Ratusan Orang Gangguan Jiwa di Panti Laras Grogol Ikut Pencoblosan

loading…

Ilustrasi, penderita gangguan jiwa di Yayasan Galuh Kota Bekasi sedang menggunakan hak pilihnya, Rabu (17/4/2019). Foto/SINDOnews/Ramadhan Saputra

JAKARTA – Ratusan orang dengan ganguan jiwa (ODGJ) ikut mencoblos di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 3, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (17/4/2019). Mereka mencoblos usai melakukan serangkaian tes kejiwaan.

Satuan Pelaksana Pembinaan Sosial Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 3, Budiman AS mengatakan, dari total warga binaan 537 orang, yang lolos seleksi KPU (Komisi Pemilihan Umum) ada 466 orang.

“Saya enggak tahu alasannya apa, mungkin yang tidak terpilih penguasaan emosional dan kejiwannya masih kurang stabil, atau kurang mengerti saat proses simulasi,” ujarnya di lokasi, Rabu (17/4/2019).

Baca Juga:

Selain itu, pemilih ODGJ juga harus bisa memberikan informasi, menerima informasi, melaksanakan perintah, dan menerima perintah.

“Mereka juga tahu siapa presidennya, karena ada sosialisasi beberapa kali dari KPU. Sebelum pemilihan telah di arahkan, tapi kalau pilihan tergantung mereka. Jadi secara teknis saja simulasinya,” tuturnya.

Pantauan di lokasi, beberapa petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengarahkan saat mereka ingin memasukkan empat lembar surat suara ke kotak yang di tentukan. Namun saat proses pencoblosan, warga binaan melakukannya sendiri, waktunya pun agak lama, sekitar dua menit.

“Bajunya kami bedakan, di TPS 022 bajunya ungu, di TPS 128 pakai baju hijau, TPS 126 pakai baju ping, dan TPS 127 baju orange biar enggak bingung mereka. Jadi ada empat TPS di sini, khusus panti sosial enggak digabung warga lain,” jelasnya.

Ketua KPPS 1, Sunyoto mengatakan dalam proses pemilihan pihaknya tak membedakan dengan warga lainnya. Empat TPS kemudian ditutup jam 1 siang. “Untuk saat ini proses pemilihan lancar, tidak ada masalah. Di TPS 022 kurang lebih ada 112 pemilihan,” tutupnya.

(ysw)

Jokowi-Ma’ruf Unggul Tipis dari Prabowo-Sandi di Markas FPI

loading…

JAKARTA – Pasangan Presiden Nomor Urut 01, Jokowi-Ma’aruf Amin unggul tipis di wilayah rumah Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019).

Hal itu terungkap setelah tiga tps di sekitaran Rumah Habib Rizieq tercatat, dua di antaranya memenangkan capres petahana.

Seperti di TPS 044 Petamburan, dari Jumlah DPT 270, jumlah pemilih yang menggunakan haknya hanya 201. Dari jumlah itu terlihat paslon 01 memenangkan suara dengan 159 suara, sementara paslon 02 memenangkan suara 41. Sedangkan yang satu suara dinyatakan gugur.

Baca Juga:

Sementara di TPS 045, yang menjadi Keluarga Rizieq, Jokowi kembali memenangkan pertarungan di TPS itu. Di TPS ini tercatat dari 248 DPT, 177 orang menggunakan hak pilihnya. Dari jumlah itu penghitungan akhir tercatat Paslon 01 menang 98, sementara paslon 02 mencapai 79. Sedangkan satu suara dinyatakan gugur.

Hal berbeda terlihat di TPS 46 Petamburan, yang berdekatan dengan Markas FPI. Kemenangan diraih paslon 02, dari 264 DPT, tercatat 220 orang menggunakan hak pilihnya.

Dari jumlah itu, tercatat 01 hanya mampu meraih suara 66 suara, dan 02 mampu meraih 150 suara. Sementara empat suara dinyatakan gugur.

(mhd)

Akomodir Hak Pilih, Petugas KPPS Berkeliling Datangi Kamar Pasien RSCM

loading…

Petugas KPPS di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) berkeliling ke kamar pasien yang kondisinya tak memungkinkan untuk datang ke TPS. Foto: SINDOnews/Intan Rakhmayanti

JAKARTA – Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) berkeliling ke kamar pasien yang kondisinya tak memungkinkan untuk datang ke lokasi tempat pemungutan suara (TPS).

“Ada empat pasien yang kami kunjungi ke kamarnya, dua di antaranya di ruang ICU (Intensive Care Unit),” ungkap Ketua KPPS RSCM, Safarudin, di TPS 34 RSCM, Rabu (17/4/2019).

Menurut dia, pemungutan suara keliling ke kamar pasien ini sebagai upaya mengakomodasi para pemilih terdaftar dapat memberikan hak suaranya meski dalam keadaan sakit.

Baca Juga:

“Tentunya sesuai persetujuan dari pengawas dan saksi. Kita membawa bilik suara ke kamar pasien,” jelasnya.

Untuk diketahui, selain 298 terdapat pula 8 orang pasien yang sudah terdaftar sebagai DPTb atau Daftar Pemilih Tambahan terdaftar di tempat pemungutan suara (TPS). Petugas mulai berkeliling seusai menyelesaikan antrean para pemilih di TPS 34.

(thm)

Dua Artis Kasus Narkoba Gunakan Hak Pilih di Rutan Polda Metro Jaya

loading…

JAKARTA – Sejumlah artis yang terlibat kasus narkotika, seperti Cahya Wulan Sari alias Caca Molek, dan Jupiter Fortissimo turut menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019). Hanya saja mereka mencoblos di dalam Rutan Polda Metro Jaya.

Meski harus mencoblos di dalam rutan, sebagaimana yang dialami Caca, dia tampak mengikutinya dengan antusias. Dia pun selalu mengumbar senyum pada awak media yang meliput pencoblosan di TPS Rutan Polda Metro Jaya.

Seusai mencoblos, Caca sempat menyapa awak media sejenak sambil menunjukkan pilihannya di Pilpres 2019 ini. Setelah itu Caca langsung digiring lagi untuk masuk ke dalam rutan bersama tahanan lain. (Baca juga: Diringkus di Apartemennya, Personel Duo Molek Diduga Habis Pesta Sabu)

Baca Juga:

Selain Caca, ada juga Jupiter Fortissimo yang turut mencoblos di TPS 14 Rutan Polda Metro Jaya. Hanya saja, Jupiter tampak tak banyak bicara dan enggan menyapa awak media.

Kasubdit Pemeliharaan dan Perawaran Tahanan, Polda Metro Jaya, Kompol Andi Rusdi mengatakan, selain para artis ada juga tahanan kasus terorisme yang turut mencoblos.

Maka itu, Tim Densus 88 pun turut dikerahkan untuk pengamanan. Terdapat sedikitnya 103 personel pengamanan yang diturunkan yang dibagi di dua TPS. (Baca juga: Artis Jupiter Fortissimo Ditangkap dari Kamar Indekos di Jakarta Barat)

Menurutnya, napiter yang ditahan di rutan Polda Metro banyak yang tidak terdaftar DPT dan tidak diperbolehkan ikut mencoblos karena kurang kooperatif dan tidak berkeinginan memilih.

“Kalau napiter ada 119 (orang) tapi yang diberikan hak hanya 6 orang, karena napiter itu dari awal kita sudah mengumpulkan DPT, mereka tidak berkenan,” ujar Andi.

(thm)

Pasien RSCM Protes Tak Bisa Nyoblos: Boro-boro Mikir Urus A5

loading…

JAKARTA – Sejumlah pasien dan keluarga melayangkan protes lantaran tidak dapat menyalurkan hak pilih di TPS 34 Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Salah seorang keluarga pasien Anggi (38) mengatakan, ingin sekali menggunakan hak pilihnya pada pemilu kali ini, tapi tidak bisa kembali ke daerah asalnya, Batam. Sebab saat ini masih harus menjaga anaknya yang sedang menjalani pengobatan.

Ia mengaku tak terpikirkan lagi mengurus formulir pindah (A5) untuk dirinya maupun anaknya. Sebab sudah hampir enam bulan anaknya dirawat jalan di RSCM. Ia dan anaknya saat ini tinggal di rumah singgah agar mudah menjalani perawatan.

Baca Juga:

“Masalahnya hari ini pesta demokrasi rakyat. Boro-boro mikirin ngurus A5, di sini anak saya masih taruhan nyawa,” ungkapnya kepada SINDOnews di RSCM, Rabu (17/4/2019).

Menurut dia, memilih itu adalah kewajiban bagi warga dan satu suara yang diberikan sangat berarti bagi bangsa. Warga Kepulauan Riau inipun inginya setidaknya ada kompensasi bagi mereka, baik bagi para pasien maupun keluarganya.

“Kita dikasih kompensasi lah, setidaknya (untuk memilih) presiden. Kalau yang anggota dewan kan kita enggak tahu. Sayang kan mbak, suara itu kan sudah jadi tanggung jawab kita untuk lima tahun ke depan,” tegasnya.

(thm)

Wali Kota Tangerang Kesulitan Saat Nyoblos, Datang ke TPS Salah Kostum

loading…

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mencoblos di TPS 13, Jalan Imam Bonjol Teladan 1, Kelurahan Sukajadi Karawaci, Kota Tangerang. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG – Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah hari ini mencoblos di TPS 13, Jalan Imam Bonjol Teladan 1, Kelurahan Sukajadi Karawaci, Kota Tangerang, Banten.

Arief mencoblos bersama sang istri, yakni Aini Suci Wismansyah. Kepada wartawan, Arief mengaku kesulitan saat mencoblos. Banyaknya surat suaranya membuat orang nomor 1 di Kota Tangerang ini bingung.

“Benar, tadi ada sedikit kesulitan, karena ukuran kertas yang besar. Tadi juga pas buka kertas ada yang sobek sedikit, sedikit doang di lipatan,” kata Arief seusai mencoblos.

Baca Juga:

Arief juga mengaku sempat salah kostum saat berada di TPS. Ia akhirnya memutuskan balik lagi ke rumah dan mengganti pakaian dengan atasan putih.

“Tadi sempat ganti baju. Awalnya pakai baju batik, tapi saya lihat pak Jokowi dan Pak Gubernur Banten pakai kemeja putih, saya langsung ganti kemeja putih,” ucapnya.

Arief berharap warga Kota Tangerang dapat memberikan hak politiknya dengan mencoblos capres dan caleg pada Pemilu serentak hari ini. Karena, pemilihan ini sangat penting bagi bangsa dan negara.

“Ini semua (warga) yang datang nyoblos ya. Jangan sampai enggak. Alhamdulillah di TPS ini berjalan lancar dan antusiasnya pun banyak, sangat bagus sekali,” pungkas Arief.

(thm)

Wali Kota Bekasi Nilai Pemilu 2019 Terumit di Dunia

loading…

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memberikan hak suaranya di TPS 01, Gang Penganten, RT 01/01, Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan. Foto: SINDOphoto/Ramadhan Adiputra

BEKASI – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01, Gang Penganten, RT 01/01, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (17/4/2019). Rahmat datang mencoblos bersama anggota keluarga dan warga sekitar.

Mengenakan kemeja warna putih, Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi ini langsung masuk ke bilik suara untuk memberikan hak suaranya. Tidak lama berselang, Rahmat keluar dari bilik dan memasukan lima surat suara ke dalam kotak.

“Semoga amanah pemimpin yang saya pilih. Bisa membangun Indonesia lebih baik lagi,” kata Rahmat.

Baca Juga:

Menurut Rahmat, Pemilu Serentak 2019 ini merupakan pemilu paling rumit di dunia. Sebab sebagai peserta pemilu, dia harus menghabiskan waktu lebih lama dibandingkan pelaksanaan pemilu sebelumnya.

“Saya tadi hampir dua menit, karena mencarikan. Kalau yang presiden kan cuma dua, kalau yang empat (surat suara) kan mesti nyari (caleg),” ujarnya.

Kesulitan tersebut dirasakan karena membutuhkan waktu untuk melihat nama-nama calon angggota DPD, DPR, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota.

“Pemilu kali ini yang terumit di Indonesia dan dunia, pemilihan presiden, senat, anggota DPRD, DPR, dalam satu hari yang sama,” paparnya.

Meski demikian, Rahmat berharap pasca pemilu warga kembali merajut kebersamaan. Sebab, siapapun yang nantinya menjadi presiden harus bisa merajut kebersamaan, bangun persatuan dan kesatuan NKRI.

“Walaupun berbeda pilihan, kita tetap satu, ingin Indonesia lebih baik lagi,” pungkasnya.

(thm)

Delapan Orang Pasien Tercatat Sebagai Pemilih Tambahan di RSCM

loading…

Sejumlah dokter muda dan perawat saat akan memberikan suaranya di TPS yang berada di RSCM, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019). Foto/SINDOnews/Intan Rakhmayanti

JAKARTA – Selain 298 tenaga dokter muda dan perawat, terdapat pula delapan orang pasien yang sudah terdaftar sebagai DPTb atau Daftar Pemilih Tambahan di tempat pemungutan suara (TPS) 34 Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

“Selain petugas ada beberapa pasien yang memiliki hak pemilih denga ketentuan yang berlaku. Kalau saat ini data yang ada masih delapan orang dari pasien,” ungkap Direktur umum dan operasional RSCM Surahman Hakim di Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Sesuai ketentuan, kata Surahman, pasien diharapkan untuk datang ke TPS, namun bagi pasien yang tidak mampu untuk ke TPS para petugas akan mendatangi ke masing-masing kamar.

Baca Juga:

“Sesuai ketentuan pasien kami mengharap datang ke TPS tapi nanti begitu jam 12 pasien yang tidak mampu seluruh petugas TPS akan mengunjungi pasien tersebutt ke tempatnya, tentu didampingi Bawaslu,” jelasnya.

Sampai siang ini, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Safarudin, menyebut masih baru satu pasien saja yang sudah datang ke TPS untuk mencoblos. “Sampai sekarang sih baru satu,” imbuhnya

Pasien yang bisa memilih tentunya mereka yang sudah memiliki formulir pindah memilih atau formulir A5 yang sudag disahkan dari KPU.

(ysw)

Dikawal Ketat, Belasan Tahanan Polres Jakbar Gunakan Hak Pilih

loading…

Sebanyak 14 tahanan Polres Metro Jakarta Barat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019. Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf

JAKARTA – Sebanyak 14 tahanan Polres Metro Jakarta Barat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019, hari ini. Dengan pengawalan ketat, mereka kemudian mencoblos di Rutan Polres.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi melalui Kepala Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Kasat Tahti) Kompol Markus mengatakan, tahanan yang menggunakan hak pilihnya ini adalah yang tercatat sebagai warga DKI dan telah didaftarkan dalam DPT.

“Jumlah tersangka yang mempunyai hak pilih sebanyak 15 orang, namun 1 diantaranya sakit, sehingga hanya 14 orang,” ujarnya, Rabu (17/4/2019).

Baca Juga:

Markus mengatakan, para tahanan tampak antusias dengan pencoblosan ini. Mereka kemudian melakukan pencoblosan. Usai mencoblos mereka kemudian dimasukkan kembali ke ruangannya.

Selain di Polres Jakarta Barat, kegiatan serupa juga dilakukan di Polsek Metro Taman Sari. Ada sebanyak dua orang tahanan yang mencoblos di sana.

(thm)

Usai Nyoblos, Belasan Ribu Masyarakat Padati Ancol

loading…

Masyarakat berekreasi di pantai Ancol. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Setelah menggunakan hak pilihnya, masyarakat mulai berbondong-bondong memadati tempat wisata. Salah satunya Taman Impian Jaya Ancol yang masih menjadi primadona bagi warga Ibu Kota untuk mengisi hari libur.

