Debat Pilpres: Jaga Empat Ring, Polda Metro Kerahkan Ribuan Personel

loading…

Polda Metro Jaya menyiapkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan jalannya debat capres dan cawapres perdana. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Polda Metro Jaya menyiapkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan jalannya debat capres dan cawapres perdana di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan. Terdapat empat ring yang menjadi fokus pengamanan.

“Untuk kegiatan debat pertama capres-cawapres, kami siapkan 2.000 personel gabungan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, kepada wartawan, Kamis (17/1/2019).

Debat capres-cawapres perdana digelar pada Kamis (17/1/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Adapun pengamanan melibatkan unsur gabungan, khususnya TNI dan Polri. (Baca juga: KPU Gelar Debat Pilpres 2019 dalam 5 Putaran)

Pengamanan debat itu, kata Argo, dilakukan di empat ring sesuai SOP. Pertama, di dalam ruangan debat. Debat itu tentunya juga dihadiri Presiden petahana, jadi pengamanannya juga bakal dilakukan Paspaspres. Lalu di ring dua atau di luar ruangan debat, tapi masih di area Hotel Bidakara, arena ini dijaga polisi dan TNI.

Baca Juga:

“Ketiga, pengamanan dilakukan di luar gedung, seperti di parkiran dan basement. Dan keempat di luar area gedung, seperti di jalanan. Ada anggota Ditlantas dan Sabhara Polda Metro yang jaga,” pungkasnya.

(thm)

DKI Terima Bantuan Jepang untuk Cegah Penurunan Tanah

loading…

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta dapatkan bantuan dari pemerintahan Jepang untuk mencegah penurunan muka air tanah. DKI memiliki teknologi baru untuk mengukur penggunaan air tanah di gedung-gedung pada 2019 ini.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, Jakarta merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang menghadapi ancaman serius terkait penurunan permukaan tanah. Untuk itu, dia menyambut baik pelaksanaan pertemuan rapat kedua Joint Coordinating Committee (JCC) proyek untuk mempromosikan penanggulangan penurunan tanah di Jakarta.

Anies berharap hasil rapat kedua ini mampu mempercepat proyek promosi penanggulangan penurunan tanah di Jakarta, yang berlangsung selama tiga tahun sampai dengan Januari 2021. Sehingga proyek ini berjalan dengan baik. Sebab, kata dia, penurunan permukaan tanah di Jakarta merupakan salah satu masalah lintas generasi yang harus ditangani secara serius dan jangka panjang.

Baca Juga:

“Penanganan ini harus belajar dari beberapa kota-kota lain di dunia yang pernah mengalami penurunan permukaan tanah seperti ini. Jepang itu mengalami penurunan permukaan tanah yang luar biasa, khususnya di Tokyo,” kata Anies di Balaikota DKI Jakarta, pada Rabu, 16 Januari 2019 kemarin.

Anies menjelaskan, Tokyo mengalami penurunan permukaan air tanah sejak awal Abad 20, dan permasalahannya selesai sejak awal 1970-an. Dia berharap bantuan dari pemerintah Jepang yang difasilitasi oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) bisa merumuskan langkah-langkah yang tepat dalam jangka panjang.

Proyek promosi penanggulangan penurunan tanah ini dikerjakan bersama oleh Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian PUPR dan Kementerian ESDM dengan Pemerintah Jepang . Pada 27 Juli 2017, telah ditandatangani Record of Discussions (RoD) on the Project for Promoting Countermeasures against Land Subsidence in Jakarta, antara JICA, Kementerian PUPR, Kementerian ESDM, Bappenas, dan Pemprov DKI Jakarta. Dokumen RoD dilatarbelakangi oleh keinginan Pemerintah Jepang untuk sharing pengalaman dan rencana aksi kota Tokyo dalam mengatasi masalah penurunan tanah.

Anies turut mengapresiasi Tim Proyek JICA dan Kelompok Kerja yang dibentuk untuk berbagai aktivitas dalam melaksanakan proyek tersebut. “Ini adalah pekerjaan lintas badan dan kehadiran JICA yang terlibat langsung dalam proyek ini bukan saja datang dengan bantuan teknologi dan sumber daya, tapi juga memiliki pengalaman praktis di dalam menyelesaikan masalah penurunan permukaan tanah di Tokyo,” ungkapnya.

Selain itu, kata Anies, pihaknya juga akan memperbaiki cara mengawasi penggunaan air tanah. Sebab, salah satu penyebab penurunan muka air tanah akibat penggunaan air tanah secara berlebihan. Menurutnya, hampir semua pemukiman, gedung perkantoran hingga kawasan industri menggunakan air tanah.

Padahal, permukaan tanah di Jakarta mengalami penurunan sekitar 7,5 cm dan bahkan beberapa wilayah itu bahkan turun sampai 17 cm pertahun. Bahkan secara keseluruhan wilayah, hampir 40 persen di area Jakarta ini di bawah permukaan air laut. Untuk itu, pada 2019 ini, Anies akan menerapkan tekhnologi baru untuk mengukur penggunaan air tanah di gedung-gedung.

“Selama ini manual, penggunaan air tanah sedikit, menurut catatan meter penggunaan air PAM-nya sedikit tapi jumlah penghuni dan kegiatannya banyak. Nah, nantinya pengukuran menggunakan digital. pengukuran itu penting sekali karena dengan pengukuran yang tepat dan lokasi yang akurat, kita bisa menemukan sebabnya sehingga bisa menemukan solusinya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan tugas, Anies memaparkan kelompok kerja yang dibentuk dengan aktivitas sebagai berikut; pertama, kelompok kerja tentang data informasi, di sini kelompok tersebut tugasnya melakukan pengumpulan data, analisis data, serta sistem pengendalian. Kemudian yang kedua, soal mitigasi. Ini tugasnya adalah menyusun tindakan-tindakan, kebijakan-kebijakan untuk pembatasan pengambilan air tanah, dan alternatif penyediaan sumber air bersih.

“Ketiga adalah soal adaptasi. Bagaimana investigasi kerusakan akibat penurunan muka air tanah. Kemudian ada bagian peningkatan kesadaran, lalu juga untuk organisasi pengelolaan antarlembaganya,” ungkapnya.

Sementara itu, pakar kebijakan publik UGM, Satria Imawan mengatakan, Pemprov DKI perlu tegas terkait penggunaan air tanah. Dia menyarankan pemprov tidak ragu membawanya ke meja hijau untuk memberikan efek jera jika memang regulasi penggunaan air tanah yang ada ditabrak dan tidak dipatuhi.

“Regulasi itu kan berguna untuk mengevaluasi jalannya di lapangan. Ketika implementasinya tidak sesuai dengan regulasi atau melanggar ya semestinya dihukum. Inspeksi itu tidak percuma, tapi jadi percuma kalau regulasinya tidak ditegakkan ke jalur hukum,” ucapnya.

(whb)

Netralitas PNS Pemkot Tangsel Diragukan, Bawaslu Lapor ke Komisi ASN

loading…

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Taryono saat dipanggil Bawaslu Tangsel, sedang menyerahkan dokumen ASN. Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Netralitas Aparatus Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), pada Pemilu 2019, dalam sorotan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tangsel. Hal ini terkait dengan adanya temuan dari Bawaslu Tangsel, tentang adanya indikasi ketidaknetralan ASN di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangsel.

Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhammad Acep mengatakan, sudah melakukan pemanggilan terhadap kedua pimpinan, tempat para ASN itu berdinas.”Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Pemadam Kebakaran sudah kami panggil dan konfirmasi terkait temuan itu,” kata Acep, kepada SINDOnews di Pamulang, Kota Tangsel, Rabu (16/1/2019).

Dalam pemanggilan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono mengatakan, ASN yang dilaporkan tidak netral itu pegawainya.”Jadi ada orang yang melapor kepada kita. Karena orang itu tidak membuat laporan, maka kami jadikan temuan. Untuk itu, harus ada investivigasi awal. Makanya, kami panggil kepala dinasnya,” sambung Acep.

Baca Juga:

Dalam temuan Bawaslu, ada satu ASN dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel yang terindikasi tidak netral. “Selain satu pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu, ada lima pegawai pada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangsel yang juga melakukan pelanggaran,” ungkapnya.

Temuan ini pun akan dilaporkan pihaknya ke Komisi ASN agar diberikan sanksi. Sebab, apa yang telah dilakukan para ASN itu tidak menunjukkan sikapnya yang netral, dengan tidak memihak kepada salah satu calon.

“Netralitas itu berdiri di tengah, tidak boleh condong ke kiri, kanan, depan, dan belakang. Harus biasa-biasa saja, jangan mendukung salah satu calon,” sambungnya.

Temuan Bawaslu ini, kata Acep, bukan yang pertama di lingkup Pemkot Tangsel. Pada 2017 lalu, sedikitnya ada 42 ASN yang ditemukan menjadi aparatur partai politik dan telah diberikan sanksi oleh Komisi ASN.

“Kami mengimbau kepada pemimpin ASN, terutama Pak Sekda Muhammad, untuk mensosialisasikan netralitas ASN ini. Karena, jika ada intruksi dari pimpinan ASN, akan sangat berpengaruh,” ungkap Acep.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Taryono mengakui dipanggil Bawaslu dan ditodong pertanyaan, terkait adanya ASN yang tidak netral. “Sudah kami klarifikasi dan panggil. Kata yang bersangkutan, itu gestur spontan. Jadi ini sudah kita temui Bawaslu. Kami sudah tegur secara lisan. Kalau yang memberikan sanksi itu ya Komisi ASN,” sambungnya.

Menurutnya, saat ini belum ada sanksi yang dijatuhkan kepada para ASN yang tidak netral itu. Sebab, menurut Taryono, kesalahan mereka masih belum jelas, dan lagi, mereka belum dipanggil oleh Bawaslu. “Yang bisa menjatuhkan sanksi ya Komisi ASN. Nanti, Komisi ASN akan merekomendasikan kepada dinas, dan sanksi kami jatuhkan,” ucapnya.

(whb)

Penjelasan Yayasan Al Kamal Jakarta Terkait Temuan Narkoba di Sekolah

loading…

Pengurus Yayasan Al Kamal Jakarta memberikan keterangan pers terkait penangkapan pengedar dan barang bukti narkoba di sekolah tersebut.Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal Jakarta mengakui bila DL dan CP ditangkap di SMA Al Kamal oleh Unit Narkoba Polsek Kembangan, Jakarta Barat. Saat peristiwa terjadi keduanya sedang berada di dalam laboratorium sekolah.

“Dia itu anak dari Jodi, mantan pegawai kami yang sudah tidak bekerja. Mereka memang suka tidur di situ,” ungkap Ketua Pembina Yayasan Pondok Pesantren Alkamal Jakarta, Soeryo Soedibyo Mangkoehadiningrat di Universitas Al Kamal Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Sebelumnya tiga orang, berinisial AJ (29), DL (29), dan CP (30) diamankan Polsek Kembangan Jakarta Barat setelah terbukti memanfaatkan ruangan di laboratorium sekolah swasta sebagai lokasi penyimpanan sabu. Dari tempat itu, polisi menemukan 355,56 gram sabu dan 7.910 obat golongan IV.

Baca Juga:

Soeryo melanjutkan selain mengonsumsi narkoba di sekolah, keduanya juga kerap mengintimidasi sejumlah pelajar, guru, hingga pengurus yayasan. Hal ini terungkap, ketika Yayasan hendak membenahi pagar sekolah yang rusak.

Kala itu keduanya membawa serta sejumlah preman dan melarang pembenahan kawasan Al Kamal. Soeryo menegaskan, telah mencoba mengusir keduanya, namuntetap bersikukuh untuk tinggal dan bermalam di lingkungan Al Kamal sebelum akhirnya diciduk polisi. “Makanya kami bersyukur ketika ada kejadian itu,” ucapnya.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal Jakarta, Burhanuddin menambahkan, demi memberantas narkoba pihaknya bersiap semua guru, kepsek, pengurus, dan siswa untuk melakukan tes urine. Langkah ini diambil sebagai bentuk serius memerangi narkoba. “Saya katakan kami siap dengan resiko. Bila ada yang terlibat, saya pastikan mereka diproses hukum,” tegas mantan Wali Kota Jakarta Barat ini.

Tidak Ada Narkoba

Pendapat berbeda diungkapkan Sekretaris Yayasan Pendidikan Pesantren Al Kamal, Zaskia. Dia membantah semua ucapan Soeryo dan menyatakan hingga kini Jodi masih bekerja untuk yayasan. “Jadi tidak ada narkoba kok. Saat peristiwa itu terjadi, kami kumpulkan semua karyawan. Dan semuanya lengkap,” tegas Zaskia.

Zaskia kemudian membantah adanya penggerebekan narkoba seperti yang diungkapkan Pengurus Yayasan Al Kamal Jakarta. Menurutnya dua inisial yang disebutkan tidak bekerja di sekolahnya.

Zaskia mengancam akan memproses hukum semua pihak yang menyebutkan yayasannya merupakan tempat gudang narkoba. Baginya sangat tidak mungkin sekolah Al Kamal disusupi narkoba. “Saya akan proses mereka. Jangan macam macam, ini menyangkut nama baik Yayasan. Ini bukan sekolah kecil,” tegasnya.

Belakangan diketahui di Al Kamal sendiri terdapat dualisme kemimpinan, yakni Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal yang dikatakan Zaskia, dan Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal Jakarta yang dipimpin oleh Soeryo Soedibyo Mangkoehadiningrat.

Dalam perjalanannya, Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal bertanggung jawab atas Taman Kanak Kanak, SMA, dan SMK. Sementara Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal Jakarta bertanggung jawab atas SD, SMP, dan Universitas.

(whb)

Kokain Milik Asisten Pribadi Ivan Gunawan Berasal dari Belanda

loading…

Asisten pribadi Ivan Gunawan dibekuk petugas kepolisian terkait kepemilikan kokain.Foto/Istimewa

JAKARTA – Penyidik Polres Jakarta Barat menyatakan kokain yang dibawa asisten pribadi Ivan Gunawa, AJA (36) berasal dari Belanda. Hal itu terungkap setelah penyidik memeriksa AJA.

“Pokoknya, pemasoknya dari Belanda,” oke Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendrizh saat dihubungi, Rabu (16/1/2019) malam.

Penangkapan AJA sendiri tak jauh berbeda dengan artis Steve Emmanuelle yang diamankan Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, Jumat, 21 Desember 2018 lalu. Steve mengakui mendapatkan kokain dari Belanda.

Baca Juga:

Meski demikian, perbedaan keduanya ialah Steve mendapatkan kokain pada Oktober 2018 lalu. Sementara AJA mendapatkannya sebelum akhir 2018.
“Dua duanya terindikasi menyelundupkan narkoba,” tegas Erick.

Selain itu hasil tes urine yang dilakukan terhadap AJA diketahui empat zat narkoba positif didalamnya, yakni kokain, methamphetamine, MDMA dan THC. Artinya selain menggunakan kokain, AJA mengonsumsi ganja, sabu dan ekstasi.

Sementara untuk penyidikan nanti, polisi telah memanggil Ivan Gunawan sebagai saksi. Rencanaya presenter itu akan datang pukul 10.00 WIB.

(whb)

Minim Angkutan Umum, Pemkab Bogor Usul LRT Dilanjutkan

loading…

Kendaraan pribadi padati jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Foto/Haryudi/KORAN SINDO

BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, menargetkan 2019 sekitar 80 persen dari 1.748,915 kilometer total ruas jalan Kabupaten Bogor dilalui oleh angkutan umum.

“Selain berharap adanya tindak lanjut program pembangunan transportasi massal Light Rail Transit (LRT) dari pemerintah pusat maupun Pemprov DKI Jakarta dengan JA Connectionya, kita juga berupaya menyediakan angkutan umum untuk beberapa jalan,” kata Bupati Bogor Ade Yasin di Bogor, Rabu 16 Januari 2019.

Ade berharap, proyek LRT bisa berlanjut hingga ke Kabupaten Bogor, karena secara tidak langsung program tersebut membantu mengatasi persoalan transportasi publik.

Baca Juga:

“Seperti kita ketahui Cibinong dan Bojonggede itu padat penduduknya, tentu jika ada transportasi umum bisa membantu pemenuhan kebutuhan mobilitas masyarakat,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, pihaknya sedang merancang sejumlah program untuk mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan transportasi publik.

“Langkah upaya kita dalam penyediaan moda transportasi publik di Kabupaten Bogor itu banyak. Baik yang berbasis jalan dalam konteks angkutan massal, maupun rel kereta. Kita mengharapkan ada percepatan pembangunan sejumlah Transit Oriented Development (TOD) di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Menurutnya, yang terpenting saat ini pertama adalah dalam mendukung program pemerintah pusat dalam mengintegrasikan sarana transportasi Jabodetabek sebagai upaya menggeser masyarakat agar beralih dari angkutan pribadi ke umum.

“Kemudian sebagaimana target Bupati Bogor yang sekarang ini, permasalahan transportasi publik yakni jalan di Kabupaten Bogor ini masih banyak yang belum terinjak angkutan umum. Targetnya kalau tak salah 80 persen. Sekarang baru 60 persen. Targetnya ingin 80 persen jalan-jalan di Kabupaten Bogor diisi angkutan umum (angkot dan bus),” paparnya.

Terkait angkutan massal, pihaknya selalu berkordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Saat ini, pihaknya masih bekerjasama dengan BPTJ, khususnya menyangkut supply and demand.

“Sedangkan untuk yang jalan raya itu kewenangan kita. Sehingga tujuan kita sebagai pelayan masyarakat terpenuhi. Sebab sudah menjadi kewajiban kita menyediakan angkutan umum agar masyarakat dalam beraktifitas dari satu tujuan ke tujuan yang lain bisa berbiaya murah,” jelasnya.

Harapannya, lanjut dia, bukan hanya, bagaimana kita memfasilitasi pergerakan atau mobilitas masyarakat, dari sisi fungsi. Tapi jika, semua program itu berjalan berkesinambungan maka akan berdampak pula pada pertumbuhan ekonomi.

“Karena akan banyak bangkitan baru di Kabupaten Bogor sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pemodal untuk berinvestasi,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya berupaya agar persoalan transportasi umum tidak menimbulkan masalah baru terkait kemacetan. Sesuai dengan rencana induk transportasi jabodetabek, pihaknya akan mencoba membangun beberapa park and ride yang ada di Kabupaten Bogor.

“Kerja samanya dengan DKI sudah, karena kita satu kesatuan, harapannya di 2022 kerjasama menyangkut park and ride ini ada wujudnya. Khususnya di daerah yang sangat potensial adalah di Bojonggede atau Cibinong,” ungkapnya.

