Hadang Pencuri Motor, Warga Cileungsi Tewas Ditembak

loading…

BOGOR – Pelaku kriminalitas jalanan kian sadis. Mereka tidak segan-segan menghabisi nyawa warga yang berusaha menghadang aksi jahatnya. Seperti yang menimpa Eloy bin Sani (55).

Warga Kampung Limusnunggal RT 03/RW 03, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, ini akhirnya meninggal karena berusaha menghadang pencuri sepeda motor di sekitar Stadion Mini Limusnunggal, Cileungsi.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Asep Fajar, mengatakan, peristiwa itu bermula saat Eloy sedang memotong rumput di ladang yang tidak jauh dari Stadion Mini Limusnunggal, tepatnya di RT 02/03, Desa Limusnunggal, Sabtu (12/1) kemarin.

Baca Juga:

Tiba-tiba korban mendengar teriakan ‘maling’. Saat itu juga Eloy mendatangi sumber teriakan dan berusaha menghentikan dua orang pencuri sambil mengacungkan parang yang dibawanya. Namun satu dari dua pelaku ternyata membawa senjata api.

“Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, pelaku menembak satu kali ke arah perut korban dengan jarak empat meter,” ujar Kompol Asep kepada wartawan, Minggu (13/1/2019).

Warga yang mendapati Eloy terkena tembakan langsung mengevakuasi ke Rumah Sakit (RS) Thamrin, Cileungsi. Namun nahas, lantaran banyak mengeluarkan darah dari luka di bagian perut, Eloy yang sempat mendapat perawatan kurang lebih satu jam, akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

“Menuru saksi di lokasi, sebelum kabur, para pelaku juga sempat mengeluarkan tembakan ke atas agar tidak dikejar warga,” jelas Asep.

Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan, guna mengungkap aksi sadis pencuri sepeda motor itu. “Ya, kami masih kembangkan kasusnya untuk mengejar pelaku,” katanya.

Di tempat terpisah, Polsek Parung Panjang meringkus dua remaja pelaku pencuri sepeda motor, yakni R (18), dan A (18). Keduanya diringkus di Desa Guntung Cilejet, Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Parung Panjang Kompol Nurahim menyebutkan, pelaku berhasil diringkus setelah anggotanya mendapat informasi adanya kasus pencurian sepeda motor.

“Kemudian anggota kami langsung mendatangi TKP. Karena kejadiannya tak terlalu lama, saat itu para pelaku langsung kami kejar dan berhasil mengamankan berikut barang bukti berupa dua unit sepeda motor merk Honda Beat Street A 4569 YU dan Honda Beat F 5321 FCA warna hitam, serta satu unit handphone merek LG,” tandasnya.

(thm)

Oknum TNI AL Tusuk Tetangga, Polisi Serahkan Penyidikan ke Pomal

loading…

JAKARTA – Polisi memastikan tidak melakukan penyidikan pada kasus penusukan seorang warga oleh oknum TNI AL di Koja, Jakarta Utara. Polisi menyerahkan sepenuhnya penangangan kasus tersebut ke Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Imam Rifai, mengatakan, kasus itu telah dilimpahkan ke Pomal karena pelaku merupakan anggota TNI AL aktif. Ia pun enggan berkomentar lebih jauh terkait penyidikan kasus tersebut.

Hingga kini belum diketahui apa motif pelaku nekat menikam korban hingga tewas. Namun pelaku diduga mengalami gangguan jiwa.

Baca Juga:

“Ada indikasi yang bersangkutan (pelaku) kurang sehat jiwanya,” ujar Imam Rifai saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (13/1/2019).

Menurut Imam, pelaku sudah lama mengalami gangguan jiwa.”Informasinya sudah bertahun-tahun juga (alami gangguan jiwa),” tuturnya. (Baca juga: Terindikasi Sakit Jiwa, Warga: Ngobrol Nyambung Kok)

Diketahui, oknum anggota TNI AL, Koptu TY (40), nekad menusuk tetangganya, Ribut Budi Pamungkas (23), hingga tewas. Peristiwa itu terjadi di Jalan Bateng, Rawa Badak, Jakarta Utara, pada Jumat (11/1/2019) dini hari.

(thm)

Polda Metro Jaya Belum Dapat Pemberitahuan soal Lokasi Debat Capres

loading…

Polda Metro Jaya menyatakan siap mengamankan acara Debat Capres-Cawapres. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Polda Metro Jaya hingga kini belum menerima pemberitahuan terkait lokasi kegiatan Debat Capres dan Cawapres yang rencananya digelar di Jakarta pada 17 Januari 2019 mendatang. Meski begitu, Polda Metro Jaya menyatakan siap mengamankan acara itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan, Debat Capres-Cawapres itu merupakan agenda dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Maka itu, polisi masih menantikan komunikasi lebih lanjut dari pihak KPU. Dengan begitu, polisi bisa mempersiapkan pengamanan untuk kegiatan penting tersebut.

“Dari kepolisian, Polda Metro Jaya, intinya siap memberikan pengamanan berkaitan dengan kegiatan tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (13/1/2019). (Baca juga: Debat Capres Bisa Pengaruhi Pilihan Milenial)

Baca Juga:

Menurut dia, komunikasi dengan KPU terus dilakukan untuk mengetahui lokasi diadakannya kegiatan Debat Capres. Dengan begitu, polisi bisa menempatkan anggota di sejumlah titik lokasi debat.

“Untuk jumlah pengamanan sedang disiapkan oleh Karo Ops. Kami nanti tetap komunikasi dengan KPU berkaitan dengan mekanisme dari debat tersebut,” pungkasnya.

(thm)

Pencuri Motor Terlacak lewat GPS, Biasa Beraksi di Daerah Tanah Abang

loading…

JAKARTA – Polisi meringkus pencuri sepeda motor milik warga di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pelaku bernama Irwan Y (28), asal Lampung, diduga sudah kerap melakukan aksinya di kawasan Tanah Abang.

Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang, Kompol Supriadi mengatakan, kejadian berawal saat korban, Rudy N (47) tengah memarkirkan motor Honda Beat di pelataran rumahnya di kawasan Petamburan. Mendadak, sepeda motornya hilang entah kemana. Dia lantas mengecek Global Positioning System (GPS) yang telah dipasang di sepeda motornya itu.

“GPS saat dichek berada di Kota Bambu, Jakarta Barat, lalu dilakukan pengejaran,” ujar Kompol Supriadi kepada wartawan, Minggu (13/1/2019).

Baca Juga:

Setelah menerima laporan korban dan posisi pelaku terlacak melalui GPS, polisi langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil meringkus pelaku yang tengah membawa kabur sepeda motor korban. Saat ditangkap, pelaku membawa sebilah pisau dan letter T.

Dari data di kepolisian, bandit curanmor kelompok Lampung ini diketahui sudah kerap beraksi di Tanah Abang. Diduga, pisau yang dibawa pelaku pun dipakai untuk melukai para korban jika melawan.

“Motifnya (pencurian) karena persoalan ekonomi. Saat ini kami masih menyelidiki pelaku untuk menangkap jaringan pencuri motor lainnya,” pungkasnya.

(thm)

Kapolres Kukuhkan Kelompok Sadar Kamtibmas di Tangerang Selatan

loading…

TANGERANG SELATAN – Kelompok Sadar Kamtibmas (Pokdarkamtibmas) resmi terbentuk di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pokdarkamtibmas yang dikukuhkan oleh Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan ini diharapkan dapat membantu kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Pengukuhan Pokdarkamtibmas yang bertempat di Talaga Seafood BSD ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. Kapolres Tangsel Ferdy Irawan dalam sambutannya mengucapkan selamat atas pengukuhan itu.

Dalam kesempatan tersebut, Ferdy meminta dukungan Pokdarkamtibmas untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Tangsel. Sebab Pokdarkamtibmas ini akan menjadi mitra utama Polri.

Baca Juga:

“Selamat kepada pengurus yang baru dilantik pada pagi hari ini. Kami yakin pengurus yang saat ini dilantik adalah pengurus yang dipercaya oleh rekan-rekannya untuk membawahi seluruh wilayah yang ada di Polres Tangsel,” ujar AKBP Ferdy.

Ferdy mengatakan, sebagai mitra yang baik, tentunya jajaran Polres Tangsel membutuhkan saran dan masukan dari Pokdarkamtibmas untuk perbaikan kinerja Polres Tangsel ke depan.

“Kita sama-sama menunggu langkah dari Pokdarkamtibmas untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Tangsel,” ucap Ferdy.

Wakil Wali Kota (wawako) Tangsel menyambut baik pembentukan Pokdarkamtibmas Resort Tangsel ini. Ia memastikan Pemkot Tangsel membuka diri untuk bersama-sama menjalankan tugas demi ketenteraman dan keamanan di wilayah Tangsel.

“Selamat kepada H Amsori dan seluruh pengurus yang tadi di kukuhkan oleh Kapolres Tangerang Selatan,” kata Benyamin.

(thm)

BMKG Prediksi, Minggu Pagi Cuaca Jakarta Cerah Berawan

loading…

Cuaca Jabodetabek cerah berawan. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca Jakarta pada Mingu (13/1/2019) pagi cerah berawan.

Berdasarkan laman resmi BMKG, prakiraan cuaca sejak pagi cerah berawan, kecuali di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diperkirakan terjadi hujan lokal.

Pada siang hari, terjadi perubahan cukup signifikan. Seperti di wilayah Kepulauan Seribu hujan lokal berubah menjadi cerah berawan, sementara wilayah lain cenderung berawan hingga hujan ringan

Baca Juga:

Memasuki waktu malam hari, baik di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan terjadi hujan sedang sementara lainnya berawan.

Kondisi ini juga terjadi jelang waktu dini hari yang mana tak terlalu banyak perubahan seluruh wilayah diperkirakan berawan hingga hujan ringan.

Adapun suhu udara untuk keseluruhan di wilayah Jakarta hari ini berkisar pada 24-32 derajat celsius dengan tingkat kelembapan antara 80-100 persen.

(pur)

Gelar Acara Natal, PPUK Cipinang Indah Tekankan Merajut Kebersamaan

loading…

Persekutuan Umat Kristen dan Khatolik (PUKK) Cipinang Indah dan villa menggelar acara natal dengan tema kerukunan dan kedamaian antar umat beragama. Acara ini dilangsungkan di aula Yamaha Music, Cipinang Indah, Jakarta Timur pada Sabtu (12/1/2019). Foto/S

JAKARTA – Persekutuan Umat Kristen dan Khatolik (PUKK) Cipinang Indah dan villa menggelar acara natal dengan tema kerukunan dan kedamaian antar umat beragama. Acara ini dilangsungkan di aula Yamaha Music, Cipinang Indah, Jakarta Timur pada Sabtu (12/1/2019).

Ketua PUKK Sunarno mengatakan, acara natal tersebut telah dilaksanakan hampir 16 tahun. Dalam acara ini selalu ditekankan untuk merajut kebersamaan dan kebhinekaan antar umat agama lainnya, agar bisa ditularkan bukan hanya bagi masyarakat Cipinang Indah tapi seluruh Indonesia.

“Jadi kita bukan hanya dari PUKK dan warga Cipinang Indah, bukan tapi mudah-mudahan ini akan terserbar diseluruh Indonesia dan seluruh Indonesia bisa mengikuti nilai-nilai yang baik dariapada persatuan dari PUKK ini,” ujar Sunarno di Aula Yamaha Music, Cipinang Indah, Jakarta Timur, Sabtu (12/1/2019).

Baca Juga:

Selain itu, Sunarno berharap semoga dengan diselenggarakannya acara natal ini dapat memperkokoh persatuan antar umat beragama di Indonesia.

“Harapannya semoga dengan natal ini masyarakat Cipinang Indah dan seluruh masyarakat Indonesia semakin kokoh persatuannya, semakin menjaga NKRI dan semakin menjaga Pancasila,” jelasnya.

Acara ini turut mengundang para pemuka agama mulai dari Hindu hingga Islam. Salah satu perwakilan pemuka agama yang hadir yakni dari Kong Hu Cu, Ws Lie Supriadi merasa bangga dengan acara yang dibuat oleh PUKK.

“Ya sangat luar biasa saya sangat bangga dan disinilah kita akan tahu semuanya kalo bisa acara-acara ini bukan hanya di Cipinang Indah, kalo bisa disemua daerah disemua wilayah yang ada di Indonesia kalo perlu seluruh Nasional,” ungkapnya.

Acara ini turut dihadiri puluhan jamaah, selain berdoa turut juga dibacakan puisi natal singkat serta menyanyikan lagu pujian dan juga turut menggalang sumbangan yang akan diberikan kepada Gerja Kristen Indonesia (GKI).

Diketahui PPUK adalah generasi sosial yang berdiri pada September 2002. Tujuan utama PPUK adalah untuk menjalin kebersamaan dan saling memberikan informasi khusus di lingkungan kompleks perumahan Cipinang Indah dan Villa.

(pur)

Relawan SMA Jakarta Bersatu Dukung Jokowi-Amin

loading…

Alumni SMA Jakarta Bersatu menggalang dukungan kepada pasangan Capres No 1 Jokowi-Maruf Amin. Foto/Odie Krisno

JAKARTA – Dukungan kepada pasangan Capres No 1 Jokowi-Ma’ruf Amin terus mengalir. Kali ini datang dari relawan yang menamakan dirinya Alumni SMA Jakarta Bersatu yang anggotanya mencapai 10 ribuan.

Relawan Alumni SMA Jakarta bersatu ramai di media sosial khususnya Facebook dengan membawa pesan-pesan dukungan dan informasi data kinerja Jokowi, tanpa dan pantang menjelekkan lawan apalagi menyampaikan hoaks.

Menurut Odie Krisna relawan dari SMA Negeri 74 Jakarta, lulusan 1990, alumni SMA Jakarta Bersatu merupakan relawan spontanitas yang didukung alumni SMA se-Jakarta. “Bahkan dari luar Jakarta dan Luar Negeri juga mendukung, ini merupakan suara rakyat, suara alumni SMA Jakarta yang menginginkan kebaikan bagi nasib bangsa dan negara ini, mereka menginginkan figur Presiden yg merakyat dan sederhana yg bebas korupsi,” ujar Odie, Sabtu (12/1/2018).

Baca Juga:

“Untuk itu kami se-Jakarta para Alumni akan berkumpul bareng dengan acara yang digelar UI juga mendukung Jokowi Amin di Gelora Bung Karno hari ini Sabtu jam 15 sampai jam 18.00, ” jelasnya.

Menurutnya, acara deklarasi yang dimotori UI dan sebagian relawan SMA Jakarta Bersatu bersifat spontanitas tanpa ada sponsor khususnya dari SMA Jakarta Bersatu.

“Belum sempat ngurus sponsor atau donatur, ini masih sukarela, benar-benar relawan. Bahkan cetak kaos atau spanduk aja belum, yang penting semangatnya. Semangat mendukung Capres yg diinginkan rakyat Indonesia untik membawa negeri ini menjadi disegani di dunia International,” kata Odie.

Menurutnya, sistem kerja relawan SMA Jakarta Bersatu dikordinir masing-masing dimana sekolah mereka berasal, untuk merekrut dan menambah massa. Selain mendeklarasikan di setiap wilayah di Jakarta, nantinya Alumni SMA Jakarta bersatu akan tempur di masyarakat menggalang kekuatan politik selain di media sosial untuk mendukung Jokowi Amin 2019.

Odie memperkirakan anggota SMA Jakarta Bersatu akan terus bertambah dengan target 1 juta anggota yang siap mengawal dan mendukung Jokowi Amin pada Pilpres 2019.

(rhs)

Dikejar Korbannya, Begal Motor di Bintaro Tewas Terbentur Aspal

loading…

Seorang begal motor tewas terjatuh dari motornya saat dikejar korbannya, di Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Foto Ilustrasi/Dok SINDOnews

TANGERANG SELATAN – Seorang begal motor tewas terjatuh dari motornya saat dikejar korbannya, di Bintaro Jaya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Remaja yang belum diketahui identitasnya itu, tewas akibat terjatuh, kepalanya membentur aspal, di kawasan Taman Menteng, Bintaro Jaya. Aksi kejar-kejaran ini, terjadi saat gerimis, pukul 02.00 WIB.

Kapolsek Pondok Aren Kompol Yudho Huntoro mengatakan, jenazah pelaku telah dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang, dan belum ada keluarganya yang melihat.

Baca Juga:

“Identitas pelaku tidak ada. Di tubuhnya tidak ditemukan identitas. Tetapi, petugas berhasil menemukan HP milik pelaku,” ungkap Yudho saat ditemui di Bintaro, Jumat (11/1/2019).

Peristiwa begal ini bermula saat para korban sedang nongkrong di kawasan Bintaro. Saat itu, korban yang berpasangan ini, baru pulang kerja.

“Korbannya empat orang, cewek dua, cowok dua. Mereka berpasangan. Katanya pulang kerja, lalu nongkrong di Bintaro. Tiba-tiba, mereka didatangi para pelaku berjumlah empat orang,” paparnya.

Para pelaku yang berboncengan dengan motor itu menghampiri korban yang sedang asyik nongkrong dan menodong korbannya dengan menggunakan sajam.

“Pelaku mengambil Hp para korban dan meminta uang korban. Mereka juga membawa satu motor korban, jenis Mio. Lalu, pelaku pergi ke arah Bintaro Plaza. Awalnya korban tidak mengejar,” jelasnya.

Baru setelah agak jauh dan mulai sedikit berani, kedua korban cowok itu langsung mengejar dengan motor. Pelaku yang tahu dikejar, lalu mengebut dengan motornya.

Namun, setiba di tikungan kawasan Taman Menteng, ban motor pelaku slip hingga pelaku hilang kendali. Pelaku jatuh dari motor, kepalanya membentur aspal. Tidak lama berselang, pelaku meninggal dunia.

“Teman-temannya berhasil kabur tiga orang, dua berboncengan, dan satu mengunakan motor curian. Pelaku yang jatuh dan motor yang digunakannya diamankan,” paparnya.

Sementara itu, kasus begal pertama di awal tahun 2019 ini langsung menyebar cepat melalui grup WhatsApp (WA). Bagus, salah seorang warga mengaku, mendapat kabar peristiwa begal itu dari grup WA nya.

“Ini yang pertama di tahun 2019. Memang di kawasan Bintaro Jaya, aksi begal ini marak terjadi. Biasanya, pelaku beraksi dengan naik motor berempat, atau berdua. Mereka menggunakan sajam,” jelasnya.

Bagus berharap, pengamanan di kawasan itu diperketat, sehingga bisa menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga yang suka melakukan aktivitas di malam hari.

“Sering. Saya berharap patroli polisi bisa lebih ditingkatkan lagi. Sehingga tidak menciptakan keresahan warga. Apalagi ini bukan yang pertama. Sudah sering. Saya harap, pelaku juga tertangkap,” tukasnya.

(rhs)

IKAPI Rencanakan Jakarta Tuan Rumah World Book Capital City 2020

loading…

IKapi merencanakan Kota Jakarta sebagai tuan rumah World Book Capital City 2020. Foto/Dok Ikapi

JAKARTA – Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Rosidayati Rozalina menjelaskan, pihaknya memiliki rencana menjadikan Kota Jakarta sebagai tuan rumah World Book Capital City 2020.

“Kami bekerja sama dengan daerah (DKI Jakarta) merencanakan World Book Capital City 2020 dengan sejumlah syarat dan implikasinya yang berdampak nyata dan luas bagi kemajuan literasi,” kata Rosidayati di Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Untuk mewujudkan hal itu, Dewan Pertimbangan Pusat, Pengurus Pusat dan pengurus daerah lebih intensif dalam berkoordinasi. Ia mengaku dengan terpilihnya Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta makin membuat pihaknya bersemangat mewujudkan acara pameran buku bertaraf internasional itu.

Baca Juga:

“Kemitraan dengan pemerintah di tingkat pusat maupun daerah adalah wajib. Keterlibatan masyarakat terutama tokoh-tokoh berpengaruh harus dimulai untuk menegaskan kepada semua pihak tentang betapa perlunya kegiatan-kegiatan ini bagian kemajuan industri penerbitan dan masa depan bangsa,” tutupnya.

(rhs)

Pengamat Nilai LRT hanya Akan Menjadi Transportasi Hiburan

loading…

Kemewahan kereta LRT yang sebentar lagi akan dioperasionalkan. Foto: dok/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Pengamat Transportasi dari Institusi Studi Transportasi (Instran), Dharmaningtyas menilai LRT Jakarta hanya akan menjadi transportasi hiburan. Warga hanya memanfaatkan transportasi tersebut pada hari libur akhir pekan saja.

Dharmaningtyas menyakini peminat LRT akan kurang lantaran posisinya yang berada dilingkungan elit Kelapa Gading, Jakarta Utara. “Siapa yang mau naik, orang sana (Kelapa Gading) kan kaya-kaya. Mereka lebih pilih naik mobil dibandingkan LRT,” katanya ketika dihubungi, Jumat (11/1/2019).

Ia melihat LRT lebih siap menjadi transportasi akhir pekan yang terjadi pada Sabtu dan Minggu, dimana masyarakat akan mencoba menggunakan transportasi ini untuk wisata.

Baca Juga:

Sebab dengan jarak kurang dari 20 meter orang akan memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan transportasi umum, terlebih di ruas itu tidak ada kemacetan.

Karenanya ia meminta agar Pemprov DKI lebih mengembangkan TransJakarta dibandingkan LRT, dukungan finansial hingga kebijakan lebih diperlukan TransJakarta untuk memperpanjang perjalanan dan menambah koridor. “Ini sangat efisien dibandingkan proyek tambahan jalur LRT,” katanya.

(ysw)

Jelang Operasional Perdana, LRT Percepat Finishing Stasiun

loading…

Pekerja sedang melakukan finishing terhadap Depo LRT Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (11/1/2019). Foto/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Menjelang operasi perdana LRT di bulan Februari 2019 mendatang, PT Light Rail Transit (LRT) Jakarta tengah mempercepat finishing sejumlah stasiun.

Direktur Utama PT LRT, Allan Tandiono mengklaim saat ini masih ada beberapa pengerjaan akhir yang dilakukan pihaknya. Beberapa proyek itu meliputi pengelapan sejumlah stasiun hingga pemasangan lift.

“Bila ditotal hampir mendekati akhir. Mungkin sekitar 97 persen saat ini,” ucap Allan kepada Koran SINDO, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:

Sebelumnya rencana operasi LRT sempat bergulir saat perayaan Asian Games 2018 lalu. LRT digadang gadang akan beroperasi di tahun itu seiring dengan perayaan Asian Games. Namun LRT mengalami kendala hingga akhirnya tertunda hingga Februari 2019 ini.

Allan melanjutkan pada operasi perdana ini, LRT menargetkan jumlah penumpang setiap harinya mencapai 10 ribu per orang. Target diyakini akan tercapai lantaran integrasi dengan TransJakarta sudah mencapai kata sepakat, jembatan penghubung (skybridge) akan terpasang di Stasiun Velodrome.

Karena itu rencana rangkaian kereta akan diubah, bila pada tahap uji coba LRT hanya memasang dua rangkaian, maka saat operasi nanti Kereta LRT akan dipasang menjadi empat rangkaian. “Dan secara bertahap kami akan pasang menjadi delapan rangkaian,” kata Allan.

Sementara untuk headtime kereta, perubahan pola dilakukan demi memaksimalkan bobot penumpang, pada jam sibuk seperti pagi-sore. LRT akan dirancang per 5 menit, sedangkan untuk jam renggang maka akan dipasang per 10-15 menit.

(ysw)

Jelang Operasional, PT LRT Tunggu Penentuan Tarif oleh Pemprov DKI

loading…

Kereta LRT saat melakukan uji coba operasi beberapa waktu lalu. Foto: dok/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Meskipun operasi perdana sudah hampir pasti, namun hingga kini belum ditentukan berapa tarif yang harus dibayar pengguna Light Rail Transit (LRT).

Direktur Utama PT LRT, Allan Tandiono mengakui pihaknya belum dapat mematok tarif yang akan dikenakan ke penumpang. Pihaknya kini masih menunggu Pemprov DKI untuk menentukan tarif.

“Soal apakah mulai bayar, tarifnya berapa, kami masih menunggu Pemprov DKI. Nanti Pemprov DKI akan mengumumkan bersama dengan MRT,” katanya kepada Koran SINDO, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:

Belum diumumkannya tarif lantaran LRT Jakarta sendiri masuk dalam Jak Lingko yang tergabung atau terintegrasi dengan bus TransJakarta. Termasuk soal rencana MRT dan TransJakarta yang juga tergabung dalam Jak Lingko.

Meskipun Tarif belum dipatok, namun Allan memastikan Sumber Daya Manusia (SDM) LRT telah siap melayani sejumlah penumpang. 20 pegawai, kata Allan, sudah dimagangkan ke PT TransJakarta untuk mempelajari perilaku penumpang.

Termasuk soal kualitas pelayanan, Allan mengatakan pihaknya tengah merekrut manager pelayanan yang berkualitas di bidang perhotelan. Cara ini untuk memberikan pelayanan berkualitas pada penumpang.

Karenanya sebelum diturunkan dan bertatap langsung dengan penumpang, Allan mengakui training kepada pekerja dilakukan untuk pwnumpang melenial.

“Nantinya staf LRT akan memberikan pelayanan penumpang seperti hotel bintang lima melayani pelanggannya,” ujar Allan.

Terpisah Direktur Proyek LRT Jakarta, Iwan Takwin menyatakan optimis pembangunan stasiun dan depo akan selesai sebelum operasi perdana Februari 2019 mendatang.

Karenanya pengebutan proyek masih dilakukan pihaknya, termasuk memasang lift di tiap-tiap stasiun. Sehingga dipastikan LRT akan nyaman dan aman untuk kaum disabilitas.

Sementara untuk pembangunan di areal Depo LRT di Pegangsaan Dua. Iwan mengklaim pihaknya tengah mengebut beberapa pembangunan akhir, sembari melakukan perbaikan kecil kecil di sejumlah stasiun.

“Misalnya keramik pecah itu diperbaiki semua, tiap dua kali seminggu kita keliling ngecek defect yang mungkin rusak sedikit akibat kerusakan. Nanti setelah itu general cleaning,” ujar Iwan.

(ysw)

Spanduk Larang Kampanye di Tempat Ibadah di Jakbar Diapresisasi Dewan

loading…

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi bersama FKUB menyebar ribuan spanduk larangan kampanye di tempat ibadah, Jumat (11/1/2019). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Anggota Komisi III Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah Polres Jakarta Barat yang bersinergi dengan unsur tiga pilar lainnya, dalam pemasangan lebih dari 1.000 spanduk larangan kampanye di tempat ibadah di Jakarta Barat.

Langkah ini disebutkan Sahroni sebagai upaya preventif mencegah digunakannya SARA dalam pesta demokrasi yang akan digelar serentak pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

“Langkah ini dilakukan bersama pemerintah dan TNI setempat dengan memasang spanduk larangan kampanye di tempat ibadah sebagai langkah positif mencegah adanya penggunaan SARA dalam kampanye pemilu serentak mendatang,” ujar Sahroni melalui siaran persnya, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:

Sahroni optimis virus intoleransi ataupun politisasi agama yang sempat mencuat saat Pilkada DKI lalu tidak akan muncul di kawasan Barat ibu kota ini. “Ini harus dicontoh wilayah lain di Ibukota dan seluruh daerah di Indonesia,” pesan Sahroni.

Dalam kesempatan yang sama Sahroni meminta masyarakat berperan aktif menyampaikan kepada pihak seperti panwaslu ataupun kepolisian bila menemukan adanya penggunaan SARA dalam kampanye di daerahnya.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi sebelumnya memaparkan, tempat ibadah yang dipasangi spanduk larangan berkampanye terdiri atas 860 masjid, 237 gereja, dan 85 wihara.Ia mengungkapkan, pemasangan 1.000 spanduk selain diharapkan bisa menjaga kerukunan beragama menjelang Pemilu 2019, sekaligus untuk mengingatkan masyarakat untuk tidak terlibat dalam penyebaran berita bohong (hoax), SARA, dan radikalisme.

(ysw)

Perayaan Natal Bersama di Ancol, Anies: Ini Tanda Kebersamaan Kita

loading…

Perayaan Natal Bersama Pemprov DKI Jakarta dengan belasan ribu umat Kristen dan Katolik di Gedung Ecovention Ancol, Jl. Lodan Timur No.7, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (11/1/2019). Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan bersama istri, Fery Farhati, menghadiri kegiatan Perayaan Natal Bersama Pemprov DKI Jakarta dengan belasan ribu umat Kristen dan Katolik di Gedung Ecovention Ancol, Jl. Lodan Timur No.7, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Kegiatan Perayaan Natal ini bertemakan “Yesus Kristus Hikmat bagi Kita Semua” dan memiliki sub tema yaitu “Mengokohkan Persaudaraan Sejati Mewujudkan Jakarta Kota Maju dan Bahagia Warganya”.