Taman Impian Jaya Ancol pada masa libur nasional kali ini buka pada pukul 13.00 WIB. Tercatat ada 13.020 pengujung memasuki gerbang Ancol. (Baca juga: Apresiasi Pemilih, Ancol Berikan Harga Spesial Pemilu 2019)

“Pengunjung memasuki gerbang Ancol tercatat 13.020 orang,” ujar Corporate Comunications PT Taman Impian Jaya Ancol Rika Lestari saat dihubungi SINDOnews, Rabu (17/4/2019).

Baca Juga:

Jumlah kendaraan roda empat yang masuk gerbang ancol tercatat ada 2.159 unit, sedangkan kendaraan bermotor 1.279 unit. (Baca juga: Pemilu 2019, Ancol Beri Potongan Harga hingga 50 Persen)

Libur nasional kali ini, Ancol banyak memberikan promo berupa potongan harga hingga 50 persen. Wahana rekreasi yang mendapatkan potongan harga hingga 50% yakni Dufan, Seaworld Ancol, Atlantis Water Adventure dan Ocean Dream Samudra.

(mhd)

Nyoblos Pakai Kemeja Putih, Anies Teringat Masa Pilkada DKI

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menuju TPS di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan alasannya menggunakan kemeja putih bersama keluarga saat memberikan suara di TPS 60, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

“Kita tahu bahwa anjuran menggunakan baju putih dan dua-duanya,” kata Anies usai mencoblos di TPS 60, Rabu (17/4/2019).

Ia menambahkan, bahwa dirinya menggunakan baju putih bukan hanya saat ini. Anies menuturkan, bahwa ia saat Pilkada DKI 2017 lalu juga sudah memakai kemeja putih tersebut.

Baca Juga:

“Baju putih rasanya dari dulu. Inget gak waktu pilkada pake baju apa nyoblosnya? Ini bukan sesuatu yang baru, dari dulu kita pakai baju putih,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Anies Baswedan bersama Ibunda Aliyah Rasyid, sang istri Fery Farhati dan dua anaknya Mutiara serta Mikail Baswedan mencoblos di 60 TPS . Rombongan keluarga tersebut datang sekira pukul 08.47 WIB.

(ysw)

Sambangi Rutan Salemba, Anies Sebut Partisipasi Warga Binaan 100 Persen

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: dok/MNC Media

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan peninjauan penyelenggaraan pemilu 2019 ke beberapa titik. Salah satunya yakni di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

“Alhamdulillah tadi saya melihat didampingin Karutan bahwa di tempat ini hak-hak warga negara untuk terlibat dalam proses pemilihan umum termasuk Pilpres dihargai betul,” kata Anies di lokasi, Rabu (17/4/2019).

Anies menjelaskan bahwa melihat dari antusiasme warga binaan, tingkat partisipasi lebih tinggi.

Baca Juga:

“Jadi tertib pelaksanaannya dan bahkan di sini bisa 100 persen partisipasinya karena semuanya malah memilih,” tambahnya.

Mantan Mendikbud itu menambahkan, salah satu alasan Anies memantau pelaksaan pemilu guna memastikan pesta demokrasi berjalan lancar.

“Jadi kita ingin hari ini melihat dan memastikan bahwa tidak ada warga negara yang dalam kondisi apapun di mana hak politiknya masih di miliki tidak bisa melaksanakan haknya. Alhamdulillah kita saksikan mereka semua bisa melaksanakan dengan baik,” katanya.

(ysw)

Usai Nyoblos, Anies Foto Tiga Jari di TPS

loading…

JAKARTA – Usai memberikan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 di TPS 60, Lebak BUlus, Jakarta Selatan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berfoto tiga jari.

“Dari kemarin makanya begini nih OKE OCE gitu ya. Kalau nanti di foto saya satu (jari) nanti dikira satu nanti dua berarti dua. Sudah makanya tiga aja kenapa? karena saat ini masih berlangsung pencoblosan. Beritanya akan muncul,” ungkap Anies di TPS 60, Rabu (17/4/2019).

Mantan Mendikbud itu khawatir nantinya banyak isu terkait jari dan pilihannya saat Pemilu. Anies pun enggan membeberkan siapa pilihannya dalam pesta demokrasi tahun ini.

Baca Juga:

“Nanti kalau saya angkat satu jari saya angkat dua jari dikira dua jari. Saya angkat tiga jari,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Anies Baswedan bersama Ibunda Aliyah Rasyid, sang istri Fery Farhati dan dua anaknya Mutiara serta Mikail Baswedan mencoblos di 60 TPS . Rombongan keluarga tersebut datang sekira pukul 08.47 WIB.

(ysw)

Ratusan Dokter Muda dan Perawat Berikan Suara di TPS RSCM

loading…

Sejumlah dokter muda dan perawat saat akan memberikan suaranya di TPS yang berada di RSCM, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019). Foto/SINDOnews/Intan Rakhmayanti

JAKARTA – Sebanyak 298 DPTb atau Daftar Pemilih Tambahan terdaftar di tempat pemungutan suara (TPS) 34 yang bertempat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Direktur umum dan operasional RSCM Surahman Hakim mengatakan TPS ini perlu dibuka lantaran melihat data yang mereka miliki, pasalnya banyak petugas kesehatan yang sedang dalam masa tugas saat pemilu.

“Jadi Alhamdulillah tahun 2019 ini kami diberi kepercayaan membuka salah satu TPS di RSCM,” ungkapnya saat ditemui di RSCM, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Baca Juga:

Surahman mengatakan, dibukanya TPS ini karena ternyata dari data RSCM ada beberapa petugas kesehatan yang mempunyai hak melakukan pemilihan.”Mereka tentu bukan pemilih tetap semuanya DPTb karena mereka domisili di tempat masing-masing tapi pada saat pemilihan ini berlangsung mereka sedang bertugas,” imbuhnya.
Sekedar informasi, antrean di TPS 034 sudah mulai mengular sejak pagi hingga siang pukul 11.00. Mayoritas dokter muda dan perawat.

Selanjutnya pegawai RSCM dan sejumlah pasien atau keluarga yang memiliki formulir pindah pilih atau formulir A5 dari KPU.

(ysw)

Kertas Suara DPR Blank, Pencoblosan di Kadu Sirung Tangerang Tertunda

loading…

TANGERANG – Pemungutan suara di Desa Kadu Sirung, Pagedangan, Kabupaten Tangerang mengalami kendala. Akibatnya, pemilihan suara molor hingga pukul 10 siang.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, kendala yang terjadi di lapangan, karena kertas suara untuk DPR RI nya kosong alias blank. Sehingga, perlu diganti dengan yang baru.

“Di lapangan ada kendala, yakni di Desa Kedu Sirung, Pagedangan, Kabupaten Tangerang,” kata Zaki, kepada wartawan, usai mencoblos di TPS 004, Rabu (17/4/2019).

Baca Juga:

Dijelaskan dia, saat ini pemungutan suara di desa itu sudah bisa dilakukan. Namun, warga terpaksa harus mundur hingga pukul 10.00 WIB, untuk mulai mencoblos. Seluruh warga Desa Kedu Sirung terganggu.

“Tadi pagi kertas DPR RI nya tidak ada. Tapi sudah diganti, langsung diambil alih KPU RI agar cepat diambil cadangan. Mereka telat mencoblos, telat jadi jam 10,” tukasnya.

(ysw)

Dapat Antrean 160, Bupati Tangerang Baru Nyoblos Pukul 10 Siang

loading…

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mencoblos di TPS 004 Cilenggang, Sport Club Green Cove BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Rabu (17/4/2019). Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mencoblos di TPS 004 Cilenggang, Sport Club Green Cove BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Zaki datang ke TPS bersama istrinya Tri Hesti Yulianti, dan mendapat nomor antrean 160. Dia baru bisa memberikan hak suaranya, pukul 10.40 WIB. Usai mencoblos, Zaki beserta sang istri meninggalkan TPS.

“Alhamdullilah, saya sudah menunaikan tugas saya, sebagai warga negara yang baik menyalurkan hak politik saya,” kata Zaki, kepada Koran Sindo, Rabu (17/4/2019).

Baca Juga:

Lebih lanjut, Zaki mengimbau kepada warga Kabupaten Tangerang, untuk menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara. Karena menurutnya, pemilihan ini sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Tangerang, untuk menggunakan hak politiknya, karena ini penting sekali untuk kehidupan berbangsa kita. Semoga hari ini dapat berjalan baik,” sambungnya.

Zaki juga berharap, tingkat partisipasi warga Kabupaten Tangerang di Pemilu 2019 ini, bisa mencapai di atas angka 75%. Angka ini lebih tinggi dari pemilu-pemilu sebelumnya.

(ysw)

Nyoblos di TPS 28, Airin Berharap Partisipasi Warga Tangsel Tinggi

loading…

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, mengajak putranya TB Ghifari, menyoblos di TPS 28, Perumahan Sutera Narada, Alam Sutera, Rabu (17/4/2019). Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, mengajak putranya TB Ghifari, menyoblos di TPS 28, Perumahan Sutera Narada, Alam Sutera.

Memakai kerudung kuning Golkar dan kemeja putih, Airin datang ke TPS yang hanya sekira 300 meter dari rumahnya. Setiba di TPS, Airin langsung mendaftar dan masuk ke bilik suara, dan mencoblos.

Airin mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada penyelenggara dan pengawas pemilu, serta media yang gencar memberitakan pemilu.

Baca Juga:

“Tentu saya sangat bersyukur dan beterim kasih kepada KPU dan Bawaslu, serta media yang mensosialisasikan pemilu. Jadi, masyarakat aware peduli dan tahu,” kata Airin, ditemui usai mencoblos, (17/4/2019) Rabu pagi.

Lebih lanjut, Airin berharap pemilu 2019 ini bisa berjalan aman dan lancar di Tangsel, seperti saat pelaksaan pemilu-pemilu pada tahun sebelumnya yang ada di Tangsel.

“Kita berharap, bisa berjalan lancar, dan mudah-mudahan ini pesta demokrasi, suka cita, dan semuanya. Jaga kondusifitas. Dari pengalaman pemilu sebelumnya, Tangsel tidak ada apapun, dan lancar,” jelasnya.

Airin juga berharap, tingkat partisipasi pemilih warga di Tangsel, pada pemilu ini bisa lebih tinggi dari pemilu-pemilu sebelumnya. Karena, partisipasi warga Tangsel selalu terendah di Provinsi Banten.

“Sata juga berhatap masyarakat datang ke TPS, gunakan hak pilihnya, sesuai hati nurani. Mari sukseskan pemilu legislatif dan pilpres, dan mudah-mudahan antusias warga bisa di atas rata-rata,” tukasnya.

(ysw)

Berangkat ke TPS, Anies dan Keluarga Kompak Kenakan Kemeja Putih dan Jeans

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menuju TPS di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan keluarga menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 di TPS 60, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Anies datang ke TPS bersma keluarga besarnya dengan kemeja putih dan jeans biru.

Pantauan SINDOnews di lokasi, Rabu (17/4/2019), Anies bersama ibundanya Aliyah Rasyid, sang istri Fery Farhati, putrinya Mutiara Baswedan serta Mikail Baswedan berjalan menuju TPS 60 di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Anies dan keluarga kompak menggunakan kemeja putih dengan celana jens warna biru. Dari rumah menuju TPS, Anies pun sempat menyalami warga dan para tetangga.

Baca Juga:

Tak lupa ia bertanya kepada para awak media apakah sudah menyoblos atau belum. “Ini (awak media) sudah pada nyoblos belum?” sapa Anies.

(ysw)

Puluhan Keluarga Pasien Padati TPS di RSCM Sejak Pagi

loading…

RSCM menyiapkan tempat pemungutan suara untuk keluarga pasien yang tidak bisa memberikan suara di rumahnya karena sedang menunggu kerabatnya yang sakit, Rabu (17/4/2019). Foto/SINDOnews/Intan Rakhmayanti

JAKARTA – Pesta demokrasi Tanah Air telah dimulai, sejumlah persiapan pun sudah siap dilakukan oleh pihak panitia pemungutan suara (PPS) di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).

Tak terkecuali di TPS yang berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Kenari, Senen, Jakarta Pusat.

Pantauan SINDOnews pada Rabu pagi (17/4/2019), puluhan orang nampak sudah memadati TPS yang berada di lobi Gedung A (Rawat Inap) yang berada di bagian belakang RSCM.

Baca Juga:

Antrean sudah mulai mengular sejak pukul 07.30 WIB. Kebanyakan para pemilih adalah petugas rumah sakit seperti dokter dan perawat yang sedang berjaga. Sebagian datang dari keluarga pasien yang sedang dirawat di RSCM.

(ysw)

Distribusi Logistik Pemilu 2019 di Kelurahan Sukapura Terlambat

loading…

Petugas TPS di Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara terpaksa mengambil sendiri logistik pemilu ke kantor kelurahan karena hingga Rabu (17/4/2019) pagi belum juga dikirimkan ke TPS-TPS. Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Distribusi logistik Pemilu 2019 di Kelurahan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara terlambat. Sejumlah warga menyesalkan pihak kelurahan lantaran beberapa diantaranya telah menunggu sejak pukul 7 pagi.

Mereka kemudian harus gigit jari setelah sejumlah TPS belum bersiap. Distribusi sendiri oleh Kelurahan baru dilakukan pukul 8.10 WIB. Imbasnya pemilihan baru bisa dilaksanakan lewat dari pukul 09.00 WIB. (Baca: Bawaslu Bongkar Truk Boks Berisi 650 Paket Sembako untuk ‘Serangan Fajar’)

Hal ini bertolak belakang dengan Keputusan KPU yang menegaskan pemungutan suara dilakukan mulai dari pukul 7 pagi – 1 siang.

Baca Juga:

Pantauan di lokasi, tampak puluhan petugas kelurahan, panitia pemungutan suara (PPS), serta kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) memenuhi kantor kelurahan.

Mereka tampak sibuk mengambil kotak suara yang masih berada di dalam kantor kelurahan yang dijadikan tempat penampungan. Tampak tergesah gesah mereka lantas membawa kotak suara ke TPS-TPS di Kelurahan Sukapura yang belum didistribusikan.

Satu per satu kotak suara dibawa menggunakan sepeda motor oleh para PPS. Bahkan, petugas juga tampak membawa kotak suara yang belum dirakit.

Seperti di TPS 68 di RT 05/RW 03, Kelurahan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara. Kotak suara itu belum dirakit dan baru tiba di TPS tersebut pada pukul 08.35 WIB.

Di sana, sejumlah warga sudah ramai menunggu di lokasi, sementara petugas KPPS di TPS itu kemudian sibuk merakit kotak suara yang baru tiba.

Kondisi ini membuat seorang warga, Soleh kesal. Ia menyayangkan sikap petugas KPPS yang membuat dirinya harus menunggu lebih lama. Padahal rencananya, ia akan bekerja usai mencoblos. “Ini malah bikin saya terlambat kerja,” keluhnya.

Soleh mengaku tak mendapat kabar terkait alasan keterlambatan ini. Petugas hanya memberikan informasi keterlambatan dan menyalahkan pihak kelurahan. “Ini udah hampir dua jam, katanya sih dari kelurahan, nggak dikasih tahu alasannya,” jelas Soleh.

Soleh berharap kejadian menjadi pantauan serius. Bahkan ia menduga kejadian ini sengaja dilakukan oleh pihak kelurahan.

(ysw)

Bawaslu Bongkar Truk Boks Berisi 650 Paket Sembako ‘Serangan Fajar’

loading…

Komisioner Bawaslu dan petugas keamanan membongkar truk bos berisi 650 paket sembako di Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (17/4/2019). Diduga ratusan sembako itu akan digunakan untuk serangan fajar. Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Satu truk boks berisi 650 paket sembako murah diamankan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta di kawasan RT 04/04, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (17/4/2019) dini hari. Sembako itu diduga akan digunakan untuk serangan fajar.Ka

“Dugaannya dilakukan oleh salah satu caleg,” kata Komisioner Bawaslu DKI Jakarta, Puadi ketika dikonfirmasi.

