Dapat Dukungan dari PP Jakbar, Sony Yakin Jokowi-Ma’ruf Menang

loading…

JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan, Sony Kusumo menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Pemuda Pancasila (PP) Jakarta Barat untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin. Dukungan ini diyakini akan berdampak positif bagi perolehan suara dari pasangan nomor urut 01 tersebut.

“Dukungan Pemuda Pancasila membuat persatuan kian kuat, dari akar rumput saya merasakan dukungan itu nyata untuk bersama memenangkan pasangan Jokowi dan Ma’aruf Amin,” ungkap Sony Kusumo saat menghadiri pelantikan Ketua PAC Cengkareng Pemuda Pancasila, Irwan Marsuid pada Selasa, 12 Maret 2019 kemarin.

Sony menuturkan adanya dukungan ini akan semakin mempermudah menjangkau berbagai lapisan masyarakat dengan bantuan Pemuda Pancasila. “Tidak hanya capres, bahkan para caleg pendukung, tentunya merasakan kehadiran dari Pemuda Pancasila,” ujar caleg PDI Perjuangan dari Dapil 3 DKI Jakarta.

Baca Juga:

Senada dengan Sony Kusumo, MPO Pemuda Pancasila Jakarta Barat, Ibnu Parjanto, juga menyatakan hal yang sama terkait dukungan. “Kami satu tarikan nafas, untuk membantu memenangkan Jokowi-Ma’ruf dan Pak Sony,” kata Ibnu Parjanto.

Selanjutnya Ibnu Parjanto juga berharap bisa memenangkan pasangan nomor urut satu pada Pemilu mendatang. “Bekerja sama dengan Sony Kusumo kita terus berjuang dari mulai akar rumput untuk bisa memenangkan Pemilu mendatang,” ungkap pria yang bertugas mengawasi organisasi Pemuda Pancasila se-Jakarta Barat tersebut.

(whb)

Jajal MRT, Airin Berharap Jalur Bisa Tersambung ke Tangsel

loading…

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menjajal Mass Rapid Transit (MRT) dari Stasiun Lebakbulus ke Stasiun Hotel Indonesia (HI), Rabu (13/3/2019). Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

JAKARTA – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menjajal Mass Rapid Transit (MRT) dari Stasiun Lebakbulus ke Stasiun Hotel Indonesia (HI).

Dalam kunjungan kerjanya, Airin mengajak semua kepala dinas yang ada di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, untuk ikut menjajal moda transportasi massal itu. Airin juga mengajak putrinya Ghefira (15).

“Iyah, tadi dari sekolah langsung dijemput, katanya disuruh ikut. Enak sih, gak ada macet-macetnya gitu,” kata Ghefira, kepada SINDOnews, di Bundaran HI, Rabu (13/3/2019). (Baca: Berangkat Kerja Naik MRT, Anies: Lebak Bulus-Bundaran HI Cuma 28 Menit)

Baca Juga:

Hal senada diungkapkan Airin, dia berangkat dari Pemkot Tangsel, dijemput dengan Bus Transjakarta. Rombongan Airin langsung berangkat menuju ke Stasiun Lebakbulus, Jakarta, menuju ke Stasiun Bundaran HI.

“Enak, cepat. Saya harap, pembangunan MRT bisa dilanjutkan hingga ke Kota Tangsel. Karena hampir 50% warga Tangsel kerjanya banyak yang di Jakarta,” jelasnya. (Baca juga: Uji Coba MRT, Masyarakat Berharap Tarifnya di Bawah Rp10 Ribu)

Selama dalam perjalanan, Airin tampak berbicara santai dengan sejumlah pejabat dari Dinas Perhubungan dan Transjakarta. Sedang sejumlah kepala dinas dan pimpinan OPD tampak sangat menikmati.

Tidak sedikit dari mereka yang berswa foto dengan menggunakan kamera HP. Perjalanan dari Stasiun Lebakbulus ke Bundaran HI bisa ditempuh sekira 30 menit.

(ysw)

Gelar Patroli, Tim Rajawali Ciduk 6 Pemuda Bawa Tembakau Gorilla

loading…

JAKARTA – Tim Rajawali 1 Polres Metro Jakarta Timur menangkap enam orang yang hendak melakukan transaksi tembakau gorilla. Keenam pelaku yang masih berusia belasan tahun tersebut digelandang ke Mapolrestro Jakarta Timur.

Kepala Tim Rajawali 1, Aiptu Maryono mengatakan, kejadian bermula saat tim melakukan patroli di Jalan Raden Inten II, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa, 12 Maret 2019 dini hari kemarin. Saat itu, tim melihat tiga orang yang mengendarai satu kendaraan bermotor dan berupaya kabur melihat patroli petugas.

“Kami halau mereka dan memeriksa tiga orang tersebut. Hasil pemeriksaan kami dapati dua klip tembakau gorilla dari pelaku AF (19). Serta satu bungkus tembakau dari tangan AS (18), yang mengendarai sepeda motor,” kata Maryono kepada wartawan Rabu (13/3/2019).

Baca Juga:

Menurut Maryono, saat diamankan AS dalam kondisi setengah mabuk. Sementara itu pemuda berinisial BA setelah diperiksa, tidak ditemukan barang-barang yang mencurigakan.

Kepada petugas mereka bertiga mengaku mau mengirim tembakau itu ke pembeli dan janjian di Jalan Pendidikan XI. Petugas pun langsung mendatangi lokasi pertemuan para pelaku.

Benar saja, di lokasi tersebut anggota kepolisian juga mendapati tiga orang pemuda berinisial MR (19), AA (16), dan IN (25). Saat digeledah, polisi juga menemukan beberapa barang bukti kepemilikan tembakau gorilla.

Polisi menyita satu paket tembakau gorilla dari tangan MR. Sementara itu AA dan IN dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangannya.”Kami masih mengembangkan kasus ini untuk mengetahui asal muasal barang haram tersebut,” ucapnya.

(whb)

Modus Baru Penyelundupan Narkoba, Sabu Dicampur Dalam Abon Lele

loading…

Polisi membongkar jaringan narkoba Riau-Jakarta-Bandung bermodus menyelundupkan sabu-sabu dalam abon lele. Foto: Ilustrasi/Dok

JAKARTA – Polisi membongkar jaringan narkoba Riau-Jakarta-Bandung bermodus menyelundupkan sabu-sabu dalam abon lele. Paket abon dipilih karena baunya bisa menyamarkan sabu bila dicampur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan, dalam kasus ini polisi menciduk enam pelaku, yakni SUL, NOL, RID, TED, RUD, dan OGI. Keenamnya diringkus dari lokasi berbeda di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat.

“Total barang bukti yang diamankan sebanyak 6 kg sabu,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (13/3/2019). (Baca juga: Dibungkus Kemasan Kopi, Polisi Bongkar Sindikat Narkoba Asal Aceh)

Baca Juga:

Kasus ini terungkap dari hasil pengembangan kasus sebelumnya dan pelaku yang pertama kali ditangkap, yakni Zul. Zul selaku orang yang mengambil paket sabu-sabu itu. Barang haram itu didapatkan Zuil dari tersangka di Pekanbaru, yakni RID, TED, dan RUD. Sabu itu diterima Zul di rest area KM 19 Tol Bekasi dan dalam pertemuannya yang kedua di kawasan Jakarta.

“Setelah dilakukan pengembangan dan pendalaman, tim berhasil menangkap pelaku lainnya. Namun masih ada empat pelaku lagi masih DPO, yakni HB, YG, TN, dan PRES selaku orang yang mengendalikan jaringan ini,” tuturnya. (Baca juga: Selundupkan Sabu di Kaleng Saos, WN Afrika Tertangkap di Bandara Soetta)

Saat ini polisi sedang melakukan pengembangan terhadap tersangka dan DPO lainnya. Adapun para pelaku yang berhasil ditangkap dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 6 tahun.

(thm)

Bawa Molen Goreng Isi Sabu ke Markas Polisi, Kekasih Tahanan Diringkus

loading…

Seorang wanita nekat menyelundupkan sabu ke rumah tahanan (rutan) Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota melalui molen goreng yang dibawanya, Rabu (13/3/2019). Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya

BEKASI – Seorang wanita nekat menyelundupkan sabu kedalam rumah tahanan (rutan) Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota. Tersangka ME (35) nekat menyelundupkan sabu dengan memasukan kedalam molen goreng.

Aksi nekat ME didasari perintah sang kekasih AB, seorang tahanan yang sebelumnya ditangkap akibat kasus kepemilikan narkoba. “Kejadian penyelundupan narkoba ini terjadi pada Selasa 12 Maret 2019 sekitar pukul 11.00 WIB,” ujar Wakil Kepala Satuan Reserse Narkoba, Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Suwolo Seto, Rabu (13/3/2019).

Menurutnya, tersangka diamankan sedang menjenguk kekasihnya AB. Saat akan menjenguk, pelaku membawa makanan berupa gorengan jenis molen. Petugas penjaga tahanan kala itu melakukan prosedur pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Namun, ketika diperiksa, petugas melihat ada lubang di salah satu gorengan.

Baca Juga:

Karena curiga, kata dia, langsung dilakukan pemeriksaan dan menemukan ada sabu yang dibungkus plastik klip bening seberat satu gram. ME mengaku, narkoba jenis sabu itu didapat dari kontrakan kekasihnya. “Jadi peran ME ini hanya mengantarkan pesanan pacarnya saja, sabu itu sisa AB yang disimpan di bawah kasur kontrakannya,” katanya. (Baca: Polisi Ringkus Dua Bandar Sabu di Cikarang Selatan)

Dari pengakuan tersangka, ide menyelundupkan sabu ke dalam gorengan berasal dari pacarnya. Petugas juga melakukan pengembangan dengan melakukan penggeledahan ke kontrakan AB. Namun, sudah tidak ada lagi barang bukti narkoba yang tersisa. Rencananya, sabu yang diselundupkan itu akan digunakan dalam rutan oleh AB.

Atas perbuatannya, pelaku ME dijerat Pasal 114 ayat (1) ancaman hukuman paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun, dan Pasal 112 ayat (1) dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun, paling lama 12 tahun. “Tersangka ME setelah dites urine negatif, dan hanya disuruh untuk mengantarkan saja,” katanya.

Selain itu, petugas juga meringkus seorang wanita dengan inisial IF (46) nekat selundupkan narkoba jenis ganja ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Bulak Kapal di Jalan Pahlawan Raya No 1, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Dari tangan IF, petugas mengamankan ganja siap hisap seberat 9,5 gram.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, kejadian penyeludupan itu pada Sabtu (9/3) pukul 11.00 WIB. Saat itu, tersangka IF hendak menjenguk suaminya bernama Arab yang menjadi narapidana kasus narkotika di Lapas Bulak Kapal.

Saat diperiksa petugas lapas, pelaku langsung membuang ganja yang dia sembunyikan dibalik baju tepat dibagian pinggang. Petugas pada saat itu langsung mencurigai gelagat pelaku, dan langsung melihat bungkus kantong plastik berwarna hitam yang coba dia selundupkan. Setelah diperiksa, barang tersebut rupanya ganja seberat 9.5 gram. (Baca juga: Kurir Sabu Dikendalikan Narapidana, Pengamat: Lapas Seperti Kampus)

“Setelah mendapatkan barang bukti ganja itu, petugas lapas langsung mengamankan dan menanyakan ke pelaku, tapi saat itu pelaku tidak mengaku,” katanya. Pihak lapas selanjutnya melaporkan kejadian penemuan ganja yang coba diselundupkan itu ke Polres Metro Bekasi Kota. Petugas kemudian memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) dan menginterogasi pelaku.

Bahkan, kata dia, anggota memeriksa kontrakan pelaku mendapati sejumlah barang bukti narkoba lain. Diantaranya, dua bungkus plastik klip bening yang di dalamnya berisikan ganja seberat 262,56 gram. Selain itu, tersangka juga kedapatan memiliki narkoba jenis sabu yang disimpan di dalam remot AC. “Tiga bungkus plastik bening seberat 2,08 gram,” katanya.

Tak hanya sabu, di dalamnya juga terdapat dua butir pil ekstasi. Adapun dari keterangan pelaku, ganja yang hendak diselundupkan itu untuk suaminya yang ditahan di Lapas Bulak Kapal. Pelaku mengaku sudah tiga kali melakukan aksi penyelundupan. “IF juga terindikasi menggunakan narkoba setelah pihak kepolisian melakukan tes urine terhadap dirinya,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 114 ayat (1), 111 ayat (1), dan pasal 112 ayat (1), tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara. Saat ini, kepolisian dan pihak Lapas Bulak Kapal terus meningkatkan penjagaan lantaran banyak orang nekad menyelundupkan narkoba.

(ysw)

Penugasan Kembali Kepala UPPKB Ujung Menteng Tak Langgar Aturan

loading…

JAKARTA – Kembalinya Dedy Dwi Widodo sebagai Kepala Unit Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Ujung Menteng, Jakarta Timur yang sebelumnya dibebastugaskan oleh Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Sigit Widjatmoko dinilai tidak melanggar aturan. Pasalnya beberapa waktu lalu Dedy dibebastugaskan sementara bukan diberhentikan.

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru, Sugiyanto mengatakan, Dedy sempat dibebastugaskan sementara terkait kasus penangkapan calo pengurusan KIR pada UP PKB Ujung Menteng yang diduga dilakukan oknum petugas. Dari hasil pemeriksaan diketahui yang melakukan pungli menerima Rp100.000, itu petugas N dan S dan petugas K menerima Rp30.000.

“Mereka diberi sanksi hukum tingkat berat penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun. Sedangkan Dedy tidak terbukti menerima pungli tetapi dianggap lalai mengawasi bawahannya dan dikenakan sanksi hukuman tiga bulan tidak menerima Tunjangan Kinerja Daerah ( TKD) sejak Juli 2018 lalu,” kata Sugiyanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Baca Juga:

Sugiyanto menuturkan, pembebasan tugas yang dilakukan Dishub DKI Jakarta kepada Dedy bertujuan untuk kelancaran pemeriksaan. Setelah menjalani proses pemeriksaan dan tidak terbukti melakukan pungli, Dedy dapat aktif kembali sebagai kepala UP PKB Ujung Menteng.

Sugiyanto melanjutkan, bahwa konsekuensi logis dari hasil pemeriksaan yang tidak dapat membuktikan Dedy melakukan pungli, Dishub dapat melakukan pengembalian tugas jabatan Dedy sebagai Kepala UP PKB Ujung Menteng. Apalagi yang bersangkutan telah menjalani sanksi hukuman tiga bulan tidak menerima TKD.

“Jadi masalah ini jelas dan clear. Plt Kepala Dishub Sigit Wijatmoko mengembalikan tugas jabatan Dedy sebagai Kepala UP PKB Ujung Menteng karena bukan diberhentikan tetapi hanya dibebaskan sementara. Disamping itu, juga untuk kepenting adanya kepastian aturan dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat pada UP PKB Ujung Menteng,” tegasnya.

Saat ini UP PKB Ujung Menteng telah mendapat peringkat terbaik III dalam hal pembangunan zona integritas tahun 2018. Oleh karenanya semua pihak khususnya petugas Dishub DKI Jakarta mendukung semua ini. Bukan malah melakukan persaingan tidak sehat dengan saling menyerang kepada internal Dishub.

“Dishub harus melakukan konsolidasi internal untuk mendukung program gubernur Anies Rasyid Baswedan. Khusunya dalam hal transportasi dan pelayanan kepada masyarakat untuk tujuan maju kotanya bahagia warganya,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, Plt Kepala Dishub DKI Jakarta Sigit Widjatmoko melakukan mutasi kembali Ka. UPPKB Ujung Menteng Jakarta Timur Dedy Dwi Widodo yang sebelum pernah tersangkut masalah operasi tangkap tangan (OTT) siber pungli pada 2018 dan berstatus staf di lingkungan Dinas Perhubungan.

(whb)

Negosiasi Ketiga Deadlock, Pembukaan Jalan R3 Bogor Makin Tak Menentu

loading…

Pengendara sepeda motor berusaha menerobos blokade Jalan R3 di Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor. Foto: KORAN SINDO/Haryudi

BOGOR – Penutupan Jalan Ring Road Regional (R3) di Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor, semakin tak menentu. Musyawarah ketiga antara Pemkot Bogor dan ahli waris Siti Khadijah selaku pemilik lahan seluas 1.987 meter persegi itu berakhir deadlock dan kembali diserahkan ke pengadilan negeri.

Kuasa hukum pemilik lahan, Herli Hermawan, mengatakan akan mengajukan keberatan ke Pengadilan Negeri Bogor setelah musyawarah deadlock. “Kami dikasih waktu selama 14 hari untuk mengajukan keberatan ke PN. Itu semua berdasarkan peraturan perundang-undangan,” ujarnya, Rabu (13/3/2019).

Herli mengatakan, Pemkot Bogor, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), sebagai pemberi kerja kepada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), dinilai tidak taat dan patuh dalam melaksanakan putusan pengadilan. (Baca juga: Warga Kembali Jebol Blokade Jalan R3 Bogor, Ibu-ibu Nekat Gotong)

Baca Juga:

“Jika mengacu pada putusan nomor 64/Pdt.G/2018/PN Bogor, pihak PUPR tidak menjalankan pasal 3 ayat 3 yang menjelaskan bahwa tergugat mesti melakukan pembayaran kompensasi mulai Juni 2014 hingga akhir 2018. Kami baru tahu tadi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, mengatakan, musyawarah hari ini sebetulnya untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya. Awalnya musyawarah berjalan dengan lancar. (Baca juga: Belum Diganti Rugi, Jalan Pemecah Kemacetan Bogor Diblokade)

“Mereka melalui kuasa hukumnya ingin mendapatkan penjelasan secara detail, baik tersirat maupun tersurat, berkaitan dengan ada atau tidaknya kompensasi penggantian lahan sejak 2014-2018,” jelasnya.

Dalam musyawarah, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sudah sangat detail menjelaskan dan menginformasikan regulasi maupun metode appraisal sehingga bisa dipahami berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) dari Dinas PUPR. (Baca juga: Soal Penutupan Ruas Jalan R3 Bogor Timur, Wali Kota: Kami Taat Hukum)

“Hari ini saya mewakili Pemkot sudah menawarkan kepada pemilik lahan dan tadi sempat pemilik lahan minta waktu 10-15 menit di tengah pertemuan untuk berunding. Mereka memutuskan tidak sepakat terhadap apa yang ditawarkan Pemkot Bogor. Oleh karena itu, suka tidak suka, maka dibuat berita acara,” ungkapnya.

