Pemkot Bekasi Alokasikan Rp110 Miliar untuk Biaya Pendidikan SD-SMP

loading…

Sejumlah kendaraan bermotor melintas di salah satu gerbang masuk Kota Bekasi.Foto/SINDOnews/Dok

BEKASI – Kota Bekasi masih terus bebenah dalam dunia pendidikan pada 2019 ini. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi fokus untuk pendidikan gratis.

Pemkot Bekasi dan Pemprov Jawa Barat mengalokasikan dana pendidikan. Namun, pendidikan gratis itu hanya mencakup jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama negeri (SMP). Diharapkan anggaran ini meng-cover seluruh pelajar.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, anggaran sebesar itu berasal dari daerah dan pemerintah pusat. Untuk Kota Bekasi, di anggarkan dalam APBD 2019 2019 mencapai Rp110,1 miliar.”Anggaran sebesar ini untuk siswa sekolah dasar maupun tingkat pertama,” kata Inaya pada Minggu (20/1/2019).

Baca Juga:

Rinciannya, untuk sekolah dasar (SD) sebesar Rp58,6 miliar dengan jumlah siswa yang ditanggung sebanyak 174.652 anak. Adapun untuk sekolah menengah pertama (SMP) disiapkan Rp51,5 miliar dengan cakupan jumlah siswa mencapai 47.695. Sementara biaya yang ditanggung oleh Pemerintah Pusat mencapai Rp 286 miliar.

Inaya menjelaskan, jumlah itu berdasarkan data siswa penerima dana bantuan. Untuk siswa sekolah dasar menerima Rp800.000 per tahun, sedangkan bagi siswa SMP nilai bantuan sebesar Rp1 juta.”Bantuan ini yang mengelola sekolah, bukan diberikan kepada siswa. Kami hanya mengawasi distribusinya,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, tak ada biaya sekolah dibebankan kepada siswa. Sebab, biaya operasional sekolah yang ditanggung oleh pemerintah untuk kebutuhan operasional di sekolah itu sendiri, seperti membeli buku, membayar honor pegawai non-PNS, dan lainnya. Kecuali, untuk biaya personal tidak dibebankan.

(whb)

Pengin Traktir Pacar, Dua Pemudo Bobol Toko Sparepart Motor

loading…

Dua pencuri sparepart motor yang diciduk petugas Polsek Cengkareng, Jakarta Barat.Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Dua pelaku pencurian sparepart motor diciduk petugas Polsek Cengkareng, Jakarta Barat. Samsudin (27) dan Try Tris Anggara (20) nekat membobol toko sparepart lantaran membutuhkan uang untuk mentraktir kekasihnya.

Kapolsek Cengkareng, Kompol Khoiri mengatakan, tertangkapnya kedua pelaku bermula dari laporan Edi lantaran tokonya di Jalan Kedaung Kali Angke RT 04/05, Cengkareng, Jakarta Barat, dibobol pencuri pada Kamis, 10 Januari 2019 lalu. Berbekal laporan korbannya, polisi kemudian menyelidiki kasus itu, petugas melakukan patroli siber hingga akhirnya menemukan satu akun di Facebook diduga menjual barang curian.

“Kami melakukan penelusuran dan menjebak Angga Prasetyo yang diduga sebagai penadah melalui COD (Cash on Delivery). Selanjutnya petugas menangkap Samsudin dan Try,” kata Khoiri pada Minggu (20/1/2019).

Baca Juga:

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Antonius menambahkan, Samsudin dan Try diciduk saat bersembunyi di rumahnya. Hasil penyidikan sementara Samsudin mengaku nekat mencuri karena membutuhkan uang mentraktir pacar.

Karena tak memiliki penghasilan tetap, Samsudin kemudian mengajak temannya mencuri. Satu shockbreaker motor di jual murah seharga Rp100-150.000, padahal harga toko mencapai Rp500.000.“Pengakuan mereka baru sekali,” ujar Antonius.

Akibat perbuatannya, Angga Prasetyo terancam dijerat Pasal 480 KUHP. Sementara dua rekannya, Samsudin dan Try Tris Anggara dikenakan Pasal 363 tentang Pencurian dan pemberatan. Ancaman hukuman minimal tiga tahun penjara bakal dikenakan ketiganya.

(whb)

PKL Tanah Abang Serang Satpol PP, Fraksi PKS Minta Polisi Usut Tuntas

loading…

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi mengatakan kericuhan Tanah Abang akibat PKL menyerang Satpol PP harus diusut tuntas. Foto/PKS

JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi mengatakan kericuhan Tanah Abang akibat pedagang kaki lima (PKL) menyerang Satpol PP harus diusut tuntas. Ia menyerahkan kepada aparat berwenang untuk mengusut kasus tersebut.

“Pertama kalau terkait dengan kericuhannya, saya kira aparat yang berkewajiban untuk menyelidiki, mengamankan dan seterusnya,” ujar Suhaimi kepada wartawan, Minggu (20/1/2019).

Untuk masalah pedagang yang belum mendapatkan lapak di Jembatan Penyeberangan Multifungsi (JPM), Suhaimi menyarankan kepada Pemprov DKI segera mendata dan menyiapkan tempat. (Baca juga: Antisipasi Kericuhan Susulan, Polisi Disiagakan di Pasar Tanah Abang)

Baca Juga:

“Tapi kalau terkait dengan pedagangnya, memang kan gini pedagang itu, Skybridge dari 600 berapa gitu kan sudah mendapatkan tempat tetapi ada yang belum. Nah, yang belum itu saya kira memang harus dicarikan tempat lain yang mencukupi. Tetapi harus yang terdaftar itu jadi enggak tambah-tambah lagi,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, PKL menyerang anggota Satpol PP yang tengah melakukan penertiban di trotoar Jalan Jati Baru Raya Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi telah menetapkan dua orang PKL sebagai tersangka dalam peristiwa tersebut.

(kri)

Satpol PP Diserang PKL Tanah Abang, Ini Solusi dari Fraksi PKS

loading…

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi menuturkan bahwa aparat kepolisian harus menyelidiki dugaan keterlibatan preman di kericuhan Tanah Abang. Foto/PKS

JAKARTA – Pasca penyerangan pedagang kaki lima (PKL) kepada anggota Satpol PP pada Kamis lalu menuai beragam spekulasi. Ada pihak yang menyebut aksi tersebut dikoordinir oleh preman-preman.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi menuturkan bahwa aparat kepolisian harus menyelidiki dugaan itu.

“Itu kan tugas aparat kalau begitu. Kan kita enggak bisa menyatakan tanpa ada penyelidikan dulu. Harus diselidiki dulu siapa penggeraknya dan seterusnya,” ujar Suhaimi kepada wartawan, Minggu (20/1/2019).

Baca Juga:

Adapun solusi yang tepat guna mengatasi adanya penyerangan terhadap aparat menurut Suhaimi yakni dengan menjalin koordinasi yang baik antar lembaga.

“Yang penting ada koordinasi antara pemerintah dalam hal ini Jakarta Pusat, kemudian aparat kemudian juga UMKM kemudian juga Pasar Jaya. Kalau Sarana Jaya kan cuma membangun, nah ini harus terkoordinasi sehingga kewajiban UMKM maksudnya Dinas UMKM apa, Pasar Jaya apa bagiannya, wali kota dimana sehingga harus terkoordinasi,” urai Suhaimi.

(kri)

Akhir Pekan Ini Jabodetabek Diguyur Hujan, Waspadai Angin Kencang

loading…

JAKARTA – Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) diprakirakan bakal diguyur hujan hari ini. Warga diimbau mewaspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang.

Dilansir dari laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Minggu (20/1/2019), wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu, pagi ini diprakirakan turun hujan, kecuali wilayah Jakarta Selatan.

Pada siang hari, hujan akan berlanjut mengguyur seluruh wilayah Jakarta dengan intensitas ringan hingga hujan petir. Pada malam hari, Ibu Kota juga diprakirakan turun hujan, kecuali wilayah Kepulauan Seribu.

Baca Juga:

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Jakbar, Jaksel, dan Jaktim pada siang dan malam hari,” tulis peringatan dini BMKG.

Kondisi cuaca yang sama juga terjadi di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi, yang diprakirakan diguyur hujan pada pagi ini dan siang hari. Sedangkan malam hari, Bogor, Depok, dan Bekasi, diprakirakan cerah berawan. Sedangkan wilayah Tangerang, pagi dan malam hari akan turun hujan, dan siang nanti cerah berawan.

Adapun untuk suhu udara di Jakarta hari ini berkisar 24-31 derajat celsius dengan kelembaban berkisar 75-95%.

(thm)

Gasak Dompet Penumpang Transjakarta, Pelaku Poya-poya Beli HP Mewah

loading…

Seorang pria bernama Rudy Zuraida (68) kehilangan uang puluhan juta saat menaiki bus Transjakarta. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Seorang pria bernama Rudy Zuraida (68) kehilangan uang puluhan juta saat menaiki bus Transjakarta. Rudy merasa seperti dihipnosis karena tidak sadar sama sekali saat dompetnya diambil pelaku.

Rudy sudah melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polda Metro Jaya, Sabtu (19/1/2019). Dalam laporannya dia mengaku kehilangan uang Rp64 juta dari transaksi tiga kartu kreditnya yang digondol pelaku. Pelaku berpoya-poya belanja handphone (HP) mewah dengan kartu kredit korban.

“Pelaku transaksi di dua lokasi. Di (Mal) Ratu Plaza sekitar Rp40 jutaan. Dia beli Iphone X dan Iphone XS. Lalu sisanya di (Mal) Lotte (Shopping Avenue), dibelikan handphone Samsung tiga unit,” ujarnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Baca Juga:

Rudy mengaku baru sadar kartu kredit dan dompetnya raib setelah ditelepon istrinya. Istrinya tiba-tiba bertanya lewat sambungan telepon apakah baru berbelanja hingga puluhan juta dengan kartu kredit.

Saat itu, Rudy masih berada di dalam bus TransJakarta jurusan Blok M yang naik di Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat. Dia lalu turun di Halte Gelora Bung Karno hendak ke kantor istrinya.

“Saya baru sadar saat istri saya tanya begitu. Sewaktu saya cek tas, dompet saya sudah tidak ada. Saya tidak tahu (dihipnosis atau tidak) tapi tas saya (pegang) di depan terus,” tandasnya.

(thm)

Wartawan KORAN SINDO Juara Lomba Karya Jurnalistik Mining for Life

loading…

Para pemenang Kompetisi Karya Jurnalistik bertemakan Mining for Life yang digelar Indonesian Mining Association (IMA). Foto: Ist

BOGOR – Kompetisi Karya Jurnalistik bertemakan Mining for Life yang digelar Indonesian Mining Association (IMA) sejak November tahun lalu, mengumpulkan ratusan karya jurnalistik, baik kategori media cetak, online, maupun fotografi, di Museum Geologi, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2019) malam.

Dari ratusan karya jurnalistik yang masuk ke panitia, hanya 18 artikel media cetak, online, maupun fotografi yang dinyatakan sebagai pemenang, dengan masing-masing kategori dipilih enam karya sebagai juara 1, 2, 3, harapan 1, 2 dan 3.

Salah satu pemenangnya adalah karya jurnalistik wartawan KORAN SINDO atas nama Haryudi, yang keluar sebagai juara harapan 1 dengan artikel jurnalistik berjudul “Kawasan Pertambangan di Bogor Bakal Jadi Geopark Nasional”.

Baca Juga:

Selain KORAN SINDO, ada 14 karya jurnalistik kategori utama media cetak, online, dan foto. Untuk media cetak Juara I yakni Ahmad Bukaini dari media Suara NTB, Juara II (Intan Pratiwi/Republika), Juara III (Tri Subkhi Rahmatullah/Coal Asia), Juata Harapan II (Arief Koeshernawan/GATRA), dan Juara Harapan III (Sepudin Zuhri/Bisnis Indonesia).

Ketua Komite PR dan CSR Indonesian Mining Association (IMA) Anita Avianty menjelaskan, dalam Mining for Life ini, selain lomba karya jurnalistik juga diisi dengan serangkaian acara, antara lain pameran foto, seni instalasi, dan video informatif mengenai praktik pertambangan yang baik dan bertanggung jawab, kompetisi media sosial, kompetisi vlog stand-up comedy, diskusi bersama para CEO perusahaan tambang dengan pimpinan media massa, dan hiburan musik yang menghadirkan band ternama.

“Tujuan kami adalah untuk memberikan pemahaman tentang manfaat tambang pada kehidupan sehari-hari melalui pendekatan populer sehingga akan mudah dipahami oleh masyarakat termasuk juga generasi milenial,” ucapnya.

Pihaknya sengaja menghadirkan sejumlah peraga terkait industri pertambangan yang dipamerkan secara menarik dan dikemas secara interaktif untuk membangun pemahaman lebih baik tentang dunia tambang.

“Harapannya, masyarakat menjadi lebih teredukasi atas manfaat dan hal-hal positif terkait tambang, serta tidak melulu terpapar sisi negatif yang tidak tersajikan secara berimbang,” papar Anita.

Menurut Anita, Lomba Karya Jurnalistik dengan tema Mining for Life (Tambang untuk Kehidupan) sebagai upaya mengapresiasi rekan media ini baru pertama kalinya digelar IMA.

“Jadi pada hari ini total lomba pemenang karya jurnalistik tiga kategori utana media cetak, online dan foto ada 18 jurnalis yang diundang. Pemenangnya dari berbagai daerah di Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, Ketua IMA Ido Hutabarat mengatakan, Mining for Life merupakan upaya IMA dan stakeholder pertambangan menyosialisasikan peran pertambangan dalam kehidupan dan lebih mendekatkan dunia pertambangan kepada masyarakat.

Konsep dasar acara Mining for Life ini berangkat dari fakta bahwa Indonesia dikenal sebagai negara kaya sumber daya alam, khususnya di sektor pertambangan. Begitu besarnya potensi sektor pertambangan di Indonesia, hingga sektor ini menjadi salah satu penyumbang utama Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di APBN.

“Acara yang kami gelar ini sebagai bentuk kedekatan dunia pertambangan dengan keseharian kehidupan kita. Kami berharap bisa memberikan gambaran positif mengenai pertambangan melalui peran dan praktik-praktik pertambangan yang benar dan berkelanjutan (sustainable and good mining practice),” kata Ido.

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sukmandaru mengemukakan, revolusi industri pertambangan membawa peradaban kehidupan manusia ke era sekarang, Revolusi Industri 4.0. Hampir seluruh aspek dalam kehidupan sehari-hari dipermudah dengan keberadaan elemen yang dihasilkan oleh tambang.

“Industri pertambangan juga mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di sekitarnya secara signifikan, karena tingginya penyerapan sumber daya manusia dalam industri ini,” tutur Sukmandaru.

Sekretaris Jenderal IMA Sukmandaru menyatakan, selama ini banyak pihak yang menilai industri tambang sebagai kegiatan eksploitasi lingkungan semata. Padahal, kegiatan ekplorasi dan eksploitasi yang dilakukan selalu dilakukan bersamaan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan seperti reklamasi dan mampu memberikan manfaat ekonomi langsung dari penjualan komoditas tambang.

Selain itu, dapat memberikan manfaat utilitas produk yakni mineral tambang yang dihasilkan akan menjadi bahan dasar bagi pembuatan berbagai produk yang digunakan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Masyarakat juga perlu mengetahui secara berimbang bahwa untuk dapat melakukan aktivitas pertambangan, perusahaan wajib tunduk pada rangkaian prosedur pertambangan berkelanjutan yang diawasi ketat oleh pemerintah. Prosedur tersebut juga disusun serta diterapkan sesuai dengan standar internasional yang berlaku di seluruh dunia,” kata Tony Wenas.

Tony menuturkan, di Indonesia, berbagai perusahaan tambang justru memiliki komitmen tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya, tetapi belum banyak dikenal dan dipahami masyarakat. Publik lebih familier dengan beberapa aktivitas pertambangan yang dikelola secara tidak bertanggung jawab. “Padahal contoh aktivitas pertambangan yang bertanggung jawab cukup banyak,” tutur Tony.

(thm)

Menhub Makan Bakso Bersama Anggota Forum Betawi Rempug

loading…

Suasana akrab dan penuh kehangatan terlihat saat Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi makan bakso bersama dengan Anggota Forum Betawi Rempug (FBR) di Grogol Utara, Jakarta Selatan. Foto/Istimewa

JAKARTA – Suasana akrab dan penuh kehangatan terlihat saat Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi makan bakso bersama dengan Anggota Forum Betawi Rempug (FBR) di Grogol Utara, Jakarta Selatan.

Tidak ada jarak antara anggota FBR dan Menhub, keduanya tampak akrab. Beberapa anggota FBR bergantian untuk foto bersama.

“Ayo makan bareng sini duduk, kita makan bakso. Enak ini baksonya,” Ajak Menhub yang ditemani Ketua FBR Jakarta Selatan H Solahudin Yasin, Sabtu (19/1/2019).

Baca Juga:

Kehadiran Menhub ini atas undangan Silaturahmi dan pengajian rutin FBR bersama Jamaah Masjid At Taqwa di Grogol Petamburan, Jakarta Selatan. Sebelumnya Menhub di masjid At Taqwa memberikan sambutan di hadapan ibu-ibu pengajian.

Menhub mengatakan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahan Jokowi saat ini untuk kemakmuran rakyat adalah hasil kerja keras. Jadi pemerintah tidak main-main dalam membangun negara. Sepertinya pembangunan jalan tol Jakarta-Surabaya yang memangkas waktu 10 jam.

“Seperti yang disampaikan oleh pak presiden, kita harus komptetitif. Negara ini harus dikembangkan dengan positif, ini yang kita harus sampaikan kepada masyarakat bahwa kita membangun negara bukan main-main,” ujarnya.

Selain disambut FBR, Menhub juga disambut hangat Ibu-Ibu pengajian. Selain mengajak foto bersama, beberapa ibu-ibu juga diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab.

“Kehadiran saya disini dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat, tadi ditanya soal tarif angkutan agar tidak naik. Ini tentu sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi bahwa tarif jangan dinaikan, karena memang daya beli masyarakat yang terbatas,” kata Menhub.

Menhub pun memastikan bahwa kenaikan tarif akan dikaji kembali, ini dilakukan agar masyarakat bisa bergerak untuk memacu baik itu ekonominya maupun wisata nya. Karena memang pemerintah berharap perdagangan dan wisata menjadi andalan bagi masyarakat, dan tugas pemerintah memberikan kemudahan bagi masyarakat.

“Selain itu saya disini juga menjaga silaturahmi antara umaroh dan ulama. Ini harus kita jaga, kita harus mendengar apa masalah yang terjadi sehingga kita cepat untuk menyelesaikannya,” tegas mantan Dirut AP II ini.

(wib)

Penyebab Generasi Milenial Dominasi Jadi Korban Laka

loading…

Korps Lalu Lintas Polri menyebut, berdasarkan data tahun 2014 sampai 2018 jumlah kecelakaan lalu lintas yang menimpa kaum milenial mencapai 18.000 jiwa. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Korps Lalu Lintas Polri menyebut, berdasarkan data tahun 2014 sampai 2018 jumlah kecelakaan lalu lintas (Laka) yang menimpa kaum milenial mencapai 18.000 jiwa. Rata-rata umur 16-35 tahun yang jadi korban.

“Kaum milenial paling mendominasi. Ternyata kecanggihan teknologi yang ada di gadget (telepon genggam) juga turut berpengaruh,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (19/1/2019).

Menurutnya, selain karena kurang cakapnya kaum millenial dalam berkendara, kecanggihan teknologi ternyata juga jadi salah satu faktor. Polisi sering kali menemukan pengendara milenial lebih fokus kepada telepon genggamnya ketika berkendara ketimbang konsentrasi memerhatikan jalan.

Baca Juga:

Contohnya, berkendara sambil menelepon, hal itu jadi salah satu pemicu kecelakaan yanh banyak didominasi kamu milenial. Maka itu, guna mengurangi tingkat kecelakaan yang didominasi kaum milenial, polisi menggelar festival Millenial Road Safety Festival di 34 provinsi se-Indonesia.

“Banyak anak muda yang berkendara sambil telponan dan dengar musik, bahkan ada pula hp yang sengaja diletakan di dashbord depan. Tentu ini dapat mengurangi konsentrasi atau fokus saat berkendara,” tuturnya.

(maf)

Tas Berisi Narkoba Tertinggal di KRL, Pemiliknya Dicokok Polisi

loading…

Petugas Pengawalan Kereta (Walka) menemukan satu buah tas di dalam KRL KA 1151 relasi Bogor-Jakarta Kota yang berisi narkoba dan langsung diamankan di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Foto: dok/SINDOnews.

JAKARTA – Petugas Pengawalan Kereta (Walka) menemukan satu buah tas di dalam KRL KA 1151 relasi Bogor-Jakarta Kota yang berisi narkoba. Pemilik tas tersebut akhirnya ditangkap polisi setelah identitasnya diketahui usai melaporkan ke PT KAI bahwa tas miliknya tertinggal.

VP Komunikasi PT KCI, Eva Chairunisa mengatakan, penemuan itu berawal saat petugas Walka PT KCI mendapatkan laporan penumpang commuter line bahwa ada penumpang yang baru saja turun di Stasiun Depok pada Kamis, 17 Januari 2019 tas miliknya tertinggal di bagasi.

“Atas laporan tersebut petugas Walka langsung mengamankan tas yang dimaksud dan menyerahkan ke petugas pengamanan dan pelayanan di Stasiun Pasar Minggu untuk dilakukan proses pengecekan bersama,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (19/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, pengecekan itu guna kebutuhan pendataan pada sistem lost and found PT KCI agar memudahkan jika ada laporan dari pengguna jasa yang merasa barangnya tertinggal di KRL. Setelah proses pengecekan isi tas dilakukan, petugas melihat salah satu barang yang mencurigakan berupa tiga klip plastik bening yang diduga narkoba.

“Selanjutnya tim pengamanan dan pelayanan PT KCI langsung melaporkan ke aparat kepolisian Polsek Pasar Minggu,” tuturnya.

Dia menerangkan, melalui kordinasi bersama tim pelayanan PT KCI, pihak kepolisian berhasil menemukan data pengaduan dari seorang perempuan yang merasa ketinggalan barang dengan ciri-ciri yang sama pada tas tersebut yang telah terdata pada sistem lost and found PT KCI.

“Akhirnya petugas Polsek Pasar Minggu berhasil meringkus pemilik narkoba yang sempat menghubungi petugas call center PT KCI tersebut,” terangnya.

Saat ini kasus tersebut sepenuhnya telah ditangani oleh pihak kepolisian sektor Pasar Minggu. PT KCI mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar segera melaporkan ke petugas jika melihat hal- hal yang mencurigakan di area stasiun dan KRL.

“Sebagai moda transportasi publik, PT KCI mengecam keras peredaran narkoba dan juga mendukung pemerintah dalam memberantas narkoba,” katanya.

(ysw)

Bayi Tewas Penuh Luka, Ternyata Dianiaya Ibu Kandung

loading…

Bayi yang tewas penuh luka di di Kampung Gebang, RT 04 RW 03 Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, ternyata dianiaya ibu kandungnya. Foto/Okezone

TANGERANG – Bayi yang tewas penuh luka di di Kampung Gebang, RT 04 RW 03 Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, ternyata dianiaya ibu kandungnya. Rosita Kimin (28) yang menganiaya bayinya, Quina Latisa Ramadani (1,5), saat ini resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian Polres Metro Tangerang Kota.

“Yang dijadikan tersangka adalah Rosita binti Kimin. Tadi saat pemeriksaan, yang kami periksa ada lima saksi meliputi orangtua dan ayah tiri, tetangga,dan pemilik kontrakan,” ujar Kapolsek Jatiuwung, Kompol Eliantoro Jalmaf saat konferensi pers, Sabtu (19/1/2019).

Eliantoro mengatakan, dalam hal ini para tetangga juga kerap mendengar tangisan sang bayi, dari rumah kontrakan yang ditinggali oleh tersangka dan suaminya. “Setiap hari mendengar jeritan dalam rumah, tapi tidak ada upaya dalam mengingatkan karena dipikirnya itu urusan keluarga orang,” tuturnya.

Baca Juga:

Penganiayaan tersebut sudah seringkali dilakukan tersangka. “Dia katanya menggunakan tangan. Pelaku merasa sering melakukan kekerasan dalam hal ini memukul, mencubit korban sehingga visum ada banyak lebam dan luka-luka,” ucapnya.

Eliantoro menjelaskan, sebelumnya balita tersebut sempat tinggal dengan pemilik kontrakan rumah tersangka. Hal itu lantaran, tersangka sempat mengalami kendala ekonomi.

“Korban dititipkan kepada tetangganya karena pada saat itu kondisi ekonomi tersangka sangat memprihatinkan. Nah sekarang kondisi ekonominya sudah mendingan dan tersangka mengambil anaknya. Setelah ini akan kita periksa, sejauh mana emosionalnya akan kita periksakan ke psikiater,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Quina tewas dengan kondisi tidak wajar, penuh luka sekujur badan, yakni di mata, punggung dan kaki. Bayi yang sempat dilarikan ke klinik terdekat oleh tetangga tersangka yang mencurigai kondisi bayi yang diam tergelatak tak bergerak. Namun nahas, bayi tersebut sudah tak dapat diselamatkan.

(wib)

Caleg Perindo Dapil Jabar V Lakukan Fogging di Desa Tajurhalang Bogor

loading…

Caleg Partai Perindo DPR RI Dapil Jabar V Muhammad Sopiyan pengasapan (fogging) di Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2019). Foto/Okefoto

BOGOR – Caleg Partai Perindo DPR RI Dapil Jabar V Muhammad Sopiyan pengasapan (fogging) di Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, Bogor, Jawa Barat.

Fogging dilakukan guna mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah yang disebabkan berkembang biaknya nyamuk aides aygepty.

Selain fogging, Sopiyan juga menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat di daerah pemilihannya. “Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian nyata Partai Perindo terhadap masyarakat,” katanya kepada wartawan di lokasi.

Baca Juga:

Untuk kesehatan masyarakat, Muhammad Sopiyan turun langsung ke warga untuk melakukan fogging. Ini kali kedua Sopiyan melakukan fogging di dapil-nya.

Beberapa waktu lalu, Caleg DPR RI Dapil Kabupaten Bogor ini juga turun langsung melakukan fogging (pengasapan) ke ratusan rumah di Kampung Klapa, RT 02/15, Kelurahan Rawa Panjang, Bojonggede, Bogor, Minggu 6 Januari 2019.

Selain fogging, Caleg nomor urut 1 ini menyempatkan diri untuk berdialog menyerap aspirasi masyarakat Bojonggede yang notabene sebagai kawasan urban padat penduduk dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sekitar 160.000 di Kabupaten Bogor itu. “Jadi hari ini ada sekitar 500 KK yang rumahnya di fogging,” ujarnya.

(ysw)

Mau Tagih Uang Sewa, Pemilik Kontrakan Temukan Bayi Penuh Luka

loading…

TANGERANG – Seorang bayi usia 1,5 bukan, Kwina Lasita Ramadhani ditemukan tewas dengan kondisi tak wajar di Kampung Gebang, RT 04/RW 03, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Sabtu (19/1/2019) dini hari.

Diduga bayi tersebut dianiaya hingga tewas karena terdapat luka di sekujur tubuh bayi malang tersebut, seperti di mata, punggung, tangan dan kaki.

Kapolsek Jatiuwung Kompol Eliantoro Jalmaf mengatakan, balita tersebut tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya. Kwina sempat dilarikan ke Klinik Bunda Sejati Jatiuwung Tangerang oleh Umi Kalsum, pemilik kontrakan.

Baca Juga:

Saat itu, Umi Kalsum memerintahkan anaknya untuk menagih uang listrik. Namun anaknya curiga mendapati Kwina dalam kondisi tidak bergerak.

Pemilik kontrakan yang juga ahli pijat itu lalu datang dan memeriksa kondisi bayi. Mendapati tak ada denyut nadi pada Kwina, akhirnya dia berinisiatif membawa ke klinik.

“Dinyatakan meninggal semalam, saat ini sudah diserahkan ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk divisum. Kita akan lakukan autopsi, masih proses lidik dan pemeriksaan,” ujarnya.

(ysw)

Otak Pengeroyok Pemuda Bogor di Taman Sari Diciduk

loading…

JAKARTA – Polisi menciduk pelaku utama dalam kasus pengeroyokan Nanda (22) Warga Bogor, Jawa Barat yang tewas setelah dikeroyok segerombolan ABG di Taman Sari, Jakarta Barat.

“Sudah, sudah ditangkap kemarin,” ujar Kanit Reskrim Polsek Taman Sari, AKP Rango Siregar saat dikonfirmasi, Sabtu (19/1/2019).

Menurutnya, tersangka yang baru saja ditangkap itu berinisial P (22) di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. P telah ditetapkan sebagai otak dibalik penyerangan dan provokasi sejumlah ABG terhadap korban Nanda, setelah korban selesai reuni bersama teman-temannya di kawasan Monas Jakarta Pusat.

Baca Juga:

“Otak dibalik penyerangannya dia, dia yang memicu penyerangannya dan dia yang paling banyak serta pertama kali membacok korban,” tuturnya. (Baca: Pulang Reuni SMP di Monas, Pemuda Bogor Tewas Dikeroyok di Taman Sari)

Sekedar diketahui, warga Bogor, Nanda tewas setelah dikeroyok segerombolan ABG di Taman Sari, Jakarta Barat dengan berbagai senjata tajam saat korban pulang reunian bersama teman sekolahnya di Monas.