Anies menyampaikan apresiasi atas kerja keras panitia dan jumlah masyarakat yang hadir dalam kegiatan perayaan Hari Natal bersama. Gubernur Anies pun menegaskan kegiatan yang telah diselenggarakan setiap tahun ini mampu menunjukkan persatuan dan diharapkan mewujudkan kebahagiaan di Jakarta.

Baca Juga:

“Ini adalah perayaan bersama. Ini adalah tanda kebersamaan kita. Inilah Indonesia kita. Perasaan cinta kepada tanah air kita menyatukan kita,” ungkap Anies di lokasi, Jumat (11/1/2019).

Anies menyampaikan, pesan keutuhan dan solidaritas bangsa Indonesia yang sedang diuji melalui bencana alam di beberapa wilayah.

Anies juga berharap momen pemilihan umum serentak pada bulan April mendatang mampu membuktikan masyarakat Jakarta yang tidak mudah terpecah belah, serta dapat melaluinya dengan kedewasaan dan kematangan.

“Izinkan kami mengakhiri dengan ucapan selamat. Semoga kebahagiaan yang kita rasakan menjadi kebahagiaan yang mengikat antar hati kita semakin kuat. Mari di tahun baru ini kita berkarya dengan hati sepenuh hati agar menjangkau setiap hari yang ada di Kota Jakarta ini,” tutup Anies

Kegiatan yang dilakukan setiap tahun ini dihadiri oleh perwakilan dari Keuskupan Agung Jakarta, Persekutuan Oikumene, Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII), Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia, Gereja Orthodox Indonesia, Bala Keselamatan Indonesia, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), dan Persekutuan Baptis Indonesia (BPI).

Pemberian dana hibah bagi yayasan umat Kristiani dan lembaga keagamaan tersebut juga diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Anies dalam kegiatan ini.

(ysw)

Anies Harapkan ASN Mampu Tampil Sebagai Penggerak Masyarakat

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: dok/Okezone

JAKARTA – Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan arahan dalam kegiatan Sosialisasi Manajemen Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Kota DKI Jakarta.

Dalam arahannya, Anies menegaskan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat yang telah dirumuskan melalui konsep gotong royong. Anies ingin semua potensi yang terdapat di Ibu Kota dapat bergerak bersama.

“Jadi setiap permasalahan bukan hanya diserahkan dan diselesaikan seluruhnya oleh pihak pemerintah, melainkan terdapat peran kolaboratif dari masyarakat,” kata Anies kepada sejumlah ASN di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:

Anies juga ingin ASN tidak hanya menjadi pelayan masyarakat tapi juga bisa menjadi penggerak. Bisa menggerakkan semua pihak untuk terlibat.

“Kita berharap ukuran kinerja bukan hanya internal. Kita mampu memobilisasi seluruh sumber daya yang ada di dalam kita, tapi juga di luar kita,” jelas Anies.

Diketahui, tujuan kegiatan sosialisasi ini untuk menyatukan persepsi pengelolaan kinerja ASN sesuai dengan amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, meliputi perencanaan, pengembangan karir, kesejahteraan, dan pengendalian.

Selain itu, sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman utuh dalam penerapan manajemen kinerja ASN yang mampu berkolaborasi dengan masyarakat untuk mengentaskan masalah Jakarta bersama-sama.

(ysw)

Jaga Kerukunan, FKUB Jakbar Sebar Ribuan Spanduk Pemilu Damai

loading…

Menghadapi Pemilu 2019 mendatang, ribuan spanduk disebar Forum Kerukunan Umat Beragama Jakbar. Ajakan pemilu damai dilakukan untuk menurunkan tensi politik, Jumat (11/1/2019). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf.

JAKARTA – Menghadapi Pemilu 2019 mendatang, ribuan spanduk disebar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat. Ajakan pemilu damai dilakukan untuk membuat ketegangan politik menurun.

Dalam kesempatan itu FKUB juga mengajak sejumlah instansi lain, mulai dari Polri, TNI, KPU, Bawaslu hingga tokoh agama lainnya untuk mendukung penyelenggaraan Pemilu.

“Jadi kegiatan ini sebagai bukti kecintaan kami agar pemilu berjalan lancar, tertib tanpa merusak persaudaraan dan kekeluargaan warga Jakarta Barat,” kata Kepala Forum Kerukunan Umat Beragama, (FKUB) Jakarta Barat, Tatang di kawasan Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:

Melalui spanduk yang terpasang, pihaknya bersepakat tempat ibadah tidak dijadikan sebagai tempat kampanye dan menolak tempat ibadah untuk kepentingan Kampanye, Issue Hoax, Sara dan Radikalisme. Tempat Ibadah disepakati sebagai kawasan netral.

Simbolis pemasangan spanduk sendiri dilakukan di tiga lokasi, Masjid Raya Al Amanan, Gereja Pantekosta, serta Pura Chandra Prabha yang diikut sejumlah tokoh lapisan agama, TNI Polri, dan beberapa pihak terkait yang disusul lokasi ibadah lainnya.

Dengan terpasangan spanduk di tempat agama, Tatang berharap persaudaraan yang telah terjalin dengan baik akan terus terjaga hingga pemilu 2019 yang berlangsung April 2019 mendatang.

“Jadi nanti spanduk-spanduk ini akan kita pasang baik itu di Masjid, Musala, Gereja, Wihara, Pura semuanya siap untuk memasang itu. Prinsipnya kita sepakat bergandengan tangan untuk tidak mengunakan tempat ibadah sebagai tempat kampanye,” ujarnya.

Sedangkan Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan spanduk nantinya akan dipasang di 860 Masjid, 227 Gereja, 1 Pura, 85 Wihara yang ada di Jakarta Barat. Dirinya mengaku sangat menyambut baik langkah ini untuk menjaga kerukunan umat beragama menjelang pemilu 2019.

Hengki mendukung penuh deklarasi pemasangan 1000 spanduk di wilayah hukum Jakarta Barat.

“ini upaya preventif dan preemtif dimana mencegah terjadinya friksi karena perbedaan politik terutama rumah ibadah,” kata Hengki.

Dirinya juga mengaku mendukung dengan adanya sosialisasi ini, sekaligus pemasangan spanduk yang menyatakan melarangan tempat ibadah untuk dijadikan tempat berkampanye.

Dalam kesempatan itu hadir pula sejumlah tokoh, diantaranya Wakil Walikota Jakarta Barat, Muhammad Zen, Dandim 0503 Jakarta Barat Letkol Kav Andre Massengi, Putri Indonesia Lingkungan, Vania F. Herlambang, dan Putri Indonesia Pariwisata, Wilda Oktaviana Situngkir.

(ysw)

Ogah Terapkan ERP, Anies Lebih Memilih Membangun Transportasi Massal

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: dok/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Dorongan terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menerapkan kebijakan Electronic Road Pricing (ERP) terus bergulir. Namun, hingga kini sistem pembatasan kendaraan berbasis jalan berbayar itu belum juga diterapkan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beralasan Pemprov DKI lebih memilih mengembangkan moda transportasi massal daripada terburu-buru menerapkan ERP di Ibu Kota.

“Kita lebih penting bangun transportasi umum daripada ERP-nya,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:

Menurut dia, Jakarta lebih membutuhkan moda transportasi yang saling terintegrasi dalam mendorong masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum.

“Yang lebih penting itu membuat transportasi umum lebih banyak. Kan di situlah inti dari kebijakan kita,” tutur dia.

Sebelumnya Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta), Azas Tigor Nainggolan meminta Pemprov DKI segera menerapkan sistem ERP di Ibu Kota. Dia menilai ERP lebih efektif dibanding sistem perluasan ganjil genap yang baru saja diperpanjang Anies.

(ysw)

Gelar Konkernas 2019, IKAPI Fokus Perangi Pembajakan dan Buku Ilegal

loading…

IKAPI menggelar Konkernas 2019 dan menyoroti soal masih adanya pembajakan dan penggandaan buku secara ilegal, Jumat (11/1/2019). Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja.

JAKARTA – Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) menggelar Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) 2019 di sebuah hotel di Jakarta Pusat. Dalam KKN tersebut, IKAPI menyoroti soal masih adanya pembajakan dan penggandaan buku secara ilegal.

Ketua Umum IKAPI Rosidayati Rozalina menjelaskan, Konferensi Kerja Nasional 2019 merupakan kegiatan tahunan IKAPI yang juga amanat AD/ART IKAPI untuk membahas hasil Munas atau mengevaluasi kebijakan dan pelaksanaan program kerja tahun berjalan dan atau mencari jalan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi.

“Saat konkernas pengurus pusat bersama Dewan Pertimbangan pusat dan daerah menyusun rencana kebijakan dan pelaksanaan program kerja tahun berikutnya serta membahas hal-hal lain yang dianggap perlu,” kata Rosidayati di lokasi, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:

Rosidayati menambahkan, kongres tahun ini merupakan yang keempat kalinya diselenggarakan dalam periode kepengurusan IKAPI pusat tahun 2015-2020 dan merupakan Kongkernas pertama yang dihadiri dewan Pembina Pusat IKAPI.

Dewan Pembina ini diamanatkan AD ART IKAPI terbaru hasil Munas 2015, anggota kan tokoh masyarakat unsur organisasi profesi dan dunia usaha yang memiliki kompetensi dan kapasitas untuk memajukan industri perbukuan di Indonesia.

“Dewan Pembina ini berperan memberikan masukan dan saran bagi kemajuan IKAPI pada khususnya dan dunia perbukuan pada umumnya,” lanjutnya.

Pada saat ini kepengurusan di tingkat pusat berjumlah 25 orang Dewan Pertimbangan pusat dan 18 orang pengurus pleno.

Dari data rekapitulasi keanggotaan IKAPI tercatat bahwa anggota IKAPI kini tersebar di 27 provinsi di Indonesia dimana 15 provinsi diantaranya telah menjadi IKAPI daerah. Total anggota IKAPI per Desember 2018 tercatat 1602 anggota atau naik 7,6 persen dari total anggota IKAPI tahun lalu.

Ia melanjutkan, selama tiga tahun terakhir IKAPI mengalami kemajiam seperti lerubahan AD/ART IKAPI sudah berhasil dilaksanakan tahun 2016.

“UU Sistem Perbukuan sudah terbit tahun 2017, Badan Perbukuan sudah terbentuk 2018 demikian pula kebijakan dan anggaran untuk pembelian buku dari penerbit tersedia, penilaian buku teks dan nonteks terus dilakukan. Jumlah penerbit dan produksi judul barupun terus menunjukan peningkatan,” terangnya.

Ia menuturkan, IKAPI masih banyak pekerjaan rumah diantaranya pembajakan dan penggandaan buku ilegal.

“Masalah pembajakan dan penggandaan buku ilegal kita masih belum dapat solusinya. Demikian juga penghapusan pajak buku yang masih terus diperjuangkan oleh penerbit dan penulis ketidakstabilan harga bahan baku kertas menjadi kendala dalam produksi buku apalagi jika dikaitkan dengan rencana pemerintah menerapkan HET untuk buku sekolah,” tutupnya.

(ysw)

Anggota Tim Fit and Proper Test Berikan Kisi-Kisi Syarat Wagub DKI

loading…

JAKARTA – Pengamat politik Universitas Negeri Jakarta Ubedillah Badrun merupakan salah satu anggota tim uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Surat tugas pun telah digenggamnya guna menyeleksi nama-nama guna disaring menjadi calon pengganti Sandiaga Uno.

Dia mengatakan, tim seleksi melihat beberapa aspek yang mungkin bisa dijadikan syarat dalam menentukan cawagub DKI Jakarta. Apalagi, wagub sebenarnya hanya membantu gubernur. Artinya, secara regulatif para calon wakil gubernur adalah yang memahami posisi politiknya, posisi hukumnya berdampingan.

“Saya kira wakil gubernur memang memerlukan kemampuan leadership sebagai seorang wakil, kemudian mereka menguasai tugas-tugas sebagai wakil termasuk juga memang memiliki keterampilan yang bersifat spesifik memahami Kota Jakarta terkait berbagai bidang termasuk bidang ekonomi sosial dll,” kata Ubedillah saat dihubungi, Jakarta. Kamis (10/1/2018).

Baca Juga:

Dia mengaku bersama ketiga panelis lainnya masih menunggu undangan resmi dari pihak partai pengusung yakni PKS dan Gerindra untuk melakukan tahapan seleksi. “Kami sifatnya menyiapkan secara profesional sambil menunggu agenda pertemuan full tim dari kedua kubu itu ya,” ujarnya.

Sebelumnya, PKS dan Gerindra melakukan pertemuan yang hasilnya menetapkan pada 25 Januari pihaknya sudah mendapatkan dua nama calon wakil yang kemudian diserahkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Melihat hal tersebut, Ubedillah meyakini hal tersebut bisa dilalukan. Sebab, proses pemilihan Wagub DKI hanya membutuhkan proses paling lama satu pekan.

“Kalau perkiraan kami mungkin tidak sampai satu pekan ya karena kalau pun full time bekerja menyeleksi 3 orang bukan puluhan orang jadi dengan analisis data track record dll, lalu wawancara dll, saya kira mnungkin juga bentuknya FGD dll saya kira cukup tidak sampai sepekan bisa,” pungkasnya.

(ysw)

Bermodalkan Celurit, 3 Anak SMP Rampas Ponsel Bocah SD di Depok

loading…

DEPOK – Tiga anak dibawah umur diamankan petugas Polresta Depok karena melakukan perampasan handphone milik bocah SD di Jalan H Kantong tepatnya disamping pintu tol Cisalak Kota Depok. Ketiganya ditangkap tak lama setelah kejadian tersebut.

Ketiganya adalah KR (14), K (14) dan GS (16), dua pelaku bahkan masih berstatus sebagai pelajar sekolah menengah pertama (SMP). KR tercatat sebagai siswa kelas I SMP dan K kelas II. Sedangkan GS tidak bersekolah.

“Dua pelaku diamankan di Cisalak dan satu di Curug Kecamatan Cimanggis,” kata Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Firdaus, Jumat (11/1/2019). Ketiganya melakukan tindak pidana pemerasan dan pengancaman terhadap G (12) di Jalan H Kantong tepatnya disamping pintu tol Cisalak.Saat itu G sedang nongkrong bersama temannya. Tiba-tiba datang ketiga pelaku membaaa senjata tajam. “Mereka membawa celurit dan mengancam korban untuk menyerahkan ponselnya,” ungkapnya.

Baca Juga:

Pelaku mengancam korban akan melukai jika tidak memberikan ponselnya. Karena ketakutan maka korban pun memberikan ponselnya. Setelah itu ketiga pelaku melarikan diri. Korban kemudian mengadu pada temannya yaitu KN (16).

“Karena saksi mengetahui kelompok remaja (pelaku) yang dia kenal. Kemudian mengajak korban untuk meminta ponsel yang dibawa pelaku tapi ketika bertemu kelompok remaja tersebut tidak mengakuinya,” katanya.

Ketika itu petugas sedang melakukan patroli dan melihat ada kerumunan. Ketika dihampiri, korban pun menceritakan kejadian yang menimpanya. “Korban dan pihak diduga para pelaku langsung diamankan ke Polsek Cimanggis. Setelah masing-masing dilakukan interogasi para pelaku tersebut mengakui perbuatannya. Dari jumlah 12 remaja hanya tiga orang diluar sepengetahuan temannya melakukan perbuatan tersebut,” tambahnya.

Ketiga pelaku yang diamankan memiliki peranan masing-masing. GS berperan mengacam korban dengan sebilah celurit dan meminta ponsel. KR yan menyimpan ponsel hasil rampasan. Sedangkan K yang memiliki ide perampasan. “Ketiganya sudah kami amankan beserta barang bukti,” pungkasnya.

(ysw)

Atasi Overload TPA Burangkeng, Bekasi Disarankan Buat Bank Sampah

loading…

Perluasan TPA Burangkeng di Kabupaten Bekasi terbentur dengan Perda RTRW. Foto: dok/SINDOnews/Abdullah M Surjaya

BEKASI – Untuk perluasan TPA Burangkeng, saat ini masih menunggu revisi aturan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bekasi. Namun untuk mengatasi volume sampah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyarankan agar dinas kebersihan mengatasi sampah mulai dari sumbernya.

Kasie Tata Ruang, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Evi Mutia mengatakan, rencana perluasan TPA Burangkeng hingga kini masih terkatung – katung. Sebab, rencana revisi aturan tata ruang masih menunggu kebijakan tata ruang Jakarta Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur belum disahkan.

“Kami masih membahas dalam mematangkan rencana revisi peraturan daerah terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bekasi,” katanya kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:

Saat ini, aturan yang mengikat TPA Burangkeng ada di Peraturan Daerah (Perda) No 12 tahun 2011 tentang RTRW. Didalam aturan itu disebutkan lahan pembuangan sampah hanya 11 hektare.

Sebenarnya, kata dia, untuk memecahkan masalah sampah di TPA bukan hanya melakukan perluasan. Sebaiknya, ada pengelolaan sampah di hulu sebelum dibuang.

Salah satunya, perlu ada keterlibatan aparatur RT dan RW untuk memilah jenis mana yang harus dibuang. “Haru dibuat bank sampah gitu. Jadi ada penurunan volume sampah yang dibuang,” ujarnya.

Selain itu, perlunya perubahan sistem pengelolaan di TPA Burangkeng. Setidaknya, ada industri yang masuk untuk menerapkan tekhnologi baru. Karena, kata dia, saat ini sistim yang dipakai hanya sistem angkut buang, tidak ada tekhnologi yang mengelola seluruh sampah tersebut.
“Sekarang kita masih memakai cara angkut buang,” ungkapnya.

Bahkan, kata dia, adanya pembahasan Perda Jabodetabek Puncur juga menjadi pertimbangan lainnya atas keterlambatan revisi Perda RTRW. Sebab, Perda yang akan disahkan harus menyesuaikan tata ruang dengan daerah lain. Hal itu bertujuan agar tidak adanya saling bertabrakan adanya rencana pembangunan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Jejen Sayutih mengatakan, sebaiknya eksekutif fokus melakukan pematangan revisi Perda tata ruang. Sebab, kebutuhan lahan TPA sangat mendesak, mengingat sudah overload. “Kalau dibiarkan maka akan menjadi masalah baru nantinya, jadi perlu adanya solusi,” imbuhnya.

Jejen menilai, wacana pembentukan bank sampah di tiap-tiap unsur masyarakat sepertinya bisa dilakukan sambil berjalan. Namun, kalau dipaksakan dengan cepat berubah, maka tidak akan maksimal nantinya. “Nanti saja, sambil berjalan, karena kita kan butuh perangkatnya untuk membentuk bank sampah,” katanya.

(ysw)

TPA Burangkeng di Bekasi Overload, Rencana Perluasan Terbentur RTRW

loading…

TPA Burangkeng sudah tak mampu lagi menampung volume sampah namun Pemkab Bekasi Kesulitan melakukan perluasan karena terbentur RTRW, JUmat (11/1/2019).

BEKASI – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi sudah tidak bisa menampung tumpukan sampah atau overload. Apalagi, kondisi TPA milik Pemerintah Kabupaten Bekasi itu saat ini menggunung dan sudah mencapai 30 meter dari permukaan tanah.

Kabid Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Dodi Agus Suprianto mengatakan, kondisi over kapasitas TPA Burangkeng sudah terjadi sejak lama dan sampah dari 23 Kecamatan sudah tidak bisa ditampung di Burangkeng. “Kondisinya memang sudah tinggi. Dan memang sudah overload,” katanya kepada wartawan, (11/1/2019).

Sejauh ini, kata dia, belum ada rencana pelebaran untuk TPA. Hal itu dikarenakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bekasi belum direvisi. Sehingga, membutuhkan keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya untuk mengubahnya. Saat ini, solusinya hanya melakukan pemerataan di atas puncak gundukan.

Baca Juga:

Sehingga, lanjut dia, keberadaan sampah baru bisa ditumpuk tanpa harus memikirkan adanya zona baru. Dodi mengaku, pihaknya belum memikirkan terkait kerjasama dengan pihak ketiga agar menjadi industrialisasi sampah. Sebab, kerjasama itu malah akan menambah beban keuangan daerah. “Tidak ada yang gratis dalam pengelolaan energi sampah,” ungkapnya.

TPA Burangkeng itu sudah berumur hampir 22 tahun dan luasnya dari dulu sampai sekarang hanya memiliki 11,8 hektare. Setiap hari ada 125 mobil yang masuk ke lokasi pembuangan. Diantaranya 89 mobil dari Dinas Lingkungan Hidup, 48 mobil dari Dinas Perdagangan Pasar, dan dari swasta kurang lebih sekitar 30 mobil.

Dalam sehari, kata dia, sampah yang masuk ke TPA Burangkeng mencapai 750 ton. Sampah itu terdiri dari sampah rumah tangga, pasar maupun sampah yang dihasilkan perusahaan. “Usia TPA sudah tua, dan belum direvisi aturan pengembangan wilayah pembuangan. Hal itu yang sedang kita pikirkan kedepanya,” tegasnya.

(ysw)

Kejar-Kejaran dengan Jambret, Wanita Ini Luka Parah Menabrak Tanggul

loading…

Seorang wanita terluka parah setelah motor yang ditumpanginya menabrak tanggul di Jalan Swadaya Depok karena mengejar penjambret. Foto: dok/SINDOnews

DEPOK – Aksi penjambretan terhadap wanita inisial LA (24) Warga Buana Asri Kabupaten Bogor terjadi di Jalan Abdul Gani Raya, Kalibaru Cilodong, Depok, Jawa Barat, Kamis 10 Januari 2019 sekira pukul 22.45 WIB.

Dari informasi yang diterima, kejadian berawal ketika korban baru pulang kerja dan berhenti di jalan Abdul Gani Raya untuk mengangkat telefon dari orang tua, namun seketika handphone miliknya dijambret dengan dua orang pelaku menggunakan motor merek Beat warna merah.

“Korban berhenti di pinggir jalan karena terima telpon dari orang tua, kemudian ada dua pelaku naik motor beat warna merah mendekat dan langsung merampas HP korban,” Kata Budi (28) warga sekitar, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:

Begitu handpone miliknya dirampas korban pun berusaha mengejar dengan motor miliknya, kejar-kejaran tak terindahkan lagi. Korban dan pelaku terlibat tarik menarik di jalan, korban tak mampu menguasai kendaraan miliknya hingga terjatuh dan berakhir menabrak tanggul.

“Sampai di jalan swadaya korban menabrak tanggul dan mengalami luka parah di bagian kaki, tangan dan badan,” ujarnya.

Melihat ada korban petugas PMI Depok yang melintas langsung menolong korban dengan mobil ambulans ke RS Assalam di Nangewer, Cibinong Bogor, karena keterbatasan alat korban di rujuk ke RS Cibinong, Bogor.

“Korban selamat sudah di rawat di RS Cibinong Bogor, korban menderita luka karena terjatuh dan menabrak saat mengejar pelaku jambret,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan Kapolsek Sukmajaya Kompol IGN Bronet Ranapati belum menjawab saat dikonfirmasi.

(ysw)

Mahasiswa UMB Gandeng MNC Bank Edukasi Pentingnya Menabung Sejak Dini

loading…

Siswa dan siswi di SD Plus Hang Tuah 6, Kelapa Gading, Jakarta Utara mengikuti KPN yang digelar mahasiswa UMB, Senin 7 Januari 2019. Mereka mendapat pengetahuan mengenai pentingnya menabung. Foto/Iman Firmansyah

JAKARTA – Pada 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan masyarakat Indonesia semakin konsumtif dan mulai meninggalkan kebiasaan menabung. Hal itu tercermin dari menurunnya Marginal Propensity to Save (MPS) dan naiknya Marginal Prosperity to Consume (MPC).

Hal ini menjadikan perhatian empat mahasiswi Universitas Mercu Buana (UMB). Mereka pun melaksanakan Kuliah Peduli Negeri (KPN) yaitu memberikan edukasi berupa “Pentingnya Menabung Sejak Dini” kepada siswa dan siswi di SD Plus Hang Tuah 6, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin 7 Januari 2019.

Empat mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi UMB ini, yakni Fitria Apriliani, Kristina, Mariana Siallagan, dan Rini Astriani. Ketua pelaksana kegiatan, Fitria Apriliani mengatakan, tujuan KPN ini untuk menumbuhkan rasa cinta menabung sejak dini untuk bekal dikemudian hari.

Baca Juga:

“Pada kesempatan kali ini, mahasiswi UMB bekerja sama dengan perwakilan MNC Bank Cabang Sunter, Retna Amalina, sebagai bagian dari pengisi materi mengenai “Ayo Menabung”,” kata Fitria.

Acara ini diikuti 75 pelajar SD Plus Hang Tuah 6. Mereka ini merupakan gabungan anak-anak kelas 4A dan 4B.

Menurut Fitria, edukasi diberikan dengan beberapa materi menabung sejak dini. Misalnya apa itu menabung, fungsi menabung, cara menabung, dan mengenal bank terutama MNC Bank untuk anak. “Tidak hanya itu. Siswa dan siswi diberikan juga video animasi mengenai indahnya menabung,” ujar Fitria.

Ia berharap, melalui sosialisasi diharapkan para siswa akan lebih menyadari pentingnya menabung sejak dini. Memahami fungsi dan manfaat menabung, serta mengurangi hidup konsumtif anak-anak saat ini.

(poe)

Terindikasi Sakit Jiwa, Warga: Ngobrol Nyambung Kok

loading…

Lokasi penusukan Ribut Budi Pamungkas di warga Jalan Cibanteng 1 RT 03/07, Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara. Ia tewas usai di tusuk oknum TNI AL, Koptu TY (40), Jumat (11/1/2019). Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO

JAKARTA – Oknum TNI yang diduga melakukan penusukan terhadap warga Koja, Jakarta Utara, Ribut Budi Pamungkas (23) ialah anggota TNI Al aktif yakni Kopral Satu (Koptu) TY (40). Saat melakukan penusukan, TY diduga kurang sehat jiwanya.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, Kompol Imam Rifai mengatakan, berdasarkan keterangan istri pelaku mengakui hampir 9 tahun suaminya terlihat stress.

“Ada indikasi (pelaku) yang bersangkutan kurang sehat jiwanya,” ujar Rifai saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:

Dia mengatakan, Koptu TY adalah TNI AL yang masih aktif. Maka itu, kata dia, kasus pembunuhan tersebut ditangani oleh Polisi Militer Angkatan Laut (Pom AL).

“Sementara karena masih anggota aktif, pelaku sudah diamankan oleh Pomal AL,” sambungnya.

Sementara itu, Daeng Setuju (60), warga sekitar membantah Koptu TY memiliki gangguan jiwa. Ia merujuk dari obrolannya dengan Koptu TY yang tidak mengalami tanda kegilaan.

“Kalau ngobrol mah sering, dan nyambung kok,” ujarnya. (Baca juga: Oknum TNI Tusuk Tetangga hingga Tewas, Polisi: Kasus Ditangani Pom AL)

Meski demikian, Daeng mengatakan, selama tiga tahun tinggal di Koja, Koptu TY pernah terlibat suatu kasus, ia sempat diamankan oleh Pomal AL sekitar dua tahun lalu.

“Di sini ia tinggal bersama istri dan dua anaknya,” tutup Daeng.

(mhd)

Oknum TNI Tusuk Tetangga hingga Tewas, Polisi: Kasus Ditangani Pom AL

loading…

JAKARTA – Seorang oknum TNI diduga melakukan penusukan terhadap seorang warga di Jalan Bateng, Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara hingga meninggal dunia. Korbannyapun merupakan tetangganya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Jakut Kompol Imam Rifai mengatakan, kejadian terjadi pada Jumat (11/1/2019) dini hari. Korban meninggal dunia dan ada luka tusukan di bagian tubuh korban.

“Benar semalam. Pukul 01.00 WIB malam dini hari. Ke TKP-nya sekitar pukul 03.00 WIB,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:

Menurut dia, akibat penusukan itu, korban menghembuskan napas terakhirnya. Padahal, kata dia, rumah pelaku dan korban saling bersebelahan.

“Masalahnya enggak (tahu), kita dalami kan buka kita yang nangani. Satu tusukan di punggung,” tuturnya.

Dia menambahkan, pelaku diduga TNI aktif. Oleh karena itu, ia menyerahkan kasus ini kepada pihak TNI.