(mhd)

Gadai Motor Diam-diam, Istri Siri Dibacok Suami di Tangerang

loading…

TANGERANG – Aksi istri siri TG (46), yakni DI (50) memang kelewatan. Tanpa izin terlebih dahulu, dia menggadai motor milik suaminya tersebut secara diam-diam.

Saat aksinya dipergoki, bukannya menyesal dan meminta maaf, DI malah memaki suaminya tersebut. Alhasil, TG naik pitam dan langsung membacok istri sirinya itu.

Kejadian nahas ini, terjadi tepat di halaman Masjid Jamil Al-Anshor, Kavling Agraria, Kelurahan Nusa Jaya, Karawaci, Kota Tangerang, Banten, pada Selasa malam.

Baca Juga:

Usai membacok istrinya, TG langsung lari. Tidak berselang lama, dirinya pun ditangkap oleh polisi dari Polsek Karawaci. Saat ditangkap, TG pun pasrah mengaku salah.

“Pelaku kami tangkap hanya dalam waktu 30 menit setelah kejadian,” kata Kapolsek Karawaci Kompol Doddy Ginanjar kepada KORAN SINDO di Mapolsek Karawaci, Rabu (16/1/2019).

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti golok yang dipakai untuk membacok korban. Selanjutnya, pelaku TG dibawa ke kantor polisi dan dimasukan bui.

Kepada polisi, TG mengaku gelap mata. Dia kesal dengan ulah istri sirinya itu. Sebab, motor semata wayangnya dijual tanpa pemberitahuan dan izin darinya lebih dulu.

“Saya kesal. Dia menjual motor saya tanpa izin, dan bukannya minta maaf, malah memaki saya dengan kata-kata kasar. Saya menyesal, saya khilaf,” kata TG menyesal.

(mhd)

Temui Anies, Yenny dan Khofifah Minta Dukungan DKI

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Putri Presiden Indonesia keempat Abdruhman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid dan Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa menyambangi kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI. Tujuanya untuk meminta dukungan dari Pemprov DKI Jakarta terkait kegiatan ulang tahun Muslimat Nadhlatul Ulama (NU) ke-73 pada akhir bulan ini di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

Anies mengatakan, hari ulang tahun muslimah NU yang ke-73 di GBK tentunya akan membawa dampak baik bagi Jakarta. Sebab, selain mendoakan, kehadiran 100 ribu orang di GBK tentunya akan menggerakkan perekonomian. Apalagi, rencananya akan ada kunjungan ke tempat wisata, yakni Monas dan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Kami siap mendukung kegiatan tersebut. Nanti akan ada pertemuan teknisnya dan kita berharap masyarakat Jakarta juga menyambut kedatangan dari seluruh wilayah sebagai tamu bagi ibu kota,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Dalam kesempatan yang sama, Kofifah menuturkan, sebagai si empunya rumah, pihaknya harus berkoordinasi dengan Pemprov DKI untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Di antaranya yaitu, rekayasa lalu lintas, parkir, dan drop off pick up.

Tak hanya itu, eks Mensos ini meminta Anies untuk menyediakan tempat di kawasan Monas agar salah satu ikon di Ibu Kota itu bisa menjadi tempat rekreasi para peserta. Sehingga, mereka bisa membawa kenangan manis selepas pulang dari Jakarta.

“Ibu-ibu ini kan kemungkinan sore ini sudah sampai di Jakarta jadi kami sampaikan Monas menjadi sesuatu yang presides bagi ibu-ibu dari berbagai daerah jadi misalnya kalau air mancurnya lampu-lampunya bisa dimaksimalkan tentu akan menjadi bagian yang bisa memberikan kebahagiaan dan suasana yang memeberikan harapan bagi ibu pulang dengan membawa satu memori yang manis dari DKI,” ucapnya.

Sementara itu, Yenny Wahid menyatakan, sebagai ketua panitia, pihaknya mengundang Anies agar mau meluangkan waktunya untuk hadir dalam acara tersebut. Rencananya, jamaah akan memasuki GBK pukul 00.00 WIB dengan saalat tahajud bersama hingga salat subuh berjamaah.

“Jadi hari ini kita semua dari Muslimat NU oleh ketua umum, Ibu Khofifah Indar Parawansa yang juga Gubernur Jatim terpilih, menyampaikan undangan resmi pada pak Gubernur DKI,” pungkasnya.

(mhd)

FKUB Gelar Deklarasi Anti Politisasi di Tempat Ibadah Jakpus

loading…

FKUB dan tiga pilar mengunjungi tiga tempat ibadah di Jakarta Pusat, salah satunya ke Masjid Istiqlal. Foto/Komaruddin Bagja Arjawinangun/SINDOnews

JAKARTA – Polres dan Kodim 0501/Jakarta Pusat melakukan kunjungan ke tiga tempat ibadah yakni Masjid Istiqlal, Gereja Katedral hingga Vihara di Sawah Besar. Kegiatan ini juga diikuti jajaran Wali Kota Jakarta Pusat maupun Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Rombongan melakukan silaturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat setempat. Saling diskusi pun terjadi, mulai dari masalah keamanan hingga kegiatan-kegiatan masyarakat yang berlangsung di rumah ibadah itu.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu, kegiatan ini juga sebagai deklarasi pemilu damai dan melawan politisasi rumah ibadah. Deklarasi pun dilakukan di setiap rumah ibadah yang dikunjungi.

Baca Juga:

“Kami ingin menekankan sikap bersama bahwa rumah ibadah jangan sampai diisi oleh kegiatan politik praktis. Karena rumah ibadah adalah sarana masyarakat berdoa kepada Tuhannya,” kata Roma di Vihara Tri Ratna, Rabu (16/1/2019).

Roma melanjutkan, pihaknya bersama Kodim Jakarta Pusat selalu mendukung upaya mewujudkan kedamaian maupun ketertiban dalam kegiatan beribadah warganya.

“Kami selalu dukung, TNI dan Polri selalu mendukung. Kami kan deklarasi dan support kegiatan FKUB bersama pak Dandim,” jelasnya.

Sementara Dandim 0501/Jakarta Pusat Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana menilai, kegiatan ini penting untuk menciptakan kedamaian dan kesejukan dalam beribadah.

“Deklarasi ini penting agar masyarakat bisa nyaman dal beribadah. Sehingga, kedamaian dan ketertiban bisa selalu terwujud di wilayah Jakarta Pusat,” jelas Wahyu.

Ia mengatakan, jajarannya selalu mendukung kegiatan FKUB dalam menyebarkan pesan kebaikan terutama jelang Pemilu 2019.

“Kami ingin agar kegiatan ini bisa bermanfaat bagi kerukunan umat beragama di Jakarta Pusat,” jelas Wahyu.

Ketua FKUB Ahmad Katsir menjelaskan, rumah ibadah apapun tak boleh dijadikan sarana kampanye atau memecah belah.

“Tempat ibadah spesial dan suci untuk beribadah. Lainnya tak boleh dijadikan sarana apapun,” ucap Ahmad Katsir.

Ahmad mengatakan, nantinya mereka akan memasang seribu spanduk-spanduk di semua tempat ibadah di Jakarta Pusat.

“Yang masang FKUB bukan komunitas yang lain. Kami punya kepentingan FKUB menjaga tempat suci,” sebutnya.

Nantinya, lanjut Ahmad, pihaknya akan mensosialisasikan kegiatan ini ke tempat ibadah di seluruh kecamatan.

“Walau kami adanya di tingkat Kecamatan, nanti di Kecamatan ada Pokja yang bakal mensosilasisikan. Kami punya komitmen menjaga tempat ibadah. Nanti ada lebih 50 persen tempat ibadah yang bakal kami kunjungi,” tutupnya.

(mhd)

Bawa Kokain, Asisten Pribadi Ivan Gunawan Diciduk Polisi

loading…

Asisten pribadi presenter Ivan Gunawan dibekuk di kosannya, Jakarta. Foto/Istimewa

JAKARTA – Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengamankan pria berinisial AJA (36). Pria yang diketahui sebagai asisten pribadi presenter Ivan Gunawan dibekuk di kos-kosannya, No.1A kamar 23, Jalan H Najihun, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 14 Januari 2019.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendrizh membenarkan penangkapan itu. Dia mengatakan, dari tangan asisten Ivan Gunawan itu, polisi menyita tiga narkoba berbeda, yakni kokain, MDMA dan ekstasi.

“Semuanya ada pada tubuh pelaku,” kata Erick ketika dikonfirmasi, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Hingga berita ini ditulis, AJA sudah resmi menjadi tahanan Satnarkoba. Namun, saat ini polisi masih meminta keterangan AJA guna memburu jaringan kokain di Indonesia.

“Masih kami lakukan pemeriksaan secara itensif,” jelasnya. (Baca juga: Terlibat Narkoba, Polisi Ciduk Penyanyi Januarisma Runtuwene)

(mhd)

Polisi Bakal Periksa Ivan Gunawan Soal Asisten Bawa Kokain

loading…

JAKARTA – Polisi bakal memanggil presenter kondang Ivan Gunawan terkait kasus narkoba yang menjerat asisten pribadinya AJA (36). Presenter yang juga artis tersebut akan diperiksa polisi sebagai saksi.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendrizh. Dia menduga, Ivan mengetahui konsumsi narkoba yang dilakukan AJA.

“Kami akan segera panggil dan periksa keterangannya sebagai saksi,” kata Erick ketika dikonfirmasi, Rabu (16/1/2019). (Baca juga: Bawa Kokain, Asisten Pribadi Ivan Gunawan Diciduk Polisi)

Baca Juga:

Sekadar diketahui, jajaran Polres Jakarta barat mengamankan seorang pria berinisial AJA (36), di Gandaria Utara, Jakarta Selatan. berdasarkan informasi, AJA merupakan seorang asisten pribadi presenter Ivan Gunawan.

Saat diamankan polisi, AJA kedapatan membawa tiga jenis narkoba berbeda, yakni kokain, metilendioksi metamfetamina (MDMA) dan ekstasi.

(mhd)

Anak Punk Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kebun Kosong Pamulang

loading…

Anak punk ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah kebun kosong bekas minimarket, dekat Prapatan Gaplek, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangsel. Foto/Hasan Kurniawan/KORAN SINDO

TANGERANG – Seorang remaja ditemukan tewas bersimbah darah, di sebuah kebun kosong bekas minimarket, dekat Prapatan Gaplek, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sore tadi.

Saat ditemukan, tubuh pria tanpa identitas ini masih hangat, dan dalam kondisi miring. Diduga, korban yang biasa mengamen dan anak punk ini jadi korban pembunuhan.

Mayat korban pertama kali ditemukan oleh seorang pengamen Reog Ponorogo, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, saksi hendak membuang air kecil dan mayat remaja itu sudah terbaring di tanah, pinggiran tembok.

Baca Juga:

Tidak ada identitas pada tubuhnya. Polisi yang langsung mengevakuasi mayat korban ke RSUD Kabupaten Tangerang menyimpulkan, korban tewas akibat luka tusuk di punggungnya yang dalam.

Kapolsek Pamulang Kompol Endang Sukmawijaya mengatakan, dalam waku 24 jam, pihaknya berjanji akan menangkap pelaku pembunuhan remaja tersebut.

“Ada luka kekerasan yang menyebabkan korban meninggal. Untuk luka korban, ada bekas luka tusuk di punggung, telinga kiri putus dan jari kelingkingan kiri putus,” katanya di Polsek Pamulang, Rabu (16/1/2019) sore.

Dilanjutkan Endang, korban baru 2-3 jam tewas. Hal ini diperkuat dengan tubuh korban yang masih hangat dan lemas. Luka dan darah di tubuhnya juga masih basah.

“Mayat ini baru, karena masih lemas dan belum kaku. Kemungkinan 2-3 jam lalu kejadiannya. Mayat sudah dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk visum. Dalam 24 jam, kami tangkap pelakunya,” kata Endang.

Informasi penemuan mayat anak punk ini dengan cepat menyebar. Sehingga, banyak rekan-rekan korban, sesama anak punk, yang mendatangi Polsek Pamulang. Dengan stelan serba hitam, mereka bertanya-tanya.

Anak Punk Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kebun Kosong Pamulang

Beberapa di antara kawanan anak punk itu, dengan memakai jaket hitam, badan penuh tato dan wajah penuh tindikan, mengaku sebagai kakak korban, langsung menangis.

“Benar pak, itu adik saya. Namanya Ridwan. Rumah saya di Ciputat. Saya dengar informasi ini dari teman-teman. Katanya, mayatnya dibawa polisi. Makanya, tadi saya langsung menuju ke sini,” ungkap pria itu.

Pria yang mengaku sebagai kakak korban ini, lalu dibawa masuk ke Polsek Pamulang dan langsung dilakukan pemeriksaan. Dia datang bersama empat rekannya. Tiga di antaranya wanita yang membawa ukulele.

(mhd)

Gagal Raih Piala Adipura, Kadis LH Bekasi Siap Mundur dari Jabatan

loading…

BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tahun ini kembali gagal meraih penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Gagalnya kota mitra DKI Jakarta ini diajang bergengsi daerah tersebut sudah terjadi sejak lama. Bahkan, pada tahun 2010 lalu, penghargaan Adipura dibatalkan karena ada indikasi penyuapan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi mengatakan, selama Kota Bekasi berdiri hingga kini belum pernah mendapatkan penghargaan Adipura. Namun, pada delapan tahun lalu kita dikabarkan mendapatkan piala Adipura.

“Karena bermasalah, maka pemerintah tidak dapat penghargaan bergengsi itu,” katanya di Bekasi, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, tahun ini Pemkot Bekasi kembali gagal. Hal itu terungkap saat ajang itu diumumkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 14 Januari 2019. Ada beberapa indikator yang mengakibatkan Kota Bekasi gagal mendapat penghargaan Adipura.

Pertama, minimnya kesadaran masyarakat dalam berpartisipasi pengelolaan sampah, sehingga saat penilaian di sektor itu masih rendah. Poin kedua, kata dia, tentang pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, di Kecamatan Bantargebang yang dianggap konvensional atau manual.

Sistem yang diterapkan masih memakai urugan tanah, seharusnya pemerintah daerah sudah melakukan industrialisasi sampah dengan memakai konsep sanitary landfill.

“Dua faktor itu yang membuat kita selalu kalah. Untuk itu, kami akan memperbaikinya dan agar tahun mendapatkan piala Adipura,” ujarnya.

Berdasarkan catatannya, penilaian pertama atau P1 pada bulan Maret 2018 lalu, pemerintah hanya mendapat nilai 83 poin. Kemudian penilaian kedua atau P2 pada bulan Agustus 2018 hanya mendapat 84 poin. Sehingga, kata dia, hal itu membuktikan Kota Bekasi belum mampu memdapatkan piala Adipura.

Atas kegagalan itu, dia siap mundur dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi. Keputusan siap mundur dari jabatan itu sebagai konsekuensi atas kesepakatan pakta integritas yang ditandantanganinya di hadapan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi pada pekan pertama Januari 2019.

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro mengatakan, sebenarnya Kota Bekasi sempat mendapat penghargaan Adipura pada tahun 2010. Hanya saja penghargaan itu dicabut karena diduga tersandung hukum. “Tapi setidaknya pernah menerima meski sesudah itu dicabut lagi,” katanya.

Chairoman menilai, pemerintah daerah tidak memiliki gerakan masif Adipura. Seharusnya, kata dia, pemerintah lebih menggandeng peran masyarakat agar lebih aktif sehingga kekurangan dalam pencapaian Adipura bisa terisi. “Gerakan Adipura belum menjadi gerakan masyarakat, itu yang paling krusial,” jelasnya.

Bukan itu saja, kata dia, selama ini gerakan Adipura kerap dijadikan program pencitraan kepala daerah, sehingga instrumen yang berperan bukan dari masyarakat.

“Jangan pernah gerakan Adipura dijadikan program pencitraan, tapi dilakukan secara tulus dan kerja keras agar kota tercita kita mendapatkan piala Adipura,” tegasnya.

(mhd)

Kantongi Identitas, Polisi Buru Penyuplai Narkoba ke Aris

loading…

Polisi gelar konferensi pers penangkapan Januarisman Runtuwene di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO

JAKARTA – Selain mengamankan tujuh penyalahgunaan narkoba, polisi kini tengah memburu sepasang kekasih berinisial TA dan AG. Keduanya diduga sebagai penyuplai narkoba ke Juara Indonesia Idol 2008, Januarisman Runtuwene alias Aris Idol (31).

“Identitas keduanya sudah kami kantongi,” terang Kasatres Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, IPTU Edy Suprayitno di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Sementara itu, dihadapan sejumlah wartawan Aris terus menunduk selama konferensi pers berlangsung. Dirinya berusaha menutupi mukanya menggunakan tangan meskipun masker berwarna hijau terpasang.

Baca Juga:

Saat digiring ke dalam Mapolres, Aris mulai disemuti wartawan. Hujan pertanyaan pun dilontarkan kepadanya. Dengan suara kecil Aris mengaku dirinya dijebak.

“Dijebak sama orang,” kata Aris ketika digiring ke sel tahanan Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Akibat perbuatan, ketujuh pelaku terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup dan mati lantaran dianggap melanggar pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 jo 132 ayat 1 undang undang nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sekadar diketahui, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Aris ditangkap jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok karena terlibat kasus narkoba. Aris ditangkap polisi di sebuah Apartemen kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

“Iya benar itu JW yang ditangkap,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/1/2019). (Baca juga: Tidak Laku di Dunia Hiburan Alasan Aris Gunakan Narkoba)

(mhd)

Ini Penyebab Bolak-balik Berkas Perkara Nur Mahmudi

loading…

Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail. Foto/Dok/SINDOnews

DEPOK – Penyidik Polresta Depok dianggap belum bisa melengkapi petunjuk dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok terkait soal dugaan kasus korupsi mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail. Mantan orang nomor 1 di Depok itu diduga melakukan korupsi soal pengadaan lahan di Jalan Nangka, Depok, Jawa Barat dan mantan Sekretaris Daerah Kota Depok, Harry Prihanto.

Dikembalikannya berkas Nur Mahmudi ini sudah yang ke tiga kalinya dilakukan Kejari Depok kepada polisi. Bolak-baliknya berkas ini disebabkan adanya petunjuk jaksa yang dianggap belum lengkap. Sedangkan pihak penyidik mengaku sudah memenuhi semua petunjuk jaksa.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Depok, Sufari mengatakan pengembalian berkas tersebut dilakukan lantaran masih ada yang belum dilengkapi. Namun dirinya enggan menjelaskan petunjuk apa yang dimaksud sehingga berkas belum juga lengkap atau P21.