Puadi mengungkapkan, informasi itu didapat setelah pihaknya menelusuri laporan warga. Kala itu, warga dijanjikan mendapatkan sembako murah sesaat sebelum pencoblosan.

Baca Juga:

Saat ditelusuri, sembako itu rencananya akan didistribusikan ke sejumlah warga disitu. Harga sembako diketahui berkisar Rp10 ribu, sementara yang dijual sekitar Rp3 ribu.

Rencananya, kata Puadi, sembako itu akan didistribusikan menjelang fajar. Beberapa orang telah diamankan pihaknya, seperti pengemudi truk dan salah satu orang yang diduga timses. Meski demikian terkait siapa calegnya, pelaku yang diamanjan memilih bungkam.

“Saat ini kami masih menyelidiki. Truk sendiri sudah kami amankan ke Bawaslu Jakarta Barat,” tuturnya.

(dam)

90% Tiket Kereta Api Jarak Jauh Sudah Ludes Terjual

loading…

JAKARTA – PT KAI menyebut, lebih dari 90% tiket kereta api jarak jauh tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur ludes terjual. Hal ini lantaran masyarakat memanfaatkan libur pemilu untuk bepergian. Kepala Humas Daop 1 PT KAI Eva Chairunissa mengatakan, hingga kemarin pihaknya mencatat beberapa perjalanan telah penuh.

Di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat misalnya, untuk pemberangkatan pada 16 April, dari 17.450 tiket yang disiapkan, sebanyak 16.844 tiket atau 96% habis terjual. Sementara untuk keberangkatan hari ini, dari 18.018 tiket yang disediakan, kata dia, tiket yang terjual mencapai 14.968 atau sekitar 83%. “Okupasinya cukup tinggi. Sejak sepekan lalu, kami melihat ada peningkatan, grafik pemesanan tinggi,” katanya kemarin.

Kondisi yang sama juga terjadi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Menurut Eva, untuk pemberangkatan pada 16 April, dari 20.602 tiket yang disiapkan, tercatat 19.154 tiket atau 93% telah terjual. Begitu juga untuk keberangkatan hari ini, dari 20.566 tiket yang disediakan, sebanyak 19.588 tiket atau 95% habis terjual.

Baca Juga:

“Jumlah tiket yang terjual tersebut akan terus bertambah sejalan dengan ketersediaan tempat duduk yang masih ada. Pembelian tiket masih dapat dilakukan hingga menjelang keberangkatan kereta pada tanggal dan jam yang diinginkan calon pengguna jasa,” kata Eva. Eva menegaskan, untuk pembelian on the spot, selama tiket masih tersedia, maka calon penumpang bisa membeli langsung 30 menit sebelum keberangkatan kereta.

Sementara itu, untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang menjelang libur panjang long weekend pada 19 April. Daop 1 PT KAI menyiapkan 11 kereta tambahan dengan menyiapkan 5.512 tempat duduk per harinya. “Delapan KA diberangkatkan dari Stasiun Gambir dan tiga KA diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen dengan tujuan Bandung, Cirebon, Kutoarjo, Yogyakarta, dan Solo,” kata Eva.

Adapun untuk KA reguler, Eva mengatakan, pihaknya menyediakan 34.804 tempat duduk dari 58 kereta api yang berangkat baik dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. Rinciannya, 32 kereta berangkat dari Stasiun Gambir dengan 15.286 tempat duduk. Sementara dari Stasiun Pasar Senen sebanyak 26 kereta dengan 19.518 tempat duduk.

”Ketersediaan tempat duduk di kedua stasiun pada 15–21 April 2019 mencapai 76%. Sementara untuk 16–18 April 2019 sudah melebihi 90%. Sementara untuk 19 April tersisa sekitar 20% dari total tempat duduk yang disediakan,” katanya. Salah seorang masyarakat, Berry Prasetyo, 29, memilih menggunakan mobil pribadi untuk kembali ke kampungnya karena tiket kereta habis. “Tiket habis. Jadi, bawa kendaraan sendiri,” ucapnya.

Senada, Guritno, 35, warga Bandung, Jawa Barat, ini mengaku memilih menggunakan travel. Tiket kereta yang tak tersedia untuk berangkat ke Bandung membuat dirinya terpaksa menggunakan travel bersama istri dan anaknya. “Kalau untuk tiket pulang saya sudah dapat,” ucap Guritno.

Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno menilai, penuhnya kereta api menunjukkan ekonomi masyarakat mulai meningkat. “Sekalipun harga kereta mahal. Tapi banyak yang beli, ini menandakan ekonomi masyarakat kita sudah mampu,” kata Djoko.

Hal ini tak lepas dari inovasi yang dilakukan PT KAI selaku operator kereta. Pembenahan terus dilakukan hingga membuat nyaman penumpang, mulai menghilangkan pedagang kaki lima (PKL) hingga membuat pendingin di gerbong kereta. Karena itu, Djoko mendorong PT KAI terus berinovasi meningkatkan sarana dan prasarana, termasuk menambah jumlah gerbong kereta.

(don)

Operasional Bus Transjakarta Berkurang saat Hari Pencoblosan

loading…

Salah satu bus Transjakarta melintas di jalur layang Ibu Kota.Foto/SINDOphoto/Dok

JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengurangi operasional armadanya pada hari libur nasional yang bertepatan dnegan pencoblosan Pemilu Serentak pada Rabu (17/4/2019). Dari sebanyak 2.400 unit armada yang ada, Transjakarta hanya mengoperasikan 1.400 unit.

Direktur Operasional PT Transjakarta, Daud Joseph mengatakan, pada hari pencoblosan yang ditetapkan sebagai hari libur nasional, pihaknya tetap mengoperasikan bus Transjakarta secara normal. Namun, untuk operasional bus mengalami pengurangan.

“Sebab berdasarkan pengalaman sebelumnya pada Pilpres 2014 dan Pilkada 2017, ternyata jumlah pelanggan sekitar 55-60% dari hari kerja. Jadi jumlah bus akan disediakan sesuai dengan jumlah penumpang. Jadi bus yang akan kami siapkan 1.400 bus,” kata Joseph pada Selasa (16/4/2019).

Baca Juga:

Josep memprediksi sejumlah ruas jalan di Ibu Kota akan lengang, karena masyarakat akan menggunakan hak suaranya. Sehingga dengan jumlah bus yang sediakan tidak akan mengganggu aktivitas pelanggan. Warga pun diminta tidak khawatir dengan jumlah bus yang sudah memadai itu.

Bagi karyawan Transjakarta yang bertugas pagi hari, lanjut Joseph, pihaknya memberikan keringan waktu hingga pukul 10.00 WIB. Selanjutnya pelayanan menjadi tanggung jawab karyawan untuk sesi siang.

Penyesuaian ini juga untuk mengatur operasional bus Transjakarta dalam melayani masyarakat untuk aktivitas di Hari Libur Nasional yang ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2019 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum. “Tidak ada perubahan rute,” ungkapnya.

Berbeda dengan bus Transjakarta, PT Kereta Api Indonesia (KAI) justru akan mengoperasikan 11 kereta tambahan pada masa libur Nasional pencoblosan itu. Apalagi, libur Nasional itu berdekatan dengan Hari Peringatan Wafat Isa Almasih pada Jumat (19/4/2019) Yang menambah libur akhir pekan minggu ini menjadi lebih panjang dari biasanya.

Momen tersebut diperkirakan Kepala Humas PT KAI Daop 1, Eva Chairunissa bakal dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur ke luar kota. Sehingga pihaknya mengantisipasi trend kenaikan jumlah penumpang, terutama di saat long weekend diantisipasi PT KAI Daop 1 Jakarta dengan mengoperasikan 11 KA Tambahan.

“Ada 5.512 tempat duduk maksimal per harinya yang ditambahkan untuk melayani para pengguna jasa KA. Dari 11 KA Tambahan yang dioperasikan tersebut, delapan KA diberangkatkan dari Stasiun Gambir, dan tiga KA diberangkatkan dari Stasiun Pasarsenen dengan tujuan Bandung, Cirebon, Kutoarjo, Yogyakarta, dan Solo,” kata Eva dalam siaran tertulisnya.

(whb)

Ini Kata Pengamat Soal Penangkapan Warga di Depan Rumah Taufik Gerindra

loading…

JAKARTA – Insiden penangkapan seorang warga di dekat rumah Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, M Taufik, dinilai merupakan cara untuk menggerus suara partai tersebut di Jakarta. Pasalnya, sejumlah lembaga survei memperkirakan Gerinda bisa menjadi pemenang di Jakarta.

Pengamat politik Jakarta, Saiful Jihat mengatakan, berdasar dari hasil kajian kalau sinyal Gerindra menang di Jakarta sangat kuat. “Jakarta itu miniatur Indonesia. Apa yang terjadi di Ibu Kota berefek ke daerah lain,” kata Saiful kepada wartawan pada Selasa (16/4/2019).

Tapi, lanjut Saiful, Gerindra harus waspada karena bisa saja Gerindra menjadi target.”Gerindra harus waspada. Semakin tinggi banyak guncangan dan bisa saja kasusnya dicari-cari,” ujarnya.(Baca: Taufik Gerindra Benarkan Warga Pembawa Amplop Anak Buahnya)

Saiful mencontohkan, insiden penangkapan di depan posko pemenangan caleg M Taufik di Jakarta Utara bisa menjadi rujukan. Karena, saat hendak rapat timses dan saksi, tiba-tiba ada petugas dan menangkap.

“Kalau bicara uang saksi kan semua caleg pakai saksi dan ada honornya dong. Memang jadi pertanyaan besar juga, kenapa?,” ujarnya. Mneurut dia, di group WhatsApp (WA) beredar soal adanya dugaan money politics yang dilakukan M Taufik, dengan berbagai macam cara, oknum itu menyebar isu dan hoaks.

Sementara itu, peneliti Pena Hijau, Ahmad Rijal menambahkan, lewat hoaks lah suara Gerindra bisa tergerus.”Insiden di Jakarta Utara diduga adalah terkait uang saksi. Harusnya semua caleg agar fair. Karena, mereka pada pakai saksi,” ucapnya.

(whb)

KPU Bogor Minta Petugas KPPS Layani Pemilih hingga Pukul 13.00 WIB

loading…

BOGOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor menyatakan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) harus tetap melayani pemilih yang terlambat hingga pukul 13.00 WIB. Meskipun diharapan masyarakat yang hendak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Serentak 2019 tepat pada waktunya mulai pukul 07.00 hingga 13.00.

“Masyarakat yang mendapatkan hak pilihnya diharapkan kedatangannya di TPS yang akan dibuka pada pukul 07.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, lalu bagaimana jika terlambat, petugas KPPS harus tetap melayani,” ungkap Ketua KPU Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni, Selasa (16/04/2019).

Dia menjelaskan, ada aturan dan tatacara waktu perpanjang pencoblosan agar masyarakat yang hendak mencoblos paham.”Kita punya kategori tiga pemilih antara lain Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih tambahan (DPTb) dilaksanakan pukul 07.00 sampai 13.00. Tapi untuk pemilih yang Daftar Pemilih Khusus (DPK) pukul 12.00 sampai pukul 13.00,” jelasnya.

Baca Juga:

Ummi melanjutkan, sesuai UU Nomor 7/2017 dan PKPU 3 diperbaharui PKPU 9 2019, ketika itu (masa perpanjangan waktu) pemilih sudah datang petugas harus tetap melayani. “Sebab nantinya pemilih akan tetap disuruh mengisi form C7 daftar hadir agar bisa terlayani. Jadi kita tidak akan membiarkan pemilih untuk pulang dan kecewa tak bisa menyalurkan hak pilihnya dengan syarat mengisi formulir C7,” ujarnya.

Sementara itu, terkait TPS 41 yang terletak di Kampung Curug, RT 02/09, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor sebagai tempat mencoblos Prabowo Subianto, Capres Nomor urut 2, menurutnya tak ada perlakuan khusus. “Iya (Prabowo) di Bojongkoneng, TPS 41, sama seperti TPS lainnya tidak ada perlakuan khusus,” katanya.

Bahkan, di TPS lain juga sama baik itu TPS caleg maupun calon anggota DPD, jadi berlaku bagi semua calon-calon yang lain termasuk para calon legislatif. “TPS itu tidak ada TPS VIP, tidak ada TPS khusus. Pada prinsipnya TPS dibuat dengan nyaman untuk semua pemilih. Pokoknya semua sama, anggarannya sama, kalau pun ada itu swadaya masyarakat sekitar,” ucapnya.

(whb)

TPS 140 Semper Barat Dipercantik Hiasan Sampah Daur Ulang

loading…

TPS 140 di Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, dipercantik dengan sampah daur ulang milik warga. Foto/Wahyu Budi Santosa/SINDOnews

JAKARTA – Kreativitas tinggi ditunjukkan warga RT05/09 Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. Beragam produk daur ulang Bank Sampah Karya Mandiri milik warga dijadikan sebagai hiasan Tempat Pemungutan Suara (TPS) 140.

Pengelola Bank Sampah Karya Mandiri, Nanang Suwandi mengatakan, produk daur ulang yang dijadikan sebagai hiasan TPS antara lain pilar, tirai, plang TPS. Sejumlah drum komposter pun dijadikan hiasan di TPS tersebut.

“Kami juga menyediakan foto booth dari produk daur ulang sampah,” kata Nanang saat dikonfirmasi, Selasa (16/4/2019).

TPS 140 Semper Barat Dipercantik Hiasan Sampah Daur Ulang

Dijelaskannya, pembangunan TPS yang diberi nama TPS Bunga Bangsa itu didukung oleh seluruh warga. Termasuk pengelola bank sampah dan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang menyiapkan TPS tersebut.

Baca Juga:

“Pembuatannya sejak tadi pagi. Rencana malam ini TPS sudah rampung dihias,” jelasnya.

Dia beralasan, penghiasan TPS dengan cara seperti ini agar 277 pemilih merasa senang. Dengan begitu, kesan pemilu yang ceria dan menggembirakan bisa benar-benar terasa oleh seluruh warga.

“Kita berharap penyelenggaraan pemilu sebagai ajang yang menggembirakan. Caranya dengan dipercantik menggunakan produk daur ulang,” tutupnya.

(mhd)

Warga Jakarta Siap Nyoblos, Ini DPTHP2 Pemilu 2019 di Ibu Kota

loading…

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos.Foto/Okezone/Dok

JAKARTA – Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP2) pada Pemilu 2019 di Jakarta sebanyak 7.761.598 jiwa. Sebanyak 3.874.021 pemilih ialah laki-laki dan 3.887.577 lainnya merupakan perempuan. Para pemilih ini siap menggunakan hak suaranya pada 17 April 2019 besok.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos mengatakan, jutaan warga dari 267 kelurahan tersebut terdaftar sebagai pemilih di 29.010 tempat pemungutan suara (TPS). “Rata-rata jumlah pemilih setiap TPS di DKI Jakarta adalah 268 pemilih,” kata Betty di Kantor KPU DKI Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2018).

Dia menjelaskan, jumlah pemilih terbanyak berada di Jakarta Timur, yakni 2.246.279 orang dan terdiri dari 1.114.490 laki-laki serta 1.131.789 perempuan. Jakarta Timur juga memiliki TPS terbanyak, yaitu 8.206 TPS.

Baca Juga:

Sedangkan jumlah pemilih paling sedikit adalah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, yakni 19.013 orang dan terdiri atas 9.553 laki-laki serta 9.460 perempuan. Mereka terdaftar sebagai pemilih di 70 TPS.

Meskipun demikian, Betty mengakui KPU DKI belum mendaftar pemilih dan TPS pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di DKI Jakarta. Saat ini, KPU DKI mencatat penghuni lapas dan rutan di Ibu Kota sekitar 16.812 pemilih. Mereka tersebar di 7 Lapas dan Rutan di DKI Jakarta.