“Yang nangani Pom AL (Polisi Militer Angkatan Laut). Ada indikasi (pelaku) yang bersangkutan kurang sehat jiwanya. Masih aktif. Karena masih aktif ya Pom AL yang nangani. Dia kabur,” katanya.

(mhd)

Polisi Ciduk Pengedar Sabu di Johar Baru

loading…

JAKARTA – Polisi menciduk warga Cempaka Putih, Eko M di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat lantaran kedapatan membawa narkoba jenis sabu. Kini, pelaku telah mendekam di tahanan Polsek Johar Baru.

Kapolsek Johar Baru Kompol Endy Mahandika mengatakan, awalnya polisi menerima informasi terkait kasus penyalahgunaan narkoba di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat. Saat dilakukan penelusuran, ternyata narkoba itu diedarkan Eko M.

“Anggota lalu menuju lokasi dan melakukan penggeledahan di rumahnya, hasilnya ditemukan sabu 14 gram,” ujarnya pada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:

Pelaku, tambah Endy, akhirnya digelandang ke Polsek Johar Baru guna pemeriksaan lebih lanjut. Kini, pelaku laku dijerat hukum sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Masih kami dalami (diedarkan di mana saja),” katanya.

(mhd)

Kasus Anjing Pitbull Serang Satpam, Polisi Periksa 7 Orang Saksi

loading…

JAKARTA – Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Tahan Marpaung menegaskan, pihaknya tetap memproses laporan Suherman (40), satpam Kompleks Rajawali, Sawah Besar, Jakarta Pusat, yang diserang anjing jenis pitbull milik Ho Andry.

Tahan menuturkan, ada tujuh orang saksi yang telah diperiksa. Para saksi tersebut di antaranya petugas keamanan yang merekam video penyerangan, pihak dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP), dan Ho Andry selaku pemilik anjing.

“Saat ini masih terus dilakukan penyelidikan. Kita juga periksa saksi dari dinas KPKP karena mereka kan lebih paham bagaimana memperlakukan anjing itu,” ujar Tahan kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:

Anjing jenis pitbull itu diperiksa di Rumah Observasi Rabies, di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada akhirnya dikembalikan ke pemilik karena dinyatakan tidak mengidap penyakit dan rabies. Namun, saat ditanya apakah pemilik akan jadi tersangka, ia menyebut hal itu masih perlu penyidikan lebih lanjut dan hasil gelar perkara nanti akan menentukan nasib si pemilik.

“Sudah dikembalikan dengan pertimbangan anjing itu enggak sakit. Karena anjingnya adalah barang bukti,” katanya. (Baca juga: Propam Turun Tangan Selidiki Kasus Pitbull Gigit Satpam)

Sekadar informasi, Suherman diserang anjing Pitbull, di kompleks Rajawali Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu 16 Desember 2018. Dia pun harus mendapatkan perawatan medis karena menderita luka serius di bagian tubuh.

(mhd)

Pemprov DKI Bakal Kelola Jalan Nasional di Jakarta

loading…

Ruas Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, salah satu ruas jalan di Ibu Kota.Foto/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta bakal mengelolah sejumlah 13 jalan nasional. Hal ini untuk memaksimalkan fungsi jalan, termasuk mempercantik sejumlah fasilitas jalan tersebut.

Dengan anggaran mencukupi, DKI tidak akan sulit untuk mengelola jalan nasional tersebut. Terlebih beberapa jalan itu berada di pusat kota, pemeliharaan hingga merapikan akan dengan mudah dilakukan oleh Pemprov DKI. “Jalan-jalan nasional itu nanti akan 100% dikelola Pemprov DKI. Kemarin sudah diberikan arahan itu, Pak Menteri PUPR juga menyampaikan 100% diserahkan,” ujar Anies beberapa waktu lalu.

Kini terhadap jalan itu, Anies menyebut dari 38 ruas jalan nasional, 25 ruas jalan di antaranya sudah dikelola. Sedangkan 13 jalan masih dikelola Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan bersiap diserahterimakan.

Baca Juga:

Anies menilai serah terima ini akan membuat akses lalu lintas serta pengaturannya dari beberapa kota pinggiran Jakarta menjadi lebih mudah. Sebab menurut Anies dengan keterbatasan tupoksi, membuat Pemprov DKI kesulitan. “Rute-rute lalu lintas, kami tidak bisa leluasa mengatur ketika jalan-jalan utama itu tidak berada di kewenangan DKI. Termasuk mengendalikan moda transportasi massal dan pribadi yang singgah di DKI Jakarta,” ujarnya.

Anies menuturkan, jika moda transportasi massal direncanakan sendiri oleh masing masing daerah, bukan menjadi solusi yang baik untuk mengatasi kemacetan di Ibu Kota. Karenanya bila digabungkan akan mempermudah pihaknya membuat suatu kawasan, termasuk mengendalikan moda transportasinya.

“Nanti yang mengatur kawasan adalah Pemprov DKI. Bagi kami pengaturan transportasi massal dijadikan satu itu akan sangat memudahkan,” kata Anies.
Dipilihnya DKI sebagai pengelola jalan bukan tanpa alasan, menurutnya hal itu berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memiliki pengalaman saat menjadi Gubernur DKI.

“Pak Presiden merujuk pada saat beliau menjadi Gubernur DKI, itu yang menjadi rujukan tapi kemarin belum ada finalnya. Tapi saat ini arahnya sudah diberi tahu oleh Pak Menko Maritim dan diarahkan ke DKI,” tambah Anies.

Anggota DPRD Komisi D, Bestari Barus menyambut baik hal itu. Ia melihat hal itu menjadi momentum untuk membenahi transportasi dan melakukan pengaturan volume kendaraan menuju Jakarta.“Ini hal yang positif, APBD kita kan melimpah. Saya pikir tidak sulit, dengan mengelola melalui anggaran kita,” kata Bestari saat menanggapi hal itu.

Meski demikian, Bestari meminta DKI agar memanfaatkan momentum itu. Pembenahan dan peningkatan perlu dilakukan sebagai bentuk keseriusan Pemprov DKI. Pembenahan trotoar hingga jalanan berlubang dilakukan untuk pemeliharaan.

Termasuk soal transportasi, Bestari melihat hal ini menjadi momentum terbaik. Pengendalian volume kendaraan wajib dilakukan dengan memberikan transportasi yang nyaman dan baik. “Ini cukup baik soal transportasi, bisa mengarahkan mereka untuk menggunakan transportasi bisa menggurangi volume kendaraan,” ucapnya.

(whb)

Pemprov DKI Akan Mempercantik 10 JPO Jakarta

loading…

JPo Gelora Bung Karono, Jakarta, yang direvitalisasi Pemprov DKI Jakarta.Foto/Yan Yusuf/SINDOnews

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta berencana mempercantik sebanyak 10 jembatan penyeberangan orang (JPO) di sejumlah ruas jalan utama. Moderanisasi tampilan akan dibuat dibeberapa JPO.

Hal ini untuk memaksimalkan peran JPO, sebab dengan mempercantik JPO diharapkan pejalan kaki mau mempergunakan JPO dan tak lagi menyeberang sembarang.“Ada sebanyak 10 JPO yang akan direvitalisasi, tapi untuk lokasinya masih dalam pembahasan. Revitalisasi dilakukan dalam waktu dekat,” ungkap Kepala Seksi Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Imam A Nugraha ketika dihubungi SINDOnews pada Kamis (10/1/2019).

Sebelumnya pada akhir 2018 lalu, sejumlah JPO di Jakarta dilakukan revitalisasi. Lima JPO dibenahi di beberapa lokasi seperti tiga JPO di Jalan Sudirman, yakni JPO Polda Metro Jaya, JPO Gelora Bung Karno (GBK), dan JPO Bundaran Senayan atau Ratu Plaza. Serta dua JPO Jelambar, Jakarta Barat dan JPO DR. Sumarno, Jakarta Timur.

Baca Juga:

Imam melanjutkan, terhadap beberapa JPO yang nantinya akan direvitalisasi, selain masih melakukan pendataan. Pihaknya juga bakal melakukan pembuatan desain yang ditentukan dengan karakteristik lingkungan JPO. Dia mencontohkan seperti JPO di Jalan Sudirman, konsep modern terlihat dengan bentuk kotak kotak minimalis serta JPO GBK yang dibuat kotak bergelombang menunjukan gelora dan semangat.

Imam menuturkan, salah satu JPO yang rencananya direvitalisasi ialah JPO Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat. Di sana, JPO akan dibuat natural lantaran di tempat itu terdapat pohon-pohon dan Kali Cengkareng drain. “Tak hanya merevitalisasi JPO, kami juga berencana menambah JPO,” ucapnya.

(whb)

Alasan Penghentian Kasus GJ Dipertanyakan

loading…

JAKARTA – Penyidikan kasus dugaan pengelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang terhadap pengusaha gula berinisial GJ telah dihentikan Direktorat Tindak Pidana Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri melalui terbitnya Surat Penghentian Penyelidikan Perkara (SP3). DPR pun mempertanyakan penghentikan kasus tersebut.

Anggota Komisi III Masinton Pasaribu mengatakan, dewan akan mempertanyakan mengenai penghentian kasus. “Apa alasan penerbitan SP3 itu,” kata Masinton.
Selain itu, kepolisian harus melakukan gelar perkara kasus GJ secara transparan, hal ini untuk memperjelas alasan penghentian kasus tersebut.

Baca Juga:

Masinton melanjutkan, pihak yang merasa dirugikan dengan SP3 itu bisa mengambil langkah hukum lain. Misalnya, melakukan gugatan praperadilan.
“Itu bisa sebagai mekanisme kontrol sudah benarkah tahapan gelar perkara yang dilakukan Bareskrim dalam terbitnya SP3 dalam kasus GJ ini,” tandasnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, SP3 kasus tersebut sudah sesuai dengan petujuk dari jaksa dan hasil gelar perkara. “Sebelum Natal (25 Desember 2018) SP3-nya, petunjuk dari Kejaksaan seperti itu,” ujarnya.

(whb)

Pembuatan KIA di Tangsel Meningkat, Ada Jasa Calo Bertarif Rp100 Ribu

loading…

Warga rela antre berjam-jam untuk membuat KIA yang menjadi syarat masuk sekolah di Tangerang Selatan. Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Tingginya animo warga membuat Kartu Identitas Anak (KIA), di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dimanfaatkan sejumlah oknum untuk meraup untung. Para oknum itu menawarkan jasa titip (jastip) membuat KIA kolektif dengan imbalan tertentu.

Nilai yang ditawarkan pun beragam, mulai yang paling kecil Rp50 ribu, menengah Rp75 ribu, hingga Rp100 ribu. Warga yang memakai jastip pun rela, selama tidak antre.

Baca Juga:

Agung, salah seorang warga mengatakan, banyak yang mengunakan jastip, karena dinilai lebih membantu. Warga yang menawarkan jastip juga banyak berasal dari para pengurus RT dan kelurahan terkait.

“Kalau di tempat saya dimintai uang Rp75 ribu untuk mengurus KIA. Banyak yang mau, karena warga terima beres,” katanya, saat berbincang dengan Koran SINDO, Kamis (10/1/2019).

Meski demikian, Agung mengaku, anaknya yang masih duduk di bangku SD belum membuat KIA. Dirinya pun bingung, kenapa KIA diwajibkan. Padahal, akte lahir sudah ada, sehingga dirinya belum membuatnya.

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Azni. Di lingkungan rumahnya, pembuatan KIA secara kolektif dengan jastip sudah mulai berjalan, dengan tarif Rp75 ribu.

“Warga sih tidak keberatan, karena memang lebih simple. Tidak perlu ribet antre gendong-gendong bayi dan menuntun anak. Biasanya dimintai Rp75 ribu. Tetapi ada juga yang dimintai Rp100 ribu,” jelasnya.

Sama dengan Agung, Azni pun belum punya KIA, karena enggan ikut antre dan melihat KIA masih belum terlalu penting bagi anaknya yang masih bayi. Dirinya melihat, KIA sebagai fenomena yang sedang terjadi.

“Belum sempat saja. Sibuk di rumah. Saya ini ibu rumah tangga. Memang waktu cukup banyak, tapi habis mengurus kebutuhan di rumah. Jadi belum sempat bikin,” paparnya.

Berbeda dengan Agung dan Azni, Anita, warga lainnya mengaku tidak yakin dengan jastip di lingkungannya. Karena, KIA yang dijanjikan tidak kunjung jadi. Tetapi, oknum tersebut terus mencari pembuat KIA.

“Di tempat saya juga ada, bayar Rp75 ribu. Tetapi tidak pernah jadi-jadi. Makanya saya jadi malas buat KIA pakai jastip. Apalagi, bayarnya juga lumayan,” sambungnya.

Pembuatan KIA melalui jastip mulai marak, saat melihat animo warga yang tinggi membuat kartu itu. Penawaran jastip ini juga disebar melalui pesan berantai di grup WhatsApps (WA) oleh Ketua RT terkait.

Adapun pesan berantai pembuatan KIA melalui jastip ini, berisi syarat yang harus disiapkan warga membuat KIA, seperti fotokopi KK, surat nikah, akte anak, dan pas poto 2×3 dan 3×4 sebanyak 2 lembar.

(ysw)

Grind Perindo Ajak Masyarakat Pilih Jokowi-Ma’ruf Amin

loading…

Grind Banten saat memberi edukasi politik di kawasan Serpong Utara, Tangsel, Kamis (10/1/2019) malam.Foto/Hambali/Okezone

TANGERANG SELATAN – Garda Rajawali Perindo (Grind) terjun memberikan edukasi politik kepada masyarakat di Villa Mutiara Serpong, Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (10/1/2019) malam. Dalam kegiatan itu, pengurus Grind Banten meminta masyarakat agar cerdas menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2019.

Sekretaris Grind Banten, Musa Al-As’ari, menuturkan, meskipun Perindo merupakan partai baru dalam Pemilu 2019 ini, namun Perindo memiliki komitmen kuat bagaimana memerjuangkan agar masyarakat hidup sejahtera. Tentunya hal itu, dia, hanya bisa terwujud jika kepemimpinan nasional dipegang oleh figur yang tepat.

Baca Juga:

“Kami punya komitmen, bagaimana agar dari waktu ke waktu taraf kesejahteraan masyarakat itu meningkat. Oleh karenanya, kami meyakini jika kepemimpinan Pak Jokowi ini sudah tepat, harus dilanjutkan agar kerjanya benar-benar tuntas,” kata Musa.

Musa menuturkan, pembangunan yang merata dan berkeadilan adalah salah satu cara yang diterapkan Presiden Jokowi agar seluruh masyarakat bisa mudah menjalankan roda perekonomiannya. “Misalnya membangun infrastruktur jalan, karena memang aksesnya itu yang harus dipermudah. Karena petani di pedalaman susah menjual hasil buminya lantaran jalan di tempat tinggalnya masih buruk,” tuturnya.

Musa melanjutkan, Presiden Jokowi terus melakukan perbaikan dengan memangkas segala perizinan yang tidak perlu sehingga perekonomian bisa tumbuh cepat. Reformasi diberbagai sektor pun dilakukan, seperti pembangunan, budaya kerja, sampai reformasi kepemimpinan.

“Beliau sadar bahwa ada pula orang yang tidak suka dengan kebijakannya itu, namun fakta menyebutkan bahwa Pak Jokowi berani mengambil risiko itu, berani memilih tak disukai segelintir orang ketimbang kehidupan masyarakatnya tak maju,” imbuh Musa.

Menurut Musa, gelora pembangunan itu kini dirasakan pula oleh masyarakat Banten. Di mana terdapat banyak proyek infrastruktur dan proyek strategis nasional lain yang tengah dibangun. Bahkan di daerah yang berada jauh di luar Pulau Jawa sekalipun, seperti Papua, Sulawesi, Gorontalo, Aceh dan seterusnya.

“Pak Jokowi saya kira tidak mengenal kata lelah untuk mengunjungi masyarakat, apa yang menjadi keluhan langsung dijawab. Jiwa pemimpin seperti ini saya kira yang akan memajukan Indonesia kedepan,” ungkapnya.

Ditegaskan Musa, sebagai sayap Partai Perindo, maka sudah semestinya Grind mendukung total segala kebijakan Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo guna memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amien.”Kita harus terus melakukan gerilya politik ini, berdiskusi dengan masyarakat, menyerap apa harapan mereka. Sehingga masyarakat mengetahui betul siapa calon pemimpin yang akan dipilihnya nanti,” ucapnya.

(whb)

Disdukcapil Tangsel Sayangkan Warga Gunakan Calo untuk Urus KIA

loading…

Warga saat melakukan pendaftaran untuk membuat KIA yang menjadi persyaratan masuk sekolah, Kamis (10/1/2019). Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tangerang Selatan (Disdukcapil Tangsel) mengaku akan menolak permohonan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) yang dilakukan oleh calo. Menurutnya, ada 100 sekolah yang bisa melakukan pelayanan kolektif hingga orang tua tak perlu gunakan jasa calo.

Kepala Disdukcapil Dedi Budiawan mengatakan, jastip pembuatan KIA tidak diperbolehkan, karena masuk dalam kategori pungutan liar (pungli).

Baca Juga:

“Supaya tertib, pembuatan KIA kolektif hanya bisa dilakukan melalui sekolah saja. Kami gak akan terima, karena gratis. Kolektif hanya lewat sekolah, karena untuk menghindari adanya pungli,” sambungnya.

Saat ini, baru ada 100 sekolah yang bisa melakukan pelayanan kolektif pembuatan KIA. Sisanya belum bisa. Menurutnya, banyak alternatif agar warga tidak antre.

“Saya bingung sama warga. Apa susahnya kolektif via sekolah. Sudah ada 100 sekolah kok. Warga suka aneh. Banyak pilihan, tapi milih yang susah, yang antre. Ada kolektif, online, kenapa gak tempuh itu,” jelasnya.

Selain di sekolah, kolektif juga bisa kantor kelurahan maupun kecamatan. Dengan catatan, tempat-tempat itu jadi tujuan dari pembuatan KIA kolektif yang ditentukan.

Namun, saat ditanya dimana jadwal KIA kolektif itu, Dedi meminta bersabar. Dengan nada bercanda, dia mengatakan, tunggu sampai APBD turun. Lebih lanjut, dia menegaskan, bahwa pembuatan KIA gratis.

“Tuh kan mulai ada pungli. Ada yang gratis kolektif or online, pilih yang bayar. Silakan (jastip), tapi akan kami tolak. Hanya via sekolah dengan pengantar resmi dari kepsek yang akan kami layani,” tukasnya.

(ysw)

Pakai Mobil Mewah, Aksi Perampokan di Alam Sutera Digagalkan Warga

loading…

Polisi menunjukan mobil mewah yang digunakan keempat pelaku saat beraksi menyatroni rumah mewah di Perumahan mewah Cluster Onix, Alam Sutera, Serpong, Tangsel, Kamis (10/1/2019). Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Aksi perampokan terjadi di perumahan mewah Cluster Onix, Alam Sutera, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Dalam aksinya, para pelaku memakai kendaraan mewah Pajero B 1828 RY.

Aksi perampokan ini berhasil digagalkan oleh warga dan petugas keamanan setempat. Sebelum tertangkap, kawanan pelaku yang berjumlah empat orang ini, sempat menabrak pagar dan mobil warga.

Baca Juga:

Kanit Reskrim Polsek Serpong AKP Budi Rahardjo mengatakan, ini merupakan aksi kedua yang dilakukan keempat pelaku, di kawasan perumahan mewah itu. Aksi pertama, dilakukan dua hari sebelumnya.

“Ini merupakan aksi yang kedua. Dua hari yang lalu, mereka juga beraksi di perumahan mewah itu. Sasarannya rumah mewah yang sedang ditinggal penghuninya,” kata Budi, kepada SINDOnews, Kamis (10/1/2019).

Dijelaskan dia, secara kasat mata, pelaku yang terdiri dari tiga orang pria, yakni Riski Pratama (29), Abdul (28), Ono (28), dan seorang wanita yakni Nuraniati (20), tampil dengan pakaian yang rapi dan sopan.

Pakai Mobil Mewah, Aksi Perampokan di Alam Sutera Digagalkan Warga

“Saat kejadian yang pertama, pelaku yang wanita ini yang turun dari mobil. Pakaiannya rapi, sangat modis. Turun dari mobil Pajero hitam, dan langsung masuk ke dalam ke gerbang rumah, ketok pintu,” sambungnya.

Saat yang punya rumah tidak menjawab, pintu dibuka, dan pelaku langsung masuk ke dalam rumah, mencuri barang-barang berharga. Aksi para pelaku ini terekam CCTV dan mobil pelaku ditandai sekuriti.

“Saat aksinya yang kedua, mobil pelaku sudah dikenali. Jadi, pas mobil masuk, pintu gerbang langsung ditutup oleh sekuriti. Pelaku belum sempat turun, langsung disergap, tetapi tancap gas,” ungkapnya.

Dilanjutkan dia, pintu gerbang perumahan yang terbuat dari besi ditabrak dan roboh. Lalu, mobil melaju ke jalan raya. Karena macet, pelaku melawan arah, dan menabrak empat mobil yang ada di depannya.

“Saat mobil berhenti, warga dan sekuriti yang mengejar langsung mengamankan pelaku. Warga yang emosi sempat memukuli pelaku. Pelaku tidak ada yang membawa senpi. Tidak ada,” paparnya.

Tidak hanya memukuli para pelaku, warga juga menghancurkan mobil pelaku yang sudah ringsek akibat menabrak. Warga yang emosi menimpa kaca mobil depan pelaku dengan batu konblok hingga hancur.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho membenarkan adanya perampokan dengan sasaran rumah kosong, di perumahan mewah Cluster Onix, Alam Sutera tersebut.

“Pelaku berjumlah empat orang. Sasarannya rumah kosong. Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Cluster Onix, Alam Sutera, Serpong Utara. Sopirnya Riski Pratama. Sasaranya rumah kosong,” sambung Alexander.

Dijelaskan Alex, modus yang digunakan kawanan pelaku adalah berpura-pura menjadi penghuni rumah di perumahan mewah itu. Mereka sengaja membawa mobil Pajero agar tidak dicurigai sekuriti.

“Alhamdulillah, peran masyarakat di wilkum Polres Tangsel itu terbukti. Sore ini di perumahan Alam Sutera, sekuriti berhasil mengidentifikasi empat pelaku yang sedang melakukan pencurian rumah,” jelasnya.

Kawanan pelaku, sambung Alexander, nekat kembali melakukan pencurian di kawasan perumahan yang sama, karena aksinya yang pertama tidak maksimal. Sehingga, dua kemudian, mereka kembali ke wilayah itu.

“Yang pertama mereka sudah pernah ambil decoder CCTV dan beberapa barang. Yang ini, mereka baru akan melakukan, tetapi kepergok masyarakat. Pelaku sudah dibawa ke polres untuk diperiksa,” tukasnya.

(ysw)

Gara-gara Senggolan Motor, Tiga Warga Dibacok Pengendara Sepeda Motor

loading…

Tiga warga menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh orang tak dikenal di Jalan RTM dekat TK Islam Annisa, Tugu Cimanggis, Depok. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

DEPOK – Tiga warga menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh orang tak dikenal di Jalan RTM dekat TK Islam Annisa, Tugu Cimanggis, Depok. Ironisnya, ketiga warga itu hendak menolong pengendara sepeda motor yang terjatuh tapi malah dihujani bacokan hingga terluka parah.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, Kamis (10/1/2019) dinihari. Persoalan ini dipicu karena salah satu korban dan pelaku saling bersenggolan saat berkendara motor.

Baca Juga:

Korban bermaksud menolong pelaku yang terjatuh namun justru malah dilukai. “Korban berniat monolong pelaku malah tidak terima dan langsung membacok ketiga pemuda tersebut hingga terkapar,” ujar Kapolsek Cimanggis Kompol Suyud, Kamis (10/1/2019).

Saat kejadian kondisi jalan sedang sepi dan tidak banyak kendaraan melintas. Kondisi ini dimanfaatkan pelaku untuk memukuli korban.

Puas menganiaya korban hingga berdarah-darah, pelaku langsung kabur. Pelaku diperkirakan berjumlah empat orang.

“Telah kita selidiki pelaku ini hanya pengendara motor biasa dan bukan begal. Pihaknya sedikit kesulitan mengetahui identitas para pelaku lantaran saat kejadian sudah dini hari, sepi dan tidak ada yang melihat ciri-ciri pelaku. Pelaku diperkirakan berjumlah empat orang,” ungkapnya.

Warga yang melihat ada korban terluka di jalan langsung menolong korban ke rumah sakit. Dua korban dibawa ke RS Bhayangkara Brimob lalu dirujuk ke RS Polri Kramat Jati. Sedangkan satu korban lagi dilarikan ke RS Tugu Ibu Cimanggis.

Dalam kasus penganiayaan ini ketiga korban tidak tidak saling kenal dan hanya kebetulan melintas di Jalan RTM. “Tiga korbannya tak saling kenal, mereka hanya kebetulan lewat saja,” katanya.

(ysw)

Datangi Polda Metro, Cathy Sharon Laporkan Pengedit Foto Seksi Dirinya

loading…

Artis Cathy Sharon mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan kasus foto dirinya yang diedit dengan pakaian seksi yang tersebar di media sosial. Foto:dok/SINDOweekly

JAKARTA – Artis Cathy Sharon mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan kasus foto dirinya yang diedit dengan pakaian seksi yang tersebar di media sosial. Akibat foto tersebut, Cathy mengaku merasa terganggu terutama keluarganya.

Menurut Cathy, dia kaget saat pertama kali ditanyai oleh sejumlah orang kalau foto seksinya tersebar di media sosial, dia lalu diberikan foto dan link untuk mengakses fotonya itu pada 8 Januari 2019 kemarin.

Baca Juga:

“Asumsi publik yang tak mengenal saya pasti bisa menduga hal yang tak baik tentang saya sehingga saya membuat laporan itu. Saya bukan hanya artis dan publik figur saja, saya juga seorang ibu,” ujarnya pada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/1/2019).

Sementara itu, pengacara Cathy, Sandy Arifin menerangkan, foto kliennya itu tersebar di grup WhatsApp. Foto tersebut menggunakan foto Cathy dengan badan orang lain dengan pakaian tak senonoh. Dia memastikan foto itu bukan foto kliennya dan murni editan. (Baca: Terlibat Prostitusi Online, Akun Medsos Vanessa Angel Ditelusuri)

Dirinya mengatakan jika pihaknya melapor ke polisi guna mencari aktor intelektual yang mengedit dan menyebarkan foto tersebut.

“Mungkin juga itu ada di grup sekolah teman-teman anaknya Cathy. Ibu-ibu mereka menghubungi Cathy karena ada foto Cathy dengan badan orang lain dan mengenakan baju dalam, intinya tak sopan dan masuk kategori UU pornografi dan UU ITE,” tuturnya.

Dia pun berharap agar pelaku bisa segera ditangkap, dalam laporannya itu pihaknya pun memiliki dua saksi. Laporan itu diterima polisi dengan nomor LP/180/I/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus, Tanggal 10 Januari 2019 tentang pencemaran nama baik melalui media elektronik dan atau mendistribusikan konten asusila dan atau pornografi sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) dan pasal 27 ayat (3) Jo pasal 45 ayat (3) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang ITE, dan atau pasal 4 Jo pasal 29 UU No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi.

(ysw)

Minimarket di Depok Dibobol, Brankas Berisi Uang Puluhan Juta Digondol

loading…

DEPOK – Sebuah minimarket di Jalan Cahaya Titis Kecamatan Beji Depok disatroni kawanan maling. Dalam aksinya itu, pelaku membongkar brankas di dalam toko dan membawa kabur uang puluhan juta hasil penjualan.

Kejadian pencurian ini baru diketahui salah satu karyawan minimarket pada Kamis (10/1/2019) pagi ketika hendak buka toko.

Baca Juga:

Yusuf Nugraha salah satu karyawan mengatakan yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut adalah rekannya bernama Dewi. Saat hendak buka toko sekitar pukul 06.00 WIB, Dewi mengaku kaget karena toko sudah berantakan.

Mengetahui tokonya dibobol maling, Dewi melaporkannya ke manajemen minimarket. “Saat pertama kali diketahui toko sudah berantakan. Tembok pembatas antara toko dan gudang juga dibobol. Kabel CCTV diputus,” katanya, Kamis (10/1/2019).

Dia menduga kawanan maling masuk melalui atap. Kemudian membobol tembok pembatas dan menggondol brankas. Diperkirakan juga kejadian ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. “Toko sudah tutup dan memang sepi,” ungkapnya.