Baca Juga:

“Dalam gelar perkara itu, penyidik Polresta Depok masih belum melengkapi berkas perkara baik formil maupun materiil,” kata Sufari di Depok, Rabu (16/1/2019).

Menurut dia, urusan lengkap itu mudah asalkan berkas perkaranya komplet. Kemudian, kasus tersebut pasti akan naik ke meja hijau.

“Persoalan di P21 kan itu mudah selama berkas P19 dari penyidik sudah dilengkapi. Selanjutnya kita teliti dan cek. Kalau sudah dinyatakan lengkap dan sempurna maka kita akan bawa ke pengadilan untuk segera disidangkan,” kata Sufari.

Dia menjelaskan, untuk melengkapi petunjuk yang dimaksud kejaksaan maka penyidik memiliki waktu 14 hari. Agar berkas dinyatakan P21 maka ada dua syarat yang harus dilengkapi. Secara formil, kata dia, setiap tindakan dan perbuatan aparat hukum harus sesuai prosedur KUHP (hukum acara) yang berlaku.

Sedangkan materil, perbuatan tersangka itu harus memenuhi unsur-unsur pasal yang disangkakan dan didukung oleh alat bukti dan barang bukti.

“Setelah dikembalikan dan kami teliti lagi, kembali tidak memenuhi unsur formil dan materil. Penanganan perkara ini sudah benar dan berjalan baik sesuai dengan KUHP. Lalu, ya kami kembalikan lagi ke penyidik Polresta Depok, bukan berarti kami menghambat. Kalau dibilang menghambat dimana tolak ukur dan indikatornya. Yang menghambat itu kalau jaksa tidak memberikan petunjuk,” ungkapnya.

Sebelum naik ke persidangan, kata dia, penyidik terlebih dahulu menyempurnakan berkas perkara yang telah ditunjukan oleh kejaksaan. Sementara dalam perkara ini, sambung Sufari, pengembalian berkas sudah ke tiga kalinya diserahkan oleh jaksa penyidik kejaksaan ke penyidik Polresta Depok.

“Ini sudah kali ketiga kami kembalikan berkas NMI dan HP ke pihak penyidik. Lagi-lagi berkas yang dilimpahkan ke kita masih belum lengkap juga baik secara formil maupun materil,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah ada perbedaan pandangan antara penyidik dan kejaksaan, Sufari membantahnya. Dia mengatakan, molornya penyempurnaan berkas ini karena masih ada petunjuk yang belum dilengkapi. Sayangnya dia enggan menjelaskan petunjuk yang dimaksud.

“Tidak semua bisa diumumkan di publik. Tidak ada itu perbedaan pandangan,” pungkasnya. (Baca juga: Polisi Limpahkan Berkas Kasus Nur Mahmudi ke Kejari Depok)

(mhd)

PLN Jakarta Raya Jamin Pasokan Listik untuk Pemilu 2019

loading…

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Ikhsan Asaad saat memberikan keterangan seputar kesiapan PLN mensukseskan Pemilu 2019 di Jakarta, Rabu (16/1/2019). Foto/Istimewa

JAKARTA – Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya tetap menjaga kontinuitas pasokan daya listrik secara optimal.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Ikhsan Asaad mengatakan, pihaknya melakukan pantauan secara khusus terhadap objek-objek vital saat pemilu di Jakarta.

Selain pemantauan, PLN juga memperkirakan beban puncak pada April 2019 yaitu 4921,82 MW. Namun pasokan listrik cukup untuk mengatisipasi beban pada saat pemilu serentak berlangsung.

Baca Juga:

“Kami pastikan untuk penyelenggaran pemilu hingga tuntas, bahkan untuk 17 April nanti untuk debat pertama capres, kami pastikan pasokan listrik siap,” kata Iksan di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Selain menyiapkan pasokan listrik, kata dia, PLN juga melakukan identifikasi lokasi penting terkait pemilu. Seperti Kantor KPU Pusat, Gedung Bawaslu, Mahkamah Kontitusi (MK), Kantor KPU DKI Jakarta.

Kantor KPU Kota/Kabupaten di DKI, kantor DDN, Balai Kota Pemprov DKI, Kantor Wali Kota, Kantor DPP Parpol Peserta Pemilu, Posko Pemenangan Paslon dan Kediaman Capres Cawapres juga tak luput dari pantauan.

“Kami juga memantau beberapa tempat penting lainnya seperti Kompleks Istana Negara, Sekretariat Negara, Bina Graha, Komplek DPR MPR RI, Mabes TNI Polri, Polda Metro jaya, Kodam Jaya, Kantor Media Massa, serta Rumah Sakit,” katanya.

Kehandalan pasokan juga disiapkan ke lokasi tempat Debat Capres Cawapres berlangsung, seperti Hotel Bidakara, Hotel Fairmont, Hotel Sultan dan Hotel Borobudur.

“Dan ini terpenting juga, pasokan listrik berlapis ke lokasi VIP pemilu serta menambahkan Automatic Change Over (ACO) dan UPS untuk menjamin kehandalan pasokan listrik,” bebernya

Iksan juga menyebutkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI, Polri dan BIN. Ini dalam rangka pengamanan aset PLN. “Jelas kami akan berkoordinasi dengan pihak keamanan. Ini sangat penting untuk kelancaran PLN memasok listrik,” pungkasnya.

(mhd)

Beraksi di Jaksel, Spesialis Curanmor Dibekuk di Puncak Bogor

loading…

Polisi menangkap pelaku kejahatan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Polisi meringkus tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan kekerasan di dua wilayah, Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat dan Jakarta Timur. MS (38), MK bin AM (42) dan SH bin S (37) diringkus setelah beraksi di Jakarta Selatan.

Kapolres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Indra Jafar mengatakan, para pelaku mengambil sepeda motor yang terparkir dengan cara merusak kunci kontak menggunakan kunci letter T. Tersangka melakukan pencurian kendaraan bermotor roda dua tersebut di berbagai daerah wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan.

“Di antaranya di depan sebuah rumah kos yang beralamat di Jalan Mampang Prapatan XI dan di Jalan Pancoran Barat VI B, Jakarta Selatan. Sejauh ini, ada 9 sepeda motor yang berhasil pelaku curi,” ujarnya pada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, tersangka MS melakukan pencurian kendaraan bermotor roda dua tersebut bersama dengan tersangka SH dan MK. Tersangka MS berperan mencari dan mengambil sepeda motor korban, kemudian membawa sepeda motor tersebut.

“Tersangka MK berperan ikut mencari dan menunggu di atas sepeda motor untuk mengawasi keadaan sekitar dan bersiaga jika dilihat oleh korban,” tuturnya.

Sedang tersangka SH, kata dia, berperan ikut mencari dan menunggu di atas sepeda motor mengawasi keadaan sekitar dan bersiaga jika dilihat oleh korban. Barang bukti yang berhasil diamankan dalam kasus itu berupa tas selempang warna cokelat, tas ransel hitam, 2 buah kunci letter T, 6 anak kunci letter T, dan 3 buah senjata tajam jenis pisau.

“Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara tujuh tahun,” katanya.

(mhd)

Terungkap Aris Sudah Kerap Konsumsi Sabu-Sabu

loading…

Januarisma Runtuwene alias Aris ditangkap saat pesta narkoba. Foto: Okezone

JAKARTA – Polisi menyebut penyanyi Januarisman Runtuwenen atau Aris sudah kerap mengonsumsi narkoba. Kepada polisi, Aris mengaku sudah beberapa kali mengkonsumsi barang haram itu.

“Hasil penyelidikan, dia (Aris) baru-baru ini memakai narkoba, tapi dia sudah tiga kali ini menggunakan itu,” ujar Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Iptu Edi Suprayitno, kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat di salah satu stasiun TV swasta nasional itu sebelumnya diciduk saat pesta sabu-sabu dengan empat rekannya, yakni Andya Sanjaya, Ade Yandi, Yoviana Saphira Pratomo, dan Aninda Mariska.

Baca Juga:

Dalam kasus ini polisi menyita barang bukti berupa narkoba dan minuman keras. Barang haram itu diperoleh Aris dari Andya Sanjaya dan digunakan di apartemen A Sanjaya. Narkoba itu dipakai bersama pemilik apartemen dan tiga orang lainnya. Mereka sebelumnya janjian bertemu melalui pesan WhatsApp.

“Jadi, mereka ini tidak saling kenal, mereka kenalnya pada saat di tempat. Mereka berkomunikasi melalui WhatsApp, JR ini diundang,” pungkasnya.

(thm)

Tidak Laku di Dunia Hiburan Alasan Aris Gunakan Narkoba

loading…

Aris mengaku menyesali perbuatannya setelah tertangkap basah sedang pesta narkoba di sebuah apartemen. Foto: Okezone

JAKARTA – Penyanyi Januarisman Runtuwenen atau Aris mengaku menyesali perbuatannya setelah tertangkap basah sedang pesta narkoba di sebuah apartemen. Ia pun menyesal tidak mendengar nasehat istri.

Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat di salah satu stasiun TV swasta nasional itu sebelumnya diciduk saat pesta sabu-sabu dengan empat rekannya, yakni Andya Sanjaya, Ade Yandi, Yoviana Saphira Pratomo, dan Aninda Mariska, serta dua orang perempuan.

“Dia mengaku menyesali perbuatannya. Dia mengaku pakai itu (sabu) karena sudah lama vakum (didunia hiburan jadi stres), saat diundang (kenalannya A Sanjaya), dia jadi ikut-ikutan,” ujar Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Iptu Edi Suprayitno, kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Aris diketahui sudah kerap mengonsumsi narkoba jenis sabu. Aris dan tiga orang lainnya mengaku mendapatkan barang haram itu dari A Sanjaya, yang juga turut ditangkap polisi. Aris mengaku hanya kenal A Sanjaya saja, sedang empat orang lainnya tak kenal sama sekali.

Saat ditanyakan apakah kelima orang itu melakukan hubungan kumpul kebo sambil melakukan pesta narkotika, Edi mengaku penyelidikannya belum sampai ke arah itu. Tapi Aris sebelumnya sudah dinasehati istrinya untuk tidak terlibat narkotika, tapi tak diindahkannya.

Kepada polisi, mereka mengaku baru kali ini melakukan pesta narkoba sambil meminum-minuman keras di apartemen A Sanjaya. Adapun hasil tes Labfor Polri, kelimanya dinyatakan positif memakai sabu.

“Jadi, lima orang yang kami tangkap itu 3 lelaki dan dua wanita. Selain itu, masih ada dua orang yang masih kami kejar. Dua DPO itu satu lelaki dan satu wanita,” tandasnya.

(thm)

Ribuan Pil Terlarang Sudah Tersebar ke Sejumlah Kota di Pulau Jawa

loading…

Unit Apartement Puri Park View, Kembangan, Jakarta Barat, yang dijadikan gudang obat terlarang. Foto: KORAN SINDO/Yah Yusuf

JAKARTA – Polsek Kembangan, Jakarta Barat menyegel sebuah unit apartement 2305 di Tower A, Unit Apartement Puri Park View, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (16/1/2019) malam. Dari tempat itu polisi menemukan 112.060 pil Gol IV.

Dalam penggrebekan ini, polisi juga menemukan sejumlah bukti lain, seperti 30 resi pengiriman ke sejumlah kota di Pulau Jawa. Artinya, selama ini sudah puluhan ribu pil terlarang yang telah tersebar di kota-kota di Pulau Jawa.

“Ini cukup banyak. Sekali pengiriman bisa sampai ribuan pil,” ujar Kapolsek Kembangan, Kompol Joko Handono, di Apartement Puri Park View, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (16/1/2019). (Baca juga: Polisi Gerebek Gudang Pil Terlarang di Apartement Puri Park View)

Baca Juga:

Unit apartemen ini disewa oleh pria berinisial BD. Kanit Reskrim Polsek Kembangan, Iptu Dimitri Mahendra menyebut, BD sudah enam bulan menyewa unit apartemen itu.

Gudang pil terlarang ini terbongkar setelah polisi mengembangkan kasus sebelumnya. Ttiga pria berinisial, AJ (29), DL (29), dan CP (30) sebelumnya diamankan Polsek Kembangani. Mereka ditangkap setelah memanfaatkan ruang sekolah kosong untuk dijadikan gudang narkoba sabu dan obat daftar G. (Baca juga: Sekolah di Kembangan Dijadikan Gudang Penyimpanan Narkoba)

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap DL dan CP, diketahui BD merupakan DPO Polda Yogyakarta. Ia buron setelah kiriman paketnya terendus polisi di sana.

Selama enam bulan menempati unit apartemen ini, polisi mengungkapkan sudah ada 10 kali kiriman obat yang dilakukan BD ke DL dan CP. Satu kiriman itu DL maupun CP mendapatkan upah sebesar Rp100-500 ribu. Bila ditambah uang penjualan, keduanya bisa meraup jutaan rupiah.

Untuk mengelabuhi polisi, BD kemudian memberikan akses kepada DL dan CP untuk masuk ke unit apartemennya. Kunci dan akses apartemen diberikan secara cuma cuma. “Jadi bisa diketahui DL dan CP merupakan kurir sekaligus pengecer,” pungkasnya.

(thm)

Truk Terbalik di Gerbang Tol Meruya Utama 1

loading…

Truk terbalik di GT Meruya Utama I, Jakarta Barat. Foto/Dok/TMCPoldaMetro

JAKARTA – Kecelakaan tunggal terjadi di depan Gerbang Tol (GT) Meruya Utama 1, Jakarta Barat. Belum diketahui penyebab kecelakaan lalu lintas tersebut.

Informasi itu dikutip dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Rabu (16/1/2019). Berdasarkan foto yang diunggah @TMCPoldaMetro, kejadian itu sekitar pukul 13.52 WIB. Saat ini, kecelakaan itu telah ditangani pihak terkait.

“Kecelakaan Truk B 9890 GQA di Gerbang Tol Meruya, sudah dalam penanganan petugas Polri,” tulisnya.

Berdasarkan foto yang diunggah itu, badan truk tersebut menutupi GT Tol Meruya Utama 1. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai kecelakaan tersebut.

Baca Juga:

(mhd)

Penyalahgunaan Narkoba, Polisi Ciduk Mantan Kekasih Syahrini

loading…

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono beserta barang bukti dan tersangka di Jakarta. Foto/Ari Sandita Murti/SINDOnews

JAKARTA – Polisi menciduk mantan kekasih artis cantik Syahrini, HS di kawasan Menteng, Jakarta Pusat karena terlibat kasus penyalahgunaan narkotika. Selain HS, polisi juga meringkus tiga orang lainnya, yakni SN, FK dan TP.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat tentang adanya penyalahgunaan narkotika di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara. Setelah dilakukan penyilidikan, polisi menemukan satu orang pelaku dalam kasus penyalahgunaan barang haram itu yakni SN.

“Lalu di restoran Yosinoya PIK, kami tangkap SN dengan barang bukti sabu 5 gram yang disimpan di dalam mobilnya. SN mengaku mendapatkan narkoba itu dari FK,” terangnya kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Saat dilakukan pengembangan, kata dia, polisi kembali meringkus FK di rumahnya, Jalan Panarukan, Menteng, Jakarta Pusat dengan barang bukti sabu 2,3 kg, yang tersimpan di dalam tas. Saat diinterogasi, FK mengaku mendapatkan sabu itu dari HK, yang masih menjadi DPO hingga kini.

“FK mendapatkan narkoba itu melalui perantara HS dan TP. Adapun HS ini disinyalir mantan (kekasih) artis Syahrini, pengakuannya juga begitu (mantan kekasih Syahrini), tapi kami tak bisa sampaikan lebih jauh karena itu lebih ke pribadi yah,” tuturnya.

Polisi, paparnya, kembali melakukan pengembangan hingga akhirnya berhasil meringkus TP di rumahnya, kawasan Petamburan, Jakarta Barat dan HS di rumahnya, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kepada polisi, keduanya mengaku mendapatkan perintah untuk menyerahkan barang haram itu pada FK melalui perintah NC dan MK.

“Adapun kedua orang itu, NC dan MK masih kami kejar dan sudah kami jadikan DPO, sama halnya dengan HK masih kami cari tahu keberadaannya. Kami juga sudah ajukan ke Imigrasi terkait pencekalan agar mereka tak bisa keluar negeri,” jelasnya.

Adapun metode pembayarannya, tambahnya, lantaran FK belum bisa membayarkannya secara penuh, FK lantas memberikan jaminan sebuah cincin blue shappire pada HS. HS sendiri merupakan orang yang mengenalkan FK kepada HK.

“Mereka kami jerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 115 ayat (2) lebih subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atau mati,” katanya.

(mhd)

Polisi Gerebek Gudang Pil Terlarang di Apartement Puri Park View

loading…

Kapolsek Kembangan, Kompol Joko Handono, menggelar konferensi pers di Apartement Puri Park View, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (16/1/2019). Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf

JAKARTA – Polsek Kembangan, Jakarta Barat menyegel sebuah unit apartement 2305 di Tower A, Apartement Puri Park View, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (16/1/2019) malam. Dari tempat itu polisi menemukan 112.060 pil Gol IV.

Kapolsek Kembangan, Kompol Joko Handono, mengungkapkan, terungkapnya gudang ini setelah pihaknya menganalisis fenomena tawuran yang kerap terjadi di wilayahnya. Dari analasis itu polisi mendapati penggunaan obat daftar G cukup marak di lingkungan pelajar dan remaja. Mereka menjadi gagah setelah menggunakan obat ini dan nekat tawuran.

Dari temuan ini, polisi kemudian mengobservasi dan mengamankan tiga pelaku di dua tempat terpisah, Rabu (9/1/2019) lalu. Dua pelaku, yakni DL dan CP diamankan di salah satu sekolah terpadu swasta di kawasan Jakarta Barat.

Baca Juga:

Penangkapan ketiga kemudian merujuk ke sebuah unit apartement 2305 di Tower A, Unit Apartement Puri Park View, Kembangan, Jakarta Barat. Disitulah polisi mendapati gudang obat ditemukan. “Saat ini kami masih memburu pelaku berinisial BD,” tegas Joko di Apartement Puri Park View, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (16/1/2019).

Pantauan KORAN SINDO, apartement itu bertipe studio. Tidak ada kamar maupun sekat yang membatasi. Seluruh obat ilegal itu tersimpan di lemari biru plasti di dalam unit.

Dimitri melanjutkan, selama enam bulan menyewa disana, BD tak sekalipun tidur. Ia hanya sesekali kesana melihat kondisi gudang dan melakukan penghitungan barang.

Kasie Pengawasan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta, Dadan Hidayat yang hadir dalam kesempatan itu mengucapkan terima atas temuan polisi. Ia menegaskan bahwa banyak obat ilegal yang tersebar di Jakarta.