Terkait adanya aspirasi warga yang berdemontrasi ke Jalan R3 untuk meminta Pemkot Bogor segera membuka akses jalan tersebut, pihaknya sangat memahami bahwa itu adalah aspirasi dan mereka juga sempat audiensi ke Balai Kota Bogor.

“Kami akan mengirim surat yang berisi agar nantinya pemilik lahan bersedia membuka sementara jalur tersebut yang kini sedang ditutup. Mudah-mudahan segera dijawab,” tandasnya. (Baca juga: Dua Kali Negosiasi, Pemkot Bogor Belum Berhasil Buka Blokade Jalan K3)

Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Novy Hasbhy Munnawar, menambahkan, setelah berita acara hari ini ditanda tangani, selanjutnya adalah proses ke pengadilan. Ada dua opsi yang akan dilakukan terkait masalah ini.

Pertama, jika merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71/2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, ketika tidak ada kesepakatan antara kedua belah pihak maka akan diberikan waktu kepada pemilik tanah untuk mengajukan keberatan atas nilai yang diajukan Pemkot Bogor ke Pengadilan Negeri selama 14 hari.

“Mereka (pemilik lahan) memiliki waktu untuk menggugat dan kemudian 30 hari harus disidangkan. Opsi kedua, langsung konsinyasikan (menitipkan) ke pengadilan,” jelasnya.

Saat disinggung kapan Jalan R3 dapat kembali dilintasi kendaraan, kata dia, tergantung pemilik lahan. Tapi yang pasti pemilik lahan meminta prosesnya harus diselesaikan terlebih dahulu. “Kami menghormati hak dan proses hukum. Jika tidak berkenan membuka, itu hak mereka,” pungkasnya.

(thm)

Belasan Tersangka Pengedar Narkoba Diringkus di Bogor

loading…

Dalam kurun waktu dua pekan, Satuan Narkoba Polres Bogor meringkus 17 tersangka dari 16 kasus peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Bogor, Rabu (13/3/2019). Foto/SINDOnews/Haryudi

BOGOR – Dalam kurun waktu dua pekan, Satuan Narkoba Polres Bogor meringkus 17 tersangka dari 16 kasus peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Bogor.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor AKP Andri Alam mengatakan banyaknya, ditangkapnya pelaku pengedar dan pengguna narkoba merupakan sebagai upaya memutus jaringan narkoba di wilayah Kabupaten Bogor.

“Hingga saat ini kami masih memburu jaringan lainnya. Serta kita tiada henti-hentinya memberantas narkoba dan sampai hari ini pun kita masih melakukan pengembangan terhadap beberapa kasus narkoba,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (13/3/2019).

Belasan Tersangka Pengedar Narkoba Diringkus di Bogor

Ia menjelaskan dari tangan 17 tersangka, pihaknya berhasil menyita barang bukti yang disita yaitu 392 gram sabu-sabu, 2.276 gram ganja. Selain narkoba, diperoleh juga menyita 330 butir tramadol, 54 butir tramadol polos, 49 butir kapsul, 24 butir trihexphenidyl dan 640 butir hexymer.

Baca Juga:

“Dengan diamankannya barang bukti sebanyak itu sama saja telah menyelamatkan sekitar 6.300 jiwa,” ungkapnya. (Baca: Awal Tahun, Kasus Narkoba di Kota Depok Meningkat 10 Kali Lipat)

Adapun identitas tersangka masing-msing berinisial (J), (SA), (JO), (A), (RD), (MA), (S), (R), (ARB), (PBF), (AA), (MS), (RA), (YF), (AA) dan (R) yang seluruhnya warga sekitar Bogor.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar membantu polisi untuk memberantas narkoba tanpa adanya kerjasama dari masyarakat mustahil kita dapat memberantas jaringan narkoba,” jelasnya.

(ysw)

Bahas RKPD 2020, Anies Ingin Ekonomi Tumbuh Merata untuk Semua Rakyat

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Kinerja Pemerintah Daerah di Balai Agung, Balai Kota, Rabu (13/3/2019). Foto: SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Kinerja Pemerintah Daerah (FKP RKPD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020 di Balai Agung, Balai Kota, Rabu (13/3/2019). Anies menekankan perlu adanya pertumbuhan yang berkualitas di Jakarta agar peningkatan kesejahteraan dapat berkelanjutan.

“Izinkan saya menggarisbawahi mengenai tema pertumbuhan berkualitas. Kita menginginkan agar Jakarta menjadi tempat dimana peningkatan kesejahteraan terjadi secara berkelanjutan. Peningkatan kesejahteraan itu bisa berkelanjutan, itu artinya kegiatan perekonomian harus tumbuh. Kita menginginkan agar di Jakarta, perekonomian kita bergerak lebih baik, pertumbuhan terjadi, tapi juga ada kualitas yang tinggi. Dan kualitas itu artinya semua merasakan manfaatnya,” ujar Anies Baswedan dalam sambutannya.

Anies berharap di 2020 mendatang kebijakan-kebijakan yang disusun memungkinkan bagi semua warga Jakarta untuk merasakan pertumbuhan yang berkualitas itu. Mantan Mendikbud itu juga menegaskan, pertumbuhan ekonomi di Jakarta harus memperhatikan unsur pemerataan ekonomi, bukan ketimpangan ekonomi yang semakin melebar.

Baca Juga:

Untuk itu, forum konsultasi ini menjadi penting dalam penyusunan draf rencana kebijakan tahun 2020 mendatang, karena berkolaborasi bersama melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan unsur masyarakat di DKI Jakarta. (Baca juga: Anies Baswedan Ingin Jadikan Jakarta Kota Adil dan Sejahtera)

Forum yang akan terbagi menjadi beberapa kelompok ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen lengkap berisi saran, kritik, maupun masukan untuk pembangunan Jakarta yang berkelanjutan dan tepat sasaran-tepat manfaat.

“Kalau melihat proyeksi pertumbuhan ekonomi Jakarta, tahun 2020 diproyeksikan di kisaran 6,3 persen. Sedikit di atas tahun 2019, yaitu sekitar diproyeksikan 6,2 persen. Kita berharap momentum pertumbuhan ini dipakai untuk benar-benar memikirkan kualitas. Karena, kalau kita hanya sampai pada angka persentase, dia tidak mencerminkan seberapa banyak di masyarakat merasakan pertumbuhan ekonomi ini. Momentum yang baik ini harus kita jaga sama-sama,” papar Anies.

Anies menyebutkan beberapa kebutuhan mendasar di Jakarta yang perlu dientaskan dan dirumuskan solusinya bersama-sama. Antara lain akses penyediaan air bersih, sistem tata kelola sampah rumah tangga, kesetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas, hunian yang terjangkau, penataan kampung kumuh menjadi kampung bersih dan nyaman, serta sistem transportasi publik massal yang dapat menjangkau hampir keseluruhan wilayah Jakarta.

Anies juga menyampaikan indikator sederhana keberhasilan bagi pembangunan DKI Jakarta, yaitu rasa bahagia dan bersyukur tinggal di kota karena mendapatkan kehidupan yang layak serta lebih baik. (Baca juga: Ini Cara Agar Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Mencapai Lebih 6%)

“Izinkan saya menyampaikan terima kasih. Bapak-ibu mengiprahkan beberapa jam dari waktu bapak-ibu di hari kerja ini untuk ikut memikirkan Jakarta. Ini forum brainstorming, forum mendengar. Tidak ada ide yang perlu dibantah, yang ada adalah ide yang diserap, lalu ide didiskusikan. Semua ide pada fase ini namanya brainstorming yaitu curah konsultasi pemberian gagasan. Kita tamping, kita terima, kita diskusikan,” tegas Anies.

Forum ini dihadiri oleh jajaran di tingkat eksekutif maupun legislatif daerah, perwakilan BUMD Provinsi DKI Jakarta, pemerintah pusat, Forkopimda, hingga perwakilan tingkat kecamatan, kelurahan, dan pegiat di tingkat RT/RW. Forum ini juga turut mengundang pakar yang ahli di bidangnya masing-masing, perwakilan dari institusi pendidikan tinggi, mahasiswa, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO).

(thm)

Polisi Sebut ETLE Bentuk Pencegahan Pelanggaran Lalu Lintas

loading…

Polisi terus memantau kamera ETLE yang memantau pergerakan kendaraan di Jalan Sudirman-Thamrin. Foto: dok/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf menyebutkan, program ETLE atau tilang elektronik di Jakarta bukanlah langkah represif (penindakan) yang dilakukan polisi terhadap para pengendara.

Sebaliknya, tilang elektronik ini untuk mencegah agar pengendara tidak melakukan pelanggaran. “Kita bukan lakukan tindakan represif ini,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/11/2019).

Meurutnya, program ETLE yang diterapkan merupakan langkah preventif atau pencegahan. Sebab, polisi memasang rambu-rambu soal program ETLE di sepanjang jalan menuju lokasi ETLE diterapkan.

Baca Juga:

“Kita fair. Sudirman kita kasih plang. Ini bukan represif, tapi preventif. Mencegah,” tuturnya. (Baca: Dukung ETLE Diperluas, Polisi Disarankan Cabut SIM Pelanggar)

Polisi mengklaim, program ETLE mampu mengurrangi pelanggar lalu lintas. Sejauh ini, ada penurunan pelanggar sekitar 60 sampai 70 persen, yang mana jumlah pelanggar tiap harinya hanya puluhan dari yang dahulu mencapai ratusan.

“Dulu pelanggara bisa mencapai 250 perhari, sekarang hanya sekitar 25 pelanggar perhari,” katanya.

(ysw)

Tambah 10 Kamera Super Canggih, ETLE Mampu Deteksi Pengendara Pakai HP

loading…

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf mengatakan, kamera yang baru itu akan memiliki spesifikasi yang lebih canggih. Foto:dok/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Polisi berencana melakukan pengadaan 10 kamera canggih untuk menunjang program ETLE atau tilang elektronik di Jakarta dalam waktu dekat. Kamera canggih tersebut mampu merekam pengendara yang tidak mengenakan sabuk pengaman hingga bermain HP.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf mengatakan, kamera yang baru itu akan memiliki spesifikasi yang lebih canggih. Kamera itu bisa merekam pengendara yang kecepatannya berlebih, pengendara yang tak mengenakan sabuk pengaman, dan pengendara yang hilang konsentrasinya karena memainkan telepon genggam.

“Jadi fokus pelanggarannya tidak hanya ke menerobos lampu merah dan melanggar marka jalan saja seperti kamera yang sekarang,” ujarnya pada wartawan, Rabu (13/3/2019). (Baca: Tilang Elektronik, Polisi Temukan 3.774 Pelanggar Lalu Lintas)

Baca Juga:

Dia berharap, 10 kamera baru tersebut bisa terpasang pada akhir bulan April 2019 mendatang. Pasalnya, hingga saat ini kamera tersebut masih dalam proses instalasi.

“Kita terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kamera canggih itu akan dipasang di seputar kawasan Suridman-Thamrin,” tuturnya.

Pengendara, tambahnya, diimbau bisa lebih lagi tertib berlalu lintas mengingat pogram ETLE yang ada saat ini dianggap sudah mengurangi jumlah pelanggar. Semua dilakukan untuk mendukung era digitalisasi 4.0 dan proram Jakarta Smart City di Ibu Kota. (Baca juga: Langgar ETLE, 484 Kendaraan DIblokir karena Tak Bayar Tilang)

“Bila melanggar yang lewat akan di buat virtualnya. Main di ranah virtual lagi. Kemudian kita pasang kamera itu super canggih. Foto deteksi pakai cahaya. Itu kamera baru yang akan kita kembangkan,” katanya.

(ysw)

Warga Jatiasih Bekasi Ditemukan Tewas Membusuk di Teras Rumahnya

loading…

TKP penemuan mayat di Kampung Pondok Benda, RT 8/RW 5, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Foto: KORAN SINDO/Abdullah M Surjaya

BEKASI – Seorang pria ditemukan dalam kondisi tewas membusuk di teras rumahnya di Kampung Pondok Benda, RT 8/RW 5, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Belum diketahui penyebab tewasnya korban bernama Bowo tersebut.

“Kami masih dalami kasus ini, apakah menjadi korban pembunuhan atau tidak. Kami masih menunggu hasil autopsi tim dokter,” ujar Kepolesk Jatiasih, Kompol Ili Anas, Rabu (13/3/2019). (Baca juga: Mayat Pria Dalam Karung Plastik Gegerkan Warga Bekasi)

Menurut Ili, mayat korban ditemukan dalam kondisi tergelatak di teras rumah dengan posisi terlentang dan hanya menggunakan celana pendek. Korban langsung dievakuasi petugas ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.

Baca Juga:

Korban kali pertama ditemukan oleh warga bernama Nesa (50). Saat itu Nesa sedang berjualan di samping rumah korban. Saat berdagang itu tiba-tiba datang seorang pria yang tidak dikenal minta izin untuk melihat rumah korban.

“Rumah korban memang sedang dijual dan saksi mempersilakan pria itu masuk,” kata Ili. (Baca juga: Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Warga Perumahan Elite di Bogor)

Namun, calon pembeli tersebut tiba-tiba langsung keluar dan memberitahukan bahwa ada sesosok mayat di depan teras. Nesa yang mendengar hal itu langsung berusaha melihat kondisi rumah itu dari pagar.

Benar saja, dia melihat korban sudah tewas membusuk. Melihat hal itu, dia memberitahukan kepada warga sekitar. Warga yang datang ke lokasi langsung melaporkan temuan itu ke polisi. (Baca juga: Mayat di Jalan Narogong, Polisi Temukan Belati di Samping Korban)

Petugas kemudian datang ke lokasi dan langsung mengevakuasi korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara.”Penyidik masih memeriksa saksi dan pendalaman terkait kasus itu. Kami belum mengetahui secara pasti penyebab kematian korban,” pungkasnya.

(thm)

Mulai Ditindak Tegas, Pelanggar ETLE Menurun Drastis

loading…

JAKARTA – Setelah tiga bulan menerapkan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di Jakarta, jumlah pengendara yang melakukan pelangaran menurun drastis. Saat ini jumlah pelanggar hanya sekitar 25 pengendara perhari dibanding sebelumnya yang mencapai 250 pelanggar perhari.

“Ada penurunan drastis jumlah pengendara yang melanggar ETLE,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf pada wartawan, Rabu (13/3/2019). (Baca: Tilang Elektronik, Polisi Temukan 3.774 Pelanggar Lalu Lintas)

Menurutnya, jumlah pelanggar kini tiap harinya hanya puluhan saja, yang mana bisa dikatakan ada penurunan hingga 70 persen.

Baca Juga:

Hal itu berbeda jauh dibandingkan saat ETLE baru pertama kali diterapkan jumlahnya mencapai ratusan. (Baca juga: Langar ETLE, 484 Kendaraan Diblokir karena Tak Bayar Tilang)

“Dari yang 250 pelanggar perhari, kini 25 pelangar. Ada penurunan 60 sampai 70 persen,” katanya.

Hingga kini polisi masih terus melakukan upaya perluasan ETLE di Ibu Kota. Sejauh ini, ETLE masih hanya di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Gambir, Jakarta Pusat dan Perempatan Sarinah, Gambir, Jakarta Pusat.

(ysw)

Bermodal Tusuk Gigi, Polisi Gulung Pembobol ATM di Dalam Minimarket

loading…

JAKARTA – Polisi menciduk komplotan pembobol ATM dengan bermodalkan tusuk gigi, di kawasan Jakarta Selatan. Para pelaku yang digulung kali ini berinisial ND (34), HS (40), MI (40), dan JR (30).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya, mengatakan, para pelaku ditangkap karena sudah belasan kali melakukan aksi kejahatan. Mereka mencuri dengan modus ganjal ATM.

“Pelaku beraksi di mesin ATM sebuah minimarket pinggiran jalan. Mereka ditangkap di Tangerang dan Karawang,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (13/3/2019).

Baca Juga:

Saat beraksi, pelaku membagi tugas. HS bertugas mengantre di belakang calon korban yang ada di mesin ATM. Dia lalu yang berpura-pura membantu saat korban mengalami masalah pada ATM miliknya. (Baca juga: Modus Baru Pembobolan Kartu ATM Dibongkar, Ini Tips dari Polisi)

“HS bertugas pada saat awal sebelum korban datang ke mesin ATM. Dia yang memasukan tusuk gigi ke mesin ATM sehingga saat korban bertransaksi, ATM nya tersangkut,” tuturnya. (Baca juga: Kawanan Pembobol ATM Spesialis Pakai Tusuk Gigi Dicokok di Tebet)

Kedua pelaku itu juga bertugas menukarkan ATM milik korban dengan ATM palsu yang sudah dipersiapkan. Pelaku MI bertugas mengalihkan perhatian orang-orang di sekitar lokasi, khususnya penjaga minimarket. (Baca juga: Beroperasi Setahun, Pembobol Kartu Kredit Raup Keuntungan Rp1 M)

“Dia pura-pura membeli, mengajak ngobrol dan lainnya. Siapapun yang ada diseputaran TKP pada saat sedang beraksi dia akan berusaha mengalihkan,” jelasnya.

Sedang JR, bertugas melihat PIN milik korban saat korban berusaha mengeluarkan ATM miliknya itu. Setelah berhasil, pelaku pergi dan menguras isi ATM korban di tempat lainnya.

“Para pelaku kami jerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, ancaman hukuman lima tahun penjara,” pungkasnya.

(thm)

Siswa Paling Banyak Terkena DBD, Dinkes Curigai Sumbernya di Sekolah

loading…

Dinkes DKI mencurigai kemungkinan gigitan nyamuk DBD terjadi di lingkungan sekolah. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memaparkan, rata-rata siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi korban paling banyak terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Diduga, rata-rata waktu nyamuk menggigit korban pada pukul 09.00-10.00 WIB. Pada jam tersebut anak-anak masih berada dalam proses belajar mengajar di sekolah. (Baca juga: Pemprov DKI Gratiskan Biaya Perawatan Pasien DBD di RSUD)

“Kami temukan yang paling banyak adalah anak-anak di usia SD dan SMP, dimana gigitan nyamuk rata-rata terjadi pada pukul 10 pagi. Jadi kami khawatir dan patut diduga kalau ada kemungkinan (gigitan nyamuk) terjadi di sekolah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, di Balai Kota, Rabu (13/3/2019).

