Ditangkap, Jefri Nichol Simpan Ganja di Dalam Kulkas

loading…

Artis Jefri Nichol saat berada di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019). Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Polisi membeberkan penangkapan artis Jefri Nichol dilakukan di minimarket tak jauh dari rumahnya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kemudian polisi membawa tersangka ke rumahnya dan mendapati ganja yan disimpannya di dalam kulkas.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar mengatakan, penangkapan itu Jefri itu dilakukan di sebuah minimarket di kawasan Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Saat itu Jefri hendak membeli peralatan guna menggunakan ganja, seperti papir. Saat ditanyai polisi, Jefri pun mengakui kalau papir itu hendak digunakannya memakai ganja.

Baca Juga:

“Lalu dikembangkan dan sampailah di tempat tinggalnya. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti narkoba jenis ganja seberat 6,01 gram yang mana ada di kulkas,” ujarnya pada wartawan, Rabu (24/7/2019).

Menurutnya, dia menyimpan barang haram itu di kulkas agar tak mudah diketahui. Usai itu, polisi pun membawa ke Polres Jakarta Selatan guna pendalaman dan pengembangan lebih lanjut. (Baca: Aktor Muda Jefri Nichol Dicokok Polisi Diduga Terkait Narkoba)

“Saat ini masib kami kembangkan sudah berapa lama dia menggunakan ganja itu, pengakuannya baru-baru ini dia menggunakan itu,” katanya.

(ysw)

Bertemu Surya Paloh, Anies: Kita Berdiskusi Perkembangan Jakarta

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mendatangi Kantor DPP Partai NasDem di Jalan RP Suroso, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019) siang. Foto: SINDOnews/Okto Rizki Alpino

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mendatangi Kantor DPP Partai NasDem di Jalan RP Suroso, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019) siang. Dalam kunjungannya itu Anies bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

Berdasarkan pantauan SINDOnews, jamuan makan siang di kantor DPP NasDem berakhir pukul 14.15 WIB. Usai santap siang, Surya Paloh dan Anies menyapa awak media yang sudah menunggu keduanya di loby kantor DPP NasDem.

Menurut Anies, dalam pertemuan itu mereka hanya berdiskusi mengenai perkembangan Jakarta. Anies pun mengaku mendapat banyak hikmah dari pertemuan dengan Surya Paloh itu.

Baca Juga:

“Alhamdulillah, bang Surya ini seorang senior yang memiliki pengalaman yang luar biasa. Jadi setiap ngobrol dengan beliau pasti banyak hikmah. Saya merasakan banyak manfaat setiap ngobrol dengan bang Surya,” ujar Anies kepada wartawan.

Anies berharap pertemuan ini menjadi dukungan tersendiri dari Partai NasDem dalam menjalankan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta. (Baca juga: Tiba di DPP Nasdem, Anies Sebut Hormati Undangan Tokoh Nasional)

Sementara itu, Surya Paloh mengatakan, kedatangan Anies hari ini ke kantor DPP NasDem merupakan kunjungan tamu khusus. Tapi bukan undangan sebagai pribadi, melainkan representasi dari keluarga besar NasDem. “Pak Anies Baswedan rumahnya dan berangkatnya memang dari sini,” ujar Surya.

Diketahui, hubungan Anies dan Surya Paloh sudah berlangsung cukup lama. Bahkan sebelum terjun ke dunia politik, Anies pernah marasakan duduk di manajemen perusahaan media milik Surya Paloh.

(thm)

Klaim Penguasa Wilayah, Staf Kelurahan Pungli Warga yang Bangun Pagar

loading…

Seorang staf pegawai Kelurahan Cirendeu, menghentikan paksa pengerjaan pembangunan pagar rumah milik salah satu warga di Situ Gintung, Ciputat Timur, Tangsel. Foto: Hambali

TANGERANG SELATAN – Seorang staf pegawai Kelurahan Cirendeu, menghentikan paksa pengerjaan pembangunan pagar rumah milik salah satu warga di Situ Gintung, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel). Oknum pegawai kelurahan itu diketahui bernama Sadenny alias Denny yang mengaku sebagai “penguasa wilayah”.

Denny meminta seluruh pekerjaan harus distop sampai ada setoran uang koordinasi yang disebutkan berjumlah antara Rp1,5 hingga Rp2 juta. Alasannya, dia adalah penguasa lahan di wilayah itu.

Kepada Okezone, Denny mengaku siapapun yang melintasi jalan milik bosnya itu, harus siap bayar. Dia sesumbar bahwa seluruh wilayah seluas 3,3 hektare di dekat Situ Gintung adalah lahan yang dikuasainya.

Baca Juga:

“Boleh tanya ke semua warga di sana, itu semua tanah punya bos saya, 3,3 hektare. Jadi bukan jalan umum, wajar dong saya minta uang koordinasi. Seratus juta juga sah-sah saja. Kecuali lewat jalan lain, silakan,” tandasnya ditemui di kantor Kelurahan Cirendeu, Ciputat Timur, Rabu (24/7/2019).

Tanpa merasa bersalah karena terang-terangan mengutip pungli itu, Denny juga mengaku orang dekat Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany. Sehingga mengetahui betul duduk persoalan semua lahan yang ada di wilayah Situ Gintung, Cirendeu.

“Saya ini tim hukumnya dari Ibu Airin. Ini semua pembangunan yang amanin kan saya di Cirendeu, biar kondusif,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Cirendeu Win Fadlianta tak bisa berbuat banyak melihat aksi pegawainya itu. Dia hanya menyampaikan bahwa soal pungli yang diminta oleh Deny kepada salah satu warga, hanya imbas dari perseteruan internal keluarga.

“Itu sebenarnya, informasi yang saya dapat, masalah internal keluarga, saya enggak bisa ikut campur. Tapi kalau ada permintaan sejumlah uang (pungli), saya kira itu tanggung jawab pribadi, bukan sebagai petugas kelurahan. Di sini kan banyak yang pegawai asalnya dari jawara kampung segala macem,” tukasnya.

(thm)

Polisi Sebut Pemasok Narkoba ke Nunung Diciduk dari Lapas Bogor

loading…

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto/Ari Sandita Murti/SINDOnews

JAKARTA – Pemasok narkoba jenis sabu ke komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung Srimulat di Bogor, Jawa Barat. Pemasok narkoba ke Nunung itu berinisial E yang diamankan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bogor.

“Sudah ditangkap (E) yah di Bogor, Jawa Barat,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan, Rabu (24/702019)

Menurutnya, E merupakan pemasok narkoba kepada Hery yang sudah ditangkap lebih dahulu. Adapun Hery merupakan orang yang menjual dan memberikan barang haram itu ke Nunung di kediamannya Tebet, Jakarta Selatan.

Baca Juga:

“Adapun E merupakan penghuni Lapas Narkotik di Lapas Bogor,” tuturnya.

Dia menambahkan, polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut dan pengembangan apakah masih ada orang lainnya yang terlibat dalam kasus tersebut. Khususnya, terkait kemungkinan E terlibat dalam suatu jaringan.

(mhd)

Irigasi Tak Sempurna, Taman Vertikal Tugu Tani Mulai Rusak

loading…

Dua orang pekerja tengah menggali lubang di lokasi bekas taman kecil di Jalan Menteng Raya, kawasan Tugu Tani, Jakarta. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Kondisi Taman Vertikal Tugu Tani yang belum lama direvitalisasi kini mulai rusak. Tanaman hias yang ditanam secara vertikal itu terlihat tidak terawat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian besar tanaman di taman vertikal ini mati mengering karena sistem pengairan yang tidak terpasang sempurna. Akibat tidak sempurnanya sistem irigasi, sebagian karpet yang menjadi media tanam nampak kusam dan dipenuhi lumut.

Kini, kondisi taman yang menutupi jejeran ruko di Simpang Jalan Menteng Raya hingga Simpang Tugu Tani ini tidak lagi indah dipandang. Sebaliknya justru menambah kusam Ibu Kota.

Baca Juga:

Toro (52) pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menilai, kondisi taman vertikal yang tak terurus ini membuat wajah kawasan Tugu Tani menjadi kumuh. Terlebih, kawasan tersebut merupakan salah satu ikon Jakarta yang seharusnya mendapatkan perhatian khusus Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Sayang sebenarnya kalau kondisinya tidak terawat kayak begini. Harusnya cepat perbaiki pengairannya supaya enggak rusak,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (23/7/2019).

Hal serupa juga diutarakan Suryadi (49), pemilik warung kelontong di sekitar taman vertikal Tugu Tani. Menurutnya, taman ini harus segera diperbaiki. Terlebih, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tengah menata ulang jalur pendestrian di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

“Kalau bisa secepatnya dibenerin. Soalnya kan trotoar di Cikini lagi dibangun. Masa iya kalau di sana sudah cakep, di sini justru jelek. Apalagi ini kan jaraknya dekat,” keluhnya

Buruknya kondisi Taman Vertikal Tugu Tani mendapat sorotan Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Yoga. Dia mendesak dinas terkait segera memperbaiki taman tersebut dengan membuat sistem penyiraman otomatis.

“Selama musim kemarau ini, sistem pemeliharaan taman harus dilakukan dengan lebih baik. Salah satunya menggunakan sistem penyiraman otomatis. Sehingga waktu penyiraman terjaga,” katanya.

Menurut Nirwono, kerusakan sistem pengairan dapat mempengaruhi kondisi taman. Hal inilah yang terjadi di Taman Vertikal Tugu Tani yang menyebabkan tanaman tidak tumbuh seragam.

“Kalau sistem penyiramannya tidak diperiksa berkala, tanaman justru rusak dan mati,” imbuhnya. (Baca juga: Hijaukan Jakarta, Dinas KPKP DKI Galakkan Urban Farming)

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Pertamanan Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Fajar menyampaikan, Taman Vertikal Tugu Tani akan diubah sesuai tema HUT Kota Jakarta tahun ini yakni Wajah Baru Jakarta.

“Ada rencana penataan. Kami sedang desain untuk Wajah Baru Jakarta. Tapi sementara kami lagi konsen untuk persiapan HUT Kemerdekaan,” ucapnya.

Terkait keringnya tanaman di Taman Tugu Tani, Fajar mengaku telah melakukan antisipasi dengan menyiram tanaman secara manual. “Kita siram manual menggunakan mesin alkon atau selang air yang ada kran,” tandasnya.

(mhd)

Tiba di DPP Nasdem, Anies Sebut Hormati Undangan Tokoh Nasional

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tiba di Kantor DPP Partai Nasdem. Foto/Okto Rizki Alpino/SINDOnews

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tiba di Kantor DPP Partai Nasdem, Jalan RP Suroso, No 42, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019) pukul 11.50 WIB. Kedatangan Anies untuk memenuhi undangan makan siang Ketua Umum Partai Nasdem Suya Paloh.

Berdasararkan pantauan, Anies mengenakan baju dinas berwarna putih serta celana panjang biru dongker. Setelah tiba di DPP Nasdem,Anies bergegas masuk ke dalam gedung untuk bertemu Surya Paloh.

Anies Baswedan mengatakan, kedatangannya untuk makan siang sesuai undangan dari Surya Paloh. Saat pertemuan, kata dia, pihaknya akan membahas soal Ibu Kota Jakarta.

Baca Juga:

“Makan siang aja, kalau saya akan ngobrolin Jakarta,” ujar Anies di Balai Kota sebelum menuju kantor DPP Partai Nasdem, Rabu (24/7/2019).

Anies menjelaskan, kedatangannya hanya untuk memenuhi undangan dari Surya Paloh. Dia juga menyatakan tidak ada persiapan khusus.

“Beliau (Surya) senior, tokoh nasional, jadi saya menghormati undangannya,” ujar Anies. (Baca juga: Siang Ini Anies Baswedan Akan Sambangi DPP Partai Nasdem)

Sementara itu, Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate menyatakan pertemuan Anies dan Surya sebagai reuni. Karena Anies salah satu deklarator Ormas Nasdem.

Pertemuan itu juga untuk mengawali kepengurusan DPRD DKI Jakarta yang baru. Pada Pileg 2019, Nasdem berhasil mendapatkan tujuh kursi dari sebelumnya lima kursi.

“DKI sebagai Ibu Kota negara menjadi etalase terdepan bangsa Indonesia karenanya komunikasi dengan pemerintah DKI harus terbangun dan terjaga dengan baik,” ungkap Johnny.

(mhd)

Spesialis Pencuri Spion Mobil di Tanah Abang Dibekuk

loading…

JAKARTA – Komplotan pencuri spion mobil di Tanah Abang, Jakarta Pusat, diamankan massa. AK (29), SA (20) dan AR (20) kemudian diserahkan ke polisi setelah tertangkap tangan melakukan pencurian spion mobil di wilayah Tanah Abang.

Kapolsek Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono mengatakan, peristiwa terjadi saat korban, Wawan UH (41) tengah mengendarai mobilnya, Toyota Harier di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saat itu situasi jalanan tengah macet, mendadak ada tiga orang tak dikenal mendatangi mobilnya.

“Saat itu, tiga pelaku datang dan dua pelaku langsung mematahkan spion mobil korban dan kabur,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (24/7/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, pelaku memiliki perannya masing-masing saat beraksi, SA berperan langsung mematahkan spion mobil korbannya di sebelah kiri. Lalu, tersangka AK menahan pintu mobil korban dan menerima kaca spion yang dipatahkan SA.

“Sedang AR mematahkan kaca spion mobil sebelah kanan lalu kabur,” ujarnya. (Baca juga: Beraksi di Duren Sawit, Pencuri Spion Mobil Dibekuk Warga)

Sadar jadi korban pencurian, kata dia, korban pun mengejar pelaku sambil berteriak maling. Warga yang akhirnya berkerumun lantas membantu korban hingga pelaku berhasil diciduk dan diserahkan ke polisi.

Atas perbuatanya, tambahnya, ketiga tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. “Pelaku mengaku sudah 3 kali melakukan aksinya di wilayah Tanah Abang,” katanya.

(mhd)

Parkir di Jalan Budi Mulia Pademangan, 14 Mobil Ludes Terbakar

loading…

Sebanyak 14 mobil dan pangkalan bambu serta triplek ludes terbakar di Jalan Budi Mulia Utara RT.006/012 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (24/7/2019). Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Sebanyak 14 mobil dan pangkalan bambu serta triplek ludes terbakar di Jalan Budi Mulia Utara RT.006/012 (titik kenal depan Hailai) Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakut Satriadi Gunawan menjelaskan persitiwa nahas itu terjadi sekira pukul 05.25 WIB, Rabu (24/7/2019) pagi.

“Kita terima laporan dari warga adanya kebakaran. Anggota tiba di TKP 05.30,” kata Satriadi saat dihubungi SINDOnews, Rabu (24/72019).

Baca Juga:

Ia menambahkan, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting arus listrik dari salah satu mobil yang terparkir.

Dalam proses pemadaman, anggota mengalami kesulitan lantaran unit pemadam terjebak macet dari arah Tanjung Priok.

“Ada 17 unit mobil pemadam yang kita kerahkan dengan 90 orang personel. Pemadaman Selesai sekitar pukul 07.27 WIB adapun luas area yang terbakar 375 meter persegi,” tambahnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. “Kurang lebih Rp1 miliar ya kerugiannya,” tutupnya.

(ysw)

Pengolahan Semen di Jakarta Pusat untuk Percepat Proyek Pemerintah

loading…

Sejumlah proyek infrastruktur di Jakarta memaksa batching plant atau pengolahan semen berada di tengah pemukiman warga. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Sejumlah proyek infrastruktur di Jakarta memaksa batching plant atau pengolahan semen berada di tengah pemukiman warga. Batching plant harus mendekati pengerjaan proyek agar cepat dan tidak menurunkan kualitas.

Seperti yang terjadi di Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Batching plant yang berdiri di lahan seluas 4.000 meter persegi dekat dengan pemukiman warga itu akan digunakan untuk proyek strategis pemerintah pusat dan DKI Jakarta, seperti pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) fase II Bundaran HI-Kota dan revitalisasi Masjid Istiqlal serta renovasi Rumah Susun (Rusun) Paspampres Tanah Abang, Jakarta Pusat, LRT Jabodebek Fase 2 Rasuna Said-Dukuh Atas, proyek enam ruas Tol Dalam Kota Semanan-Grogol dan Grogol-Kelapa Gading pada Januari 2020.

