Pemilik 5 Karung Sabu Dicokok di Bandara Pekanbaru, Ternyata Kakak Beradik

loading…

Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat mengamankan pemilik lima karung sabu-sabu di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau. Foto: Ist

JAKARTA – Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat mengamankan sepasang kakak beradik di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau. Keduanya diduga kuat selaku pemilik lima karung sabu-sabu yang diamankan polisi di Tol Bakahueni, Lampung.

“Dugaannya pemilik sabu (lima karung). Sekarang masih kami selidiki,” ujar Kasatnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendrizh, kepada wartawan, Rabu (24/4/2019).

Sebelumnya, kontainer berisi sabu-sabu digerebek Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat di Tol Bakahueni, Lampung, pada Senin (15/4/2019) lalu. Dari penggerebekan itu polisi mengamankan lima karung sabu-sabu. (Baca juga: Polisi Amankan Lima Karung Sabu-Sabu Hendak Diedarkan di Tangerang)

Baca Juga:

Selain kelima karung sabu, polisi turut mengamankan kernet dan sopir truk berinsial J dan A. Dari pengakuan awal pengemudi, barang dibawa berasal dari Pekanbaru, Riau, dan akan dikirim ke Balaraja, Tangerang, Banten.

Pascatertangkapnya kontainer itu, pihaknya bergegas mencari informasi pemilik sabu-sabu. Dari hasil penyelidikan, pemilik sabu-sabu mengerucut kepada kedua kakak beradik. Keduanya lalu dicokok pada Jumat (19/4/2019) lalu. “Untuk lebih jelasnya kami lakukan press conference besok hari,” tutup Erick.

(thm)

Difasilitasi Anies, Timses 01 dan 02 Sepakat Dinginkan Suhu Politik Jakarta

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajaran Forkopimda menyampaikan keterangan pers seusai pertemuan silaturahmi di Balai Kota, Rabu (24/4/2019). Foto: SINDOnews/Okto Rizki Alpino

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan komponen masyarakat, mengadakan pertemuan silaturahmi di Balai Agung, Balai Kota, Rabu (24/4/2019). Pertemuan ini menyepakati pesan damai untuk Ibu Kota pasca Pemilu 2019.

Pertemuan ini dihadiri tim sukses kampanye daerah dari kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Paslon nomor urut 01 diwakilkan Ketua DPRD DKI Jakarta Prastyo Edi Marsudi (PDIP), dan paslon nomor urut 02 diwakilkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik (Gerindra). Turut hadir dalam acara silaturahmi tersebut Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyno, Kajati DKI Jakarta Warih Sadono,FKDM, FKUB, JPS, serta sejumlah pimpinan komponen kemasyarakatan lainnya. (Baca juga: Tim Sukses dan Pendukung Capres Diimbau Menahan Diri)

Prasetyo menyatakan sangat mengapresiasi acara yang dilaksanakan Forkopimda DKI Jakarta ini. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jakarta yang telah melaksanakan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif secara damai. Terkait hasil pemilu, pihaknya menegaskan akan menunggu penghitungan suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kami sebagai Ktua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Maruf 01, dengan relawan dan sahabat saya, Pak Muhammad Taufik, kebetulan juga sebagai penanggung jawab Tim Kampanye 02, Pak Prabowo Subianto dengan Pak Sandiaga Salahuddin Uno, baik sekali, cair sekali. Mudah-mudahan diikuti oleh daerah-daerah yang bahwasannya pesta demokrasi ini harus banyak tersenyum, bukan ketegangan yang ada,” ujar Prasetyo kepada wartawan seusai pertemuan. (Baca juga: Pantau PPK di Depok, Kapolda Metro: Penghitungan Suara Masih Aman dan Lancar)

Baca Juga:

Senada dengan Prasetyo, Muhammad Taufik juga mengatakan, proses berjalannya politik setelah pemilihan umum harus segera didinginkan pada hari ini. “Pak Pras ini sahabat saya. Yang jelas bahwa kami merasa Jakarta harus lebih aman, harus lebih tenang dan Jakarta punya nafas yang bagus, harus punya nafas yang harum untuk bangsa Indonesia. Setiap pemilihan umum, pemilihan apapun, biasa itu, tapi selesai itu sebagai warga Jakarta, warga bangsa, mari bersatu lagi,” tandasnya.

Gubernur Anies sebelumnya mengajak seluruh elemen di Jakarta agar bisa terus menjaga prestasi yang telah diraih Jakarta sebagai provinsi dengan indeks demokrasi tertinggi di Indonesia. “Prestasi itu diraih bukan hanya karena peran aparatur di Pemprov DKI, tapi merupakan hasil sumbangsih dari seluruh masyarakat di Jakarta,” katanya. (Baca juga: Pantau TPS, Anies Baswedan: Pemilu di Jakarta Berjalan Baik)

Sementara Ketua FKDM DKI Jakarta, Rico Sinaga, menuturkan sangat menyambut baik adanya silaturahmi antara Forkopimda dengan seluruh elemen masyarakat di Ibu Kota. “Saya kira pertemuan seperti ini perlu lebih diintensifkan lagi. Kemudian, setidaknya ke depan silaturahmi ini bisa dilakukan secara rutin minimal satu bulan sekali,” terangnya.

Menurutnya, silaturahmi yang sudah dilakukan Forkopimda dengan ormas dan tokoh masyarakat akan sangat baik juga bisa dilakukan oleh pimpinan wilayah di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan. “Kami terus bersinergi dengan pihak kepolisian dan aparatur pemda,” tandasnya.

(thm)

Polisi Amankan Lima Karung Sabu-Sabu Hendak Diedarkan di Tangerang

loading…

JAKARTA – Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat mengamankan sabu-sabu sebanyak lima karung yang diangkut menggunakan truk kontainer. Sabu-sabu itu hendak diedarkan di wilayah Tangerang.

Selain kelima karung sabu-sabu, polisi turut mengamankan kernet dan sopir truk berinsial J dan A. “Dari pengakuan awal pengemudi, barang dibawa berasal dari Pekanbaru, Riau, dan akan dikirim ke Balaraja, Tangerang, Banten,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi, saat dikonfirmasi, Rabu (24/4/2019).

Untuk mengelabui petugas, kelima karung sabu-sabu tersebut diselundupkan menggunakan truk ekspedisi dan disamarkan dengan ratusan karung berisi arang. Polisi belum menghitung pasti jumlah satuan sabu-sabu yang dibungkus di dalam lima karung tersebut. Namun jumlahnya diperkirakan sekitar 100 kilogram. (Baca juga: Selundupkan 2 Karung Narkoba, Jaringan Internasional Beli Kapal Kecil)

Baca Juga:

Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz menambahkan, penyelundupan sabu-sabu itu berhasil digagalkan setelah pihaknya menelusuri informasi dari warga. Di bawah pimpinan Kanit 1 Resnarkoba, AKP Arif Oktora, polisi langsung melakukan penyidikan Senin (15/4/2019) lalu.

Sebuah truk kontainer yang melintas di Tol Bakahueni Lampung langsung disergap. “Saat dilakukan pemeriksaan ternyata ada lima karung di dalam sebuah truk kontainer yang diduga berisi narkotika jenis sabu-sabu. Dari penangkapan tersebut kami juga mengamankan dua orang,” tutur Erick.

Guna kepentingan penyidikan, kedua orang yang berperan sebagai sopir dan kernet truk serta barang bukti lima karung sabu-sabu diamankan ke Mapolres Jakarta Barat. (Baca juga: Setiap Hari Empat Orang Pelaku Narkoba Diamankan di Jakarta Barat)

“Kami masih melakukan penyelidikan guna mengetahui pemilik lima karung yang diduga sabu ini,” pungkasnya. Dia tak menampik jika sabu-sabu itu bakal diedarkan menjelang Ramadan ini.

(thm)

Fakta Baru, Mobil Camry Milik Pelaku Tabrak Lari Beruntun Ternyata Bodong

loading…

Mobil Camry yang terlibat tabrak lari beruntun di Jalan Saharjo. Foto: Ist

JAKARTA – Polisi menemukan fakta baru dalam kasus tabrak lari beruntun di lima lokasi di wilayah Jalan HR Rasuna Said hingga Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan. Sadan Camry yang dikendarai tersangka ternyata mobil bodong.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol M Nasir, mengatakan, nopol yang ada di mobil Camry yakni B 1185 TOD, tidak terdaftar dalam registrasi indentifikasi kendaraan bermotor di Polda Metro Jaya. (Baca juga: Kronologis Tabrak Lari Beruntun Pengemudi Camry di Rasuna Said-Saharjo)

“Nopol B 1185 TOD terdaftar dalam registrasi indentifikasi kendaraan bermotor di Polda Metro Jaya sebagai Toyota Avansa tahun 2011 warna hitam, yang dimutasikan ke Depok pada tanggal 20 Juni 2014 silam,” ujar Nasir kepada wartawan, Rabu (24/4/2019).

Baca Juga:

Diketahui, mobil sedan Camry ini menabrak sejumlah pengendara secara beruntun di lima lokasi di wilayah Jalan HR Rasuna Said hingga Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis (18/4/2019) malam. (Baca juga: Mobil Mewah Penabrak Sejumlah Sepeda Motor di Saharjo Diamuk Massa)

Tabrakan itu terjadi antara pukul 19.00 hingga pukul 20.00 WIB, dimana awalnya terjadi di Jalan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Polisi telah menetapkan pelaku tabrak lari beruntun, AB (36) sebagai tersangka. Dari hasil tes urine dan labfor, diketahui tersangka AB positif terpengaruh minuman keras saat mengendarai mobil mewah itu.

(thm)

Ditetapkan Tersangka, Pelaku Tabrak Lari Beruntun Terpengaruh Miras

loading…

JAKARTA – Polisi menetapkan pelaku tabrak lari beruntun di lima lokasi di wilayah Jalan HR Rasuna Said hingga Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, sebagai tersangka. Adapun tersangkanya adalah AB (36), bukan DS (38).

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol M Nasir, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan gelar perkara, diketahui kalau pengemudi mobil Camry itu ternyata AB (36), bukan DS (38).

“AB (36) ini pengemudinya, sedang DS bukan pengemudi dari hasil BAP,” ujarnya pada wartawan, Rabu (24/4/2019). (Baca juga: Pelaku Tabrak Lari Beruntun di Rasuna Said-Saharjo Ternyata Dua Orang)

Baca Juga:

Dari keterangan saksi di awal kejadian, kata Nasir, memang sempat ada kerancuan. Beberapa saksi menyebut DS lah sebagai pengemudi dan AB selaku penumpang. Ada juga saksi yang menyebut sebaliknya. Hingga akhirnya masyarakat menjustifikasi kalau DS lah pengemudinya. Mobil mewah itu lalu dirusak massa. (Baca juga: Mobil Mewah Penabrak Sejumlah Sepeda Motor di Saharjo Diamuk Massa)

Padahal, kata Nasir, saat kejadian keduanya sudah keluar dari mobil dan berusaha kabur. Baru setelah dilakukan BAP dan gelar perkara, semuanya menjadi jelas. (Baca juga: Kronologis Tabrak Lari Beruntun Pengemudi Camry di Rasuna Said-Saharjo)

Dari hasil tes urine dan labfor, diketahui bahwa AB positif terpengaruh minuman keras (miras) saat mengendarai mobil mewah itu. Dalam kasus ini, polisi juga telah memeriksa tujuh orang saksi, termasuk korban tabrak lari.

“Akibat perbuatannya, tersangka AB dijerat pasal 311 Ayat 1, Ayat 2, Ayat 3 Juncto Pasal 312 UU Nomor 22/2009 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tutupnya.

(thm)

12 RW di Jakarta Timur Terdampak Banjir Kiriman dari Bogor

loading…

Satgas SDA Kecamatan Kramat Jati melakukan pembersihan lumpur paska banjir di Jalan Tanjung Sayang RT 08 RW 06, Kelurahan Cawang. Foto: Twitter BPBD DKI Jakarta

JAKARTA – Hujan dengan intensitas sangat lebat mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya Selasa (23/4/2019) malam. Menurut data BMKG, curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor dan sekitarnya dengan akumulasi curah hujan harian sebesar 120,5 mm/hari dengan kategori sangat lebat. Hal ini menyebabkan kenaikan status siaga Bendung Katulampa menjadi Siaga II (170 Hujan) pada pukul 21.00 WIB dan Pintu Air Depok menjadi Siaga II (290 Mendung) pada pukul 00.00 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melalui Pusat Data dan Informasi Kebencanaan hingga Rabu ini pukul 16.00 WIB, terdapat 12 titik banjir di Jakarta Timur, tepatnya di Kelurahan Cawang RW 01, 02, 03, 05, 08; Kelurahan Kampung Melayu RW 04, 05, 06, 07, 08; dan Kelurahan Bidara Cina RW 07 dan 11. Namun tidak semua area di RW tersebut terdampak banjir, hanya di area yang berbatasan langsung dengan sungai/ saluran dan area cekungan yang terdampak banjir.

Selain itu, hujan lokal yang mulai terjadi pada pukul 11.00 WIB siang tadi juga mengakibatkan adanya jalan tergenang di empat titik lokasi, di antaranya Jalan Boulevard Barat Raya, Jalan Pegangsaan Dua, Jalan Cakung Cilincing, dan Jalan Tanjung Duren III. Hingga saat ini situasi ketinggian genangan saat ini rata-rata 10 cm s.d 20 cm. Namun, sampai dengan pukul 16.00 WIB situasi banjir sudah surut di 11 titik lokasi, yakni di Kelurahan Pejaten Timur RW 05, 06, 07, 08, surut pukul 08.00 WIB. (Baca juga: Bendung Katulampa Siaga II, Jakarta Diimbau Waspadai Banjir Kiriman)

Baca Juga:

Di Kelurahan Balekambang RW 05 surut pukul 09.30 WIB; Kelurahan Cawang RW 06 surut pukul 11.45 WIB; Kelurahan Kebon Baru RW 10 surut pukul 12.30 WIB; Kelurahan Pengadegan RW 01 surut pukul 13.35 WIB; Kelurahan Manggarai RW 01 pukul 14.00 WIB; dan Kelurahan Cililitan RW 06, 07 surut pukul 14.20 WIB. BPBD mencatat tidak terdapat pengungsi dan korban jiwa/ luka akibat banjir tersebut.

Adapun upaya penanganan banjir telah dilakukan BPBD DKI Jakarta, yaitu dengan melakukan assessment, serta memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang berada di bantaran Sungai Ciliwung melalui SMS Blast saat Bendung Katulampa dan Pintu Air Depok mengalami kenaikan status siaga menjadi Siaga 2, serta melakukan koordinasi dengan Kelurahan terdampak dan SKPD terkait.

Seperti Dinas Sumber Daya Air yang menyiapkan sebanyak 133 unit pompa mobile dan 465 unit pompa stasioner yang tersebar di 164 lokasi. Satgas SDA Kecamatan melakukan penyedotan menggunakan pompa dibantu oleh PPSU Kelurahan, dan membersihkan tali-tali air. Untuk penanganan pasca banjir, dilakukan pembersihan lumpur di titik lokasi yang sudah surut.

BPBD mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi banjir yang terjadi, serta dapat dengan cepat melaporkan kejadian bencana/ kegawatdaruratan melalui kanal resmi Pemprov dan BPBD DKI Jakarta melalui (Call Center Jakarta Siaga 112 ) agar dapat segera ditindak lanjuti.

(thm)

Pencoblosan Ulang di TPS 49 Tangsel, Jokowi Unggul dari Prabowo

loading…

Suasana penghitungan suara usai pencoblosan ulang di TPS 49 Rengas, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Rabu (24/4/2019). Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Pemungutan suara PSU di TPS 49 Rengas, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, selesai dilakukan. Di TPS 49, giliran pasangan capres Jokowi-Ma’ruf unggul dari pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Dari total 181 orang yang datang mencoblos di TPS 49, Prabowo mendapat 70 suara. Sedang Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin, berhasil memperoleh sebanyak 111 suara.

Anggota KPU Kota Tangsel Muhammad Taufiq Mizan mengatakan, pihaknya terpaksa memindahkan TPS ke depan teras rumah warga, agar selamat dari hujan.

Baca Juga:

“Sebab tenda pencoblosan bocor akibat hujan deras yang turun saat proses penghitungan suara berlangsung,” ungkap Taufiq, di TPS 49 Rengas, Rabu (24/4/2019).

Pihaknya pun tidak menyalahkan petugas di lapangan, karena memang biaya operasi PSU sangat kecil, hanya sekitar Rp1,6 juta, dan untuk makan minum KPPS Rp1,1 juta.

“Tetapi masalah ini akan kami evaluasi agar pelaksanaan Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Tangsel 2020 mendatang bisa lebih baik dari pemilu saat ini,” sambung Taufiq.

Pada PSU ini, sedikitnya ada sekitar 235 orang yang tercatat dalam DPT. Di pemilihan pertama, pada 17 April lalu, ada sekitar 202 warga yang datang memilih. (Baca: Hari Ini, 520 Warga Tangsel Lakukan Pencoblosan Ulang di 2 TPS)

Sama dengan sebelumnya, Jokowi berhasil unggul dari Prabowo di TPS ini. Suara mereka saling mengejar satu sama lain, dengan selisih yang tidak terlalu besar.

