Kasusnya Damai, Ibunda Kris Hatta Kecewa Anaknya Akan Disidang

loading…

JAKARTA – Ibunda Kris Hatta, Tuty Saratinah mengaku kecewa dengan dilimpahkannya kasus dugaan penganiayaan yang menjerat anaknya itu ke Kejari Jakarta Selatan. Apalagi kasus tersebut sudah berakhir damai dan korban sudah mencabut laporan polisinya.

“Kecewa yah. Kita niat baik perdamaian (dengan terlapor), tapi ternyata naik P21,” ujar ibunda Kris, Tuty pada wartawan, Kamis (19/9/2019).

Namun, kata dia, dia pun hanya bisa pasrah dan mengikuti proses hukum tersebut bila memang jalan kasus anaknya itu harus disidangkan ke pengadilan.

Baca Juga:

Adapun dengan pihak terlapor, Anthony pihaknya sudah tak berkomunikasi kembali pasca dilakukannya perjanjian damai.

Sementara itu, pengacar Kris, Denny Lubis menambahkan, seharusnya pasca perjanjian perdamaian antara kliennya dengan pelapor, Anthony kasusnya pun bisa selesai.

Pelapor sudah merasa tak jadi korban dan sudah mencabut laporan lantaran Anthony sudah terpenuhi haknya sesuai perdamaian kedua pihak.

“Faktanya, penyidik masih menganggap berkas tetap dijalankan sehingga itu (perdamaian) mungkin dianggap hal meringankan saja,” tuturnya.

(ysw)

Baru Diperkenalkan, Mobil Kancil Tak Boleh Beroperasi di Jalan Protokol

loading…

Mobil Kancil yang diperkenalkan Pemkab Bekasi untuk menunjang transportasi di lingkungan perumahan. Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya

BEKASI – Pemkab Bekasi bersama dengan Pemprov Jawa Barat memperkenalkan mobil kancil sebagai moda transportasi yang akan merambah wilayah perumahan warga. Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi sendiri memastikan mobil kancil tidak akan masuk ke jalan protokol.

Kepala Dishub Kabupaten Bekasi Yana Suyatna mengatakan, pihaknya berencana mengoperasikan mobil kancil di seluruh wilayah perumahan sebagai angkutan ramah lingkungan. Namun, angkutan umum ini hanya akan melayani di kawasan permukiman warga saja dan tidak diperbolehkan masuk jalan protokol.

“Hanya diperbolehkan beroperasi dipermukiman warga saja,” katanya saat perkenalan mobil kancil di kantor Pemkab Bekasi, Kamis (19/9/2019).

Baca Juga:

Menurut dia, mobil kancil belum dapat beroperasi. Sebab, saat ini sifatnya baru sampai perkenalan. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan kajian untuk trayeknya yang akan digunakan nanti untuk melayani warga di 23 Kecamatan.”Belum bisa beroperasi, hanya perkenalan saja, perkenalannya prosesnya masih harus kami bahas,” ucapnya. (Baca: Besok Pemkab Bekasi Akan Perkenalkan Mobil Kancil untuk Angkutan Umum)

Mobil kancil itu memiliki empat roda dengan lebar 130 centimeter dan panjang 270 centimeter. Adapun kapasitas mobil itu berjumlah empat orang dengan satu orang sopir.

Untuk spesifikasi mobil kancil Koanda merk Bajaj Qute itu tak muluk-muluk hanya menggunakan mesin 220 cc. Untuk bobot mobil kancil ini yakni 450 kilogram. Sementara transmisinya menggunakan sequential 5 percepatan seperti halnya motor bebek.

Pengendara hanya perlu memindahkan gigi dengan mendorong tuas ke depan tanpa harus menginjak kopling. Mesinnya sendiri memiliki teknologi Closed loop injection dengan tiga buah busi dalam satu silinder.

(ysw)

Berkasnya Dilimpahkan ke Kejari, Kris Hatta Ajukan Penangguhan Penahanan

loading…

Tim Kuasa HUkum Kris Hatta saat memberikan keterangan pers di Polda Metro Jaya, Kamis (19/9/2019). Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Setelah kasusnya dilimpahkan ke Kejari Jakarta Selatan, Kuasa Hukum Artis Kris Hatta bakal mengajukan penangguhan penahanan ke kejaksaan. Tak hanya itu, kuasa hukum Kris Hatta juga akan meminta perlindungan hukum kesejumlah lembaga karena dinilai diperlakukan tidak adil.

Menanggapi itu, Kuasa hukum Kris Hatta, Denny Lubis mengatakan, pihaknya bakal melakukan dua hal terkait pelimpahan tahap dua kasus kliennya itu. Pertama, pihaknya bakal mengajukan penangguhan penahanan.

“Pertama kita mengajukan permohonan penangguhan penahanan ke Kejaksaan yah,” ujarnya pada wartawan, Kamis (19/9/2019).

Baca Juga:

Kedua, tambahnya, pihaknya bakal mengirim surat ke sejumlah lembaga yang ditujukan ke Kapolri guna memohon perlindungan hukum atas kliennya itu. Pasalnya, kliennya sudah melakukan upaya perdamaian, tapi polisi masih saja melakukan pelimpahan tahap dua kasusnya itu.

“Sehingga kami memandang perlu memohon perlindunhan hukum atas klien kami ini. Kita akan menyampaikan surat ke Kapolri terkait mohon perlindungan hukum status klien kami,” katanya.

(ysw)

Anies Baswedan Tak Masalahkan Anggota DPRD Gadaikan SK ke Bank DKI

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/Istimewa

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tak mempermasalahkan ada anggota DPRD menggadaikan surat keputusan (SK) penetapan Anggota DPRD DKI periode 2019-2024 ke Bank DKI sebagai jaminan kredit multiguna.

Anies pun mengaku, baru mengetahui bila wakil rakyat DKI ‘menyekolahkan’ SK penetapannya ke Bank DKI. “Oh iya? Baru tahu saya. Anggota DPRD kita?” kata Anies di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019).

Meskipun begitu, Anies tak mempersoalakan hal tersebut. Namun menurut dia, terkait perbankan harus mengikuti aturan Jasa Keuangan (OJK)

Baca Juga:

“Ya ikut aturan OJK saja. Perbankan ada aturannya. Menurut saya, lebih baik kita menaati aturan OJK,” tambahnya.

Anies pmemilih irit bicara terkait fenomena ini. Tapi kata dia, setiap warga negara berhak untuk meminjam uang sesuai aturan berlaku.

“Apa yang boleh oleh OJK, maka ya warga negara boleh. Apa yang menurut OJK tidak boleh, ya tidak boleh, karena ini aturan perbankan saja,” tegas dia.

Sebelumnya, Corporate Secretary Bank DKI Herry Djufraini mengatakan, sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta menggadaikan surat keputusan (SK) penetapan Anggota DPRD DKI periode 2019-2024 ke Bank DKI sebagai jaminan kredit multiguna.

Ia pun menuturkan, bahwa anggota Legislatif Kebon Sirih yang menggadaikan SK telah menerima pinjaman dari Bank DKI.

“Sudah ada beberapa anggota dewan mengajukan dan telah menerima (pinjaman)” kata Herry saat dihubungi wartawan Rabu 18 September 2019 kemarin.

(ysw)

Perkenalkan Mobil Kancil, Ridwan Kamil Sebut Sesuai Kebutuhan Warga

loading…

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memperkenalkan mobil kancil di kantor Pemkab Bekasi, Kamis (19/9/2019). Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya

BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memperkenalkan mobil kancil atau mobil mini merek Bajaj Qute dalam kegiatan Hari Perhubungan Nasional yang dipusatkan di Komplek Perkantoran Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (19/9/2019). Mobil kancil digadang sebagai moda tranportasi massal untuk melayani di permukiman warga.

Dalam kegiatan itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Bupati Bekasi mencoba Mobil Kancil ramah lingkungan tersebut. Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mencoba mobil baru tersebut. Dari lima mobil yang tersedia terdapat beberapa warna yaitu, kuning, merah dan biru. Sementara kedua pimpinan daerah itu memilih menaiki Mobil Kancil berwarna merah.

Kang Emil sendiri merasa nyaman ketika menaiki Mobil Kancil, dia juga terlihat tersenyum riang di mobil mini itu. Menurut Emil, mobil kancil yang dirancang diusulkan oleh Koperasi Anggota Organda (Koanda) Kabupaten Bekasi untuk menjadi angkutan umum di lingkungan perumahan bisa segera di luncurkan. Karena, kebutuhan sesuai dengan kebutuhan warga Bekasi.

Baca Juga:

“Kendaraan ramah lingkungan merupakan visi Jawa Barat, sekarang juga kan ada mobil listrik dan motor listrik,” ujar Emil di lokasi, Kamis (19/9/2019). Apalagi, kata dia, setiap daerah harus mempunyai angkutan ramah lingkungan seperti mobil kancil.

Bupati Eka Supria Atmaja menambahkan jika pemerintah daerah saat ini terus berusaha untuk mengembangkan transportasi massal. Mobil kancil ini sebagai solusi transportasi masal murah dan hemat untuk warga Bekasi.

“Kita akan terus kembangkan transportasi massal untuk Kabupaten Bekasi. Mobil kancil ini dikhususkan hanya di permukiman warga,” katanya.

Saat ini, kata dia, Kabupaten Bekasi mempunyai kawasan industri terbesar di asia sehingga transportasi ramah lingkungan juga akan terus di perjuangkan. Kedepanya, pemerntah akan mengintegrasikan dari perumahan ke kawasan indsutri, agar kedepanya masyarakat lebih mudah aksesnya. “Mobil kancil ini akan kita terus kembangkan, agar menjadi transportasi masal warga Bekasi,” tegasnya.

(ysw)

Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Kris Hatta: Saya Baik-baik Saja

loading…

Artis Kris Hatta. Foto: dok/Okezone

JAKARTA – Polisi melakukan pelimpahan tahap dua kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Kris Hatta ke Kejari Jakarta Selatan. Selain Kris, polisi juga melimpahkan sejumlah barang bukti ke kejaksaan.

“Jadi Ditreskrimum Polda Metro Jaya berdasarkan surat dari Kejati nomor 7707 tanggal 18 September 2019 dilakukan pelimpahkan tahap dua dugaan kasus penganiayaan,” ujar Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng pada wartawan, Kamis (19/9/2019).

Menurutnya, dengan diserahkannya tersangka Kris Hatta ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, maka tugas dan tanggung jawab penanganan kasusnya pun beralih ke Kejari Jakarta Selatan.

Baca Juga:

Nantinya, Kris pun tinggal menantikan saja jadwal persidangan kasusnya itu. “Barang bukti ada visum dan rekaman CCTV, yang mana melekat denga berkas perkaranya,” katanya.

Kris Hatta yang mengenakan kaos abu-abu dan celana pendek warna hitam saat dilakukan pelimpahan itu tahap dua itu tak tak banyak berkomentar terkait kasusnya itu. Dia hanya menegaskan kondisinya saat ini baik-baik saja.

(ysw)

Apel Ikada, Anies: DKI Satu-satunya Provinsi yang Peringati Secara Rutin

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjadi inspektur upacara memperingati Rapat Ikada di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019). Foto/SINDOnews/Okto Rizki Foto/SINDOnews/Okto Rizki

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memimpin upacara dalam memperingati peristiwa bersejarah yang biasa disebut dengan Rapat Raksasa Ikada pada setiap 19 September. Dalam sambutannya, Anies menyampaikan bahwa yang harus diambil dari peristiwa itu adalah sebuah hikmah, apa yang sebenarnya terjadi di peristiwa Ikada.

“Perlu kita sadari bahwa peringatan rapat raksasa ini yang terjadi di lapangan ini diperingati setiap tahun dan Provinsi DKI Jakarta menjadi satu-satunya Provinsi yang memperingati peristiwa ini secara rutin,” kata Anies saat menyampaikan sambutan di upacara Raksasa Ikada, di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kami (19/9/2019).

Anies mengatakan, pada tahun 1945 penduduk Indonesia yang berkumpul di lapangan Ikada itu berjumlah tiga ratus ribu dari jumlah penduduk keseluruhan sebanyak empat ratus ribu orang. Namun bila dibandingkan dengan penduduk Indonesia sekarang yang berjumlah sepuluh juta tiga ratus ribu, maka tiga ratus ribu pada masa itu hanyalah tiga persennya saja dari jumlah penduduk Indonesia sekarang.

Baca Juga:

“Mereka berkumpul di lapangan ini belum ada Transjakarta untuk mobilisasi dan juga belum ada Wa Group untuk mengirimkan pesan agar orang berangkat kesini, belum ada telpon yang menjangkau semua penduduk dan sembilan puluh lima persen penduduk indonesia saat itu buta huruf,” ucap Anies.

Anies menggaris bawahi, peristiwa ini muncul karena adanya kemauan bersama dari penduduk Indonesia untuk meraih kemerdekaan dari cengkraman kolonial pada waktu itu.

“Sebulan sebelumnya ada kemerdekaan di deklarasikan, satu paragraf dibacakan oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Dunia berkata itu adalah kemauan segelintir orang, segelintir elit,” katanya.

Namun dengan rapat raksasa Ikada ini, kata Anies, ada pesan bahwa seluruh rakyat Indonesia menginginkan kemerdekaan. “Mereka mengirimkan pesan bahwa yang ungin merdeka bukan hanya kaum terdidik, tapi seluruh rakyat Indonesia menginginkan Kemerdekaan,” pungkasnya.

(ysw)

Hujan Angin, Pohon Tumbang Rusak Puluhan Rumah dan Dua Mobil di Bogor

loading…

Ilustrasi, pohon tumbang timpa mobil. Foto/Istimewa

JAKARTAHujan deras disertai angin kencang membuat puluhan rumah rusak akibat tertimpa pohon. Tak hanya itu, angin kencang juga membuat atap rumah berterbangan hingga dua unit mobil di Kota Bogor rusak parah.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor kerusakan rumah akibat angin kencang tersebar di enam kecamatan yakni Tanah Sareal, Bogor Utara, Bogor Barat, Bogor Tengah, Bogor Selatan dan Bogor Timur.

Paling banyak terjadi Kecamatan Bogor Barat, tepatnya di Kelurahan Gunung Batu, sebanyak 15 rumah rusak karena atapnya terbawa angin dan tertimpa pohon jenis Ki Bolong. Sisanya 13 rumah tersebar di lima kecamatan lainnnya. (Baca: Diguyur Hujan Deras, Pondasi Roboh tewaskan Empat Warga Bogor)

Baca Juga:

“Iya ada dua unit mobil rusak tertimpa pohon pertama di Jalan Kesehatan, Kelurahan/Kecamatan Tanah Sareal, sebuah pohon jenis bintaro dengan tinggi 10 meter dan diameter 50 cm ini menimpa kabel dan mobil Chevrolet Aveo dengan Nopol F 1137 DU milik Iyan,” ujar Kepala BPBD Kota Bogor Juniarti Estiningsih, Kamis (19/09).

Kemudian yang kedua, Jalan Kantor Pos, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor pohon jenis kelor laut dengan tinggi 11 meter dan diameter 70 cm ini tumbang lalu menutupi jalan umum, menimpa kabel milik PLN dan pohon menimpa mobil Dhaihatsu Xenia F 1859 GG. (Baca juga: Bantu Korban Puting Beliung Bogor, Pemprov Jakbar Kucurkan Rp5 Miliar)

“Penanganan pemotongan pohon tumbang disemua lokasi sudah selesai semua dilakukan bersama pihak Pemadam Kebakaran, Dinas Pertamanan dan Dinas Perhubungan Kota Bogor dan Alhamdulilah sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka,” katanya.

Menurutnya, kerusakan rumah dan pohon tumbang disebabkan karena hujan deras bersamaan dengan angin cukup kencang yang melanda wilayah Kota Bogor, Rabu sore tadi. Esti mengimbau masyarakat untuk waspada disaat turun hujan.”Bulan ini diperkirakan masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan sehingga berpotensi hujan deras disertai angin kencang. Masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon besar utamanya di pinggir jalan,” jelasnya.

(ysw)

Berkas Kasus Penganiayaan P21, Kris Hatta Akan Dilimpahkan ke Kejati

loading…

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Foto: dok/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta telah menyatakan berkas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Kris Hatta telah lengkap alias P21. Rencananya, siang ini polisi akan melakukan pelimpahan tahap dua.

“Berkas kasusnya sudah dinyatakan lengkap sehingga rencananya dilakukan penyerahan tahap 2 ke kejaksaan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis (19/9/2019). (Baca: Diduga Lakukan Penganiayaan, Artis Kris Hatta Diciduk Polisi)

Menurutnya, penyerahan tahap dua itu berupa pelimpahan tersangka berikut barang buktinya ke Kejati DKI. Dengan begitu, kasusnya pun bisa segera disidangkan di pengadilan dan penahanan Kris Hatta pun sudah menjadi kewenangan pihak Kejaksaan.

Baca Juga:

“Rencananya siang nanti kita serahkan ke Kejaksaan yah,” katanya. (Baca juga: Ditetapkan Tersangka Penganiayaan, Kris Hatta Ditahan di Polda Metro)

Adapun kasus itu berawal saat Kris Hatta memukul Anthony di sebuah kelab malam di Jakarta karena pacarnya diganggu teman Anthony. Anthony lantas mencabut laporannya ke polisi, tapi proses hukumnya tetap berjalan.

(ysw)

Hari Ini, Pemkot Jakut Akan segel Usaha Pembakaran Arang di Cilincing

loading…

JAKARTA – Pemkot Jakarta Utara bersama Polres Jakarta Utara telah menutup usaha peleburan aluminium di Cilincing Jakarta Utara karena telah mencemari lingkungan. Hari ini giliran usaha pembakaran arang di Cilincing juga akan ditutup Pemkot Jakarta Utara karena ikut mencemari udara.

Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko menegaskan, untuk seluruh proses produksi peleburan aluminium telah disegel polisi. “Kami sudah melakukan penyegelan sejak Senin (16 September 2019) lalu,” katanya kepada wartawan, Kamis (19/9/2019).