Peristiwa sadis itu terjadi di depan ruko Bukit Jaya, Jalan Taman Sari Raya, Taman Sari, Jakarta Barat.

Usai kejadian, polisi pun menangkap pelaku yang masih berusia di bawah umur, yakni MK (16), AG (15), ER (13), RD (16), dan STN (19). Mereka tidak ditahan karena masih dibawah umur, hanya saja proses hukumnya tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Mereka diserahkan ke di Dinas Sosial DKI Jakarta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Adapun tersangka P yang baru ditangkap itu dijerat dengan Pasal 170 ayat (1), dan ayat (2) yang menyebabkan korban meninggal dunia, dengan ancaman 12 tahun penjara.

(ysw)

Polda Metro Jaya Soft Launching Millennial Road Safety Festival

loading…

Polda Metro Jaya Soft Launching Millennial Road Safety Festival untuk menekan angka kecelakaan yang banyak terjadi pada remaja. Foto: dok/SINDOnews

JAKARTA – Angka kecelakaan di Jakarta masih cukup tinggi dan sayangnya, rata-rata orang yang terlibat kecelakaan, baik korban maupun pelaku masih diusia produktif, yakni usia 17-35 tahun. Maka itu, guna meminimalisir angka kecelakaan, khususnya di usia produktif, polisi menggelar Millennial Road Safety Festival.

Kasi STNK Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Arif Fazrulrrahman mengatakan, kegiatan Millennial Road Safety Festival merupakan kampanye keselamatan berlalu lintas, yang secara spesifik ditujukan pada kelompok millennial yang berusia 17-35 tahun. Kampanye keselamatan itu diharapkan punya dampak positif bagi masyarakat, khususnya dari segi keselamatan.

“Kegiatan ini diangkat dari latar belakang kelompok di usai produktif merupakan generasi potensial yang punya masa depan cerah, disisi lain merupakan penyumbang kecelakaan tertinggi dengan fatalitas kecelakaan yang tinggi pula,” ujarnya pada wartawan, Sabtu (19/1/2019).

Baca Juga:

Maka itu, kata dia, Polda Metro Jaya yang lokasinya berada di pusat negara Indonesia, khususnya Ditlantas bertanggung jawab menyukseskan kampanye keselamatan tersebut. Salah satu caranya dengan melaksanakan kegiatan Millennial Road Safety Festival yang digelar pada 20 Januari 2019 esok, pukul 06.00-10.00 WIB di Bunderan HI, Menteng, Jakarta Pusat.

“Jadi kegiatannya saat Car Free Day, hanya saja kegiatan tersebut masih dalam bentuk launching, kick off, atau pemanasan, artinya kita sosialisasi. Pada Millennial Road Safety Festival itu akan ada sejumlah acara,” tuturnya.

Adapun acaranya, dialog lintas millennial dengan para kelompok millennial, khususnya pelajar dan mahasiswa, lomba road safety creative design, lomba mural milenial road safety, lomba jingle, parody, dan video pesan millennial road safety, fun rally, lomba fotografi keselamatan berlalu lintas, lomba blogger keselamatan berlalu lintas, road safety challenge, launching aplikasi Augmented Reality yang bisa scanning e-toll, selebgram road safety endorsement.

Selain itu, ada juga turing lintas millennial, kontes duta millennial, kontes road safety dance, dan Road Safety Expo, hanya saja kegiatan itu dilakukan pada saat peresmian nanti, yakni pada 2 Februari 2019 mendatang dan terus berjalan hingga 31 Maret 2019 mendatang.

“Sebagai bocoran, kita undang pelajar dan mahasiswa dari berbagai perguruan, ada juga 31 artis dan selebgram yang akan diendors untuk mengedukasi kelompok millennial itu soal keselamatan berkendara, contoh Boy william, lalu pembalap Rifat Sungkar yang juga sebagai praktisi, ada band juga dari RAN, dan dance taki-taki,” katanya.

Sekedar diketahui, kejadian laka lantas di tahun 2018 di seluruh Indonesia ada 107 ribu lebih kejadian laka lantas, dengan jumlah korban luka ringan 129 ribu lebih, korban luka berat 13 ribu lebih, dan korban meninggal 29 ribu lebih serta rata-rata korban terbanyak di usia 17-35 tahun.

Maka itu, Korlantas Polri menggelar kegiatan Millennial Road Safety Festival di 34 provinsi se-Indonesia untuk menyadarkan dan mengedukasi kaum milenial dalam berlalu lintas. Secara resmi, kegiatan itu digelar sejak 2 Februari-31 Maret 2019 mendatang, yang mana 34 Polda se-Indonesia melakukannya pula secara serentak, salah satunya Polda Metro Jaya.

Ada beberapa rangkaian acara utama di dalamnya, mulai dari kegiatan jalan sehat, enterpreneur expo, safety riding, dan deklarasi pelopor keselamatan berlalu lintas. Adapun puncak acaranya bakal digelar di Monas, Gambir, Jakarta Pusat pada 31 Maret 2019 mendatang dan rencananya dibuka langsung oleh Presiden RI.

Tujuan digelarnya kegiatan Millennial Road Safety Festival diantaranya membangun budaya tertib berlalu lintas, khususnya di kalangan generasi millennial dan meningkatkan kualitas keselamatan di jalan serta menurunkan tingkat fatalitas korban laka.

(ysw)

Terlibat Kepengurusan Parpol, DKPP Beri Sanksi Komisioner KPUD Tangsel

loading…

Terlibat kepengurusan Parpol, Seorang pimpinan KPUD Kota Tangsel dijatuhi sanksi oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Foto/Hambali

TANGERANG SELATAN – Seorang pimpinan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dijatuhi sanksi oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Komisioner bernama Ajat Sudrajat itu dinyatakan terbukti terlibat dalam kepengurusan Partai politik (Parpol).

Keputusan itu dikeluarkan setelah DKPP menjalani persidangan atas laporan masyarakat terhadap Ajat Sudrajat beberapa waktu lalu. Dalam persidangan terungkap fakta dari pengadu maupun jawaban pihak teradu, serta sejumlah bukti dokumen dari kedua belah pihak.

Surat Putusan DKPP itu bernomor registrasi 251/DKPP-PKE-VII/2018. Disebutkan didalamnya, DKPP telah memeriksa dan memutus pada tingkat pertama dan terakhir tentang perkara pengaduan Nomor 269/I-P/L/DKPP/2018 tanggal 26 September 2018, dengan registrasi perkara Nomor 251/DKPP-PKE-VII/2018.

Baca Juga:

DKPP lantas memutuskan 4 poin tentang hasil persidangan itu, yakni ;

1. Mengabulkan pengaduan pengadu untuk sebagian.
2. Menjatuhkan sangsi Peringatan Keras kepada teradu Ajat Sudrajat selaku anggota KPU Kota Tangerang Selatan sejak Putusan ini dibacakan.
3. Memerintahkan KPU Provinsi Banten untuk melaksanakan Putusan ini paling lama 7 (tujuh) hari sejak Putusan ini dibacakan.
4. Memerintahkan Badan Pengawasan Pemilihan Umum Republik Indonesia untuk mengawasi pelaksanaan Putusan ini.

Putusan itu diambil dalam rapat pleno 5 anggota DKPP, yakni Harjono selaku Ketua merangkap anggota, Muhammad, Teguh Prasetyo, Alfitra Salam, dan Ida Budhiati, pada Rabu 2 Januari 2019, dan dibacakan dalam sidang kode etik terbuka untuk umum pada Rabu 16 Januari 2019.

Sementara menanggapi Putusan DKPP itu, Ketua Bawaslu Provinsi Banten Didih M Sudi menegaskan, jika KPUD Banten harus segera menjalankan Putusan dengan mengeluarkan surat peringatan keras sebagaimana tertera dalam Putusan DKPP.

“Berartikan nanti mekanismenya, KPU Provinsi itu mengeluarkan surat peringatan keras yang ditujukan kepada yang bersangkutan. Kita harus memastikan bahwa surat itu harus dikeluarkan,” terangnya kepada wartawan, Sabtu (19/1/2019).

Dilanjutkan Didih, Putusan itu bisa berupa surat peringatan dengan jenjang tertentu, yakni peringatan tertulis, peringatan keras, peringatan keras terakhir, lalu pemberhentian sementara hingga pemberhentian tetap. Namun selama masih dalam proses berjalan, pihak teradu tetap menjalankan tugasnya sebagai Komisioner KPU Kota Tangsel.

“Teradu tetap sebagai anggota KPU Tangsel, tapi diberi peringatan atas Putusan itu. Kita awasi, surat peringatan itu harus dikeluarkan oleh KPU Banten dalam kurun waktu maksimal tujuh hari. Karena jika tidak dijalankan maka KPU Banten yang kena, bisa kita laporkan lagi ke DKPP, pelanggaran etik,” tukasnya.

(ysw)

Februari, MRT Uji Coba Angkut Penumpang

loading…

PT MRT Jakarta akan melakukan uji coba operasi penuh mass rapid transit (MRT) Jakarta fase I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada 26 Februari 2019. Foto: dok/SINDOphoto

JAKARTA – PT MRT Jakarta akan melakukan uji coba operasi penuh mass rapid transit (MRT) Jakarta fase I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada 26 Februari 2019. Uji coba moda transportasi massal ini akan melibatkan masyarakat umum.

Direktur Utama PT MRT William Syahbandar mengatakan, proses uji coba kereta MRT tersebut akan melibatkan para stakeholders dan masyarakat. Saat ini fase parallel trial run yang telah dimulai sejak 24 Desember 2018 masih berlangsung hingga 25 Februari 2019.

Fase ini adalah fase uji coba yang dilakukan oleh MRT Jakarta secara paralel dengan tahap testing and commissioning yang dilaksanakan oleh kontraktor.

Baca Juga:

Pada tahap ini MRT Jakarta telah melibatkan pemangku kepentingan secara terbatas khususnya yang memiliki keterlibatan, dampak, dan pengaruh secara langsung dalam proses pembangunan MRT Jakarta.

”Uji coba operasi yang melibatkan masyarakat nanti diharapkan bisa lebih mengenalkan kereta MRT Jakarta lebih luas lagi sehingga saat operasi nanti, masyarakat tak lagi asing dengan proses operasional kereta MRT,” kata William, Jumat 18 Januari 2019.

William menjelaskan, untuk melakukan uji coba secara penuh pada 26 Februari mendatang, MRT Jakarta akan membuka pendaftaran secara online melalui website untuk bisa mengikuti proses uji coba dengan pembatasan kuota per harinya. ”Sehingga siapa yang duluan mendaftarlah yang akan bisa menjajal Ratangga,” katanya.

Sambil menunggu dan menyelesaikan segala persiapan operasional Maret mendatang, William juga tengah mempersiapkan pembangunan fase II yang akan dimulai pada akhir Januari 2019. Menurut dia, kepastian groundbreakingfase II saat ini tinggal menunggu rekomendasi dari Sekretariat Negara.

Hal tersebut terkait lokasi pembangunan yang berada di kawasan objek vital negara, yakni di kawasan Monas. ”Pembangunan MRT fase II akan dibagi dalam dua tahap lantaran lokasi depo sampai saat ini belum mendapat kepastian. Fase II A dari Bundaran HI-Kota tidak terganggu, meski belum ada depo. Jadi, groundbreaking tetap bisa berjalan,” jelasnya.

Pembangunan depo mutlak harus dilakukan untuk fase II agar operasional bisa berjalan dengan optimal saat rampung. Pasalnya, pada fase II MRT akan kembali menambah 15 rangkaian kereta. Ada beberapa lokasi depo yang saat ini tengah menjadi opsi. Salah satunya kawasan Ancol di Jakarta Utara.

(ysw)

Baru Bebas Penjara, Residivis Kembali Diringkus Polisi di Kejari Depok

loading…

DEPOK – Aparat Satuan Reserse Kriminal Polsek Limo membekuk dua residivis pelaku pencurian rumah kosong (Rumsong) di depan pintu gerbang Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC).

Satu di antaranya berinisial AS warga Kampung Areman Tugu, Cimanggis, seorang lagi belum diketahui namanya.

Penangkapan keduanya dilakukan polisi saat remaja itu sedang duduk menunggu surat pengambilan barang bukti di depan Kejaksaan Negeri Depok, JUmat 18 Januari 2019.

Baca Juga:

Tiba-tiba mobil Avanza coklat yang ditumpangi polisi mendekati pelaku. Tiga polisi langsung turun menangkap kedua pelaku lalu menaikkannya ke mobil.

Ternyata di kursi paling belakang sudah ada satu orang diduga teman pelaku dalam pecuriaan rumah kosong di Depok, Jawa Barat. Polisi turut menggeledah tas pelaku dan ditemukan penggaris siku dan lainnya.

Seorang polisi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kedua pelaku ditangkap karena terlibat pencurian di rumah kosong. “Ini pelaku pencurian rumsong, kita tangkap dari pengembangan,” ujarnya di GDC.

Petugas Kejaksaan Negeri Depok, Tamin mengatakan, kedua pelaku sebelum ditangkap polisi sedang mengurus surat pengambilan barang miliknya di Kejari Depok. Barang tersebut sebelumnya dijadikan barang bukti kasus pencurian sepeda motor yang menjerat keduanya.

“Dua orang tadi sedang mengurus surat pengambilan barang bukti berupa motor honda beat nopol B 3548 EAI yang disita kejaksaan karena menjadi barang bukti tindak kejahatan pencurian bermotor,” tuturnya.

Kedua pelaku pernah dipenjara satu tahun karena mencuri motor. Pelaku ditahan pada Selasa 23 Januari 2018 dan bebas pada Selasa 27 November 2018.

“Kayanya pelaku baru bebas udah mencuri lagi, katanya rumah kosong yang dicuri. Pelaku dulu pernah ditahan motornya jadi barang bukti, tadi dia mau ambil barang bukti tiba-tiba polisi tangkap lagi,” ujarnya.

(ysw)

Akhir Pekan, Jakarta Diprakirakan Diguyur Hujan Disertai Petir

loading…

Libur di pekan ketiga Januari 2019, BMKG memprakirakan hari ini Sabtu (19/1/2019) seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan. Foto: dok/SINDOphoto

JAKARTA – Libur di pekan ketiga Januari 2019, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hari ini Sabtu (19/1/2019) seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan. Bahkan beberapa wilayah Jakarta juga akan diguyur hujan disertai petir.

Berdasarkan website bmkg, pagi ini Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diprediksi diguyur hujan ringan. Sedangkan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berawan.

Namun begitu memasuki siang hari, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan diguyur hujan lebat disertai petir. Lalu Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta utara akan diguyur hujan ringan dan hujan lokal. Sementara di Kabupaten Kepulauan Seribu hanya berawan.

Baca Juga:

Untuk malam hari, hanya wilayah Jakarta Barat saja yang diguyur hujan lokal hingga dinihari nanti. Sedangkan wilayah lainnya hanya berawan sampai dinihari.

Sementara itu di wilayah penyangga ibu kota seperti Bekasi, Depok, dan Bogor siang ini diprakirakan akan diguyur hujan sedang.

(ysw)

12 Pasar Tradisional di Jakarta Akan Dipasang Wi-Fi Gratis

loading…

JAKARTA – Pasar tradisional milik Perumda Pasar Jaya bakal semakin menarik dengan digagasnya pemasangan media iklan digital dan WiFi gratis di sejumlah lokasi pasar. Menggandeng PT Pulau Pulau Media (PPM) atau MacroAd, Pasar Jaya berusaha memenuhi tuntutan zaman milenial tanpa menghilangkan ciri pasar tradisional.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengungkapkan, kerja sama ini sebagai upaya memeperbaiki citra pasar tradisional. Dengan pemasangan media periklanan digital dan mulai meninggalkan iklan dalam bentuk spanduk atau poster, estetika Perumda Pasar Jaya akan lebih modern.

“Ini sebuah terobosan baru yang pertama kali di Indonesia, tidak hanya di Pasar Jaya. Nantinya, ada program pasar yang nanti bisa diselipin di situ, seperti info harga pangan, sehinggga bisa diketahui oleh masyarakat luas,” katanya di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Baca Juga:

Fasilitas pelayanan media perikalanan digital, akan mempermudah konsumen untuk mendapatkan informasi tambahan tentang barang-barang yang akan mereka beli. Sedangkan bagi para pedagang di Pasar Jaya, media ini bisa menjadi sarana promosi yang efektif untuk meningkatkan penjualan.

“Jadi, untuk ciri khasnya sebagai pasar rakyat tidak hilang. Tapi kita lakukan modernisasi dengan menambah sarana pendukung dan lainnya. Pasar akan jadi terlihat hidup dengan adanya media periklanan digital itu,” ungkapnya.

Arief menambahkan, kerjasama ini sekaligus sebagai bentuk pengembangan bisnis, dimana Perumda Pasar Jaya akan mendapatkan pendapatan tambahan dari biaya sewa videotron yang ditempatkan di sejumlah titik.”Nilainya cukup besar, tapi kami tidak bisa sampaikan. Yang pasti, porsi pembagian keuntungan kami lebih besar dibandingkan MacroAd,” tegasnya.

Pasar Mayestik menjadi pilot project dalam pemasangan media periklanan digital. Di sejumlah digital totem dan video wall sudah terpasang di beberapa titik di pasar itu. Selanjutnya, MacroAd akan memasang perangkat digital tersebut di pasar lainnya.

Dalam waktu tiga bulan mendatang, Arief berharap sudah mencakup 11 pasar lainnya yakni di Pasar Jatinegara, Pasar Cipulir, Pasar Pramuka, Pasar Tebet Barat, Pasar Kebayoran Lama, Pasar Perumnas Klender, Pasar Senen III, Pasar Baru Mini Atom, Pasar HWI Lindeteves, Pasar Kramat Jati, Pasar Rawabening dan Pasar Tomang Barat.

Kinkstie Fans selaku Business Development and Partnership Manager MacroAd mengungkapkan, melihat peluang yang cukup bagus untuk menyasar pasar tradisional untuk mengembangkan bisnisnya. Sebelumnya, perusahaan ini sukses mengelola media periklanan digital di Commuterline Jabodetabek.

“Pasar Jaya memiliki 153 pasar tradisional dengan jumlah pedagang 100.000 pelaku UMKM dan pengunjung mencapai sekitar 2 juta orang per hari. Jadi, cakupannya luas sekali,” ujarnya.

Fans menyebut, konten iklan akan disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Namun, yang pasti, penentuan titik iklan digital disesuaikan dengan estetika serta titik yang dianggap strategis.

Ini menjadi bagian modernisasi periklanan di pasar, juga menambah pelayanan fasilitas publik serta membantu kelancaran dalam memberikan informasi harga komoditas di pasar. Selain pemasangan iklan media digital, MacroAd pun menyediakan jaringan Wi-Fi di Perumda Pasar Jaya yang bisa membantu para mitra dan pengiklan untuk memperluas jaringan bisnisnya.

(whb)

PNS Tangsel Deklarasi Bersama Kurangi Penggunaan Produk Plastik

loading…

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany saat memimpin deklarasi bersama PNS Tangsel mengurangi pemakaian kantong plastik.Foto/Hambali/Okezone

TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) secara serentak melakukan deklarasi bersama tentang pengurangan sampah plastik. Delarasi yang diikuti pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) itu berlangsung di Lapangan Cilenggang, Serpong.

Dalam deklarasi, Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany menginstruksikan jajarannya, agar pada awal tahun ini bersama-sama memulai sebuah langkah positif dengan mengurangi penggunaan kemasan, kantong, botol serta gelas yang berbahan plastik sekali pakai.

“Saya telah mengeluarkan intruksi Wali Kota nomor 660.2/143/DLH. Maka saya meminta kepada seluruh OPD, dalam melaksanakan setiap kegiatan seperti rapat dan sebagainya, baik di dalam gedung maupun di luar gedung, menghindari penggunaan bahan material tersebut,” kata Airin, Jumat (18/1/2019).

Baca Juga:

Airin juga menyarankan anak buahnya agar membudayakan penggunaan bahan organik atau yang mudah terurai. Bahkan dia mengarahkan semua jajarannya untuk menggunakan barang-barang yang dapat digunakan berulang-ulang, ketimbang barang berbahan plastik.

Sementara, Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menerangkan, instruksi Wali Kota terkait pengurangan bahan-bahan dari plastik ditujukan kepada seluruh ASN di Tangsel. Sehingga dalam berbagai kegiatan yang dilakukan, tak lagi menggunakan barang-barang berbahan plastik sekali pakai.

“Deklarasi ini merupakan internal yang dilakukan ASN Tangsel, diharapkan bisa secara bertahap mengurangi ketergantungnya kepada produk plastik, diawali saat rapat tidak lagi disediakan minuman botol dari plastik, digantinya dengan dispenser ada gelas, kopi dan lainnya,” jelasnya.

Instruksi Wali Kota Airin itu sejatinya menindaklanjuti apa yang disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dimana dikatakan bahwa produksi sampah di Indonesia terbesar kedua setelah China. “Deklarasi ini merupakan janji bersama pegawai dilingkup Pemkot Tangsel untuk mengurangi sampah plastik,” ucap Benyamin Davnie.

(whb)

Cegah Korban Jiwa akibat Angin Kencang, Bogor Bakal Tebang Pohon Tua

loading…

Wali Kota Bogor Bima Arya sata menyaksikan proses identifikasi pohon-pohon di kota tersebut.Foto/SINDOnews/Dok

BOGOR – Sebanyak 112 dari 516 pohon di Kota Bogor yang sudah teridentifikasi kesehatannya melalui program Kartu Tanda Pohon (KTP) bakal dilakukan penebangan. Hal tersebut dilakukan, menyusul meningkatnya intensitas curah hujan disertai angin kencang yang dikhawatirkan berdampak pada ratusan pohon rawan tumbang tersebut.

Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Agus mengatakan, langkah ini juga dilakukan sebagai salah satu bentuk pencegahan dini.”Namun kita tetap tidak bisa memprediksi pohon-pohon yang diidentifikasi sehat tidak akan tumbang kalau terjadi bencana alam atau ulah manusia yang kerap membuang sampah cairan ke akar pohon dan membuat akar menjadi busuk, itupun berpotensi,” kata Agus pada Jumat (18/1/2019).

Agus menuturkan, pernah beberapa kali terjadi ada pohon besar yang dahannya patah meski tidak terkena hujan atau angin kencang. Hal itu ternyata dikarenakan dahan kering akibat cuaca panas.”Kami juga melihat umur ekonomis dari pohon (yang teridentifikasi), rata-rata umur pohon itu 80 tahun kalau sudah lewat dari 80 tahun pohon jadi lemah dan antisipasinya pohon kami tebang,” tuturnya.

Baca Juga:

Selain itu, pihaknya juga hingga saat ini masih terus berupaya melakukan pencegahan dini dengan melakukan pemeriksaan terhadap pohon-pohon yang terindikasi ‘sakit’ di sejumlah titik jalan protokol di Kota Bogor.”Untuk pohon-pohon yang memang sudah rawan roboh karena tingkat keroposnya di atas 50%, kita lakukan penebangan agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Agus menambahkan, melalui program KTP-nisasi pohon yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitabng) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, pohon-pohon di Kota Bogor bisa diidentifikasi kesehatannya dengan melihat tingkat kekeroposan. Pohon dengan KTP berwarna hijau menandakan pohon sehat atau tingkat keroposnya dari 0-30%.

Pohon dengan KTP berwarna kuning menandakan pohon kurang sehat karena tingkat keroposnya sudah diatas 30-50%. Sementara untuk pohon ber-KTP Merah menandakan tingkat keropos pohon mencapai di atas 50% dan rawan tumbang.

“Pohon yang ber-KTP Kuning kami lakukan penebangan dahannya untuk mengurangi beban pohon akibat adanya kekeroposan. Kalau yang di atas 50% lebih langsung kami tebang,” jelasnya.

Sebelumnya, hujan deras disertai angin puting beliung melanda Kota Bogor, baik pada penghujung maupun awal tahun. Musibah tersebut melanda tiga kecamatan yakni Kecamatan Bogor Selatan, sebagian kecil di Kecamatan Bogor Timur dan Bogor Tengah. Perstiwa angin puting beliung ini memberi dampak sangat masif, yakni menewaskan satu orang, merusak 1.469 unit rumah warga di tiga kecamatan.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor, Dede Armansyah mengajak warga meningkatkan kewaspadaannya terhadap bencana. Terutama di daerah selatan Kabupaten Bogor, yang selama ini sering terjadi bencana alam.

Mengantisipasi hal tersebut, BPBD pun menetapkan Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor sebagai Desa Tangguh Bencana.”Sebelum ditetapkan sebagai desa tanggu bencana, warganya harus diberikan pemahaman terlebih dahulu,

Termasuk memberikan bimbingan teknik dan simulasi kesiapsiagaan bencana. “Ada tahapan pra bencana atau tingkat dasar. Tahapan ini perlu sehingga ketika ada bencana alam masyarakat bisa mandiri, termasuk melakukan evakuasi,” ujarnya.

Dikatakannya, bimbingan teknis ini tidak hanya diberikan kepada Desa Tugu Selatan, tetapi di seluruh desa yang masuk dalam kategori rawan bencana. “Semua desa itu berbeda kategorinya. Desa Tugu Selatan misalnya yang masuk dalam kategori rawan longsor,” ucapnya.

(whb)

Polda Metro Ungkap Sabu Yaba dari Thailand Dikemas Dalam Teri Medan

loading…

Belasan tersangka pengedar sabu jenis Yaba dari Thailand diringkus aparat Polda Metro Jaya, Jumat (18/1/2019). Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Polisi mengungkap kasus peredaran sabu dan ekstasi serta ganja jaringan Banjarmasin-Jakarta yang terbungkus dalam kemasan makanan Teri Medan dan Abon Lele. Adapun pelaku yang ditangkap 11 orang, yakni HAR, FIR, AH, GZ, NR, AR, AW, ZN, TON, FM, dan YAH.

Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, penangkapan itu hasil pengembangan yang dimulai pada Desember 2018 lalu. Dari penangkapan itu, polisi menyita bukti narkoba 6,5 kilogram sabu, 57.578 butir ekstasi, dan 15,19 gram ganja.

Selain itu, kata dia, polisi menemukan sabu jenis yaba yang diselundupkan dalam kemasan makanan Teri Medan. Sabu berbentuk pil merah muda layaknya ekstasi itu disebut sabu jenis baru yang berasal dari Thailand.

Baca Juga:

“Bentuk lebih kecil dari ekstasi pada umumnya, tapi kandungannya metamfetamin dan sudah dicek ini bentuk terbaru. Dikemas dalam Teri Medan,” ujarnya pada wartawan, Jumat (18/1/2019).

Polda Metro Ungkap Sabu Yaba dari Thailand Dikemas Dalam Teri Medan

Dari pengakuan tersangka GZ, ungkapnya, dia selalu menaruh koper yang berisi sabu di salah satu kamar hotel di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat. Dia melakukannya dengan cara berpindah-pindah hotel. GZ juga merupakan orang yang bertanggung jawab untuk peredaran yaba di DKI Jakarta.

“Modus barang ditaruh di situ, dia kontak ke calon pengambil, ambil kunci di resepsion, ambil barang di sana, kembali kan kunci, cabut,” tuturnya.

Dia membeberkan, GZ mendapatkan perintah dari HONG, yang mana menjadi DPO dan MG yang merupakan atasan GZ. Setiap harinya, GZ pun melakukan distribusi sabu tersebut. Yaba yang kini menjadi sitaan polisi itu pun merupakan barang sisa dari distribusi yang dilakukan untuk pergantian tahun 2018-2019.

Setidaknya terdapat kurang lebih sebanyak 20 ribu butir yaba yang tersisa dari yang telah diedarkan. “Ini sisa produk Desember. Sebenarnya mau didistribusi habis pergantian tahun 2018-2019 karena setiap bulan pasti dapat distribusi,” paparnya.

Pengungkapan peredaran sabu jenis yaba di Indonesia sejatinya sudah pernah terungkap sejak tahun 2013. Namun, beber Calvin, polisi belum pernah mendapatkan peredaran yaba lagi sejak dua tahun belakangan. Diduga, yaba yang diedarkan itu karena penggunaan sabu dinilai terlalu ribet.

Dia menambahkan, hingga kini polisi belum pernah menangkap pengguna yaba sehingga belum dapat memastikan alasan peredaran yaba dilakukan. “Mungkin penggunaan sabu terlalu ribet mungkin dia menggunakan yang lebih simple saja. Tergantung peran pasar kalau seperti itu,” katanya.

Kini, GZ dan 10 tersangka lainnya dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya penjara seumur hidup atau hukuman mati.

(ysw)

Bea Cukai Bandara Soetta Sita 8 Kg Sabu Diresapkan Dalam Pakaian

loading…

Petugas Bea Cukai Soekarno Hatta memperlihatkan para pelaku penyeludnupan narkoba melalui Bandara Soekarno Hatta.Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG – Petugas Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, mengamankan 8.078 gram sabu yang telah diresapi ke pakaian. Penyelundupan modus baru ini, dibawa oleh seorang penumpang asal Nigeria berinisial SMN.

Penumpang maskapai Qatar Airline rute Doha-Jakarta ini, ditangkap pada Jumat 4 Januari 2019, di Terminal 2D. Kepala Kantor Bea Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta, Erwin Situmorang mengatakan, pengungkapan itu berawal dari kecurigaan pertugas terhadap SMN itu.