(ysw)

ACT Akan Berangkatkan Kapal Pembawa Paket Pangan ke Penjuru Nusantara

loading…

Vice Presiden ACT, Ibnu Khajar saat launcing program Marhaban yaa Dermawan di Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019). Foto/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Sambut bulan suci Ramadhan, ACT (Aksi Cepat Tanggap) mengajak muslim sedunia memperbanyak amal saleh melalui program kemanusiaan di pelosok Indonesia yang bertema Marhaban Yaa Dermawan. ACT juga mengajak para stakeholder menjadikan Ramadhan sebagai bulan akselerasi kedermawanan.

Vice Presiden ACT, Ibnu Khajar mengatakan, Ramadhan merupakan bulan suci terbaik dan termulia yang dijadikan sebagai momentum pelipatngandaan ikhtiar dan amalan terbaik umat muslim. Sebab, Ramadhan juga sebagai momen menyatukan berbagai perbedaan.

Maka itu, kata dia, ACT melaunching program Marhaban Yaa Dermawan karena ACT meyakini Indonesia masih dipenuhi masyarakat yang memiliki jiwa dermawan. Apalagi, semua umat muslim pasti selalu merindukan kedatangan Ramadhan.

“Ramadhan merupakan momen terbaik bagi para dermawan untuk menebar amalan kebaikan. Tujuan akhirnya, program-program yang diberikan juga berperan sebagai pengentas kemiskinan,” ujarnya di Menara 165, Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).

Adapun spirit menebar amalan kebaikan di bulan Ramadhan, kata dia, tidak hanya untuk masyarakat prasejahtera di ibu kota. Namun, ke tepian dam pelosok Indonesia melalui Kapal Ramadhan.

“Kami akan berangkatkan Kapal Ramadhan dari lima titik dengan membawa paket-paket pangan, yang mana menyasar ke ratusan ribu masyarakat prasejahtera di seantero nusantara,” tuturnya.

Sementara itu, Komisaris PT Global Waqf Corp-ACT, Imam Teguh S menerangkan, bangkitnya filantropi Islam dalam mengentaskan kemiskinan masih memiliki peluang besar untuk memperluas ekosistem dan mendorong menjadi salah satu garda depan.

Ramadhan merupakan kesempatan bagi umat muslim untuk berkontribusi dalam percepatan pengentasan kemiskinan dengan kedermawanan dan memuliakan sesama manusia, tidak hanya di Indonesia tapi juga secara global.

“Salah satu caranya dengan menaiki gelombang investasi yang bertanggung jawab, memaksimalkan instrumen pendanaan Islam, seperti zakat dan wakaf,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ACT juga memperkenalkan situs barunya, yakni news.act.id, actnews.tv, act.id, dan cepattanggap.org untuk mempermudah keterlibatan khalayak dalam kegiatan kemanusiaan dan kedermawanan.

Situs itu hadir sebagai optimalisasi peran ACT dalam lembaga kemanusiaan yang profesional, utamanya dalam menyalurkan donasi umat melaui program Ramadhan mendatang.

(ysw)

Pemprov DKI: Tidak Ada Penghapusan Pembebasan PBB-P2 NJOP di Bawah Rp1 M

loading…

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan tidak ada penghapusan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di bawah Rp1 miliar mulai tahun 2020. Perubahan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 259/2015 hanya berlaku bagi objek pajak karena peralihan hak kepemilikan dan berubah fungsi.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta Atika Nur Rahmania mengatakan, Pergub Nomor 38/2019 tentang Perubahan Kedua Atas Pergub Nomor 259/2015 tentang Pembebasan atas Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) atas Rumah, Rumah Susun Sederhana Sewa, dan Rumah Susun Sederhana Milik dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sampai dengan Rp1 miliar, sama sekali tidak disebutkan bahwa tahun 2020 NJOP PBB-P2 di bawah Rp1 miliar, dihapuskan.

Hal ini disampaikan Atika dalam Hak Jawabnya terkait dua pemberitaan SINDOnews tertanggal 22 April 2019 dengan judul “Penghapusan Bebas PBB di Jakarta Tunggu Pendataan Ulang Bangunan” dan “Penghapusan Bebas PBB di Jakarta, Ini Saran DPRD dan Pengamat”.

Baca Juga:

Atika meminta SINDOnews merevisi judul maupun isi berita. Terkait hal ini, SINDOnews mengakui ada kekeliruan dalam pemuatan berita dan telah merevisi judul dan isi kedua berita dimaksud menjadi “Pembebasan PBB-P2 Tak Berlaku Lagi Bagi Objek Pajak Beralih Kepemilikan dan Berubah Fungsi” dan “Pergub Nomor 259/2015 Diubah, Pemprov DKI Diminta Evaluasi Kenaikan NJOP”

Pada Pasal 2A Pergub Nomor 38/2019 memang menyebutkan, pembebasan PBB-P2 dikecualikan terhadap objek pajak yang mengalami perubahan data wajib pajak karena peralihan hak kepemilikan, penguasaan, ataupun pemanfaatan kepada wajib pajak badan.

Pasal 4A selanjutnya menyebutkan, pembebasan PBB-P2 bagi objek pajak yang mengalami perubahan data wajib pajak karena peralihan hak kepemilikan atau penguasaaan atau pemanfaatan wajib pajak badan pajak, hanya berlaku hingga 31 Desember 2019. Sementara pada Pasal 5A disebutkan, pihak yang mendapatkan pembebasan PBB-P2 sebelum berlakunya pergub perubahan tetap mendapatkan pembebasan PBB-P2.

(thm)

Banjir Kiriman Bendung Katulampa Bogor Sudah Mulai Surut

loading…

Seorang pelajar berjalan di lokasi banjir Kampung Melayu, Jakarta Timur. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Tinggi muka air di Bendung Katulampa, Bogor pada Selasa 23 April 2019 pukul 21.00 WIB 170 Cm atau waspada mengakibatkan sejumlah wilayah Jakarta banjir. Terutama bagi masyarakat Jakarta yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung.Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Informatika Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta M Ridwan saat dihubungi SINDOnews, Rabu (24/4/2019).

“Penyebab banjir yang melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta disebabkan adanya kiriman jumlah debit air dari Bogor, yang dilanda hujan dengan intensitas cukup lebat sekitar seratus dua (102), nah sehingga walaupun Jakarta tidak hujan itu bisa menyebabkan luapan air, sehingga terjadi banjir yang berasal dari Bendungan Katulampa yang masuk Kali Ciliwung,” kata Ridwan.

Dia mengatakan, wilayah yang kerap dilanda banjir saat Bendung Katulampa meningkat adalah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Untuk wilayah Jakarta Selatan yang terdampak banjir, kata dia, Kecamatan Pancoran, Kelurahan Pangadegan, namun sudah surut sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca Juga:

“Tadi sudah surut, kemudian (Kelurahan) Kebon Baru, Kebon Baru sudah surut, Kelurahan Manggarai sudah surut,” tambahnya. (Baca juga: Bendung Katulampa Siaga II, Jakarta Diimbau Waspadai Banjir Kiriman)

Masih kata Ridwan, Jakarta Timur yang terdampak banjir kiriman antara lain adalah Kelurahan Cawang, Balai Kembang, Cililitan dan Kampung Melayu.

“Cawang dan Balai Kembang sudah surut. Kampung Melayu masih ada sekitar 30-50 Cm. Jadi ini kan bervariasi, kemudian di Bidara Cina sekitat 20-50cm, kalau kita ambil rata-rata sekitar 40an,” kata Ridwan.

Meski begitu, kata dia, belum ada masyarakat yang mengungsi akibat banjir kiriman dari Bogor tersebut. “Sampai dengan saat ini bum ada rencana untuk pengungsian bagi warga sekitar terdampak banjir,” tambahnya.

(mhd)

Pencoblosan Ulang di TPS 71 Tangsel, Prabowo Menang Tipis

loading…

Ketua KPPS TPS 71 Yuniarti saat melakukan penghitungan suara, Rabu (24/4/2019). Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Penghitungan suara pencoblosan ulang di TPS 71 Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), berlangsung ketat dengan kekalahan pasangan no 01 yang hanya memperoleh 99 suara. Sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, unggul dengan perolehan 112 suara.

Penghitungan suara mulai dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB. Selama penghitungan suara dilakukan, suasana TPS dengan DPT 285 orang ini, penuh dengan sorak sorai.

Ketua KPPS TPS 71 Yuniarti mengatakan, hingga pemungutan suara ditutup, jumlah warga yang datang memilih sebanyak 212 orang, dari total 285 orang terdaftar pemilih. (Baca: Gelar Pencoblosan Ulang di 2 TPS, Pemkot Tangsel Siapkan Tenaga Medis)

Baca Juga:

“Jumlah DPT nya ada 285. Tapi sampai tadi penutupan, cuma ada 212 orang pemilih. Yang menggunakan DPTB ada empat orang,” kata Yuniarti, di TPS 71, Rabu (24/4/2019) siang.

Soal perolehan suara sendiri, Yuniarti tidak mau berkomentar. Menurutnya, itu sudah menjadi pilihan warga, sesuai dengan hati nuraninya. Namun, yang pasti PSU lancar.

“Untuk pelaksanaannya, alhamdullilah bisa berjalan lancar dan aman. Seru sih, tadi waktu penghitungan. Warga masing-masing pendukung, saling sorak,” ungkapnya.

Sementara itu, Putra, salah seorang saksi salah satu pasangan calon mengaku senang dengan PSU yang digelar di TPS 71, karena berjalan aman lancar terkendali. (Baca juga: Pulang Usai Rapat Pleno, Ketua KPPS di Bogor Tewas Kecelakaan)

“Tidak ada masalah tadi. Semua berjalan lancar. Animo warga juga cukup tinggi. Dari 285 pemilih yang masuk DPT, ada sekitar 200 lebih yang memilih,” pungkasnya.

(ysw)

Digeruduk Ratusan Pendemo, Bawaslu Dijaga Water Cannon

loading…

Pendemo melakukan orasi dari atas mobil komandi di depan Gedung Bawaslu RI, alan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Foto/Komaruddin Bagja Arjawinangun/SINDOnews

JAKARTA – Ratusan masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Demonstrasi itu bertajuk ‘Aksi Lawan Pemilu Curang’.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa menuntut Bawaslu RI dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menyatakan secara nasional Pemilu 2019 dipenuhi tindakan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

Koordinator Aksi, Zumhur Hidayat mengatakan, pengunjuk rasa meminta kepada Bawaslu RI untuk menyatakan secara nasional pemilu ini curang. Dia menegaskan, tuduhan itu disertai bukti-bukti.

Baca Juga:

Menurut dia, kecurangan sudah dimulai dari tingkat perencanaan, pelaksanaan, sampai pasca penyelenggaraan pemilu. Melihat hal tersebut, dia menyatakan, Pemilu 2019 sebagai pemilu curang.

“Ini bukan soal Prabowo dan Jokowi, tetapi ini soal demokrasi yang sedang dibajak oleh tirani yang ingin menguasai Indonesia,” kata dia di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019) siang.

Sejauh ini, dia menilai, kecurangan sudah berlangsung secara brutal dan fulgar. Dia meyakini, hal tersebut akan meninggalkan jejak bagi generasi penerus bangsa Indonesia.

“Kalau ada orang-orang yang berusaha bermain dengan kecurangan dan mendesain pemilu curang rakyat akan melawan,” kata dia.

Dia menambahkan, gerakan itu murni gerakan rakyat tidak ada afiliasi dengan partai politik ataupun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Berdasarkan pemantauan, dalam aksi itu ada sebuah keranda mayat bertuliskan “Innalillahi Matinya Suara rakyat Pemilu 2019”. Selain itu, tampak pula poster-poster warna hitam dengan huruf kuning bertuliskan “Aksi Lawan Pemilu Curang”.

KPU dianggap sudah disusupi banyak oknum yang menjadikan aksi kecurangan terjadi dimana-mana. Mereka menyinggung persoalan C1 yang banyak salah diinput ke Situng KPU. KPU juga dianggap sudah gagal mendorong demokrasi yang jujur dan adil.

Oleh karenanya, Bawaslu diminta tegas bersikap atas hal yang terjadi di depan mata mereka.

Meskipun di tengah-tengah aksi cuaca berubah hujan deras dan angin kencang berhembus di wilayah Thamrin, mereka tetap tidak membubarkan diri. Salah seorang orator tetap melantangkan orasinya di atas mobil komando.

Sementara soal keamanan, aparat kepolisian dan Brimob bersenjata laras panjang sudah dari awal bersiaga di sekitar Gedung Bawaslu RI.

Tak hanya itu, kendaraan taktis (rantis) juga tampak terparkir di sisi kiri Gedung Bawaslu RI. Di antaranya mobil water cannon, serta Rantis Pengurai Massa.

(mhd)

Gelar Pencoblosan Ulang di 2 TPS, Pemkot Tangsel Siapkan Tenaga Medis

loading…

Seorang warga sedang memberikan suaranya dalam pencoblosan ulang di TPS 72, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangsel, Rabu (24/4/2019). Foto/SINDOnews/Isra Triansyah

TANGERANG SELATAN – Pelaksanaan pencoblosan atau Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 49 Rengas dan 71 Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) aman lancar. Pemkot Tangsel sendiri sudah menyiapkan tim medis untuk mengantisipasi gangguan kesehatan petugas KPPS yang bertugas.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie pun menyempatkan diri melakukan pemantauan langsung di TPS. Benyamin mengatakan, animo warga yang datang ke dua TPS itu juga cukup tinggi. (Baca: Hari Ini, 529 Warga Tangsel Lakukan Pencoblosan Ulang Didua TPS)

“Kalau dari yang saya lihat sendiri di dua TPS tadi cukup bagus, kalau dilihat datanya sudah 50 persen warga datang,” katanya, saat di TPS 71 Cempaka Putih, Rabu (24/4/2019).

Baca Juga:

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ben ini mengakui, kinerj KPU Tangsel dan petugas PPS di lapangan dalam menyiapkan PSU harus diapresiasi seluruh masyarakat.

“Mereka telah bekerja secara maksimal dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di PSU kali ini. Kalau kita lihat, partisipasi masyarakat cukup baik,” katanya. (Baca juga: Tiga Petugas Pemilu di Bekasi Meninggal, Satu Terluka Tertimpa Tenda)

Gelar Pencoblosan Ulang di 2 TPS, Pemkot Tangsel Siapkan Tenaga Medis

Apalagi, saat ini aktivitas warga yang ingin mencoblos tetap normal. Artinya, tidak ada libur nasional saat PSU. Meski demikian, mereka menyempatkan diri mencoblos.

“Dari pemkot, kami juga menyiapkan tenaga medis puskesmas, untuk menjaga kesehatan para petugas di lapangan, demi kelancaran pelaksanaan PSU,” pungkasnya.

(ysw)

DKI Lakukan Groundbreaking Pembangunan TPS Blok G Tanah Abang

loading…

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin. Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Setelah sempat tertunda, PD Pasar Jaya melaksanakan Groundbreaking tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019). Pembangunan TPS dilakukan di sebelah lahan Pasar Blok G sesuai kesepakatan dengan pedagang..

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, disepakati pembangunan TPS di sebelah pasar Blok G. Sebelumnya, dipilih di lahan milik PT KAI namun tidak respons lebih lanjut.

Kemudian, Pasar Jaya berencana menggunakan lahan PT Astana Raharja tetapi pedagang pasar Blok G menolak karena merasa kejauhan.

Baca Juga:

Untuk opsi ketiga adalah di lokasi Pasar Blok F yang letaknya berada di sisi kanan pasar. Akan tetapi opsi ini juga tidak ada kata sepakat dengan pedagang sehingga dicarikan lagi opsi lainnya.

“Jadi Alhamdulillah hari ini kita groundbreaking TPS nya, setelah tertunda,” kata Arief Nasrudin di lokasi Groundbreaking, Rabu (24/4/2019).

Adapun di lokasi pasar saat ini karena menyesuikan dengan lokasi dan bentuk pasar maka akan dibangun dua lokasi penampungan.

Pada bangunan TPS A akan ada 4 lantal yang terdiri dari lantai 1 sampai lantai 3 masing-masing luasan bangunannya 560 meter persegi dan masing lantai ada 109 kios sehingga totalnya ada 327 kios.

Sementara itu di lantai empat, berupa bangunan luasan 200 meter persegi saja yang akan digunakan sebagai musala, kantor pasar dan fasilitas lainnya.

Sedangkan untuk di TPS B, TPS dibangun 3 lantai yang luasannya masing-masing 210 meter persegi, namun bedanya di lantai 1 akan ada 60 kios, lantai 2 ada 58 kios dan lantai 3 ada 62 kios.

Untuk rencana pengerjaan pembangunan TPS sendiri diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih 12 bulan pelaksanaan. Adapun rencana biaya pembangunan pasar duperkirakan akan memakan blaya kurang lebih sekitar Rp32 miliar.