Ia mengatakan, keempat pelaku industri itu diduga melanggar Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. (Baca: Terpapar Asap Pembakaran Arang, Guru di Cilincing Idap Pneomonia Akut)

Baca Juga:

Setelah dilakukan penyegelan dengan pemasangan police line, lanjutnya, kegiatan di rumah industri pengrajin almunium itu sudah tidak produksi.

“Untuk seluruh proses produksi di sana sudah dilakukan penghentian sejak pemasangan police line,” tambahnya.

Untuk tempat rumahan industri arang, kata Sigit, tak kemungkinan dilakukan hal yang sama yakni penyegelan lantaran diduga UU nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. (Baca juga: Usaha Pembakaran Arang Diprotes Warga, Dinas LH Pastikan Akan Ditutup)

“Ya informasi pelanggaran undang-undangnya sama, sehingga perlakuannya akan dilakukan hal yang sama. Rencananya hari ini akan dilaksanakan penyegelan di lokasi,” tutupnya.

(ysw)

Raih Penghargaan, Anies Ingin Jakarta Terus Berkembang Jadi Kota Layak Anak

loading…

Pemprov DKI Jakarta meraih penghargaan atas program peningkatan kualitas layanan anak usia dini dari NGO internasional Save The Children. Foto: SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta meraih penghargaan atas program peningkatan kualitas layanan anak usia dini dari NGO internasional Save The Children. DKI dinilai telah menjadi mitra strategis dan taktis dalam kolaborasi bersama untuk mewujudkan kota layak anak dan kota berketahanan.

Penghargaan diberikan dalam kegiatan pertemuan mitra Save The Children ke-10 tahun 2019 di CGV Cinemas, Bella Terra Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (18/9/2019). “Kami menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan untuk Pemprov DKI Jakarta. Insya Allah ini akan menambah motivasi kita di dalam bekerja untuk anak-anak kita di Jakarta,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies mengatakan dari awal menginginkan agar Jakarta menjadi kota yang layak anak. Dalam pandangannya, apabila sebuah kota itu ramah pada anak, ramah pada lansia, ramah pada penyandang disabilitas, maka insya Allah kota itu akan ramah pada semuanya. “Karena itu, kita ingin konsentrasikan kepada tiga ini,” katanya.

Baca Juga:

Menurut Anies, pemerintah yang berorientasi pada keberlanjutan hingga masa depan akan menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas. Karena itu, Anies menyatakan DKI Jakarta terbuka untuk berkolaborasi dengan siapa saja untuk dapat meraih generasi masa depan yang sehat, mandiri, serta bermanfaat kepada lingkungan dan sesama.

“Kami ingin mendorong terus agar terbangun sebuah ekosistem yang sehat bagi program kota layak anak. Dan program seperti ini, kegiatan untuk membangun kota layak anak, itu tidak bisa hanya dikerjakan oleh pemerintah saja, tidak bisa dikerjakan hanya oleh masyarakat sipil saja, orang tua saja, tidak bisa,” tegasnya.

Oleh karena itu, harus membangun sebuah kolaborasi. Untuk itu, Anies sering mengistilahkan kota kolaboratif. Kota kolaboratif artinya Pemprov DKI Jakarta sebagai kolaborator dan masyarakat sebagai co-creator. “Artinya solusi atas hal-hal yang terkait dengan pembangunan kota layak anak itu bisa muncul dari semua pihak, tidak dimonopoli oleh pemerintah,” ucapnya.

Anies berharap DKI Jakarta dapat terus berkembang sebagai kota layak anak yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk tumbuh sesuai dengan potensi terbaiknya. Anies kemudian menyebut institusi sekolah, keluarga dan rumah, maupun lingkungan publik harus menjadi ruang yang menyenangkan bagi perkembangan anak-anak.

“Ketika kita berbicara tentang bagaimana menciptakan ekosistem yang sehat bagi anak-anak, maka kita harus benar-benar mengadopsi pendekatan-pendekatan terbaru,” katanya.

Anies menegaskan, Jakarta tidak boleh dan tidak punya alasan untuk tertinggal di dalam memahami perkembangan terbaru. Karena itu, ia berharap program-program kota layak anak ini memperhatikan keragaman dengan menggunakan pendekatan-pendekatan terbaru. “Saya berharap pada kita semua, tempatkan anak siapapun sebagai anak kita atau sebagai adik kita. Kita harus bangun kesadarannya,” tegas Anies.

Selain pertemuan mitra Save The Children ke-10 tahun 2019, kegiatan tersebut juga merupakan penutupan program literasi digital “IT for learning” yang telah diselenggarakan di beberapa sekolah di Jakarta. Program ini memberikan kesempatan bagi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi komunikasi (TIK) dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di kelas, sehingga materi yang diberikan bisa lebih variatif.

(thm)

Kesepakatan Bersama, Ruang Kosong di Median Jalan Kalimalang Dibuat Taman

loading…

Trotoar di tengah Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur. Foto/Okto Rizki Alpino/SINDOnews

JAKARTA – Keberadaan trotoar di median Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi sorotan. Pasalnya trotoar itu dinilai tak lazim.

Menyikapi hal itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pihak pengembang Tol Becakayu, dan Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, dan Wali Kota Jakarta Timur, telah melakukan pertemuan di Jalan Taman Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2019).

Kasie Lalu Lintas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Andreas Eman, menyebutkan, pertemuan itu menghasilkan satu keputusan bersama, dimana PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) selaku kontaktor Tol Becakayu, akan membangun taman tepat di belakang ruang kosong trotoar di median Jalan Raya Kalimalang.

Baca Juga:

“Pihak Tol Becakayu akan melaksanakan penataan trotoar dan taman di Kalimalang itu. Tengahnya kan trotoar, belakangnya jalan,” kata Eman saat dikonfirmasi.

Berdasarkan konsep Detail Engineering Design (DED), kata Eman, sejak awal ruang kosong di belakang trotoar itu bukan digunakan sebagai jalan umum. Sebab eksistingnya memang bukan untuk jalan.

“Hanya, karena ada ruang kosong jadi seperti jalan. Rencana awal memang akan dibangun taman. Belakangnya trotoar akan jadi taman. Itu hasil rapat dengan Bina Barga dan pihak Tol Becakayu,” ucapya.

Dia mengatakan, pengerjaan itu akan didiskusikan kembali antara pihak PT KKDM dan Dinas Bina Marga guna menghindari terulangnya komunikasi yang kurang terjalin.

“Mungkin enggak lama lagi dikerjakan. Pembangunan taman akan dilakukan dari titik setelah Pangkalan Jati hingga persimpangan menuju Jalan Raden Inten,” ucap Eman.

Menurut Eman, ruang kosong di belakang trotoat kerap menjadi lahan parkir bagi tempat usaha di sepanjang Jalan Kalimalang. Padahal sejatinya fungsi ruang kosong tersebut bukan untuk lahan parkir maupun jalan umum.

“Memang itu di belakang trotoar bukan untuk jalan atau tempat parkir. Makanya akan dibangun taman. Jadi nanti enggak bisa lagi parkir di ruang kosong itu, tapi taman enggak akan menggangu akses keluar atau masuk kendaraan menuju tempat-tempat usaha,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Teknis dan Operasional PT KKDM Ayuda Prihantoro menyatakan kesiapan pihaknya untuk membangun taman di belakang trotoar yang berada di median Jalan Raya Kalimalang. “Iya benar, kami akan bangun taman di belakang ruang kosong trotoar Jalan Kalimalang,” kata Ayuda.

Pihaknya telah memberikan tanda berupa titik taman tepat di belakang trotoar di dekat gerbang menuju perumahan Billy and Moon, Kalimalang. Saat ditanya lebih lanjut mengenai luas dan panjang taman yang akan dibangun, dia enggan memberikan kepastian rinci. Menurutnya, semua sudah tertera di dalam DED milik perusahaan.

“Segera akan kami kerjakan, besok terkait schedule akan dibahas di Kantor Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan rancangan sudah ada dalam DED-nya,” pungkasnya.

(thm)

Ombudsman Masih Minim Informasi terkait Pemotongan Kabel Optik

loading…

JAKARTA – Ombudsman memanggail dinas-dinas terkait di Pemprov DKI Jakarta guna menggali informasi pemotongan kabel telekomunikasi serat optik yang diprotes Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel). Sejauh ini Ombudsman masih minim infirmasi terkait pemotongan kabel serat optik itu.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya, Teguh Nugroho, mengatakan, pihaknya baru mendapat informasi dari pihak penyedia, dalam hal ini Apjatel yang menyampaikan adanya kerugian yang diderita akibat pemotongan kabel telekomunikasi serat optik secara sepihak. Tak hanya itu, sejumlah konsumen dari berbagai kategori, baik dari umum, swasta dan instansi pemerintahan pun mendapatkan imbas, karena tidak dapat lagi mengakses internet.

“Sebetulnya Kami sudah ajukan undangan permintaan keterangan dari pihak terkait. Hari ini yang datang hanya Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta. Kami undang juga Dinas Bina Marga, Dinas Kominfotik, dan Dinas Cipta Karya, tapi alasan mereka tidak bisa hadir hari ini karena surat baru diterima. Jadi akan kami kirim undangan permintaan keterangan sekali lagi minggu depan,” kata Teguh saat dikonfirmasi, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga:

Teguh menuturkan, langkah ini diambil sebagai bentuk audiensi, dimana undangan Ombudsman bertujuan untuk menggali informasi dari kedua belah pihak. Namun apabila kedua belah pihak tak kunjung hadir pada undangan kedua, pihaknya dapat memanggil secara paksa.

“Sebenarnya mereka mengajukan permintaan untuk hadir dua jam molor dari waktu yang kami sampaikan, tapi kami ada agenda pemeriksaan yang lain, jadi kami alihkan ke hari lain,” katanya.

Dinas Bina Marga sebelumnya menyebutkan, pemotongan kabel telekomunikasi serat optik dikarenakan proyek penataan trotoar di beberapa ruas jalan di DKI Jakarta. Adapun trotoar dari ruas jalan yang ditargetkan rampung pada akhir 2019, yakni Jalan Otto Iskandardinata sepanjang 2,5 km, dan Jalan Latumenten sepanjang 1,8 km.

Selanjutnya, Jalan Yos Sudarso sepanjang 1,8 km, Jalan Salemba Raya dan Cikini Raya sepanjang 4,5 km, Jalan Dr Satrio dan Kemang Raya sepanjang 3,5 km, Jalan Matraman Raya sepanjang 2,35 km, dan Jalan Pangeran Diponegoro sepanjang 2 km.

(thm)

Pegawai Transjakarta yang Ditemukan Bersimbah Darah Ditangani di RSCM

loading…

JAKARTA – Karyawan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berinisial PR yang ditemukan bersimbah darah di perlintasan rel kereta api Gunung Antang, Jalan Matraman Raya, Kelurahan Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, (RSCM) Jakarta Pusat.

Kadiv Sekper dan Humas PT Transjakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengupayakan kesembuhan PR yang dipastikan merupakan karyawan PT Transjakarta.

“Kami meminta bantuan doa atas kesembuhan yang bersangkutan,” kata Nadia saat dihubungi SINDOnews, Rabu (18/9/2019). (Baca juga: Pria Tanpa Identitas Ditemukan Bersimbah Darah di Pinggir Rel Kereta)

Baca Juga:

Nadia belum dapat memberikan informasi mengenai kondisi terkini dari PR. Sebab peristiwa yang menimpa PR masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. “Hingga saat ini kita masih menunggu konfirmasi akhir dari pihak kepolisian,” ujarnya.

Nadia memastikan PT Transjakarta akan menanggung semua biaya perawatan hingga yang bersangkutan kembali pulih. Menurut dia, PR dikenal sebagai pribadi yang baik dan luwes serta memiliki hubungan baik dengan sesama karyawan dan atasannya.

“Perusahaan akan menanggung segala biaya yang timbul untuk keperluan pengobatan dan healing post trauma,” pungkasnya.

(thm)

Baru Bekerja Satu Bulan, ART Gadaikan BPKB Mobil Majikan Rp100 Juta

loading…

JAKARTA – DM asisten rumah tangga (ART) ini diciduk petugas Polda Metro Jaya karena nekat mencuri dan menggadaikan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) milik sang majikan Nelson S. BPKB milik sang majikan digadaikan sebesar Rp100 juta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, DM baru bekerja pada majikannya itu selama satu bulan dan bertugas mengantar jemput anak korban ke sekolah. Selama bekerja itu, pelaku memerhatikan di mana korban biasa menyimpan BKBP mobil Honda HR-V milik bosnya tersebut.

“Saat korban sedang bekerja ke luar kota, DM mengambil BPKB mobil yang disimpan di laci kamar. Lalu, mengagunkan BPKB itu ke tempat gadai dengan harga Rp100 juta,” kata Argo pada wartawan, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, pelaku menggadaikan BKPB itu dengan terlebih dahulu memalsukan tanda tangan kuitansi serta berkas lainnya guna memuluskan keperluan gadainya itu. Setelah uang cair, pelaku menggunakan uang itu untuk modal membuka usaha penjualan handy talkie.

Setelah beberapa waktu berlalu, tambahnya, pegawai pegadaian itu mendatangi rumah korban untuk menyita mobil tersebut lantaran pelaku tak membayar cicilan gadai. Korban pun kaget karena selama ini tak pernah menggadaikan mobilnya hingga akhirnya korban melapor ke polisi.

“Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku berhasil kami tangkap dan kini dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun,” ucapnya.

(whb)

Sudin Kesehatan Jakut Beberkan Fakta Nenek Gendong Jenazah Bayi Prematur

loading…

JAKARTA – Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara telah memeriksa sejumlah saksi terkait viralnya video aparat kepolisian mengantar seorang nenek yang menggendong jenazah bayi usia enam bulan (prematur) dari Puskesmas Kecamatan Cilincing menuju rumah duka. Hasil pemeriksaan, hal tersebut sesuai dengan keinginan sang nenek Dian Islamiyati (36) yang diketahui adalah ibu pasien berinisial SA (16).

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati mengatakan, kejadian itu bermula saat pasien berinisial SA (16) memeriksa kandungan pertama kalinya di Puskesmas Kelurahan Rorotan, Senin, 16 September 2019 lalu. Meski hasil pemeriksaan kandungan normal, namun lantaran kondisi kesehatan pasien kurus dan anemia maka dirujuklah pasien untuk memeriksa kondisi kesehatan ke laboraturium Puskesmas Kecamatan Cilincing.

Keesokan harinya atau Selasa, 17 September 2019 kemarin pasien, ibunya dan adiknya datang ke Puskesmas Kecamatan Cilincing. Usai memeriksa kondisi kesehatan di laboraturium puskesmas, pasien beranjak ke toilet.

Baca Juga:

Namun tiba-tiba pasien mengeluh sakit perut hingga akhirnya mendapatkan pertolongan dengan menggunakan kursi roda dan dibawa ke ruang persalinan.
Saat hendak ditangani bidan, pasien ternyata sudah melahirkan di ruang persalinan.

Namun sayangnya, bayi yang dilahirkannya sudah tidak bernyawa diduga karena masih berusia enam bulan (prematur).”Saat diketahui bayi sudah meninggal dunia, bidan melakukan observasi di ruang transit jenazah. Sekaligus membersihkan jenazah dari sisa persalinannya,” kata Yudi di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (18/9/2019).

Usai observasi, lanjut Yudi, Dian Islamiyati memaksa petugas untuk segera menyerahkan jenazah tanpa memberitahu kendaraan apa yang digunakan untuk mengantarkan jenazah bayi tersebut. Saat itu petugas pun sudah memberikan surat keterangan kematian kepada ibu pasien yang hendak membawa jenazah bayi tersebut.

Bahkan, Dian Islamiyati pun meminta SA untuk segera bisa pulang saat itu juga. Namun petugas menolak lantaran SA harus menjalani perawatan minimal selama tiga hari.”Akhirnya hanya jenazah bayi yang dibawa ibu pasien pulang. Sedangkan pasien SA sampai hari ini masih dalam perawatan di puskesmas,” ujarnya.

Dalam perbincangan petugas dan Dian Islamiyati saat itu, diungkapkannya ada kekhawatiran terhadap biaya persalinan lantaran SA belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektrik (KTP-E) dan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan. Padahal saat itu pula petugas sudah menegaskan kepada Dian Islamiyati bahwa seluruh biaya persalinan SA gratis.

“Jikalau ibu pasien memberitahu kendaraan yang digunakan mengantar jenazah bayi itu adalah motor pasti petugas melarangnya dan mengantarkannya, baik menggunakan ambulance jenazah dari Dinas Pemakaman atau pun ambulance puskesmas (meski itu menyalahi aturan). Tapi ibu itu langsung pergi meninggalkan puskesmas,” ucapnya

(whb)

Lewat MRUF ENVOY, Mien Uno Konsisten Dampingi Generasi Muda Bangun Usaha

loading…

Sandiaga Uno saat pembukaan Program MRUF ENVOY XI di Grand Kemang, Kemang, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019). Foto: SINDOnews/Bima Setiyadi

JAKARTA – Puluhan tahun mengabdi, komitmen Mien Rachman Uno untuk mendorong kalangan muda terjun dan membangun usaha tidak surut ditelan zaman. Walau kini tidak muda lagi, perempuan kelahiran Indramayu, 23 Mei 1941 itu tetap melahirkan pengusaha muda melalui program Mien R Uno Foundation Entrepreneur Development Scholarship For Youth (MRUF ENVOY).

“Saya melihat banyak potensi besar anak-anak muda dalam berwirausaha, apalagi lewat kemajuan teknologi yang pesat sekarang ini. Kelebihan yang dimiliki mereka akan lebih terasah lewat program MRUF ENVOY ini sehingga mereka dapat mengelola bisnis dengan baik dan sustainable,” ungkap ibunda Sandiaga Uno itu, dalam pembukaan Program MRUF ENVOY XI di Grand Kemang, Kemang, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).