Pembatas tembok antara gudang dan tempat penjualan berbahan gypsum sehingga mudah dijebol. Diperkirakan uang dalam brankas yang hilang mencapai puluhan juta rupiah. “Nggak bersisa, dibawa brankasnya,” tambahnya.

Erlan (50), pedagang isi ulang air mineral yang berada di sebelah minimarket menambahkan, dia kaget mengetahui kejadian itu. Ketika diberitahu oleh Dewi, dia pun menyarankan untuk segera melapor.

“Tahu kalau toko dibobol maling langsung memberitahukan ke saya dan tidak lama petugas dari kepolisian Polsek Beji dan Inafis Polresta Depok langsung olah TKP,” pungkasnya.

(ysw)

Dua Tahun Pembunuhan Mahasiswi Esa Unggul, Pelaku Belum Juga Terungkap

loading…

Kamar indekos yang dulu ditempati Arum kini sudah berubah fungsi menjadi dapur di rumah indekos berlantai dua Jalan H. Asmat Ujung, Komplek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (10/1/2019). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Sudah dua tahun berlalu, kasus pembunuhan Tri Ari Yani Puspa Ningrum (Arum) di kamar kosannya di lantai dua Jalan H.Asmat Ujung, Komplek Kebon Jeruk, Jakarta Barat belum juga terungkap. Selama ini, kasus ini tak juga berkembang dan belum menemui titik terang pelakunya.

Disisi lain, lokasi pembunuhan telah berubah, Kamar Arum yang menjadi saksi bisu peristiwa itu telah berubah fungsi. Kamar tempat tewasnya Arum kini menjadi dapur yang digunakan oleh penghuni kosan. (Baca: Mahasiswi Universitas Esa Unggul Dibunuh di Kamar Kos)

Baca Juga:

“Enam bulan setelah pembunuhan. Kamarnya di rombak, sekarang jadi dapur,” kata Gopur (29) warga sekitar lokasi pembunuhan Arum, Kamis (10/1/2019).

Dua Tahun Pembunuhan Mahasiswi Esa Unggul, Pelaku Belum Juga Terungkap

Sebelumnya, Tri Ari Yani Puspa Ningrum (Arum) ditemukan tewas di kamar kosannya di lantai dua Jalan H. Asmat Ujung, Komplek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (9/1/2017) lalu. Saat ditemukan petugas, kondisi Arum telah bermandi darah dan dipenuhi luka sayatan. Handphone dan laptopnya pun hilang.

Gopur melanjutkan, semenjak kejadian itu, kondisi kosan alami perubahan. Asep, yang merupakan staf Kelurahan Kebon Jeruk, sekaligus pemilik kosan merombak total kosan, tepatnya di enam bulan setelah pembunuhan.

Ia kemudian memasang pintu di lorong bawah yang terdapat empat pintu kamar. Sementara pada lantai atas, terdapat beberapa perubahan, salah satunya tambahan dapur di kamar arum yang kemudian juga di jadikan balkon.

Gopur melanjutkan, pembunuhan Arum masih menyisakan kesedihan dan trauma mendalam bagi penghuni. Dua bulan usai kejadian, kosan mulai di tinggal penghuni. Kondisi itu membuat kosan yang penuh mulai sepi.

“Nah baru setelah enam bulan, si Clivert (orang nigeria) sampai kamar arum ikut pindah. Sekarang ia tinggal di Apartement,” kata Gopur.

Wanita Hitam Dekat Rumah Indekos

Banyak pemberitaan yang muncul di media online membuat cerita pembunuhan Arum menjadi konsumsi Publik. Kosan itu sempat sepi senyap, tidak ada satupun orang ingin tinggal di kawasan itu. Bahkan kosan sempat dibiarkan terbengkalai dan tidak satu dihuni.

Warna kuning yang mendominasi kosan sempat pudar, jendela kamar atas mulai lobang lobang. Lantai kosan mulai berdebu. Sekalipun ada beberapa orang yang ngekost, namun keberadaanya tak lama, belum sebulan mereka kemudian pindah.

“Ngga tau dah kenapa. Tapi rata rata 2-3 minggu, mereka langsung pindah,” tambah Gopur. (Baca juga: Polisi Sebar Sketsa Wajah Pembunuh Mahasiswi Esa Unggul)

Hartono (37) warga lainnya mengungkapkan sewaktu waktu dirinya tengah memarkirkan kendaraan di depan kosan menjelang magrib di akhir tahun 2017.

Mobil itu mobil box, saat itu dirinya masih di dalam kursi pengemudi. Penghitungan nota hasil belanja kemudian dilakukan di dalam mobil.

Saat asik menghitung, suara tangis wanita kemudian terdengar disisi kiri mobil. Hartono turun dan sempat melihat sesosok wanita berpakaian serba hitam berambut sebahu dengan muka pucat di samping mobil. Tegur sapa kemudian dilakukan. “Kenapa mba,” tanya Hartono saat itu.

Tangisan rintih makin mengeras, tanya kedua kemudian dilakukan Hartono. Namun si wanita itu malah menunjuk kamar atas, lokasi pembunuhan Arum tanpa berbicara. Karena tak mau mencampuri urusan, Hartono kemudian meninggalkan wanita itu dan menuju ke gang Asmat yang berjarak satu rumah dari lokasi pembunuhan.

Sadis, Haris Langsung Bunuh Nurhayati Begitu Keluar Lift

loading…

JAKARTA – Polres Metro Jakarta Pusat menggelar rekonstruksi pembunuhan Nurhayati di Apartemen Green Pramuka City, Cempaka Putih. Aksi sadis terekam dalam rekonstruksi tersebut dimana Haris nekat membunuh Nurhayati ketika sedang menuju unit apartemennya.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian menjelaskan, antara pelaku Haris Prasnastyadi (24) dan korban sempat cekcok mulut di dalam lift. “Pada saat keluar lift, pelaku langsung menghabisi nyawa korban. Kejadian tersebut ada dalam adegan ke 16,” kata Wakapolres di lokasi, Kamis (10/1/2019). (Baca: Wanita 36 Tahun Tewas dengan Luka Tusuk di Apartemen Green Pramuka)
Diketahui, korban sebelumnya sudah diikuti dari lantai dua apartemen Green Pramuka City Tower Chrysant. Usai membunuh wanita 32 tahun itu, pelaku langsung melarikan diri ke lantai dua dengan menggunakan tangga darurat.

Baca Juga:

Sebelum akhirnya Haris ke lantai 27 dan kabur ke rumah saudaranya di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Tak butuh waktu lama bagi Sat Reskrim Polres Jakpus dan Unit Kriminal Polsek Cempaka Putih, berbekal rekaman CCTV dan sendal maupun pisau pelaku, Haris segera ditemukan.

(ysw)

Belum Digaji, Pegawai Kontrak Bekasi Kebingungan Menutupi Biaya Hidup

loading…

BEKASI – Ribuan tenaga kerja kontrak (TKK) lingkungan Pemerintah Kota Bekasi terancam tidak mendapatkan gaji selama tiga bulan. Apalagi gaji pegawai kontrak di bulan Desember 2018 yang biasa dibayar akhir tahun, justru ditunda hingga kini.

Sehingga pegawai kontrak diproyeksikan digaji dari bulan Desember 2018 bakal dirapel dengan gaji bulan Januari dan Februari 2019. Kondisi keuangan pemerintah daerah yang carut marut tersebut banyak dikeluhkan para pegawai dan berpengaruh pada kinerja mereka dalam pelayanan.

Baca Juga:

Salah satu pegawai dengan inisial AG (28) terpaksa mencari utangan kepada temanya karena sudah tidak punya uang untuk menghidupi keluarganya. “Saya tidak ada pemasukan sejak tidak digaji dari Desember, kemungkinan baru awal Maret 2019 baru gajian,” katanya kepada SINDOnews, Kamis (10/1/2019).

Pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bekasi ini mengaku tidak tahu penyebab keterlambatan gajinya. Dia juga heran, biasanya gaji akhir tahun tidak pernah telat dibayar pemerintah daerah karena sudah anggarannya sudah dialokasikan sejak awal tahun.

Sedangkan di awal tahun, pembayaran gaji biasanya memang telat karena menunggu pengesahan APBD Kota Bekasi antara eksekutif dengan legislatif. “Kalau kita enggak gajian, pegawai PNS nggak mendapat tunjangan daerah karena asalnya dari APBD juga,” ungkapnya. (Baca: Dipungut Biaya Listrik, Pegawai Kontrak Pemkot Bekasi Protes)

Pegawai lainnya berinisial TD (35) mengaku kebingungan untuk menutupi biaya hidup karena belum mendapat gaji bulan Desember 2018. Padahal gaji yang diterima dari Pemerintah Kota Bekasi untuk menafkahi keluarganya di rumah. “Saya nggak punya uang tabungan, mungkin cari pinjam,” ujarnya.

TD mengaku tidak memiliki tabungan karena gaji yang dibayar pemerintah beberapa bulan lalu juga sempat tersendat. Dia pun bingung penyebabnya karena tidak mendapat informasi dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang menaunginya tersebut.

Saat ini, TKK terdata sebanyak 11.388 pegawai. Mereka bekerja di 46 OPD, namun komposisi pegawai yang paling banyak berada di Dinas Pendidikan mencapai 2.297 orang, disusul Dinas Pemadam Kebakaran sebanyak 970 pegawai, Dinas Perhubungan sebanyak 603 orang dan sebagainya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi Sopandi Budiman mengatakan, pembayaran gaji TKK masih dalam proses pencairan. Dia memprediksi, gaji TKK bulan Desember 2018 akan dibayar pada bulan Februari 2019 bersamaan dengan gaji bulan Januari 2019.

“Sistem kerja TKK kan bekerja dulu setelah itu kita bayar. Nanti gajinya akan dirapel dengan bulan sebelumnya,” katanya. Untuk itu, dia meminta para pegawai untuk bersabar dan secepatnya haknya tersebut akan dibayarkan pemerintah.

(ysw)

Lima Fakta Kasus Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang Bogor

loading…

TKP pembunuhan siswi SMK Baranangsiang Bogor hasil rekaman CCTV. Foto/Istimewa

JAKARTA – Polisi masih melakukan penyelidikan mengungkap kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18), siswa Kelas XII SMK Baranangsiang, Kota Bogor. Korban ditikam oleh orang tak dikenal usai pulang sekolah di Gang arah Masjid Raya, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor.

1. Korban ditikam pelaku saat baru pulang sekolah

Baca Juga:

Diduga korban sudah ditunggu oleh pelaku yang masih remaja dan aksinya terekam CCTV. Saat itu korban Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18) ditemukan oleh warga sekitar tertelungkup dengan darah menggenang di sekitarnya.

Saat ditemukan warga sekitar pukul 16.30 WIB, Selasa 8 Januari 2019, korban masih berpakaian sekolah. Pengurus RW 03 Baranangsiang mengakui kalau korban merupakan warga yang indekos di wilayahnya.

Lima Fakta Kasus Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang Bogor

2. Pelaku terekam CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian

Menurut warga sekitar, ada CCTV yang terpasang di dekat lokasi memantau gerak-gerik seorang remaja yang diduga sebagai pelaku. Menurut Deki, dalam rekaman CCTV tersebut terlihat sebelum kejadian ada seorang pria muda sedang menunggu seseorang.

“Pria tersebut ciri-cirinya kaos lengan pendek berwarna biru memiliki tato dilengan kiri-kanan,” katanya. Dari rekaman CCTV itu, terlihat korban baru pulang sekolah.
“Jadi dia datang dari atas, sementara pria tak dikenal yang diduga pelakunya itu dari arah bawah,” katanya.

3. Polisi duga kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18) dilatari dendam

Dalam keterangannya, Kaporesta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser saat meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan, dugaan sementara motifnya adalah dendam dan sakit hati. Namun polsi belum bisa berbicara banyak karena pelakunya belum tertangkap.

Polisi mengaku telah memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti. Dari pemeriksaan tersebut, terduga pelaku mengarah kepada orang yang pernah dekat dengan korban.

Lima Fakta Kasus Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang Bogor

4. Polisi dapatkan identitas pembunuh siswi SMK Baranangsiang Bogor

Setelah memeriksa sejumlah saksi di tempat kejadian perkara dan sejumlah kerabat korban, polisi mengaku sudah mendapatkan identitas pelaku. Diduga pelakunya berinisial S yang pernah dekat dengan korban.

Polisi sudah mengetahui keberadaan pelaku namun belum bisa menangkapnya karena pelaku sedang mengikuti acara keagamaan di luar kota.

“Pelaku berinisial S. Karena saat ini pelaku sedang mengikuti acara keagamaan, selesai akan langsung kita tangkap,” jelas Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser.

5. Polisi belum bisa pastikan S Pembunuh siswi SMK Baranangsiang Bogor

Polisi bergerak cepat begitu ada indikasi pelaku pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18) adalah remaja berinisial S. Namun setelah mengamankan S di Bandung dan melakukan pemeriksaan, polisi masih menetapkan remaja tersebut sebagai saksi.

Hanura Usulkan Boy Sadikin Jadi Pendamping Anies Baswedan

loading…

Boy Bernadi Sadikin. Foto/Dok/Okezone

JAKARTA – Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta usulkan agar PKS dan Partai Gerindra memilih Boy Bernadi Sadikin sebagai pendamping Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Putra Gubernur Ali Sadikin itu dianggap dapat diterima oleh seluruh fraksi DPRD DKI.

Anggota Fraksi Hanura, Muhammad Guntur mengatakan, sosok wakil gubernur pendamping Anies harus memiliki pengalaman yang bisa agar bisa membantu orang nomor 1 di DKI untuk membenahi permasalahan yang ada di Jakarta. Untuk itu, Hanura meminta PKS dan Gerindra untuk mencari wagub alternatif yang dapat bekerja dengan track record yang baik, serta dapat diterima oleh seluruh fraksi di DPRD.

Baca Juga:

“Ya kami usulkan Boy Sadikin menjadi cawagub alternatif, mengingat kepiawaian beliau dalam dunia politik serta rekam jejak kariernya yang jauh dari hingar bingar kasus dugaan korupsi,” kata Guntur di DPRD DKI Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Guntur menyebutkan, figur Boy Sadikin juga mempunyai basis massa yang cukup mengakar karena sikapnya yang selalu memperjuangkan kepentingan rakyat kecil. Salah satu contohnya ketika Boy Sadikin memilih mundur dari PDIP pada September 2016 karena berbeda sikap terkait proyek reklamasi pantai utara Jakarta. Boy tegas menolak karena memperjuangkan keadilan untuk para nelayan dan warga pesisir pantai.

Perjuangannya bukan untuk hasrat kerakusan, tapi murni demi pembelaan terhadap rakyat kecil Jakarta yang tersakiti. Boy Sadikin juga menorehkan prestasi gemilang saat menjadi Ketua Tim Pemenangan yang berhasil mengantarkan Jokowi-Ahok sebagai Gubernur dan Wagub DKI di Pilgub 2012.

“Selain itu, Boy Sadikin mempunyai andil besar dalam kemenangan Anies-Sandi di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu,” ujarnya.

Dengan sederet pengalaman yang dimiliki putra sulung Ali Sadikin itu, lanjut Guntur, Boy diyakini bisa membantu Anies dalam menjalankan roda pemerintahan. Bahkan, kata dia, Hanura dan sebagian fraksi di DPRD dipastikan bulat memilih Boy dalam rapat paripurna pemilihan wagub.

“Anies juga akan sangat terbantu untuk menjalankan komunikasi dengan DPRD, karena seluruh fraksi menaruh hormat kepada Boy Sadikin,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Syakir Purnomo mengatakan, PKS dan Gerindra sepakat pemilihan wakil gubernur DKI akan dibawa ke rapat paripurna DPRD DKI Jakarta pada Februari mendatang. Artinya, Gubernur DKI, Anies Baswedan bakal tak menjomblo lagi.

Syakir mengatakan, sebelum digelar pemilihan wagub, ada beberapa tahapan yang harus dilewati. Di antaranya rapat koordinasi pelakaanaan fit and proper test pertama terhadap tiga kandidat yang diajukan PKS akan digelar pada Senin 14 Januari 2019 di Hotel Aryadhuta, Jakarta Pusat, pukul 19.00 WIB.

(mhd)

Polisi Pastikan Pembunuh Siswi SMK Baranangsiang Masih Misterius

loading…

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser. Foto/Haryudi/KORAN SINDO

BOGOR – Kasus pembunuhan terhadap Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18), siswa Kelas XII SMK Baranangsiang, Kota Bogor hingga saat ini masih menjadi teka-teki. Pasalnya, pria berinisial S, yang semula diduga sebagai pelaku lantaran sempat menepis tuduhan di media sosial, setelah diamankan dan diperiksa ternyata terindikasi.

“Ya, kemarin kita fokus melakukan pencarian terhadap S, karena S ini kan yang beredar di media sosial seakan-akan masyarakat menyebut S sebagai pelakunya kan, padahal setelah kita amankan S ini kita lakukan pendalaman, sampai saat ini statusnya masih sebagai saksi,” jelas Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser di Bogor, Kamis (10/1/2019).

Baca Juga:

Pihaknya memastikan, belum berani menyebutkan S bukan pelaku, karena setelah menjalani pemeriksaan dengan berbagai bukti yang dibawanya sebagai alibinya tidak mengarah kepadanya.

“Yang jelas kemungkinan bukan dia pelakunya jika melihat ciri-ciri fisik di CCTV dan berbagai bukti sebagai alibinya. Jadi saya tegaskan S itu diamankan sebagai saksi,” jelasnya.

Tak hanya itu, berkali-kali pihaknya juga menegaskan hingga saat ini belum ada yang namanya penangkapan terhadap pelaku.

“Belum ada, betul sudah diamankan (S), sedang dilakukan pendalaman, makanya saya belum bisa katakan itu, saya belum bisa katakan itu bukan pelaku, tapi saya bisa katakan itu kemungkinan bukan pelakunya, dari beberapa alibi yang dilakukan, bukti-bukti yang kita dapat dan saksi yang dihadirkan sama dia ini kemungkinan besar bukan pelakunya,” katanya.

Dengan sudah diperiksanya S yang diketahui sebagai pria yang pernah dekat dengan korban sebagai saksi, Kombes Hendri menjelaskan hingga kini, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak delapan orang.

“Ya delapan orang ini termasuk S. Yang sudah kita periksa sampai saat ini berarti ada delapan orang saksi dari ibu kost teman dekat korban mantan pacar korban termasuk S saksi yang kita amankan di Bandung itu,” katanya.

Menurutnya, polisi masih melakukan pendalaman terhadap semua dugaan dan kemungkinan yang mengarah pada pelaku dan motif pembunuhan siswi kelas XII jurusan Busana SMK Baranangsiang ini.

“Sampai saat ini kita masih dan terus melakukan penyelidikan terhadap dugaan dugaan atas semua kemungkinan. Jadi mohon bersabar anggota kita masih di lapangan dan sampai saat ini kita belum dapat menangkap siapa pelakunya,” katanya.

Dia mengaku kesulitan dan banyak dihadapi kendala dalam mengungkap misteri kasus pembunuhan sadis ini. “Kendalanya tentu banyak sekali, pertama kita minim saksi, tidak ada saksi yang melihat, kemudian tentang korban sendiri tidak ada yang bisa kita mintai keterangan, bagaimana kehidupan sehari-harinya, orangtuanya juga tidak bisa memberjkan jawaban yang banyak karena korban sudah hidup berpisah dengan orangtua,” jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, terbatasnya informasi tentang teman dekatnya juga, kendala tersendiri, begitupun saksi yang ada di TKP tidak cukup membantu.

“Karena wajahnya tidak begitu jelas (dalam cctv), karena mungkin posisinya jauh dan resolusinya juga kurang begitu jelas juga jadj untuk identifikasj juga susah, dari bukti-bukti elektronik yang kita dapat dari laptop korban, buku diary korban, enggak ada mengarah ke siapa saja di situ,” pungkasnya.

(mhd)

Rekontruksi Pembunuhan Nurhayati, Haris Lakukan 17 Adegan

loading…

JAKARTA – Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Purwadi mengatakan, hari ini polisi menggelar rekontruksi kasus pembunuhan Nurhayati (32) di Apartemen Green Pramuka City, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dalam rekonstruksi itu, pelaku melakukan belasan tusukan kepada korban.

“Ada 17 adegan,” kata Purwadi di lokasi, Kamis (10/1/2019). (Baca juga: Ternyata Pembunuh Nurhayati Mantan Sekuriti Apartemen Green Pramuka)

Baca Juga:

Adegan pertama, pelaku yang diketahui bernama Haris (24) mengikuti Nurhayati dari lantai dasar. Setelah itu keduanya terlibat perang mulut di dalam lift.

Setibanya di lantai 16 Tower Chrysant, mantan sekuriti apartamene Green Pramuka City itu langsung membunuh korban dengan sebilah pisau.

“Pelaku lansung turun melalui tangga darurat ke lantai dua usai menghabisi korban,” lanjutnya. (Baca juga: Begini Kronologi Pembunuhan Nurhayati di Apartemen Green Pramuka City)

Hingga saat ini polisi masih melakukan proses rekontruksi di lokasi pembunuhan Nurhayati.

(mhd)

Tabrak Kios, Dua Warga Bogor Tewas di Gunung Bunder

loading…

Kondisi motor korban setelah menabrak kios di pinggir Jalan Raya Segog Gunung Bunder, Desa Cibening, Pamijahan, Kabuapaten Bogor. Foto/Haryudi/KORAN SINDO

BOGOR – Diduga hilang keseimbangan, Otib (36) dan Kusnadi (45), dua warga Bogor tewas setelah motor Honda Vario F 5856 FBA yang dikendarainya menabrak kios di pinggir Jalan Raya Segog Gunung Bunder, Desa Cibening, Pamijahan, Kabuapaten Bogor, Kamis (10/1/2019) dini hari.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena menjelaskan, pihaknya melalui Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polsek Cibungbulang telah melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Tabrak Kios, Dua Warga Bogor Tewas di Gunung Bunder

“Dari hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi mata dilokasi. Kecelakaan tunggal sepeda motor ini terjadi pada dini hari. Saat itu pengendara (pengemudi dan penumpang) bergerak dari arah Cikampak menuju Desa Gunung Bunder,” jelasnya.

Baca Juga:

Lebih lanjut, dia mengungkapkan setiba di lokasi Kejadian diduga pengemudi kehilangan keseimbangan sehingga motor bergerak terlalu ke kanan dan menabrak dinding kios warga.

“Akibat dari kecelakaan tunggal ini kedua korban tewas ditempat karena mengalami luka parah di bagian kepala dan dada setelah terbentur dinding,” jelasnya.

Menurutnya, kedua korban saat ini sudah dibawa oleh keluarga untuk dimakamkan di alamat masing-masing keluarga.

(mhd)

DPRD DKI Ragukan Kemampuan Pejabat Hasil Seleksi Lelang Jabatan

loading…

JAKARTA – Pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan belakangan ini menuai sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Sejumlah fraksi di DPRD DKI mempertanyakan‎ munculnya pejabat yang tak berpengalaman dan memiliki kompetensi di ‎suatu perangkat daerah namun dilantik menjadi kepala dinas.

Baca Juga:

‎Salah satunya seperti, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Hari Nugroho yang dilantik menjadi Kepala Dinas Bina Marga DKI di Balai Kota, Rabu 9 Januari 2019.

‎Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus mengimbau Gubernur Anies agar memilih pejabat yang telah memiliki pengalaman panjang di suatu perangkat daerah untuk menempatkan posisi kepala dinas.

‎”Ini memang hak gubernur. Namun kita tentu mengimbau kepada gubernur untuk meletakan orang yang pernah berproses panjang di dinas-dinas tertentu. Atau yang memiliki keterkaitan dengan bidangnya,” ujar Bestari di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Bestari mengaku khawatir, kepala dinas yang diangkat tanpa bekal pengalaman dan kemampuan di bidangnya, ‎akan terkendala menjalani tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di lapangan.

“Kalau ditaruh orang yang belum memahami Bina Marga, tentu akan mengalami kendala-kendala teknis dan harus belajar lama,” katanya.

‎Ia pun mengingatkan Anies agar memilih pejabat bukan hanya berdasarkan kemampuan akademis, tapi juga teknis dan pengalamannya di lapangan. Terlebih, di tingkat suku dinas, ada banyak pejabat yang memiliki kemampuan dan berkinerja baik‎ dalam mengeksekusi program dan menyerap anggaran.

“Di rapat kerja, nanti kita uji kompetensinya dari pada kepala dinas tersebut. ‎Apa program dan planning dia terkait dengan penganggaran yang sudah setujui. Termasuk bagaiman dia menjalankan program APBD ini,” tegasnya.

‎Hal yang sama juga diutarakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ichwan Zayadi. Menurutnya, pejabat yang dipilih sebagai kepala dinas harus mengetahui seluk beluk pekerjaan yang dijalaninya. Bila tidak demikian akan berpengaruh terhadap percepatan pembangunan di ibu kota.

“Jelas akan ada pengaruhnya kalau tidak dipegang orang berkompeten. Analoginya, orang biasa bawa Bajaj, tapi dikasih Taksi.‎ Kita minta lain kali kalau seleksi pejabat harus sesuai dengan bidangnya,” pungkasnya.

(mhd)

Beraksi di Cilandak, Dua Jambret HP Diringkus Polisi

loading…

JAKARTA – Polisi meringkus dua pelaku jambret, Aji MK (18) dan Zumammuddin (18) di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Pelaku sudah beberapa kali melakukan aksinya tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Cilandak, Iptu Sofiyan Suri mengatakan, penangkapan itu terjadi pada Rabu 9 Januari 2019, yang mana keduanya diciduk di kawasan Terogong Raya, Cilandak, Jakarta Selatan.

Baca Juga:

“Pengakuannya, pelaku telah melakukan perbuatan itu dua kali, yang mana dilakukan di kawasan Kebayoran Lama dan Cilandak,” ujarnya pada wartawan, Kamis (10/1/2019).

Menurutnya, terakhir, pelaku beraksi di Jalan BDN Raya, Cilandak, Jalarta Selatan, Rabu 9 Januari 2019 dengan korban, Lasemane BH. Saat itu, korban tengah melintasi lokasi menggunakan sepeda motornya.

“Kedua pelaku yang juga menggunakan motor itu lalu mengikuti korban, di lokasi pelaku mencegat motor korban dan meminta uang korban,” tuturnya.

Tak lama, kata dia, saat korban lengah dan kaget karena dicegat, pelaku pun merampas handphone korban dan kabur. Korban pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Cilandak.

“Tak lama, kami berhasil meringkus pelaku, berikut barang bukti berupa handphone dan motor yang dipakai pelaku untuk melancarkan aksinya itu,” katanya.

(mhd)

Bongkaran Traffic Decking, PT MRT Lakukan Rekayasa Lalin

loading…

Gerbong MRT. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – PT Mass Rapid Transit Jakarta (MRT) melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Dr Satrio dan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Pengalihan itu lantaran adanya pembongkaran Traffic Deckting area konstruksi pintu masuk sebelah timur Stasiun Bendungan Hilir yang terletak di depan Gedung Sampoerna Strategic.

“Kegiatan pembongkaran itu membutuhkan area kerja sehingga akan dilakukan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas mulai 10–16 Januari 2019,” kata Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Muhammad Kamaludin melalui keterangan tertulisnya, Kamis (10/1/2019).

Baca Juga:

Di lajur Jalan Jenderal Sudirman menuju Blok M, Jakarta Selatan, bakal ada pengurangan. Kata Kamaludin, tepatnya di depan Gedung Sampoerna Strategic Square sepanjang 100 meter, menjadi tiga lajur, dua lajur reguler dan satu lajur campuran Transjakarta dan reguler.

Dia mengimbau, bagi masyarakat yang hendak melewati Jalan Prof DR Satrio ke Jalan Jenderal Sudirman di samping Gedung Sampoerna Strategic agar mencari jalur alternatif. Karena, jalur itu akan ditutup untuk sementara waktu.

“Untuk sementara, masyarakat yang berkendara dari Jalan Dr Satrio menuju arah Blok M dapat menggunakan rute alternatif Jalan Masjid Hidayatullah atau Jalan Karet Sawah menuju jalan di samping Plaza Sentral,” kata Kamal.

Dia menambahkan, kegiatan ini dilakukan untuk menghadirkan MRT Jakarta yang merupakan terobosan baru bagi transportasi publik di Jakarta.

“Tidak hanya akan meningkatkan mobilitas, MRT Jakarta juga akan memberikan manfaat tambahan, seperti perbaikan kualitas udara dan menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan, seiring dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat Jabodetabek yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik,” tuturnya.