“Kami ingin pembangunan TPS ini bisa segera direalisasikan sehingga pembangunan pasar Blok G Tanah Abang yang sudah direncanakan lama bisa terlaksana,” harapnya.

(ysw)

Tabrak Pembatas Jalan di Permata Hijau, Dua Orang Meninggal Dunia

loading…

JAKARTA – Pengendara sepeda motor Honda Beat bernopol B 3773 TRQ mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Arteri Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Akibatnya, pengemudi dan yang diboncengnya meninggal dunia.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol M Nasir mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (24/4/2019), pada saat kejadian pemotor itu tengah melaju dari arah Utara ke arah Selatan di Jalan Raya Arteri Permata Hijau.

“Karena kurang hati-hati, pengendara motor itu menabrak pembatas jalan dan oleng, lalu menabrak pohon yang berada di sisi kiri jalan,” ujarnya pada wartawan, Rabu (24/4/2019).

Baca Juga:

Akibatnya, kendaraan sepeda motor itu mengalami kerusakan, sedang driver dan orang yang diboncenginya pun terjatuh di jalanan. Driver motor itu, yakni Anton Martono mengalami luka di bagian kepalanya dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Sedang korban yang diboncengnya, perempuan yang belum diketahui identitasnya terluka di kaki kiri dan dagunya. Saat dibawa ke RS Medika Permata Hijau, korban meninggal,” katanya.

Lantas, tambahnya, kedua jenazah korban pun akhirnya dibawa ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan guna dilakukan proses visum.

(mhd)

Amankan Deklarasi Kemenangan Prabowo-Sandi, 1.000 Personel Gabungan Dikerahkan

loading…

Ilustrasi, kampanye akbar Prabowo-Sandi. Foto: dok/SINDOphoto

JAKARTA – Ribuan personel gabungan dari Polri, TNI, dan Jajaran Pemprov DKI dikerahkan guna mengamankan acara deklarasi kemenangan yang dilakukan Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno oleh relawan di Gedung Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur.

“Kita kerahkan 1.000 personel gabungan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono pada wartaean, Rabu (24/4/2019).

Menurutnya, ribuan personelnya itu bakal ditempatkan di sejumlah titik lokasi, khususnya di dalam TMII. Sedang terkait arus lalu lintas bakal dilakukan secara situasional.

Baca Juga:

Sementara itu, Kapolsek Makasar, Kompol L Lumban mengatakan, kemungkinan polisi tidak melakukan rekayasa arus lalu lintas terkait kegiatan tersebut. Pasalnya, kegiatan itu dilakukan di dalam area TMII.

“Lalu lalu lintas situasional saja, mengingat itu kan acaranya di dalam TMII,” katanya.

(ysw)

Tinjau PPK di Bekasi, Mantan Pimpinan KPK Apresiasi Peran Emak-emak

loading…

Pimpinan KPK periode 2015-2011, Bambang Widjojanto saat meninjau lokasi Pantia Pemilihan Kecamatan (PPK) Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Foto/Abdullah M Surjaya/SINDOnews

BEKASI – Pimpinan KPK periode 2015-2011, Bambang Widjojanto menyatakan peran emak-emak dalam gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sangat luar bisa. Hal itu terlihat sejak hari pencoblosan hingga saat ini kaum hawa tersebut tidak letih mengawal suara rakyat demi menghasilkan pemimpin dan wakil rayat yang baik.

Hal itu diungkapkan Bambang saat melakukan peninjauan di lokasi Pantia Pemilihan Kecamatan (PPK) Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

“Yang paling menarik di beberapa tempat peran emak-emak itu luar biasa. Sejak hari pertama di TPS. PPK peran sertanya luar biasa,” kata Bambang di lokasi, Rabu (24/4/2019).

Baca Juga:

Menurut dia, perhelatan Pemilu 2019 berjalan lancar. Dia juga mengapresiasi peran emak-emak dalam mewujudkan pemilu transparan.

“Peran emak-emak sangat membantu mengamankan C1 agar proses ini bisa akuntabel jadi tak ada kecurangan,” ujarnya.

Bambang mengaku, sudah menyaksikan sendiri bagaimana semangat emak-emak mengawal suara. Saat ini, kata dia, ada dua hal penting dalam gelaran Pilpres dan Pileg tahun ini yakni, Pertama; keberhasilan proses Pilpres maupun Pileg itu didukung militansi emak-emak. Bahasa kerennya, kata Bambang, Ibu-ibu telah menyelamatkan kedaulatan rakyat.

Kendati demikian, Bambang berharap yang harus dikedepankan adalah kejujuran. Karena kalah atau Menang, jika tak jujur, percuma.

“Kita berharap prosesnya baik, nggak curang, jujur. Damai, persatuan dengan jujur. Yang harus kita lawan adalah ketidakjujuran. Bukan soalan siapa kalah siapa menang,” jelasnya.

Bambang juga berharap partisipasi Ibu-ibu ini bukan hanya semangat mengawal Pilpres dan Pileg melainkan di semua sektor pembangunan. Pasalnya, ada dua hal yang menarik, seorang pimpinan ditentukan oleh publik.

“Jadi kalau ada yang mau merampok suara publik, harus berhadapan dengan rakyat,” tegasnya.

Kedua, keterlibatannya bukan secara artifisial melainkan kesungguhan, bahkan tidak dibayar. Persis zaman kemerdekaan. Bambang berharap sekali lagi semoga dengan keterlibatan Ibu-ibu bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

“Saya pribadi berharap pemilu ini bisa berjalan damai dan lancar untuk Indonesia yang baik,” tukasnya.

(mhd)

Anies Baswedan Sebut Penerima Kartu Lansia Costumer Prioritas

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan saat berfoto dengan para lansia di JIC, Jakarta Utara. Foto/Okto Rizki Alpino/SINDOnews

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, pembagian Kartu Lansia Jakarta (KLJ) untuk membantu kesejahteraan para lanjut usia (lansia). Hal itu sebagai perhatian pemerintah daerah kepada para lansia.

“Kita merasa bersyukur, bahwa warga Jakarta hari ini, yang utamanya yang usia lanjut bisa sama-sama kita dukung, kita bantu kesejahteraannya,” kata Anies saat menghadiri pembagian KLJ di RPTRA Al Amanah, Kompleks Jakarta Islamic Center (JIC), Jakarta Utara, Rabu (24/4/2019).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini mengtaakan, orang tua penerima KLJ bukan orang lain, orang tua adalah yang membesarkan, merawat, dan mendidik, sekarang giliran anak untuk memperhatikan dan merawat mereka.

Anies Baswedan Sebut Penerima Kartu Lansia Costumer Prioritas

“Dulu bapak/ibu yang merawat kami, sekarang izinkan kami untuk merawat bapak/ibu sekalian. Karena itu saya mengharap kepada semuanya bahwa pemberian kartu ini bukan sekedar dan nilainya, tapi ini soal bagaimana kita menghargai, menghormati orang tua. Karena itu saya minta nanti di jajaran Bank DKI yang menjadi garda terdepan, perlakukan orang tua ini (semua yang hadir) sebagai customer yang prioritas,” tegasnya.

Baca Juga:

Anies melanjutkan, Bank DKI yang menjadi garda terdepan perlakukan mereka sebagai costumer platinum. (Baca juga: Dihadiri Anies Baswedan, Dinsos Bagikan Kartu Lanjut Usia di JIC)

“Dalam perbankkan itu ada silver, gold dan platinum, maka ini adalah costumer platinum untuk Bank DKI. Jangan pernah mereka di nomor duakan, jangan pernah mereka disingkirkan, justru mereka harus kita hargai,” tegasnya.

(mhd)

Kasus Kematian Indrawati, Polisi Sebut Bukan Pembunuhan Berencana

loading…

JAKARTA – Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus kematian Indrawati Cipta di Parkiran Hotel Sheraton Media, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Pelaku diduga melakukan pembunuhannya secara spontan.

Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar, AKP Ade Chandra mengatakan, polisi menduga kasus ini bukanlah pembunuhan berencana. Pelaku diduga membunuh korban secara spontan.

“Kalau saya lihat sih tidak (direncanakan), itu spontan saja sih,” ujarnya pada wartawan, Rabu (24/4/2019). (Baca: Parkir di Hotel, Suami Temukan Istri Tewas di Dalam Mobil)

Baca Juga:

Namun, tambahnya, belum diketahui juga jumlah pelaku apakah lebih dari satu orang atau tidak. Pasalnya, hingga kini polisi pun masih mendalaminya lebih lanjut guna mengungkap pelaku.

“Masih kami dalami, bila sudah terungkap akan kami jelaskan. Saksi sejauh ini sudah ada sembilan orang yang kami periksa, termasuk suami dan staf hotel,” katanya.

(ysw)

Polisi Temukan Titik Terang Kasus Kematian Indrawati di dalam Mobil

loading…

JAKARTA – Polisi mulai memukan titik terang kematian Indrawati Cipta (46) di dalam mobilnya yang tengah terparkir di parkiran Hotel Sheraton Media, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis, 18 April 2019. Titik terang kasus pembunuhan itu diketahui berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Petugas kami sudah mulai menemukan adanya titik terang, siapa pelakunya dari olah TKP dan keterangan para saksi serta alat bukti lainnya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar, AKP Ade Chandra pada wartawan, Rabu (24/4/2019). (Baca juga: Wanita Tewas dalam Mobil, Polisi Belum Bisa Pastikan Kasus Pembunuhan)

Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, kata dia, terduga pelaku kini sudah mulai terdeteksi. Namun, polisi tak membeberkan secara mendetil tentang petunjuk yang bakal membawa ke pelaku itu.

Baca Juga:

Pasalnya, polisi masih menduga saja. Maka itu, polisi baru akan membeberkannya bila semuanya sudah terang dan jelas serta pelakunya sudah tertangkap.

“Anggota masih terus bekerja mencari pelaku sebenarnya. Nanti bila sudah (tertangkap) kami sampaikan,” kata Ade. (Baca juga: Ada Keterkaitan Kematian Indrawati dengan Kebakaran yang Tewaskan Satpam?)

(mhd)

Dihadiri Anies Baswedan, Dinsos Bagikan Kartu Lanjut Usia di JIC

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan hadiri pembagian Kartu Lanjut Usia di JIC, Jakarta Utara. Foto/Okto Rizki Alpino/SINDOnews

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengadakan pembagian Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Al Amanah, Kompleks Jakarta Islamic Center (JIC), Jakarta Utara.

Ketua Panitia Pelaksana dari Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta Tarmijo Damanik dalam sambutannya mengatakan, bansos BKD melalui KLJ mulai dilaksanakan 2018. Sesuai dengan peraturan gubernur nomor 193 Tahun 2017 tentang pemberian bantuan sosial, untuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi lanjut usia.

“Adapun lansia yang dapat menerima KLJ adalah lansia yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, karena faktor tertentu, sehingga hidupnya sangat tergantung dengan orang lain,” ujar Tarmijo di lokasi pendistribusian KLJ, RPTRA Al Amanah, JIC, Jakarta Utara, Rabu (24/4/2019).

Baca Juga:

Kriteria lansia yang mendapatkan KLJ yakni telah berusia 60 tahun ke atas, ber KTP DKI Jakarta, tidak memiliki penghasilan tetap atau tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, terlantar secara psikis dan sosial, sakit telah menahun dan atau hanya dapat terbaring di tempat tidur, dan yang paling utama adalah telah terdaftar dan ditetapkan dalam basis data terpadu, program penanganan fakir miskin.

Damanik melanjutkan, tahun 2019 tersedia anggaran untuk bansos BKD lansia sebesar dua ratus sembilan puluh satu miliar enam belas juta delapan ratus ribu, yang dialokasikan untuk empat puluh ribu empat ratus sembilan belas lansia penerima manfaat. Sesuai dengan keputusan gubernur nomor 377 tahun 2019 tentang penetapan penerima KLJ tahun 2019.

Penerima KLJ selama tahun 2019 sebanyak empat puluh ribu empat ratus sembilan belas ini tersebar di lima wilayah, 4 kota administrasi dan 1 kabupaten.

“Jakarta Utara 8.061 orang. Jakarta Timur 12.094, Jakarta Selatan 6.802, Jakarta Barat 5.028, Jakarta Pusat 8.062, Kepulauan Seribu 1.372,” kata Tarmijo.Acara pembagian KLJ itu juga dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan beserta jajarannya di Pemprov DKI Jakarta.

(mhd)

Hasil Hitung Sementara, Tina Toon ‘Bolo -bolo’ Lolos ke DPRD DKI

loading…

Agustina Hermanto alias Tina Toon. Foto/Dok/SINDOphoto

JAKARTA – Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono menyambut baik peluang Agustina Hermanto alias Tina Toon yang diprediksi bakal melenggang jadi anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024. Hal itu berdasarkan hasil penghitungan suara sementara.

Tina Toon artis cilik pelantun lagu “bolo-bolo” itu merupakan calon anggota legislatif dari PDIP Daerah Pemilihan (Dapil) 2 yang meliputi daerah Jakarta Utara, seperti Cilincing, Koja, dan Kelapa Gading. Tina bersaing dengan caleg petahana yang juga politikus Partai gerindra M Taufik dari dapil yang sama.

Berdasarkan hasil hitung sementara dari laman Komisi Pemilihan Umum (KPU), PDIP sudah meraup 19,37 persen suara di Jakarta sedangkan Gerinda mengeokor di urutan ke tiga setelah PKS dengan perolehan suara 14,94 persen.

Baca Juga:

“Dari sisi hitungan sementara iya Tina Toon masuk,” ujar Gembong kepada wartawan, Rabu (24/4/2019).

Gembong menambahkan, masuknya Tina Toon di DPRD bakal menjadi amunusi baru pihaknya di parlemen Kebon Sirih untuk mengawal sistem pemerintah Provinsi DKI.

“Kita ada tenaga baru yang nanti akan kita maksimalkan untuk mengawal pemerintahan Provinsi DKI Jakarta ke depan,” tuturnya.

Meski begitu, ia mengatakan lolos atau tidaknya Tina Toon di DPRD DKI Jakarta sebaiknya menunggu penguman resmi dari KPU.

“Namanya sementara kan belum valid,” pungkasnya.

(mhd)

Masih Dirawat, Polisi Belum periksa Pelaku Tabrak Lari di Saharjo

loading…

JAKARTA – Hingga kini polisi belum memeriksa pelaku tabrak lari, DS di Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan. Sebab, DS belum sadarkan diri.

“Pengemudi belum sadar, periksanya bagaimana?,” ujar Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol M Nasir saat dikonfirmasi, Rabu (24/4/2019).

Menurutnya, DS dan rekanya AB saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya usai insiden tabrak lari beberapa waktu lalu. Polisi masih menunggu kedua pelaku dalam kondisi yang baik untuk segera diperiksa.

Baca Juga:

“Pengemudi saat ini masih berada di RSCM, masih diruang ICU,” tuturnya.

DS dan AB mengalami luka lantaran sempat menjadi sasaran amuk massa saat tabrakan itu terjadi. DS mengalami luka-luka disekujur badan dan luka di pelipis. “Luka terbuka di pelipis dan badan,” katanya.

Polisi hingga kini belum mengetahui penyebab kecelakaan itu. Hasil cek urin dari DS maupun AB, diketahui DS negatife alkohol, sedang AB positif.

(mhd)

Pulang Usai Rapat Pleno, Ketua KPPS di Bogor Tewas Kecelakaan

loading…

Ketua KPPS di Bogor tewas kecelakaan saat pulang usai mengikuti rapat pleno penghitungan suara. Ilustrasi/SINDOnews

BOGOR – Neneng Jamilah (30), Ketua Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) 16, Desa Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor meninggal dunia usai mengikuti rapat pleno penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Selasa (23/04) malam.

Informasi dihimpun menyebutkan, kali ini korban meninggal bukan karena kelelahan, melainkan kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Raya Cemplang, tepatnya Depan Pabrik Triplek Cemplang, Desa Cemplang, Cibungbulang Kabupaten Bogor.

“Iya betul, peristiwanya pukul 18.15 WIB, saat itu korban yang diketahui sebagai warga Kampung Sinarjaya RT 09/05, Desa Galuga, Cibugbulang, Kabupaten Bogor baru pulang dari rapat pleno terbuka di PPK Cibungbulang,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor AKP Muhammad Fadli Amri, Rabu (24/04/2019).

Baca Juga:

Ia menambahkan, korban pulang menggunakan sepeda motor Honda Fino warna merah F 5645 FJ di bonceng Popon (27), keponakannya. “Berdasarkan keterangan saksi dan korban luka, setibanya di Jalan Raya Cemplang tepatnya depan pabrik triplek tiba-tiba ada sepeda motor nyalip dari belakang. Karena kaget, Popon mengerem secara mendadak, selanjutnya sepeda motor dan penumpangnya terjatuh kesamping kiri,” jelasnya.

Tak lama kemudian, warga yang mengetahui kecelakaan tersebut langsung menolong keduanya dan dibawa ke klinik Bhakti Rahayu Galuga. “Karena korban lukanya dalam (luka sobek pada jari-jari kaki sebelah kiri) dan banyak mengeluarkan darah kemudian di rujuk ke RSUD Leuwiliang, kurang lebih 30 menit di ruang UGD korban meninggal dunia dan belum sempat mendapatkan penanganan medis,” katanya.

