan Doly menggrebek transaksi bahan bakar minyak (bbm) jenis solar ilegal di Dermaga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu 17 Maret 2019 malam.

Dengan menunjukan surat izin Ditjen Migas nomer 05.NW.03.20.00.106, Anan mengatakan pihaknya telah mengantongi Ijin Niaga Umum (INU). Artinya, PT Sanmaru Indo Energi setingkat dengan Pertamina dan diperbolehkan menyalurkan BBM Non Subsidi kepada masyarakat. (Baca: Anggota Komisi VII DPR Gerebek Transaksi Ilegal BBM di Muara Baru)

Karenanya BBM yang dijual hanya ke kapal nelayan dengan ukuran 30 GT. Sementara di bawah itu, nelayan biasanya mendapatkannya BBM Subsidi yang dikelola Pertamina. “Dan itu semuanya legal,” tegas Anan.

Termasuk mengenai keberadaan, kapal Tongkang yang menjadi tempat penyaluran BBM, lanjut Anan, kapal tongkang miliknya bersifat stasioner dan tidak bergerak atau berpindah tempat.

Keberadaan kapal maupun operasi perusahaan diawasi ketat Unit Pelabuhan Teknis (UPT), Perindo, Kantor Kesyahbandar sebagai otoritas pelabuhan, dan instansi terkait lainnya. “Kami punya datanya semua. Kami siap perlihat kan data ini,” tuturnya.

Sementara terhadap kegiatan itu, Anan melanjutkan, pihaknya dikecewakan dengan langkah Doly, selain membuat perusahaannya merugi hingga 80 persen. Ia mengatakan saat inspeksi dilakukan, pihaknya tidak pernah mendapatkan informasi tentang kegiatan itu. “Semestinya dia tanya ke kami, dan ajak kami,” ujarnya.

Kapolsek Muara Baru, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Dwi Susanto menegaskan saat ini belum ada laporan mengenai BBM Ilegal di wilayahnya. Selain tidak diajak dalam inspeksi itu, Dwi menduga inspeksi terindikasi karena persaingan usaha. “Yah kalo ada yang dirugikan. Silahkan lapor ke kami,” tegasnya.

(ysw)

Kasus Kebakaran Tinggi, Camat Cengkareng Lakukan Ini

loading…

Kebakaran di Tambora, Jakarta Barat, diduga akibat korsleting listrik di salah satu industri rumahan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Camat Cengkareng, Ahmad Faqih tak menampik data Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Barat terkait tingginya angka kebakaran di wilayahnya. Semenjak menjabat 25 Februari 2018 lalu, dia mengakui, pihaknya berkonsentrasi menurunkan tingkat kebakaran di wilayahnya.

Dengan mengajak sejumlah PLN, Faqih melanjutkan, razia listrik dilakukan di beberapa titik kelurahan dengan mengajak serta PLN. Pemutusan listrik hingga denda maksimal diberikan kepada warga yang terbukti memasang listrik ilegal.

“Kalau ini (denda maksimal) belum kapok, kami akan laporkan dengan pidana pencurian listrik,” kata Faqih.

Baca Juga:

Meskipun saat ini belum ada yang tersangkut pidana. Namun, pemberian efek jera wajib dilakukan, mereka yang terbukti melanggar akan diberikan sanksi tegas salah satunya kurungan penjara.

Selama 3 minggu menjabat sebagai camat, Faqih mengakui telah monitoring terhadap enam kelurahan. Kawasan seperti Kelurahan Kapuk, Cengkareng Barat, Cengkareng Timur menjadi lokasi yang paling rentan. Kala merazia, beberapa rumah warga terkena segel dari pihaknya dan PLN.

“Kita lagi pikirkan solusi dan penangananya, jangan sampai Cengkareng terus naik,” pungkasnya. (Baca juga: Angka Kebakaran di Cengkareng Tinggi, Disusul Tambora)

Sebelumnya, Kepala Seksi Pengendalian Kebakaran dan Penyelamatan Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Barat, Rompis Romli mengakui, Cengkareng menjadi salah satu wilayah penyumbang angka kebakaran tertinggi.

Sepanjang tahun 2017-2018, Kecamatan Cengkareng masih mendominasi sebagai lokasi yang paling banyak terjadi kebakaran. (Baca juga: Antisipasi Kebakaran, Pemkot Jakbar Gencarkan Razia Listrik)

(mhd)

DKI Sediakan Kebutuhan Dasar Pengungsi Kebakaran Krukut

loading…

Kebakaran di rumah padat penduduk. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup melakukan monitoring kepada korban kebakaran di Krukut, Tamansari, Jakarta Barat.

Monitoring yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup yakni terkait kebutuhan pengungsi terhadap air bersih, dapur umur dan kebutuhan dasar pengungsi.

Informasi ini dikutip dari akun Twitter-nya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) DKI Jakarta @BPBDJakarta, Rabu (20/3/2019).

“Monitoring pasca kebakaran Kelurahan Krukut, Tamansari, Jakbar masih terus dilakukan. Kondisi pagi ini telah dilakukan pengecekan kebutuhan air bersih pengungsi, dapur umum, kebutuhan dasar semua dalam keadaan terpenuhi,” tulis Akun Twitter @BPBDJakarta.

Baca Juga:

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sosial (Dinsos) juga melakukan kegiatan giat psikososial untuk anak-anak korban kebakaran Krukut, Jakarta Barat.

“Dukungan psikososial bersama Psikolog Puskesmas Tamansari dilokasi pengungsian Masjid Al aman, Krukut, Tamansari, Jakbar,” tulis akun yang sama.

(mhd)

Angka Kebakaran di Cengkareng Tinggi, Disusul Tambora

loading…

JAKARTA – Kecamatan Cengkareng menjadi salah satu wilayah penyumbang angka kebakaran tertinggi di Jakarta Barat. Sepanjang tahun 2017-2018, Kecamatan Cengkareng masih mendominasi sebagai lokasi yang paling banyak terjadi kebakaran.

Kepala Seksi Pengendalian Kebakaran dan Penyelamatan Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Barat, Rompis Romli mengatakan, pihaknya mencatat tahun 2017, sedikit 68 kasus kebakaran terjadi di wilayah Cengkareng. Sementara catatan terakhir di bulan Juli 2018, kebakaran di wilayah Cengkareng mencapai 36 kasus.

Kondisi ini disusul dengan wilayah Tambora yang menempati posisi dua di tahun 2017, dengan 45 kejadian. Sedangkan di hingga Juli 2018, kondisi tertinggi justru terjadi di Kecamatan Kembangan dengan 28 kejadian.

Baca Juga:

“Masih didominasi dua itu, yakni Cengkareng dan Tambora,” kata Rompis di Jakarta, Rabu (20/3/2019). (Baca juga: Tinggal di Pengungsian, Ribuan Korban Kebakaran Krukut Butuh Selimut)

Mengantisipasi itu, Rompis mengakui pihaknya telah melakukan beragam upaya, sosialisasi digencarkan terhadap wilayah yang terbakar dan menyebar sejumlah alat pemadam api ringan (apar).

Sekadar diketahui, kebakaran di Tamansari, Jakarta Barat mengakibatkan ratusan rumah hangsu terbakar. Kebakaran tersebut diduga akibat konsleting listrik. (Baca juga: Antisipasi Kebakaran, Pemkot Jakbar Gencarkan Razia Listrik)

(mhd)

Akibat Pencemaran Udara, Ratusan Warga Tangsel Terserang ISPA

loading…

TANGERANG SELATAN – Penderita Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, tinggi, penderitanya mencapai 400 orang.

Kepala UPT Puskesmas Pamulang Fitria mengatakan, di Kecamatan Pamulang saja, yakni di Pamulang Barat dan Timur, ini mencapai 400 orang, selama Maret 2019.

“Penderitanya paling banyak anak-anak. Itu untuk wilayah Pamulang Barat dan Timur saja. Angkanya terus naik,” kata Fitria, kepada Koran Sindo, di Pamulang, Rabu (20/3/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, penyakit ISPA di Kota Tangsel terjadi akibat polusi udara yang semakin tinggi. Pencemaran udara itu, paling tinggi disumbang oleh kendaraan bermotor. Juga pabrik, dan pembangunan infrastruktur.

“ISPA merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh. Baik kepada orang dewasa, maupun anak-anak. Kalau yang sampai dirawat, karena ISPA saja masih belum ada. Palingan dirawat jalan,” jelasnya.

Penyakit ini, memiliki gejala demam pada penderitanya. Hidung seperti tersumbat, dan pilek. Namun, ada juga disertai sesak napas. Jika parah, bisa menjadi radang.

“Jika disertai penyakit bawaan, bisa dirawat inap. Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. Apalagi, ini juga terkait dengan pancaroba,” ungkapnya.

(ysw)

Antisipasi Kebakaran, Pemkot Jakbar Gencarkan Razia Listrik

loading…

Petugas PLN melakukan pemeriksaan KWh meter di kawasan padat penduduk Kelurahan Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat membentuk juru pemantau listrik yang dibentuk hingga ke tingkat kelurahan. Hal itu untuk mencegah kebakaran kembali terjadi di Jakarta Barat.

“Kebanyakan penyebab kebakaran bersumber dari konsleting listrik. Karena itu kami bentuk juru pemantau listrik,” kata Sekretaris Kota Jakarta Barat, Eldi Andi di Jakarta, Rabu (20/3/2019). (Baca juga: Gubernur DKI Anies Baswedan Bantu Korban Kebakaran Krukut Rp100 Juta)

Selain itu, Eldi melanjutkan, razia listrik gencar dilakukan pihaknya serempak di delapan kecamatan. Bersama dengan PLN, DKI menyisir sejumlah pemukiman padat penduduk di beberapa lokasi. Hasilnya penurunan angka kebakaran terlihat menurun.

Baca Juga:

“Kami mencoba menurunkan angka kebakaran. Terutama di kawasan Cengkareng dan Tambora yang menjadi titik tertinggi kebakaran di Jakarta,” tambah Eldi. (Baca juga: Kebakaran di Krukut, 25 Mobil Damkar Dikerahkan)

(mhd)

Tewaskan 4 Gurandil, Polisi Akan Intensifkan Pengawasan Aktivitas Peti

loading…

Polisi menunjukkan lokasi penambangan emas ilegal. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Polres Bogor akan menggiatkan operasi atau penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpan Izin (PETI), baik yang di Cigudeg maupun di Nanggung, Kabupaten Bogor. Hal itu dilakukan agar musibah keracunan gas di lubang galian hingga menewaskan empat orang tak terulang kembali.
Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika mengatakan, kasus tewasnya para pelaku PETI atau gurandil setelah menghirup gas di lubang tambang Kampung Cicilan, Desa Banyu Resmi, Cigudeg, Kabupaten Bogor, Minggu 17 Maret 2019, dalam waktu dekat akan mengintensifkan operasi penertiban.

“Itukan musibah yang memang sudah menjadi risiko aktivitas ilegal tanpa memperhatikan tingkat keselamatan terhadap nyawa sendiri,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (20/3/2019).

Pihaknya berharap, ke depan tak ada lagi aktivitas serupa, meski jumlahnya memang tak sedikit. Namun diharapkan jadi bahan pembelajaran bagi para gurandil lain.

Baca Juga:

“Semoga jadi pembelajaran bagi yang lain (gurandil), untuk tidak melakukan aktivitas serupa mencuri emas, karena aspek safety-nya tak ada. Selain keracunaan gas, bisa saja tiba-tiba jatuh atau tertimbun reruntuhan tanah yang digalinya,” paparnya.

Selain itu, dia menambahkan, pihaknya tak akan melarang aktivitas yang sifatnya positif bagi masyarakat sendiri. Pihaknya melarang karena itu tak baik dan penuh risiko hilangnya nyawa orang.

Pihaknya tak menampik jika tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya para gurandil beberapa waktu lalu masih dalam kawasan Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor PT Antam Tbk yang memang memiliki potensi kandungan emas cukup tinggi.

“Tapi bukan berarti kita lemah dalam melakukan pengawasan karena kawasan pegunungan yang memiliki potensi emas dan selalu jadi sasaran para gurandil itu sangat luas. Masa kita harus mengawasi areal seluas itu,” ungkapnya.

Pihaknya dalam waktu dekat paska Pemilu Legislatif dan Presiden akan kembali menggiatkan operasi atau razia penertiban aktifitas PETI di Nanggung dan Cigudeg.

“Iya nanti pasti itu kita akan razia atau menertibkan lagi semua aktifitas PETI yang sempat ditertibkan besar-besaran paska Pemilu nanti,” jelasnya. (Baca juga: Tragis, 4 Penambang Emas Ilegal di Bogor Tewas di Lubang Galian)

Diberitakan sebelumnya, empat penambang emas ilegal alias gurandil tewas mengenaskan setelah menghirup gas di lubang tambang di Kampung Cicilan, Desa Banyu Resmi, Cigudeg, Kabupaten Bogor, Minggu 17 Maret 2019.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendalaman terkait kejadian itu, sebab aktivitas para korban ini ilegal dan sempat ditertibkan tapi kembali marak.

“Dalam waktu dekat kita akan kembali melakukan giat operasi penertiban penambang emas liar di kawasan Cigudeg dan Nanggung yang merupakan masuk dalam area Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) PT Antam Pongkor ini,” katanya, Senin 18 Maret 2019.

Sementara itu, menurut Kapolsek Cigudeg Kompol Asep Supriadi peristiwa tewasnya empat gurandil ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu korban Ata (27), Satri (25), Kosim (28) dan Adam (26), beserta sepuluh pemuda lainnya sedang melakukan aktivitas tambang liar di kaki Gunung Cingaleng, Desa Banyuresmi.

“Mulanya korban atas nama Adam masuk ke lubang dengan kedalaman sekitar 40 meter. Tiba-tiba mendadak Adam mengalami kesulitan bernapas. Saat berusaha keluar dari lubang, Adam lemas dan kembali terperosok,” jelasnya.

(mhd)

Tarif Seluruh Moda Transportasi Massal di DKI Akan Disubsidi Pemerintah

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan adanya kemungkinan pemerintah memberikan subsisi untuk seluruh moda transportasi publik di Ibu Kota. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga kini belum memutuskan besaran tarif Moda Raya Terpadu (MRT) yang akan diresmikan pada 24 Maret 2019 mendatang. Namun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan adanya kemungkinan pemerintah memberikan subsidi untuk moda transportasi massal tersebut.

Akan tetapi, subsidi tarif nantinya dibuat secara integrasi. Artinya, tarif dan subsidi bukan lagi pada satu moda, namun secara keseluruhan moda transportasi massal, baik itu MRT, LRT, Commuter Line, maupun Transjakarta.

Menurut Anies, rencana pemberian subsidi moda transportasi massal ini sudah disampaikan kepada Presiden Jokowi saat rapat kabinet, Selasa kemarin. (Baca juga: Tarif MRT Rp1.000 per Km Dianggap Mahal, Anies: Itu Baru Ancar-Ancar)

Baca Juga:

“Dari sisi kami (Pemprov DKI) bicara subsidi. Subsidi itu diberikan bukan untuk tiap-tiap moda, tapi untuk keseluruhan sistem. Jadi satu kesatuan,” ujar Anies seusai memberi arahan sekaligus membuka kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Administrasi Jakarta Selatan Tahun 2019, di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Rabu (20/3/2019).

Menurut mantan Mendikbud itu, pemberian subsidi ongkos moda transportasi publik kepada masyarakat itu merupakan kompensasi dari penghematan ekonomi akibat kemacetan lalu lintas. Artinya, subsidi akan diberikan jika MRT maupun LRT mampu menekan kemacetan.

“Subsidi yang kami berikan apabila dia (MRT dan LRT) bisa mengurangi kemacetan. itu artinya bisa memberikan penghematan perekonomian yang sangat besar. Ada studi yang menyebutkan ongkos kemacetan Rp60 triliun, ada studi yang menyebutkan Rp100 triliun per tahun,” ucapnya. (Baca juga: Anies Sebut Hanya 23 Persen Warga Jakarta Menggunakan Angkutan Umum)

Anies menambahkan, dalam rapat kabinet kemarin, ia menyampaikan kepada Presiden tentang konsep integrasi antarmoda sebagai solusi kurangi macet Jakarta.

“Dalam rapat kabinet, saya sampaikan ke Pak Presiden, Jakarta membutuhkan integrasi antarmoda supaya pengguna kendaraan umum itu bisa naik dari mana saja ke mana saja tersambungkan. itu artinya rutenya nyambung, tiketnya juga nyambung, manajemennya juga nyambung,” pungkas Anies. (Baca juga: Tarif LRT Velodrome dengan Transjakarta ke Dukuh Atas Rp11.000)

(thm)

Dikenal Sadis, Dua Bandit Jalanan di Setiabudi Diringkus

loading…

JAKARTA – Polsek Setiabudi menangkap dua jambret sadis yang sering beraksi di wilayah Setiabudi, Jakarta Selatan. Kedua pelaku yang ditangkap adalah MI alias Ambon (26) dan MRS alias IBO (27).

Keduanya ditangkap setelah merampas ponsel milik korban bernama Dini Ayu Dewanti (20), saat tengah berjalan di Setiabudi, pada Sabtu 23 Februari 2019 lalu. Sebelumnya, pelaku juga merampas dan membacok pejalan kaki dan sopir taksi di sekitar Setiabudi.

Kapolsek Setiabudi AKBP Tumpak Simangunsong mengatakan, kedua pelaku dikenas sadis. Terakhir pelaku merampas ponsel dari tangan korban bernama Dini. “Korban gagal mempertahankan ponselnya hingga terjatuh,” katanya kepada wartawan, Rabu (20/3/2019).