“Berdasarkan analisis image X-ray atas tas yang dibawa SMN, petugas mendapati barang berupa handuk, kaus dalam, kaus polo, dan kemeja plastik,” kata Erwin, di kantor Bea Cukai Bandara Soetta, pada Jumat (18/1/2019).

Baca Juga:

Barang-barang tersebut, dibungkus dalam plastik bening seolah baru. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, ternyata barang-barang itu dalam kondisi kaku.”Saat diperiksa, kaus, kemeja, dan handuk yang diplastikan itu ternyata kaku, dan warnanya agak kusam kekuning-kuningan. Petugas lalu melakukan uji identifikasi dengan pendeteksi narkoba,” ujarnya.

Hasilnya, ternyata didapati bahwa pakaian tersebut mengandung methamphetamine alias sabu.”Jadi, sabu itu dicairkan dulu, lalu diresapi ke pakaian. Sehingga, seolah-olah, itu baju biasa saja. Padahal, baju itu telah diresapi sabu. Itu mungkin yang agak berbeda dengan penanganan sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, pada awal tahun ini pihaknya juga menggalkan penyelundupan jenis narkotika lainnya, seperti 8.000 daun khat, 254 gram synthetic cannabinoid, dan ketamine sebanyak 19.011 gram. “Dari lima kasus tersebut, lima di antaranya penyelundupan melalui barang kiriman dengan modus barang kiriman yang diberitahukan secara tidak benar, dengan negara asal Ethiopia dan China,” paparnya.

Dari lima kasus itu, pihaknya mengamankan delapan orang, yang tujuh diantaranya laki-laki, dan satu orang lainnya perempuan. Dua di antaranya WNA asal Thailand.

Di tempat yang sama, Kanit 4 Subdit 1 Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri, AKBP Dodi Suryadin mengatakan, saat dilakukan pemeriksaan terhadap pakaian tersangka, ternyata sudah diresapi sabu oleh SMN. “Berdasarkan keterangan tersangka, dia sudah dua kali melakukan pengiriman sabu dengan modus yang sama ke Indonesia. Setiap pengiriman, tersangka diberikan upah senilai USD3.000,” sambung Dodi.

Dijelaskan dia, sabu rencananya diserahkan kepada seseorang di Jakarta. Namun, pihaknya masih mendalami keterangan itu, dan membongkar jaringan peredarannya. “Sebelumnya kami memang sudah pernah menangani kasus serupa. Sehingga, saat ada kejadian seperti ini lagi, kami langsung menanganinya. Kami masih melakukan penyelidikan di lapangan,” ucapnya.

(whb)

Ditinggal Istri 1 Tahun, Pria 39 Tahun Cabuli Bocah SD

loading…

JAKARTA – Ditinggal istri jadi dalih SL (39) menye‎tubuhi siswi SD berinisial KPD (8). Korban merupakan tetangga sekaligus teman anaknya.

Kapolsek Kalideres, Kompol Pius Ponggeng mengatakan, peristiwa itu dilakukan di rumah pelaku Kampung Buaran, Kalideres, Jakarta Barat pada Agustus 2018 lalu. Namun, saat itu korban tak menceritakan kejadian tersebut pada orang tuanya.

Kepada ibunya, korban hanya bercerita kalau alat vitalnya sakit. “Saat itu sama ibunya dicek dan memang ada tanda bengkak dan memerah, karena korban tak cerita tentang kejadian itu, ibu korban hanya memberi obat,” kata Pius pada wartawan, Jumat (18/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, kasus ini terungkap baru-baru ini setelah korban bercerita pada temannya, YT (9). YT lalu meneruskannya ke ibunya hingga akhirnya diteruskan ke ibunda korban. Tak lama, ibunda korban yang tak terima melaporkan kejadian itu ke polisi.

Tak lama setelah penyelidikan, polisi meringkus pelaku.”Pelaku mengakui baru satu kali melakukan aksi bejatnya itu. Alasannya, pelaku sudah ditinggal istrinya selama setahun lamanya,” ujarnya.

Atas perbuatannya pelaku akan dijerat Pasal 81 UU RI No. 35/2004 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

(whb)

Terobos Pintu Perlintasan, 2 Pemuda Depok Tewas Ditabrak Commuter Line

loading…

Sepeda motor yang kendarai dua pemuda di Depok rusak berat setelah dihantam KRL Commuter Line akibat menerobos pintu perlintasan lliar.Foto/Istimewa

DEPOK – Dua orang warga Ratujaya, Pancoran Mas Depok tewas tertabrak kereta karena nekat menerobos palang pintu di perlintasan Rawa Geni, Ratujaya, Kota Depok, sore tadi.

Keduanya berboncengan mengendarai sepeda motor dengan nopol B 3625 EKJ. Kedua korban adalah Arif (20) dan Sigit (25). Mereka tewas di tempat karena luka parah yang diderita.

“Pada saat ada KRL melintas pengendara motor ini langsung jalan saja tanpa menghiraukan aba-aba dari penjaga pintu yang telah menandakan kereta telah datang,” kata Arya, salah satu warga, Jumat (18/1/2019).

Baca Juga:

Keduanya naik motor dari arah Citayam menuju Rawageni. Ketika melintas tiba-tiba ada kereta dari arah Bogor menuju Jakarta. “Korban tersambar kereta dan terseret. Motor korban mengalami rusak parah, ” ungkapnya.

Kondisi kedua korban meninggal ditempat dengan luka parah di sekujur tubuh akibat ditabrak kereta.”Kedua korban oleh anggota binmas setempat dibantu petugas kereta sudah dievakuasi dan sudah dibawa ke rumah duka dekat dari lokasi kejadian,” ujarnya.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Pancoran Mas Iptu Hendra mengatakan anggota masih berada di TKP mencari data-data korban. “Anggota masih berada di lokasi mencari data-data keterangan saksi dan korban. Dibantu petugas keamanan kereta membantu membersihkan di TKP,” ujarnya.

(whb)

Antisipasi Kericuhan Susulan, Polisi Disiagakan di Pasar Tanah Abang

loading…

Ilustrasi, petugas Satpol PP melakukan penertiban terhadap PKL di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: dok/SINDOnews

JAKARTA – Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni EW (27) dan SE (54) terkait kasus kericuhan yang terjadi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat antara PKL dengan Satpol PP.

Kapolsek Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono mengatakan, guna mengantisipasi terjadinya kericuhan susulan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, polisi menyiagakan tim Patroli di kawasan itu. Nantinya, tim tersebut bakal berpatroli secara rutin di kawasan Pasar Tanah Abang.

“Selain itu, kita juga menyiagakan 10 personel di sekitar situ untuk melakukan penjagaan bareng (Satpol PP), lalu nanti saat penertiban juga kita kita bareng (Satpol PP dan Polisi), jadi gabungan,” ujarnya pada wartawan, Jumat (18/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, tak ada motif lain dalam kasus kerusuhan itu, motifnya hanya karena PKL ingin berjualan di wilayah yang tak diperbolehkan untuk berjualan.

Mereka, kata dia, orang-orang yang tak mendapatkan izin berjualan di Skybridge dan tetap memaksa berjualan di tempat yang tak diperbolehkan. Peristiwa semacam itu pun bukan kali pertama terjadi.

“Sudah berapa kali mereka karena memang sifatnya kucing-kucingan, sudah sering ditertibkan, tapi tetap mereka memaksakan jualan lagi distiu,” tuturnya.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka di kasus kericuhan di Pasar Tanah Abang. Dalam kasus itu, polisi memiliki bukti berupa rekaman video, tongkat, batu yang dilempar ke mobil satpol PP, dan kendaraan Satpol PP yang spionnya pecah.

(ysw)

Jelang Beroperasi, MRT Masih Dalam Fase Pengujian Parallel Trial Run

loading…

Kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta yang siap beroperasi pada Maret 2019 mendatang.Foto/SINDOphoto/Dok

JAKARTA – Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta ditargetkan beroperasi secara komersial di Maret 2019 dan berbagai persiapan serta pengujian terus dijalankan untuk memastikan dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Muhamad Kamaludin mengatakan, saat ini fase parallel trial run yang telah dimulai sejak 24 Desember 2018 masih berlangsung hingga ditargetkan selesai pada 25 Februari 2019. “Ini adalah fase uji coba yang dilakukan MRT Jakarta secara paralel dengan tahap testing & commissioning yang dilaksanakan oleh kontraktor,” kata Kamaludin lewat keterangan persnya, Jumat (18/1/2019).

Dia menambahkan, pada tahap ini MRT Jakarta telah melibatkan pemangku
kepentingan secara terbatas khususnya yang memiliki keterlibatan, dampak dan pengaruh secara langsung dalam proses pembangunan MRT Jakarta.

Baca Juga:

“Adapun publik secara terbatas baru dapat dilibatkan untuk mencoba MRT Jakarta ketika memasuki fase full trial run yang merupakan fase uji coba operasi penuh oleh MRT Jakarta,” ujarnya.

Menurut Kamal, fase ini akan berlangsung mulai 26 Februari 2019 hingga tanggal beroperasinya MRT Jakarta secara komersial di Maret 2019. “Namun perlu diketahui bahwa selama 10 hari pada fase ini juga akan dilakukan emergency drill/test yang akan melibatkan publik secara terbatas dalam suatu skenario keadaan darurat yang disiapkan oleh MRT Jakarta dengan pengawasan dari instansi berwenang,” ucapnya.

(whb)

Terpeleset Masuk ke Mesin Pencacah Plastik, Diduga Sariman Mengantuk

loading…

BEKASI – Polresta Bekasi masih menyelidiki kecelakaan kerja yang menewaskan Sariman (36) di Kampung Cisalak RT 2/4, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Diduga, korban sedang mengantuk hingga terpeleset ke mesin daur ulang plastik dan tubuhnya ikut hancur.

Kepala Kepolisian Sektor Bantargebang, Kompol Siswo mengatakan, rekan-rekan korban tak menyangka kalau temannya menjadi korban. Kecurigaan baru muncul saat Mamat, rekan Sariman, mendengar suara yang janggal pada mesin pencacah daur ulang plastik.

Saat diperiksa, kata dia, Mamat melihat darah mengalir deras ke bawah dan rekanya tersebut melihat ada kaki di dalam mesin. Kemudian Mamat segera mematikan mesin yang masih dipenuhi limbah plastik tersebut. Dia meminta bantuan kepada warga sekitar lalu diteruskan keputas kepolisian.

Baca Juga:

Siswo menjelaskan, korban merupakan warga Blora, Jawa Tengah dan baru beberapa bula bekerja dilapak tersebut. Saat ini, kata dia, pihak kepolisian menduga korban mengantuk atau terpeleset ke mesin tersebut saat bekerja. “Korban sering begadang, jadi terpeleset ke mesin itu,” katanya kepada wartawan, Jumat (18/1/2019).

Kepala Sub bagian (Kasubbag) Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari menambahkan, ihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat kejadian kemarin. Dan direncanakan pihaknya akan memeriksa pemilik usaha pengepulan rongsokan itu.

“Kita akan panggil hari ini pemiliknya, saksi-saksi kita periksa, dalami kembali keterangannya. Kita periksa, buatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), walaupun itu bukan pabrik cuma bedeng, tapi kan keselamatan kerja harus diperhatikan,” katanya. Saat ini kasus ini masih terus dikembangkan.

Sementara keluarga korban telah datang untuk mengambil sisa potongan tubuh untuk kemudian dikuburkan. Sebab, korban mempunyai keluarga di Bekasi dan sisa tubuh korban akan segera dikuburkan.”Kita masih lakukan penyelidikan, dan pemiliknya segera kita lakukan pemeriksaan,” tegasnya.

(ysw)

Terpeleset, Pekerja Daur Ulang Plastik Tergiling Mesin hingga Hancur

loading…

BEKASI – Seorang pekerja tewas tergiling mesin daur ulang limbah pelastik di Kampung Cisalak RT 2/4, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Akibatnya, korban Sariman (36) tewas mengenaskan dengan kondisi tubuhnya hancur terurai dan hanya tersisa kaki saja.

Peristiwa mengenaskan itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis 17 Januari 2019. Saat itu korban tidak sengaja masuk kedalam mesin molen otomatis khusus daur ulang limbah sampah.

“Korban ditemukan sudah tewas, dan hanya tersisa kaki,” kata Kepala Kepolisian Sektor Bantargebang, Kompol Siswo kepada wartawan, Jumat (18/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, tubuh korban tercincang dan hanya tersisa bagian kakinya saja yang utuh. Bahkan, tidak ada saksi yang melihat bagaimana tubuh korban bisa masuk ke mesin penggilingan itu.

Kepala Sub bagian (Kasubbag) Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari menambahkan, ihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat kejadian kemarin. Dan direncanakan pihaknya akan memeriksa pemilik usaha pengepulan rongsokan itu.

“Kita akan panggil hari ini pemiliknya, saksi-saksi kita periksa, dalami kembali keterangannya. Kita periksa, buatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), walaupun itu bukan pabrik cuma bedeng, tapi kan keselamatan kerja harus diperhatikan,” katanya. Saat ini kasus ini masih terus dikembangkan.

(ysw)

Tak Bayar Tilang ETLE, Polisi Blokir 800 STNK

loading…

Pengendara berhenti di dekat kamera ETLE yang terpasang di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf

JAKARTA – Polisi sudah memblokir ratusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) roda dua maupun roda empat lantaran tidak membayar denda Elektronik Tilang Low Enforcment (ETLE) hingga batas waktu yang ditentukan. Polda Metro Jaya telah menerapkan tilang elektronik di Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin sejak 1 November 2018 lalu.

“Sampai hari ini ada 800 STNK yang diblokir,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf kepada wartawan, Jumat (18/1/2019). (Baca juga: Polisi Sebut Pelanggar ETLE Capai 120 Kendaraan per Hari)

Mereka dipastikan tidak bisa memperpanjang STNK sepanjang belum membayar denda tilang yang sudah ditentukan atas pelanggaran yang dilakukan. Untuk itu, polisi meminta kepada para pengendara yang STNK-nya diblokir agar segera menuntaskan kewajibannya.

Hingga kini polisi masih terus melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait penambahan kamera CCTV untuk perluasan E-TLE di Ibu Kota.

Baca Juga:

Pihaknya akan memperjuangkan agar Pemprov DKI Jakarta bisa segera menindaklanjuti rencana pengadaan CCTV itu. (Baca juga: Tilang Elekronik Diperluas Tahun Depan hingga Pinggiran Jakarta)

Dengan begitu, perluasan E-TLE bisa secepatnya diterapkan guna membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Ada sebanyak 81 kamera lagi yang direncanakan terpasang di sejumlah titik.

“Dari daftar kami minta sudah ada titik-titik (peletakan kameranya) itu,” pungkasnya.

(thm)

Ruang Sekolah Dijadikan Gudang Narkoba, Disdik DKI: Itu Ranah Swasta

loading…

Kapolsek Kembangan Kompol Joko Handono saat jumpa pers terkait penemuan narkoba di sala satu sekolah, Selasa (15/1/2019) lalu. Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf

JAKARTA – Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto angkat bicara terkait penemuan sabu-sabu di salah satu ruangan sekolah swasta di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Bowo mengaku sudah mendapatkan laporan terkait penemuan itu.

Menurut dia, masalah ini murni sepenuhnya tanggung jawab yayasan pengelola sekolah swasta itu. Apalagi diketahui terjadi dualisme kepengurusan di yayasan sekolah tersebut. (Baca juga: Sekolah di Kembangan Dijadikan Gudang Penyimpanan Narkoba)

“Yang mengatur terkait dengan penyelenggaran sekolah itukan ada di yayasan sepenuhnya. Kalau kami (Disdik) memang membina dari aspek akademi, tetapi itu terkait masalah orang yang tinggal di situ segala macam. Kalau sekolah swasta kan sepenuhnya (ranah) di sekolah swasta,” kata Bowo kepada wartawan, Jumat (18/1/2019).

Baca Juga:

Ia menegaskan, sekolah swasta memiliki aturan dan kebijakan sendiri, sehingga pemerintah tidak bisa banyak intervensi. (Baca juga: Penjelasan Yayasan Al Kamal Jakarta Terkait Temuan Narkoba di Sekolah)

“Kalau di sekolah negeri misalnya ada rumah dinas, itukan terdaftar secara jelas. Kalau di sekolah swasta mereka sepenuhnya, ada di yayasan. Di luar kasus ini kalau yayasan keluarga kan kita enggak bisa juga (mencampuri),” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Polsek Kembangan, polisi menciduk tiga orang berinisial AJ (29), DL (29), dan CP (30) setelah terbukti memanfaatkan ruangan di laboratorium sekolah swasta sebagai lokasi penyimpanan sabu. Dari tempat itu polisi menemukan 355,56 gram sabu dan 7.910 obat golongan IV.

(thm)

PKL Tanah Abang Serang Satpol PP, Dua Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

loading…

Ilustrasi, pelaku kriminal ditangkap polisi. Foto/Istimewa

JAKARTA – Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka atas kericuhan antara pedagang kaki lima di Pasar Tanah Abang dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kedua orang itu terekam video melakukan provokasi untuk menyerang petugas Satpol PP.

“Ditangkap tiga orang, dua sebagai tersangka,” ujar Kapolsek Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (18/1/2019).

Menurutnya, mereka yang ditetapkan sebagai tersangka berinisial EW (27) dan SE (54) karena memprovokasi kericuhan. Sementara satu pelaku lagi dibebaskan karena tak terbukti bersalah. (Baca: Tak Terima Ditertibkan, PKL Tanah Abang Serang Satpol PP)

Baca Juga:

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah gelar perkara dilakukan. Mereka dikenakan Pasal 212 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun 4 bulan.

“Pelaku terekam video ikut memprovokasi dan melawan petugas yang sedang melaksankan tugas,” tuturnya.

Dia menambahkan, kedua pelaku merupakan pedagang yang tidak dapat lapak berjualan di Sky Bridge Tanah Abang. Alhasil, mereka memaksa berjualan di tempat yang dilarang hingga akhirnya ditertibkan petugas namun melawan.

Dia memastikan kondisi di sana sudah kondusif. Namun, guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan personel kepolisian disiagakan.

Kapolsek mengatakan, tak menutup kemungkinan tersangka bisa bertambah. “Untuk itu kita masih kembangkan juga, berusaha mencari tersangka-tersangka lain,” katanya.

(ysw)

Diringkus, Pengeroyok Warga Bogor di Taman Sari Ternyata Masih ABG

loading…

Lima dari enak pelaku pengeroyokan Nanda (22) di Taman Sari Jakarta Barat diringkus petugas Polsek Taman Sari. Foto:dok/SINDOnews

JAKARTA – Polsek Taman Sari Jakarta Barat langsung melakukan pengejaran terhadap sejumlah pelaku pengeroyokan yang menewaskan Nanda (22) warga Bogor. Tak sampai 24 jam, seluruh pelaku yang rata-rata masih di bawah umur diringkus.

Kapolsek Taman Sari, AKBP Ruly Indra mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan termasuk mendatangi TKP. Hasilnya, petugas berhasil mendapati keterangan dari beberapa saksi dan juga mendapati pendukung alat bukti berupa rekaman kamera CCTV.Berbekal informasi itu, petugas pun langsung mengidentifikasi pelaku dan mencarinya. “Tak sampai 24 jam, kita berhasil menangkap pelakunya. Kita berhasil menangkap 5 dari enam pelaku yang ikut membacok dan memukul korban,” terangnya.

Para pelaku, tambahnya, berinisial MK (16) berperan membacok kaki kiri korban, AG (15) membacok lutut kanan korban, ER (13) membacok tangan kiri korban, RD (16) membacok betis kaki kiri korban, dan STN (19) melempar batu ke punggung korban. Dan seorang pelaku berinisial PY pembacok punggung korban masih diburu polisi.

Baca Juga:

“Para tersangka ini rata-rata masih anak di bawah umur. Yang dewasa hanya ada satu. Karena itu yang di bawah umur kita titipkan di Dinsos. Dari para tersangka itu hanya satu yang berstatus pelajar,” ungkapnya.

Sementar itu, Kanitreskrim Polsek Metro Taman Sari, Kompol Rango Siregar menambahkan, para tersangka berhasil ditangkap ada yang di rumahnya dan ada juga yang kabur bersembunyi. Bahkan, para pelaku juga sempat membuang sajamnya.

“Untuk sajam itu memang sudah sengaja disiapkan sebelum kejadian. Dan sajam itu ditemukan di salah satu rumah tersangka, setelah sempat dikumpulkan usai kejadian,” katanya.

(ysw)

Gigit Satpam Kompleks, Polisi Tetapkan Pemilik Pitbull Jadi Tersangka

loading…

Anjing pitbull yang menyerang satpam kompel perumahan di Sawah Besar. Foto/Istimewa

JAKARTA – Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Tahan Marpaung mengatakan, Ho Andry telah ditetapkan sebagai tersangka atas laporan yang dibuat satpam kompleks Rajawali, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Suherman (40).

“Sudah (tersangka), sudah penyidikan,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (18/1/2019).

Menurutnya, penetapan status tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang telah dilakukan penyidik. Ho yang merupakan pemilik anjing jenis pitbul itu dikenakan Pasal 335 dan 360.

Baca Juga:

Pasalnya, kata dia, Ho diduga melakukan perbuatan membiarkan terjadinya kekerasan yang mengakibatkan orang lain terluka dengan ncaman hukuman diatas 5 tahun. Dimana dalam hal ini Ho diduga sengaja membiarkan anjingnua menyerang Suherman. (Baca: Satpam Kompleks Perumahan Luka Parah Diserang Anjing Pitbull)

Bamun, belum dilakukan penahanan terhadap Ho. “Barang bukti yang kami kantongi ada hasil visum dan keterangan saksi (dan terlapor), katanya.

Sekedar diketahui, Suherman diserang anjing Pitbull di kompleks Rajawali Sawah Besar, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Adapun pemilik anjing tersebut bernama Ho Andry.

(ysw)

Pulang Reuni SMP di Monas, Pemuda Bogor Tewas Dikeroyok di Taman Sari

loading…

Seorang pemuda warga Bogor tewas mengenaskan setelah dikeroyok sejumlah remaja tanggung di Taman Sari usai melaksanakan reuni SMP di Monas, Jakarta Pusat. Foto/SINDOnews

JAKARTA – Sungguh nahas nasib Nanda (22) Warga Bogor, Jawa Barat itu tewas setelah dikeroyok segerombolan remaja tanggung di Taman Sari, Jakarta Barat. Dia dikeroyok segerombolan ABG dengan menggunkan berbagai senjata tajam sesaat pulang reunian bersama teman sekolahnya di Monas.

Kapolsek Taman Sari, AKBP Ruly Indra mengatakan, peristiwa sadis itu terjadi di depan ruko Bukit Jaya, Jalan Taman Sari Raya, Taman Sari, Jakarta Barat. Awalnya saat korban sengaja datang dari Bogor ke Jakarta untuk reunian berama teman-teman sekolahnya di Monas.

“Korban datang dari Bogor sore naik kereta bersama dua temannya dan turun di Stasiun Mangga Besar untuk ketemu temannya yang tinggal di tak jauh dari situ” ujarnya pada wartawan, Jumat (18/1/2019).

Baca Juga:

Setelah ketemu dan berkumpul, kata dia, korban dan teman-temannya langsung pergi ke Monas. Korban pergi ke Monas malam hari dengan kembali menaiki kereta api. Setelah selesai, korban dan teman-temannya kembali pulang.

Karena rumahnya jauh, korban menginap di rumah temannya yang berada di Taman Sari. “Korban dan temannya kembali pulang naik kereta api dan turun di Stasiun Sawah Besar. Lalu berjalan kaki menuju rumah temannya di Jalan Kebon Jeruk V, Maphar, Taman Sari,” tuturnya.

Namun saat di perjalanan tepatnya di sekitar TKP, korban yang saat itu berjalan bersama dengan temannya sekitar 8 orang bertemu segerombolan ABG yang sedang bermain bola. Dan tak lama dari itu, tiba-tiba ada orang yang melempar botol air mineral ke arah korban. Karena itu pandangan korban dan temannya langsung tertuju ke segerombolan ABG tersebut.

“Tiba-tiba seorang dari ABG itu langsung mengeluarkan sajam dari pinggang dan mengejar korban dan temannya. Karena itu korban dan temannya langsung lari,” terangnya.

Saat itu korban malah berlari terpisah jalan dengan teman-temannya. Dan para pelaku langsung mengejar korban hingga akhirnya berhasil ditangkap dan dikeroyok menggunakan sajam termasuk batu secara bergantian. Setelah itu para pelaku langsung kabur meninggalkan korban yang sudah tak berdaya.

“Korban menderita luka bacok di pinggang kiri, siku tangan kiri, kaki kiri, punggung, dan paha. Termasuk di kepala terkena pukulan batu. Korban sempat hendak dibawa ke RS Husada tapi dalam perjalanan meninggal dunia,” katanya.

(ysw)

Soal Protes PKL Tanah Abang, Anies Minta Hargai Kesepakatan Bersama

loading…

Jalan Jatibaru kembali dibuka setelah Pemprov DKI membangun Skybridge Tanah Abang. Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyayangkan aksi penyerangan oleh sekelompok PKL kepada petugas Satpol PP yang sedang melakukan penertiban di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis siang kemarin. Hal itu mestinya tidak perlu terjadi karena segala sesuatunya bisa disampaikan secara baik-baik.

“Tidak perlu terjadi seperti itu, bisa dibicarakan baik-baik. Kita ingin ketertiban dijaga. Saya akan monitor terus dan kita akan ikuti proses hukum oleh kepolisian. Kita lihat nanti hasilnya seperti apa, tapi yang pasti di Tanah Abang akan terus kita jaga ketertiban dan kita akan disiplin,” ujar Anies, Jumat (18/1/2019).

Anies menjelaskan, saat perancanaan pembangunan Skybridge Tanah Abang, jumlah PKL yang boleh berjualan di sana memang sudah ditetapkan sebanyak 446 lapak. “Begini, ketika skybridge itu dibangun kan ada kesepakatan jumlahnya. Kesepakatan itu bersama dengan Ombudsman, ya itu yang harus dihargai,” tandasnya.

Baca Juga:

Oleh karena itu, Anies meminta kesepakatan itu dihargai bersama. Kalau itu tidak dihargai, pasti selalu ada yang merasa kurang. “Memang tempatnya akan terus kurang kalau cuma pakai itu. Tapi kita menghargai kesepakatan yang sudah ada dan saya berharap semua pihak jangan merusak kesepakatan itu, karena kalau tidak, ya akan muncul masalah baru,” tegasnya.

Terkait duduk perkara yang sesungguhnya, Anies baru bisa membeberkan setelah semua pihak terkait dimintai keterangan. Anies tidak ingin buru-buru menyimpulkan. “Tapi saya merasa petugas kita itu paling tidak, di sisi prosedur, itu punya pegangan. Mereka punya rujukan itu dan kita berharap mereka terus menjalankan tugas dengan baik,” katanya.

Anies akan tunggu hasil penyelidikan polisi atas kericuhan yang mengakibatkan kerusakan pada truk Satpol PP DKI itu. “Kalau sesudah semuanya jelas, kita lihat benar apa tidak. Tapi bagi kami dan teman-teman semua menyaksikan tidak aneh yang melanggar itu lebih galak. Wong naik sepeda motor melewati trotoar saja bisa lebih galak kok, nah ini kasian petugas kita di lapangan dalam menghadapi itu,” pungkasnya.

(thm)

Usai Gasak HP dan Motor Bocah, Pelaku Ceburkan Korban ke Kali Buaran

loading…

JAKARTA – Menggunakan modus lama dengan cara menakut-nakuti seorang bocah berinisial AS (13), sepasang bandit jalanan, RR dan IN, nyaris berhasil menguasai ponsel dan sepeda motor korban di Kalideres, Jakarta Barat. Beruntung, aksi mereka digagalkan oleh personel Unit Reskrim Polsek Kalideres yang sedang patroli wilayah.

Kapolsek Kalideres, Kompol Pius Ponngeng, menjelaskan, kronologi kasus tersebut bermula ketika korban‎ yang tengah mengendarai sepeda motor di depan Green Lake City tiba-tiba dipanggil oleh kedua pelaku. Saat itu, korban dituduh telah membacok teman pelaku dan diminta untuk ‎bertanggung jawab.

“Ini sebenarnya modus lama, tapi mulai digunakan kembali‎. Jadi pelaku ini menuduh korban sudah membacok temannya dan kemudian pelaku memaksa korban untuk ikut dengannya dengan alasan untuk melihat kondisi temannya yang dibacok,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (18/1/2019).

Baca Juga:

Korban yang masih berada di bawah umur itupun pasrah ikut bersama pelaku. Saat tiba di lokasi yang sepi, tepatnya di Kali Buaran, pelaku kemudian merampas ponsel dan sepeda motor korban.

“Setelah merampas handphone (HP) korban, korban kemudian diceburkan ke kali dan sepeda motornya dibawa kabur pelaku,” tuturnya.

Korban yang berteriak maling dari dalam kali terdengar oleh warga sekitar dan anggota Reskrim Polsek Kalideres yang saat itu tengah melintas di lokasi.