Sementara Popon, hanya mengalami luka sobek di jari kaki kirinya dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Leuwiliang.

Diberitakan sebelumnya, lima hari paska pemungutan suara, sedikitnya lima petugas Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) di Kota dan Kabupaten Bogor meninggal dunia usai penghitungan suara.

Empat di antaranya di Kabupaten Bogor yang terdiri dari tiga petugas KPPS dan satu pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sedangkan di Kota Bogor hanya dua petugas KPPS, yang sebagian besar meninggal karena kelelahan usai menyelenggarakan Pemilu 2019.

(nag)

Sidang Gugatan Derden Verzet SPAM Sentul City Masuk ke Tahap Mediasi

loading…

Hakim mediator dalam perkara sidang gugatan pihak ketiga sengketa pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum Perumahan Sentul City di Pengadilan Negeri Kelas IIA Cibinong, akan memanggil kembali pihak yang tidak hadir dalam mediasi kedua. Dok/Ist

CIBINONG – Hakim mediator dalam perkara sidang gugatan pihak ketiga (Derden Verzet) sengketa pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perumahan Sentul City (SC) di Pengadilan Negeri Kelas IIA Cibinong, akan memanggil kembali pihak yang tidak hadir dalam mediasi kedua. Mediasi ke-2 akan dilaksanakan pada Selasa 30 April 2019, pekan depan.

“Apabila terlawan tiga dan enam kembali tidak hadir maka akan dilanjutkan dengan penyampaian resume atau hal – hal yang akan menjadi poin dalam mediasi oleh pelawan dan terlawan,” jelas Edi Prayitno, kuasa hukum warga SC yang tergabung dalam Paguyuban Warga Sentul City (PWSC) dalam keterangan persnya Rabu (24/4/2019).

Dalam gugatan itu, diketahui ada enam yang menjadi pihak tergugat dalam gugatan yang diregister pada tanggal 19 Maret 2019 tersebut. Diantaranya PT Sentul City, PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC), Komite Warga Sentul City (KWSC), Desaman Sinaga, Aswil Asrol, serta Hj Nurlaila.

Baca Juga:

Gugatan yang dilakukan Warga Sentul City ini merupakan perlawanan pihak ketiga (derden verzet) ke PN Cibinong. Gerakan tersebut didasari oleh sengketa pengelolaan SPAM Kawasan Sentul yang masih berperkara di Mahkamah Agung (MA).

Menurut Edi dalam sidang ketiga yang berlangsung Selasa 23 April 2019 yang hadir hanya kliennya dan terlawan I dan II yakni PT Sentul City dan PT Sukaputra Graha Cemerlang. Sementara terlawan III, IV, V dan VI yaitu Komite Warga Sentul City (KWSC), Desaman Sinaga, Aswil Asrol, serta Hj Nurlaila kembali mangkir.

Edi menjelasan, sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 tahun 2016 tentang Mediasi di Pengadilan dimungkinkan melakukan kesepakatan dengan mediasi secara sebagian yaitu di hadiri dan di buat kesepakatan oleh Pelawan dan sebagian Terlawan.

“Kita berharap perkara ini segera memiliki kepastian hukum dan pihal terlawan menghormati pengadilan dengan data di sidan mediasi ketiga,” kata Edi.

Sebelumnya Edi menyebut, putusan MA soal SPAM di Kawasan Sentul City akan bisa merugikan warga. Karena bagaimana pun, ini erat kaitannya dengan lingkungan yang kini ditempati warga. “Klien saya tinggal di sini (Sentul City-red) mencari kedamaian dan ketertiban. Kita hadir melawan gugatan ini untuk memberikan pertimbangan lain. Supaya putusan yang mereka itu ditunda,” tegas Edi.

(wib)

Kasus JIS Kembali Diangkat, Berbahaya Bagi Psikologi Anak

loading…

Kasus dugaan pelecehan seksual di Jakarta Intercultural School (JIS) yang kembali masuk ranah peradilan menuai kecaman banyak pihak. Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Kasus dugaan pelecehan seksual di Jakarta Intercultural School (JIS) yang kembali masuk ranah peradilan menuai kecaman banyak pihak. Sebab tuntutan dari ibu korban berinisial MAK, yang meminta ganti rugi Rp1,7 triliun dinilai sebagai tuntutan yang tidak masuk akal.

Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani menilai, sang ibu hanya melihat dari sisi materi tanpa memperhatikan dampak psikologi anak dengan kembali memunculkan kasus ini ke publik. “Kalau mereka tahu (anak), itu berbahaya bagi psikologinya,” kata Anna, Selasa (23/4/2019).

Apalagi pada awal kejadian, anak tersebut masih kecil dan saat ini sudah beranjak besar. Hal itu akan berpengaruh terhadap perlakuan teman-teman sekolahnya saat ini, maupun lingkungan dia bermain.

Baca Juga:

Berbagai kecaman kepada sang ibu juga muncul di berbagai media sosial setelah pemberitaan mengenai gugatan sang ibu muncul kembali diberbagai media massa. Seperti komentar Akhmad Fauzi pemilik akun @akhmadxfauzi. “Keadilan katanya, UUD faktanya. Pernah baca di kaskus kalau ini semua kemungkinan besar rekayasa. Nasi sudah jadi bubur OB sudah tewas,” katanya.

Begitupun dengan akun @bubabibuba, “Muncul lagi ni berita… Gila apa yak tu ibu ibu, kelihatan banget nyari duitnya”. Akun @ayrikusanil juga menulis hal serupa, “Ketahuan banget cari duitnya”. Bahkan akun @iremenemy beruit “1.7T wow? Gurunya kudu nabung berapa ratus taun itu?”.

Hal senada diungkapkan kriminolog Universitas Indonesia (UI) Anggi Aulina Harahap. Menurut dia yang terpenting dari sekadar materi adalah pemenuhan aspek kehidupan sehari-hari si anak bisa kembali normal, baik di lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan juga lingkungan sosial. “Membantu korban bisa kembali beraktivitas itu lebih penting,” katanya.

Apalagi masalah ini sudah diselesaikan dari sisi pidana, di mana pelaku sudah diproses hukum dan sudah menjalani hukuman. “Artinya pertanggungjawaban pidana dari pelaku sudah diselesaikan dan proses penegakan hukumnya sudah berjalan,” katanya.

Meski begitu, Anggi mengapresiasi jika pengadilan masih memberikan kesempatan kepada ibu MAK untuk mengajukan gugatan materiil meskipun sebelumnya gugatan materiil tersebut di pengadilan lain telah ditolak. Anggi juga tidak mengetahui motif sebenarnya si ibu kembali mengajukan gugatan, apakah murni mencari keadilan atau untuk materi. “Kalau motif personalnya apa, ini yang sulit untuk dicari tahu,” ujarnya.

Seperti diketahui, kasus JIS jilid II ini kembali muncul setelah pada September 2018, ibu MAK menuntut ganti rugi Rp1,7 triliun di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Total, ada 10 pihak yang kembali digugat yakni lima petugas kebersihan, dua orang guru, JIS, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Padahal para pertugas kebersihan telah menjalani hukum penjara dan kini dibebaskan bersyarat karena berkelakuan baik. Bahkan, salah satu petugas kebersihan ada yang meninggal di penjara sebelum divonis. Kedua guru sendiri pun masih menjalani hukuman penjara sejak divonis beberapa tahun lalu.

Sejatinya ini juga bukan pertama kali ibu dari MAK mengajukan tuntutan perdata dengan nilai yang fantastis tersebut. Pada persidangan JIS Jilid I, sang ibu juga pernah mengajukan gugatan senilai USD125 juta atau setara dengan Rp1,6 triliun, namun tuntutan tersebut tidak dikabulkan.

“Dulu tidak berhasil lewat kasus pidana, sekarang dituntut kembali lewat perdata. Terlihat jelas, hampir pasti dan patut diduga kasus sodomi ini adalah kasus rekayasa sejak awal,” ujar kuasa hukum para mantan petugas kebersihan dan guru JIS, Richard Riwoe.

Adapun kasus ini telah memasuki agenda jawaban atau replik dari pihak penggugat yang dilakukan pada Senin (22/4/2019). Namun replik tersebut tidak sempat dibacakan dalam persidangan dan hanya diberikan kepada majelis hakim yang diketuai oleh Lenny Wati Mulasimadhi.

“Sudah ada replik dari pihak penggugat, tetapi berkasnya hanya diserahkan dari kuasa hukumnya ke majelis hakim. Sidang dilanjutkan pada 16 Mei 2019 dengan agenda duplik,” kata Richard.

(wib)

Raperda Pengelolaan Aset DKI Jakarta Mulai Dibahas di DPRD

loading…

JAKARTA – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Barang Milik daerah DKI Jakarta mulai dibahas. Raperda tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan kepemilikan aset DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta sebenarnya sudah memiliki Perda Nomor 17/2004 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Namun, karena tidak sesuai dengan perkembangan pengelolaan barang milik daerah, maka dianggap perlu menerbitkan perda terbaru.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta, Pudjiono, mengatakan, perda yang baru tersebut harus dibuat karena turunan dari peraturan pemerintah yang terbaru yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27/2014 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19/2016.

Baca Juga:

“Pengelolaan barang milik daerah semakin berkembang dan kompleks, sehingga perlu dikelola secara optimal dengan berdasarkan pada asas fungsional, kepastian hukum, efisiensi, akuntabilitas, dan kepastian nilai,” ujar Pudjiono di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa, 23 April 2019.

Selain atas dasar vertikal payung hukum, lanjut Pudjiono, raperda tentang pengelolaan barang milik daerah itu juga bertujuan untuk memastikan kepemilikan aset dan pemusnahan aset yang sudah lama tidak terpakai. Termasuk penghapusan aset.

“Ada 11 ruang lingkup pengelolaan barang milik daerah, yaitu perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, pemindahtanganan, pemusnahan, penghapusan, penatausahaan, pembinaan, serta pengawasan dan pengendalian,” pungkasnya.

Sementara Ketua Bapemperda DPRD DKI Jakarta, Merry Hotma, mengatakan untuk pembahasan manajemen aset agak lama karena lebih rumitnya pembahasan manajemen aset hingga perlu lebih mendalam, panjang dan fokus dengan BPAD selaku SKPD yang menangani aset. Sebab renperda ini sangat diharapkan jadi payung hukum kuat yang nantinya untuk menyelesaikan permasalahan aset di DKI Jakarta.

Sebab penghapusan aset, pengendalian, penata usahaan, pemanfaatan, dan pengerusakan, jadi poin-poin yang selama ini jadi masalah di DKI Jakarta. Sedangkan di Surabaya, Padang, dan Bandung, penataan manajemen aset dan raperda untuk penanganan aset nyaris sempurna.

“Kita malu dengan Surabaya, Padang, dan Bandung. Seharusnya DKI Jakarta jadi leader untuk masalah sempurnanya manajemen dan penanganan aset. Untuk itu, agar sempurna, kami gelar rapat tersebut. Mudah-mudahan dalam dua pekan, pembahasan kelar dilakukan,” pungkasnya.

(thm)

Hari Bumi, Pasukan Oranye di Srengseng Belajar Mendaur Ulang Sampah

loading…

Kegiatan mendaur ulang sampah sejumlah Petugas Oranye Kelurahan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat. Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf

JAKARTA – Peringatan Hari Bumi yang jatuh 22 April 2019 dimanfaatkan Pasukan Oranye dengan belajar mendaur ulang sampah. Kegiatan itu dilakukan sejumlah Petugas Oranye Kelurahan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

Bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pengelola ritel modern Alfamart, Pasukan Oranye dibekali keterampilan daur ulang. Ilmu pemanfaatan sampah itu diharapkan dapat menghasilkan produk bernilai ekonomis.

Branch Manager Alfamart Cabang Cikokol, Yudi Sobari, mengatakan, pelatihan daur ulang sampaih berangkat dari realitas bahwa banyak masyarakat yang tahu betapa pentingnya menjaga bumi namun sedikit yang melakukan aksi nyata.

Baca Juga:

“Para pasukan oranye adalah salah satu contoh dari sebagian masyarakat yang memberi kontribusi besar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karenanya kami memberi apresiasi kepada mereka dalam bentuk pemberian pelatihan mendaur ulang sampah,” ujar Yudi, Selasa (23/4/2019).

Selain dapat memanfaatkan limbah sampah kertas, kegiatan ini diharapkan mampu mengasah dan menambah keterampilan mereka sehingga bisa menjadi alternatif sumber penghasilan.

“Kertas koran bekas yang biasanya tidak dipakai lagi, bisa dikumpulkan kemudian dibuat menjadi kerajinan atau souvenir cantik yang memiliki nilai jual. Caranya cukup mudah karena menggunakan bahan yang sederhana,” ungkap Tri Sugiarti, narasumber kegiatan ini.

Menurut Tri Sugiarti, yang kesehariannya juga menjadi pengurus Bank Sampah Pusat, sebanyak 5 kg kertas koran bekas disulap menjadi berbagai kerajinan tangan berbagai model.

Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari Program Peduli Lingkungan Hidup sekaligus Pemberdayaan masyarakat yang bertujuan memberikan tambahan keterampilan. Jika ditekuni dengan serius, keterampilan tersebut dapat dijadikan tambahan penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Selain program daur ulang sampah yang sudah dijalankan secara nasional sejak tahun lalu, Alfamart juga melakukan aksi mengurangi penggunaan kantong plastik dan juga gerakan menanam mangrove yang berfungsi sebagai penyaring sampah alami.

(thm)

Hari Ini, 520 Warga Tangsel Lakukan Pencoblosan Ulang Didua TPS

loading…

TANGERANG SELATAN – Sebanyak 520 warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, akan melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) serentak, Rabu (24/4/2019).

PSU digelar di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 49 Kelurahan Rengas, dan TPS 71 Kelurahan Cempaka Putih. Kedua TPS itu, berada di daerah Kecamatan Ciputat Timur.

Ketua KPU Tangsel Bambang Dwitoro mengatakan, PSU digelar berdasarkan hasil rekomendasi dari Bawaslu Tangsel yang menyatakan ada dugaan pelanggaran.

Baca Juga:

“Prosesnya sama saja, seperti pemungutan suara, pada 17 April 2019 lalu. Ada TPS yang PSU, TPS 49 dan TPS 71,” kata Bambang, kepada wartawan, Selasa (23/4/2019) malam.

Dijelaskan dia, di TPS 49, sedikitnya ada sekira 235 DPT yang akan memilih. Sedang di TPS 71, ada sekira 285 DPT. Dia berharap, pelaksanaan PSU besok berjalan lancar.

“Kami sudah melakukan sosialisasi sejak minggu kemarin, dan membagikan formulir pencoblosan. Untuk pemasangan spanduk di TPS, tidak ada aturannya,” jelasnya.

Ketua Bawaslu Tangsel Muhammad Acep mengatakan, PSU dilakukan karena ada laporan pelanggaran yang dilakukan oleh warga yang tidak memiliki formulir A5.

“Bentuk pelanggarannya, ada 14 warga yang mencoblos di TPS 49 dan 2 di TPS 71 tidak memiliki formulir A5. Warga itu berasal dari luar daerah,” ungkap Acep.

Menurut Acep, sesuai dengan laporan itu, maka pihaknya merekomendasikan dilakukan PSU kepada kedua TPS di wilayah Kecamatan Ciputat Timur, Tangsel tersebut.

(ysw)

DPRD Sarankan DKI Cabut Pembebasan PBB Bangunan Komersial

loading…

JAKARTA – DPRD DKI menyarankan agar Pemprov DKI mengkaji lagi pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi bangunan komersial dengan Nilai Objek Pajak (NJOP) di bawah Rp1 miliar.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ashraf Ali meminta Pemprov DKI menarik PBB bagi bangunan komersial di Jakarta meski NJOP bangunan itu kurang dari Rp1 miliar. Termasuk rumah milik orang yang berjasa bagi bangsa dan negara.

Menurutnya, di Jakarta terdapat ribuan rumah makan dan kos-kosan yang tidak dikenakan PBB karena NJOP-nya di bawah Rp1 miliar. Contohnya, kata dia, rumah makan di samping Masjid Cut Meutia, Jakarta Pusat tidak pernah dikenakan pajak padahal memiliki omset yang cukup besar.

Baca Juga:

“Rumah makan itu omsetnya besar, bisa mencapai lebih dari Rp100 juta tiap bulan. Tapi tiap makan di situ, saya lihat tidak pernah dipungut pajak. Di Jakarta, mungkin ada ribuan rumah makan seperti itu. Potensi pajaknya besar, tapi belum dioptimalkan,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (23/4/2019).

Ketua fraksi Golkar itu pun menilai rencana pengkajian ulang Pergub yang mengatur tentang kebijakan pembebasan pajak bumi dan bangunan atau PBB-P2 bagi tanah dengan NJOP di bawah Rp1 miliar perlu dilakukan guna menjunjung prinsip keadilan.