Guna mengantisipasi hal ini, pihak Dinkes mulai mencoba melakukan sistem pemetaan. Sistem pemetaan dilakukan selama tujuh hari penuh, baik hari masuk sekolah atau saat libur dihari Sabtu dan Minggu. (Baca juga: Dinkes: Jakarta Barat Wilayah Rawan DBD di Ibu Kota)

Tujuannya untuk mengetahui dimana saja sekolah yang menjadi lokasi rawan penyebaran nyamuk DBD berada. Bila sudah diketahui, Dinkes bersama Disdik akan melakukan kerja sama untuk memfogging sekolah tersebut.

Baca Juga:

“Kami sedang memproses petaan sekolah-sekolah rawan, dan kalau kita temukan bahwa di sekolah itu positif, kami akan lakukan fogging,” tutup Widyastuti.

(thm)

Kata Pengamat Soal Fenomena Curhat di Sosmed sebelum Bunuh Diri

loading…

DEPOK – Reni Novita Dewi (23), mahasiswi yang tewas bunuh diri di Apartemen di Depok diduga menjadi korban bullying karena sempat curhat di sosial media miliknya. Sebelum ditemukan tewas, korban pernah mencurahkan perasaannya di sosial media.

Menanggapi kejadian ini, pengamat sosial dari Vokasi Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati, mengatakan, fenomena curhat di sosmed sebelum bunuh diri merupakan salah satu cara mengekspresikan emosi.

Karenanya, orang terdekat seharusnya bisa memberikan peranan dengan memperhatikan orang terindikasi depresi. Ketika seseorang curhat di sosmed hal itu menandakan orang tersebut tidak memiliki ruang di kehidupan nyata. Sehingga, dia merasa lebih leluasa curhat di sosmed. (Baca juga: Perempuan Muda Terjun Bebas dari Lantai 3 Apartemen di Depok)

Baca Juga:

“Kita tidak ada salahnya memberikan perhatian, dimana jika ada orang yang menampakkan gejala stres, depresi atau tertekan, minimal kita menegur. Walau sekadar menanyakan kabar dan mendengar ceritanya, itu sudah membuat seseorang merasa diperhatikan,” ujarnya saat ditemui di acara Program Generasi Titanium Indonesia 5.0 di Vokasi Universitas Indonesia (UI) Depok, Selasa (12/3/2019).

Dia menyarankan untuk menumbuhkan kembali sikap saling peduli terhadap sesama. Dengan demikian, orang terindikasi depresi merasa dirinya masih memiliki teman untuk bercerita. (Baca juga: Wanita Muda yang Lompat dari Apartemen di Depok Dipastikan Bunuh Diri)

“Kita harus punya sensitivitas terhadap orang-orang tersebut. Minimal kita menyapa dengan nada yang senang dan bahagia. Jangan sampai menggurui atau menghakimi,” ucapnya. (Baca juga: Loncat dari Lantai 3 Apartemen, Reni Pernah Curhat di Sosmed)

Dia menjelaskan, ada tiga faktor yang membuat seseorang memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidup. Pertama, karena kesepian. Kedua, faktor generasi yang mengedepankan kesempurnaan. Ketiga faktor lemahnya hubungan sosial di dunia nyata.

Faktor kesepian ini banyak terjadi di era modern yang membuat orang merasa terisolasi. Sementara, faktor generasi yang mengedepankan kesempurnaan timbul terutama di era digital yang membuat orang berlomba-lomba memamerkan yang terbaik.

“Ini membuat sebagian orang malah tidak percaya diri jika tidak menemukan dirinya seperti orang lain. Apalagi di media sosial menjadi panggung orang memamerkan hal yang indah, cantik dan citra-citra yang baik. Ini membuat seseorang jadi membandingkan dirinya dengan orang lain,” tukasnya.

Dia menuturkan, kehidupan sosial manusia saat ini memang lebih disibukkan banyak hal. Mulai dari kompetisi ekonomi hingga hasrat untuk mendapatkan citra baik. Manusia saat ini lebih terfokus pada kehidupan di sosmed ketimbang kehidupan nyata. Hal ini kata dia melemahkan hubungan sosial di dunia nyata.

“Sekarang ini orang lebih fokus ke gawai. Gawai tidak dijadikan sebagai sarana silaturahmi. Orang berlomba-lomba mengejar likes dan followers, padahal semua itu sifatnya semu. Malah membuat orang yang dekat menjadi jauh, bukan mendekatkan yang jauh,” tutupnya.

(thm)

Berangkat Kerja Naik MRT, Anies: Lebak Bulus-Bundaran HI Cuma 28 Menit

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menaiki MRT saat berangkat kerja Rabu (13/3/2019) pagi. Foto: Ist

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pagi ini mencoba Moda Raya Terpadu (MRT) yang mulai diuji publik sejak Selasa (12/3) hingga 23 Maret 2019 mendatang. Seperti janjinya kemarin, Anies pagi ini mulai berangkat kerja menggunakan moda transportasi massal bernama Ratangga itu.

“Alhamdulillah uji coba publik MRT Jakarta sudah dimulai sejak kemarin, saya juga sudah ikut mencoba pulang kantor naik Ratangga. Dan pagi ini berangkat kerja dari Stasiun Lebak Bulus ke Stasiun Bundaran HI ditempuh 28 menit. Jadwal dan waktu tempuh terprediksi,” ujar Anies.

Pengalaman berangkat kerja pagi ini menggunakan Ratangga dibagikan Anies di sejumlah akun media sosialnya. Anies sebelumnya memang berjanji akan menggunakan transportasi umum tersebut menuju tempat kerja dan sebaliknya.

Baca Juga:

“Saya akan mulai menggunakan MRT untuk berangkat dan pulang kerja,” ujar Anies saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (12/3/2019). (Baca juga: Uji Coba MRT Hari Pertama, Begini Pengalaman Menaiki si Ratangga)

Menurut Anies, proses perizinan MRT sudah pada fase final, sementara penentuan tarif masih dibahas bersama DPRD Provinsi DKI Jakarta. Target operasional MRT akhir bulan ini. (Baca juga: Uji Coba MRT, Masyarakat Berharap Tarifnya di Bawah Rp10 Ribu)

“Teman-teman ada yang akan mulai menggunakan Ratangga untuk berangkat-pulang kantor? Siapa tahu kita akan satu gerbong,” sebut Anies.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaludin, sebelumnya mengatakan, melalui uji coba ini warga dapat merasakan pengalaman awal sebelum MRT Jakarta beroperasi secara komersial.

Batas pendaftaran uji coba MRT Jakarta akan tutup pada 23 Maret 2019. Pendaftaran dilakukan H-1 keberangkatan. Warga yang ingin mencoba bisa mendaftarkan diri melalui www.ayocobamrtj.com.

(thm)

Ditolak Berhubungan Seks, Pengamen Aniaya Pemulung hingga Pingsan

loading…

JAKARTA – Polsek Metro Tanah Abang membekuk Umar Bakri (33), pelaku penganiayaan terhadap pemulung wanita bernama Ely (53), di kolong Flyover, Slipi, Jakarta Barat.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono mengatakan, pelaku nekat memukul korban pakai kayu karena menolak diajak berhubungan badan.

“Korban menolak kemudian korban dirayu mendekat lalu dipukul beberapa kali menggunakan tangan dan balok sehingga korban luka dan pingsan,” jelas Lukman kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/3/2019). (Baca juga: Tegur Suami Saat Nonton Video Porno, Istri Sedang Hamil Dianiaya)

Baca Juga:

Ia melanjutkan, antara korban dan pelaku sudah saling mengenal karena sehari-hari mereka bertemu di lokasi. “Pada hari itu, mereka bertemu di lokasi. Nah, pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan selayaknya suami istri,” jelas Lukman.

Korban yang menolak kemudian dirayu lagi oleh pelaku yang terus mendekat, hingga akhirnya dipukul beberapa kali menggunakan tangan dan balok sehingga Elly luka dan pingsan. “Pelaku yang kabur langsung kami amankan pada Senin (11/3) lalu,” ungkap Lukman. (Baca juga: Menolak Diajak Begituan, Suami Aniaya Istri Pakai Kapak)

Sementara, Kanit Reskrim Polse Metro Tanah Abang Kompol Supriadi, mengatakan, pelaku menganiaya korban karena emosi. “Dia kan pengamen. Tidurnya emang di kolong Slipi, hanya emosi karena korban tak mau diajak kencan,” jelasnya.

Pelaku diketahui ternyata sudah berkeluarga. Namun ia mengaku baru kali ini melakukan penganiayaan. “Pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman 2 tahun penjara,” tutup Supriadi.

(thm)

Tampung Limbah Perumahan, Setu Parigi Jadi Tempat Sampah Raksasa

loading…

Setu Parigi, di Kelurahan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dijadikan tempat pembuangan sampah dan limbah warga perumahan. Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG – Setu Parigi, di Kelurahan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dijadikan tempat pembuangan sampah dan limbah warga perumahan. Berdasarkan pengamatan di lokasi, Setu Parigi tampak seperti tempat pembuangan sampah raksasa.Botol plastik, beling, kain, kaleng, kayu, dan perlengkapan rumah tangga lainnya, tampak menutupi air setu. Ikan-ikan pun mati menimbulkan bau amis. Ada juga bangkai binatang yang sudah membusuk. Sampah-sampah itu dibiarkan menumpuk sejak beberapa minggu lalu.
Tidak hanya di permukaan airnya saja tapi juga ditepian setu, tumpukan sampah menggunung. Hingga kini, sampah-sampah itu terlihat masih menumpuk, menjadi sarang penyakit, terjemur sinar matahari.

Saman (39), salah seorang warga sekitar mengatakan, sampah tersebut berasal dari kawasan perumahan yang ada di sekitar setu dan sejumlah wilayah di Pondok Aren.

“Ini sudah lama. Ada seminggu lebih belum ada yang mengangkut. Dari kawasan perumahan semua ini. Dibuang ke dalam selokan dan berakhir di sini,” ujarnya kepada SINDOnews, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga:

Saman yang mengaku biasa menghabiskan waktu di Setu Parigi dengan memancing, sebelum banyak sampah seperti sekarang kerap mendapat ikan yang cukup banyak. Namun, kini ikan-ikan tersebut seperti pergi ke tempat yang lebih bersih. Sedangkan di area yang banyak sampahnya, ikan-ikan pada mati. Bangkainya ikut mengambang di perairan setu, bersama limbah perumahan.

“Tercemarnya sudah parah bang. Kalau dulu ikan-ikan itu rasanya manis, karena belum banyak sampah. Sekarang, rasanya jadi agak pahit dan bau amis. Orang yang pergi memancing juga mulai berkurang,” jelasnya.

Beberapa kali, kawasan setu juga dilakukan pembersihan. Sampah-sampah yang ada dipermukaan air diangkat yang di tepi setu diangkat dan dibuang ke TPA Cipeucang.

“Masyarakat sudah sering melakukan kerja bakti bersih-bersih sampah. Biasanya, gabungan dengan polisi, petugas TNI dan komunitas. Namun lagi-lagi, sampah tetap memenuhi permukaan Setu Perigi,” katanya.

Menurutnya, selama pembangunan sampah kawasan perumahan tidak dihentikan ke selokan dan kali, sampah di Setu Parigi tidak akan pernah bisa ditanggulangi warga.

Setu Parigi dikelola oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), dan pemeliharaan, serta pengawasannya oleh Pemerintah Tangsel, lewat dinas terkait.

(kri)

Pengusaha di Kota Tangerang Banyak yang Belum Daftarkan Pegawainya BPJS

loading…

Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan banyak perusahaan di Kota Tangerang belum mendaftarkan pekerjanya ke dalam BPJS Kesehatan. Foto/Istimewa

TANGERANG – Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan banyak perusahaan di Kota Tangerang belum mendaftarkan pekerjanya ke dalam BPJS Kesehatan.

Hal itu dikatakan Sachrudin, langsung di muka 300 pengusaha yang ada di Kota Tangerang. Dikatakan dia, para pengusaha harus patuh dengan aturan main dunia ketenagakerjaan di Kota Tangerang.

“Saya harap perusahaan yang ada di Kota Tangerang mengikuti aturan main dalam mensejahterakan karyawannya, melalui BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,” ujar dia, di Pemkot Tangerang, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, sangat penting artinya bagi para karyawan. Terutama di dalam melindungi hak dasar para pekerja di Indonesia.

“Dalam UU No 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, ada 4 program dasar dari BPJS Ketenagakerjaan, seperti Jaminan hari tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP),” jelasnya.

Terpisah, Kepala Disnaker Kota Tangerang Rakhmansyah mengatakan, para pengusaha wajib mendaftarkan para pekerjan ke dalam BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

“Makanya, kami sengaja mengundang kepala Kantor BPJS wilayah Cikokol, Cimone dan Batuceper, agar bisa sekalian mensosialisasikan berbagai manfaat jika bergabung ke dalam BPJS,” sambungnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada para pengusaha yang ada di Kota Tangerang, agar segera mendapatkan karyawanya ke BPJS agar hak-hak pekerja bisa terlindungi.

“Jika ada perusahaan yang membandel, kami akan lanjutkan data tersebut pada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten, khususnya Bidang Pengawasan agar ditindak lanjuti,” jelasnya.

(kri)

Lebih Humanis Tertibkan PKL, Satpol PP Akan Lakukan Cara Ini

loading…

JAKARTAPemprov DKI Jakarta memastikan tidak ada lagi penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan mengangkut barang daganganya. PKL boleh berdagang dit rotoar asalkan tidak menggangu pejalan kaki.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin mengatakan, dalam penertiban trotoar yang diokupasi PKL, pihaknya tidak lagi menggunakan cara mengangkut dan menyita barang dagangan.Menurutnya, penertiban kali ini lebih menggunakan pendekatan manusiawi. Seperti pemberitahuan dan penghalauan apabila mereka tetap berjualan di trotoar menggangu pejalan kaki.
“Kami juga memperbolehkan PKL berdagang di trotoar asal masih ada luas pejalan kaki yang tidak terganggu. Dibeberapa tempat diperbolehkan,” kata Arifin saat dihubungi, Selasa (12/3/2019).

Arifin menjelaskan, apabila menemukan PKL yang mengokupasi trotoar, pihaknya akan memberitahukan terlebih dahulu bahwa itu salah. Kemudian apabila keesokannya masih menemukan PKL di trotoar tersebut, pihaknya akan melakukan penghalauan seperti di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat yang setiap harinya di jaga petugas. (Baca: Penertiban PKL Tanah Abang Ricuh, Satpol PP: Ada Provokator)

Baca Juga:

Kepada Dinas Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM), Arifin berharap agar ada pembinaan yang maksimal terhadap para PKL mengingat itu merupakan kewenangannya. Termasuk mengalokasikannya ke tempat yang lebih layak.

“Karena belum ada pembinaan yang dilakukan UMKM, dibeberapa tempat diperbolehkan berdagang asal tidak menggangu pejalan kaki,” pungkasnya.

Selain itu, lanjut Arifin, pihaknya juga tengah mengerahkan 700 petugas berbaju orange di persimpangan jalan, khususnya pada saat jam-jam sibuk. Mereka bertugas membantu pejalan kaki menyeberang. Termasuk para disabilitas. “Petugas membantu ketettiban lalu lintas ketika jam jam sibuk,” pungkasnya.

Sementara itu, Koalisi Pejalan Kaki, Ahmad Safrudin menyayangkan trotoar yang sudah tertata lebar saat ini diokupasi para PKL. Idealnya, kata, trotoar itu harus aman, nyaman bersih dari PKL, parkir kendaraan dan harus ditanami pohon yang ditanam langsung didasar tanah dan tumbuh mekar ke atas, sehingga ketika pejalan melintas, mereka bisa terhindar dari sinar matahari. (Baca juga: Trotoar di Jalan Satrio Akan Dipercantik, Konsepnya Complete Streets)

Ahmad menyarankan agar trotoar yang sudah dilebarkan saat ini segera disterilisasikan dan ditambah fasilitas pohon. Dia mengakui bila pengerjaannya memang harus terkordinir berbagai pihak, bukan hanya Dinas Bina Marga. Tetapi, masyarakat tidak mau tahu bagaimana mereka bekerja. Menurutnya, masyarakat hanya mengetahui mengapai trotoar yang dilebarkan dengan mengambil bahu jalan tetapi masih diokupasi PKL, parkir dan tidak nyaman untuk berjalan kaki.

“Harusnya pihak terkait lainnya sudah siap ketika trotoar ditata. Misalnya saja PKL, harusnya Dinas UMKM siap untuk penataan PKL. Selama ini mereka hanya bekerja menyalurkan bantuan ke pedagang pembinaan. Tetapi PKL di trotoar tidak bisa ditata,” ujarnya.

(ysw)

Rapat Soal Tarif MRT Batal, DPRD: Masih Dibahas di Komisi B dan C

loading…

JAKARTA – Rencana rapat gabungan Pemprov DKI dengan DPRD membahas tarif MRT hari ini batal karena pembahasan tarif ini masih belum selesai di masing-masing komisi. Sejatinya, DPRD sendiri tidak keberatan tarif dikisaran Rp10 ribu.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, James Arifin Sianipar beralasan bahwa batalnya rapat gabungan pembahasan tarif karena pembahasan di masing-masing komisi belum selesai. Menurutnya, pembahasan tarif itu bukan hanya dilakukan di komisi C saja, melainkan di komisi B juga. (Baca:

Pada prinsipnya, lanjut James, komisi C tidak keberatan dengan usulan tarif Rp 10.000. Namun, untuk mencapai angka tersebut, harus ada subsidi yang diberikan melalui Public Service Obligation (PSO). (Baca: Hanya Soal Tarif, Anies Pastikan Operasional MRT Tidak Akan Molor)

Baca Juga:

“Kami pertanyakan itu masalah PSO yang ada di subsidi. Subsidinya sebenarnya yang lebih kami fokus. Kalau subsidi kan uangnya rakyat, yang menikmati LRT dan MRT nih, tentunya harus ada kajian mereka tuh,” katanya kepada wartawan di Gedung DPRD DKI, Selasa (12/3/2019).

James tidak ingin masalah membengkaknya pemberian subsidi seperti Transjakarta kembali terulang dalam pemberian subsidi ke MRT dan LRT yang merupakan moda transportasi baru. Artinya, pemberian subsidi harus berfikir dalam jangka panjang dan penggunannya harus dihitung dengan jumlah angka penumpangnya. (Baca juga: Subsidi Tarif MRT dan LRT Tergantung Kemampuan Negara)

“Siapa pengguna dan berapa orang yang disubsidi. Itu harus ada hitunganya. Transjakarta sekarang membengkak Rp3,2 Triliun. Jangan terulang lagi,” pungkas James yang menyebut bahwa keputusan tarif dikeluarkan sebelum operasional MRT.