Batching plant selalu ada di sekitar proyek. Kalau jauh dari proyek, kualitas sudah tidak bagus. Selain itu untuk mempercepat pembangunan. Jadi keberadaannya pasti mendekati proyek,” kata Manager Regional Jakarta Pusat PT Adhimix Precast Indonesia, Juli Kurniawan di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Baca Juga:

Juli mengakui adanya keluhan warga sekitar akan keberadaan pengolahan semen. Untuk itu, selain mengurus izin, pihaknya juga tengah mensosialisasikan dan membantu warga berupa fasilitas sosial dan fasilitas umum. Menurutnya, sosialisasi dilakukan untuk menganulir kekhawatiran warga sekaligus rencana program sosial yang akan diberikan kepada masyarakat. Program tersebut meliputi perbaikan jalan permukiman, renovasi musala hingga penyediaan ambulans.

Pengolahan semen itu sendiri, lanjut Juli, berdasarkan sertifikasi terbaru yang ramah lingkungan. Sebab, pemcampuran beton dilakukan dalam instalasi tertutup sehingga tidak menghasilkan debu seperti yang sebelumnya dikhawatirkan oleh masyarakat.

Begitu juga dengan instalasi usai pengemasan beton cair ke dalam truk pengasuh. Guna menghilangkan debu ataupun beton yang menempel pada bodi dan roda, pihaknya menyemprot kendaraan sebelum keluar area batching plant.

“Lewat tahapan tersebut, truk dipastikan bersih ketika meninggalkan area batching plant. Karena kita mengerti betul lokasi berada di antara pemukiman warga, sehingga truk dipastikan bersih sebelum pengantaran,” tandasnya.

(mhd)

Anies Baswedan ‘Diserang’ Buzzer, Pengamat: Ada yang Mengarahkan

loading…

JAKARTA – Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menjelaskan bahaya buzzer politik yang dapat merugikan seseorang.Ia menyontohkan, tim Jokowi meminta kubu oposisi membubarkan buzzer. Karena pihak 01 mengaku telah menghentikan para buzzer.
“Karena itu tadi buzzer dianggap merongrong, merusak citra dan menyerang dan membuhuh karakter personal seseorang secara membabi buta, menyebarkan fitnah dan sebagainya,” urai Pangi ketika dihubungi SINDOnews, Rabu (24/7/2019).

Pangi melanjutkan, dalam bekerja buzzer ada yang mengarahkan, tergantung permintaan ‘sang tuan’. Cara kerjanya kan terstruktur, kolektif, dan bahkan mesin buzzer yang ampuh pakai tokoh icon berpengaruh untuk menyerang dan downgrade figur yang bakal dirusak citranya.

Tak hanya dianggap mampu mendowngrade citra seseorang, buzzer pun dapat ‘menyulap’ seorang yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa. (Baca: Semakin Berprestasi, Ada ‘Operasi Serangan’ di Medsos ke Anies Baswedan)

Baca Juga:

“Atau sebaliknya bekerja dengan agenda membangun pencitraan sehingga dianggap pemimpin pekerja keras, berhasil dan sukses memimpin. Padahal bisa jadi enggak bisa apa-apa dan gak punya prestasi apa-apa,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Anggota DPD asal DKI Jakarta Fahira Idris mengatakan, serangan terbuka terhadap Anies Baswedan di medsos lantaran rentetan penghargaan dan prestasi yang ditorehkan orang nomor satu di Jakarta itu. Bahkan, cacian dan fitnahan juga kerap menyerang Anies.

Menurut Fahira, intensitas serangan terhadap Anies biasanya meningkat di saat-saat Gubernur DKI Jakarta ini membuat terobosan baru atau saat Pemprov mendapat prestasi atau capaian.

“Amatan saya, semakin sering Pemprov DKI membuat terobosan atau mendapat apresiasi, serangan akan semakin intensif,” tukas Fahira di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

(ysw)

Serangan Terhadap Anies Sengaja Dilakukan Buzzer Bayaran

loading…

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Serangan yang belakangan ini ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di media sosial (medsos) dilakukan secara sengaja. Karena, penyerangan dilakukan oleh buzzer-buzzer bayaran.

Hal itu disampaikan oleh Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago. Kata dia, hal itu sengaja dilakukan untuk tujuan tertentu.

“Saya melihat ada dugaan ini rekayasa permainan buzzer bayaran yang dirancang sengaja men-downgrade Anies Baswedan,” kata Pangi saat dihubungi SINDOnews, Rabu (24/7/2019).

Baca Juga:

Pangi menambahkan, berkat tangan dingin buzzer bayaran ini orang bisa menjadi super hero, jadi malaikat atau sebaliknya. Karena, tambahnya, buzzer itu sesuai dengan permintaan.

“Cara kerja buzzer kan sesuai dengan agenda seting apakah downgrade atau upgrade ‘rekayasa pencitraan’ sehingga dianggap berhasil dan sukses tergantung desainnya bisa menjadi figur sederhana, merakyat, pekerja keras dan sebagainya,” kata Pangi.

Jahatnya buzzer, lanjutnya, dapat membunuh karakter seseorang. Karena, katanya, buzzer tidak akan melihat sisi baik orang tersebut.

“Bahkan buzzer juga bisa menyerang dan membunuh karakter sehingga apapun yang dilakukan tidak ada baiknya dan dinggap yang punya prestasi seolah-olah tidak punya prestasi,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Anggota DPD asal DKI Jakarta Fahira Idris mengatakan, serangan terbuka terhadap Anies Baswedan di medsos lantaran rentetan penghargaan dan prestasi yang ditorehkan orang nomor satu di Jakarta itu. Bahkan, cacian dan fitnahan juga kerap menyerang Anies.

Menurut Fahira, intensitas serangan terhadap Anies biasanya meningkat di saat-saat Gubernur DKI Jakarta ini membuat terobosan baru atau saat Pemprov mendapat prestasi atau capaian.

“Amatan saya, semakin sering Pemprov DKI membuat terobosan atau mendapat apresiasi, serangan akan semakin intensif,” tukas Fahira di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin. (Baca juga: Semakin Berprestasi, Ada ‘Operasi Serangan’ di Medsos Terhadap Anies)

(mhd)

Siang Ini Anies Baswedan Akan Sambangi DPP Partai Nasdem

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Foto/Dok/SINDOphoto

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan rencananya akan bertandang ke kantor DPP Partai Nasdem di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/7/2019) siang ini. Kedatangan orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta ini untuk bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Naufal Firman Yursak. Kata dia, Anies Baswedan diundang ke DPPPartai Nasdem untuk makan siang bersama.

“Gubernur diundang makan siang oleh Pak Surya Paloh. Jadi Pak Surya yang mengundang,” kata Naufal saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/7/2019).

Baca Juga:

Pertemuan tersebut, rencana akan digelar sekitar pukul 11.00 WIB usai Gubernur Anies menghadiri agenda Silaturahmi dan Halal Bihalal Forum Komunikasi Lembaga Musyawarah Kelurahan (FKLMK) di Balai Kota DKI.

(mhd)

Pura-pura Beli, Komplotan Perampok Kuras Toko di Jaksel

loading…

JAKARTA – Polisi ringkus komplotan perampok yang bisa beraksi di toko wilayah Jakarta Selatan. Dalam aksinya itu, HN, SH dan AG kerap berpura-pura sebagai pembeli di toko yang akan dijadikan sasarannya.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar mengatakan, baru-bari ini pelaku beraksi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan dengan sasaran sebuah warung di pinggiran jalan. Pelaku menodong penjaga warung untuk menyerahkan semua barang berharganya.

“Modusnya berpura-pura beli di sebuah warung, lalu saat korban lengah para tersangka mengancam korbannya dan mengambil barang milik korban,” ujarnya pada wartawan, Rabu (24/7/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, sebelumnya pelaku juga melakukan aksi pencuriannya di sebuah toko di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Disitu, pelaku mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis arit dan mengambil paksa semua barang berharganya.

“Sasarannya acak, tapi biasanya di tempat yang dianggap sepi dan memungkinkan. Mereka biasanya beraksi malam hari,” katanya.

Akibat perbuatannya, para tersangka pun dikenakan Pasal 365 ayat (2) ke 1e dan 2e KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

(mhd)

Wagub DKI Tak Kunjung Terpilih, Peluang Gerindra Dinilai Masih Sangat Besar

loading…

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin menyoroti mengenai lambannya pemilihan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta di tingkat legislatif. Foto/SINDOphoto

JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin menyoroti mengenai lambannya pemilihan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga uno di tingkat legislatif Kota Jakarta.

Ujang mengatakan, sebelumnya kedua partai pengusung yakni PKS dan Gerindra yang telah menyepakati untuk mengusung dua Cawagub dari PKS, namun kesepakatan itu berubah setelah perolehan hasil Pilpres 2019, dimana kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

Paripurna Pemilihan Wagub DKI Sendiri sudah dijadwalkan Senin (22/7/2019) kemarin. Akan tetapi agenda ini batal digelar lantaran tata tertib (Tatib) pemilihan Wagub belum disahkan dalam rapat pimpinan gabungan (Rapimgab).

Baca Juga:

“Mereka sebagai partai pengusung diawal sepakat mengusung calon dari PKS, setelah pilpres, Gerindra sepertinya ingin kursi Wagub juga. Akhirnya alot, dan hari ini belum tuntas. Karena belum tuntas ini lah jadi mundur,” ujar Ujang saat dihubungi SINDOnews, Selasa (23/7/2019).

Ujang menjabarkan, peluang Gerindra untuk mencalonkan ulang nama Cawagub masih sangat besar. Karena dalam dunia politik semua yang sudah disepakati bisa berubah dengan cepat.

“Selama belum ada pelantikan Wagub baru, Gerindra masih berkesempatan merebut kursi DKI 2 yang tinggal selangkah lagi direngkuh PKS ini. Ya itu politik, apapun bisa terjadi. Selama belum ada pelantikan, maka kemungkinan calon wagub berubah ini sangat besar,” tuturnya.

Persoalan berikutnya yang juga dinilai menghambat pemilihan Wagub baru ini yakni kurangnya komunikasi antara kedua partai pengusung dengan 106 anggota DPRD DKI. Menurut Ujang, anggota Parlemen Kebon Sirih menginginkan Wagub yang setidaknya bisa merealisasikan seluruh keinginan konstituen mereka.

“Artinya kedua calon yang diusung PKS tersebut apakah mampu merealisasikan aspirasi yang diinginkan oleh konsituen dari 106 anggota DPRD yang ada sekarang. Karena bagi mereka penting, kalau enggak ada ya buat apa. Nah itu yang sebenarnya poin itu saja yang harus diselesaikan,” ucapnya.

(kri)

Bamus Betawi Dukung Gus Miftah Ceramah di Tempat Hiburan Malam

loading…

JAKARTA – Badan Musyawarah (Bamus) Betawi siap mendukung rencana Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah untuk melakukan ceramah di tempat hiburan malam yang ada di Jakarta. Bahkan, sebelumnya Gus Miftah juga telah meminta izin kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melakukan hal tersebut.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Bamus Betawi H Abraham Lunggana alias Haji Lulung. Dia setuju atas rencana dari Gus Miftah yang ingin memberikan ceramah di tempat hiburan malam di Jakarta.

“Minimal satu minggu sekali, tiap klub-klub malam minimal nih minimal. Untuk melakukan bimbingan rohani,” ujar Haji Lulung saat dihubungi SINDOnews, Rabu (23/7/2019). (Baca juga: Dibimbing Gus Miftah, Deddy Corbuzier Resmi Memeluk Agama Islam)

Baca Juga:

Haji Lulung menuturkan, kegiatan seperti apa yang Gus Miftah hendak lakukan sejatinya diperlukan oleh warga Jakarta yang memiliki aktivitas super padat. Karena, kata dia, ibadah juga merupakan kebutuhan rohani.

“Kalau ada bimbingan rohani paling kagak dia ada yang mengingatkan lah, bahwa dia juga punya kewajiban sebagai umat beragama dan wajib menjalankan ibadahnya,” tutur politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Dia juga berharap, dengan adanya ceramah dari Gus Miftah akan mengubah pola pikir pengunjung tempat hiburan malam. Karena, kata dia, apa yang dilakukan Gus Miftah merupakan hal yang positif.

“Kegiatan itu artinya positif dengan melakukan bimbingan rohani, barang kali kesentuh hatinya supaya cepat sadar dan cepat dapat hidayah,” imbuhnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini juga meminta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung kegiatan tersebut agar tidak terjadi sesuatu yang dapat merusak niat baik itu. Karena ini merupakan hal yang baik, kata dia, sudah sepantasnya juga mendapatkan dukungan positif dari pemerintah daerah (Pemda).

“Saling menjaga lah, kan ini hal yang positif. Memberikan siraman rohani, ada orang datang memberikan penerangan kan subhanallah,” tandasnya. (Baca juga: Mau Ceramah di Kelab Malam, Gus Miftah Minta Izin ke Anies Baswedan)

(mhd)

Soroti Keberadaan Gedung Tinggi, Walhi Minta Pemprov DKI Kaji Ulang IMB

loading…

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengkaji ulang IMB yang ada di Ibu Kota. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengkaji ulang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang ada di Ibu Kota.Direktur Eksekutif Walhi Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi menyoroti keberadaan gedung-gedung tinggi di Jakarta yang kian masif.

“Jika pembangunan terus dilakukan maka akan merusak kualitas tanah di Jakarta. Sebab selain mendirikan bangunan, gedung-gedung perkantoran juga menggunakan air tanah,” ujar Tubagus Soleh Ahmadi saat dihubungi SINDOnews, Selasa (23/7/2019).

Selain menyoroti keberadaan gedung-gedung tinggi di Jakarta, dia juga mengimbau Pemprov DKI untuk segera melakukan penataan kawasan resapan air yang dinilai sangat minim.

Baca Juga:

“Kita tahu bahwa Jakarta saat ini kan sangat minim sekali terhadap ruang terbuka hijau. Nah wilayah-wikalah yang berdekatan dengan penurunan muka tanah secara besar itu harus menjadi skala prioritas,” imbuhnya.

(kri)

Pemprov DKI Larang Panitia Kurban Gunakan Kantong Plastik Sekali Pakai

loading…

Aktivis lingkungan melakukan aksi Tolak Plastik Sekali Pakai di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Foto/SINDOphoto/Eko Purwanto

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sedang gencar mengkampanyekan program larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta meminta panitia Idul Adha untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai dalam memberikan daging hasil potongan.

Apalagi menggunakan kantong plastik kresek hitam pada saat membagikan daging kurban. Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Andono Warih meminta agar panitia menyiapkan wadah ramah lingkungan.

“Kami imbau agar panitia kurban menggunakan wadah seperti daun pisang, daun talas, besek bambu, besek daun kelapa, besek daun pandan atau bahan ramah lingkungan lainnya yang mudah dijumpai di Jakarta,” ujar Andono Warih, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:

Dia menjelaskan bahwa kantong plastik merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alamiah. Apalagi kantong plastik kresek hitam yang merupakan hasil dari proses daur ulang plastik bekas pakai yang mengandung zat karsinogen dan berbahaya bagi kesehatan.

Ajakan untuk tidak memakai kantong plastik hitam sejatinya telah lama di dengungkan pemerintah. Pada tahun 2009, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis peringatan publik tentang bahaya dari penggunaan kantong plastik hitam.

Andono berharap Idul Adha tahun ini menjadi bagian dari kampanye ramah lingkungan untuk menekan penggunaan kantong plastik di masyarakat.

“Idul Adha masih beberapa minggu, dan masih ada waktu yang cukup bagi panitia untuk mempersiapkannya dengan baik. Agar lebih thayib ibadah kurbannya,” tuturnya.