Komitmen tersebut dibuktikan lewat penyerahan beasiswa kepada puluhan mahasiswa terpilih dari seluruh nusantara. Mahasiswa tersebut dipilih karena memiliki potensi dan minat dalam berwirausaha. Diharapkannya, beasiswa yang diberikan dapat membuka kesempatan bagi para milenial untuk membangun usaha. Sebab, lewat pendampingan dan modal, mereka diharapkan mampu mandiri dan mengembangkan unit usaha.

Baca Juga:

“Keinginan saya lewat program ini hanya ingin melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang mandiri, dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan bersaing secara global,” tandasnya.

Sejurus dengan ibunda, Sandiaga Salahudin Uno, berharap lewat program yang turut didukung oleh PT AKR Corporindo, PT Bank Mandiri, William & Lily Foundation, PT Tower Bersama Infrastructure, PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM Group) itu dapat melahirkan pengusaha muda sukses.

“Lewat program MRUF ENVOY ke 11 ini kita menginginkan ada pengusaha-pengusaha pemula lahir dari beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa yang bisa menyiapkan untuk penciptaan lapangan kerja ke depan. Investasi dan penciptaan lapangan kerja ini akan digagas oleh teman-teman lulusan ENVOY 11 ini,” ungkap Sandi.

“Saya sangat optimis kalau melihat dari awal mereka sedini mungkin mereka sudah memulai usaha, ada yang di bidang kuliner ekonomi kreatif, fashion mereka menghasilkan produk-produk yang menggerakkan ekonomi kita berbasis kewirausahaan, ekonomi kerakyatan yang membuka lapangan kerja,” tukasnya.

Sandi menyebut program tersebut dapat menjadi peluang bagi para milenial untuk mengubah pola bisnis mereka dari semula konvensional menjadi berbasis digital. Lewat perubahan tersebut, Sandi meyakini percepatan perusahaan yang dimiliki mereka lebih unggul dibandingkan dengan perusahaan yang dimilikinya saat ini.

“Mungkin di masa saya membangun usaha perlu 50 tahun membangun usaha, bagi mereka dengan kemajuan teknologi digital dalam waktu kurang dari lima tahun mereka pasti bisa membawa perubahan seperti perusahaan-perusahaan yang sudah menjadi unicorn,” tutupnya.

(thm)

Ribuan Rumah Bakal Tergusur Proyek Double Track KA Bogor-Sukabumi

loading…

Jalur kereta api Bogor-Sukabumi akan dibangun double track, ribuan rumah di Kota dan Kabupaten Bogor akan terdampak pembangunan tersebut.Foto/SINDOnews/Haryudi

BOGOR – Sebanyak 2.000 bangunan liar permanen maupun semi permanen di Kabupaten dan Kota Bogor, akan tergusur proyek pembangunan double track atau jalur rel ganda kereta api (KA) Bogor-Sukabumi. Ribuan bangunan permanen yang bakal digusur itu mulai dari Stasiun Maseng, Cijeruk, Kabupaten Bogor hingga Kelurahan Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Bima Arya berencana akan menemui dan berdialog dengan para warga Kota Bogor yang terdampak rencana proyek pembangunan jalur ganda Bogor-Sukabumi.”Terhadap warga Kota Bogor yang terdampak proyek pembangunan rel ganda, kita tidak bisa lepas tangan begitu saja. Untuk aparatur wilayah terkait tetap berdialog dengan warga terdampak,” kata Bima pada Rabu (18/9/2019).

Bima menutukan, telah memintah Camat Bogor Tengah dan Bogor Selatan untuk mengecek dan menjajaki lahan, lokasi atau aset-aset Pemkot Bogor di wilayahnya, guna mengantisipasi dampak sosial bagi warga Kota Bogor yang terdampak.

Baca Juga:

Sementara itu, Camat Bogor Selatan, Atep Budiman mengungkapkan, kurang lebih ada 1.645 rumah di Kelurahan Kelurahan Rancamaya, Kertamaya, Genteng, Cipaku, Lawang Gintung, Batutulis, Empang dan Bondongan di Kecamatan Bogor Selatan serta dua Kelurahan lain di Kecamatan Bogor Tengah. Rinciannya 1.500 rumah di Kecamatan Bogor Selatan dan sisanya di Kecamatan Bogor Tengah.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 700 rumah di Kelurahan Empang menjadi jumlah terbanyak yang terdampak. Selain itu kurang lebih ada 45 fasilitas umum dan sosial ikut terdampak, di antaranya poskamling, PAUD, majelis dan yang lainnya. Dan lebih 3.000 warga Kota Bogor akan terdampak secara sosial,” kata Atep.

Atep menyampaikan, proses sosialisasi kepada masyarakat, utamanya yang terdampak proyek pembangunan tersebut sudah dilaksanakan sejak minggu pertama September 2019. Rencananya uang kerohiman akan diserahkan PT KAI pada awal Desember 2019 secara nontunai yang meliputi empat komponen, yaitu untuk biaya bongkar, biaya sewa kontrak setahun, biaya mobilisasi dan biaya bagi rumah-rumah yang memiliki nilai ekonomi.

Sebelumnya akan dilakukan penilaian bersama oleh konsultan penilai publik yang ditunjuk Ditjen Perkeretaapian sebagai langkah verifikasi langsung pada Oktober hingga November 2019. “Kami juga akan mencoba untuk melakukan verifikasi lebih lanjut guna mengklasifikasi dan mengidentifikasi agar mendapatkan kejelasan lahan atau bangunan warga yang terdampak proyek pembangunan tersebut,” ujarnya.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat, Achyar Pasaribu mengatakan, dari hasil pendataan jumlah bangunan yang terdampak kemungkinan bertambah. Sebab, saat ini masih berlangsung pendataan tahap dua segmen 3.

Bangunan yang terdampak meliputi rumah, sekolah, madrasah, pos polisi, posyandu, rumah makan, toko, dan jenis tempat usaha lainnya. Setelah proses sosialisasi dan verifikasi, tahap selanjutnya dilakukan penertiban bangunan yang direncanakan akhir 2019.

Kemudian pada 2020 dilanjutkan pembangunan fisik jalur ganda mulai dari Stasiun Maseng, Kabupaten Bogor hingga Stasiun Paledang, Kota Bogor.
“Warga yang terdampak akan mendapat kompensasi dana kerohiman yang dibayarkan untuk bangunan berusia diatas 10 tahun,” katanya.

Menurutnya, kegiatan pekerjaan fisik jalur rel ganda mulai dari Cicurug hingga Cigombong sudah dimulai sejak 2018 lalu, dan ditargetkan rampung akhir tahun ini. Setelah itu, dilanjutkan pengerjaan fisik double track mulai dari Stasiun Maseng hingga Stasiun Paledang.”Untuk sosialisasi tahap 1 di Kecamatan Cigombong sudah selesai. Ada 1.121 bangunan yang terdampak,” ucap Achyar.

(whb)

Bogor Dapat Tawaran Pemanfataan 24 Unit Trem dari Pemerintah Belanda

loading…

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim berpose dibelakang trem saat melakukan kunjungan kerja ke Utrecht, Belanda.Foto/Istimewa

BOGOR – Pemkot Bogor terus menindaklanjuti rencana kerja sama pemanfaatan moda transportasi jenis trem dari Belanda. Peluang tersebut coba dijajaki dalam kunjungan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim ke Utrecht, Belanda, 14-22 September 2019.

Dalam kunjungan ke negeri Kincir Angin tersebut, Dedie didampingi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja, Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Edi Nursalam dan Atase Perhubungan Kedubes RI untuk Belanda Mokhammad Khusnu.

Dedie Rachim mengatakan, kunjungan tersebut dalam rangka melakukan studi kelayakan moda transportasi trem yang rencananya akan diterapkan di Kota Bogor. “Tremnya sangat layak karena belum habis masa pakai. Trem tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk moda transportasi massal alternatif berbasis rel dan bertenaga listrik di Kota Bogor. Penataan transportasi sangat dibutuhkan dalam mengantisipasi perkembangan kota 5-10 tahun ke depan,” kata Dedie dalam siaran tertulis yang diterima SINDOnews pada Rabu (18/9/2019).

Baca Juga:

Menurut Didie, Pemerintah Provinsi Utrecht menawarkan kerja sama pemanfaatan 24 unit trem dengan harapan dapat membantu menyelesaikan permasalahan transportasi dan tingginya tingkat polusi perkotaan di Indonesia, salah satunya di Kota Bogor.

Upaya dan langkah selanjutnya, sambung Dedie, akan melakukan koordinasi teknis lintas instansi (interdep) dan memfinalisasikan kajian-kajian yang tengah dibuat oleh beberapa pihak.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai studi kelayakan jalur trem di Kota Bogor bersama Managing Director Asia Pasifik Colas Rail Jerome Bellemin dan CEO Iroda Mitra Mirza Whibowo Soenarto di Balai Kota Bogor, Jumat, 6 September 2019 lalu.

Selama sembilan bulan ke depan, perusahaan yang juga mengerjakan Light Rail Transit (LRT) di Jabodetabek itu, akan membuat kajian ilmiah untuk melihat bagaimana kemungkinan jika trem beroperasi di Kota Bogor. “Kita mulai tahapan pembangunan trem di Kota Bogor. Nanti hasilnya menentukan langkah pembangunan, jalurnya, kelaikan jalan, kapasitas jalan, daya angkut, lebar dan panjang rel, serta pembiayaannya,” ungkap Bima.

Bima menuturkan, trem yang merupakan transportasi massal ini dipilih sebagai alternatif untuk mengurai kemacetan di Kota Bogor, khususnya di pusat kota. Sebab diperkirakan dalam dua tahun ke depan, LRT Jabodetabek akan masuk ke Terminal Baranangsiang.

“Diprediksi ribuan orang dipastikan datang dan pergi menggunakan LRT yang setiap lima menit berangkat dan hanya membutuhkan waktu 40 menit untuk sampai Jakarta dari Bogor. Jadi, kalau ke Terminal Baranangsiang naik kendaraan pribadi semua pasti macet total. Maka perlu feeder system-nya. Ya trem ini,” ucapnya.

(whb)

Pemprov DKI Akan Bangun Park and Ride di Stasiun Bekasi dan Cikarang

loading…

Sejumlah penumpang menaiki eskalator di Stasiun Cikarang. Pemprov DKI berencana membangun park and ride di stasiun tersebut.Foto/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta akan membangun park and ride di daerah mitra seperti, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Tujuannya agar pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan angkutan umum untuk menuju Jakarta.

Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta, Premi Lestari mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu Badan Anggaran (Banggar) untuk membahas kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 terkait bantuan kegiatan pembangunan park and ride di daerah mitra, yaitu di Kota dan Kabupaten Bekasi.

“Pak Gubernur Anies sebagai Ketua Badan Kerjasama Pembangunan Jabodetabek sangat konsen membangun park and ride di daerah mitra. Sampai saat ini baru Kota dan Kabupaten Bekasi yang sudah siap,” kata Premi Lestari saat dihubungi, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga:

Premi menjelaskan, pembangunan park and ride di daerah mitra itu bertujuan untuk mengurangi kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta. Diharapkan pengendara pribadi meninggalkan kendaraan dan beralih ke dalam angkutan umum.

Seperti misalnya di Kota dan Kabupaten Bekasi yang sudah ada kesepakatan antara Pemprov DKI dengan pemerintah setempat, di mana Pembangunan park and ride di kota dan kabupaten berada di dekat stasiun kereta.

“Park and ride akan dibangun di aset pemerintah daerah Kabupaten Bekasi, dan Bekasi Kota. Keduanya berlokasi di dekat Stasiun Bekasi dan Stasiun Cikarang. Di sana itu kebanyakan adalah orang-orang yang naik KRL,” ungkapnya.

Adapun realisasi pembangunannya, lanjut Premi, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran dan daerah mitra menyiapkan detail engineering design (DED) dan lahan. Apabila dalam perjalanannya dibutuhkan penambahan anggaran, Pemprov DKI akan siap menganggarkannya kembali.

“Jadi itu besaran dananya diputuskan dari DKI, yang buat desainnya daerah mitra. Kalau kurang dimasa pembangunan bisa diusulkan untuk ditambahkan,” ungkapnya.

Selain Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, Pemprov DKI sedang membahas pembangunan park and ride di Kabupaten Bogor. Namun hingga saat ini belum ada kesepakatan antara Pemprov DKI dengan Bogor.

Kepala Badan pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono menuturkan, penyediaan park and ride merupakan salah satu kebijakan untuk memindahkan pengendara pribadi ke dalam angkutan umum. Menurutnya, saat ini, penyediaan angkutan umum Jabodetabek sudah cukup banyak dan berbagai kebijakan pengendalian kendaraan pribadi juga sudah dilakukan.

Untuk itu, sudah seharusnya ada park and ride agar pengendara pribadi berpindah menggunakan angkutan umum. Selama ini, lanjut Bambang, park and ride tumbuh begitu saja tidak teratur. “Ke depan, BPTJ bersama pemerintah daerah bersama-sama mengkordinasikan pembanguna park and ride. Idealnya park and ride itu berada disimpul transportasi seperti, terminal, stasiun dan sebagainya,” ucapnya.

(whb)

Kemarau Berkepanjangan, Warga Jakbar Rogoh Kocek untuk Air Bersih

loading…

Sejumlah warga Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih.Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Krisis air bersih melanda warga Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat. Ribuan warga meminta PAM Jaya menyalurkan air bersih untuk memudahkan aktivitas warga.

Salah seorang warga RT 7/9, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, Mutia (63) mengatakan, musim kemarau kali ini membuat air tanah sulit didapat. Disisi lain air Kali Maja yang juga biasa dipergunakan warga kondisinya mengering.

“Warga mulai kebingungan mencari air, kami terpaksa merogoh kocek lebih untuk air bersih setiap hari. Ada kali Rp30.000 per hari untuk air bersih,” kata Mutia kepada SINDOnews, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga:

Mutia menuturkan, sudah berbulan bulan wilayahnya kekeringan. Jangankan untuk masak dan minum, untuk mencuci pakaian pun tak bisa lantaran air Kali Maja yang kering.

Saat SINDOnews menyambangi kawasan Kampung Maja, aktivitas mencuci tak terlihat, kondisi ini kontras pada beberapa waktu lalu. Saat hari normal, sejumlah warga mencuci di Kali Maja saat siang dan sore hari. Kini kondisi itu kian memburuk, setelah Kali Maja mengering.

Sejumlah pengusaha gerobak air menaikan tarifnya, dari semula Rp1.800 per jeriken menjadi Rp2.000 per jeriken hingga membuat warga mulai keberatan.
Wati (67), warga lainnya mengungkapkan, tak bisa berbuat banyak terhadap kondisi itu dan harus membeli air sebanyak lima jeriken.

Sekalipun dalam dua hari terakhir air bersih disediakan Pemkot Jakarta Barat dengan mengirimkan satu tangki mobil, namun, kata Wati, hal itu tak banyak membantu. Jumlah persediaan air dirasa sangat kurang dengan kebutuhan.Wati menagih langkah Pemkot Jakbar yang berjanji menyetok air setiap hari.

Sementara itu Sekretaris Kelurahan Pegadungan, Fatihien mengatakan, untuk membantu mengatasi krisis air, suplai air bersih dilakukan Pemkot Jakarta Barat bekerja sama dengan PAM Jaya menyalurkan air di Kampung Maja Pegadungan. “Pemberian air bersih dari hari Selasa dan Rabu. Total pengiriman air bersih itu sebanyak 16.000 meter kubik,” kata Fatihien

Fatihien berharap pemberian air bersih dari Pemkot Jakarta Barat, bisa membantu warga Kampung Maja. Ke depannya, demi meringankan beban warga Kampung Maja Pegadungan, Pemkot Jakarta Barat, yang bekerja sama dengan PAM Jaya berencana akan melakukan pemasangan tandon air bersih di lokasi tersebut.

(whb)

Gelar Rekonstruksi, Polisi Temukan Bukti Baru Pembunuhan Geng Motor

loading…

Sejumlah pelaku pembunuhan Muhammad Anjay memeragakan sejumlah adegan rekonstruksi.Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Satreskrim Polrestro Jakarta Barat menggelar rekonstruksi kasus tewasnya Muhammad Anjay (23) dengan menghadirkan delapan pelaku pada Rabu (18/9/2019). Dalam rekontruksi itu, polisi temukan bukti baru pembunuhan anjay.

KBO Sat Reskrim, Iptu Yudi Achdiansah mengatakan, ada sebanyak 18 adegan yang diperagakan oleh tujuh tersangka dalam kasus itu. “Tujuan rekonstruksi ini untuk memastikan keterangan tersangka maupun saksi, dan juga menjadi satu rangkaian berkas ke pengadilan nanti,” kata Yudi kepada wartawan Rabu (18/9/2019).

Yudi menuturkan, dalam rekonstruksi ini pihaknya menemukan bukti baru, yakni bagaimana para pelaku menghabisi Anjay. Hal itu terbongkar setelah delapan pelaku, yakni MM (18), RS (21), FH (20), RH (22), SAA (19), BDO (18), RZZ (18), SP (20) merekonstruksi pembunuhan. Sedangkan enam pelaku lainnya tak dihadirkan lantaran masih berada di bawah umur.

Baca Juga:

Pembunuhan terhadap Anjay bermula saat tersangka RS memancing kelompok korban melalui media sosial untuk tawuran. RS kemudian menghubungi sejumlah teman-temannya yang kemudian berboncengan sepeda motor berkeliling hingga akhirnya bertemu korban yang saat itu sedang bersama seorang rekannya.

Awalnya korban bersama rekannya sempat menyerang kelompok pelaku dengan golok. Namun, lantaran kalah jumlah kelompok korban justru akhirnya terpojok dan diserang oleh kelompok pelaku.

Saat itulah, salah satu anggota geng motor yakni tersangka SP membacok bagian pinggang Anjay hingga korban tersungkur. “Seluruh adegan yang diperagakan sesuai dengan keterangan dari para pelaku dalam berita acara pemeriksaan (BAP),” ujarnya.

Sebelumnya, Polrestro Jakarta Barat menangkap 14 pelaku, enam di antaranya di bawah umur setelah terlibat pengeroyokan dan pembunuhan terhadap Anjay. Pria muda ini tewas dengan sejumlah luka tusukan dan bacokan di punggungnya usai diserang para pelaku.