Sementara itu, Pengamat Transportasi Universitas Tarumanegara Leksmono Suryo Putranto berharap agar DPRD DKI tidak mengubah usulan tarif Rp10 ribu meskipun subsidi yang diberikan sangat besar Rp30 ribu. Sebab, sepengetahuanya usulan tarif tersebut berdasarkan survei nilai kemampuan Masyarakat.

“Masyarakat harus terbiasa menggunakan angkutan umum. Nah, dengan transportasi baru ini, kesempatan membiasakan masyarakat menggunakan angkutan umum terbuka lebar. Jangan sampai tarif membebani masyarakat,” pungkasnya.

(ysw)

Siswi Kelas VI SD di Depok Meninggal Dunia di Kamar Mandi Sekolah

loading…

DEPOK – Seorang siswi sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Depok ditemukan tak bernyawa di lingkungan sekolah. Korban yang duduk di kelas VI ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi sekolah.

Peristiwa ini diketahui sekitar pukul 14.00 WIB, Selasa (12/3/2019) siang. Belum diketahui penyebab pasti kematian korban.

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Ronny Wowor mengatakan, mulanya korban izin ingin ke kamar mandi untuk buang air kecil. “Lalu ada dua orang temannya menyusul sambil menanyakan korban. Pintu kamar mandi lama tidak dibuka,” katanya Selasa (12/3/2019).

Baca Juga:

Saksi tidak berani masuk ke kamar mandi dan memanggil teman yang lain. Kemudian pihak sekolah pun menuju kamar mandi untuk memanggil korban.

“Karena pintu terkunci dari dalam, akhirnya didobrak. Setelah masuk ke kamar mandi dan didapati korban sudah tregeletak diam,” ungkapnya.

Ketika ditemukan, korban tidak sadarkan diri. Dalam kamar mandi ditemukan ada bekas muntah. “Korban sempat dibawa ke ruang UKS. Kemudian dibawa ke RS Bhakti Yuda,” paparnya.

Hingga kini kasusnya masih didalami. Sejumlah saksi diperiksa untuk mengungkap kasus tersebut. “Kami masih dalami lagi ya,” pungkasnya.

(ysw)

Uji Coba MRT, Masyarakat Berharap Tarifnya di Bawah Rp10 Ribu

loading…

Masyarakat yang ikut uji coba operasional MRT berharap tarif bisa di bawah Rp10 ribu. Foto/SINDOphoto

JAKARTA – Moda transportasi berbasis rel atau Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta fase I Lebak Bulus- Bundaran HI resmi diuji coba, hari ini. Masyarakat pengguna MRT berharap tarif MRT bisa di bawah Rp10 ribu.

Masyarakat sangat antusias dan kagum menggunakan MRT pada hari pertama ujicoba. Fasilitas dan ketepatan waktu menjadi unggulan bagi mereka yang telah merasakannya. Namun, rata -rata dari mereka berharap tarif berkisar di bawah Rp10 ribu.

Seperti yang diungkapkan Hendrawan (35). Menurut pria asal Lebak Bulus itu, dirinya sengaja mengikuti uji coba MRT hari pertama ini untuk menghitung waktu dan biaya perjalanan dari rumah menuju tempat kerjanya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dirinya kagum dengan kecepatan dan ketepatan waktu yang dirasakan langsung dari lebak bulus ke Bundaran HI sekitar 29 menit.

Baca Juga:

“Kalau waktu sudah oke banget dibandingkan pakai motor. Saya berharap tarif MRT sekitar Rp5.000,” kata Hendrawan saat ditemui di dalam stasiun MRT Bundaran HI, Selasa (12/3/2019). (Baca: 181.209 Tiket Uji Coba MRT untuk Umum Diserbu Masyarakat)

Pria berkemeja hitam itu menuturkan bila setiap harinya menggunakan sepeda motor Dari rumah menuju tempat kerjanya. Biaya yang dihabiskan untuk bensin tidak lebih dari Rp15 ribu perhari. Untuk itu, apabila tarif MRT sekitar Rp5.000, biaya yang dihabiskanya sekitar Rp25 ribu perhari dengan rincian penitipan motor Rp5.000, angkutan lanjutan dari Bundaran HI ke Kantor Tanah Abang Rp5.000.

“Tarif MRT Rp5.000, pulang pergi Rp10 ribu ditambah Ongkos angkutan lanjutan Rp10 ribu pulang pergi dan penitipan motor Rp5.000. Total Rp25 ribu,” ungkapnya.

Senada dengan Hendrawan, Jamal yang mencoba MRT dari Fatmawati ke Bundaran HI pun mengharapkan tarif di bawah Rp10 ribu atau sekitar Rp 7.000-8.000. Sebab, meskipun dengan fasilitas dan tekhnologi yang modern, MRT harus tetap memikirkan nilai kemampuan masyarakat.

Pria berusia sekitar 28 tahun itu menyatakan akan meninggalkan sepeda motornya dan membiasakan diri menggunakan angkutan massal apabila tarif MRT sesuai kantongnya. Apalagi bila melanjutkan perjalanan dengan angkutan lainya tidak perlu lagi mengeluarkan biaya. (Baca juga: Tarif MRT dan LRT Diputuskan, Belum Terintegrasi dengan Jak Lingko)

“Ya sebenarnya sih kalau lihat fasilitas dan ketepatan waktu, tarif MRT Rp10 ribu sih sangat pas lah ya. Tapi kalau dihitung dengan angkutan lanjutan dan lainnya, cukup besar juga biayanya dibandingkan Naik motor,” tegasnya.

Besaran tarif MRT yang diusulkan Pemprov DKl untuk dibahas bersama DPRD DKI yakni Rp10 ribu dan tidak terintegrasi dengan Moda transportasi lainnya. Pembahasan bersama tarif yang rencananya dilakukan hari ini batal dilaksanakan.

(ysw)

Selundupkan Sabu di Kaleng Saos, WN Afrika Tertangkap di Bandara Soetta

loading…

WN Afrika diringkus saat akan menyelundupkan sabu yang disimpan dalam kaleng saos tomat di Bandara Soetta. Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG – Seorang perempuan, Warga Negara Afrika Barat, berinisial AD (33), ditangkap petugas gabungan, di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Saat diamankan petugas, pada 20 Februari 2019 lalu, AD kedapatan membawa sebanyak enam kaleng saus tomat yang di dalamnya berisi sabu seberat 1.603 gram.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tipe C Bandara Soetta Erwin Situmorang mengatakan, AD merupakan kurir narkotika jaringan internasional. Dia terbang dari Guinea (Afrika Barat), ke Jakarta, Indonesia.

“AD membawa enam kaleng saus tomat merk RICCI yang di dalamnya berisi kristal bening yang diduga sabu seberat 1.603 gram,” kata Erwin, kepada Koran Sindo, di kantor Bea Cukai Bandara Soetta, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga:

Rencananya, barang haram tersebut akan diserahkan kepada seorang pria, WNA Nigeria, berinisial PN (28) yang menunggu, di sebuah hotel, wilayah Jakarta Pusat.

“Petugas lalu melakukan controlled delivery terhadap pelaku PN. Ternyata, pelaku PN ini bertindak sebagai penerima barang, dan sabu tersebut rencananya diedarkan di wilayah Jakarta dan sekitarnya,” ungkapnya. (Baca: Bongkar Sindikat Peredaran Narkoba, Polres Jakbar Sita 30,3 Kg Sabu)

Setelah berkoordinasi dengan pihak Polres Bandara Soetta, tim gabungan akhirnya melakukan penggerebekan ke hotel tempat PN menginap dan menciduknya di sana.

Sementara itu, Kapolres Bandara Soetta Kapolres Metro Bandara Soetta AKBP Victor Togi Tambunan menambahkan, beberapa hari kemudian, pihaknya kembali menciduk seorang kurir sabu dalam kaleng saos.

“Tersangka selanjutnya kami tangkap, pada Sabtu 23 Februari 2019, di Terminal 3 Bandara Soetta. Tersangka seorang wanita, berinisial BWN, berkebangsaan Kenya. Dia terbang dari Nigeria,” sambung Victor. (Baca juga: Sepasang Kekasih Pengedar Narkoba Digerebek Usai Berhubungan Badan)

Dari tangan BWN, polisi menemukan lagi sebanyak 13 kaleng saus tomat berisi sabu yang dibungkus dengan plastik hitam, dengan berat tiap kalengnya 1.691 gram.

“Di hari yang sama dengan penangkapan BWN, kami juga menangkap seorang laki-laki paruh baya, berkebangsaan Afrika Barat, berinisial SO (45), membawa sabu dalam kaleng saus tomat,” tambah Victor.

Penangkapan ini kemudian dikembangkan, dan petugas kembali menangkap dua tersangka lainnya. Keduanya merupakan kurir, dan Warga Negara Indonesia (WNI).

“Dari ketiga pelaku ini, kami dapati barang bukti sabu seberat 8.141 gram, 73 butir pil ekstasi, 35 gram ganja, dan alat isap sabu. Dengan demikian, total pelaku yang ditangkap berjumlah 6 orang,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, keenam pelaku itu diancam dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan pidana mati atau kurungan seumur hidup.

(ysw)

Rekonstruksi Begal di Pesing, Terungkap Sadisnya ABG Ini Bunuh Korbannya

loading…

Para pelaku saat melakukan rekonstruksi pembegalan yang menewaskan Ivan di kolong fly over Pesing, Jakarta Barat, Selasa (12/3/2019). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Polres Metro Jakarta Barat menggelar rekonstruksi kasus pembegalan yang menewaskan Ivan Saputra (22) di bawah Fly Over Pesing. Dalam rekonstruksi, ketiga pelaku yang masih ABG itu memperagakan 16 adegan.

Dalam rekonstruksi itu terlihat bagaimana kelima pelaku yang dua diantaranya masih buron sengaja berkeliling dari tempat mereka di Kalideres, Jakarta Barat untuk mencari korban yang mereka sebutan ‘kijang’. (Baca: Di Bawah Pengaruh Narkoba dan Alkohol, 3 Bocah Jadi Begal)
Para pelaku yang diketahui merupakan anggota geng motor gabungan bocah rese (gabores) berkeliling kawasan Jakarta Barat dengan menggunakan dua sepeda motor. ?

Dalam rekontruksi itu, DO (17), AD (16), dan RO (17) berboncengan satu sepeda motor, sedangkan dua pelaku lain yakni Kantul dan Tompel menaiki sepeda motor lain. (Baca juga: Dua ABG Begal Sadis di Cibitung Diringkus, Satu Buron)

Baca Juga:

“Hari ini ada 16 adegan yang diperagakan. Untuk adegan yang sangat menentukan tewasnya korban ada di adegan ke 12,” ujar Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Agung, Selasa (12/3/2019).

Sebelumnya pejalan kaki, Ivan Surya Saputra, tewas dibacok pembegal saat melintas di bawah Fly over pesing, Jalan Daan Mogot, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin 4 Maret 2019 lalu. Saat ditemukan warga, jenazah Iwan terluka dibagian dada.

Lanjut ke rekontruksi itu. Pada adegan 12, terungkap bila DH yang mengayunkan celurit ke dada korban, kala itu korban melawan setelah tasnya diambil pelaku.

Akibat sabetan celurit itu, korban langsung ambruk bersimbah darah. Para pelaku langsung melarikan diri dengan membawa tas korban.

“Tujuan rekonstruksi ini untuk mengetahui peran dari masing-masing pelaku saat kejadian,” kata Agung.

Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, IPTU Dimitri Mahendra mengatakan pihaknya hingga kini masih memburu dua pelaku lainnya. Identitas dan tempat tinggal telah dikantongi dan menunggu waktu tempat untuk menangkap. “Kami akan terus memburu mereka,” tutupnya.

(ysw)

Gelar Bazar di Kemanggisan Ilir, Perindo Ingin Dekat dengan Masyarakat

loading…

JAKARTA – Partai Perindo kembali menunjukkan komitmennya untuk membantu meringankan beban masyarakat kecil dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka. Komitmen itu dibuktikan lewat program bazar murah yang digelar organisasi sayap Kartini Perindo di kawasan Kemanggisan Ilir V, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah calon anggota legislatif (caleg) DPR dari Perindo untuk Daerah Pemilihan (Dapil) DKI III turut hadir. Di antara mereka adalah Reni Sartika (caleg nomor urut 3), Tangkas Susilo (nomor urut 5), Angga Praetya (nomor urut 7), dan Lubba Rosita (nomor urut 8). Tak hanya itu, hadir pula caleg DPRD Provinsi DKI dari Perindo untuk Dapil 10 Jakarta Barat nomor urut 7, Zulfikar Qomaruzanaman.

Pada kesempatan itu, Lubba Rosita menyampaikan, bazar murah menjadi salah satu program unggulan Perindo yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Program tersebut memang dimaksudkan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu.

Baca Juga:

“Ini untuk meringankan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Partai Perindo dan sejalan dengan komitmen kami untuk menyejahterakan rakyat Indonesia,” kata Lubba di lokasi bazar murah Kartini Perindo di Kemanggisan Ilir, Selasa (12/3/2019).

Sementara, Angga Praetya menuturkan, dalam bazar murah kali ini, partainya menyediakan 250 kupon beras murah kepada warga Kemanggisan Ilir. Dengan kupon tersebut, warga bisa membeli beras berkualitas baik seberat 2,5 kg seharga Rp10.000 saja.

Tak hanya itu, kata Angga, dalam pembagian kupon tersebut, pihaknya juga tidak sembarang membagikan. Hanya warga yang betul-betul membutuhkan saja berhak menerima kupon itu. Dengan begitu, program bazar beras murah Perindo bisa dipastikan benar-benar tepat sasaran.

“(Penerima kupon) seperti janda, orang yang tidak mampu, dan sebagainya. Dan tentunya konteks masyarakat yang mungkin tidak bisa merasakan setiap hari membeli kebutuhan pokok yang amat banyak,” ujar Angga.

Caleg Tangkas Susilo mengungkapkan, sejumlah program unggulan yang dimiliki Partai Perindo seperti pembinaan UMKM, pengasapan (fogging), senam sehat, dan program-program lainnya diharapkan bisa semakin mengenalkan partai berlambang burung rajawali ini kepada masyarakat. Dari sisi edukasi politik, Perindo juga mengimbau kepada masyarakat agar berpartisipasi aktif pada Pemilu 17 April nanti.

“Golput itu adalah tindakan keliru. Demi kesejahteraan rakyat Indonesia, hadirlah pada tanggal 17 April nanti untuk memilih,” kata Tangkas.

(ysw)

Bunuh Diri Diduga Korban Bullying, Kak Seto: Kuncinya Pendampingan Psikologis

loading…

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi. Foto/Istimewa

DEPOK – Reni Novita Dewi (23) mahasiswi yang tewas bunuh diri di Apartemen di Depok diduga menjadi korban bullying karena sempat curhat di sosial media miliknya. Menanggapi hal tersebut Kak Seto menyarankan agar orang terdekat bisa peka terhadap orang sekitarnya agar bullying tidak berujung dengan bunuh diri.

Sebelum ditemukan tewas, korban pernah mencurahkan perasaannya di sosial media. Pada Februai 2019, korban sempat menuliskan di dinding sosmednya. Dia menuliskan “Koo manusia julid itu dimana mana ya. Ga di WhatsaApp ga di facebook. Suka lucu aja”.

Kemudian korban juga diketahui berencana bunuh diri dan menuliskan di dinding sosmednya. Dia menuliskan “Masalah terus menghantam bertubi-tubi. Dalam hati rasa ingin bunuh diri. Siapa yang sebenarnya korban disini? Kenapa semua membully? Seakan sayalah tersangka utamanya”

Baca Juga:

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan, dampak dari bullying sendiri dapat menyebabkan tekanan jiwa terhadap korbannya. Korban bullying juga menjadi tidak percaya diri dan bisa sampai pada tindakan agresif. (Baca: Perempuan Muda Terjun Bebas dari Lantai 3 Apartemen di Depok)

“Bullying ini bisa menyebabkan seseorang bunuh diri karena dia merasa tertekan dan merasa tidak ada lagi tempat baginya di dunia ini,” katanya ditemui usai acara Program Generasi Titanium Indonesia 5.0 di Vokasi Universitas Indonesia (UI) Depok, Selasa (12/3/2019).

Dampak dari cyber bullying sendiri kata dia sudah banyak terjadi. Sehingga orang terdekat harus menjadi garda terdepan sebagai penolong orang yang dalam kondisi depresi akibat korban bullying.

Kuncinya kata dia, korban bullying atau orang yang terindikasi depresi harus didampingi. Orang terdekat harus peka dan memperhatikan perubahan yang terjadi pada rekannya atau anggota keluarganya.

“Kuncinya memang pada pendampingan psikologis. Misalnya orang tua menjadi sahabat anak untuk bercerita, saling terbuka,” katanya.

Sehingga korban bullying atau orang terindikasi depresi bisa merasa nyaman jika dia bisa mencurahkan isi hatinya pada orang lain. Sebaliknya, jika dia tidak punya tempat maka dia merasa sendiri. “Dalam kondisi demikian, dia merasa tidak ada tempat lagi dan memutuskan tindakan tersebut (bunuh diri),” ungkapnya.

(ysw)

Loncat dari Lantai 3 Apartemen, Reni Pernah Curhat di Sosmed

loading…

JAKARTA – Sebelum ditemukan tergeletak di lantai 1 apartemen di Depok, Reni Novita Dewi (23) beberapa kali mengunggah keluhannya di sosial media. Kendati begitu polisi terus menelusuri penyebab kematian korban.

Sebelum ditemukan tewas, korban pernah mencurahkan perasaannya di sosial media. Pada Februari 2019, korban sempat menuliskan di dinding sosmednya. Dia menuliskan “Koo manusia julid itu dimana mana ya. Ga di WhatsaApp ga di facebook. Suka lucu aja”.