Sementara itu, Ketua Seknas Jokowi Sejabodetabek, Monisyah H, merasa yakin akan memenangkan 55% suara di TPS-TPS DKI untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf. Apalagi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang menjadi basis para relawan Seknas Jokowi

Dia merasa, seluruh mesin relawan yang dipimpin selama tiga tahun ini sudah berkerja maksimal untuk bisa merebut kemenangan di DKI. “Para pengurus dan simpatisan sudah all out hingga 17 April besok, dan semenjak 2 minggu terakhir ini kami juga sudah langsung turun ke masyarakat DKI untuk sosialisasi mengenai pemilu mendatang,” ucapnya.

(whb)

H-1 Pencoblosan, KPU Pastikan Kotak Suara Rusak di Ciseeng Sudah Diganti

loading…

JAKARTA – Satu hari menjelang pencoblosan Pemilu Presiden dan Legislatif sejumlah persiapan terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten maupun Kota Bogor. Bahkan terkait ratusan kotak dan surat suara yang rusak akibat bencana banjir di Kecamatan Ciseeng hingga saat ini sudah teratasi.

Bupati Bogor Ade Yasin mengaku lega satu hari menjelang pelaksanaan pencoblosan semua hambatan terkait penyelenggaran Pemilu di Kabupaten Bogor sudah berhasil diatasi dan tak menjadi kendala.

“Dari sini kita sudah lega akibat bencana di Ciseeng tapi sudah di tangani di lapangan satu dua titik,” jelasnya saat mengunjungi kantor KPU Kabupaten Bogor terkait kordinasi kesiapan menjelang Pemilu, Selasa (16/04).

Baca Juga:

Pihaknya mengaku sengaja berkunjung untuk mengecek kesiapan secara keseluruhan. Pihaknya bersyukur sesuai yang disampaikan Ketua KPU Kabupaten Bogor H-1 tak ini tak ada kendala.

“Yang perlu dilakukan saat ini adalah bagaimana menggerakkan masyarakat agar tidak golput dan mau menggunakan hak pilihnya. Suksesi pemilu dapat dicapai ketika angka golput kecil atau bahkan nol, ini yang perlu terus digerakkan,” katanya.

Sementara Ketua KPUD Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni menjelaskan terkait kerusakan surat dan kotak suara di Ciseeng lantaran hujan lebat dan angin puting beliung hingga menyebabkan dinding aula Kantor Kecamatan Ciseeng jebol.

“Di sana juga ada saluran drainase. Tapi alhamdulilah kerusakan dari kejadian kemarin saya pastikan tidak akan mengganggu proses pemilihan besok. Sebab, pada malam harinya kita sudah masukan ke plastik besar dan diberi nama, jadi tidak rusak semua. Untuk yang rusak, KPU sudah mengantar lagi kotak suara untuk Ciseeng,” jelasnya.

Ia menuturkan, pengiriman logistik kotak suara sudah dalam tahap pengiriman menuju KPPS dan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pihaknya juga mengimbau kepada para PPK untuk menjaga konsentrasi jika ada kebocoran, terutama ketika hujan.

“Proses persiapan pelaksanaan Pemilu saat ini sudah mencapai 99 persen, yang belum siap lantaran proses packing untuk selanjutnya dikirim ke TPS yang ada di Kabupaten Bogor. Tapi hari ini insyaallah selesai semua,” katanya.

Ia menegaskan, pengadaan kotak suara disediakan dan difasilitasi oleh KPU pusat dan pihaknya hanya sebagai fasilitator untuk melaporkan, namun menurutnya semua sudah diselesaikan. “Proses hingga kini masih lancar. Untuk Ciseeng kan Cuma 680 dari jumlah 15 ribu TPS, jadi untuk proses masih lancar,” ujarnya.

Sementara itu, KPU Kota Bogor mengklaim kesiapan logistik pelaksanaan Pemilu 2019 sudah mencapai 99 persen dan sekarang sedang proses pengiriman dari tingkat kelurahan ke TPS.

“Kesiapan logistik hari ini sudah mencapai TPS, karena kemarin sore sekitar pukul 18.00 WIB kami sudah dan sedang proses penyegelan,” ungkap Ketua KPU Kota Bogor Samsudin.

Setelah kotak surat suara diturunkan ke bawah, di waktu yang sama KPPS kemudian dilakukan persiapan pembangunan TPS sampai maksimal pukul 16.00 WIB. “Setelah itu kami imbau KPPS untuk beristirahat, tidur, karena mereka akan bertugas berat di tanggal 17-18 April 2019,” tambahnya.

Sementara Plh Wali Kota Bogor Ade Syarif Hidayat memastikan pencoblosan Pemilu 2019 berlangsung aman. Selain itu kesiapan logistik hampir semuanya sudah berjalan dengan lancar.

Ade mengatakan, Kota Bogor harus berkoordinasi dan mengantisipasi hingga harus mampu mendeteksi berbagai permasalahan yang bisa terjadi di wilayah sebelum dan saat proses pencoblosan Pemilu 2019. “Kalaupun ada permasalahan harus mempunyai solusi. Sehingga penyelenggaraan Pemilu 2019 lebih baik,” ungkap Ade.

Ade melanjutkan, termasuk perbaikan beberapa hal, harus bisa dilakukan di tingkat Kota Bogor. Sebagai contoh apabila ada surat suara yang kurang harus bisa diselesaikan sehingga bisa dideteksi sejak awal.

Dia berharap satu hari sebelum pelaksanaan sudah bisa terselesaikan. “Saat pelaksanaan di TPS semua sudah terpenuhi. Masyarakat bisa menyalurkan hak suaranya,” tambahnya.

(ysw)

Gatot Sebut Puluhan TPS di Depok Masuk Kategori Rawan Bentrok

loading…

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Edy Pramono kunjungi Kampoeng Pemilu Nusantara di Depok, Jawa Barat. Foto/R Ratna Purnama/SINDOnews

DEPOK – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan puluhan tempat pemilihan suara (TPS) di Depok masuk kategori rawan. Oleh karenanya, kesiapan petugas keamanan sangat diperlukan.

“Depok ada 60 titik (rawan). Namun itu semua sudah diantisipasi,” katanya di Depok, Jawa Barat, Selasa (16/4/2019).

Selain itu, kata dia, ada ratusan titik yang masuk kategori rawan. Namun ratusan titik itu ada di Jakarta.

Baca Juga:

“Titik rawan ada 389 TPS di Jakarta, tersebar di beberapa polres,” ucap Gatot. (Baca juga: Sambangi Kampoeng Pemilu Nusantara, Kapolda Gatot: Situasi Aman)

Dia menjelaskan, kerawanan yang dimaksud misalnya bentrok antar pendukung. Jika di satu TPS penduduk A dan B dalam kondisi berimbang maka itu termasuk kategori rawan.

“Kalau antara pendukung A dan B ada di salah satu TPS ada yang dominan itu dapat dikategorikan aman,” kata Gatot.

Soal temuan menonjol hingga detik ini belum ditemukan. Kondisi keamanan sejauh ini masih terkendali.

“Belum ada temuan menonjol. Sejauh ini aman. Kotak suara sedang berjalan dan ada yant sudah sampai ke TPS dan dijaga sampai waktunya,” ungkapnya.

Mengenai ancaman gangguan, pihaknya akan menindak tegas jika ada oknum yang membuat kekacauan pemilu. Misalnya jika ada yang mengintimidasi atau mempengaruhi bisa segera dilaporkan.

“Kalau ada yang mengintimidasi kita tegur, kalau ada yang mempengaruhi kita tindak. Kalau ada yang anarkis pun kita ada pasukan yang siap sewaktu waktu,” tutupnya.

(mhd)

30 Tahun Tak Dikunjungi Gubernur, Anies Berkantor di Pulau Sabira

loading…

Gubernur Anies Baswedang di Kampung Akuarium, Jakarta Utara, Senin (27/11/2017) sore. Foto: SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkantor di Pulau Sabira. Pulau itu merupakan pulau terluar dan wilayah paling utara dari Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Dalam kunjungan kerjanya, Anies meninjau sejumlah fasilitas publik yang menjadi kebutuhan dasar di Pulau Sabira guna memastikan pembangunan di pulau tersebut telah terlaksana dengan baik, terutama terpenuhinya kebutuhan dasar listrik, air bersih, dan transportasi antar pulau.

“Pulau Sabira adalah pulau terdepan di Ibu Kota Jakarta. Jadi, tujuan hari ini adalah melihat kemajuan yang sudah dilaksanakan dalam beberapa waktu ini. Kita bersyukur bahwa masyarakat pun merasakan kebahagiaan akibat konektivitas yang lebih baik, kebutuhan dasar air, dan listrik yang lebih baik. Insya Allah dengan begitu mereka akan bisa lebih sejahtera di tempat ini,” kata Anies kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga:

Sebagaimana diketahui, warga di Pulau Sabira merupakan bagian dari Rukun Warga (RW) di Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Penduduk Pulau Sebira berjumlah kurang lebih 500 jiwa yang terdiri atas empat Rukun Tetangga (RT) dan 170 Kepala Keluarga (KK).

Anies menyampaikan, pelayanan listrik 24 jam untuk warga sudah dapat dinikmati sejak awal Januari 2019. Selain itu, Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) menjadi alat andalan pemerintah setempat untuk mengolah air payau menjadi air minum, sehingga kebutuhan air bersih warga pun mampu terpenuhi dengan baik.

“Alhamdulillah, mulai 1 Januari (2019), listrik beroperasi 24 jam di tempat ini, maka di siang hari pun kegiatan produktif warga bisa menggunakan listrik. Lalu, penyediaan air bersih yang semula dikelola oleh masyarakat saja, sekarang dikelola oleh pemerintah, dan volume produksinya menjadi jauh lebih tinggi. Untuk connectivity (transportasi antara pulau), kita menyiapkan kendaraan dari Dinas Perhubungan seminggu tiga kali yang bisa menjangkau ke Sabira dalam waktu 2 jam, mulai bulan Februari kemarin,” terang Anies.

Mantan Mendikbud ini juga menegaskan, hal yang tidak kalah penting adalah warga merasa diakui oleh pemerintah. Dalam arti, warga di Pulau Sabira merasa bukan saja pembangunan di wilayahnya telah berjalan dengan baik, tetapi juga perhatian dan hubungan terbangun dengan baik dari pemerintah, baik Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten.

“Mereka tadi menyampaikan Gubernur terakhir datang ke sini tahun 1985 atau 1989-an, berarti (sekitar) 30 tahun yang lalu. Ini yang tadi saya sampaikan, mereka adalah bagian dari kami. Karena itu, sudah seharusnya kita di Pemprov DKI, dari mulai jajaran Gubernur sampai dengan Bupati dan jajarannya, itu rutin datang ke tempat ini. Pak Bupati Alhamdulillah selama bertugas di sini mungkin beliau termasuk yang paling banyak, sudah 5 kali datang ke Pulau Sabira ini,” tuturnya.

(mhd)

Nyoblos, Ratusan Orang Gangguan Jiwa di Bekasi Bakal Didampingi

loading…

Orang gila bakal mencoblos pada Pemilu Serentak 2019. Foto/SINDOnews/Syamsul

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi memastikan ratusan orang gangguan jiwa diwilayahnya bakal memberikan hak suaranya dalam Pemilu Serentak 2019 yang digelar Rabu 17 April besok. Namun, untuk memberikan hak suaranya, ada tim pendamping khusus yang menemani orang tersebut mencoblos.

Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Tommy Suswanto mengatakan, bahwa kesempatan memilih dalam pemilu bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) telah berlangsung sejak 1995. Hal tersebut berdasarkan berbagai ketentuan yang tercantum dalam undang-undang.

“Jadi diperbolehkan secara aturan,” katanya pada wartawan di Bekasi, Selasa (16/4/2019). (Baca juga: Besok, 143 Orang Gila di Kota Bekasi Ikut Nyoblos di TPS)

Baca Juga:

Namun, kata dia, dari jumlah 143 orang dengan gangguan jiwa tidak semuanya memberikan hak suaranya. Hanya saja, yang masih bisa memberikan hak suaranya berjumlah delapan orang. “Yang jelas tekhnisnya dalam pencoblosan nanti, ada pendampingan khusus,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi mencatat ratusan orang dengan gangguan jiwa (orang gila) di Bekasi masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk ikut mencoblos pada Rabu 17 April 2019. Sebab, orang gila memiliki hak suara dan masuk dalam kategori penyandang disabilitas yang mempunyai hak suara.

Komisioner Divisi Data, KPU Kota Bekasi, Pedro Purnama Kalangi mengatakan, ratusan orang dengan gangguan jiwa yang akan memberikan hak suaranya berjumlah 143 orang. Hal itu berdasarkan data yang diberikan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. “Kita terima data dari Disdukcapil, dan kita mengikuti undang-undang,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan data tersebut, 143 orang dengan disabilitas mental itu tersebar di dua yayasan yang menampung orang dengan gangguan jiwa. Pertama Yayasan Zamrud di Mustika Jaya sebanyak 12 orang disabilitas mental yang memiliki KTP Kota Bekasi dan 22 orang dengan KTP luar Kota Bekasi.

Sedangkan tempat kedua adalah Yayasan Galuh di Mustikajaya. Tercatat 25 orang dengan disabilitas mental memilki KTP Kota Bekasi dan 84 lainnya dengan KTP luar kota. Sementara formulir C6 sudah didistribusikan ke tempat tersebut. “Mereka mempunyai hak untuk memilih sebagaimana undang-undang,” ujarnya.

Untuk teknis pemilihan sendiri, kata dia, petugas TPS yang akan mendatangi yayasan itu pada pukul 12.00 WIB. Karena tidak ada TPS khusus bagi penyandang disabilitas mental tersebut selayaknya penguni lapas atau orang yang sedang dirawat di rumah sakit. “Berdasarkan data itu, belum tentu semuanya mencoblos,” jelasnya.

Pedro menjelaskan, petugas yang datang ke lokasi hanya datang membawa semua perlengakapan pencoblosan tanpa memakasa mereka untuk ikut mencoblos. “Kalau kita datang, ya mereka silahkan mencoblos. Kalau tidak ya tidak masalah, karena kita tidak akan memaksa,” tegasnya.

(mhd)

Ratusan Warga Binaan di Rutan Depok Terancam Tak Bisa Nyoblos

loading…

DEPOK – Ratusan warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Depok terancam tidak bisa mencoblos. Pasalnya, ratusan warga binaan itu tidak teridentifikasi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok.

“Ada sekitar 510 warga binaan yang terancam tidak bisa memilih,” kata Kepala Rutan Depok Bawono Ika Sutomo, Selasa (16/4/2019.

Saat ini, kata dia, Rutan Depok masih berupaya mencari jalan agar ratusan warga tersebut bisa tetap menggunakan hak pilihnya. Pihaknya sudah mengirim data ke KPU Jawa Barat.

Baca Juga:

“Ini masih kami perjuangkan agar mereka bisa mendapat hak suara. Kita sudah kirim data ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) Provinsi Jabar,” katanya.

Jumlah warga binaan yang terdata di rutan sebanyak 1.308 untuk menggunakan hak politiknya. Rutan Depok akan menyiapkan enam Tempat Pemungutan Suara (TPS). Selain napi, ada sekitar 89 petugas sipir yang juga bakal menggunakan hak pilihnya. Bahkan, pencoblosan di rutan juga dijaga aparat gabungan dari TNI-Polri.

“Yang jelas kami netral ya, kami juga sudah berkoordinasi dengan aparat setempat baik dari Polri dan TNI, terkait dengan persiapan pengamanan besok. Walau kita lokasinya ada di dalam rutan didalam tembok tapi tetap mobilitas keamanan kami jaga,” pungkasnya.