(whb)

Duel dengan Begal, Driver Taksi Online Kritis Dihujani Tikaman

loading…

Kapolsek Pondok Aren Kompol Afroni Sugiarto saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolsek Pondok Aren, Tangsel, Rabu (18/9/2019). Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Seorang driver taksi online bernama Fatur Rahman, nyaris kehilangan nyawa karena nekat mempertahankan mobilnya dari aksi begal sadis di Bintaro, Tangerang Selatan. Akibatnya, Fatur mengalami luka tusuk dan sayatan pisau, disekujur tubuhnya.

Mobil Daihatsu Sigra B 1335 VOD yang digunakan untuk mencari nafkah sehari-hari pun akhirnya gagal dibawa kabur begal tersebut. Saat ini, kondisi Fatur sudah mulai membaik dan luka tusuk di leher, tangan, dan kakinya pun sudah mulai membaik.

Sementara pelaku begal berinisial MR alias Fiyal, telah berhasil diamankan. Fiyal diciduk petugas Polsek Pondok Aren, di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, tidak lama setelah kejadian.

Baca Juga:

Kapolsek Pondok Aren Kompol Afroni Sugiarto mengatakan, keberadaan pelaku bisa dilacak dari nomor HP nya saat memesan Gocar. Tidak butuh waktu lama, polisi pun berhasil menangkap pelaku.

“Setelah kita profeling, tersangka bisa kita lacak, dan jam 13.20 WIB, tersangka kita tangkap di daerah Kembangan. Kita kembangkan selama sehari, pelaku pemain tunggal,” kata Afroni, Rabu (18/9/2019).

Dijelaskan Afroni, aksi begal pelaku dimulai saat dia memesan Gocar dari Hero Emeral Bintaro menuju Sektor III Bintaro Jaya, pada Sabtu 14 September 2019, pukul 03.00 WIB.

Namun, belum sampai tempat tujuan, di depan Bintaro Plaza, pelaku minta berhenti. Dengan menggunakan pisau dapur yang dibawanya, pelaku langsung menodongkan pisau ke leher korban dari kursi belakang.

Ditodong seperti itu, korban kaget. Hingga secara refleks menghindar dan pisau menggores lehernya. Saat korban melawan, pelaku semakin agresif menyerang korban.

“Di tengah jalan, sopir Gocar diserang oleh MR dengan pisau. Kemudian, sopir Grab ini melakukan perlawanan, hingga terjadi duel. Pelaku ingin mengambil mobil dan korban coba mempertahankan mobilnya,” jelasnya.

Akibat serang pelaku yang sporadis, korban menderita luka tusuk di bagian leher (tidak terlalu parah, betis, tangan dan kaki. Sambil tetap memegang kemudi, mobil pun hilang kendali, hingga akhirnya menabrak trotoar.

Peristiwa yang terjadi sekira jam 04.00 WIB ini pun kontan menjadi perhatian warga sekitar. Dengan tubuh bersimbah darah, korban keluar mobil dan teriak minta tolong.

“Pelaku juga langsung keluar mobil dan sempat ditangkap warga, lalu dipukuli. Tapi pelaku berhasil lari dan melarikan diri. Jadi saat kejadian, pelaku juga terluka akibat dipukuli warga sekitar,” sambung Afroni.

Sementara itu, Fiyal yang wajahnya ditutup, dengan pakaian tahanan orange tampak masih sangat lemah. Pemeriksaan internal kepolisian cukup membuatnya tersiksa.

“Baru tiga kali pak. Sebelumnya di wilayah kota dan kabupaten. Tetapi saat itu tujuannya hanya untuk mengambil uangnya saja. Berhasil. Uangnya untuk kebutuhan makan sehari-hari saja pak,” ungkap Fiyal.

Pria yang bekerja sebagai kuli serabutan ini mengaku nekat menjalankan aksinya karena tidak punya pekerjaan tetap. Aksi begalnya pun dipicu ingin menguasai mobil korban.

“Sebenarnya saya tidak ingin melukai dia. Pisau saya bawa hanya untuk membela diri saja. Tetapi korban melawan, saya terpaksa, karena korban juga berteriak. Saya ingin mengambil mobilnya pak,” pungkasnya.

(ysw)

PKL Berjualan di Trotoar, DPRD Sarankan Anies Manfaatkan Stasiun MRT

loading…

KOndisi PKL di Jalan Matraman, Jakarta Pusat yang dipenuhi PKL, Rabu (18/9/2019). Foto/SINDOnews/Okto Rizki

JAKARTA – DPRD DKI menyarankan Pemprov DKI untuk memanfaatkan ruang di Stasiun MRT untuk berjualan PKL daripada di trotoar. Dewan khawatir, kondisi trotoar yang sudah apik akan berubah kumuh jika Pemprov DKI memberi tempat PKL berjualan.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Judistira Hermawan meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memberikan lahan yang layak bagi PKL. Menurutnya wacana pemberian lahan untuk berjualan di atas trotoar kurang tepat dan akan menimbulkan masalah lain.

Judistira mengatakan, jika Pemprov DKI serius memberikan lahan untuk PKL, maka area kosong di dalam stasiun MRT dirasa tepat untuk PKL. Karena penumpang MRT juga sudah banyak, dan itu akan memberikan kesempatan bagi pengguna MRT untuk membeli dagangan dari para PKL.

Baca Juga:

“Saat ini spakah Pemprov DKI bakal memberikan ruang PKL di tempat-tempat yang baik itu atau memberikan ruang kosong di stasiun MRT kepada korporasi,” kata Judistira saat dikonfirmasi, Rabu (18/9/2019).

Dia mengkhawatirkan kondisi trotoar yang sudah dibangun malah menjadi kumuh dan rusak. Selain itu bakal muncul penolakan dari pengguna trotoar yakni para pejalan kaki yang merasa terganggu oleh keberadaan PKL.

(ysw)

Selama 3 Bulan, Polda Metro Gulung 10 Pelaku Penggelapan Mobil Kredit

loading…

JAKARTA – Polda Metro Jaya menangkap sebanyak 10 pelaku penggelapan mobil selama Juli hingga September 2019. Dari 10 pelaku yang berasal dari kelompok berbeda itu, polisi mengamankan 29 unit mobil.

Ke-10 orang tersangka itu berinisial AKM (32), S (43), HIJ (31), BHG (25), RS (23) dan I (34), MY (30), RH (36), AR (25) dan BFR (33).”Mereka ini berasal dari lima kelompok berbeda. Dalam melakukan aksinya, mereka menjalankan modus yang berbeda-beda,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada wartawan Rabu (18/9/2019).

Argo menuturkan, AKM dan S melakukan penggelapan mobil di perusahaan pembiayaan dengan memakai identitas dan dokumen palsu agar bisa kredit mobil. Setelah dapat mobil, dijual dengan harga di bawah standar.

Baca Juga:

AKM dan S diciduk di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Lalu, HIJ melakukan penggelapan dengan cara menyewa mobil ke temannya, tapi mobil itu akhirnya digadaikan ke orang lain seharga Rp30 juta. HIJ ditangkap polisi di kawasan Tangerang.

“Tersangka lainnya, modusnya ada yang menjual mobil dengan harga di bawah standar tanpa dilengkapi surat kendaraan sah. Rata-rata korban yang membeli ini dirayu dahulu oleh mereka, katanya gampang nanti soal urus BPKB-nya,” tuturnya.

Namun setelah dibeli, BPKB itu tak kunjung diberikan lantaran memang ada di perusahaan pembiayaan. Lalu, ada juga yang ditangkap di kawasan Jakarta Selatan karena menjadi penjual kendaraan hasil curian, seperti MY, RH, AR, dan BFR.

“Jadi masih ada lagi beberapa orang yang berstatus DPO, yang mana sedang dilakukan pengejaran,” ucapnya. Para pelaku akan dijerat Pasal 372 KUHP tentang Jaminan Fidusia dan Pasal 480 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

(whb)

Kasus Pembunuhan Suami dan Anak Tiri, Polisi Periksa Kelvin

loading…

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Foto: dok/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Polisi sudah mulai melakukan pemberkasan di kasus pembunuhan Edi Chandra Purnama dan anaknya, M. Adi Pradana di Cilandak, Jakarta Selatan. Polisi juga sudah memeriksa salah satu tersangka yang mengalami luka bakar, Geivanni Kelvin.

“Jadi kasus di Cilandak sudah mulai pemberkasan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono pada wartawan, Rabu (18/9/2019).

Menurutnya, dalam kasus tersebut polisi juga sudah memeriksa saksi-saksi dan tersangka, termasuk salah satu tersangka yang sempat memgalami luka bakar pasca melakukan aksi jahatnya itu, yakni Geovanni Kelvin. Namun, dia tak menjelaskan secara rinci waktu pemeriksaan itu dilakukan dan terkait apa saja pemeriksaan itu.

Baca Juga:

“Dia (Kelvin) sudah diperiksa, sudah dimintai keterangan dan sudah dilakukan rekonstruksi juga. Jadi tinggal pemberkasan saja,” tuturnya.

Sebelumnya, ayah dan anak itu dibunuh oleh istri Edi, yakni Aulia Kesuma. Aulia juga menyewa pembunuh bayaran untuk melancarkan aksi jahatnya itu, termasuk ponakannya, Geovanni Kelvin turut membantu pembunuhan itu. Adapun mereka sudah ditangkap oleh polisi.

(ysw)

Revitalisasi Trotoar Senilai Rp7,8 Miliar di Klender-Buaran Segera Rampung

loading…

Perbaikan trotoar di dua titik Jalan I Gustri Ngurah Rai, Jakarta Timur, segera rampung.Foto/SINDOphoto/Dok

JAKARTA – Perbaikan trotoar yang dilakukan Sudin Bina Marga Jakarta Timur di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur hampir rampung. Perbaikan trotoar dengan total hampir 6 km ini menghabiskan anggaran sebesar Rp7,8 miliar.

Kepala Seksi Kelengkapan Prasarana Jalan dan Jaringan Utilitas, Sudin Bina Marga Jakarta Timur, Anto Marpaung mengatakan, perbaikan trotoar yang dilakukan sejak Juli 2019 lalu saat ini telah mencapai 80%. Perbaikan trotoar di Jalan I Gusti Ngurah Rai terbagi dalam dua titik.

Pertama, perbaikan trotoar sepanjang 4.500 meter dengan anggaran sebesar Rp6 miliar, dilakukan dari depan Stasiun Klender hingga Stasiun Buaran. “Kedua, perbaikan trotoar sepanjang 1.250 meter dengan anggaran sebesar Rp1,8 miliar dilakukan dari Stasiun Klender ke Cipinang Plaza,” kata Anto kepada wartawan Rabu (18/9/2019).

Baca Juga:

Anto menuturkan, perbaikan trotoar pada titik pertama ditargetkan rampung pada September ini. Sedangkan titik kedua ditargetkan rampung pada Oktober mendatang.”Harapannya, semoga perbaikan trotoar ini bisa rampung tepat waktu dan masyarakat bisa berjalan dengan aman dan nyaman,” ucapnya.

(whb)

Soal Balapan Formula E, Pemprov DKI Terus Kebut Persiapan Teknis

loading…

Sekda DKI Jakarta Saefullah. Foto: dok/SINDOphoto

JAKARTA – Pemprov DKI terus mematangkan persiapan menggelar balapan Formula E di Jakarta. Saat ini Pemprov DKI terus melakukan rapat marathon membahas persiapan teknis menjelang perhelatan Formula E tersebut.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan, bahwa tadi pagi Pemprov DKI baru saja membahas soal persiapan Formula E. “Kita minta pada semua jajaran, bahwa Formula E ini adalah hajat dari pemerintah provinsi. Jadi semua SKPD harus mendukung,” kata Saefullah kepada wartawan di Balai Kota DKI, Rabu (18/9/2019).

Ia mengatakan, tadi pagi Pemprov DKI kembali rapat membahas Formula E. Rapat itu dihadiri para asisten kepala SKPD. Namun, dari hasil rapat Saefullah menuturkan bahwa pembahasan tentang Formula E terkait persiapan teknis.

Baca Juga:

“Intinya membahas soal hal-hal teknis, dan saya belum dilaporkan mengenai soal misalnya bahwa itu basisnya adalah ramah lingkungan, menggunakan energi terbarukan, dan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan,” tambahnya.

Saefullah melanjutkan, pada perlombaan mobil listrik tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan menyajikan sesuatu yang berbeda.

“Mudah-mudahan Formula E di Jakarta nanti sesuatu yang berbeda dengan Formula E di tempat-tempat lain. Karena Formula E dikelilingi gedung, kalau kita di sini mungkin nanti pemandangannya pohon-pohon di sekitar Monas kan sangat indah itu ya. Ditambah pohon-pohon bunga yang indah kira-kira begitu,” tuturnya.

Adapun untuk teknisnya, sudah ada tim khusus yang akan menangani. “Intinya dua bulan sebelum event itu harus sudah beres karena akan ada uji coba, dimonitor terus lintasannya,” kata Saefullah.

(ysw)

Lima Nominasi Terbaik Melaju ke Final IndoHCF Innovation Awards III 2019

loading…

Ketua Umum IndoHCF, Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS. Foto/Istimewa

JAKARTA – Perhelatan IndoHCF Innovation Awards III 2019 yang dipelopori Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) program CSR dari PT IDS Medical Systems Indonesia menyisakan lima nominasi terbaik di setiap kategori yang diperlombakan. Nantinya kelima nominasi tersebut akan kembali diseleksi, sehingga hanya menyisakan tiga pemenang.

Tidak hanya itu, IndoHCF Award bekerja sama dengan HaloDoc memberi kesempatan kepada finalis khusus Kategori ICT Bidang Kesehatan untuk mempresentasikan karya inovasinya langsung kepada calon penanam modal.

Terdapat empat kategori inovasi yang diperlombakan pada ajang IndoHCF Innovation Awards III-2019 ini yakni Inovasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), Inovasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Inovasi Alat Kesehatan, dan Inovasi Information And Communication Technology (ICT) Kesehatan. Khusus pada kategori Inovasi Program GERMAS terdapat dua sub kategori yaitu Program Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Video Promosi Kesehatan.

Baca Juga:

Ketua Umum IndoHCF Supriyantoro mengemukakan, agenda besarnya adalah bagaimana pelbagai inovasi di bidang kesehatan baik hasil karya akademisi, praktisi maupun kelompok masyarakat, dapat dihilirisasi atau menjadi model atau contoh. Dengan cara mengindentifikasi inovasi disetiap daerah sehingga ada pihak-pihak yang tertarik untuk mengembangkan sampai ke tingkat nasional bahkan dapat bersaing di pasar global.

Menurut dia, adanya kompetisi ini memunculkan inisiatif luar biasa bagi institusi di bidang kesehatan baik pemerintah maupun swasta untuk menghasilkan inovasi baru. Mereka, kata dia, berlomba menghadirkan solusi yang inovatif dan aplikatif guna meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

“Tahun ini total peserta ada 193 inovasi yang didaftarkan. Kami terus mendorong para inovator ini tidak hanya bekerja sampai menemukan inovasi, tapi bagaimana mempertahankan inovasi tersebut agar terus berlanjut,” kata Supriyantoro di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Dia menambahkan, pemenang perhelatan ini akan diumumkan pada awal November 2019. “Pengumuman pemenang I – III sendiri akan dilaksanakan 9 November mendatang di ICE BSD Tangerang, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional,” imbuhnya.

Supriyantoro mengatakan, pihaknya berharap di tahun-tahun mendatang, antusiasme peserta untuk bersaing dalam ajang IndoHCF Innovation Awards dapat terus semakin meningkat. Event ini, tambah dia, merupakan apresiasi yang diberikan kepada instansi dan individu atau kelompok perorangan yang telah berhasil menjalankan program-program peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Adapun lima finalis terbaik IndoHCF Innovation Awards III 2019 masing-masing kategori antara lain Kategori Inovasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) yaitu Bandung Emergency Service Quality Innovation (BESQUIT) Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat; LASKAR Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur; POS PSC 119 SIMPATIK (Sistem Pelayanan Cepat Emergency Medik) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; PSC 119 Kota Cirebon “SREGEP” Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat dan SIGAP PSC 119 BANTUL Kabupaten Bantul, Provinsi D.I Yogjakarta.

Sedangkan untuk kategori Inovasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), pada sub kategori Program UMKM antara lain Gebrakan Pagi Berseri asal Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur ; Kader Kesehatan 211 (2 orang 1 program untuk 1 RT/Dusun) asal Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu ; Kampung CERDIK (Masyarakat Mandiri hidup Sehat) asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan ; Kelas Remaja dari Kabupaten Pangkajene, Provinsi Sulawesi Selatan ; dan Penyebaran Pesan Informasi Kesehatan Pangan Aman Dan Depot Air Minum (PEPES IKAN PATIN) asal Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur.

Dan pada sub Kategori Inovasi Video Promosi yaitu Gerakan Seni Penyuluhan dari Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan ; IVA Club Sayang Wanita (CSW) dari Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur ; RSCM Mengajak Masyarakat Untuk Mendukung GERMAS dari Kota Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta ; Senam Peregangan “Hand Hygiene” di Tempat Kerja dari Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur ; dan Tips Santap Sehat Menu Lebaran dari Kabupaten Sleman, Provinsi D.I Yogyakarta.

Adapun nominasi pada Kategori Inovasi Alat Kesehatan yaitu Dispotube (Inovasi Tabung Kontainer Sampah Tajam Medis Ramah Lingkungan : Reduce, Reuse, & Low Cost) dari Kota Denpasar, Provinsi Bali ; Gama VAC (Vacuum Assisted Closure) dari Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta ; Gamma Allergen dan Gamma Chamber: sebagai solusi penyediaan alat diagnostik uji tempel di Indonesia dari Koya Yogyakarta, Provinsi D.I Yogyakarta ; Meja Pain Intervensi dari Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta ; dan Penggunaan Fiksasi Pelvis Modifikasi C-Clamp Sistem UI-CM dalam Meningkatkan Clinical Service di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dari Kota Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta.

