Dipajang di Aquarium, 3 Gadis Bekasi Jadi Korban Trafficking di Bali

loading…

KPAI Kota Bekasi mendapat laporan dari KPAI Bali bahwa ada tiga perempuan asal Bekasi yang menjadi korban trafficking dan dipaksa memuaskan pria hidung belang. Foto:dok/SINDOphoto

BEKASI – Tiga perempuan asal Kota Bekasi menjadi korban perdagangan orang di Provinsi Bali. Remaja belasan tahun ini di iming-imingi bekerja di restoran di Bali. Hanya saja, sesampai di lokasi, mereka ditaruh di Aquarium untuk dipajang dan terpaksa memuaskan hasrat birahi lelaki hidung belang.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi, Aris Setiawan mengatakan, informasi adanya percobaan perdagangan manusia itu didapat dari KPAI Bali.

Baca Juga:

Dimana, mereka mendapati tiga orang warga Kota Bekasi, dan satu orang warga Banten tengah di eksploitasi. “Sekitar awal Januari 2019 kami mendapat informasi itu,” katanya kepada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Menurut kabar yang diterimanya, awalnya tiga bocah baru gede itu ditawarkan bekerja di sebuah restoran di daerah Bali. Namun, sesampainya disana, mereka malah disuruh melayani lelaki hidung belang. “Mereka bukan bekerja di restoran, malah dipajang dalam aquarium untuk dijual,” ujarnya.

Aris mengaku, para remaja itu tak berdaya karena mereka dijebak urusan utang. Jadi, kata dia, selama perjalanan ke Bali, ketiganya dibebankan utang transportasi. Sehingga, mau tidak mau, mereka harus membayarnya.”Selama perjalanan ke Bali mereka tidak gratis, mereka utang sama penyalur. Makanya mereka tak berdaya,” jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan Aris, keberangkatan tiga remaja ke Bali itu melalui penyalur. Satu dari tiga orang remaja itu sudah lebih dulu kenal dengan penyalur, sehingga dua rekannya hanya mengikuti jejak rekannya yang satu.

“Para remaja ini seperti kurang mendapat perhatian dari keluarga, sehingga nekad berbuat seperti itu,” ujarnya.

Kabar yang diterima Aris, tiga remaja asal Kota Bekasi ini sudah diamankan di rumah aman di Bali. Bahkan, pihak KPAI setempat tengah menyelidiki jaringan tersebut, termasuk penyalur yang ada di Kota Bekasi.

“Masih kami kembangin bersama-sama rekan di Bali. Makanya untuk nama remaja itu masih kita rahasiakan,” tutupnya.

(ysw)

Setiap Tahun Ratusan Guru Pensiun, Depok Kekurangan Tenaga Pendidik

loading…

Setiap tahun tercatat ada sekitar 200 guru baik tingkat SD Negeri maupun SMP Negeri di Depok yang pensiun menyebabkan Depok kekurangan tenaga pendidik. Foto:dok/SINDOphoto

DEPOK – Setiap tahun tercatat ada sekitar 200 guru baik tingkat SD Negeri maupun SMP Negeri di Depok yang purnabakti atau pensiun. Hal itu pun menyebabkan Depok kekurangan tenaga pendidik.

Sehingga untuk mengisi kekosongan tersebut maka pihak sekolah harus mengambil guru honorer. Guru honorer sangat diperlukan untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga:

“Ya untuk mengisi kekurangan tersebut maka sekolah mengambil tenaga pendidik honorer,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Mohammad Thamrin kepada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Dikatakan dia sebelum merekrut guru honorer maka sekolah harus mendapat rekomendasi dari dinas pendidikan. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

Dari 200 guru yang purnabakti tiap tahun, mayoritas adalah guru SD. Rata-rata guru yang pensiun sudah mengabdi sekitar 20-35 tahun. “Lama masa baktinya tergantung kapan yang bersangkutan diangkat menjadi CPNS. Rata-rata sudah mengajar puluhan tahun,” ucapnya.

Ia merinci berdasarkan data terbaru jumlah guru di Kota Depok yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tercatat total guru12.238. Terdiri atas guru SD 6368, SMP 2872 SMA 1176, SMK 1748 dan SLB 74.

“Sebanyak 12 ribu sekian itu data guru keseluruhan PNS dan non PNS baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta,” tuturnya.

Salah satu guru yang akan memasuki pensiun adalah Wiwin Meisawani. Pada tahun 2020 dirinya akan pensiun. “Tahun 2020 saya pensiun. Mungkin akan kangen dengan anak-anak murid saya,” ujar Wiwin yang merupakan pengajar di SLB Dharma Asih.

Ia menambahkan dirinya resmi menjadi guru sejak tahun 1986. Saat itu dirinya pun mulai mengajar di sekolah-sekolah.

“Pengangkatan saya itu bulan Maret tahun 1986. Jadi sudah sekitar 32 tahun saya berkecimpung di dunia pendidikan. Pasti saya akan rindu dengan anak-anak dan suasana mengajar,” tutup wanita berusia 58 tahun tersebut.

(ysw)

Bahas Cawagub DKI, Ini Hasil Pertemuan Gerindra dan PKS

loading…

Partai Keadilan Sejatera (PKS) dan Partai Gerindra baru saja menggelar pertemuan untuk membahas kembali proses pemilihan calon Wagub DKI Jakarta. Foto/Ilustrasi

JAKARTA – Partai Keadilan Sejatera (PKS) dan Partai Gerindra baru saja menggelar pertemuan untuk membahas kembali proses pemilihan calon Wagub DKI Jakarta. Pertemuan tersebut dilakukan di kantor DPW PKS, Jakarta Pusat.