Kemudian korban juga diketahui berencana bunuh diri dan menuliskan di dinding sosmednya. Dia menuliskan “Masalah terus menghantam bertubi-tubi. Dalam hati rasa ingin bunuh diri. Siapa yang sebenarnya korban disini? Kenapa semua membully? Seakan sayalah tersangka utamanya”

Baca Juga:

Reni warga Kampung Pabuaran, Bojong Gede Kabupaten Bogor ditemukan tewas terjatuh dari salah satu unit di Apartemen Margonda Residence 5 pada Senin 11 Maret 2019 pukul 18.45 WIB. Reni ditemukan tewas di dekat kolam apartemen. Polisi masih mendalami kasusnya. (Baca: Perempuan Muda Terjun Bebas dari Lantai 3 Apartemen di Depok)

Dari hasil identifikasi sementara, diduga korban tewas dengan cara bunuh diri. Dia diduga korban melompat dari ketinggian hingga terjatuh di dekat kolam. Tidak ditemukan tanda kekerasan di jasadnya.

“Diduga penyebabnya bunuh diri tapi masih dilakukan pendalaman. Korban dibawa ke RS Kramat Jati,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan, Selasa (12/3/2019).
Polisi mengaku sudah memeriksa kamar apartemen yang disewa korban dari pemiliknya dan ada tanda-tanda kalau korban bunuh diri. “Pintu dalam keadaan terbuka dan ada sebuah kursi warna merah yang diduga sebagai tumpuan korban loncat,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Dita yang merupakan pekerja kebersihan apartemen mendengar suara benda terjatuh di dekat kolam sekitar pukul 18.20 WIB. Dia pun menghampiri arah bunyi yang didengar. Ketika dilihat bahwa itu adalah jasad wanita, kemudian Dita melapor ke pihak keamanan.

Setelahnya, petugas keamanan gedung pun melapor ke Polsek Beji. Tak lama, polisi datang dan mengidentifikasi korban. Ketika ditemukan, korban menggunakan jaket merah, kerudung pink dan celana jeans warna biru.

(ysw)

Begini Kronologis Kebakaran Kapal di Perairan Kepulauan Seribu

loading…

JAKARTA – Polisi membeberkan kronologis kebakaran kapal nelayan di Perairan Kepulauan Seribu, yang mana menewaskan 3 ABK dan satu orang hilang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kebakaran itu terjadi pada Senin, 11 Maret kemarin, pukul 19.00 WIB diduga akibat radiator yang meledak. Sekitar pukul 22.04 WIB, barulah kabar terdengar oleh KanSAR Jakarta untuk ditindaklanjuti.

“Pukul 22.09 WIB, menghubungi Kapten kapal Putera Bahagia, tapi tidak diangkat tiga kali,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, kapal Putera Bahagia dihubungi guna dimintai pertolongan membantu evakuasi korban kapal Riki Baru yang terbakar itu. Pasalnya, dalam kapal yang terbakar ada sebanyak 18 ABK. (Baca: Kapal terbakar di Kepulauan Seribu, Tiga Tewas Terpanggang)

Pukul 23.45 WIB, kata dia, Kapolres Kepulauan Seribu AKBP M Sandy Hermawan dengan anggotanya beserta Dir Pol Airud Polda Metro Jaya Kombes Pol Edfrie R Maith berangkat ke lokasi. Sekira pukul 01.01 WIB tim gabungan berhasil menemukan KM Putera Bahagia yang telah menyelamatkan korban selamat dan satu korban meninggal dunia dari KM Riki Baru.

“Pukul 01.49 WIB tim berhasil menemukan KM Riki Baru yang masih terbakar dan korban meninggal dua orang yang masih memakai pelampung dan terikat tali. Tim berusaha mengevakuasi korban, tapi terkendala gelombang dan peralatan,” tuturnya.

Sekitar pukul 03.24 WIB, tambahnya, Kapal SAR Jakarta tiba dan merapat ke kapal KM Bira Polres Kepulauan Seribu serta KM Putera Bahagia untuk serah terima korban dan melanjutkan pencarian. Hingga kini, tim gabungan masih terus mencari satu orang ABK yang hilang dalam kejadian tersebut.

(ysw)

Bunuh Diri di PIM 2, Agusto Tinggalkan Surat untuk Istrinya

loading…

Korban tewas bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 3 Pondok Indah Mall 2, Kebayoran Lama, meninggalkan sejumlah surat untuk istrinya. Foto/Istimewa

JAKARTA – Korban tewas bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 3 Pondok Indah Mall 2, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Agusti Purnawan Hidayat meninggalkan sejumlah surat untuk istrinya.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya mengatakan, polisi telah memeriksa saksi-saksi dalam kasus itu dan mengecek CCTV di lokasi, hasilnya korban mendatangi mall tersebut seorang diri.

Adapun penyebab korban nekat melakukan bunuh diri diduga karena suaminya itu enggan diajak bercerai. (Baca: Terjun Bebas dari Lantai 3 PIM, Nyawa Agustos Tak Bisa Diselamatkan)

Baca Juga:

“Kita masih dalami kenapa dia sampai bunuh diri, sejauh ini dia ada permasalahan internal di rumah tangganya sesuai secarik kertas yang dia tinggalkan itu,” ujarnya pada wartawan, Selasa (12/3/2019).

Menurutnya, korban yang berprofesi sebagai satpam tersebut berasal dari Gg. Anggrek, RT 07/02, kelurahan Pasar Ujung, kecamatan Kepahiang, Kapahiang Bengkulu. Korban mengalami luka patah pada kaki kiri, luka kepala sebelah kanan, dan Dada usai lompat itu. (Baca juga: Pria Tanpa Identitas Tewas Gantung Diri di Jembatan Tebet)

“Meski sempat mendapatkan pertolongan medis, korban akhirnya meninggal di RSPI. Polsek Kebayoran Lama tengah melakukan pendalaman lagi saat ini, khususnya memeriksa istri korban,” katanya.

(ysw)

KRL Anjlok di Bogor, Menhub: Investigasi KNKT karena Faktor Internal

loading…

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto/Ilustrasi

JAKARTA – Berdasarkan investigasi Komite Nasional Keelamatan Transportasi (KNKT), Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan bahwa penyebab KRL anjlok di perlintasan Kebon Pedes, Tanah Sereal, Bogor akibat faktor internal.

“KRL sudah selesai dan sudah beroperasi, kita turunkan tim dan KNKT telusuri penyebabnya. Dari hasil penelitian tidak ada penyebab eksternal, baru internal,” ungkap Budi Karya seusai menghadiri acara Seminar Nasional Himpuni di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/3/2019). (Baca: Penyebab Pasti Kereta Anjlok di Kebon Pedes, KCI Tunggu Investigasi KNKT)

Namun demikian, Menhub tidak menjelaskan secara detail penyebab internal tergulingnya KRL KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor. Pihaknya menyatakan, saat ini proses investigasi masih dilakukan oleh timnya bersama KNKT.

Baca Juga:

Seperti diketahui, kecelakaan KRL yang terjadi di perlintasan Kebon Pedes, Minggu (10/3/2019) telah menyebabkan tiga gerbong rangkaian KRL keluar dari rel perlintasan. Akibatnya, sebanyak 19 orang penumpang menjadi korban luka.

Peristiwa itu juga mengakibatkan perjalanan KRL Jakarta-Bogor terganggu. Namun Perjalanan KRL kembali normal pada Senin 11 Maret 2019.

(ysw)

Mulai Uji Coba, Anies Janji Berangkat dan Pulang Kerja Naik MRT

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjajal kereta MRT. Foto: dok/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – PT MRT Jakarta melakukan uji coba publik Moda Raya Transportasi (MRT) Selasa (12/3/2019). Uji coba publik ini berlangsung hingga 12 hari kemudian atau hingga 24 Maret 2019.

Gubernur DKI Jakarta mengaku akan menggunakan transportasi umum tersebut menuju tempat kerja dan sebaliknya. Namun, besaran tarif MRT belum bisa disampaikan saat ini. (Baca: 12 Maret, MRT SIap Beroperasi untuk Masyarakat Umum)

“Saya akan mulai menggunakan MRT untuk berangkat dan pulang kerja,” ujar Anies saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga:

Dia menuturkan, besaran tarif MRT masih menunggu pembahasaan dari DPRD DKI Jakarta. Pembahasannya dilakukan hari ini.

Sementara proses tahap final mengenai izin sudah memasuki fase akhir. “Tarif MRT tunggu final dari dewan,” tuturnya. (Baca juga: Tarif MRT Jakarta Diusulkan Paling Mahal Rp12.800, Paling Murah Rp2.200)

Beragam fasilitas disajikan PT MRT Jakarta untuk memanjakan para penumpang. Fasilitas ini diharapkan mempercepat proses pengalihan kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Berbagai fasilitas itu, eskalator, musala, pendingin udara atau air conditioner (AC) serta serangkaian perangkat teknologi digital disematkan di tubuh Ratangga, sebutan untuk nama MRT ibu kota ini.

(ysw)

Bersembunyi di Apartemen, 4 Pembobol ATM Diringkus

loading…

JAKARTA – Polres Jakarta Selatan menangkap empat pelaku pembobol ATM di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dipersembunyiannya di sebuah apartemen di Tangerang. Dalam aksinya, para pelaku berhasil membobol ATM dan menguras isinya hingga belasan juta rupiah.

Kasat Reskrim Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengatakan, keempat yang ditangkap adalah ND (34), HS (40), MI (40), dan JR (30). Mereka beraksi dengan cara mengganjal lobang kartu mesin ATM di sebuah minimarket di kawasan Kebayoran Lama. (Baca: Waspada Pembobol ATM, Begini Cara Pelaku Memperdaya Korbannya)

“Jadi ketika kartu korbannya tersangkut, salah satu pelaku kemudian menawarkan bantuan. Saat itu dia menukar kartu atmnya dengan kartu yang telah mereka siapkan, tersangka lainnya mengintip nomor pin dari korban,” katanya kepada wartawan di Mapolres Jaksel, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga:

Menurut para komplotan pembobol ATM itu memiliki peran masing-masing saat mengelabui korbannya. Korban mengalami kerugian belasan juta rupiah yang ada di rekeningnya. (Baca juga: Tiga Orang Komplotan Pembobol Mesin ATM Ditangkap)

“Sementara ini, korbannya baru satu yang melapor, nanti akan kita dalami lagi,” kata Andi. Seluruh hasil membobol ATM tersebut dipakai para tersangka untuk kepentingan pribadi.

Salah satu pelaku ND yang berperan mengganjal ATM mengaku selalu memilih lokasi yang sepi. “Saya ganjal pakai tusuk gigi atau korek, jadi waktu nanti pas gak bisa dimasukin temen saya yang coba bantu,” katanya.
Menurutnya hasil dari pembobolan itu kemudian dibagi rata. Seluruh hasilnya digunakan untuk kebutuhan pribadi masing-masing pelaku.

(ysw)

Kurangi Polusi Udara, Pemkot Jakbar Gencarkan Uji Emisi Kendaraan

loading…

JAKARTA – Upaya untuk mengurangi polusi kendaraan terus dilakukan Pemkot Jakarta Barat. Salah satunya melalui uji emisi kendaraan.

Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Efendi mengatakan, pihaknya tengah menggencarkan uji emisi kendaraan. Tiga ribu kendaraan ditargetkan diukur dalam dua hari.

“Pertama tama kita coba dengan kendaraan operasional kita, terus pegawai, angkutan umum, kemudian masyarakat,” ujar Rustam kepada KORAN SINDO, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga:

Berdasarkan catatan Greenpeace, Jakarta termasuk kota dengan polusi udara tertinggi tahun 2018 se Asia Tenggara. Selain Jakarta, ada juga Hanoi yang merupakan ibu kota Vietnam.

Uji emisi dilakukan mulai hari ini hingga Kamis lusa. “Kami menargetkan sebanyak 3.000 kendaraan. Ada enam titik di Jakbar,” lanjut Rustam.

Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edy Mulyanto, menambahkan, banyaknya pengguna kendaraan motor berimbas polusi udara yang tinggi. Ambang batas karbon monoksida (CO) terlihat.

“Jadi semakin banyak CO di bumi maka kadar O2 semakin menurun, terlebih CO merupakan zat yang sangat berbahaya bagi makhluk yang ada di bumi,” jelas Edy.

Dalam tiga hari ini pihaknya akan menguji 297 truk milik Sudin Lingkungan Hidup Jakbar . Setelah itu akan dibuka ke sejumlah pusat perbelanjaan mulai dari pukul 8 pagi hingga jam 3 sore.

“Untuk lokasi ada tiga tempat. Hari pertama akan dilakukan di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Mall Puri, dan Daan Mogot Mall. Berikutnya, dilaksanakan di halaman CNI Puri Ayu Kecamatan Kembangan deket tol. Kemudian hari kedua di depan Mall Taman Anggrek, Grogol Petamburan serta di toko merah, Kali Besar, Tamansari,” terangnya.

Terombang-ambing di Lautan, Enam ABK Kapal Terbakar Berhasil Selamat

loading…

Tim SAR mengevakuasi korban kapal terbakar di Kepulauan Seribu, Selasa (12/3/2019). Foto: Ist

JAKARTA – Sebanyak enam orang dari 14 anak buah Kapal Riki Baru berhasil selamat ketika kapal yang mereka bawa meledak di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Keenam ABK itu selamat setelah melompat dari kapal di detik-detik kapal terbakar.

Setelah loncat, mereka kemudian terombang-ambing di lautan selama beberapa jam sebelum akhirnya Ditpolair Baharkam Polri menemukannya di Timur Laut Pulau Paniki, Kepulauan Seribu. (Baca juga: Kapal Terbakar di Kepulauan Seribu, Tiga Orang Tewas Terpanggang)

Kasubdit Patroli Air Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Kombes Makhruzi Rahman, mengatakan, pihaknya langsung bergerak melakukan pencarian tidak lama setelah mendapat informasi terbakarnya kapal tadi malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Baca Juga:

“Alhamdulillah kami menemukan enam ABK yang kami cari melalui kegiatan SAR, ketemunya tadi pagi jam 7. Dari mulai jam 12 malam kita berangkat dari Tanjung Priok. Ketemu di Timur Laut Pulau Paniki,” ujarnya, Selasa (12/3/2019). (Baca juga: Kapal Terbakar di Perairan Kepulauan Seribu Akibat Kerusakan Mesin)

Makhruzi menceritakan, pada saat proses pencarian pihaknya menemukan satu kelompok yang terdiri atas lima orang ABK. Sementara satu orang ABK lainnya terpencar sebelum akhirnya berhasil ditemukan.

“Ditemukannya kurang lebih sekitar 21 mil dari lokasi kebakaran. Mereka semua ini berenang-renang. Dari mulai jam 12 malam kita berangkat, jam 7 pagi tadi baru ketemu,” ungkap Makhruzi. (Baca juga: Kapal Terbakar di Kepulauan Seribu, 19 Penumpang Berhasil Selamat)

Sementara itu, sebagian dari total 14 ABK yang berhasil selamat dievakuasi dengan menggunakan kapal milik Basarnas. Selanjutnya seluruh korban selamat dan tiga korban tewas dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Yang korban lainnya itu diangkut oleh kapal Basarnas. Kemudian korban semuanya akan kami kirim ke RS Polri Kramat Jati. Kami lakukan pemeriksaan kesehatan, nanti kalau dinyatakan sudah aman kemudian bisa pulang,” pungkasnya

(thm)

RSUD Jatisampurna Mulai Layani Warga

loading…

RSUD Jatisampurna Mulai Layani Warga. (Koran SINDO. Abdullah M Surjaya).

BEKASI – Selain Mal Pelayanan Publik (MPP) di Plaza Cibubur, Kota Bekasi juga meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jatisampurna di Jalan Kranggan, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.

Rumah sakit tipe D ini sudah mulai bisa dinikmati warga selatan Kota Bekasi mulai Senin (11/3). Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Reny Hendrawati mengatakan, rumah sakit ini diresmikan untuk menjawab kebutuhan warga Bekasi yang berada di selatan. Warga bisa datang berobat dengan menggunakan Kartu Sehat (KS) berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Warga Kota Bekasi bisa berobat gratis dengan KS. Setelah RS Tipe D Jatisam purna, Pemerintah Kota Bekasi menargetkan tambahan tiga RS Tipe D, dua di antara nya ditargetkan bisa mulai beroperasi tahun ini, yakni RS Tipe D Pondok Gede dan RS Tipe D Bantargebang. Khusus Bantargebang dibantu oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata Reny Hendrawati.

Baca Juga:

Ada pun RS Tipe D Pondok Gede masih butuh perluasan lahan. Sementara satu RS tipe D lainnya akan dibangun di sekitar Kecamatan Bekasi Barat-Medan Satria untuk meng-cover dua warga di wilayah tersebut. Bahkan, nantinya bentuk fisik tiga RS Tipe D lain bisa mencontoh ke RS Tipe D Jatisampurna.

Namun, RS Tipe D Jatisampurna telah menyempurnakan beberapa hal, antara lain, penambahan kamar mayat serta prasarana yang harus dapat diakses kaum disabilitas. Untuk memaksimalkan pelayan an rumah sakit pelat merah itu, peme rintah akan menggelontorkan anggaran untuk kebutuhan fasilitas dan layanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati menyebutkan, RS Tipe D Jatisampurna hadir dengan kapasitas tampung 50 pasien rawat inap. Selain instalasi rawat inap, RS juga dilengkapi ruang gawat darurat, ICU, NICU, poliklinik rawat jalan, serta layanan empat spesialisasi, yakni kebidanan, anak, bedah, dan penyakit dalam. Ada juga instalasi farmasi, radiologi, juga poli gigi.

“Pengadaan alat kesehatan sudah 60%, furnitur sudah terpenuhi semua, personel juga, tinggal direktur RS yang hingga kini masih proses seleksi. Tapi, mulai Senin sudah mulai bisa melayani warga Bekasi yang ingin berobat,” kata Tanti.

Tanti menjelaskan, pihaknya sedang menyiapkan peralatan kesehatan berikut meubelernya. Karena itu, mulai tahun depan ditargetkan tiga dari empat RSUD tipe D yang dibangun sejak tahun lalu sudah bisa dioperasikan.”Satu RSUD tipe D di Bekasi Utara belum bisa beroperasi karena pembangunan belum rampung,” kata dia.

Sesuai dengan peraturan menteri kesehatan, satu rumah sakit tipe D minimal membutuhkan 100 orang pegawai berbagai profesi mulai dokter, bidan, perawat, sampai dengan apoteker. Ada empat la yan an dokter spesialis yang juga wajib ada di rumah sakit umum tipe D, yaitu spesialis penyakit dalam, anak, bedah, serta obstetri dan ginekologi.