(mhd)

Perjalanan KRL Terganggu, Eva: Gunakan Transportasi Alternatif

loading…

Truk pengangkut alat berat tersangkut kabel LAA di pintu perlintasan. Foto/Istimewa

JAKARTA – Petugas dari pihak PT KAI masih melakukan evakuasi terkait tersangkutnya truk pengangkut alat berat pada kabel Listrik Aliran Atas (LAA) di pintu perlintasan kereta api Bekasi. Akibat kejadian itu, perjalanan kereta api listrik (KRL) Tambun-Bekasi terganggu.

Peristiwa itu terjadi sejak pukul 02.20 WIB, berbagai metode telah dicoba untuk mengevakuasi. Bahkan, pada pukul 06.10 WIB, LAA di Stasiun Bekasi dan sekitarnya dipadamkan untuk membantu proses evakuasi.

Baca Juga:

“Akibat kejadian ini, perjalanan KRL antara Cikarang-Bekasi terganggu dan harus diatur bergantian melewati satu jalur rel yang tidak terhalang truk,” kata Eva Chairunisa VP Komunikasi Perusahaan PT KCI saat dihubungi SINDOnews, Kamis (10/1/2019).

Eva menambahkan, sebagian perjalanan KRL juga mengalami rekayasa pola operasi dengan perjalanan diatur hanya sampai Stasiun Bekasi untuk selanjutnya kembali ke arah Jakarta Kota.

“PT KCI mengimbau para pengguna KRL untuk dapat menggunakan alternatif transportasi lain,” tambahnya. (Baca juga: Truk Pengangkut Alat Berat Tersangkut Kabel Listrik Aliran Atas)

Sementara itu, para pengguna yang memilih untuk tetap naik KRL diminta selalu mengutamakan keselamatan dengan tidak berdesakan maupun memaksakan diri untuk naik ke dalam KRL yang telah penuh, serta selalu mendengarkan informasi yang diberikan petugas.

(mhd)

Perjalanan KRL Terganggu, PT KCI Berikan Surat Keterlambatan Kerja

loading…

Vice President (VP) Komunikasi Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Eva Chairunisa. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Akibat tersangkutnya truk pengangkut alat berat menyebabkan perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Cikarang-Bekasi terganggu. Hal itu juga tentu membuat para pengguna KRL mengalami keterlambatan menuju tempat lokasi masing-masing.

Maka itu, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memberikan surat keterangan terlambat bagi penumpang yang membutuhkan bukti keterlambatan untuk masuk kerja.

Baca Juga:

“Ada surat keterlambatan,” jelas Eva Chairunisa VP Komunikasi Perusahaan PT KCI saat dihubungi SINDOnews, Kamis (10/1/2019).

Saat ini para petugas masih berusaha mengevakuasi alat berat tersebut. Sementara para penumpang berangsur-angsur terangkut.

Sebelumnya pihak KCI mengimbau para pengguna KRL untuk dapat menggunakan transportasi alternatif.

Sementara itu, para pengguna yang memilih untuk tetap naik KRL diminta selalu mengutamakan keselamatan dengan tidak berdesakan maupun memaksakan diri untuk naik ke dalam KRL yang telah penuh, serta selalu mendengarkan informasi yang diberikan petugas.

(mhd)

Evakuasi Truk Selesai, Perjalanan KRL Cikarang-Bekasi Kembali Normal

loading…

Truk pengangkut alat berat tersangkut kabel LAA di pintu perlintasan. Foto/Istimewa

JAKARTA – Truk pengakut alat berat yang tersangkut kabel Listrik Aliran Atas (LAA) dan mogok di pintu perlintasan JPL 78 antara Stasiun Tambun-Stasiun Bekasi, telah berhasil dievakuasi oleh petugas.

“Evakuasi truk alat berat di pintu perlintasan JPL 78 antara Stasiun Tambun dengan Stasiun Bekasi saat ini sudah selesai,” kata Vice President (VP) Komunikasi Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Eva Chairunisa ketika dihubungi SINDOnews, Kamis (10/1/2019).

Baca Juga:

Eva menambahkan, kondisi penumpang yang berada di Stasiun Tambun, Stasiun Bekasi dan Stasiun Kranji terpantau normal.

“Untuk penumpang sudah tidak ada antrean atau penumpukan. Sudah normal,” jelasnya. (Baca juga: Perjalanan KRL Terganggu, PT KCI Berikan Surat Keterlambatan Kerja)

Sekadar diketahui, akibat truk pengangkut alat berat yang mogok di pintu perlintasan JPL 78 antara Stasiun Tambun dengan Stasiun Bekasi, perjalanan KRL antara Cikarang-Bekasi terganggu dan harus diatur bergantian melewati satu jalur rel yang tidak terhalang truk.

(mhd)

Diguyur Hujan, Lalu Lintas di Jakarta Relatif Lancar

loading…

Anggota Polisi Lalu Lintas melakukan pengaturan di Jalan Asia Afrika Senayan Pakubuwono-Senayan, Jakarta. Foto/Dok/@TMCPoldaMetro

JAKARTA – Walaupun Jakarta sejak dini hari tadi hingga saat ini diguyur hujan, namun arus lalu lintas di sejumlah jalan ibu kota relatif lancar.

Hal itu berdasarkan informasi yang dikutip dari Twitter Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Kamis (10/1/2019). Anggota kepolisian dari Dirlantas Polda Metro Jaya juga disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas yang mulai tersendat.

Baca Juga:

Seperti arus lalu lintas di Traffic Light Patung Kuda yang terpantau ramai lancar. Begitu juga dengan kondidi lalu lintas di Traffic Light Ketapang terpantau ramai lancar.

Arus lalu lintas di Traffic Light Mangga Besar terpantau ramai cenderung padat. Namun, lalu lintas Traffic Light Garuda TMII terpantau ramai lancar.

“Arus lalin Jalan Asia Afrika Senayan Pakubuwono-Senayan ramai lancar,” tulis akun Twitter @TMCPoldaMetro.

Polisi melakukan pengaturan di simpang Tl Hankam Bintaro lantaran arus lalu lintas (lalin) mulai padat. Namun, Arus lalin di Jalan MT Haryono Halte Stasiun Cawang arah Cawang lancar. “Polri Antisipasi kepadatan di Kolong Cikoko lalin ramai lancar,” tulisnya lagi.

Kemudian, arus lalu lintas di pertigaan Cilincing, Jakarta Utara ramai lancar. Arus lalin Jalan Kalimalang simpang TL Borobudur mengarah Cawang ramai cenderung padat.

(mhd)

Cabut Subsidi Parkir, Anies Ingin PNS DKI Beralih ke Transportasi Umum

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mencabut subsidi parkir di IRTI sebesar Rp68.000 per bulan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada awal tahun ini. Anies mengaku tidak ada kendala dalam menegakkan aturan tersebut.

“Enggak ada (kendala). Cuma harganya saja disamain semua. Nanti saya cek sama UPT (Unit Pelaksana Teknis) parkir tapi sudah saya perintahkan bahwa tidak ada lagi harga yang berbeda untuk PNS maupun non PNS parkir di IRTI,” ucap Anies di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Baca Juga:

Nantinya, kata dia, setelah didapatkan besaran tarif maka tidak ada pembeda antara ASN DKI dan masyarakat umum. Adanya aturan tersebut untuk mengarahakan para ASN beralih ke transportasi umum.

Namun, berdasarkan informasi, akibat pencabutan subsidi ada ASN Pemprov DKI yang memarkirkan kendaraannya di gedung DPRD DKI.

“Ya nanti, nanti diatur. Tapi justru itulah contohnya. Begitu tidak ada tempat parkir orang akan berpikir ulang, kalau ada tempat lain karena itu harus ada kebijakan konperensif. Nanti akan saya panggil khusus untuk memastikan bahwa tidak bisa parkir di IRTI dengan subsidi bukan berarti parkir di DPRD, itu parkir untuk anggota dewan untuk pegawai dewan,” tegas Anies.

(mhd)

Truk Pengangkut Alat Berat Tersangkut Kabel Listrik Aliran Atas

loading…

Truk pengangkut alat berat tersangkut kabel LAA di pintu perlintasan. Foto/Istimewa

JAKARTA – Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) lintasan Stasiun Tambun-Bekasi pagi ini mengalami gangguan. Penyebabnya, truk pengangkut alat berat tersangkut kabel Listrik Aliran Atas (LAA) di pintu perlintasan.

“#InfoLintas terdapat gangguan perjalanan KA akibat adanya truk pengangkut alat berat tersangkut kabel Listrik Aliran Atas (LAA) di pintu perlintasan antara Stasiun Tambun-Bekasi, saat ini dalam proses evakuasi,” tulis akun Twitter @CommuterLine, Kamis (10/1/2018).

Baca Juga:

Hingga saat ini proses evakuasi truk di pintu perlintasan antara Stasiun Tambun-Bekasi masih dalam penanganan unit terkait. “Imbas perjalanan KA terdapat pergantian jalur keluar/masuk stasiun,” sambung akun @CommuterLine.

Pengguna KRL lintas Bekasi menuju Jakarta pun menanyakan sampai kapan gangguan ini akan terjadi. Mengingat sudah waktu beraktifitas dan dapat menyebabkan keterlambatan para pekerja sampai di kantor.

“Estimasi selesai penanganan pukul berapa min?,” tanya akun @kuropuk.

“Min, masih gangguan? Sampe kantor jam berapa ini? ????,” timpal @SitWid.

“Seperti nya masih gangguan. Saya Argo Dwipangga dari Jogja-jakarta aja masih belum sampai. Jadwal sampai Gambir harusnya 04.37,” sambung @luthy_project.

(mhd)

Pengecoran Jalan di Pamulang Mangkrak, Polisi Panggil Dinas PU Banten

loading…

Pengecoran jalan yang mangkrak di Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangsel, telah menyebabkan banyaknya korban kecelakaan. Foto/Hambali

TANGERANG SELATAN – Pihak kepolisian langsung melakukan pengecekan ke lapangan terkait maraknya kecelakaan di jalur yang pengecorannya tak tuntas di Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel).

Usai meninjau kondisi jalan yang rawan kecelakaan itu, polisi memastikan segera memanggil Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Banten sebagai pihak terkait dalam pengerjaan jalan.

Baca Juga:

Kasatlantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin Hanggara mengatakan, jajarannya telah turun ke lokasi mengecek kondisi jalan tersebut. Kesimpulannya menyebutkan, dua lajur yang berada dalam satu jalur menuju arah Pamulang Square memiliki ketinggian berbeda, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.

“Kita sudah cek ke lokasi, dan segera akan memanggil Dinas PU Provinsi untuk mengklarifikasi hal tersebut,” terangnya, Rabu (9/1/2019).

Dia membeberkan, jika mengacu pada UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, maka setiap pengerjaan proyek di jalanan umum wajib memasang penanda atau marka jalan untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

“Dalam Pasal 24 ayat 2 UU Nomor 22 tahun 2009 disebutkan, dalam hal belum dilakukan perbaikan jalan yang rusak maka penyelenggara jalan wajib memberi tanda atau rambu pada jalan,” imbuhnya. (Baca Juga: Pengecoran Jalan di Pamulang Mangkrak, Pengendara Alami Kecelakaan)

Diberitakan sebelumnya, Jalan Siliwangi Pamulang memiliki 2 ruas jalan, satu yang menuju ke arah bundaran Universitas Pamulang dan satu lagi yang menuju arah Perempatan Viktor. Beberapa ruas jalan di sana telah mengalami perbaikan total dengan pengecoran beton di atas permukaannya.

Namun, tak semua dikerjakan tuntas, karena terdapat ruas jalan yang pengecorannya dibiarkan mangkrak sepanjang 20 hingga 30 meter. Letaknya tak jauh dari area pusat perbelanjaan Pamulang Square.
Diketahui, selisih ketinggian antara lajur yang sudah dicor dengan lajur di bawahnya yang belum dicor cukup tinggi, yakni sekira 15-20 centimeter.

Beberapa warga sekitar menuturkan, hampir tiap malam ada pengendara sepeda motor yang terjungkal ketika melintas di jalur itu. Bahkan beberapa kali, ban kendaraan roda empat pun ikut terjerembab ke salah satu lajur yang lebih rendah permukaannya.

(rhs)

Dishub DKI Sebut Akan Fokus Integrasikan Seluruh Transportasi Massal

loading…

JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan, Sigit Widjiatmoko menyebut bahwa integrasi moda transportasi menjadi esensi utama apabila bicara peningkatan transportasi massal. Hal tersebut, kata dia, merupakan fokus Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang terus meninjau langsung perkembangan infrastruktur dan layanan transportasi.

“Pak Gubernur sangat konsen untuk masalah integrasi. Harus dipastikan MRT terintegrasi dengan moda TransJakarta dan lainnya. Beliau turun langsung meninjau itu,” katanya kepada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga:

Sigit berharap Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sebagai fasilitator pemerintah pusat dan daerah dapat mengingatkan kembali betapa pentingnya integrasi antar moda transportasi.

DKI, kata Sigit siap membantu mengembangkan integrasi tersebut. Salah satunya bahkan telah dilakukan di sistem satu arah Jalan KH Wahid Hasyim yang kompensasinya mengoperasikan armada bus TransJakarta dari stasiun Gondangdia ke stasiun Tanah Abang.

“Itu kan bukti bahwa integrasi bukan hanya sebagai feeder, tetapi sebagai penyatu dua simpul moda transportasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono masih menanti langkah lanjutan yang akan dilakukan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla terkait dengan percepatan integrasi antarmoda transportasi di wilayah Jabodetabek.

Untuk itu, Bambang masih enggan untuk bercerita lebih lanjut karena percepatan ini baru akan dirumuskan dan dipimpin oleh Wapres.

“Kami masih menunggu strategi yang akan disiapkan Wapres. Kami akan mengintensifkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Pak Presiden khawatir kalau kita tidak cepat-cepat nanti kita terlalu lama menghadapi permasalahan transportasi kemacetan-kemacetan yang ada, kesemrautan,” ujarnya.

(ysw)

Siap Kelola Transportasi Jabodetabek, Anies Akan Menata DKI Dulu

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Presiden Joko Widodo saat memantau kesiapan MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Foto/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta siap menjadi leading sektor menata transportasi di Jakarta dan sekitarnya. Pembenahan transportasi massal di dalam dilakukan terlebih dahulu sebelum menambah jangkauan ke luar.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, sesuai arahan presiden Joko Widodo (Jokowi), pengelolaan transportasi di Jakarta dan sekitarnya harus dibuat sederhana.

Baca Juga:

Dimana, perencanaan transportasi dan kawasan diintegrasikan menjadi satu. Jokowi, kata dia, mempertanyakan siap atau tidak DKI memegang kendali pengelolaan transportasi tersebut.

“Secara prinsip DKI siap. Kemarin arahnya akan memulai dengan penataan di dalam wilayah DKI. Kemudian baru nanti ke keluar dan arahnya menambah jangkauan kendaraan umum massal,” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Anies menjelaskan, salah satu masalah yang dihadapi di Jakarta adalah transportasinya direncanakan sendiri, kawasannya direncanakan sendiri. Untuk itulah mengapa dibicarakan tentang digabung jadi satu supaya perencanaan transportasi mencerminkan perencanaan kawasan

Kewenangan mengatur kawasan, lanjut Anies adalah Pemprov DKI. Artinya, apabila pengaturan transportasi umum massal menjadi satu dengan pengaturan kawasan, akan sangat memudahkan.

Kerugian akibat kemacetan di Jabodetabek pertahun, kata Anies bukan Rp 65 Triliun, melainkan Rp 100 Triliun. Menurutnya, angka tersebut menunjukan bahwa betapa sulitnya mengatur kendaraan umum di Jakarta apabila kewenangannya tersebar.

Anies menyatakan akan mencoba mengembangkannya seperti membangun banyak lahan parkir yang tidak hanya di DKI, tetapi juga diluar Jakarta. Dia pun telah meminta pemerintah daerah mitra untuk mengusulkan kajian lokasi pembangunan lahan parkir.

Selain itu, Anies juga telah meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) MRT dan PT TransJakarta menyusun rencana pengintegrasian dan perluasan jangkauan. Sebab, saat ini baru sekitar 20 persen lebih warga DKI dan wilayahnya menggunakan angkutan umum.

“Dari situ kemudian kita bisa melakukan penambahan armada dan lain-lain. Tapi yang tidak kalah penting adalah mengintegrasikan juga dengan kereta api, nah ini yang masih dalam fase pembicaraan,” ungkapnya.

(ysw)

Urai Kemacetan, Pemkab Bekasi Dukung Pembangunan Tol Japek Selatan

loading…

Pemkab Bekasi mendukung rencana pemerintah pusat yang akan membangun Jalan tol Japek Selatan untuk mengurangi kemacetan di tol Cikampek. Foto: dok/SINDOphoto

BEKASI – Pemerintah pusat menyiapkan tol baru sebagai pemecah kemacetan di Tol Cikampek, meski pembangunan tol layang (elevated) belum rampung.

Rencana itu didukung Pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi karena menjadi solusi signifikan mengurangi kemacetan. Rencana tersebut adalah proyek Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Selatan yang terbentang dari Jatiasih Bekasi hingga Sadang Purwakarta sepanjang 62 km.

Baca Juga:

Lokasinya berada di sisi selatan Tol Cikampek lama. Pembangunan tol tersebut dipercaya kepada anak usahanya yaitu PT Jasa Marga Japek Selatan (JJS). “Kalau memang akan dibangun dan melintasi wilayah Bekasi, kami sangat mendukungnya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Eka Supri Admaja kepada SINDOnews, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, pemerintah daerah akan mendukung pengembangan infrastruktur tol yang melintas di Kabupaten Bekasi. Sebab, pengembangan Tol Cikampek sebagai kebutuhan yang mendesak, mengingat tingginya volume kendaraan di Tol Cikampek lama. Pembangunan ini diklaim sebagai solusi dari kepadatan lalu lintas di Tol Jakarta Cikampek selama ini.

Eka menyakini pengembangan Tol Cikampek mampu mengurangi beban Tol Cikampek mengingat lalu lintas harian rata-rata (LHR) di Tol Cikampek masuk kategori tinggi. Apalagi, Tol Cikampek merupakan salah satu jalur transportasi strategis sebagai media pergerakan angkutan orang maupun barang menuju maupun keluar Jakarta dari Jabar dan berlanjut dari atau ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan seterusnya.

“Gangguan terhadap pergerakan transportasi menuju Jakarta dan sebaliknya berimplikasi adanya gangguan terhadap dinamika perekonomian secara nasional,” katanya.

Untuk itu, kata dia, pembangunan Jalan Tol Cikampek Selatan setidaknya memberikan ruang gerak untuk mengimbangi pertumbuhan kendaraan yang tidak sebanding dengan jalan eksisting.

Rencananya, tol ini akan terintegrasi dengan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) serta Tol Purbaleunyi. Nantinya, terdapat tujuh Gerbang Tol (GT) di Jalan Tol Japek II Selatan. Ketujuh GT tersebut adalah GT Jati Asih, Bantar Gebang, Setu, Sukaragam, Taman Mekar, Kutanegara, dan Sadang. Tol ini akan mulai dari Jatiasih Kota Bekasi melintasi Kabupaten Bekasi hingga Purwakarta.

Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Jalur Selatan atau Japek Selatan ini rencananya mulai konstruksi tahun ini. Namun, proses konstruksi disinyalir masih terkendala masalah pembebasan lahan. Meski terkendala lahan, ada sedikit tanah milik Perum Perhutani yang bisa coba dipakai. Untuk mengurusnya BPN Kota dan Kabupaten Bekasi menunggu pemerintah pusat untuk pembebasan lahanya.

(ysw)

Jadi Syarat Masuk Sekolah, Pembuatan KIA di Tangsel Membludak

loading…

Warga rela antre berjam-jam untuk membuat KIA yang menjadi syarat masuk sekolah di Tangerang Selatan, Rabu (9/1/2019). Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Animo masyarakat dalam membuat Kartu Identitas Anak (KIA), di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), tinggi. Dalam sehari, jumlah pembuat KIA sebanyak 500-1.000 orang, dan sebulan 44 ribu orang.

Tingginya animo warga di Tangsel karena pembuatan KIA ini diwajibkan bagi anak usia 0-17 tahun. Juga, karena KIA dijadikan salah satu syarat bagi siswa untuk masuk ke sekolah jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Baca Juga:

Pembuatan KIA, awalnya bisa dilakukan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), di Jalan Raya Serpong, Cilenggang, Serpong Utara. Namun, setelah 4 bulan beroperasi, layanan langsung tutup.

Penutupan dilakukan, karena warga datang menyebu. Sehari, kantor ini bisa melayani 1.000 pembuat KIA. Banyaknya warga yang membuat KIA, membuat antrean warga itu sampai ke pinggir Jalan Raya Serpong.

Menurut Kepala Disdukcapil Dedi Budiawan mengatakan, penutupan pembuatan KIA di kantor Disdukcapil, dimulai pada 1 Januari 2019. Namun, pelayanan KIA itu sudah tidak dilakukan, sejak dari 31 Desember 2018.

“Makanya dari awal saya punya rencana KIA tidak buka loket mulai 1 Januari, tapi kolektif sekolah, online dan layanan keliling. Sekolah-sekolah, kecamatan, dan mall,” katanya, kepada SINDOnews, Rabu (9/1/2019).

Dijelaskan dia, selama 4 bulan beroperasi, pihaknya sudah mencetak sebanyak 44.000 kartu. Termasuk di dalamnya pelayanan keliling. Pencapaian itu, kata Dedi, telah melampaui target 2018 yang hanya 30.000.

“Tahun kemarin hanya 30 ribu, kita sudah melampui. Target tahun ini, saya punya blanko sisa 125 ribu, habis semua. Estimasi tahun kemarin, satu bulan 11 ribu insya Allah tercapai,” sambung Dedi lagi.

Dijelaskan dia, alasan tidak dibukanya loket di kantor Disdukcapil, karena rasa kasihan terhadap warga. Sedang pelayanan di pusat perbelanjaan, warga yang antre tidak akan kepanasan, dan hujan tidak kebasahan.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan, apakah KIA menjadi salah satu syarat masuk sekolah. “Nanti saya cek lagi. Setahu saya tidak karena persyaratan itu hanya akte kelahiran.

Airin akan memastikan ke Disdik Tangsel untuk mengetahui informasi KIA menjadi syarat masuk sekolah. “Nanti kita lihat. Tapi kita dorong memang, disamping PR kita ntuk KTP elektronik,” katanya.

(ysw)

Tangani Rabies, Anies Minta Dinas KPKP Gandeng Komunitas Pecinta Hewan

loading…

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI untuk menggandeng komunitas pecinta hewan untuk penanganan hewan penular rabies (HPR) di Jakarta.

“Binatang ini (kucing dan anjing) memiliki banyak sekali komunitas pecinta, yang siap merawat mereka,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga:

Menurut Anies, pihak KPKP tidak efektif bila bekerja sendiri dalam penanganan hewan rabies di Ibu Kota. Kerja sama dengan komunitas hewan itu Pemprov DKI bisa membantu perawatan kucing dan anjing.

“Karena itu ajak mereka untuk terlibat, tidak mungkin akan urusan seperti ini pemerintah bekerja sendirian,” lanjutnya.

Dari perawatan komunitas pecinta hewan itu, Anies menuturkan, masyarakat bisa mengadopsi hewan kucing atau anjing untuk dirawat di rumah.

“Itu harus dibicarakan saja antara dinas dengan komunitas, jadi kalau memang ada yang mau merawat baik-baik di rumah Kenapa tidak,” katanya.

(ysw)

Nyambi Jadi Pengedar Sabu, Tukang Parkir di Depok Diringkus

loading…

DEPOK – Seorang tukang parkir, F (29) diringkus petugas Polsek Sawangan di dekat jembatan Perum Grand Depok City, Jalan Boulevard, Pancoran Mas, Depok. Dari sakunya, polisi mendapati dua paket sabu yang siap edar.

Kapolsel Sawangan Kompol Suprasetyo mengatakan, pihaknya memang sudah lama mengincar F. Petugas sudah melakukan pengintaian terhadap F sejak beberapa waktu lalu.”Ketika ketahuan membawa narkoba, maka dia pun kami amankan,” katanya, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga:

Sehari-hari, F bekerja sebagai tukang parkir. Uang yang didapatnya dirasa kurang sehingga dia nekat menjadi pengedar narkoba.

“Pelaku telah kita intai lama. Selain menjadi tukang parkir juga berprofesi ganda menjual sabu juga,” ungkapnya.

Petugas menyita barang bukti berula dua paket sabu dengan berat masing-masing 0,42 gram dan 0,08 gram. Sabu itu disimpan dalam plastik bening.

“Pelaku menjual paketan sabu seharga Rp200 ribu dengan keuntungan Rp50 ribu. Keuntungan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Pelaku dikenakan UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman Pasal 114 ayat 1 jo Pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 131 dengan ancaman diatas 10 tahun penjara.

(ysw)

Dipajang di Aquarium, 3 Gadis Bekasi Jadi Korban Trafficking di Bali

loading…

KPAI Kota Bekasi mendapat laporan dari KPAI Bali bahwa ada tiga perempuan asal Bekasi yang menjadi korban trafficking dan dipaksa memuaskan pria hidung belang. Foto:dok/SINDOphoto

BEKASI – Tiga perempuan asal Kota Bekasi menjadi korban perdagangan orang di Provinsi Bali. Remaja belasan tahun ini di iming-imingi bekerja di restoran di Bali. Hanya saja, sesampai di lokasi, mereka ditaruh di Aquarium untuk dipajang dan terpaksa memuaskan hasrat birahi lelaki hidung belang.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi, Aris Setiawan mengatakan, informasi adanya percobaan perdagangan manusia itu didapat dari KPAI Bali.

Baca Juga:

Dimana, mereka mendapati tiga orang warga Kota Bekasi, dan satu orang warga Banten tengah di eksploitasi. “Sekitar awal Januari 2019 kami mendapat informasi itu,” katanya kepada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Menurut kabar yang diterimanya, awalnya tiga bocah baru gede itu ditawarkan bekerja di sebuah restoran di daerah Bali. Namun, sesampainya disana, mereka malah disuruh melayani lelaki hidung belang. “Mereka bukan bekerja di restoran, malah dipajang dalam aquarium untuk dijual,” ujarnya.

Aris mengaku, para remaja itu tak berdaya karena mereka dijebak urusan utang. Jadi, kata dia, selama perjalanan ke Bali, ketiganya dibebankan utang transportasi. Sehingga, mau tidak mau, mereka harus membayarnya.”Selama perjalanan ke Bali mereka tidak gratis, mereka utang sama penyalur. Makanya mereka tak berdaya,” jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan Aris, keberangkatan tiga remaja ke Bali itu melalui penyalur. Satu dari tiga orang remaja itu sudah lebih dulu kenal dengan penyalur, sehingga dua rekannya hanya mengikuti jejak rekannya yang satu.

“Para remaja ini seperti kurang mendapat perhatian dari keluarga, sehingga nekad berbuat seperti itu,” ujarnya.

Kabar yang diterima Aris, tiga remaja asal Kota Bekasi ini sudah diamankan di rumah aman di Bali. Bahkan, pihak KPAI setempat tengah menyelidiki jaringan tersebut, termasuk penyalur yang ada di Kota Bekasi.

“Masih kami kembangin bersama-sama rekan di Bali. Makanya untuk nama remaja itu masih kita rahasiakan,” tutupnya.

(ysw)

Setiap Tahun Ratusan Guru Pensiun, Depok Kekurangan Tenaga Pendidik

loading…

Setiap tahun tercatat ada sekitar 200 guru baik tingkat SD Negeri maupun SMP Negeri di Depok yang pensiun menyebabkan Depok kekurangan tenaga pendidik. Foto:dok/SINDOphoto

DEPOK – Setiap tahun tercatat ada sekitar 200 guru baik tingkat SD Negeri maupun SMP Negeri di Depok yang purnabakti atau pensiun. Hal itu pun menyebabkan Depok kekurangan tenaga pendidik.

Sehingga untuk mengisi kekosongan tersebut maka pihak sekolah harus mengambil guru honorer. Guru honorer sangat diperlukan untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga:

“Ya untuk mengisi kekurangan tersebut maka sekolah mengambil tenaga pendidik honorer,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Mohammad Thamrin kepada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Dikatakan dia sebelum merekrut guru honorer maka sekolah harus mendapat rekomendasi dari dinas pendidikan. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

Dari 200 guru yang purnabakti tiap tahun, mayoritas adalah guru SD. Rata-rata guru yang pensiun sudah mengabdi sekitar 20-35 tahun. “Lama masa baktinya tergantung kapan yang bersangkutan diangkat menjadi CPNS. Rata-rata sudah mengajar puluhan tahun,” ucapnya.