“Hari ini Alhamdulilah sudah selesai satu proses untuk menyelesaikan time line. Sudah diungkap tadi, 14 Januari akan ada rakor panelis dengan pimpinan partai,” Kata Wakil Ketua DPD Gerindra Syarif di kantor DPW PKS, Jakarta, Rabu (9/1/2018).

Baca Juga:

Ia menambahkan, pihaknya siap memberikan masukan kepada panelis kerangka dan materi apa saja yang nantinya akan di dalami panelis kepada para kandidat.

Kedua partai pengusung juga sudah sepakat bahwa ketiga calon dari PKS itu sudah final tak bisa ditambah atau dikurangi.

“Tugas dari partai kepada panelis untuk melakukan pendalaman kompetensi, integritas, kemampuan. Dititipkan kepada panelis untuk didalam biar objektif,” jelasnya.

Adapun target dari seleksi ketiga kandidat dijawalkan selesai pada 25 Januari mendatang. Dengan begitu, Partai pengusung sudah bisa memberikan nama calon kandidat Wakil Gubernur kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Yang kemudian, berdasarkan peraturan, nantinya nama-nama tersebut akan dilakukan pemilihan voting melalui rapat paripurna DPRD DKI Jakarta.

“Setelah 25 Januari akan berkirim surat kepada Gubernur, setelah diterima, maka partai pengusung dan tim sudah selesai tugasnya. Baru melakukan lobi ke DPRD. Mudah-mudahan cepet selesai mendapatkan calon dari proses Fit and Proper test,” tutupnya.

(ysw)

Identitas Pembunuh Siswi SMK Baranangsiang Bogor Sudah Terungkap

loading…

Rekaman CCTV diduga pelaku pembunuh siswi SMK Baranangsiang Bogor yang ditemukan tewas bersimbah darah. Foto/Istimewa

BOGOR – Kasus pembunuhan terhadap Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi kelas XII jurusan Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor mulai menemui titik terang. Pasalnya, saat ini kepolisian sudah mengetahui lokasi persembunyian pelaku.

“Pelaku berinisial S. Karena saat ini pelaku sedang mengikuti acara keagamaan, selesai akan langsung kita tangkap,” jelas Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser kepada wartawan dalam keterangan persnya di Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (09/01).

Baca Juga:

Lebih lanjut, ia menambahkan berdasarkan hasil penyidikan sementara hubungan antara pelaku dengan korban adalah teman yang sempat dekat.

Identitas Pembunuh Siswi SMK Baranangsiang Bogor Sudah Terungkap

Saat ditanya apakah pelaku mirip dengan foto yang tersebar di media sosial sedang berpose dengan korban, menurutnya tak menutup kemungkinan pelakunya adalah itu. “Iya kemungkinan itu, karena belum ketangkap kan. Nanti lihat saja,” jelasnya.

Pihaknya mengaku kesulitan cepat menangkap pelaku karena membutuhkan proses, karena minimnya bukti permulaan, terlebih di lokasi kejadian itu gangnya sepi. (Siswi SMK di Bogor Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada)

“Iya menangkap orang itu tak semudah yang dibayangkan. Kita butuh proses untuk menelusuri orang-orang terdekat korban. Tapi berkat media sosial itu juga membantu proses penyidikan karena disitu ada penyangkalan-penyangkalan dari teman-temannya,” jelasnya.

(ysw)

Pembunuh Siswi SMK Baranangsiang Bogor Pernah Dekat dengan Korban

loading…

BOGOR – Polisi mengaku sudah mengetahui identitas tersangka pembunuh Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi kelas XII jurusan Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor. Diketahui kalau pelaku berinisial S dan pernah dekat dengan korban.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan, pelaku pernah dekat dengan korban. “Saya tak berani menyebutkan pelaku adalah mantan kekasihnya karena belum ditangkap, jelasnya nanti kalau sudah ketangkap,” ujarnya kepada wartawan di Mapolresta Bogor Kota, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga:

Saat ditanya apakah pelaku mirip dengan foto yang tersebar di media sosial sedang berpose dengan korban, menurutnya tak menutup kemungkinan pelakunya adalah itu.
“Iya kemungkinan itu, karena belum ketangkap kan. Nanti lihat saja,” jelasnya. Saat ini, pelaku sedang pergi mengikuti acara keagamaan. (Baca: Siswi SMA di Bogor Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada)

Sebelumnya diberitakan, seorang siswi SMK Baranangsiang Bogor ditemukan tewas bersimbah darah dengan dada tertancap sebilah pisau. Pelaku pembunuhan sendiri terpantau CCTV yang ada di sekitar TKP.

(ysw)

Pemprov DKI Diberi Tugas Menata Transportasi Agar Semua Terintegrasi

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: dok/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo memberikan arahan soal transportasi yang ada di Ibu Kota. Dalam arahan tersebut, Pemprov DKI diminta untuk menata trasportasi agar seluruh moda terintegrasi dengan baik.