Karenanya, pengawasan rutin bakal digencarkan pihaknya, termasuk pemantauan dari produsen maupun pabrik farmasi yang memproduksi obat-obatan bakal dipantau.

“Secara rutin kami melakukan audit atau yang biasa kami sebut audit CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Dari mulai bahan baku produksi sampai pendistribusian tentu itu adalah jalur-jalur yang selama ini resmi,” kata Dadan.

Dadan menegaskan obat itu merupakan barang ilegal dimana produk-produk yang sudah dibatalkan izin edarnya maupun sudah tidak berlaku lagi ini.

“Dari hasil pengembangan Kami memang diduga ada tempat atau produksi ke tempat lain. Jadi bukan dari pabrikan resminya,” tegas Dadan.

Ke depannya, BBPOM akan terus berkoordinasi dengan polisi. Penindakan rutin bakal dilakukan dan menyisir sejumlah apotik yang masih menjual obat tanpa izin edar.

(thm)

Sandal dan Topi Tertinggal, Rampok Diringkus di Tempat Persembunyian

loading…

BEKASI – Kepolisian Sektor (Polsek) Cibarusah meringkus seorang perampok di tempat persembunyianya Kampung Pasar Lama RT02/02, Desa Cibarusah Kota, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Selasa 15 Januari 2019 malam. Tersangka RM (36), langsung diamankan petugas dan mengakui perbuatanya.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cibarusah, AKP Sukarman mengatakan, aksi tersangka selama ini kerap meresahkan masyarakat dan dalam aksinya kerap menakuti korbanya dengan senjata tajam.

“Sejauh ini belum ada korban yang diciderai tapi setiap aksinya selalu membawa senjata tajam dengan sasaran rumah warga,” katanya di Bekasi, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, tersangka berhasil terindetifikasi usai melakukan aksinya di rumah Juniar Nengsih (55), di Kampung Curug RT1/3, Kecamatan Cibarusah pada Kamis 13 Desember 2018. Dalam aksinya, RM berhasil menggasak barang berharga milik korban berupa telepon selular, uang tunai Rp750 ribu, dan emas 24 karat.

Sukarman menjelaskan, RM melakukan aksinya ketika pemilik rumah tengah tertidur, dengan menggunakan tutup muka alias cadar, tersangka masuk ke dalam rumah dengan cara memanjat bambu pancang kemudian masuk ke lantai 2 rumah korban yang belum terpasang pintu lalu turun ke lantai satu.

Di sana tersangka mengambil barang-barang berharga milik korban. Apesnya, saat tengah asyik menggasak barang-barang berharga milik korban, aksi tersangka diketahui korban yang terbangun mendengar suara gaduh.

“Korban berteriak dan tersangka langsung mengancamnya dengan pisau cutter,” ungkapnya.

Di bawah ancaman dengan pisau leher, kata dia, tidak membuat ciut nyali korban, malah korban memberontak dan melakukan perlawanan. Karena panik, tersangka langsung berusaha melarikan diri dengan meninggalkan sandal dan topi yang digunakanya. Mendengar teriakan itu warga langsung mendatangi kediaman korban.

Sayangnya, saat warga berdatangan, tersangka RM sudah berhasil melarikan diri dengan membawa barang berharga korban. Atas kejadian itu, korban melaporkan kejadian itu kepada polisi.

“Setelah menerima laporan, ternyata ada kemiripan setiap RM beraksi selalu mengancam korban dengan pisau,” ujarnya.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, Kompol Sukrisno menambahkan, setelah mendapatkan laporan dari para korban, petugas mendapati ciri-ciri tersangka dan melakukan pengejaran.

“Tersangka diamankan saat bersembunyi di sebuah pos, dan sudah mengakui perbuatanya,” imbuhnya.

Saat ini, kata dia, petugas masih menginterogasi tersangka terkait aksinya. Namun, dari keterangan sementara tersangka beraksi seorang diri dengan bermodalkan cadar, topi dan pisau. Bahkan, setiap melakukan aksinya, tersangka selalu memetakan lokasi yang akan dirampok. “Sejauh ini tersangka sudah beberapa kali beraksi,” ujaranya.

Meski demikian, petugas meyakini tersangka tidak beraksi sendiri dan diduga masih ada kawanan lainya setiap aksinya. Tersangka RM bakal dijerat dengan Pasal 365 KHUP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. RM kini meringkus di Mapolsek Cibarusah untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.

(mhd)

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Kali Ciliwung

loading…

JAKARTA – Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas mengambang di Kali Ciliwung, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian pria tanpa identitas itu.

Kapolsek Pancoran, Kompol Endang Wahyu Kinasih mengatakan, penemuan mayat tanpa identitas itu pada Rabu (16/1/2019), saat itu petugas UPK Badan Air baru saja melaksanakan apel di sekitar lokasi kejadian. Mendadak, salah seorang petugas melihat adanya sesosok mencurigakan di Kali Ciliwung, Jalan Infeksi Ciliwung, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan.

“Saat dicek, ternyata itu mayat yang mengambang di kali, mayat itu lalu ditarik ke pinggir dan ditancapkan dengan bambu agar tak hanyut,” ujarnya pada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, petugas UPK Badan Air lantas melaporkan penemuan mayat itu ke polisi. Saat dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi, mayat tersebut tak dikenali warga.

Polisi, tambahnya, juga tak menemukan identitas diri pada korban. Mayat korban lantas dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta guna dilakukan visum.

“Mayat lelaki tanpa identitas itu diperkirakan berumur 40 tahun, mengenakan celana jeans hitam dan kaos biru. Kami masih dalami penyebab korban meninggal di kali tersebut,” katanya.

(mhd)

Begini Rencana Anies Sulap Kolong Flyover Tol Menjadi Taman Bermain

loading…

Taman olahraga skateboard (skatepark) di kolong Flyover Slipi, Petamburan, Jakarta Barat. Foto: Okezone

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Provinsi) DKI Jakarta berencana menyulap kolong-kolong flyover tol di Jakarta menjadi taman bermain yang asyik. DKI sudah memulainya dengan taman olahraga skateboard (skatepark) di kolong Flyover Slipi, Petamburan, Jakarta Barat.

“Ya, kita berharap satu satu. Tapi kita itu inginnya berbagi hasil dulu. Saya enggak mau menceritakan panjang-panjang soal rencananya. Sudah jadi, tunjukin,” tegas Anies, di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Menurut Anies, pada taman-taman bawah kolong tol yang sudah jadi akan dievaluasi kembali segala kekurangan yang ada. “Begitu kita lihat nanti penggunaannya, kemudian kita belajar apa yang kurang, sehingga nanti ketika kita membuat lagi di tempat lain, tidak mengulangi bila muncul kekurangan di tempat itu,” tegasnya.

Baca Juga:

Mantan Mendikbud itu ingin agar tidak sekadar membuat taman saja, namun harus bisa dikelola dengan baik.
Misalnya, masyarakat harus dilibatkan dalam perawatan.

“Komunitas mana saja yang bisa dilibatkan dalam penggunaan? Kemudian perawatan seperti apa? Lalu pihak pengelola tolnya bagaimana? Ini mumpung ada satu tempat. Lebih baik small but manageble, dari pada large tapi unmanage. Kita lakukan dalam satu tempat dulu,” tegasnya.

Begini Rencana Anies Sulap Kolong Flyover Tol Menjadi Taman Bermain

Beberapa hari ini taman skatepark yang berada di kolong flyover Slipi Petamburan kini viral di medsos.Taman yang menghabiskan dana hingga Rp800 juta itu dianggap sebagai tempat nongkrong yang asyik bagi warga maupun pecinta papan luncur.

“Dari situ pasti dalam waktu tidak lama lagi, kita punya pelajarannya. Dari situ baru kita lakukan replikasi di tempat-tempat lain. Jadi jangan buru-buru langsung dikerjakan di semua tempat, ternyata ada hal yang harus kita koreksi,” katanya.

Saat ini memang belum ada koreksinya lantaran masih baru. Anies yakin dalam satu dua pekan ini pasti ada feedback (masukan) tentang pemanfaatan taman itu.

“Sekarang saja saya sudah dapat feedback daria skateboard, tentang desainnya, tentang formatnya, itu menjadi bahan bagi kita. ini sebuah percontohan tapi juga sekaligus untuk uji coba,” pungkas Anies.

(thm)

Polisi Ungkap Identitas Pelaku Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang

loading…

BOGOR – Identitas pelaku pembunuhan terhadap Andriana Yubella Noven Cahya (18), siswi SMK Baranangsiang, Bogor, telah berhasil diungkap oleh kepolisian. Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Bogor Kota di-back up Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar sedang melakukan pengejaran untuk menangkap pelaku.

Agar pelaku cepat tertangkap, salain meminta keterangan dari sekitar 20 saksi, polisi juga akan membat dan menyebarkan sketsa wajah pelaku pembunuhan itu.

“Rekaman CCTV disinkronkan dengan keterangan saksi yang sebelum kejadian melihat terduga pelaku pembunuhan. Penyidik menggabungkan keterangan saksi dan CCTV untuk membuat sketsa wajah pelaku,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat dihubungi, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Truno mengungkapkan, identitas pembunuh siswa tersebut sudah terungkap dan polisi kini tengah memburu pelaku. “Sudah terungkap, sekarang proses penyidikan dan tersangka pelaku masih dalam pengejaran,” kata dia.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto membenarkan penyidik telah mendapatkan indikasi pelaku pembuhan terhadap Andriana. “Sudah ada indikasi, tapi tim kami masih bergerak di lapangan. Jadi belum bisa disampaikan sekarang,” kata Agung seusai acara Ngabotram Sabandungeun di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung.

Diketahui, Andriana Yubela Noven Cahya yang akrab disapa Noven ini meninggal dunia setelah ditusuk oleh seseorang pria di sebuah gang belakang Terminal Baranangsiang, Jalan Riau, Kota Bogor, pada Senin (7/1/2019) lalu. Nyawa Noven melayang akibat sebilah pisau menembus dada kiri. Senjata tajam itu menusuk dada korban sedalam 22 sentimeter (cm).

(thm)

Penyanyi Januarisma Runtuwene Ditangkap Bersama Empat Rekannya

loading…

Januarisma Runtuwene alias Aris. Foto: Okezone

JAKARTA – Polisi kembali menciduk pekerja hiburan karena terlibat narkoba. Kali ini polisi meringkus penyanyi jebolan sebuah ajang pencarian bakat di televisi, Januarisma Runtuwene alias Aris. Selain Aris, ada empat rekannya yang juga turut ditangkap.

“Selain JR (Aris), ada empat rekannya yang juga ditangkap, yakni YS, AS, AY, dan AM,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Argo membeberkan, penangkapan Aris merupakan hasil pengembangan di kasus sebelumnya, yang mana polisi meringkus YW di Jalan Bahagia, Tangerang, Banten. Dari YW, polisi menyita barang bukti berupa 300 butir ekstasi dan sabu 2 gram.

Baca Juga:

Kepada polisi, kata dia, YW mengaku kalau barang haram itu didapatkan dari AS. Polisi lantas melakukan penyelidikan lebih lanjut selama satu pekan lamanya dan hasilnya diketahui tempat AS berada, yakni di sebuah Apartemen, Jalan HR Rasuna Said.

“Saat anggota ke apartemen itu pada Selasa, 15 Januari kemarin, ternyata di sana ada kelima orang ini sehingga dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti narkoba sebanyak 0,23 gram dan bong,” pungkasnya.

(thm)

Aris Ditangkap saat Pesta Sabu dan Miras Bersama 4 Orang Temannya

loading…

Januarisma Runtuwene alias Aris ditangkap saat pesta narkoba. Foto: Okezone

JAKARTA – Penyanyi Januarisma Runtuwene atau Aris diciduk polisi dari apartemennya di kawasan Setibudi, Jakarta Selatan, karena terlibat penyalahgunaan narkoba. Penyanyi jebolan sebuah ajang pencarian bakat di televisi ini diciduk polisi saat asyik berpesta sabu-sabu dan minuman keras (miras) bersama teman-temannya.

“Di apartemen tersangka AS itu mereka mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu secara bersama-sama sambil meminum minuman red label,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Menurut Argo, penangkapan Aris dan empat orang lainnya merupakan hasil pengembangan kasus sebelumnya. Adapun Aris dkk ditangkap di sebuah Apartemen kawasan Setiabudi pada Selasa, 15 Januari kemarin.

Baca Juga:

Selain Aris, ada empat rekannya yang juga ditangkap, yakni YS, AS, AY, dan AM. Polisi menyita barang bukti berupa alat isap satu atau bong serta lima handphone milik pelaku. “Hasil tes urine sementara dari kelimanya positif (sabu),” tegas Argo.

Kini mereka terancam dijerat dengan pasal Pasal 114 ayat (1) subsidair Pasal 112 ayat (1), Pasal 132 ayat (1), UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hingga 20 tahun penjara.

(thm)

Jakarta Masuk Top 50 Smart City dari 140 Kota di Dunia

loading…

Wajah Jakarta diambil dari salah satu sudut bangunan di Ibu Kota.Foto/KORAN SINDO/Dok

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masuk dalam daftar predikat ‘Top 50 Smart City Government 2018’ dan meraih peringkat ke-47 Smart City Government dari 140 kota di dunia. Predikat tersebut diraih atas dasar sepuluh indikator penilaian.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, mengatakan, penilaian tertinggi terdapat pada indikator visi Pemprov DKI Jakarta, kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan sebagai kepala pemerintahan, serta alokasi anggaran/APBD.

“Alhamdulillah, kami baru saja mendapatkan informasi dari Eden Strategy Institute, sebuah perusahaan konsultasi, ada 140 kota yang diriset dan diranking untuk pengembangan Smart City. Jakarta mendapatkan predikat Top 50,” ujar Atika kepada wartawan, di Balaikota Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Tentunya, kata dia, DKI tidak boleh berpuas diri dengan hasil tersebut, karena masih banyak peluang inovasi yang dapat dikembangkan. Ke depannya, Jakarta tengah mempersiapkan Smart City 4.0 sebagai salah satu pilar menuju City 4.0 yang fokus pada pengembangan platform kolaborasi.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta tengah mewujudkan cita-cita agar Jakarta menjadi City 4.0, di mana kota menjadi platform satu atap yang memungkinkan kolaborasi industri terjadi antara perusahaan swasta dan badan publik, dalam berbagi data, mengembangkan wawasan, dan lebih jauh meningkatkan layanan publik agar lebih memenuhi kebutuhan warganya.

Hal ini diimplementasikan melalui konsep Smart City di Jakarta yang dibuat berdasarkan enam pilar, yaitu Smart Governance, Smart People, Smart Living, Smart Mobility, Smart Economy, dan Smart Environment.
Menurut Atika, dengan adanya penghargaan ini sekaligus dapat memotivasi Pemprov DKI Jakarta untuk terus meningkatkan program-program yang terkait dengan indikator talent-readiness atau peningkatan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) di kota Jakarta agar menjadi lebih baik, berkualitas, serta berdaya saing.

“Ini sebuah berita yang baik bagi Indonesia, Jakarta menempati urutan ke-47 pemerintah dengan Smart City terbaik di dunia. Tentunya, ini jadi motivasi buat kita untuk mengejar beberapa hal, seperti talent. Kita harus menyiapkan SDM untuk readiness. Oleh karena itu juga, Gubernur DKI Jakarta untuk saat ini fokus menciptakan SDM yang berkualitas, termasuk para start-up,” jelasnya.

Kepala UP Jakarta Smart City, Setiaji, menambahkan, Pemprov DKI Jakarta telah memiliki teknologi yang lebih maju untuk mengembangkan kota pintar. “Kalau dari sisi teknologi, tentunya Jakarta lebih advance. Kami sudah mengimplementasikan big data, IOT. Kami punya sekitar 200.000 lebih sensor di Jakarta, menggunakan CCTV, dan sebagainya. Artinya teknologi-teknologi terbaru sudah cukup banyak kami masukkan ke dalam pengembangan Smart City juga,” terang Aji.

Pemprov DKI Jakarta, melalui UP Jakarta Smart City menerapkan konsep kota pintar di Jakarta dengan mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk memahami serta mengetahui berbagai sumber daya di dalam kota dengan lebih efektif-efisien. (Baca juga: Jakarta Smart City Bangun Citizen Relation Management)

Hal ini guna memaksimalkan pelayanan publik, memberikan solusi penyelesaian masalah, dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Sehingga, masyarakat Jakarta maupun masyarakat luar Jakarta atau luar Indonesia dapat mengetahui lebih detail mengenai kota Jakarta.

Eden Strategy Institute merupakan sebuah perusahaan konsultasi di Singapura. Salah satu Tim Penilai dari Eden Strategy Institute, Calvin Chu Yee Ming, mengatakan, pihaknya telah meriset dan menyaring 140 kota berdasarkan komitmen kota tersebut untuk membangun Smart City. Eden Strategy Institude memberi peringkat 50 Pemerintah Kota Pintar atau Smart City Government yang berkinerja terbaik atas sepuluh kriteria atau indikator.

Sepuluh indikator yang digunakan untuk menentukan peringkat Smart City Government, yakni visi kota, kepemimpinan kepala deerah, anggaran, insentif keuangan untuk, program dukungan untuk mendorong sektor swasta berpartisipasi, peningkatan dan pemberdayaan SDM, pemusatan ke orang, inovasi ekosistem, kebijakan yang kondusif, serta track record pemerintah dalam mengatalisasi inisiatif kota pintar yang sukses.

(thm)

Terlibat Narkoba, Polisi Ciduk Penyanyi Januarisma Runtuwene

loading…

Januarisma Runtuwene alias Aris. Foto: Okezone

JAKARTA – Polisi kembali menciduk pekerja hiburan karena terlibat narkoba. Kali ini polisi meringkus penyanyi jebolan sebuah ajang pencarian bakat di televisi, Januarisma Runtuwene alias Aris, dari sebuah Apartemen kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Aris ditangkap terkait dugaan kasus penyalahgunaan narkoba.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Aris ditangkap oleh jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok karena terlibat kasus narkoba. Adapun Aris ditangkap polisi di kawasan Apartemen kawasan Jakarta Selatan.

” Iya benar itu JW yang ditangkap,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Namun, dia belum dapat menjelaskan secara rinci terkait barang bukti apa saja yang diamankan polisi pada saat penangkapan itu. Adapun dia masih menantikan informasi lebih lanjut dari penyidik. “Nanti saya cek ya,” pungkasnya.

(thm)

SP3 Kasus Bos Gula, Kompolnas dan Komjak Diminta Turun Tangan

loading…

JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komisi Kejaksaan (Komjak) diharapkan dapat turun tangan terkait Surat Penghentian Penyelidikan Perkara (SP3) kasus dugaan penggelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan terlapor pengusaha gula berinisial GJ.