Sementara nominasi kategori Inovasi ICT Kesehatan yaitu ALL IN ONE! SIPALIN CERIA KOESMA PLUS meningkatkan Kepuasan Masyarakat dari Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur ; APLIKASI HALLODHA & GO-ARV dari Kota Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta ; e-Simpati (elektronik – Solusi Masalah Pelayan ABK Terintegrasi) dari Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta ; Pemanfaatan Aplikasi “Sayang Bunda” dalam Upaya Penurunan Kematian Ibu dari Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah ; dan Sistim Informasi Manajemen Remunerasi Terintegrasi dari Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta.

Mekanisme selanjutnya, lanjut Supriyantoro, IndoHCF akan melakukan penilaian untuk menentukan para pemenang. Untuk Kategori Inovasi ICT Kesehatan dan Inovasi Alat Kesehatan akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti expo dan memamerkan karya inovasinya kepada publik serta mengikuti penjurian final.

Kategori Inovasi GERMAS sub-kategori Video Promosi Kesehatan akan dilakukan penjurian final untuk menentukan Terbaik I-III. Sedangkan untuk kategori Inovasi SPGDT dan Inovasi GERMAS sub-kategori Program UKM akan dilakukan kunjungan oleh para juri, untuk menverikasi atau melihat secara langsung inovasi dari para 5 peserta finalis.

(mhd)

Tersinggung Dinasihati, ABG 16 Tahun Tikam Ayah Tiri hingga Tewas

loading…

Kapolsek Tambun, Kompol Siswo saat menyampaikan keterangan pers kasus pembunuhan yang dilakukan anak terhadap ayah tirinya.Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya

BEKASI – Seorang remaja berusia 16 tahun berinisial AR, tega menikam ayah tirinya Sujana (49) hingga tewas di Kampung Jatimulya RT 7/7, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Sang ayah tiri tewas akibat luka tusuk bagian perut sebelah kiri.

Sebelum tewas, korban sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat. Kapolsek Tambun, Kompol Siswo mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Minggu, 8 September 2019 lalu pukul 12.00 WIB. Saat itu, korban dengan anak tirinya sedang menyortir barang limbah di depan rumah.

Sambil menyortir, korban berusaha menasihati anaknya tersebut. Namun, hal ini justru membuat AR tersinggung.”Cekcok mulut antara korban dengan pelaku pun terjadi. Pelaku yang emosi mengambil pisau dan menikam ayah tirinya berulang kali hingga tak sadarkan diri,” kata Siswo pada Rabu (18/9/2019).

Baca Juga:

Warga yang melihat korban terkapar langsung membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Keluarga untuk mendapatkan perawatan. Selama tiga hari mendapatkan perawatan intensif dari dokter. Akhirnya, korban mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 11 September 2019 lalu.

Siswo menuturkan, petugas yang menadapat laporan tersebut selama beberapa hari terakhir memburu pelaku. Meski maish berusia muda, pelaku kerap berpindah-pindah lokasi persembunyian hingga akhirnya ditangkap di Babelan, Kabupaten Bekasi.

Kanit Reskrim Polsek Tambun, Iptu Awang Parkesit menambahkan, AR sudah mengakui perbuatannya menikam ayah tirinya itu hingga tewas. AR mengaku nekat melakukan aksi penikaman tersebut karena kesal dan tidak terima di nasihati oleh ayah tirinya tersebut.

“Dari tangan tersangka disita sebilah pisau bergagang kayu yang digunakan untuk menikam korban hingga tewas,” ujarnya. Akibat perbuatanya, Arif bakal dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

(whb)

Terekam CCTV Masjid, Motor Ojek Online Dibawa Kabur Pria Kerempeng

loading…

Aksi pencurian kendaraan bermotor terekam kamera pengawas CCTV milik masjid Jami Baitunnur Jalan Rawamangun Muka IV, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Foto/SINDOnews/Okto Rizki

JAKARTA – Aksi pencurian kendaraan bermotor terekam kamera pengawas CCTV milik masjid Jami Baitunnur Jalan Rawamangun Muka IV, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Saat itu pelaku berhasil menggondol sepeda motor milik driver ojek online yang sedang salat di masjid tersebut.

Pengurus Masjid Jami Baitunnur Syaiful Razak mengatakan, pencurian motor di kawasan masjid sudah kali kedua dalam kurun waktu yang berdekatan. Kemarin korban seorang driver ojek online yang singgah untuk beribadah.

Motor yang dicuri jenis matik dengan nomor polisi B 4710 TTW berwarna hitam merek Vario 125 CC. “Ini sudah yang kedua kalinya,” kata Syaiful kepada SINDOnews di lokasi, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga:

Kejadian pertama, pas Salat Isya beberapa waktu lalu. Saat korban selesai melaksanakan Salat, motornya sudah raib. “Kedua ba’da Magrib kemarin. Motor jamaah, dari luar, kebetulan kerjaannya gojek lagi, kasihan juga,” katanya.

Ciri-ciri pelaku diketahui dari rekaman CCTV yang terpasang di serambi masjid. Pelaku berperawakan kurus tinggi, saat menjalankan aksinya pelaku ditemani satu orang rekan yang menunggu di luar masjid.

“Pertama dia bertopi memakai penutup muka, orangnya tinggi kurus, kemungkinan dia berdua karena arah dari sana (utara) sisi TV kelihatan, dari sebelah kiri masjid dia berhenti di depan masjid menunggu satu motor yang lainnya temennya menunggu, dan yang satu masuk,” ujarnya.

Adapun pencuri motor kemarin malam diduga orang yang sama saat melakukan pencurian pada dua minggu yang lalu. “Kurus tinggi, dua duanya sama. Pertama gak pake masker, yang kedua pake masker,” pungkasnya.

(ysw)

Pencari Suaka Kembali ke Kebon Sirih, Anies Koordinasi dengan Kemensos

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Foto/Dok/SINDOphoto

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, pihaknya akan menggelar rapat antara Kesbangpol DKI, Kemensos dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) mengenai pencari suaka. Pertemuan itu untuk mencarikan solusi tempat sementara pencari suaka tersebut.

Pasalnya, beberapa hari belakangn ini para imigran pencari suaka balik lagi menggelandang di Jalan Kebon Sirih tepatnya di depan kantor UNHCR, Gambir, Jakarta Pusat.

Anies mengatakan, kembalinya mereka ke Jalan Kebon Sirih lantaran tak kebagian tempat tinggal sementara di Bambu Apus, Jakarta Timur, yang diinisiasikan oleh Kemensos.

Baca Juga:

“Intinya adalah mereka yang saat ini masih belum memiliki tempat karena belum bisa dipindah ke Bambu Apus karena keterbatasan tempat. Siang ini akan dibicarakan, dicarikan tempat sementara. Sampai mereka bisa diterima di Bambu Apus,” kata Anies kepada wartawan, Rabu (18/9/2019).

Pemprov DKI juga akan menyiapkan fasilitas sementara bagi para pencari suaka. Karena, kata dia, para pencari suaka itu butuh tempat untuk tinggal.

“Kalau perlu tempatnya akan kami siapkan sementara sampai di Kementerian Sosial sudah ada tempat menampung mereka,” tuturnya.

Anies menuturkan, pihaknya juga akan memberikan kebutuhan dasar kepada para imigran yang negaranya tengah konflik itu.

“Ya kebutuhan dasar, MCK, Makan, kebutuhan dasar. Sebagai manusia harus survive disiapkan kebutuhan dasar,” jelasnya.

Saat ini, jumlah imigran pencari suaka yang kembali menggelandang di Kebon Sirih ada sekitar 81 orang. 81 orang itu 7 warga Sudan dan 74 warga Afghanistan

“Ada 17 kepala keluarga itu yang akan dibicarakan siang ini pengaturannya seperti apa,” ujar Anies. (Baca juga: UNHCR Lepas Tanggung Jawab, Pencari Suaka Kembali ke Jalan Kebon Sirih)

(mhd)

Dugaan Kasus Pemalsuan Sertifikat, Polisi Bakal Periksa Pendiri Kaskus

loading…

Pendiri Kaskus Andrew Darwis akan diperiksa terkait dugaan kasus penipuan. Foto: dok/Kaskus

JAKARTA – Polisi menyebutkan, bakal memeriksa pendiri Kaskus Andrew Darwis terkait kasus dugaan penipuan pinjaman uang dan pemalsuan sertifikat. Sejauh ini, polisi masih memeriksa pelapor di kasus itu, Titi Sumawijaya Empel.

“Bertahap yah, saat ini kita lagi periksa pelapor dahulu, baru setelah itu terlapor,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono pada wartawan, Rabu (18/9/2019).

Menurutnya, polisi juga masih menanyakan pada pelapor siapa saja saksi-saksi dalam kasus itu, usai itu polisi pun bakal memeriksa saksi-saksi. Bila sudah, polisi tentunya segera memeriksa Andrew Darwis selaku pihak terlapor di kasus tersebut. (Baca: Pendiri Kaskus Dilaporkan ke Polisi Diduga Kasus Penipuan)

Baca Juga:

“Hari ini kan masih ada pemeriksaan juga (pada pelapor) karena kami masih butuh barang bukti lainnya. Begitu sudah terpenuhi semua kita periksa terlapor,” katanya.

Adapun Titi sudah dua kali diperiksa polisi sejak Senin, 16 September dan 17 September kemarin di Polda Metro Jaya terkait kasusnya itu. Dalam pemeriksaan itu, Titi pun membawa bukti-bukti seperti surat pemalsuan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

(ysw)

Sosialisasikan KB, Anies Baswedan Akui Neneknya Punya Anak 11

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menutup kegiatan bhakti sosial TNI Manunggal KB Kesehatan Tingkat DKI Jakarta. Foto/Komaruddin Bagja Arjawinangun/SINDOnews

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bicara soal pentingnya Keluarga Berencana (KB). Hal itu diucapkan saat menutup kegiatan bhakti sosial TNI Manunggal Keluarga Berencana (KB) Kesehatan Tingkat DKI Jakarta.

Anies mengenang neneknya yang mempunyai anak 11. Namun, kata dia, neneknya mengatakan agar tak mengikuti jejeknya.

“Nenek saya itu anaknya 11. Jadi sangat kredibel untuk bicara soal keluarga berencana. Jadi beliau mengatakan, jangan alami apa yang saya alami,” kata Anies di Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga:

Anies juga mengatakan, siap bersinergi dengan TNI maupun BKKBN untuk mensosialisasikan kepada masyarakat soal KB. Karena, kata dia, DKI ingin menyelesaikan masalah yang ada di kota ini secara kolaboratif.

“Karena itu, kita di Jakarta insya Allah siap untuk kerja bersama. Kolaborasi, keterbukaan mengajak semua pihak. Apalagi dengan TNI, kami sangat mengapresiasi dan berharap nantinya di hal-hal yang lain kita bisa terus lakukan kolaborasi,” kata Anies.

Pemprov DKI Jakarta, kata dia, saat ini telah bekerja sama dengan pegiat Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pengumpulan data masyarakat maupun pemanfaatan teknologi digital di tingkat puskesmas seperti aplikasi E-Jiwa untuk mendeteksi dini masalah kesehatan mental setiap orang.

“Kalau BKKBN punya kegiatan terkait ini, dengan kami, dengan TNI, kita siap kerjakan sama-sama. Ada inovasi baru, Jakarta siap untuk jadi tempat pertama dilakukan itu,” tambah Anies.

(mhd)

Besok, Pemkab Bekasi Akan Perkenalkan Mobil Kancil untuk Angkutan Umum

loading…

Pemkab Bekasi segera memperkenalkan mobil kancil atau mobil mini merek Bajaj Qute untuk menjadi angkutan umum di lingkungan pemukiman. Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya

BEKASI – Pemkab Bekasi segera memperkenalkan mobil kancil atau mobil mini merek Bajaj Qute untuk menjadi angkutan umum di lingkungan pemukiman. Mobil tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif angkutan umum, selain ojek daring di perumahan warga Bekasi.

Rencananya, mobil kancil ini akan diperkenalkan pada Hari Perhubungan Nasional yang jatuh pada Kamis 19 September 2019. “Besok (Kamis) kami perkenalkan kepada warga, tranportasi massal ini sebagai alternatif angkutan umum di lingkungan perumahan warga,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna, Rabu (18/9/2019).

Menurut dia, mobil kancil ini mempunyai keunggulan seperti badan mobil cilik, irit dan lincah seperti kancil. Apalagi, kendaraan niaga ini memang dikhususkan sebagai alat transportasi bagi warga di lingkungan perumahan, karena kendaraan ini dinilai sangat efektif ketimbang ojek motor online.

Baca Juga:

Yana mengatakan pada momen pelucuncuran yang akan dilakukan di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi itu akan dikenalkan langsung oleh Dinas Perhubungan Jawa Barat yang akan mengenalkan desain produk mobil kancil.

Rencananya, mobil kancil itu akan beroperasi di seluruh wilayah perumahan sebagai angkutan ramah lingkungan. “Mobil itu rencananya hanya untuk kawasan perumahan saja, tidak sampai jalan protokol,” katanya.

Hanya saja, pada momentum hari perhubungan nasional mobil itu belum dapat beroperasi. Pasalnya, saat ini sifatnya baru sampai perkenalan. Hingga saat ini, pemerintah masih menyiapkan trayek khusus bagi mobil kancil ini.

Yana menjelaskan, mobil kancil itu diusulkan oleh Koperasi Anggota Organda (Koanda) Kabupaten Bekasi untuk menjadi angkutan umum di lingkungan perumahan. Mobil Kancil atau mobil mini merek Bajaj Qute itu dianggap lebih efektif melayani warga masyarakat yang tersebar di 23 Kecamatan.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bekasi, Yaya Ropandi menambahkan, mobil kancil itu sangat cocok digunakan sebagai transportasi di komplek perumahan. Apalagi ketika musim hujan, penumpang tak akan kehujanan berbeda dengan jika naik ojek dan angkutan umum menjadi solusinya.

“Sudah kami usulkan, kemungkinan dalam waktu dekat ini akan beroperasi. Karena izin trayek nya masih dalam tahapan kajian,” katanya.

Menurut dia, sampai sekarang banyak perumahan di Kabupaten Bekasi yang belum terjamah oleh angkutan umum. Atas dasar itulah, mobil kancil ini hadir guna kepentingan transportasi murah bagi masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno mengapresiasi kehadiran tranportasi massal yang bakal hadir di lingkungan warga. Menurut dia, luasan Kabupaten Bekasi sangat dibutuhkan transportasi massal seperti mobil kancil ini. “Mobil ini memang dibutuhkan warga, karena tidak semua lingkungan warga dilayani transportasi masal,” katanya.

Nyumarno berharap kehadiran mobil kancil ini bukan sebagai jargon dari pemerintah semata. Namun, kehadiran mobil kancil ini bisa melayani seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi di 23 kecamatan. “Angkutan umum ini hanya ada dilingkungan permukiman warga, jangan sampai menambah kemacetan di jalan raya,” tutupnya.

(ysw)

Pria Berdarah Tanpa Identitas di Rel Kereta Api Diduga Pegawai Transjakarta

loading…

JAKARTA – Pria tanpa identitas yang ditemukan tergeletak di pinggir perlintasan Kereta Api Gunung Antang, Jalan Matraman Raya, Kelurahan Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, diduga pegawai Transjakarta. Pasalnya, pria yang diduga hendak melakukan percobaan bunuh diri ini mengenakan pakaian seragam JakLingko.

“Ada dugaan pegawai itu (TransJakarta),” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Heri Purnomo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (18/9/2019).

Maka itu, demi memastikan identitas korban, kepolisian memanggil pihak Transjakarta. Adapun perkembangan terkahir saat ini baru dua saksi yang dimintai keterangan yakni warga sekitar yang melihat korban jalan seperti orang mabuk karena darah yang keluar sangat banyak.

Baca Juga:

“Belum bisa dipastikan. Kita sedang memanggil orang Transjakarta mau tanya kira-kira ada yang kenal dengan korban itu tidak,” pungkasnya. (Baca juga: Pria Tanpa Identitas Ditemukan Bersimbah Darah di Pinggir Rel Kereta)

(mhd)

Pria Bersimbah Darah di Rel Kereta Adalah Pegawai Transjakarta

loading…

Bus Transjakarta. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Pria tanpa identitas yang ditemukan berlumuran darah di perlintasan rel kereta api Gunung Antang, Jalan Matraman Raya, Kelurahan Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur adalah karyawan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Hal itu ditegaskan oleh Kepala Divisi Corporate Secretary dan Humas Transjakarta, Nadia Diposanjoyo.

“Ya yang bersangkutan adalah karyawan Transjakarta (petugas kolektor tiket),” ujar Nadia saat dihubungi, Rabu (18/9/2019).

Menurutnya, pria itu berinisial PR dan bekerja sebagai petugas kolektor tiket di halte Transjakarta yang dikenal sebagai pribadi baik dan luwes. PT Transjakarta menyerahkan penyelidikan kasus tersebut pada pihak kepolisian.

Baca Juga:

Dia menambahkan, biaya perawatan PR di RS Cipto Mangunkusomo, Jakarta Pusat, akan ditanggung oleh PT Transjakarta.

“Karakter yang bersangkutan luwes dan memiliki hubungan baik dengan sesama karyawan dan atasan,” katanya. (Baca juga: Pria Berdarah Tanpa Identitas di Rel Kereta Api Diduga Pegawai Transjakarta)

Sebelumnya diberitakan, PR ditemukan dalam keadaan terluka di perlintasan kereta api, Jatinegara, Jakarta Timur. Polisi menduga penyebab korban terluka karena hendak bunuh diri mengingat ditemukan pisau cutter di lokasi itu.

(mhd)

Senggol Nissan Juke, Pengendara Honda CBR Tewas Hantam Trotoar

loading…

Sepeda motor Honda CBR dengan nopol B 6599 WEN yang dikendarai M Ilham mengalami kerusakan usai menghantam trotoar.Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG – M Ilham pengendara sepeda motor Honda CBR tewas usai mengantam trotoar jalan di depan Taman Kota 2, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (18/9/2019). Sebelum terjatuh menghantam trotoar, sepeda motor korban sempat menyenggol minibus Nissan Juke.