“Pada dasarnya saya setuju dengan rencana gubernur membebaskan PBB. Tapi yang yang diingat kebijakan yang diambil harus adil,” pungkasnya.

(ysw)

Anies Baswedan Bebaskan PBB Rumah Guru hingga Mantan Presiden

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: dok/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTAPemprov DKI Jakarta memastikan Pajak Bumi Bangunan (PBB) dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di bawah Rp1 miliar tidak dihapus. Sebaliknya, DKI justru akan menggratiskan PBB bagi orang yang berjasa untuk bangsa dan negara.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, kebijakan pembebasan PBB untuk rumah dengan NJOP di bawah Rp1 miliar itu tetap berjalan pada 2019 dan peraturannya dibuat setiap tahun. Artinya, setiap tahun selalu ada pembebasan.

Sehingga, meski revisi Pergub No 259 Tahun 2015 tentang Pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan bagi Rumah dan Rusun dengan NJOP sampai dengan Rp1 miliar melalui Pergub Nomor 38 Tahun 2019 tertulis pembebasan PBB berlaku hanya 31 Desember 2019, pembebasan PBB pada 2020 bukan berarti tidak ada lagi. (Baca: Penghapusan Bebas PBB di Jakarta Tunggu Pendataan Ulang)

Baca Juga:

Bahkan, kata Anies, semua guru di Jakarta dan pensiunannya akan dibebaskan PBB-nya. Termasuk, veteran, purnawirawan TNI, Polisi, Pensiunan PNS, perintis kemerdekaan, pahlawan nasional, penerima bintang kehormatan dari Presiden, mantan presiden serta mantan wakil presiden akan mendapatkan pembebasan PBB.

“Jadi pembebasan PBB itu malah ditambah sekarang. kalau dulu hanya dibawah NJOP Rp1 miliar, sekarang semua orang-orang yang dianggap berjasa pada bangsa akan dibebaskan. Namun, untuk rumah pertama, rumah kedua nggak,” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Anies menjelaskan, tambahan pembebasan PBB tentunya akan mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu, pihaknya harus menggenjot PAD dari kegiatan yang memiliki nilai tambah dan itulah sebabnya pendataan ulang bangunan dilakukan. Misalnya gedung dihitung perlantai 1.000 meter, kenyataannya bisa 1.300 meter. Termasuk bangunan yang berubah peruntukan dan kepemilikan.

Namun, Anies belum bisa mendapatkan gambaran persentasi peningkatan PAD dari pendataan ulang tersebut.

“Kenapa saya gak bisa sebut data? karena datanya gak lengkap. Tapi kita sudah ukur bahwa Insyallah dengan kita berikan kemudahan itu tetap kita bisa dapat pendapatan cukup,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Anies, pihaknya juga akan memberikan potongan PBB hingga 50 persen bagi pemilik lahan dan bangunan mangkrak yang bisa digunakan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). Tujuannya adalah tujuannya supaya RTH lebih banyak dan tidak hanya disiapkan pemerintah.

Adapun alasan diskon 50 persen itu, kata Anies lantaran 50 persen bagian lainnya digunakan untuk bangun dan merawat yang dilimpahkan kewenangannya kepada pemilik lahan tersebut. Dengan begitu, tidak ada pihak yang dirugikan, dan DKI akan memiliki RTH lebih banyak tanpa harus belanja lahan.

“Jalan protokol seperti Sudirman-Thamrin, lalu Cawang sampai Slipi semua lahan kosong di tempat itu yang tidak digunakan, PBB naik 200 persen. Bila merek membuka tanah kosong itu untuk lahan terbuka yag bisa diakses masyarakat, PBBnya dipotong 50 persen,” tegasnya.

(ysw)

Pengamat Nilai Kasus Gaby Tidak Perlu Berlanjut ke Ranah Perdata

loading…

JAKARTA – Pengamat pendidikan Donie Koesoema menyayangkan langkah orang tua Sheryl Howard alias Gaby (8), murid kelas III SD Global Sevilla, yang menggugat kematian anaknya melalui jalur perdata dengan nilai kerugian Rp302 miliar.

Menurut Donie, kasus kecelakaan yang menyebabkan kematian Gaby sebenarnya sudah selesai di tataran hukum pidana sehingga tidak perlu berlanjut ke jalur perdata.

“Sebenarnya begini, soal urusan itu, kan sudah di ranah pidana dan sudah divonis, bahkan sudah kasasi. Jadi, saya rasa ranahnya sampai di situ saja. Saya pikir tidak perlu masuk ke perdata, meski setiap orang punya hak untuk menggugat perdata,” ujarnya ketika dihubungi wartawan, Selasa (23/4/2019).

Baca Juga:

Sebelumnya, Gaby dinyatakan meninggal akibat tenggelam di kolam renang sekolah pada 17 September 2015 lalu. Pengadilan Negeri Jakarta Barat memvonis bersalah Ronaldo Laturette, guru renang korban saat itu.

Usai kejadian, orang tua Gaby melayangkan gugatan perdata senilai Rp302 miliar terkait kematian anaknya tersebut. Dalam gugatan perdatanya tersebut, orang tua Gaby menggugat Ronaldo Laturette dan 12 pihak lainnya, termasuk pihak sekolah serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kepala Satuan Pelaksana PTSP Kecamatan Kembangan, dan Sudin Pendidikan II Jakarta Barat. Mereka digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Sidang perdana kasus ini pun sudah dimulai pada 9 April 2019 lalu dan ditunda hingga hari ini, Selasa (23/4/2019). Pada sidang kedua ini, agenda sidang yakni penyerahan berkas surat kuasa dan berlangsung 10 menit.

Donie melanjutkan, langkah orang tua korban yang juga turut menggugat pihak sekolah serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan instansi terkait lainnya, memang merupakan hak setiap orang. “Tetapi, saya pikir Rp302 miliar itu, berapapun angka yang dimasukkan dalam gugatan tersebut, tidak penting. Karena anak itu tidak ternilai harganya,” ujarnya.

Selain kasus Gaby, kasus senada juga terjadi di sekolah Jakarta Intercultural School (JIS) yang dituntut perdata senilai Rp1,7 triliun oleh orang tua siswa pada 2018 dan proses hukumnya masih berjalan di PN Jakarta Selatan. Nilai ini meningkat dari tuntutan orang tua siswa pada 2014 sebesar Rp1,3 triliun.

Dalam kasus kecelakaan yang menimpa Gaby, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat memutuskan bahwa Ronaldo tidak bersalah. Dalam persidangan terungkap bahwa Gaby ditemukan tenggelam ketika sedang melakukan pengambilan nilai kelas III.

Sesuai SOP kelas renang, pengambilan nilai dilakukan berurutan. Siswa yang belum mendapat giliran tidak boleh masuk kolam. Gaby diketahui sudah bisa berenang karena mengikuti les renang di luar jam sekolah. Dalam proses penilaian, 4 siswa, termasuk Gaby, nekat mencebur ke kolam meski belum mendapatkan giliran untuk penilaian.

Ronaldo sebagai guru renang lantas meminta empat anak yang masuk kolam untuk naik. Tapi keempat anak itu kembali turun ke kolam. Ronaldo sampai 3 kali memberi peringatan agar mereka kembali naik dari kolam untuk menunggu giliran penilaian.

Namun Mahkamah Agung memiliki pandangan berbeda. Majelis hakim yang terdiri dari Hakim Agung Margono, Wahidin, dan Andi Abu Ayyub Saleh, menghukum Ronaldo pidana 5 bulan dengan masa percobaan 10 bulan. Dalam putusannya, majelis hakim menilai Ronaldo sudah melakukan kelalaian yang menyebabkan terjadinya kecelakaan terhadap Gaby.

Kuasa hukum Ronaldo, Harry Sitorus juga sangat menyayangkan langkah keluarga korban melanjutkan kasus ini ke jalur hukum perdata. Sebab kliennya sudah dijatuhi hukuman pada putusan kasasi.

Ronaldo juga sudah melakukan penyelesaian secara keluarga, namun dengan langkah yang ditempuh melalui jalur perdata, orang tua korban tidak memperhitungkan hal ini. Padahal, fakta-fakta di pengadilan juga menunjukkan bahwa ini murni kecelakaan dan Ronaldo sudah menjalankan tugasnya sesuai SOP.

“Sebagai warga negara yang patuh terhadap hukum, Ronaldo akan tetap menghormati putusan hakim dan siap mengikuti proses hukum perdata,” tegasnya.

(thm)

Tiga Petugas Pemilu di Bekasi Meninggal, Satu Terluka Tertimpa Tenda

loading…

BEKASI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi menyebutkan sebanyak tiga orang petugas penyelenggara Pemilu 2019 di wilayahnya meninggal dunia. Selain ketiga petugas yang meninggal, satu anggota KPPS terkena musibah saat membongkar tenda pasca pencoblosan.

Petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia yakni Ketua KPPS 63, Desa Simpangan, Cikarang Utara, atas nama Budi. Selanjutnya, anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kerta Rahayu, Kecamatan Setu, atas nama Boris; dan petugas penertiban TPS 26, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, atas nama Ramdani.

Sedangkan petugas yang mengalami luka yakni anggota KPPS 112, Kecamatan Babelan. “Saat ini ketiga petugas itu sudah dikebumikan,” ujar Ketua KPU Kabupaten Bekasi Jajang Wahyudin, Selasa (23/4/2019). (Baca juga: 5 Petugas KPPS dan Satu Pengawas Pemilu di Bogor Meninggal Dunia)

Jajang menjelaskan, Boris meninggal dunia satu hari menjelang pemilihan karena kelelahan mempersiapkan pencoblosan. Sementara Budi meninggal dunia karena kelelahan pasca pemilihan 17 April 2019 lalu.

Baca Juga:

Adapun anggota KPPS 112 Kelurahan Bahagia terkena musibah saat membongkar tenda pasca pencoblosan.”Beliau terluka hingga akhirnya dirawat di rumah sakit dan mendapatkan beberapa perawatan khusus dari tim dokter,” jelasnya. (Baca: Total Sudah 91 Petugas KPPS yang Meninggal Dunia)

Menurut dia, Pemilu Serentak 2019 ini memang memakan energi hingga akhirnya banyak penyelenggara pemilu yang kelelahan dan akhirnya sakit dan tumbang. Saat ini, pihaknya tengah mengupayakan ke KPU Jawa Barat untuk menginventarisir petugas yang sakit maupun meninggal dunia untuk mendapatkan santunan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi, Akbar Khadafi, mengaku sudah mengetahui terkait musibah yang dialami petugas penyelenggara pemilu. Dia berharap jasa mereka tak dilupakan begitu saja. “Mereka ada yang kelalahan sampai merenggang nyawa. Kita turut berduka sedalam-dalamnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, dua orang Ketua KPPS di Kota Bekasi meninggal dunia seusai melakukan proses pemungutan dan penghitungan suara pada Rabu (17/4/2019) lalu. (Baca juga: Kelelahan, Dua Ketua KPPS di Bekasi Meninggal Dunia)

Petugas atas nama Ahmad Salahudin (43) meninggal setelah tertabrak truk seusai melakukan penghitungan suara di TPS 81 Kranji. Sedangkan Fransikus Asis Ismantara (53), tewas karena kelelahan setelah menjadi Ketua KPPS 31, RT 7/2, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Korban Ismantara meninggal dunia di RS Saint Elisabeth Rawalumbu, Jumat (19/4/2019) pukul 04.40 WIB. Sebelumnya korban ambruk karena kelelahan.

(thm)

Bendung Katulampa Siaga II, Jakarta Diimbau Waspadai Banjir Kiriman

loading…

Kondisi terkini ketinggian muka air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, malam ini. Foto: Ist

BOGOR – Hujan deras masih terus mengguyur wilayah Bogor malam ini. Akibatnya ketinggian air di Bendung Katulampa, Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor, terus naik dan malam ini sudah mencapai 170 centimeter (cm).

“Dengan tinggi muka air (TMA) Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa 170 centimeter, maka statusnya kini Siaga II. Saat ini cuaca di Bogor, khususnya kawasan Puncak dan Katulampa, masih hujan,” ujar Kepala Petugas Jaga Bendung Katulampa, Andi Sudirman, Selasa (23/4/2019) malam.

Hujan deras sudah mengguyur wilayah Bogor, terutama di kawasan Katulampa, sejak Selasa (23/04) petang dan terus berlangsung hingga pukul 21.00 WIB.
(Baca juga: Malam Ini Bogor Diguyur Hujan Deras, Bendung Katulampa Siaga III)

Kenaikan debit air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa tersebut sudah terjadi secara bertahap, yang semula pada pukul 18.00 hanya 30 centimeter atau berstatus normal, mendadak naik secara drastis.

Baca Juga:

“Tiba-tiba setengah jam kemudian tepatnya pukul 18.29 WIB, tinggi muka air Bendung Katulampa langsung naik drastis menjadi 110 dan masih bertahan hingga sekarang,” katanya.

Berselang satu, jam hujan sempat mereda atau hanya gerimis, tepatnya pukul 20.00 WIB. Ketinggian air juga sempat turun menjadi 90 centimeter. Namun 45 menit kemudian, hujan deras kembali turun sehingga membuat TMA di Bendung Katulampa naik lagi menjadi 170 centimeter.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung, khususnya di wilayah Jakarta, agar mewaspadai air kiriman,” ucapnya.

Diperkirakan air kiriman dari Bogor akan tiba di Jakarta dalam waktu sembilan jam ke depan. “Kami terus lakukan koordinasi dengan BMKG dan petugas pintu air lainnya di Sungai Ciliwung untuk memantau ketinggian debit air,” pungkasnya.

(thm)

Hadang Kereta Api, Pria 50 Tahun Tewas Terseret Sejauh 100 Meter di Bekasi

loading…

BEKASI – Seorang pria paruh baya tewas tersambar kereta api di perlintasan kereta api, Perumahan Kompas, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kota Bekasi, Selasa (23/4/2019). Korban bernama Cahyono, (50) diduga nekad mengakhiri hidupnya dengan menabrakan diri ke kereta api yang sedang melintas.

Kapolsek Tambun, Kompol Rahmat Sujadmiko, membeberkan, peristiwa memilukan itu terjadi pukul 08.50 WIB. Saat itu, 30 menit sebelum tewas tertabrak, korban sudah memetakan lokasi bunuh diri di perlintasan tersebut. “Keterangan saksi, sebelum kejadian korban sempat datang melihat-lihat lokasi,” ujar Kapolsek saat dikonfirmasi wartawan.

Menurut dia, penjaga sempat memerintahkan korban untuk menjauhi rel karena akan ada kereta api yang melintas. Lokasi kejadian memang hanya berjarak sekitar 100 meter dari pos jaga perlintasan. “Karena membahayakan, petugas meminta korban untuk pergi dan korban menurut dan pergi,” katanya.

Baca Juga:

Tak lama kemudian, korban tiba-tiba keluar dari salah satu warung dan kembali berlari menuju perlintasan kereta api. Di saat bersamaan, kereta jurusan Gambir-Jogjakarta dengan nomor KAIS 12700 dari arah Barat ke Timur melintas dengan kecepatan penuh langsung dihadang oleh korban. “Korban langsung menghadang kereta api hingga terseret sekitar 100 meter,” ungkapnya.

Warga yang melihat kejadian langsung berteriak dan berusaha menyelamatkan korban. Sayang, korban sudah tewas ditempat dengan kondisi mengenaskan.

Rahmat menduga korban sengaja menabrakkan diri ke kereta yang melintas. Petugas sudah mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi. “Dugaan kami bunuh diri, tapi masih kita selidiki motif atau latar belakangnya,” pungkasnya.

(thm)

Demi Rakyat, Rektor Pakuan Minta Kedua Capres Stop Saling Klaim Kemenangan

loading…

Rektor Universitas Pakuan Bogor, Profesor Bibin Rubini. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Rektor Universitas Pakuan Bogor, Profesor Bibin Rubini, meminta kepada kedua kubu pasangan calon presiden peserta Pemilu 2019 tidak saling mengklaim kemenangan. Ia percaya siapun pemenangnya pasti akan bekerja untuk rakyat.

Dia mengibaratkan, pilpres sebagai sebuah pertandingan sepakbola yang sangat menjunjung tinggi sportivitas. Sehingga, kemenangan yang diraih tidak menciderai. “Di mana kemenangan itu akan diterima oleh masyarakat dengan hepi,” kata Bibin, kepada wartawan, di Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (23/4/2019).

Sebagai bagian masyarakat, dia melihat siapapun presidennya bukan produk impor dari negara lain. Artinya, siapapun yang terpilih pasti akan berjuang penuh untuk seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga:

“Maka dari itu, jangan sampai nilai-nilai yang sudah dibangun menjadi hancur gara-gara berebut kemenangan. Jangan sampai kebersamaan dikorbankan,” ucapnya.

Menurut dia, Indonesia akan menjadi negara maju jika para pemimpinnya selalu mengedepankan kepentingan umum di atas kepentingan golongan dan pribadi.