Baca Juga:

Polisi kemudian menyisir keberadaan pelaku hingga membekuk kedua pelaku tersebut. Berdasarkan hasil interograsi, pihak kepolisian menemukan bukti kejahatan lain dari laporan korban lainnya.

Korban lainnya, Sopir taksi, Handi Jonathan (40) juga luka-luka usai dibacok karena mempertahankan ponsel dan dompetnya. Handi menjadi korban kesadisan pelaku di Jalan Patra Raya, Kuningan, Jakarta Selatan saat menjelang subuh pada Kamis 31 Januari 2019 silam. (Baca: Pura-Pura Tanya Alamat, Dua Remaja Jambret Keluarga Pasien Rumah Sakit)

Akibat penyerangan itu, Handi harus merelakan sebuah ponsel dan uang tunai sebesar Rp800 ribu yang direbut paksa oleh para pelaku.

Berpura-pura menanyakan alamat korban yang sedang mangkal tapi kemudian Joni (DPO) mengancam korban. “Saat korban melarikan diri, pelaku mengejar hingga mengeroyok dan membacok punggung sopir itu,” tegasnya.

Tak hanya itu saja, laporan kedua mengungkapkan kejahatan lain dari kedua pelaku. Dirga Jaya (16) menjadi target penyerangan oleh dua pelaku tersebut bersama Joni, pelaku yang masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). (Baca juga: Jambret Kembali Beraksi di Jalan HR Rasuna Said, Wartawati Jadi Korban)

Kejadian pembacokan yang dialami Dirga Jaya berlangsung di Taman Tangkuban Perahu pada Senin, 21 Januari 2019 lalu. Pelaku Joni (DPO) merampas ponsel milik korban yang sedang duduk dan membacok punggung serta kaki kanan korban.

Atas perbuatan kejahatannya, dua pelaku terjerat pasal 365 (2) KUHP dengan ancaman penjara 12 tahun. Sedangkan satu pelaku lainnya masih dikejar.

(ysw)

Kecelakaan Kerja Paling Banyak Terjadi Saat Berkendara Motor

loading…

Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Kantor Jakarta Cilandak Achmad Fadillah dalam acara Health Talk di Jaksel. Foto/Nuriwan Trihendrawan/SINDOnews

JAKARTA – Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Kantor Jakarta Cilandak Achmad Fadillah mengungkapkan, meski angka kecelakaan kerja mengalami penurunan namun dinilai masih cukup tinggi. Hal ini terjadi lantaran sebagain besar pekerja di sekitar kawasan Cilandak, Jakarta Selatan menggunakan moda transportasi sepeda motor.

“Jadi tak heran bila angka kecelakaan kerja dalam perjalanan berangkat dan pulang kerja cukup tinggi. Sedangkan kasus kecelakaan kerja di lokasi kerja relatif sedikit,” ungkap Fadil tanpa menyebut detail jumlahnya saat berbicara di acara Health Talk berjudul Cepat, Tepat dan Tanggap. Penanganan Emergency pada Kasus Trauma dan Kecelakaan Kerja kepada sejumlah perusahaan di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).

Menurut Fadil, dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap peserta BPJS Ketenagakerjaan, pihaknya menjalin kerja sama dengan dengan rumah sakit terdekat dengan perusahaan-perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga:

“Kami ingin dekatkan perusahaan ke RS terdekat. Kami juga kerja sama dengan RS kecil tapi yang lengkap alat-alatnya. Ini dimaksudkan untuk mempercepat dan tepat penanganan bila terjadi kecelakaan kerja peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Fadil.

Sementara itu, Direktur Siloam Hospital dr Harijanto Solaeman mengatakan, Health Talk yang melibatkan manajemen perusahaan serta dokter dari masing-masing perusahaan yang terlibat dengan BPJS Ketenagakerjaan seperti ini, rutin dilakukan.

“Tujuannya untuk menciptakan pengalaman positif dan edukasi kesehatan untuk manajemen perusahaan serta dokter dari masing-masing perusahaan yang terlibat dengan BPJS Ketenagakerjaan,” kata Harijanto.

Menurut dia, menyadari fakta bahwa trauma dan kecelakaan kerja meningkat sejak tahun 2001 sampai 2018, untuk itu Siloam Hospitals TB Simatupang ingin turut berpartisipasi dalam menurunkan risiko akibat kecelakaan kerja dengan mengadakan gathering yang membahas pentingnya penanganan kondisi gawat darurat/emergency pada kasus trauma dan kecelakaan kerja dengan para ahli di kasus trauma.

Hadir sebagai pembicara dalam seminar ini yakni, DR dr Ferry Senjaya SpBS IFAANS yang membahas trauma kepala dalam kecelakaan kerja, dr Dwi Purnomo SpOT(K) membahas trauma tulang dan bedah tulang dan drg Irwansyah SpBM yang membahas trauma pada muka, khususnya gigi.

“Dengan diadakannya Health Talk ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bagi manajemen perusahaan maupun dokter dari masing-masing perusahaan yang terlibat dengan BPJS Ketenagakerjaan, untuk dapat secara cepat, tepat dan tanggap dalam menangani trauma dan kecelakaan kerja,” kata Harijanto.

(mhd)

Pagi hingga Siang, Minimal Penghasilan Pengemis Bermobil Ini Rp200.000

loading…

Pengemis tanpa hidung bermobil dan beristri tiga serta juragan angkot diamankan Dinsos dan Satpol PP Kota Bogor. Foto/Haryudi/SINDOnews

BOGORPengemis bermobil, beristri tiga dan juragan angkot asal Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mempunyai penghasilan minimal Rp200.000. Uang ratusan ribu itu didapat hanya dari pagi hingga siang atau siang sampai sore.

“Ya biasa sehari dari pagi sampai siang atau siang sampai sore saya dapat minimal Rp200 ribu,” kata HM alias Nur (80), saat ditemui di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, Rabu (20/3/2019).

Nur biasa mengemis di sepanjang Jalan KHR Abdullah bin Nuh dan Sholeh Iskandar. Namun, pengemis tanpa hidung yang sempat viral di grup WhatsApp dan media sosial (medsos) ini sempat membantah memiliki mobil, tiga istri ataupun sebagai juragan angkot.

Baca Juga:

menurutnya, mobil yang dipakai saat mengemis adalah mobil sewaan. “Iya naik mobil, tapi mobilnya bukan punya saya, saya cuma nyewa, nanti orangnya bisa dipanggil,” katanya.

Sedangkan istri tiga, dia mengaku memang sempat mempunyai istri tiga. Namun, kata dia, dua istrinya sudah dicerai. (Baca juga: Pengemis Bermobil dan Beristri 3 Diamankan Satpol PP Bogor)

“Kalau dulu iya istri tiga waktu masih muda tapi dua sudah cerai. Sekarang saya duda yang terakhir meninggal,” katanya.

(mhd)

Jadikan TMR Berkelas Dunia, Pemprov DKI Gelar Sayembara Berhadiah Rp1 M

loading…

Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di Jakarta Selatan. Foto: SINDOnews/Dok

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar sayembara desain untuk merevitalisasi kawasan Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di Jakarta Selatan. Sayembara ini bertujuan untuk menghimpun ide, gagasan, dan konsep dalam mewujudkan TMR sebagai kebun binatang kelas dunia.

Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan Widodo, mengatakan, hasil sayembara akan digunakan untuk merevitalisasi kawasan Taman Margasatwa Ragunan sebagai pusat konservasi satwa sekaligus tempat taman rekreasi.

Desain atau rancangan ini secara umum mempertimbangkan sejarah, filosofi, kondisi eksisting dan pengembangan yang sudah dilakukan serta visi TMR yaitu terwujudnya TMR yang sejajar dengan kebun binatang di kota-kota besar di negara maju yang dihuni oleh satwa-satwa yang sejahtera mengacu pada prinsip Kesejahteraan Satwa.

Baca Juga:

Sayembara ini berhadiah total Rp1 miliar untuk tiga pemenang. Pemenang pertama Rp500 juta, pemenang kedua Rp300 juta, pemenang ketiganya Rp200 juta. Anggaran untuk hadiah sayembara desain kawasan TMR bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2019.

Selain untuk hadiah, anggaran lainnya dalam penyelenggaraan sayembara ini untuk honor tim juri. Namun, Widodo tidak hafal total anggaran yang dialokasikan untuk penyelenggaraan sayembara desain revitalisasi Taman Margasatwa Ragunan.

“Dari anggaran BLUD TMR. Ini sesuai aturan kok semuanya, baik hadiah maupun honor tim jurinya. Honor tim juri enggak terlalu tinggi,” ujar Widodo saat dikonfirmasi, Rabu (20/3/2019)

Pelaksanaan sayembara ini mengharapkan masukan dari para peserta untuk dapat menyelenggarakan sebuah kajian khusus dalam menentukan tema rancangan penataan kawasan melalui studi lapangan/literatur dan aspek sejarah perjalanan Taman Margasatwa Ragunan.

Kemudian, mendapatkan desain tentang penempatan satwa dan pengelolaan yang berpedoman kepada prinsip biosafety dan biosecurity serta memenuhi aspek kesejahteraan satwa. Lalu, mendapatkan desain lansekap yang sesuai untuk konservasi, perilaku dan ekosistem lingkungan hidup satwa dan fasilitas pendukung rancangan penataan rencana tapak Taman Margasatwa Ragunan.

Selanjutnya, mendapatkan kajian konektivitas dan integrasi layanan transportasi menuju dan di dalam TMR menuju kawasan pembatasan kendaraan bermotor; mendapatkan desain tentang keterhubungan aset-aset milik pemerintah provinsi di luar kawasan Taman Margasatwa Ragunan, serta mendapatkan desain tentang fasilitas komersil berupa hotel bintang empat 150 kamar, restoran (kapasitas 1.500 orang), cendramata, wahana permainan, dan parkir area (gedung parkir)

Selain itu, sayembara bertujuan untuk mendapatkan kajian tentang rancangan pola penyelenggaraan dan pengusahaan kawasan TMR; dan peserta sayembara diwajibkan bekerja sama dengan pihak-pihak lain yang dianggap kompeten dan dapat membantu tercapainya perancangan penataan TMR.

Pendaftaran sayembara desain kawasan Taman Margasatwa Ragunan dibuka pada 18 Maret hingga 5 April 2019. Pendaftaran dan semua informasi terkait sayembara dapat dilihat di situs https://ragunanzoo.jakarta.go.id.

(thm)

Pengemis Bermobil dan Beristri 3 Diamankan Satpol PP Bogor

loading…

Pengemis tanpa hidung bermobil dan beristri tiga serta juragan angkot diamankan Dinsos dan Satpol PP Kota Bogor. Foto/Haryudi/SINDOnews

BOGOR – HM alias Nur (80), pengemis tanpa hidung yang sempat viral di grup WhatsApp dan media sosial asal Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diamankan petugas gabungan Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, Rabu (20/3/2019).

Pasalnya, pria Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang sering mangkal di kawasan Simpang Yasmin Jalan Sholeh Iskandar-KHR Abdullah Bin Nuh, sempat viral di medsos dan jadi perbincangan warganet di Bogor lantaran fotonya tersebar sedang membuka kunci mobil Daihatsu Xenia hijau muda ketika petugas Satpol PP menertibkan alat peraga kampanye (APK), Senin 18 Maret 2019.

Bahkan dikabarkan, Nur juga memiliki istri tiga serta sejumlah angkot. Namun demikian, saat terjaring dan digelandang ke kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor di warung sebelah Masjid di Jalan KHR Abdullah Bin Nuh dekat Simpang Semplak, Rabu (20/3/2019), Nur membantah semua kabar terkait kepemilikan mobil, istri dan juragan angkot itu.

Baca Juga:

“Ah enggak, saya enggak punya mobil, beneran enggak punya,” ujarnya saat ditemui di Kantor Dinsos Kota Bogor, Rabu (20/3/2019).

Nur berdalih, mobil yang dipakainya itu memang selalu digunakan baik saat hendak maupun sesudah mengemis dari rumahnya. “Iya naik mobil, tapi mobilnya bukan punya saya, saya cuma nyewa, nanti orangnya bisa dipanggil,” kilahnya.

Saat ditanya kabar tentang memiliki istri tiga dan sejumlah angkot, ia juga membantahnya. “Enggak enggak ada, kalau dulu iya istri tiga waktu masih muda tapi dua sudah cerai. Sekarang saya duda yang terakhir meninggal. Enggak, saya juga bukan juragan angkot,” katanya.

Ketika ditanya berapa penghasilan yang didapat dalam sehari mengemis di sepanjang Jalan KHR Abdullah bin Nuh dan Sholeh Iskandar, ia mengaku cukup lumayan.

“Ya biasa sehari dari pagi sampai siang atau siang sampai sore saya dapat minimal Rp200 ribu,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kota Bogor Azrin Syamsudin mengatakan, pihaknya bersama Satpol PP sengaja menangkap karena memang keberadaan para PMKS ini kadang sudah meresahkan.

Musrenbang Jakarta Selatan, Anies Soroti Empat Program Ini

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi arahan sekaligus membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan 2019 di Kantor Pemkot Jaksel, Rabu (20/3/2019). Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies memberi arahan sekaligus membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Administrasi Jakarta Selatan Tahun 2019, di Ruang Pola, Kantor Walikota Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam kegiatan ini, Anies secara umum menekankan pembangunan ruang ketiga atau ruang interaksi yang berkualitas bagi publik dan memiliki nilai-nilai yang baik. Nilai-nilai tersebut antara lain, nilai kesetaraan, seperti desain dan sosial ekonomi; nilai moral, seperti fasilitas ibadah; serta nilai pendidikan.

Selain itu, Anies turut memaparkan beberapa program strategis yang perlu diperhatikan dan disinkronkan di wilayah Jakarta Selatan, antara lain Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pesanggrahan; Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) di Wilayah Jakarta Selatan; Penataan Kawasan Lenteng Agung; dan Penataan Kawasan Tebet.

Baca Juga:

“Program kegiatan pembangunan wilayah tahun 2020 agar selaras dengan kegiatan strategis daerah lainnya, antara lain pengelolaan air bersih, persampahan, naturalisasi sungai, hunian yang layak, penataan kampung, peningkatan akses PAUD, serta peningkatan aksesibilitas penyandang disabilitas,” ujarnya di Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).

Adapun Forum Musrenbang ini merupakan sarana sinkronisasi dan sinergitas antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan Pemerintah, dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DKI Jakarta Tahun 2020 yang bertema “Memacu Pertumbuhan Berkualitas”.

Turut hadir dalam Musrenbang ini, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah; Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Dapil Jakarta Selatan, Ahmad Yani; Walikota Jakarta Selatan, Marullah Mata’ali; Para Pejabat di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta; Para Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Kota Jakarta Selatan; Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Pakar, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan Tokoh Masyarakat; Para Anggota Dewan Kota; serta Perwakilan Masyarakat Difabel di wilayah Jakarta Selatan.

(ysw)

Bayi Malang Ini Terlindas Truk setelah Dibuang Orang Tuanya

loading…

JAKARTA – Masyarakat di Jalan Siaga, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dihebohkan dengan penemuan jasad bayi dalam kondisi tidak utuh. Bayi tak berdosa itu diperkirakan baru berusia tiga hari.

“Jenis kelamin belum diketahui,” ujar Kapolsek Pasarminggu, Kompol Prayitno, saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (20/3/2019).
(Baca juga: Sadis! ART di Tangsel Aniaya Bayinya yang Baru Dilahirkan hingga Tewas)

Saat ditemukan, jasad bayi itu dalam keadaan tidak utuh lagi. Tetapi hal itu bukan lantaran dimutilasi. Namun, diduga lantaran terlindas mobil truk sampah yang keluar masuk.

Bayi juga diduga sudah meninggal dunia saat dibuang ke sana. “(Terpotong-potong) diduga karena terlindas truk sampah,” ujar Prayitno. (Baca juga: ART di Tangsel Bekap Bayi yang Baru Dilahirkannya hingga Tewas)

Baca Juga:

Jasad bayi itu pertama kali ditemukan oleh dua orang yang hendak memulung di sana. Saat sedang memilah sampah, seketika saksi melihat ada potongan tubuh yang dikira boneka.

Sejauh ini, polisi sudah memeriksa beberapa saksi di lokasi guna mencari tahu siapa orang tua bayi yang membuang ke sana. Sementara beberapa saksi yang diperiksa mengaku tak melihat seseorang masuk ke sana sejak kemarin pagi hingga pukul 23.00 WIB. “Mayat bayi dibawa ke RSCM guna diperiksa lebih lanjut,” tutur Prayitno.

(thm)

Buka Musrenbang di Jaksel, Anies Minta Tampung Gagasan Masyarakat

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: dok/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memberikan arahan acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Administrasi Jakarta Selatan. Anies meminta agar jajaran Pemkot Jaksel bisa menampung gagasan dari masyarakat untuk perencanaan pembangunan kedepan.

Anies menyampaikan harapannya kepada Pemkot Jakarta Selatan untuk membangun taman. Agar tempat tersebut menjadi tempat interaksi bagi warga. Menurut Anies, ruang interaksi itu nantinya bisa membuat suasana yang nyaman bagi semua masyarakat. (Baca: Bangun Jakarta International Stadium, Anies: Satu Demi Satu Janji Kami Penuhi)

“Tadi saya sampaikan disini pembangunan ruang-ruang ketiga supaya lebih baik. Ruang ketiga yaitu ruang interaksi, pembangunan dari mulai taman dan pembangunan nya perlu ada nilai-nilai,” kata Anies di Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).