Kecelakaan yang menewaskan korban ini bermula saat mobil Nissan Juke B 1511 TOT melintas di Bundaran Tekno dan hendak membeli sarapan bubur di Taman Kota 2 Jalan Tekno Widya. Saat bersamaan, Honda CBR dengan nopol B 6599 WEN yang dikendarai korban melaju dengan kecepatan tinggi.

Hambali, salah seorang pengendara motor mengatakan, saat kejadian kondisi jalan sedang ramai lancar. Diduga, korban sedang sangat terburu-buru.
“Kejadiannya cepat sekali, korban dari arah yang sama ke Bundaran Tekno. Korban ngebut,” kata Hambali di lokasi kejadian pada Rabu (18/9/2019).

Baca Juga:

Menurut Hambali, saat mobil Nissan Juke hendak belok kiri, posisi motor korban sudah sangat dekat. Akhirnya, korban pun belok ke kanan, dan sempat menyerempet bodi kiri Nissan Juke.

“Saat menyenggol bodi mobil, motor CBR korban oleng dan korban jatuh ke jalan. Kepalanya membentur trotoar jalan. Korban luka parah di kepala. Korban sempat dibawa ke rumah sakit,” ujarnya..

Kapolsek Cisauk, Fredy Yudha mengatakan, korban meninggal dunia saat dalam perjalanan ke RS Sakit Hermina karena luka berat di kepala.”Usai kejadian korban memang kritis dan sempat dievakuasi ke RS Hermina. Saat di dalam perjalanan korban mengembuskan napas terakhirnya,” katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin menambahkan, kecelakaan terjadi akibat senggolan antara motor korban dengan mobil Nissan Juke. Akibat senggolan itu, spion kiri mobil lepas, dan bodi bagian pintu kiri mobil lecet.

Sedangkan kondisi motor, bagian kanan mengalami pecah dan rusak di belakang.”Akibat senggolan. Diduga juga karena jalan yang menikung dan kecepatan tinggi. Sehingga korban tidak bisa mengendalikan motornya. Korban menderita luka parah di kepala karena terbentur trotoar,” ucapnya.

(whb)

Belajar Road Safety Tak Sebatas Ujian SIM tapi Sepanjang Hayat

loading…

Belajar Road Safety Tak Sebatas Ujian SIM tapi Sepanjang Hayat. (Istimewa).

KASUS kecelakaan di wilayah hukum Polres Metro Bekasi sepanjang Januari-Agustus 2019 tergolong cukup tinggi.

Tercatat, sebanyak 484 kejadian dengan jum lah korban 681 orang. Dari jumlah tersebut, 32 orang meninggal dunia, luka berat 83 orang, dan luka ringan 566 orang. Sementara jumlah kerugian diperkirakan men capai Rp533.500.000. Upaya apa yang dilakukan untuk menekan kasus kecelakaan tersebut. Berikut wawancara KORAN SINDO dengan Kasat Lantas Metro Bekasi AKBP Tartono.

Bisa dijelaskan kenapa jumlah kasus kecelakaan cukup tinggi?
Pada Januari-Agustus 2019 jumlah kasus kecelakaan memang cukup tinggi. Saya kira banyak faktor yang mempengaruhi. Misalnya pertumbuhan kendaraan bermotor dan penduduk yang begitu tinggi ditambah tingkat kesadaran masyarakat tentang berlalu lintas masih rendah.

Baca Juga:

Saya sering sampaikan dan katakan bahwa taat aturan tertib berlalu lintas merupakan kesadaran dan tanggung jawab kita semua. Lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar merupakan upaya membangun peradaban dan mendorong produktivitas sehingga dapat meningkatnya kualitas hidup. Nah, peka dan peduli terhadap keselamatan merupakan kewajiban yang senantiasa harus ditumbuhkembangkan sejak dini.

Upaya apa yang sudah dilakukan untuk menekan kasus kecelakaan?
Saya kira banyak. Misalnya edukasi road safety kepada kalangan milenial khususnya pelajar, mahasiswa, komunitas sepeda motor, komunitas ojek online, dan sebagainya. Kita undang mereka untuk sama-sama mendeklarasikan keselamatan berlalu lintas. Artinya, belajar tentang road safety tidak sebatas saat ujian SIM, tapi sepanjang hayat.

Apakah Upaya itu sudah cukup?
Saya kira tidak. Kami juga melakukan berbagai operasi bersama instansi terkait. Misalnya Operasi Patuh Jaya yang dilakukan pada 29 Agustus hingga 11 September 2019. Selama 14 hari itu kami telah menindak 6.777 pelanggaran. Dan patut kita syukuri, selama berjalannya operasi itu kasus kecelakaan menurun. Pelanggaran terbanyak dilakukan kendaraan roda dua karena melawan arus.

Bagaimana menindaklanjuti deklarasi keselamatan berlalu lintas?
Sejak awal kami ingin deklarasi tersebut tidak hanya sebatas seremonial tanpa hasil yang nyata. Kita tahu banyak kasus kecelakaan umumnya melibatkan kaum milenial. Terkait itu, kami sudah mengawasi dan ikut serta membantu. Misalnya bekerja sama dengan pihak sekolah sehingga mudah mengontrolnya.

Kami juga punya petugas keamanan dan keselamatan (kamsel) yang bertugas me la kukan penyuluhan ke sekolah dan kampus termasuk perusahaan. Mereka setiap hari keliling dari tempat satu ke tempat yang lain.

Misalnya saat masuk sekolah, bersama pihak guru, anggota melakukan pemeriksa apakah yang bersangkutan sudah punya SIM atau belum. Jika belum, dari sekolah harus ada sanksi tegas karena jika tidak, akan ditilang polisi.

Jika diklasifikasikan, siapa pelanggar lalu lintas terbanyak?
Pelanggaran terbanyak dilakukan ojek daring. Ini bisa dilihat saat Operasi Patuh Jaya dengan pelanggaran terbanyak melawan arus. Makanya dalam deklarasi keselamatan lalu lintas komunitas ojek daring kita libatkan. Kami harapkan mereka jadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Bagaimana dengan pembinaan ke dalam, khususnya petugas dilapangan?
Peningkatan sumber daya manusia (SDM) itu sangat penting dan sudah dilakukan. Apalagi, anggota mempunyai sifat dan perilaku berbeda dan dituntut bekerja 24 jam. Belum lagi jika ada masalah di rumah. Artinya, perilaku tersebut bisa jadi terbawa saat berada di lapangan. Oleh sebab itu, di perlukan pencerahan dan pembinaan.

Jika ada pungutan liar di lapangan?
Jelas akan kami tindak dan diserahkan kepada bagian profesi dan pengamanan (propam). Tapi kalau pelanggarannya masih ringan, cukup dibina saja. Prinsipnya kami terbuka. Jika ada polisi yang melanggar, silakan laporkan. Kami terbuka dan ada sanksi demosi, kalau sudah tidak sesuai dengan SOP anggota bisa disanksi mutasi.

Soal polisi yang berprestasi?
Itu pasti, kalau ada yang berprestasi pasti kami beri reward. Misalnya kenaikan pangkat atau sekolah. Begitu juga sebaliknya, jika ada polisi nakal, akan kita tindak sesuai aturan.

Ada pesan-pesan khusus untuk masyarakat?
Saya kira tertib berlalu lintas itu sangat penting. Artinya, jangan pertaruhkan nyawa kita di jalan hanya karena melakukan pelanggaran. Yang terpenting, bagaimana membangun budaya tertib berlalu lintas guna meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan. (Abdullah M Surjaya)

(nfl)

Sisir Gang Sempit di Tambora, Satpol PP Sita Puluhan Botol Miras

loading…

Satpol PP Kecamatan Tambora melakukan penyisiran penjual miras di gang sempit. Foto/Yan Yusuf/SINDOnews

JAKARTA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Tambora melakukan razia minuman keras (miras) di Jakarta Barat, Selasa 17 September 2019 malam. Sebanyak 94 botol anggur beralkohol di sita petugas dari sejumlah toko minuman di gang sempit.

Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi operasi pekat. Beberapa warung minuman dan toko jamu di geledah petugas.

“Untuk minuman keras ada sebanyak 94 botol miras berbagai jenis dari golongan B yang diamankan dalam giat semalam,” kata Ivand saat dikonfirmasi, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga:

Saat ini, 94 botol miras tersebut pun telah diamankan di Kantor Kecamatan Tambora untuk nantinya dimusnahkan. Selain operasi miras, beberapa kendaraan yang parkir di pinggir jalan juga dilakukan operasi cabut pentil oleh petugas Dishub.

“Untuk hasil dari parkir liar kita telah melakukan operasi cabut pentil kepada enam mobil dan tiga truk. Serta satu mobil barang terpaksa kami derek,” kata Ivand.

Ivand mengatakan, operasi pekat ini bakal rutin dilakukan untuk mengantisipasi adanya keresahan masyarakat.

“Jadi ini giat gabungan dalam rangka menindaklanjuti laporan warga masyarakat terkait pelanggaran-pelanggaran ketertiban umum,” katanya.

(mhd)

Cabuli Bocah Enam Tahun, Pedagang Susu Keliling di Bekasi Diringkus

loading…

BEKASI – Penjual susu keliling nekad memegang kemaluan anak dibawah umur di Jalan Sultan Agung, Pondok Ungu RT 3/5, Gang Rimban, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi. Akibat aksi cabulnya tersebut, tersangka Romidin (48) saat ini harus menikmati dinginya ruangan jeruji di Mapolrestro Bekasi Kota.

“Tersangka kami amankan setelah mendapatkan laporan dari orang tua korban yang resah dengan aksinya tersebut,” ujar Wakil Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana, Rabu (17/9/2019). Tersangka merupakan seorang penjual susu keliling yang kerap menjajakan jualanya di permukiman warga.

Kasus cabul yang menimpa korban ATP (6) bermula saat pelaku berdagang susu keliling di sekitar kediaman korban di Jalan Sultan Agung. Saat itu, korban sedang membeli susu kepada pelaku. Namun korban tidak membawa uang, sehingga korban masuk ke rumah meminta uang kepada orangtuanya.

Baca Juga:

Ibunya tidak memberikan uang dan korban kembali menemui pelaku dan naik ke atas gerobak, duduk di jok menunggu ibunya datang membawa uang. Karena ibunya, lama keluar membawa uang, pelaku sempat-sempatnya memegang kemaluan korban dengan tangan kirinya. Saat itu, ibu korban melihat perlakuan pelaku ‎kepada anaknya.

Kemudian, ibu korban menegur pelaku. Pelaku dengan gugup menjawab tak melakukan apa-apa. Tetapi, ibu korban telah melihat perbuatan pelaku yang memegang-megang kemaluan anaknya. Ibu korban meminta bantuan warga untuk menahan pelaku. “Pelaku diamankan ke rumah Pak RT dan kemudian diserahkan kepada kami,” katanya.

Sementara tersangka yang merupakan warga Kampung Rawabambu RT 06/RW 06 Kelurahan Kalibaru, Kota Bekasi sudha mengakui perbuatanya. Atas perbuatan pelaku dijerat Pasal 82 Juncto Pasal 76 E UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

(ysw)

Kasus Dugaan Penipuan Pendiri Kaskus, Ternyata Pernah Dilaporkan ke Polisi

loading…

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Foto: dok/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Polisi menyebutkan, kasus dugaan penipuan pinjaman uang dan pemalsuan sertifikat yang diduga dilakukan pendiri Kaskus, Andrew Darwis ternyata pernah dilaporkan ke polisi sebelumnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, dalam laporan sebelumnya terlapornya atas nama Susanto, yang mana dalam kasus itu sudah ada beberapa orang tersangka. Hanya saja tak disebutkan siapa saja tersangka dalam kasus itu.

“Yang di Krimum (Ditreskrimum Polda Metro Jaya) ada beberapa tersangka ya (dan dilakukan penahanan), untuk jumlahnya saya belum cek. Dan sudah dikirimkan juga berkasnya (ke Kejaksaan),” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, berkas tersangka dalam laporan sebelumnya itu sudah dikirimkan tahap pertamanya ke Kejati DKI Jakarta. Sedangkan laporannya dengan terlapor Andrew saat ini tengah diselidiki lebih lanjut oleh jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, yang mana masih dalam pemeriksaan pelapor, Titi. (Baca: Pendiri Kaskus DIlaporkan ke Polisi, Diduga Terkait Kasus Penipuan)

“Yang di Krimsus berkaitan jual menjual tanah, ada sewa tanah dan ganti pemilik itu sedang kita cek,” katanya.

(ysw)

Bakal Terapkan Jalan Berbayar, Pengamat: Tangerang Lebih Maju

loading…

Jalan Berbayar Elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP). Foto/Ilustrasi/KORAN SINDO

JAKARTA – Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan mengatakan, penerapan Jalan Berbayar Elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP), Jakarta bakal tersalip wilayah lain. Bahkan, kata dia, Tangerang akan menerapkan sistem ERP di beberapa ruas jalannya.

“Pengaturan lalu lintas untuk memecahkan kemacetan menjadi masalah serius kota-kota satelit sekitar Jakarta termasuk Kota Tangerang. Kota-kota satelit tersebut termasuk Tangerang mencoba mengatasi kemacetan dan kepadatan di sejumalah ruas jalan dengan berbagai cara. Saat ini pemerintah Kota Tangerang sampai pada kesimpulan akan menerapkan kebijakan Electronic Road Pricing (ERP) atau sistem jalan berbayar elektronik,” kata Tigor kepada wartawan, Rabu (18/9/2019).

Dia menambahkan, kesimpulan itu diambil berdasarkan hasil analisa terhadap kemacetan yang terus terjadi di beberapa ruas jalan Tangerang. Menurut rencana kebijakan ERP tersebut akan diterapkan di Jalan HOS Cokroaminoto, Ciledug, Kota Tangerang.

Baca Juga:

Tigor mengatakan, rencana lebih maju ketimbang DKI Jakarta. Padahal Jakarta sudah lebih dulu memiliki pengalaman belajar tentang ERP tetapi justru mencoret dan membatalkan proyek ERP. Jadi harusnya Jakarta lebih dulu membuat ERP dibandingkan Tangerang.

“Sementara Kota Tangerang lebih maju dalam bersikap dan memutuskan akan menerapkan ERP,” katanya.

Menurutnya, Jakarta tetap saja lebih suka pendekatan kebijakannya pada cara yang rumit dan sulit ditegakkan. Kebijakan pengendalian yang digunakan justru memperpanjang dan memperluas Ganjil Genap. Padahal kebijakan Ganjil Genap adalah lebih untuk jangka pendek atau kegiatan tertentu.

Misalnya saja ketika Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games Agustus 2018. Ketika itu ganjil genap untuk mengurangi kepadatan pada ruas jalan tertentu yang merupakan akses para atlet. Tetapi pada akhir Asian Games, di Desember 2018 justru Pemprov Jakarta kembali memperpanjang pemberlakuan aturan tersebut.

Selanjutnya pada 9 September 2019 ganjil genap diperluas cakupan ruas jalannya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas agar memperbaiki kondisi buruk udara Jakarta yang terus menerus juara satu terburuk di dunia.

“Seminggu setelah diterapkan perluasan ganjil genap kurang efekti dan terbukti ruas jalan targetnya masih macet dan kondisi cuaca udara Jakarta masih saja juara satu atau dua terburuk di dunia,” kata Tigor.

(mhd)

Ganjil Genap Tak Efektif Atasi Kemacetan, DKI Disarankan Terapkan ERP

loading…

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta dan pihak kepolisian mulai melakukan penindakan terhadap pelanggar sistem ganjil genap pada 9 September 2019 lalu. Sistem pembatasan kendaraan tersebut dinilai efektif untuk mengurangi kemacetan.

Namun, menurut Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan menilai adanya ganjil genap tetap tidak menyelesaikan masalah macet Ibu Kota.

“Karena ruas jalan terlalu luas dan banyak sementara pengawasan manual dan SDM Kepolisian terbatas,” kata Tigor kepada wartawan, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga:

Selain itu, lanjutnya, terlalu banyak pengecualian yang dikenakan kebijakan Ganjil Genap. Sepeda motor tidak masuk dikenakan Ganjil Genap sehingga para pengguna mobil berpindah ke sepeda motor. (Baca: Ogah Terapkan ERP, Anies Lebih Memilih Membangun Transportasi Massal)

“Terbuka peluang masyarakat membeli mobil kedua untuk menyiasati Ganjil Genap karena belum terintegrasi dengan baik sistem layanan angkutan umum massal di Jakarta dan sekitarnya,” kata Tigor.

Untuk itu, ia menyarankan agar sebaiknya pemprov Jakarta segera menyiapkan dan menerapkan sistem ERP untuk mengendalikan penggunaan kendaraan bermotor pribadi yang menyebabkan kemacetan serta udara buruk di Jakarta.

“Menggunakan ERP lebih simpel dan efektif untuk pengendalian karena pengawasan dan penegakannya secara elektronik,” katanya.

Azas menyindir, ,emalukan sekali jika tahun depan justru kota Jakarta tertinggal oleh kota Tangerang yang lebih dulu menggunakan sistem ERP untuk mengendalikan penggunaan kendaraan bermotor pribadi.

(ysw)

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Bersimbah Darah di Pinggir Rel Kereta

loading…

JAKARTA – Seorang pria tanpa identitas ditemukan tergeletak bersimbah darah di pinggir perlintasan Kereta Api Gunung Antang, Jalan Matraman Raya, Kelurahan Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Pria itu mengalami luka serius lantaran diduga melakukan percobaan bunuh diri.

“Bukan mayat, orang diduga percobaan bunuh diri,” kata Kapolsek Jatinegara Komisaris Polisi (Kompol) Darmo Suhartono saat dikonfirmasi, Rabu (18/9/2019).

Pria tersebut ditemukan warga sudah tidak sadarkan diri di tempat kejadian. Tak hanya itu, kata dia, warga juga menemukan sebilah cutter yang sudah berlumuran darah.