“Jadi, jangan berebut kepentingan sesaat dengan mengorbankan kepentingan bangsa ini. Siapapun pemimpinnya, harus menjadi junjungan masyarakat semua,” tukasnya.

(thm)

Pasutri Pembunuh Dufi yang Mayatnya Ditaruh di Drum Divonis Hukuman Mati

loading…

BOGOR – Tiga terdakwa kasus pembunuhan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi yakni Nurhadi, Sari dan Dasep menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam sidang ini, terdakwa Nurhadi dan Sari dijatuhi pidana mati oleh majelis hakim karena terbukti secara sah melakukan pidana pembunuhan berencana.

“Memutuskan terdakwa Nurhadi dan Sari Muniarsih telah terbukti secara sah melakukan pembunuhan berencana. Menjatuhkan pidana terdakwa-terdakwa tersebut dengan pidana mati,” ucap Hakim Ketua Ben Ronald, sambil mengetok palu, Selasa (23/4/2019).

Baca Juga:

Sementara, untuk terdakwa Dasep alias Yudi yang merupakan rekan Nurhadi dan Sari dijatuhkan hukuman penjara 10 tahun karena terbukti turut membantu dalam pembunuhan berencana tersebut. (Baca: Pelaku Pembunuhan Dufi Ternyata Pasangan Suami Istri)

“Terdakwa Dasep alias Yudi terbukti secara sah membantu pembunuhan berencana dan menjatuhkan hukuman pidana penjara 10 tahun,” tegas Ronald.

Seperti diketahui, Abdullah Fithri Setiawana alias Dufi ditemukan tewas dalam drum plastik oleh pemulung di kawasan industri Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu 18 November 2018 lalu. (Baca juga: Polda Jawa Barat Kembali Ciduk Satu Pembunuh Dufi di Sukabumi)

Dalam kasus ini, polisi menetapkan tiga tersangka yakni pasangan suami istri M. Nurhadi dan Sari. Sedangkan satu tersangka lainnya Yudi, hanya membantu mereka membuang jasad korban.

(ysw)

Begini Sepak Terjang Begal Motor Sadis Asal Pendeglang di Jakarta Barat

loading…

Kasat Reskrim AKBP Edi Suranta Sitepu (dua kanan), Kanit Krimum Iptu Dimitri Mahendra (kanan), dan Kasubag Humas Kompol Marbun (kiri) melihatkan barang bukti hasil kejahatan para tersangka, di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (23/4/2019). Foto: KORAN

JAKARTA – Jatanras Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menggulung komplotan begal sadis asal Pandeglang, Banten, yang kerap beraksi di wilayah Palmerah, Jakarta Barat. Empat pelaku yakni Ki (27), SJ (29), MO (24), dan TK (24), terpaksa ditembak polisi karena melawan. Ki yang merupakan koordinator kompolotan begal sadis itu akhirnya meregang nyawa.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu, menyebutkan, para pelaku merupakan pemain lama. Hukuman penjara bertahun-tahun yang sudah pernah dirasakan keempatnya tak membuat jera.

Bermodal keahlian dalam mengendarakan motor, keempatnya kemudian merampok dan sejumlah pejalan di Jakarta. Sedikitnya 1-2 sepeda motor berhasil mereka gasak dalam sehari.

Baca Juga:

Dipersenjatai senjata tajam jenis golok dan senpi rakitan, para pelaku kerap mencari mangsa menjelang subuh. Jalanan yang sepi menjadi sasaran utama. Kurang dari dua menit sepeda motor berhasil digasak pelaku. (Baca juga: Dikenal Kejam, Polres Jakbar Tembak Mati Bos Begal Motor Asal Pandeglang)

Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, Iptu Dimitri Mahendra, menambahkan, informasi yang berhasil dihimpun diketahui KI kerap mengajak sejumlah orang, khususnya yang berasal dari Pandeglang, Banten, untuk merampok.

Dengan berkumpul di kawasan Rawa Bokor, Kalideres, Jakarta Barat, para pelaku menyisir jalanan. Mereka tidak mengetahui betul jalanan Jakarta, sehingga pencarian korban dilakukan secara acak.

“Jadi pelaku menyisir jalanan dan mencari korbannya. Mereka sebenarnya tidak tahu jalan, jadi asal jalan dan mencari korbannya,” kata Dimitri.

Khusus untuk Ki, sepak terjangnya sudha cukup meresahkan. Ia kerap beraksi di jalanan dan melukai korbannya. Ia tak segan meletuskan senjata bila korbannya melawan. “Waktu di Palmerah, korbannya pasrah, karenanya tak terluka,” ucapnya.

Hingga kini penyidikan terhadap kasus ini masih dikembangkan. Polisi masih memburu pelaku lain, khususnya penadah sepeda motor curian. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dan Kekerasan dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(thm)

Dikenal Kejam, Polres Jakbar Tembak Mati Bos Begal Motor Asal Pandeglang

loading…

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu merilis komplotan begal motor asal Pandeglang yang mereka amankan. Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf

JAKARTA – Aksi sadis koordinator begal motor asal Pandeglang, Banten, berinisial Ki (27), tamat. Pria kejam kini tewas setelah timah panas polisi menembus dadanya.

Ki dieksekusi mati karena melawan petugas saat hendak mengembangkan kasusnya di kawasan Kali Sekretaris, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Ia kala itu meletuskan pistolnya ke arah petugas.

“Sempat terjadi baku tembak sebelum akhirnya kami lumpuhkan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu di Polres Jakarta Barat, Selasa (23/4/2019).

Baca Juga:

Sekalipun saat kejadian Ki sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak bisa diselamatkan. Ia meninggal beberapa menit saat tiba di rumah sakit. Dari tes urine dan darah yang di lokasi, diketahui dia positif amphetamine. “Sementara keempat pelaku lain masih kami cek dan menunggu hasilnya,” kata Edi.

Sebelumnya, Jatanras Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menembak komplotan begal yang beraksi di Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (22/4/2019). Tiga pelaku yakni SJ (29), MO (24), dan TK (24), ditembak setelah melawan petugas.

Selain melumpuhkan ketiganya, satu pelaku berinisial SI (17), ikut diamankan petugas. Ia menyerah beberapa saat sebelum polisi melutuskan tembakan peringatan.

(thm)

Pantau PPK di Depok, Kapolda Metro: Penghitungan Suara Masih Aman dan Lancar

loading…

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono (kiri). Foto: Dok/PMJ

DEPOK – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menegaskan situasi keamanan di wilayah hukumnnya hingga kini masih aman dan terkendali pascapencoblosan 17 April lalu. Proses penghitungan suara di tingkat kecamatan juga masih berjalan aman dan lancar.

“Secara keseluruhan sampai dengan hari ini terkait dengan pemilu, khususnya penghitungan suara di PPK, relatif aman dan tidak ada kejadian yang menonjol,” ujar Kapolda saat meninjau proses penghitungan suara Pemilu 2019 di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pancoran Mas Depok, Selasa (23/4/2019).

Secara khusus di Depok, Kapolda memastikan situasinya masih kondusif. Hal ini berdasarkan pengecekannya langsung di lapangan. “Yang pertama kami tinjau, melihat bagaimana situasi di wilayah Depok secara keseluruhan. Apakah dalam kegiatan penghitungan suara di PPK-PPK wilayah Depok ini aman atau tidak. Kapolres menyampaikan aman. Tentunya saya ingin melihat langsung. Ternyata memang kondisinya aman, tidak ada kejadian-kejadian yang menonjol,” tuturnya.

Baca Juga:

Ia memastikan kepolisian tidak akan berhenti memberikan pengamanan kendati pencoblosan telah selesai. Pihaknya masih terus bekerja melakukan pengawalan sampai seluruh tahapan pemilu selesai.

“Kami tetap menjaga penghitungan suara. Kami akan menjaga supaya petugas-petugas yang ada di dalam PPK itu menjadi aman. Karena yang kami amankan itu apa? Pertama, kotak suaranya. Kedua, petugasnya. Ketiga, rangkaian kegiatan (pemilu) tersebut. Sehingga semuanya merasa aman dan nyaman, utu tujuan kita,” ucapnya.

Pihaknya bekerja sama dengan TNI untuk melakukan pengawalan tersebut. Sinergitas diperlukan untuk mengawal proses pemilu ini selesai sampai akhir. “Kalau masyarakat melihat (kecurangan proses penghitungan suara) silakan, tapi kan ada aturannya sesuai dengan ketentuan yang telah dikeluarkan oleh Bawaslu dan KPU,” tandasnya.

Menurut dia, kekompakan multisektor menjadi penting dalam melakukan pengamanan pemilu ini. Sehingga situasi yang tercipta betul-betul kondusif. “Kami mengamankan bersama-sama dengan TNI. Bahkan tadi di PPK ini bisa dilihat, kami juga dibantu oleh teman-teman dari Satpol PP, juga teman-teman dari Pemadam Kebakaran. Saya lihat sinergitasnya sangat bagus sekali antara Polri, TNI, Satpol PP, dan Pemadam Kebakaran. Sangat kondusif kok saya lihat ya,” paparnya.

Kapolda juga menyatakan polisi siap mengawal TPS-TPS yang akan melakukan pemungutan suara ulang. Intinya, apapun tahapan pemilu yang harus dilalui maka akan selau dilakukan pengawalan dan pengamanan. “Tetap diamankan semuanya. Tidak ada satu rangkaian kegiatan pun terkait dengan Pemilu Serentak ini, khususnya pemilihan presiden dan caleg, yang tidak kami amankan,” ucapnya.

(thm)

Buru Pembunuh Anggota FBR, Polisi Bentuk Tim Khusus

loading…

JAKARTA – Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat membentuk tim khusus untuk memburu pelaku pembacokan anggota FBR Mohammad Usen di Jalan Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Saat ini polisi sudah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.

“Sekarang masih kita telusuri, olah TKP sudah dilakukan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu, Selasa (23/4/2019).

Anggota FBR, Mohammad Usen tewas bermandi darah di dekat Hotel Suba, Jalan Daan Mogot 1, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Selasa (23/4/2019) dinihari. Ia tewas usai di bacok sekelompok orang. (Baca: Dua Kelompok Orang Bentrok, Anggota FBR Tewas Dihujani Bacokan)

Baca Juga:

Saat dibawa ke Rumah Sakit, tubuh Usen bermandi darah, empat luka dipenuhi ditubuhnya, seperti lengan kanan kiri, punggung, hingga mukanya dipenuhi sejumlah luka bacok.

Kasat sendiri membenarkan kejadian itu merupakan salah paham. Saat itu dua kelompok bertikai karena terpengaruh minuman alkohol. Usen sendiri sempat melerai keduanya sebelum akhirnya meninggal karena luka bacok.

Selain menyebabkan Usen meninggal dunia, Kasat menjelasakan tiga orang tengah jalani perawatan intensif usai diserang membabi buta.

Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, Iptu Dimitri Mahendra mengatakan telah memeriksa sejumlah saksi. Bahkan CCTV di lokasi telah dipelajari.

(ysw)

Dua Kelompok Orang Bentrok, Seorang Anggota FBR Tewas Dihujani Bacokan

loading…

JAKARTA – Anggota FBR, Mohammad Usen tewas bermandi darah di dekat Hotel Suba, Jalan Daan Mogot 1, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Selasa (23/4/2019). Ia tewas usai di bacok sekelompok orang saat akan melerai keributan.

Saat dibawa ke Rumah Sakit, tubuh Usen bermandi darah, empat luka dipenuhi ditubuhnya, seperti lengan kanan kiri, punggung, hingga mukanya dipenuhi sejumlah luka bacok.

Kusnandi, anak Usen, menuturkan kejadian ini bermula ketika ayahnya tengah menongkrong di Posko FBR di kawasan itu. Kala itu menjelang pukul 01.30 WIB keributan kecil dua kelompok di Diskotek Medika, yang tak jauh dari Posko FBR.

Baca Juga:

“Yang ribut orang Kupang sama Ambon. Waktu itu sempat dilerai dan di usir oleh security (petugas keamanan),” ucap Kusnadi di temukan di rumah duka, Jalan Hemat Buntu 1, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Saat kejadian, Kusnadi menuturkan kelompok yang bertikai sempat menyambit dan melempari ke sejumlah warga yang melihat. Barulah selang beberapa menit kedua kelompok itu membubarkan diri.

Masih di lokasi itu, lanjut Kusnadi, satu kelompok itu kembali ke lokasi. Sembari membawa senjata tajam, mereka menyambit sejumlah warga yang ada di lokasi.

Termasuk, Usen yang kala itu tengah menongkrong. Pelaku yang berjumlah sekitar 20 orang kemudian menyerang Usen membabi buta. “Yang tewas hanya babe saya. Sisanya banyak yang luka,” kata Usen.

Usai kelompok itu meninggalkan kejadian. Kusnadi kemudian membopong Usen ke Rumah Sakit Royal Taruma. Sayang saat itu jenazah Usen tak bisa diselamatkan.

Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Lambe Patapang Birana membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan penyidikan. Beberapa orang telah dimintai keterangan. “Masih dalam penyelidikan yah. Masih kita cari,” tutup Lambe.

(ysw)

Anggotanya Tewas, Panglima FBR Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

loading…

POlisi memberikan police line di Posko FBR di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (23/4/2019). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Anggota FBR Mohammad Usen tewas bermandi darah diserang sekelompok orang di Jalan Daan Mogot 1, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Panglima FBR Sahrul mengultimatum agar polisi bisa menangkap para pelaku dalam tiga hari.

Panglima FBR, Sahrul saat di rumah duka meminta para anggota FBR menahan diri. Sahrul mempercayakan waktu tiga hari agar polisi menangkap para pelaku. Lewat dari itu, FBR akan turun tangan mencari pelaku.

“Kalau sampai tiga hari tidak dapat. Kita akan cari sendiri,” kata Sahrul di lokasi Rumah Duka di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Selasa (23/4/2019).

Baca Juga:

Sahrul yang kala itu datang ke rumah duka sempat ditemani massa FBR. Suasana rumah Usep kian memanas setelah ribuan orang berdatang kesana.

Usai mendoakan almarhum, Syahrul kemudian mengajak semua anggota FBR yang hadir untuk kumpul. Ia kemudian meminta sejumlah anggota menahan diri dan menghindari main hakim sendiri.

Meski demikian, dirinya meminta tenggat waktu tiga hari kepada polisi agar mengungkapkan penyidikan.

Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Lambe Patapang Birana membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan penyidikan. Beberapa orang telah dimintai keterangan. “Masih dalam penyelidikan yah. Masih kita cari,” tutup Lambe.

(ysw)

Ngotot Mau Berenang, Bocah 8 Tahun Hanyut di Kali Ciliwung

loading…

JAKARTA – Seorang bocah bernama Fikri (8) hilang di Kali Ciliwung, Jakarta Timur setelah nekat berenang kendati sudah dilarang teman-temannya. Hingga kini petugas SAR masih berusaha mencari tubuh bocah malang tersebut.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaiman mengatakan, peristiwa terjadi pada Selasa (23/4/2019) ini, korban hanyut di kali Ciliwunt, RT 06/08, Jatinegara, Jakarta Timur.
Korban saat itu tengah bermain di pinggiran kali dan berniat berenang. “Saat itu teman-temannya melarang tapi korban tatap lompat. Sempat diselamatkan temannya, tapi korban berontak hingga akhirnya terseret arus,” ujarnya pada wartawan, Selasa (23/4/2019).
Pihaknya yang menerima laporan itu, kata dia, lalu mengerahkan 14 personelnya dan 2 perahu karet guna pencarian bersama keluarga dan warga sekitar. Namun, korban hingga saat ini belum juga ditemukan.

“Korban belum ditemukan. Saat ini masih dilakukan pencarian dengan menyusuri kali Ciliwung di sejumlah titik,” katanya.

Baca Juga:

(ysw)

Malam Ini Bogor Diguyur Hujan Deras, Bendung Katulampa Siaga III

loading…

Ketinggian air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, malam ini. Foto: Ist

BOGOR – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor, khususnya di kawasan Puncak sejak Selasa (23/04) petang, membuat ketinggian air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, naik secara drastis menjadi 110 centimeter atau berstatus Siaga III.

Kepala Petugas Jaga Bendung Katulampa Andi Sudirman mengatakan, kenaikan debit air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa terjadi secara bertahap yang semula pada pukul 18.00 hanya 30 centimeter atau berstatus normal.

“Tiba-tiba setengah jam kemudian tepatnya pukul 18.29 WIB, Tinggi Muka Air (TMA) langsung naik drastis menjadi 110 dan masih bertahan hingga sekarang,” ujarnya, Selasa (23/4/2019) malam.

Saat ini, sedikitnya ada 27.000 liter air per detik yang mengalir di aliran Sungai Ciliwung melewati Bendung Katulampa, Bogor. Diperkirakan, air tersebut tiba di Ibu Kota Jakarta dalam waktu sembilan jam ke depan.

Untuk itu, Andi mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung untuk berhati-hati dengan adanya kenaikan debit air ini.

“Sekarang di kawasan hulu (Puncak) masih diguyur hujan. Kita terus lakukan koordinasi dengan BMKG dan petugas pintu air lainnya di Sungai Ciliwung untuk memantau ketinggian debit air,” pungkasnya.