“Setelah korban berteriak, anggota kami langsung melakukan pengejaran sekitar 500 meter hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap,” katanya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku‎ kini mendekam di Mapolsek Kalideres dan terancam dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

(thm)

Saksi Ahli Sebut Akta Pembentukan PPRS GCM Dapat Batal Demi Hukum

loading…

Saksi ahli menilai Akta Pembentukan PPRS GCM dapat dibatalkan demi hukum. Foto: Ist

JAKARTA – Persoalan dualisme kepengurusan Apartemen Graha Cempaka Mas, di Kemayoran, Jakarta Pusat, mulai menemui titik terang. Saksi ahli menilai Akta Pembentukan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Graha Cempaka Mas (PPRS GCM) dapat dibatalkan demi hukum.

Hal itu terungkap dalam persidangan perkara perdata terkait perbuatan melawan hukum (PMH) dalam pembuatan akta pembentukan PPRS oleh Tony Soenanto-Saurip Kadi dkk, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Desbenneri Sinaga itu mendengarkan keterangan Parulian Aritonang selaku Saksi Ahli dari Penggugat Lily Tiro Pengurus Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Campuran Graha Cempaka Mas (PPRSC-GCM) yang disahkan pemerintah.

Baca Juga:

Menjawab pertanyaan Fajri Safi’i, kuasa hukum penggugat, Parulian, menjelaskan soal prinsip PMH dalam perdata (Pasal 1365 KUHPer) perbuatan melawan hukum yang diatur dalam Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).

”Dari bunyi Pasal tersebut, maka dapat ditarik unsur-unsur PMH, ada perbuatan melawan hukum, ada kesalahan, ada hubungan sebab akibat antara kerugian dan perbuatan, ada kerugian,” tutur Parulian yang juga merupakan akademisi bidang hukum perdata.

Merujuk Rosa Agustina, dalam bukunya Perbuatan Melawan Hukum, terbitan Pasca Sarjana FH Universitas Indonesia (2003), hal 117, dalam menentukan suatu perbuatan dapat dikualifisir sebagai melawan hukum, maka diperlukan empat syarat.

“Pertama, bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku. Kedua, bertentangan dengan hak subjektif orang lain. Ketiga, bertentangan dengan kesusilaan. Keempat, bertentangan dengan kepatutan, ketelitian dan kehati-hatian,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan tersebut, Parulian menyebut, terkait akta notaris yang dapat terindikasi sebagai hasil dari suatu PMH yaitu notaris lalai, tidak hati-hati, menyatakan mengaku bersalah. ”Dengan begitu akta notaris dapat batal demi hukum,” pungkasnya.

Keterangan Parulian semakin menguatkan keputusan lembaga Majelis Pengawas Wilayah Notaris (MPW) DKI Jakarta pada 10 November 2017 yang telah lebih dulu mengeluarkan sebuah putusan di mana MPW telah memberikan sanksi tertulis terhadap Stephany Maria Liliany selaku Notaris (Tergugat XXV) yang membuat akta PPRS pesanan Tonny Soenanto-Saurip Kadi dkk (Para Tergugat).

MPW Notaris DKI Jakarta dalam salinan putusan Nomor: 5/PTS/Mj.PWN.Prov.DKIJakarta/XI/2017 memutuskan Notaris Stephany Maria Liliany (Terlapor) menjelaskan mengakui kesalahannya dalam membuat minuta maupun salinan akta dimana akta tersebut dibuat dengan kuorum yang tidak memenuhi syarat.

Terlapor menjelaskan semestinya hal tersebut tidak terjadi dalam situasi yang cukup aman baginya dan sekaligus menyatakan menyesali perbuatan yang telah ia lakukan,” demikian putusan MPW Notaris yang ditandatangani Sekretaris MPW Notaris DKI Jakarta Safatil Firdaus.

Sebelumnya, dualisme kepengurusan Apartemen Graha Cempaka Mas, di Kemayoran, Jakarta Pusat, terjadi antar kubu Tonny Sunanto dkk dengan Lily Tiro. Dan sesuai putusan MPW Notaris DKI Jakarta, akta pembentukan PPRS kubu Tonny ada terjadi kesalahan dalam salinan. (Baca juga: Kisruh Dualisme Kepengurusan PPRS, Warga Ngadu ke Wali Kota Jakpus)

(thm)

6 Underpass dan Flyover Belum Diserahkan ke Pemprov, DPRD: Hati-hati

loading…

Sejumlah kendaraan bermotor melintas di underpass Mampang, Jakarta Selatan. Foto: SINDOphota/Dok

JAKARTA – Enam proyek simpang jalan tidak sebidang tahun anggaran 2017 yang sudah selesai dibangun tahun 2018 lalu, ternyata belum diserah terimakan ke Pemprov DKI Jakarta. DPRD mempertanyakan alasan belum dilakukan serah terima itu.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Abdul Ghoni mendesak Inspektorat untuk segera mengusut enam proyek jalan tidak sebidang berupa tiga underpass dan flyover yang hingga kini belum diserahterimakan oleh kontraktor kepada Pemprov DKI itu.

‎Enam proyek yang dibangun semasa Kepala Dinas Bina Marga DKI dijabat Asisten Pembangunan (Asbang) Sekda DKI, Yusmada Faizal, terdiri atas Underpass Kuningan, Underpass Mampang, Underpass Matraman, Flyover Cipinang, Flyover Pancoran, dan Flyover Bintaro.

Baca Juga:

“Ini sudah 2019 kok pembangunan anggaran 2017 belum diserah terimakan. Ini ada yang janggal. Inspektorat harus turun dan beritahu masyarakat karena ini bisa berdampak buruk,” kata Abdul Ghani di DPRD DKI Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019.

Menurut Ghani, belum diserahterimakan aset dari kontraktor ke Pemprov bisa disebabkan oleh banyak hal. Di antaranya, spesifikasi bangunan tidak sesuai rencana anggaran bangunan atau pelaksanaan tidak sesuai kontraknya. Akibatnya, keselamatan pengguna jalan bisa terancam.

Politikus Partai Gerindra itu mencontohkan, hilangnya besi penutup saluran dan aksi vandalisme yang pernah terjadi di salah satau simpang jalan tidak sebidang. Hal itu akibat keteledoran pelaksana proyek. Dia berharap agar simpang jalan tidak sebidang tersebut segera diserahterimakan.

“Kalau sudah diserah terimakan, DKI bisa memberikan jaminan keselamatan pengendara,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta lainnya, Ricardo. Ia menyayangkan Pemprov DKI enggan membuka secara transparan enam proyek persimpangan tidak sebidang yang dibangun dari anggaran 2017 lalu tersebut.

Politisi PDIP itu melihat banyak hal teknis dari proyek tersebut yang tidak sesuai dengan spesifikasi pembangunan. Di antaranya seperti cetakan beton, lalu lintas di ujung jalan dan lain sebagainya.

“Kami sudah mengeceknya. Hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Kami memang minta jangan dibayarkan kontraktornya,” tegasnya.

Yusmada Faizal yang kini mejabat sebagai ssisten Pembangunan Sekda DKI Jakarta enggan berkomentar terkait hal ini. Padahal, pelaksanaan pembangunan enam jalan tidak sebidang itu ada pada masa kepemimpinannya menjadi Kepala Dinas Bina Marga.

“Jangan berandai-andai masalah dampaknya. Saya tidak tahu apakah sudah diterimakan atau belum asetnya itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Simpang Jalan tidak sebidang Dinas Bina Marga, Hananto Krisna mengakui bahwa enam simpang jalan tidak sebidang yang dibangun dengan anggaran 2017 belum diserahterimakan dari kontraktor ke Pemprov DKI.

Namun, kata Hananto, hal tersebut bukan karena tidak sesuainya hasil pembangunan dengan rencana anggaran bangunan (RAB). Alasan belum diserahterimakanya karena dalam perjanjian kontrak, pemeliharaan dilakukan oleh kontraktor selama dua tahun.

“Jadi setelah dua tahun pemeliharaan baru diserahterimakan. Semuanya sudah sesuai dengan rencana dan kontrak yang ada,” pungkasnya.

(thm)

Bebas 7 Hari Lagi, Ahok Minta Pendukungnya Tidak Perlu Menjemput

loading…

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melambaikan tangan saat tiba di Rutan Cipinang, JakartaTimur, beberapa waktu lalu.Foto/Dok.SINDOphoto/Yorri Farli

JAKARTA – Terpidana kasus penistaan agama yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, akan bebas dari penjara pada Kamis 24 Januari 2019 mendatang. Saat menghirup udara bebas, Ahok meminta massa pendukung tidak menjemputnya atau menyambut kebebasan dirinya secara besar-besaran hingga mengganggu ketertiban.

Hal itu disampaikan Ahok melalui surat yang ditulisnya dari Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Surat itu diunggah di akun Twitter dan Istagram @basuki_btp yang dikelola tim Ahok. Surat tertanggal 17 Januari 2019 ditujukan kepada Ahokers, sebutan untuk para pendukung Ahok.

“Terima kasih atas doa serta dukungannya selama ini untuk saya. Tidak pernah dalam pengalaman hidup saya bisa begitu banyak, dari makanan, buah-buahan, pakaian, buku-buku dan lain-lain dari saudara-saudara. Saya merasa begitu dikasihi dan kasih yang saudara-saudara berikan kepada saya lebih baik daripada emas dan perak maupun dibandingkan kekayaan yang besar,” tulis Ahok.

Baca Juga:

Saya mendengar ada yang mau menyambut hari kebebasan saya di Mako Brimob, bahkan ada yang mau menginap. Saya sarankan demi untuk kebaikan dan ketertiban umum bersama dan untuk menolong saya, sebaiknya saudara-saudara tidak melakukan penyambutan apalagi menginap,” lanjutnya.

Ahok mengungkapkan alasannya meminta para pendukung tak membuat perayaan pada hari dirinya dinyatakan bebas dari masa hukuman. “Saya bebas tanggal 24 Januari 2019 adalah hari Kamis, hari orang-orang bekerja. Jalanan di depan Mako Brimob dan Lapas Cipinang adalah salah satunya jalan utama bagi saudara-saudara kita yang mencari nafkah,” ujarnya.

Ahok bebas pada 24 Januari 2019 setelah mendapatkan serangkaian remisi. Ahok menolak bebas bersyarat pada Agustus 2018 dan memilih menghabiskan semua sisa masa hukumannya. Ahok divonis dua tahun penjara karena kasus menistakan agama.

(thm)

Anies Tegaskan Penyerangan PKL Tanah Abang ke Satpol PP Masuk Pidana

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara soal penyerangan dari pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang terhadap petugas Satpol PP. Foto/SINDOphoto

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara soal penyerangan dari pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang terhadap petugas Satpol PP. Anies mengaku telah berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Pusat dan terus memantau perkembangan situasi.

“Saat ini sedang dimintai keterangan, tujuh orang oleh kepolisian, empat dari petugas pemprov, satpol, dan tiga dari para pedagang atau orang-orang yang beroperasi di sana,” ujar Anies di Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Dalam kesempatan itu, Anies mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan. “Intinya, kita harus menjaga ketertiban. Dan dalam menjaga ketertiban itu tentu yang tidak tertib ya harus ditertibkan. Cuman kadang-kadang ketika ditertibkan, belum tentu leluasa. Merasa senang,” jelasnya.

Baca Juga:

Mantan Mendikbud itu mencontohkan, saat ada pengendara motor yang ngamuk karena ditegur untuk turun dari trotoar. “Teman-teman lihat, pernah viral bukan di sosial media orang naik motor, naik ke atas trotoar, ditertibkan marah. Yang marah itu malah yang siapa? yang melanggar. Yang melanggar itu yang sering lebih galak, daripada yang mau menertibkan. Nah di sini memang seringkali fenomena yang dihadapi oleh petugas kita di lapangan justru itu,” urainya.

Anies berpesan, apabila ditemukan ada petugas yang tidak menjalankan dengan benar, laporkan pasti akan ditertibkan. Tapi juga jangan petugas yang menjalankan dengan benar justru mendapatkan reaksi yang berlebihan.

“Marah kan malah jadi masalah. Nah sekarang dengan sudah adanya kejadian pelemparan pemukulan maka ini sudah menjadi peristiwa hukum yang sudah ditangani juga oleh kepolisian,” tegas Anies.

(kri)

DKI Siap Carikan Lahan untuk PKL Tanah Abang di luar Skybdrige

loading…

PKL Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto/Dok/SINDOphoto

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan kembali menata para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat yang tidak bisa ditampung di Jembatan Multiguna atau Skybridge. DKI akan carikan lahan berdagang untuk PKL yang tidak tertampung di Skybdrige.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi mengatakan, peristiwa terjadinya bentrokan antara PKL dan Satpol PP akibat belum tertampungnya semua PKL di Skybridge. Sebenarnya, mereka sudah disiapkan di Blok F yang bisa memuat 149 PKL. Namun, mereka justru memilih berdagang di trotoar.

“Kondisi eksistingnya kita akan carikan tempat yang lain buat mereka yang tidak tertampung di Skybridge,” kata Irwandi saat dihubungi, Kamis 17 Januari 2019.

Baca Juga:

Irwandi menjelaskan, berdasarkan kesepakatan antara PKL dan Pemprov DKI yang difasilitasi Ombudsman, sedikitnya ada sekitar 650 PKL di lapangan yang ditata di skybridge sebanyak 446 dan sisanya ditampung di Blok F.

Lantaran masih banyaknya pengguna jalan di bawah Skybridge, kata Irwandi, para PKL diluar kesepakatan itu muncul dan akhirnya PKL yang di Blok F juga kembali ke trotoar dibawah Skybridge.

“Kami meminta agar PKL yang sudah menyepakati bersama penataan sebelumnya menjaga ketertiban di Tanah Abang,” pungkasnya.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyayangkan adanya kericuhan yang terjadi dalam penertiban PKL di Tanah Abang. Dia pun memilih untuk menunggu proses hukum yang tengah berjalan saat ini sebelum mengambil kesimpulan. Terpenting, kata dia, pihaknya tetap akan terus menertibkan dan mendisiplinkan kawasan Tanah Abang.

“Saat ini sedang dimintai keterangan tujuh orang oleh kepolisian. Empat orang dari petugas Pemprov, Satpol, dan tiga dari para pedagang atau orang-orang yang beroperasi di sana. Intinya kita harus menjaga ketertiban,” ungkapnya.

Mantan Menteri Pendidikan itu menilai bahwasanya apabila semua menjalankan kesepakatan dengan Ombudsman terkait penataan yang ada, masalah di Tanah Abang tidak akan terjadi. Sebab, apabila dibilang kurang, tempat relokasi di kawasan Tanah Abang pasti akan selalu kurang.

“Saya berharap semua pihak jangan merusak kesepakatan itu. Karena kalau tidak ya muncul masalah baru,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekertaris Komisi D DPRD DKI Jakarta, Padapotan Sinaga meminta Pemprov DKI Jakarta bertanggung jawab atas terjadinya kericuhan dan kesemrautan yang terjadi di torotar dan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Skybridge tidak selesaikan masalah tanah abang kan, malah itu semakin semrawut dan terbukti ricuh,” tegasnya.

Politikus PDI Perjuangan ini menilai pembangunan yang dilakukan tanpa proses perencanaan itu justru menambah masalah baru. Untuk itu wajar apabila Skybridge bukan menjadi solusi dan malah menambah semrawut.

“Dariawal sudah kami ingatkan agar matangkan kajian rencanaya terlebih dahulu,” tegasnya.

(mhd)

Cairkan Rp51 Miliar, Ribuan TKK Bekasi Bakal Terima Gaji

loading…

JAKARTA – Setelah tertunda selama sebulan, akhirnya Pemerintah Kota (Pemot) Bekasi segera mencairkan anggaran untuk menggaji ribuan Tenaga Kerja Kontrak (TKK). Saat ini, pemerintah telah menyiapkan dana sekitar Rp51 miliar untuk pembayaran gaji bulan Desember 2018 dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019.

“Kami sedang menunggu surat perintah membayar yang diajukan masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” ujar Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Sopandi Budiman di Bekasi, Kamis (17/1/2019).

Menurutnya, dalam waktu dekat seluruh pegawai kontrak akan mendapatkan gajinya selama sebulan.

Baca Juga:

Sopandi menjelaskan, surat perintah membayar perlu diajukan agar lembaganya mengeluarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang ditujukan ke Bank Jawa Barat dan Banten (BJB).

“Pencairan gaji TKK harus berdasarkan rekomendasi dari masing-masing kepala OPD. Baru bisa dicairkan,” katanya.

Bahkan, kata dia, untuk rekapitulasi jumlah pegawai merupakan kewenangan masing-masing kepala OPD-nya.

“Sistem gajinya juga beda, kalau TKK kan kerja dulu baru dibayar sedangkan PNS gajian dulu setelah itu kerja. Jumlah pegawainya tergantung OPD yang mengajukanya,” tegasnya.

Sopandi tidak menampik, seharusnya gaji TKK yang berjumlah sekitar 11.000 orang ini sudah dibayar sejak awal Januari 2019 lalu. Sebab gaji TKK selama setahun dari Januari sampai Desember lalu sudah dialokasikan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018.

Namun karena ada evaluasi anggaran belanja, maka gaji TKK terpaksa ditunda selama beberapa hari. Meski demikian, Sopandi memastikan keterlambatan gaji TKK seperti ini tidak akan terulang kembali. Untuk gaji Januari 2019, kata dia, akan dibayar pada awal Februari 2019, begitu juga di bulan berikutnya.

“Uangnya sudah siap semua, sehingga tidak ada keterlambatan lagi. Alokasi gaji TKK selama setahun untuk 2019 sekitar Rp555 miliar,” paparnya.

Untuk itu, kata dia, semua pegawai diharapkan bersabar, karena pemerintah akan mencairkan haknya. Namun, kinerja pegawai kontrak juga perlu ditingkatkan.

Terkait akan cairnya gaji pegawai disambut antusias pegawai kontrak. Hal itu diungkapkan IB, 24, yang mengaku sudah meneken tanda tangan nota pencairan gaji pada Rabu 16 Januari 2019.

“Tanda tangan berkas ini diinstruksikan untuk seluruh TKK di lingkungan Pemkot Bekasi. Akhirnya gajian,” katanya.

(mhd)

Bakal Bebas, Ditjen PAS Pastikan Tak Istimewakan Ahok

loading…

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat tiba di Lapas Cipinang, Jakarta. Foto/Dok/SINDOphoto

JAKARTA – Pekan depan terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan mengakhiri masa tahanannya dari Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Pada pekan depan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan menghirup udara bebas.

Dirjen Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami mengatakan, tak ada acara seremonial untuk kebebasan mantan orang nomor 1 di DKI Jakarta itu. (Baca juga: Ahok Bebas 24 Januari, TKN: Belum Ada Pembicaraan Soal Politik)

“Enggak ada (seremonial). Nanti dari Lapas Kelas I, nanti surat bebasnya ditandatangani oleh Kalapas dan seterusnya,” terang Sri di Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga:

Dia menegaskan, tak ada pengistimewaan bagi Ahok ketika menghirup udara bebas. “Iya (seperti masyarakat biasa),” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memerintahkan Ahok untuk ditahan. Perintah itu dinyatakan Majelis Hakim dalam pembacaan vonis terhadap terdakwa dengan hukuman 2 tahun penjara.

“Ahok terbukti secara sah dan meyakinkan penodaan agama. Menjatuhkan penjara selama dua tahun. Memerintahkan terdakwa untuk ditahan,” ujar Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi membacakan vonis putusan terhadap Ahok, Kamis 9 Mei 2017.

(mhd)

Intensitas Hujan Meningkat, Bogor Siaga Bencana Longsor dan Banjir

loading…

Kawasan Puncak Bogor menjadi salah satu daerah yang rawan longsor. Foto: dok/Sindonews/Haryudi

BOGOR – Menyusul mulai tingginya intensitas curah hujan dalam sepekan dan diprediksi hingga lima bulan kedepan, Pemkot melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Ganjar Gunawan mengatakan upaya antisipasi ini dilakukan setelah pihaknya bersama BPBD Provinsi Jawa Barat dan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) melakukan rapat koordinasi pada Selasa 15 Januari 2019 lalu.

“Jadi dari hasil rapat itu diprediksi selama lima bulan kedepan atau hingga akhir Mei 2019 semua kota dan kabupaten di Jawa Barat dinyatakan berstatus siaga darurat banjir dan longsor,” jelasnya, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, status siaga inilah yang dijadikan pegangan BPBD Kota Bogor melakukan peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, baik itu banjir ataupun longsor.

“Dalam hal peningkatan kesiapsiagaan bencana ini tidak hanya dilakukan BPBD saja, melainkan juga harus dilakukan semua masyarakat di 6 kecamatan,” jelasnya.

Menurutnya surat imbauan ke semua kecamatan sudah dikirim agar seluruh masyarakat senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, longsor hingga puting beliung akibat dari puncak musim penghujan dan cuaca ekstrem.

“Kami juga melakukan persiapan mulai dari mobilisasi sumber daya, peralatan, dan juga kegiatan simulasi bersama masyarakat. Sabtu lalu kami baru saja melakukan latihan simulasi bencana longsor di Kelurahan Cibogor dan minggu sebelumnya latihan simulasi banjir di Kelurahan Kedunghalang,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, urusan bencana ini tidak bisa diduga, untuk itu sangat penting adanya kesiapsiagaan bencana dari warga.

Sebab, lanjut dia, tidak bisa hanya bertumpu pada BPBD yang memang terbatas dari segi anggota. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan membentuk kelurahan dan sekolah tangguh bencana.

“Saat ini sudah ada sekitar 11 kelurahan tangguh bencana, kedepan jumlah kelurahan dan sekolah tangguh bencana ini akan terus ditambah,” ujarnya.

Ia mengemukakan, dari segi kontur wilayah memang tidak bisa dipungkiri jika Kota Bogor rawan akan bencana longsor dan banjir. Meski begitu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan berupaya memperbaiki infrastruktur dengan membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) dan membersihkan drainase untuk meminimalisir banjir lintasan.

“Saya turut menghimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pusat Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Bogor Hadi Saputra menjelaskan sebagian besar wilayah Bogor akan masih berpotensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang.

“Itu terjadi saat sore dan malam hari. Tak hanya sepekan kedepan, tapi kondisi ini akan terus terjadi hingga akhir Maret- pertengahan April. Bahkan hujan lebat itu bisa disertai puting beliung,” jelasnya.

Namun demikian, ia menjelaskan puting beliung itu juga tergantung pergerakan awan. Jika ada awan bergumpal-gumpal hitam seperti yang terjadi beberapa hari terakhir ini. “Kemudian terdengar suara petir, itu sudah tanda-tanda dan itu harus sudah diwaspadai terjadinya puting beliung,” ungkapnya.

Menurutnya meski durasi hujan lebat dan angin kencang ini tak berlangsung lama, namun perlu harus tetap diwaspadai. “Iya paling hanya berlangsung 20-30 menit, hujan lebat disertai angin kencang itu, tapi jika konstruksi atap rumah penduduk tak sesuai SNI (kuat), tetap saja bisa berterbangan akibat angin kencang ini,” katanya.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya para pengendara motor maupun mobil, saat terjadi hujan deras dan angin kencang sebaiknya menepi.

“Tapi saat menepi hindari berteduh dibawah pepohonan, karena khawatir ranting dan batang pohon yang dijadikan tempat berteduh itu menimpanya seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu,” katanya.

(ysw)

Penertiban PKL Tanah Abang Ricuh, Satpol PP: Ada Provokator

loading…

Satpol PP melakukan latihan di halaman Monumen Nasional (Monas) Jakarta. Foto/Dok/SINDOphoto

JAKARTA – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Yani Wahyu menanggapi kericuhan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, saat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah tersebut. Namun, kata dia, hal itu merupakan hal biasa dalam menegakkan aturan.

“Enggak bentrok. Satpol PP lagi tugas penegakan aturan ditimpahin,” kata Yani kepada wartawan, Kamis (17/1/2019).

Dia menambahkan, dalam peristiwa tersebut tak ada anggota Satpol PP yang terluka. Namun kendaraan dinas Satpol PP mengalami kerusakan disejumlah titik.

Baca Juga:

“Enggak ada yang luka. Cuma kendaran yang rusak. Enggak bentrok, Satpol PP enggak pernah bentrok. Tetapi ada provokator yang mencoba menghalangi petugas untuk menegakan aturan darah,” kata Yani.

Sebelumnya, video kericuhan yang terjadi di Tanah Abang sempat viral di media sosial. Hal itu lantaran para PKL nekat melempari kayu maupun batu kepada Satpol PP.

“Ya ada ribut- ribut sedikit saja mas,” kata Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman saat dihubungi SINDOnews, Kamis (17/1/2019).

Lukman mengatakan, dugaan awal para PKL tak terima saat dilarang berdagang oleh Satpol PP. (Baca juga: Tak Terima Ditertibkan, PKL Tanah Abang Bentrok dengan Satpol PP)

“PKL mempertanyakan kepada Satpol PP Karena mereka tidak bisa berjualan lagi di area larangan jualan,” katanya.

(mhd)

IPW Desak Polisi Sampaikan Progress Pembunuhan Siswi SMK ke Publik

loading…

Masih misteriusnya kasus pembunuhan yang menimpa Andriana Yubelia Noven Cahya siswi kelas XII, jurusan Tata Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor menuai reaksi. Foto/Istimewa

BOGOR – Masih misteriusnya kasus pembunuhan yang menimpa Andriana Yubelia Noven Cahya siswi kelas XII, jurusan Tata Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor menuai reaksi beragam dari sejumlah kalangan.

Pasalnya, meski belun terlalu lama yakni hampir dua pekan peristiwa pembunuhan sadis yang sempat menggegerkan publik ini, namun hal tersebut mengundang banyak tanya terkait kinerja penyidik kepolisian.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch Neta S Pane mengatakan walaupun masih belum terlalu lama, dan memang proses pengungkapan kasus pembunuhan ini membutuhkan waktu, namun kepolisian harus tetap menjelaskan ke publik terkait perkembangannya.

Baca Juga:

“Kita kasih kesempatan dulu kepada kepolisian di Bogor untuk mengungkap ini. Sebab (penyelidikan dan penyidikan) ini perlu waktu. Hanya kita berharap, Kapolres Bogor Kota memberikan progress ke masyarakat melalui pers, agar publik tahu polisi terus bekerja dan sidah maksimal,” jelasnya, Kamis (17/1/2019).

Pihaknya menyarankan, dalam kasus pembunuhan dengan korbannya perempuan, sebagian besar pelaku orang dekat. “Seperti yang terjadi sepanjang akhir 2018 di Jabodetabek ini ada kasus pembunuhan, baik yang di Bekasi, maupun yang di Klapanunggal, Bogor juga, apalagi mayatnya ditemukan di gang atau jalan kecil tak jauh dari indekosnya,” jelasnya.

Menurutnya hal tersebut sudah bisa menjadi petunjuk, bahwa pelakunya diduga orang dekat, karena berbeda jika kasus pembunuhan yang disertai perampokan. “Kalau perampokan agak sulit untuk menangkap pelakunya. Tapi kalau ditemukan ditempat sepi, dalam beberapa kasus itu pelaku biasanya orang dekat,” paparnya.

Jadi, pihaknya berharap Polri melalui Polresta Bogor Kota, fokus berkonsentrasi untuk mendata siapa saja orang dekat korban atau orang – orang yang dikenalnya.

Ia menyebutkan, proses penyelidikan bisa lebih cepat jika kepolisian mendalami petunjuk dari sejumlah barang bukti yang sudah disita.

“Seperti Handphone korban, saya kira itu bisa jadi petunjuk kuat, berkomunkasi dengan siapa saja korban menjelang akhir hayatnya itu. Tapi IPW yakin, kepolisian akan berhasil mengungkapnya, keyakinan itu berdasar pada kasus pembunuhan akhir-akhir 2018 ini,” tuturnya.

Namun demikian, yang perlu jadi catatan kepolisian saat ini adalah karena ini kasus menimpa pelajar atau siswi SMK, wajar jika mengundang perhatian publik dan setiap perkembangannya sangat dinantikan.

“Sebab ini kasus jika belum terungkap membuat khawatir masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki anak gadis saat berpergian atau sekolah. Bisa menimpa siapa saja, sebab pelakunya belum tertangkap, sehingga publik menduga apakah ini bagian dari teror terhadap siswi – siswi itu tersendiri atau bukan,” ujarnya.

Jadi untuk menekan keresahan publik ini, kepolisian harus proaktif atau saat ditanya media terkait perkembangan kasus ini, langsung tanggap dan menjelaskan apa saja yang sudah dilakukan.

“Intinya pihak Polresta Bogor Kota harus menjelaskan progress yang sudah dilakukan sekecil apapun, baik jumlah saksi, barang bukti dan apapun itu sepanjang tidak mengganggu proses penyelidikan dan penyidikan dalam mengungkap kasus ini,” pungkasnya.

(ysw)

Satpol PP Bakal Pidanakan Pelaku Perusakan Mobil Dinas

loading…

Satpol PP di halaman Monumen Nasional (Monas) Jakarta. Foto/Dok/SINDOphoto

JAKARTA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta bakal mempidanakan tiga pelaku perusakan terhadap mobil dinas aparat penegak aturan pemerintah daerah (pemda) itu. Sebelumnya, polisi telah mengamankan tiga pelaku perusakan mobil dinas Satpol PP.

Hal itu disampaikan Kasatpol PP Jakarta Yani Wahyu. Dia juga berjanji, akan mengawal kasus tersebut. (Baca juga: Penertiban PKL Tanah Abang Ricuh, Satpol PP: Ada Provokator)

“Sudah ada tiga orang kita akan kawal kita akan pidanakan itu,” kata Yani kepada wartawan di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga:

Menurut dia, hingga saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat telah memfasilitasi kebutuhan para PKL Tanah Abang.