Keterangan dari Polri dan Kejaksaan dinilai penting untuk meluruskan sengkarut yang mengemuka, terkait dihentikannya kasus itu, dengan procedur yang dinilai banyak pihak janggal.

Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Zulkarnain mengatakan, Komisi memiliki fungsi untuk mengawasi kinerja Polri dan Kejaksaan Agung. “Ya Kompolnas dan Komjak yang mengawasi,” kata Zulkarnain, mantan pimpinan KPK, Selasa, 15 Januari 2019.

Baca Juga:

Namun demikian, ada keterbatasan kedua institusi pengawasan itu, sehingga persoalannya sejauh mana Kompolnas dan Komjak bisa masuk dalam perkara yang ditangani baik oleh Polri maupun Kejaksaan.

Pria yang akrab disapa Zul ini menyinggung dikembalikannya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh Kejaksaan kepada Bareskrim Polri dalam perkara tersebut. Menurutnya, selama ini yang dikembalikan oleh Kejaksaan kepada Polri adalah berkas perkara, bukan SPDP.

Jika memang SPDP tidak disertai dengan tindak lanjut pengiriman berkas, maka mungkin saja SPDP dikembalikan. Namun dia mengingatkan ketika SPDP dikeluarkan itu berarti sudah ada bukti yang cukup.“Padahal SPDP itu keluar tentu sudah ada bukti yang cukup juga. Harus ada kejelasan,” tegas Zul.

Zul menambahkan, tidak hanya Kompolnas dan Komjak saja, masyarakat pemerhati hukum yang merasa ada kejanggalan dalam perkara yang ditangani oleh lembaga penegak hukum, pun bisa melakukan praperadilan. Termasuk pihak pelapor yang merasa bahwa penanganan kasusnya ada yang janggal, atau laporannya dihentikan, juga dapat menempuh upaya praperadilan.

“Ya mungkin sudah dilakukan penyidikan, biasanya juga kalau dihentikan ya dia menyebutkan juga alasannya kenapa dihentikan, tidak cukup bukti misalnya. Kan sudah melalui proses pemeriksaan, tidak dihentikan serta merta begitu saja. Kalau surat perintah penyidikan saja belum dilakukan, ya itu enggak dihentikan namanya, itu didiamkan,” ujar Zul.

Zul menuturkan, adanya fungsi DPR untuk menanyai Polri maupun Kejaksaan terkait penanganan sebuah perkara. Pertanyaan kepada penegak hukum dapat dilakukan dalam kemitraan antar lembaga penegak hukum dengan Komisi III DPR. Namun, secara teknis DPR tidak dapat masuk lebih dalam. Karena semestinya yang dapat masuk secara teknis adalah lembaga penegak hukum, yakni Polri dan Kejaksaan.

“Yang bisa masuk secara teknis antara lain ya itu, (Polri) dengan Kejaksaan itu saling kontrol, cuma biasanya dalam praktik, masih banyak kendala,” ungkap Zul.

Terkait hal ini, Mabes Polri mengaku terbuka kepada siapapun yang ingin menanyakan penanganan kasus, terlebih Komisi III DPR berencana mengklarifikasi SP3 kasus dugaan penggelapan dan TPPU pengusaha gula GJ oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Ditipideksus) Bareskrim

“Pihak manapun apalagi DPR, masyarakat lapisan manapun yang meminta apa saja klarifikasi apa saja kepada Kepolisian, Kepolisian siap untuk jelaskan itu,” ungkap Kadivhumas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal.

Iqbal melanjutkan, jika ada upaya Kepolisian dalam hal ini menerbitkan SP3 sudah sesuai prosedur dan tahapan yang dilalui seperti gelar perkara. Mantan Wakapolda Jawa Timur ini menjelaskan, terbitnya SP3 lantaran tidak ditemukannya cukup bukti dugaan tindak pidana. “Itu (terbitnya SP3) sudah sesuai SOP,” ucapnya.

(thm)

Transjakarta Targetkan 231 Juta Penumpang, Tambah Rute Menjadi 236

loading…

JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) tahun ini menargetkan jumlah penumpang mencapai 231 juta dengan 236 rute. Transjakarta optimistis tetap menjadi tulang punggung transportasi di Ibu Kota meskipun Mass Rapid Transit atau Angkutan Cepat Terpadu Jakarta (MRT) rute Lebakbulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan kereta ringan atau Light Rapid Transit (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading-Rawamangun, segera beroperasi.

Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan, pengintegrasian layanan akan dilakukan pihaknya dengan sejumlah moda transportasi. Seperti pembangunan fasilitas fisik interkoneksi antara halte Transjakarta dan Stasiun MRT Jakarta yang diawali dengan halte Bundaran HI dan Halte Tosari. Kemudian dilanjutkan dengan halte CSW Sisingamangaraja dan Lebakbulus.

“Konektivitas halte di Pemuda Rawamangun dengan Stasiun LRT Velodrome di Rawamangun, yang menjadi integrasi fisik antara Transjakarta dengan LRT Jakarta. Maka itu, tahun 2019 momen yang tepat merealisasikan Transportasi Jakarta terintegrasi dengan seluruh moda angkutan umum,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Dia menyebutkan, pada 2018 lalu Transjakarta melayani 189,77 juta pelanggan atau naik 31% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 144,72 juta penumpang. Pencapaian tersebut didukung dengan penambahan rute sebanyak 33 menjadi 155 di akhir 2018, dari yang sebelumnya hanya 122 layanan pada 2017. Tahun ini Transjakarta menargetkan membuka 236 rute.

(thm)

Jembatan Bersejarah di Kota Depok Jadi Korban Vandalisme

loading…

Jembatan Panus yang berada di kawasan Sukmajaya, Kota Depok, terlihat sudah dicat kembali setelah sebelumnya menjadi korban vandalisme. Foto: KORAN SINDO/R Ratna Purnama

DEPOK – Jembatan Panus yang berada di Kota Depok, menjadi korban vandalisme. Pelakunya diketahui seorang pelajar sekolah swasta. Jembatan Panus merupakan salah satu bangunan berbersejarah di kota ini.

Aksi vandalisme ini awalnya diketahui pada Senin lalu setelah videonya viral di akun IG @depok24jam. Dalam tayangan video tersebut terlihat tulisan yang diduga menggunakan pilok berwarna merah. Tulisan tersebut adalah ‘SMK PURNAMA 414 DPK’. Namun setelah video ini viral, pada Selasa (15/1/2019) kemarin jembatan sudah dicat kembali.

Kepala Sekolah SMK Purnama,Yus, mengatakan, telah memberikan hukuman kepada siswanya yang melakukan vandalisme itu. H, murid yang melakukan vandalisme itu diminta untuk mengecat kembali jembatan tersebut.

Baca Juga:

“Setelah kami tahu ada murid kami yang melakukan tindak coret-coret, kami langsung cari anak tersebut dan kami minta dia untuk mengecat jembatan tersebut kembali,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (16/1/2019).

Selain itu, dia meminta muridnya itu untuk gabung ke Komunitas Ciliwung. H pun sudah meminta maaf kepada komunitas tersebut. “Komunitas Ciliwung sudah datang ke sekolah dan kami telah mempertemukan murid kami ini ke komunitas tersebut untuk meminta maaf. Sekarang H sudah bergabung bersama komunitas mereka,” ungkapnya.

H adalah siswa yang duduk di kelas XII. Menurut keterangan H kepada pihak sekolah, dirinya nekat melakukan corat-coret di jembatan bersejarah itu karena diancam oleh teman nongkrongnya pada Sabtu (12/1/2019) lalu.

“Itu dia lakuin karena saat dia nongkrong sama temannya, dia dicekokin minuman keras, kemudian ditendang dan dipaksa buat coretan nama sekolahnya di tembok jembatan itu,” ucapnya.

Menurut H, orang yang memaksa melakukan tindakan tersebut bukan warga Depok. Setelah peristiwa ini, Yus pun berharap tidak ada kejadian serupa.

“Ya ini biar jadi pembelajaran sendiri buat anak muridnya dan kami juga dari pihak sekolah akan semakin tingkatkan lagi pengawasan ke murid-murid kami,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengatakan sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk membenahi jembatan tersebut. Dia sangat menyayangkan peristiwa tersebut.

“Ini sangat disayangkan ya, di tengah keseriusan kami menata kota dan menjaga situs-situs bersejarah tapi malah dikotori. Saya sudah telepon Kadisdik untuk ditindaklanjuti. Saya juga minta agar segera dihapus itu coretan,” katanya.

Ia juga akan mengusulkan pemasangan kamera pengintai atau CCTV. Selain itu dia akan mendatangi sekolah-sekolah maupun tempat kumpul kaum muda-mudi di Kota Depok.

“Kami datang ke kelompok-kelompok muda agar mereka punya semangat untuk membangun kota ini, bukan sebaliknya,” tutupnya.

Jembatan Panus terletak di Jalan Thole Iskandar, RT 004/RW.07, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Jembatan Panus merupakan salah satu situs sejarah di Kota Depok yang dibangun oleh Kolonial Belanda pada tahun 1917.

Dulunya, jembatan ini merupakan satu-satunya jembatan penghubung antara Depok dengan Buitenzorg atau Bogor saat ini, dan Batavia (Jakarta). Dalam perkembangannya, lantaran kondisi bangunan kian rapuh, pada 1990 didirikan jembatan baru persis di sampingnya.

(thm)

MRT dan LRT Segera Hadir, Transjakarta Matangkan Persiapan Integrasi

loading…

Transjakarta menyambut baik kehadiran dua moda transportasi massal baru di Jakarta. Foto: SINDOnews/Dok

JAKARTA – Dalam waktu dekat, Mass Rapid Transit atau Angkutan Cepat Terpadu Jakarta (MRT) rute Lebakbulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) segera beroperasi. Begitu juga kereta ringan atau Light Rapid Transit (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading-Rawamangun. Transjakarta pun menyambut baik kehadiran dua moda transportasi massal baru di Jakarta itu dan dipastikan terintegrasi.

“Transjakarta menjalin komunikasi intensif dengan MRT Jakarta pada aspek integrasi rute dan pembayaran. Kajian memfasilitasi masyarakat dengan bus Transjakarta mengakses stasiun MRT ataupun optimalisasi Koridor 1 Transjakarta yang terhubung dengan MRT Jakarta,” ujar Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Dia optimistis Transjakarta tetap menjadi tulang punggung transportasi di Ibu Kota meski MRT maupun LRT segera beroperasi. Pengalaman 15 tahun yang dimulai di masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melayani masyarakat, menjadi nilai tambah bagi perusahaan transportasi milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu.

Baca Juga:

Menurut dia, secara bersamaan dengan beroperasinya Transjakarta pertama kalinya di 2004, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 2018 telah menghadirkan program unggulan di bidang transportasi publik, yakni One Karcis One Trip (OK-OTrip) atau kini berubah nama menjadi Jak Lingko.

Sistem transportasi yang terintegrasi (integrasi rute, integrasi manajemen, dan integrasi pembayaran) dimana integrasi layanan transportasi publik di Jakarta yang semakin luas. (Baca juga: Transjakarta dan LRT Terintegrasi, Mirip Bandara Internasional)

“Integrasi ini tidak hanya melibatkan integrasi antara bus besar, bus medium, dan bus kecil di Transjakarta tetapi juga akan melibatkan transportasi berbasis rel yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seperti MRT, LRT, dan sebagainya,” tandasnya.

(thm)

Ini Kata Psikolog Soal Maraknya Pelaku Kejahatan Gunakan Senpi

loading…

DEPOK – Maraknya senjata api (senpi) yang kerap digunakan pelaku kriminalitas sebagian besar merupakan senjata rakitan. Sisanya mungkin senjata resmi yang hilang ataupun senjata sisa konflik dan jika dimiliki personal artinya kepemilikannya bersifat ilegal.

Hal itu disampaikan Psikolog Universitas Pancasila (UP) Maharani Ardhi Putri. Kata dia, untuk mendapatkan senpi secara resmi pastinya terdapat persyaratan yang ketat dan diperlukan rekomendasi dari kepolisian sehingga tidak semua orang bisa mendapatkannya.

“Maraknya senjata rakitan juga bisa dikarenakan mudahnya mengakses informasi untuk membuat senpi rakitan. Hal ini menyebabkan orang-orang yang membutuhkan untuk maksud tertentu, berusaha untuk mencoba membuat. Dan karena manusia memiliki kemampuan untuk belajar tentunya mereka juga dapat mengembangkan teknik pembuatannya,” kata Maharani kepada SINDO, Selasa 15 Januari 2019.

Baca Juga:

Dia menegaskan, senjata api hanya bisa diberikan kepada warga sipil apabila mereka berpotensi mendapat ancaman karena pekerjaannya. Ketentuan yang mengizinkan warga sipil memiliki senjata untuk kepentingan membela diri diatur dalam aturan yang telah ditetapkan.

“Dalam aturan yang tertuang dalam SK Kapolri disebutkan ada lima kategori perorangan/ pejabat yang diperbolehkan memiliki senjata api, yakni pejabat pemerintah, pejabat swasta, pejabat TNI/Polri, purnawirawan TNI/Polri,” paparnya. (Baca juga: Tembaki Polisi, Dua Curanmor Kelompok Lampung Ditembak Mati)

Nekatnya pelaku kejahatan menggunakan senpi saat bertindak dan melukai anggot kepolisian, menurut Putri, hal itu bisa disebabkan karena beberapa faktor. Antara lain mereka dalam keadaan terdesak atau panik sehingga tidak lagi memandang siapa korbannya. Bisa juga karena belum ada atau belum tersosialisasikannya aturan hukum yang memberikan ancaman hukuman yang berat terhadap pelaku tindak pidana yang melawan polisi.

“Atau bisa juga karena pelaku kriminal memiliki gangguan kepribadian sehingga mereka tidak merasa takut atau bersalah dalam melakukan kejahatannya dan merasa mampu untuk lolos dari hukum,” pungkasnya.

(mhd)

Hari Ini Cuaca Jabodetabek Berawan dan Berpotensi Hujan Ringan

loading…

Cuaca di wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, hari ini, Rabu (16/1/2019), sebagian besar berawan dan berpotensi turun hujan ringan. Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Cuaca di wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, hari ini, Rabu (16/1/2019), sebagian besar berawan dan berpotensi turun hujan ringan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam situs resminya www.bmkg.go.id memprediksi wilayah Jaksel, Jaktim, dan Kepulauan Seribu pagi ini berpotensi hujan lokal. Sedangkan Jakpus, Jakbar, dan Jakut, pagi ini diperkirakan berawan.

Sedangkan pada siang hari hampir sebagian besar wilayah DKI Jakarta berpotensi turun hujan ringan. Temperatur di seluruh wilayah Jakarta rata-rata 25-31 derajat celcius dengan kelembapan 70-95%.

Baca Juga:

Begitu juga dengan Kota Bogor dan Cibinong (Kabupaten Bogor) pagi ini hingga siang hari berpotensi turun hujan ringan. Temperatur rata-rata antara 22-32 derajat celcius dengan kelembapan 60-95%.

Berbeda dengan Kota Depok dan wilayah Bekasi pagi ini cuaca berawan dan pada siang hari berpotensi turun hujan ringan. Temperatur rata-rata antara 23-33 derajat celcius dengan kelembapan 60-90%.

Sedangkan untuk wilayah Kota Tangerang dan Tigaraksa (Kabupaten Tangerang) sejak pagi hingga sore hari diperkirakan cuaca berawan. Sedangkan temperatur rata-rata antara 23-34 derajat celcius dengan kelembapan 55-95%.

(wib)

Lantai 13 Terbakar, Dua Satpam Gedung Yarsi Terluka

loading…

Mobil petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di lantai 13 Gedung Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (Yarsi) di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Foto/Okezone

JAKARTA – Kebakaran terjadi di lantai 13 Gedung Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (Yarsi) di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa 15 Januari 2019 malam.

Sebanyak 21 unit Pemadam Kebakaran (Damkar) diterjunkan untuk memadamkan api yang berkobar di lantai 13 Gedung Yarsi. Saat ini, api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas damkar Jakarta Pusat.

‎”Sekarang sudah padam. Kalau penyebab belum tahu, karena kita tanya dari para pekerja juga diam,” kata Petugas Piket Damkar Jakarta Pusat, Jujun saat dikonfirmasi Okezone, Rabu (16/1/2019) dini hari.

Baca Juga:

Menurut Jujun, Gedung Yarsi yang mengalami kebakaran sedang dalam tahap renovasi. Kebakaran tersebut mengakibatkan dua petugas keamanan gedung tersebut mengalami luka-luka.

“Untuk informasi ya ada petugas keamanan dari proyek, dua orang sekuriti. Kondisi sudah dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

(wib)

Pohon Rawan Tumbang, Warga Bogor Diimbau Waspada Potensi Angin Kencang

loading…

Pohon tumbang. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

BOGOR – Sekitar 30 persen dari 14 ribu pohon di Kota Bogor dinyatakan rawan tumbang, baik ranting maupun batangnya. Terlebih, jika hujan disertai angin kencang yang terjadi belakangan ini.

Kepala Seksi Pemeliharaan Taman Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Bogor, Erwin Gunawan mengatakan pihaknya akan melakukan pemangkasan dan penebangan terhadap pohon-pohon yang sakit atau rawan tumbang itu.

“Pohon yang akan ditebang itu memiliki lubang antara 70 sampai 80 persen, sedangkan pemangkasan rekomendasinya jika pohon tersebut memiliki lubang 20 sampai 30 persen,” ungkap Erwin di Bogor, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga:

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pepohonan rawan tumbang ini tersebar dibeberapa lokasi, khususnya di jalan-jalan protokol yang ada di Kota Bogor.

“Seperti di Jalan Ahmad Yani, Jalan Pemuda, Jalan Dadali, Jalan Lawang Gintung, Jalan Semeru dan sekitaran perumahan di Kecamatan Tanah Sareal. Sedangkan di Jalan Pajajaran sendiri umumnya dalam kondisi masih sehat,” katanya.

Tak hanya itu, guna mengantisipasi terjadinya pohon tumbang, pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, untuk melalukan pemeriksaan kondisi pohon secara rutin dua kali dalam sepekan.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan menggunakan alat Sonic Tomograf dengan waktu pemeriksaan itu khusus. Setelah itu, keluarlah hasilnya berupa rekomendasi tindakan apa yang perlu dilakukan, apakah pemangkasan atau penebangan.

“Selain itu, hingga detik ini kita masih menerapkan program Kartu Tanda Pohon (KTP). Sebab hasil rekomendasi pemeriksaan akan dicatatkan pada KTP dan dipasangkan pada pohon yang sudah diperiksa,” katanya.