(kri)

Rebut Senjata Petugas, Bandar Sabu Lintas Provinsi Dilumpuhkan

loading…

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi terpaksa melumpuhkan seorang pengedar narkoba jenis sabu di Jalan Tarumajaya Raya, Desa Pantaimakmur, Bekasi. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

BEKASI – Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi terpaksa melumpuhkan seorang pengedar narkoba jenis sabu di Jalan Tarumajaya Raya, Desa Pantaimakmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Tersangka TTG (35), dilumpuhkan dibagian betis kiri lantaran berusaha mengambil pistol petugas saat pengembangan.

Selain tersangka TTG, kata dia, petugas mengamankan dua tersangka lainya yakni AM (40) dan STM (35). ”Dari tangan para tersangka kami berhasil amankan sabu seberat 101 gram siap edar dari wilayah Bekasi dan Jakarta,” ujar Kasat Narkoba Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, AKBP Arlon Sitinjak kepada wartawan, Selasa (24/7/2019).

Menurutnya, ketiganya merupakan jaringan pengedar sabu lintas Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Penangkapan bermula dari informasi masyarakat bahwa di wilayah Kecamatan Tambun Selatan sering terjadi transaksi narkoba. Dari informasi itu, petugas kemudian melakukan observasi pengamatan di lokasi tersebut.

Baca Juga:

Di lokasi itu, kata dia, petugas mengamankan tersangka AM. Polisi menemukan barang bukti sabu seberat 0,50 gram dari tangan AM yang saat itu bersama rekannya, STM. Setelah dilakukan pengembangan, kedua tersangka mendapat sabu dari bandar berinisial TTG. Kemudian, kedua tersangka diminta untuk menunjukan tersangka TTG.

Tak lama berselang, ‎TTG dibekuk di wilayah Kecamatan Tarumajaya dengan barang bukti 1 gram sabu siap edar. Setelah diinterogasi, tersangka TTG masih menyimpan narkoba jenis sabu lainnya. Awalnya, tersangka tidak mengakui memiliki narkoba yang disimpan di Apartemen Medi‎terania, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dari lokasi Apartemen Mediterania ini, petugas mengamankan sabu seberat 100 gram kepunyaan TTG. Bahkan, disaat akan dibawa petugas, tersangka TTG berusaha merebut senjata api milik petugas. Karena membahayakan, akhirnya petugas melumpuhkan tersangka dengan timah panas di bagian betis kiri.

Kasubbag Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, AKP Sunardi menambahkan saat ini petugas tengah memburu pemasok besar barang haram tersebut kepada TTG. Sebab, tersangka TTG sudah lama mengedarkan barang haram tersebut di DKI Jakarta maupun di berbagai daerah wilayah Jawa Barat.

”Kita masih terus kembangkan kasus ini dan kita segera mengungkap jaringan mereka,” katanya.

Dengan mengamankan 101 gram sabu dari peredaran, pihaknya dapat menyelamatkan sekitar 3.000 orang terbebas dari jeratan narkoba. Apalagi, kasus penyalahgunaan ini sangat rawan terjadi wilayah hukum Bekasi.

Sementara tersangka TTG mengaku sering mengedarkan sabu di wilayah Jakarta khusunya wilayah Jakarta Utara dan Jawa Barat. Menurutnya, dia ikut dalam jaringan tersebut sudah dua tahun. ”Baru dua tahun (jadi pengedar sabu),” kata TTG yang bekerja sebagai sopir pribadi kepada wartawan.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009‎ tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal hukuman mati. Kini, ketiganya meringkuk di Mapolresto Bekasi Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

(kri)

Hari Anak Nasional, LPAI Dukung Kebijakan RPTRA Pemprov DKI

loading…

JAKARTA – Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mendukung kebijakan Pemprov DKI mengenai Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang dibangun di Ibu Kota. RPTRA dinilai mampu memberikan manfaat bagi anak-anak, baik secara motorik dan pskomotorik.

“Seberapa jauh itu (RPTRA) bisa dimanfaatkan betul-betul oleh masyarakat dengan cara yang cuma- cuma,” ujar Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi atau biasa disapa Kak Seto saat dihubungi SINDOnews, Selasa (23/7/2019).

Kak Seto mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta merekrut relawan untuk menjaga anak-anak saat bermain di RPTRA. “Jadi akan lebih bagus apabila RPRTA ini juga dilengkapi dengan relawan yang mengasuh anak agar bergembira,” imbuhnya.

Baca Juga:

Kak Seto mengatakan, relawan bisa direkrut dari kelompok karang taruna di setiap wilayah atau dari kelompok mahasiswa.” Harus melibatkan relawan dari Karang Taruna, dari mahasiswa, dan sebagainya,” pungkasnya.

(thm)

Polisi Ciduk Pencuri Jalanan Spesialis saat Korban Tertidur

loading…

JAKARTA – Polisi meringkus dua pelaku pencurian sepeda motor dan handphone berinisial RN (28) dan EG (25) yang kerap melakukan aksinya di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Saat ini polisi tengah memburu penadah barang curian itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kedua pelaku itu ditangkap di kontrakannya di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Guna mengelabuhi petugas, RN nyambi sebagai pegawai di sebuah koperasi. Sedangkan EG nyambi sebagai juru parkir liar di kawasan Jakarta Pusat.

“Perannya, RN sebagai eksekutor dan EG sebagai Joki. Dan EG ini selalu membawa celurit setiap beraksi untuk jaga-jaga bila aksinya diketahui,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:

Sejauh ini baru diketahui pelaku sudah beraksi dua kali, yakni di kawasan Cipayung pada bulan Mei 2019 lalu. Adapun korbannya seorang satpam perumahan berinisial S, dimana sepeda motor miliknya dicuri pelaku.

“Di Cipayung itu korban sedang tertidur dan kunci motornya di atas meja. Pelaku lihat korban tidur dan ambil kunci motornya lalu dibawa kabur motornya,” tuturnya.

Terbaru, pelaku mencuri handphone milik seorang sopir taksi berinisial H, dimana korban saat itu tengah tidur di mobilnya di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. “Sasarannya orang yang tertidur atau lengah dan kondisinya sepi, seperti sopir taksi yang ketiduran lalu diambil handphonenya,” katanya.

Barang hasil curian itu dijual ke penadah yang tengah dicari tahu oleh polisi. Atas perbuatannya, kedua pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan (Curat) dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

(thm)

Kemenkes Rekomendasikan Empat Rumah Sakit di Tangsel Turun Kelas

loading…

RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel) direkomendasikan turun kelas dari tipe C ke D oleh Kementerian Kesehatan. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) direkomendasikan turun kelas dari tipe C ke D oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Rekomendasi turun kelas itu dikarenakan masalah pelaporan yang disampaikan pihak RS ke Kemenkes.

“Ada kekurangan laporan aplikasi sarana dan prasarana alat kesehatan (Aspak) atau sumber daya manusia (SDM ) dari laporan yang telah disampaikan,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Deden Deni, Rabu (23/7/2019).

Selain RSU Tangsel, masih ada tiga RS lain yang mendapat rekomendasi turun kelas. Ketiganya yakni RSU Insan Permata, RSIA Vitalaya, dan Rumah Indonesia Sehat (RIS).

Baca Juga:

“Tiga rumah sakit yang direkomendasikan turun kelas itu berkaitan dengan pelayanan BPJS Kesehatan. RSU Tangsel dan dua RS swasta direkomendasikan turun dari tipe C ke D, sedangkan lRS Ibu dan Anak Vitalaya tetap C,” ungkapnya.

Deden mengaku sudah memanggil tiga managemen RS yang direkomendasikan turun kelas itu. Dari penjelasan pihak rumah sakit, diketahui bahwa rekomendasi itu turun diduga akibat laporan yang tidak utuh.

“Tetapi pengakuannya, mereka ini mungkin terkendala apakah laporan itu belum sepenuhnya sampai atau belum diterima Kemenkes, karena laporan online,” jelasnya.

Kemenkes pun memberikan tenggat waktu kepada seluruh RS yang direkomendasikan turun kelas, untuk mengoreksi rekomendasi tersebut paling lambat 35 hari ke depan.

“Mungkin nanti akan disinkronkan di 35 hari ke depan. Kami bersama tiga managemen RS, Persi (Perhimpunan RS Indonesia) dan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, akan menindaklanjuti rekomendasi itu,” paparnya.

Menurut Deden, tahap Sumber Daya Manusia (SDM) dan Aplikasi Sarana dan Prasarana Alat Kesehatan (Aspak) di seluruh rumah sakit turun kelas itu telah sesuai aturan.

“Keberatan kami memiliki alasan kuat yang diperkuat dengan dokumen-dokumen yang kami miliki, dokumen yang disampaikan SDM dan Aspak sesuai standar Permenkes Nomor 56/2014,” ucap Deden.

Masalah ini, katanya, terjadi di semua rumah sakit di Indonesia. Totalnya ada sekitar 614 rumah sakit yang telah direkomendasikan turun kelas atau tipe oleh pihak Kemenkes.

Sementara itu, Plt Dirut RSU Tangsel Allin Mahdaniar mengaku keberatan dengan rekomendasi itu dan akan mengajukan keberatan ke Kemenkes.

“Kita akan berupaya ke Kemenkes untuk mengklarifikasi ini didampingi oleh Dinkes Kota dan provinsi, serta Persi. Kami akan buat surat pernyataan keberatan, beserta data-data kelengkapannya,” terang Allin.

Diungkapkan Allin, banyak masyarakat yang mengaitkan penurunan tipe ini terkait dengan buruknya pelayanan di RSU Tangsel yang sering terjadi terhadap pasien BPJS.

Padahal, klaim Allin, pelayanan kesehatan di RSU Tangsel sudah sesuai dengan SOP. Penerapannya juga telah sesuai dengan yang diamanahkan dalam akreditasi peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

“RSU Tangsel telah dinilai oleh lembaga independen akreditasi RS yaitu Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan hasilnya terakreditasi paripurna per 26 Juli 2019, dan diverifikasi setiap tahun,” sebutnya.

Allin juga mengaku sistem rujukan BPJS di RSU Tangsel telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, yaitu RS Kelas C. Terutama dalam menerima rujukan dari faskes pertama dan merujuk ke RS yang setingkat.

“Penurunan kelas RSU Tangsel ini tidak adil, karena pihak rumah sakit sudah melakukan proses dan langkah-langkah yang sesuai ketentuan, dan peraturan berlaku,” tukasnya.

(thm)

Mal Pelayanan Publik 14 Instansi Segera Hadir di Kota Bogor

loading…

BOGOR – Pemkot Bogor melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) segera meluncurkan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Lantai Dasar Lippo Plaza Kebun Raya Bogor, Bogor Tengah. Keberadaan MPP ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses 145 jenis layanan yang ada di 14 instansi pemerintah.

Dengan MPP ini, selain sebagai salah satu bentuk inovasi program Bogor Berlari, khususnya di bidang pelayanan publik agar bisa lebih baik, juga diharapkan dapa menjadi wadah bagi seluruh instansi pelayanan publik yang ada dalam satu lokasi.

Kepala Bidang Izin Pemanfaatan Ruang DPMPTSP Kota Bogor Rudi Mashudi menjelaskan, MPP ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 23/2017.

Baca Juga:

“Kota Bogor akan menjadi daerah pertama di Jawa Barat yang akan mewujudkan MPP. Proses panjang sudah dilakukan oleh DPMPTSP dalam mewujudkan MPP tersebut. Sejak awal 2018, inisiasi sudah dilakukan dengan mengusulkan anggaran dalam APBD 2019,” ujarnya, Selasa (23/7/2019).

Pihaknya pada pertengahan tahun telah melakukan berbagai tahapan untuk merealisasikan pembangunan MPP ini, di antaranya dengan cara roadshow ke instansi-instansi pelayanan publik yang ada di Kota Bogor agar mendapat dukungan penuh dari para pimpinan instansi.

“Untuk mendukung MPP, Wali Kota Bogor Bima Arya sudah menandatangani komitmen penyelenggaraan MPP bersama Menteri PANRB pada 27 Maret 2019 lalu,” ujarnya.

Dari situ kemudian langsung ditindaklanjuti dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman dengan 14 instansi layanan publik di Kota Bogor untuk 145 jenis layanan.

“Oleh wali kota MPP ini diberi nama Graha Tiyasa yang artinya tempat serba bisa. Secara filosofi, nama tersebut diambil dari bahasa, Sansekerta Tiyasa, yang artinya Luar biasa. Tiyasa bisa juga dijadikan akronim administrasi dan pelayanan satu atap,” katanya.

Pihaknya berharap MPP ini bisa menjadi nafas baru bagi para karyawan yang bertugas di MPP dengan memberikan pelayanan, semangat dan memberikan kepuasan luar biasa kepada warga dalam mengurus kebutuhan administrasi dan lain sebagainya.

MPP dilengkapi dengan logo yang terdiri dari pilar-pilar yang melambangkan berbagai instansi yang tergabung dalam layanan publik. Kemudian kotak di bawah pilar yang melambangkan wadah atau ruang yang merangkul berbagai instansi dalam satu tempat.

Selain itu, terdapat tulisan MPP berwarna emas yang menyimbolkan semangat memberikan layanan terbaik. Rudi menyampaikan, tahapan pembangunan secara fisik sudah tuntas.

“Kami berharap awal Agustus sudah siap untuk operasional. Kami akan lakukan simulasi dan uji coba layanan terlebih dahulu. Bahkan rencananya MPP Kota Bogor ini akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada pertengahan Agustus 2019,” jelasnya.

(thm)

PN Jaksel Tolak Gugatan Kasus JIS Senilai Rp1,7 Trilian

loading…

JAKARTA – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menolak gugatan perdata senilai Rp1,7 triliun dari ibu MAK, terduga korban pelecehan seksual di JIS.

Majelis hakim telah mengeluarkan hasil putusan sela bahwa eksepsi (keberatan) dari pihak tergugat yang terdiri dari dua guru JIS, 5 petugas kebersihan, JIS, ISS, dan Kemendikbud telah diterima. Dengan demikian tuntutan kedua yang dilakukan si ibu untuk kasus yang sama tidak dilanjutkan di pengadilan.

“Dengan pertimbangan hukum, eksepsi dari tergugat 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 10 beralasan dan diterima. Dalam hal ini (majelis hakim) mengabulkan eksepsi kompetensi tergugat,” ujar Hakim Ketua Lenny Wati Mulasimadhi di PN Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:

Hakim Ketua Lenny pun meminta agar penggugat membayar biaya perkara sebesar Rp4.006.000. “Kami bersyukur atas hasil putusan sela oleh para majelis hakim pada hari ini. Dengan ini berarti keadilan telah ditegakkan. Memang sudah sepatutnya gugatan penggugat ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas dasar kompetensi absolut,” ujar kuasa hukum JIS, Bontor Tobing.

Kuasa hukum dua guru dan petugas kebersihan JIS, Richard Riwoe, juga bersyukur atas putusan sela yang diberikan para majelis hakim yang diketuai oleh Hakim Lenny Wati Mulasimadhi.

Menurut dia, dari awal kasus ini bergulir ada dugaan sarat dengan motif uang dan target utama adalah JIS. Padahal JIS tidak diberikan sanksi pidana, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga tidak diminta untuk menyita gedungnya.

“Ini kejanggalan hukumnya. Para mantan petugas kebersihan JIS sudah sangat menderita karena mesti mendekam di penjara bertahun-tahun untuk tuduhan kejahatan yang tidak pernah mereka lakukan karena semua terdakwa telah membantah tuduhan tersebut dalam persidangan. Bahkan salah satu dari petugas kebersihan meninggal di penjara akibat kasus ini,” kata Richard.

Sepanjang persidangan yang berlangsung sejak Oktober 2018 hingga terakhir kali dilaksanakan pada 11 Juli 2019 di PN Jakarta Selatan, ibu MAK melalui pengacaranya tidak dapat membuktikan bahwa setiap orang dan institusi yang dia tuduhkan tersebut melakukan kekerasan seksual terhadap anaknya. Sejak pengadilan berlangsung hingga akhir, sang ibu pun tidak pernah hadir.