Ia merinci berdasarkan data terbaru jumlah guru di Kota Depok yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tercatat total guru12.238. Terdiri atas guru SD 6368, SMP 2872 SMA 1176, SMK 1748 dan SLB 74.

“Sebanyak 12 ribu sekian itu data guru keseluruhan PNS dan non PNS baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta,” tuturnya.

Salah satu guru yang akan memasuki pensiun adalah Wiwin Meisawani. Pada tahun 2020 dirinya akan pensiun. “Tahun 2020 saya pensiun. Mungkin akan kangen dengan anak-anak murid saya,” ujar Wiwin yang merupakan pengajar di SLB Dharma Asih.

Ia menambahkan dirinya resmi menjadi guru sejak tahun 1986. Saat itu dirinya pun mulai mengajar di sekolah-sekolah.

“Pengangkatan saya itu bulan Maret tahun 1986. Jadi sudah sekitar 32 tahun saya berkecimpung di dunia pendidikan. Pasti saya akan rindu dengan anak-anak dan suasana mengajar,” tutup wanita berusia 58 tahun tersebut.

(ysw)

Bahas Cawagub DKI, Ini Hasil Pertemuan Gerindra dan PKS

loading…

Partai Keadilan Sejatera (PKS) dan Partai Gerindra baru saja menggelar pertemuan untuk membahas kembali proses pemilihan calon Wagub DKI Jakarta. Foto/Ilustrasi

JAKARTA – Partai Keadilan Sejatera (PKS) dan Partai Gerindra baru saja menggelar pertemuan untuk membahas kembali proses pemilihan calon Wagub DKI Jakarta. Pertemuan tersebut dilakukan di kantor DPW PKS, Jakarta Pusat.

“Hari ini Alhamdulilah sudah selesai satu proses untuk menyelesaikan time line. Sudah diungkap tadi, 14 Januari akan ada rakor panelis dengan pimpinan partai,” Kata Wakil Ketua DPD Gerindra Syarif di kantor DPW PKS, Jakarta, Rabu (9/1/2018).

Baca Juga:

Ia menambahkan, pihaknya siap memberikan masukan kepada panelis kerangka dan materi apa saja yang nantinya akan di dalami panelis kepada para kandidat.

Kedua partai pengusung juga sudah sepakat bahwa ketiga calon dari PKS itu sudah final tak bisa ditambah atau dikurangi.

“Tugas dari partai kepada panelis untuk melakukan pendalaman kompetensi, integritas, kemampuan. Dititipkan kepada panelis untuk didalam biar objektif,” jelasnya.

Adapun target dari seleksi ketiga kandidat dijawalkan selesai pada 25 Januari mendatang. Dengan begitu, Partai pengusung sudah bisa memberikan nama calon kandidat Wakil Gubernur kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Yang kemudian, berdasarkan peraturan, nantinya nama-nama tersebut akan dilakukan pemilihan voting melalui rapat paripurna DPRD DKI Jakarta.

“Setelah 25 Januari akan berkirim surat kepada Gubernur, setelah diterima, maka partai pengusung dan tim sudah selesai tugasnya. Baru melakukan lobi ke DPRD. Mudah-mudahan cepet selesai mendapatkan calon dari proses Fit and Proper test,” tutupnya.

(ysw)

Identitas Pembunuh Siswi SMK Baranangsiang Bogor Sudah Terungkap

loading…

Rekaman CCTV diduga pelaku pembunuh siswi SMK Baranangsiang Bogor yang ditemukan tewas bersimbah darah. Foto/Istimewa

BOGOR – Kasus pembunuhan terhadap Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi kelas XII jurusan Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor mulai menemui titik terang. Pasalnya, saat ini kepolisian sudah mengetahui lokasi persembunyian pelaku.

“Pelaku berinisial S. Karena saat ini pelaku sedang mengikuti acara keagamaan, selesai akan langsung kita tangkap,” jelas Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser kepada wartawan dalam keterangan persnya di Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (09/01).

Baca Juga:

Lebih lanjut, ia menambahkan berdasarkan hasil penyidikan sementara hubungan antara pelaku dengan korban adalah teman yang sempat dekat.

Identitas Pembunuh Siswi SMK Baranangsiang Bogor Sudah Terungkap

Saat ditanya apakah pelaku mirip dengan foto yang tersebar di media sosial sedang berpose dengan korban, menurutnya tak menutup kemungkinan pelakunya adalah itu. “Iya kemungkinan itu, karena belum ketangkap kan. Nanti lihat saja,” jelasnya.

Pihaknya mengaku kesulitan cepat menangkap pelaku karena membutuhkan proses, karena minimnya bukti permulaan, terlebih di lokasi kejadian itu gangnya sepi. (Siswi SMK di Bogor Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada)

“Iya menangkap orang itu tak semudah yang dibayangkan. Kita butuh proses untuk menelusuri orang-orang terdekat korban. Tapi berkat media sosial itu juga membantu proses penyidikan karena disitu ada penyangkalan-penyangkalan dari teman-temannya,” jelasnya.

(ysw)

Pembunuh Siswi SMK Baranangsiang Bogor Pernah Dekat dengan Korban

loading…

BOGOR – Polisi mengaku sudah mengetahui identitas tersangka pembunuh Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi kelas XII jurusan Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor. Diketahui kalau pelaku berinisial S dan pernah dekat dengan korban.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan, pelaku pernah dekat dengan korban. “Saya tak berani menyebutkan pelaku adalah mantan kekasihnya karena belum ditangkap, jelasnya nanti kalau sudah ketangkap,” ujarnya kepada wartawan di Mapolresta Bogor Kota, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga:

Saat ditanya apakah pelaku mirip dengan foto yang tersebar di media sosial sedang berpose dengan korban, menurutnya tak menutup kemungkinan pelakunya adalah itu.
“Iya kemungkinan itu, karena belum ketangkap kan. Nanti lihat saja,” jelasnya. Saat ini, pelaku sedang pergi mengikuti acara keagamaan. (Baca: Siswi SMA di Bogor Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada)

Sebelumnya diberitakan, seorang siswi SMK Baranangsiang Bogor ditemukan tewas bersimbah darah dengan dada tertancap sebilah pisau. Pelaku pembunuhan sendiri terpantau CCTV yang ada di sekitar TKP.

(ysw)

Pemprov DKI Diberi Tugas Menata Transportasi Agar Semua Terintegrasi

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: dok/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo memberikan arahan soal transportasi yang ada di Ibu Kota. Dalam arahan tersebut, Pemprov DKI diminta untuk menata trasportasi agar seluruh moda terintegrasi dengan baik.

“Kemarin ada rapat terbatas bidang transportasi dan Kita sampaikan bahwa presiden berikan arahan agar pengelolaan transportasi di Jakarta dibuat lebih sederhana. DKI kemarin ditanya, apakah siap untuk memegang kendali pengelolaan transportasi di DKI,” kata Anies di Balai Kota, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga:

Menurut Anies, secara prinsip DKI siap dan kemarin pihaknya ditugaskan Wapres RI Jusuf Kalla untuk membahas lebih detail arahan-arahan yang diberikan oleh Presiden. “Kemarin arahnya akan memulai dengan penataan di dalam wilayah DKI. Kemudian baru nanti keluar DKI dan menambah jangkauan kendaraan umum massal,” lanjutnya.

Inti pesannya adalah bagaimana perencanaan transportasi itu bisa mengintegrasikan antar moda dengan perencanaan kawasan. “Salah satu masalah yang dihadapi sekarang ini kan, transportasinya direncanakan sendiri di setiap daerah,” tegas Anies.

Anies menambahkan, jadi nanti yang mengatur kawasan adalah Pemprov DKI. Maka itu Pemprov DKI akan mengatur transportasi umum massal dengan daerah penyangga bisa terintegrasi. “Bila itu menjadi satu (terintegrasi), akan sangat memudahkan,” sambungnya.

Mantan Mendikbud menambahkan, bahwa Jokowi banyak berdiskusi mengenai program sewaktu dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI. “Kemarin belum final, tapi arahnya adalah koordinasi transportasi akan diarahkan ke DKI,” ujar Anies.

(ysw)

Polisi Duga Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang Dilatarbelakangi Dendam

loading…

Garis Polisi. Foto/Ilustrasi/Istimewa

BOGOR – Kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18), siswi kelas XII jurusan Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor hingga saat ini masih misterius. Pasalnya, polisi belum bisa menangkap pelaku yang identitas dan ciri-cirinya sudah jelas terekam CCTV di lokasi kejadian.

Meski demikian, Kaporesta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser saat meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan, dugaan sementara motifnya adalah dendam dan sakit hati.

Baca Juga:

“Kita masih melakukan penyelidikan dan pengembangan. Kalau motif, pelakunya kan belum tertangkap tapi pada umumnya kasus pembunuhan seperti ini pasti ada motif dendam sakit hati dan lain-lain itu, namun kita belum bisa katakan secara pasti,” jelasnya saat ditanya wartawan saat meninjau lokasi kejadian, Rabu (9/1/2019).

Dia berharap, semua pihak memberikan kesempatan pada tim penyidik untuk bekerja ekstra keras dalam mengungkap kasus ini. “Ya, nanti saja kita bisa tahu secara pasti soal modus pelaku kalau pelakunya sudah ditangkap. Yang jelas secara umum kalau pembunuhan ada motif dendam iya dugaan awal seperti itu,” katanya.

Guna memburu pelaku, polisi sudah mengantongi sejumlah barang bukti dan ciri-ciri identitas pelaku penusukan di Gang Belakang Masjid Raya Kota Bogor, RT 4/3, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, yang terjadi pada Selasa 8 januari 2019 sekitar pukul 15.55 WIB.

“Sedikit banyak sudah ada gambaran, ini (pelaku) sedang kita dalami,” katanya. (Baca juga: Siswi SMA di Bogor Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada)

Sementara itu, di mata tetangga dan orang terdekat Andriana Noven merupakan sosok yang ramah. Menurut Lia (36), pengurus indekos tempat korban tinggal di Jalan Riau tak jauh dari lokasi kejadian mengatakan korban yang merupakan warga Cianjur sudah dua tahun indekos.

“Yang saya tahu, kalau tempat tinggalnya di Cianjur, sejak kelas 2 SMK dia ngekost di sini, hampir dua tahun lah,” jelasnya.

Triono (46), paman korban menjelaskan Andriana Noven sempat dibawa orangtuanya ke Bandung untuk SD tapi tak lama, kemudian saat SMK baru tinggal di Bogor.

“Dia sudah saya anggap seperti anak sendiri. Saya enggak nanya rinci juga mengenai luka yang diderita. Polisi pun masih mendalami kasus ini. Saya harap kasus ini bisa cepat selesai. Kasus ini cukup sampai anak saya saja. Semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Wali Kelas Busana Butik SMK Baranangsiang, Kota Bogor, Endang Tri Astuti. Menurutnya, korban kesehariannya di sekolah kerap dijadikan model fashion praktikum.

Endang yang mengaku kerap dijadikan sebagai tempat curhatnya dan tak pernah mendengar cerita soal musuh. Selama ini, Noven sendiri hanya bercerita bahwa hanya ingin fokus untuk belajar.

“Noven anaknya pintar, baik, dan enggak punya musuh juga. Anaknya juga cantik dan banyak disukai. Dia tidak pernah cerita atau curhat soal punya musuh atau ada yang sirik,” katanya.

Namun, beberapa waktu lalu Endang sempat melihat foto Andrian Noven dengan seorang pria. Menurut Endang, pria yang difoto bersamanya itu bukan siswa dari SMK Baranangsiang Bogor.

“Beberapa kali saya lihat postingannya di Instagram sama cowok. Saya enggak kenal karena bukan dari sekolah yang sama. Kalau saya tanya Noven, bilangnya teman dekat saja dan ia tidak ingin berpacaran dulu,” jelasnya.

Saat ini sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (9/1/2019) polisi kembali melakukan olah TKP yang sudah ditutup gerbang dan dipasangi garis polisi. Namun demikian belum ada penjelasan dari kepolisian terkait kegiatan proses penyidikan ini.

(ysw,mhd)

Sebar Foto Tanpa Busana Vanessa Angel, Polisi: Bisa Dijerat UU ITE

loading…

Artis Vanessa Angel saat digelandang polisi karena terlibat prostitusi. Foto:dok/SINDOphoto

JAKARTA – Beredar di media sosial tentang foto-foto tanpa busana Vanessa Angel, artis yang terlibat kasus prostitusi online di Jawa Timur. Maka itu, polisi pun meminta masyatakat untuk tidak menyebarkannya lagi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, masyarakat harus bersikap bijak dalam menggunakan teknologi saat ini, khususnya teknologi cyber. Sama halnya saat mengunggah foto dan video di medsos pun haruslah bijak.

Baca Juga:

“Kita menggunakan gadget, terutama ada video call, ada foto itu harus bijak. Kira-kira apakah itu melanggar atau tidak saat kita mengunggah atau menyebarkan,” ujarnya pada wartawan, Rabu (9/1/2019). (Baca: Terlibat Prostitusi, Vanessa dan Avriellia Dikenakan Wajib Lapor)

Menurutnya, dalam kehidupan itu, semua memiliki aturan, norma, dan undang-undang, termasuk mengunggah ataupun menyebarkan sesuatu di media sosial.

Jangan sampai apa yang disebarkan itu melanggar karena pelanggar itu bisa dijerat dengan pidana. “Kita dalam kehidupan ada norma atau aturan yang harus kita taati, jangan sampai apa yang kita lakukan menimbulkan efek hukum. Nanti bisa kita kenakan juga UU ITE,” katanya.

(ysw)

Mulai Disidangkan, JADI Ingin Gugatan Pilkada Bogor Jadi Pembelajaran

loading…

Situasi sidang gugatan JADI di PN Cibinong. Foto/Istimewa

JAKARTA – Sidang dugaan pelanggaran dalam Pilkada Bupati Kabupaten Bogor yang dilayangkan pasangan Jaro Ade-Inggrid Kansil (JADI) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong. Namun, sidang beragendakan mediasi ditunda lantaran para tergugat tidak hadir.

Kuasa hukum pasangan JADI, Mahfud SH menjelaskan, persidangan itu bertujuan tak hanya sekadar untuk menetapkan siapa yang menang atau siapa yang kalah, tapi juga untuk membuktikan dugaan pelanggaran-pelanggaran pada Pilkada Kabupaten Bogor tahun 2018 yang terstruktur dan masif.

Baca Juga:

“Karena tidak mendapatkan penyelesaian dari lembaga institusi yang berwenang yaitu dari Mahkamah Konstitusi (MK), harus ada institusi yang menegakkan hukum dan keadilan agar Pilkada terjamin kebenarannya. Jadi bukan sekadar penentuan siapa yang menang atau kalah,” ujar Mahfud dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/1/2019).

Dia berkeyakinan, lembaga yang bisa memberikan keadilan ini adalah lembaga kekuasaan kehakiman yaitu Pengadilan Negeri Cibinong.

Sementara itu, Ade Ruhandi alias Jaro Ade menyebut langkahnya melakukan gugatan ke PN Cibinong merupakan sebuah upaya pembelajaran kepada publik.

“Yang kami lakukan adalah proses pembelajaran. Dibandingkan harus melakukan demonstransi dengan turun ke jalan,” tegasnya.

Hal ini juga terkait dengan komitmennya untuk tetap menjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Bogor.

“Apalagi di tahun politik ini, jelang Pileg dan Pilpres agar tidak terganggu dan bisa berjalan sesuai harapan bersama,” ucap Jaro Ade.

Sidang gugatan dengan No: 304/Pdt-G/2018/PN.CBI yang dipimpin oleh Hakim Ketua Andri Falahandika dan Hakim Anggota I, Tira Tirtonadi serta Hakim Anggota II, Ben Ronald P Situmorang ini akan dilanjutkan pada 29 Januari 2019.

Seperti diketahui, sidang gugatan ini diajukan pasangan JADI terhadap Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor No 155/PL.03.6-Kpt/3201/KPU-Kab/VII/2018 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara.

Tergugat I dianggap telah memanipulasi Daftar Pemilihan Tambahan (DPTb) yang dilakukan menjelang dan setelah diselenggarakannya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor 2018.

(mhd)

Bayi Membusuk Ditemukan di Kali Kresek Cengkareng

loading…

Lokasi penemuan bayi di Kali Kresek, Cengkareng, Jakarta Barat. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO

JAKARTA – Bayi diduga hubungan gelap ditemukan terbujur kaku di Kali Kresek, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (9/1/2019). Saat ditemukan, bayi berkelamin laki-laki itu sudah terbujur kaku dengan tubuh membiru dan kaki kanan sudah terputus.

Tim Media Sosial UPK Badan Air, Apit mengatakan, bayi ditemukan saat pihaknya sedang menjaring sampah di kali itu. Saat itu petugas mengira sebuah boneka.

Baca Juga:

“Tapi pas ditekan-tekan pakai serokan kok lembek ya, dan ternyata pas dilihat dari dekat tahunya mayat bayi,” ujar Apit saat dikonfirmasi.

Setelah memastikan bahwa benda yang baru saja ditemukan itu mayat bayi, ‎mereka pun langsung menghubungi kepolisian.

Anggota Polsek Kalideres yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi bayi malang itu dan membawanya ke RSCM untuk diautopsi.

“Iya ada penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki. Perkiraan baru berusia satu hari,” kata Panit Reskrim Polsek Kalideres, Ipda Sampe Tambunan.

Sampe mengatakan, berdasarkan kondisi mayat yang sudah membusuk, diperkirakan bayi malang itu telah meninggal beberapa hari lalu. Ia mengatakan saat ditemukan tidak ada luka-luka ditubuhnya.

“Tapi ini kan mayatnya sudah bau mungkin sudah beberapa hari, dan baru ditemukan sekarang,” kata Sampe.

Sampe mengatakan saat ini pihaknya masih menyelidiki orang tua dari bayi malang tersebut. Sebab, dugaan kuat bayi ini sengaja dibuang oleh orangtuanya.

“Kami sedang lidik siapa orang tua dari bayi ini,” tutup Sampe.

(mhd)

Syarif Sebut Prabowo Minta Agar Akhir Januari Sudah Ada Wagub DKI

loading…

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Syarif. Foto:dok/SINDOnews

JAKARTA – Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif menjelaskan soal kabar yang menyebutkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto meminta polemik wagub DKI harus selesai pada akhir bulan Januari 2019.

“Iya Alhamdulilah. Saya sendiri belum dapatkan pernyataan langsung dari pak Prabowo ya. Di DPD di rapat-rapat DPD kita sampaikan harpaan begitu 25 Januari selesai,” kata Syarif di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga:

Menurut Syarif target selesai pada 25 Januari tersebut berasal dari rapat di DPD bukan ucapan langsung Prabowo.

“Gak ada (pesan khusus dari Prabowo). Berharap segera selesaikan, Itu saja. Justru (target) 20 Januari itu dari DPD bukan dari pak Prabowo,” ujarnya.

Syarif mengatakan, memang sebelum tutup tahun dirinya sudah bilang bahwa tanggal 22 Januari sudah rampung. “Kalau saya mudah-mudahan 20 Januari segera,” tuturnya.

Sejak pengunduran diri Sandiaga Uno sebagai wagub DKI pada bulan Agustus, hingga kini belum ada wagub mendampingi Anies Baswedan. Dari PKS, ada tiga kandidat yang diajukan antara lain Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu dan Abdurrahman Suhaimi.

(ysw)

Normalisasi Dikebut, Wilayah Jakarta Barat Mulai Bebas dari Banjir

loading…

Jalan Daan Mogot yang sebelumnya selalu tergenang kini sudah tidak lagi setelah sejumlah saluran air dan normalisasi kali dilakukan. Foto:dok/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Keinginan Gubernur DKI membebaskan Jakarta dari banjir mulai terlihat. Pengurangan intensitas banjir mulai terasa di sejumlah titik yang menjadi langganan banjir di wilayah Jakarta Barat.

Pantauan Koran SINDO, hujan deras sebelumnya mengguyur kawasan Jakarta Barat dari pukul 6 pagi hingga 11 siang, Rabu (9/1/2019). Meski turun dengan intensitas tinggi namun genangan di sejumlah tempat tak terlihat.

Baca Juga:

Seperti di kawasan Patra, Kebon Jeruk. Di kawasan ini dahulu merupakan langganan banjir, bahkan akses jalan disini sempat lumpuh hingga 3 hari saat genangan merendam kawasan ini di awal tahun 2018 lalu.

Namun kini, genangan nyaris tak ditemukan. Pasar Patra yang selalu terendam saat hujan turun tak terlihat. Hanya genangan kecil setinggi 5 sentimeter terlihat di parkiran pasar.

Saat menyambangi kawasan itu, sejumlah pegawai harian lepas Sudin Sumber Daya Air dan PPSU tampak melakukan pembenahan di saluran sisi kanan kiri jalan. Mereka kemudian mengumpulkan sejumlah sampah didekat pompa di utara jalan. Karung tertumpuk pun cukup banyak.

“Sebenarnya tadi pagi sempat mau naik, cuman setelah pompa dinyalakan, air langsung ke sedot. Alhamdullilah aja tidak banjir,” kata Jaka (35) petugas pompa di kawasan Patra.

Saat berita ditulis, tiga pompa sedang dinyalakan. Mereka kemudian membuang air ke kawasan kali sekretaris yang berada di samping. Air kali tampak penuh, menyisahkan hanya 50 sentimeter dari tinggi tanggul. Tal hanya kali, saluran gendong yang berada disampingnya juga ikut dipenuhi air.

Kondisi tak jauh beda terjadi di jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat. Awal Desember 2018 lalu, jalanan dan pemukiman di kawasan ini sempat terendam hingga sepinggang orang dewasa.

Kala itu, hujan yang mengguyur baru 2 jam dan tidak sederas tadi pagi. Di kawasan itu pula, sejumlah warga mulai panik, lantaran genangan sempat masuk ke rumah.

Membanahi kawasan itu, saat pertengahan Desember 2018. Petugas kemudian mendapati sebuah akar pohon beringin menutupi saluran air. Hal ini yang diduga menghambat aliran air menuju saluran penghubung menuju kali sekretaris.

Barulah setelah akar dipotong air kembali lancar. Saluran disana kemudian langsung di normalisasi, sedimen lumpur yang mengendap berbulan bulan dikeruk.

“Hujan deras aman, jangankan naik ke jalan. Kali dan got aja nggak penuh,” kata Hendra (43) warga RT 04/04, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Hendra mengakui sebelum akar di cabut. Kawasannya merupakan langganan banjir. Saat hujan datang, pemukimannya termasuk rumahnya langsung terendam.

Serupa tapi tak sama juga terjadi di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, tepatnya depan kantor Samsat Jakarta Barat. Di tempat itu genangan sempat terjadi di sisi trotoar. Lalu lintas kemudian sempat terhambat selama beberapa menit.

Tangis Keluarga Pecah saat Jenazah Noven Tiba di RS Santo Borromeus

loading…

Jenazah Noven, siswi SMK Barangansiang, Bogor tiba di Santo Borromeus, Bandung, Jabar. Foto/Agus Warsudi/KORAN SINDO

JAKARTA – Jenazah Andriana Yubelia Noven Cahya (18), korban pembunuhan di belakang Terminal Baranangsiang, Kota Bogor disemayamkan di Rumah Sakit Santo Borromeus, Jalan Ir H Djuanda (Dago), Kota Bandung, Rabu (9/1/2019). Andriana merupakan siswi cantik kelas XII jurusan Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat.

Sebelumnya, jenazah Noven disemayamkan di Gedung Santo Yosep, Gereja Santo Petrus, Kabupaten Cianjur.

Baca Juga:

Saat jenazah Andriana yang dibawa dari Kabupaten Cianjur menggunakan ambulans tiba di RS Santo Borromeus sekitar pukul 11.40 WIB, isak tangis keluarga dan kerabat pun pecah. Mereka sangat kehilangan gadis yang akrab disapa Noven itu.

Tangis Keluarga Pecah saat Jenazah Noven Tiba di RS Santo Borromeus

Kerabat memeluk kedua orang tua Noven, Yohanes Bosco Wijanarko dan Cornelia Lucia. Para kerabat yang datang secara bergantian melihat jenazah Noven yang telah terbujur kaku di peti mati berwarna putih.

“Yang sabar, yang sabar,” kata sejumlah kerabat dan keluarga kepada Yohanes dan Cornelia. (Baca juga: Kasus Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang, Polisi Periksa Empat Saksi)

Ayah dan ibu Noven pun tak kuasa membendung tangis akibat kehilangan putri kesayangan mereka yang meninggal dunia secara sadis itu. Mata pasangan suami istri tersebut basah oleh air mata.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, jenazah Noven akan dikebumikan di Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung pada Kamis 10 Januari 2019. Orang tua Noven, Yohanes Bosco Wijanarko dan Cornelia Lucia tinggal di Kompleks Perumahan Pedona Padasuka. Mereka bekerja di RS Santo Borromeus.

Sekadar diketahui, Noven tewas ditusuk di sebuah gang sepi di belakang Terminal Baranangsiang, Kota Bogor pada Selasa 8 Januari 2019. Lokasi pembunuhan tak jauh dari tempat kos korban di Jalan Riau. Siswi jurusan tata busana di SMK Baranangsiang Bogor ini tewas dengan pisau masih menancap di dada kiri.

(mhd)

Kandidat Cawagub PKS Siap Lakukan Lobi Politik ke DPRD DKI

loading…

JAKARTA – Ketua DPW PKS Jakarta Syakir Purnama mengatakan, tiga kandidat cawagub akan bersilaturahmi kepada para anggota DPRD DKI Jakarta.

“Jadi memang rencananya 3 kader PKS yang diberi amanat menjadi calon wagub itu akan bersilaturahmi ke teman-teman fraksi. Jadi rencananya komunikasi sudah mulai dibangun,” kata Syakir kepada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga:

Nantinya rencana silaturahmi tersebut akan dipimpin oleh ketua fraksi PKS di DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi. “Mudah-mudahan setelah komunikasi dibangun, setelah mengenal visi misi dan seterusnya, komunikasi berikutnya lebih lancar, relatif lebih mudah,” katanya.
Syakir melanjutkan, setelah sitaurahmi yang dilakukan ketiga kandidat wagub dari PKS ini akan memupus semua anggapan-anggapan yang lain. “Mudah-mudahan nggak ada penolakan atau anggapan ‘kita kan nggak kenal dan seterusnya’,” terangnya.
Sebelumnya diberitakan, PKS telah mengirim surat kepada Gerindra untuk membahas fit and proper test. Namun hingga saat ini dari partai Gerindra belum ada tanggapan.

(ysw)

2018, Pendapatan Pajak Pemkot Tangsel Lebihi Target 9,73%

loading…

Gedung Pusat Wali Kota Tangerang Selatan. Foto/Dok/SINDOnews

TANGERANG SELATAN – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Dadang Sofyan mengatakan, penerimaan pajak daerah 2018 melebihi target, mencapai angka Rp1,296 triliun lebih.

“Melihat realisasi sampai dengan 31 Desember 2018, mencapai Rp1,422,858,101,214 atau melebihi target sebesar 9,73%. Jika dibanding tahun lalu, naik 12,69%,” kata Dadang kepada wartawan di Serpong, Tangsel, Rabu (8/1/2019).

Baca Juga:

Dadang menjelaskan, APBD 2017 sebesar Rp145,983 miliar. Pungutan dan pengelolaan pajak itu, meliputi sembilan jenis pajak, yang terdiri dari perhotelan, restoran, hiburan, reklame dan penerangan jalan, parkir.

“Kemudian ada pajak air tanah, pajak bumi bangunan dan pedesaan, serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan. Meksi ada kenaikan, bukan berarti tidak ada permasalahan dalam pengelolaannya,” jelasnya.

Sedikitnya, tambah Dadang, ada empat permasalahan penting yang menjadi kendala dalam pengelolaan pajak daerah selama 2018, seperti kurangnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap kepatuhan dalam membayar pajak.

“Belum lagi tiadak ada validnya database wajib pajak, wajib pajak belum melaporkan omzet secara benar, dan kondisi perekonomian nasional yang belum optimal. Ini menjadi kendala dan tantangan kedepan yang dihadapi,” paparnya.

Atas permasalahan itu, pihaknya mengaku punya strategi untuk mengejar target yang telah ditetapkan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pada tahun anggaran 2018 kemarin misalnya, target pendapatan daerah dipatok Rp1,296 triliun.

“Untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak, bagi yang tidak patuh kami pasangi sticker belum membayar pajak. Kami juga secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap wajib pajak, terutama kepada 9 jenis pajak,” sambungnya.

Tidak hanya itu, pihaknya memasang alat tapping box pada mesin transaksi setiap wajib pajak. Surat pemberitahuan pajak secara online atau SPTPD online pun telah diterapkan agar memudahkan wajib pajak.

“Petugas juga langsung datang ke rumah-rumah warga yang menunggak pajak bumi dan bangunan. Kami juga sudah bekerjasama dengan perusahaan jasa perbankan seperti BJB, BCA dan Bank Mandiri,” pungkasnya.

(mhd)

Polisi Duga Pembunuhan Siswi SMK Barangansiang Dilatarbelakangi Dendam

loading…

Garis Polisi. Foto/Ilustrasi/Istimewa

BOGOR – Kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18), siswi kelas XII jurusan Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor hingga saat ini masih misterius. Pasalnya, polisi belum bisa menangkap pelaku yang identitas dan ciri-cirinya sudah jelas terekam CCTV di lokasi kejadian.

Meski demikian, Kaporesta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser saat meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan, dugaan sememtara motifnya adalah dendam dan sakit hati.

Baca Juga:

“Kita masih melakukan penyelidikan dan pengembangan. Kalau motif, pelakunya kan belum tertangkap tapi pada umumnya kasus pembunuhan seperti ini pasti ada motif dendam sakit hati dan lain-lain itu, namun kita belum bisa katakan secara pasti,” jelasnya saat ditanya wartawan saat meninjau lokasi kejadian, Rabu (9/1/2019).

Dia berharap, semua pihak memberikan kesempatan pada tim penyidik untuk bekerja ekstra keras dalam mengungkap kasus ini. “Ya, nanti saja kita bisa tahu secara pasti soal modus pelaku kalau pelakunya sudah ditangkap. Yang jelas secara umum kalau pembunuhan ada motif dendam iya dugaan awal seperti itu,” katanya.

Guna memburu pelaku, polisi sudah mengantongi sejumlah barang bukti dan ciri-ciri identitas pelaku penusukan di Gang Belakang Masjid Raya Kota Bogor, RT 4/3, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, yang terjadi pada Selasa 8 januari 2019 sekitar pukul 15.55 WIB.

“Sedikit banyak sudah ada gambaran, ini (pelaku) sedang kita dalami,” katanya. (Baca juga: Siswi SMA di Bogor Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada)

Sementara itu, di mata tetangga dan orang terdekat Andriana Noven merupakan sosok yang ramah. Menurut Lia (36), pengurus indekos tempat korban tinggal di Jalan Riau tak jauh dari lokasi kejadian mengatakan korban yang merupakan warga Cianjur sudah dua tahun indekos.

“Yang saya tahu, kalau tempat tinggalnya di Cianjur, sejak kelas 2 SMK dia ngekost di sini, hampir dua tahun lah,” jelasnya.

Triono (46), paman korban menjelaskan Andriana Noven sempat dibawa orangtuanya ke Bandung untuk SD tapi tak lama, kemudian saat SMK baru tinggal di Bogor.

“Dia sudah saya anggap seperti anak sendiri. Saya enggak nanya rinci juga mengenai luka yang diderita. Polisi pun masih mendalami kasus ini. Saya harap kasus ini bisa cepat selesai. Kasus ini cukup sampai anak saya saja. Semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Wali Kelas Busana Butik SMK Baranangsiang, Kota Bogor, Endang Tri Astuti. Menurutnya, korban kesehariannya di sekolah kerap dijadikan model fashion praktikum.

Endang yang mengaku kerap dijadikan sebagai tempat curhatnya dan tak pernah mendengar cerita soal musuh. Selama ini, Noven sendiri hanya bercerita bahwa hanya ingin fokus untuk belajar.

“Noven anaknya pintar, baik, dan enggak punya musuh juga. Anaknya juga cantik dan banyak disukai. Dia tidak pernah cerita atau curhat soal punya musuh atau ada yang sirik,” katanya.

Namun, beberapa waktu lalu Endang sempat melihat foto Andrian Noven dengan seorang pria. Menurut Endang, pria yang difoto bersamanya itu bukan siswa dari SMK Baranangsiang Bogor.

“Beberapa kali saya lihat postingannya di Instagram sama cowok. Saya enggak kenal karena bukan dari sekolah yang sama. Kalau saya tanya Noven, bilangnya teman dekat saja dan ia tidak ingin berpacaran dulu,” jelasnya.

Saat ini sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (9/1/2019) polisi kembali melakukan olah TKP yang sudah ditutup gerbang dan dipasangi garis polisi. Namun demikian belum ada penjelasan dari kepolisian terkait kegiatan proses penyidikan ini.

(mhd)

Isak Tangis Keluarga Pecah saat Jenazah Noven Tiba di RS Santo Borrome

loading…

Jenazah Noven, siswi SMK Barangansiang, Bogor tiba di Santo Borromeus, Bandung, Jabar. Foto/Agus Warsudi/KORAN SINDO

JAKARTA – Jenazah Andriana Yubelia Noven Cahya (18), korban pembunuhan di belakang Terminal Baranangsiang, Kota Bogor disemayamkan di Rumah Sakit Santo Borromeus, Jalan Ir H Djuanda (Dago), Kota Bandung, Rabu (9/1/2019). Andriana merupakan siswi cantik kelas XII jurusan Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat.

Sebelumnya, jenazah Noven disemayamkan di Gedung Santo Yosep, Gereja Santo Petrus, Kabupaten Cianjur.Saat jenazah Andriana yang dibawa dari Kabupaten Cianjur menggunakan ambulans tiba di RS Santo Borromeus sekitar pukul 11.40 WIB, isak tangis keluarga dan kerabat pun pecah. Mereka sangat kehilangan gadis yang akrab disapa Noven itu.

Isak Tangis Keluarga Pecah saat Jenazah Noven Tiba di RS Santo Borrome

Kerabat memeluk kedua orang tua Noven, Yohanes Bosco Wijanarko dan Cornelia Lucia. Para kerabat yang datang secara bergantian melihat jenazah Noven yang telah terbujur kaku di peti mati berwarna putih.

Baca Juga:

“Yang sabar, yang sabar,” kata sejumlah kerabat dan keluarga kepada Yohanes dan Cornelia. (Baca juga: Kasus Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang, Polisi Periksa Empat Saksi)

Ayah dan ibu Noven pun tak kuasa membendung tangis akibat kehilangan putri kesayangan mereka yang meninggal dunia secara sadis itu. Mata pasangan suami istri tersebut basah oleh air mata.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, jenazah Noven akan dikebumikan di Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung pada Kamis 10 Januari 2019. Orang tua Noven, Yohanes Bosco Wijanarko dan Cornelia Lucia tinggal di Kompleks Perumahan Pedona Padasuka. Mereka bekerja di RS Santo Borromeus.

Sekadar diketahui, Noven tewas ditusuk di sebuah gang sepi di belakang Terminal Baranangsiang, Kota Bogor pada Selasa 8 Januari 2019. Lokasi pembunuhan tak jauh dari tempat kos korban di Jalan Riau. Siswi jurusan tata busana di SMK Baranangsiang Bogor ini tewas dengan pisau masih menancap di dada kiri.

(mhd)

Parkir Sembarangan, Sudin Perhubungan Jaksel Derek 42 Mobil

loading…

Petugas Sudin Perhubungan Jaksel tengah menderek taksi yang terparkir sembarangan. Foto/Ari Sandita Murti/SINDOnews

JAKARTA – Sukun Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan razia parkir di Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Kalibata, Widya Chandra, Pangedegan, Perdatam, Darmawangsa, Jalan Nipah, Palbatu Raya, Cikajang, Saharjo, Perdatam dan Senopati Raya. Dari belasa wilayah itu, sebanyak 42 kendaraan yang parkir liar diderek.

“Lokasi itu menjadi operasi rutin Sudin Perhubungan Jaksel melakukan razia parkir liar, hasilnya ada 42 kendaraan yang terjarin operasi penderekan,” kata Kasudin Perhubungan Jakarta Selatan, Christianto pada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, razia itu dilakukan sejak Senin 7 hingga 8Januari 2019. Pada Senin 7 Januari, sebanyak 22 kendaraan diderek, Selasa 8 Januari, ada 12 kendaraan diderek dan Rabu (9/1/2019) 8 kendaraan diderek. Rata-rata kendaraan yang diderek itu merupakan angkot dan taksi online.

“Tujuan operasi parkir liar untuk memberikan edukasi tentang tertib parkir, memberikan efek jera, dan membangun tingkat kesadaran untuk tidak parkir sembarangan,” terang Cristianto.

Parkir Sembarangan, Sudin Perhubungan Jaksel Derek 42 Mobil

Bagi pelanggar dikenakan sanksi membayar retrubusi penderekan sebesar Rp500.000 per hari, jika kendaraan tidak diambil di kantor Sudin Perhubungan Jaksel lebih dari 1×24 jam, maka pembayaran bertambah menjadi 1 juta.

Dia menambahkan, sebanyak 42 kendaraan langsung membayar dendanya ke Bank DKI sebesar Rp21 juta. Uang itu, kata dia, akan masuk kas Daerah Provinsi DKI Jakarta. Dia berharap, masyarakat sadar untuk tertib berlalu lintas dan tidak lagimparkir di sembarang tempat.

Operasi parkir liar ini melibatkan Kepolisian, Garnisun bersenergi dengan pihak terkait itu memiliki dasar hukum UU 22 LLAJ tahun 2009 dan Perda 5 tahun 2014 tentang transportasi.

(mhd)

Sambil Gendong Anak, Ibu-ibu Rela Antre Berjam-jam Buat KIA

loading…

Ibu-ibu mengantre demi membuat KIA di Pemkot Tangsel. Foto/Hasan Kurniawan/KORAN SINDO

TANGERANG SELATAN – Antrean warga pembuat Kartu Identitas Anak (KIA) membludak sejak pagi di halaman depan Transmart, Graha Raya Bintaro, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Sambil menggendong dan menenteng anaknya, ribuan ibu-ibu dan bapak-bapak ini rela mengantre dan berdiri berjam-jam. Bahkan, saat hujan mengguyur, mereka tidak mau beranjak dari tempatnya berdiri.

Baca Juga:

Dedi, salah seorang warga mengatakan, dirinya datang sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, antrean warga sudah membludak, dan sudah sepanjang hingga ratusan meter.

“Saya datang dari pukul 9.30 WIB, dan dapat nomor antrean 816. Antreannya memang cukup panjang. Saya datang berdua dengan anak saya Divania Choirunnisa,” katanya kepada KORAN SINDO di lokasi, Rabu (9/1/2019).

Dijelaskan dia, Divania saat ini duduk di bangku Kelas VI SD. Sebentar lagi, dia akan masuk SMP. Salah satu syarat masuk SMP, memiliki KIA. Disinilah, pentingnya KIA.

“Kartu ini sangat penting, dan menjadi salah satu persyaratan masuk ke SMP. Apalagi, anak saya sudah Kelas 6 SD dan mau masuk SMP. Kalau anak saya yang kedua, yang kecil malah sudah buat,” ungkapnya.

Meski demikian, Dedi mengaku mekanisme KIA ini sangat merepotkan. Apalagi, dalam pembuatanya anak-anak harus dibawa. Sehingga, anak-anak juga diajak mengantre.

“Tadi anak saya sempat masuk pagi, lalu saya jemput pukul 9 ke sekolah izin membuat KIA. Ribet. Harusnya sekolah saja yang membuatkan secara kolektif. Kan tidak akan mengganggu jam belajar anak,” paparnya.

Dilanjutkan Dedi, pada awalnya pembuatan KIA di Disdukcapil. Namun, mulai 31 Desember, pembuatan KIA diserahkan ke sekolah. Tetapi informasinya tidak sampai.

“Katanya sekarang kolektif disetiap sekolah. Tetapi saat saya tanya ke pihak sekolah, malah tidak ada respon, dan sepertinya belum ada tembusan dari Disdukcapil. Jadi ketahuan, koordinasinya buruk,” jelasnya.

Tidak hanya warga Tangsel, warga Kota Tangerang juga banyak yang ikut mengantre di Transmart. Jumlahnya mencapai ratusan orang. Setelah antre, mereka tidak dilayani.

“Ini memang untuk warga Tangsel saja, khusus yang punya KTP Tangsel. Yang Kota Tangerang keluar dari antrean. Ayo ibu-ibu, bapak-bapak yang warga Kota Tangerang keluar dari antrean,” teriak sekuriti mal.

Sementara itu, petugas lapangan pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel Ihsyan Susanto mengatakan, ada ribuan warga yang buat.

“Ada ribuan yang datang. Syaratnya harus bawa potocopi akte kelahiran anak, kartu keluarga, KTP ibu dan bapaknya, serta mengisi formulir pengajuam KIA. Kemudian mengambil nomor antrean,” ungkapnya.

Tendang Alat Kelamin, Petugas Transjakarta Lolos Aksi Perampokan

loading…

Bus Transjakarta tengah berhenti menurunkan dan menaikkan penumpang di salah satu haltenya. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – ARN (25), seorang petugas halte Transjakarta, disatroni perampok saat tengah bertugas di Halte Tegal Parang, Jakarta. Korban didorong, dibekap, dicekek oleh pelaku dan diancam akan dibunuh. Kejadian itu terekam oleh kamera pengintai yang ada di lokasi.

Kepala Humas PT Transjakarta, Wibowo mengatakan, video kejadian itu viral di media sosial. Dia menerangkan, akibat Minggu 6 Januari 2019 itu, ARN untuk sementara waktu tidak dapat bekerja dan masih dirawat.

Baca Juga:

“Korban menceritakan, pelaku mulanya meminta informasi mengenai layanan Transjakarta ke Ragunan. Setelah dijelaskan, ARN kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya pada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Namun, pelaku masih berada di Halte Transjakarta Tegal Parang, Jakarta. ARN mencurigai tindakan pria tersebut yang masih berada di lokasi, dia pun berniat melapor ke petugas keamanan, tapi langsung dibekap oleh pelaku.

Pelaku berusaha membuka laci untuk mengambil uang di loket halte Transjakarta dengan mendorong, membekap, mencekek ARN. Korban berusaha menghalangi aksi kejahatan tersebut.

“ARN meremas dan menendang alat kelamin pelaku hingga berteriak untuk meminta pertolongan. Seketika karyawan maupun pelanggan Transjakarta menyelamatkannya dan mengejar pelaku. Namun, pelaku berhasil kabur dengan menggunakan taksi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Transjakarta, Agung Wicaksono menambahkan, atas tindakannya itu, dia mengapresiasi kegigihan ARN yang sudah berjuang. Tindakannya menjadi inspirasi bagi semua petugas layanan halte Transjakarta agar selalu ramah tapi tetap waspada.

“Dia perempuan hebat, berani bertaruh keselamatan demi tugas. Manajemen Transjakarta mengutuk aksi kejahatan yang terjadi di halte Transjakarta,” katanya.

Dia menambahkan, guna mencegah aksi kejahatan kembali, Transjakarta akan meminta dukungan lebih banyak dari aparat untuk pengamanan.

(mhd)

Anies Baswedan Lantik Tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan melantik tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, di Balai Kota. Foto/Komaruddin Bagja Arjawinangun/SINDOnews

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik dan mengambil sumpah tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pelantikan itu dilakukan di Balai Agung, Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Pelantikan kali ini merupakan Tahap II dari beberapa jabatan yang dilelang dan sudah sesuai dengan rekomendasi KASN untuk tujuh jabatan.

Baca Juga:

Dalam kesempatan ini, Anies ingin agar para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik dapat memberikan nuansa serta perubahan baru di istansi tempat menjabat. Para pejabat diminta lebih siap siaga, berdaya saing, transparan dan akuntabel, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik untuk kemajuan DKI Jakarta.

“Kita harus pastikan bahwa kebaruan yang dibawa nantinya akan bisa meraih semua rencana yang ada di dalam pembangunan di DKI Jakarta,” kata Anies.

Anies Baswedan Lantik Tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Mantan Mendikbud ini pun berpesan agar para pejabat yang baru dilantik dapat menjaga amanat yang diberikan. Selain itu, diharapkan pula para pejabat mampu menjaga integritasnya serta membuktikan bahwa Pejabat ASN Provinsi DKI Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah atau provinsi lainnya.

“Jabatan ini diberikan kepada semuanya adalah amanat dan kepercayaan, karena itu jaga baik-baik. Kita juga melibatkan seluruh unsur masyarakat. Karena itu, pastikan kepemimpinan semuanya adalah kepemimpinan sektor yang baik di jajaran birokrasi maupun di luar birokrasi,” tegasnya.

Perlu diketahui, pelantikan saat ini merupakan hasil implementasi PP nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN di mana telah dilakukan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Hal ini dilakukan dalam rangka percepatan pembangunan di Pemprov DKI Jakarta, maka dibutuhkan penyegaran di jajaran pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Pergantian, promosi dan pergeseran atau mutasi pejabat ini merupakan kebutuhan Pemprov DKI Jakarta dalam rangka dinamisasi manajemen yang baik, cepat, tepat dan efektif.

Sesuai Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 35 Tahun 2019 tanggal 8 Januari Tahun 2019 tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian dalam dan dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemprov DKI Jakarta Jakarta.

Berikut pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya:

1. Dr. Sri Haryati, S.Pi, M.Si sebagai Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta;
2. Ir. Sri Mahendra Satria Wirawan, MM, MT sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta;
3. Chaidir, S.Sos, M.Si sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta;
4. Dr. Ir. Hari Nugroho, MM sebagai Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta;
5. dr. Widyastuti, MKM sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta;
6. Ir. Kelik Indriyanto, MT sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta;
7. Uus Kuswanto, S.Sos, MAP sebagai Wakil Walikota Jakarta Timur.

Acara ini juga dihadiri oleh Sekda Provinsi DKI Jakarta Saefullah, Ketua TP PKK dan Dekranasda Provinsi DKI Jakarta Fery Farhati Ganis, para pejabat SKPD Pemprov DKI Jakarta, dan para Walikota serta Bupati di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

(mhd)

PKS Akui Sudah Kirim Surat ke Gerindra Soal Fit and Preper Test

loading…

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta, Syakir Purnomo mengaku telah mengirimkan surat kepada Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) terkait fit and proper test cawagub DKI Jakarta.

“Betul (sudah kirim surat-red). PKS sudah kasih surat ke Gerindra isinya pertama mengundang silaturahmi dan rapat koordinasi rencana fit and proper,” kata Syakir saat dihubungi wartawan, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga:

Syakir menjelaskan, maksud pihaknya mengirimkan surat kepada Gerindra karena ingin melihat respons, apakah pimpinan bisa atau tidak.

“Kedua, kita sampaikan kembali terkait apa yang disampaikan Syarif di media bahwa beliau menunggu surat penunjukan tim panelis dari PKS. Sedangkan kami sudah menyampaikan surat penunjukan dan sudah dikirim ke panelis yang kami ajukan ya itu prof Eko Prasojo dan Ubaidillah. Itu sudah dikirim,” lanjutnya.

Pihaknya berharap dari para pimpinan DPD Partai Gerindra DKI Jakarta segera memberikan jawaban atas undangan koordinasi tersebut.

“Ya ini mudah-mudahan sih yang menjadi harapan dari arahan dan kebijakan dari Pak Prabowo oleh teman-teman Gerindra dan tentu saja kita PKS kita komitmen kita segera menyelesaikan karna kan pasti terkait dengan kegaduhan ini,” katanya.

“Kan kepentingannya juga supaya kerja gubernur lebih mudah. Kaitannya dengan warga juga supaya layanan publik, layanan para warga itu dengan ditetapkannya wakil gubernur yang akan membantu tugas-tugas gubernur, pelayanan akan makin bagus harapannya,” bebernya.

(mhd)

Keluarga Kecewa Sidang Penembakan Acuan Ditunda

loading…

JAKARTA – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara batal menggelar sidang kasus korban pembunuhan terhadap Herdi alias Acuan (45) yang terjadi di Penjaringan, Jakarta Utara.

Acuan tewas ditembak tak jauh dari rumahnya di Jalan Jelambar Aladin, Kelurahan Pejagalan, Jumat 20 Juli 2018 malam.

Baca Juga:

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Dodong Iman Rusdani dan dua hakim anggota, Sutejo Bomantoro dan Chris Fajar Sosiawan dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) batal digelar karena saksi-saksi yang dipanggil tidak bisa hadir.

Sidang rencananya untuk mendengar saksi yang bernama Jonson dari pihak terdakwa Alex selaku otak pembunuhan dan Sunandar yang berperan sebagai eksekutor. Serta ketua RT di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan saksi ahli balistik yang akan menjelaskan mengenai peluru dan senjata yang digunakan para terdakwa.

Majelis Hakim terpaksa menunda sidang pada hari ini selama satu minggu ke depan tepatnya pada tanggal 15 Januari 2019 mendatang.

Ibu kandung Acuan, So Hwi mengaku kecewa dengan penundaan sidang itu. Dia merasa sudah tua dan bersusah payah datang ke ruang sidang yang terletak di lantai 3.

Dia pun memohon agar saksi-saksi yang diperlukan hadir bisa dipaksa datang oleh JPU. Khususnya saksi yang sudah berstatus tersangka dalam perkara ini karena diduga ikut serta terlibat dalam pembunuhan keji ini.

“Saya ingin pelakunya dihukum berat. Kalau nyawa anak saya diambil, saya juga ingin nyawa pelaku diambil. Itu baru adil,” kata So Hwi usai sidang di PN Jakarta Utara, Jalan Gajahmada Jakarta Pusat, Selasa 8 Januari 2019.

Dua adik kandung korban turut menemani sang ibunda menghadiri sidang. Shantika dan Juniar Indra, mengatakan keluarganya masih terpukul karena tidak menyangka kematian sang kakak dibunuh dengan cara ditembak.

“Kami berharap persidangan kasus pembunuhan terhadap kakak kami dijalankan seadil-adilnya. Pelaku harus mendapat hukuman yang setimpal. Dan anak istri kakak kami mendapat keadilan,” kata Juniar Indra.

“Kami sekeluarga masih sangat trauma,” timpal Shantika yang juga adik korban.

Sebelumnya, atas permintaan majelis hakim, keluarga Herdi alias Acuan termasuk anak dan istri telah meminta rekomendasi kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang bertugas menjaga keselamatan keluarga korban termasuk memberikan bantuan psikologis bagi keluarga korban.

(mhd)

Nasdem Yakin Caleg Petahana Dulang Suara di Jakarta

loading…

Anggota Komisi III DPR, yang maju kembali pada Pileg 2019, Ahmad Sahroni. Foto/Istimewa

JAKARTA – Partai Nasdem optimis petahana yang duduk di parlemen baik tingkat DPR RI maupun DPRD DKI Jakarta mampu mendulang suara dan mengangkat elektabilitas partai, termasuk di daerah pemilihan (Dapil) Jakarta III yang disebut Dapil hantu dalam perhelatan pemilu serentak April 2019.

Hal itu dikemukakan Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus. Dirinya menceritakan, masing-masing calon legislatif memiliki cara untuk mendekati konstituen di daerah pemilihannya, termasuk memunculkan organisasi ataupun komunitas.

Baca Juga:

“Petahana harusnya jadi vote gater yang utama. Kita harap petahana kita mendongkrak suara karena kita sudah kerja melayani dan masyarakat sudah mengetahui apa aksi yang sudah kita lakukan kita di masyarakat,” ujar Bestari di Jakarta, Selasa 8 Januari 2019 malam.

Khusus untuk DPRD DKI Jakarta, dia mengungkapkan, sesuai rapat DPW secara nasional beberapa waktu lalu, target diraih menembus 10 kursi. Target tersebut dengan asumsi masing-masing satu kursi untuk 10 dapil di Jakarta ditambah 5 kursi yang diyakini masih akan diraih para petahana.

“Tentu kita miliki target yang kita anggap dapat kita wujudkan. Pemilu kemarin hanya dapat lima kursi. Saat ini sekurang-kurangnya 10 Dapil DPRD teriai kursi satu. Kita meningkatkan maksimal perolehan kursi yang di Dapil 2014 sudah ada dapat kursi,” jelas Bestari.

Sementara untuk tingkat DPR, ditargetkan setidaknya satu suara di masing-masing Dapil Jakarta. Seperti diketahui, DKI Jakarta memiliki tiga dapil untuk legislator DPR, dengan rincian Jakarta 1 meliputi wilayah Jakarta Timur, Jakarta II mencakup Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan luar negeri, serta Jakarta III untuk Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.

Pada Pileg 2014 lalu, Nasdem hanya berhasil menempatkan satu wakil rakyat di DPR diperoleh dari dapil Jakarta, yaitu Ahmad Sahroni. Sebagai petahana, Ahmad Sahroni diyakini mampu mendulang suara dan bahkan mengangkat elektabilitas Nasdem di Jakarta. Terlebih, pria lekat dengan panggilan Anak Priok ini mampu membuktikan diri tetap memperhatikan konstituen di daerah pemilihan pasca-terpilih sebagai anggota DPR. Hal lain yang menjadi kelebihan Sahroni, keberadaan Ahmad Sahroni Center (ASC) sebagai mesin politik yang aktif mendekatkan diri dan memperhatikan masyarakat di daerah pemilihan Jakarta III.

Dalam kesempatan yang sama Bestari menegaskan, organisasi ataupun komunitas bentukan para calon legislatif dapat efektif untuk mensosialisasikan visi misi kepada para konstituen di daerah pemilihan. Khususnya bagi petahana yang seyogyanya memiliki konstituen loyalis dengan bantuan tim bentukan pada Pileg 2014 lalu.

“Yang paling penting, kenapa ASC itu solid, saya juga SBB (Sahabat Bestari Barus) karena setelah terpilih, kita tidak lupa, kita tetap tiga bulan sekali ketemu (konstituen), berkegiatan, tatap muka, menampung aspirasi. Jadi bukan (tim) yang dadakan dan dipakai sekali, tidak. Berkomitmen menjaga konstituen dan relawannya,” papar Bestari.

“Makin banyak sekoci yang satu jalan, satu persepsi, dan terpelihara dengan baik, tentu jadi yang diperhitungkan juga,” Bestari melanjutkan.

Terpisah, Ahmad Sahroni meyakinkan ASC sebagai mesin politik berkomitmen tak hanya mengantar dirinya terpilih kembali sebagai wakil rakyat di DPR RI, namun juga mendorong semakin banyak wakil rakyat DPRD DKI dari Partai NasDem, khususnya di daerah pemilihan Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu. Dapil III disebut Sahroni sebagai ‘Dapil Hantu’ karena banyak caleg yang tak terjun langsung ke masyarakat secara aktif namun memperoleh suara besar pada Pilpres 2014 lalu.

“ASC bukan hanya menjadi garda terdepan saya agar lebih dekat dan tak melupakan konstituen, tetapi juga menjadi mesin penggerak memperkenalkan para Caleg DPRD DKI dengan daerah pemilihan di Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu. Kita berharap dengan totalitas ASC yang aktif turun menyapa, masyarakat akan semakin mengenal Caleg DPR maupun DPRD DKI,” terang pria yang sempat merasakan berprofesi sebagai tukang ojek payung, penyemir sepatu hingga sopir pribadi ini.

“Dengan semakin banyaknya kursi DPRD diraih, aspirasi Nasdem untuk perbaikan Jakarta baik kehidupan masyarakat maupun infrastruktur akan lebih dapat disuarakan,” imbuh suami dari Feby Belinda ini.

Beberapa calon legislator yang mendapat dukungan mesin politik ASC disampaikan Sahroni antara lain Ketua ASC Imamuddin, Sekretaris ASC Tabroni, dan Likke Rae dengan daerah pemilihan di Jakarta Utara. Sementara untuk daerah Jakarta Barat, sejumlah Caleg DPRD turut mendapat amunisi dukungan tim ASC seperti Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nasdem Jakarta Barat Abdul Azis Muslim, Yane Yunarni, Agustinus Lomboan, Yon Samelly dan Jupiter.

(mhd)

Atasi Kemacetan, Transportasi Jabodetabek Diintegrasikan

loading…

Atasi Kemacetan, Transportasi Jabodetabek Diintegrasikan. (Dok. SINDOnews).

JAKARTA – Pemerintah berupaya membuat terobosan memecahkan problem kemacetan yang selama ini mendera Ibu Kota DKI Jakarta dan sekitarnya.