“Kemarin ada rapat terbatas bidang transportasi dan Kita sampaikan bahwa presiden berikan arahan agar pengelolaan transportasi di Jakarta dibuat lebih sederhana. DKI kemarin ditanya, apakah siap untuk memegang kendali pengelolaan transportasi di DKI,” kata Anies di Balai Kota, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga:

Menurut Anies, secara prinsip DKI siap dan kemarin pihaknya ditugaskan Wapres RI Jusuf Kalla untuk membahas lebih detail arahan-arahan yang diberikan oleh Presiden. “Kemarin arahnya akan memulai dengan penataan di dalam wilayah DKI. Kemudian baru nanti keluar DKI dan menambah jangkauan kendaraan umum massal,” lanjutnya.

Inti pesannya adalah bagaimana perencanaan transportasi itu bisa mengintegrasikan antar moda dengan perencanaan kawasan. “Salah satu masalah yang dihadapi sekarang ini kan, transportasinya direncanakan sendiri di setiap daerah,” tegas Anies.

Anies menambahkan, jadi nanti yang mengatur kawasan adalah Pemprov DKI. Maka itu Pemprov DKI akan mengatur transportasi umum massal dengan daerah penyangga bisa terintegrasi. “Bila itu menjadi satu (terintegrasi), akan sangat memudahkan,” sambungnya.

Mantan Mendikbud menambahkan, bahwa Jokowi banyak berdiskusi mengenai program sewaktu dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI. “Kemarin belum final, tapi arahnya adalah koordinasi transportasi akan diarahkan ke DKI,” ujar Anies.

(ysw)

Polisi Duga Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang Dilatarbelakangi Dendam

loading…

Garis Polisi. Foto/Ilustrasi/Istimewa

BOGOR – Kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18), siswi kelas XII jurusan Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor hingga saat ini masih misterius. Pasalnya, polisi belum bisa menangkap pelaku yang identitas dan ciri-cirinya sudah jelas terekam CCTV di lokasi kejadian.

Meski demikian, Kaporesta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser saat meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan, dugaan sementara motifnya adalah dendam dan sakit hati.

Baca Juga:

“Kita masih melakukan penyelidikan dan pengembangan. Kalau motif, pelakunya kan belum tertangkap tapi pada umumnya kasus pembunuhan seperti ini pasti ada motif dendam sakit hati dan lain-lain itu, namun kita belum bisa katakan secara pasti,” jelasnya saat ditanya wartawan saat meninjau lokasi kejadian, Rabu (9/1/2019).

Dia berharap, semua pihak memberikan kesempatan pada tim penyidik untuk bekerja ekstra keras dalam mengungkap kasus ini. “Ya, nanti saja kita bisa tahu secara pasti soal modus pelaku kalau pelakunya sudah ditangkap. Yang jelas secara umum kalau pembunuhan ada motif dendam iya dugaan awal seperti itu,” katanya.

Guna memburu pelaku, polisi sudah mengantongi sejumlah barang bukti dan ciri-ciri identitas pelaku penusukan di Gang Belakang Masjid Raya Kota Bogor, RT 4/3, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, yang terjadi pada Selasa 8 januari 2019 sekitar pukul 15.55 WIB.

“Sedikit banyak sudah ada gambaran, ini (pelaku) sedang kita dalami,” katanya. (Baca juga: Siswi SMA di Bogor Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada)

Sementara itu, di mata tetangga dan orang terdekat Andriana Noven merupakan sosok yang ramah. Menurut Lia (36), pengurus indekos tempat korban tinggal di Jalan Riau tak jauh dari lokasi kejadian mengatakan korban yang merupakan warga Cianjur sudah dua tahun indekos.

“Yang saya tahu, kalau tempat tinggalnya di Cianjur, sejak kelas 2 SMK dia ngekost di sini, hampir dua tahun lah,” jelasnya.

Triono (46), paman korban menjelaskan Andriana Noven sempat dibawa orangtuanya ke Bandung untuk SD tapi tak lama, kemudian saat SMK baru tinggal di Bogor.

“Dia sudah saya anggap seperti anak sendiri. Saya enggak nanya rinci juga mengenai luka yang diderita. Polisi pun masih mendalami kasus ini. Saya harap kasus ini bisa cepat selesai. Kasus ini cukup sampai anak saya saja. Semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Wali Kelas Busana Butik SMK Baranangsiang, Kota Bogor, Endang Tri Astuti. Menurutnya, korban kesehariannya di sekolah kerap dijadikan model fashion praktikum.

Endang yang mengaku kerap dijadikan sebagai tempat curhatnya dan tak pernah mendengar cerita soal musuh. Selama ini, Noven sendiri hanya bercerita bahwa hanya ingin fokus untuk belajar.

“Noven anaknya pintar, baik, dan enggak punya musuh juga. Anaknya juga cantik dan banyak disukai. Dia tidak pernah cerita atau curhat soal punya musuh atau ada yang sirik,” katanya.

Namun, beberapa waktu lalu Endang sempat melihat foto Andrian Noven dengan seorang pria. Menurut Endang, pria yang difoto bersamanya itu bukan siswa dari SMK Baranangsiang Bogor.

“Beberapa kali saya lihat postingannya di Instagram sama cowok. Saya enggak kenal karena bukan dari sekolah yang sama. Kalau saya tanya Noven, bilangnya teman dekat saja dan ia tidak ingin berpacaran dulu,” jelasnya.

Saat ini sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (9/1/2019) polisi kembali melakukan olah TKP yang sudah ditutup gerbang dan dipasangi garis polisi. Namun demikian belum ada penjelasan dari kepolisian terkait kegiatan proses penyidikan ini.