“Selama ini pemerintah sudah memfasilitasi, sudah memberikan solusi untuk mereka-mereka pedagang kecil mandiri tapi masih membandel juga. Nah saya akan menegakan aturan siapapun yang mengahalangi penegakan aturan akan kami pidanakan,” pungkas Yani.

Lebih lanjut, Yani menjelaskan, mobil Satpol PP yang dirusak tiga orang iru mengalami pecah kaca. (Baca juga: Dishub dan Pol PP Tak Tegas, Tanah Abang Kian Semerawut)

“Ya mobil truk Satpol PP kacanya pecah kemudian spionnya hancur itu ada dua kendaran. Dan bakal kami jadikan barang bukti,” kata Yani.

(mhd)

Lokasi Debat Capres-Cawapres Dijaga Ketat Ribuan Personel TNI-Polri

loading…

Pasukan gabungan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menggelar apel pengamanan debat pertama pasangan capres dan cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Foto/Isra Triansyah/SINDOphoto

JAKARTA – Ribuan personel gabungan Polri dan TNI dikerahkan guna mengamankan lokasi debat Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan. Sebanyak 2.000 petugas gabungan itu diterjunkan dengan skema empat lapis (ring).

Berdasarkan pantaian iNews.id, petugas terlihat sudah mensterilkan lokasi sejak pukul 15.00 WIB. Enam anjing pelacak (K9) turut disiagakan di area pintu masuk hotel.

Sejumlah alat metal detector juga dipasang di area pintu masuk ruang debat. Tamu undangan diharuskan untuk melakukan registrasi sebelum menuju ruang debat. Di bagian luar hotel, selain petugas keamanan turut disiagakan beberapa unit kendaraan tempur TNI.

Baca Juga:

“Malam ini kita menyiagakan pengamanan dengan personel 2.000 pasukan. Dengan sistem keamanan kita bagi dalam empat ring. Ring satu di dalam ruang Birawa, kedua itu di bawah (parkir/basement), yang tiga itu pelataran sekitar Bidakara, ini kemudian yang empat ini di luar, di jalan,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019).

Selain itu, untuk mengantisipasi kemacetan panjang, polisi juga sudah menyiapkan pengalihan arus dan penutupan jalan. Sejumlah personel polisi juga sudah disiapkan untuk mengawal pasangan capres cawapres menuju lokasi acara debat.

(mhd)

Sebelum Ditemukan Tewas, Anak Punk Ini Sempat Diculik

loading…

Anak-anak punk mendatangi kantor polisi. Foto/Hasan Kurniawan/KORAN SINDO

TANGERANG – Peristiwa pembunuhan anak punk di kebun kosong, dekat Prapatan Gaplek, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), masih misterius.

Polisi yang menangani kasus ini juga belum mampu menangkap pelaku. Hingga kini, Kapolsek Pamulang Kompol Endang Sukmawijaya mengatakan, masih bekerja di lapangan.

“Belom bro, masih di lapangan nih. Lagi di Depok,” kata Endang saat ditelepon KORAN SINDO seraya langsung menutup telepon genggamnya, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga:

Saat dihubungi kembali, Endang pun tidak menjawab dan membalas pesan tertulisnya. Di tengah kesibukan polisi mencari para pelaku, rekan korban sesama anak punk di Pamulang, memberikan informasi terbaru.

Ebet (15), rekan korban sesama anak punk yang sehari-hari bekerja mengamen di jalanan mengatakan, beberapa jam sebelum korban ditemukan tewas, mereka bersama.

“Sekitar jam 13.00 WIB an, saya dan korban masih mengamen di bilangan Pasar Ciputat. Lalu, tiba-tiba datang dua orang anak punk lainnya memakai motor, menghampiri kami,” kata Ebet kepada wartawan di Pamulang.

Kedua orang tidak dikenal itu, berperawakan lebih besar dari mereka berdua. Salah satunya bahkan terlihat memakai atribut ojek online. Mereka memaksa korban ikut. (Baca juga: Anak Punk Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kebun Kosong Pamulang)

“Kedua orang itu sempat menanyakan nama seseorang kepada kami. Tetapi kami tidak mengenal nama orang itu, dan mereka langsung membawa Ridwan dengan paksa. Kami sempat menolak mereka,” jelasnya.

Peristiwa ini, langsung dilaporkan Ebet kepada seniornya, sesama anak punk, yakni Cimen. Saat itu, mereka bersama-sama mencari Ridwan, tetapi tidak ketemu.

Hingga akhirnya, beredar kabar ditemukan mayat seorang remaja di kebun kosong, dengan ciri-ciri seperti Ridwan. Kabar mayat anak punk ini, didapatkan hanya beberapa jam setelah Ridwan diculik di Ciputat.

“Pada malam sebelum pembunuhan itu, pada Selasa 15 Januari 2019, memang terjadi keributan antar anak punk di wilayah Gaplek, Pondok Cabe. Tetapi itu bukan Ridwan, dia tidak terlibat,” sambung Cimen.

Dia menduga, penculikan Ridwan berkaitan erat dengan peristiwa keributan malam itu, dan kedua orang yang menculiknya, merupakan punker yang terlibat keributan.

(mhd)

Jelang Debat Pertama Capres dan Cawapres, Arus Lalin di Pancoran Ramai

loading…

JAKARTA – Debat pertama Capres dan Cawapres digelar di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis (17/1/2019) ini. Adapun saat ini arus lalu lintas tampak ramai lancar.

Berdasarkan pantauan, arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto dari arah Kuningan ke arah Pancoran-Cawang tampak ramai lancar sebagaimana hari biasanya. Begitu juga di arah sebaliknya, arus lalu lintas pun tampak ramai lancar sebagaimana hari biasanya. (Baca: Dari Kertanegara, Prabowo-Sandi Berangkat ke Lokasi Debat)

Adapun kepolisian, tampak melakukan penjagaan dan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik lokasi di Jalan Gatot Subroto, seperti di pertigaan Jalan Taman Patra, pertigaan Jalan Dukuh Patra, dan pertigaan Jalan Rasamala Raya, tempat masuknya kendaraan ke hotel Bidakara, Perempatan Pancoran hingga ke arah Cawang.
Penjagaan itu dilakukan untuk mengurai kemacetan yang terjadi di jalanan menuju lokasi debat, Hotel Bidakara, Pancoran. Apalagi, pelaksaan kegiatan debat itu bertepatan dengan jam pulang kantor.

Baca Juga:

Sementara itu, di Jalan Raya Pasar Minggu hingga ke Jalan Dokter Supomo arah Tebet pun lalu lintas tampak ramai lancar. Begitu sebaliknya arus lalin ramai terjadi dari arah Tebet ke Pasar Minggu.

Di perempatan Pancoran, kepolisian pun tampak berjaga dan melakukan penguraian arus lalu lintas, seperti di hari biasanya saja, hanya saja saat ini jumlah personelnya tampak lebih banyak. Kepolisian pun tampak berjaga di pertigaan Jalan Catur dan pertigaan Jalan Kelingkit 1.

Adapun sejumlah titik jalan di seputaran Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan saat ini tampak sudah ditutup. Contohnya, di pertigaan Jalan Catur, lalu pertigaan Jalan Mandala Raya dan Jalan Rasamala Raya arah Gatot Subroto atau arah Hotel Bidakara.

(ysw)

Tuntut Keadilan, Satpam Korban Gigitan Pitbull Sambangi Polres Jakpus

loading…

Anjing pitbull yang menyerang satpam kompel perumahan di Sawah Besar. Foto/Istimewa

JAKARTA – Satpam yang menjadi korban gigitan anjing pitbul di kompleks perumahannya menyambangi Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (17/1/2019). Suherman ingin menuntut keadilan dengan menanyakan proses hukum atas laporannya kepada pemilik anjng, Andre dengan nomor LP yang teregister 2077/K/XII/2018/Restro JAKPUS.

Kuasa hukum Suherman, Azam Khan mengatakan, pihaknya mendesak polisi agar segera menangkap tersangka lantaran kliennya telah menderita 23 titik gigitan dari anjing korban.

“Kami berharap, kami melaporkan atas kejadian itu, polisi bergerak cepat dan tegas, namun saya melihat kok agak lamban, itu maksud saya, makanya saya datang,” kata Azam di Mapolres Jakpus, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga:

Azam menerangkan bahwa pihaknya juga telah bersurat kepada Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajuli mempertanyakan kasus tersebut agar segera diusut tuntas. Apalagi, kata dia, kliennya didua mengalami rabies.

“Saya berharap ketemu Kapolres langsung, tapi ketemunya Kasat yang turun, ada wakilnya juga, ada penyidik, bahwa intinya dari obrolan itu, hari ini tersangka bernama Ho Andre ini dipanggil,” bebernya.

Dari perbincangan dengan penyidik, Azam mengklaim bila Andre tak datang dengan panggilan kedua maka penyidik Polres Metro Jakpus akan menjemput paksa tersangka.

“Saya sudah bilang, awas ini tanggal 20 itu kontrakan rumahnya habis, takutnya dia lari. Jadi saya berharap memang proses ini yang harus diseriusin gitu, tidak main-main gitu lho. Karena kalau ini dianggap tidak serius, ini kan bisa berdampak buruk,” ucapnya. (Baca: Satpam Komplek Perumahan Luka Parah Diserang Anjing Pitbull)

Azam mengaku akan melaporkan penyidik Polres Metro Jakpus ke Propam Polda Metro Jaya dan Mabes Polri bila tidak mengusut kasus gigitan anjing pitbul tersebut. Masalahnya, kata dia, pemilik anjing tersebut sengaja memerintahkan hewan peliharaannya itu untuk menyerang korban.

“Saya juga akan mencoba untuk diajukan ke Komisi III DPR. Minta perlindungan komisi III, saya minta perlindungan, saya sudah hubungi dan mereka menunggu surat resmi dari kita,” sambungnya.

“Dan kita juga masih menunggu dulu, kalau dalam penyidikan ini begitu diperiksa dan dilakukan penahanan dan anjingnya dikembalikan ke karantina. Makanya saya berharap ini berkerja yang profesional, kerja yang tidak main-main. Karena ini menyangkut kemanusiaan yang serius,” pungkas Azam.

(ysw)

Hampir 2 Pekan, Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang Masih Misterius

loading…

Salah seorang pelajar tengah menebar bunga di lokasi penemuan mayat Noven belakang Masjid Raya Bogor, Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor. Foto/Haryudi/KORAN SINDO

BOGOR – Hampir dua pekan kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18), siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Baranangsiang, Kota Bogor yang tewas ditikam pria tak dikenal di gang belakang Masjid Raya Bogor, Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor belum juga terungkap.

Tim penyidik gabungan dari Polda Jawa Barat, Polresta Bogor Kota dan Polsek Bogor Timur masih melakukan pengembangan dan penyelidikan dalam menangkap pelaku yang sempat terekam CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Bogor Timur Kompol Marsudi Widodo saat ditemui wartawan di kantornya mengaku masih menunggu hasil analisa barang bukti rekaman CCTV dari tim Laboratorium Forensik Mabes Polri.

Baca Juga:

“Rekaman CCTV yang tengah dianalisa adalah rekaman sehari sebelum dan pada saat kejadian. Upaya ini dilakukan untuk mengidentifikasi ciri-ciri pelaku, untuk kemudian dibuat sketsa wajah,” jelasnya di Bogor, Kamis (17/1/2019).

Saat ini, lanjut dia, sketsa wajah pelaku masih dalam penyempurnaan. Karena selain dari CCTV, proses pembuatan sketsa wajah juga dibuat berdasarkan keterangan saksi.

“Selain itu, sudah ada 20 saksi yang dimintai keterangan, mulai dari teman korban, penjaga kos, warga sekitar, orang tua korban hingga beberapa teman dekat dan mantan kekasihnya,” katanya.

Kendati demikian, Kompol Marsudi menjelaskan, pihaknya kesulitan mengungkap kasus pembunuhan ini lantaran minim saksi di lokasi kejadian. Selain itu, tidak ada keterangan saksi yang mengarah kepada seseorang yang diduga sebagai pelakunya.

“Setelah dicocokkan gambar pelaku yang kami tunjukkan, satu sama lain tidak ada yang kenal dengan pelaku,” tukasnya.

Dia menerangkan, antara pelaku dengan korban diduga kuat tidak saling kenal. Dari analisa rekaman CCTV pada saat kejadian, pelaku langsung menikamnya setelah sekitar 30 menit menunggu korban melintas di gang samping kosannya itu.

“Kalau saling kenal, korban pasti berhenti dulu sebelum pelaku mendekatinya karena kaget atau menggambarkan terkejut,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian hingga saat gang yang terpasang garis polisi terus dipenuhi karangan bunga dari rekan-rekan sekolahnya. Pasalnya, hampir setiap hari gerbang gang lokasi pembunuhan rutin didatangi siswa-siswi SMK Baranangsiang untuk menaruh bunga.

Rusli Sofian (44), petugas keamanan RW 3 Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor, mengatakan hampir setiap hari melihat para pelajar berseragam putih abu lengkap dengan badge SMK Baranangsiang datang ke lokasi.

“Biasanya pagi mereka datang untuk menaruh bunga. Sore jarang. Pakai sepeda motor mereka datang berseragam sekolah lengkap,” katanya.

Dia juga menjelaskan, selain dari siswa SMK Baranangsiang ada juga beberapa orang datang ke lokasi kejadian untuk mendoakan Noven.

“Beberapa orang dengan memakai mobil juga ada yang datang saat sore hari. Mereka menyalakan lilin, menabur bunga, lalu mendoakan korban. Sepertinya mereka dari perkumpulan keagamaan,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Andrian Yubelia alias Noven ditemukan tewas bersimbah darah setelah ditikam orang tak dikenal di gang samping kosannya atau Gang Belakang Masjid Raya, Selasa 8 Januari 2019 sore.

(mhd)

Ratusan Warga Harapan Jaya Berikrar Jadi Kader Perindo

loading…

Ratusan warga Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengikrarkan diri menjadi kader Partai Perindo. Foto/Abdullah M Surjaya/KORAN SINDO

JAKARTA – Ratusan warga Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Kamis (17/1/2019) sore mengikrarkan diri menjadi kader Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Warga dari Rukun Warga (RW) 02 tersebut berjanji akan memenangkan Perindo dalam Pileg dan Pilpres 2019.

Ikrar menjadi bagian partai bentukan Hary Tanoesoedibjo tersebut dilakukan langsung di depan Ketua DPD Ketua Perindo Kota Bekasi, Muhammad Gunawan dan Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Kota Bekasi-Depok, Milla Rachmawati (Milla Rossa). Ratusan warga langsung memberikan kartu tanda penduduk (KTP).

Ketua DPD Partai Perindo Kota Bekasi, Muhammad Gunawan mengatakan, ratusan warga tersebut sudah siap bergabung dan menjadi bagian dari Partai Perindo.

Baca Juga:

“Selain melihat ada kader baru, kita juga lakukan sosialisasi dan silaturhami terhadap masyarakat setempat, dan mereka yang meminta kita datang,” katanya.

Menurutnya, di Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara tercatat sebanyak 228 ribu Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam pemilihan umum mendatang. Dan hampir setengahnya sudah menjadi kader Partai Perindo.

“Targetan kami, Harapan Jaya jadi basis Perindo, karena pemilihnya sangat banyak,” ujarnya.

Caleg Dapil II Bekasi Utara nomor urut satu ini menjelaskan, setelah warga menyerahkan lembaran foto copy KTP miliknya tersebut. DPD Bekasi akan menyerahkan langsung kepada DPP Partai Perindo. Setelah terverifikasi, maka otomatis ratusan warga tersebut akan mendapatkan KTA Perindo.

Setelah tercatat sebagai kader, kata dia, maka warga yang memegang KTA tersebut otomatis mendapatkan jaminan asuransi kecelakaan dan jiwa. Yang mana setiap kader akan mendapatkan asuransi tersebut.

“Jadi semua pemegang kartu anggota Perindo sudah dipastikan mendapatkan asuransi ini,” tegasnya.

Caleg DPR RI Dapil Kota Bekasi-Depok, Milla Rachmawati menambahkan, sebenarnya menjadi kader Perindo memang banyak manfaatnya, selain mendapatkan asuransi kecelakaan dan jiwa, kadernya bisa mendapatkan manfaat lainya mulai dari pengobatan gratis, gerobak Perindo dan lain-lain.

“Sebenarnya masih banyak manfaat lainya, karena Perindo memang sangat memperhatikan kader dan warga kecil,” katanya.

Dengan adanya kader baru dari Bekasi Utara ini, diharpkan Partai Perindo di Kota Bekasi menjadi sangat besar dan bisa memenangkan Pileg mendatang.

Selain itu, kata dia, pedangdut nasional ini juga terus blusukan kebeberapa wilayah Kota Bekasi dan Depok untuk mengsosialisasikan dirinya dalam Pileg mendatang. Milla juga mengajak warga untuk terus sehat dengan mengadakan senam zumba setiap pekanya. “Tentunya banyak kegiatan yang saya lakukan untuk warga,” tegasnya.

(mhd)

Dibobol Maling, SMPN 19 Tangsel Kehilangan Puluhan Unit Komputer UNBK

loading…

TANGERANG SELATAN – Gedung SMPN 19 Ciater, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, dibobol maling. Sebanyak 31 unit komputer milik sekolah raib digondol para pelaku.

Akibatnya, kegiatan praktikum komputer para siswa di sekolah terganggu. Tidak hanya itu, persiapan sekolah dalam menyambut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pun menjadi terganggu.

Tenaga Administrasi SMPN 19 Ciater Muhammad Nurdin mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan para siswanya untuk mengikuti pelaksanaan UNBK.

Baca Juga:

“Pasti terganggu, arena persiapan simulasi ini tanggal 30 Januari besok. Kan harus diinstall, macam-macam. Untuk pelaksanaan UNBK April dan Mei 2019,” kata Nurdin kepada wartawan, Kamis (17/1/2019).

Komputer yang hilang, kata Nurdin, berada di ruang laboraturium. Dari 51 unit komputer yang ada, 31 di antaranya dicuri. Sedang sisanya, masih ada di ruang laboraturium.

Dibobol Maling, SMPN 19 Tangsel Kehilangan Puluhan Unit Komputer UNBK

“Kamera CCTV ada, semuanya dirusak oleh pelaku. Ada yang dirusak, dicopot, dan diputus kabelnya satu persatu. Kejadiannya diduga dini hari. Karena pada malam hari, masih ada penjaga sekolah,” sambungnya.

Pihak sekolah pun sudah melapor ke polisi, dan saat ini kasus pencurian 13 unit komputer dan pembobolan sekolah itu masih dalam penyelidikan anggota polisi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Taryono mengatakan, pihaknya akan menyiapkan infrastruktur pelaksanaan UNBK di SMPN 19 Ciater, agar tidak terganggu dan tetap berjalan baik.

“Kami pastikan UNBK tak akan terkendala, kita carikan nanti cadangannya. Ada 31 unit yang dicuri. Nanti kita akan bantu carikan penggantinya agar tetap lancar,” jelasnya.

(mhd)

Asistennya Terciduk Narkoba, Begini Sosok Andri di Mata Ivan Gunawan

loading…

Ivan Gunawan diperiksa di Mapolresta Jakbar terkait asisten pribadinya yang tertangkap karena narkoba, Kamis (17/10/2019). Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Artis Ivan Gunawan (Igun) mengaku tak punya kecurigaan apa-apa pada asistennya, Andri Jordan Alatas (AJA) kalau ternyata dia terlibat kasus narkoba. Adapun dia menerima Andri sebagai asistennya karena memang dia sibuk mengurusi syuting dan butiknya.

Menurutnya, dia memiliki dua asisten pribadi yang waktu kerjanya dilakukan secara shift atau roling. Itu memudahkan asistennya dalam hal pekerjaan dan tenaga.

“Saya orangnya bukan tipe orang yang curiga sih, saya cenderung tak terlalu dekat dengan asisten, tak pernah ngobrol, tak pernah segala macam, jadi kalau saya perlu apa ya seperlunya saja,” ujarnya pada wartawan, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga:

Pasca ditangkapnya Andri selaku asistennya, kata dia, dia pun ingin kalau semua orang di manajemennya dilakukan tes urine, untuk memastikan semua orang terdekatnya tak terlibat pidana sehingga dia bisa merasa nyaman di kehidupannya. Adanya peristiwa ini pun bisa membuatnya untuk lebih bermawas diri lagi.

“Saya tak merasa dirugikan sebenarnya karena polisi butuh informasi, kalau tak datang justru malah seakan ada yang saya tutupi. Karena saya sehat jasmani dan rohani maka saya datang,” tuturnya.

Selama ini, paparnya, dia pun tak melihat adanya gelagat yang aneh pada Andri, dia pun kerap memberikan masukan pada Andri, khususnya saat dia pergi ke clubbing untuk menjauhi narkotika. Saat bertemu Andri di tahanan, Andri menangis dan meminta bantuannya.

Namun, ungkapnya, dia hanya bisa berkata kalau dia tak bisa membantu apa-apa, semua perbuatannya itu haruslah dia tanggung sendiri karena itu sudah menjadi jalan hidupnya. Adapun asistennya itu memang sudah cukup lama tinggal di Belanda.

“Ke Belanda juga dia duluan berangkatnya, disana dia tinggal sama saudaranya, saya kan di hotel. Aktivitasnya (kerja sebagai asisten) kan siang, jadi saya tak tahu ngapain saja dia setelah itu,” katanya.

(ysw)

Dinas Kehutanan Jaksel Perluas Lahan TPU Tanah Kusir

loading…

Warga berziarah di TPU Tanah Kusir, Jalan Bintaro Raya, Jakarta. Foto: SINDOphoto/Djuli Pamungkas/Dok

JAKARTA – Suku Dinas Kehutanan Jakarta Selatan telah menyiapkan lahan tambahan untuk pemakaman di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir. Telah dilakukan perpetakan yang berada tepat di sisi Kali Pesanggrahan, Kelurahan Ulujami.

“Lokasi tersebut berada di sisi kali, Ulujami atau Blok AA 1, sebanyak 6.000 petak,” ujar Kasi Pemakaman Sudin Kehutanan Jakarta Selatan Ivan Murcahyo, Kamis (17/1/2019).

Pihaknya juga melakukan pembangunan sarana dan prasarana di lokasi tersebut, seperti pembuatan akses jalan lingkar luar TPU, dan fasilitas air. (Baca juga: Di TPU Tanah Kusir, Makam Fiktif Dibuat di Jalan)

“Jadi sudah tidak ada istilah pemakaman depan belakang, karena semua kita buat akses jalannya. Saat ini tinggal menunggu SK Perpetakan Kepala Dinas Kehutanan karena sedang diproses,” tegasnya.

Baca Juga:

Di tempat lain, sebidang lahan kosong bekas lokasi pembuangan sampah (LPS) di Jalan Ciledug Raya, Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, disulap menjadi taman.

Lurah Cipulir Adi Krisno Prayogo mengatakan, sebanyak 10 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dikerahkan untuk menata lahan tersebut.

“Kita bersihkan dan ditanami tanaman. Lalu memanfaatkan puing yang sudah ada di lokasi tersebut sebagai tempat duduk dengan ditambal semen dan pasir,” ucapnya.

Pihaknya memanfaatkan material yang ada, seperti kanstin bekas untuk pembatas taman. Lalu ban bekas untuk pot, dan kayu peti kemas untuk tempat duduk.

“Kita juga susun batu alam untuk terapi, kita memanfaatkan semua material yang sudah ada atau daur ulang,” pungkasnya.

(thm)

Diperiksa Terkait Narkoba Asistennya , Igun Dicecar 12 Pertanyaan

loading…

Ivan Gunawan diperiksa di Mapolresta Jakbar terkait asisten pribadinya yang tertangkap karena narkoba, Kamis (17/10/2019). Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Artis Ivan Gunawan (Igun) diperiksa polisi terkait kasus asistennya, AJA (Andri Jordan Alatas) yang ditangkap karena terlibat narkoba. Ivan diperiksa sebagai saksi dan dicecar 12 pertanyaan oleh penyidik.

“Saya bersyukur polisi menangkap asisten saya karena saya juga takut kalau ada orang terdekat di kehidupan saya malah jadi bumerang buat saya,” ujar Ivan Gunawan pada wartawan di Mapolresta Jakarta Barat, Kamis (17/1/2019).

Igun berharap asistennya itu kapok dengan kejadian ini. Igun juga meminta maaf pada keluarga Andri lantaran dia tak punya wewenang mengawasi Andri. Meski Andri bekerja sebagai asistennya. (Baca: Bawa Kokain, Asisten Pribadi Ivan Gunawan Diciduk Polisi)

Baca Juga:

Saat tahu asistennya itu berurusan dengan polisi, Igun sempat stress dan asam lambungnya naik karena selama ini dia tak pernah berurusan dengan polisi. Adapun terkait tes urine, dia tak mempermasalahkannya lantaran mungkin polisi berfikir bisa saja dia terlibat dalam kasus asistennya itu.

Anggapan itu, bebernya, merupakan hal yang wajar mengingat dia sebagai bosnya Andri. Maka itu, dia pun mau membuktikannya kalau dia sama sekali tak terlibat, salah satunya dengan mau menjalani tes urine dan hasilnya negatif, yanga mana terbukti dia tak terlibat narkotika.

“Ada 12 pertanyaan, saya ditanya tanpa tekanan dan saya jawab apa adanya. Saya kooperatif karena penyelidik butuh data akurat dengan hasil maksimal. Doain saja supaya asisten saya taubat, apapun hasilnya semoga dia bisa jadi sosok yang lebih baik lagi,” katanya.

(ysw)

Diperiksa di Polres Jakbar, Ivan Gunawan Jalani Tes Urine

loading…

Ivan Gunawan diperiksa di Mapolresta Jakbar terkait asisten pribadinya yang tertangkap karena narkoba, Kamis (17/10/2019). Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Polres Jakarta Barat memeriksa Ivan Gunawan terkait asisten pribadinya AJA yang ditangkap karena narkoba. Usai diperiksa intensif, Ivan Gunawan juga menjalani tes urine di Mapolresta Jakbar.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendrizh mengatakan, pada Kamis (17/1/2019) ini, polisi telah memeriksa artis Ivan Gunawan terkait kasus asisten pribadinya, AJA yang ditangkap menyangkut narkoba.

“Siang ini kami sudah periksa Ivan Gunawan terkait kasus asistennya. Selain itu, dilakukan tes urine pada Ivan dan hasilnya negatif,” ujarnya pada wartawan, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, tes urine dilakukan pada Ivan sesuai protap kepolisian, yang menyebut siapapun yang terkait narkoba, baik saksi maupun tersangka itu bakal dites urine. Dan hasil pemeriksaan itu negatif, yang mana mengindikasikan Ivan tak terkait penyalahgunaan narkoba. (Baca: Bawa Kokain, Asiten Pribadi Ivan Gunawan Ditangkap Polisi)

Menurutnya, hasil pemeriksaan AJA, diketahui kalau dia mendapatkan barang haram itu dari seseorang di Belanda, yang mana masuk dalam jaringan internasional. Saat AJA balik ke Indonesia, dia lantas menerima barang haram itu dari seorang kurir.”Kenala kami periksa Ivan, karena pada saat AJA ke Belanda itu bersama dengan Ivan. Maka, kami klarifikasi apakah Ivan saat di sana melihat atau mengetahui siapa yang bertemu dengan AJA di Belanda,” tuturnya.

Kepada polisi, kata dia, Ivan mengaku selama di Belanda, dia tinggal di Hotel yang terpisah dengan AJA sehingga dia tak tahu apa-apa tentang hal di luar pekerjaannya. Dari situ bisa disimpulkan, AJA bertemu dengan pemasok narkoba itu tanpa sepengetahuan Ivan.

“Ivan juga sudah bertemu AJA, AJA menyampaikan menyesali perbuatannya, meminta maaf, dan minta tolong untuk dibantu,” tuturnya.

Dia menambahkan, pemeriksaan Ivan sejauh ini dianggap cukup dan dia pun sudah bersikap kooperatif. Dari hasil pemeriksaan itu pun, bisa dikatakan kalau Ivan bersih dan tak ada kaitannya dengan peristiwa yang dilakukan AJA di Belanda.

(ysw)

Sama-sama dari Belanda, Ini Beda Kasus Kokain Asisten Igun dan Steve

loading…

Artis Steve Emmanuelle (kanan), dan asisten pribadi desainer busana Ivan Gunawan (Igun), AJA (kiri). Foto: SINDOnews/Dok

JAKARTA – Polisi mengungkap dua kasus narkoba jenis kokain yang bersumber dari Negeri Kincir Angin, Belanda. Keduanya adalah artis Steve Emmanuelle dan asisten pribadi desainer busana Ivan Gunawan (Igun), AJA.

Patut dicurigai jika sumber kokain keduanya adalah jaringan yang sama. Kendati demikian, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendrizh, membeberkan, terdapat perbedaan modus di kasus narkoba Steve Emmanuelle dan AJA.