(mhd)

Sambangi Kampoeng Pemilu Nusantara, Kapolda Gatot: Situasi Aman

loading…

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Edy Pramono kunjungi Kampoeng Pemilu Nusantara di Depok, Jawa Barat. Foto/R Ratna Purnama/SINDOnews

DEPOK – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Edy Pramono mengunjungi Kampoeng Pemilu Nusantara di Depok tepatnya di RW 003 Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas. Di sana Gatot melihat langsung delapan TPS yang dibuat dengan tema budaya daerah di Indonesia. Selain itu dia juga ingin mengetahui langsung kesiapan pemilu di Depok.

“Kedatangan saya ke Depok untuk melihat kesiapan pemilu serta melihat kesiapan petugas TNI-Polri apakah sudah siap atau belum,” katanya di lokasi, Selasa (16/4/2019).

Dari hasil pemantauannya, kata dia, sejauh ini kondisi aman terkendali. Kendati demikian, dia sudah menempatkan personel di sejumlah tempat dan siap dikerahkan jika situasi berubah.

Baca Juga:

“Saya lihat cukup siap TPS. Personel siap digerakkan kalau ada perubahan situasi. Sejauh ini semua aman,” pungkasnya.

Dikatakan dia, untuk kotak suara sudah didistribusikan ke sejumlah TPS. Namun memang masih ada yang masih dalam perjalanan. Dipastikan kotak suara akan tiba di seluruh TPS sebelum pemilihan dimulai.

“Saya lihat kesiapan TPS, kotak suara apakah aman atau tidak, kemudian sudah sampai atau belum. Banyak hal lain yang kita lihat,” paparnya.

Mengenai Kampung Pemilu Nusantara ini, Gatot sangat mengapresiasi. Karena ini menjadi bagian dari pesta rakyat. Dia pun berharap agar pemilu berjalan aman dan damai.

“Depok semarak dengan adanya Kampung Pemilu Nusantara ini. Harapan kami tentu ini berjalan lancar,” imbuhnya.

Dia mengimbau, agar seluruh masyarakat menggunakan hak politiknya.

“Saya harap masyarakat silahkan datang gunakan hak pilih, siapa yang dipilih itu hak masing-masing. Jangan ragu dan takut. Polri-TNI siap mengamankan,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menambahkan, pesta demokrasi ini harus disukseskan bersama. Dia mengapresiasi ada warga yang kreatif menbuat TPS dengan beragam cara untuk menarik minat pemilih supaya datang dan memilih.

“Sangat kami apresiasi ini menjadi bagian penting dari pesta demokrasi. Semoga pesta demokrasi ini berjalan lancar, aman dan terkendali,” katanya.

(mhd)

Jelang Pencoblosan, KPU Tangsel Bakar Ribuan Surat Suara Rusak

loading…

KPU Tangsel bakar ribuan surat suara di Pondok Aren. Foto/Hasan Kurniawan/SINDOnews

TANGERANG SELATAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, membakar ribuan surat suara lebih dan kurang di depan Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Pondok Aren.

Ketua KPU Tangsel Bambang Dwitoro mengatakan, sesuai dengan surat edaran KPU RI, surat suara yang rusak dan lebih harus dimusnahkan minimal satu hari menjelang pemilihan, Selasa 16 April 2019.

“Karena besok (Rabu 17 April 2019) hari pemungutan suara, disebutkan pemusnahan paling lambat 1 hari sebelum hari H, yakni 16 April 2019,” katanya di GSG Pondok Aren, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga:

Surat suara yang rusak, kata Bambang, ada sekitar 386 lembar untuk Pilpres, 1.016 lembar untuk DPR RI, 384 lembar untuk DPD RI, 455 lembar untuk DPRD Banten, dan 560 lembar DPRD Kota dan Kabupaten dapil 1-6.

Jelang Pencoblosan, KPU Tangsel Bakar Ribuan Surat Suara Rusak

“Sedang surat suara lebih, pilpres ada 1.207, DPR RI Banten 3 ada 373, DPD ada 8.831, DPRD Prov Banten 7 ada 3.736, DPRD kabupaten/kota dapil 1-6 1.273,” jelasnya.

Surat suara yang rusak dan lebih itu, tidak termasuk wilayah Kecamatan Ciputat dan Pamulang. Data kertas suara rusak dan lebih di kedua wilayah itu, masih dalam penjemputan saat pembakaran dilakukan.

“Kerusakannya rata robek, tinta tidak terang dan tidak presisi atau agak miring dan mencong, ada yang bolong juga. Itu belum termasuk Ciputat dan Pamulang,” terangnya.

(mhd)

Larang Buruh Nyoblos, Disnaker Tangsel: Pengusaha Bisa Dipidana

loading…

TANGERANG SELATAN – Sekretaris Dinas (Sekdis) Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Yantie Sari mengatakan, pengusaha bisa dikenakan pasal pidana apabila menghalangi buruhnya mencoblos.

“Kalau atasannya ada yang melarang izin sebentar untuk mencoblos, laporkan saja kepada kami. Kan yang penting masih masuk kerja,” ungkap Yantie kepada SINDOnews, Selasa (16/4/2019).

Dijelaskan Yantie, sedikitnya ada sekitar 205.910 orang buruh atau karyawan yang bekerja di 2.827 perusahaan, di Kota Tangsel, yang akan mencoblos Rabu besok.

Baca Juga:

“Pengusaha harus memberikan kesempatan ke pekerja dan buruh untuk melaksanakan hak pilihnya. Apalagi bisa pada hari itu pekerja dan buruhnya masuk, maka harus diberi kesempatan untuk memilih,” jelasnya.

Dalam Pasal 498 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, majikan atau atasan yang tidak memberikan kesempatan kepada pekerja atau karyawan bisa dijerat dengan pasal pidana dan ancaman penjara.

“Paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp12 juta. Jadi perusahaan juga tidak elok kalau terlalu kaku. Selama roda usaha masih bisa terus berjalan, nyoblos juga kan tetap dijamin,” paparnya.

Bagi buruh dan karyawan yang merasa hak yang dijamin dalam perpres dan surat edaran Menteri Tenaga Kerja, bisa langsung dilaporkan ke Disnaker masing-masing.

“Kalau ada pelanggaran terhadap peraturan Pepres dan surat edaran menteri tersebut, agar melaporkan ke disnaker. Seperti biasanya bentuk laporannya kalau ada yang melanggar. Silakan lapor,” pungkas Yantie.

(mhd)

Taufik Gerindra Benarkan Warga Pembawa Amplop Anak Buahnya

loading…

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta M Taufik membenarkan kabar adanya penangkapan seorang warga di dekat rumahnya, Jalan Warakas III, Gang 6, Samping Pos RW 01. Warga yang diduga salah seorang anak buahnya yang diketahui tengah membagi-bagikan amplop.

“Ya, yang ditangkap namanya Charles Lubis, beliau kader Gerindra. Beliau memang ditangkap aparat kepolisian Jakarta Utara karena dituding bagi-bagi amplop untuk uang politik,” kata Taufik kepada wartawan, Selasa (16/4/2019).

Dia pun dengan tegas membantah isu ataupun kabar kalau bagi-bagi amplop yang dilakukan oleh anak buahnya itu dalam sebagai politik uang.

Baca Juga:

“Amplop yang dibagikan itu bukan untuk politik uang. Amplop yang berisi uang itu dibagikan untuk kepentingan saksi saat mereka bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sekali lagi saya tegaskan bukan dalam upaya politik uang,” katanya.

Bahkan Taufik mengatakan, ketika amplop itu dibagikan untuk kepentingan saksi maka tidak ada hal yang dilanggar.

“Saya langsung komunikasi dengan pihak Bawaslu terkait hal ini. Pihak Bawaslu mengatakan ke saya kalau memang amplop berisi uang itu untuk kepentingan saksi maka tidak ada masalah,” kata Taufik.

Bahkan sampai berita ini diturunkan Taufik mengatakan, kalau anak buahnya Charles Lubis masih menjalani proses pemeriksaan di Polres Jakarta Utara.

Sebelumnya, Bawaslu Jakarta Utara mengamankan seorang warga yang diduga terlibat politik uang. Saat ini Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Jakarta Utara masih memeriksa terduga pelaku.

“Ada satu orang yang ditangkap, warga biasa. Artinya, kelanjutannya saya belum tahu karena masih diproses,” kata Ketua Bawaslu Jakut Mochammad Dimyati.

Dimyati mengatakan terduga yang ditangkap bernama Carles Lubis. Carles ditangkap di depan rumah Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik.

“Ketangkapnya 17.30 WIB di wilayah Warakas, di depan rumah Pak Taufik, di posko kemenangannya,” ujar Dimyati.

Petugas Sentra Gakkumdu Bawaslu Jakarta Utara mengamankan sejumlah amplop dari lokasi tersebut. (Baca juga: Diduga Terlibat Politik Uang, Satu Orang Diamankan Dekat Rumah Caleg)

“Rencananya semalam mau ada kegiatan ngumpulin saksi-saksi, RW yang jadi korwil (koordinator wilayah),” ungkapnya.

(mhd)

Pemilu Serentak 2019, 9 Wahana di TMII Hanya Rp90.000

loading…

Pengunjung bermain ombak dan wahana SnowBay TMII, Jakarta Timur. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Beragam promo menghiasi pesta demokrasi 2019 yang bakal digelar Rabu 17 April besok, tak ketinggalan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga memberikan promo yang menarik. Pada hari pencoblosan besok, 9 wahana di TMII hanya dihargai Rp90.000.

Sembilan wahana tersebut yakni petualangan Dinosaurus, Mata Legenda, Anak Tirta, Nirwata Kisar, Ulat Selur, Kapal Bajak Laut, Mobil Tanjak, Kereta Beos dan Baby Dino. Pada hari biasa harga ke sembilan wahana ini jika ditotal mencapai Rp200.000.

“TMII buka seperti biasa, jam operasionalnya, 9 wahana Rp90.000 itu ada di Taman Legenda Keong Mas posisinya di belakang Teater,” kata Kepala Seksi Humas TMII, Novera Mayang saat dihubungi SINDOnews, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga:

Selanjutnya TMII juga memberikan promo di wahana SnowBay dengan harga Rp70.000 berlaku untuk 4 orang dengan cara menunjukkan jari bertinta bukti telah menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Serentak 2019.

“Promo untuk besok juga ada di SnowBay Rp70.000 tapi maksimal untuk 4 orang dengan menunjukkan jari (bertinta),” ujarnya.

Pemilu Serentak 2019, 9 Wahana di TMII Hanya Rp90.000

Bagi pengujung yang ingin berwisata ke TMII untuk menghabiskan libur nasional bersama sanak keluarga disarankan menggunakan moda transportasi masal.

“Kalau mau ke Taman Mini enaknya sih pakai kendaraan umum, kaya Transjakarta, di depan pintu masuk ada halte bus Transjakarta tuh. Soalnya kalau tanggal merah, weekend dan long weekend kendaraan padat,” imbuhnya.

(mhd)

Bawaslu Sebut Orang Gila Mencoblos Bakal Didampingi

loading…

Orang gila bakal mencoblos pada Pemilu Serentak 2019. Foto/SINDOnews/Syamsul

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi memastikan ratusan orang gila diwilayahnya bakal memberikan hak suaranya dalam Pemilu Serentak 2019 yang digelar Rabu 17 April besok. Namun, untuk memberikan hak suaranya, ada tim pendamping khusus yang menemani orang gila tersebut mencoblos.

Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Tommy Suswanto mengatakan, bahwa kesempatan memilih dalam pemilu bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) telah berlangsung sejak 1995. Hal tersebut berdasarkan berbagai ketentuan yang tercantum dalam undang-undang.

“Jadi diperbolehkan secara aturan,” katanya pada wartawan di Bekasi, Selasa (16/4/2019). (Baca juga: Besok, 143 Orang Gila di Kota Bekasi Ikut Nyoblos di TPS)

Baca Juga:

Namun, kata dia, dari jumlah 143 orang dengan gangguan jiwa tidak semuanya memberikan hak suaranya. Hanya saja, yang masih bisa memberikan hak suaranya berjumlah delapan orang. “Yang jelas tekhnisnya dalam pencoblosan nanti, ada pendampingan khusus,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi mencatat ratusan orang dengan gangguan jiwa (orang gila) di Bekasi masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk ikut mencoblos pada Rabu 17 April 2019. Sebab, orang gila memiliki hak suara dan masuk dalam kategori penyandang disabilitas yang mempunyai hak suara.

Komisioner Divisi Data, KPU Kota Bekasi, Pedro Purnama Kalangi mengatakan, ratusan orang dengan gangguan jiwa yang akan memberikan hak suaranya berjumlah 143 orang. Hal itu berdasarkan data yang diberikan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. “Kita terima data dari Disdukcapil, dan kita mengikuti undang-undang,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan data tersebut, 143 orang dengan disabilitas mental itu tersebar di dua yayasan yang menampung orang dengan gangguan jiwa. Pertama Yayasan Zamrud di Mustika Jaya sebanyak 12 orang disabilitas mental yang memiliki KTP Kota Bekasi dan 22 orang dengan KTP luar Kota Bekasi.

Sedangkan tempat kedua adalah Yayasan Galuh di Mustikajaya. Tercatat 25 orang dengan disabilitas mental memilki KTP Kota Bekasi dan 84 lainnya dengan KTP luar kota. Sementara formulir C6 sudah didistribusikan ke tempat tersebut. “Mereka mempunyai hak untuk memilih sebagaimana undang-undang,” ujarnya.

Untuk teknis pemilihan sendiri, kata dia, petugas TPS yang akan mendatangi yayasan itu pada pukul 12.00 WIB. Karena tidak ada TPS khusus bagi penyandang disabilitas mental tersebut selayaknya penguni lapas atau orang yang sedang dirawat di rumah sakit. “Berdasarkan data itu, belum tentu semuanya mencoblos,” jelasnya.

Pedro menjelaskan, petugas yang datang ke lokasi hanya datang membawa semua perlengakapan pencoblosan tanpa memakasa mereka untuk ikut mencoblos. “Kalau kita datang, ya mereka silahkan mencoblos. Kalau tidak ya tidak masalah, karena kita tidak akan memaksa,” tegasnya.

(mhd)

Bekasi Kekurangan 2.500 Surat Suara Pilpres 2019

loading…

Surat suara Pilpres 2019. Foto/Dok/SINDOphoto

BEKASI – Hingga Selasa (16/4/2019) sore, Kota Bekasi masih kekurangan ribuan lembar surat suara Pemilihan Presiden (Pilpres) serta sejumlah kelengkapan logistik lainnya. Meski kekurangan, kelengkapan itu diyakini tidak akan mengganggu jalanya pencoblosan di 6.720 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bekasi.

“Kami kekurangan 2.500 ribuan lembar surat suara, dan kekurangan kelengkapan logistik untuk pencoblosan di TPS,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi Nurul Sumarheni.

Menurutnya, perihal kekurangan surat suara ini sudah dilaporkan ke KPU Jawa Barat sejak beberapa hari yang lalu.

Baca Juga:

Namun, kata dia, Kota Bekasi mendapatkan alokasi sekitar 1.500 lembar surat suara Pemilihan Presiden yang akan diperuntukkan bagi warga. Tapi, KPU Kota Bekasi harus melakukan penjemputan dan secepatnya bisa didistribusikan kesetiap TPS melalui Panitia Pemungutan Suara di tingkat kelurahannya.

Nurul menjelaskan, kekurangan surat suara tersebut sebenarnya diketahui saat proses pelipatan masih berjalan. Sebab surat suara Pemilihan Presiden yang datang paling akhir dibandingkan surat suara pemilihan lainnya, jumlahnya tak sesuai kebutuhan, yakni 1.771.582 lembar ditambah 2 persen cadangan sebanyak 35.432 lembar.