Lebih lanjut Erwin kembali menjelaskan, pohon yang direkomendasikan untuk ditebang maka dipasangkan KTP berwarna merah, lalu rekomendasi untuk pemangkasan KTP berwarna kuning dan pohon yang dalam kondisi sehat memiliki KTP berwarna hijau.

Menurutnya, dalam kurun dua tahun program KTP berjalan tanpa kendala. Sebab sering kali KTP hilang dari pohonnya. Padahal itu bisa memudahkan masyarakat agar mengetahui bagaimana kondisi pohon jika suatu waktu berhenti di bawah pohon.

“Mungkin karena terbuat dari bahan seperti seng, jadi banyak yang mengambil, tapi kita upayakan agar posisinya agak sedikit naik agar tidak lagi hilang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pusat Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Bogor Hadi Saputra menjelaskan sebagian besar wilayah Bogor akan masih berpotensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang.

“Itu terjadi saat sore dan malam hari. Tak hanya sepekan kedepan, tapi kondisi ini akan terus terjadi hingga akhir Maret- pertengahan April. Bahkan hujan lebat itu bisa disertai puting beliung,” jelasnya.

Namun demikian, dia menjelaskan puting beliung itu juga tergantung pergerakan awan. Jika ada awan bergumpal-gumpal hitam seperti yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

“Kemudian terdengar suara petir, itu sudah tanda-tanda dan itu harus sudah diwaspadai terjadinya puting beliung,” ungkapnya.

Menurutnya meski durasi hujan lebat dan angin kencang ini tak berlangsung lama, namun perlu harus tetap diwaspadai.

“Iya paling hanya berlangsung 20-30 menit, hujan lebat disertai angin kencang itu, tapi jika konstruksi atap rumah penduduk tak sesuai SNI (kuat), tetap saja bisa berterbangan akibat angin kencang ini,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pengendara motor maupun mobil, saat terjadi hujan deras dan angin kencang sebaiknya menepi.

“Tapi saat menepi hindari berteduh di bawah pepohonan, karena khawatir ranting dan batang pohon yang dijadikan tempat berteduh itu menimpanya seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu,” katanya.

(mhd)

Sidang Kembali Ditunda, Ini Harapan Keluarga Acuan untuk Pelaku

loading…

JAKARTA – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara kembali menunda sidang kasus penembakan terhadap Herdi alias Acuan (45) yang terjadi di Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat 20 Juli 2018 malam. Penembakan itu tak jauh dari rumahnya di Jalan Jelambar Aladin, Kelurahan Pejagalan.

Majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Dodong Iman Rusdani dan dua hakim anggota yakni Sutejo Bomantoro dan Chris Fajar Sosiawan menunda sidang pada hari ini lantaran kuasa hukum dari kedua terdakwa Alex dan Abdullah Sunandar tidak bisa hadir.

Terdakwa Alex diduga sebagai otak pelaku terhadap kematian Acuan. Sedangkan terdakwa Abdullah Sunandar berperan sebagai eksekutor.

Baca Juga:

Adik kandung Acuan, Juniar Indra mengaku kecewa dengan penundaan kembali sidang hari ini. Dia merasa bersusah payah datang ke ruang sidang yang terletak di lantai 3 PN Jakut.

“Kami sudah jauh-jauh datang, sampai berjam-jam menunggu sidang tapi kembali ditunda. Malah kelamaan nunggu dibanding sidangnya yang cuma beberapa menit saja,” ujar Juniar kepada wartawan usai sidang, Selasa (15/1/2019).

Dia berharap, majelis hakim memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku yang membunuh kakak kandungnya tersebut.

“Kami berharap untuk para pelaku dihukum seberat-seberatnya. Kalau bisa hukuman mati. Karena telah membunuh abang saya. Nyawa ganti nyawa lah,” kata Juniar.

Rencananya, sidang kasus pembunuhan tersebut akan kembali digelar pada Selasa 22 Januari 2019. Sidang tetap akan dilanjutkan meski saksi atau kuasa hukum terdakwa tidak hadir.

Sekadar diketahui, dalam kasus ini polisi telah meringkus empat pelaku, mereka adalah AS alias N, JS, PWT, dan SM. Dari pemeriksaan sementara, terungkap jika pelaku sudah lama mengincar pengusaha dan pembuat dokumen kapal itu sebelum nyawanya dihabisi pada Jumat 20 Juli 2018 malam itu.

(mhd)

Diminta Uang Partisipasi, Ribuan TKK Bekasi Menjerit

loading…

BEKASI – Ratusan ribu tenaga kerja kontrak (TKK) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menjerit karena diminta berpartisipasi membeli tiket nonton film layar lebar seharga Rp50 ribu yang diperan anak Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono. Jeritan 11 ribu pegawai kontrak itu ditambah belum digaji selama dua bulan sejak Desember 2018.

Film berjudul ‘Terima Kasih Cinta” ini bakal tayang di bioskop tanah air mulai 17 Januari 2019. Film ini diangkat dari kisah nyata seseorang perempuan bernama Eva Meliana yang berjuang melawan penyakit lupus berdasarkan novel berjudul 728 Hari. Putri Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bernama Bunga Jasmine Azalea dan putra Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono bernama A.Z.

Bintang Kamil ikut bermain dalam film itu. Mereka berdua berperan sebagai adik Eva yang merupakan bintang utama dalam film tersebut. Sosok produser film ini adalah Wiwiek Hargono yang merupakan istri Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.

Baca Juga:

“Saya kemungkinan enggak ikut berpartisipasi karena tidak ada uang,” kata BC (24), pegawai TKK Kota Bekasi, Selasa (15/1/2019).

BC mengaku bingung dengan instruksi yang dikeluarkan itu. Pasalnya gaji TKK di bulan Desember 2018 belum dibayarkan sampai saat ini.

Pegawai lainnya IP (25), menyatakan tidak bakal membeli tiket itu meski diinstruksikan oleh pimpinan OPD-nya. Dia menilai, uang sebesar itu lebih baik digunakan untuk membeli susu formula anaknya ketimbang menyaksikan film layar lebar.

Intruksi ini juga berlaku di kalangan pegawai negeri sipil (PNS). Bahkan pungutan uang tiket di kalangan PNS lebih besar dua kali lipat. Rincianya, TKK diminta Rp50 ribu, PNS staf diminta Rp100 ribu. Sedangkan untuk pejabat eselon 4 hingga 2 juga diminta untuk berpartipasi menyumbangkan anggaran setiap orang lebih dari Rp200 ribu.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono membenarkan hal tersebut. Menurut dia, tidak ada paksaan dan sanksi apapun bagi pegawai yang tidak mengikuti acara nonton bersama.

“Hanya mengimbau dan saya mengajak via medsos. Tidak ada sanksi apapun, hanya diminta untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut,” katanya singkat kepada SINDO.

(mhd)

Beraksi di Atas Metro Mini 47, Dua Copet Dibekuk Polisi

loading…

JAKARTA – Dua orang copet bernama Erwin Nainggolan dan Bima ditangkap anggota Polsek Cempaka Putih di atas Metro Mini, Jalan Cempaka Putih Barat, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Purwadi mengatakan, korban bernama Usman (28) saat itu berada di dalam Metro Mini 47 yang cukup penuh penumpangnya. Ketika melintas jembatan Serong korban turun dari dalam Metro Mini 47 dan saat korban akan menggunakan handphone dan mengambil di dalam saku jaketnya ternyata sudah tidak ada.

“Sadar dirinya telah kecopetan dan langsung mengejar Metro Mini 47 yang tadi dinaikinya tersebut dan kembali menaiki metro mini tersebut saat berada di dalam metro mini salah seorang pelaku langsung berkata ‘copetnya sudah turun bang’ karena curiga korban segera menggeledah pelaku dan ditemukan handphone miliknya di dalam saku celana sebelah kiri pelaku,” kata Purwadi.

Baca Juga:

Namun seorang pelaku lainnya berhasil melarikan diri. Korban dibantu warga sekitar segera membawa pelaku berikut barang bukti ke Polsek Cempaka Putih.

Korban pun mengalami kerugian satu unit handphone merk Xiaomi 5 Plus warna putih gold senilai Rp2.600.000.

“Atas kejadian tersebut, korban membuat laporan ke Polsek Cempaka Putih guna proses hukum lebih lanjut,” tutupnya.

(mhd)

Wartawan Tangsel Salurkan Bantuan ke Korban Rob dan Tsunami

loading…

Pokja Wartawan Harian Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan bantuan perlengkapan sekolah ke SDN Cigondang 1, Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Foto/Hasan Kurniawan/KORAN SINDO

PANDEGLANG – Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan bantuan perlengkapan sekolah ke SDN Cigondang 1, Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Selain perlengkapan sekolah seperti tas, seragam, sepatu, dan alat tulis, Pokja Wartawan Harian Kota Tangsel juga memberikan belasan karung pakaian layak pakai, selimut, sembako dan air bersih.

Ketua Panitia Aksi Kemanusiaan Peduli Pandeglang Pokja Wartawan Harian Kota Tangsel Hasan Kurniawan mengatakan, dalam aksi ini pihaknya sengaja mengincar siswa SD yang kurang mendapat perhatian.

Baca Juga:

“Sejak dua minggu peristiwa tsunami dan banjir rob menghantam Labuan, siswa SDN Cigondang 1 belum mendapat bantuan,” katanya kepada KORAN SINDO, Selasa (15/1/2019).

Saat hari pertama sekolah, seminggu yang lalu, para siswa tidak memakai seragam dan tidak membawa buku pelajaran, karena semua perlengkapan sekolah mereka hilang terbawa banjir rob.

“Lokasi sekolah yang hanya beberapa meter dari bibir pantai, membuat sekolah ini sangat rawan terkena banjir rob. Saat terjadi tsunami, pada 22 Desember 2018 lalu, sekolah ini juga terdampak,” sambungnya.

Sedikitnya, ada 30 siswa SDN Cigondang 1 yang terluka akibat terjangan tsunami. Rata-rata mereka mengalami patah kaki, tangan dan luka di wajah serta kepala.

“Dua orang siswa meninggal dunia. Jenazah mereka ditemukan dua hari kemudian, setelah gelombang tsunami menghantam kawasan pesisir Labuan dan meratakan sedikitnya 30 rumah di wilayah itu,” terang Hasan.

Melihat kondisi itu, pihaknya pun berinisitif menggalang bantuan untuk para korban tsunami. Terutama para siswa sekolah yang kurang mendapat perhatian pemerintah.

“Alhamdullilah, antusiasme warga dan para donatur yang memberikan sumbangan sangat besar. Sumbangan, justru datang di waktu menjelang keberangkatan kami menuju ke Pandeglang,” ungkap Hasan lagi.

Wartawan Tangsel Salurkan Bantuan ke Korban Rob dan Tsunami

Sementara itu, Kepala SDN Cigondang 1 Mariam menambahkan, ada sekira 219 siswa yang tidak memiliki seragam sekolah dan alat belajar lainnya, karena hilang dibawa gelombang air rob dan tsunami.

“Bantuan baru masuk tiga hari setelah kejadian. Bantuan pertama yang masuk itu selimut, lalu seragam, sepatu, dan makanan. Seragam kami masih kurang,” paparnya.

Dengan adanya sumbangan dari Pokja Wartawan Harian Kota Tangsel, kekurangan seragam dan alat belajar siswa jadi tercukupi. Namun, ada yang kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan sekolah.

“Kebutuhan pakaian sudah kebagian, buku, tas dan sepatu. Semua sudah cukup sekarang. Saat ini, yang menjadi kebutuhan dasar kami adalah buku-buku sekolah K13. Itu kebutuhan terbesar kami,” jelasnya.

Masih kata Mariam, siswanya masih ada yang mengalami trauma akibat tsunami. Mereka jadi suka merenung dan tidak bicara jika tidak ditegur oleh guru.

“Ada beberapa anak yang masih trauma, suka bengong saja. Bahkan ada yang malu, karena luka yang dialami. Makanya, belajar kami masih belum normal, sampai jam 10 pagi, sisanya trauma healing,” terangnya.

Sementara itu, Wildan, salah seorang siswa SDN Cigondang 1 yang selamat dari gelombang tsunami mengatakan, dirinya terbawa gelombang air setinggi 1,5 meter.

“Saat kejadian, malam sekitar pukul 21.00 WIB, saya sedang main game. Tiba-tiba, air masuk ke dalam rumah dan menghancurkan semuanya. Saya terseret dan mendapatkan luka di wajah dan kepala,” sambungnya.

Wildan merupakan satu dari puluhan siswa SDN Cigondang 1 yang selamat dari peristiwa tsunami. Dari wajahnya, tampak ada luka bekas jahitan sudah mengering.

Tsunami di kawasan pesisir RT04/04, Labuan, Pandeglang, Banten, ini setinggi 2 meter di pemukiman warga, dan menghancurkan 30 rumah semi permanen dan permanen milik warga dan nelayan.

“Jadi dua kali dihantam. Lertama tsunami, kedua rab. Tsunami malam, jam 9.30, banjir rab pagi jam 8.00 wib. Saat itu, sekolah sedang libur dan siswa sedang berada di dalam rumahnya,” pungkas Mariam.

(mhd)

Pengembangan Narkoba di Sekolah, Polisi Grebek Apartement Puri Park

loading…

Polisi grebek Apartement Puri Park View digrebek Polsek Kembangan, Jakarta Barat. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO

JAKARTA – Sebuah Apartement Puri Park View digrebek Polsek Kembangan, Jakarta Barat. Hal itu terungkap setelah polisi melakukan pengembangan terhadap temuan gudang narkoba di salah satu sekolah swasta di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Ya betul. Kami menemukan setelah menelusuri kasus gudang narkoba tadi pagi,” kata Kapolsek Kembangan, Kompol Joko Handono di Jakarta, Selasa (15/1/2019) malam.

Sebelumnya, tiga orang berinisial AJ (29), DL (29) dan CP (30) diamankan Polsek Kembangan Jakarta Barat setelah terbukti memanfaatkan ruangan di Laboratorium Sekolah Swasta, Jumat 11 Januari 2019. Dari tempat itu, polisi menemukan 355,56 gram sabu dan 7.910 obat golongan IV.

Baca Juga:

Joko melanjutkan, gudang narkoba yang berada di apartement itu merupakan milik seorang bandar Psitropika berinisial BD. BD diduga kuat merupakan penyalur obat golongan IV terhadap ketiganya. Satu kali penyimpan, ketiganya diupahi Rp100 hingga Rp500 ribu. “Kami masih memeriksanya,” lanjut Joko.

Meski demikian, Joko enggan merinci penemuan itu. Pelaku maupun jumlah barang bukti diakuinya masih dalam penghitungan pihaknya.

“Jumlahnya mencapai ratusan ribu butir,” tutup Joko singkat. (Baca juga: Narkoba yang Disimpan di Ruangan Sekolah Dikendalikan Jaringan Lapas)

(mhd)

Gara-gara WC, Wanita Paruh Baya di Cempaka Putih Dibacok Tetangga

loading…

JAKARTA – Rianti Dewiningsih, wanita paruh baya menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh tetangganya di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Pembacokan itu lantaran Priyono (55), tak terima ditegur Rianti soal WC-nya yang dianggap tak berizin dan merusak pemandangan.

Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Purwadi menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Senin 14 Januari 2019, di Jalan Percetakan Negara X, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

“Korban bilang jika tidak segera dibongkar, korban akan membongkarnya dengan menggunakan linggis,” kata Purwadi kepada wartawan, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga:

Purwadi menambahkan, korban pulang dan mengambil linggis, sementara tersangka kesal dan emosi lalu pulang dan mengambil dua bilah golok dan kemudian menunggu korban keluar dari gang.

“Saat korban keluar dengan membawa linggis, tersangka emosi dan menyerang korban menggunakan senjata tajam hingga korban menderita luka robek di tangan kanan dan luka lecet di tangan kiri,” tambahnya.

Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cempaka Putih, selanjutnya piket Reskrim. “Guna menindaklanjuti laporan korban, anggota berhasil menangkap pelakunya berikut mengamankan barang buktinya,” kata Purwadi.

(mhd)

Polisi Ringkus Terduga Pelaku Pemerkosaan Anak di Bawah Umur

loading…

JAKARTA – Jajaran Polsek Kalideres, Jakarta Barat, meringkus pria bernama Salim (38) lantaran diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap anak tetangganya. KP, anak yang masih berusia di bawah umur itu diduga telah menjadi korban pemerkosaan tersebut.

Kapolsek Kalideres, Jakarta Barat Kompol Pius Ponggeng menerangkan, pemerkosaan itu terjadi pada Agustus 2018 lalu. Sementara kejadian itu baru diceritakan oleh korbannya pada Rabu, 9 Januari 2019.

“Korban itu cerita kepada temannya. Kemudian temannya ini bercerita kepada ibunya,” jelas Pius ketika dikonfirmasi, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga:

Kemudian, kata Pius, cerita itu terdengar ke orang tua korban yang langsung dilanjutkan dan bertanya kepada anaknya. Pengakuan secara histeris kemudian diungkapkan KP, wanita berusia 8 tahun yang mengaku pernah ditiduri oleh Salim.

“Kemudian ibu korban membuat laporan (kepada) polisi dan juga melakukan visum. Dari hasil visum, terdapat kekerasan di kemaluan korban,” terangnya.

Mendapat laporan itu, sambung Pius, petugas langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mencari keberadaan pelaku. Hasilnya, keberadaan tersangka dan langsung dilakukan penangkapan.

Akibat ulahnya, tersangka akan dijerat Pasal 81 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(mhd)

Mobil Guru Ngaji Ditembak Orang Tak Dikenal di Depok

loading…

DEPOK – Mobil Avanza warna hitam dengan nomor polisi B 1394 ERA milik seorang guru ngaji, Ustazah Ruqoyah di Depok ditembak orang tak dikenal. Peristiwa ini terjadi di Sawangan, Depok pada Senin 14 Januari 2019.

Saat itu mobil sedang diparkir di depan pengajian Majelis Taklim Al Ikhlas RT04/08 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Witno, sopir mobil Ustazah Ruqoyah mengaku, kaget karena mendengar secara langsung suara letusan tembakan. “Pintu mobil terbuka saya antar dulu makanan ke dalam lalu saya balik lagi ke mobil untuk ambil minum. Nah saat itulah tiba-tiba terdengar suara tembakan terdengar jelas di telinga saya,” katanya di Depok, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga:

Dia menuturkan, beruntung proyektil dari senjata mengenai kaca jendela mobil sebelah kanan depan. Hanya kaca saja yang retak akibat tembus peluru. “Saya enggak kena, karena terhalang kaca jendela yang nutup. Tapi bisa dilihat akibat tembakan itu, kaca mobil retak walaupun tidak tembus,” paparnya

Selanjutnya, Witno menjelaskan, kemudian dirinya melihat pengendara motor yang berboncengan langsung langsung tancap gas. Dia menduga, pengendara motor itu adalah pelaku penembakan mobil tersebut.