Baca Juga:

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menambahkan, pentingnya Pemkot Jaksel pada bulan Maret ini melakukan perencanaan-perencanaan pembanguan untuk program di tahun 2020. (Baca juga: Rencana Kerja Pemprov DKI 2020 Bertema Pertumbuhan Berkualitas)

Anies juga berharap jajaran Pemkot Jaksel menampung gagasan atau ide yang diberikan oleh masyarakat dalam perencanaan pembangunan kota.

“Pesan saya kepada para jajaran di Jakarta Selatan adalah buka pikiran kita, adopsi gagasan-gagasan yang muncul dari masyarakat dan manfaatkan untuk perencanaan pembangunan,” tuturnya.

(ysw)

Awas! Pencuri Berkedok Minta Sumbangan Berkeliaran

loading…

JAKARTA – Dua pemuda yang berpura-pura sebagai peminta sumbangan ditangkap Polsek Koja, Jakarta Utara. Keduanya ditangkap karena mencuri ponsel dari sebuah rumah warga.

Kanit Reskrim Polsek Koja AKP Andry Suharto mengatakan, kedua pelaku yang ditangkap adalah Syarif (17) dan Lucky Saputra (16). Mereka tertangkap setelah menjarah ponsel di dalam kamar rumah milik warga. “Keduanya berpura-pura meminta sumbangan saat melancarkan aksinya,” ujar Andry kepada wartawan, Rabu (20/3/2019).

Peristiwa itu terjadi di Jalan Deli Lorong No 26, RT 03/RW 08, Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (19/3/2019). Saat korban sedang memasak di dapur lalu datang dua orang pelaku yang berpura-pura meminta sumbangan. (Baca juga: Silau Lihat 3 Cincin Berlian Milik Majikan, ART Ini Nekat Mencurinya)

Baca Juga:

Permintaan kedua pelaku tidak dipenuhi oleh korban dan memilih melanjutkan memasak. Tidak lama berselang, korban memergoki aksi kedua pelaku yang masuk ke dalam kamar. “Korban melihat kedua pelaku keluar dari kamar dan melarikan diri,” ungkapnya. (Baca juga: Selipkan 2 Blender di Paha, 3 Wanita Paruh Baya Digelandang Polisi)

Selanjutnya korban mengejar kedua pelaku sambil berteriak maling hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap oleh warga sekitar. Sementara ponsel milik korban dibuang oleh kedua pelaku. “Ponsel tersebut akhirnya ditemukan oleh teman pelapor, tidak jauh dari lokasi,” tukasnya.

Barang bukti yang disita dari kedua pelaku, yakni sebuah ponsel Xiaomi. Selanjutnya, para pelaku berikut dengan barang bukti dibawa ke Polsek Koja guna proses penyidikan lebih lanjut. Para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian.

(thm)

Terekam CCTV, Polisi Buru Pelaku Curanmor di Jagakarsa

loading…

JAKARTA – Polisi masih memburu kedua pelaku pencurian motor di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Aksi kedua pelaku saat mencuri motor itu terekam kamera CCTV.

Aksi pelaku mencuri motor terekam CCTV yang dibagikan akun @havid94s itu viral di media sosial, setelah di-retweet oleh akun @TMCPoldaMetro Jaya.

Dalam video tersebut terlihat dua pemuda berboncengan menggunakan sebuah motor matik dan berhenti di sebuah rumah. Salah seorang rekannya yang dibonceng kemudian turun dan langsung masuk kedalam rumah.

Baca Juga:

Di saat yang sama, rekannya yang berada di atas motor nampak mengawasi kondisi jalanan. Tak berapa lama seorang pemuda yang masuk dan tampak membawa motor. (Baca: Curi Sepeda Motor di Gambir, Indra Lesmana Digelandang ke Polisi)

Pihak Polsek Jagakarsa mengaku telah menerima laporan terkait pencurian motor yang terjadi di Jalan Panjang RT 6 RW 4, Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa tersebut.

“Kejadian tersebut sudah dilaporkan hari Senin tanggal 18 Maret 2019 pukul 16.00 sore,” ujar Kanit Reskrim Polsek Jagakarsa, Iptu Sigit Ari, ketika dihubungi wartawan, Rabu (20/3/2019),

Ia mengatakan, saat ini pihaknya belum dapat mengidentifikasi kedua pelaku, yang wajahnya terekam di CCTV tersebut. Hal itu karena warga sekitar maupun korban tidak mengenali ciri-ciri pelaku curanmor.

“Dari keterangan korban maupun warga sekitar, tidak ada yang mengenal ciri-ciri pelaku. (Baca juga: Pura-Pura Ingin Beli Makan, Remaja 18 Tahun Bawa Kabur Motor Sekuriti)

Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. “Sementara masih kita lakukan penyelidikan,” ujarnya.

(ysw)

Tarif MRT Rp1.000 per Km Dianggap Mahal, Anies: Itu Baru Ancar-Ancar

loading…

Sejumlah warga Jakarta sedang mengantre untuk ikut uji coba MRT. Foto: SINDOnews/Dok

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengharapkan tarif Moda Raya Terpadu (MRT) bisa segera diumumkan sebelum diresmikan pada tanggal 24 Maret 2019 mendatang. Besaran tarip Rp1.000 per kilometer (km) belum keputusan final.

“Kemarin saya juga sudah bicara dengan pak ketua DPRD, Insya Allah sebelum tanggal 24 akan bisa ditetapkan dan memang tarif MRT ini berbeda dengan tarif moda transportasi lain,” ujar Anies di Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).

Anies menambahkan, tarif MRT akan menyesuaikan jarak tempuh. Jadi, tiap titik keberangkatan dan kedatangan nanti akan menentukan berapa besaran ongkosnya. “Tapi secara umum rata rata kira-kira sekitar kurang lebih Rp1.000 per kilometer,” jelas Anies. (Baca juga: MRT, LRT, KCI, dan Kereta Bandara Akan Dikelola Satu Badan)

Meskipun begitu, Anies enggan berbicara jauh mengenai tarif MRT. Karena masih menunggu keputusan para anggota Dewan. “Ya nanti setelah diterapkan, ini kan saya bicara ancar-ancar dulu. Nanti kalau sudah selesai pembahasan akan ada tabelnya dari tiap titik itu berapa harganya sampai titik berikutnya,” terangnya.

Baca Juga:

Ada pihak-pihak yang menilai jika tarif MRT Rp1.000 per km terlalu mahal. Anies pun menjawab bahwa ia dan DPRD memiliki pertimbangan sendiri. (Baca juga: DKI Fokus Integrasi Angkutan Umum Dukung Operasional MRT)

“Maka itu nanti lihat informasi lengkapnya. Jadi bukan hanya harganya tapi juga itu sedang memperhitungkan namanya ATP (Ability to pay) dan Wilingness to pay (WTP). Itu semu sudah dimasukkan. Termasuk apabila harus menggunakan kendaraan pribadi, berapa biaya yang harus dikeluarkan. Jadi sudah dimasukkan semua faktor itu,” papar Anies.

Mengenai wacana MRT akan digratiskan, menurut Anies hal tersebut tidak mungkin dilakukan. “Rasanya enggak mungkin (digratiskan),” tutupnya. (Baca juga: Tahun Pertama Beroperasi, Tarif MRT dan LRT Diwacanakan Gratis)

(thm)

MRT, LRT, KCI, dan Kereta Bandara Akan Dikelola Satu Badan

loading…

Gubernur DKI Anies Baswedan memberikan keterangan kepada media saat perjalanan dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI menggunakan MRT. Foto: SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajaran Pemerintah Daerah Jabodetabek melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo beserta jajaran menteri di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa 19 Maret 2019. Usai rapat, dilanjutkan dengan tinjauan MRT Jakarta.

Anies membeberkan, rapat tersebut mengagendakan dua hal. Pertama, konsolidasi pengelolaan transportasi publik dan pembangunan infrastruktur sistem transportasi. Pengelolaan transportasi di DKI dan Jabodetabek harus dalam sebuah badan yang terintegrasi. Badan itu bukan berarti membuat lembaga baru, namun yang ada diintegrasikan.

“Sekarang kita punya MRT, LRT, KCI (Kereta Commuter Indonesia), ada kereta bandara. Itu semua badannya sendiri-sendiri, PT nya sendiri. Karena itu, nanti dibuatkan, istilah (dari) Bapak Presiden, (yaitu) entitas baru. Entitas baru ini adalah mengintegrasikan dari yang sudah ada. Entitas baru ini nantinya yang akan melaksanakan pengelolaan tansportasi di DKI,” ujar Anies. (Baca juga: Tahun Pertama Beroperasi, Tarif MRT dan LRT Diwacanakan Gratis)

Baca Juga:

Anies menyampaikan, badan yang mengintegrasikan seluruh moda transportasi publik ini diharapkan memudahkan tata kelola sistem transportasi, karena berada dalam kesatuan organisasi. Selain itu, subsidi yang diberikan Pemprov DKI Jakarta juga akan melalui satu pintu, sehingga tidak perlu dipisahkan antar moda transportasi. Entitas baru yang direncanakan hadir sebelum bulan Juli 2019 tersebut akan berada di bawah kontrol Pemprov DKI Jakarta.

Agenda kedua adalah mengenai pembangunan. Pembangunan sistem transportasi, pembangunan air bersih, sewerage system (sistem limbah/gorong-gorong) akan dikebut dalam 10 tahun. “Proposal yang dibawa (Pemprov DKI) Jakarta disetujui. Beliau (Presiden Jokowi) menugaskan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan perencanaan bagi pembangunan semua infrastruktur transportasi, sekaligus pengelolaannya,” jelas Anies. (Baca juga: DKI Fokus Integrasi Angkutan Umum Dukung Operasional MRT)

Selain itu, Anies melanjutkan, pembangunan infrastruktur transportasi meliputi keberlanjutan proyek jalur MRT yang diharapkan dapat sepanjang 231 kilometer untuk menjangkau wilayah-wilayah Jakarta. Jokowi menggarisbawahi bahwa perencanaan Fase II MRT Jakarta harus selesai pada April 2019.

“Begitupun dengan LRT, diharapkan pembangunannya akan lebih luas agar bisa terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya,” pungkasnya.

(thm)

Kunjungi KPU Depok, Partai Islam se-Malaysia Terkaget-Kaget

loading…

KPU Kota Depok kedatangan tamu dari perwakilan dari Partai Islam Se- Malaysia (PAS). Foto: KORAN SINDO/R Ratna Purnama

DEPOK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok kedatangan tamu dari perwakilan dari Partai Islam Se- Malaysia (PAS). Para politikus asal Negeri Jiran datang untuk mempelajari dan mengetahui sistem pemilihan umum yang ada di Indonesia.

Dalam kunjungan itu mereka mendapat banyak pelajaran dan pengalaman seputar pemilihan umum. Mulai dari surat suara hingga jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang jumlahnya sangat besar dibanding Malaysia.

Komisioner KPU Depok, Jayadin, mengatakan, tamu dari Malaysia itu mengaku kaget dengan ukuran surat suara tingkat parlemen yang berukuran 50 x 80 sentimeter. Pasalnya di Malaysia ukuran surat suara tidak selebar di Indonesia.

Baca Juga:

“Bagaimana kagetnya mereka melihat surat suara yang besar sekali di Indonesia. Kemudian mereka juga ingin mengetahui soal cara memilih dengan sistem. Banyak hal yang berbeda mulai dari daftar pemilih pun berbeda seperti apa. Kemudian cara pencalonan dan sebagainya, itu pun berbeda dengan mereka,” katanya, Selasa 19 Maret 2019.

Mereka juga terkejut perihal DPT. Pasalnya untuk satu distrik, semisal Jawa Barat jumlahnya mencapai 33 juta. Sedangkan di Malaysia jumlah DPT tersebut sama dengan jumlah DPT satu negara. “Kalau di Malaysia 33 juta itu setara dengan satu negara. Bagi mereka ini hal yang luar biasa dan mereka apresiasi,” paparnya.

Kemudian disampaikan juga mengenai banyaknya pasangan calon dan pelaksanaan pemilihan serentak mulai dari presiden hingga DPD. Menurut mereka, ini menjadi hal baru dan dapat diimplementasikan nantinya.

“Ini menjadi hal baru yang dapat mungkin bisa diimplementasikan atau menjadi gambaran bagaimana untuk meningkatkan tingkat indeks demokrasi di negara Malaysia,” ungkapnya.

Pemilu di Indonesia menjadi hal menarik bagi dunia hingga akhirnya mereka datang dan mempelajari seluk beluk pemilu di sini. Mereka juga sempat menanyakan perihal politik uang di Indonesia dan juga mengenai isu SARA.

“Sangat tergambar banget tadi mereka datang ke sini untuk mempelajari tentang pemilihan presiden. Kemudian kami ceritakan bahwa di sini bukan hanya presiden yang akan kita pilih nanti tapi juga perwakilan daerah parlemen,” katanya.

Pengarah Pusat Kajian Strategik Negeri Kelantan, Wan Nik Bin Wan Yussof, menambahkan, pihaknya ingin belajar dari Indonesia mengenai pemilu. Ia menilai proses demokrasi di Indonesia berjalan baik sehingga diharapkan bisa ada pelajaran yang diambil untuk dapat diimplementasikan.

“Perkembangan demokrasi di sini subur dan kita yakin itu menjadi satu pertanda baik bagi rakyat,” pungkasnya.

(thm)

Tahun Pertama Beroperasi, Tarif MRT dan LRT Diwacanakan Gratis

loading…

JAKARTA – Tarif Moda Transportasi Massal berbasis rel atau Mass Rapid Transit (MRT) fase I Lebak Bulus-Bundaran HI dan Light Rail Transit (LRT) yang rencananya beroperasi akhir Maret ini belum juga diputuskan. Wacana menggratiskan tarif mencuat jelang awal operasional untuk membiasakan masyarakat menggunakan angkutan umum.

Setelah pembahasan di Komisi C pada Senin 18 Maret 2019, pembahasan tarif kedua Moda transportasi tersebut kini dibahas oleh komisi B DPRD DKI Jakarta. Dalam pembahasan di komisi C, PT MRT dan PT LRT Jakarta diminta untuk menghitung kembali besaran tarif seiring meningkatnya jumlah penumpang. Sehingga, ketika penumpang meningkat, subsidi menurun. Para Anggota legislatif itu khawatir besaran subsidi tidak tepat sasaran dan meningkat setiap tahunya seperti PT Transportasi Jakarta yang kini tengah mencapai Rp3,2 triliun.

Komisi B pun demikian. Mereka bahkan menyarankan agar masyarakat Jakarta pengguna MRT pada tahun pertama digratiskan dengan tujuan agar subsidi tepat sasaran dan mengurangi kemacetan.

Baca Juga:

“Gimana ada kebijakan bagi masyarakat DKI menjadi gratis, kan bisa diperkirakan berapa subsidi yang dibutuhkan untuk itu. Dihitung dulu penumpang dari masyarakat DKI berapa. Kalau subsidinya kan sudah sisiapkan Rp673 miliar untuk MRT dan Rp327 miliar LRT,” kata Ketua Komisi B, Suhaimi di Gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin.

Suhaimi menjelaskan, ada banyak biaya subsidi yang bisa dikurangi, diantaranya biaya penyusutan yang mengendap 30 tahun dan keuntungan 10 persen. Namun, hal yang paling penting pada operasional tahun pertama ini adalah menghitung subsidi untuk menggratiskan masyarat pengguna MRT dan LRT.

“Berkurang subsidi itu akan diitung dulu. Kita minta supaya Dinas Perhubungan dan pihak terkait menghitung segera. Nanti kita akan rapat internal kita tulis rekomendasi kita berikan pada pimpinan. Minggu ini selesai,” ungkapnya.

Direktur Keuangan PT MRT Jakarta, Tuhiyat menuturkan, perhitungan tarif bahwa rujukan Tim menentukan tarif itu adalah Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 17 tahun 2018. Inti didalam peraturan itu adalah komponen cost yang dijadikan sebagai komponen tarif dari biaya sarana terbagi tiga kelompok besar. Diantaranya, biaya modal yang intinya biaya penyusutan dan diatur dalam PSAK (pernyataan standar akuntasi keuangan).

“Jadi harus dilakukan itu. Tapi penyusutannya adalah penyusutan asset dari sarana. Gerbongnya, sistemnya, gitu ya. Diluar itu engga,” ungkapnya.

Kedua, lanjut Tuhiyat, yaitu biaya operasi. Tapi yang berkaitan dengan peningkatan ridership dan pengoperasian kereta. Seperti pengawai stasiun, dan sebagainya. Kelompok ketiga berkaitan dengan biaya maintenance. Menurutnya, biaya itu sangat kecil sekali karena relative masih baru. Sehingga apabila ditotal, tarif perekonomian MRT Rp31.000 dengan estimate penumpang 65.000 per hari.

Sepanjang Hari Ini Jakarta Cerah Berawan

loading…

Cuaca di seluruh wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sepanjang hari ini, Rabu (20/3/2019), diperkirakan cerah berawan. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Cuaca di seluruh wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sepanjang hari ini, Rabu (20/3/2019), diperkirakan cerah berawan. Begitu juga untuk wilayah lain di sekitarnya, seperti Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang, cuaca sepanjang jari cerah berawan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam situs resminya www.bmkg.go.id memprediksi wilayah seluruh wilayah Jakarta pagi ini hingga sore cerah berawan. Temperatur seluruh wilayah Jakarta rata-rata 24-33 derajat celcius dengan kelembapan 80-100%.

Adapun untuk wilayah Kota Tangerang dan Tiga Raksa (Kabupaten Tangerang) pada pagi hari cuaca cerah berawan. Namun, pada siang hari di diperkirakan berawan. Temperatur antara 25-30 derajat celcius dan kelembapan 75-95%.