Kemudian, saat surat suara dialokasikan per kecamatan, baru diketahui kebutuhan surat suara untuk Kecamatan Pondok Melati yang tidak terpenuhi dan masih diupayakan pengadaannya. Selain untuk kebutuhan Kecamatan Pondok Melati, kekurangan surat suara itu juga diperuntukkan bagi penyelenggaraan pemungutan suara di Lapas.

“Di Lapas ada 4 TPS yang belum terpenuhi pengadaan surat suara Pemilihan Presidennya, tapi akan tetap kami upayakan pengadaan kekurangannya karena diperkirakan animo pemilih untuk Pemilihan Presiden akan tinggi,” ungkapnya.

Selain surat suara presiden, KPU Kota Bekasi juga kekurangan logistik lain semisal formulir-formulir.

(mhd)

Besok, Ratusan Ribu Buruh di Tangerang Akan Mencoblos

loading…

TANGERANG – Ribuan buruh pabrik di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel), akan memberikan suaranya, pada Pemilu Serentak 2019 yang digelar pada Rabu 17 April besok.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangsel Yantie Sari mengatakan, sedikitnya ada 205.910 buruh yang bekerja di 2.827 perusahaan akan mencoblos besok.

“Data Agustus 2018, berdasarkan data dari wajib lapor perusahaan. Ada sekitar 2.827 perusahaan, dengan 205.910 orang buruh,” kata Yantie kepada SINDOnews, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga:

Para buruh tersebut, besok diliburkan dari aktivitas bekerjanya. Namun, penerapan hari libur ini tidak kaku diterapkan. Jika ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal, dan buruh tetap bekerja, maka dihitung lembur.

“Pekerja yang bekerja pada hari dan tanggal pemungutan suara, berhak atas upah kerja lembur, dan hak-hak lainnya yang biasa diterima pekerja atau buruh,” ungkap Yantie.

Begitupun dengan para pengusaha. Sesuai dengan surat edaran Disnaker tentang hari libur bagi pekerja atau buruh, pada pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019, diharap tidak bersikap terlalu kaku.

“Pengusaha harus memberikan kesempatan ke pekerja dan buruh untuk melaksanakan hak pilihnya. Apalagi bisa pada hari itu pekerja dan buruhnya masuk, maka harus diberi kesempatan untuk memilih,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Hubungan Industrial (HI) Disnaker Kota Tangerang Prapti menambahkan, sedikitnya ada sekitar 300 ribu buruh yang akan ikut memilih besok.

“Kalau karyawan yang bekerja di Kota Tangerang kurang lebih ada sekitar 300 ribu, dan jumlah perusahaan yang ada sekitar 2.300. Dan untuk besok seluruh perusahaan diliburkan,” sambung Prapti.

Sesuai Keputusan Presiden (Pilpres) No 10 tahun 2019 tentang Pemungutan Suara Pemilu 2019 sebagai Hari Libur Nasional, seluruh perusahaan dan pabrik harus libur.

“Seluruh perusahaan harus libur. Kalau masih ada yang masuk, harus dikasih kesempatan milih dulu. Harus libur, jadi gak ada uang kerja. Sanksinya ada, itu di pengawas, bukan di kita,” pungkas Prapti.

(mhd)

Tinggal Menghitung Jam, Banyak Warga Bekasi Belum Dapat Undangan Mencoblos

loading…

JAKARTA – Pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tinggal menghitung jam, namun kebanyakan warga Kota Bekasi belum mendapatkan undangan memilih atau formulir C-6 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bahkan, ada lokasi tempat pemungutan suara juga jauh dari domisilinya.

Kondisi itu bisa ditemukan dibeberapa wilayah di Kota Bekasi, misalnya Riska Purawati (22), warga Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, yang hingga kini belum memperoleh undangan memilih.

“Saya bingung sampai sore ini belum mendapatkan formulir C6 dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS),” keluhnya kepada wartawan, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga:

Riska mengaku, saat pemilihan kepala daerah (Pemilukada) tahun lalu masih dapat undangan dari KPU untuk nyoblos di TPS. Untuk itu, dia berharap agar KPU melalui KPPS bisa mengupayakan haknya sehingga dirinya bisa mengikuti pesta demokrasi lima tahunan ini. Apalagi mengikuti pemilu memenuhi persyaratan telah dilindungi oleh UU Dasar 1945.

Warga Kota Bekasi tidak hanya mengeluh belum mendapat undangan memilih atau formulir C-6 dari KPU Kota Bekasi. Namun mereka juga ada yang terdata sebagai daftar pemilih tetap (DPT) ganda. Seperti yang dialami oleh Endang Sukandi warga Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Dia mengaku mendapat dua formulir C-6 dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Senin 15 April kemarin sebanyak dua lembar.

“Pertama atas nama Endang Sukandi dan lembar kedua atas nama Sukandi. Masing-masing undangan mencoblos di TPS berbeda,” kata Sukandi.

Atas temuan tersebut, Sukandi melaporkan hal ini ke KPPS untuk ditindaklanjuti. Tidak hanya itu, warga yang meninggal dunia justru mendapat formulir C-6 dari KPPS. Warga atas nama May Alfianti warga Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi ini mendapat formulir C-6, padahal setahun lalu dia telah meninggal dunia.

Sementara pemilih di Kota Bekasi yang masuk sebagai daftar pemilih tetap (DPT) namun tidak menerima undangan atau formulir C-6 tidak perlu risau. Mereka tetap bisa menggunakan hak pilihnya di TPS dengan catatan membawa Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) atau Surat Keterangan (suket).

“Kalau sudah terdata dalam DPT di TPS tapi yang bersangkutan belum dapat C-6 atau C-6 nya rusak/hilang. Pemilih bisa langsung ke TPS membawa e-KTP atau suket untuk masuk ke TPS,” kata Komisioner KPU bidang Data, Pedro Purnama Kalangi.

Menurutnya, pemilih yang tidak terdata di DPT juga tetap bisa menggunakan hak pilihnya dengan bermodalkan e-KTP.

Untuk kasus seperti ini hanya berlaku bila alamat e-KTP pemilih masih berada di satu RW dengan lokasi TPS yang didatangi. Apalagi, jumlah DPT di setiap TPS berbeda-beda. Meskipun nama warga sudah ada di DPT website KPU, sebaiknya mereka memastikan juga nomor TPS dan nama kelurahannya.

Dalam kesempatan itu, Pedro mengingatkan warga yang pindah tempat mencoblos untuk membawa formulir A-5. Meski pemegang A5 ada di DPTb (Daftar Pemilih Tetap Tambahan), namun mereka tidak bisa masuk tanpa formulir A5. Berbeda dengan pemegang formulir C-6 yang otomatis dapat paket penuh surat suara (4-5 surat suara, tergantung dapilnya).

(mhd)

Pengemudi Anarkis di Pancoran Adalah PNS di Kemnaker

loading…

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto/Dok/SINDOphoto

JAKARTA – Polisi telah mengamankan pengemudi mobil Fortuner yang diduga melakukan aksi anarkis di Tol Pancoran, Jakarta Selatan. Adapun pelaku merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Oloan Nadeak (35).

“Iya sudah (diamankan), dia PNS. Saat ini masih diperiksa,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Menurutnya, polisi tengah memeriksa pelaku terkait perbuatan yang dilakukannya tersebut. Adapun pelaku merupakan seorang PNS di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Baca Juga:

Selain itu, tambahnya, polisi juga bakal memanggil perekam video tersebut, korban dari aksi anarkis pelaku, yakni Siti Minanda Pulungan. Karena masih diperiksa, polisi pun belum bisa berbicara banyak tentang kejadian yang viral di medsos itu.

“Kita juga akan memanggil yang merekam video itu,” katanya. (Baca juga: Viral Video Pengemudi Mobil Anarkis di Pancoran, Ini Kata Polisi)

(mhd)

2.301 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan TPS di Jakbar

loading…

Personel TNI mengawal petugas PPSU saat pendistribusian logistik Pemilu 2019 di Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2019). Foto/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Untuk mengamankan jalannya Pileg dan Pilpres 2019 di Jakarta Barat, Polrestro Jakbar akan mengerahkan 2.301 personel gabungan. KPU Kota Jakbar sendiri mewaspadai kemungkinan ricuh yang disebabkan oleh pemilih A5 atau pindah TPS.

Kabag Op Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Priyo Utomo Teguh mengatakan 2.301 pasukan gabungan akan berjaga mengamankan pemilu. Mereka terdiri dari 971 pasukan Polres, 400 BKO Polda Metro Jaya, TNI sebanyak 830 personel, dan 100 personel dari brimob.

“Nanti saat pencoblosan petugas akan kami tempatkan di TPS. Ada pula yang kemudian partroli,” kata Priyo kepada wartawan, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga:

Sementara itu, Ketua KPU Jakbar, Cucum Sumardi sudah menginformasikan kemungkinan ricuh yang disebabkan oleh pemilih A5. (Baca: Jamin Keamanan, 38 Ribu Personel Gabungan Akan Jaga TPS di Jakarta)

“Itu terdapat di sejumlah TPS di Tanjung Duren Utara. Seperti di kawasan Apartement Mediterania dan kawasan Kampus Ukrida,” kata Cucum Sumardi.

Cucum mengatakan terhadap ancaman gangguan pemilih seperti ini. Pihaknya telah meminta kepolisian untuk melakukan pengawalan ekstra. Ancaman surat suara habis bisa sewaktu-waktu terjadi.

Terhadap prosedur A5 sendiri, Cucum menjelaskan pada pemilu 2019 ini, sedikitnya ada 14.774 warga yang masuk ke Jakarta Barat. Mereka telah melakukan pengurusan formulir A5 sejak Maret 2019 lalu.

Sementara yang keluar dari Jakarta Barat, Cucum mencatat ada 12.383 orang. Mereka hampir terbesar di kawasan Pulau Jawa, bahkan ke Maluku.

(ysw)

Pemilu 2019, Ancol Beri Potongan Harga hingga 50 Persen

loading…

Masyarakat tengah bermain di pantai Ancol. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

Taman Impian Jaya Ancol akan memberikan promo bagi masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya pada Rabu 17 April 2019. Promo ini hanya berlaku untuk satu hari.

Pengujung cukup menunjukkan jari yang terkena tinta sebagai bukti telah menggunakan hak pilihnya. Adapun wahana rekreasi yang mendapatkan potongan harga hingga 50% yakni Dufan, Seaworld Ancol, Atlantis Water Adventure dan Ocean Dream Samudra.

Pada hari pencoblosan kali ini harga tiket Dufan menjadi Rp170.00, untuk semua wahana rekreasi yang mendapatkan potongan harga 50% jam operasional di mulai pada pukul 13.00 WIB.

Baca Juga:

“Satu orang pengunjung yang menunjukkan jari bertintanya berlaku untuk 5 orang,” ujar Coorporate Comunication PT Impian Jaya Ancol Rika Lestari dalam keterangan persnya, Selasa (16/4/2019).

Sementara untuk wahana rekreasi Atlantis Water Adventure harga tiket masuk menjadi Rp85.000. Satu orang yang menunjukkan jari bertintanya berlaku untuk dua orang.

Selanjutnya wahana rekreasi Sea World Ancol tiket masuk menjadi Rp60.000 untuk satu orang pengunjung yang menunjukkan jari bertintanya, berlaku untuk satu orang. Wahana Ocean Dream Samudra tiket masuk menjadi Rp65.000 untuk satu orang yang menujukkan jari bertintanya dan berlaku untuk satu orang.

Selain memberikan diskon, Taman Impian Jaya Ancol akan mengadakan sejumlah acara menarik untuk menghibur seluruh pengunjung.

“Ada penampilan magician Limbad di Dufan, aksi kolaborasi flag movement divers menggunakan bendera merah putih oleh 5 penyelam dilanjutkan pembentangan spanduk pemilu damai pada pukul 13.45 WIB di Sea World Ancol, dan yang tidak kalah seru ada aksi TOBOT Internasional Show di Ocean Dream Samudra serta Atlantis Splash Magic yaitu penampilan para pesulap dikemas secara lucu dan menghimbur di kolam Atlantis Water Adventures,” beber Rika.

“Yuk manfaatkan harga spesial ini khusus satu hari saja pada saat pesta demokrasi. Habis nyoblos langsung rekreasi. Jangan lupa bahagia,” tuturnya.

(mhd)

Kerap Todong Penumpang Bus, Bandit Terminal Pulogadung Diringkus

loading…

JAKARTA – Polisi meringkus dua orang pelaku penodongan, J (22) dan HS (34) di Jakarta Timur, yang mana kerap beraksi di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Adapun keduanya sudah puluhan kali melakukan aksi penodongannya itu dengan senjata tajam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, dalam beraksi, keduanya tak segan melukai korbannya menggunakan senjata tajam. Saat beraksi, J berperan sebagai orang yang membuntuti korban, sedang HS sebagai eksekutor.

“Korbannya itu penumpang di Terminal Pulogadung, yang mau naik bus, turun dari bus, atau mau ke toilet,” ujarnya pada wartawan, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, kedua pelaku mengaku sudah 20 kali beraksi dan beberapa kali melukai korbannya yang menolak menyerahkan harta bendanya saat ditodong. Selain kedua pelaku, masih ada beberapa pelaku lainnya yang tengah diburu polisi.

Keduanya, tambahnya, dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman pidana 9 tahun.

“Kedua pelaku itu mengancam korbannya dengan senjata sehingga korban saat itu merasa takut dan tidak berani meminta tolong,” katanya.

(ysw)

Kampoeng Nusantara di Depok, Pemilih Dijemput Pakai Odong-odong

loading…

Warga RW 03 Depok Jaya bergotong royong mempersiapkan TPS Kampoeng Pemilu Nusantara yang terletak di Lapangan Nanas, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Selasa (16/4/2019). Foto/Isra Triansyah/SINDOphoto

DEPOK – Kemeriahan menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 terlihat di Depok tepatnya di RW 003 Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Di sini ada delapan tempat pemilihan suara (TPS) yang dihias dengan tema Kampoeng Pemilu Nusantara.

Kampoeng Nusantara itu terletak di Lapangan Nanas kawasan tersebut. Hari ini petugas KPPS di delapan TPS itu pun sibuk menghias dengan berbagai aksesoris.

Ketua Pantia Kampung Pemilu Nusantara Syarifuddin mengatakan, di sini ada delapan TPS yang dihias dengan berbagai adat. Tema kebudayaan diusung untuk menarik warga datang ke TPS.

Kampoeng Nusantara di Depok, Pemilih Dijemput Pakai Odong-odong

“Di Kampoeng Nusantara ini ada delapan TPS. Mulai dari TPS 18 sampai 25,” katanya kepada wartawan di lokasi, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga:

Tiap TPS dihias dengan tema daerah berbeda. Misalnya TPS 18 dihias dengan tema Jawa, TPS 19 dihias tema Padang. “Di TPS 20 tema Sunda, TPS 21 tema Bali, TPS 22 tema Batak. Kemudian TPS 23 tema Melayu, TPS 24 tema Betawi dan TPS 25 tema Batik Jawa,” bebernya.

Selain tema menarik, kata dia, di Kampoeng Pemilu Nusantara juga disediakan beberapa doorprize. Hadiah utamanya adalah tiga unit sepeda. “Banyak hadiah untuk yang datang ke sini. Tiga unit sepeda sudah kami sediakan,” tukasnya.

Untuk memanjakan warga, panitia bahkan menyediakan odong-odong. Jadi warga dijemput dari beberapa titik untuk diantar ke TPS. “Biar semarak dan ramai. Kita buat semenarik mungkin sehingga warga pun antusias,” kata Syarifuddin.

Alasan lain dibuat tema seperti ini, kata dia, adalah agar setiap warga bisa lebih menjalin silaturahmi. Karena di sini ada 11 RT yang di bawah lingkung RW 003.