Pihaknya saat ini tengah konsen menyelidiki jaringan internasional pengedar kokain tersebut. Polisi sedang mendalami dua modus berbeda dari dua kasus tersebut. Di kasus Steve, dia yang membawa langsung barang haram itu ke Indonesia untuk dikonsumsi pribadi. (Baca juga: Selundupkan Kokain dari Belanda, Steve Manfaatkan Bagasi Pesawat)

Baca Juga:

“Berbeda dengan asistennya Ivan, transaksi dilakukan di Belanda dan AJA balik ke Indonesia. Lalu ada kurir yang merupakan warga Belanda mengantarkan barang tersebut ke Aceh di Indonesia,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (17/1/2019). (Baca juga: Kokain Milik Asisten Pribadi Ivan Gunawan Berasal dari Belanda)

Dia optimistis jaringan kokain yang tengah dipelajarinya itu bisa terungkap. Adapun dari kasus Steve, bisa dirunut kalau jaringan besar kokain yang akan dan sudah mengedarkan narkoba di Indonesia itu merupakan satu jaringan dan diduga ada keterkaitan dengan kasus AJA ini. Apalagi AJA diketahui sudah menggunakan narkoba selama satu setengah tahun.

“Bukti kokain di AJA 6 gram, ada serbuk mdma atau bagian dari ekstasi, dan dari hasil yang kami dapatkan dari AJA sudah digunakan sebagian, sisanya tinggal 6 gram,” tuturnya.

(thm)

Kontainer Patah As, Ruas Tol JORR TB Simatupang Macet Parah

loading…

Penampakan kemacetan parah di ruas Tol JORR TB Simatupang siang ini. Foto: Ist/Twitter @ItsSinggih21

JAKARTA – Ruas Tol JORR TB Simatupang siang ini mengalami kemacaten parah. Kondisi ini akibat adanya kendaraan yang mengalami gangguan, persinya di depan Graha Simatupang, Jakarta Selatan.

Pemilik akun Twitter @ItsSinggih_21 menyebut kemacetan yang saat ini mengular di ruas tol tersebut akibat adanya mobil kontainer mengalami patah AS. Namun sepintas kendaraan yang mengalami gangguan mirip bus pengumpan Transjakarta.

Dalam foto yang diposting di akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, terlihat kemacetan panjang hampir memuhui selurus badan jalan.

Baca Juga:

“Mobil Kontainer patah as di tol Jorr depan Graha Simatupang Jaksel lalin tersendat,” tulis TMCPoldaMetro.

Selain Tol JORR TB Simatupang, sebuah mobil box B 9386 BXS, juga mengalami pecah ban belakang keduanya di KM 25-700. A Tol Ampera arah Kampung Rambutan. Imbasnya saat ini di lajur 1 lalin terpantau padat hingga Veteran.

(thm)

Ada Debat Capres-Cawapres, Polisi Siapkan Pengalihan Lalin di Pancoran

loading…

JAKARTA – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya melakukan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, nanti sore. Karena, dimungkinkan lokasi itu akan terjadi kepadatan lantaran ada kegiatan debat perdana Capres-Cawapres 2019 yang digelar pukul 19.00 WIB.

Kepadatan itu lantaran akan dihadiri oleh banyak para pendukung dua pasangan Capres-Cawapres pada Pilpres 2019. Maka itu, polisi telah menyiapkan rute alternatif guna lalu lintas tetap berjalan normal.

Kabag Bin Opsnal Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Sudarmanto mengatakan, polisi akan memberikan pengamanan rute di jalan bagi kedua paslon. Pengamanan pada kedua paslon disiapkan mulai dari lokasi mereka bertolak ke Hotel Bidakara.

Baca Juga:

“Kami juga siapkan pengamanan rute di jalan,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (17/1/2019).

Dia menambahkan, rencana rekayasa lalin akan dilakukan di sejumlah titik yang mengarah ke Pancoran. Berikut ini rencana rekayasa lalin tersebut.

– Arus di pertigaan Kalibata dari arah Pasar Minggu, dialihkan ke kanan arah traffic light Jambul Dewi Sartika. Maju lagi ke pertigaan Duren Tiga, apabila tidak ada kepadatan lalu lintas dari Kalibata dibelokkan ke kiri.

– Arus di Duren Tiga perdatam dibelokkan ke kanan ke arah Kalibata.

– Arus Pancoran arah ke kiri Gatot Subroto dan Pancoran lurus ke Dr. Soepomo dibuka tutup.

(mhd)

Dirjen PAS Sebut 69% Warga Binaan Belum Miliki E-KTP

loading…

Warga binaan di Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta saat sedang melakukan perekaman E-KTP untuk keperluan Pileg dan Pilpres 2019, Kamis (17/1/2019). Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Jelang Pileg dan Pilpres, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dierjen PAS) memfasilitasi rekam cetak Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Saat ini dari 245.694 warga binaan pemasyarakatan, sebanyak 69 persennya belum memiliki e-KTP.

Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami mengatakan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, KPU, dan Bawaslu untuk menyukseskan acara ini sebagai momentum yang sangat berharga bagi narapidana dan tahanan yang belum memiliki KTP-el sehingga mereka akan mendapatkan identitas resmi.

“Ini adalah untuk pumatakhiran data kependudukan bagi narapidana dan tahanan untuk memastikan terpenuhinya hak pilih Warga Negara Indonesia yang di dalam lapas/rutan,” ucap Sri di Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga:

Sri bersama jajajaran mengaku siap menyukseskan Pemilu 2019 di lapas/rutan dan akan berusaha semaksimal mungkin agar pelaksanaannya lancar dan sesuai regulasi.

Ia juga mendorong UPT Pemasyarakatan untuk memberikan dukungan fasilitas demi kelancaran proses rekam cetak KTP-el seperti penyediaan ruangan, perangkat pengolah data, dan fasilitas pendukung lainnya.

Berdasarkan laporan UPT Pemasyarakatan pada masing-masing wilayah, hanya sebanyak 79.763 orang atau 31% dari total 245.694 WBP seluruh Indonesia, sedangkan 69% lainnya belum terdata karena tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan.

WBP yang menggunakan hak pilihnya di lapas/rutan akan dikategorikan sebagai Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) atau pemilih di luar domisili dan akan diberikan keterangan sebagai DPTb.

Salah satu syaratnya adalah pemilih tersebut harus memiliki KTP-el sebagaimana diatur dalam pasal 348 ayat 1 huruf b Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang menyebutkan.

Nantinya saat pelaksanaan Pemilu 2019, di lapas/rutan tidak diberlakukan TPS khusus, namun KPU akan memfasilitasi adanya TPS di dalam lapas/rutan.

“Kecuali jumlah DPT sangat minim, maka panitia TPS di luar lapas/rutan setempat akan memfasilitasi pencoblosan di dalam lapas/rutan,” tambahnya.

Sri menegaskan, karena isi lapas dan rutan cenderung fluktuatif, rekam cetak KTP-el akan dilaksanakan kembali pada Bulan Februari 2019 dan 30 hari sebelum hari pencoblosan, termasuk bagi Anak di LPKA yang hingga Bulan April sudah mencapai 17 tahun (perbaikan kelompok usia).

(ysw)

Tak Terima Ditertibkan, PKL Tanah Abang Bentrok dengan Satpol PP

loading…

Bentrok pecah antara PKL Tanah Abang Jakarta Pusat dengan Satpol PP di Pasar Blok G, Tanah Abang Jakarta Pusat. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Kabar keributan antara para Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan Satpo PP di kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat viral di media sosial. Saat ini petugas kepolisian sudah berjaga di lokasi untuk melakukan pengamanan.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram Warung Jurnalis, nampak sejumlah pemuda yang ditengarai PKL di sekitar Pasar Blok G membawa kayu berlari sambil berteriak kepada anggota Satpol PP. Sedangkan petugas Dishub yang berada di lokasi mencoba melerai.

“Ya ada ribut- ribut sedikit saja mas,” kata Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman saat dihubungi SINDOnews, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga:

Lukman mengatakan, dugaan awal para PKL tak terima saat dilarang berdagang oleh Satpol PP.

“PKL mempertanyakan kepada Satpol PP karena mereka tidak bisa berjualan lagi di lokasi,” tuturnya.

Hingga saat ini pihaknya masih berjaga di lokasi agar keributan tidak berlanjut.

(ysw)

Perkiraan Ruas Jalan yang Dilalui Capres-Cawapres Menuju Lokasi Debat

loading…

Seorang polwan melakukan pengaturan lalu lintas di kawasan Bundaran HI, Jalan Jenderal Sudirman, beberapa waktu lalu. Foto:Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar debat perdana bagi dua pasangan capres-cawapres. Debat perdana dilangsungkan di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (17/1/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Ribuan aparat gabungan sudah disiapkan untuk mengamankan Debat Pilpres tersebut. Selain itu, Polda Metro Jaya sudah menyiapkan pengawalan terhadap kedua pasangan capres dan cawapres. Hal ini untuk memudahkan kedua pasangan menuju lokasi debat. (Baca juga: Ada Debat Pilpres, Hindari Lewat Pancoran Mulai Pukul 17.00 Sore Nanti)

“Jadi, pada pukul 15.00 WIB itu disterilisasi dahulu (jalurnya di sekitar Hotel Bidakara). Untuk start para paslon itu pukul 18.00 WIB hingga tiba di lokasi pukul 19.00 WIB. Pukul 20.00 WIB live debat sampai 22.00 WIB,” jelas Kepala Sub Bagian Pembinaan Operasional (Minops) Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Jamal Alam, saat dikonfirmasi, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga:

Menurut dia, terdapat empat rute yang kemungkinan dilalui kedua pasangan capres dan cawapres bersama pendukungnya. Keempat rute tersebut, yakni:

Rute Capres Nomor Urut 01:
Start dari Istana Bogor menuju Tol Jagorawi-Tol Dalam Kota-keluar Tegal Parang-putar arah Flyover Kuningan-Jalan Gatot Subroto-Jalan Rasamala Raya-finish di Gedung Bidakara.

-Atau, start dari Istana Negara menuju Jalan Merdeka Barat-Bundaran Patung Kuda-Jalan MH Thamrin-Bundaran HI-Jalan Jenderal Sudirman- Simpang Susun Semanggi-Jalan Gatot Subroto-Jalan Rasamala Raya-finish di Gedung Bidakara.

Rute Cawapres Nomor Urut 01:
Start dari Jalan Situbondo menuju Jalan M Yamin-Jalan HOS Cokroaminoto-Jalan Rasuna Said-Flyover Kuningan-Jalan Gatot Subroto-Jalan Rasamala Raya-finish di Gedung Bidakara.

Rute Capres Nomor Urut 02:
Start dari Jalan Kertanegara menuju Jalan Pattimura-putar arah di Flyover Pati-Jalan Pattimura-Bundaran Senayan-Jalan Jenderal Sudirman-Simpang Susun Semanggi-Jalan Gatot Subroto-Jalan Rasmala Raya-finish di Gedung Bidakara.

Rute Cawapres Nomor Urut 02:
Start dari Jalan Wijaya menuju Jalan Iskandarsyah Raya-Jalan Pattimura-Bundaran Senayan-Jalan Jenderal Sudirman-Simpang Susun Semanggi-Jalan Gatot Subroto-Jalan Rasamala Raya-finish di Gedung Bidakara.

Polisi sudah menyiapkan sejumlah rekayasa untuk pengaturan arus lalin di kawasan Pancoran sejak sore hari. Pertama, penutupan jalan di pertigaan Jalan Prof Dr Soepomo dengan Jalan Catur. Kendaraan dari arah Pancoran menuju Tebet diluruskan, tidak boleh belok kiri ke arah Jalan Catur.

Begitu juga di pertigaan Jalan Tabanas dengan Jalan Deposito 2. Lalu di pertigaan Jalan Rasamala dengan Jalan Mandala Raya. Sedangkan di pertigaan Jalan Gatot Subroto arah ke Cawang dengan Jalan Rasamalia, dibuka seperti biasa karena memang menjadi satu-satunya akses menuju Hotel Bidakara.

“Namun, tetap diberlakukan one way di jalanan seputar Bidakara, kecuali di jalan protokol,” tandasnya. (Baca juga: Ada Debat Capres, Polda Metro Jaya Kerahkan 820 Polantas di Pancoran)

(thm)

Ada Debat Capres, Polda Metro Jaya Kerahkan 820 Polantas di Pancoran

loading…

Polda Metro Jaya mengerahkan 820 polantas di kawasan Pancoran selama Debat Pilpres berlangsung di Hotel Bidakara. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Polisi memperkirakan bakal terjadi kepadatan lalu lintas imbas dari Debat Pilpres perdana di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (17/1/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Kepadatan diperkirakan akan dimulai sejak pukul 17.00 hingga acara selesai.

Untuk mengurai kemacetan, Ditlantas Polda Metro Jaya akan mengerahkan 820 personel di sekitar Hotel Bidakara. “Untuk Ditlantas Polda Metro guna pengaturan lalin di sekitar lokasi debat, kami kerahkan 820 personel,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf saat dikonfirmasi, Kamis (17/1/2019).

Ratusan personel polantas itu akan disebar di sejumlah titik lokasi guna rekayasa arus lalu lintas di seputar Hotel Bidakara. Saat ada iringan kendaraan capres-cawapres yang berangkat dari tempatnya masing-masing, polisi juga sudah menyiapkan rekayasa arus lalin.

Baca Juga:

“Intinya, arus lalu lintas dilakukan secara situasional melihat perkembangan di lapangan,” tuturnya. (Baca juga: Ada Debat Pilpres, Hindari Lewat Pancoran Mulai Pukul 17.00 Sore Nanti)

Sedang terkait area parkir, ia memastikan sudah tersedia di Hotel Bidakara. Area parkir itu mampu menampung seribu lebih kendaraan para tamu, undangan KPU yang berjumlah 300 orang dan 200 pendukung kedua paslon.

Polisi mengimbau kepada pendukung paslon capres-cawapres di luar 200 orang itu, agar menyaksikan debat di tempat pemenangannya masing-masing. Sebab kegiatan itu disiarkan secara live di stasiun televisi nasional.

“Diimbau untuk nobar di posko pemenangannya masing-masing, karena yang bisa masuk hanya 200 orang saja, 100 pendukung paslon No 01, dan 100 pendukung paslon No 02, demi terciptanya kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas) yang aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya.

(thm)

Jelang Pileg dan Pilpres, Ditjen PAS Lakukan Perekaman E-KTP di Lapas

loading…

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) melakukan perekaman e-KTP terhadap warga binaan yang menghuni lembaga pemasyarakatan. Langkah ini untuk memberikan hak konstitusi bagi warga binaan menentukan piihannya pada Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan Ditjen PAS adalah memfasilitasi rekam cetak Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), khususnya bagi Warga Binaan Pemasyarakakan (WBP) yang belum memilikinya sebagai salah satu syarat mengikuti Pemilu 2019.

“Program Rekam Cetak KTP-el Serentak di Lapas/Rutan, Sukseskan Pemilu 2019 ini digelar tanggal 17-19 Januari 2019 sebagai gerakan nasional di lapas dan rutan seluruh Indonesia serta dapat disaksikan secara relay melalui aplikasi zoom,” kata Sri di Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga:

Turut hadir Menteri Hukum dan HAM, Menteri Dalam Negeri, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Ketua Ombudsman, Ketua KPUD DKI Jakarta, Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian Hukum dan HAM, serta para Kepala UPT Pemasyarakatan DKI Jakarta.

Acara dirangkaikan dengan penjelasan dan simulasi perekaman KTP elektronik bagi WBP, dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis E-KTP kepada WBP, serta peninjauan hasil karya WBP.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, menegaskan narapidana yang tidak dicabut hak politiknya oleh putusan hakim masih memiliki hak politik sebagai warga negara Indonesia pada umumnya dan pemerintah bertanggung jawab penuh atas hak-hak tersebut.

“Hak memilih bagi warga negara perlu mendapat pelindungan maksimal dari pemerintah. Pelindungan dimaksud meliputi jaminan dan kepastian bahwa warga negara berhak turut serta dan berperan aktif dalam pesta demokrasi karena suara mereka juga sangat berpengaruh bagi arah masa depan bangsa Indonesia,” kata Yasonna.

(ysw)

Begini Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Pancoran saat Debat Pilpres

loading…

JAKARTA – Polisi memperkirakan bakal terjadi kepadatan lalu lintas imbas dari Debat Pilpres perdana di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (17/1/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Kepadatan diperkirakan akan dimulai sejak pukul 17.00 hingga acara selesai.

Untuk mengurai kemacetan, Ditlantas Polda Metro Jaya akan mengerahkan 820 personel di sekitar Hotel Bidakara. Selain itu, polisi menyiapkan rencana rekayasa lalu lintas.

Kepala Sub Bagian Pembinaan Operasional (Minops) Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Jamal Alam, mengatakan, untuk memperlancar jalannya debat pertama capres dan cawapres di Hotel Bidakara malam nanti, kepolisian telah menyiapkan rencana rekayasa arus lalu lintas, khususnya di seputar lokasi debat. Rencananya akan ada penutupan jalan di sekitar lokasi secara situasional.

Baca Juga:

“Kami upayakan rekayasa lalu lintas dan penutupan (arus) secara terukur di lokasi tertentu agar tidak mengganggu (kegiatan),” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (17/1/2019).

Menurut dia, terdapat sejumlah rekayasa yang disiapkan polisi untuk pengaturan arus lalu lintas. Pertama, penutupan jalan akan dilakukan di pertigaan Jalan Prof Dr Soepomo dengan Jalan Catur. Kendaraan yang datang dari arah Pancoran ke Tebet diluruskan, tidak boleh belok kiri ke arah Jalan Catur.

Begitu juga di pertigaan Jalan Tabanas dengan Jalan Deposito 2. Lalu di pertigaan Jalan Rasamala dengan Jalan Mandala Raya. Sedangkan di pertigaan Jalan Gatot Subroto arah ke Cawang dengan Jalan Rasamalia, dibuka seperti biasa karena memang menjadi satu-satunya akses menuju Hotel Bidakara. “Namun, tetap diberlakukan one way di jalanan seputar Bidakara, kecuali di jalan protokol,” tuturnya.

(thm)

Ada Debat Pilpres, Hindari Lewat Pancoran Mulai Pukul 17.00 Sore Nanti

loading…

Polisi memperkirakan bakal terjadi kepadatan lalu lintas imbas dari Debat Pilpres di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, malam nanti. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Debat capres-cawapres perdana akan digelar pada Kamis (17/1/2019) malam nanti sekitar pukul 20.00 WIB, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan. Arus lalu lintas di kawasan Pancoran sore nanti diperkirakan akan mengalami kepadatan.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf pagi ini sudah melakukan pengecekan persiapan pengamanan lalu lintas di Hotel Bidakara dan kawasan Pancoran, sebagai lokasi debat perdana capres-cawapres.

Baca Juga:

Polisi memperkirakan bakal terjadi kepadatan lalu lintas imbas dari Debat Pilpres tersebut. Untuk itu, mulai pukul 17.00 hingga acara selesai, pengendara diimbau menghindari Simpang Pancoran. “Dimungkinkan akan terjadi kepadatan arus lalu lintas, dikarenakan ada kegiatan debat capres-vawapres di Hotel Bidakara pada pukul 20.00 WIB,” tulis TMCPoldaPolda dalam akun Twitternya, Kamis (17/1/2019.

Sejauh ini polisi belum merencanakan rekayasa lalu lintas di kawasan Pancoran, kendati kemungkinan besar terjadi kepadatan, lantaran bersamaan dengan jam sibuk pulang kerja. Apalagi debat itu juga dihadiri presiden petahan, dipastikan pola pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi sedikit berbeda dari biasanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, sebelumnya menyebut, pengamanan debat itu dilakukan di empat ring sesuai SOP. Pertama di dalam ruangan debat. Debat itu tentunya juga dihadiri Presiden petahana, jadi pengamanannya juga bakal dilakukan Paspaspres. Lalu di ring dua atau di luar ruangan debat, tapi masih di area Hotel Bidakara, arena ini dijaga polisi dan TNI.

“Ketiga, pengamanan dilakukan di luar gedung, seperti di parkiran dan basement. Dan keempat di luar area gedung, seperti di jalanan. Ada anggota Ditlantas dan Sabhara Polda Metro yang jaga,” pungkasnya.

(thm)

Debat Pilpres: Jaga Empat Ring, Polda Metro Kerahkan Ribuan Personel

loading…

Polda Metro Jaya menyiapkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan jalannya debat capres dan cawapres perdana. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Polda Metro Jaya menyiapkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan jalannya debat capres dan cawapres perdana di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan. Terdapat empat ring yang menjadi fokus pengamanan.

“Untuk kegiatan debat pertama capres-cawapres, kami siapkan 2.000 personel gabungan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, kepada wartawan, Kamis (17/1/2019).

Debat capres-cawapres perdana digelar pada Kamis (17/1/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Adapun pengamanan melibatkan unsur gabungan, khususnya TNI dan Polri. (Baca juga: KPU Gelar Debat Pilpres 2019 dalam 5 Putaran)

Pengamanan debat itu, kata Argo, dilakukan di empat ring sesuai SOP. Pertama, di dalam ruangan debat. Debat itu tentunya juga dihadiri Presiden petahana, jadi pengamanannya juga bakal dilakukan Paspaspres. Lalu di ring dua atau di luar ruangan debat, tapi masih di area Hotel Bidakara, arena ini dijaga polisi dan TNI.

Baca Juga:

“Ketiga, pengamanan dilakukan di luar gedung, seperti di parkiran dan basement. Dan keempat di luar area gedung, seperti di jalanan. Ada anggota Ditlantas dan Sabhara Polda Metro yang jaga,” pungkasnya.

(thm)

DKI Terima Bantuan Jepang untuk Cegah Penurunan Tanah

loading…

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta dapatkan bantuan dari pemerintahan Jepang untuk mencegah penurunan muka air tanah. DKI memiliki teknologi baru untuk mengukur penggunaan air tanah di gedung-gedung pada 2019 ini.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, Jakarta merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang menghadapi ancaman serius terkait penurunan permukaan tanah. Untuk itu, dia menyambut baik pelaksanaan pertemuan rapat kedua Joint Coordinating Committee (JCC) proyek untuk mempromosikan penanggulangan penurunan tanah di Jakarta.

Anies berharap hasil rapat kedua ini mampu mempercepat proyek promosi penanggulangan penurunan tanah di Jakarta, yang berlangsung selama tiga tahun sampai dengan Januari 2021. Sehingga proyek ini berjalan dengan baik. Sebab, kata dia, penurunan permukaan tanah di Jakarta merupakan salah satu masalah lintas generasi yang harus ditangani secara serius dan jangka panjang.

Baca Juga:

“Penanganan ini harus belajar dari beberapa kota-kota lain di dunia yang pernah mengalami penurunan permukaan tanah seperti ini. Jepang itu mengalami penurunan permukaan tanah yang luar biasa, khususnya di Tokyo,” kata Anies di Balaikota DKI Jakarta, pada Rabu, 16 Januari 2019 kemarin.

Anies menjelaskan, Tokyo mengalami penurunan permukaan air tanah sejak awal Abad 20, dan permasalahannya selesai sejak awal 1970-an. Dia berharap bantuan dari pemerintah Jepang yang difasilitasi oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) bisa merumuskan langkah-langkah yang tepat dalam jangka panjang.

Proyek promosi penanggulangan penurunan tanah ini dikerjakan bersama oleh Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian PUPR dan Kementerian ESDM dengan Pemerintah Jepang . Pada 27 Juli 2017, telah ditandatangani Record of Discussions (RoD) on the Project for Promoting Countermeasures against Land Subsidence in Jakarta, antara JICA, Kementerian PUPR, Kementerian ESDM, Bappenas, dan Pemprov DKI Jakarta. Dokumen RoD dilatarbelakangi oleh keinginan Pemerintah Jepang untuk sharing pengalaman dan rencana aksi kota Tokyo dalam mengatasi masalah penurunan tanah.

Anies turut mengapresiasi Tim Proyek JICA dan Kelompok Kerja yang dibentuk untuk berbagai aktivitas dalam melaksanakan proyek tersebut. “Ini adalah pekerjaan lintas badan dan kehadiran JICA yang terlibat langsung dalam proyek ini bukan saja datang dengan bantuan teknologi dan sumber daya, tapi juga memiliki pengalaman praktis di dalam menyelesaikan masalah penurunan permukaan tanah di Tokyo,” ungkapnya.

Selain itu, kata Anies, pihaknya juga akan memperbaiki cara mengawasi penggunaan air tanah. Sebab, salah satu penyebab penurunan muka air tanah akibat penggunaan air tanah secara berlebihan. Menurutnya, hampir semua pemukiman, gedung perkantoran hingga kawasan industri menggunakan air tanah.

Padahal, permukaan tanah di Jakarta mengalami penurunan sekitar 7,5 cm dan bahkan beberapa wilayah itu bahkan turun sampai 17 cm pertahun. Bahkan secara keseluruhan wilayah, hampir 40 persen di area Jakarta ini di bawah permukaan air laut. Untuk itu, pada 2019 ini, Anies akan menerapkan tekhnologi baru untuk mengukur penggunaan air tanah di gedung-gedung.

“Selama ini manual, penggunaan air tanah sedikit, menurut catatan meter penggunaan air PAM-nya sedikit tapi jumlah penghuni dan kegiatannya banyak. Nah, nantinya pengukuran menggunakan digital. pengukuran itu penting sekali karena dengan pengukuran yang tepat dan lokasi yang akurat, kita bisa menemukan sebabnya sehingga bisa menemukan solusinya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan tugas, Anies memaparkan kelompok kerja yang dibentuk dengan aktivitas sebagai berikut; pertama, kelompok kerja tentang data informasi, di sini kelompok tersebut tugasnya melakukan pengumpulan data, analisis data, serta sistem pengendalian. Kemudian yang kedua, soal mitigasi. Ini tugasnya adalah menyusun tindakan-tindakan, kebijakan-kebijakan untuk pembatasan pengambilan air tanah, dan alternatif penyediaan sumber air bersih.

“Ketiga adalah soal adaptasi. Bagaimana investigasi kerusakan akibat penurunan muka air tanah. Kemudian ada bagian peningkatan kesadaran, lalu juga untuk organisasi pengelolaan antarlembaganya,” ungkapnya.

Sementara itu, pakar kebijakan publik UGM, Satria Imawan mengatakan, Pemprov DKI perlu tegas terkait penggunaan air tanah. Dia menyarankan pemprov tidak ragu membawanya ke meja hijau untuk memberikan efek jera jika memang regulasi penggunaan air tanah yang ada ditabrak dan tidak dipatuhi.

“Regulasi itu kan berguna untuk mengevaluasi jalannya di lapangan. Ketika implementasinya tidak sesuai dengan regulasi atau melanggar ya semestinya dihukum. Inspeksi itu tidak percuma, tapi jadi percuma kalau regulasinya tidak ditegakkan ke jalur hukum,” ucapnya.

(whb)

Netralitas PNS Pemkot Tangsel Diragukan, Bawaslu Lapor ke Komisi ASN

loading…

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Taryono saat dipanggil Bawaslu Tangsel, sedang menyerahkan dokumen ASN. Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Netralitas Aparatus Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), pada Pemilu 2019, dalam sorotan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tangsel. Hal ini terkait dengan adanya temuan dari Bawaslu Tangsel, tentang adanya indikasi ketidaknetralan ASN di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangsel.

Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhammad Acep mengatakan, sudah melakukan pemanggilan terhadap kedua pimpinan, tempat para ASN itu berdinas.”Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Pemadam Kebakaran sudah kami panggil dan konfirmasi terkait temuan itu,” kata Acep, kepada SINDOnews di Pamulang, Kota Tangsel, Rabu (16/1/2019).

Dalam pemanggilan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono mengatakan, ASN yang dilaporkan tidak netral itu pegawainya.”Jadi ada orang yang melapor kepada kita. Karena orang itu tidak membuat laporan, maka kami jadikan temuan. Untuk itu, harus ada investivigasi awal. Makanya, kami panggil kepala dinasnya,” sambung Acep.

Baca Juga:

Dalam temuan Bawaslu, ada satu ASN dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel yang terindikasi tidak netral. “Selain satu pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu, ada lima pegawai pada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangsel yang juga melakukan pelanggaran,” ungkapnya.

Temuan ini pun akan dilaporkan pihaknya ke Komisi ASN agar diberikan sanksi. Sebab, apa yang telah dilakukan para ASN itu tidak menunjukkan sikapnya yang netral, dengan tidak memihak kepada salah satu calon.

“Netralitas itu berdiri di tengah, tidak boleh condong ke kiri, kanan, depan, dan belakang. Harus biasa-biasa saja, jangan mendukung salah satu calon,” sambungnya.

Temuan Bawaslu ini, kata Acep, bukan yang pertama di lingkup Pemkot Tangsel. Pada 2017 lalu, sedikitnya ada 42 ASN yang ditemukan menjadi aparatur partai politik dan telah diberikan sanksi oleh Komisi ASN.

“Kami mengimbau kepada pemimpin ASN, terutama Pak Sekda Muhammad, untuk mensosialisasikan netralitas ASN ini. Karena, jika ada intruksi dari pimpinan ASN, akan sangat berpengaruh,” ungkap Acep.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Taryono mengakui dipanggil Bawaslu dan ditodong pertanyaan, terkait adanya ASN yang tidak netral. “Sudah kami klarifikasi dan panggil. Kata yang bersangkutan, itu gestur spontan. Jadi ini sudah kita temui Bawaslu. Kami sudah tegur secara lisan. Kalau yang memberikan sanksi itu ya Komisi ASN,” sambungnya.