(ysw,mhd)

Sebar Foto Tanpa Busana Vanessa Angel, Polisi: Bisa Dijerat UU ITE

loading…

Artis Vanessa Angel saat digelandang polisi karena terlibat prostitusi. Foto:dok/SINDOphoto

JAKARTA – Beredar di media sosial tentang foto-foto tanpa busana Vanessa Angel, artis yang terlibat kasus prostitusi online di Jawa Timur. Maka itu, polisi pun meminta masyatakat untuk tidak menyebarkannya lagi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, masyarakat harus bersikap bijak dalam menggunakan teknologi saat ini, khususnya teknologi cyber. Sama halnya saat mengunggah foto dan video di medsos pun haruslah bijak.

Baca Juga:

“Kita menggunakan gadget, terutama ada video call, ada foto itu harus bijak. Kira-kira apakah itu melanggar atau tidak saat kita mengunggah atau menyebarkan,” ujarnya pada wartawan, Rabu (9/1/2019). (Baca: Terlibat Prostitusi, Vanessa dan Avriellia Dikenakan Wajib Lapor)

Menurutnya, dalam kehidupan itu, semua memiliki aturan, norma, dan undang-undang, termasuk mengunggah ataupun menyebarkan sesuatu di media sosial.

Jangan sampai apa yang disebarkan itu melanggar karena pelanggar itu bisa dijerat dengan pidana. “Kita dalam kehidupan ada norma atau aturan yang harus kita taati, jangan sampai apa yang kita lakukan menimbulkan efek hukum. Nanti bisa kita kenakan juga UU ITE,” katanya.

(ysw)

Mulai Disidangkan, JADI Ingin Gugatan Pilkada Bogor Jadi Pembelajaran

loading…

Situasi sidang gugatan JADI di PN Cibinong. Foto/Istimewa

JAKARTA – Sidang dugaan pelanggaran dalam Pilkada Bupati Kabupaten Bogor yang dilayangkan pasangan Jaro Ade-Inggrid Kansil (JADI) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong. Namun, sidang beragendakan mediasi ditunda lantaran para tergugat tidak hadir.

Kuasa hukum pasangan JADI, Mahfud SH menjelaskan, persidangan itu bertujuan tak hanya sekadar untuk menetapkan siapa yang menang atau siapa yang kalah, tapi juga untuk membuktikan dugaan pelanggaran-pelanggaran pada Pilkada Kabupaten Bogor tahun 2018 yang terstruktur dan masif.

Baca Juga:

“Karena tidak mendapatkan penyelesaian dari lembaga institusi yang berwenang yaitu dari Mahkamah Konstitusi (MK), harus ada institusi yang menegakkan hukum dan keadilan agar Pilkada terjamin kebenarannya. Jadi bukan sekadar penentuan siapa yang menang atau kalah,” ujar Mahfud dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/1/2019).

Dia berkeyakinan, lembaga yang bisa memberikan keadilan ini adalah lembaga kekuasaan kehakiman yaitu Pengadilan Negeri Cibinong.

Sementara itu, Ade Ruhandi alias Jaro Ade menyebut langkahnya melakukan gugatan ke PN Cibinong merupakan sebuah upaya pembelajaran kepada publik.

“Yang kami lakukan adalah proses pembelajaran. Dibandingkan harus melakukan demonstransi dengan turun ke jalan,” tegasnya.

Hal ini juga terkait dengan komitmennya untuk tetap menjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Bogor.

“Apalagi di tahun politik ini, jelang Pileg dan Pilpres agar tidak terganggu dan bisa berjalan sesuai harapan bersama,” ucap Jaro Ade.

Sidang gugatan dengan No: 304/Pdt-G/2018/PN.CBI yang dipimpin oleh Hakim Ketua Andri Falahandika dan Hakim Anggota I, Tira Tirtonadi serta Hakim Anggota II, Ben Ronald P Situmorang ini akan dilanjutkan pada 29 Januari 2019.

Seperti diketahui, sidang gugatan ini diajukan pasangan JADI terhadap Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor No 155/PL.03.6-Kpt/3201/KPU-Kab/VII/2018 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara.

Tergugat I dianggap telah memanipulasi Daftar Pemilihan Tambahan (DPTb) yang dilakukan menjelang dan setelah diselenggarakannya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor 2018.

(mhd)

Bayi Membusuk Ditemukan di Kali Kresek Cengkareng

loading…

Lokasi penemuan bayi di Kali Kresek, Cengkareng, Jakarta Barat. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO

JAKARTA – Bayi diduga hubungan gelap ditemukan terbujur kaku di Kali Kresek, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (9/1/2019). Saat ditemukan, bayi berkelamin laki-laki itu sudah terbujur kaku dengan tubuh membiru dan kaki kanan sudah terputus.

Tim Media Sosial UPK Badan Air, Apit mengatakan, bayi ditemukan saat pihaknya sedang menjaring sampah di kali itu. Saat itu petugas mengira sebuah boneka.

Baca Juga:

“Tapi pas ditekan-tekan pakai serokan kok lembek ya, dan ternyata pas dilihat dari dekat tahunya mayat bayi,” ujar Apit saat dikonfirmasi.

Setelah memastikan bahwa benda yang baru saja ditemukan itu mayat bayi, ‎mereka pun langsung menghubungi kepolisian.

Anggota Polsek Kalideres yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi bayi malang itu dan membawanya ke RSCM untuk diautopsi.