Baca Juga:

“Saat ini pria dibawa ke RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo). Korban masih dirawat di ICU belum sadar, belum bisa dimintai keterangan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal Unit Reskrim Polsek Jatinegara, tak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada korban.

Kemudian menurut ketrangan sejumlah saksi di sekitar lokasi juga tak mendapati adanya keributan di lokasi korban ditemukan bersimbah darah.
“Keterangan saksi di lokasi enggak ada ribut-ribut sebelum kejadian. Saksi cuman melihat korban berjalan sempoyongan lalu terjatuh. Jadi bukan korban penganiayaan,” tuturnya.

(mhd)

Gedung Satpas SIM Bekasi Berteknologi FIFO Integrated System

loading…

Gedung Satpas SIM Bekasi Berteknologi FIFO Integrated System. (Koran SINDO. Abdullah M Surjaya).

BEKASI – Gedung baru Satuan Penyelenggara Administrasi dan Gerai Surat Izin Mengemudi (Satpas SIM) Polres Metro Bekasi yang berlokasi di Kompleks Pemkab Bekasi, Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, resmi beroperasi, 22 Agustus 2019.

Gedung tersebut dibangun secara modern dengan menggunakan teknologi FIFO (first in first out) Integrated System. Teknologi canggih tersebut pertama kali diterapkan di Gedung Satpas SIM Polres Metro Bekasi sehingga tercatat dalam Rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).

Dalam penerapannya, sistem ini menyajikan seluruh informasi seperti jumlah pemohon SIM yang hadir, pemohon yang lulus dan tidak, serta jumlah penerimaan negara bukan pajak (PNBP) akan diketahui secara langsung karena data peserta terkoneksi dalam sistem daring pelayanan terpadu di Satpas SIM pusat di Korlantas Polri.

“Dengan didukung teknologi FIFO ini, masyarakat diharapkan mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Pelayanan dimaksud adalah para pemohon SIM merasa lebih nyaman, teratur, tertib, transparan, dan bebas pungli,” ungkap Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Bekasi AKBP Tartono.

Gedung Satpas seluas 3.300 m2 dibangun di atas lahan 8.300 m2. Terdiri atas ruang tunggu, ruang registrasi, ruang foto dan identifikasi, ruang pencerahan, ruang uji teori, kantor, serta ruang pelayanan lainnya. Sementara lahan seluas 5.000 m2 digunakan tempat parkir dan lapangan uji praktik.

“Luas lahan, arsitektur bangunan, jumlah ruang, dan warna gedung telah diatur dalam petunjuk teknis yang dijadikan standar Satpas Prototipe,” kata mantan Kasi BPKB Ditlantas Polda Metro Jaya ini. Tartono menambahkan, selain menerapkan sistem antrean FIFO, Kantor Satpas SIM Kabupaten Bekasi juga dilengkapi sejumlah fasilitas dan teknologi modern.

Misalnya internet, wireless, komputer, LED TV Wall, CCTV, server, speaker, dan tablet. Dalam sehari pihaknya melayani 200- 300 pemohon untuk perpanjangan dan pembuatan SIM baru. Sesuai Peraturan Pemerintah No 9/2016, biaya pembuatan SIM A di patok seharga Rp120.000, sementara SIM C Rp100.000, sedangkan untuk perpanjangan SIM A sebesar Rp80.000 dan perpanjangan SIM C se harga Rp75.000.

“Ini juga untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Sebagaimana amanat UU,” tambahnya. Kepala Korlantas Polri Irjen Refdi Andri sebelumnya mengingatkan pentingnya pengawasan agar pelayanan maksimal. Menurut dia, pelayanan publik adalah yang utama karena menjadi janji polisi dan pemerintah kepada masyarakat.

Dia juga menekankan pentingnya evaluasi, komitmen, dan pengawasan dalam pelayanan agar inovasi dan teknologi tidak sia-sia. “Pertahankan terus komitmen ini, terus analisis dan evaluasi. Tingkatkan pengawasan, tentu kita buka ruang publik yang sifatnya penga duan, ketidakpuasan, ketidaksinkronan pelayanan, ini harus menjadi komitmen kita bahwa kita juga membuka ranah itu,” ujarnya.

Mantan Karoprovos Divisi Pro pam Polri itu mengatakan, pelayanan di Satpas yang didukung teknologi FIFO Inte grated System ini merupakan komitmen Polri kepada masyarakat. Lazimnya sistem dan teknologi yang baru diterapkan akan terus di evaluasi pelaksanaannya.

“Komit men ini penting di mana unsur-unsur pelayanan akan dievaluasi terhadap inovasi dan terobosan yang dilakukan,” jelasnya. Mantan Kabid Regident Korlantas Polri itu mengatakan, meski didukung teknologi yang mumpuni, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat akan sia-sia jika tanpa pengawasan dan komitmen yang baik dari para pelaksana pelayanan.

“Pelayanan publik harus dengan prinsip berkualitas, cepat, tepat, terjangkau, dan murah,” tegas nya. Refdi berharap Satpas SIM tersebut menjadi contoh untuk satuan wilayah lainnya. “Satpas SIM Polres Bekasi ini patut menjadi contoh untuk semua satuan-satuan kewilayahan,” ungkapnya.

Yang terpenting saat ini, kata Refdi, komitmen Kapolres Bekasi dan Kasat Lantas Polres Bekasi menjaga dan mengawasi pelaksanaan pelayanan di Satpas Polres Bekasi ini. “Mungkin ini pelayanan unggul yang pertama berkaitan dengan Satpas di Indonesia,” pungkasnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono memuji adanya teknologi FIFO di Satpas SIM Polres Metro Bekasi. Satpas SIM Polres Metro Bekasi juga tercatat dalam rekor Muri karena satpas pertama yang menggunakan FIFO Integrated System. “Ini yang terbaik dan FIFO pertama yang terintegrasi. Mudah-mudahan ini bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat Bekasi,” ujar Gatot. (Abdullah M Surjaya)

(nfl)

Bantu DKI Kejar Penunggak Pajak, Polisi Gencar Lakukan Razia

loading…

Razia dilakukan polisi dan Dishub DKI Jakarta. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Ditlantas Polda Metro Jaya akan melakukan razia bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada pemilik kendaraan yang menunggak pajak. Hal itu dilakukan dalam rangka membantu DKI terkait banyaknya penunggak pajak kendaraan bermotor di Jakarta.

“Kami melakukan razia gabungan dengan Pemprov DKI Jakarta, khususnya bagi kendaraan yang menunggak pajaknya atau belum melakukan daftar ulang,” kata Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sumardji kepada wartawan, Rabu (18/9/2019).

Kedua, kata dia, polisi membantu melakukan sosialisasi program Pemprov DKI Jakarta terkait keringanan pajak dan penghapusan sanksi administrasi terhadap Pajak Kendaraan Bermotor yang dilaksanaan mulai tanggal 16 September hingga 30 Desember 2019.

Baca Juga:

Ketiga, kata dia, melakukan inovasi-inovasi dalam pelayanan guna memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan. Salah satu inovasi saat ini, Samsat Online, melalui channel perbankan, dan modern payment channel.

“Atau bisa juga melalui Samsat Keliling, Gerai Samsat, dan Samsat Drive Thru, yang memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran PKB secara online sehingga meminimalisir tunggakan pajak kendaraan bermotor,” katanya. (Baca juga: Pengamat Pertanyakan Kelanjutan Proyek Jalan Berbayar di Jakarta)

(mhd)

Ogah Bayar Pajak, Polisi Bakal Hapus Data Kendaraan

loading…

Pemilik kendaraan melakukan pembayaran pajak di Samsat. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

Bagi pemilik kendaraan diharuskan membayar pajak sesuai ketentuan. Jika pajaknya tidak dibayarkan, maka data kendaraan tersebut bakal dihapus.

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisasris Besar Polisi (AKBP) Sumardji mengatakan, kendaraan yang tak melakukan registrasi ulang kendaraan bermotor selama 2 tahun pasca habis berlakunya STNK bisa dilakukan penghapusan datanya. Itu berlaku untuk semua kendaraan, tak terkecuali kendaraan mewah yang marak tak bayar pajak di Jakarta.

“Terkait penghapusan ranmor, penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang tak melakukan registrasi ulang 2 tahun setelah habis masa berlaku STNK itu berdasarkan Perkap No. 5 Tahun 2012,” ujar Sumardji kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, di Pasal 1 ayat 17 disebutkan penghapusan Regident Ranmor itu bentuk sanksi administratif bagi pemilik kendaraan bermotor yang tak melakukan registrasi ulang atau memperpanjang masa berlaku STNK sekurang-kurangnya 2 tahun sejak masa berlaku STNK habis berdasarkan data Regident Ranmor pada Polri.

Lalu, Pasal 110 ayat (1) disebutkan Ranmor yang telah diregistrasi dapat dihapus dari daftar Regident Ranmor atas dasar permintaan pemilik Ranmor, pertimbangan pejabat Regident Ranmor dan atau pertimbangan pejabat yang berwenang di bidang perizinan penyelenggaraan angkutan umum.

Dan pasal 110 ayat (2) disebutkan, penghapusan dari daftar Regident Ranmor atas dasar pertimbangan pejabat di bidang Regident Ranmor dilakukan jika Ranmor, yang setelah lewat 2 tahun sejak berakhirnya masa berlaku STNK tak dimintakan Regident Perpanjangan.

Dia menambahkan, selama ini bila ada kendaraan yang menunggak pajak, pihaknya selalu memberikan peringatan pada si penunggak pajak. (Baca juga: 2020, DKI Akan Hapus Pelat Nomor Penunggak Kendaraan Bermotor)

“Penunggak pajak selama ini setiap 14 hari sebelum jatuh tempo selalu diberikan pemberitahuan agar memenuhi kewajiban membayar pajak,” katanya.

(mhd)

Kembalikan Formulir ke PDIP, Fahd: Pilkada Bukan Pamer Kekuatan

loading…

Fahd menjadi orang ke-13 yang mengembalikan formulir ke DPC PDIP Tangsel. Foto/Istimewa

JAKARTA – Fahd Pahdepie menjadi orang ke-13 yang mengembalikan formulir ke DPC PDIP Tangerang Selatan (Tangsel). Kandidat paling muda ini menunjukkan keseriusannya untuk maju pada Pilkada 2020 mendatang.

Saat ditanya mengenai visinya, Fahd menyebut ingin mewujudkan Tangsel sebagai kota yang maju, berbudaya dan berkeadilan melalui kreativitas, inovasi dan kolaborasi.

“Saya menyerahkan dokumen lengkap termasuk visi, misi dan program yang akan dijalankan jika terpilih nanti,” kata Fahd dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga:

Ada yang menarik saat tokoh milenial ini selesai menyerahkan berkas pendaftaran. Ia mengajak ketua DPC PDIP Wanto Sugito dan Ketua Tim Penjaringan Suhari Wicaksono melakukan swafoto alias selfie khas anak muda. Suasana kantor DPC PDIP mendadak cair dan gembira.

“Saya ingin membawa nuansa kegembiraan dalam politik. Jangan tegang. Pilkada bukan ajang pamer kekuatan, tetapi festival gagasan,” Ujarnya.

Kemunculan Fahd Pahdepie dalam kontestasi Pilkada Tangsel 2020 cukup menyita perhatian, terutama di kalangan milenial. Kehadirannya dianggap membawa angin segar ke dalam dunia politik lokal di Tangsel.

(mhd)

Genjot Pajak dari Pariwisata, Disparbud DKI Gandeng Traveloka

loading…

Atraksi air mancur menjadi salah satu daya tarik wisata di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta menggandeng PT Trinusa Travelindo (Traveloka) sebagai mitra dalam penyediaan informasi mengenai paket wisata. Kerja sama ini sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisata di ibu kota.

Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Disparbud DKI Jakarta, Hari Wibowo mengatakan, pihaknya telah menyediakan portal jakarta-tourism.go.id, sebagai akses informasi pariwisata di Jakarta. Sehingga memudahkan para turis,kata dia, baik lokal dan mancanegara dalam menentukan destinasi wisata yang cocok bagi mereka.

“Kita beri kemudahan dengan melihat website kita, seluruh informasi pariwisata di Jakarta dapat diakses dengan mudah, lebih efisien dan efektif,” kata Hari saat dikonfirmasi, Rabu (20/9/2019).

Baca Juga:

Inovasi ini juga sebagai upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menyediakan informasi menggunakan layanan satu pintu dan terpadu. Sehingga diharapkan mampu memberikan angin segar bagi kemajuan pariwisata di Indonesia khususnya dan umumnya di kota Jakarta.

Melalui akses informasi satu pintu dan terpadu tersebut, dia berharap, akan berkorelasi dengan semakin meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Jakarta. Karena, pariwisata juga menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan.

“Semoga ada korelasi dengan peningkatan jumlah wisatawan. Karena sektor pariwisata menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah atau PAD dengan nilai yang tidak sedikit. Kami akan lebih mengoptimalkan dengan inovasi baru serta melalui pendekatan yang langsung,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Public Relation Traveloka, Sufintri Rahayu memuji langkah Disparbud DKI Jakarta yang melakukan inovasi dengan menggandeng Traveloka untuk sama-sama bekerja mewujudkan sektor pariwisata sebagai penggerak roda ekonomi bangsa.

“Provinsi DKI menjadi yang pertama di Indonesia menjalin kerja sama dengan kami untuk mempermudah kegiatan pariwisata. Saya merasa bangga dan mengucapkan selamat kepada Pemprov DKI atas terealisasinya kerja sama ini,” ujar Sufintri.

Melalui website milik Disparbud DKI diharapkan mampu menjadi rujukan utama sebagai portal informasi bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri untuk datang berwisata ke Jakarta.

“Secara bertahap di website Traveloka akan ada kanal pilihan untuk seputar informasi pariwisata Jakarta melalui Disparbud DKI,” pungkasnya.

(mhd)

Pengamat Pertanyakan Kelanjutan Proyek Jalan Berbayar di Jakarta

loading…

Tiang ERP di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto/Dok/SINDOphoto

JAKARTA – Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan mempertanyakan kelanjutan proyek Jalan Berbayar Elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP). Padahal Jakarta sudah mulai merencanakan sejak 2011 dan melakukan uji coba 2014 Jalan Berbayar Elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP).

“Tetapi hingga hari ini tidak jelas kapan ingin melaksanakan ERP di Jakarta. Rencana penerapan ERP di Jakarta itu sendiri kembali mundur setelah Pemprov DKI membatalkan lelang proyek ERP dan anggarannya Rp40,9 miliar dicoret,” kata Tigor kepada wartawan, Rabu (18/9/2019).

Dia menambahkan, Dinas Perhubungan Jakarta informasinya akan kembali mengajukan anggaran proyek ERP pada APBD 2020.

Baca Juga:

Sebenarnya kebijakan ERP juga sudah diatur di dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 tahun 2014, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentang Transportasi Jakarta. Secara khusus pada pasal 78 dinyatakan untuk mengendalikan penggunaan kendaraan bermotor pribadi akan dilakukan dengan memberlakukan Jalan Berbayar Elektronik atau Electronic Ride Pricing (ERP) di Jakarta.

“Tetapi ya sampai sekarang belum ada terlihat kepastian akan dibangunnya kebijakan ERP di Jakarta,” katanya.

(mhd)

Percaya Diri Maju Jadi Wali Kota, Tukang Galon Daftar Bawa Gerobak

loading…

Penjual galon air minum dan minuman isi ulang, Yusrianto (36), resmi datang menyerahkan formulir pendaftaran balon Wali Kota Tangsel dari PDIP, Salasa (17/9/2019). Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Penjual galon air minum dan minuman isi ulang, Yusrianto (36), resmi datang menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon (balon) Wali Kota Tangsel dari PDIP, Salasa (17/9/2019). Kader terbaik GMNI Komisariat UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Kota Tangsel ini datang seorang diri, tanpa ditemani oleh tim kemenangan, dengan menggunakan gerobak motor berisi 31 galon air minum.

Dengan memakai batik merah PDIP lengan panjang berusia 15 tahun, kader bawah tanah Banteng Moncong Putih ini tampak penuh dengan rasa percaya diri yang kuat. Ratusan pasang mata pendukung balon lain yang melihatnya pun tidak digubris. Yusri tetap melaju dengan pelan, memarkir gerobak motornya. Usai azan Magrib, map merah berisi formulirnya pun diserahkan.

Saat ini, Yusri telah terdaftar sebagai balon Wali Kota Tangsel dari PDIP. Namanya sejajar dengan sejumlah penggede lainnya yang menyerahkan formulir pendaftaran, seperti Arsid, Muhamad, Azizah, dan Tomi. “Ya, baru mengisi formulir saja. Untuk visi misi sedang disusun tim, karena ini menyangkut kepemimpinan lima tahun ke depan. Jadi, tidak bisa dibuat dalam satu malam saja,” katanya.

Baca Juga:

Yusri membeberkan garis besar perjuangannya jika terpilih menjadi calon wali kota dari PDIP, yakni kesejahteraan rakyat. Sebagai penjual galon air minum, Yusri mengaku banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Profesi tukang galon itu mulia. Kami telah bekerja dari pagi sampai sore memenuhi kebutuhan air minum warga. Ini juga bukan pekerjaan ringan. Tidak semua orang terpanggil dengan pekerjaan ini,” paparnya.

Sang istri, Windiarti (36) mengaku masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Pasalnya, kehidupan mereka saat ini pun hanya pas-pasan saja. “Anak saya dua, yang paling besar 4 tahun, paling kecil dua tahun. Kami hanya punya outlet galon isi air minum dan isi ulang. Penghasilan perbulan pun Rp3-4 juta, hanya cukup untuk makan keluarga,” ungkapnya.

Dengan mata berkaca-kaca, Windiarti pun akhirnya mengamini tindakan suami terkasihnya itu. Dengan tatapan penuh arti, Windiarti harap urusan Yusri dipermudah.