Baca Juga:

Sementara untuk wilayah Bekasi cuaca pagi hari cerah berawan dan siang berpotensi turun hujan ringan dengan temperatur 22-33 derajat celcius dan kelembapan 60-95%. Begitu juga cuaca di Kota Depok, Cibinong (Kabupaten Bogor) cuaca cerah berawan dengan temperatur 22-32 derajat celcius dan kelembapan 60-95%.

Kondisi serupa juga terjadi di Kota Bogor, pada pagi hari cerahberawan dan sore berawan. Temperatur antara 22-31 derajat celcius dengan kelembapan 65-95%.

(wib)

Tak Pakai Tanda Jabatan, Wali Kota Bekasi: Kita Tegur

loading…

BEKASI – Walaupun awal April para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bakal mengenakan tanda jabatan pada seragam di pundaknya. Namun, pemerintah memberikan dispensasi hingga beberapa bulan ke depan.

“Kami minta paling lambat pegawai bisa mengikuti kebijakan ini sampai 1 Agustus 2019,” kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Bekasi, Selasa 19 Maret 2019.

Sedang untuk pembelian atribut, dibebankan ke pegawai masing-masing melalui organisasi perangkat daerah (OPD). Bagi pegawai yang tidak mengikuti aturan ini sampai ambang 1 Agustus 2019, kata dia, pemerintah akan melayangkan surat teguran sebanyak tiga kali.

Baca Juga:

Namun, kata dia meragukan hal itu, sebab PNS di Kota Bekasi taat terhadap aturan dan kebijakan yang dibuat oleh pimpinan. (Baca juga: Awal April, Seragam Pegawai Bekasi Gunakan Tanda Jabatan)

“Paling kalau enggak pakai juga atributnya, kita tegur. Kita yakin mereka pasti pakai pangkat dan tanda jabatan. Karena pegawai Bekasi memang taat pada aturan yang berlaku,” tegasnya.

(mhd)

Jelang Pemilu 2019, Imigrasi Jakarta Barat Rutin Razia WNA

loading…

JAKARTA – Menjelang pencoblosan 17 April 2019 mendatang. Kantor Imigrasi Klas 1 Jakarta Barat meningkatkan pengawasan terhadap warga negara asing (WNA). Razia rutin bakal dilakukan di sejumlah tempat di Jakarta Barat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat, Lumaksono mengatakan, hal itu untuk memastikan tidak ada WNA yang menyelundup masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).‎

“Menjelang pemilu ini, kita terus menguatkan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) untuk meningkatkan pengawasan terhadap warha negara asing di wilayah Jakarta Barat,” kata Lumaksono di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Barat, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (19/3/2019).

Baca Juga:

Lumaksono mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi di Jakarta Barat terkait hal ini. Mulai dari TNI, Polri, Dinas Dukcapil hingga KPU dan Bawaslu Jakarta Barat ‎untuk memastikan tak adanya WNA yang ikut dalam pesta demokrasi 17 April 2019 mendatang.

‎”Kita juga kerjasama dengan Dukcapil dan Bawaslu untuk bersama-sama mengawasi agar jangan sampai ada orang asing masuk dalam DPT. Karena dalam penggunaan e-KTP (WNA) ini orangnya sama tapi disitu kelihatan warga negara yang berbeda, itu yang perlu kita waspadai,” paparnya.

Meskipun saat ini tidak ada WNA yang masuk dalam DPT, namun demikian, Lumaksono mengatakan pihaknya tak mau lengah. Pengawasan masih tetap berlangsung hingga hari H pencoblosan. Bahkan koordinasi dengan Bawaslu kian ditingkatkan.

Lumaksono menambahkan terhadap itu pihaknya telah menyisir secara diam diam sejumlah apartement di Jakarta Barat. Operasi senyap dilakukan untuk menindak sejumlah keberadaan orang asing.

Beberapa orang mulai terjaring mulai dari WNA Asal Afrika, Cina, hingga Australia. Mereka terjaring penindakan setelah diketahui menempati ijin di Indonesia untuk waktu yang lama.

Kabid Intelegent dan Penindakan Kantor Klas 1 Imigrasi Jakarta Barat, Lukman Nul Hakim Payopo menegaskan sejak awal 2018 sudah ada 21 orang WNA yang terjaring pihaknya. 16 orang diantaranya dideportasi dan lima diantaranya masuk deteni.

Sementara untuk triwulan pertama, Lukman mencatat pihaknya baru menjaring 2 orang Nigeria, mereka terciduk dari Apartement Mediterania, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

“Keduanya akan kami kirim ke Rumah Detensi Pusat Tanjung Pinang,” tuturnya.

Sementara terhadap dugaan banyaknya turis yang menggembel. Lukman mengakui pihaknya belum menemukan hal itu. Menurut beberapa yang diamankan merupakan orang asing yang melebihi over stay, beberapa diantaranya merupakan pedagang.

“Orang nigeria dan kamerun suka dengan barang Indonesia. Mereka suka berlama lama di sini untuk menjual beberapa pakaian yang diambil di kawasan Kebon Jeruk dan Tanah Abang,” tutupnya.

(mhd)

Urai Kemacetan, Dishub Depok Uji Coba Shelter Ojek Online

loading…

DEPOK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok melakukan uji coba shelter untuk driver ojek online di Jalan Kartini, Depok, Jawa Barat. Lokasi yang berdekatan dengan Stasiun Depok itu guna mengurai kemacetan di sekitar lokasi.

Selain tiu, penyediaan shelter di lahan kosong itu agar driver ojek online tidak memarkir kendaraannya secara sembarangan di pinggir jalan yang kerap menimbulkan kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan Depok Dadang Wihana mengatakan, untuk halte ojek online baru dilakukan uji coba. Pihaknya juga melakukan rekayasa lalu lintas di sekitaran Stasiun Depok.

Baca Juga:

“Kita sedang tata Stasiun Depok lama, ada manajemen rekayasa lalu lintas dan baru uji coba memasukkan ojol (ojek online) ke shelter atau halte ojek online,” katanya di Depok, Selasa (19/3/2019).

Dengan adanya shelter tersebut diharapkan tidak ada lagi ojek online yang menunggu penumpang di pinggir trotoar Jalan Kartini. Kemudian, sambungnya, diharapkan tidak menimbulkan kemacetan di ruas jalan tersebut.

“Kurang lebih 600 ojek online setiap harinya di Stasiun Depok Lama yang kerap menunggu penumpang sehingga timbulkan kemacetan. Belum lagi di Stasiun Depok Baru, itu sudah kami sediakan bekerja sama sama dengan pihak kereta dan swasta,” katanya.

Saat ini, kata Dadang masih dalam uji coba penggunaan halte ojol selama satu minggu ke depan. Lalu ia minta kepada aplikator untuk relokasi sinyal Grab dan Gojek ke dalam halte yang sudah disiapkan agar tidak ada lagi ojek online yang nunggu penumpang di pinggir jalan.

“Kalau uji coba selesai kami akan menertibkan para ojek online yang masih menunggu penumpang di trotoar Jalan Kartini sehingga menimbulkan kemacetan,” tukasnya.

Adanya shelter ini dirasa membawa manfaat bagi driver maupun penumpang. Selain tidak menimbulkan macet, lalu lintas menjadi lebih teratur. Sehingga kendaraan bisa melaju tanpa kemacetan.

Awal April, Seragam Pegawai Bekasi Gunakan Tanda Jabatan

loading…

BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mewajibkan pegawainya untuk mengenakan atribut tanda pangkat di pundak kanan dan kiri serta tanda jabatan di dada kanan sesuai jenjang pendidikan karirnya di pemerintahan. Kebijakan ini akan mulai diberlakukan pada awal April mendatang.

“Tanda pangkat ini wajib digunakan mulai dari PNS dari golongan terendah hingga paling tinggi,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPPD) Kota Bekasi Karto di Bekasi, Selasa (19/3/2019).

Menurutnya, atribut tanda pangkat itu mirip dengan aparat kepolisian dan TNI. Dia mengatakan, pangkat atau golongan akan mengalami kenaikan setiap empat tahun untuk pegawai struktural dan dua tahun untuk pegawai fungsional. Di samping itu, mereka harus mempersiapkan segala dokumen pendukung untuk kenaikan pangkat seperti ijazah dan tidak pernah mendapatkan sanksi.

Baca Juga:

“Jadwal kenaikan pangkat setiap bulan April dan Oktober. Bagi pegawai yang sudah naik pangkat di bulan April tidak bisa ikut lagi di bulan Oktober. Mereka harus menunggu periode berikutnya untuk kenaikan pangkat,” katanya.

Meski golongan pegawai mengalami kenaikan secara otomatis, namun ada beberapa jenjang golongan yang cenderung stagnan.

Misalnya untuk pegawai lulusan SMA yang awal masuk menjadi PNS mendapat golongan II-A. Jenjang golongan mereka hanya bisa sampai III-A, kecuali mereka melanjutkan pendidikan sampai Strata-1. Pendidikan formal ini, kata dia, mempengaruhi jenjang karir golongan pegawai di lembaga pemerintahan.

Selanjutnya, golongan mereka bisa kembali naik ke jenjang IV-A sampai IV-D bila mereka melanjutkan pendidikan hingga Strata-2 atau Strata-3. Kebijakan ini, diadopsi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Apalagi, Jawa Barat sudah menerapkan tanda kepangkatan sejak 2016 lalu. “Kita hanya mengadopsi kebijakan Jawa Barat,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, pemerintah telah mengeluarkan surat edaran bernomor 025/1504/Setda.Org tentang Penggunaan Pakaian Dinas PNS di Lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Aturan itu menyebutkan bahwa terhitung Senin 1 April 2019 pada senin dan selasa pegawai wajib gunakan dinas harian (PDH).

Untuk hari Rabu pegawai mengenakan PDH kemeja putih lengan pendek untuk pegawai pria dan lengan pendek/panjang untuk pegawai wanita. Celana/rok yang dikenakan berwarna abu-abu tua. Kemudian hari Kamis mengenakan PDH batik khas Bekasi dan Jumat memakai adat daerah Bekasi.

Ketentuan itu dikecualikan bagi pegawai Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Perhubungan. Berdasarkan data yang diperoleh, pangkat pegawai golongan I, II dan III memiliki kesamaan bentuk yakni balok satu, balok dua, balok tiga dan balok empat khusus golongan I-D dan II-D serta bentuk melati satu untuk golongan III-D.

Hanya saja dari sisi warna, jenjang golongan itu memiliki perbedaan. Untuk pegawai golongan I berwarna perunggu, sedangkan golongan II berwarna perak dan golongan III berwarna emas. Kemudian golongan IV-A berbentuk melati dua, IV-B melati tiga, golongan IV-C bintang satu, golongan IV-D berbentuk bintang dua.

Kemudian golongan IV-E berbentuk bintang tiga. Khusus golongan III dan IV semuanya wajib berwarna emas. “Kebijakan ini wajib diikuti oleh seluruh PNS yang berjumlah sekitar 11.000 pegawai di Kota Bekasi. Sementara seragam pegawai tenaga kerja kontrak (TKK) tidak ada perubahan,” tegasnya.

(mhd)

Derita Lemah Otot, Fauzan Semangat Belajar Kendati Harus Digendong Ibunda

loading…

Kebesaran hati Winih (49), ibunda Fauzan, dalam merawat dan mendukung perjuangan anaknya tersebut pun, patut diapresiasi. Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Perjuangan Fauzan Akmal Maulana (15), penderita penyakit lemah otot atau Distrophia Muculor Progresive (DMP), meraih pendidikan, patut diacungi jempol.

Keterbasan fisik akibat penyakit turunan yang diidapnya, tidak lantas membuat semangatnya kendor. Sebaiknya, Fauzan tetap percaya diri berangkat sekolah, meski untuk itu dia harus digendong ibunya.

Kebesaran hati Winih (49), ibunda Fauzan, dalam merawat dan mendukung perjuangan anaknya tersebut pun, patut diapresiasi. Betapa besar kasih sayang dan kesabaran seorang ibu, dalam merawat anaknya itu.

Baca Juga:

Ditemui di sekolahnya, yakni SMP Terbuka 1 Tangerang Selatan (Tangsel), Fauzan dan ibunya tampak berseri. Tidak ada rasa canggung, saat ditemui para awak media.

Fauzan pun masih bisa diajak ngobrol, dan komunikasinya, terbilang cukup lancar. Sedikit demi sedikit dia bercerita, bahwa pada saat dilahirkan, kondisinya normal. Tidak memiliki kekurangan sesuatu pun.

“Lahirnya normal. Waktu sekolah, Kelas 1, 2, dan 3 juga biasa saja. Seperti anak-anak lainnya. Naik sepeda, ikut upacara, main bola, lari-larian,” kata Fauzan, Selasa siang.

Namun, memasuki usia Kelas 5 SD, dirinya mulai mengalami satu perubahan fisik drastis. Tiba-tiba saja, dirinya menjadi sulit bangun tidur. Otot tubuhnya terasa lemah, dan tidak bisa digerakkan, pada 2015 lalu.

Keluarganya pun kaget melihat kejadian itu, dan langsung membawa Fauzan menuju rumah sakit. Saat itu, rumah sakit yang dituju, yakni RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

“Saya divonis dokter RSU Fatmawati, karena mengidap penyakit otot lemah (DMP), akibat genetik, berdasarkan keturunan. Saat itu saya syok dan hati saya merasa hancur. Tetapi ibu membesarkan hati saya,” katanya.

Pembajakan Tangki Pertamina, Lima Orang Dijadikan Tersangka

loading…

JAKARTAPolda Metro Jaya tetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus pembajakan dua mobil tangki Pertamina. Sedangkan dua orang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jakarta Utara.

“Jadi ada lima tersangka, NAS (39), MR (35), TK (44), WH (26), dan AM (37). Mereka dikenakan Pasal 365 KUHP, 368 KUHP, 335 KUHP, dan 170 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Menurutnya, NAS berperan menjabat ketua serikat pekerja awak mobil tangki dan sebagai koordinator, MR dan TK mengambil alih mobil, sedang WH serta AM menyetop mobil. Adapun dua mobil tangki itu dibajak di dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Yos Sudarso, Depan Mall Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara dan di putaran Podomoro, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Baca Juga:

“Dua mobil itu dihadang para pelaku menggunakan mobil dan motor, diambil alih secara paksa lalu dibawa ke Monas, Jakarta Pusat untuk dijadikan alat peraga demontrasi sekelompok orang yang tergabung dalam Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki,” tuturnya.

Dia menerangkan, dua mobil yang berisi BBM itu hendak mendistribusikan solar ke Tol Merak dan Tol Jagorawi.Selain lima orang itu, masih ada 12 orang lainnya yang diduga terlibat dalam kasus pembajakan itu, yang mana masih dicari keberadaannya.

Selain itu, tambahnya, polisi hingga kini tengah memeriksa lima orang lainnya, yang statusnya masih sebagai saksi atau belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Saat ini ada 5 orang (lagi) sedang kita periksa. Nanti kita akan ketahui peran mereka apakah ikut melakukan pidana ini atau bagaimana setelah selesai pemeriksaan, saat ini (statusnya) belum kita tetapkan,” katanya.

(mhd)

Uang Kejahatan Skimming, Ramyadjie Priambodo Belikan Bitcoin

loading…

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto/Ari Sandita Murti/SINDOnews

JAKARTA – Ramyadjie Priambodo atau RP ditangkap Polda Metro Jaya terkait kasus skimming data nasabah. Adapun uang hasil kejahatannya kerap digunakan pelaku untuk membeli Bitcoin atau uang elektronik.

“Ya suka main transaksi Bitcoin dan pengakuanya untuk keperluan pribadi juga,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono pada wartawan di Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Namun, Argo tidak menjelaskan lebih lanjut terkait hal itu. Kata dia, polisi hanya menyebut pelaku suka membeli uang elektronik. Adapun metode jual beli pembayarannya dengan menggunakan virtual currency bitcoin.

Baca Juga:

Menurutnya, dia mendapatkan data-data nasabah dari sebuah komunitas online di black market (pasar ilegal di internet) untuk melakukan aksi pencurian atau akses sistem milik orang lain (skimming). Dalam komunitas online itu, pelaku mempelajari teknik skimming dan mendapatkan data-data rekening korban.

“(Mendapatkan data nasabah) dari black market di dalam internet, kan dia ikut tergabung dalam suatu kelompok atau komunitas disana, lalu saling tukar informasi data nasabah dan bagaimana cara skimming,” tuturnya.

Saat ini, paparnya, Ramyadjie pun masih diperiksa secara intensif oleh polisi lantaran ditemukan mesin ATM dari lokasi penangkapan, yakni di kamar apartemen miliknya, kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Diketahui mesin ATM itu digunakan pelaku untuk mencari kelemahan agar modus dari tindak kejahatannya berjalan mulus.

Sedang terkait asal-usul mesin ATM itu, kata dia, pelaku mendapatkannya dari seorang rekannya, hanya saja identitas si pemberi mesin itu hingga saat ini belum diketahui.

“Untuk mengetahui kelemahan (sistem mekanisme) mesin ATM. Dari pemeriksaan hingga saat ini dia belum mau menyebutkan temannya siapa (pemberi mesin ATM itu),” katanya.

Dalam kasus ini, tambahnya, Ramyadjie sudah melakukan transaksi sebanyak 91 kali. Meski keterangan pelaku masih kerap berubah-ubah, polisi berhasil menyita uang hasil kejahatannya sebanyak Rp300 juta.