Menurutnya, saat ini belum ada sanksi yang dijatuhkan kepada para ASN yang tidak netral itu. Sebab, menurut Taryono, kesalahan mereka masih belum jelas, dan lagi, mereka belum dipanggil oleh Bawaslu. “Yang bisa menjatuhkan sanksi ya Komisi ASN. Nanti, Komisi ASN akan merekomendasikan kepada dinas, dan sanksi kami jatuhkan,” ucapnya.

(whb)

Penjelasan Yayasan Al Kamal Jakarta Terkait Temuan Narkoba di Sekolah

loading…

Pengurus Yayasan Al Kamal Jakarta memberikan keterangan pers terkait penangkapan pengedar dan barang bukti narkoba di sekolah tersebut.Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal Jakarta mengakui bila DL dan CP ditangkap di SMA Al Kamal oleh Unit Narkoba Polsek Kembangan, Jakarta Barat. Saat peristiwa terjadi keduanya sedang berada di dalam laboratorium sekolah.

“Dia itu anak dari Jodi, mantan pegawai kami yang sudah tidak bekerja. Mereka memang suka tidur di situ,” ungkap Ketua Pembina Yayasan Pondok Pesantren Alkamal Jakarta, Soeryo Soedibyo Mangkoehadiningrat di Universitas Al Kamal Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Sebelumnya tiga orang, berinisial AJ (29), DL (29), dan CP (30) diamankan Polsek Kembangan Jakarta Barat setelah terbukti memanfaatkan ruangan di laboratorium sekolah swasta sebagai lokasi penyimpanan sabu. Dari tempat itu, polisi menemukan 355,56 gram sabu dan 7.910 obat golongan IV.

Baca Juga:

Soeryo melanjutkan selain mengonsumsi narkoba di sekolah, keduanya juga kerap mengintimidasi sejumlah pelajar, guru, hingga pengurus yayasan. Hal ini terungkap, ketika Yayasan hendak membenahi pagar sekolah yang rusak.

Kala itu keduanya membawa serta sejumlah preman dan melarang pembenahan kawasan Al Kamal. Soeryo menegaskan, telah mencoba mengusir keduanya, namuntetap bersikukuh untuk tinggal dan bermalam di lingkungan Al Kamal sebelum akhirnya diciduk polisi. “Makanya kami bersyukur ketika ada kejadian itu,” ucapnya.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal Jakarta, Burhanuddin menambahkan, demi memberantas narkoba pihaknya bersiap semua guru, kepsek, pengurus, dan siswa untuk melakukan tes urine. Langkah ini diambil sebagai bentuk serius memerangi narkoba. “Saya katakan kami siap dengan resiko. Bila ada yang terlibat, saya pastikan mereka diproses hukum,” tegas mantan Wali Kota Jakarta Barat ini.

Tidak Ada Narkoba

Pendapat berbeda diungkapkan Sekretaris Yayasan Pendidikan Pesantren Al Kamal, Zaskia. Dia membantah semua ucapan Soeryo dan menyatakan hingga kini Jodi masih bekerja untuk yayasan. “Jadi tidak ada narkoba kok. Saat peristiwa itu terjadi, kami kumpulkan semua karyawan. Dan semuanya lengkap,” tegas Zaskia.

Zaskia kemudian membantah adanya penggerebekan narkoba seperti yang diungkapkan Pengurus Yayasan Al Kamal Jakarta. Menurutnya dua inisial yang disebutkan tidak bekerja di sekolahnya.

Zaskia mengancam akan memproses hukum semua pihak yang menyebutkan yayasannya merupakan tempat gudang narkoba. Baginya sangat tidak mungkin sekolah Al Kamal disusupi narkoba. “Saya akan proses mereka. Jangan macam macam, ini menyangkut nama baik Yayasan. Ini bukan sekolah kecil,” tegasnya.

Belakangan diketahui di Al Kamal sendiri terdapat dualisme kemimpinan, yakni Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal yang dikatakan Zaskia, dan Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal Jakarta yang dipimpin oleh Soeryo Soedibyo Mangkoehadiningrat.

Dalam perjalanannya, Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal bertanggung jawab atas Taman Kanak Kanak, SMA, dan SMK. Sementara Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal Jakarta bertanggung jawab atas SD, SMP, dan Universitas.

(whb)

Kokain Milik Asisten Pribadi Ivan Gunawan Berasal dari Belanda

loading…

Asisten pribadi Ivan Gunawan dibekuk petugas kepolisian terkait kepemilikan kokain.Foto/Istimewa

JAKARTA – Penyidik Polres Jakarta Barat menyatakan kokain yang dibawa asisten pribadi Ivan Gunawa, AJA (36) berasal dari Belanda. Hal itu terungkap setelah penyidik memeriksa AJA.

“Pokoknya, pemasoknya dari Belanda,” oke Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendrizh saat dihubungi, Rabu (16/1/2019) malam.

Penangkapan AJA sendiri tak jauh berbeda dengan artis Steve Emmanuelle yang diamankan Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, Jumat, 21 Desember 2018 lalu. Steve mengakui mendapatkan kokain dari Belanda.

Baca Juga:

Meski demikian, perbedaan keduanya ialah Steve mendapatkan kokain pada Oktober 2018 lalu. Sementara AJA mendapatkannya sebelum akhir 2018.
“Dua duanya terindikasi menyelundupkan narkoba,” tegas Erick.

Selain itu hasil tes urine yang dilakukan terhadap AJA diketahui empat zat narkoba positif didalamnya, yakni kokain, methamphetamine, MDMA dan THC. Artinya selain menggunakan kokain, AJA mengonsumsi ganja, sabu dan ekstasi.

Sementara untuk penyidikan nanti, polisi telah memanggil Ivan Gunawan sebagai saksi. Rencanaya presenter itu akan datang pukul 10.00 WIB.

(whb)

Minim Angkutan Umum, Pemkab Bogor Usul LRT Dilanjutkan

loading…

Kendaraan pribadi padati jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Foto/Haryudi/KORAN SINDO

BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, menargetkan 2019 sekitar 80 persen dari 1.748,915 kilometer total ruas jalan Kabupaten Bogor dilalui oleh angkutan umum.

“Selain berharap adanya tindak lanjut program pembangunan transportasi massal Light Rail Transit (LRT) dari pemerintah pusat maupun Pemprov DKI Jakarta dengan JA Connectionya, kita juga berupaya menyediakan angkutan umum untuk beberapa jalan,” kata Bupati Bogor Ade Yasin di Bogor, Rabu 16 Januari 2019.

Ade berharap, proyek LRT bisa berlanjut hingga ke Kabupaten Bogor, karena secara tidak langsung program tersebut membantu mengatasi persoalan transportasi publik.

Baca Juga:

“Seperti kita ketahui Cibinong dan Bojonggede itu padat penduduknya, tentu jika ada transportasi umum bisa membantu pemenuhan kebutuhan mobilitas masyarakat,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, pihaknya sedang merancang sejumlah program untuk mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan transportasi publik.

“Langkah upaya kita dalam penyediaan moda transportasi publik di Kabupaten Bogor itu banyak. Baik yang berbasis jalan dalam konteks angkutan massal, maupun rel kereta. Kita mengharapkan ada percepatan pembangunan sejumlah Transit Oriented Development (TOD) di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Menurutnya, yang terpenting saat ini pertama adalah dalam mendukung program pemerintah pusat dalam mengintegrasikan sarana transportasi Jabodetabek sebagai upaya menggeser masyarakat agar beralih dari angkutan pribadi ke umum.

“Kemudian sebagaimana target Bupati Bogor yang sekarang ini, permasalahan transportasi publik yakni jalan di Kabupaten Bogor ini masih banyak yang belum terinjak angkutan umum. Targetnya kalau tak salah 80 persen. Sekarang baru 60 persen. Targetnya ingin 80 persen jalan-jalan di Kabupaten Bogor diisi angkutan umum (angkot dan bus),” paparnya.

Terkait angkutan massal, pihaknya selalu berkordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Saat ini, pihaknya masih bekerjasama dengan BPTJ, khususnya menyangkut supply and demand.

“Sedangkan untuk yang jalan raya itu kewenangan kita. Sehingga tujuan kita sebagai pelayan masyarakat terpenuhi. Sebab sudah menjadi kewajiban kita menyediakan angkutan umum agar masyarakat dalam beraktifitas dari satu tujuan ke tujuan yang lain bisa berbiaya murah,” jelasnya.

Harapannya, lanjut dia, bukan hanya, bagaimana kita memfasilitasi pergerakan atau mobilitas masyarakat, dari sisi fungsi. Tapi jika, semua program itu berjalan berkesinambungan maka akan berdampak pula pada pertumbuhan ekonomi.

“Karena akan banyak bangkitan baru di Kabupaten Bogor sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pemodal untuk berinvestasi,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya berupaya agar persoalan transportasi umum tidak menimbulkan masalah baru terkait kemacetan. Sesuai dengan rencana induk transportasi jabodetabek, pihaknya akan mencoba membangun beberapa park and ride yang ada di Kabupaten Bogor.

“Kerja samanya dengan DKI sudah, karena kita satu kesatuan, harapannya di 2022 kerjasama menyangkut park and ride ini ada wujudnya. Khususnya di daerah yang sangat potensial adalah di Bojonggede atau Cibinong,” ungkapnya.

(mhd)

Gadai Motor Diam-diam, Istri Siri Dibacok Suami di Tangerang

loading…

TANGERANG – Aksi istri siri TG (46), yakni DI (50) memang kelewatan. Tanpa izin terlebih dahulu, dia menggadai motor milik suaminya tersebut secara diam-diam.

Saat aksinya dipergoki, bukannya menyesal dan meminta maaf, DI malah memaki suaminya tersebut. Alhasil, TG naik pitam dan langsung membacok istri sirinya itu.

Kejadian nahas ini, terjadi tepat di halaman Masjid Jamil Al-Anshor, Kavling Agraria, Kelurahan Nusa Jaya, Karawaci, Kota Tangerang, Banten, pada Selasa malam.

Baca Juga:

Usai membacok istrinya, TG langsung lari. Tidak berselang lama, dirinya pun ditangkap oleh polisi dari Polsek Karawaci. Saat ditangkap, TG pun pasrah mengaku salah.

“Pelaku kami tangkap hanya dalam waktu 30 menit setelah kejadian,” kata Kapolsek Karawaci Kompol Doddy Ginanjar kepada KORAN SINDO di Mapolsek Karawaci, Rabu (16/1/2019).

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti golok yang dipakai untuk membacok korban. Selanjutnya, pelaku TG dibawa ke kantor polisi dan dimasukan bui.

Kepada polisi, TG mengaku gelap mata. Dia kesal dengan ulah istri sirinya itu. Sebab, motor semata wayangnya dijual tanpa pemberitahuan dan izin darinya lebih dulu.

“Saya kesal. Dia menjual motor saya tanpa izin, dan bukannya minta maaf, malah memaki saya dengan kata-kata kasar. Saya menyesal, saya khilaf,” kata TG menyesal.

(mhd)

Temui Anies, Yenny dan Khofifah Minta Dukungan DKI

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Putri Presiden Indonesia keempat Abdruhman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid dan Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa menyambangi kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI. Tujuanya untuk meminta dukungan dari Pemprov DKI Jakarta terkait kegiatan ulang tahun Muslimat Nadhlatul Ulama (NU) ke-73 pada akhir bulan ini di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

Anies mengatakan, hari ulang tahun muslimah NU yang ke-73 di GBK tentunya akan membawa dampak baik bagi Jakarta. Sebab, selain mendoakan, kehadiran 100 ribu orang di GBK tentunya akan menggerakkan perekonomian. Apalagi, rencananya akan ada kunjungan ke tempat wisata, yakni Monas dan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Kami siap mendukung kegiatan tersebut. Nanti akan ada pertemuan teknisnya dan kita berharap masyarakat Jakarta juga menyambut kedatangan dari seluruh wilayah sebagai tamu bagi ibu kota,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Dalam kesempatan yang sama, Kofifah menuturkan, sebagai si empunya rumah, pihaknya harus berkoordinasi dengan Pemprov DKI untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Di antaranya yaitu, rekayasa lalu lintas, parkir, dan drop off pick up.

Tak hanya itu, eks Mensos ini meminta Anies untuk menyediakan tempat di kawasan Monas agar salah satu ikon di Ibu Kota itu bisa menjadi tempat rekreasi para peserta. Sehingga, mereka bisa membawa kenangan manis selepas pulang dari Jakarta.

“Ibu-ibu ini kan kemungkinan sore ini sudah sampai di Jakarta jadi kami sampaikan Monas menjadi sesuatu yang presides bagi ibu-ibu dari berbagai daerah jadi misalnya kalau air mancurnya lampu-lampunya bisa dimaksimalkan tentu akan menjadi bagian yang bisa memberikan kebahagiaan dan suasana yang memeberikan harapan bagi ibu pulang dengan membawa satu memori yang manis dari DKI,” ucapnya.

Sementara itu, Yenny Wahid menyatakan, sebagai ketua panitia, pihaknya mengundang Anies agar mau meluangkan waktunya untuk hadir dalam acara tersebut. Rencananya, jamaah akan memasuki GBK pukul 00.00 WIB dengan saalat tahajud bersama hingga salat subuh berjamaah.

“Jadi hari ini kita semua dari Muslimat NU oleh ketua umum, Ibu Khofifah Indar Parawansa yang juga Gubernur Jatim terpilih, menyampaikan undangan resmi pada pak Gubernur DKI,” pungkasnya.

(mhd)

FKUB Gelar Deklarasi Anti Politisasi di Tempat Ibadah Jakpus

loading…

FKUB dan tiga pilar mengunjungi tiga tempat ibadah di Jakarta Pusat, salah satunya ke Masjid Istiqlal. Foto/Komaruddin Bagja Arjawinangun/SINDOnews

JAKARTA – Polres dan Kodim 0501/Jakarta Pusat melakukan kunjungan ke tiga tempat ibadah yakni Masjid Istiqlal, Gereja Katedral hingga Vihara di Sawah Besar. Kegiatan ini juga diikuti jajaran Wali Kota Jakarta Pusat maupun Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Rombongan melakukan silaturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat setempat. Saling diskusi pun terjadi, mulai dari masalah keamanan hingga kegiatan-kegiatan masyarakat yang berlangsung di rumah ibadah itu.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu, kegiatan ini juga sebagai deklarasi pemilu damai dan melawan politisasi rumah ibadah. Deklarasi pun dilakukan di setiap rumah ibadah yang dikunjungi.

Baca Juga:

“Kami ingin menekankan sikap bersama bahwa rumah ibadah jangan sampai diisi oleh kegiatan politik praktis. Karena rumah ibadah adalah sarana masyarakat berdoa kepada Tuhannya,” kata Roma di Vihara Tri Ratna, Rabu (16/1/2019).

Roma melanjutkan, pihaknya bersama Kodim Jakarta Pusat selalu mendukung upaya mewujudkan kedamaian maupun ketertiban dalam kegiatan beribadah warganya.

“Kami selalu dukung, TNI dan Polri selalu mendukung. Kami kan deklarasi dan support kegiatan FKUB bersama pak Dandim,” jelasnya.

Sementara Dandim 0501/Jakarta Pusat Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana menilai, kegiatan ini penting untuk menciptakan kedamaian dan kesejukan dalam beribadah.

“Deklarasi ini penting agar masyarakat bisa nyaman dal beribadah. Sehingga, kedamaian dan ketertiban bisa selalu terwujud di wilayah Jakarta Pusat,” jelas Wahyu.

Ia mengatakan, jajarannya selalu mendukung kegiatan FKUB dalam menyebarkan pesan kebaikan terutama jelang Pemilu 2019.

“Kami ingin agar kegiatan ini bisa bermanfaat bagi kerukunan umat beragama di Jakarta Pusat,” jelas Wahyu.

Ketua FKUB Ahmad Katsir menjelaskan, rumah ibadah apapun tak boleh dijadikan sarana kampanye atau memecah belah.

“Tempat ibadah spesial dan suci untuk beribadah. Lainnya tak boleh dijadikan sarana apapun,” ucap Ahmad Katsir.

Ahmad mengatakan, nantinya mereka akan memasang seribu spanduk-spanduk di semua tempat ibadah di Jakarta Pusat.

“Yang masang FKUB bukan komunitas yang lain. Kami punya kepentingan FKUB menjaga tempat suci,” sebutnya.

Nantinya, lanjut Ahmad, pihaknya akan mensosialisasikan kegiatan ini ke tempat ibadah di seluruh kecamatan.

“Walau kami adanya di tingkat Kecamatan, nanti di Kecamatan ada Pokja yang bakal mensosilasisikan. Kami punya komitmen menjaga tempat ibadah. Nanti ada lebih 50 persen tempat ibadah yang bakal kami kunjungi,” tutupnya.

(mhd)

Bawa Kokain, Asisten Pribadi Ivan Gunawan Diciduk Polisi

loading…

Asisten pribadi presenter Ivan Gunawan dibekuk di kosannya, Jakarta. Foto/Istimewa

JAKARTA – Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengamankan pria berinisial AJA (36). Pria yang diketahui sebagai asisten pribadi presenter Ivan Gunawan dibekuk di kos-kosannya, No.1A kamar 23, Jalan H Najihun, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 14 Januari 2019.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendrizh membenarkan penangkapan itu. Dia mengatakan, dari tangan asisten Ivan Gunawan itu, polisi menyita tiga narkoba berbeda, yakni kokain, MDMA dan ekstasi.

“Semuanya ada pada tubuh pelaku,” kata Erick ketika dikonfirmasi, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Hingga berita ini ditulis, AJA sudah resmi menjadi tahanan Satnarkoba. Namun, saat ini polisi masih meminta keterangan AJA guna memburu jaringan kokain di Indonesia.

“Masih kami lakukan pemeriksaan secara itensif,” jelasnya. (Baca juga: Terlibat Narkoba, Polisi Ciduk Penyanyi Januarisma Runtuwene)

(mhd)

Polisi Bakal Periksa Ivan Gunawan Soal Asisten Bawa Kokain

loading…

JAKARTA – Polisi bakal memanggil presenter kondang Ivan Gunawan terkait kasus narkoba yang menjerat asisten pribadinya AJA (36). Presenter yang juga artis tersebut akan diperiksa polisi sebagai saksi.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendrizh. Dia menduga, Ivan mengetahui konsumsi narkoba yang dilakukan AJA.

“Kami akan segera panggil dan periksa keterangannya sebagai saksi,” kata Erick ketika dikonfirmasi, Rabu (16/1/2019). (Baca juga: Bawa Kokain, Asisten Pribadi Ivan Gunawan Diciduk Polisi)

Baca Juga:

Sekadar diketahui, jajaran Polres Jakarta barat mengamankan seorang pria berinisial AJA (36), di Gandaria Utara, Jakarta Selatan. berdasarkan informasi, AJA merupakan seorang asisten pribadi presenter Ivan Gunawan.

Saat diamankan polisi, AJA kedapatan membawa tiga jenis narkoba berbeda, yakni kokain, metilendioksi metamfetamina (MDMA) dan ekstasi.

(mhd)

Anak Punk Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kebun Kosong Pamulang

loading…

Anak punk ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah kebun kosong bekas minimarket, dekat Prapatan Gaplek, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangsel. Foto/Hasan Kurniawan/KORAN SINDO

TANGERANG – Seorang remaja ditemukan tewas bersimbah darah, di sebuah kebun kosong bekas minimarket, dekat Prapatan Gaplek, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sore tadi.

Saat ditemukan, tubuh pria tanpa identitas ini masih hangat, dan dalam kondisi miring. Diduga, korban yang biasa mengamen dan anak punk ini jadi korban pembunuhan.

Mayat korban pertama kali ditemukan oleh seorang pengamen Reog Ponorogo, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, saksi hendak membuang air kecil dan mayat remaja itu sudah terbaring di tanah, pinggiran tembok.

Baca Juga:

Tidak ada identitas pada tubuhnya. Polisi yang langsung mengevakuasi mayat korban ke RSUD Kabupaten Tangerang menyimpulkan, korban tewas akibat luka tusuk di punggungnya yang dalam.

Kapolsek Pamulang Kompol Endang Sukmawijaya mengatakan, dalam waku 24 jam, pihaknya berjanji akan menangkap pelaku pembunuhan remaja tersebut.

“Ada luka kekerasan yang menyebabkan korban meninggal. Untuk luka korban, ada bekas luka tusuk di punggung, telinga kiri putus dan jari kelingkingan kiri putus,” katanya di Polsek Pamulang, Rabu (16/1/2019) sore.

Dilanjutkan Endang, korban baru 2-3 jam tewas. Hal ini diperkuat dengan tubuh korban yang masih hangat dan lemas. Luka dan darah di tubuhnya juga masih basah.

“Mayat ini baru, karena masih lemas dan belum kaku. Kemungkinan 2-3 jam lalu kejadiannya. Mayat sudah dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk visum. Dalam 24 jam, kami tangkap pelakunya,” kata Endang.

Informasi penemuan mayat anak punk ini dengan cepat menyebar. Sehingga, banyak rekan-rekan korban, sesama anak punk, yang mendatangi Polsek Pamulang. Dengan stelan serba hitam, mereka bertanya-tanya.

Anak Punk Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kebun Kosong Pamulang

Beberapa di antara kawanan anak punk itu, dengan memakai jaket hitam, badan penuh tato dan wajah penuh tindikan, mengaku sebagai kakak korban, langsung menangis.

“Benar pak, itu adik saya. Namanya Ridwan. Rumah saya di Ciputat. Saya dengar informasi ini dari teman-teman. Katanya, mayatnya dibawa polisi. Makanya, tadi saya langsung menuju ke sini,” ungkap pria itu.

Pria yang mengaku sebagai kakak korban ini, lalu dibawa masuk ke Polsek Pamulang dan langsung dilakukan pemeriksaan. Dia datang bersama empat rekannya. Tiga di antaranya wanita yang membawa ukulele.

(mhd)

Gagal Raih Piala Adipura, Kadis LH Bekasi Siap Mundur dari Jabatan

loading…

BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tahun ini kembali gagal meraih penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Gagalnya kota mitra DKI Jakarta ini diajang bergengsi daerah tersebut sudah terjadi sejak lama. Bahkan, pada tahun 2010 lalu, penghargaan Adipura dibatalkan karena ada indikasi penyuapan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi mengatakan, selama Kota Bekasi berdiri hingga kini belum pernah mendapatkan penghargaan Adipura. Namun, pada delapan tahun lalu kita dikabarkan mendapatkan piala Adipura.

“Karena bermasalah, maka pemerintah tidak dapat penghargaan bergengsi itu,” katanya di Bekasi, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, tahun ini Pemkot Bekasi kembali gagal. Hal itu terungkap saat ajang itu diumumkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 14 Januari 2019. Ada beberapa indikator yang mengakibatkan Kota Bekasi gagal mendapat penghargaan Adipura.

Pertama, minimnya kesadaran masyarakat dalam berpartisipasi pengelolaan sampah, sehingga saat penilaian di sektor itu masih rendah. Poin kedua, kata dia, tentang pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, di Kecamatan Bantargebang yang dianggap konvensional atau manual.

Sistem yang diterapkan masih memakai urugan tanah, seharusnya pemerintah daerah sudah melakukan industrialisasi sampah dengan memakai konsep sanitary landfill.

“Dua faktor itu yang membuat kita selalu kalah. Untuk itu, kami akan memperbaikinya dan agar tahun mendapatkan piala Adipura,” ujarnya.

Berdasarkan catatannya, penilaian pertama atau P1 pada bulan Maret 2018 lalu, pemerintah hanya mendapat nilai 83 poin. Kemudian penilaian kedua atau P2 pada bulan Agustus 2018 hanya mendapat 84 poin. Sehingga, kata dia, hal itu membuktikan Kota Bekasi belum mampu memdapatkan piala Adipura.

Atas kegagalan itu, dia siap mundur dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi. Keputusan siap mundur dari jabatan itu sebagai konsekuensi atas kesepakatan pakta integritas yang ditandantanganinya di hadapan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi pada pekan pertama Januari 2019.

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro mengatakan, sebenarnya Kota Bekasi sempat mendapat penghargaan Adipura pada tahun 2010. Hanya saja penghargaan itu dicabut karena diduga tersandung hukum. “Tapi setidaknya pernah menerima meski sesudah itu dicabut lagi,” katanya.

Chairoman menilai, pemerintah daerah tidak memiliki gerakan masif Adipura. Seharusnya, kata dia, pemerintah lebih menggandeng peran masyarakat agar lebih aktif sehingga kekurangan dalam pencapaian Adipura bisa terisi. “Gerakan Adipura belum menjadi gerakan masyarakat, itu yang paling krusial,” jelasnya.

Bukan itu saja, kata dia, selama ini gerakan Adipura kerap dijadikan program pencitraan kepala daerah, sehingga instrumen yang berperan bukan dari masyarakat.

“Jangan pernah gerakan Adipura dijadikan program pencitraan, tapi dilakukan secara tulus dan kerja keras agar kota tercita kita mendapatkan piala Adipura,” tegasnya.

(mhd)

Kantongi Identitas, Polisi Buru Penyuplai Narkoba ke Aris

loading…

Polisi gelar konferensi pers penangkapan Januarisman Runtuwene di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO

JAKARTA – Selain mengamankan tujuh penyalahgunaan narkoba, polisi kini tengah memburu sepasang kekasih berinisial TA dan AG. Keduanya diduga sebagai penyuplai narkoba ke Juara Indonesia Idol 2008, Januarisman Runtuwene alias Aris Idol (31).

“Identitas keduanya sudah kami kantongi,” terang Kasatres Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, IPTU Edy Suprayitno di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Sementara itu, dihadapan sejumlah wartawan Aris terus menunduk selama konferensi pers berlangsung. Dirinya berusaha menutupi mukanya menggunakan tangan meskipun masker berwarna hijau terpasang.

Baca Juga:

Saat digiring ke dalam Mapolres, Aris mulai disemuti wartawan. Hujan pertanyaan pun dilontarkan kepadanya. Dengan suara kecil Aris mengaku dirinya dijebak.

“Dijebak sama orang,” kata Aris ketika digiring ke sel tahanan Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Akibat perbuatan, ketujuh pelaku terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup dan mati lantaran dianggap melanggar pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 jo 132 ayat 1 undang undang nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sekadar diketahui, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Aris ditangkap jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok karena terlibat kasus narkoba. Aris ditangkap polisi di sebuah Apartemen kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

“Iya benar itu JW yang ditangkap,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/1/2019). (Baca juga: Tidak Laku di Dunia Hiburan Alasan Aris Gunakan Narkoba)

(mhd)

Ini Penyebab Bolak-balik Berkas Perkara Nur Mahmudi

loading…

Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail. Foto/Dok/SINDOnews

DEPOK – Penyidik Polresta Depok dianggap belum bisa melengkapi petunjuk dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok terkait soal dugaan kasus korupsi mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail. Mantan orang nomor 1 di Depok itu diduga melakukan korupsi soal pengadaan lahan di Jalan Nangka, Depok, Jawa Barat dan mantan Sekretaris Daerah Kota Depok, Harry Prihanto.

Dikembalikannya berkas Nur Mahmudi ini sudah yang ke tiga kalinya dilakukan Kejari Depok kepada polisi. Bolak-baliknya berkas ini disebabkan adanya petunjuk jaksa yang dianggap belum lengkap. Sedangkan pihak penyidik mengaku sudah memenuhi semua petunjuk jaksa.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Depok, Sufari mengatakan pengembalian berkas tersebut dilakukan lantaran masih ada yang belum dilengkapi. Namun dirinya enggan menjelaskan petunjuk apa yang dimaksud sehingga berkas belum juga lengkap atau P21.

Baca Juga:

“Dalam gelar perkara itu, penyidik Polresta Depok masih belum melengkapi berkas perkara baik formil maupun materiil,” kata Sufari di Depok, Rabu (16/1/2019).

Menurut dia, urusan lengkap itu mudah asalkan berkas perkaranya komplet. Kemudian, kasus tersebut pasti akan naik ke meja hijau.

“Persoalan di P21 kan itu mudah selama berkas P19 dari penyidik sudah dilengkapi. Selanjutnya kita teliti dan cek. Kalau sudah dinyatakan lengkap dan sempurna maka kita akan bawa ke pengadilan untuk segera disidangkan,” kata Sufari.

Dia menjelaskan, untuk melengkapi petunjuk yang dimaksud kejaksaan maka penyidik memiliki waktu 14 hari. Agar berkas dinyatakan P21 maka ada dua syarat yang harus dilengkapi. Secara formil, kata dia, setiap tindakan dan perbuatan aparat hukum harus sesuai prosedur KUHP (hukum acara) yang berlaku.

Sedangkan materil, perbuatan tersangka itu harus memenuhi unsur-unsur pasal yang disangkakan dan didukung oleh alat bukti dan barang bukti.

“Setelah dikembalikan dan kami teliti lagi, kembali tidak memenuhi unsur formil dan materil. Penanganan perkara ini sudah benar dan berjalan baik sesuai dengan KUHP. Lalu, ya kami kembalikan lagi ke penyidik Polresta Depok, bukan berarti kami menghambat. Kalau dibilang menghambat dimana tolak ukur dan indikatornya. Yang menghambat itu kalau jaksa tidak memberikan petunjuk,” ungkapnya.

Sebelum naik ke persidangan, kata dia, penyidik terlebih dahulu menyempurnakan berkas perkara yang telah ditunjukan oleh kejaksaan. Sementara dalam perkara ini, sambung Sufari, pengembalian berkas sudah ke tiga kalinya diserahkan oleh jaksa penyidik kejaksaan ke penyidik Polresta Depok.