“Iya ada penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki. Perkiraan baru berusia satu hari,” kata Panit Reskrim Polsek Kalideres, Ipda Sampe Tambunan.

Sampe mengatakan, berdasarkan kondisi mayat yang sudah membusuk, diperkirakan bayi malang itu telah meninggal beberapa hari lalu. Ia mengatakan saat ditemukan tidak ada luka-luka ditubuhnya.

“Tapi ini kan mayatnya sudah bau mungkin sudah beberapa hari, dan baru ditemukan sekarang,” kata Sampe.

Sampe mengatakan saat ini pihaknya masih menyelidiki orang tua dari bayi malang tersebut. Sebab, dugaan kuat bayi ini sengaja dibuang oleh orangtuanya.

“Kami sedang lidik siapa orang tua dari bayi ini,” tutup Sampe.

(mhd)

Syarif Sebut Prabowo Minta Agar Akhir Januari Sudah Ada Wagub DKI

loading…

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Syarif. Foto:dok/SINDOnews

JAKARTA – Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif menjelaskan soal kabar yang menyebutkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto meminta polemik wagub DKI harus selesai pada akhir bulan Januari 2019.

“Iya Alhamdulilah. Saya sendiri belum dapatkan pernyataan langsung dari pak Prabowo ya. Di DPD di rapat-rapat DPD kita sampaikan harpaan begitu 25 Januari selesai,” kata Syarif di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga:

Menurut Syarif target selesai pada 25 Januari tersebut berasal dari rapat di DPD bukan ucapan langsung Prabowo.

“Gak ada (pesan khusus dari Prabowo). Berharap segera selesaikan, Itu saja. Justru (target) 20 Januari itu dari DPD bukan dari pak Prabowo,” ujarnya.

Syarif mengatakan, memang sebelum tutup tahun dirinya sudah bilang bahwa tanggal 22 Januari sudah rampung. “Kalau saya mudah-mudahan 20 Januari segera,” tuturnya.

Sejak pengunduran diri Sandiaga Uno sebagai wagub DKI pada bulan Agustus, hingga kini belum ada wagub mendampingi Anies Baswedan. Dari PKS, ada tiga kandidat yang diajukan antara lain Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu dan Abdurrahman Suhaimi.

(ysw)

Normalisasi Dikebut, Wilayah Jakarta Barat Mulai Bebas dari Banjir

loading…

Jalan Daan Mogot yang sebelumnya selalu tergenang kini sudah tidak lagi setelah sejumlah saluran air dan normalisasi kali dilakukan. Foto:dok/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Keinginan Gubernur DKI membebaskan Jakarta dari banjir mulai terlihat. Pengurangan intensitas banjir mulai terasa di sejumlah titik yang menjadi langganan banjir di wilayah Jakarta Barat.

Pantauan Koran SINDO, hujan deras sebelumnya mengguyur kawasan Jakarta Barat dari pukul 6 pagi hingga 11 siang, Rabu (9/1/2019). Meski turun dengan intensitas tinggi namun genangan di sejumlah tempat tak terlihat.

Baca Juga:

Seperti di kawasan Patra, Kebon Jeruk. Di kawasan ini dahulu merupakan langganan banjir, bahkan akses jalan disini sempat lumpuh hingga 3 hari saat genangan merendam kawasan ini di awal tahun 2018 lalu.

Namun kini, genangan nyaris tak ditemukan. Pasar Patra yang selalu terendam saat hujan turun tak terlihat. Hanya genangan kecil setinggi 5 sentimeter terlihat di parkiran pasar.

Saat menyambangi kawasan itu, sejumlah pegawai harian lepas Sudin Sumber Daya Air dan PPSU tampak melakukan pembenahan di saluran sisi kanan kiri jalan. Mereka kemudian mengumpulkan sejumlah sampah didekat pompa di utara jalan. Karung tertumpuk pun cukup banyak.

“Sebenarnya tadi pagi sempat mau naik, cuman setelah pompa dinyalakan, air langsung ke sedot. Alhamdullilah aja tidak banjir,” kata Jaka (35) petugas pompa di kawasan Patra.

Saat berita ditulis, tiga pompa sedang dinyalakan. Mereka kemudian membuang air ke kawasan kali sekretaris yang berada di samping. Air kali tampak penuh, menyisahkan hanya 50 sentimeter dari tinggi tanggul. Tal hanya kali, saluran gendong yang berada disampingnya juga ikut dipenuhi air.

Kondisi tak jauh beda terjadi di jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat. Awal Desember 2018 lalu, jalanan dan pemukiman di kawasan ini sempat terendam hingga sepinggang orang dewasa.

Kala itu, hujan yang mengguyur baru 2 jam dan tidak sederas tadi pagi. Di kawasan itu pula, sejumlah warga mulai panik, lantaran genangan sempat masuk ke rumah.

Membanahi kawasan itu, saat pertengahan Desember 2018. Petugas kemudian mendapati sebuah akar pohon beringin menutupi saluran air. Hal ini yang diduga menghambat aliran air menuju saluran penghubung menuju kali sekretaris.

Barulah setelah akar dipotong air kembali lancar. Saluran disana kemudian langsung di normalisasi, sedimen lumpur yang mengendap berbulan bulan dikeruk.