Ketua Tim Penjaringan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Tangsel Suhari Wicaksono mengatakan, pendaftaran Balon Wali Kota Tangsel dari PDIP secara resmi dinyatakan ditutup pukul 17.00 WIB. “Pengambilan formulir ditutup pukul 17.00 WIB dengan pengambil terakhir Suhendar di jam 16.14 WIB. Sisanya masih enam lagi yang belum mengemblikan formulir. Berarti melebihin target kami, 15 balon,” tukasnya.

Dari total 20 balon wali kota yang mendaftar di PDIP, tercatat sudah 14 orang yang mengembalikan formulir pendaftaran, yakni Kolonel Beben, Rahmad Sukendar, Siti Azizah, Drajat Sumarsono, dan Heri Gagarin. Kemudian, ada Kemal Pasha, Suryadi Hendarman dari PKB, Arsid, Sekda Tangsel Muhammad, Lurah Cipayung Tomi Patria, Suhendar, Yusrianto, Fadh Fadevi, dan Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.

(thm)

Serahkan Formulir Balon Wali Kota, Sekda Tangsel Tak Izin Airin

loading…

Sekda Tangsel Muhamad menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon (balon) Wali Kota Tangsel dari PDI Perjuangan, Selasa (17/9/2019). Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Sekda Tangerang Selatan (Tangsel) Muhamad akhirnya menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon (balon) Wali Kota Tangsel dari PDI Perjuangan. Dengan diserahkanya formulir pendaftaran balon wali kota itu, Muhamad kembali menegaskan niatnya maju dalam Pilkada Tangsel periode 2020-2025.

Muhamad datang dengan kawalan massa pendukung. “Ini sebagai bukti kesungguhan saya untuk mendaftar sebagai balon Wali Kota Tangsel dari PDI Perjuangan,” kata Muhamad, usai mengembalikan formulir, Selasa (17/9/2019).

Hingga kini, Muhamad mengaku belum izin kepada Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany. Katanya, izin tersebut masih belum dibutuhkan saat ini karena baru tahapannya pendaftaran bakal calon dan belum calon.

Baca Juga:

“Belum ada omongan. Setelah dapat partai, baru saya melapor. Tidak lawan melawan, siapapun bisa saja. Ini hak masyarakat juga. Kita di lapangan, kita jaga,” jelas Muhamad.

Muhamad membeberkan visi misinya saat mendapatkan perahu, yakni membangunkan tingkat kesejahteraan masyarakat Tangsel, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Tangsel yang seluas-luasnya.

“Respons Bu Wali sangat memahami. Saya sebagai ASN juga harus profesional. Jam 4, dan 5 baru saya ke sini. Politik itu kan dinamis. Pensiun dini setelah ada tahapan baru saya mengajukan,” tambah Muhamad.

Dia berharap, ASN Tangsel dapat tetap solid dan netral dalam Pilkada 2020. Kalaupun ada yang mendukung salah satu balon, diharap jangan dilakukan secara terbuka. “Kita semua akan ikut pendaftaran. ASN harus tetap netral. Jangan ikut-ikutan politik. Kalau ada yang mendukung, jangan secara terbuka. Sampai sekarang, kita masih fokus kerja, sampai malam malah,” tukasnya.

(thm)

Tekan Polusi Udara, DKI Incar Perusahaan yang Timbulkan Pencemaran Udara

loading…

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan kualitas udara di wilayahnya. Setelah mengklaim berhasil menurunkan polusi udara melalui kebijakan sistem ganjil genap, DKI kini menyegel perusahaan industri yang diduga mencemari udara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, sebelum diberlakukannya ganjil-genap periode Juli-Agustus dan setelah diterapkan ganjil genap periode Agustus-September di tiga lokasi yang berpengaruh kebijakan ganjil genap yakni di Bundaran HI, Kelapa Gading, dan Jalan Suryopranoto telah terjadi penurunan kadar PM 2.5 debu yang sangat lembut.

Di Bundaran HI itu penurunan kadar sampai 8,9%. Di Kelapa Gading penurunan kadar PM 2.5 itu mencapai hampir 12%. Kemudian di Jalan Suryopranoto yang merupakan jalan perluasan ganjil genap itu juga menunjukan perbaikan kualitas udara yang ditandai dengan penurunan kadar PM 2.5 atau 16%.(Baca: Perluas Sistem Ganjil Genap, Kualitas Udara Jakarta Meningkat 16 Persen)

Baca Juga:

“Jadi kesimpulannya, perluasan ganjil genap di Jakarta ini memiliki dampak yang positif dalam memperbaiki kualitas udara,” kata Andono Warih di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/9).

Selain kendaraan, lanjut Andono, polusi udara itu disebabkan oleh perusahaan industri yang cerobong asapnya mencemari udara. Untuk itu, pada Senin, 16 September 2019 lalu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Utara menggandeng Polrestro Jakarta Utara memasang garis polisi di sekitar lokasi pabrik pencemaran udara di Cilincing, Jakarta Utara.

“Ada 25 perusahaan industri yang kami temukan mencemari udara. Dua di antaranya industri aluminium sedangkan 23 lainnya adalah perajin sarang dari batok kelapa. Industri Aluminium itu yang disegel,” ungkapnya.(Baca: Polisi Segel Industri Peleburan Alumunium di Cilincing Jakarta Utara)

Andono mengungkapkan, aktivitas peleburan aluminium diperlukan tempat dan penanganan khusus karena memiliki unsur kimianya. Karena itu, tidak dianjurkan bila pembakaran dilakukan di ruang terbuka karena kandungan polutan sangat berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup.

Pemerintah, tidak pernah menghalangi masyarakat untuk berproduksi namun mereka harus mematuhi aturan yang berlaku. Apalagi lahan yang mereka tempati milik Kopro Pengendalian Banjir Provinsi DKI Jakarta.”Sebenarnya boleh saja kalau sesusai dengan peraturan, dan mereka juga berdirinya di tempat yang seharusnya tidak ada (aktivitas usaha),” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko menuturkan, aparat Polrestro Jakarta Utara teah menindak ke lokasi kejadian pada Senin, 16 September 2019 lalu. Upaya ini merupakan tindak lanjut dari laporan Pemkot Jakarta utara kepada polisi karena adanya dugaan pencemaran udara.

Dugaan sementara, kata Sigit, pelaku industri itu menyalahi UU Nomor 32/2009 tentang Lingkungan Hidup. Adapun cerobong asap yang mereka miliki akan dicek kandungannya oleh Dinas LH DKI.”Mereka punya cerobong asap dan Dinas LH akan memasang alat ukur untuk data empirisnya,” ucapnya.

(whb)

PT KAI Ingin Terapkan ETLE di Perlintasan Sebidang Kereta Api

loading…

JAKARTA – PT KAI Daop I berencana memasang kamera CCTV di sejumlah titik jalan utama, pelanggaran akan ditindak layaknya kebijakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Langkah ini dilakukan guna mengurangi pelanggaran di perlintasan sebidang.

Vice President PT KAI Daop 1, Dadan Rudiansyah mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, dan koordinasi serupa akan dilakukan ke Ditlantas Polda Metro Jaya hingga Korlantas Polri. Menurut Dadan, di sejumlah perlintasan sebidang akan dipasang kamera CCTV yang nanti dipergunakan untuk menindak pelaku pelanggaran di perlintasan sebidang.

“Kami akan siapkan beberapa langkah, salah satunya MoU dengan Korlantas dan Ditlantas,” kata Dadan di perlintasan sebidang Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019).

Baca Juga:

Dadan mengakui perlintasan sebidang menjadi salah satu lokasi yang kerap dilanggar sejumlah pengendara. Mereka kerap kali mengabaikan keselamatan dan mengabaikan sirine maupun palang pintu perlintasan, akibatnya korban jiwa terjadi di kawasan itu.

Data terakhir yang berhasil dihimpun, lanjut Dadan ada 171 perlintasan sebidang resmi dan 287 perlintasan sebidang yang tidak resmi. Sedangkan yang telah ditutup dan telah diganti flyover berjumlah 70. Terhadap kecelakaan di wilayah Daop 1 Jakarta telah terjadi 97 kali kecelakaaan. Dari jumlah itu, 53 orang meninggal dunia dan 25 orang luka luka.

Melihat tingginya angka kecelakaan itu, Dadan mengakui pihaknya melakukan sosialisasi di perlintasan sebidang. Penempelan stiker, pemberian gantungan kunci, hingga tindak tilang dilakukan oleh petugas saat menyosialisasi di kawasan itu.

Dadan menuturkan, pihaknya telah melakukan beberapa upaya seperti penutupan dan sterilisasi terhadap 27 perlintasan sebidang mulai dari Karawang, Merak, hingga Sukabumi.

Direktur Keselamatan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Zamrides menambahkan, telah bersurat kepada Bina Marga sejumlah pemerintah daerah untuk dibuatkan flyover dan underpass sesuai dengan mandat Undang Undang No 22/2009. “Untuk itu, kita hari ini melakukan penindakan karena ada beberapa yg melakukan pelanggaran maka diambilah penindakan hukum oleh pihak kepolisian,” ucapnya.

(whb)

Serukan Persatuan, AMPI Gelar Aksi Seribu Bunga di Depan Istana Negara

loading…

Aliansi Masyarakat Papua Indonesia (AMPI) menggelar aksi damai dengan membagikan seribu bunga mawar kepada masyarakat di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019). Foto: SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Papua Indonesia (AMPI) menggelar aksi damai dengan membagikan seribu bunga mawar kepada masyarakat di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019).

Dalam aksinya, massa AMPI mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya warga Papua yang berada di Jakarta dan bumi Cenderawasih, untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak terprovokasi hoaks.

“Saat ini banyak provokator-provokator yang sengaja menebar kebencian menggunakan isu rasisme dengan menebar informasi hoaks. Kami minta masyarakat menjaga Papua tetap damai, jangan terprovokasi, tetap jaga persatuan,” ungkap Koordinator aksi, Dollint J Numberry.

Baca Juga:

Menurut dia, hoaks menjadi momok dan sebagai alat untuk memecah belah bangsa, khususnya di Papua. AMPI pun mengajak masyarakat Papua di Jakarta maupun di bumi Cenderawasih. agar tidak termakan lagi hoaks isu rasisme.

“Mari kita bergandengan tangan lawan provokator dan jaga persatuan dan kesatuan. Ada pihak-pihak yang sengaja ingin bumi Cenderawasih terus memanas dan terpecah belah. Berbagai cara dilakukan agar situasi Papua tidak kondusif,” bebernya sembari meminta polisi menangkap Veronika S Koman yang dinilai berlindung pada asing.

Dollint kembali menyerukan dukungan damai untuk Papua. Dukungan damai ini untuk menunjukkan solidaritas mereka terhadap gejolak di Papua baru-baru ini.

“Kami mengingatkan kepada saudara-saudara kami dari Tanah Papua bahwa mereka tidak sendirian. Kita bersatu dalam NKRI dan Republik Indonesia milik kita semua. Semoga damai dan rukun, kitong basodara tetap dijaga dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya.

(thm)

Ratusan Aktivis Gelar Aksi Konvoi ‘Besuk KPK’ hingga Depan Istana Negara

loading…

Aktivis Corong Rakyat menggelar aksi unjuk rasa untuk menyikapi langkah tiga pimpinan KPK. Foto: SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Massa aksi kembali menggelar unjuk rasa untuk menyikapi langkah tiga pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyerahkan mandat pengelolaan KPK kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sikap ketiga pimpinan KPK menuai kritikan lantaran dinilai inkonstitusional.

Kali ini ratusan aktivis Corong Rakyat yang menggelar aksi. Massa berharap KPK tidak bersikap berlebihan menyikapi revisi Undang-Undang (UU) KPK. “Aksi renungan bakar lilin hari ini mencerminkan pimpinan KPK dan WP KPK kekanak-kanakan. Ingat, kalian lembaga pemerintah,” tegas koordinator aksi, Radja.

Dalam aksinya kali ini mereka melakukan konvoi ‘Besuk KPK, Sudahkah Sembuh dan Kembali Jalan yang Benar ??’. Massa yang bertelanjang dada mengenakan tulisan “Besuk KPK” ini menyampaikan pesan agar KPK yang sedang “sakit” bisa pulih kembali sadar.

Baca Juga:

“Sikap pimpinan KPK yang menyerahkan mandat kepada Presiden ini harus dipandang sebagai tindakan yang inkonstitusional, melanggar Undang-Undang Nomor 30/2002 tentang KPK itu sendiri. Maka itu, kita hadir di KPK untuk membesuk agar bisa sembuh dan kembali jalan yang benar,” tukasnya.

Radja mengingatkan bahwa kepemimpinannya hanya tersisa tiga bulan lagi. Jangan sampai Agus Rajardjo cs meninggalkan noda dan su’ul khotimah alias buruk di akhir.

Selain itu, aksi konvoi ini juga menyasar hingga depan Istana Negara untuk menyampaikan apresiasi kepada Presiden Jokowi yang bernyali besar merevisi UU KPK. Massa meminta jangan ada negosiasi dengan kelompok radikal.

Radja meyakini revisi UU yang sudah disahkan oleh DPR hari ini bertujuan agar lembaga antirasuah bisa menjadi lebih baik. “Jadikan KPK sebagai lembaga negara yang profesional,” sebutnya.

Sebagai catatan penting mencermati reaksi publik terhadap rencana revisi UU KPK, kata dia, yang mendukung UU KPK direvisi ternyata lebih banyak atau sekitar 44,9 persen berbanding 39,9 persen yang menolak.

“Untuk Dewan Pengawas, 64,7% responden menyetujui kehadirannya. Sebagai bukti bahwa rakyat mendukung revisi UU KPK,” tandasnya.

(thm)

DKI Belum Bahas Usulan Bantuan Dana Rp1 Triliun yang Diajukan Bekasi

loading…

Pemprov DKI Jakarta belum membahas usulan bantuan keuangan yang diajukan daerah mitra.Foto/SINDOphoto/Dok

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta menyatakan usulan bantuan keuangan untuk daerah mitra seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang hingga kini belum dibahas. Pasalnya, Badan Anggaran (Banggar) DKI Jakarta belum berjalan.

“Usulan anggaran tahun depan masih dalam pembahasan. Banggar saja belum jalan,” ungkap Kepala Biro Tata Pemerintahan (Tapem) DKI Jakarta, Premi Lestari saat dihubungi, Selasa (17/9/2019).

Premi menjelaskan, bantuan keuangan kepada daerah mitra tentunya akan dibahas dalam banggar dan dilihat dari proposal usulannya. Menurutnya, selama ini bantuan keuangan kepada daerah mitra berjalan baik.(Baca: Pemkot Bekasi Sodorkan Usul Dana Kemitraan DKI Hampir Rp1 Triliun)

Baca Juga:

Misalnya saja kepada Kota Bekasi yang sejak 2016-2019 terakumulasi hingga Rp1 triliun. Bahkan, lanjut Premi, Wali Kota Bekasi menyampaikan terima kasih atas bantuan keuangan dari Pemprov DKI dan membandingkan dengan bantuan yang diberikan Pemprov Jawa Barat sebesar Rp66 miliar.

“Salah satu bantuannya untuk infrastruktur flyover Cipendawa yang kami harap diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tahun ini,” ucapnya.
Sebelumnya, Pemkot Bekasi mengusulkan bantuan keuangan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hampir Rp1 triliun untuk tahun 2020. Usulan terbagi menjadi dua yaitu kompensasi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang milik DKI Jakarta dan dana kemitraan.

(whb)

Dishub DKI Luncurkan Simpel PKB, Uji KIR Kini Hanya Butuh Waktu 15 Menit

loading…

Dishub DKI menggandeng Bank DKI dalam upaya memudahkan Sistem Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (Simpel PKB). Foto: SINDOnews/Okto Rizki Alpino

JAKARTA – Dinas Perhubungan DKI Jakarta menggandeng Bank DKI selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam upaya memudahkan Sistem Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (Simpel PKB).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Syafrin Liputo, mengatakan, selain mempermudah pelayanan, peluncuran Simpel PKB dilakukan untuk mencegah terjadinya pemalsuan buku Uji KIR.

“Mulai saat ini pengujian kendaraan bermotor sudah terintegrasi dan menggunakan Smart Card, tidak lagi buku Uji KIR. Karena sampai saat ini, buku Uji KIR banyak dipalsukan. Maka dengan Smart Card ini, seluruh data pengujian terintegrasi secara nasional,” ujar Syafrin di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019).

Baca Juga:

Untuk pelaksanaan pembayaran biaya uji atau retribusi uji sudah dilakukan secara cashless. Seluruhnya digitalisasi sudah dilakukan bengkel pengujian kendaraan bermotor di Jakarta. “Jadi seluruhnya secara digitalisasi sudah dilakukam dalam pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor di Jakarta. Bayarnya cashless di Bank DKI,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan, melalui sistem ini nantinya proses pengujian KIR dapat memangkas waktu menjadi lebih cepat. Selain itu Simpel PKB diperuntukkan agar memberikan kemudahan bagi pemilik kendaraan niaga di Jakarta, yang memiliki kode pelat nomor B dan ini semua dikendalikan melalui sitem online.

“Melalui Simpel KIR waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses uji KIR akan terpangkas jauh lebih cepat dibandingkan proses sebelumnya yang berkisar 1 sampai 2 jam, kini hanya menjadi 15 sampai 20 menit,” kata Herry.

Herry menuturkan, terkait langkah uji KIR Simpel PKB pemilik kendaraan terlebih dahulu melakukan booking online, kemudian baru dapat secara langsung melakukan pembayaran secara non tunai melalui JakOne Mobile, EDC, ATM Bank DKI ataupun Cash Management System. Ini telah terintegrasi dengan empat Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) di wilayah DKI Jakarta, yakni Pulogadung, Ujung Menteng, Kedaung Kali Angke, dan Cilincing.

Herry menjelaskan, Simpel PKB akan memiliki lima fitur yakni Pendaftaran Booking Online melalui aplikasi e-KIR Jakarta Booking, Sistem Informasi Manajemen Pendapatan Daerah (SIMPAD), Integrasi Sistem Layanan dan Pemeriksaan Teknis, Smart Card atau Buku Uji Elektronik serta Dasboard Cek KIR, Sistem Data Monitoring (SIDAMON) PKB dan Portal PKB.

(thm)