“Alasanya kami membuat kampung pemilu nusantara untuk bersilturahmi dan berkumupul antar warga sekitar yang jarang ketemu. Jadi di 17 April harus senang dalam pesta demokrasi. Pesta rakyat bertujuan memilih,” tukasnya.

Kampoeng Nusantara di Depok, Pemilih Dijemput Pakai Odong-odong

Partisipasi warga menurut dia cukup tinggi. Terbukti mereka mau untuk memberikan dana membuat TPS Nusantara ini. Dana untuk membuat Kampoeng Nusantara ini dari swadaya.

“Untuk anggaran persiapan pemilihan ini kami urunan dan tidak ada anggaran dari APBD Depok,” ucapnya.

(mhd)

Sediakan Dua TPS, 538 Tahanan Akan Nyoblos di Polda Metro Jaya

loading…

Ilustrasi, petugas sedang menyiapkan logistik pemilu untuk didistribusikan ke TPS. Foto: dok/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Sebanyak 538 tahanan di rutan Polda Metro Jaya yang sudah terdaftar di DPT akan melakukan pencoblosan di Polda Metro Jaya pada Pileg dan Pilpres 2019 ini. Nantinya, bakal ada dua TPS yang disiapkan untuk pencoblosan bagi tahanan.

“Di Rutan Polda Metro ada dua TPS khusus tahanan Polda untuk mencoblos. Ada 538 tahanan yang sudah terverifikasi oleh KPU,” ujar Dir Tahti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas pada wartawan, Selasa (16/4/2019). (Baca: Jamin Keamanan, 38 Ribu Personel Gabungan Akan Jaga TPS di Jakarta)

Menurutnya, jumlah orang yang ditahan di Polda Metro sejatinya lebih dari 538 orang, hanya saja ada tahanan yang sudah di tahan di lapas-lapas lain. Adapun pendataan itu sudah dilakukan sejak bulan-bulan sebelumnya, yang juga telah dikoordinasikan dengan KPU.

Baca Juga:

Dia menerangkan, proses pemungutan yang dilakukan di TPS Polda Metro sama dengan TPS pada umumnya, tahanan diarahkan untuk mencoblos sejak pukul 07.00-13.00 WIB. Letak TPS nya di dekat gedung Ditreskrimum dan dekat gedung Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

“Iya pasti ada (petugas KPPS yang menjaga kedua TPS itu). Ini kan masuknya kelurahan Senayan, kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,” katanya.

(ysw)

Viral Video Pengemudi Mobil Anarkis di Pancoran, Ini Kata Polisi

loading…

Potongan video yang tengah viral di medsos. Foto/Ilustrasi/Instagram

JAKARTA – Sebuah video viral di media sosial instagram, tampak pengemudi mobil Fortuner berwarna putih berpelat nomor B 1592 BJK melakukan aksi anarkis pada pengemudi mobil lainnya di Tol Pancoran, Jakarta Selatan Senin 15 April 2019.

Aksi itu terjadi saat pengemudi Fortuner hendak menyalip mobil Honda Brio dari bahu jalan, tapi tak diberikan. Kemudian, pengemudi Fortuner tersebut mengejar mobil Honda Brio, bahkan sopirnya sampai turun menghampiri mobil Honda Brio itu dan meminta pengemudinya juga turun dari mobil.

Kesal tak ditanggapi, pengemudi Fortuner melakukan aksi anarkis dengan menginjak-injak mobil Honda Brio dan memukuli kaca pintunya. Usai itu, pengemudi Fortuner kembali ke mobilnya.

Baca Juga:

Menanggapi itu, Kasubdit Gakum Polda Metro Jaya Kompol Kompol Nasir mengatakan, bagi pengendara sejatinya dilarang menggunakan bahu jalan. Sebabnya, bahu jalan diperuntukkan bagi keadaan darurat.

“Bahu jalan itu diatur oleh Undang-undang untuk tempat darurat dan insiden til. Mobil petugas Polri, ambulans, kebersihan, Binamarga taman itu menggunakan bahu jalan sebagai bagian dari pelayan masyarakat. Kalau menggunakan bahu jalan melanggar Pasal 287 ayat 1 pidana 2 bulan atau denda Rp500 ribu,” ujarnya pada wartawan, Selasa (16/4/2019).

Terkait aksi anarkis yang dilakukan pengemudi mobil Fortuner di Tol Pancoran kemarin, kata dia, polisi mempersilahkan warga yang menjadi korban anarkis itu untuk melaporkan peristiwa tersebut ke kantor polisi apabila merasa dirugikan.

“Kalau itu korban mau melapor silakan di Polres ataupun Polsek, itu pidana umum, bukan undang-undang lalu lintas,” katanya.

(mhd)

KPU Jakarta Barat Waspadai Pemilih Pindahan Bisa Membuat Ricuh di TPS

loading…

Ilustrasi suasana pencoblosan. Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Barat mengakui mewaspadai pemilih A5 atau pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat Pileg dan Pilpres 2019. Sebab A5 dapat memacing kericuhan jika ternyata kuota surat suara di TPS tidak mencukupi.

“Itu terdapat di sejumlah TPS di Tanjung Duren Utara. Seperti di kawasan Apartement Mediterania dan kawasan Kampus Ukrida,” kata Ketua KPU Jakbar, Cucum Sumardi, Selasa (16/4/2019). (Baca: Jamin Keamanan, 38 Ribu Personel Gabungan Akan Jaga TPS di Jakarta)

Cucum mengatakan terhadap ancaman gangguan pemilih seperti ini. Pihaknya telah meminta kepolisian untuk melakukan pengawalan ekstra. Ancaman surat suara habis bisa sewaktu-waktu terjadi.

Baca Juga:

Terhadap prosedur A5 sendiri, Cucum menjelaskan pada pemilu 2019 ini, sedikitnya ada 14.774 warga yang masuk ke Jakarta Barat. Mereka telah melakukan pengurusan formulir A5 sejak Maret 2019 lalu. (Baca juga: Lakukan Intimidasi di TPS, Polrestro Bekasi Janji Lakukan Tindakan Tegas)

Sementara yang keluar dari Jakarta Barat, Cucum mencatat ada 12.383 orang. Mereka hampir terbesar di kawasan Pulau Jawa. Bahkan ke Maluku.

Sementara itu, memastikan pemilu aman, distribusi logistik telah dilakukan menjelang siang hari, Selasa (16/4/2019) ini. Beberapa logistik yang sebelumnya tersimpan di GOR Kecamatan telah disalurkan ke sejumlah kelurahan. Menjelang malam nantinya, distrubusi akan selesai ke 6.730 TPS.

Dengan pengawalan sejumlah kepolisian. Cucum mengatakan distribusi dipastikan aman, lancar, dan terkendali. Pemantauan menyeluruh dilakukan dengan menggunakan sepeda motor dan mobil patroli. “Kali libatkan Polisi dan TNI untuk mengawal,” ucapnya.

(ysw)

Distribusi Logistik Pemilu 2019 di Kepulauan Seribu Terkendala Cuaca

loading…

Ilustrasi, kotak suara KPU yang akan didistribusikan ke TPS. Foto: dok/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Satu hari menjelang pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Seribu, telah mendistribusikan logistik Pemilihan Umun (Pemilu) 2019 ke seluruh kantor Kelurahan pulau yang masuk dalam Provinsi DKI Jakarta.

Ketua KPU Kepulauan Seribu, Murhofik mengatakan, saat ini pihaknya masih menyalurkan logistik ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Sudah kita kirim ke semua Kelurahan TPS kemarin. Jadi hari ini ke TPS masing-masing untuk perlengkapan sedang diperjalanan karena memang prepare mereka itu lebih safety,” kata Murhofik kepada wartawan, Selasa (16/4/2019).

Menurutnya, pengiriman logistik Pemilu 2019 ke pulau-pulau di Kepulauan Seribu ternyata tidaklah mudah. Lantaran logistik disalurkan melalui jalur laut dari satu pulau ke pulau lain.

Baca Juga:

“Kita butuh waktu yang tepat cuaca juga harus diprediksi bagus sehingga logistik yang kita kirim itu aman dari perjalanan badai segala macam,” jelas dia.

Ia pun menceritakan kendalanya untuk menyalurkan logistik, adalah cuaca ekstrem. Terlebih kata dia bila hujan deras dan angin melanda.

“Kesulitannya hanya cuma cuaca kemarin kan emang sempat Ada hujan dan angin. Itu kita berteduh dulu di Pulau Bidadari langsung setelah angin reda tidak ada ombak kita lanjutkan perjalanan,” tutur Murhofik.

Sekadar informasi, KPU Kepulauan Seribu mencatat daftar pemilih tetap hasil perbaikan tahap 3 (DPTHP-3) sebanyak 19.013 pemilih tersebar di 70 TPS. Daftar pemilih tambahan (DPTb) sebanyak 1.832 pemilih tersebar di 11 TPS berbasis DPTb. “DPT totalnya 19.013 pemilih dari dua Kecamatan dan enam Kelurahan,” katanya.

(ysw)

Besok, 143 Orang Gila di Kota Bekasi Ikut Nyoblos di TPS

loading…

Ilustrasi, petugas PPK sedang menyiapkan logistik Pemilu 2019 sebelum didistribusikan ke TPS. Foto: dok/SINDOnews/Isra Triansyah

BEKASI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi mencatat ratusan orang dengan gangguan jiwa (orang gila) di Bekasi masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk ikut mencoblos pada Pileg dan Pilpres 2019, Rabu 17 April 2019 besok. Sebab, orang gila memiliki hak suara dan masuk dalam kategori penyandang disabilitas yang mempunyai hak suara.

Komisioner Divisi Data, KPU Kota Bekasi, Pedro Purnama Kalangi mengatakan, ratusan orang dengan gangguan jiwa yang akan memberikan hak suaranya berjumlah 143 orang. Hal itu berdasarkan data yang diberikan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. “Kita terima data dari Disdukcapil, dan kita mengikuti undang – undang,” katanya kepada wartawan, Selasa (16/4/2019).

Menurutnya, berdasarkan data tersebut, 143 orang dengan disabilitas mental itu tersebar di dua yayasan yang menampung orang dengan gangguan jiwa. Pertama Yayasan Zamrud di Mustika Jaya sebanyak 12 orang disabilitas mental yang memiliki KTP Kota Bekasi dan 22 orang dengan KTP luar Kota Bekasi. (Baca: Sukseskan Pemilu 2019, Warga Madura di Jakarta Mudik Bareng)

Baca Juga:

Sedangkan tempat kedua adalah Yayasan Galuh di Mustikajaya. Tercatat 25 orang dengan disabilitas mental memilki KTP Kota Bekasi dan 84 lainnya dengan KTP luar kota. Sementara formulir C6 sudah didistribusikan ke tempat tersebut. “Mereka mempunyai hak untuk memilih sebagaimana undang – undang,” ujarnya.

Untuk teknis pemilihan sendiri, kata dia, petugas TPS yang akan mendatangi yayasan itu pada pukul 12.00 WIB. Karena tidak ada TPS khusus bagi penyandang disabilitas mental tersebut selayaknya penguni lapas atau orang yang sedang dirawat di rumah sakit. “Berdasarkan data itu, belum tentu semuanya mencoblos,” jelasnya. (Baca juga: Jamin Keamanan, 38 Ribu Personel Gabungan Akan Jaga TPS di Jakarta)

Pedro menjelaskan, petugas yang datang ke lokasi hanya datang membawa semua perlengakapan pencoblosan tanpa memakasa mereka untuk ikut mencoblos. “Kalau kita datang, ya mereka silahkan mencoblos. Kalau tidak ya tidak masalah, karena kita tidak akan memaksa,” tegasnya.

Sementara pengurusan formulir A5 bagi warga pendatang yang ingin ikut mencoblos di daerah lain sudah ditutup sejak Rabu 10 April 2019 lalu. Saat ini, KPU Kota Bekasi telah menetapkan sebanyak 5.132 telah mengurus formulir A5 dan tercatat sebagai DPTB (Daftar Pemilih Tambahan) yang masuk.

Kata dia, formulir pindah memilih tersebut hanya diberikan bagi empat kategori pemohon. Adapun kategori tersebut adalah pemohon yang sedang sakit, tertimpa bencana alam, menjadi tahanan karena melakukan tindak pidana dan untuk orang yang sedang melakasanakan tugas pada hari pemungutan suara.

“Mayoritas yang mengurus formulir A5 di sini itu adalah orang-orang dengan kategori ke empat,” ungkapnya. Meski demikian, Pedro mengaku masih terdapat sejumlah pemohon formulir A5 yang tidak dilayani oleh pihaknya. Hal itu karena para pemohon tersebut tidak melengkapi syarat-syarat untuk pindah pemilih.

Untuk surat suara bagi DPTB ini, kata dia, akan digunakan surat suara dari yang dilebihkan di setiap TPS sebanyak 2 persen. “Kalau misalkan di satu TPS tidak cukup surat suaranya, maka mereka akan diminta untuk mecoblos di TPS lain yang terdekat,” katanya kepada SINDO, Selasa (16/4/2014).

(ysw)

Besok Masuk Ragunan Gratis dengan Tunjukkan Jari Bertinta

loading…

JAKARTATaman Margasatwa Ragunan (TMR) menggratiskan pengunjung yang hendak masuk tempat wisata itu di hari pencoblosan Pileg dan Pilpres 2019 esok. Namun, masuk gratis tersebut hanya berlaku bagi pengguna hak pilih.

“Guna mendukung masyarakat agar tak golput dan sebagai apresiasi pada masyarakat yang sudah menggunakan hak pilihnya, esok kita gratiskan,” ujar Kepala TMR, Widodo saat dikonfirmasi, Selasa (16/4/2019). (Baca: Deklarasi Kampanye Damai, KPU Kota Bekasi: Jangan Sampai Kita Terpecah)

Menurutnya, ada sejumlah ketentuan bagi pengunjung yang hendak masuk ke TMR secara gratis, utamanya berlaku hanya bagi masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya pada Rabu, 17 April 2019 esok. Penggratisan itu hanya berlaku untuk tiket masuknya saja.

Baca Juga:

“Jadi, bagi masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya, tinta di jarinya itu tinggal diunjukan saja ke petugas di lapangan agar masuk dengan tiket gratis,” tuturnya.

Penggratisan itu, kata dia, hanya berlaku pada waktu buka TMR saja, yakni sejak pukul 13.00-16.00 WIB. Pasalnya, pada pagi hari hingga siang harinya merupakan waktu berlangsungnya pencoblosan. (Baca: Tertimpa Pohon, Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan Meninggal)

“Untuk parkir dan selain pengguna hak pilih, termasuk anak-anak yang belum punya hak pilih tetap (dikenakan biaya) normal seperti biasa,” katanya.

(ysw)

Diduga Terlibat Politik Uang, Satu Orang Diamankan Dekat Rumah Caleg

loading…

JAKARTA – Tim Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Utara mengamankan satu orang bernama Carles Lubis kasus dugaan money Politik atau politik uang dalam Pileg dan Pilpres 2019 ini.

Peristiwa penangkapan itu terjadi di Jalan Warakas III Gang 6 Samping Pos RW 01 kediaman ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M. Taufik yang kini maju sebagai Caleg DPRD DKI. Barang bukti yang didapat yakni sejumlah amplop.

“Ketangkapnya (Senin, 15 April kemarin) 17.30 WIB di wilayah Warakas, di depan rumah pak Taufik, di posko kemenangannya,” kata Ketua Bawaslu Jakarta Utara Mochammad Dimyati, Selasa (16/4/2019). (Baca: DPT Pemilu Capai 3,5 Juta Orang, 5.000 Personel TNI-Polri Jaga TPS Bogor)

Baca Juga:

Dimyati menambahkan, rencananya sebelum Charles tertangkap di sekitar lokasi akan diadakan pertemuan dengan saksi partai tertentu, Senin 15 April 2019 malam kemarin. “Rencananya semalem mau ada kegiatan ngumpulin saksi saksi, RW yang jadi Korwil,” jelasnya.