“Saya eggak lihat motornya apa, dan ciri-ciri orangnya tapi mereka berboncengan kabur. Sempat dikejar sama tukang bangunan, disini tadi tapi ga kekejar,” katanya.

Saat di perjalanan dirinya sempat merasa dibuntuti oleh orang tak dikenal. Witno mengaku tidak mengetahui dan merasakan apapun selama di perjalanan.

“Enggak, saya tidak melihat apapun selama di perjalanan. Kebetulan sudah biasa juga mengantar Ibu Ustazah ke sini untuk mengisi pengajian, ada sebulan tiga kali,” paparnya.

Sementara itu, ibu-ibu yang mengikuti pengajian tersebut juga sempat mendengar suara tembakan. “Tadi sudah mulai, dan banyak yang kumpul juga selesai baca kitab. Begitu dengar langsung lari semua keluar,” katanya.

Sementara itu si pemilik mobil, Ustazah Ruqoyah mengungkapkan, peristiwa itu terjadi ketika dirinya sedang mengajar di salah satu balai pertemuan warga setempat. “Baru sepuluh menit ngajar dikasih tahu sama ketua majelis taklim mobil ada yang nembak, terus saya bilang masa sih ada yang nembak di sini, iya bu kacanya pecah,” terangnya.

Saat diperiksa ternyata peluru menembus kaca depan bagian kanan, persis di posisi kemudi. Ruqoyah mengaku syok dengan kejadian ini. “Baru kali ini terjadi. Saya enggak pernah punya musuh atau dapat ancaman. Lagian masa iya di tempat begini ada yang nembak. Saya kan guru ngaji ya sering ngasih ceramah,” katanya

Ruqoyah menambahkan, sementara ini tidak ada barang yang hilang. Ia pun berharap, pelakunya dapat segera tertangkap. “Ya jadi takut karena peristiwa ini. Semoga terungkap,” harapnya.

Tak lama setelah kejadian, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Penyidik menemukan satu butir peluru jenis gotri yang diyakini berasal dari pistol jenis air gun.

“Sudah olah TKP dan ditemukan gotri di bangku mobil,” kata Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Firdaus.

Dari identifikasi juga diketahui bahwa kaca mobil pecah. Namun belum diketahui pelakunya. “Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, sejumlah saksi telah dimintai keterangan,” tutupnya.

(mhd)

Temui Anies Baswedan, Juru Parkir Curhat Soal Pendapatan

loading…

Seorang juru parkir tengah mengawasi mesin TPE di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Sejumlah juru parkir on street DKI Jakarta mengeluhkan penggunaan aplikasi parkir kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (15/1/2019). Karena, penggunaan aplikasi parkir menurunkan penghasilan juru parkir.

“Nanti akan saya cek terlebih dahulu. Menurut mereka sebelum pakai aplikasi dan sesudah pakai aplikasi sekarang, penghasilanya lebih rendah,” kata Anies.

Anies menjelaskan, keluhan-keluhan tersebut akan dibicarakan bersama dengan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Parkir Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Dirinya menginginkan ada pengelolaan parkir yang terbuka. Sebab, seharusnya, pengelolaan parkir on street itu jelas jumlah mobil berikut tarifnya.

Baca Juga:

Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini, keluhan-keluhan juru parkir akibat tidak adanya keterbukaan. Sebab, apabila masalah seperti ini dibicarakan oleh semua pihak yang terkait, akan tercipta kesepakatan yang fair.

“Seperti kemarin kita bicara dengan berbagai pihak soal angkot kita bicara sama sama toh tujuannya adalah membuat ketertiban di Jakarta,” pungkasnya.

Humas Badan Layanan Umum (BLU) Parkir Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ivan Valentino menuturkan, keluhan yang disampaikan juru parkir itu terkait dengan besaran persentasi pendapatan juru parkir yang berbeda di masing-masing lokasi. Seperti di Kelapa Gading, juru parkir hanya mendapatkan 40 persen dari hasil parkir yang didapat. Sementara di lokasi lainnya sebesar 60 persen.

Alasannya, kata Ivan, lokasi parkir on street Kelapa Gading yang sebelumnya telah menggunakan mesin parkir elektronik atau menjadi tempat parkir elektronik (TPE), intensitas pendapatnya sangat besar.

“Jadi karena catatan kita besar, kita kasih 40 persen dari hasil yang didapatkan. Apabila diberlakukan sama dengan parkir on street lainnya, akan ada ketidakadilan,” ungkapnya.

Ivan menjelaskan, seluruh wilayah parkir on street di Jakarta telah diujicobakan penggunaan aplikasi parkir sejak Februari 2018. Namun, lokasi TPE yang sudah ada masih tetap menggunakan TPE kecuali Kelapa Gading.

Dalam klausul perjanjian kerja sama penggunaan aplikasi parkir, lanjut Ivan, setelah masa uji coba berakhir 31 Desember 2018, uji coba masih boleh dilakukan selama belum adanya lelang investasi tekhnologi parkir.

“Lelang investasi tekhnologi itu bisa aplikasi, mesin parkir, gate dan sebagainya. Nah itu belum ada, jadi uji coba aplikasi parkir masih berlanjut. Dalam uji coba, ada sekitar 1.500 juru parkir yang belum digaji. Sedangkan yang sudah mendapatkan gaji sesuai ump sebanyak 382 dan itu rata-rata dilokasi TPE,” pungkasnya.

Adapun pembeda penggunaan aplikasi dengan TPE, Ivan menyebut lebih kepada pelayanan. Dimana, TPE yang bentuknya stationer mengharuskan pengguna parkir melakukan pembayaran sendiri. Juru parkir hanya mengawasi dan memandunya. Sedangkan, penggunaan aplikasi, juru parkir melakukan jemput bola terhadap kendaraan yang terparkir dan memfoto nomor kepolisianya. Kemudian mobile printer yang disediakan dilokasi akan mengeluarkan struke pembayaran.

“Hasil pendapatan dari ujicoba aplikasi tidak jauh beda dengan hasil TPE. Ini kan kita tujuanya mencegah kebocoran dan meningkatkan pendapatan juru parkir,” tegasnya.

Berdasarkan data yang didapat, pendapatan parkir di lokasi TPE Jalan Agus Salim (Sabang) Jakarta Pusat Rp12 juta per hari dari sebelumnya hanya Rp500.000 per hari. Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rp45 juta per hari, sebelumnya hanya Rp4.750.000 per hari Dan Jalan Falatehan Jakarta Selatan, Rp8 juta per hari, sebelumnya Rp280.000 per hari.

Sementara itu, Leksmono Suryo Putranto menuturkan, seluruh parkir on street yang ditargetkan Pemprov DKI terpasanga mesin parkir pada 2017 Gaga terwujud. Menurutnya, apabila kembali mencoba penggunaan tekhnologi baru, parkir yang merupakan instrumen pengendalian kendaraan akan memakan waktu lebih lama penerapanya. Sementara, moda transportasi umum sedang digalakan dan ditargetkan rampung berbarengan pada 2019.

Pemasangan parkir mesin atau TPE di Jakarta saat ini, lanjut Leksmono memang hanya berfungsi menekan angka kebocoran. Itu pun masih banyak pungutan liar karena juru parkir nakal. Padahal, TPE itu tujuan utamanya menendalikan kendaraan. Artinya, apabila mesin parkir tidak terpasang di seluruh parkir on street, TPE tidak akan mampu berfungsi sebagai mengendalikan kendaraan.

“Kalau pengendara tidak punya aplikasi, apa bisa kita melarang. Aturanya sendiri cuma melarang parkir di badan jalan yang tidak ditentukan. Sistem pengawasan dan sensor harus dikembangkan di tekhnologi yang ada,” tegasnya.

(mhd)

Komplotan Begal Jabrik Digulung Saat Pesta Miras, Dua Pelaku Ditembak

loading…

Kapolsek Bantargebang, Kompol Siswo saat melakukan konpers penangkapan begal sadis di Mapolsek Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa (15/1/2019). Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya

BEKASI – Polisi menggulung komplotan begal sadis yang bernama Jabrik di warung jamu Jalan Raya Bantargebang-Setu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Saat diciduk kawanan ini sedang pesta minuman keras di lokasi tersebut.

Dua dari empat tersangka ditembak polisi karena berusaha melawan petugas dengan golok, keduanya yakni MS (18) dan T (18). Sedangkan dua tersangka lainya langsung menyerahkan diri yakni RI (19) dan MD (18).

“Empat remaja ini kawanan begal sadis yang tidak segan-segan melukai korbanya,” ujar Kapolsek Bantargebang, Kompol Siswo, di Mapolsek Bantargebang, KOta Bekasi, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga:

Siswo menjelaskan, aksi kawanan ini terungkap setelah salah satu korbannya, Antonius (21) di Kampung Babakan Gg Air Mancur, RT 2/4, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi terluka parah dibegal pelaku pada, Jumat 11 Januari 2019. Kawanan ini berhasil membawa kabur sepeda motor Honda Beat B 4916 KHC.

“Saat disergap dua tersangka berusaha melawan dengan menyabetkan golok kepada anggota, lalu terpaksa kami lumpuhkan karena sangat membahayakan petugas,” ungkapnya. Sedangkan, kedua tersangka lainya hanya bisa diam melihat dua rekanya terkapar dan mengakui langsung perbuatanya.

Kanit Reskrim Kepolisian Sektor Bantargebang, AKP Dimas Wicaksono menambahkan, saat ini petugas masih menginterogasi para tersangka terkait aksi sadisnya. Selain empat tersangka yang diamankan, petugas juga mengamankan penjual miras A (47) dengan barang bukti beberapa miras yang kerapa dijual secara ilegal.

“Kita amankan penjual mirasnya juga dan bakal kami jerat dengan Pasal 204 ayat 1 KHUP,” tambahnya. Menurutnya, biasanya sebelum beraksi mereka kerap mengkomsumsi miras diwarung jamu tersebut, setelah mabuk miras mereka langsung mencari mangsanya tengah malam disekitaran Kota Bekasi.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan satu buah pisau, satu unit stick baseball, Honda Beat warna hitam, No.Pol.B 4916 KHC dan Yamaha Mio, warna Merah yang kerap digunakan untuk beraksi. Empat pelaku bakal dijerat dengan Pasal 365 KHUP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman 20 tahun penjara.

(ysw)

Kontrak Bantargebang Tamat 2022, Pepen: Bekasi Hargai Kebutuhan DKI

loading…

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun

BEKASI – Kontrak kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, akan berakhir pada 2022. Namun, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sudah memberi sinyal tidak menutup kemungkinan kerja sama dengan Pemprov DKI masih bisa berlanjut.

“Sebagai mitra yang baik dalam satu NKRI, hanya dipisahkan administrasi, tentu Kota Bekasi menghargai kebutuhan DKI. Karena sampai saat ini DKI belum memiliki lahan atau tempat pemusnahan sampah. Sepanjang kita kelola bersama, ada keputusan bersama, dan ada share bersama, ya kenapa tidak?” ujar Rahmat Effendi, di TPST Bantargebang, Selasa (15/1/2019).

Menurut dia, selagi ada kesepakatan bersama antara Pemkot Bekasi dengan Pemprov DKI, pihaknya tidak ambil pusing. Sebab jika Bekasi tidak mau melanjutkan kontrak kerja sama TPST Bantargebang, maka DKI harus mencari tempat lain. (Baca juga: Anies Penuhi Janji, Fasilitas Pengolahan Sampah Sunter Mulai Dibangun

Baca Juga:

“Ya mau dikemanakan ini (sampah)? Nantikan sama-sama, 50 tahun ke depan kan harus dihabiskan depositnya,” tuturnya. (Baca juga: Usia TPST Bantargebang Tersisa 3 Tahun, DKI Lakukan 3 Hal Ini)

Diketahui, wali kota yang akrab disapa Pepen ini beberapa waktu lalu sempat “murka” lantaran Pemprov DKI tidak menyetujui usulan dana kemitraan sebesar Rp2 triliun. Namun angka akhir, Bekasi hanya minta dana kemitraan sebesar Rp582 miliar dan disetujui Pemprov DKI. (Baca juga: Batal Minta Rp2 Triliun, Bekasi Hanya Usul Dana Hibah Rp582 Miliar)

(thm)

Pemprov DKI Tambah 75 Truk Sampah Compactor, Disebar di Lima Wilayah

loading…

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menambah 75 truk sampah jenis compactor. Foto:dok/SINDOnews

JAKARTA – Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menambah 75 truk sampah jenis compactor. Diharapkan truk compactor ini bisa mengurangi bau dan ceceran sampah ketika dibawa ke lokasi tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Isnawa Adji merinci, 75 truk compactor terdiri dari 25 unit kapasitas 15 meter kubik, dan 50 lainnya memiliki kapasitas enam meter kubik.

“Untuk anggaran 75 unit truk compactor sebesar Rp119 miliar. Apabila penambahan sudah terealisasi maka Dinas LH DKI Jakarta total memiliki 277 truk compactor,” terang Isnawa, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga:

Isnawa mengatakan penambahan truk compactor ini merupakan bagian dari peremajaan dan modernisasi terhadap truk sampah model lama. Selanjutnya, akan disebar ke lima wilayah kota untuk mendukung optimalisasi pengangkutan sampah menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.

Isnawa menjelaskan dipilihnya truk compactor. Karena truk ini ramah lingkungan dan bisa mereduksi bau yang keluar. Selain itu, air sampah yang menetes selama proses transportasi pengangkutan akan diminimalisir.

“Truk ini juga memiliki kapasitas daya angkut lebih besar dari truk model lama karena baknya sudah dilengkapi dengan alat pemadat, ” tuturnya.

(ysw)

Pemkot Bekasi Terima Bantuan Lima Truk Sampah dari Pemprov DKI

loading…

Pemprov DKI kembali memberikan bantuan lima truk sampah kepada Pemkot Bekasi hingga total truk yang diberikan ke Bekasi totalnya mencapai 55 truk. Foto: dok/SINDOnews

BEKASI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminjamkan 55 truk sampah bekas miliknya kepada Pemerintah Kota Bekasi. Nantinya puluhan truk ini akan digunakan untuk mengangkut sampah milik warga Kota Bekasi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, di Kecamatan Sumurbatu, Kota Bekasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, bantuan ini diberikan secara bertahap sejak tiga tahun lalu.

Saat penyerahan yang dilakukan secara simbolis di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang pada Selasa (15/1/2019) pagi ini, pihaknya meminjamkan kembali lima unit truk sampah ke Kota Bekasi. “Bila ditotal ada 55 truk yang kita pinjam pakaikan ke Kota Bekasi,” katanya.

Baca Juga:

Menurutnya, DKI menjamin truk sampah yang dipinjamkan tersebut kualitasnya baik dan masih layak digunakan selama beberapa tahun ke depan. Apalagi truk sampah tersebut diproduksi pada tahun 2014 lalu, dan kondisi usianya masih muda.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengapresiasi pinjaman truk sampah DKI ke Kota Bekasi. Menurut dia, truk yang dipinjamkan ke Kota Bekasi bisa membantu petugas mengangkut sampahnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu. Di sisi lain, pemerintah daerah juga bisa menghemat anggaran pembelian armada truk sampahnya.

“Truk ini minimal mengurangi volume sampah yang ada di Kota Bekasi,” katanya. Saat ini truk sampah yang dimiliki Kota Bekasi mencapai 185 unit. Dengan adanya pinjaman truk ini, maka total armada yang dimiliki Kota Bekasi menjadi 240 unit. Dalam sehari jumlah sampah yang terangkut mencapai 900 ton per hari.

(ysw)

Sekolah Jadi Gudang Narkoba, Sudin Pendidikan Jakbar Tes Urine Siswa

loading…

Kasudin Pendidikan Jakarta Barat, Uripasih (dua kiri), saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (15/1/2019). Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf

JAKARTA – Terbongkarnya kasus narkoba yang disimpan di sebuah ruangan sekolah di wilayah Kembangan mendapat perhatian serius dari Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Jakarta Barat. Suku Dinas Pendidikan berjanji melakukan evaluasi atas kejadian ini.

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Barat, Uripasih, mengaku sangat tidak menyangka sekolah dijadikan lokasi gudang narkoba. Karenanya, pihaknya akan melakukan gevaluasi dan membuat aturan baru. Termasuk melakukan tes urine terhadap siswa.

Untuk tes urine ini, pihaknya akan menggandeng Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat dan Badan Narkotika Nasional (BNN) DKI Jakarta. “Sekalipun pengakuannya (tersangka) tidak ada konsumennya pelajar, tapi ini (tes urine) akan kami akan lakukan,” ujar Uripasih di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga:

Apabila dari tes urine ditemukan adanya pelajar yang positif mengonsumsi narkoba, ia memastikan pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. Sebab, pengguna narkoba tidak jauh beda dengan pelaku tawuran dan pornoaksi. (Baca juga: Sekolah di Kembangan Dijadikan Gudang Penyimpanan Narkoba)

Agar kejadian serupa tidak terulang, Uripasih mengimbau lingkungan sekolah dan keluarga di rumah, proaktif mengawasi anak-anaknya. Antisipasi perlu dilakukan secara dini agar pelajar tidak terjerumus mengonsumsi narkoba. “Jadi perlu mengarahkan ke kegiatan positif. Nanti kami rancang (konsepnya),” ucap Uripasih.

Diberitakan sebelumnya, polisi menciduk tiga pengedar narkoba yang selama ini “bersembunyi” di sebuah ruangan sekolah di wilayah Kembangan, Jakarta Barat. Ketiga pria berinisial, AJ (29), DL (29), dan CP (30), menjadikan sebuah ruangan di sekolah itu sebagai gudang penyimpanan narkoba dan obat daftar G.

Dari ketiganya Unit Narkoba Polsek Kembangan menyita barang bukti 355,56 gram sabu-sabu dan 7.910 butir obat golongan IV.

(thm)

Narkoba yang Disimpan di Ruangan Sekolah Dikendalikan Jaringan Lapas

loading…

Polisi menggiring ketiga pengedar narkoba yang selama ini bersembunyi di sebuah ruangan sekolah. Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf

JAKARTA – Unit Narkoba Polsek Kembangan, Jakarta Barat menciduk tiga pengedar narkoba yang selama ini “bersembunyi” di sebuah ruangan sekolah. Ketiga pria berinisial, AJ (29), DL (29), dan CP (30), menjadikan sebuah ruangan sekolah sebagai gudang penyimpanan narkoba dan obat daftar G.