“Untuk menyiasati sementara, kami akan melakukan efisiensi pegawai di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas),” ujar dia. (Abdullah M Surjaya)

(nfl)

Uji Coba MRT Hari Pertama, Begini Pengalaman Menaiki si Ratangga

loading…

Masyarakat Jakarta mulai hari ini, Selasa (12/3/2019), bisa mencoba MRT. Foto-Foto: SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Masyarakat Jakarta mulai hari ini, Selasa (12/3/2019), bisa mencoba Moda Raya Terpadu (MRT) yang akan diuji publik hingga 23 Maret 2019 mendatang. Total kuota yang disediakan bagi peserta uji publik MRT Jakarta ini mencapai 285.600 selama masa uji coba.

MRT sudah beroperasi dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Lebak Bulus. Beragam fasilitas disediakan PT MRT Jakarta. Tujuannya untuk memanjakan penumpang sehingga dapat secepatnya mengalihkan kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi ke moda transportasi massal.

Uji Coba MRT Hari Pertama, Begini Pengalaman Menaiki si Ratangga

Baca Juga:

Sederet fasilitas yang disediakan MRT antara lain eskalator, musala, pendingin udara atau air conditioner (AC), serta serangkaian perangkat teknologi digital disematkan di tubuh Ratangga, sebutan nama untuk MRT ibu kota ini.

Memasuki Stasiun Bundaran HI, warga langsung dihadapkan fasilitas eskalator untuk menuruni area tersebut. Para petugas telah bersiap menyambut warga dengan penuh senyuman.

Uji Coba MRT Hari Pertama, Begini Pengalaman Menaiki si Ratangga

Ketika memasuki Stasiun Bundaran HI, pendingin ruangan atau air conditioner (AC) sudah memanjakan warga untuk tetap nyaman menggunakan transportasi MRT. Tak hanya itu, toilet dan musala pun tersedia agar warga tetap menjalankan kewajibannya beribadah.

Ketika memasuki ke dalam kereta Ratangga, citra kereta modern langsung terlihat. Salah satu buktinya adalah papan pengumuman yang sudah digital.

Aspek lainnya yang hanya bisa dirasakan dari Ratangga adalah lajunya yang terasa halus alias smooth. Tak ada suara ‘jeglag jeglug’ seperti kereta api pada umumnya. Pendingin kereta pun terasa sangat sejuk, bangku-bangku dalam kereta pun cukup empuk walau terbuat dari plastik.

Kapal Terbakar di Perairan Kepulauan Seribu Akibat Kerusakan Mesin

loading…

JAKARTAKebakaran kapal nelayan yang menewaskan tiga Anak Buah Kapal (ABK) dan menghilangkan satu ABK di Perairan Kepulauan Seribu diduga akibat ledakan dari radiator kapal.

Dirpolair Baharkam Polri, Brigjen Latif mengatakan, kapal nelayan yang terbakar tersebut diketahui berangkat dari Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara sejak 16 Februari 2019. Kemudian kembali karena mengalami kerusakan mesin.

“Kembali karena kerusakan mesin. Tanggal 11 Maret dari fishing ground ke Muara Baru mengalami kebakaran sekitar pukul 19.00 WIB,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/3/2019). (Baca: Kapal Terbakar di Kepulauan Seribu, Tiga Orang Tewas Terpanggang)

Baca Juga:

Menurutnya, ada 18 ABK dalam kapal tersebut, tiga ABK diketahui tewas akibat kejadian itu. Sedangkan 14 ABK lain berhasil selamat berkat pertolongan kapal nelayan yang melintas. “Kebakaran diduga karena radiator meledak,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah kapal nelayan kembali mengalami kebakaran di Kepulauan Seribu. Sebuah kapal nelayan penangkap cumi-cumi itu terbakar Senin 11 Maret 2019 malam.

Dalam peristiwa itu, tiga anak buah kapal (ABK) meninggal dunia dan 14 ABK lainnya selamat. Sementara ini satu ABK yang hilang dalam kebakaran itu masih dicari petugas.

(ysw)

2020 Alun-alun Terbesar Dekat Stasiun Bogor Mulai Dibangun

loading…

2020 Alun-alun Terbesar Dekat Stasiun Bogor Mulai Dibangun. (Istimewa).

BOGOR – Rencana proyek pembangunan alun-alun terbesar yang letaknya bersebelahan dengan Stasiun Bogor, tepatnya di Taman Topi, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor, akan dibangun pada tahun 2020 mendatang.

Proyek tersebut hingga saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian desain. “Ya, kami sudah konsultasikan dengan Pak Gubernur dan Pak Gubernur menyerahkan sepenuhnya terkait desainnya kepada Pemkot Bogor,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, kemarin.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor Agus Gunawan mengatakan, pihaknya sengaja merancang Taman Topi sebagai alun-alun karena sudah masuk perencanaan pembangunan.

Baca Juga:

“Taman Topi akan dibangun alun-alun yang anggarannya dari provinsi,” kata dia. Menurut Agus, Taman Topi dipilih untuk dibangun menjadi alun-alun Kota Bogor lantaran lahannya cukup luas dan letaknya sangat strategis, tepat di pusat Kota Bogor. “Insya Allah target tahun ini Detail Engineering Desain (DED) selesai, kemudian pembangunan fisik rencananya tahun 2020 dimulai,” ujar dia.

Agus mengatakan, jika anggarannya mencukupi, pada 2020 mendatang bisa rampung. “Tapi, kalau DED-nya besar, pembangunannya akan dibagi dua tahap, yakni 2020 dan 2021. Jadi, untuk alunalun kota ini kami lihat DED dulu,” ucap dia.

Menurut Agus, konsep pembangunan alun-alun yang sudah direncanakan ini tahapannya saat ini masih dibahas antaran Pemkot dan Pemprov Jabar.
“Sebetulnya, pemkot sendiri telah merencanakan Taman Topi untuk direvitalisasi menjadi kawasan terintegrasi sebelum ada wacana alun-alun dari provinsi mengemuka. Nah kami sudah membuat perencanaan buat penataan, yaitu memadukan antara sejumlah bangunan-bangunan di sekitar Taman Topi itu, yakni Stasiun Bogor dan Masjid Agung,” jelas dia.

Namun, karena Pemprov Jabar memiliki konsep sendiri tentang pembangunan di taman yang memiliki luas 1,7 hektare tersebut, nantinya akan dibuat hamparan lapangan rumput seperti alun-alun di Yogyakarta.

“Konsep yang dimiliki pemprov tersebut diharapkan bisa dikolaborasikan dengan konsep yang telah direncanakan pemkot sejak jauh hari. Menurut mereka, yang namanya alun-alun seperti lapangan terbuka,” tandas Agus. (Haryudi)

(nfl)

Kapal Terbakar di Kepulauan Seribu, Tiga Orang Tewas Terpanggang

loading…

Kapal kembali terbakar di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Kapal kembali terbakar di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Kali ini sebuah kapal pencari cumi, KM Riki Baru, terbakar hebat, Senin (11/3/2019) malam.

Kejadian itu membuat tiga orang tewas karena gagal menyelamatkan diri. Belum diketahui pasti pemicu kapal terbakar.

Dirpolair Baharkam Polri, Brigjen Pol Latif, mengatakan, informasi awal didapat menjelang malam hari. Kala itu petugas langsung melakukan evakuasi dan menyelamatkan 14 orang dan tiga jenazah.

Baca Juga:

“Satu orang dinyatakan hilang. Kami masih melakukan pencarian,” ujar Latief, Selasa (12/3/2019). (Baca juga: Kapal Terbakar di Kepulauan Seribu, 19 Penumpang Berhasil Selamat)

Tiga jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Mereka langsung diautopsi dan pencocokan DNA keluarga. “Pihak keluarganya langsung dikontak,” sebut Latief. (Baca juga: Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Muara Baru)

Hingga saat ini proses evakuasi bangkai kapal masih dilakukan. Rencananya kapal itu akan di bawah ke Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sementara untuk memastikan penyebab kebakaran, Unit Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri akan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dugaan sementara, kebakaran bersumber dari radiator yang meledak. “Kepastiannya nanti setelah hasil lab keluar,” tutupnya.

(thm)

Bapenda Tangerang Terapkan Sistem Online dan Penghapusan Denda

loading…

Bapenda Tangerang Terapkan Sistem Online dan Penghapusan Denda. (Istimewa).

TANGERANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan pelayanan online untuk pembayaran pajak.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menjelaskan, pembangunan di Kota Tangerang berasal dari pajak masyarakat. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk ikut memantau pembangunan yang ada. “Pembangunan yang dilakukan pemkot hasil dari pembayaran pajak. Masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya dan memonitori pembangunannya,” katanya.

Saat ini Pemkot Tangerang terus melakukan berbagai terobosan untuk memenuhi target pajak. Banyak kemudahan yang diberikan kepada masyarakat Kota Tangerang untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak.

Baca Juga:

Salah satu yang dilakukan pemkot, yakni wajib pajak (WP) bisa mencetak Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) secara mandiri melalui tempat yang ditentukan. Kepala Bapenda Kota Tangerang Herman Suwarman menambahkan, pihaknya terus melakukan inovasi dengan harapan memberikan dampak positif terhadap pelayanan dan pendapatan daerah.

Diakuinya, perkembangan teknologi dan informasi dalam mewujudkan pelayanan yang cepat menjadi prioritas terutama kepada wajib pajak sehingga warga terbantu dengan kemudahannya. “Kami juga akan menghapuskan sanksi administratif (denda) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perkotaan dan Perdesaan (P2) bagi warga Kota Tangerang,” katanya.

Penghapusan denda, kata dia, dilaksanakan dalam menyambut hari jadi Kota Tangerang ke-26 yang jatuh pada 28 Februari 2019. Dia berharap program ini bisa dimanfaatkan masyarakat sebaikbaiknya. “Khusus diulang tahun kali ini (2019), kami punya program penghapusan denda atau sanksi administratif bagi wajib pajak yang menunggak PBB. Penghapusan denda administratif ini efektif berlaku dari tanggal 1 Februari-31 Maret 2019,” tuturnya.

Penghapusan denda, kata Herman, diharapkan bisa menggenjot pendapatan pajak di Kota Tangerang dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Kami berharap program hari jadi Kota Tangerang bisa merangsang masyarakat untuk sadar membayar pajak, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan. Karena dengan membayar pajak, kita telah berkontribusi langsung dalam pembangunan kota,” ujarnya.

Herman mengatakan, saat ini pendapatan daerah dari sektor pajak khususnya PBB terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun hingga mencapai miliaran rupiah. “Tahun lalu ditargetkan Rp371 miliar. Alhamdulillah, terealisasi Rp392 miliar lebih. Tahun 2019 ini targetnya Rp425 miliar. Mudah-mudahan dengan adanya program penghapusan administrasi pajak ini target tersebut terpenuhi,” katanya.

Untuk menggenjot pendapatan daerah dari sektor PBB, pemkot juga bekerja sama dengan BJB, Alfamart, Indomart, dan Kantor Pos, sehingga, asyarakat bisa langsung membayar pajaknya di tempat tersebut. “Dengan demikian, masyarakat tidak harus datang ke kantor kami, karena bisa langsung membayar pajak di BJB atau di Alfamart, Indomart, dan Kantor Pos,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Bapenda Kota Tangerang M Arifin mengatakan, pelayanan tersebut tentu sangat memudahkan masyarakat wajib pajak yang berada di luar Kota.

Dengan begitu, mendorong WP membayar kewajibannya sesuai jatuh tempo yang telah ditentukan. “Kami sedang merencanakan SPPT bisa dicetak sendiri oleh wajib pajak sehingga sangat memudahkan. Meskipun WP berada di luar Kota Tangerang, tetap bisa memenuhi kewajibannya,” kata dia.

Adapun mekanisme dari program tersebut, kata dia, WP bisa mengirim Nomor Objek Pajak (NOP) melalui surat elektronik ke Bapenda. Kemudian akan dikirimi pasword sehingga tidak disalahgunakan orang lain. “Jadi, nanti SPPT-nya akan diberi barcode. Sebagai bukti pengesahan pengganti tanda tangan dan dapat dibayarkan melalui bank. Bapenda juga telah menerapkan SIPBAR dalam penyebaran SPPT,” katanya. (Hasan Kurniawan)

(nfl)

Kapal Terbakar di Kepulauan Seribu, Satu ABK Hilang Masih Dicari

loading…

Ilustrasi pencarian korban kapal terbakar di perairan Kepulauan Seribu. Foto: dok/SINDOnews/Yorri Farli

JAKARTA – Polisi masih mencari seorang anak buah kapal (ABK) yang hilang dalam kebakaran kapal nelayan disekitar Pulau Peniki, Kepulauan Seribu.

Dirpolair Baharkam Polri Brigjen Latif mengatakan, hingga kini pihaknya masih mencari satu orang ABK kapal nelayan yang terbakar di sekitar Pulau Peniki perairan Kepulauan Seribu. (Baca: Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Muara Baru)

Latif menjelaskan kalau satu ABK itu hilang pasca kejadian. “Satu masih dalam pencarian,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, ada 18 ABK dalam kapal tersebut, tiga ABK diketahui tewas akibat kejadian itu. Sedangkan 14 orang ABK lainnya berhasil diselamatkan.

“Jumlah kru 18 orang. Tiga meninggal 14 selamat, satu masih dalam pencarian,” katanya. (Baca juga: Kapal Terbakar di Kepulauan Seribu, Tiga Orang Tewas Terpanggang)

Adapun kapal tersebut diketahui kapal penangkap cumi. Hingga kini satu ABK yang hilang masih terus dilakukan pencarian.

(ysw)

Ditahan di Rutan Polda Metro, Zul Zivilia Kini Lebih Rajin Beribadah

loading…

Vokalis grup band Zivilia, Zulkifli alias Zul. Foto: Okezone/Dok

JAKARTA – Vokalis grup band Zivilia, Zulkifli alias Zul, diciduk karena menjadi pengedar narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi. Zul Zivilia saat ini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya sembari menanti kasusnya dilakukan pemberkasan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, sejauh ini kondisi kesehatan Zul Zivilia baik-baik saja. Fisiknya pun normal, tidak ada perubahan apa-apa. Selama di tahanan, Zul Zivilia beraktivitas sebagaimana tahanan pada umumnya.

Perubahan mendasar, vokalis grup band yang hits dengan lagunya berjudul “Aishiteru (menunggu)” itu saat ini lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. “Kegiatan agamanya dia lebih rajin, dan beraktivitas di dalam tahanan seperti biasa,” ujar Argo kepada wartawan, Selasa (12/3/2019). (Baca juga: Total Sabu Milik Zul Zivilia Dkk Capai 50,6 Kg, Hukuman Mati Menanti)

Baca Juga:

Namun selama berada di Rutan Polda Metro Jaya, Zul Zivilia hingga hari ini belum dijenguk oleh pihak keluarga. Namun memang, saat pertama kali dilakukan penangkapan, Zul sempat bertemu dengan istrinya. (Baca juga: Masuk Jaringan Narkoba, Zul Zivilia: Ini Sudah Jalan Hidup Saya)

“Belum ada keluarga yang menengok ya, tapi saat dilakukan penangkapan, istrinya sempat ketemu, karena kita memberikan surat-surat administrasi penyidikan untuk istrinya, tembusan istrinya gitu,” pungkasnya.

Diketahui, penangkapan Zul Zivilia diketahui setelah dia mendadak hilang. Saat ditangkap, Zul Zivilia memiliki jadwal manggung di Lapangan Merdeka Kota Watampone, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 2 Maret 2019 lalu. Teman satu bandnya pun tidak tahu ke mana Zul Zivilia saat itu.

(thm)

Sadis! ART di Tangsel Aniaya Bayinya yang Baru Dilahirkan hingga Tewas

loading…

TANGERANG SELATAN – Polres Tangerang Selatan (Tangsel) kembali mengungkap kasus pembunuhan bayi sadis dari hasil hubungan gelap yang dilakukan asisten rumah tangga (ART). Kali ini pelakunya seorang remaja berinisial R, kelahiran Sukabumi, 20 Januari 2001.

Pelaku selama ini bekerja sebagai ART di Perumahan Urbana Place, Sawah Baru, Ciputat, Tangsel. Berdasarkan pemeriksaan polisi diketahui pembunuhan keji itu dilakukan R tak lama setelah si bayi lahir. Janin yang telah berusia 9 bulan itu dilahirkan R dengan cara normal seorang diri, lalu dianiaya hingga tewas.

Kasus ini bermula saat Irfan Azhar, petugas kebersihan yang biasa bekerja di kawasan perumahan itu mengangkut sampah di salah satu rumah di Blok E 36. Saat itu ada tiga kantung plastik yang diangkutnya dari tong sampah. (Baca juga: ART di Tangsel Bekap Bayi yang Baru Dilahirkannya hingga Tewas)

Baca Juga:

Seperti biasa, sampah selanjutkan dimasukkan ke bak truk sampah. Rekan Irfan yang berada di truk sampah bernama Enjang Suherman kemudian memeriksa dan memilah-milah sampah satu per satu.Saat sampah sedang diperiksa, pada plastik merah terdapat darah. Awalnya, Enjang menduga darah tersebut merupakan darah kucing mati, karena kecelakaan, lalu dimasukkan ke dalam plastik dan dibuang.

“Setelah dilihat dalamnya, ternyata ada mayat bayi baru dilahirkan. Ada banyak luka di tubuhnya. Sepertinya mati karena dianiaya, di kepala dan badan,” ujar Irfan kepada wartawan, Selasa (12/3/2019). (Baca juga: Tega, Ibu Muda Tusuk Balita 3 Tahun hingga Tewas)

Peristiwa ini kemudian mereka laporkan kepada pemilik rumah bernama Donny Mohanda Bachtiar. Selanjutnya langsung dilaporkan kepada sekuriti perumahan dan dilanjutkan ke petugas Unit PPA Polres Tangsel.

Kepala Unit PPA Polres Tangsel Iptu Sumiran mengatakan, pihaknya langsung ke lokasi dan melakukan pemeriksaan kepada mayat bayi laki-laki itu.”Berdasarkan hasil autopsi, pada bayi itu ditemukan tanda-tanda mati lemas. Selanjutnya ditemukan luka-luka memar pada bibir bawah sisi kiri, serta memar pada belakang kepala,” sebut Sumiran.

Menurut Sumiran, ciri-ciri pada luka tersebut mirip dengan ciri luka pada kasus pembekapan. Kemudian, pada bagian leher kanan ditemukan resapan darah pada otot leher. “Diduga, bayi malang itu tewas dengan cara dibekap dan dicekik, tidak lama setelah dilahirkan oleh ibunya. Pelaku merupakan ibunya sendiri,” pungkas Sumiran.