“Ini sudah kali ketiga kami kembalikan berkas NMI dan HP ke pihak penyidik. Lagi-lagi berkas yang dilimpahkan ke kita masih belum lengkap juga baik secara formil maupun materil,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah ada perbedaan pandangan antara penyidik dan kejaksaan, Sufari membantahnya. Dia mengatakan, molornya penyempurnaan berkas ini karena masih ada petunjuk yang belum dilengkapi. Sayangnya dia enggan menjelaskan petunjuk yang dimaksud.

“Tidak semua bisa diumumkan di publik. Tidak ada itu perbedaan pandangan,” pungkasnya. (Baca juga: Polisi Limpahkan Berkas Kasus Nur Mahmudi ke Kejari Depok)

(mhd)

PLN Jakarta Raya Jamin Pasokan Listik untuk Pemilu 2019

loading…

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Ikhsan Asaad saat memberikan keterangan seputar kesiapan PLN mensukseskan Pemilu 2019 di Jakarta, Rabu (16/1/2019). Foto/Istimewa

JAKARTA – Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya tetap menjaga kontinuitas pasokan daya listrik secara optimal.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Ikhsan Asaad mengatakan, pihaknya melakukan pantauan secara khusus terhadap objek-objek vital saat pemilu di Jakarta.

Selain pemantauan, PLN juga memperkirakan beban puncak pada April 2019 yaitu 4921,82 MW. Namun pasokan listrik cukup untuk mengatisipasi beban pada saat pemilu serentak berlangsung.

Baca Juga:

“Kami pastikan untuk penyelenggaran pemilu hingga tuntas, bahkan untuk 17 April nanti untuk debat pertama capres, kami pastikan pasokan listrik siap,” kata Iksan di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Selain menyiapkan pasokan listrik, kata dia, PLN juga melakukan identifikasi lokasi penting terkait pemilu. Seperti Kantor KPU Pusat, Gedung Bawaslu, Mahkamah Kontitusi (MK), Kantor KPU DKI Jakarta.

Kantor KPU Kota/Kabupaten di DKI, kantor DDN, Balai Kota Pemprov DKI, Kantor Wali Kota, Kantor DPP Parpol Peserta Pemilu, Posko Pemenangan Paslon dan Kediaman Capres Cawapres juga tak luput dari pantauan.

“Kami juga memantau beberapa tempat penting lainnya seperti Kompleks Istana Negara, Sekretariat Negara, Bina Graha, Komplek DPR MPR RI, Mabes TNI Polri, Polda Metro jaya, Kodam Jaya, Kantor Media Massa, serta Rumah Sakit,” katanya.

Kehandalan pasokan juga disiapkan ke lokasi tempat Debat Capres Cawapres berlangsung, seperti Hotel Bidakara, Hotel Fairmont, Hotel Sultan dan Hotel Borobudur.

“Dan ini terpenting juga, pasokan listrik berlapis ke lokasi VIP pemilu serta menambahkan Automatic Change Over (ACO) dan UPS untuk menjamin kehandalan pasokan listrik,” bebernya

Iksan juga menyebutkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI, Polri dan BIN. Ini dalam rangka pengamanan aset PLN. “Jelas kami akan berkoordinasi dengan pihak keamanan. Ini sangat penting untuk kelancaran PLN memasok listrik,” pungkasnya.

(mhd)

Beraksi di Jaksel, Spesialis Curanmor Dibekuk di Puncak Bogor

loading…

Polisi menangkap pelaku kejahatan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Polisi meringkus tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan kekerasan di dua wilayah, Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat dan Jakarta Timur. MS (38), MK bin AM (42) dan SH bin S (37) diringkus setelah beraksi di Jakarta Selatan.

Kapolres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Indra Jafar mengatakan, para pelaku mengambil sepeda motor yang terparkir dengan cara merusak kunci kontak menggunakan kunci letter T. Tersangka melakukan pencurian kendaraan bermotor roda dua tersebut di berbagai daerah wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan.

“Di antaranya di depan sebuah rumah kos yang beralamat di Jalan Mampang Prapatan XI dan di Jalan Pancoran Barat VI B, Jakarta Selatan. Sejauh ini, ada 9 sepeda motor yang berhasil pelaku curi,” ujarnya pada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, tersangka MS melakukan pencurian kendaraan bermotor roda dua tersebut bersama dengan tersangka SH dan MK. Tersangka MS berperan mencari dan mengambil sepeda motor korban, kemudian membawa sepeda motor tersebut.

“Tersangka MK berperan ikut mencari dan menunggu di atas sepeda motor untuk mengawasi keadaan sekitar dan bersiaga jika dilihat oleh korban,” tuturnya.

Sedang tersangka SH, kata dia, berperan ikut mencari dan menunggu di atas sepeda motor mengawasi keadaan sekitar dan bersiaga jika dilihat oleh korban. Barang bukti yang berhasil diamankan dalam kasus itu berupa tas selempang warna cokelat, tas ransel hitam, 2 buah kunci letter T, 6 anak kunci letter T, dan 3 buah senjata tajam jenis pisau.

“Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara tujuh tahun,” katanya.

(mhd)

Terungkap Aris Sudah Kerap Konsumsi Sabu-Sabu

loading…

Januarisma Runtuwene alias Aris ditangkap saat pesta narkoba. Foto: Okezone

JAKARTA – Polisi menyebut penyanyi Januarisman Runtuwenen atau Aris sudah kerap mengonsumsi narkoba. Kepada polisi, Aris mengaku sudah beberapa kali mengkonsumsi barang haram itu.

“Hasil penyelidikan, dia (Aris) baru-baru ini memakai narkoba, tapi dia sudah tiga kali ini menggunakan itu,” ujar Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Iptu Edi Suprayitno, kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat di salah satu stasiun TV swasta nasional itu sebelumnya diciduk saat pesta sabu-sabu dengan empat rekannya, yakni Andya Sanjaya, Ade Yandi, Yoviana Saphira Pratomo, dan Aninda Mariska.

Baca Juga:

Dalam kasus ini polisi menyita barang bukti berupa narkoba dan minuman keras. Barang haram itu diperoleh Aris dari Andya Sanjaya dan digunakan di apartemen A Sanjaya. Narkoba itu dipakai bersama pemilik apartemen dan tiga orang lainnya. Mereka sebelumnya janjian bertemu melalui pesan WhatsApp.

“Jadi, mereka ini tidak saling kenal, mereka kenalnya pada saat di tempat. Mereka berkomunikasi melalui WhatsApp, JR ini diundang,” pungkasnya.

(thm)

Tidak Laku di Dunia Hiburan Alasan Aris Gunakan Narkoba

loading…

Aris mengaku menyesali perbuatannya setelah tertangkap basah sedang pesta narkoba di sebuah apartemen. Foto: Okezone

JAKARTA – Penyanyi Januarisman Runtuwenen atau Aris mengaku menyesali perbuatannya setelah tertangkap basah sedang pesta narkoba di sebuah apartemen. Ia pun menyesal tidak mendengar nasehat istri.

Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat di salah satu stasiun TV swasta nasional itu sebelumnya diciduk saat pesta sabu-sabu dengan empat rekannya, yakni Andya Sanjaya, Ade Yandi, Yoviana Saphira Pratomo, dan Aninda Mariska, serta dua orang perempuan.

“Dia mengaku menyesali perbuatannya. Dia mengaku pakai itu (sabu) karena sudah lama vakum (didunia hiburan jadi stres), saat diundang (kenalannya A Sanjaya), dia jadi ikut-ikutan,” ujar Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Iptu Edi Suprayitno, kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Aris diketahui sudah kerap mengonsumsi narkoba jenis sabu. Aris dan tiga orang lainnya mengaku mendapatkan barang haram itu dari A Sanjaya, yang juga turut ditangkap polisi. Aris mengaku hanya kenal A Sanjaya saja, sedang empat orang lainnya tak kenal sama sekali.

Saat ditanyakan apakah kelima orang itu melakukan hubungan kumpul kebo sambil melakukan pesta narkotika, Edi mengaku penyelidikannya belum sampai ke arah itu. Tapi Aris sebelumnya sudah dinasehati istrinya untuk tidak terlibat narkotika, tapi tak diindahkannya.

Kepada polisi, mereka mengaku baru kali ini melakukan pesta narkoba sambil meminum-minuman keras di apartemen A Sanjaya. Adapun hasil tes Labfor Polri, kelimanya dinyatakan positif memakai sabu.

“Jadi, lima orang yang kami tangkap itu 3 lelaki dan dua wanita. Selain itu, masih ada dua orang yang masih kami kejar. Dua DPO itu satu lelaki dan satu wanita,” tandasnya.

(thm)

Ribuan Pil Terlarang Sudah Tersebar ke Sejumlah Kota di Pulau Jawa

loading…

Unit Apartement Puri Park View, Kembangan, Jakarta Barat, yang dijadikan gudang obat terlarang. Foto: KORAN SINDO/Yah Yusuf

JAKARTA – Polsek Kembangan, Jakarta Barat menyegel sebuah unit apartement 2305 di Tower A, Unit Apartement Puri Park View, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (16/1/2019) malam. Dari tempat itu polisi menemukan 112.060 pil Gol IV.

Dalam penggrebekan ini, polisi juga menemukan sejumlah bukti lain, seperti 30 resi pengiriman ke sejumlah kota di Pulau Jawa. Artinya, selama ini sudah puluhan ribu pil terlarang yang telah tersebar di kota-kota di Pulau Jawa.

“Ini cukup banyak. Sekali pengiriman bisa sampai ribuan pil,” ujar Kapolsek Kembangan, Kompol Joko Handono, di Apartement Puri Park View, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (16/1/2019). (Baca juga: Polisi Gerebek Gudang Pil Terlarang di Apartement Puri Park View)

Baca Juga:

Unit apartemen ini disewa oleh pria berinisial BD. Kanit Reskrim Polsek Kembangan, Iptu Dimitri Mahendra menyebut, BD sudah enam bulan menyewa unit apartemen itu.

Gudang pil terlarang ini terbongkar setelah polisi mengembangkan kasus sebelumnya. Ttiga pria berinisial, AJ (29), DL (29), dan CP (30) sebelumnya diamankan Polsek Kembangani. Mereka ditangkap setelah memanfaatkan ruang sekolah kosong untuk dijadikan gudang narkoba sabu dan obat daftar G. (Baca juga: Sekolah di Kembangan Dijadikan Gudang Penyimpanan Narkoba)

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap DL dan CP, diketahui BD merupakan DPO Polda Yogyakarta. Ia buron setelah kiriman paketnya terendus polisi di sana.

Selama enam bulan menempati unit apartemen ini, polisi mengungkapkan sudah ada 10 kali kiriman obat yang dilakukan BD ke DL dan CP. Satu kiriman itu DL maupun CP mendapatkan upah sebesar Rp100-500 ribu. Bila ditambah uang penjualan, keduanya bisa meraup jutaan rupiah.

Untuk mengelabuhi polisi, BD kemudian memberikan akses kepada DL dan CP untuk masuk ke unit apartemennya. Kunci dan akses apartemen diberikan secara cuma cuma. “Jadi bisa diketahui DL dan CP merupakan kurir sekaligus pengecer,” pungkasnya.

(thm)

Truk Terbalik di Gerbang Tol Meruya Utama 1

loading…

Truk terbalik di GT Meruya Utama I, Jakarta Barat. Foto/Dok/TMCPoldaMetro

JAKARTA – Kecelakaan tunggal terjadi di depan Gerbang Tol (GT) Meruya Utama 1, Jakarta Barat. Belum diketahui penyebab kecelakaan lalu lintas tersebut.

Informasi itu dikutip dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Rabu (16/1/2019). Berdasarkan foto yang diunggah @TMCPoldaMetro, kejadian itu sekitar pukul 13.52 WIB. Saat ini, kecelakaan itu telah ditangani pihak terkait.

“Kecelakaan Truk B 9890 GQA di Gerbang Tol Meruya, sudah dalam penanganan petugas Polri,” tulisnya.

Berdasarkan foto yang diunggah itu, badan truk tersebut menutupi GT Tol Meruya Utama 1. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai kecelakaan tersebut.

Baca Juga:

(mhd)

Penyalahgunaan Narkoba, Polisi Ciduk Mantan Kekasih Syahrini

loading…

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono beserta barang bukti dan tersangka di Jakarta. Foto/Ari Sandita Murti/SINDOnews

JAKARTA – Polisi menciduk mantan kekasih artis cantik Syahrini, HS di kawasan Menteng, Jakarta Pusat karena terlibat kasus penyalahgunaan narkotika. Selain HS, polisi juga meringkus tiga orang lainnya, yakni SN, FK dan TP.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat tentang adanya penyalahgunaan narkotika di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara. Setelah dilakukan penyilidikan, polisi menemukan satu orang pelaku dalam kasus penyalahgunaan barang haram itu yakni SN.

“Lalu di restoran Yosinoya PIK, kami tangkap SN dengan barang bukti sabu 5 gram yang disimpan di dalam mobilnya. SN mengaku mendapatkan narkoba itu dari FK,” terangnya kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Saat dilakukan pengembangan, kata dia, polisi kembali meringkus FK di rumahnya, Jalan Panarukan, Menteng, Jakarta Pusat dengan barang bukti sabu 2,3 kg, yang tersimpan di dalam tas. Saat diinterogasi, FK mengaku mendapatkan sabu itu dari HK, yang masih menjadi DPO hingga kini.

“FK mendapatkan narkoba itu melalui perantara HS dan TP. Adapun HS ini disinyalir mantan (kekasih) artis Syahrini, pengakuannya juga begitu (mantan kekasih Syahrini), tapi kami tak bisa sampaikan lebih jauh karena itu lebih ke pribadi yah,” tuturnya.

Polisi, paparnya, kembali melakukan pengembangan hingga akhirnya berhasil meringkus TP di rumahnya, kawasan Petamburan, Jakarta Barat dan HS di rumahnya, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kepada polisi, keduanya mengaku mendapatkan perintah untuk menyerahkan barang haram itu pada FK melalui perintah NC dan MK.

“Adapun kedua orang itu, NC dan MK masih kami kejar dan sudah kami jadikan DPO, sama halnya dengan HK masih kami cari tahu keberadaannya. Kami juga sudah ajukan ke Imigrasi terkait pencekalan agar mereka tak bisa keluar negeri,” jelasnya.

Adapun metode pembayarannya, tambahnya, lantaran FK belum bisa membayarkannya secara penuh, FK lantas memberikan jaminan sebuah cincin blue shappire pada HS. HS sendiri merupakan orang yang mengenalkan FK kepada HK.

“Mereka kami jerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 115 ayat (2) lebih subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atau mati,” katanya.

(mhd)

Polisi Gerebek Gudang Pil Terlarang di Apartement Puri Park View

loading…

Kapolsek Kembangan, Kompol Joko Handono, menggelar konferensi pers di Apartement Puri Park View, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (16/1/2019). Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf

JAKARTA – Polsek Kembangan, Jakarta Barat menyegel sebuah unit apartement 2305 di Tower A, Apartement Puri Park View, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (16/1/2019) malam. Dari tempat itu polisi menemukan 112.060 pil Gol IV.

Kapolsek Kembangan, Kompol Joko Handono, mengungkapkan, terungkapnya gudang ini setelah pihaknya menganalisis fenomena tawuran yang kerap terjadi di wilayahnya. Dari analasis itu polisi mendapati penggunaan obat daftar G cukup marak di lingkungan pelajar dan remaja. Mereka menjadi gagah setelah menggunakan obat ini dan nekat tawuran.

Dari temuan ini, polisi kemudian mengobservasi dan mengamankan tiga pelaku di dua tempat terpisah, Rabu (9/1/2019) lalu. Dua pelaku, yakni DL dan CP diamankan di salah satu sekolah terpadu swasta di kawasan Jakarta Barat.

Baca Juga:

Penangkapan ketiga kemudian merujuk ke sebuah unit apartement 2305 di Tower A, Unit Apartement Puri Park View, Kembangan, Jakarta Barat. Disitulah polisi mendapati gudang obat ditemukan. “Saat ini kami masih memburu pelaku berinisial BD,” tegas Joko di Apartement Puri Park View, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (16/1/2019).

Pantauan KORAN SINDO, apartement itu bertipe studio. Tidak ada kamar maupun sekat yang membatasi. Seluruh obat ilegal itu tersimpan di lemari biru plasti di dalam unit.

Dimitri melanjutkan, selama enam bulan menyewa disana, BD tak sekalipun tidur. Ia hanya sesekali kesana melihat kondisi gudang dan melakukan penghitungan barang.

Kasie Pengawasan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta, Dadan Hidayat yang hadir dalam kesempatan itu mengucapkan terima atas temuan polisi. Ia menegaskan bahwa banyak obat ilegal yang tersebar di Jakarta.

Karenanya, pengawasan rutin bakal digencarkan pihaknya, termasuk pemantauan dari produsen maupun pabrik farmasi yang memproduksi obat-obatan bakal dipantau.

“Secara rutin kami melakukan audit atau yang biasa kami sebut audit CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Dari mulai bahan baku produksi sampai pendistribusian tentu itu adalah jalur-jalur yang selama ini resmi,” kata Dadan.

Dadan menegaskan obat itu merupakan barang ilegal dimana produk-produk yang sudah dibatalkan izin edarnya maupun sudah tidak berlaku lagi ini.

“Dari hasil pengembangan Kami memang diduga ada tempat atau produksi ke tempat lain. Jadi bukan dari pabrikan resminya,” tegas Dadan.

Ke depannya, BBPOM akan terus berkoordinasi dengan polisi. Penindakan rutin bakal dilakukan dan menyisir sejumlah apotik yang masih menjual obat tanpa izin edar.

(thm)

Sandal dan Topi Tertinggal, Rampok Diringkus di Tempat Persembunyian

loading…

BEKASI – Kepolisian Sektor (Polsek) Cibarusah meringkus seorang perampok di tempat persembunyianya Kampung Pasar Lama RT02/02, Desa Cibarusah Kota, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Selasa 15 Januari 2019 malam. Tersangka RM (36), langsung diamankan petugas dan mengakui perbuatanya.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cibarusah, AKP Sukarman mengatakan, aksi tersangka selama ini kerap meresahkan masyarakat dan dalam aksinya kerap menakuti korbanya dengan senjata tajam.

“Sejauh ini belum ada korban yang diciderai tapi setiap aksinya selalu membawa senjata tajam dengan sasaran rumah warga,” katanya di Bekasi, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, tersangka berhasil terindetifikasi usai melakukan aksinya di rumah Juniar Nengsih (55), di Kampung Curug RT1/3, Kecamatan Cibarusah pada Kamis 13 Desember 2018. Dalam aksinya, RM berhasil menggasak barang berharga milik korban berupa telepon selular, uang tunai Rp750 ribu, dan emas 24 karat.

Sukarman menjelaskan, RM melakukan aksinya ketika pemilik rumah tengah tertidur, dengan menggunakan tutup muka alias cadar, tersangka masuk ke dalam rumah dengan cara memanjat bambu pancang kemudian masuk ke lantai 2 rumah korban yang belum terpasang pintu lalu turun ke lantai satu.

Di sana tersangka mengambil barang-barang berharga milik korban. Apesnya, saat tengah asyik menggasak barang-barang berharga milik korban, aksi tersangka diketahui korban yang terbangun mendengar suara gaduh.

“Korban berteriak dan tersangka langsung mengancamnya dengan pisau cutter,” ungkapnya.

Di bawah ancaman dengan pisau leher, kata dia, tidak membuat ciut nyali korban, malah korban memberontak dan melakukan perlawanan. Karena panik, tersangka langsung berusaha melarikan diri dengan meninggalkan sandal dan topi yang digunakanya. Mendengar teriakan itu warga langsung mendatangi kediaman korban.

Sayangnya, saat warga berdatangan, tersangka RM sudah berhasil melarikan diri dengan membawa barang berharga korban. Atas kejadian itu, korban melaporkan kejadian itu kepada polisi.

“Setelah menerima laporan, ternyata ada kemiripan setiap RM beraksi selalu mengancam korban dengan pisau,” ujarnya.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, Kompol Sukrisno menambahkan, setelah mendapatkan laporan dari para korban, petugas mendapati ciri-ciri tersangka dan melakukan pengejaran.

“Tersangka diamankan saat bersembunyi di sebuah pos, dan sudah mengakui perbuatanya,” imbuhnya.

Saat ini, kata dia, petugas masih menginterogasi tersangka terkait aksinya. Namun, dari keterangan sementara tersangka beraksi seorang diri dengan bermodalkan cadar, topi dan pisau. Bahkan, setiap melakukan aksinya, tersangka selalu memetakan lokasi yang akan dirampok. “Sejauh ini tersangka sudah beberapa kali beraksi,” ujaranya.

Meski demikian, petugas meyakini tersangka tidak beraksi sendiri dan diduga masih ada kawanan lainya setiap aksinya. Tersangka RM bakal dijerat dengan Pasal 365 KHUP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. RM kini meringkus di Mapolsek Cibarusah untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.

(mhd)

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Kali Ciliwung

loading…

JAKARTA – Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas mengambang di Kali Ciliwung, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian pria tanpa identitas itu.

Kapolsek Pancoran, Kompol Endang Wahyu Kinasih mengatakan, penemuan mayat tanpa identitas itu pada Rabu (16/1/2019), saat itu petugas UPK Badan Air baru saja melaksanakan apel di sekitar lokasi kejadian. Mendadak, salah seorang petugas melihat adanya sesosok mencurigakan di Kali Ciliwung, Jalan Infeksi Ciliwung, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan.

“Saat dicek, ternyata itu mayat yang mengambang di kali, mayat itu lalu ditarik ke pinggir dan ditancapkan dengan bambu agar tak hanyut,” ujarnya pada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, petugas UPK Badan Air lantas melaporkan penemuan mayat itu ke polisi. Saat dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi, mayat tersebut tak dikenali warga.

Polisi, tambahnya, juga tak menemukan identitas diri pada korban. Mayat korban lantas dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta guna dilakukan visum.

“Mayat lelaki tanpa identitas itu diperkirakan berumur 40 tahun, mengenakan celana jeans hitam dan kaos biru. Kami masih dalami penyebab korban meninggal di kali tersebut,” katanya.

(mhd)

Begini Rencana Anies Sulap Kolong Flyover Tol Menjadi Taman Bermain

loading…

Taman olahraga skateboard (skatepark) di kolong Flyover Slipi, Petamburan, Jakarta Barat. Foto: Okezone

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Provinsi) DKI Jakarta berencana menyulap kolong-kolong flyover tol di Jakarta menjadi taman bermain yang asyik. DKI sudah memulainya dengan taman olahraga skateboard (skatepark) di kolong Flyover Slipi, Petamburan, Jakarta Barat.

“Ya, kita berharap satu satu. Tapi kita itu inginnya berbagi hasil dulu. Saya enggak mau menceritakan panjang-panjang soal rencananya. Sudah jadi, tunjukin,” tegas Anies, di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Menurut Anies, pada taman-taman bawah kolong tol yang sudah jadi akan dievaluasi kembali segala kekurangan yang ada. “Begitu kita lihat nanti penggunaannya, kemudian kita belajar apa yang kurang, sehingga nanti ketika kita membuat lagi di tempat lain, tidak mengulangi bila muncul kekurangan di tempat itu,” tegasnya.

Baca Juga:

Mantan Mendikbud itu ingin agar tidak sekadar membuat taman saja, namun harus bisa dikelola dengan baik.
Misalnya, masyarakat harus dilibatkan dalam perawatan.

“Komunitas mana saja yang bisa dilibatkan dalam penggunaan? Kemudian perawatan seperti apa? Lalu pihak pengelola tolnya bagaimana? Ini mumpung ada satu tempat. Lebih baik small but manageble, dari pada large tapi unmanage. Kita lakukan dalam satu tempat dulu,” tegasnya.

Begini Rencana Anies Sulap Kolong Flyover Tol Menjadi Taman Bermain

Beberapa hari ini taman skatepark yang berada di kolong flyover Slipi Petamburan kini viral di medsos.Taman yang menghabiskan dana hingga Rp800 juta itu dianggap sebagai tempat nongkrong yang asyik bagi warga maupun pecinta papan luncur.

“Dari situ pasti dalam waktu tidak lama lagi, kita punya pelajarannya. Dari situ baru kita lakukan replikasi di tempat-tempat lain. Jadi jangan buru-buru langsung dikerjakan di semua tempat, ternyata ada hal yang harus kita koreksi,” katanya.

Saat ini memang belum ada koreksinya lantaran masih baru. Anies yakin dalam satu dua pekan ini pasti ada feedback (masukan) tentang pemanfaatan taman itu.

“Sekarang saja saya sudah dapat feedback daria skateboard, tentang desainnya, tentang formatnya, itu menjadi bahan bagi kita. ini sebuah percontohan tapi juga sekaligus untuk uji coba,” pungkas Anies.

(thm)

Polisi Ungkap Identitas Pelaku Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang

loading…

BOGOR – Identitas pelaku pembunuhan terhadap Andriana Yubella Noven Cahya (18), siswi SMK Baranangsiang, Bogor, telah berhasil diungkap oleh kepolisian. Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Bogor Kota di-back up Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar sedang melakukan pengejaran untuk menangkap pelaku.

Agar pelaku cepat tertangkap, salain meminta keterangan dari sekitar 20 saksi, polisi juga akan membat dan menyebarkan sketsa wajah pelaku pembunuhan itu.

“Rekaman CCTV disinkronkan dengan keterangan saksi yang sebelum kejadian melihat terduga pelaku pembunuhan. Penyidik menggabungkan keterangan saksi dan CCTV untuk membuat sketsa wajah pelaku,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat dihubungi, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga:

Truno mengungkapkan, identitas pembunuh siswa tersebut sudah terungkap dan polisi kini tengah memburu pelaku. “Sudah terungkap, sekarang proses penyidikan dan tersangka pelaku masih dalam pengejaran,” kata dia.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto membenarkan penyidik telah mendapatkan indikasi pelaku pembuhan terhadap Andriana. “Sudah ada indikasi, tapi tim kami masih bergerak di lapangan. Jadi belum bisa disampaikan sekarang,” kata Agung seusai acara Ngabotram Sabandungeun di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung.

Diketahui, Andriana Yubela Noven Cahya yang akrab disapa Noven ini meninggal dunia setelah ditusuk oleh seseorang pria di sebuah gang belakang Terminal Baranangsiang, Jalan Riau, Kota Bogor, pada Senin (7/1/2019) lalu. Nyawa Noven melayang akibat sebilah pisau menembus dada kiri. Senjata tajam itu menusuk dada korban sedalam 22 sentimeter (cm).

(thm)

Penyanyi Januarisma Runtuwene Ditangkap Bersama Empat Rekannya

loading…

Januarisma Runtuwene alias Aris. Foto: Okezone

JAKARTA – Polisi kembali menciduk pekerja hiburan karena terlibat narkoba. Kali ini polisi meringkus penyanyi jebolan sebuah ajang pencarian bakat di televisi, Januarisma Runtuwene alias Aris. Selain Aris, ada empat rekannya yang juga turut ditangkap.

“Selain JR (Aris), ada empat rekannya yang juga ditangkap, yakni YS, AS, AY, dan AM,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Argo membeberkan, penangkapan Aris merupakan hasil pengembangan di kasus sebelumnya, yang mana polisi meringkus YW di Jalan Bahagia, Tangerang, Banten. Dari YW, polisi menyita barang bukti berupa 300 butir ekstasi dan sabu 2 gram.

Baca Juga:

Kepada polisi, kata dia, YW mengaku kalau barang haram itu didapatkan dari AS. Polisi lantas melakukan penyelidikan lebih lanjut selama satu pekan lamanya dan hasilnya diketahui tempat AS berada, yakni di sebuah Apartemen, Jalan HR Rasuna Said.

“Saat anggota ke apartemen itu pada Selasa, 15 Januari kemarin, ternyata di sana ada kelima orang ini sehingga dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti narkoba sebanyak 0,23 gram dan bong,” pungkasnya.

(thm)

Aris Ditangkap saat Pesta Sabu dan Miras Bersama 4 Orang Temannya

loading…

Januarisma Runtuwene alias Aris ditangkap saat pesta narkoba. Foto: Okezone

JAKARTA – Penyanyi Januarisma Runtuwene atau Aris diciduk polisi dari apartemennya di kawasan Setibudi, Jakarta Selatan, karena terlibat penyalahgunaan narkoba. Penyanyi jebolan sebuah ajang pencarian bakat di televisi ini diciduk polisi saat asyik berpesta sabu-sabu dan minuman keras (miras) bersama teman-temannya.

“Di apartemen tersangka AS itu mereka mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu secara bersama-sama sambil meminum minuman red label,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Menurut Argo, penangkapan Aris dan empat orang lainnya merupakan hasil pengembangan kasus sebelumnya. Adapun Aris dkk ditangkap di sebuah Apartemen kawasan Setiabudi pada Selasa, 15 Januari kemarin.

Baca Juga:

Selain Aris, ada empat rekannya yang juga ditangkap, yakni YS, AS, AY, dan AM. Polisi menyita barang bukti berupa alat isap satu atau bong serta lima handphone milik pelaku. “Hasil tes urine sementara dari kelimanya positif (sabu),” tegas Argo.

Kini mereka terancam dijerat dengan pasal Pasal 114 ayat (1) subsidair Pasal 112 ayat (1), Pasal 132 ayat (1), UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hingga 20 tahun penjara.

(thm)