(mhd)

Jadi Target Operasi, Riko Dibekuk Beserta Sabu Seberat 1,5 Kg

loading…

Polisi amankan kurir narkoba beserta barang bukti di Depok, Jawa Barat. Foto/R Ratna Purnama/SINDOnews

DEPOK – Seorang kurir narkoba dibekuk di rumah kontrakannya di Beji, Depok, Jawa Barat, Senin 18 Maret 2019. Riko Afandi (31) diamankan beserta barang bukti sabu seberat satu kilogram.

Wakil Kepala Polresta Depok AKBP Arya Permana mengatakan, Riko sudah lama menjadi target operasi. Dalam jaringan peredaran sabu ini, kata dia, Riko hanya bertugas sebagai kurir dan tidak melakukan penjualan. Riko hanya menerima perintah dari bandar besar untuk mengambil dan mengantar barang pada seseorang yang tidak dikenalnya.

“Dia hanya sebagai perantara (kurir) saja. Berapa harga jualnya pun dia tidak tahu karena pengendalian ada di orang lain yang menjadi bosnya,” kata Arya di Depok, Selasa (19/3/2019).

Baca Juga:

Dari tiap gram sabu, Riko mendapat upah sekitar Rp200.000. Barang haram itu diambil tersangka dari seseorang di luar Depok. Kemudian Riko yang bertugas mengantar kembali sabu tersebut pada orang lain.

“Kami menggeledah rumahnya dan didapat sabu seberat satu kilogram. Ini adalah sisa barang, karena yang lainnya sudah diantarkan ke orang sesuai perintah dari bandar,” ungkapnya.

Di rumahnya, Riko hanya menaruh sabu ini di tempat terbuka. Karena dalam rumah kontrakan tersebut dia hanya tinggal seorang diri. Diduga Riko berjejaring dengan pengedar besar yang kini masih didalami. Riko adalah residivis yang pernah mendekam di Lapas Paledang Bogor beberapa waktu lalu. “Dia pernah terjerat kasus yang sama sebelumnya,” katanya.

Sabu seberat satu kilogram tersebut ditaksir senilai Rp1,5 miliar. Riko pun dijerat Pasal 114 (2) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman 20 tahun penjara. Kami masih lakukan pengembangan mengenai jaringan ini,” katanya.

Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Indrta Tarigan menambahkan, untuk mencokok Riko memang memerlukan waktu cukup lama. Karena Riko tidak melakukan penjualan narkoba ke sembarang orang.

“Jadi dia tidak sembarangan. Dia hanya mengikuti apa yang sudah diperintahkan saja. Tidak menjual ke orang yang bukan perintah bos,” katanya.

Ditanya apakah Riko terkait dengan jaringan besar di luar negeri, Indra menuturkan, sejauh ini jaringan Riko masih dalam negeri. Pihaknya pun masih terus mendalami siapa bos yang melakukan pengendalian peredaran sabu jaringan Riko.

“Ini yang kita akan dalami lagi keterangannya. Sejauh ini masih jaringan dalam negeri,” pungkasnya.

(mhd)

Dana BOS SDN Harapan Baru Bekasi Lenyap Digondol Rampok

loading…

BEKASI – Kepala Sekolah Sekolah Dasar Negeri III Harapan Baru Bekasi Utara, Rita Yuli menjadi korban perampokan di depan Perum Titian Kencana RT4/2, Jalan Muktar Tabrani, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Akibatnya, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp111 juta raib digondol kawanan rampok.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, pelakunya diduga berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor.

“Dana BOS itu baru saja dicairkan dari bank BJB untuk keperluan sekolah,” katanya di bekasi, selasa (19/3/2019).

Baca Juga:

Erna menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Senin 18 Maret sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, korban Rita bersama guru E sehabis mencairkan dana BOS dari Bank BJB menggunakan kendaraan roda empat Toyota Yaris warna merah. Rupanya, korban telah diikuti oleh perampok dari keluar bank tersebut.

Tepat di Jalan Muchtar Tabrani Bekasi Utara, tiba-tiba korban diteriaki oleh pengendara roda dua bahwa ban mobilnya kempes. Alhasil, korban langsung menepikan kendaraanya untuk memeriksa ban mobilnya. Saat korban sedang memeriksa, diduga pelaku lain mengambil uang itu ditas yang terletak dibagian jok belakang mobil.

“Dilihat dari ketarangan korban, ini modus ban kempis, kita masih dalami kasus ini,” ungkapnya.

Setelah mengecek ban mobil yang tidak kempis, pelaku langsung melarikan diri, dan korban kaget bahwa uang ratusan juta itu sudah raib. Korban kemudian melaporkan kasus ini ke Kepolisian Sektor Bekasi Utara.

Erna menambahkan, selain uang tunai anggaran dana BOS, uang sebesar Rp2 juta milik korban juga raib bersama surat-surat berharga. Saat ini, petugas sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi.

“Secepatnya pelakunya kami tangkap, anggota sedang bekerja di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, peristiwa perampokan dana BOS ini baru pertama kali terjadi. Untuk itu dia meminta agar para kepala sekolah maupun guru berhati-hati saat hendak mengambil dana BOS. “Kita minta kepolisian untuk segera mengungkapnya,” katanya.

Inay menjelaskan, dana BOS yang raib dicuri itu merupakan dana BOS dari Pemerintah Pusat, untuk operasional 2 bulan Januari-Febuari. Bahkan, korban sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian, Disdik dan Inspektorat.

“Uang itu bakal diganti sesuai Tuntutan Perbendaharaan, dan Ganti Rugi (TPGR), ada di peraturannya,” jelasnya.

(mhd)

Gelar Aksi Damai di Mabes Polri, Massa Tolak Politisasi Petani

loading…

Massa yang tergabung dalam Aliansi Petani Tolak Politisasi melakukan aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan.Massa yang tergabung dalam Aliansi Petani Tolak Politisasi melakukan aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (

JAKARTA – Massa yang tergabung dalam Aliansi Petani Tolak Politisasi melakukan aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan. Mereka mendesak agar polisi tidak mengizinkan acara rembug nasional yang akan diadakan di area Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.

Korlap Aksi Randy mengatakan, pihaknya melihat ada upaya politisasi petani yang dilakukan sejumlah LSM. Tak hanya itu, mereka juga akan menggelar rembug nasional yang terindikasi akan menyebar fitnah dan mengadudomba petani.

“Kami mendesak agar polisi membatalkan acara tersebut karena terindikasi mempolitisasi petani untuk tujuan mereka,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (19/3/2019).
Selain mendesak Polri membatalkan acara tersebut, massa juga meminta agar polisi mengusut dugaan keterkaitan mafia pangan yang terlibat dalam rembug nasional itu.
“Kami mendesak Satgas pangan Mabes Polri untuk turun tangan langsung keterlibatan mafia pangan. Stop politisasi petani dan peternak,” ujarnya.

Baca Juga:

Aliansi Petani Anti Politisasi juga mendukung kinerja pemerintah di sektor pangan untuk kesejahteraan petani dan rakyat Indonesia.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Petani Tolak Politisasi melakukan aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan. Mereka mendesak agar polisi tidak mengizinkan acara rembug nasional yang akan diadakan di area Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.

Korlap Aksi Randy mengatakan, pihaknya melihat ada upaya politisasi petani yang dilakukan sejumlah LSM. Tak hanya itu, mereka juga akan menggelar rembug nasional yang terindikasi akan menyebar fitnah dan mengadudomba petani.

“Kami mendesak agar polisi membatalkan acara tersebut karena terindikasi mempolitisasi petani untuk tujuan mereka,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (19/3/2019).

Selain mendesak Polri membatalkan acara tersebut, massa juga meminta agar polisi mengusut dugaan keterkaitan mafia pangan yang terlibat dalam rembug nasional itu.

“Kami mendesak Satgas pangan Mabes Polri untuk turun tangan langsung keterlibatan mafia pangan. Stop politisasi petani dan peternak,” ujarnya.

Aliansi Petani Anti Politisasi juga mendukung kinerja pemerintah di sektor pangan untuk kesejahteraan petani dan rakyat Indonesia.

Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Petani Anti Politisasi tersebut adalah Masyarakat Pemerhati Pangan (MAPPAN) Indonesia, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Petani dan Peternak Indonesia (MP3I), Forum Peternak Rakyat Bogor-Depok, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), PAM NU (Petani Muda NUsantara), dan Serikat Pejuang Tani Indramayu Barat (SPTIB).

(ysw)

Tak Peduli Umur, Ibu Dua Anak Ini Ikut Ujian Demi Ijazah SMA

loading…

Faktor usia dan kesulitan ekonomi tidak menyurutkan niat, Asih (42) dan Neneng Heriyawati (29), untuk memperoleh ijazah sekolah menengah atas (SMA). Foto/SINDOnews/Wahyu Budi Santoso

JAKARTA – Faktor usia dan kesulitan ekonomi tidak menyurutkan niatan warga Jakarta Utara, Asih (42) dan Neneng Heriyawati (29), untuk melanjutkan pendidikan hingga memperoleh ijazah sekolah menengah atas (SMA).

Demi menggapai asa, dua warga Kampung Bayam tersebut aktif mengejar ketertinggalan mereka melalui program kejar paket C di pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) Negeri 04 Pademangan, sejak setahun belakangan.

Dalam menempuh proses pendidikan, mereka tidak hanya berjuang meluangkan waktu serta membagi energi dan konsentrasi mengurus keluarga. Selama ini keduanya juga membantu kepala keluarga untuk menghidupi anak-anaknya dengan bekerja sebagai petugas PPSU Kelurahan Sunter Agung.

Baca Juga:

Sebagai proses rangkaian kegiatan pendidikan tersebut, selama sepekan ini mereka pun mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) di SDN 09 Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara.

“Saya ikut kejar paket c untuk meningkatkan taraf hidup. Ya siapa tau kalau punya ijazah bisa kerja lebih baik,” ujar Asih, Selasa (19/3).

Niatan memperbaiki taraf hidup itu lantaran penghasilan ibu dari Maharani Susilowati (13) dan Ratih Aprilia (9) itu baru sebatas mencukupi keseharian. Selama ini keluarganya amat bergantung honorarium Asih sebagai petugas PPSU lantaran sang suami Romly hanyalah seorang pekerja serabutan yang penghasilannya tidak menentu.

“Waktu mengerjakan soal sih sempet panas dingin juga. Tapi saya bertekad harus bisa,” tegasnya.

Kisah serupa juga dialami oleh Neneng Heriyawati yang tidak sempat melanjutkan sekolah ke SMA lantaran kondisi ekonomi. Harapannya untuk memperbaiki ekonomi dengan meraih pendidikan kembali tumbuh setelah Ia berkeluarga dan memiliki dua anak.

Perjuangan meningkatkan pendidikan itupun tidak lepas dari niatan meningkatkan kesejahteraan keluarga agar kedua anakanya Halip Maulana Hafis (9) serta Muhammad Maulana Alfi (6), bisa merasakan taraf hidup lebih baik. Tidak hanya mendapat ijazah SMA, setelah ini istri dari Kosasih itu juga berniat melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi.

Polisi Segera Susun Berkas Kasus Skimming Data ATM yang Jerat RP

loading…

JAKARTA – Polda Metro Jaya segera menyusun berkas kasus pembobolan atau skimming data nasabah dengan tersangka Ramyadjie Priambodo atau RP. Pelaku tercatat sudah melakukan aksinya sebanyak 50 kali.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, dalam kasus tersebut pihak kepolisian telah menyita sejumlah barang bukti, di antaranya mesin ATM dan memeriksa 10 orang saksi.”Kita sedang pemberkasan penyelesaian berkas perkara,” ujarnya pada wartawan, Selasa (19/3/2019).

Namun, lanjut Argo, polisi belum bisa memastikan aliran dana dari aksi kejahatannya tersebut diterima oleh siapa. Hingga saat ini penyidik masih bekerja melakukan pendalaman dalam kasus ini.”Kita belum sampai kesana yah,” katanya.

Baca Juga:

RP diciduk terkait kasus dugaan pencurian atau skimming data nasabah milik salah satu bank swasta di kawasan Jakarta Selatan. Dari pemeriksaan, RP ternyata sudah beraksi puluhan kali.

“Setelah kita ungkap, pelaku ini sudah 50-an kali narik ATM (tindak pidana skimming). Lokasinya dimana saja masih didalami,” ujarnya. (Baca: Polda Metro Jaya Ciduk Pembobol ATM via Skimming)

Menurutnya, itu diketahui usai polisi melakukan pemeriksaan terhadap RP. Pelaku diciduk di sebuah apartemen, bilangan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Dalam aksinya, RP hanya beraksi sendiri.

(whb)

Tabrak Trotoar di Pondok Indah, Pengendara Motor Tewas Seketika

loading…

JAKARTA – Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah menabrak trotoar di Jalan Metro Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pengendara bernama Alwin Firmansyah (22) tewas seketika di lokasi kejadian.

Kanit Laka Lantas Polres Jakarta Selatan, AKP Sunar mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (19/3/2019) dini hari. Adapun saat kejadian, Alwin Firmansyah (22) tengah mengendarai motor Vixion bernopol B 4849 SHA di Jalan Metro Pondok Indah.

“Saat sampai di depan rumah nomor 17 Jalan Metro Pondok Indah, motor itu diduga kurang hati-hati sehingga menabrak trotoar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (19/3/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, usai menabrak trotoar, motor itu terseret dan kembali menabrak pohon. Adapun pengemudi motor itu mengalami luka-luka di bagian kepalanya.

“Korban akhirnya meninggal di lokasi dan jenazahnya dibawa ke RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan guna proses visum. Pihak keluarga sudah dihubungi,” katanya.

(mhd)

Ini Alasan Pelaku Bajak Mobil Tangki Pertamina di Jakarta Utara

loading…

JAKARTA – Polisi telah meringkus dan menetapkan dua aktor intelektual pembajak mobil tangki Pertamina sebagai tersangka. M dan N melakukan pembajakan tangki Pertamina itu untuk mendapatkan perhatian saat mereka menggelar aksi demonstrasi.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, pembajakan mobil tangki itu memang berkaitan dengan kegiatan demo yang dilakukan para sopir truk di depan Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Dalam aksi demo itu, bahkan massa sudah dipertemukan dengan pihak-pihak terkait untuk menyampaikan aspirasinya.

“Namun, mereka merasa belum ada kemajuan atau stagnan sehingga mereka ingin mencari perhatian, tapi dengan cara yang salah. Jadi mereka dalam rapatnya itu menginginkan sesuatu yang ekstrim dan diterjemahkan sampai terjadinya perampasan itu,” ujarnya pada wartawan, Selasa (19/3/2019).

Baca Juga:

Meski begitu, tambah Budhi, polisi tidak menyoroti tentang persoalan unjuk rasanya itu lantaran aksi itu dilakukan sesuai dengan undang-undang. Bahkan, polisi pun menghargai hak peserta aksi hingga sampai memfasilitasi pertemuan dengan pihak terkait itu aksi berlangsung.

“Di sini yang kita proses itu tindakan mereka yang merampas tangki itu termasuk suatu perbuatan pidana, itu yang kita proses,” katanya. (Baca juga: Dua Aktor Intelektual Pembajakan Truk Pertamina Jadi Tersangka)

(mhd)

Pembajak Mobil Tangki Pertamina Diduga Berjumlah 18 Orang

loading…

JAKARTAPembajak mobil tangki Pertamina di Jakarta Utara diduga berjumlah 18 orang. Namun, hingga saat ini baru dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Dari hasil proses penyidikan yang kita lakukan, ada 18 orang terduga perampasan (pembajakan mobil tangki Pertamina),” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto kepada wartawan, Selasa (19/3/2019).

Namun, kata dia, dari 18 orang tersebut, baru dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni M dan N selaku aktor intelektual pembajakan mobil tangki milik Pertamina. Maka itu, masih ada 16 orang lainnya yang diduga terlibat kasus pembajakan tersebut.

Baca Juga:

Belasan orang lainnya itu, kata dia, masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Guna meringkus belasan orang lainnya, Polres Jakarta Utara pun bekerja sama dengan Polda Metro Jaya sehingga para pelaku yang DPO bisa segera diciduk.

“Polda Metro backup kita dan sepertinya ini kasus juga dilimpahkan ke Polda karena Polda juga sudah melakukan penangkapan beberapa pelaku sesuai data yang kami sampaikan,” katanya.

(mhd)

Kapolres: Tak Ada Tersangka Lain di Duel Maut ala Gladiator Bogor

loading…

BOGOR – Penyidik Polres Bogor menyatakan tidak ada tersangka lain dalam kasus duel ala gladiator yang menewaskan AH (17) salah satu pelajar SMA di Bogor. MR alias B (14) saat ini masih menjalani pemeriksaan intesif di Polres Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Andi Muhammad Dicky mengatakan, kasus perkelahian remaja duel ala gladiator di Ciampea, Kabupaten Bogor dipastikan tak ada keterlibatan orang lain. “Jadi penyidikan sudah fokus pada satu tersangka yang sudah ditahan saja. Karena itu duel perkelahiannya atas inisiatif pelaku dan korban sendiri. Beda dengan gladiator yang terjadi di Kota Bogor yang melibatkan orang lain yakni diadu oleh senior-seniornya,” kata Dicky kepada wartawan pada Selasa (19/03/2019).

Dicky menuturkan, kadang tak tepat juga kalau disebut perkelahian gladiator. “Karena lebih kepada duel bukan diadu. Jadi hanya cukup di satu tersangka saja, kemungkinan bertambahnya tersangka tak ada,” tuturnya.(Baca: Janjian di Facebook, Duel ala Gladiator Tewaskan ABG di Bogor)

Baca Juga:

Dia menambahkan, agar peristiwa tak terulang terus, pencegahan itu sudah memang seharusnya dan sangat mendesak. Pihak sekolah itu harus bekerja sama dengan para orang tua siswanya. “Sekolah harus berinisiatif, meski kejadian di luar sekolah tapi mereka umumnya yang berkelahi atau tawuran pelajar itu membawa identitas sekolah, sehingga tak bisa lepas tanggung jawab begitu saja,” ujarnya.