(thm)

Kebakaran Pasar Blok A, Polisi Periksa 10 Saksi

loading…

Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan dan menyisir sisa kebakaran di Tempat Penampungan Sementara Pasar Blok A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019). Foto/Dok/SINDOphoto

JAKARTA – Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab kebakaran di Pasar Blok A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu. Sejauh ini sudah ada 10 orang saksi yang diperiksa polisi.

“Kebakaran di Pasar Blok A masih diselidiki Polres Jaksel. Sejauh ini 10 saksi sudah diperiksa,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono pada wartawan, Selasa (12/3/2019).

Para saksi yang sudah diperiksa itu merupakan orang yang mengetahui asal api pertama kali. Begitu juga dengan saksi yang mekakukan evakuasi barang-barang dan orang lain yang ada di dalam pasar tersebut saat kejadian.

Baca Juga:

Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kebakaran yang menghanguskan ratusan kios pedagang tersebut. Hanya saja, hasilnya masih belum diketahui karena masih diteliti lebih lanjut oleh Puslabfor Mabes Polri.

“Kemarin Labfor sudah olah TKP dengan Inafis dan sampai saat ini belum dapatkan hasil. Jadi kami masih menunggu hasil Labfor Mabes Polri. Kalau sudah ada nanti kami sampaikan penyebab kebakarannya,” ucapnya.

Diketahui, kebakaran yang terjadi di Pasar Blok A itu menghanguskan 414 kios pedagang. Dalam kebakaran tersebut tidak tak ada korban luka, namun banyak korban yang mengalami kerugian materil.

(thm)

Realisasi Konsep TOD Stasiun Bogor Dinantikan

loading…

Realisasi Konsep TOD Stasiun Bogor Dinantikan. (Istimewa).

BOGOR – Upaya pemerintah pusat melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menata kota dengan membangun kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Bogor sangat dinantikan masyarakat dan investor yang ingin menanamkan modal di sekitar kawasan stasiun.

Meski tak terlihat ada tanda-tanda dimulainya proyek pembangunan TOD di dalam Stasiun Bogor, di luar area stasiun sudah ada beberapa pengembang yang berani menanamkan modalnya untuk membangun sejenis hunian vertikal. Di luar kawasan stasiun, Grand Central Bogor Apartement milik PT Cowell Development Tbk yang baru mengantongi izin akhir tahun lalu, sudah memasarkan unitnya meski belum ada pembangunan fisiknya.

“Sejak November 2018 setelah izin keluar hingga saat ini (Maret 2019), kami sudah memasarkan unitnya. Saat ini yang sudah memesan melalui Nomor Urut Pemesanan (NUP) sebanyak 250 unit,” kata Sales Marketing Grand Central Bogor Apartement Irma Nusanti, di Bogor, Senin (11/03).

Baca Juga:

Menurut Irman, masyarakat sangat antusias untuk memiliki apartemen di pusat kota ini, karena lokasi dan aksesibilitas. “Iya, yang kami jual itu lokasi apartemen ini sangat dekat dengan stasiun, hanya dibatasi Jalan Mayor Oking. Bahkan, apartemen kami ini sesuai dengan program pemkot dalam membangun pedestrian. Karena, Jalan Mayor Oking di depan apartemen kami ini nantinya tidak ada lagi mobil atau motor yang melintas atau parkir, khusus penghuni saja,” jelas dia.

Tak hanya itu, pihaknya optimistis bisa menjual apartemen yang dipasarkan. Selain dekat Stasiun Bogor, juga karena pemerintah pusat akan membangun TOD di dalamnya. “Sebelum ground breaking nanti, dalam waktu dekat, tepatnya bulan ini, kami akan launching dan pada 2023 akan toping up serta serah terima kunci,” kata dia.

Sementara itu, TOD Stasiun Bogor yang sudah ditandatangani antar- Kementerian BUMN dan Pemkot Bogor 2017 lalu rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 15 hektare dengan nilai investasi kurang lebih Rp1,6 triliun. Selain ruang parkir kendaraan, di areal tersebut akan dibangun sekitar 1.500 unit rumah susun untuk masyarakat berpenghasilan rendah sampai menengah.

“Kami mau revitalisasi Stasiun Bogor, termasuk untuk TOD-nya. Tapi, izinnya belum keluar. Kami sudah tunggu dari tahun lalu masalah izin ini,” kata Menteri BUMN Rini Sumarno, pada akhir tahun 2018 lalu. Konsep TOD merupakan kawasan terintegrasi.

Di dalamnya terdapat pusat perkantoran, hotel, convenience store , toko busana, ATM, kafetaria, hingga tempat tinggal murah yang dibangu dekat dengan KRL Commuter Line Jakarta-Bogor. TOD sudah dipakai oleh banyak negara maju di dunia, misalnya, Hong Kong. Dibangunnya TOD ini diyakini dapat memperbaiki tata kelola perkotaan dan kemacetan di Kota Hujan bisa terurai.

Pembangunan TOD Stasiun Bogor akan dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan didukung Pemkot Bogor.Namun demikian, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor Deny Mulyadi, saat dikonfirmasi, mengaku pihaknya belum mengeluarkan izin TOD di area Stasiun Bogor. Namun, kalau apartemen di sekitar Stasiun Bogor, sudah.

Wanita Muda yang Lompat dari Apartemen di Depok Dipastikan Bunuh Diri

loading…

DEPOK – Perempuan muda yang tewas setelah terjun bebas dari lantai 3 sebuah apartemen di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, pada Senin (11/03/2019) malam, dipastikan korban bunuh diri. Perempuan bernama Reni Novita Dewi (23), warga Kampung Pabuaran RT 05/RW 08, Desa Pabuaran, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, itu diduga depresi.

“Hal itu dari hasil fakta di lokasi, dimana di unit 1719 itu ditemukan kursi merah yang diduga digunakan korban untuk memanjat pagar apartemen lalu melompat,” ujar Paur Humas Polresta Depok Ipda I Made Budi saat dihubungi Okezone, Selasa (12/3/2019). (Baca juga: Perempuan Muda Terjun Bebas dari Lantai 3 Apartemen di Depok)

Selain itu, fakta-fakta lain di lapangan diketahui bahwa korban baru menyewa unit 1719 hari itu. Korban juga sendirian di kamar unit 1719 tersebut. Berdasarkan keterangan dari akun Instagram korban di handphone, diketahui korban seperti sedang depresi. Sebab ditemukan kata-kata ingin bunuh diri di akun Instagramnya.

“Ada beberapa saksi yang sudah kami periksa. Dari keterangan mereka, dia sendirian di kamar itu. Hal ini diperkuat oleh rekaman CCTV di teras lantai 1 apartemen yang sudah kami cek. Jadi kami sudah bisa pastikan bahwa korban meninggal bunuh diri,” jelasnya. (Baca juga: Terjun Bebas dari Lantai 3 PIM, Nyawa Agustos Tak Bisa Diselamatkan)

Baca Juga:

Dari identifikasi polisi, korban luka di bagian pinggul sebelah kanan mengenai batas taman lantai 1 apartemen dengan posisi terlentang. Luka tersebut terjadi lantaran benturan keras yang dialami korban karena jatuh dari ketinggian.

(thm)

Perempuan Muda Terjun Bebas dari Lantai 3 Apartemen di Depok

loading…

DEPOK – Seorang perempuan muda bernama Reni Novita Dewi (23), ditemukan tewas bersimbah darah setelah terjun bebas dari lantai 3 sebuah apartemen di Jalan Margonda Raya, Kota Depok. Polisi masih menyelidiki penyebab korban jatuh dari apartemen itu.

Kejadian ini berlangsung pada Senin (11/03/2019) malam. Perempuan berjilbab pink mengenakan celana jeans biru dan jaket merah itu diketahui warga Kampung Pabuaran, RT 05/RW 08 Desa Pabuaran, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.

Saksi bernama Dita mengatakan, saat sedang istirahat santai di bangku dekat kolam renang, seketika ia mendengar sesuatu terjatuh dari atas dengan bunyi keras. Ketika dilihat ternyata sosok orang. Sontak dirinya memberitahukan kepada sekuriti atas nama Dores.

Baca Juga:

“Saya dengar suara keras saat sedang santai di bangku kolam renang saya liat ternyata orang,” ujarnya. (Baca juga: Terjun Bebas dari Lantai 3 PIM, Nyawa Agustos Tak Bisa Diselamatkan)

Setelah melapor ke petugas keamanan, kemudian diteruskan ke Polsek Beji. Polisi yang tiba di lokasi kemudian melakukan olah TKP dipimpin langsung Wakapolresta Depok AKBP Arya Pradana. (Baca juga: Tubuh Hancur, Pembersih Kaca Terjun Bebas dari Lantai 26 Apartemen)

Hasilnya, polisi mendatangi unit 1719 di lantai 3 apartemen itu dan menemukan kamar dalam keadaan terkunci dari dalam. “Pintu dibuka paksa oleh petugas enginering. Ketika pintu terbuka petugas masuk, didapati pecahan gelas di wastafel dan kamar mandi. Pintu dalam keadaan terbuka dan ada sebuah kursi warna merah yang diduga sebagai tumpuan korban loncat,” ujar Arya.

Dari identifikasi polisi, korban luka di bagian pinggul sebelah kanan mengenai batas taman lantai 1 apartemen dengan posisi terlentang. Luka tersebut terjadi lantaran benturan keras yang dialami korban karena jatuh dari ketinggian. “Selanjutnya korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi,” pungkasnya.

(thm)

Gerai Mal Pelayanan Publik di Plaza Cibubur Diresmikan

loading…

Gerai Mal Pelayanan Publik di Plaza Cibubur Diresmikan. (Koran SINDO. Abdullah M Surjaya).

BEKASI – Memasuki usia 22 tahun, Kota Bekasi terus berinovasi memberikan pelayanan terbaik bagi warganya, mulai dari pengadaan infrastruktur, kesehatan, maupun pendidikan.

Kota yang berada di timur Jakarta tersebut kini mempunyai gerai Mal Pelayanan Publik (MPP) di Plaza Cibubur, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Fasilitas ini diresmikan untuk memudahkan pelayanan bagi masyarakat Kota Bekasi yang tinggal di daerah perbatasan dengan DKI Jakarta, Kota Depok, maupun Kabupaten Bogor sehingga Kota Bekasi sudah bisa dikatakan sebagai Kota Metropolitan di Indonesia dengan dikelilingi proyek strategis nasional.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, gerai MPP yang diresmikan pada Jumat (10/3) bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Bekasi.

Baca Juga:

Dalam usianya yang mencapai 22 tahun, pemerintah ingin terus memaksimalkan pelayanan ini. “Warga yang tinggal di selatan tidak perlu jauh datang ke pusat kota, cukup datang ke MPP,” kata Rahmat Effendi.

Menurut dia, MPP Cibubur memang untuk memudahkan warga yang berada di Kecamatan Jatisampurna, Pondokmelati, dan Pondok Gede yang mengurus dokumen administrasi mereka tidak perlu ke dinas teknis maupun lembaga vertikal lainnya, karena sudah bisa diakses di MPP Plaza Cibubur.

Rahmat mengatakan, peresmian gerai MPP merupakan tindak lanjut Peratur an Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Mal Pelayanan Publik.

Meski di dalam aturannya tidak mengharuskan setiap daerah me miliki lebih dari satu MPP, Kota Bekasi menyesuaikannya. “Kemenpan bilang kalau kami sudah punya MPP, jangan dibikin lagi MPP yang baru. Jadi, di sini kami turun kan saja derajatnya menjadi gerai. Itu tidak masalah yang penting fungsinya sama dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat,” ujar dia.

Dengan diresmikannya pelayanan ini maka jumlah gerai MPP yang dimiliki Kota Bekasi ada dua unit. Unit pertama adalah gerai MPP Mal Atrium Pondokgede yang diresmikan pada Senin 8 Oktober 2018 lalu. Sementara MPP Pasar Proyek Trade Center merupakan MPP pertama yang diresmikan pada 12 Januari 2018 lalu.

”Semangatnya adalah mendekatkan, memudahkan, dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat,” kata dia. Di Kota Bekasi ini ada 56 kelurahan dan 12 kecamatan dengan populasi penduduk yang mencapai 2,8 juta jiwa.

Dipakai Kendalikan Narkoba, 85 HP Napi Rutan Kelas 1 Tangerang Dibakar

loading…

Rutan Kelas 1 Tangerang membakar puluhan ponsel milik napi, Selasa pagi. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG – Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Tangerang menggelar razia kepada para narapidana (napi). Hasilnya, sebanyak 85 unit ponsel berhasil ditemukan.

Banyaknya transaksi keluar masuk narkoba dari dalam rutan, diduga akibat masih banyaknya napi yang membawa masuk HP ke dalam rutan. Sejak razia digelar Januari 2019, ada sebanyak 85 unit HP yang disita.

HP berbagai jenis dan merk yang disita selama Januari itu, lalu dikumpulan menjadi satu untuk kemudian dihancurkan dengan cara dibakar bersama oleh petugas rutan.

Baca Juga:

Kepala Rutan Kelas 1 Tangerang Dedi Cahyadi mengatakan, melalui HP tersebut, para narapidana bisa mengendalikan peredaran narkotika di wilayah Tangerang.

“Banyaknya warga binaan pemasyarakatan yang mengendalikan narkoba dari dalam sel, membuat kami berkomitmen untuk merazia minimal seminggu 2 kali,” ungkap Dedi, kepada wartawan, Selasa pagi.

Tidak hanya para narapidana yang dilarang menggunakan HP di dalam rutan, para petugas rutan juga diminta untuk mengurangi pemakaian HP saat bertugas.

“Penggunaan HP petugas hanya bisa yang berjaga di beberapa area tertentu. Ini bentuk komitment kami, petugas harus memberikan contoh. Kami sudah siapkan loker menyimpan HP mereka,” ungkapnya.

Meski demikian, para narapidana yang ingin menghubungi keluarganya tetap diberikan ruang dengan menyediakan warung telepon khusus (wartelsus) bagi warga binaan.

“Kalau kangen keluarga, kami menyediakan wartelsus untuk warga binaan agar bisa menghubungi keluarganya. Di mana, panggilan tersebut dapat kami monitor dan kami kontrol, serta kendalikan,” imbuhnya.

(thm)

Tolak Diobservasi, Pemilik Anjing Herder Dipanggil Paksa Polisi

loading…

JAKARTA – Polisi memanggil Sandi Gunawan untuk diperiksa polisi karena tak bersikap kooperatif. Sandi tidak mau anjing jenis herder miliknya diobservasi polisi dan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Utara.

Saat hendak ditemui di kediamannya di Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara, Sandi tidak membukakan pintu rumahnya. Maka itu, polisi dan Sudin KPKP Jakut akan memanggil pemilik anjing tersebut.

“Penyidik akan melakukan pemanggilan melalui surat panggilan resmi pada pemilik anjing tersebut,” ujar Kanit Reskrim Polsek Penjaringan, Kompol Mustakim, saat dikonfirmasi, Selasa (12/3/2019). (Baca juga: Tangani Rabies, Anies Minta Dinas KPKP Gandeng Komunitas Pecinta Hewan)

Baca Juga:

Sejauh ini, setidaknya sudah ada empat orang warga yang menjadi korban gigitan anjing peliharaan Sandi. Korban keempat bernama Hendry Susilo yang akhirnya membuat laporan ke polisi agar kejadian serupa tak terulang lagi ke depannya.

“Korban sebanyak empat orang, yang kena gigitan ke 4 buat laporan polisi,” tuturnya. (Baca juga: Tuntut Keadilan, Satpam Korban Gigitan Pitbull Sambangi Polres Jakpus)

Dia menambahkan, pihak keamanan setempat, warga, dan Ketua RW di Perumahan Pantai Mutiara sudah kerap meminta Sandi mengikat anjing jenis herdernya itu. Sebab banyak warga yang panik akibat kerap jadi korban gigitan. Namun hal itu tak diindahkan Sandi sehingga korban Hendry memilih melapor ke polisi.

(thm)

Caleg PDIP Yakin Bawaslu Jakbar Tidak Jadi Alat Politik

loading…

JAKARTA – Calon anggota legislatif (caleg) PDIP, Darmadi Durianto yang dilaporkan terkait dugaan pelanggaran kampanye berharap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) objektif dalam menindaklanjuti setiap laporan yang diterima. Bawaslu jangan sampai dijadikan alat politik oleh caleg lain untuk menjatuhkan sesama caleg yang berkompetisi di Pemilu 2019.

“Berdasarkan hasil survei salah satu hasil lembaga survei, Bawaslu merupakan salah satu lembaga yang masih dipercaya oleh masyarakat, jangan sampai imej yang sudah baik tersebut menjadi rusak saat menindaklanjuti laporan, jangan karena nila setitik rusak susu sebelanga,” ungkap Darmadi Durianto, usai melakukan klarifikasi di Kantor Bawaslu Jakarta Barat, Senin (11/3/2019).

Menurut Darmadi, kehadirannya ke Bawaslu Jakarta Barat untuk melakukan klarifikasi terkait laporan dugaan pelanggaran kampanye yang dituduhkan kepadanyasaat acara Festival Cap Go Meh Krendang Raya.

Baca Juga:

Caleg DPR-RI Dapil DKI Jakarta III ini melanjutkan, banyak kejanggalan ditemukan terkait proses laporan dugaan kampanye terselubung saat event budaya tahunan di Jalan Krendang Raya Tambora Jakarta Barat, Minggu 24 Februari 2019 lalu.“Tuduhan yang sangat tidak berdasarkan fakta, dan mengada-ada. Kembali saya tegaskan bahwa saya diundang dalam acara tersebut sebagai anggota DPR-RI, dan bukan hanya tahun ini saja kok, Ketua Panitia acara Bapak Phang Mui Jun juga sudah memberikan klarifikasi sesuai fakta yang sebenarnya, termasuk klarifikasi dari Bapak Harianto, dan semua sudah saya ungkapkan dalam klarifikasi saya kepada Bawaslu hari ini,” tuturnya.

Darmadi mengapresiasi tim penegakan hukum terpadu (Gakumdu) yang sudah bekerja profesional dalam menangani laporan tersebut, termasuk saat memeriksanya.

Sementara itu, Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Jakarta Barat, Abdul Rouf mengatakan, Darmadi Durianto sangat kooperatif dalam pemeriksaan tersebut.”Pak Darmadi Durianto sangat kooperatif, menjawab semua pertanyaan termasuk kehadirannya dalam acara Festival Cap Go Meh Krendang Raya sebagai anggota DPR-RI,” ujarnya.