Kanit Reskrim Polsek Kembangan, Iptu Dimitri Mahendra, menyebutkan, berdasarkan hasil intrograsi sementara, ketiganya diketahui masuk dalam sindikat narkoba. Sabu-sabu yang ditemukan dari ketiganya saat penggeledahan, dikendalikan oleh seorang narapidana (napi) berinsial LK.

Adapun pembayaran kepada ketiganya bukan dengan uang tunai, tetapi memakai sabu-sabu secara gratis. “Saat datang sabu-sabunya sebanyak 450 gram. Sekarang tinggal 355,56 gram. Sisanya sudah terjual,” ujar Dimitri di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga:

Unit Narkoba Polsek Kembangan menciduk ketiganya di tempat terpisah bersama barang bukti 355,56 gram sabu dan 7.910 butir obat golongan IV.

Untuk psitropika, kata Dimitri, ketiga tersangka mendapatkannya dari seorang penyalur berinisial BD. Sekali menerima barang, ketiganya kemudian dibayar dengan harga Rp100-500 ribu.

“Keduanya (penyalur) kini sedang kami buru. Kami menduga ada gudang lebih besar,” tuturnya. (Baca juga: Sekolah di Kembangan Dijadikan Gudang Penyimpanan Narkoba)

Akibat perbuatannya, ketiganya terancam hukuman maksimal seumur hidup dan hukuman mati, lantaran dianggap melanggar Pasal 114 sub Pasal 112, Jo Pasal 132 Undang-Undang (UU) Nomor 35/2009 tantang Narkotika, dan Pasal 62 UU Nomor 5/1997 tentang Psitropika, Jo Permenkes Nomor 49/2018 tentang Penetapan dan Perubahan Penggolongan Psitropika.

(thm)

Soal Pose 2 Jari, Anies Dapat Dukungan Ulama dan Jawara

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menemui pendemo di depan Gedung Balai Kota Jakarta. Foto/Komaruddin Bagja Arjawinangun/SINDOnews

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menemui dan mengucapkan terima kasis kepada ulama, jawara dan habaib yang menggelar aksi di depan Balai Kota DKI Jakarta.

Aksi ulama, jawara dan habaib yang tergabung dalam Presidium Rakyat Betawi sebagai bentuk dukungan untuk Anies yang dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait pose dua jarinya dalam acara Partai Gerindra beberapa waktu lalu.

Anies mengucapkan terima kasih kepada Presidium Rakyat Betawi yang menyampaikan pendapatnya dengan menjunjung tinggi ketertiban. (Baca juga: Tangani Perkara, Anies Baswedan Minta Bawaslu Gunakan Akal Sehat)

Baca Juga:

“Para alim ulama, para habaib, para jawara yang siang hari ini untuk tidak tinggal diam mengikhtiarkan akan pentingnya kesetaraan di republik ini, saya ucapkan terima kasih,” kata Anies saat menemui massa aksi di depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).

Anies menambahkan, keadilan di Ibu Kota Jakarta merupakan yang harus dikedepankan. Karena, kata dia, hal itu menjadi salah satu visinya untuk kesejahteraan masyarakat Jakarta.

“Kita perjuangkan keadilan di kota ini. Dan saya mohon pada semuanya mari kita bekerja bersama di semua sektor,” kata orang nomor 1 di DKI Jakarta ini.

Berdasarkan informasi, kedatangan rombongan warga asli Jakarta itu untuk membela Anies dan menyampaikan pernyataan sikap. (Baca juga: Dipanggil Bawaslu, Gubernur Anies Dicecar 27 Pertanyaan)

Mediator Presidium Rakyat Betawi Teguh Arif mengatakan, Bawaslu harus lebih fokus pada hal-hal yang bersifat substansial dan menggunakan akal sehat sehingga bisa memilih mana laporan yang layak ditanggapi atau tidak.

“Bawaslu berlaku adil dan melakukan pemeriksaan kepada para pejabat lainnya yang mengacungkan satu jari dan atau jempol yang jelas-jelas menyatakan dukungan dan berkampanye untuk mengekspresikan dukungan mereka kepada pasangan Calon Presiden-wakil Presiden nomor urut 01,” pinta Teguh.

Kemudian, lanjut dia, Presidium Rakyat Betawi siap mengawal pemerintahan Anies apabila ada pihak-pihak lain yang ingin mengkriminalisasi kebijakan dan menghambat roda pemerintahan DKI Jakarta. (Baca juga: Bawaslu Masih Lakukan Kajian Internal Soal Pose Dua Jari Anies)

(mhd)

Pemkot Depok Persiapkan Sistem Merit

loading…

Pemkot Depok Persiapkan Sistem Merit. (Koran SINDO. R Ratna Purnama).

DEPOK – Pemerintah Kota Depok terus melakukan perbaikan untuk menempatkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten untuk ditempatkan di posisi yang tepat.

Hal itu dilakukan untuk mendukung kinerja lebih baik serta menghasilkan output yang sesuai target. Tujuannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warga dan mewujudkan Depok sebagai kota yang unggul, ramah, dan religius.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok Supian Suri mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan segala keperluan untuk mendukung diterapkannya sistem merit di lingkungan Pemkot Depok.

Baca Juga:

Sistem merit merupakan kebijakan dan manajemen aparatur sipil negara (ASN) berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan ras, agama, asal usul, jenis kelamin, maupun kondisi kecacatan.

Atau, dengan kata lain, sistem merit menjadi landasan manajemen sumber daya manusia ASN dari proses perekrutan, penempatan, hingga pemberhentian agar tercipta birokrasi yang profesional dan bersih. “Kami sedang berupaya untuk ke arah sana (sistem merit). Tentunya ini sedang kami koordinasikan dengan pusat dan pemerintah provinsi,” katanya.

Sistem merit berbeda dengan lelang jabatan. Jika nanti Depok sudah menerapkan sistem merit, otomatis lelang jabatan sudah tidak perlu dilakukan. Karena, dengan sistem merit sudah ada ketentuan untuk seseorang menduduki suatu posisi jabatan tertentu berdasarkan kualifikasi.

“Memang selama ini Depok masih menerapkan lelang jabatan. Nah ke depan kami akan menuju sistem merit. Namun, ini berproses ya. Persiapan dan koordinasi sudah dilakukan,” ungkapnya. Komunikasi tahap awal dengan Komisi ASN sudah dilakukan pihaknya.

Kemudian koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun sudah dilakukan, baik Komisi ASN dan Pemprov Jabar, kata Supian, mendukung diterapkannya sistem merit di Depok. “Target kami insya Allah tahun 2020. Karena itu, kami sedang melakukan banyak persiapan, baik teknis dan yang lainnya. Jika berjalan lancar, bisa sesuai target. Tentunya harapan kami ya bisa berjalan tanpa kendala,” tuturnya.

Menurutnya, dengan sistem merit ini maka proses rotasi dan mutasi dalam proses pengisian posisi jabatan tinggi pratama (eselon II) bisa lebih baik lagi sehingga ini akan dapat dipantau juga oleh banyak kalangan.

Selain itu, dari sisi waktu pun lebih efisien. Dia mencontohkan pada proses lelang jabatan memerlukan waktu cukup lama. “Karena tidak semua orang ternyata mau ikut proses lelang jabatan. Pada dasarnya mereka siap. Namun, kalau ikut proses ini mereka masih merasa sungkan. Ini yang menjadi kendala dalam proses lelang jabatan. Dengan sistem merit ini waktunya menjadi lebih singkat dibandingkan lelang jabatan,” ujarnya.

Selain itu, sistem ini juga bisa menghemat dari sisi biaya. Karena waktunya lebih singkat maka biaya pun dapat lebih efisien.

Dengan demikian, kinerja mesin pemerintahan pun bisa lebih cepat. Pelayanan publik menjadi efektif jika semuanya berjalan lancar. “Kalau sudah tepat waktu maka otomatis biaya pun bisa dihemat. Jadi memang sistem ini efisien secara waktu, biaya, dan mempercepat kinerja pemerintahan. Kami ingin adanya penyegaran di lingkungan kami bisa menunjang kinerja yang cepat,” ucapnya.

Menurutnya, dari pemerintah pusat sebenarnya sudah mendorong daerah untuk menerapkan sistem merit. Hanya memang banyak persiapan yang harus dilakukan sehingga pihaknya memerlukan waktu untuk mempersiapkan. Ada sejumlah langkah teknis yang diperlukan untuk menerapkan sistem ini.

Misalnya saja soal ketersediaan SDM yang berkompeten sesuai posisi jabatan yang akan diisi. Kemudian pola karier SDM yang juga harus mendukung serta dipersiapkan SDM yang juga berkompeten untuk menggantikan SDM yang telah menduduki posisi jabatan tersebut. “Ke arah sana memerlukan effort . Kami juga tidak diam saja. Kami sudah berupaya dan perlu komunikasi lebih sering dengan pihak terkait. Target kami 2020 Depok sudah bisa menerapkan sistem merit,” sebutnya. (R Ratna Purnama)

(nfl)

Saksikan Pencucian Truk di Bantargebang, Anies Nilai Ada Kekurangan

loading…

Gubernur DKI Anies Baswedan saat melihat langsung pencucian truk sampah milik DKI di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa (15/1/2019). Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya

BEKASI – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Dalam tinjauanya, Anies mengkritisi alat semprot pencucian mobil khusus truk sampah di Bantargebang.

Anies mengatakan, alat semprot yang diperagakan milik DKI Jakarta tersebut belum bisa fokus menyemprot bagian kotor truk, sehingga kotoran tidak rontok dengan maksimal.

Untuk itu, Dinas Kebersihan diminta untuk memperbaiki alat semprot itu agar lebih kuat dan fokus membersihkan kotoran yang menempel di truk.

Baca Juga:

“Sistem penyemprotanya belum bagus, air semprotanya masih jarak dekat dan yang dibutuhkan jarak jauh untuk membersihkan truk sampah itu, makanya harus segera diperbaiki agar sisa kotoran sampah tidak mengotori Bekasi,” kata Anies saat menyaksikan peragaan pencucian truk di TPST Bantargebang, Selasa (15/1/2019).

Menurutnya, dengan adanya tempat pencucian ini maka truk bisa segera dibersihkan setelah membuang sampah di TPST. Sehingga, kata dia, ketika kembali lagi ke DKI Jakarta melintasi Kota Bekasi, aroma bau sampah tidak mengganggu masyarakat.

“Saat kembali sudah dalam kondisi bersih, sehingga tidak menimbulkan gangguan di masyarakat,” ujarnya.

(ysw)

Sekolah di Kembangan Dijadikan Gudang Penyimpanan Narkoba

loading…

Kapolsek Kembangan Kompol Joko Handono saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (15/1/2019). Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf

JAKARTA – Sekolah yang mestinya jadi tempat bagi generasi muda untuk menimba ilmu justru dimanfaatkan tiga pria berinisial, AJ (29), DL (29), dan CP (30). Mereka malah menjadikan sebuah ruangan sekolah sebagai gudang penyimpanan narkoba dan obat daftar G.

Aksi ketiganya pun terbongkar. Unit Narkoba Polsek Kembangan, Jakarta Barat menciduk ketiganya di tempat terpisah bersama barang bukti 355,56 gram sabu dan 7.910 butir obat golongan IV.

Kapolsek Kembangan, Kompol Joko Handono, mengungkapkan, kejadian ini bermula saat anggotanya melakukan observasi lingkungan. Kala itu pihaknya mencurigai AJ. Pengintaian pun dilakukan hingga akhirnya AJ dibekuk di kawasan perbatasan Kebon Jeruk.

Baca Juga:

“Kala itu dia hendak bertransaksi narkoba. Saat digeledah kami temukan plastik tempat sisa sabu-sabu,” ujar Joko di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (15/1/2019).

Dari temuan sabu-sabu dalam plastik itu pihaknya selanjutnya melakukan pengembangan. Hasil intrograsi kemudian membawa tersangka ke sebuah sekolah swasta di kawasan Kembangan, Kebon Jeruk, Jumat (11/1/2019) lalu. Disitulah pihaknya mengamankan kakak beradik, DL dan CP, beserta sejumlah sabu-sabu dan psitropika.

Selain mengedarkan sabu dan psitropika, ketiganya juga merupakan pemakai. Hal itu terungkap setelah polisi melakukan tes urine beberapa menit setelah penangkapan terhadap ketiganya. Mereka dinyatakan positif narkoba dan sedang dalam pengaruh sabu-sabu.

“Ngomongnya balelol, bahkan dalam kondisi fly. Makanya pas diintograsi kami menunggu mereka sadar dulu,” tandasnya.

Hasil penyidikan sementara, terungkap DL dan CP merupakan karyawan sebuah sekolah di daerah Kembangan. Mereka bekerja di sekolah itu sebagai staf tata usaha dan penjaga sekolah. Orang tua mereka juga merupakan pengurus sekolah.

Karenanya, kakak adik ini kerap tinggal di sekolah itu. Mereka lalu memanfaatkan sebuah ruangan di laboratorium sekolah berukuran 3×4 meter sebagai kamar tidur. Ruangan itu jugalah yang selama ini mereka jadikan sebagai gudang penyimpanan barang haram tersebut.

Dengan kondisi sekolah yang relatif aman, membuat ketiganya dengan mudah menyebarkan narkoba dan psitropika. Alhasil, selama enam bulan tinggal di sana, ketiganya sudah sudah menerima 10 kali barang psitropika. Adapun untuk sabu-sabu tersangka mengaku baru sekali transaksi.

“Sekali kiriman bisa sampai ribuan. Di jual paling lama 2-3 minggu,” pungkas Joko.

(thm)

DKI Jadikan TPST Bantargebang Pusat Riset dan Edukasi Sampah Nasional

loading…

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta berencana menjadikan TPST Bantargebang sebagai pusat riset dan edukasi sampah nasional. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

BEKASI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan terus melakukan penataan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, DKI akan menjadikan TPST Bantargebang sebagai pusat riset dan edukasi sampah nasional.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengungkapkan, sejak pengelolaan PTSP Bantargebang dilakukan secara swakelola oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI, pihaknya setiap hari menerima tamu dari berbagai instansi dan lembaga. Mulai dari siswa TK sampai dengan perguruan tinggi, para duta besar, perusahaan dalam maupun luar negeri, kelompok pemerhati lingkungan, media massa, dan lainnya.

“Sehubungan dengan hal tersebut kami mohon doa dan restu dari bapak gubernur, wali kota, dan semua hadirin, untuk membantu dan mendukung kami menjadikan TPST Bantargebang menjadi pusat riset dan edukasi sampah nasional untuk menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat,” ujar Isnawa di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa (15/1/2019). (Baca juga: Pertama di Indonesia, DKI Lakukan Penambangan Sampah di Bantargebang)

Baca Juga:

Menurut dia, setelah rencana itu terkonsep dengan matang, Dinas Lingkungan Hidup akan membangun kantor operasional TPST Bantargebang. Selain itu, akan ada laboratorium dan sarana edukasi lainnya yang disediakan bagi pengunjung. (Baca juga: TPST Bantargebang Hanya Sanggup Menampung Sampah DKI Empat Tahun Lagi)

“Insya Allah di 2019 ini bapak gubernur, akan kami bangun gedung tersebut dan sekaligus juga menjadi kantor operasional TPST di Bantargebang. Di gedung tersebut nantinya bapak gubernur, akan disediakan ruang laboratorium, ruang kelas, ruang rapat, ruang pameran bagi siapa pun yang melakukan kunjungan,” ucapnya. (Baca juga: Anies Penuhi Janji, Fasilitas Pengolahan Sampah Sunter Mulai Dibangun

Pihaknya juga berencana membangun lingkungan sekitar TPST Bantargebang sehingga menjadi lokasi yang ramah lingkungan dan ramah sosial. Hal tersebut dilakukan agar TPST Bantargebang tidak hanya menjadi tempat pembuangan sampah namun juga ramah terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya.

(thm)

Usia TPST Bantargebang Tersisa 3 Tahun, DKI Lakukan 3 Hal Ini

loading…

Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Foto/Dok/SINDOnews

BEKASI – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 10 juta ton sampah rumah tangga warga DKI Jakarta atau cuma bisa bertahan hingga 2021.

“Kapasitas TPST Bantargebang diperkirakan (memuat) sebesar 49 juta ton yang mana saat ini sudah berisi 39 juta ton. Sehingga hanya bersisa 10 juta ton lagi, yang diprediksi di tahun 2021 sudah akan penuh,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa (15/1/2019).

Hadir dalam kesempatan ini Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta Premi Lasari, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, perwakilan BPPT, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Kepala Dinas LH Kota Bekasi Jumhana Lutfi, Camat Bantar Gebang Asep Gunawan, dan Lurah Ciketing Udik.

Baca Juga:

Menurut Isnawa, untuk mengatasi masalah sampah di Ibu Kota, Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan kegiatan strategis daerah (SKD), yaitu pembangunan fasilitas pengolahan sampah atau intermediate treatment facility (ITF) di Sunter, pengurangan sampah di sumber, dan optimalisasi TPST Bantargebang. (Baca juga: Anies Penuhi Janji, Fasilitas Pengolahan Sampah Sunter Mulai Dibangun

Dalam rencana KSD optimalisasi Bantargebang, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memiliki target dan harapan bagaimana menjadikan TPST Bantargebang sebagai TPST ramah lingkungan dan TPST ramah sosial. (Baca juga: DKI Jadikan TPST Bantargebang Pusat Riset dan Edukasi Sampah Nasional)

Guna mewujudkan target itu, kata Isnawa, berbagai kegiatan akan dilakukan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup DKI di TPST Bantargebang. Pertama, memelihara kondisi landfill dengan melakukan penutupan menggunakan geo membrane dan tanah merah. Kedua, melakukan pemeliharaan terhadap jalan operasional yang ada di kawasan ini. (Baca juga: Pertama di Indonesia, DKI Lakukan Penambangan Sampah di Bantargebang)

“Yang ketiga, kami juga melakukan upaya memelihara instalasi pengolahan air sampah atau biasa kita sebut dengan IPAS beserta salurannya. Kami juga melakukan penghijauan dan mengoperasikan pusat daur pulang kompos serta berbagai kegiatan lainnya,” tandasnya.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat volume sampah yang diproduksi warga DKI yang dibuang ke TPST Bantargebang saat ini telah berada di angka 7.400 ton per hari.

Selama ini, TPST Bantargebang masih menerapkan sistem sanitary landfill (pemusnahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung). Ke depan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan melakukan landfill mining atau penambangan sampah.

(thm)