Dia menjelaskan sekolah juga harus berinisiatif mengumpulkan orang tua siswa untuk melakukan pencegahan kenakalan remaja, khususnya perkelahian pelajar ini. “Sebab ketika siswa banyak yang kedapatan membawa senjata tajam saat tawuran maupun duel, berarti kan itu mereka dari luar sekolah. Nah itu kan harus ada pengawasan juga dari sekolah dan orang tuanya memeriksa apa saja yang dibawa di dalam tas mereka,” jelasnya.

Dia menambahkan, banyaknya perkelahian atau tawuran yang melibatkan pelajar itu berbanding lurus dengan prestasi mereka. “Biasanya yang suka tawuran itu mereka prestasi akademik atau nilai sekolahnya jelek. Saya kira itu sudah bisa diketahui, bahkan jangan-jangan mereka sekolahnya cuma di kantin saja,” ujarnya.

Dicky berharap, seluruh stakeholder baik sekolah, orang tua maupun siswanya bersama – sama melakukan evaluasi dalam pengawasan. “Apalagi kita dari kepolisian sudah memberikan data atau nama-nama siswa yang sering tawuran. Tolong pihak sekolah mengevaluasinya, khususnya dinas pendidikan mengaudit sekolah-sekolah yang memang siswanya banyak melakukan tawuran,” ucapnya.

(whb)

Dua Aktor Intelektual Pembajakan Truk Pertamina Jadi Tersangka

loading…

JAKARTA – Polres Jakarta Utara menetapkan dua tersangka terkait kasus pembajakan truk Pertamina di dekat pintul Tol Ancol. Kedua pelaku berinisial M dan N merupakan aktor inteletual di balik aksi pembajakan tersebut.

“M dan N telah diteapkan sebagai tersangka. Kedua aktor intelektual terancam dijerat Pasal 365 KUHP, 360 KUHP, dan atau 170 KUHP,” ungkap Kapolrestro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto kepada wartawan Selasa (19/3/2019).

Budhi mengatakan, dua orang tersebut merupakan aktor intelektual pembajakan mobil tangki Pertamina. Namun, apakah masih ada aktor intelektual lainnya selain kedua orang itu, polisi masih mendalaminya.

Baca Juga:

“N merencanakan dan memberi perintah pada pelaku lain untuk melakukan perampasan. Sedang M ikut bersama-sama merampas tangki itu,” ujarnya pada wartawan.(Baca: Dibajak, Dua Truk Tangki Pertamina Dikembalikan ke Depo Plumpang)

Menurutnya, kedua orang tersebut saat ini tengah diperiksa lebih lanjut oleh kepolisian. Selain kedua orang itu, masih ada beberapa orang yang tengah dicari karena diduga terlibat dalam kasus pembajakan itu.

(whb)

Gelar Uji Emisi, Pemkot Jakut Targetkan Jangkau 2.500 Kendaraan

loading…

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim saat melakukan proses uji emisi terhadap kendaraan di Jalan Benyamin Sueb, Jakarta Utara, Selasa (19/3/2019). Foto/SINDOnews/Wahyu Budi Santoso

JAKARTA – Pemerintah Kota Jakarta Utara menggelar uji emisi kendaraan bermotor di Jalan Benyamin Suaeb, Kelurahan Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara. Kegiatan digelar dalam rangka menunjang pelaksanaan Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) tahun 2019.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu upaya mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi pencemaran udara khususnya melalui kendaraan bermotor.

“Saya mengingatkan semua masyarakat, terutama pemilik kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat harus rutin melakukan perawatan secara berkala,” kata Ali di Jalan Benyamin Suaeb, Kelurahan Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (19/3/2019).

Baca Juga:

Kegiatan yang diinisiasi Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara ini, dijelaskannya menguji emisi pada dua jenis kendaraan bermotor roda empat, yaitu berbahan bakar bensin dan solar.

Hasil uji emisi ini juga akan dijadikan sebagai bahan rekomendasi perpanjangan masa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) melaui aplikasi berbasis android E-Uji Emisi milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sementara itu Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dampak Lingkungan dan Kebersihan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Suparman menerangkan, kegiatan ini menargetkan 2.500 kendaraan bermotor pada tiga lokasi berbeda, antara lain Jalan Benyamin Suaeb, Pademangan, Jalan Pluit Timur Raya, Penjaringan, Rabu (20 Maret 2019), dan Jalan Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Kamis (21/3).

Bagi kendaraan yang tidak lulus uji emisi, petugas akan memberikan rekomendasi agar pemilik kendaraan segera memperbaiki kendaraannya pada sejumlah bengkel bersertifikasi uji emisi.

“Selain mengetahui kinerja mesin, uji emisi ini juga bermanfaat untuk memberikan kepastian kesehatan pengguna kendaraan. Sebab dalam berbagai kasus pernah terjadi pengguna kendaraan tewas akibat menghirup gas buang emisi kendaraan,” tutupnya.

(ysw)

Cerita Saksi Dalam Kebakaran Dua Gudang di Tangerang Selatan

loading…

Dua unit bangunan gudang semi permanen di Jalan Surya Kencana, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), terbakar habis pada Selasa (19/3/2019) pagi. Foto/Hambali

TANGERANG SELATAN – Dua unit bangunan gudang semi permanen di Jalan Surya Kencana, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), terbakar habis pada Selasa (19/3/2019) pagi. Seorang penguni tewas mengenaskan karena tak sempat melarikan diri dalam kebakaran tersebut.

Informasi yang dihimpun, kebakaran itu diduga dipicu dari kontak meteran listrik di sebelah kiri gudang. Saksi yang tinggal di dekat lokasi, Wanih (43), mulanya melihat kepulan asap dari gudang milik Saridin sekitar pukul 05.00 WIB.

Ketika itu, Wanih tengah mengeluarkan sepeda motornya untuk menunaikan salat subuh. Begitu melihat ada asap dan api menyala, dia pun menghampiri karena curiga dipikirnya ada yang membakar sampah.

Baca Juga:

“Saya kira awalnya ada yang bakar sampah, kok tumben. Makanya saya cek, nggak tahunya dari arah meteran listrik udah terbakar,” terang Wanih di lokasi.

Menyadari hal itu, Wanih lantas berteriak membangunkan para penghuni gudang. Dia sempat pula menggedor-gedor pintu gudang. Namun karena terkunci dari dalam, akhirnya Wanih pun tak bisa berbuat banyak. “Saya sudah gedor-gedor pintunya, dikunci dari dalam,” sambungnya. (Baca: Korsleting Listrik Hanguskan Dua Gudang di Tangsel, 1 Orang Tewas)

Api dengan cepat menyebar dan melahap bagian gudang, lantaran materialnya kebanyakan terbuat dari bahan karpet dan kayu. Beruntung, 5 penghuni berhasil menyelamatkan diri.

Namun sayang, satu penghuni lainnya tertinggal di dalam gudang. “Ya mungkin karena lemas, asap banyak jadi jatuh di dalam,” jelas Wanih.

Cerita Saksi Dalam Kebakaran Dua Gudang di Tangerang Selatan

Korban yang tewas diketahui bernama Nurul Huda alias Saprol (22). Saat api membesar, sebenarnya kakak dan adik Saprol sempat berupaya menolong. Namun mereka tetap tak bisa mendekat ke dalam gudang, karena kobaran api kian membesar.

Beberapa saat kemudian, sejumlah mobil pemadam kebakaran (Damkar) tiba di lokasi. Petugas lantas berjibaku menjinakkan amukan si jago merah itu. Begitu api padam, barulah beberapa personil pemadam mencoba mendekati bangunan guna mengevakuasi tubuh Saprol.

“Satu korban meninggal dunia, jenazahnya sudah kita evakuasi,” ucap Uci Sanusi, Kepala Dinas Damkar Kota Tangsel.

(ysw)

Polisi Ciduk Penjual Film Porno Seharga Rp1 Juta di Sunter

loading…

JAKARTA – Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap seorang pelaku peredaran film porno yang dijual melalui hardisk. R penjual film porno ini ditangkap di Jalan Sunter Paradise Kelurahan Sunter Agung Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Moh Faruk Rozi, mengatakan, pelaku ditangkap tim penyelidik Unit III Krimsus yang mendapatkan informasi adanya penjualan film porno menggunakan hardisk eksternal di wilayah Jakarta Utara. Kemudian dilakukan penyelidikan dan benar adanya penjualan tersebut.

Selanjutnya, pada 16 Maret 2019 lalu dilakukan penangkapan terhadap R di Jalan Sunter Paradise Sunter Jakarta Utara. “Pelaku berikut barang bukti diamankan ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna proses lanjut,” katanya.

Baca Juga:

Dari tangan pelaku diamankan barang bukti satu unit hardisk eksternal merek Toshiba warna hitam, kapasitas 1 TB, satu unit handphone Advan warna silver hitam; uang tunai Rp1.000.000 dan satu tas selempang serta bon pembelian hardisk eksternal.

Pelaku R mengaku mendapatkan film porno tersebut dengan cara mendownload dari website. Setelah itu dikumpulkan dan disalin ke hardisk eksternal. “Saya jual Rp1 juta, kalau hardisknya saya beli Rp500.000,” ucapnya.

Akibat perbuatannya R diancam dengan Pasal 29 jo Pasal 4 ayat (1) dan/ atau Pasal 32 Jo Pasal 6 UU No.44 tahun 2008 tentang Pornografi.

(whb)

Puluhan Bayi di Bekasi Meninggal, Terbanyak di Dua Kecamatan Ini

loading…

Orang tua tengah mengecek kesehatan si buah hatinya ke Puskesmas. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

BEKASI – Jumlah kematian bayi di wilayah Bekasi setiap tahunnya sangat mengkhawatirkan. Sebab, sejak tahun lalu tercatat sebanyak 52 bayi meninggal dunia. Di Kota Bekasi domisili angka kematian bayi itu paling banyak di Kecamatan Jatiasih dan Medansatria.

“Paling tinggi di dua kecamatan itu, kita sedang lakukan pendataan kembali di tahun ini,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi Taufik Hidayat di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/3/2019).

Menurutnya, jumlah bayi yang meninggal dunia di wilayah Jatiasih mencapai 12 bayi. Sedangkan di Kecamatan Medansatria ada enam bayi. Namun, wilayah yang berhasil menekan angka kematian bayi ada di Kecamatan Bekasi Barat, Bekasi Selatan, Rawalumbu dan Jatisampurna.

Baca Juga:

“Wilayah kecamatan tersebut paling rendah dibanding Jatiasih dan Medansatria,” katanya.

Taufik menjelaskan, kematian bayi dinilai paling sensitif terhadap perubahan tingkat kesehatan dan kesehjateraan masyarakat di Bekasi. Pada dasarnya, tingkat kematian dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, pekerjaan, tempat tinggal dan usia.

Berdasarkan hasil data dari dinasnya, penyebab kematian bayi pada umumnya dilaporkan karena terserang penyakit infeksi pernapasan akut (Ispa) dan diare. Adapun penyakit itu berasal dari kuman yang menyerang saluran pernapasan dan proses pencernaan.

“Untuk kematian orang dewasa yang kami rekap dari instansi terkait paling banyak penyakit menular dan penyakit kronis,” ungkapnya.

Kematian bayi di Kota Bekasi berdasarkan data dari Disdukcapil Kota Bekasi pada 2015 sampai 2017 cenderung dinamis.

Pada 2015 kematian bayi di sana mencapai 76 bayi, lalu pada 2016 menurun menjadi 49 bayi. Namun pada 2017 lalu, kematian bayi kembali naik menjadi 52 bayi. Untuk itu, pemerintah terus melakukan sosialisasi dan penekanan agar jumlah bayi yang meninggal di Bekasi menurun.

Ketua Jaringan Indonesia Positif, Festika Rosani menambahkan, kematian bayi yang disebabkan karena dampak penyakit orangtua juga ada, namun frekuensinya sedikit. Biasanya, penyakit yang ditularkan orang tua adalah HIV AIDS.

“Ada yang meninggal dan masih bertahan hingga kini,” katanya.

Menurut dia, biasanya bayi yang masih hidup dengan penyakit demikian karena daya tahan tubuhnya (CD4) masih tinggi. Termasuk, kata dia, tidak adanya infeksi oportunistik (io).

“Nah kalau yang sudah meninggal karena sudah terkena IO jadinya tidak bisa bertahan hidup,” ucapnya.

Festika mengimbau, setiap orangtua yang sudah mengidap HIV/AIDS sebaiknya rutin melakukan pengobatan ke sejumlah klinik CVT yang sudah ada di Kota Bekasi. Salah satunya dengan cara mengikuti program ibu ke janin. “Kita ingin menekan agar sering pengobatan,” tukasnya.

(mhd)

Caleg asal Bogor Pimpin Komplotan Perampok Modus Ban Kempes

loading…

Petugas kepolisian menggiring komplotan perampok dengan modus ban kempes yang dipimpin seorang caleg asal Bogor.Foto/SINDOnews/Haryudi

BOGOR – Seorang calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Bogor berinisial SP (36) diciduk petugas Polres Bogor. SP bersama empat pelaku lain merupakan bagian dari komplotan penjahat jalanan dengan modus gembos ban.

Lima pelaku lain yang diciduk berinisial AM (32), NJ (42), HR (28), NA dan (31). Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Benny Cahyadi mengatakan, komplotan ini diringkus usai uang nasabah salah satu bank pada pukul 10.20 WIB, di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Senin, 4 Maret 2019 lalu.

“Komplotan ini diotaki SP, dia tercatat sebagai salah satu caleg DPRD Kabupaten Bogor,” kata Benny dalam keterangan persnya di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (19/3/2019).

Baca Juga:

Benny menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kelima pelaku, mereka dalam menjalankan aksinya dengan cara masuk ke Bank BCA. Kemudian mengamati salah satu nasahab, Fadhlul Anshar (25) sebagai targetnya yang saat itu sedang mengambil uang dalam jumlah banyak.

“Setelah mendapat target dan nasabah keluar dari bank. Kemudian salah satu pelaku mengikuti nasabah ke mobil sambil memghubungi tersangka lain yang tidak jauh di daerah sekitar,” jelasnya.

Kemudian salah satu pelaku menaruh paku yang terbuat dari gagang payung dan ditancapkan ke sendal jepit di ban belakang mobil korban. Selanjutnya, mobil nasabah diikuti oleh para pelaku dengan menggunakan sepeda motor.
Setelah ban mobil nasabah kempes kemudian dua orang pelaku mendekati mobil dan mengambil uang di dalam mobil disaat nasabah membetulkan ban mobil yang kempes. Usai menjalankan aksinya para pelaku berkumpul di warung kopi di daerah Plaza Jambu Dua untuk membagikan uang hasil curian tersebut.

Dari tangan para pelaku petugas menyita tiga unit sepeda motor Suzuki Satria FU, Honda Beat dan Honda Vario. Kemudian potongan payung, delapan unit HP berbagai macam merk, tiga busi motor, empat pack kartu perdana Axis, empat dompet, dua kunci sepeda motor, satu lembar STNK sepeda motor Honda Beat No. Pol B-4379-KEO dan uang sebesar Rp40 juta.

(whb)

Tabrak Trotoar di Jalan Raya Cakung-Cilincing, Pemotor Tewas

loading…

JAKARTA – Seorang pengendara sepeda motor, Holil tewas pasca-kecelakaan tunggal yang dialaminya di hari Minggu 17 Maret kemarin. Meski sempat mendapatkan perawatan di RS Koja, korban akhirnya meninggal.

“Awalnya luka, dirawat di RS Koja dan dinihari tadi meninggal dunia,” ungkap Kanit Laka Lantas Polres Jakarta Utara, AKP Sigit saat dikonfirmasi, Selasa (19/3/2019).

Menurut Sigit, peristiwa terjadi di Jalan Raya Cacing arah selatan depan PT. Intraco Penta, Cilincing, Jakarta Utara. Pria yang tinggal di kawasan Jalan Kali Baru Barat, Cilincing, Jakarta Utara itu melaju dari arah selatan menuju arah utara.

Baca Juga:

Tepat di depan PT.Intraco Penta, kata dia, tiba-tiba saja sepeda motor yang dikemudikan korban oleng ke kanan dan kemudian menabrak trotoar. Akibatnya, korban terjatuh dan mengalami luka-luka, serta kendaraannya mengalami kerusakan.”Korban jatuh sendiri, jadi out of control kasusnya,” ucapnya.

(whb)

Tangkap Pembajak Mobil Tangki Pertamina, Polres Jakut Digeruduk Massa

loading…

JAKART – Polisi mengamankan sejumlah orang yang diduga membajak mobil tangki milik Pertamina kemarin. Namun tak lama kemudian, ratusan orang menggeruduk polres Jakut dan meminta agar rekan mereka dibebaskan.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Imam Rifai mengakui kalau semalam sempat ada ratusan massa yang datang ke Mapolres Jakut. “Ada sekitar seratusan orang,” ujar Imam Rifai saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (19/3/2019).

Menurutnya, ratusan orang itu menggeruduk Polres Jakarta Utara pada Senin, 18 Maret 2019 malam, pasca polisi mengamankan sejumlah orang pembajak mobil tangki. (Baca: 2 Mobil Tanki Pertamina Dibajak Sekelompok Orang Dekat Pintu Tol Ancol)

Baca Juga:

Setelah berada di Polres Jakarta Utara beberapa lama, mereka pun akhirnya bubar. Adapun semuanya, tambahnya, berjalan kondusif dan tidak ada keributan apa-apa.