Raouf melanjutnya, tahap selanjutnya Bawaslu akan melakukan pemeriksaan di lokasi acara.”Kita kesana untuk memeriksa apakah panggung acara masih dalam areal wihara,” ucapnya.

(whb)

Begini Teknis Subsidi Ongkos untuk Penumpang KRL Bekasi dari Jasa Marga

loading…

Penumpang KRL Commuter Line melakukan tap in dan out di salah satu stasiun di Jakarta.Foto/SINDOphoto/Dok

BEKASI – PT Jasa Marga membeberkan rencana teknis program “Senin Diongkosin” untuk pengguna KRL Commuter Line yang naik dari tiga stasiun di Bekasi. PT Jasa Marga saat ini tengah mematangkan kebijakan setiap Senin tersebut bersama dengan PT KAI.

Asisten Manager Media Relations PT Jasa Marga, Irwansyah mengatakan,
teknis pelaksanaan “Senin Diongkosin’ untuk penumpang bus Transjakarta dengan penumpang Commuter Line berbeda. Untuk penumpang bus Transjakarta, PT Jasa Marga menyiapkan tiga petugas di barrier gate halte.
Secara bergantian, petugas akan melayani penumpang dengan cara menempelkan kartu elektronik ke mesin yang tertanam di barrier gate halte.
Setelah kartu ditempelkan, penumpang langsung masuk ke halte menuju bus yang sudah bersiaga Berdasarkan catatannya, pada Senin kemarin ada sebanyak 973 penumpang yang ongkosnya ditanggung oleh Jasa Marga. Hal itu terdata mulai dari pukul 04.50 sampai 09.05.

Sedangkan untuk penumpang Commuter Line, lanjut Irwansyah, penumpang KRL mereka diwajibkan mengisi ulang kartu elektronik minimal Rp20.000.
Dengan isi ulang senilai itu, maka penumpang akan diberikan bonus saldo sebesar Rp10.000.

Baca Juga:

“Namun, bonus saldo tidak berlaku kelipatan. Jadi kalau ada yang isi ulang Rp20.000, Rp50.000 bahkan Rp100.000, saldo tambahan yang diberikan tetap Rp10.000,” kata Irwansyah pada Senin, 11 Maret 2019 kemarin.

Irwansyah menuturkan, rencananya Senin, 18 Maret 2019 mendatang, penumpang KRL Commuter Line yang naik dari tiga stasiun yakni, Stasiun Bekasi, Kranji dan Cikarang akan mendapat subsidi “Senin Diongkosin”. Kebijakan ini diberikan PT Jasa Marga sebagai bentuk kompensasi dari kemacetan tol Jakarta-Cikampek, kata dia, program ini dipilih untuk mengajak masyarakat agar menaiki transportasi umum.

”Berlakunya juga hanya dua bulan. Setiap pelaksanaan langsung kita evaluasi, jadi bila ada hal yang mesti kita perbaiki akan kita lakukan,” ucapnya.

(whb)

Penumpang Commuter Line Bekasi Dapat Subsidi Ongkos dari Jasa Marga

loading…

Penumpang Commuter Line turun dari KRL yang dinaiki mereka di salah satu stasiun di Jakarta.Foto/SINDOphoto/Dok

BEKASI – PT Jasa Marga berencana memberikan ongkos gratis kepada seluruh penumpang KRL Commuter Line yang naik dari tiga stasiun di Bekasi. Program bernama “Senin Diongkosin” ini merupakan kompensasi dampak kemcaetan di ruas Tol Jakarta-Cikampek.

Asisten Manager Media Relations PT Jasa Marga, Irwansyah mengatakan, program “Senin Diongkosin” ini sudah berlaku untuk penumpang bus Transjakarta yang naik dari Halte Summarecon Bekasi.”Terhitung hari ini (kemarin) selama dua bulan ke depan, setiap Senin pagi dan sore, ongkos penumpang dari halte bus Transjakarta ini ditanggung kami,” kata Irwansyah pada Senin (11/3/2019) kemarin.

Dia menuturkan, rencana kebijakan “Senin Diongkosin” akan diterapkan bagi penumpang KRL Commuter Line di tiga stasiun wilayah Bekasi. Ketiga stasiun tersebut yakni, Stasiun Cikarang, Stasiun Bekasi dan Stasiun Kranji.

Baca Juga:

“Rencananya Senin, 18 Maret 2019 mendatang, penumpang KRL Commuter Line yang naik dari tiga stasiun tersebut dapat subsidi “Senin Diongkosin”,” tuturnya.

Menurut Irwansyah, saat ini PT Jasa Marga dan PT KAI tengah mematangkan teknis subsidi tersebut.”Teknis “Senin Diongkosin” untuk penumpang bus Transjakarta dengan KRL Commuter Line berbeda, saat ini kami sedang mematangkannya,” ujarnya.

Irwan menjelaskan, teknis pelaksanaan “Senin Diongkosin’ untuk penumpang bus Transjakarta, PT Jasa Marga menyiapkan tiga petugas di barrier gate halte. Secara bergantian, petugas akan melayani penumpang dengan cara menempelkan kartu elektronik ke mesin yang tertanam di barrier gate halte.
Setelah kartu ditempelkan, penumpang langsung masuk ke halte menuju bus yang sudah bersiaga Berdasarkan catatannya, pada Senin kemarin ada sebanyak 973 penumpang yang ongkosnya ditanggung oleh Jasa Marga. Hal itu terdata mulai dari pukul 04.50 sampai 09.05.

Selain bentuk kompensasi dari kemacetan tol Jakarta-Cikampek, program ini dipilih untuk mengajak masyarakat agar menggunakan transportasi umum. Mengenai lahan parkir, kendaraan penumpang bisa diparkir di Summarecon Bekasi.

(whb)

181.209 Tiket Uji Coba MRT untuk Umum Diserbu Masyarakat

loading…

Kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta yang siap beroperasi pada Maret 2019.Foto/SINDOphoto/Dok

JAKARTA – Moda transportasi massal berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) resmi diujicobakan untuk umum pada Selasa (12/3/2019). Tiket uji coba MRT selama 13 hari tersisa sebanyak 104.391.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin mengatakan, tiket uji coba publik MRT Bundaran HI-Lebak Bulus yang dibuka secara online sejak 5 Maret 2019 lalu hingga kini sudah mencapai sebanyak 181.209 orang yang telah mendaftar. “Sejak Minggu 10 Maret hingga pukul 20.00 sebanyak 181.209 telah melakukan pendaftaran untuk mengikuti uji coba MRT. Dengan demikian, total kuota publik tersisa sebanyak 104.391 orang dari 285.600 orang,” kata Kamaluddin pada Senin, 11 Maret 2019.

Kamaluddin menjelaskan, uji coba masyarakat umum ini berjalan selama 13 hari terhitung mulai 12 Maret 2019 lalu. Pada hari pertama uji coba, PT MRT sedikitnya telah membuka kuota hingga 4.000 penumpang yang dijadwalkan diangkut dari pukul 08.00 WIB-16.00 WIB. Angka tersebut akan terus bertambah setiap harinya.

Baca Juga:

Dalam seminggu pertama, jumlah penumpang yang diangkut akan terus bertambah 4.000 orang setiap harinya. Kemudian untuk tanggal 24 Maret 2019 akan diangkut 28.800 penumpang setiap harinya. Dengan demikian total akan ada 285.600 penumpang yang bakal diangkut.

Menurut Kamaluddin, pemberlakukan kuota ini dengan mempertimbangkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan masyarakat yang berpartisipasi dalam uji coba ini dan PT MRT Jakarta memiliki kewenangan dalam mengatur jumlah kuota berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

“Diharapkan melalui uji coba ini, masyarakat dapat merasakan pengalaman awal sebelum MRT Jakarta beroperasi secara komersial dan dapat menjadi masukan bagi MRT Jakarta untuk meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya

Adapun dari 13 stasiun MRT yang dibuka, kata Kamaludin, Stasiun Bundaran HI masih menjadi favorit dipilih sebagai stasiun keberangkatan dengan jumlah 46.553 orang, kemudian Stasiun Lebak Bulus sebanyak 38.968 orang. “Bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket dapat mencoba pendaftaran untuk tanggal keberangkatan 18-22 Maret 2019,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat transportasi Universitas Tarumanegara, Leksmono Suryo Putranto yakin bila PT MRT sudah siap secara teknis untuk mengoperasikan MRT mengingat waktu persiapan sudah dilakukan sejak lama.Namun dia khawatir bila setelah uji coba minat masyarakat terhadap moda transportasi tersebut tidak meningkat mengingat tarif yang disubsidi belum diputuskan.Seharusnya, kata Leksmono, pada masa uji coba dengan masyarakat umum, MRT sudah memiliki tarif yang bisa mendorong masyarakat menggunakan layanan angkutan masal dengan tekhnologi baru itu.

“Subsidi MRT jangan sampai dikurangi dari yang diusulkan. Terlebih tarif tersebut sesuai survei nilai kemampuan masyarakat. Subsidi Rp30.000 angka besar. Saya khawatir itu dikurangi,” ucapnya.

(whb)

Pengiriman Logistik Pemilu ke Tangerang Alami Keterlambatan

loading…

Sejumlah pekerja tengah menurunkan logistik untuk kebutuhan Pemilu 2019 di Tangerang.Foto/SINDonews/Hasan Kurniawan

TANGERANG – Pengiriman logistik Pemilu 2019 ke Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dan Kabupaten Tangerang, mengalami sejumlah kendala. Hingga kini, baru sejumlah surat suara untuk pemilihan DPRD tingkat Kota dan Tangerang, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, yang masuk dan telah diterima pihak KPUD.

Ketua KPU Kota Tangsel Bambang Dwitoro mengatakan, pengiriman surat suara yang dijadwalkan sampai pada 5 Maret 2019 lalu, ternyata molor karena sejumlah kendala. “Menurut informasi, ratusan ribu surat suara DPR RI dijadwalkan tiba pada 5 Maret 2019. Namun molor sepekan, dan baru hari ini sampai di Tangsel,” kata Bambang kepada SINDOnews di Pondok Aren, Senin, 11 Maret 2019 kemarin.

Bambang menuturkan, total kebutuhan surat suara di Kota Tangsel sebanyak 969.537 surat suara, untuk satu jenis pemilihan. Jumlah itu, sudah ditambah dengan 2% jumlah surat suara cadangan. “Hari ini hanya untuk DPR RI. Jumlahnya baru sebanyak 1.200 boks surat suara. Setiap boks berisi sekira 500 lembar kertas suara, atau totalnya sekira 600.000 kertas suara. Kita butuh 753 boks kertas suara lagi,” tuturnya.

Baca Juga:

Tidak hanya di Kota Tangsel, pengiriman ke Kabupaten Tangerang juga mengalami keterlambatan. Hingga kini, baru surat suara untuk Presiden, DPR RI, dan DPRD Provinsi. Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Ali Zaenal Abidin mengatakan, kebutuhan untuk lima jenis surat suara, lebih 10 juta lembar. Dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 2,1 juta, ditambah 2%.

“Saat ini yang sudah masuk Presiden, DPR RI, dan DPRD Provinsi. Tapi belum semua masuk. Kalau yang belum masuk, DPD dan DPRD Kabupaten,” ujar Ali Zaenal.

Telatnya pengiriman surat suara ke wilayah Kabupaten Tangerang, dari yang harusnya dikirim 5 Maret 2019, tidak diketahui. Pihak KPU hanya sebagai penerima. Semua menjadi tanggung jawab pihak KPU pusat.

“Kalau informasi dari KPU RI, diupayakan pada 17 Maret 2019, sudah masuk semua dari logistik. Penyebab, keterlambatan dari penyedia, kita penerima saja,” tuturnya. Dilanjutkan dia, dari beberapa juta kertas suara yang telah disortir, ada sebanyak 1.632 surat suara rusak.

Kerusakan itu, diakibatkan oleh tinta yang buram, dan banyak tinta yang berceceran di gambar. Hal serupa juga terjadi di Kota Tangerang. Pengiriman sempat mengalami kendala, dan keterlambatan. Logistik Pilkada ini, baru ini dikirimkan dari pusat pada Senin kemarin.

Ketua KPU Kota Tangerang Ahmad Syailendra mengatakan, surat suara yang datang hari ini berjumlah 600 surat suara dan disimpan di gudang GOR Larangan. “Kedatangan logistik pemilu ini merupakan tahap awal, yakni untuk DPR RI. Sementara untuk surat suara Presiden, DPD, DPRD Provinsi, hingga DPRD Kota akan tiba dalam waktu dekat secara estapet,” sambungnya.

Syailendra menambahkan, akan segera menyortir dan melakukan pelipatan kertas surat suara. Setelah disortir, KPU akan mengetahui berapa jumlah surat suara yang rusak dan tak sesuai dengan format.

Ketua Bawaslu Kota Tangsel Muhammad Acep menambahkan, setelah kertas suara sampai, harus disortir, baru dilipat. Deadline paling lama, sampai pemilihan 17 April. “Penyortiran harus selesai Rabu besok, itu kalau molor pemilu bisa diundur. Yang penting tanggal 17 April 2019, harus sudah ada di TPS saja. Enggak ada yang rusak, tapi ada satu tadi kena rujak,” ucapnya.

(whb)

Kabur Nyaris Setahun, Perampok Toko Klontong di Ringkus Polisi

loading…

TANGERANG – Setelah buron nyaris setahun, perampok toko klontong Toko Sembako Ayumi, di Desa Suryabahari, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, akhirnya diringkus polisi.

Menurut Kapolsek Pakuhaji AKP Suyatno, pelaku yang berjumlah dua orang, yakni Warjo, warga Pakuhaji dan Kanedia, warga Teluknaga, berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp250 juta, dan sejumlah rokok.

“Perampokan di toko milik Dani Mardanus tersebut, terjadi pada Senin 16 Mei 2018. Pelaku ditangkap, pada Jumat 1 Maret 2019, di sejumlah tempat terpisah,” ungkap Suyatno kepada SINDOnews, Senin (11/3/2019).

Baca Juga:

Dijelaskan dia, kedua merampok dengan cara naik ke atap toko, merusak genteng dan plafon. Aksi ini, sempat terekam CCTV. Sehingga bisa identifikasi dan ditangkap.

“Untuk naik ke atas genting, kedua pelaku memanjat dengan menggunakan seutas tali tambang. Suasana sepi membuat keduanya leluasa masuk ke toko yang tergolong cukup besar itu,” sambung Suyatno.

Saat dilakukan penangkapan, kedua pelaku sempat melakukan perlawanan. Hingga, akhirnya diberikan tembakan tegas terukur, pada kedua betisnya masing-masing.

“Keduanya kini sudah mendekam ditahan, di Polsek Pakuhaji. Keduanya dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya paling lama penjara sembilan tahun,” ungkapnya.

(mhd)

Antisipasi Banjir, DKI Pastikan Semua Pompa Standby Saat Hujan

loading…

Pengemudi becak terobos banjir di Jakarta. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengandalkan pompa untuk mengatasi genangan atau banjir akibat hujan. Semua pompa harus dipastikan memiliki cadangan agar tidak terjadi genangan atau banjir.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dalam instagramnya Sabtu 9 Maret 2019 mengecek kesiapan pintu air dari Istiqlal hingga Ancol untuk memastikan kembali semua pompa bekerja dengan baik

Anies menyatakan, berbagai wilayah Indonesia beberapa hari ini mengalami cuaca ekstrim, termasuk di Jakarta. Curah hujan ekstrim, kiriman air dari hulu dan ditambah rob pasang laut tinggi adalah sebuah kombinasi yang cukup menantang.

Baca Juga:

Apalagi bila terjadi kerusakan pompa, sehingga tidak bisa surut cepat seperti pada 5 Maret lalu. Ketika pompa terganggu, kecepatan mengalirkan berkurang maka terjadilah genangan.

Anies beralasan pompa diperlukan lantaran
Permukaan tanah lebih rendah daripada permukaan air sungai. Jadi ketika curah hujan tinggi di daerah yang tanahnya rendah itu air harus dialirkan ke sungai dengan pompa. Mengapa permukaan air sungai lebih tinggi daripada permukaan tanah di samping sungai?Karena beberapa wilayah di utara Jakarta mengalami percepatan penurunan permukaan tanah selama beberapa dekade terakhir.

Apalagi jika ada rob: permukaan air sungai bisa lebih rendah daripada permukaan air laut. Lagi-lagi, perlu pompa utk mengalirkan air sungai ke laut jawa.

Itu sebabnya DKI memiliki lebih dari 450 pompa raksasa untuk mengalirkan air dari pemukiman ke sungai dan mengalirkan dari sungai ke laut.

Menurut BMKG curah hujan di DKI Jakarta masih tinggi sepanjang Maret 2019, DKI terus siaga untuk memastikan tidak terjadi banjir.

Sekretaris Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Rodia Renaningrum mengatakan, upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi banjir atau genangan yang terjadi akibat hujan saat ini memang memaksimalkan rumah pompa serta pengerukan saluran penghubung makro dan mikro. Termasuk embung, setu dan waduk.

Kejahatan Anak Meningkat, KPAI: Pentingnya Pendidikan Keluarga

loading…

JAKARTA – Trend kejahatan jalanan yang melibatkan anak kian meningkat sejak awal tahun lalu. Tak sedikit kejahatan itu dipengaruhi obat-obatan terlarang sehingga anak berani berbuat nekat.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Putu Elvina mengatakan, kondisi ini diperburuk dengan konsumsi alkohol dan didorong pengaruh lingkungan. Keinginan untuk mencari jati diri mendorong pelaku nekat berbuat jahat. Karenanya pelaku semacam ini cenderung tak memiliki rasa empati.

“Ini perlu digaris bawahi. Kebanyakan datang dari masalah keluarga. Begitu pentingnya keluarga dalam mendidik,” tegas Putu di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Baca Juga:

Putu mengapresiasi betul langkah polisi dalam menindak pelaku ini. Ia mengatakan dalam beberapa bulan terakhir pelaku yang melibatkan anak cukup meningkat. Mereka kemudian melakukan kejahatan hingga membuat beberapa korbannya meninggal dunia.

Karenanya, KPAI seperti yang diungkapkan Putu, meminta razia gencar dilakukan polisi. Penindakan menyeluruh perlu dilakukan terhadap pengecer hingga bandar narkoba. Termasuk dengan beberapa apotik yang menjual obat daftar G.

“Bagaimanapun sumbernya dari situ. Karena konsumsi, mereka nekat berbuat nekat,” tuturnya.

(mhd)