“Hujan deras aman, jangankan naik ke jalan. Kali dan got aja nggak penuh,” kata Hendra (43) warga RT 04/04, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Hendra mengakui sebelum akar di cabut. Kawasannya merupakan langganan banjir. Saat hujan datang, pemukimannya termasuk rumahnya langsung terendam.

Serupa tapi tak sama juga terjadi di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, tepatnya depan kantor Samsat Jakarta Barat. Di tempat itu genangan sempat terjadi di sisi trotoar. Lalu lintas kemudian sempat terhambat selama beberapa menit.

Tangis Keluarga Pecah saat Jenazah Noven Tiba di RS Santo Borromeus

loading…

Jenazah Noven, siswi SMK Barangansiang, Bogor tiba di Santo Borromeus, Bandung, Jabar. Foto/Agus Warsudi/KORAN SINDO

JAKARTA – Jenazah Andriana Yubelia Noven Cahya (18), korban pembunuhan di belakang Terminal Baranangsiang, Kota Bogor disemayamkan di Rumah Sakit Santo Borromeus, Jalan Ir H Djuanda (Dago), Kota Bandung, Rabu (9/1/2019). Andriana merupakan siswi cantik kelas XII jurusan Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat.

Sebelumnya, jenazah Noven disemayamkan di Gedung Santo Yosep, Gereja Santo Petrus, Kabupaten Cianjur.

Baca Juga:

Saat jenazah Andriana yang dibawa dari Kabupaten Cianjur menggunakan ambulans tiba di RS Santo Borromeus sekitar pukul 11.40 WIB, isak tangis keluarga dan kerabat pun pecah. Mereka sangat kehilangan gadis yang akrab disapa Noven itu.

Tangis Keluarga Pecah saat Jenazah Noven Tiba di RS Santo Borromeus

Kerabat memeluk kedua orang tua Noven, Yohanes Bosco Wijanarko dan Cornelia Lucia. Para kerabat yang datang secara bergantian melihat jenazah Noven yang telah terbujur kaku di peti mati berwarna putih.

“Yang sabar, yang sabar,” kata sejumlah kerabat dan keluarga kepada Yohanes dan Cornelia. (Baca juga: Kasus Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang, Polisi Periksa Empat Saksi)

Ayah dan ibu Noven pun tak kuasa membendung tangis akibat kehilangan putri kesayangan mereka yang meninggal dunia secara sadis itu. Mata pasangan suami istri tersebut basah oleh air mata.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, jenazah Noven akan dikebumikan di Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung pada Kamis 10 Januari 2019. Orang tua Noven, Yohanes Bosco Wijanarko dan Cornelia Lucia tinggal di Kompleks Perumahan Pedona Padasuka. Mereka bekerja di RS Santo Borromeus.

Sekadar diketahui, Noven tewas ditusuk di sebuah gang sepi di belakang Terminal Baranangsiang, Kota Bogor pada Selasa 8 Januari 2019. Lokasi pembunuhan tak jauh dari tempat kos korban di Jalan Riau. Siswi jurusan tata busana di SMK Baranangsiang Bogor ini tewas dengan pisau masih menancap di dada kiri.

(mhd)

Kandidat Cawagub PKS Siap Lakukan Lobi Politik ke DPRD DKI

loading…

JAKARTA – Ketua DPW PKS Jakarta Syakir Purnama mengatakan, tiga kandidat cawagub akan bersilaturahmi kepada para anggota DPRD DKI Jakarta.

“Jadi memang rencananya 3 kader PKS yang diberi amanat menjadi calon wagub itu akan bersilaturahmi ke teman-teman fraksi. Jadi rencananya komunikasi sudah mulai dibangun,” kata Syakir kepada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga:

Nantinya rencana silaturahmi tersebut akan dipimpin oleh ketua fraksi PKS di DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi. “Mudah-mudahan setelah komunikasi dibangun, setelah mengenal visi misi dan seterusnya, komunikasi berikutnya lebih lancar, relatif lebih mudah,” katanya.
Syakir melanjutkan, setelah sitaurahmi yang dilakukan ketiga kandidat wagub dari PKS ini akan memupus semua anggapan-anggapan yang lain. “Mudah-mudahan nggak ada penolakan atau anggapan ‘kita kan nggak kenal dan seterusnya’,” terangnya.
Sebelumnya diberitakan, PKS telah mengirim surat kepada Gerindra untuk membahas fit and proper test. Namun hingga saat ini dari partai Gerindra belum ada tanggapan.

(ysw)

2018, Pendapatan Pajak Pemkot Tangsel Lebihi Target 9,73%

loading…

Gedung Pusat Wali Kota Tangerang Selatan. Foto/Dok/SINDOnews

TANGERANG SELATAN – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Dadang Sofyan mengatakan, penerimaan pajak daerah 2018 melebihi target, mencapai angka Rp1,296 triliun lebih.

“Melihat realisasi sampai dengan 31 Desember 2018, mencapai Rp1,422,858,101,214 atau melebihi target sebesar 9,73%. Jika dibanding tahun lalu, naik 12,69%,” kata Dadang kepada wartawan di Serpong, Tangsel, Rabu (8/1/2019).

Baca Juga:

Dadang menjelaskan, APBD 2017 sebesar Rp145,983 miliar. Pungutan dan pengelolaan pajak itu, meliputi sembilan jenis pajak, yang terdiri dari perhotelan, restoran, hiburan, reklame dan penerangan jalan, parkir.