Usai persidangan, kuasa hukum ibu MAK, Ibnu Setyo Hastomo, menyatakan belum tentu pihaknya menyatakan banding. “Tapi secara hukum kami kalau dibilang kecewa dengan putusan, enggak boleh juga karena ada azas yang mengatakan bahwa putusan hakim harus dinyatakan benar. Nanti kami akan pertimbangkan dulu positif negatifnya. Bisa jadi ajukan gugatan baru, bisa jadi ajukan banding, nanti klien saya yang menentukan. Kalau kami memproyeksikan secara hukum saja,” ucapnya.

(thm)

Korban Pembatalan Sertifikat Lahan, Pengusaha Asal Jakarta Melawan

loading…

JAKARTA – Salah satu penyebab terjadinya masalah pertanahan di Indonesia adalah tak adanya kepastian hukum. Kerap terjadi dalam kasus sengketa lahan, klaim atas bukti kepemilikan yang sah. Jika ini terjadi, biasanya salah satu pihak akan merasakan dirugikan.

Seperti yang menimpa terhadap salah satu korban bernama Karna Brata Lesmana. Pengusaha asal Jakarta ini mengaku menjadi korban dari perbuatan Christoforus Richard kala membeli lahan seluas 6 ha dengan nilai Rp30 miliar yang dibeli dari PT Mutiara Sulawesi pada tahun 2008. Belakangan lahan yang terletak di Desa Ungasan, Badung, Bali ini dibatalkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali. Padahal Karna sudah dinyatakan sebagai pemilik lahan yang sah.

“Pembatalan sertifikat di keluarkan BPN Bali. Padahal sertipikat tanah telah dibaliknamakan atas nama saya sendiri yakni Karna Brata Lesmana,” ujar Karna di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Usut punya usut teryata pembatalan itu diduga atas perintah Christoforus di tahun 2012. Karna memaparkan, pembatalan sertipikat tanah miliknya yang diminta Christoforus kala itu sempat tak dihiraukan oleh Kepala BPN Bali. Namun tindakan itu menyebabkan Kepala BPN Bali tersebut dimutasi ke tempat lain. Dari Kepala BPN Bali yang baru itulah akhirnya terbit pembatalan sertipikat atas nama Karna Brata Lesmana.

Pembatalan itu, lanjut Karna, atas dasar putusan Mahkaman Agung Nomor 3280 K/Pdt/2010 tanggal 21 April 2011. Padahal putusan tersebut bukan putusan condemnator alias tidak bisa dieksekusi. Apalagi peryataan itu sudah diperkuat surat dari Pengadilan Negeri Cibinong. “Makanya saya ingin tanah saya dikembalikan karena itu tanah saya yang saya beli,” tandas Karna yang didampingi Roni Pandiangan, SH, kuasa hukumnya.

Pada kesempatan Karna menyesalkan peryataan pengacara Christoforus, Yusril Ihza Mahendra yang menyatakan tidak ada korban atau pihak yang merasa dirugikan atas sangkaan Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP.

Menurut Karna, dirinya adalah salah satu pihak yang merasa dirugikan atas perbuatan Christoforus. Selain dirinya, PT Mutiara Sulawesi dan PT Knightbrigde Luxury Development ikut menjadi korban. “Jadi selain saya, ada pihak lain yang merasa dirugikan atas perbuatan Christoforus,” katanya.

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra kepada media menyatakan tidak ada unsur ‘merugikan pihak lain’ atas perbuatan Christoforus dalam persoalan sengketa lahan di Bali. Peryataan ini menanggapi putusan Mahkamah Agung yang memvonis Christoforus selama 3 tahun penjara karena dituduh melanggar Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP.

Atas kerugian yang dialaminya, Karna mengaku akan melakukan upaya hukum lainnya agar lahan agar persoalan lahan miliknya menjadi clear.

(thm)

Dirut Batavia Menang Praperadilan, Polda Metro Cari Bukti Lain

loading…

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Foto: SINDOnews/Dok

JAKARTA – Polda Metro Jaya akan mencari bukti lain terkait penetapan tersangka Direktur Utama Batavia Land Budi Santoso dalam kasus penipuan dan pemalsuan tanda tangan.

Sebelumnya, Budi Santoso mengajukan gugatan atas penetapan dirinya sebagai tersangka ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Majelis hakim akhirnya mengabulkan gugatan tersebut dan memerintahkan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengugurkan penetapan status tersangka tersebut.

“Tentu kita pelajari dulu putusannya, kita lihat bagaimana tulisannya (hasil) putusan itu. Ya tidak menutup kemungkinan kalau ada bukti lain,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfiormasi wartawan, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:

Sebelumnya dalam sidang praperadilan, Direskrimum Polda Metro Jaya dalam jawabanya mengatakan penetapan tersangka Budi Santoso telah didukung dua alat bukti yang sah. Dalam memutuskan tersangka telah dilakukan serangkaian tindakan untuk mencari dan menemukan dugaan tindak pidana pemalsuan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 378, Pasal 372, Pasal 375 dan atau Pasal 266 KUHP sehingga jelas dan terang dalam menentukan tersangka.

Sementara korban sekaligus pelapor, Devi Taurisa menilai putusan hakim tidak netral. Selain hanya menghadirkan satu saksi yang notabenenya merupakan menantu Budi Santoso, majelis hakim juga masuk dalam pokok perkara.“Hakim masuk dalam pokok perkara yang seyogyanya bukan ranah praperadilan. Kemudian hakim hanya mempertimbangkan dari sisi pemohon, mengabaikan fakta dan bukti-bukti dari termohon (Direskrimum Polda Metro Jaya) yang tidak sinkron dengan kesaksian tersebut,” urai Devi.
Dalam putusannya, hakim juga menyatakan bahwa kasus penipuan surat kuasa itu tidak terdapat kerugian materil. Nyatanya kata Devi perkara justru muncul dari surat kuasa yang dipalsukan untuk digunakan Budi Sansoto mendapatkan fasilitas kredit dari bank QNB untuk kepentingan enam perusahaanya dengan menjaminkan hotel MaxOne.

(thm)

Tunggak Pajak Rp1,2 Miliar, Showroom Bajaj di Tamansari Disegel

loading…

Sudin Badan Pajak dan Retribusi Jakarta Barat menyegel showroom Bajaj milik PT Intan Mobil yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Tamansari, Selasa (23/7/2019). Foto: SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Suku Dinas (Sudin) Badan Pajak dan Retribusi Jakarta Barat menyegel showroom Bajaj milik PT Intan Mobil yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Tamansari, Selasa (23/7/2019). Penyegelan itu lantaran showroom itu menunggak pajak selama dua tahun dengan nilai Rp1,2 miliar.

“Angka tersebut belum termasuk dendanya, karena kami fokus ke tunggakannya dulu. Untuk dendanya bisa dikalikan dua persen setiap bulannya,” ujar Kasudin Badan Pajak dan Retribusi Jakarta Barat, Hendarto, di lokasi.

Penyegelan yang dilakukan petugas tidak berjalan mulus. Karyawan showroom memprotes penyegelan itu sehingga sempat terjadi adu mulut.

Baca Juga:

Saat petugas melakukan pemasangan spanduk, seorang karyawan showroom tiba-tiba keluar. Karyawan wanita itu menyampaikan kekesalannya kepada petugas dari Kecamatan Tamansari yang turut hadir dalam penyegelan itu.

“Kitakan sudah pernah bayar waktu itu soal tunggakan yang lalu sampai Rp50 juta, kita nyicil bayarnya,” kata karyawan bernama Lia.

Lia berdalih belum membayar pajak karena kondisi ekonomi yang kian susah. Bisnis Bajaj yang digeluti perusahaannya tidak seramai dulu. Terlebih mereka harus bersaing dengan bisnis serupa yang berjualan via online.

“Makanya saya minta solusinya supaya saya juga bisa nyicil buat bayarnya,” tuturnya.

Menurut Hendarto, sejak dua tahun lalu pihaknya telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada showroom tersebut, namun tak mendapatkan tanggapan. Oleh karena itu, pihaknya memutuskan menyegel tempat itu.

Hendarto berharap langkah tegas seperti ini dapat membuat para penunggak pajak menjadi patuh. Terutama pihak showroom bajaj, diharapkan segera membayar kewajiban pajaknya.

Apabila dalam waktu 2×24 jam mereka tak juga membayar kewajiban pajaknya, maka pihaknya akan menyita aset untuk memenuhi tunggakan. “Apabila wajib pajak memiliki niat baik, silakan datang ke kantor untuk diselesaikan sesuai cara-cara yang berlaku,” tukasnya.

Selain di showroom bajaj di Tamansari, pihaknya juga melakukan tindakan serupa di dua lokasi berbeda, yakni restoran di kawasan Mall Taman Anggrek dan rumah di kawasan Kebon Jeruk. Meski tak merinci jumlahnya, namun waktu tunggakan yang dilakukan kedua wajib pajak tak jauh berbeda dengan showroom bajaj.

“Total tunggakan untuk tiga lokasi berjumlah Rp2,03 miliar,” ucap Hendarto sembari menyebut penyegelan itu merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 19/2000 dan Pergub Nomor 190/2017 tentang Penagihan Aktif.

(thm)

Bupati Tangerang Sebut TMMD 105 Kronjo Sangat Bermanfaat

loading…

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mendampingi Wa Aslog Kasad Brigjen TNI Indrawan Ganemoeljo, saat mengunjungi lokasi TMMD 105 Kronjo di Desa Blukbuk, Selasa (23/7/2019). Foto: Ist

TANGERANG – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengunjungi lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 105 Kronjo Kodim 0510/Tigaraksa di Desa Blukbuk, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Selasa (23/7/2019).

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tangerang itu menemani tim pengawasan dan evaluasi TMMD dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Markas Besar TNI yang dipimpin Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Darat (Wa Aslog Kasad) Brigjen TNI Indrawan Ganemoeljo.

Zaki beserta tim berkeliling desa melihat langsung dari dekat pekerjaan bakti fisik yang tengah dilaksanakan satuan tugas (Satgas) TMMD yang dikomandoi Dandim 0510/Tigaraksa Letkol Inf Parada Warta Nusantara Tampubolon.

Baca Juga:

Pekerjaan itu di antaranya bedah rumah dan pengecoran jalan desa sepanjang 1.130 meter. Kepada wartawan, Zaki mengatakan, program TMMD sangat membantu pemerintah daerah Kabupaten Tangerang.

Dengan anggaran yang terbatas, kata dia, program tersebut dapat menyelenggarakan berbagai kegiatan. Selain fisik, juga kegiatan non fisik berupa penyuluhan ke sekolah-sekolah tingkat SMA di Kabupaten Tangerang. Zaki menilai pembangunan jalan itu akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Program TMMD ini sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat, dengan anggaran yang minim, 1.320 meter segera selesai yang akan menghubungkan 4 desa di Kecamatan Kronjo,” kata Zaki.

Sementara itu, Wa Aslog Kasad Brigjen TNI Indrawan Ganemoeljo berpesan kepada masyarakat agar merawat jalan tersebut sebaik-baiknya. “Setelah dibangun TNI dan Pemda (Kabupaten Tangerang), jalan ini harus dirawat dengan baik oleh rakyat, agar bertahan lama dan memberikan manfaat lebih lama,” tandasnya.

Menurut Brigjen Indrawan, kegiatan TMMD 105 Kronjo Kodim 0510/Tigaraksa telah merekatkan TNI dan rakyat. “Kegiatan ini telah mempersatukan rakyat dengan TNI, karena TNI yang bekerja ini tinggal di rumah-rumah rakyat,” ujar Indrawan.

Indrawan yang memimpin tim pengawasan dan evaluasi (Wasev) program TMMD itu berharap, anggota TNI di lokasi kegiatan itu dapat menyerap kesulitan-kesulitan yang sedang dihadapi masyarakat kemudian disampaikan kepada pimpinan masing-masing untuk diselesaikan.

“Intinya, sesuai dengan salah satu kewajiban TNI yaitu meringankan kehidupan rakyat. Semoga usaha TNI dan Pemda (Kabupaten Tangerang) ini membuahkan hasil yang baik bagi kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

Ia juga berharap program tersebut dilakukan secara berkelanjutan. Karena, kata dia, TMMD bukan program TNI, melainkan program nasional yang leading sektornya kementerian terkait. “TNI memiliki memiliki kekuatan yang terstruktur, kemudian juga memiliki alat-alatnya, kami lebih mudah digerakkan,” pungkasnya.

(thm)

SPG Cantik Nyolong Puluhan Baju Branded di PIM 2

loading…

JAKARTA – Seorang sales promotion girl (SPG) berinisial MR (22) diamankan polisi setelah ketahuan melakukan pencurian baju mahal atau branded. Alasanya mencuri baju mahal itu demi memenuhi keinginan tampil modis.

MR melakukan pencurian pakaian bermerek itu di sebuah stand pameran di Pondok Indah Mall (PIM) 2, Jakarta Selatan, pada 9 Juli 2019 lalu. Saat itu puluhan potong baju diambilnya ketika stand sudah tutup.

Penjaga stand ketika itu hanya menutup busana-busana itu dengan semacam terpal plastik. Sehingga pelaku dengan leluasa bisa mencuri sesaat sebelum jam operasional mal tutup.

Baca Juga:

Keesokan harinya, pemilik stand pun terkejut saat melihat sejumlah busana dengan harga satuan berkisar Rp2 juta-Rp3 juta, raib dari tempatnya. Dia kemudian melaporkannya kepada pihak keamanan mal.

Ketika diperiksa melalui rekaman kamera CCTV, diketahui seorang perempuan muda telah masuk ke dalam stand dan memasukkan busana-busana mahal itu ke dalam kantong.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Andi Sinjaya mengatakan, sebelum melancarkan aksi, MR terlebih dulu mengamati kondisi sekitar pameran. Begitu suasana sepi, wanita cantik itu langsung beraksi.

“Jadi pelaku ini mengintai dan langsung beraksi saat penjaga stand pergi. Kondisi saat itu mal akan tutup, tetapi masih ada aktivitas para pegawai tenant yang hilir mudik hendak pulang,” katanya.

Seusai mendapat laporan, polisi kemudian melakukan olah kejadian perkara dan berusaha melacak keberadan pelaku yang wajahnya terekam kamera CCTV. Pengejaran yang dipimpin Kanit Resmob AKP Benito Harleandra akhirnya membuahkan hasil.

Pada 21 Juli lalu, pelaku terdeteksi berada di wilayah Cinere, Depok, Jawa Barat. Polisi pun langsung melakukan penangkapan terhadap MR di sebuah rumah indekos.

“Di rumah kos itu kami juga menemukan barang bukti berupa busana yang dia curi. Kami langsung amankan pelaku ke Mapolres,” ungkapnya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, sebelum menjadi SPG freelance, MR bekerja sebagai karyawan di berbagai tenant busana, salah satunya di Tanah Abang. “Dari keterangan saksi lain, pelaku ini memang sering bermasalah ketika bekerja di tempat orang,” tuturnya.

Pernah saat dia bekerja di sebuah toko busana di Tanah Abang, diam-diam MR menjual barang dagangan bosnya melalui online. Kepada polisi, MR mengaku melakukan pencurian itu lantaran ingin memiliki busana-busana branded untuk memenuhi gaya hidupnya.

Lalu sebagian busana curian itu dia jual melalui jejaring sosial. “Buat dipakai endiri, pengen baju yang bagus saja,” katanya.

MR mengaku baru sekali melakukan aksi pencurian itu. Tetapi polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari ahu kemungkinan adanya aksi serupa yang dilakukan pelaku. Pencurian yang dilakukan MR menyebabkan kerugian korban senilai Rp14 juta.

Akibat perbuatannya, MR kini meringkuk di Rumah Tahanan Mapolres Metro Jakarta Selatan. Ia diancam Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan (Curat), dengan ancaman tujuh tahun penjara.