Salah satu solusi yang diambil adalah mengintegrasikan pengelolaan transportasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Langkah ini mendesak diambil karena kemacetan menim bulkan kerugian sangat besar, yakni mencapai Rp65 triliun.

Baca Juga:

Integrasi akan dilakukan lewat sebuah otoritas baru. Badan inilah yang akan menyatukan pengelolaan untuk memudah kan integrasi moda transportasi dan koordinasi pengelolaannya. Saat ini memang sudah ada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Namun, BPTJ yang ber ada di bawah Kementerian Perhubungan tidak melibatkan unsur pemerintah daerah.

Hanya, bagaimana bentuk otoritas baru dimaksud, peng organisasian, dan kewenangannya, kemari masih belum di putuskan. Namun, otoritas dipastikan akan melibatkan unsur pemerintah pusat dan provinsi di Jabodetabek. Untuk mematangkan rencana tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan Wakil Presiden M Jusuf Kalla (JK) memimpin koordinasi dan memecahkan berbagai kendala yang dihadapi dalam integrasi transportasi antarwilayah tersebut.

Rencana pembentukan otoritas yang akan mengintegrasikan muncul dalam rapat terbatas terkait pengelolaan transportasi di Jabodetabek yang digelar di Kantor Presiden kemarin.

Selain melibatkan men teri terkait, rapat juga melibatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

“Karena saya lihat sekarang ini memang sebagai contoh saja urusan jalan saja ada yang dimiliki oleh Kementerian PUPR, DKI, Banten, dan Jawa Barat. Semuanya itu kadang-kadang pengelolaannya tidak terpadu, terintegrasi, dan yang terjadi misalnya yang berkaitan pemeliharaan juga sering banyak saling menunggu,” kata Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden kemarin.

Presiden mengingin kan semua moda transportasi terintegrasi dengan baik. Dalam pandangannya, jika mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), dan kereta bandara siap bisa mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik, maka kerugian karena kemacetan dapat dikurangi. Berdasarkan data Bappenas, kerugian karena kemacetan mencapai Rp65 triliun per tahun.

“Ini kalau kita jadikan barang, sudah jadi MRT, jadi LRT. Dalam lima tahun sudah jadi barang. Enggak mungkin halhal seperti ini kita teruskan. Kita harus berani memulai, harus berani merancang agar bisa selesai sehingga Rp65 triliun itu betul-betul jadi barang, bukan asap yang memenuhi kota,” tandasnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga meminta agar pengelolaan transit-oriented development (TOD) dapat dikelola dengan baik. Menurutnya, selama berpuluh-puluh tahun TOD tidak berjalan dengan baik. Untuk itu, keterpaduan antara transportasi perkotaan dengan tata ruang harus dirancang dan dihitung sebaik-baiknya.

“Intinya kita ingin ada penyederhanaan dalam manajemen yang ada sehingga semakin gampang dimulai, dikerjakan, dan tidak saling dilempar antarinstitusi satu dengan lainnya,” tegasnya.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution membenarkan hasil rapat terbatas memutuskan penye der – hanaan pengelolaan transportasi di Jabodetabek, baik pengelolaan MRT, LRT, maupun Trans jakarta.

Menurut dia, integrasi dibutuhkan karena selama ini setiap moda transportasi dikelola instansi berbeda. Aki batnya, sering terjadi keterlambatan karena perbedaan pendapat. “Jadi akan disatukan. Artinya menyatukan kewenangan-kewenangan yang diperlukan untuk itu. Bagaimana bentuknya itu belum. Ini mau satu tangan jangan nanti ada di Perhubungan, PU, atau DKI,” ungkapnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi me nuturkan, dengan ada penyatuan pengelolaan akan lebih memudahkan mengintegrasikan moda transportasi. Dia bahkan menyebut dimungkinkan dibentuk sebuah otoritas baru yang mengurusi transportasi di Jabodetabek.

Ini Kata Pecinta Hewan Soal Razia Kucing dan Anjing

loading…

JAKARTA – Penertiban kucing dan anjing di DKI Jakarta saat ini menjadi perbincangan hangat walaupun Gubernur Anies Baswedan telah menunda razia tersebut. Namun, dikalangan para pencinta hewan khususnya kucing hal itu menjadi pembahasan yang serius.

Salah seorang pencinta kucing, Yolanda (26) mengatakan, razia kucing dan anjing yang ingin dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baik. Karena, untuk menangani anjing dan kucing jalanan guna menangani hewan penular rabies (HPR).

Baca Juga:

“Kalau dilihat dari tujuannya bagus, ingin menangani dan menekan populasi anjing dan kucing jalan,” ujar Yolanda saat dihubungi SINDOnews, Rabu (9/1/2018).

Tapi, kata warga Pademangan, Jakarta Utara ini, sebaiknya proses dari awal eksekusi sampai akhir harus jelas.

“Kucing dan anjing ini ditangkap nantinya akan diapakan? Nasib mereka akhirnya nanti seperti apa? Jangan sampai terkesan aktivitas yang berjalan ini seperti enggak ada arahnya,” kata Yolanda.

Menurutnya, jika tak ada penjelasan maka razia tersebut akan kembali menuai beragam reaksi dari masyarakat pecinta hewan.

“Ini hanya akan bikin para komunitas perlindungan hewan resah akan nasib hewan yang dirazia dan bakal timbul pro kontra lagi,” tutur wanita yang akrab disapa Yoyoy ini.

(mhd)

Transportasi Jabodetabek Diintegrasikan

loading…

Transportasi Jabodetabek Diintegrasikan. (Antara).

JAKARTA – Pemerintah berupaya membuat terobosan memecahkan problem kemacetan yang selama ini mendera Ibu Kota DKI Jakarta dan sekitarnya.

Salah satu solusi yang diambil adalah mengintegrasikan pengelolaan transportasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Langkah ini mendesak diambil karena kemacetan menim bulkan kerugian sangat besar, yakni mencapai Rp65 triliun.

Baca Juga:

Integrasi akan dilakukan lewat sebuah otoritas baru. Badan inilah yang akan menyatukan pengelolaan untuk memudah kan integrasi moda transportasi dan koordinasi pengelolaannya. Saat ini memang sudah ada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Namun, BPTJ yang ber ada di bawah Kementerian Perhubungan tidak melibatkan unsur pemerintah daerah.

Hanya, bagaimana bentuk otoritas baru dimaksud, peng organisasian, dan kewenangannya, kemari masih belum di putuskan. Namun, otoritas dipastikan akan melibatkan unsur pemerintah pusat dan provinsi di Jabodetabek. Untuk mematangkan rencana tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan Wakil Presiden M Jusuf Kalla (JK) memimpin koordinasi dan memecahkan berbagai kendala yang dihadapi dalam integrasi transportasi antarwilayah tersebut.

Rencana pembentukan otoritas yang akan mengintegrasikan muncul dalam rapat terbatas terkait pengelolaan transportasi di Jabodetabek yang digelar di Kantor Presiden kemarin.

Selain melibatkan men teri terkait, rapat juga melibatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

“Karena saya lihat sekarang ini memang sebagai contoh saja urusan jalan saja ada yang dimiliki oleh Kementerian PUPR, DKI, Banten, dan Jawa Barat. Semuanya itu kadang-kadang pengelolaannya tidak terpadu, terintegrasi, dan yang terjadi misalnya yang berkaitan pemeliharaan juga sering banyak saling menunggu,” kata Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden kemarin.

Presiden mengingin kan semua moda transportasi terintegrasi dengan baik. Dalam pandangannya, jika mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), dan kereta bandara siap bisa mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik, maka kerugian karena kemacetan dapat dikurangi. Berdasarkan data Bappenas, kerugian karena kemacetan mencapai Rp65 triliun per tahun.

“Ini kalau kita jadikan barang, sudah jadi MRT, jadi LRT. Dalam lima tahun sudah jadi barang. Enggak mungkin halhal seperti ini kita teruskan. Kita harus berani memulai, harus berani merancang agar bisa selesai sehingga Rp65 triliun itu betul-betul jadi barang, bukan asap yang memenuhi kota,” tandasnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga meminta agar pengelolaan transit-oriented development (TOD) dapat dikelola dengan baik. Menurutnya, selama berpuluh-puluh tahun TOD tidak berjalan dengan baik. Untuk itu, keterpaduan antara transportasi perkotaan dengan tata ruang harus dirancang dan dihitung sebaik-baiknya.

“Intinya kita ingin ada penyederhanaan dalam manajemen yang ada sehingga semakin gampang dimulai, dikerjakan, dan tidak saling dilempar antarinstitusi satu dengan lainnya,” tegasnya.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution membenarkan hasil rapat terbatas memutuskan penye der – hanaan pengelolaan transportasi di Jabodetabek, baik pengelolaan MRT, LRT, maupun Trans jakarta.

Menurut dia, integrasi dibutuhkan karena selama ini setiap moda transportasi dikelola instansi berbeda. Aki batnya, sering terjadi keterlambatan karena perbedaan pendapat. “Jadi akan disatukan. Artinya menyatukan kewenangan-kewenangan yang diperlukan untuk itu. Bagaimana bentuknya itu belum. Ini mau satu tangan jangan nanti ada di Perhubungan, PU, atau DKI,” ungkapnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi me nuturkan, dengan ada penyatuan pengelolaan akan lebih memudahkan mengintegrasikan moda transportasi. Dia bahkan menyebut dimungkinkan dibentuk sebuah otoritas baru yang mengurusi transportasi di Jabodetabek.

Koneksi TransJakarta dengan MRT Mulai Dilakukan

loading…

PT TransJakarta lakukan perubahan interkoneksi fisik di koridor I (Blok M-Kota). Perubahan interkoneksi tersebut dilakukan agar terintegrasi dengan MRT yang beroperasi Maret mendatang. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) lakukan perubahan interkoneksi fisik di koridor I (Blok M-Kota). Perubahan interkoneksi tersebut dilakukan agar terintegrasi dengan Mass Rapid Transit (MRT) yang beroperasi Maret mendatang.

Direktur Utama PT TransJakarta, Agung Wicaksono mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan perubahan fisik interkoneksi dengan Moda Raya Terpadu (MRT) yang akan beroperasi Maret mendatang. Hal itu bisa terlihat di Halte Bundaran HI yang sedang dibangun. Kemudian di Halte Tosari serta halte CSW dengan Stasiun Singsingamangaraja.

Baca Juga:

Untuk Halte CSW, kata Agung, akan dibangun skybridge dari Stasiun Sisingamangaraja ke arah Halte CSW sekitar 100 meter. Sedangkan untuk mengatasi Halte CSW koridor 13 yang tingginya mencapai sekitar 20 meter, pihaknya akan membangun sarana prasarana seperti lift atau eskalator.

“Kalau pakai lift kapasitasnya terbatas jadi lebih lambat bawa orang. Tapi kalau pakai eskalator akan lebih banyak dan lebih cepat. Kendalanya kaum difabel belum bisa naik eskalator. Ini kendalanya spacenya enggak cukup. Ini makanya lagi dikaji,” ujar Agung wicaksono di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Selain itu, lanjut Agung, pihaknya juga telah mempelajari integrasi di Hong Kong dan Malaysia. Dimana, desain rute dilakukan untuk mengoptimalisasikan manfaat sistem metro berbasis jalur. Termasuk dengan kemudahan pelanggan dalam berganti-ganti moda transportasi.

“Dari Hong Kong itu MRT dari Malaysia itu CEO dari Rapid Bus. Mereka itu satu induk pengelolaan,” pungkasnya.

Direktur operasional PT TransJakarta, Daud Joseph menuturkan selain merubah beberapa fisik halte di koridor I, pihaknya juga membuat integrasi di Depo MRT Lebak Bulus mengingat Pemprov DKI sudah mengakuisisi dua lahan di area sekitar, yakni di sisi Halte MRT Lebak Bulus dan di seberang Selapa Polri.

Kedua titik lahan tersebut, kata Daud akan menjadi titik balik. Untuk titik pertama akan difokuskan berputar di bidang tanah yang ada disisi Halte MRT.

Sementara sisi yang diseberang selapa polri akan menjadi endapan bus TransJakarta, baik itu koridor 8 (Lebak Bulus-Harmoni), Ciptutat-Tosari, Ciputat-Kampung Rambutan, Kampung Rambutan-Lebak Bulus, ataupin kendaraan-kendaraan Jak Lingko baik seperti 03 dan 32.

“Itu semua akan lebih rapi karena ada titik endapannya. Fungsi pengendapan itu kedua, tapi pertamanya sebagai titik feeder dari Lebak Bulus,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono menegaskan integrasi moda transportasi TransJakarta dengan MRT dan angkutan umum lainnya dalam satu program Jak lingko tidak mempengaruhi rencana induk integrasi transportasi Jabodetabek.

Menurut Bambang, BPTJ akan mengitegrsikan Jak Lingko moda Transportasi milik DKI dengan Moda Transportasi milik pemerintah pusat, seperti Kereta API atau Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek.

Sehingga, lanjut Bambang, pada 2029 tercipta moda share angkutan umum maksimal 80% meski targetnya 60%. Apalagi, saat ini pihaknya sudah menyelesaikan satu sistem tiket pembayaran antar moda.

“Ya kami sudah menyelesaikan sistem satu tiket pembayaran. Jadi kartu Komuter bisa digunakan untuk MRT, LRT dan Transjakarta begitu juga sebaliknya. Tidak masalah Transjakarta Keluar kan kartu sendiri asal bisa digunakan untuk lainnya. tahun ini kami akan implementsikan,” tegasnya.

(kri)

Rumah Ambruk di Taman Sari, Satu Keluarga yang Terjebak Selamat

loading…

Satu keluarga di kawasan Jalan Kebon Jeruk 14, Taman Sari, Jakarta Barat (Jakbar) menjadi terluka karena rumah tempat mereka tinggal ambruk. Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Satu keluarga di kawasan Jalan Kebon Jeruk 14, Taman Sari, Jakarta Barat (Jakbar) menjadi korban karena rumah tempat mereka tinggal ambruk.

Akibat hal itu, mereka sempat tak bisa keluar dari dalam rumah karena terjebak. Bagian depan rumah sendiri memang diketahui semi permanen dan bagian belakangnya permanen.

Baca Juga:

“Rumah tinggal namun dipakai untuk usaha. Bagian rumah depan sebagai gudang dan garasi. Untuk jenis usahanya belum diketahui persis, tapi menurut warga untuk ngepul plastik,” ujar Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat, Sucipto, Selasa (8/1/2019).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Beruntung, semua korban dalam keadaan selamat. Lebih lanjut dia mengatakan belum diketahui apa penyebab ambruknya rumah milik Lisa (32) itu. Namun, bagian yang ambruk berawal dari depan kemudian menjalar ke bagian belakang.

“Yang ambruk berawal dari garasi (bagian depan rumah) dan menjalar ke gudang serta keruang tamu,” tuturnya.

(kri)

Operator Bus Sedang Keluhkan Batas Usia Kendaraan ke DPRD DKI

loading…

Komisi B DPRD DKI Jakarta menggelar audiensi bersama sejumlah operator bus sedang jenis Metromini, Kopaja, Kopami dan sebagainya di ruang rapat komisi B DPRD DKI Jakarta, kemarin. Foto/SINDOphoto

JAKARTA – Komisi B DPRD DKI Jakarta menggelar audiensi bersama sejumlah operator bus sedang jenis Metromini, Kopaja, Kopami dan sebagainya di ruang rapat komisi B DPRD DKI Jakarta, kemarin. Audiensi tersebut terkait kebijakan pelarangan operasional bagi unit kendaraan berusia diatas 10 tahun.

Sekretaris Komisi B DPRD DKI, Mualif ZA mengatakan dalam audiensi yang dilakukan bersama operator bus sedang yang terdiri dari Kopaja, Metromini, Koantas Bima, dan Kopami Jaya, pihaknya mendapatkan keluhan beredarnya surat rekomendasi dari Dinas Perhubungan tertanggal 26 November 2018.

Baca Juga:

Dalam surat tersebut Dishub merekomendasikan kendaraan harus memperpanjang masa berlaku kartu pengawasan (KP). Surat itu juga merekomendasikan agar kendaraan lain wajib diremajakan. Para pengurus diberi tenggat waktu untuk meremajakan busnya hingga 31 Desember 2018. Artinya apabila belum diremajakan, armada tersebut dilarang beroperasi.

“Dinas Perhubungan perlu memberikan kelonggaran kebijakan mengingat kebutuhan warga akan transportasi umum,” kata Mualif di lokasi, kemarin.

Mualif menjelaskan, selama ini operator bus sedang menjalankan kewajban dengan mencari nafkah membantu pemerintah melayani masyarakat Jakarta bermobilitas dari satu tujuan ke tujuan yang lain.

Artinya, lanjut Mualif, kebijakan yang dilakukan harus mempertimbangkan aspek kelangsungan usaha agar mereka tetap bisa melayani dan menjalankan usahanya. Dia pun akan meminta keterangan Dinas Perhubungan terkait hal ini.

“Kami akan kroscek ke Dinas Perhubungan. Apakah kebijakan ini mendadak atau sudah ada tahapan yang dilaksanakan. Misalnya seperti pemberitahuan, pembinaan, atau mungkin rapat bersama,” ungkapnya.

Ketua Unit Bis Sedang Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI, Nanang Basuki menuturkan pada prinsipnya pihaknya sangat mendukung adanya peremajaan bus sedang yang terintegrasi dengan Transjakarta. Menurutnya, dari 1.500 armada bus sedang yang ada di DKI Jakarta saat ini, hanya sekitar 310 armada yang terintegrasi dengan Transjakarta. Masing-masing 150 armada Kopaja, 100 armada Metromini, dan 60 armada Kopami.

Nanang mengakui peraturan batas usia kendaraan 10 tahun sudah lama disosialisasikan. Bahkan, sebagian besar armada sudah melebihi batas usia. Namun, dia berahap Pemprov DKI memberikan waktu kembali agar para operator yang terkendala biaya bisa meremajakanya.

“Intinya kami dari organda mendukung revitalisasi bus sedang karena terkait keselamatan. Sementara ini, biarkan armada yang masih lolos uji KIR dan memenuhi syarat angkutan umum beroperasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksie Bidang Angkutan Darat (BAD) Dinas Perhubungan, Fajar Nugrahaini menyatakan bahwa proses peremajaan bus telah disosialisasikan sejak Peraturan Daerah (Perda) 2014 tentang angkutan umum diterbitkan. Sedangkan untuk bus sedang, peremajaan dimulai sejak 2016 dengan tenggat waktu tiga tahun.

Dimana, kata Fajar, saat itu ada aksi yang dilakukan operator terkait batas usia kendaraan secara besar-besaran. Perwakilan aksi pun ditemui dan menyepakati bahwasanya peremajaan kendaraan diatas 10 tahun dilakukan secara bertahap. Tahun pertama 1/3, kedua 1/3, ketiga 1/3 dan berakhir 31 desember 2018.

“Jadi itu bukan karena kebijakan kita sendiri. Itu kesepakatan lima operator bus sedang. Pada 2017 kami juga sudah mengingatkan agar para operator meremajakan sesuai kesepakatan,” ungkapnya.

Terkait kepastian usaha, lanjut Fajar, tentunya sangat dijamin lantaran setiap bus yang diremajakan langsung terintegrasi dengan TransJakarta. Artinya, para operator tidak lagi bergantung penghasilan dari penumpang.

“Dari ribuan, baru 76 unit yang diremajakn dari 5 operator. Sisanya kopaja yang 320 unit. Sedangkan lainya, kalau mau dilanjutkan, siap ikuti lelang di BPBJ DKI Jakarta. kami sudah ajukan pembahasan katalog daerah, prosesnya sedang dilakukan,” pungkasnya.

(kri)

Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang, Polisi: Kita Sedang Selidiki

loading…

BOGOR – Pelaku penusukan hingga menewaskan Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi kelas XII jurusan Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor masih diburu petugas Polresta Bogor Kota.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sonjaya saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya langsung bergerak cepat memburu pelaku dengan memintai keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Baca Juga:

“Kami masih mengumpulkan barang bukti guna mengungkap pelaku dan motifnya. Nanti saja ya,” kata Kompol Agah saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (8/1/2019).

Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang, Polisi: Kita Sedang Selidiki

Namun demikian pihaknya enggan merinci, barang bukti apa saja yang sedang dan sudah dikumpulkan. “Yang jelas banyak, iya termasuk CCTV (terpasang di sekitar lokasi),” ujarnya singkat. (Baca: Siswi SMA di Bogor Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada)

Sementara itu, berdasarkan pantauan rekaman di CCTV sangat jelas sebelum kejadian ada seorang pria (ABG) tak dikenal mengenakan baju biru lengan pendek dan celana panjang biru tua sedang menununggu korban.

Saat korban datang dari tangga Gang samping Masjid Raya Bogor, pelaku berjalan perlahan mendatangi korban diduga sesaat sebelum penusukan sempat ada percekcokan. Namun hanya sebentar, karena pelaku langsung menikam ke dada korban dan langsung berlari ke atas arah jalan Sambu-Pajajaran.

Sementara itu, berdasarkan data diperoleh diketahui korban merupakan warga Bandung dan tinggal indekos di sekitar Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor tak jauh dari lokasi kejadian.

(ysw)

Kasus Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang, Polisi Periksa Empat Saksi

loading…

BOGOR – Polresta Bogor Kota terus menyelidiki kasus tewasnya Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18) siswi SMK Baranangsiang yang ditikam pria tak dikenal usai pulang sekolah di Gang Samping Masjid Raya Bogor, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (8/1/2019) petang.

Kasubbag Humas Polresta Bogor Kota Yuni Astuti menjelaskan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan penyidikan diantaranya memeriksa sejumlah saksi-saksi di lokasi kejadian.

Baca Juga:

“Hingga saat ini sudah empat orang saksi, baik warga sekitar maupun pihak sekolah korban,” jelas AKP Yuni kepada wartawan, Selasa (08/01) malam.

Ia menambahkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.55 WIB, lokasi kejadian tepatnya di Tangga Gang Masjid Raya Perumahan Jalan Riau Rt. 002/ 003 Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur Kota Bogor. Korban warga Bandung, Komplek Padasuka Ideal Blok D5 No 13 Rt/Rw 03/21, Cimenyan Bandung.

Menurutnya, korban saat kejadian masih menggunakan seragam sekolah berjalan menuju Jalan Riau melalui gang samping masjid raya, dipertengahan jalan gang samping masjid tersebut diketahui korban terlungkup bersimbah darah.

“Akibat ditusuk dibagian dada sebelah kiri dengan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkaan korban meninggal dunia. Untuk pelaku masih dalam penyelidikan,” katanya.

(ysw)

Tahun Ini, Pemkab Bekasi Proyeksikan Penerimaan Pajak Capai Rp2,5 T

loading…

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi memproyeksikan penerimaan pajak ditahun 2019 bisa mencapai Rp2,5 triliun. Pemkab Bekasi optimis target itu bisa terpenuhi karena perolehan pajak tahun lalu menembus angka sebesar Rp2 triliun atau meningkat 25 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp1,6 triliun.

”Proyeksi ditahun ini bisa melebih tahun lalu, kami targetkan melebih angka Rp2 triliun. Karena potensinya sangat banyak,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bekasi, Juhandi, Selasa (8/1/2019).Menurutnya, over target ditahun 2018 berdasarkan dari hasil penarikan pajak periode 1 Januari hingga pertengahan Desember 2018.

Baca Juga:

Juhandi menjelaskan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini diperoleh dari 11 sektor pajak daerah di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah atau Bangunan (BPHTB), Penerangan Jalan Umum (PJU), Hotel, Restoran, Hiburan, Reklame, Parkir, dan pajak Air Tanah.

”Juga pajak mineral bukan logam dan batuan serta pajak sarang burung walet,” katanya. Pada tahun 2018, pajak BPHTB menjadi penyumbang pajak terbesar dengan nilai mencapai Rp760 Miliar, disusul PBB dengan raihan Rp 360 Miliar, serta PJU sebesar Rp 330 Miliar. Sedang penyumbang pajak terkecil yakni sarang burung walet nilainya Rp700 juta.

Juhandi mengaku, pada tahun ini pemerintah menambah perolehan PAD dari sektor pajak dengan membuka potensi penarikan pajak dari sektor lain salah satunya usaha katering yang tahun depan mulai ditarik pajaknya.”Potensi sangat besar, makanya kita terus gali supaya mendongkrak PAD,” tegasnya.

Sementara Kabupaten Bekasi menargetkan penerimaan retribusi menara Base Transceiver Station (BTS) diwilayahnya mencapai Rp 1 miliar. Sebab, besaran retribus yang ditetapkan satu menara BTS sebesar Rp 1,4 juta. Apalagi, di Kabupaten Bekasi terdapat sebanyak 700 lebih menara yang berdiri.

Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kabupaten Bekasi Beni Saputra mengatakan, pada tahun ini pemerintah akan memperoleh retribusi sebesar itu berdasarkan hasil revisi Perda Nomor 9 Tahun 2013.”Sosialisasi sudah dilakukan sejak akhir tahun lalu, tahun ini sudah diterapkan,” katanya.

Menurutnya, penarikan retribusi menara BTS sedianya dilakukan sejak beberapa tahun lalu namun karena Perda tersebut dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi sehingga pendapatan dari menara BTS belum bisa dipungut. Perda itu kemudian direvisi sesuai dengan pedoman dari Kementerian Keuangan.

”Dengan adanya revisi Perda ini akan memaksimalkan pendapatan daerah dari menara BTS,” ungkapnya. Berdasarkan pemetaan lembaganya dilapangan, hingga saat ini masih banyak sejumlah menara BTS di wilayahnya yang belum selesai mengurus perizinan. Untuk itu, ditahun ini semua menara BTS itu akan ditertibkan.

(ysw)

Ciptakan Politik Sejuk, Gerkindo Ajak Relawan Buat Indonesia Sejahtera

loading…

Ketua Gerkindo, Yerry Tawalujan saat menyerahkan bantuan ke Panti Asuhan Putra Setia, Jalan Kramat Sentiong No. 51, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019). Foto/SINDOnews/Bagus Indra

JAKARTA – Menghadapi musim pemilu 2019, Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo) mengajak sejumlah relawan agar terus menciptakan Indonesia Sejahtera. Bantuan terhadap anak yatim dilakukan demi mewujudkan itu.

“Karenanya kami mengharapkan relawan lain melakukan hal yang sama. Membantu anak yatim piatu,” kata Ketua Gerkindo, Yerry Tawalujan ketika ditemui Panti Asuhan Putra Setia, Jalan Kramat Sentiong No. 51, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).

Baca Juga:

Yerry yang juga merupakan Ketua Relawan Liliana Tanoesoedibyo mengatakan memberikan bantuan terhadap anak yatim merupakan bukti keikhlasan dalam sebuah parpol. Sebab secara hitungan politik anak tidak memiliki hak suara.

Meski demikian, Yerry melanjutkan pemberian bantuan merupakan komitmen Perindo. Karena itu pemberian ini dilakukan secara sukarela dan berasal dari urunan relawan Liliana Tanoesoedibyo. “Relawannya saja sudah begini, gimana orangnya,” ucap Yerry.

Dengan memberikan bantuan terhadap anak yatim piatu, Yerry mengharapkan iklim sejuk dan damai tercipta dalam pemilu 2019 nantinya. Tensi tinggi, huru hara tidak akan terjadi. Sehingga pemilu damai yang diharapkan kian tercipta.

Dalam pemberian ini, para relawan memberikan bantuan berupa bahan pokok makanan dan dispenser. Pemberian ini merupakan hal hal yang dibutuhkan anak anak panti asuhan.

Kedepannya, dalam memberikan bantuan, Yerry sudah berkomunikasi dengan warga panti. Pihaknya juga tengah mendata dan bersiap kembali demi membahagiakan anak panti. “Prinsipnya kami ingin dimana ada mereka kami bisa tersenyum,” ucapnya.

Kepala Panti Asuhan Putra Setia, Sumiati Rifai berterima kasih banyak dengan pemberian yang diberikan Gerkindo. Ia berharap pemberian ini tak terhenti sampai disini. Bahkan bisa terus menerus.

Sumiati memaparkan sedikitnya ada 37 anak perempuan yang tinggal di kawasan ini. Mereka berasal dari sejumlah daerah di pinggiran jakarta dengan kondisi Yatim, Piatu, dan tak bercukupan. “Alhamdulilah bantuan ini sangat berarti bagi kami semua,” kata Sumiati.

Diketahui sebelumnya pemberian bantuan serupa juga dilakukan Gerkindo terhadap 54 anak Panti Asuhan Muslimin di Panti Asuhan Muslimin, Senen, Jakarta Pusat, Senin 7 Januari 2019 lalu.

(ysw)