“Kemudian ada pajak air tanah, pajak bumi bangunan dan pedesaan, serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan. Meksi ada kenaikan, bukan berarti tidak ada permasalahan dalam pengelolaannya,” jelasnya.

Sedikitnya, tambah Dadang, ada empat permasalahan penting yang menjadi kendala dalam pengelolaan pajak daerah selama 2018, seperti kurangnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap kepatuhan dalam membayar pajak.

“Belum lagi tiadak ada validnya database wajib pajak, wajib pajak belum melaporkan omzet secara benar, dan kondisi perekonomian nasional yang belum optimal. Ini menjadi kendala dan tantangan kedepan yang dihadapi,” paparnya.

Atas permasalahan itu, pihaknya mengaku punya strategi untuk mengejar target yang telah ditetapkan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pada tahun anggaran 2018 kemarin misalnya, target pendapatan daerah dipatok Rp1,296 triliun.

“Untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak, bagi yang tidak patuh kami pasangi sticker belum membayar pajak. Kami juga secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap wajib pajak, terutama kepada 9 jenis pajak,” sambungnya.

Tidak hanya itu, pihaknya memasang alat tapping box pada mesin transaksi setiap wajib pajak. Surat pemberitahuan pajak secara online atau SPTPD online pun telah diterapkan agar memudahkan wajib pajak.

“Petugas juga langsung datang ke rumah-rumah warga yang menunggak pajak bumi dan bangunan. Kami juga sudah bekerjasama dengan perusahaan jasa perbankan seperti BJB, BCA dan Bank Mandiri,” pungkasnya.

(mhd)

Polisi Duga Pembunuhan Siswi SMK Barangansiang Dilatarbelakangi Dendam

loading…

Garis Polisi. Foto/Ilustrasi/Istimewa

BOGOR – Kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18), siswi kelas XII jurusan Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor hingga saat ini masih misterius. Pasalnya, polisi belum bisa menangkap pelaku yang identitas dan ciri-cirinya sudah jelas terekam CCTV di lokasi kejadian.

Meski demikian, Kaporesta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser saat meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan, dugaan sememtara motifnya adalah dendam dan sakit hati.

Baca Juga:

“Kita masih melakukan penyelidikan dan pengembangan. Kalau motif, pelakunya kan belum tertangkap tapi pada umumnya kasus pembunuhan seperti ini pasti ada motif dendam sakit hati dan lain-lain itu, namun kita belum bisa katakan secara pasti,” jelasnya saat ditanya wartawan saat meninjau lokasi kejadian, Rabu (9/1/2019).

Dia berharap, semua pihak memberikan kesempatan pada tim penyidik untuk bekerja ekstra keras dalam mengungkap kasus ini. “Ya, nanti saja kita bisa tahu secara pasti soal modus pelaku kalau pelakunya sudah ditangkap. Yang jelas secara umum kalau pembunuhan ada motif dendam iya dugaan awal seperti itu,” katanya.

Guna memburu pelaku, polisi sudah mengantongi sejumlah barang bukti dan ciri-ciri identitas pelaku penusukan di Gang Belakang Masjid Raya Kota Bogor, RT 4/3, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, yang terjadi pada Selasa 8 januari 2019 sekitar pukul 15.55 WIB.

“Sedikit banyak sudah ada gambaran, ini (pelaku) sedang kita dalami,” katanya. (Baca juga: Siswi SMA di Bogor Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada)

Sementara itu, di mata tetangga dan orang terdekat Andriana Noven merupakan sosok yang ramah. Menurut Lia (36), pengurus indekos tempat korban tinggal di Jalan Riau tak jauh dari lokasi kejadian mengatakan korban yang merupakan warga Cianjur sudah dua tahun indekos.

“Yang saya tahu, kalau tempat tinggalnya di Cianjur, sejak kelas 2 SMK dia ngekost di sini, hampir dua tahun lah,” jelasnya.

Triono (46), paman korban menjelaskan Andriana Noven sempat dibawa orangtuanya ke Bandung untuk SD tapi tak lama, kemudian saat SMK baru tinggal di Bogor.

“Dia sudah saya anggap seperti anak sendiri. Saya enggak nanya rinci juga mengenai luka yang diderita. Polisi pun masih mendalami kasus ini. Saya harap kasus ini bisa cepat selesai. Kasus ini cukup sampai anak saya saja. Semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Wali Kelas Busana Butik SMK Baranangsiang, Kota Bogor, Endang Tri Astuti. Menurutnya, korban kesehariannya di sekolah kerap dijadikan model fashion praktikum.

Endang yang mengaku kerap dijadikan sebagai tempat curhatnya dan tak pernah mendengar cerita soal musuh. Selama ini, Noven sendiri hanya bercerita bahwa hanya ingin fokus untuk belajar.

“Noven anaknya pintar, baik, dan enggak punya musuh juga. Anaknya juga cantik dan banyak disukai. Dia tidak pernah cerita atau curhat soal punya musuh atau ada yang sirik,” katanya.

Namun, beberapa waktu lalu Endang sempat melihat foto Andrian Noven dengan seorang pria. Menurut Endang, pria yang difoto bersamanya itu bukan siswa dari SMK Baranangsiang Bogor.

“Beberapa kali saya lihat postingannya di Instagram sama cowok. Saya enggak kenal karena bukan dari sekolah yang sama. Kalau saya tanya Noven, bilangnya teman dekat saja dan ia tidak ingin berpacaran dulu,” jelasnya.