(thm)

Polisi Cokok Artis Jefri Nichol Sesaat Baru Tiba di Rumah

loading…

Artis muda Jefri Nichol dicokok polisi terkait kepemilikan ganja. Foto: Okezone/Dok

JAKARTA – Polisi masih mendalami kasus artis Jefri Nichol yang diamankan di kediamannya, kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Aktor muda itu diciduk karena diduga terlibat kasus penyalahgunaan narkoba jenis ganja.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar, mengatakan, saat diamankan Jefri dalam kondisi sendiri di kediamannya. Polisi lantas melakukan penggeledahan di rumahnya. Hasilnya ditemukan barang bukti berupa ganja sebanyak 6.01 gram yang disimpan di dalam kulkas.

“Dia dari luar. Lalu saat sudah sampai di tempat (rumahnya), anggota kita datang dan ternyata betul ditemukan barang tersebut,” ujar Indra Jafar kepada wartawan, Selasa (23/7/2019). (Baca juga: Artis Jefri Nichol Diamankan Polisi di Rumahnya karena Kepemilikan Ganja)

Menurut dia, polisi masih memeriksa Jefri untuk mengetahui sudah berapa lama dia mengkonsumsi narkoba dan dari mana mendapatkan ganja itu. Adapun penangkapan itu terjadi berdasarkan hasil pengembangan dan informasi dari masyarakat.

Baca Juga:

“Ini kita masih kembangkan yah dia dapat barang (ganja) dari mana, apakah dipakai sendiri ataukah bagaimana,” pungkasnya.

(thm)

Artis Jefri Nichol Diamankan Polisi di Rumahnya karena Kepemilikan Ganja

loading…

Artis muda Jefri Nichol dicokok polisi terkait kepemilikan ganja. Foto: Okezone/Dok

JAKARTA – Polisi menyebutkan artis muda Jefri Nichol diamankan karena kedapatan menyimpan ganja di rumahnya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Adapun barang bukti yang diamankan berupa ganja seberat 6 gram.

“JN kami amankan di tempat tinggalnya di A Residence, kawasan Kemang, dan kami amankan barang bukti berupa ganja itu,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar kepada wartawan, Selasa (23/7/2019).

Menurut Indra jafar, Jefri diamankan pada Senin, 22 Juli kemarin. Saat ini polisi tengah memeriksa Jefri secara intensif di Polres Metro Jakarta Selatan. (Baca juga: Aktor Muda Jefri Nichol Dicokok Polisi Diduga Terkait Narkoba)

Baca Juga:

“Saat ini masih pendalaman. Yang jelas sudah kita temukan kepemilikan barang tersebut. Sejauh ini bukti yang kita amankan 6,01 gram ganja,” katanya.

Maka itu, kata dia, pihaknya belum bisa berbicara banyak tentang penangkapan tersebut lantaran masih dalam proses pendalaman. Bila sudah selesai pemeriksaan, polisi bakal membeberkannya secara rinci tentang penangkapan tersebut.

(thm)

Ditangkap karena Ganja, Polisi Sebut Jefri Nichol Kooperatif

loading…

Artis muda Jefri Nichol dicokok polisi terkait kepemilikan ganja. Foto: Okezone/Dok

JAKARTA – Polisi menangkap artis muda Jefri Nichol karena diduga terlibat kasus penyalahgunaan narkoba jenis ganja. Saat ditangkap di rumahnya, Jefri cukup kooperatif.

“Cukup kooperatif yah (saat dilakukan penangkapan). Tentunya tidak bisa menghindar, karena apa yang kita lakukan sudah sesuai SOP yang sudah ada,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar, kepada wartawan, Selasa (23/7/2019).

Menurutnya, saat diperiksa polisi saat ini Jefri pun cukup kooperatif. Jefri menjawab semua pertanyaan yang telah diajukan penyidik terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang telah menjeratnya itu. (Baca juga: Aktor Muda Jefri Nichol Dicokok Polisi Diduga Terkait Narkoba)

Baca Juga:

Namun, polisi belum bisa membeberkan lebih banyak tentang kasus tersebut lantaran Jefri masih dalam proses pemeriksaan secara intenaif. Polisi membutuhkan waktu untuk melakukan pendalaman tentang kasus ini.

“Saat ini masih pengembangan sehingga kita belum bisa memberikan semua datanya. Bila sudah pemeriksaan kita akan jelaskan, mungkin besok yah,” tandasnya.

(thm)

Kasus Ancam Penggal Kepala Jokowi, Polisi Tunggu Koreksi Kejati DKI

loading…

JAKARTA – Polisi telah merampung berkas kasus pengancaman terhadap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yang dilakukan tersangka bernama M Fahri. Saat ini berkas tersebut masih diperiksa oleh Kejadi DKI Jakarta dan masih dalam pemeriksaan.

“Berkas tahap pertama sudah kita kirimkan minggu lalu, masih di Kejaksaan,” ujar Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Sapta Maulana pada wartawan, Selasa (23/7/2019). (Baca: Dianggap Makar, Pengancam Penggal Kepala Jokowi Terancam Hukuman Mati)

Menurutnya, polisi hingga kini masih menantikan apakah berkas perkara yang sudah dikirimkan itu bakal dinyatakan lengkap alias P21 ataukah masih harus diperbaiki.

Baca Juga:

Jika belum lengkap, penyidik akan melakukan perbaikan pada berkas tersebut. “Kami masih menunggu, kalo belum P 21 akan diperbaiki dan kalau sudah akan kami limpahkan lakukan pelimpahan tahap dua,” katanya. (Baca juga: Masa Penahanan Pengancam Jokowi Habis, Pengacara Minta Penangguhan)

Dengan begitu, kasusnya pun bisa segera disidangkan di pengadilan. “Belum ada kabar dari Kejaksaan, mungkin dalam waktu dekat,” katanya.

Sebelumnya, video ancaman itu beredar di Twitter dan WhatsApp. Video tersebut menayangkan dua orang pria, satu pria mengenakan pakaian putih dan bersorban hijau yang diikat di kepala. Pria lainnya mengenakan jaket kulit dan sorban berwarna gelap.

Video berdurasi 53 detik itu berisi ancaman kepada Jokowi dan Wiranto. Ancaman diucapkan oleh pria bersorban hijau. Sementara itu, pria yang bersorban gelap berperan sebagai perekam video dengan mode vlog.

(ysw)

Mau Ceramah di Kelab Malam, Gus Miftah Minta Izin ke Anies Baswedan

loading…

Gus Miftah meminta izin kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengisi ceramah di tempat hiburan malam, Selasa (23/7/2019). Foto/SINDOnews/Okto Rizki

JAKARTA – Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah mendapat jadwal untuk mengisi ceramah usai salat Dzuhur di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/7/2019). Setelah mengisi ceramah, Gus Miftah meminta izin kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengisi ceramah di tempat hiburan malam.
Ceramah pertama di tempat hiburan malam akan dilakukan Gus Miftah pada awal bulan Agustus 2019 mendatang.
“Insyaallah besok tanggal 8 Agustus saya akan mengawali pengajian di salah satu klub malam Jakarta dan sudah diizinkan oleh owner-nya, dan saya kulonuwun (meminta izin) sama Pak Gubernur,” ujar Guz Miftah di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI, Selasa (23/7/2019). (Baca: Dibimbing Gus Miftah, Deddy Corbuzier Resmi Memeluk Agama Islam)
Mengenai ceramah di tempat hiburan malam, Anies mengatakan jika Guz Miftah ingin melakukan hal tersebut, tidak perlu meminta izin kepadanya. “Iya itu hak, tidak perlu izin. Kan enggak ada surat izin untuk memberikan tausiyah, jadi silahkan saja,” ucap Anies menjawab Gus Miftah di Masjid Fatahillah. (Baca juga: Nasihat Gus Miftah dan Alasan Deddy Corbuzier Jadi Mualaf)

Justru Anies ingin Gus Miftah lebih banyak lagi mengisi tausiyah agar semakin banyak masyarakat yang mendapat hidayah. “Semoga lebih banyak lagi yang mendapatkan manfaat dan Insyaallah beliau menghantarkan hidayah bagi semuanya,” kata Anies.

Baca Juga:

(ysw)

Aktor Muda Jefri Nichol Dicokok Polisi Diduga Terkait Narkoba

loading…

Artis muda Jefri Nichol dicokok polisi diduga terkait kasus penyalahgunaan narkoba. Foto: Okezone/Dok

JAKARTA – Polisi kembali mengamankan kalangan artis karena diduga terlibat kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Teranyar, artis muda Jefri Nichol yang dicokok polisi.

Saat ini, polisi tengah melakukan pemeriksaan terhadap aktor tampan itu. “Iyah (Jefri Nichol) baru saja diamankan,” ujar Kabag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Suharyono, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (23/7/2019) petang.

Sejauh ini polisi belum bersedia membeberkan tentag kronologis penangkapan aktor yang sedang diganderungi anak baru gede (ABG) itu. Polisi belum mau menjelaskan lebih jauh tentang penangkapan Jefri Nichol.

Baca Juga:

Polisi juga belum bersedia menyebutkan waktu dan lokasi penangkapan tersebut. Termasuk Jepri terlibat dalam kasus narkotika jenis apa. (Baca juga: Artis Jupiter Dicokok, Polisi Temukan Barang Bukti Sabu 0,25 Gram)

Alasan polisi, yang bersangkutan masih dilakukan pemeriksaan secara intensif. “Sabar yah, nanti kalau sudah (selesai pemeriksaan) akan dijelaskan,” pungkasnya.

Penangkapan Jefri Nichol ini semakin menambah panjang daftar pekerja hiburan Tanah Air yang tersangkut kasus narkoba. Sebelumnya, sejumlah artis papan atas sudah terlebih dahulu merasakan mendekam di balik terali besi. (Baca juga: BNN Ungkap Salah Satu Alasan Kenapa Artis Bisa Terjerat Narkoba)

Penangkapan aktor muda ini hanya berselang beberapa hari setelah publik dikejutkan dengan penangkapan komedian senior Tri Retno Prayudati alias Nunung bersama suaminya July Jan Sambiran. Adapun Nunung yang sudah mengkonsumsi narkoba sejak 20 tahun lalu, terancam 5 tahun penjara.

(thm)

Mau Ceramah di Klab Malam, Gus Miftah Minta Izin ke Anies Baswedan

loading…

Gus Miftah meminta izin kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengisi ceramah di tempat hiburan malam, Selasa (23/7/2019). Foto/SINDOnews/Okto Rizki

JAKARTA – Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah mendapat jadwal untuk mengisi ceramah usai salat Dzuhur di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/7/2019). Setelah mengisi ceramah, Gus Miftah meminta izin kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengisi ceramah di tempat hiburan malam.
Ceramah pertama di tempat hiburan malam akan dilakukan Gus Miftah pada awal bulan Agustus 2019 mendatang.”Insyaallah besok tanggal 8 Agustus saya akan mengawali pengajian di salah satu klub malam Jakarta dan sudah diizinkan oleh owner-nya, dan saya kulonuwun (meminta izin) sama Pak Gubernur,” ujar Guz Miftah di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI, Selasa (23/7/2019). (Baca: Dibimbing Gus Miftah, Deddy Corbuzier Resmi Memeluk Agama Islam)
Mengenai ceramah di tempat hiburan malam, Anies mengatakan jika Guz Miftah ingin melakukan hal tersebut, tidak perlu meminta izin kepadanya. “Iya itu hak, tidak perlu izin. Kan enggak ada surat izin untuk memberikan tausiyah, jadi silahkan saja,” ucap Anies menjawab Gus Miftah di Masjid Fatahillah. (Baca juga: Nasihat Gus Miftah dan Alasan Deddy Corbuzier Jadi Mualaf)

Justru Anies ingin Gus Miftah lebih banyak lagi mengisi tausiyah agar semakin banyak masyarakat yang mendapat hidayah. “Semoga lebih banyak lagi yang mendapatkan manfaat dan Insyaallah beliau menghantarkan hidayah bagi semuanya,” kata Anies.

Baca Juga:

(ysw)

Peringati HAN, KCI Kenalkan Commuter Line ke Anak TK dan Kelompok Bermain

loading…

Menyambut Hari Anak Nasional (HAN), PT KCI menggelar kegiatan edukasi kepada sekitar 100 siswa dari Kelompok Bermain Qurrota Ayun Depok dan TK Babussalam Islamic School Bogor, Selasa (23/7/2019). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Menyambut Hari Anak Nasional (HAN), PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menggelar kegiatan edukasi kepada sekitar 100 siswa dari Kelompok Bermain Qurrota ‘Ayun Depok dan TK Babussalam Islamic School Bogor.

Edukasi yang diberikan kepada para peserta terutama seputar keamanan dan keselamatan dalam menggunakan transportasi publik, serta aturan dan tata tertib menggunakan KRL Commuter Line.

Vice President Coorporate Communications PT KCI, Anne Purba, mengatakan bahwa PT KCI rutin menggelar kegiatan edukasi bagi anak-anak sebagai calon pengguna KRL di masa yang akan datang.

Baca Juga:

“Namun ini adalah kesempatan yang langka, karena selain mendapatkan edukasi juga dapat langsung berkunjung ke Dipo KRL Depok,” papar Anne kepada wartawan, Selasa (23/7/2019).

Ia mengingatkan agar anak-anak senantiasa mencintai KRL dengan tidak melakukan vandalisme.Selain itu, dirinya mengajak para siswa untuk senantiasa memiliki sikap positif sejalan dengan tema peringatan Hari Anak Nasional tahun ini yaitu “Kita Anak Indonesia, Kita Gembira”.
Kegiatan edukasi KRL Commuter Line berlangsung menyeluruh. Para siswa diajak naik KRL dari Stasiun Depok menuju ke Dipo KRL Depok sebagai pusat kegiatan.

Di stasiun, petugas dari KCI mengajarkan para siswa terkait tertib dalam menunggu kereta dan tertib saat turun-naik kereta, antara lain selalu mendahulukan penumpang yang turun dan menunggu di belakang garis kuning aman.

Di dalam KRL menuju ke Dipo, para siswa dengan penuh antusiasme mengikuti perjalanan KRL selama sekitar 15 menit dari Stasiun Depok ke Dipo KRL Depok.

Di sini para siswa mendapatkan pelajaran mengenai kepedulian dan berempati dalam menggunakan transportasi publik, antara lain agar selalu menjaga kebersihan kereta dengan tidak membuang sampah dan tidak makan minum di dalam KRL.

Petugas juga menjelaskan etika dalam menggunakan KRL antara lain duduk di tempat yang semestinya dan pentingnya menjaga kenyamanan bersama saat naik Commuter Line.

Sementara itu di Dipo KRL Depok, para siswa berkesempatan mengenal Dipo KRL sebagai tempat perawatan kereta. Di sini mereka juga berinteraksi dan mendapatkan penjelasan mengenai profesi masinis KRL Commuter Line.

PT KCI kemudian menggelar lomba mewarnai yang diikuti seluruh peserta. Para peserta terbaik dari masing-masing sekolah kemudian mendapat hadiah spesial. “Acara ini bisa memotivasi anak dan menambah pengetahuan anak tentang kereta dan profesi masinis,” ungkap Yuli, guru Qurotta A’yun Depok.

Hal sama diungkapkan, Kepala Sekolah TK Babussalam Islamic School, Rohmah yang mengharapkan kegiatan serupa dilakukan PT KCI. Commuter line sebagai moda penunjang ke pusat ibukota dinilainya menjadi unsur pembelajaran penting anak.

“Mudah-mudahan acara ini dapat berlanjut dan tujuan edukasinya tercapai,” tutup Rohmah.

(ysw)

Ini Penyebab Truk Tangki Pertamina Jatuh dari Tol lalu Hangus Terbakar

loading…

Truk tangki BBM yang terbakar di Tol Wiyoto Wiyono, Rawamangun, Jakarta Timur. Foto:SINDOnews/Okto Rizki Alpino

JAKARTA – Penyelidikan kecelakaan lalu lintas yang berujung terbakarnya truk tangki Pertamina di Tol Wiyoto Wiyono, Rawamangun, pada Minggu (21/7/2019) dinihari, mulai menemui titik terang. Hasil penyelidikan awal, ternyata truk tangki bernopol B 9851 SEH itu yang terlebih dulu menabrak minibus Calya B 2230 TOW, baru kemudian berputar, jatuh dari tol, lalu terbakar.

Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur AKP Agus Sumarno mengatakan, sudah ada tiga saksi yang diperiksa guna memastikan sebab kecelakaan yang menewaskan dua awak truk dan pengemudi Calya, tewas. Sebelumnya diperkirakan Calya lah yang menghantam bagian tangki truk Pertamina saat oleng dan menabrak pembatas jalan.

Ternyata, hasil penyelidikan awal dari olah TKP dan pemeriksaan saksi, justru berbeda. Truk tangki Pertamina lah yang menabrak Calya terlebih dulu kemudian berputar. Setelah itu, Calya melintir ke kiri dan berputar balik arah kembali menghadap Utara.

Baca Juga:

Selanjutnya truk tangki menabrak pembatas jalan hingga akhirnya bagian depan truk jatuh dan terbakar. “Jadi saksi memang menyebut kalau truk yang menabrak terlebih dahulu,” ujar Agus, Selasa (23/7/2019). (Baca: Truk Tangki Terbakar di Tol Rawamangun, Sopir dan Kernet Tewas)

Menurut Agus, untuk melanjutkan penyelidikan, Satlantas Polres Metro Jakarta Timur bakal melakukan olah TKP lanjutan sekaligus pemeriksaan rekaman CCTV di lokasi. Hasil olah TKP itu diharapkan bisa menguak penyebab pasti kecelakaan yang membuat 12 unit mobil pompa berikut 48 personel pemadam dikerahkan ke lokasi.

“Nanti ada olah TKP lagi, kalau enggak Rabu (24/7) ya Kamis (25/7) nanti. Kita baru manual, nanti pakai alat olah TKP-nya. Untuk CCTV akan kami periksa,” bebernya. (Baca: KNKT Selidiki Kecelakaan Truk Tangki BBM di Tol Rawamangun)

Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda AKBP Muhammad Naseer menyebutkan, olah TKP lanjuta akan menggunakan alat Traffic Analysis Accident (TAA). Penggunaan alat TAA bertujuan untuk memperoleh informasi berupa kronologis, pola kejadian, informasi teknis, kondisi infrastruktur, hingga kondisi pelaku baik secara fisik atau mental.

Olah TKP menggunakan alat TAA ini melibatkan teknologi modern termasuk teknologi baru yang belum sepenuhnya dimiliki tingkat Polres di wilayah Polda Metro Jaya. Selama ini olah TKP masih jarang menggunakan alat TAA.

Olah TKP menggunakan alat TTA yang pernah dilakukan di Indonesia di antaranya pada kecelakaan 23 santri Pesantren Miftahul Huda yang menewaskan tiga orang pada tahun lalu. “Kita akan upayakan dengan TAA kalau memungkinkan,” tukasnya.

(thm)

Lolos dari Penjagaan, Massa Aksi Merangsek Masuk Gedung DPRD DKI

loading…

Massa Ormawa PMII menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/7/2019). Foto: SINDOnews/Rizki Okto Alpino

JAKARTA – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/7/2019). Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi mengenai pembangunan Pulau Reklamasi di Pantai Utara Jakarta.

Ketika petugas keamanan lengah, massa aksi berjumlah belasan itu berhasil merangsek ke pelataran gedung DPRD untuk menyampaikan tuntutannya. Mereka pun langsung mendapat pengawalan dari pihak petugas pengamanan Gedung DPRD.

Berdasarkan pantauan SINDOnews, massa aksi membentangkan spanduk yang isinya memprotes kebijakan Gubernur DKI Jakarta dalam hal menjalankan kembali pembangunan di Pulau Reklamasi. Melihat aksi itu, petugas kemanaan langsung berlari mendekati kerumunan massa aksi untuk menghalau.

Baca Juga:

Akan tetapi usaha petugas mendapat perlawanan dari massa aksi. Sempat terjadi saling dorong antara massa aksi dan petugas keamanan di pelataran gedung DPRD DKI Jakarta. Tak mau dipukul mundur oleh petugas, pendemo malah semakin berusha melakukan perlawan hingga nyaris terjadi adu jotos. “Woi jangan dorong-dorong dong,” teriak salah satu pendemo sambil menunjuk petugas keamanan.

Aksi saling dorong berlangsung sekitar 10 menit. Setelah beberapa petugas kepolisian tiba di lokasi, suasana mulai kembali reda. Adapun tuntutan para pendemo adalah mendesak Gubernur Anies Baswedan mencabut Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Pulau Reklamasi yang diterbitkan beberapa waktu lalu.

“Kami mendesak Pemprov DKI menyegel ulang bangunan yang berdiri di atas lahan Pulau Reklamasi,” ujar orator melalui pengeras suara sebelum meninggalkan gedung Balai Kota.

Sebelumnya mereka sudah sering menyambangi kantor Balaikota DKI Jakarta untuk menyampaikan aspirasi mengenai Pulau Reklamasi. Akan tetapi aksi mereka tidak ditanggapi oleh Pemprov DKI. Maka itu, mereka berpindah ke gedung DPRD yang berada tepat di belakang kantor Pemprov DKI.

(thm)

Jadi Tersangka, Komedian Nunung Jalani Tes Rambut dan Tes Darah

loading…

Komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung menjalani serangkaian tes rambut dan tes darah untuk mengetahui secara pasti sudah berapa lama dia menggunakan narkotika. Foto: dok/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung menjalani serangkaian tes rambut dan tes darah untuk mengetahui secara pasti sudah berapa lama dia menggunakan narkotika.

“Jadi hari ini NN kita lakukan tes rambut dan tes darah,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono pada wartawan, Selasa (23/7/2019).

Menurutnya, serangkaian tes itu dilakukan polisi untuk memastikan lebih lanjut sudah berapa lama Nunung menggunakan narkotika. Apalagi, Nunung mengaku sudah menggunakan narkotika selama 20 tahun. (Baca: Anak Komedian Nunung Syok Ibunda Ditangkap: Mama Orang yang Baik)

Baca Juga:

Sedang terkait rehabilitasi, kata dia, polisi belum menerima permohonan itu dari keluarga Nunung. Adapun seseorang dilakukan rehabilitasi harus melalui proses assessment terlebih dahulu, tak terkecuali Nunung.

“Tentunya rehab kan kita harus lakukan assessment, nanti hasil dari assessment seperti apa baru ditentukan,” tuturnya.

Dia menambahkan, adapun proses assessment itu dilakukan secara gabungan oleh Polisi, BNN, dan tim dokter terkait lainnya. Setelah itu, dilakukan rapat, evaluasi, dan diputuskan direhabilitasi tidaknya seseorang.

(ysw)

Bekukan Raperda Lahan Pertanian Abadi, DPRD Kabupaten Bekasi Dikecam

loading…

BEKASI – Pembekuan pembahasan Raperda lahan pertanian abadi Kabupaten Bekasi oleh DPRD mendapat kecaman. Karena raperda yang diajukan sangat bersentuhan langsung dengan warga yang berprofesi sebagai petani sehingga bisa menjaga sektor pertanian dari godaan bisnis industri dan properti.

Pengamat Perkotaan dan Tata Ruang Universitas Trisakti, Yayat Supriatna mengatakan, pembekuan pembahasan regulasi tentang lahan abadi tersebut merugikan petani. Soalnya keberadaan aturan tersebut sangat vital untuk menjaga sektor pertanian dari terpaan investasi bisnis industri maupun properti.
”Lahan di Kabupaten Bekasi banyak diminati investor, karena dinilai begitu strategis, serta adanya kawasan industri yang dibangun secara terpadu,” katanya ketika dihubungi wartawan, Selasa (23/7/2019).

Menurutnya, banyak investor ingin berinvestasi di Kabupaten Bekasi karena kondisinya sudah terpadu, baik industri maupun investasi lainnya yang cukup mengairahkan.

Baca Juga:

Maka itu, kata dia, jangan sampai tingginya minat ini tidak ada keseimbangan dengan sektor agraris. Perlu diingat bahwa Kabupaten Bekasi itu sentra padi.

Pembekuan Raperda LP2B ini dinilai langkah yang keliru. Raperda yang telah dibahas sejak setahun lalu itu justru tidak dituntaskan. Bahkan, pembekuan ini cenderung langkah legislatif keluar dari tanggung jawab.

Yayat menegaskan, pemberlakukan lahan pertanian abadi harus didukung dengan data yang tervalidasi serta lahan yang dilengkapi dengan keterangan para pemiliknya. Namun, hal itu bisa segera dikoreksi tanpa harus dibekukan.”Kalau memang ada yang salah sinkronisasi, ya segera perbaiki jika memang ada niatan untuk menuntaskan peraturan daerahnya,” tegasnya.
Untuk itu, regulasi tentang lahan abadi jangan ditunda terlalu lama. Dikhawatirkan lahan yang nantinya dijadikan pertanian abadi justru telah dimiliki pihak di luar Bekasi.

”Jangan sampai dibiarkan terlalu lama, nantinya lahan yang ada sudah dimiliki pihak lain yang. Atau jangan-jangan pemilik kebijakan ini yang sebagian pemilik lahannya,” tukasnya.

(ysw)

Lolos dari Penjagaan, Massa Aksi Meringsek Masuk Gedung DPRD DKI

loading…

Massa Ormawa PMII menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/7/2019). Foto: SINDOnews/Rizki Okto Alpino

JAKARTA – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/7/2019). Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi mengenai pembangunan Pulau Reklamasi di Pantai Utara Jakarta.

Ketika petugas keamanan lengah, massa aksi berjumlah belasan itu berhasil meringsek memasuki pelataran gedung DPRD untuk menyampaikan tuntutannya. Mereka pun langsung mendapat pengawalan dari pihak petugas pengamanan Gedung DPRD.

Berdasarkan pantauan SINDOnews, massa aksi membentangkan spanduk yang isinya memprotes kebijakan Gubernur DKI Jakarta dalam hal menjalankan kembali pembangunan di Pulau Reklamasi. Melihat aksi itu, petugas kemanaan langsung berlari mendekati kerumunan massa aksi untuk menghalau.

Baca Juga:

Akan tetapi usaha petugas mendapat perlawanan dari massa aksi. Sempat terjadi saling dorong antara massa aksi dan petugas keamanan di pelataran gedung DPRD DKI Jakarta. Tak mau dipukul mundur oleh petugas, pendemo malah semakin berusha melakukan perlawan hingga nyaris terjadi adu jotos. “Woi jangan dorong-dorong dong,” teriak salah satu pendemo sambil menunjuk petugas keamanan.

Aksi saling dorong berlangsung sekitar 10 menit. Setelah beberapa petugas kepolisian tiba di lokasi, suasana mulai kembali reda. Adapun tuntutan para pendemo adalah mendesak Gubernur Anies Baswedan mencabut Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Pulau Reklamasi yang diterbitkan beberapa waktu lalu.

“Kami mendesak Pemprov DKI menyegel ulang bangunan yang berdiri di atas lahan Pulau Reklamasi,” ujar orator melalui pengeras suara sebelum meninggalkan gedung Balai Kota.

Sebelumnya mereka sudah sering menyambangi kantor Balaikota DKI Jakarta untuk menyampaikan aspirasi mengenai Pulau Reklamasi. Akan tetapi aksi mereka tidak ditanggapi oleh Pemprov DKI. Maka itu, mereka berpindah ke gedung DPRD yang berada tepat di belakang kantor Pemprov DKI.

(thm)

Tak Lulus Uji Emisi, 20 Mobil Dinas Dilarang Parkir di Walkot Jakut

loading…

Mobil tengah diuji emisi. Foto/Dok/SINDOphoto

JAKARTA – Sedikitnya 20 kendaraan dinas dilarang memarkirkan kendaraan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara. Pelarangan dilakukan setelah kendaraan itu tak lolos uji emisi.

Hal itu terungkap saat tindak tegas zonasi Uji Emisi dilakukan di Lingkungan Pemkot Jakarta Utara, Senin 22 Juli 2019. Mereka kemudian terparkir di luar gedung.

Kepala Bagian Umum Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Win Bawar Gayo menerangkan, pelarangan itu dilakukan sebagai upaya Pemkot Jakarta Utara menekan polusi di lingkungan wilayahnya. Sejumlah kendaraan yang tak lolos uji emisi tak diperkenankan parkir di dalam.

Baca Juga:

Dalam tindak tegas itu, petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) menyisir sejumlah kendaraan di gedung parkir sejak pukul 06.00 WIB pagi. Hasilnya, beberapa kendaraan tak lolos dan langsung diarahkan ke luar gedung.

Pengecekan juga berlanjut dengan memeriksa sejumlah kendaraan operasional yang masuk ke lingkungan kantor walikota. Kondisi ini sempat membuat antrian mengular terjadi sejak pagi kemarin.

“Hasilnya tadi ada sekitar 20 mobil yang belum melakukan atau lolos uji emisi. Mereka kita arahkan keluar gedung parkir,” kata Win Bawar di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Win menegaskan, pengecekan yang dilakukan petugas sangat valid. Sebab, sebelum melakukan pengecekan, petugas di briefing untuk mengecek melalui aplikasi berbasis android yang digunakannya. Sejumlah kendaraan di sisir. “Penerapan parkir fokus pada kendaraan dinas dan ASN,” tuturnya.

Meskipun baru terhadap kendaraan operasional, dinas, dan ASN. Namun Win menegaskan, tak menutup kemungkingkan hal serupa akan dilakukan kepada masyarakat dan tamu yang masuk ke lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Utara.

“Untuk tamu atau masyarakat, sementara masih diberikan toleransi,” tutup Win sembari mengatakan setiap hari kegiatan itu akan dilakukan.

(mhd)

Jakarta Terancam Tenggelam, Ini Solusi Pencegahan dari Pengamat

loading…

JAKARTA – Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga menyampaikan beberapa masukan untuk mencegah ancaman ibu kota Jakarta tenggelam akibat menanggung beban pembangunan yang berlebihan dan massifnya penggunaan air tanah.

Nirwono mengatakan, ada bebarapa hal yang harus dilakukan untuk menyelamatkan kota Jakarta. Pertama, dengan melakukan penghentian secara bertahap atas pengambilan air tanah, baik di gedung-gedung tempat industri maupun rumah tangga.

“Hal ini perlu dukungan dalam penyedian air baku yang memadai dan mencukupi, sehingga 10 tahun ke depan pengambilan air tanah dapat dihentikan,” ujar Nirwono Joga saat dihubungi SINDOnews, Selasa (23/7/2019). (Baca juga: Jakarta Terancam Tenggelam)

Baca Juga:

Kedua, perlu adanya pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di gedung pekantoran dan kawasan industri, sehingga air dapat digunakan kembali dan penggunaan air menjadi lebih hemat. “Air limbah yang sudah bersih dapat dimanfaatkan dengan baik,” tuturnya. (Baca juga: Jakarta Bakal Tenggelam Lebih Cepat dari Kota Mana Pun di Dunia)

Ketiga, ia menyarkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melakukan penataan kawasan Pantai Utara, guna meredam percepatan penurunan muka tanah. “Misalnya, 200-500 meter pantai dihijaukan untuk mencegah abrasi,” terangnya. (Baca juga: Peneliti: Permukaan Tanah Jakarta Utara Turun 11 Cm per Tahun)

Terakhir, dia mengajak Pemprov DKI mempercepat pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk mengisi ulang air tanah di Jakarta. “Saat ini luas RTH baru 9,98% dengan target 30% di tahun 2030,” pungkasnya. (Baca juga: Permukaan Tanah Turun 11 Cm, Anies Masifkan Program Drainase Vertikal)

(thm)

Jadi Tersangka, Pablo Akan Diperiksa Terkait Kasus Penggelapan

loading…

JAKARTA – Polisi bakal memeriksa YouTuber Pablo Benua sebagai tersangka kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pemalsuan kendaraan bermotor dalam waktu dekat ini. Kini, suami dari Rey Utami itu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, polisi bakal memanggil dan memeriksa Pablo pada Kamis 25 Juli 2019. Adapun pemeriksaan sebagai tersangka kasus penipuan, penggelapan, dan pemalsuan itu pertama kalinya dilakukan.