Polisi pun rencananya sore ini akan melakukan ekspose kasus terkait pembajakan dua mobil tangki tersebut. (Baca: Polisi Identifikasi Pembajak Mobil Tangki Pertamina di Ancol)

“Semalam datang, tapi suasana sudah kondusif. Mereka menunggu temannya diperiksa saja,” katanya.

(ysw)

Wakil Ketua MPR Apresiasi MRT Jakarta Segera Beroperasi

loading…

Petugas keamanan melakukan pengawalan di dalam rangkaian kereta MRT yang mulai diujicobakan untuk umum.Foto/SINDOphoto/Dok

JAKARTA – Angkutan Mass Rapid Transit (MRT) Lebak Bulus-Bundaran HI dijadwalkan diresmikan pada Minggu, 24 Maret 2019 mendatang. Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengapresiasi adanya MRT Jakarta.

“Saya secara umum menaruh harapan baik bahwa Jakarta bisa memberikan layanan transportasi kepada rakyatnya. Tapi dari evaluasi apakah sudah efektif mengurai kemacetan Jakarta atau belum,” kata Mahyudin di Tenggarong, Selasa (19/3/2019).

Mahyudin menambahkan, perlu adanya kajian untuk mengetahui seberapa efektif MRT dan LRT dalam mengurai kemacetan Jakarta. Apalagi, Indonesia termasuk lambat dalam mewujudkan kedua moda transportasi berbasis rel.

Baca Juga:

Meskipun begitu, Mahyudin tetap menghargai upaya pemerintah yang bisa menghadirkan salah satu solusi kemacetan.”Menurut saya Indonesia terlambat menyiapkan MRT. Negara-negara lain sudah ada. Tapi saya tetap mendukung dan mengapersiasi adanya MRT,” ucapnya.

(whb)

Merampok Penumpang, Sopir Taksi Online Ditembak Polisi

loading…

JAKARTA – Sopir taksi online NJ (25) ini ditembak pada bagian kakinya karena melawan saat akan ditangkap petugas Polda Metro Jaya. NJ diketahui merampok dan menganiaya penumpang wanita berinisial GK (27) di Jatiwarna, Kota Bekasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan, aksi perampokan ini terjadi pada Jumat, 15 Maret 2019 lalu. Saat itu korban usai pulang latihan di Kemang, Jakarta Selatan, memesan taksi online melalui aplikasi Grab dengan tujuan rumahnya di Bekasi.

Saat keluar jalan tol, di daerah Jatiwarna itu mobil tiba-tiba berhenti. Lalu, sopir itu menyiapkan cutter dan mengancam korban agar menyerahkan harta bendanya.”Karena menolak, korban dianiaya pelaku. Dengan sadis pelaku menyayat wajah dan paha korban,” kata Argo pada wartawan Selasa (19/3/2019)

Baca Juga:

Selanjutnya, korban pun menyerahkan uang Rp104.000, jam tangan dan ATM. Pelaku pun juga minta korban menggasak yang ada di ATM. Korban lantas mengambil uang bersama pelaku di mesin ATM senilai Rp4,4 juta.

Setelah mengambil uang di ATM, akhirnya pelaku dan korban naik mobil lagi. Korban diantaar ke Rumah Sakit Pondok Kopi, Bekasi dan ditinggal pergi. Kemudian korban melapor ke Polsek Pondok Gede.(Baca: Perampok Sadis, Wajah Penumpang Taksi Online Disayat)

Argo menuturkan, dari hasil penyelidikan akhirnya petugas menangkap pelaku tidak kurang dari 10 jam. pelaku diciduk saat sedang istirahat di Rest Area KM 39. “Karena mencoba kabur saat akan diciduk, petugas terpaksa menembak kaki pelaku,” ucapnya.

Saat ini pelaku tengah menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu KTP atas nama NZ, satu unit mobil Daihatsu Xenia warna silver dengan nomor polisi D 1147 ABA, satu ATM, uang tunai Rp1,9 juta, satu pisau cutter warna merah.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan atau Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan.

(whb)

Pemkab Bogor: Mampu Gali Potensi dan Tingkatkan Ekonomi Desa

loading…

Pemkab Bogor: Mampu Gali Potensi dan Tingkatkan Ekonomi Desa. (Istimewa).

BOGOR – Konsep pembangunan desa cerdas dibutuhkan dukungan infrastruktur teknologi informasi. Supaya berjalan sesuai yang diharapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus gencar menggelar lokakarya ke seluruh desa.

Kepala Bidang E-Government Diskominfo Kabupaten Bogor Ernaningsih mengatakan, membangun Desa Cerdas (Smart Village ) berbasis teknologi informatika ini bertujuan mengembangkan potensi desa dan menciptakan desa yang mampu berinovasi.

“Smart Village diterapkan bagi desa yang menerapkan inovasi berkesinambungan dan senantiasa memperhatikan peningkatan perekonomian, sosial, dan lingkungan masyarakatnya,” kata dia. Untuk mewujudkannya, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya.

Baca Juga:

Selain terus menggelar lokakarya, juga telah memfasilitasi domain untuk website desa. “Kami juga memfasilitasi penyediaan Virtual Private Server untuk desa yang menginginkan penyimpanan aplikasi atau website-nya,” ujar dia.

Tak hanya itu, lanjut Erna, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPMD) sebagai leading sector dalam penyuluhan dan pendampingan guna membangun desa serta gencar menyebarluaskan kegiatan desa melalui media cetak, digital dan radio ke seluruh masyarakat.

“Pada dasarnya Smart Village ini juga sebagai upaya bagaimana teknologi informatika bisa mendukung desa untuk menggali potensi sosial dan ekonominya. Langkah ini juga wujud implementasi program Pemerintah Pusat (Kemenkominfo) gerakan 100 Smart City Kabupaten/Kota se-Indonesia. Saat ini kita sedang buat masterplannya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMPD Kabupaten Bogor Tika Siti Jatnika mengatakan, Smart Village adalah program pengembangan desa terintegrasi yang memadukan antara penggunaan TIK berbasis serat optik, kegiatan ekonomi produktif, kegiatan ekonomi kreatif, peningkatan pendidikan-kesehatan, dan upaya pemberantasan kemiskinan.

“Melalui Smart Village ini desa didorong untuk mengoptimalkan potensipotensi sumber daya alam ke luar desa serta memberikan ilmu atau pemahaman dalam mengelola potensi desa oleh masyarakat desa tersebut yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi,” papar dia.

Menurut Tika, pengembangan Smart Village dilakukan melalui pemanfaatan dana desa. Kegiatan yang dibiayai dari dana desa yakni bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang disepakati melalui mekanisme musyawarah desa.

Kemudian Pengembangan Badan Usaha Milik Desa/Bersama, Embung, produk unggulan Desa/Kawasan Perdesaan dan Sarana Olahraga Desa yang sesuai dengan analisis kebutuhan dan potensi Desa. “Alhamdulillah pemanfaatan dana desa untuk kegiatan pengembangan Smart Village sudah banyak dilakukan oleh desadesa, baik yang sifatnya berupa program maupun kegiatan-kegiatan yang mendukung,” jelas dia.

Pihaknya berharap melalui pemanfaatan dana desa dapat mewujudkan desa cerdas dengan optimal tidak hanya oleh pemerintah, juga seluruh masyarakat desa. “Seperti pengelolaan usaha ekonomi produktif yang dikelola oleh BUM Desa dan/atau BUM Desa Bersama, dukungan pengelolaan usaha ekonomi oleh kelompok masyarakat, Koperasi dan/atau Lembaga Ekonomi Masyarakat Desa, pengembangan kerja sama antardesa, dan lainnya,” tandas Tika. (Haryudi)

(nfl)

DKI Fokus Integrasi Angkutan Umum Dukung Operasional MRT

loading…

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta fokus mengintegrasikan dan meningkatkan layanan angkutan umum untuk mengoptimalkan layanan Mass Rapid Transit (MRT) Lebak Bulus-Bundaran HI. Pengendalian lalu lintas melalui pembatasan kendaraan masih tetap memberlakukan sistem ganjil genap.

Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengatakan, untuk mengoptimalkan MRT yang rencananya diresmikan pada Minggu, 24 Maret 2019 mendatang, pihaknya masih fokus terhadap integrasi dan perluasan angkutan umum. Menurutnya, pengendalian lalu lintas masih tetap akan menggunakan sistem ganjil genap yang berlaku saat ini.

“Konsentrasi kami justru menyiapkan integrasi trayek. Kami buka trayek baru. Baik connecting bus Transjakarta dengan MRT, maupun dari kawasan Tangsel dan Depok,” kata Sigit di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Baca Juga:

Sigit menjelaskan, ada dua penyelesaian yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum membatasi kendaraan melalui sistem pengendalian lalu lintas, perpanjangan waktu sistem ganjil genap ataupun sistem jalan berbayar. Pertama yaitu dari sisi angkutan umum yang integrasinya harus diselesaikan dengan Transjakarta, baik itu bus kecil, sedang ataupun besar dengan program Jaklingko.

Untuk bus kecil, lanjut Sigit, terus mengalami progres yang efektif lantaran sudah ada kontrak dengan semua operator melalui sistem rupiah per kilometer di Badan Pelayanan Barang dan Jasa Pemerintah (BPBJ). Nantinya semua layanan berbasis Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang salah satunya mengatur turun naik penumpang serta kenyamanan dan keamanan armadanya.
Untuk bus sedang seperti Kopaja dan Metromini, akhir Maret ini rupiah per kilometer baru akan ada di katalog daerah BPPBJ. Nantinya, saat mereka sudah terintegrasi dengan Transjakarta pada 2019 ini, tentu akan ada pengaturan.

“Penyelesaian kedua adalah penggunaan hak pengelolaan stasiun kepada MRT, termasuk untuk pengadaan badan usaha jasa pengamanan. Untuk mengatur dan mengelola kawasan stasiun MRT. Jadi titik titik penjemputan ojek online sudah dipertimbangkan oleh MRT,” ungkapnya.

Dengan dua penyelesaian tersebut, lanjut Sigit, selain dapat mengoptimalkan layanan MRT, kekhawatiran MRT menyebabkan kemacetan baru bisa diminimalisir. Terpenting, pola perjalanan masyarakat nantinya bisa terlayani seluruhnya dengan angkutan umum.

“Perpanjangan waktu ganjil genap masih kita kumpulkan data datanya. sejauh ini cukup efektif dan tidak perlu diperpanjang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono menilai operasional MRT saat ini belum didukung sepenuhnya dengan moda transportasi lain. Menurutnya, apabila tidak terhubung bisa menimbulkan kemacetan yang terjadi di setiap stasiun saat hilir mudik penumpang. Apalagi di jam-jam sibuk kantor.

Untuk itulah, kata Bambang pihaknya terus bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, PT Transjakarta, PT MRT Jakarta, dan PT LRT Jakarta untuk mengintegrasikan layanan MRT. Sebab, menjadi tulang punggung angkutan massal, MRT diyakini tidak bisa berdiri sendiri.

“Supaya berjalan optimal, layanan MRT harus ditopang angkutan umum massal yang mudah diakses masyarakat, baik untuk melanjutkan perjalanan setelah menggunakan MRT ataupun sebaliknya saat menuju stasiun MRT terdekat,” tegasnya.

(whb)

Korsleting Listrik Hanguskan 2 Gudang di Tangsel, 1 Orang Tewas

loading…

Kobaran api mengamuk di dua gudang di Tangsel, yang mengakibatkan satu orang tewas.Foto/Hambali

TANGERANG SELATAN – Dua bangunan yang berada di Jalan Surya Kencana, RT 03/05, Pamulang Barat, Tangerang Selatan (Tangsel) ludes terbakar pada Selasa (19/3/2019) pagi. Dalam peristiwa ini seorang penghuni tewas terpanggang karena tak sempat menyelamatkan diri.

Bangunan yang terbakar itu merupakan penyimpanan bahan baku pameran untuk acara workshop. Beberapa saksi menyebutkan, kepulan api pertama kali terlihat dari meteran listrik di gudang tersebut.
Informasi yang dihimpun, api pertama kali terlihat sekira pukul 05.00 WIB. Ketika itu, saksi warga sekitar bernama Wanih (43) akan menunaikan salat subuh sekaligus belanja barang dagangan.

Dia melihat ada percikan api dari meteran listrik di salah satu gudang tersebut.
“Jadi ada saksi yang bilang jika api pertama kali terlihat dari meteran listrik, lalu dengan cepat menyebar,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangsel, Uci Sanusi pada Selasa pagi.

Baca Juga:

Wanih kemudian berteriak berusaha membangunkan pemilik gudang dan warga lainnya. Banyaknya bahan yang mudha terbakar membuat kobaran api dengan cepat membesar dan meluas. .

“Satu orag tewas dalam peristiwa kebakaran ini. Korban diketahui bernama Nurul Huda alias Saprol (22) asal Garut, Jawa Barat,” ujarnya.

Diduga saat terjadi kebakaran, korban tengah tertidur lelap hingga baru terbangun ketika kobaran api telah membesar. Untuk memadamkan amu si jago merah petugas mengerahkan sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran.

“Api sudah berhasil dipadamkan, saat ini kami masih melakukan pendinginan,” ucanya. Untuk mengetahui penyebab kebakaran, hingga kini petugas Polres Tangsel masih melakukan penyelidikan.

(whb)

Alokasikan Rp2 Miliar, Depok akan Pasang 909 Lampu PJU

loading…

DEPOK – Pemerintah Kota Depok akan memasang ratusan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik. Utamanya adalah kawasan yang dinilai rawan terjadi tindak kejahatan jalanan dengan tujuan untuk menekan angka kejahatan jalanan terutama pada malam hari.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, akan menambah PJU yang akan dipasang di wilayah rawan kriminal pada malam hari. “2019 ini akan ada 909 PJU yang dipasang. Pemasangan lampu PJU itu menggunakan dana APBD Kota Depok tahun 2019 dengan anggaran Rp2 miliar,” kata Dadang pada Senin, 19 Maret 2019.

Mengenai detail titik, kata dia belum bisa dijelaskan. Yang pasti titiknya tersebar di seluruh Kota Depok, khususnya di wilayah rawan kejahatan.
Langkah lain yang dilakukan Pemkot Depok adalah dengan adanya patroli 24 melalui Satpol PP Kota Depok.

Baca Juga:

Tujuannya tentu untuk mencegah dan mengurangi kejahatan jalanan yang sering terjadi di Depok. Diketahui bahasa beberapa hari lalu terjadi pembacokan dua warga yang dilakukan oleh komplotan begal. Hal ini membuat resah warga.

Kepala Dinas Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdiany menuturkan, patroli 24 jam ini merupakan terobosan pihaknya dalam rangka memberikan pelayanan pada warga. Diharapkan ini dapat menekan angka kejahatan jalanan yang belakangan menghantui warga.

“Nanti ada Satgas yang patroli 24 jam. Mereka keliling dan memantau wilayah,” tuturnya. Secara teknis, satgas berpatroli memutar di 11 kecamatan. Tim dibagi dalam empat regu yang terdiri dari enam anggota satgas dan tiga orang ASN.

“Mereka berkeliling di tiap kecamatan. Memantau wilayah yang rawan pelanggaran peraturan daerah. Ini sebagai langkan meningkatkan keamanan, ketentraman, dan ketertiban di Kota Depok,” ujarnya.

Selanjutnya jika ditemukan pelanggaran akan dilakukan teguran. Baik secara persuasif melalui dari teguran lisan atau dilakukan tindakan nonyustisi. “Adanya tim Satgas Satpol PP di setiap kecamatan yang siap memantau lingkungannya 24 jam diharapkan dapat menjaga keamanan dan ketentraman sehingga tercipta kota Depok yang kondusif,” ucapnya.

(whb)

Komplotan Perampok Dalam Angkot Diciduk Polsek Johar Baru

loading…

JAKARTA – Komplotan perampok handphone yang kerap beraksi di dalam angkutan kota (angkot) diciduk petugas Polsek Johar Baru, Jakarta Pusat. Tiga pelaku digelandang petugas saat beraksi di Jalan Letjen Suprapto, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin, 18 Maret 2019 malam.

Dilansir dari laman resmi Humas Polda Metro Jaya, ketiga pelaku diciduk berinisial NC (24), HRN (20) dan AR (26). Korban dari perampokan ini ialah Firmansyah, Safari, Abdul, dan Rocky yang menumpangi Mikrolet M-12 Senen-Kota.

Saat itu keempat korban hendak ke Senen dari Kota, setelah mikrolet tersebut melaju naiklah ketiga pelaku. Selama dalam perjalanan, para korban tidak menyadari telah diincar bandit jalanan tersebut.

Baca Juga:

Saat mikrolet melintas di Kawasan Poncol, Jakarta Pusat, para pelaku mulai beraksi dengan merampas dan memukuli para korban. Sebanyak tiga handphone dan uang Rp350.000 milik para korban digasak para pelaku.

Para korban pun melkaukan perlawanan dengan berteriak meminta pertolongan. Beruntung teriakan ini didengar petugas yang melakukan patroli. Tak membutuhkan waktu lama, ketiga pelaku diringkus dan digelandang ke Mapolsek Johar Baru untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

(whb)

Perampok Sadis, Wajah Penumpang Taksi Online Disayat

loading…

Kasus perampokan sadis dilakukan pengemudi taksi online kembali terjadi. Kali ini, korban menyasar penumpang taksi online berinisial G, merupakan pegawai bank. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Kasus perampokan sadis yang dilakukan pengemudi taksi daring (online) kembali terjadi. Kali ini, korban menyasar penumpang taksi online berinisial G yang diketahui merupakan pegawai bank. G dikabarkan mengalami banyak luka sayatan di tubuh hingga wajah saat dirampok.