Dimyati menuturkan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Gakkumdu Jakut terkait keterlibatan M. Taufik dalam kasus dugaan pelanggaran pemilu.

“Jadi memang posisinya saya masih nunggu tim Gakkumdu, karena kan saya disini sebagai pembimbing,” tutupnya.

(ysw)

Besok Pelayanan SIM di Jakarta Diliburkan, Ini Jadwal Lengkapnya

loading…

JAKARTA – Polisi menyebutkan, pada 17 April 2019 esok, pelayanan penerbitan SIM di Unit Satpas DKI Jakarta hingga Unit SIM Keliling di Jakarta diliburkan. Pelayanan dibuka kembali pada Kamis 18 April 2019 mendatang.

“Khusus tanggal 17 April 2019 pelayanan di Satpas Daan Mogot, Unit Satpas DKI Jakarta, Unit SIM Keliling dan Unit Gerai SIM pelayanan Penerbitan SIM diliburkan,” ujar Kasie SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri pada wartawan, Selasa (16/4/2019).

Menurutnya, pada Kamis, 18 April 2019 mendatang pelayanan di Satpas Daan Mogot, Unit Satpas Wilayah DKI Jakarta dan Unit SIM Keliling kembali dibuka. Hanya saja di beberapa Unit SIM keliling masih diliburkan.

Baca Juga:

“Sedangkan pada Jumat, 19 April 2019 meskipun tanggal merah, pelayanan di beberapa Unit Simling tetap beroperasi,” tuturnya.

Lalu, tambahnya, pada Sabtu, 20 April 2019 mendatang, pelayanan di Satpas Daan Mogot, Unit Satpas DKI Jakarta, Unit SIM Keliling, dan Unit Gerai SIM pelayanan Penerbitan SIM seluruhnya dibuka normal.

“SIM yang habis masa berlakunya pada 17-20 April 2019 diberikan toleransi untuk melakukan perpanjangan pada tanggal 22-27 April 2019 mendatang,” katanya.

Adapun jadwal pelayanan penerbitan SIM tanggal 17-20 April 2019 sebagi berikut.

Rabu (17/4/2019):

Satpas Daan Mogot, Unit Satpas DKI Jakarta, Unit SIM Keliling dan di seluruh Unit Gerai SIM pelayanan Penerbitan SIM diliburkan.

Kamis (18/4/2019):

– Pelayanan penerbitan SIM diliburkan di:

a. Gerai SIM Gandaria City,
b. Gerai SIM Pluit Village,
c. Gerai SIM Lippo Mall Puri,
d. Gerai SIM Mall Taman Palm,
e. Gerai SIM MPP,
f. Gerai SIM Blok M Square

– Pelayanan penerbitan SIM tetap beroperasi di:

a. Satpas Daan Mogot,
b. Unit Satpas Wilayah DKI Jakarta,
c. Unit SIM Keliling,
d. Gerai SIM Tamini Square,
e. Gerai SIM Mall Artha Gading

Jumat (19/4/2019):

– Pelayanan SIM diliburkan di:

a. Satpas Daan Mogot,
b. Unit Satpas DKI Jakarta,
c. Unit SIM Keliling Jakarta Pusat,
d. Unit Simling Jakarta Utara,
e. Unit Simling Jakarta Selatan,
f. Gerai SIM Lippo Mall Puri,
g. Gerai SIM Mall Taman Palm,
h. Gerai SIM MPP,
i. Gerai SIM Mall Pluit Village,
j. Gerai SIM Blok M Square,

– Pelayanan dibuka di:

a. Unit Simling Jakarta Timur,
b. Unit Simling Jakarta Barat,
c. Gerai SIM Tamini Square,
d. Gerai SIM Gandaria City
e. Gerai SIM Mall Artha Gading
*(tetap melaksanakan pelayanan)*.

Sabtu (20/4/2019):

Satpas Daan Mogot, Unit Satpas DKI Jakarta, Unit SIM Keliling dan Unit Gerai SIM pelayanan Penerbitan SIM seluruhnya dibuka.

(ysw)

Kawal Jalannya Pemilu Serentak, PB PMII Keluarkan Maklumat Pergerakan

loading…

Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang, menyampaikan bahwa Maklumat Pergerakan yang dikeluarkannya dalam rangka mengawal jalannya pemilu serentak. Foto/Istimewa

JAKARTA – Menjelang pelaksanaan pencoblosan pemilu 2019, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengeluarkan maklumat agar seluruh kadernya ikut menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan ini.

Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang, menyampaikan bahwa Maklumat Pergerakan yang dikeluarkannya dalam rangka mengawal jalannya pemilu serentak. Secara kebetulan, lanjutnya, pemilu serentak 17 April bertetapan dengan Hari Lahir (Harlah) PMII ke 59. Hal ini menjadi spirit tersendiri bagi PMII.

Menurutnya, PMII memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan pemilu, sehingga harus ikut untuk menyukseskannya. “Pada intinya, demokrasi adalah cita-cita kami PMII. Jadi keberlangsungan demokrasi ini harus kami kawal secara total, salah satu caranya dengan menyukseskan pemilu damai dan bersih,” jelasnya melalui siaran persnya, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga:

Agus tidak ingin pemilu serentak ini terciderai oleh apapun. Karena itu, harus ada pengawalan ketat dari semua elemen termasuk PMII. Terlebih, lanjutnya, pemilu sentak ini merupakan kali pertama dilaksanakan. “Ini pertama kali kita melaksanakan pemilu serentak. Jadi kita semua harus mengawalnya sampai sukses,” tegasnya.

Adapun sejumlah poin Maklumat Pergerakan yang dikeluarkan PB PMII, yakni: mengimbau seluruh pengurus serta kader PMII untuk melaksanakan tasyakuran Harlah dan Do’a Bersama untuk kelancaran pemilu 2019, kegiatan dilaksanakan pada 16 April 2019 malam di sekretariat masing-masing.

Kemudian menyerukan kepada seluruh kader PMII untk secara aktif menyukseskan pemilu serentak secara jujur, adil, dan transparan. Terakhir, Menyerukan kepada kader PMII berperan secara aktif bersama-sama tokoh masyarakat, para kiai dan stakeholder lainnya dalam menjaga keharmonisan, menjaga persatuan dan mencegah perpecahan antar anak bangsa.

(ysw)

Libur Pencoblosan Pemilu 2019, Bus Transjakarta Tetap Beroperasi Normal

loading…

JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjamin semua petugasnya bakal menggunakan hak pilihnya pada hari pemilihan esok, 17 April 2019. Selain itu, Transjakarta pun beroperasi secara normal.

“PT Transjakarta menjamin seluruh petugas menggunakan hak pilihnya masing-masing. Adapun waktu kerja karyawannya bakal diatur,” ujar Direktur Operasional Transjakarta Daud Joseph pada wartawan, Selasa (16/4/2019).

Menurutnya, petugas yang bekerja pada shift pagi akan mengakhiri waktu tugasnya pada pukul 10.00 WIB. Selanjutnya pelayanan menjadi tanggung jawab karyawan untuk sesi siang.

Baca Juga:

“Penyesuaian ini juga untuk mengatur operasional bus Transjakarta dalam melayani masyarakat untuk aktivitas di Hari Libur Nasional yang ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2019 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum. Tidak ada perubahan rute,” tuturnya.

Dia menambahkan, Transjakarta menyiapkan sekitar 1.400 bus pada Rabu, 17 April 2019 esok. Jumlah tersebut mempertimbangkan animo masyarakat saat Hari Libur Nasional dibandingkan hari kerja biasanya.

(ysw)

Libur Panjang, PT KAI Operasikan 11 Kereta Tambahan

loading…

Ilustrasi, calon penumpang kereta api sedang mencetak karcis di stasiun. Foto: dok/SINDOnews

JAKARTALibur panjang pada pekan ini, PT KAI menambah 11 kereta tambahan karena minta masyarakat untuk berlibur cukup tinggi. Ada 5.512 tempat duduk (seat) maksimal per harinya yang ditambahkan untuk melayani para pengguna jasa kereta api.

Kahumas PT KAI Daop 1, Eva Chairunisa memaparkan, dari 11 kerata Tambahan yang dioperasikan tersebut, delapan kereta diberangkatkan dari Stasiun Gambir, dan tiga diberangkatkan dari Stasiun Pasarsenen dengan tujuan Bandung, Cirebon, Kutoarjo, Yogyakarta, dan Solo. (Baca: Diminati Masyarakat, PT KAI Berencana Tambah Kereta Lebaran)

“Kereta tambahan ini sudah beroperasi sejak kemarin hingga 21 April 2019 nanti,” katanya melalui siaran persnya, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga:

Sedangkan untuk kerata reguler, per harinya telah disediakan total 34.804 seat, dari 58 kerata keberangkatan baik dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen. “Ada 32 KA keberangkatan dari Stasiun Gambir dengan 15.286 seat yang disediakan. Sedangkan dari Stasiun Pasarsenen ada 26 KA dengan 19.518 seat yang disediakan,” katanya.

Untuk pemesanan tiket, kata Eva, tingkat keterisian tempat duduk di kedua stasiun mulai antara tanggal 15-21 April mencapai 76 persen. “Kalau hari ini sampai 18 April sudah melebihi 90 persen,” katanya. (Baca juga: Libur Imlek Tempat Wisata Jakarta Diserbu Pengunjung)

Sementara untuk tanggal 19 April tersisa sekitar 20% dari total tempat duduk yang disediakan. Jumlah tiket yang terjual tersebut akan terus bertambah sejalan dengan ketersediaan tempat duduk yang masih ada.

Adapun pembelian tiket melalui loket di Stasiun masih dapat dilakukan hingga 30 menit sebelum waktu keberangkatan kereta jika tiket masih tersedia. “Penjualan tiket secara langsung masih dilayani 30 menit sebelum waktu keberangkatan kereta, itu juga kalau tiketnya masih tersedia,” katanya.

(ysw)

Kuras Rekening ATM Pakai Tusuk Gigi, Dua Pelaku Diciduk

loading…

JAKARTA – Polisi meringkus G dan AF lantaran melakukan aksi pencurian bermodus ganjal ATM menggunakan tusuk gigi. Tiga pelaku lainnya masih diburu polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, kawanan itu berjumlah lima orang, tiga pelaku lainnya masih diburu polisi, yakni W, D, dan DW. Setiap beraksi, pelaku memiliki peran, ada yang sebagai pengalih perhatian korban, ada yang mengawasi, dan ada yang mengeksekusi.

“Modusnya, pelaku mengganjal mesin ATM dengan tusuk gigi. Pelaku lalu membuat korban tak fokus dan mengganti kartu ATM korban dengan kartu palsu,” ujarnya pada wartawan, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, saat ATM korban terganjal, pelaku lalu berpura-pura membantu, korban pun diminta berulang kali memasukan nomor pin. Pelaku lalu menghafalnya, korban yang tak kunjung bisa bertransaksi lantas batal memakai mesin ATM.

“Jadi, ada yang mengantre, membantu, dan menghafal pin. Setelah korban tak bisa-bisa transaksi, pergi. Pelaku lalu mengambil uang korban di tempat lain,” tuturnya.

Adapun pelaku, kata dia, biasa beraksi di kawasan Jakarta Selatan dan mencari lokasi ATM yang sepi, biasanya di sebuah mini market. Atas perbuatannya, kedua pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

(ysw)

Bakal Uji Coba Bulan Depan, Empat Bus Listrik Sudah Tiba di Jakarta

loading…

Ilustrasi bus buatan Eropa. Foto: dok/SINDOphoto

JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bakal melakukan uji coba bus bertenaga listrik di DKI Jakarta pada bulan Mei 2019 demi mengurangi polusi udara. Uji coba dilakukan kurang lebih enam bulan dan diikuti oleh 10 model bus listrik dari berbagai negara.

Direktur Operasional PT Transportasi Jakarta, Daud Joseph mengatakan saat ini sudah ada empat bus listrik yang tiba di Jakarta. Meskipun begitu, pihaknya belum mau memaparkan keempat bus tersebut berasal dari negara mana saja.

“Sekarang tersedia yang sudah ada di negara ini, itu ada empat (unit) ya,” ujar Daud kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/4/2019). (BAca: DKI Dukung Tilang Elektronik di Jalur Bus Transjakarta)

Baca Juga:

Ia menambahkan, saat ini para kontestan penyedia bus listrik masih dalam tahap melengkapi persyaratan sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia.

“Sekarang tahapnya adalah para pabrik masih melengkapi persyaratan yang diterapkan oleh negara kita, karena setiap negara pasti punya ketentuan yang berbeda. Jadi para pabrikan ini wajib memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku,” jelas Daud.

Kriteria atau persyaratan yang dimaksud adalah dimensi kendaraan, tinggi kendaraan serta sistem mengemudinya. (Baca juga: PT Transjakarta Jamin Kualitas Bus Listrik yang Dibeli dari China)

“Kita mau lihat bagaimana dengan driving sistem, karena biasanya kan kendaraan yang ada di luar negeri itu stirnya dikiri. Apalagi standar kendaraan yang ada di sana berbeda dengan kita. Tentunya harus disesuaikan dengan ketentuan perundangan Indonesia,” ungkap Daud.

Sementara kata Daud belum bisa memastikan rute mana saja yang bakal dilewati 10 bus listrik itu. “Rute belum ya, yang pasti ditempat yang ramai. Tapi konsentrasinya biasanya ada di Jalan Gatot Subroto, Jalan Rasuna Said dan Jalan Sudirman-Thamrin,” katanya.

(ysw)

Pemilih Bisa Coblos dengan E-KTP, KPU DKI Sebut Itu Kabar Hoaks

loading…

Ilustrasi, petugas PPK sedang menyiapkan logistik Pemilu 2019 sebelum didistribusikan ke TPS. Foto: dok/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – KPU DKI Jakarta menegaskan informasi yang menyebut setiap pemilih bisa mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan hanya menunjukkan e-KTP alias elektronik adalah bohong atau hoaks. Hal ini menyusul informasi tersebut yang viral di media sosial.

“Sekarang yang berkembang di sosial media bahwa semua pemilik e-KTP atau suket pengganti e-KTP bisa menggunakan hak pilihnya dimanapun,” kata Ketua KPU DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos di Mapolda Metro Jaya, Senin 15 April 2019 kemarin.

Betty menambahkan, pemilih yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) hanya bisa memakai suaranya di TPS wilayah asal, sesuai alamat e-KTP. Mereka yang tak terdaftar dalam DPT atau DPTb dimasukan dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK). (Baca: Demi Lancarnya Logistik Pemilu 2019, Petugas PPK Menteng Tak Tidur 2 Hari)

Baca Juga:

“Yang perlu diluruskan adalah pemilih tidak akan kehilangan hak pilihnya sepanjang dapat menunjukkan KTP elektronik atau suket pengganti KTP elektronik sesuai alamat tertera,” katanya.

Lebih lanjut dia menambahkan, pemilih yang masuk dalam DPK mencoblos sejak pukul 12.00-13.00 WIB dengan syarat surat suara masih tersedia di TPS sesuai dengan alamat yang tertera di e-KTP. (Baca juga: Jamin Keamanan, 38 Ribu Personel Gabungan Akan Jaga TPS di Jakarta)

Mereka diimbau lebih dulu memastikan dirinya sudah tercatat di DPT atau belum, dimana hal itu bisa dicek lewat kantor KPU Kabupaten atau Kota terdekat serta online melalui portal htpps://lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

“Sepanjang ada surat suaranya, kami akan melayani hak pilihnya sebagak DPK. Kalau tidak ada surat suaranya, maka bisa menggeser ke TPS di sampingnya, bisa beda RT, RW, atau kelurahan,” tutupnya.

(ysw)