“Kita panggil dan periksa sebagai tersangka,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (23/7/2019). (Baca juga: YouTuber Pablo Benua Ditetapkan Tersangka Kasus Penggelapan)

Baca Juga:

Sementara itu, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Sapta Maulana Marpaung menambahkan, surat panggilan itu sudah diserahkan ke Pablo yang mendekam di tahanan Polda Metro Jaya terkait kasus pencemaran nama baik terhadap Fairuz A Rafiq. Dalam kasus penggelapan ini, kata dia, Pablo diduga telah melakukan penipuan, penggelapan dan pemalsuan mobil sebanyak 30 unit.

“Kita sudah koordinasi dengan Ditreskrimsus Polda Metro untuk pemeriksaan Kamis nanti. Kasusnya terkait penggelapan 30 unit mobil kredit,” katanya. (Baca juga: Jadi Tersangka, Galih, Rey dan Pablo Terancam 6 Tahun Penjara)

Sekadar diketahui, kasus penggelapan ini mencuat setelah polisi menggeledah rumah Rey Utami dan Pablo di Bogor, Jawa Barat pada Kamis 11 Juli 2019. Saat itu, polisi menggeledah rumah pasangan suami istri itu terkait kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Fairuz A Rafiq. Namun, dalam penggeledahan itu polisi tak menemukan barang bukti dalam kasus tersebut. Tetapi, polisi menemukan puluhan STNK kendaraan di rumah Rey-Pablo. (Baca juga: Geledah Rumah Rey Utami-Pablo Benua, Polisi Temukan Puluhan STNK)

(mhd)

Hari Anak Nasional, KAI Edukasi Ratusan Siswa SD di Stasiun Bogor

loading…

Daop 1 Jakarta menerapkan aturan Rp0 untuk anak di bawah tiga tahun (Batita) yang dipangku oleh orang tua atau tidak membeli seat. Foto/Haryudi/SINDOnews

BOGOR – Sebagai wujud kepedulian di Hari Anak Nasional (HAN) 2019, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta menerapkan aturan Rp0 untuk anak di bawah tiga tahun (Batita) yang dipangku oleh orang tua atau tidak membeli seat.

Hal tersebut diungkapkan Executive Vice President Daop 1 Jakarta, R Dadan Rudiansyah dalam peringatan HAN di Stasiun Bogor, Selasa (23/7/2019). Menurutnya, penerapan aturan ini dimaksudkan untuk menjamin asuransi perjalanan mereka.

“Jadi walaupun tidak membeli seat alias dipangku selama perjalanan dengan KA, penumpang anak tetap harus bertiket. Tiketnya Rp0 dan dapat diminta di petugas loket sebelum boarding dengan menunjukkan boarding pass orangtuanya,” kata Dadan.

Baca Juga:

Dia menambahkan PT KAI sebagai jasa penyedia transportasi selama ini juga telah berusaha mengutamakan keselamatan para penumpangnya, termasuk penumpang anak-anak. Selain tiket nol rupiah bagi penumpang anak usia 0-3, pihaknya juga selalu mengutamakan serta melindungi keselamatan penumpang, termasuk anak-anak.

“Ini merupakan bentuk nyata implementasi perlindungan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang dapat dilakukan oleh PT KAI. Hal ini sejalan dengan peringatan HAN tahun ini yang mengusung tema, “Kita Anak Indonesia, Kita Gembira”, di mana sangat diperlukan upaya perlindungan yang dapat menjamin sekaligus menjadi pegangan hidup anak agar mereka dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal,” jelasnya.

Hari Anak Nasional, KAI Edukasi Ratusan Siswa SD di Stasiun Bogor

Selain itu, untuk kenyamanan pengguna jasa, khususnya penumpang anak, PT KAI juga telah memasang penyejuk udara di semua KA. “Jadi anak anak akan tetap merasa nyaman, tidak kepanasan sepanjang perjalanan. PT KAI kami juga menyediakan fasilitas ramah anak di stasiun seperti ruang menyusui yang bisa dipakai untuk mengganti popok dan area bermain anak,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa menjelaskan guna menyemarakan HAN 2019 pihaknya mengadakan rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Stasiun Bogor, Selasa (23/7/2019).

“Jadi pada peringatan HAN 2019 ini kita mengundang 100 orang siswa dari SDN 4 Cicurug beserta beberapa guru pendamping untuk ikut dalam perjalanan KA Pangrango relasi Cicurug Bogor dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Cicurug pada pukul 07.57 WIB,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam perjalanan menuju Stasiun Bogor, para peserta juga akan mendapatkan edukasi mengenai perkeretaapian, seperti cara pembelian tiket KA, sosialisasi keselamatan dalam menggunakan kereta api, serta pengenalan profesi-profesi yang ada di PT KAI.

“Di sini kami mengenalkan moda transportasi kereta api dan bagaimana cara bertransportasi yang baik menggunakan kereta api kepada anak-anak tersebut. Disamping itu, juga akan dikenalkan kepada mereka mengenai pofesi-profesi kru KA yang bertugas menjalankan kereta api,” katanya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan selain untuk menyemarakkan peringatan HAN 2019, kegiatan yang melibatkan ratusan siswa SDN ini juga sebagai wujud kepedulian PT KAI akan pemenuhan hak dan kebutuhan anak-anak dalam memperoleh pendidikan.

“Selain di Stasiun Cicurug dan Stasiun Bogor, peringatan HAN 2019 juga dilaksanakan di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. Untuk menghibur anak-anak yang ada di sejumlah stasiun tersebut, PT KAI Daop 1 lakarta juga menghadirkan karakter superhero yang familiar dengan anak anak, serta memberikan bingkisan menarik untuk penumpang anak,” ujarnya.

(mhd)

Polusi Udara Kian Parah, Camat dan Lurah Harus Lakukan Penghijauan

loading…

JAKARTA – Kualitas udara di Jakarta terus menurun menyusul terus meningkatnya polusi akibat kendaraan bermotor. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara meminta camat dan lurah pro aktif melakukan penghijauan lingkungan. Hal ini demi mengendalikan kualitas udara di Jakarta, khususnya kawasan pesisir.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemkot Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman tak menampik akan hal itu. Bahkan ia menilai kualitas udara kian hari kian menurun. “Sebagai pegawai pemerintahan, kita memberikan contoh bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (23/7/2019).

Karena itu, selain mendorong menggunakan transportasi umum dan melakukan uji emisi terhadap kendaraan dinas serta pribadi milik ASN, pihaknya mengajak lurah dan camat melakukan penghijauan di sekitar wilayahnya.

Baca Juga:

“Secara alami tumbuhan menyerap CO2 untuk fotosintesis. Dengan penghijauan berarti akan meningkatkan pengambilan CO2 udara oleh tumbuhan,” tuturnya.

Wawan meminta penghijauan yang dilakukan wajib melibatkan masyarakat. Sehingga masyarakat saling menjaga lingkungan.

Termasuk soal sampah, Wawan meminta lurah dan camat menegur kebiasaan warga yang kerap membakar sampah. Sebab CO2 yang dikeluarkan dari pembakaran membuat kualitas udara kian kotor.

(thm)

DPRD Bekasi Bekukan Raperda LP2B karena Data Tak Sinkron

loading…

BEKASI – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kabupaten Bekasi dibekukan. DPRD Kabupaten Bekasi beralasan, pembekuan itu karena ada masalah tidak sinkronnya data.

Ketua Pansus XXVIII DPRD Kabupaten Bekasi, Sarim Saefudin mengatakan Raperda yang disusun untuk menghindari terjadinya alih fungsi lahan pertanian itu terpaksa dibekukan lantaran adanya ketidaksinkronan data.

”Jadi ada ketidakakuratan mengai data luas perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan disetiap kecamatan,” katanya kepada wartawan, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:

Untuk itu, kata dia, berdasarkan hasil pembahasan di dalam dalam rapat kerja Pansus XXVIII bersama Dinas Pertanian dan Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Bekasi disepakati bahwa pembahasan Raperda Perlindungan LP2B dibekukan sementara. ”Kita bekukan sementara, dan selanjutnya kembali dibahas,” ujarnya. (Baca: Raperda LP2B Dibekukan, Lahan Pertanian di Bekasi Rawan Beralih Fungsi)

Menurutnya, Raperda PLP2B telah diajukan Pemerintah Kabupaten Bekasi sejak Juni 2018 silam. Dalam perjalannya, Raperda ini sempat dikembalikan pada 1 Agustus 2018 lalu karena adanya ketidaksesuaian data mengenai luas lahan pertanian yang ada di Kementerian Pertanian, ATR/BPN, Badan Informasi Geopasial .

Sebelumnya diberitakan, pembekuan Rancangan Peraturan Daerah terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) menuai kecaman berbagai pihak. Selain penuh resiko, ketiadaan regulasi yang mengatur secara spesifik keberadaan lahan pertanian, membuat potensi alih fungsi lahan di Kabupaten Bekasi makin terbuka.

Regulasi peraturan keberadaan lahan pertanian di wilayahnya tersebut dibekukan oleh DPRD Kabupaten Bekasi dalam sidang paripurna antara eksekutif dan legislatif beberapa waktu lalu. Padahal, Raperda LP2B yang dibahas oleh Pansus XXVIII DPRD Kabupaten Bekasi sejak setahun lalu mengendap.

(ysw)

Andre Taulany Jenguk Nunung Srimulat di Polda Metro Jaya

loading…

Komedian Andre Taulany saat menjenguk Nunung di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (23/7/2019). Foto/Ari Sandita Murti/SINDOnews

JAKARTA – Komedian Andre Taulany mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjenguk temannya, Nunung Srimulat yang ditahan polisi karena terlibat kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Andre yang menggunakan kemeja hitam dan kaca mata ini tampak cool saat menjenguk teman seprofesinya di salah satu acara talkshow.

“Datang buat jenguk Nunung,” ujar Andre kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (23/7/2019). (Baca juga: Selesai Proses Pemeriksaan, Nunung Akan Ajukan Permohonan Rehabilitasi)

Menurut Andre, dirinya hanya ingin memberika support untuk Nunung agar bisa menjalani dan menghadapi kasus yang menjeratnya itu dengan kuat. Selain itu, dia pun hendak melihat kondisi Nunung ditahanan tentunya.

Baca Juga:

Namun, dia mengaku tak membawa apa-apa saat menjenguk Nunung. “Mau kasih dukungan. Sekarang tak bawa apa-apa,” ucapnya. (Baca juga: 20 Tahun Konsumsi Sabu, Nunung Juga Pernah Gunakan Ekstasi)

Adapun Nunung ditangkap polisi di rumahnya bersama suaminya, July Jan Sambiran, Tebet, Jakarta Selatan karena menggunakan narkoba jenis sabu. Selain mereka, polisi juga meringkus HM alias Hery selaku penjual barang haram tersebut kepada Nunung dan suami.

(mhd)

Dapat Upah Rp3 Juta, Kurir Narkoba Diringkus Polisi

loading…

Polisi ringkus kurir narkoba. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Polisi meringkus kurir narkoba di Sawangan, Depok, Jawa Barat, berinisial TAJ yang hendak mengirim sabu seberat 150 gram dan 30 butir ekstasi melalui jasa pengiriman barang. Dari pengembangan TAJ, polisi kembali meringkus kurir lainnya, TC di Cileunyi, Bandung, Jawa Barat.

Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung mengatakan, awalnya polisi menciduk TAJ dan hasil pengembangan dia polisi menciduk TC. Kedua pelaku itu pun mengaku mendapatkan upah Rp3 juta saat menjadi kurir.

“Mereka sudah tiga kali mengambil dan menerima barang dari KA untuk diantarkan langsung ke pembeli. Selain menjadi kurir, TAJ dan TC juga pengguna sabu sejak tujuh bulan yang lalu,” kata Vivick kepada wartawan, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, barang haram itu hendak dikirimkan TAJ ke TC di Bandung, Jawa Barat, yang disimpan di sebuah tas perempuan. Guna mengelabuhi polisi, paket narkoba itu pun diletakkan di sebuah tempat.

“Paket tersebut dibungkus dengan plastik berwarna oranye. Di dalamnya, terdapat tas perempuan berwarna merah berisi sabu 150 gram dan 30 butir ekstasi,” tuturnya.

Adapun barang haram itu, kata dia, didapatkan dari seseorang yang berasal dari Riau yang tengah diburu polisi. Kini, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 sub Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal penjara seumur hidup.

(mhd)

YouTuber Pablo Benua Ditetapkan Tersangka Kasus Penggelapan

loading…

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Polisi menetapkan YouTuber Pablo Benua sebagai tersangka kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan kendaraan bermotor.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, penetapan Pablo sebagai tersangka kasus penipuan, penggelapan, dan pemalsuan itu berdasarkan gelar perkara yang telah dilakukan polisi.

Bahkan, polisi juga telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus tersebut. “Kita sudah memeriksa 12 saksi, sudah kita gelar perkara juga untuk menaikan status Pablo dari saksi menjadi tersangka,” ujarnya pada wartawan, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:

Dia menambahkan, dalam kasus tersebut, polisi menerima laporan masyarakat yang masuk ke Polda Metro Jaya sebelumnya. Adapun laporan tentang kasus tersebut masuk ke Polda Metro Jaya pada tanggal 26 Februari 2018 lalu.

“Jadi tersangka di dua kasus dan tak masalah, mau tiga atau empat kasus (yang menjerat seseorang) pun kita proses,” katanya.

(ysw)

Raperda LP2B Dibekukan, Lahan Pertanian di Bekasi Rawan Beralih Fungsi

loading…

Berdasarkan data RTRW Kabupaten Bekasi, luas lahan pertanian mencapai 48.000 hektare namun setelah melalui verifikasi hanya 28.000 hektare yang tersisa. Foto/Ilustrasi

BEKASI – Pembekuan Rancangan Peraturan Daerah terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) menuai kecaman berbagai pihak. Selain penuh resiko, ketiadaan regulasi yang mengatur secara spesifik keberadaan lahan pertanian, membuat potensi alih fungsi lahan di Kabupaten Bekasi makin terbuka.

Regulasi peraturan keberadaan lahan pertanian di wilayahnya tersebut dibekukan oleh DPRD Kabupaten Bekasi dalam sidang paripurna antara eksekutif dan legislatif beberapa waktu lalu. Padahal, Raperda LP2B yang dibahas oleh Pansus XXVIII DPRD Kabupaten Bekasi sejak setahun lalu mengendap. (Baca: 890,5 Hektare Lahan Pertanian di Bekasi Terendam Banjir)

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Nayu Kulsum mengaku sangat khawatir dibekukan Raperda LP2B tersebut. Sebab, dengan dibekukan peraturan tersebut bisa membuka keran investasi nakal yang membuat lahan beralih fungsi. ”Kami sangat khawatir, bisa saja lahan pertanian diubah fungsinya,” katanya kepada wartawan, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:

Berdasarkan data Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bekasi, penyusutan lahan pertanian telah terlihat hingga kini. Pada RTRW, luas pertanian mencapai 48.000 hektare. Namun, setelah melalui verifikasi, hanya 28.000 hektare yang didaftarkan menjadi lahan pertanian abadi. (Baca juga: Dapat Bantuan Alat dari Pusat, Bekasi Bisa Percepat Proses Tanam Padi)

Sehingga, kata dia, jumlah tersebut dikhawatirkan kembali menyusut setelah Raperda LP2B tak kunjung diterbitkan. ”Sebenarnya berapapun jadinya nanti, kami berharap jumlah luasannya pasti, jadi kami bisa memproteksi lahan tersebut. Kalau sekarang, bisa kapan saja diatur,” ungkap Nayu.

Untuk diketahui, penetapan lahan pertanian abadi menjadi wacana yang tak pernah terealisasi. Sebelumnya, raperda tersebut sempat diwacanakan pada masa kepemimpinan Bupati Sa’dudin pada 2007. Kemudian wacana tersebut muncul lagi pada masa kepemimpinan Bupati Neneng Hasanah Yasin yang akhirnya dibahas di legislatif.

Namun, pada kepemimpinan Bupati Eka Supria Atmaja, regulasi yang terbilang vital itu justru dibekukan. Saat ini, masyarakat Bekasi mendesak pemerintah segera kembali membahas Raperda LP2B ini secepatnya. Sebab, ribuan petani di Bekasi, khawatir lahan pertanian bisa menyusut dan beralih fungsi.