(thm)

Tawuran Remaja Berdarah di Tangsel Dipicu Saling Caci Maki di Facebook

loading…

Para pelaku tawuran berdarah digiring polisi di Mapolres Tangsel, Selasa (23/4/2019). Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Tawuran antargeng di kota ramah anak, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menewaskan seorang remaja dengan 33 luka tusukan.
Tawuran melibatkan geng remaja yang berasal dari Parung Benying, Serua, Ciputat dengan geng remaja dari Gang Salak, Pondok Benda, Pamulang.

Berdasarkan penelusuran polisi, sebelum terjadi penyerangan, antara korban dan kawanan pelaku ternyata sudah janjian. Mereka saling terhubung di akun media sosial Facebook. Dari pemeriksaan chatting antara korban dan pelaku, diketahui pemicu terjadinya tawuran antargeng remaja itu akibat saling mencela dan mencaci maki.

“Akhirnya kelompok tersangka dan korban COD (janjian) untuk tawuran. Pada 19 April pukul 01.30 WIB, tersangka membawa 7 sepeda motor dengan 14 orang mendatangi TKP, membuat gerakan mendahului,” ujar Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander kepada wartawan, Selasa (23/4/2019). (Baca juga: Tawuran Geng Remaja di Tangsel, Satu Tewas dengan 33 Luka Tusukan)

Ia menceritakan, korban yang saat itu sedang nongkrong di pinggir jalan, didatangi dan langsung diserang membabi buta oleh pelaku menggunakan senjata tajam jenis celurit. Dalam kasus ini polisi sudah mengamankan tujuh pelaku. Ketujuh pelaku saat ini sedang ditahan untuk menjalani pemeriksaan di Polres Tangsel.

Baca Juga:

“Dari 14 orang yang berhasil diidentifikasi, tujuh orang berhasil kami amankan. Sisanya masih buron. Mereka statusnya masih di bawah umur semua. Pelajar di Tangsel. Saat akan ditangkap, tidak ada perlawanan,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, ketujuh remaja yang masih berstatus pelajar ini dijerat Pasal 340 KUHP dan atau 338 KUHP dan atau 170 ayat 2 ke-3 KUHP dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati. Namun, karena status tersangka yang di bawah umur, mereka terancam pidana maksimal 10 tahun penjara. Tidak hanya itu, remaja ini juga terancam putus sekolah.

(thm)

Soal Wagub DKI, Sandiaga Uno Pastikan Sudah ‘Jatah’ PKS

loading…

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. Foto/SINDOnews/Rico Afrido Simanjuntak

JAKARTA – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno meminta DPRD DKI Jakarta segera menentukan wakil gubernur DKI Jakarta. Sandiaga sendiri sudah memastikan untuk kursi wagub DKI sudah ‘diserahkan’ ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Saya sampaikan sekali saja dan saya enggak akan ngulang lagi bahwa wakil Gubernur DKI sudah ditentukan dan diserahkan kepada partai keadilan sejahtera (PKS). End of question, no more discussion,” ujar Sandiaga Uno usai makan siang bersama Ekonom Kwik Kian Gie di Rumahnya, Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019).

Dia mengatakan, PKS sudah mengajukan dua nama kadernya untuk posisi Wagub DKI Jakarta. “Dan dua nama tersebut yang ada di DPRD,” kata mantan Wagub DKI Jakarta ini.

Baca Juga:

Dia melanjutkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah meminta agar dua nama calon Wagub usulan PKS itu segera diproses. (Baca: Soal Wagub DKI, Anies Baswedan: Anggota DPRD DKI Lagi-Deg-Degan)

“Mari teman-teman DPRD lakukanlah prosesnya, pilih segera agar kinerja Pemprov DKI menjadi lebih baik,” ujar mantan petinggi Partai Gerindra ini.

Sehingga, lanjut dia, tugas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa segera dibantu oleh kehadiran Wagub nantinya. “Saya sampaikan mari para politisi jangan kedepankan pribadi,” katanya. (Baca juga: Isu Sandi Balik ke DKI, Pengamat: Jangan, Ini Soal Etika)

Sandiaga meminta DPRD segera mennggelar paripurna demi kepentingan rakyat Jakarta. “Pak Anies perlu wakilnya, cepat tunjuk. Prosesnya sudah jalan dan jangan dipolitisir lagi, jangan digoreng-goreng lagi,” paparnya.

Dia kembali menegaskan bahwa posisi Wagub DKI Jakarta merupakan jatah PKS. “Segera diputuskan dan saya mungkin ini pernyataan saya pertama dan terakhir mengenai ini,” pungkasnya.

(ysw)

Minim Saksi dan Petunjuk, Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Penemuan Mayat di Taman Kota

loading…

JAKARTA – Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus penemuan mayat perempuan hamil di Taman Kota Makassar, Jakarta Timur yang ditemukan beberapa waktu lalu. Polisi kesulitan dalam mengungkap kasus ini karena minimnya saksi dan petunjuk.

Kapolsek Makassar, Kompol L Lumban mengatakan, polisi menduga perempuan hamil itu menjadi korban pembunuhan. Pasalnya, korban meninggal akibat terkena benda tumpul di bagian dahinya. (Baca: Mayat Perempuan DItemukan Terkubur Daun Pisang di Taman Kota Makassar)

“Belum ketahuan siapa pelakunya karena saksi yang minim, baru dua saksi itu pun yang menemukan (mayat korban saja) dan tak ada petunjuk lainnya, seperti CCTV,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (23/4/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, identitas korban pun belum diketahui sehingga menyulitkan pengungkapan pelaku pembunuhan tersebut. Adapun sketsa wajah korban, sejauh ini belum selesai dilakukan sehingga belum bisa disebarkan.

Baru ciri-ciri fisik saja yang sudah sebarkan melalui brosur, tapi belum ada pihak keluarga yang melapor. “Sketsa masih belum karena kita tidak bisa membuatnya secara sembarangan, butuh kehati-hatian dan ketelitian. Nanti saat sudah tentu kita sebarkan juga,” katanya.

(ysw)

Catat, Ini Persyaratan Mudik Lebaran Gratis Bareng PT KAI

loading…

Ribuan pemudik memenuhi Stasiun Senen, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.Foto/SINDOphoto/Dok

JAKARTA – PT KAI menyiapkan sebanyak 2.500 kursi untuk mudik gratis untuk keberangkatan 26-27 Mei 2019. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi bagi masyarakat yang ingin ikut ambil bagian dalam mudik gratis tersebut.

Adapun syarat dan ketentuan pendaftaran online antara lain, program mudik gratis ini terbuka bagi seluruh masyarakat tidak berlaku bagi pegawai KAI keluarga pegawai KAI dan anak perusahaan KAI. Satu orang peserta mudik hanya boleh mendaftar satu kali keberangkatan atau pergi pulang.

Pendaftaran dibuka pada situs http://mudikbumn.co.id mulai pukul 09.00 WIB dan ditutup pada 8 Mei 2019 atau saat kuota yang tersedia telah habis.
Peserta mudik wajib memiliki bukti identitas resmi seperti KTP/ SIM/paspor/ surat keterangan identitas resmi lainnya. Untuk peserta keluarga wajib menunjukkan bukti kartu keluarga.

Baca Juga:

Satu pendaftar dapat mendaftarkan peserta mudik gratis sejumlah anggota keluarga yang wajib tercantum pada kartu keluarganya maksimal 10 peserta tidak dapat mendaftarkan pihak lain di luar itu. Satu peserta mudik dapat membawa satu infant atau bayi berusia kurang dari 3 tahun tanpa mengurangi kuota peserta namun baik dimaksud tidak mendapatkan nomor tempat duduk.

Pendaftar wajib mencantumkan nomor identitas peserta modif pada formulir pendaftaran sesuai KTP/SIM/paspor/ surat keterangan/kartu keluarga/ identitas lainnya. Bagi yang telah melakukan pendaftaran akan mendapatkan email bukti pendaftaran berisi rincian pendaftaran dan nomor pendaftaran.(Baca: KAI Siapkan 2.500 Kursi untuk Mudik Gratis Lebaran 2019)

KAI akan melakukan verifikasi data pendaftar. Pendaftar yang memenuhi persyaratan akan mendapatkan panggilan untuk melakukan daftar ulang melalui SMS dan atau email. Email atau SMS verifikasi yang berisi tanggal, waktu dan lokasi pendaftaran ulang akan dikirimkan oleh dua hari setelah melakukan pendaftaran.

Pelanggaran dari ketentuan ini pendaftar akan didiskualifikasi. Tiket kereta api pada program mudik gratis ini tidak dapat dibatalkan, diubah nama ataupun diubah jadwal. Peserta mudik tunduk terhadap segala peraturan dan ketentuan angkutan penumpang yang berlaku di lingkungan KAI.

Syarat dan Ketentuan Pendaftaran Ulang

Pendaftar telah mendapatkan SMS atau email panggilan daftar ulang melakukan pendaftaran ulang di lokasi dan waktu yang ditentukan tanpa diwakilkan peserta lainnya yang didaftarkan oleh pendaftar tidak perlu datang.(Baca: KAI Siapkan 2.500 Kursi untuk Mudik Gratis Lebaran 2019)

Pendaftar membawa dokumen lengkap seperti bukti identitas resmi sesuai dengan yang didaftarkan. Untuk peserta satu keluarga seluruh peserta yang didaftarkan oleh pendaftar wajib tercantum dalam kartu keluarga yang sama. Membawa print out email atau menunjukkan SMS panggilan daftar ulang mudik gratis.

Memberikan fotocopy bukti identitas peserta mudik berupa KTP/SIM/paspor suket/identitas lainnya dan kartu keluarga (jika mendaftarkan anggota keluarga lainnya). Pendaftar yang tidak melakukan daftar ulang pada waktu yang ditentukan dianggap mengundurkan diri beserta mudik yang telah melakukan daftar ulang akan mendapatkan tiket KA sesuai dengan yang dipesan.

(whb)

Tawuran Geng Remaja di Tangsel, Satu Tewas dengan 33 Luka Tusukan

loading…

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander memperlihatkan jenis senjata tajam yang digunakan pelaku saat tawuran. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan

JAKARTA – Tawuran antargeng remaja di kota ramah anak, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, kembali terjadi. Tawuran terjadi antara geng remaja yang berasal dari Parung Benying, Serua, Ciputat dengan geng remaja dari Gang Salak, Pondok Benda, Pamulang.

Dalam tawuran ini seorang remaja dari geng Parung Benying, tewas dicelurit. Remaja bernama Steven Saulus Kevin (22), warga Jalan Suka Bakti I, RT04/06, Serua Indah, Ciputat, itu ditemukan tewas bersimbah darah dengan 33 luka tusukan.

Korban yang saat itu sedang bersama dua orang temannya, ditemukan tergeletak di pinggir jalan. Sedangkan dua orang rekannya, langsung mengambil langkah seribu, kabur membiarkan korban dihabisi pelaku. Mayat korban lalu dievakuasi ke RS Fatmawati. Dari hasil pemeriksaan medis ditemukan korban menderita 33 luka tusuk, sayat, dan bacokan celurit.

Baca Juga:

Rekan korban, Pandu Febriansyah, mengatakan, saat kejadian dirinya dan kedua temannya sedang asyik ngopi. Tiba-tiba mereka didatangi oleh sekitar 14 remaja yang menunggangi tujuh sepeda motor dari kelompok Gang Salak. “Mereka langsung turun dan menghampiri kami,” kata Pandu, kepada wartawan, di Polres Tangsel, Selasa (23/4/2019).

Pandu tidak tahu sebab rombongan remaja itu menghampirinya. Beberapa orang dari rombongan itu lalu terlibat cekcok mulut dengan korban Steven. “Mereka langsung melakukan pengeroyokan dan tanpa diduga, para pelaku langsung membacok korban secara berulang-ulang ke arah bagian kepala, punggung, bawah ketiak kanan, dan tangan kanan,” paparnya.

Melihat hal itu, Pandu dan seorang rekannya langsung melarikan diri. Hingga akhirnya mereka selamat. Namun nahas, Steven langsung tewas, terkapar di jalanan.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander mengatakan, kejadian ini berlangsung pada Jumat, 19 April lalu. Saat menerima laporan keributan remaja itu pihaknya langsung menerjunkan anggota ke lokasi, dan melakukan pemeriksaan di lokasi.

“Korban ditemukan bersimbah darah, dekat rumah makan, di Ciputat. Lalu korban dibawa ke RS Fatmawati, dan hasilnya di tubuh korban, mulai dari jantung dan kepala, ada 33 tusukan benda tajam,” jelasnya.

Dalam kasus ini polisi sudang mengamankan tujuh pelaku. Ketujuh pelaku saat ini sedang ditahan untuk menjalani pemeriksaan di Polres Tangsel.

(thm)

Mayat Pria dengan Wajah Membengkak Ditemukan di Sungai Ciliwung

loading…

BOGOR – Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan dalam kondisi mengenaskan di aliran Sungai Ciliwung, Kampung Kaum Pandak RT 02/03, Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (23/04/2019).

Temuan mayat yang sempat menggegerkan Karadenan itu pertamakali diketahui Hadiansyah Lubis (42), warga setempat saat sedang melintas di jembatan sungai Ciliwung. “Sekitar pukul 08.30 WIB saya lagi jalan menyeberang jembatan tiba-tiba melihat sesosok mayat yang tersangkut di sebuah batu besar. Saat itu saya langsung dekati, ternyata benar mayat yang wajahnya sudah membengkak,” kata Hadiansyah saksi mata kepada petugas kepolisian.

Petugas Polsek Cibinong yang mendapatkan laporan tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan evakuasi jasad korban. “Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi, saat ditemukan mayat pria tersebut mengenakan pakaian warna oranye dan celana panjang abu. Wajah sudah membengkak dan sangat sulit untuk dikenali,” ungkap Kapolsek Cibinong, Kompol Prasetyo.

Baca Juga:

Dia menjelaskan saat ini jenazah korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi untuk dilakukan pemeriksaan. “Sampai dengan saat ini proses pemeriksaan dan penyidikan masih berlangsung,” ucapnya.

(whb)

Samsat Jaktim Optimistis Capai Target Rp2,9 Triliun dari PKB-BBNKB

loading…

Sejumlah wajib pajak tengah mengantre untuk membayar PKB dan BBNKB kendaraan bermotor.Foto/SINDOphoto/Dok

JAKARTA – Unit Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) Samsat Jakarta Timur optimistis mampu mencapai target perolehan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) di tahun 2019 sebesar Rp2,9 triliun.

Kepala Unit PKB dan BBN-KB Samsat Jakarta Timur, Iwan Syaefuddin mengatakan, berbagai inovasi dan terobosan baru terus dilakukan untuk merealisasikan target tersebut. “Kita ada target harian hingga per bulan. Sehingga, pencapaian target itu dapat terukur,” kata Iwan kepada wartawan Selasa (23/4/2019).

Dia menjelaskan, optimalisasi pencapaian target dilakukan dengan dengan sejumlah cara seperti, melalui layanan jemput bola Samsat Keliling, razia gabungan, penagihan door to door kepada pemilik kendaraan yang belum daftar ulang (BDU), layanan saat akhir pekan, penambahan Gerai Samsat, serta sosialisasi melalui sosial media.

Baca Juga:

“Kami juga memberikan surat pemberitahuan kepada pemilik kendaraan satu bulan sebelum jatuh tempo pembayaran pajak. Melalui berbagai cara itu kami optimistis target yang ditetapkan bisa tercapai,” tegasnya.

Iwan meminta, para Wajib Pajak (WP) untuk melaksanakan kewajibannya. Sebab, perolehan pajak itu akan sangat berguna untuk membiayai berbagai program pembangunan di Ibu Kota. “Kami memastikan pelayanan dilakukan secara cepat dan bebas pungutan liar atau pungli. Kalau ada petugas atau staf kami yang melakukan pungli pasti langsung ditindak tegas,” ungkapnya.

Sementara, Kasubag Tata Usaha Unit PKB dan BBN-KB Samsat Jakarta Timur, HA Hendro P merinci, di tahun 2018 perolehan PKB mencapai Rp1.734.851.160.261 dan BBN-KB sebesar Rp1.099.379.724.100. “Secara kumulatif pencapaian PKB dan BBN-KB melebihi target ditetapkan atau mencapai 104,32%,” ujarnya.

Menurut dia, untuk Januari 2019 perolehan PKB mencapai Rp158.706.794.537 dan BBN-KB Rp101.638.227.400. Kemudian, untuk PKB di bulan Februari Rp133.025.338.850 dan BBN-KB Rp86.264.191.600.

“Untuk Maret 2019 penerimaan PKB mencapai Rp148.533.482.000 dan BBN-KB Rp 88.793.852.600. Rata-rata masih di atas target per bulan, masih on the track,” ucapnya.

(whb)

Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Mayat Perempuan di Taman Kota Makassar

loading…

JAKARTA – Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus penemuan mayat perempuan hamil di Taman Kota Makassar, Jakarta Timur yang ditemukan beberapa waktu lalu. Polisi kesulitan dalam mengungkap kasus ini karena minimnya saksi dan petunjuk.