“Pelaku mengancam korban untuk minta barang yang ada. Karena korban menolak, pelaku menyobek paha korban. Akhirnya korban menyerahkan uang, jam, dan (kartu) ATM,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo di Jakarta, Senin (18/3/2019).

Argo bercerita, kasus perampokan sadis ini bermula saat G memesan layanan taksi online asal Malaysia, GRAB pada Sabtu Malam (16/3) di kawasan Kemang, Jakarta Selatan dengan tujuan Jatisampurna, Bekasi.

Baca Juga:

Saat masuk Tol, Argo bilang pelaku berinisial NJ (25) mengeluarkan pisau berbentuk cutter yang sudah dipersiapkan, dan menusuk paha pengguna.

Tak sampai disitu, NJ juga menyayat wajah korban dengan bentuk huruf ‘Z’ lantaran sang korban tidak mau menyerahkan tas berisi dompet dan kartu ATM.

Sadisnya, dengan luka sayatan di muka korban pun sempat dipaksa untuk mengambil uang di ATM. “Korban dipaksa ambil uang dengan tangan penuh darah. Jumlah uangnya Rp4 juta. Setelah itu korban diturunkan RS Pondok Kopi,” imbuh Argo.

Saat melakukan interogasi, Polisi pun mengetahui bahwa NJ bukanlah pemilik mobil yang ia bawa saat melakukan perampokan sadis. Saat ini pihak Kepolisian diketahui masih terus mendalami kasus perampokan sadis tersebut.

“Kenapa dia bisa menerima akses Grab? Ternyata untuk jadi sopir Grab dia menggunakan akun orang lain atau temannya,” terang Argo.

(maf)

Tarif LRT Velodrome dengan Transjakarta ke Dukuh Atas Rp11.000

loading…

Moda Transportasi Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrome nantinya akan melayani perjalanan hingga ke Dukuh Atas dengan layanan bus Transjakarta. Foto/SINDOphoto/Dok

JAKARTA – Moda Transportasi Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrome nantinya akan melayani perjalanan hingga ke Dukuh Atas dengan layanan bus Transjakarta. Tarif yang belum terintegrasi sekitar Rp 11.000 dinilai mampu tingkatkan layanan LRT.

Direktur PT LRT Jakarta, Allan Tandiono mengatakan, saat ini pembangunan Skybridge penghubung stasiun LRT Velodrome Rawamangun dengan halte Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur tengah dibangun. Nantinya, pengguna LRT bisa langsung ke Dukuh Atas menggunakan layanan Integrasi bus Transjakarta.

Dengan terhubungnya LRT dan Transjakarta hingga ke Dukuh Atas, Allan optimis penumpang LRT bisa mencapai target tahunan sekitar 14,225 penumpang perhari. Dia berharap usulan tarif yang diajukan Pemprov DKI sebesar Rp6.000 bisa disetujui DPRD.

Baca Juga:

“Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) merekomendasikan Rp10.800 terintegrasi dengan Transjakarta. DKI usul Rp6.000 untuk tarif LRT saja. Nah kalau mau nyambung Jaklingko, pengguna nambah Rp5.000. Total sekitar Rp11.000 hampir sama dengan rekomendasi DTKJ,” kata Allan di gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin.

Berdasarkan pasal 177 ayat 2 yang tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) no 5 Tahun 2014, tarif perkretaapian orang atau barang yang diselenggarakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ditetapkan oleh Gubernur berdasarkan usul DTKJ dengan persetujuan DPRD dan dilaksanakan sesuai ketentuan undang-undang.

Berdasarkan hitunga LRT, tarif keekonomian untuk LRT Jakarta yakni Rp41.655. Oleh karena itu, Pemprov DKI harus menggelontorkan subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp6.000 untuk LRT. Dengan demikian, jumlah subsidi yang dibutuhkan yakni Rp327 miliar untuk LRT pada 2019 ini.

“Biaya modal Rp34 miliar, biaya operasi dan perawatan sarana Rp36 miliar. Biaya operasi dan perawatan prasarana Rp156 miliar. Target penumpang perhari 14.225. tarif keekonomian Rp41.665,” kata Pelaksana Tugas (PLT) biro perekonomiam, Abbas.

Adapun progres pembangunan LRT yang hanya berjarak 5,6 kilometer itu saat inisudah mencapai 100 persen. Mulai dari penanda terhubungnya jalur utama (main line) hingga stasiun.

Direktur Proyek LRT PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin mengatakan, operasional hanya tinggal menunggu izin operasional dari Dinas Perhubungan lantaran sudah ada sertifikat dari Balai Pengujian Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang telah melakukan pengujian sarana dan prasarana LRT.

“Kemungkinan Minggu ini izin operasional dikeluarkan Oleh Dinas Perhubungan. Akhir Maret kami targetkan sudah beroperasi,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko menegaskan bahwa ijin teknis LRT Fase 1 itu akan rampung pekan ini bertepatan dengan penetapan besaran tarif oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Targetnya 20 Maret nanti izin teknis sudah diterbitkan dari PTSP maupun Kementerian Perhubungan. Jadi pekan ini atau awal pekan depan sudah bisa beroperasi,” ujarnya.

Apabila izin teknis telah dikantongi PT LRT selaku pengelola LRT Kelapa Gading-Velodrome sekaligus tarif LRT telah disepakati Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, LRT dapat beroperasi pada bulan April 2019 mendatang. “Langsung bisa beroperasi,” pungkasnya.

(maf)

Digugat Ahli Waris, Tanah Bintaro Xchange Akan Dicor Semen

loading…

Tanah seluas 11.320 meter persegi, di halaman Bintaro Xchange Mal, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diminta kembali oleh ahli waris. Foto/SINDOphoto/Dok

TANGERANG – Tanah seluas 11.320 meter persegi, di halaman Bintaro Xchange Mal, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diminta kembali oleh ahli waris.

Perjuangan ahli waris megambil kembali haknya tersebut, telah dimulai sejak sembilan tahun lalu, yakni 2010. Saat itu, cucu ahli waris satu-satunya tanah tersebut meminta tanahnya agar dikembalikan.

Yatmi binti Jeman, ahli waris tanah tersebut mengatakan, pihaknya hanya ingin haknya dikembalikan. Untuk itu, dia meminta pengembang Bintaro Xchange Mal segera mengembalikan apa yang menjadi haknya.

Baca Juga:

“Saya punya girik leter c 428 dari tanah ini yang selama ini tidak pernah dialihkan, baik itu jual beli maupun hibah. Saya ingin hak saya kembali,” kata Yatmi, ditemui Koran Sindo, di Bintaro Xchange Mal, Senin siang.

Dijelaskan dia, selama ini pengembang mal tersebut selalu beralasan pihaknya juga memiliki surat-surat tanah yang diklaimnya tersebut. Namun, tidak ada bukti fisiknya.

“Kalau memang ada bukti fisiknya, tunjukan kepada kami. Mari kita uji keasliannya. Bagaimana mungkin, girik leter c 428 yang belum pernah dialihkan, dihibahkan, apalagi dijual itu bisa tiba-tiba dibangun,” jelasnya.

Perjuangan selama sembilan tahun pun kerap menemui jalan buntu. Terlalu banyak dinding tebal yang menghalangi dirinya mendapatkan hak atas tanahnya kembali.

Kuasa Hukum Ahli Waris Poli Betaudun mengatakan, setelah melalui jalan damai pihak pengembang tidak mau menemui mereka. Akhirnya, pihaknya bersama sejumlah warga menggelar demonstrasi.

Aksi demonstrasi ini sempat beberapa kali diwarnai kericuhan. Penyebabnya, karena aksi warga dianggap tidak memiliki izin dari pihak kepolisian, dan ganggu ketertiban.

Wali Kota Bekasi dan Wakillnya Beda Data soal Jumlah Pengangguran

loading…

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Foto/SINDOnews/Dok

BEKASI – Pucuk pimpinan di Pemerintah Kota (Pemkot) berbeda data terkait jumlah pengangguran di wilayahnya. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut pengangguran di daerah itu saat ini mencapai 6 persen dari jumlah penduduk 2,6 juta.

Sedangkan wakilnya, Tri Adhianto mengaku per Desember 2018 jumlah pengangguran di wilayahnya mencapai 9 persen. Angka ini diklaim berdasarkan pendataan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterima pemerintah beberapa waktu lalu.

“Bukannya enam persen? Kamu nambah-nambahin saja. Yah sudah, kompromi saja enam persen,” ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berkelakar kepada wartawan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK), Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (18/3/2019).

Baca Juga:

Meski berbeda data, namun Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen menanggulangi persoalan itu. Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Tenaga Kerja dalam meningkatkan peningkatan kapasitas sertifikasi sebanyak 3.500 peserta.

Namun, kata dia, jumlah ini tidak akan cukup dengan target yang dipatok untuk menyasar 150.000 pengangguran di wilayah setempat selama lima tahun. “Makanya saya berpikir lebih baik kita kerja sama dengan ini (BBPLK). Kita bangun dua blok lagi seluas dua hektar di Mustikajaya, Kota Bekasi,” ujarnya.

Menurut dia, gedung BBPLK yang ada saat ini kurang representatif untuk mengakomodir kebutuhan para pencari kerja dalam meningkatkan ketrampilannya. Apalagi BBPLK ini, kata dia, menampung para pencari kerja dari berbagai daerah untuk mengasah keterampilan.

Rahmat menjelaskan, pemerintah daerah hanya bisa membantu membangun fasilitas tersebut. Sementara untuk panduan teknis dalam pelatihan kerja, akan disesuaikan dengan standarisasi dari BPPLK. “Tadi sudah kita sampaikan, apabila ada perusahaan yang mencari tenaga kerja agar diutamakan warga Bekasi,” tegasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi Sudirman mengatakan, pemerintah daerah tentu memfasilitasi para tenaga kerja dalam mencari pekerjaan. Selain berkoordinasi dengan BBPLK dalam meningkatkan kompetensi pekerja, pemerintah juga menggandeng pihak ketiga dalam penyediaan lapangan pekerjaan.

“Kami koordinasi dengan pihak swasta nanti akan disesuaikan pekerjaannya dengan jurusan mereka di BBPLK,” katanya.

Gubernur DKI Anies Baswedan Bantu Korban Kebakaran Krukut Rp100 Juta

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi kebakaran di Jalan Thalib, Kelurahan Krukut, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Senin (18/3/2019). Foto: Ist

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau langsung lokasi kebakaran dan tempat pengungsian warga korban kebakaran di Jalan Thalib, Kelurahan Krukut, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. Dalam kunjungannya, Anies menyerahkan secara simbolis bantuan dana sebesar Rp25 juta kepada Ketua RW 05.

Total bantuan dana ada sebesar Rp100 juta yang akan diberikan secara bertahap. Bantuan itu untuk digunakan oleh para korban kebakaran. “Saya serahkan bantuan Rp100 juta kepada Pak RW. Itu dipakai untuk kebutuhan yang sifatnya dana. Karena dari pemerintah semuanya sifatnya barang, yang dibutuhkan awal, nanti silakan diatur bersama,” ujar Anies, Senin (18/3/2019).

Menurut Anies, terdapat sekitar 220 rumah, 660 KK, dan 2.020 jiwa yang terdampak langsung kebakaran yang terjadi pada Minggu (17/3/2019) dini hari itu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lantas bertindak cepat dalam menanggulangi musibah kebakaran ini dengan memberikan bantuan kebutuhan dasar bagi para korban.

Baca Juga:

“Kami dari Pemprov ketika ada kejadian tindakan pertama adalah pemadaman, bekerja dengan cepat dan bisa teratasi, sehingga tidak lebih luas,” ucapnya.

Mantan Mendikbud itu pun memastikan semua penanganan atas kebutuhan dasar pada para korban yang terdampak kebakaran telah tersalurkan dengan baik oleh Pemprov DKI Jakarta. Anies turut menyampaikan rasa simpatinya saat menyapa para korban yang berada di lokasi kebakaran dan di tempat pengungsian sementara.

“Saya mendoakan keluarga-keluarga ini untuk tabah menghadapi masalah ini. Memastikan semua pelayanan dasar (dari) pemerintah di tempat musibah ini berjalan dengan baik. Dari mulai tempat pengungsian sementara, makan, minum, semua kebutuhan dasar, dan MCK, semua disiapkan,” katanya.

Khusus anak-anak sekolah sudah disiapkan seragam lengkap. Setiap anak akan mendapatkan paket seragam lengkap dan kebutuhan sekolahnya, sehingga mereka bisa langsung mengikuti pelajaran kembali tanpa harus terganggu.

Anies juga menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan dana bantuan sebagai modal awal untuk memperbaiki hunian para korban kebakaran, yakni sebesar Rp2.500.000 per rumah.

“Nanti pemerintah akan memberikan bantuan untuk modal awal perbaikan, Rp2,5 juta per rumah untuk nanti mereka memperbaiki kembali tempat ini, seperti juga ketika kejadian kebakaran di tempat yang lain,” tandasnya.

Turut mendampingi Gubernur Anies dalam tinjauan ini antara lain Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah; Asisten Sekretaris Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta Catur Laswanto; Wali Kota Jakarta Barat Rustam Efendi; Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Irmansyah; Kepala BPBD Provinsi DKI Jakarta Subejo; serta Lurah dan Camat setempat.

(thm)

Rekrut Pelajar Gabung Gank Motor Gabores, Tompel Tewas Didor Polisi

loading…

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu, saat jumpa pers, Senin (18/3/2019). Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf

JAKARTA – Hukuman penjara bertahun-tahun tak membuat MM alias Tompel (27), jera. Memanfaatkan sisa kejayaan saat muda, Tompel kembali mengaktifkan Gank Motor Gabores (Gabungan Bocah Rese) dan merekrut sejumlah pelajar.

Geng ini kemudian menyisir jalanan Jakarta mencari korban. Beberapa diantara korbannya ada yang terluka hingga meninggal dunia. Namun aksi MM kini terhenti setelah tubuhnya roboh seusai timah panas polisi menembus dadanya. Meski polisi mencoba membawanya ke rumah sakit, namun nyawanya tak diselamatkan. Jenazahnya kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Djati.

“Saat diamankan dia mencoba melukai petugas. Kami sempat melakukan tembakan peringatan, tapi diacuhkan. Kami kemudian melakukan tindak tegas terukur,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu, Senin (18/3/2019).

Baca Juga:

Sebelumnya, pejalan kaki, Ivan Surya Saputra (230 tewas dibacok pembegal saat melintas di bawah Flyover Pesing, Jalan Daan Mogot, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (4/3/2019) lalu. Saat ditemukan warga, jenazah Iwan terluka di bagian dada. (Baca juga: Duel dengan Begal yang Gentayangan di Jakbar, Iwan Meregang Nyawa)

Dari kejadian itu polisi mengamankan tiga orang yakni DO (17), AD (16), dan RO (17) di beberapa tempat terpisah. Sepekan setelah penangkapan ketiganya, satu pelaku, AI alias KI (20) dilumpuhkan dengan timah panas polisi yang menembus betis kaki kirinya.

Edi melanjutkan, sepak terjang MM kian santer di sejumlah kelompok gang motor. Hasil dipenjara membuat dirinya cukup ditakuti, termasuk disegani sejumlah pelajar yang kemudian ikut bergabung menjadi anggota geng. (Baca juga: Tiga Pelaku Begal Sadis yang Duel dengan Warga Jakbar Dibekuk Polisi)

Di bawah kendali MM, kelompok ini kemudian menyasar sejumlah korban. Dalam sehari dua masyarakat tumbang setelah diserang para pelaku. Luka bacok ditemukan di tubuh para korbannya. “Jadi setelah melakukan begal di Daan Mogot, pelaku kembali jalan dan melakukan aksinya di Kalideres. Korbannya memilih enggan melapor meskipun dada terbacok,” ucap Edi.

Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat, Iptu Dimitri Mahendra menambahkan, keberanian yang muncul oleh para pelaku, khususnya anak-anak, tak lepas dari peran MM. Kekerasan kerap dilakukan MM terhadap korbannya hingga membuat pelajar menjadi berani. “Jadi pelajar ini dipukul setiap hari. Supaya mereka menjadi berani,” kata Dimitri.

Tak hanya itu, bila salah satu anggota enggak berani maka MM akan membully anak buahnya itu. Mereka kemudian dikucilkan hingga akhirnya para anak buahnya ketakutan. Ditambah dengan mengkonsumsi narkoba, seperti ganja, obat daftar G (Benzo dan Tramadol), membuat sejumlah anak menjadi antipati. Mereka kemudian kian sadis dan tega membunuh sejumlah korbannya.

“Ini yang kita catat, pelaku kian sadis melakukan pembunuhan. Mereka tanpa ragu melukai korbannya,” timpal Dimitri.

Termasuk saat melakukan perekrutan, geng motor ini telah terbentuk hingga 7 tahun. Selama beberapa minggu mereka kemudian mencari sejumlah korban dan menyisir tanpa ampun. “Kami catat sejauh ini ada enam TKP di Jakarta Barat. Termasuk pembunuhan di kawasan kembangan beberapa bulan lalu,” tegas Dimitri yang menyakini hampir di Jabodetabek dilakukan oleh pelaku MM.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui ada sembilan orang yang tergabung dari geng motor ini. Polisi masih menyisir satu pelaku lain yang diduga membunuh remaja di Kembangan.

(thm)