(ysw)

Hari Anak Nasional, Jungleland Ceriakan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

loading…

Sebanyak 400 anak yatim dari berbagai panti asuhan dan kaum dhuafa meramaikan Hari Anak Nasional (HAN) 2019 yang diselenggarakan Jungleland Theme Park, Kabupaten Bogor, Selasa (23/7/2019). Foto/Istimewa

BOGOR – Sebanyak 400 anak yatim dari berbagai panti asuhan dan kaum dhuafa meramaikan Hari Anak Nasional (HAN) 2019 yang diselenggarakan Jungleland Theme Park, Sentul, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Selasa (23/7/2019).

Marketing Communication Jungleland Theme Park, Vina Trisna Widiatie mengatakan pihaknya secara rutin menggelar HAN dengan beragam kegiatan yang bertujuan menghibur anak-anak yatim dan dhuafa.

“Nah tahun ini melalui Jungleland Ceriakan Anak adalah salah satu kegiatan dari beragam kegiatan yang dilakukan Jungleland Adventure Theme Park dalam upaya menjadi pilihan kunjungan dan theme park terbaik di Indonesia, karena kegiatan di Jungleland bukan tentang hiburan saja tapi kegiatan edukasi dan kegiatan positif sangat dibutuhkan untuk memberikan manfaat bagi setiap orang,” kata Vina.

Baca Juga:

Ia menjelaskan dalam kegiatan itu, pihaknya juga memberikan hiburan yang tak kalah seru diantaranya Story Telling dari sedekah mainan yang ditutup dengan kegiatan yang sangat disukai oleh anak-anak yakni mainan gratis dari program Sedekah Mainan.

Tak hanya itu, ratusan anak-anak juga dibebaskan untuk mengikuti lomba mewarnai bersama yang diselenggarakan oleh Global Art.

“Setelah melakukan rangkaian kegiatan seru tersebut, anak-anak pun dapat sesuka hati berkreasi seru di mobil Blue Bird yang berjejer rapih di arena kegiatan, mereka menghias mobil dengan serunya, dan banyak lagi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan Jungleland Adventure Theme Park telah memiliki 35 lebih wahana keluarga, dewasa, dan anak yang juga ini punya misi sendiri dalam kemajuan bangsa dengan program edukasi anak-anak yang sudah berjalan sejak awal 2019 lalu.

“Seperti adanya TEMPELAND wahana edukasi tempe satu-satunya di Indonesia dan juga ROBOLAND sebagai wahana edukasi robotic yang mengajarkan anak-anak membuat robot. Semua kegiatan dan program selalu hadir setiap bulannya,” ujarnya.

(ysw)

Selesai Proses Pemeriksaan, Nunung Akan Ajukan Permohonan Rehabilitasi

loading…

Komedian Nunung memperlihatkan hasil tes urine. Foto: Ist

JAKARTA – Melalui kuasa hukumnya, komedian Tri Yetni Prayudati alias Nunung Srimulat bakal mengajukan rehabilitasi terkait kasus dugaan penyelahgunaan narkoba kepada Polda Metro Jaya.

“Insya Allah ke depan keluarga dan tim kuasa hukum kita akan mengajukan permohonan untuk rehabilitasi,” ujar kuasa hukum Nunung Srimulat, Sandy Arifin saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (23/7/2019).

Menurutnya, pengajuan itu segera disiapkan setelah kliennya selesai proses pemeriksaan. Dengan begitu, kata dia, Nunung bisa segera lepas dari narkoba yang kini menjeratnya tersebut.

Baca Juga:

Adapun selama ditangkap polisi, kata dia, Nunung dalam keadaan sehat dan proses pemeriksaan berjalan baik. Hanya saja, memang secara psikologis kliennya itu merasa terguncang.

“Nanti permohonan (rehabilitasi) yang mengajukan selain kuasa hukum, ada dari keluarga,” ujarnya. (Baca juga: Polisi Belum Terima Permintaan Rehabilitasi Nunung Srimulat)

(mhd)

DKI Pamerkan Jakarta Tempo Dulu hingga Kini Lewat Hologram di Monas

loading…

Masuk Museum Monas, Jakarta. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Melalui Dinas Periwisata dan Kebudayaan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memamerkan sejarah Ibu Kota, keindahan dan keragaman budayanya lewat tampilan teknologi modern yakni Pameran Hologram. Pameran ini merupakan kegiatan Monas Week tahun ini.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Edy Junaedi mengatakan, agenda ini merupakan pekan pameran seni budaya yang menampilkan sejarah serta keindahan dan berbagai budaya Jakarta dibalut dengan teknologi modern.

“Rangkaian Monas Week akan ada tiga kegiatan, yaitu pameran hologram, pameran lampu, dan video mapping,” ujar Edy Junaedi di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:

Dia mengatakan, ini merupakan upaya Pemprov DKI untuk mensosialisasikan sejarah Jakarta dari dahulu hingga saat ini.

“Diharapkan, dengan hadirnya pameran hologram pada Monas Week ini akan semakin memunculkan ketertarikan warga untuk berkunjung ke Monas,” imbuhnya.

Sementara itu, pengusung proyek pameran hologram, Adi Panuntun mengungkapkan, hologram tersebut diberi judul ‘Kala Jakarta’. Durasi waktu pertunjukan sekitar 25 menit.

Dia melanjutkan, konten yang disajikan terbagi ke dalam tiga babak, yakni masa pra kolonial, masa kolonial dan masa kemerdekaan. Karya Adi ditampilkan dalam bentuk ilusi hologram dengan narasi (audio visual).

“Visualisasi tiga dimensi dalam teknologi hologram diharapkan bisa menimbulkan minat dan kecintaan lebih dalam tentang sejarah Jakarta. Pengunjung akan seolah-olah dibawa menggunakan mesin waktu melihat secara langsung sosok ibu kota Republik Indonesia tercinta ini dari masa ke masa,” kata Adi.

Pertunjukan teknologi modern ini digelar di dalam Museum Sejarah Nasional Tugu Monas mulai hari ini, hingga akhir bulan Juli. Penayangan hologram setiap harinya dilakukan sebanyak 6 kali, pemutaran pertama dilakukan pada pukul 11.00 WIB dan pertunjukan terakhir pada pukul 19.00 WIB.

(mhd)

Polisi Belum Terima Permintaan Rehabilitasi Nunung Srimulat

loading…

Komedian Nunung Srimulat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta. Foto/Ari Sandita Murti/SINDOnews

JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya mengaku belum menerima surat permohonan rehabilitasi dari komedian Tri Yetni Prayudati atau biasa dikenal Nunung Srimulat dan suaminya, July Jan Sambiran alias Iyan Sambiran dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

“Kita belum terima surat permohonan rehabilitasi (Nunung dan Iyan) ya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (23/7/2019). (Baca juga: Nunung dan Suami Terancam Lima Tahun Penjara)

Menurutnya, polisi tak melarang Nunung dan suaminya mengajukan permohonan rehabilitasi. Sebab, kata dia, polisi bakal melakukan pengkajian terlebih dahulu sebelum menerima permintaan tersebut. (Baca juga: Ditangkap karena Terjerat Narkoba, Komedian Nunung Mengaku Kapok)

Baca Juga:

“Semuanya berproses, kan semuanya harus ada asesmen dan sebagainya,” tuturnya. (Baca juga: Jenguk Ibunda, Anak Nunung Bawa Sayur Lodeh dan Ikan Asin)

Dia menambahkan, polisi telah menahan Nunung dan suaminya di rutan Mapolda Metro Jaya. Adapun penahanan itu dilakukan selama 20 hari ke depan untuk penyidikan. (Baca juga: Konsumsi Sabu Setiap Hari, Nunung Mengaku karena Tuntutan Pekerjaan)

(mhd)

Terima Lawatan Dubes Palestina, Anies Jajaki Potensi Bisnis

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun, beserta delegasinya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin 22 Juli 2019. Kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas pengembangan potensi hubungan ekonomi antara Palestina dan Jakarta.

“Saya berharap hubungan Indonesia dan Palestina akan lebih akrab melalui hubungan perdagangan antara keduanya. Karena hubungan people to people sudah, hubungan diplomatik pemerintahan juga sudah, tinggal hubungan business to business yang perlu dikembangkan,” ujar Anies.

Dia menambahkan, hubungan bisnis ini akan memberikan keuntungan bagi kedua negara dan merupakan permulaan Palestina untuk memperkenalkan produknya, seperti kurma, minyak zaitun dan baklava yang dinilai dapat dinikmati warga Jakarta.

Baca Juga:

“Palestina memiliki tempat tersendiri di masyarakat Indonesia, sehingga akan memungkinkan produk-produk ini diperkenalkan ke masyarakat Indonesia, terlebih warga ibu kota,” imbuhnya.

Secara khusus Anies mengundang para delegasi dan pelaku bisnis Palestina untuk memamerkan produk unggulannya di bazar rakyat yang akan digelar pada bulan September mendatang di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat.

“Jika mau memulai dengan bazar, bisa di bulan September, ada kegiatan Muharam. Bisa mulai diperkenalkan produknya dan nanti tahun depan lebih bisa dieksplorasi lagi dengan mitra bisnis Jakarta, dan di sini hadir perwakilan Kadin Jakarta, HIPMI Jakarta, dan Food Station,” paparnya.

Selain itu, komitmen Pemprov DKI Jakarta yang ingin menjadikan Palestina sebagai mitra bisnis ditunjukkan dengan memberikan kemudahan informasi, terlebih mengenai masalah prosedur administrasi izin usaha di Jakarta. Dalam kunjungan itu juga diharapkan akan terus meningkatkan hubungan baik antara Jakarta dan Palestina.

“Saya berharap para delegasi Palestina bisa berkunjung ke Mal Pelayanan Publik dan juga Jakarta Investment Center untuk bisa bertanya apa saja tentang prosedur investasi,” bebernya.

(mhd)

Pergub Penggunaan Plastik di Jakarta Ditarget Rampung Awal Agustus

loading…

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta menargetkan akhir Agustus 2019 mendatang Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur penggunaan plastik akan rampung. Saat ini pembahasan Pergub tersebut sudah dalam tahap akhir.

“Saya pikir kalau bicara target mudah-mudahan awal Agustus itu semua sudah tuntas,” ungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (22/7/2019).

Anies menuturkan, nantinya pergub tak hanya mengatur persoalan sampah plastik karena itu hanya bagian kecil dari road map lengkap pengelolaan sampah di Jakarta.”Jadi bukan soal plastiknya saja tapi keseluruhan pengelolaan sampah,” tutur Anies.

Baca Juga:

Mantan Mendikbud itu beralasan, lamanya pembuatan pergub disebabkan pihaknya tak hanya mengatur spesifik sampah tertentu saja melainkan keseluruhan.”Nah itu sebabnya perlu waktu lebih lama Insya Allah tidak lama lagi akan tuntas,” tambah Anies.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih menjelaskan, sampah warga Jakarta mencapai 7.500 ton per hari yang masuk ke TPST Bantar Gebang. Sebanyak 14% dari jumlah tersebut atau lebih dari 1.000 ton merupakan sampah plastik yang didominasi oleh plastik sekali pakai.

“Jenis kantung belanja plastik saja setiap harinya sebanyak 650-800.000 lembar yang masuk ke TPST Bantar Gebang,” ungkap Andono.

(whb)

Empat Langkah Pemprov DKI Tekan Kenaikan Harga Sayuran

loading…

Pemprov DKI menyiapkan empat langkah guna meredam kenaikan harga sayuran.Foto/SINDOphoto/Ilustrasi

JAKARTA – Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai upaya untuk meredam kenaikan harga sayuran di Jakarta. Beberapa pekan terakhir sejumlah sayur mayur di pasar tradisional mengalami kenaikan harga.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas KPKP DKI Jakarta Mujiati mengatakan, telah melakukan peninjauan harga-harga di dua pasar yakni Pasar Pademangan Barat dan Pasar Pademangan Timur. Dalam sidaknya tersebut diketahaui 10 jenis sayuran harganya mengalami kenaikan.

Namun, untuk harga bawang merah, bawang putih dan tomat justru mengalami penurunan.”Kami sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan kenaikan harga sayur mayur,” kata Mujiati pada Senin (22/7/2019).

Baca Juga:

Dia menjelaskan, pertama pihaknya akan tetap melakukan pemantauan stok dan harga di pasar induk maupun pasar turunan. Kedua, koordinasi dengan daerah pemasok untuk mengetahui potensi produksi yang bisa dikirim ke Jakarta.(Baca: Sidak Pasar Tradisional, Harga Cabai di Jakarta Melonjak Drastis)

Langkah ketiga dengan menugaskan Pasar Jaya untuk mencari sumber-sumber baru pasokan. Keempat, meningkatkan penanaman cabai di masyarakat Jakarta dan memanfaatkan lahan milik Pemprov DKI.

“Saat ini Dinas KPKP sedang menanam cabai di lahan milik Pemprov DKI di Ciangir. Mudah-mudahan akhir bulan ini bisa dipanen untuk menambah pasokan ke pasar,” ucapnya.

(whb)

DKI Yakin Vertikal Drainase Atasi Masalah Kelebihan dan Kekurangan Air

loading…

JAKARTA – Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta meyakini vertikal drainae mampu mengatasi permasalahan kelebihan dan kekurangan air di Jakarta. Saat ini Dinas SDA tengah mencari waduk yang tepat untuk menerapkan vertikal drainase.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Juaini Yusuf mengatakan, vertikal drainase mampu mengatasi permasalah kelebihan dan kekurangan air di Jakarta.”Kita sedang upayakan vertikal drainase di beberapa tempat. Fungsinya selain sebagai antisipasi genangan juga resapan air. Tentu ke depan juga di waduk-waduk akan difungsikan sebagai air minum. Waduk yang sudah jadi akan kita kelola supaya airnya bisa diminum oleh warga sekitar,” kata Juaini saat dihubungi SINDOnews, Senin (22/7/2019).

Juaini mengaku belum mengetahui waduk mana yang airnya dapat digunakan sebagai air baku.”Nanti kita lihat survei dulu lokasi mana yang bisa kita gunakan sebagai air minum. Kita harapkan semua waduk bisa difungsikan air minum selain sebagai penampungan air hujan juga supaya enggak banjir,” ujarnya.

Baca Juga:

Selain waduk, vertikal drainase diharapkan bisa dibuat lebih banyak lagi.
“Semua sudin sudah saya perintahkan bikin vertikal draimase. Targetnya ya sebanyaknya se-DKI kalau enggak salah harus ada 1 juta. Karena bukan hanya SDA seluruh dinas suruh bikin juga,” ucapnya.

(whb)

Polres Jaksel Tangkap Dua Kurir Narkoba Jaringan Riau

loading…

JAKARTA – Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan menangkap dua kurir narkoba jaringan Riau. Dua pelaku yang ditangkap adalah TAJ (33), dan TC (35), dengan barang bukti berupa 1,5 ons sabu dan 30 butir ekstasi.

Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung mengatakan, kedua pelaku ditangkap pada Jumat, 19 Juli 2019 lalu di Sawangan, Depok dan Cileunyi, Bandung.”Modusnya jasa pengiriman paket palsu. Saat ditangkap mereka mengaku kalau kurir dari jasa titipan kilat namun ketika dilakukan penggeledahan ternyata berisi narkoba,” kata Vivick pada wartawan Senin (22/7/2019).

Vivick menuturkan, dari tangan pelaku disita barang bukti berupa 1,5 ons sabu dan 30 butir ekstasi yang disimpan di dalam tas jinjing. Tersangka TAJ dan TC kemudian membungkus tas tersebut menggunakan plastik yang sudah tertera alamat pengiriman.

Baca Juga:

“Lembaran resi pengirimannya dia cari dan lem sendiri. Alamatnya juga begitu, mereka bawa sendiri dari Riau,” ucapnya. Akibat perbuatannya, para tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat 2 Sub Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana lima sampai 20 tahun penjara.

(whb)