Kapolsek Makassar, Kompol L Lumban mengatakan, polisi menduga perempuan hamil itu menjadi korban pembunuhan. Pasalnya, korban meninggal akibat terkena benda tumpul di bagian dahinya. (Baca: Mayat Perempuan DItemukan Terkubur Daun Pisang di Taman Kota Makassar)

“Belum ketahuan siapa pelakunya karena saksi yang minim, baru dua saksi itu pun yang menemukan (mayat korban saja) dan tak ada petunjuk lainnya, seperti CCTV,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (23/4/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, identitas korban pun belum diketahui sehingga menyulitkan pengungkapan pelaku pembunuhan tersebut. Adapun sketsa wajah korban, sejauh ini belum selesai dilakukan sehingga belum bisa disebarkan.

Baru ciri-ciri fisik saja yang sudah sebarkan melalui brosur, tapi belum ada pihak keluarga yang melapor. “Sketsa masih belum karena kita tidak bisa membuatnya secara sembarangan, butuh kehati-hatian dan ketelitian. Nanti saat sudah tentu kita sebarkan juga,” katanya.

(ysw)

Sidang Penjualan Kantor di Kuningan Place Ungkap Sejumlah Kejanggalan

loading…

JAKARTA – Persidangan kasus dugaan penipuan dan penggelapan penjualan kantor dua lantai di Lumina Tower, Kuningan Place, Jakarta Selatan, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Dalam persidangan itu terkuak sejumlah kejanggalan.

Hal itu terungkap dari pernyataan terdakwa Yusuf Valent ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Hakim Ketua Asiadi Sembiring.
Dalam persidangan hakim bertanya diantaranya terkait blanko pengikatan perjanjian jual beli (PPJB) semua unit yang dijual oleh PT KMP di Lumina Tower. Hakim bertanya apakah semua blanko menggunakan blanko atau judul PPJB yang sama.

“Kenapa konsep blanko PPJB-nya tetap menggunakan kantor?” tanya Hakim Asiadi dalam persidangan, Senin 22 April 2018. “Saya tidak tahu, karena tidak menandatangani PPJB itu,” jawab dari Yusuf Valent. (Baca juga: PN Jaksel Kembali Gelar Sidang Kasus Dugaan Penipuan Pembelian Kantor)

Baca Juga:

Padahal, terdakwa lewat PT KMP sejak tahun 2006 sudah memasarkan atau menjual lantai-lantai kantor yang ada di Lumina Tower. Jadi hampir selama 10 tahun lebih, Yusuf Valent tidak mengetahui siapa konseptor di balik pembuatan PPJB-PPJB atas penjualan lantai-lantai kantor yang dijual oleh perusahannya.

Yusuf Valent baru mengetahui soal blanko atau konsep PPJB itu setelah adanya kasus pengaduan yang ditujukan kepada dirinya di tahun 2017. (Baca juga: Bos Pengembang Kuningan Place Jadi Terdakwa Kasus Pidana Penipuan)

Dalam keterangan sebelumnya, ketika menjawab pertanyaan Jaksa, terdakwa menyatakan bahwa semua penjualan lantai-lantai kantor harus dengan seizinnya. Seandainya terdakwa tidak mengeluarkan izin atau mengesahkan penjualan kantor itu, maka penjualan tidak bisa dilakukan.

Yusuf Valent juga menyatakan bahwa semua unit-unit lantai yang bukan lantai 7 dan 8 menggunakan PPJB yang sama. Bahkan, termasuk untuk gudang sekalipun yang berada di lantai 2. Itu juga dijual dengan judul yang sama PPJB-nya untuk unit ruang kantor atau non-hunian. “Seperti itu juga judulnya?” tanya Jaksa. “Iya,” jawab Yusuf Valent.

Kejanggalan selanjutnya soal keterangan terdakwa mengenai surat kuasa yang diberikan kepada Ferry Suhardjo, manajer keuangan PT KMP. Terdakwa menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui jika PPJB yang dibuat oleh Ferry mencantumkan judul penjualan lantai kantor.

Soalnya, Yusuf hanya memberikan kuasa kepada Ferry untuk mengurus dan memproses PPJB. “Saya tidak menyuruh yang bersangkutan menerima kuasa untuk menuliskan unit ruang kantor,” bela Yusuf. (Baca juga: Saksi Ahli Ungkap IMB Kuningan Place Dinilai Melanggar)

Terdakwa juga menyatakan bahwa dalam rangka memberikan surat kuasa kepada Ferry Suhardjo, tidak pernah ada pembicaran lisan antara dirinya dengan Ferry. Komunikasi dilakukan lewat email-email. Salah satunya, email dari Yusuf Valent kepada Ferry Suhardjo, yang berisi mengenai dua lantai office tower. Di sini komunikasi itu mengenai lantai 7dan 8 office Lumina tidak dapat disangkal.

Sang Hakim kemudian menegaskan soal pemberian surat kuasa itu. Hakim menyatakan bahwa ketika terdakwa memberikan surat kuasa, maka si pemberi kuasa tidak bisa menyangkal lagi karena tidak tahu. “Karena saudara yang kasih kuasa. Apa yang ditandatangani dalam surat kuasa menjadi tanggung jawab saudara,” kata Hakim.

Dengan pernyataan hakim itu jelas, Yusuf Valent tak bisa berkelit dan menghindar dari tanggung jawab yang mesti dipikulnya. Bagaimana pun terdakwa merupakan direksi sekaligus pemegang saham PT KMP melalui kepemilikan di PT Trojan Propertindo.

(thm)

Caleg PAN Klaim Suara Partai di Dapil 1 Kota Bekasi Naik 2 Kali Lipat

loading…

Caleg PAN untuk DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti (kanan) memperlihatkan data C1 Pileg 2019.Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya

BEKASI – Perolehan suara Partai Amanat Nasional (PAN) untuk DPRD Kota Bekasi mengalami peningkatan hingga dua kali lipat. Peningkatan itu berada di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 (Bekasi Timur-Bekasi Selatan).

“Syukur Alhamdulillah, total perolehan suara PAN DPRD Kota Bekasi di Dapil 1 Bekasi naik dua kali lipat. Kami optimis untuk DPRD, PAN raih satu kursi,” kata Calon Legislatif (Caleg) PAN untuk DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti pada Selasa (23/4/2019).

Menurut Evi, total perolehan suara PAN di Dapil 1 Bekasi yang mencakup Kecamatan Bekasi Timur dan Selatan pada Pemilu 2014 mencapai 8.697 suara. Sementara real count internal berbasis C1 pada Pemilu 2019 ini dengan data masuk sebanyak 94% atau 1.255 TPS dari 1.324 TPS menunjukkan perolehan 18.819 suara.

Baca Juga:

Untuk satu kursi DPRD Kota Bekasi ini diprediksi akan diraih oleh Evi dengan hasil sementara memperoleh 6.085 suara unggul dari caleg PAN DPRD Kota Bekasi dari Dapil 1 Bekasi lainnya. Meningkatnya perolehan suara PAN ini disebut Evi buah dari kerja keras para kader dan relawan.

“Saya apresiasi para kader, relawan Bekasi, khususnya Ketua PAN Bekasi atas kerja kerasnya hingga suara PAN berhasil naik,” ungkap Evi yang juga Founder Bekasipreneur. Untuk itu dia berharap tidak ada kecurangan pada penghitungan suara.

Evi juga meminta kepada semua pihak untuk mengawasi proses penghitungan suara hingga selesai.”Saya berharap fenomena penggelembungan suara tidak terjadi di Bekasi. Mari sama-sama kita awasi agar tidak terjadi penggelembungan suara. Terima kasih pada warga Bekasi dapil 1. Insya Allah kami akan amanah menjaga komitmen,” ucapnya.

(whb)

Jelang Ramadhan, Satpol PP Terus Awasi Tanah Abang dari Serbuan PKL

loading…

Jembatan Penyeberangan Multiguna atau Skybridge di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: dok/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Menjelang Ramadhan, Satpol PP DKI Jakarta terus mengawasi kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat dari serbuan pedagang kaki lima (PKL). Untuk meminimalisir bentrokan dengan PKL saat penertiban, Satpol PP DKI melakukan pendekatan humanis.

Kini Satpol PP dalam penertiban menggunakan spanduk dan toa serta berkeliling ke jalan-jalan untuk mengingatkan para PKL agar tidak berjualan di jalan dan trotoar sekitar pasar.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan, sekarang Satpol PP memakai pola yang humanis untuk membuat kawasan Tanah Abang menjadi tertib. Kini petugas membawa spanduk keliling dan menggunakan pengeras suara untuk menyampaikan pada masyarakat tidak boleh berdagang di jalan dan trotoar. (Baca: Trotoar Jati Baru Disterilisasi, 75 Petugas Satpol PP Ikut Berjaga)

Baca Juga:

“Kami lakukan dengan cara seperti itu tanpa harus benturan fisik,” ujar Arifin kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Arifin mengatakan, prinsipnya satpol PP itu menegakkan peraturan daerah. Jadi mereka yang menggunakan tempat-tempat yang dilarang itu seperti Jalan trotoar yang ditempati pedagang tetap kita akan tertibkan. “Skybridge sudah ada Jadi nggak ada alasan lagi jualan di bawah,” terangnya. (Baca juga: Tak Dapat Lapak Skybridge, PKL Akui Terpaksa Jualan di Trotoar)

Menurutnya, menjelang bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, PKL Tanah Abang biasanya makin banyak, jika ini terjadi kami akan tambah lagi personel.

“Kami berharap muncul kesadaran dari seluruh pihak untuk tetap menjaga kawasan Tanah Abang tetap tertib. Pemerintah daerah juga sudah menyiapkan tempat untuk berdagang,” katanya.

(ysw)

Polisi Kesulitan Identifikasi Mayat Wanita Hamil di Taman Kota Makasar

loading…

JAKARTA – Polisi hingga kini masih belum bisa mengungkap kasus kematian perempuan hamil di Taman Kota dekat Tol Jagorawi, Makasar, Jakarta Timur. Korban sebelumnya ditemukan dalam tumpukan daun pisang.

Kapolsek Makasar, Kompol L Lumban, mengatakan, hingga kini polisi belum mengidentifikasi siapa sosok perempuan hamil yang ditemukan tewas di Taman Kota Makasar beberapa waktu lalu itu. Pasalnya, belum ada pihak keluarga yang mengenali korban.

“Sampai saat ini belum ada pihak keluarga yang melapor ke kita, sehingga korban pun masih belum teridentifikasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (23/4/2019). (Baca juga: Mayat Perempuan Ditemukan Terkubur Daun Pisang di Taman Kota Makasar)

Baca Juga:

Tim medis sudah mengambil sampel DNA dan darah korban, hanya saja tidak ada sampel pembanding sehingga korban belum bisa teridentifikasi. Polisi berharap ada pihak yang mengenali korban sehingga kasusnya bisa segera terungkap.

“Harapan kami ada keluarga atau rekan korban yang mengenali sehingga bisa teridentifikasi. Bila sudah, tentunya kami bisa mengungkap pula pelakunya,” katanya. (Baca juga: Polisi Duga Mayat Wanita Hamil Sengaja Dibuang di Dekat Tol Jagorawi)

Diketahui, jasad wanita hamil itu pertama kali ditemukan oleh warga bernama Irfan Jaya (20) dalam keadaan terkubur ditutupi daun pisang dengan tangan terlihat, Minggu 7 April 2019.

(thm)

PKS Kota Bekasi Proyeksikan Raih 12 Kursi di DPRD Bekasi

loading…

BEKASI – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bekasi mengklaim pencapaian pemilu legislatif (Pileg) 2019 menjadi yang tertinggi jika dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Sebab, PKS di Kota Bekasi memproyeksikan mendapatkan 12 jatah kursi lebih di DPRD Kota Bekasi.

“PKS menyikapi hasil ini sebagai sebuah amanah, kepercayaan yang harus ditunaikan dan dijaga dengan sekuat tenaga untuk kehidupan yang lebih baik lagi di kota Bekasi,” ungkap Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Heri Koswara di kantornya Jalan KH Noer Ali Selatan Kavling 07, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Selasa (23/4/2019).

Heri meminta kepada kader yang terpilih duduk di parlemen agar bersikap amanah. Dia juga mengimbau agar mengutamakan kepentingan masyarakat dibanding pribadi. Apalagi peran legislator sangat penting karena mengawasi pembangunan dan penataan sebuah kota bersama eksekutif.

Baca Juga:

Tak lupa, Heri Koswara juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya untuk para saksi PKS atas dedikasi dan kinerja mereka yang telah berjuang sekuat tenaga dari sing hingga malam di TPS demi mendapatkan dokumen C1.”Termasuk kepada saksi yang saat ini masih berjuang merekapitulasi tingkat kecamatan,” katanya.

Berdasarkan data yang diterima SINDOnews dari DPD PKS Kota Bekasi, Dapil 1- 19,96% – 2 kursi; Dapil 2- 22,3%-2 kursi; Dapil 3- 19,94%- 3 kursi (potensi); Dapil 4- 20,02%-2 kursi, Dapil 5 20.41% – 3 kursi (potensi), Dapil 6 – 23,39%-3 kursi (potensi). Sehingga, diproyeksikan 12
12 kursi aman dengan potensi 15 kursi.

Sementara DPRD Provinsi Jawa Barat (Dapil Kota Bekasi dan Depok) 24,78% dengan 3 kursi aman dan potensi 4 kursi. Sedangkan untuk DPR RI (Dapil Kota Bekasi dan Depok) 22,66% dengan 1 kursi aman dan potensi 2 kursi. Meski demikian, DPD PKS Kota Bekasi menunggu hasil rekapitulasi KPU Kota Bekasi.

(whb)

Sejumlah Korban Tabrak Lari di Saharjo Masih Jalani Perawatan

loading…

JAKARTA – Ditlantas Polda Metro Jaya hingga kini masih mendalami kasus tabrak lari yang terjadi di Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan. Sejauh ini, polisi belum memeriksa korban karena masih ada korban yang dirawat di rumah sakit.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir mengatakan, penyidik masih memeriksa saksi-saksi, khususnya dari pihak korban yang mengalami insiden itu. “Sejauh ini kita sudah memeriksa beberapa dan masih ada yang belum. Sebab, korban sendiri masih ada dua-tiga yang di rumah sakit,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (23/4/2019).

Menurut dia, masih ada beberapa korban masih di rumah sakit dan tengah melakukan perawatan atas luka-lukanya itu. Hanya saja, semua luka-luka itu sudah mulai membaik dibandingkan saat kejadian.

Baca Juga:

Sama halnya dengan korban, lanjut dia, pelaku pun masih berada di rumah sakit. “Masih di rumah sakit sehingga belum bisa kami lakukan pemeriksaan,” ucapnya.

(whb)

BUMD DKI Jakarta Perkokoh GCG sebagai Sistem Integritas

loading…

Sejumlah narasumber menyampaikan materi dalam ‘Jakpro Leaders Talk’, Selasa (23/4/2019) di Jakarta Internasional Equestrian Park.Foto/SINDOnews/Okto Rizki Alpino

JAKARTA – PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memprakarsai pertemuan lintas BUMD se-DKI Jakarta untuk memperkuat Good Corporate Governance (GCG), sebagai upaya pencegahan agar terhindar dari jerat kejahatan korporasi. Acara ini digagas secara perdana oleh ‘Jakpro Leaders Talk’, Selasa (23/4/2019) di Jakarta Internasional Equestrian Park.

Direktur utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, penerapan Good Corporate Governance (GCG) bertujuan untuk memastikan penyelenggaraan dalam hal manajemen sesuai dengan koridor kepatuhan, tanpa menghilangkan sisi inovasi.”Sebagus apa pun peraturan, bila manusianya tidak mengetahui, tidak memahami atau belum tergerak untuk memahami koridor-koridor governance, maka tindak korupsi bisa terjadi,” kata Dwi Wahyu Daryoto, pada wartawan di Jakarta Internasional Equestrian Park, Selasa (23/4/2019).

Sekedar informasi GCG adalah konsep untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dengan tujuan untuk menjamin agar tujuan tercapai dengan penggunaan sumber daya se-efisien mungkin. Konsep GCG di Indonesia dapat diartikan sebagai konsep pengelolaan perusahaan yang baik.

Baca Juga:

Ada dua hal yang ditekankan dalam konsep ini. Pertama, pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi dengan benar dan tepat waktu
Kedua, kewajiban perusahaan untuk melakukan pengungkapan (disclosure) secara akurat, tepat waktu dan trasnparan terhadap semua informasi kinerja perusahaan, kepemilikan dan stakeholder.

Atas dasar ini, Jakpro membangun budaya belajar bersama dan menggandeng sesama BUMD DKI Jakarta untuk kompak memperkuat GCG, dalam upaya membangun Jakarta melalui BUMD bersih. “Judul acara BUMD bersih kite banget, mengambil dari bahasa lokal betawi agar meresap sebagi budaya yang mengakar di era kekinian,” ucap Dwi Wahyu Daryoto.

(whb)