Saat ini sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (9/1/2019) polisi kembali melakukan olah TKP yang sudah ditutup gerbang dan dipasangi garis polisi. Namun demikian belum ada penjelasan dari kepolisian terkait kegiatan proses penyidikan ini.

(mhd)

Isak Tangis Keluarga Pecah saat Jenazah Noven Tiba di RS Santo Borrome

loading…

Jenazah Noven, siswi SMK Barangansiang, Bogor tiba di Santo Borromeus, Bandung, Jabar. Foto/Agus Warsudi/KORAN SINDO

JAKARTA – Jenazah Andriana Yubelia Noven Cahya (18), korban pembunuhan di belakang Terminal Baranangsiang, Kota Bogor disemayamkan di Rumah Sakit Santo Borromeus, Jalan Ir H Djuanda (Dago), Kota Bandung, Rabu (9/1/2019). Andriana merupakan siswi cantik kelas XII jurusan Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat.

Sebelumnya, jenazah Noven disemayamkan di Gedung Santo Yosep, Gereja Santo Petrus, Kabupaten Cianjur.Saat jenazah Andriana yang dibawa dari Kabupaten Cianjur menggunakan ambulans tiba di RS Santo Borromeus sekitar pukul 11.40 WIB, isak tangis keluarga dan kerabat pun pecah. Mereka sangat kehilangan gadis yang akrab disapa Noven itu.

Isak Tangis Keluarga Pecah saat Jenazah Noven Tiba di RS Santo Borrome

Kerabat memeluk kedua orang tua Noven, Yohanes Bosco Wijanarko dan Cornelia Lucia. Para kerabat yang datang secara bergantian melihat jenazah Noven yang telah terbujur kaku di peti mati berwarna putih.

Baca Juga:

“Yang sabar, yang sabar,” kata sejumlah kerabat dan keluarga kepada Yohanes dan Cornelia. (Baca juga: Kasus Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang, Polisi Periksa Empat Saksi)

Ayah dan ibu Noven pun tak kuasa membendung tangis akibat kehilangan putri kesayangan mereka yang meninggal dunia secara sadis itu. Mata pasangan suami istri tersebut basah oleh air mata.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, jenazah Noven akan dikebumikan di Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung pada Kamis 10 Januari 2019. Orang tua Noven, Yohanes Bosco Wijanarko dan Cornelia Lucia tinggal di Kompleks Perumahan Pedona Padasuka. Mereka bekerja di RS Santo Borromeus.

Sekadar diketahui, Noven tewas ditusuk di sebuah gang sepi di belakang Terminal Baranangsiang, Kota Bogor pada Selasa 8 Januari 2019. Lokasi pembunuhan tak jauh dari tempat kos korban di Jalan Riau. Siswi jurusan tata busana di SMK Baranangsiang Bogor ini tewas dengan pisau masih menancap di dada kiri.

(mhd)

Parkir Sembarangan, Sudin Perhubungan Jaksel Derek 42 Mobil

loading…

Petugas Sudin Perhubungan Jaksel tengah menderek taksi yang terparkir sembarangan. Foto/Ari Sandita Murti/SINDOnews

JAKARTA – Sukun Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan razia parkir di Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Kalibata, Widya Chandra, Pangedegan, Perdatam, Darmawangsa, Jalan Nipah, Palbatu Raya, Cikajang, Saharjo, Perdatam dan Senopati Raya. Dari belasa wilayah itu, sebanyak 42 kendaraan yang parkir liar diderek.

“Lokasi itu menjadi operasi rutin Sudin Perhubungan Jaksel melakukan razia parkir liar, hasilnya ada 42 kendaraan yang terjarin operasi penderekan,” kata Kasudin Perhubungan Jakarta Selatan, Christianto pada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, razia itu dilakukan sejak Senin 7 hingga 8Januari 2019. Pada Senin 7 Januari, sebanyak 22 kendaraan diderek, Selasa 8 Januari, ada 12 kendaraan diderek dan Rabu (9/1/2019) 8 kendaraan diderek. Rata-rata kendaraan yang diderek itu merupakan angkot dan taksi online.

“Tujuan operasi parkir liar untuk memberikan edukasi tentang tertib parkir, memberikan efek jera, dan membangun tingkat kesadaran untuk tidak parkir sembarangan,” terang Cristianto.

Parkir Sembarangan, Sudin Perhubungan Jaksel Derek 42 Mobil

Bagi pelanggar dikenakan sanksi membayar retrubusi penderekan sebesar Rp500.000 per hari, jika kendaraan tidak diambil di kantor Sudin Perhubungan Jaksel lebih dari 1×24 jam, maka pembayaran bertambah menjadi 1 juta.

Dia menambahkan, sebanyak 42 kendaraan langsung membayar dendanya ke Bank DKI sebesar Rp21 juta. Uang itu, kata dia, akan masuk kas Daerah Provinsi DKI Jakarta. Dia berharap, masyarakat sadar untuk tertib berlalu lintas dan tidak lagimparkir di sembarang tempat.

Operasi parkir liar ini melibatkan Kepolisian, Garnisun bersenergi dengan pihak terkait itu memiliki dasar hukum UU 22 LLAJ tahun 2009 dan Perda 5 tahun 2014 tentang transportasi.

(mhd)

Sambil Gendong Anak, Ibu-ibu Rela Antre Berjam-jam Buat KIA

loading…

Ibu-ibu mengantre demi membuat KIA di Pemkot Tangsel. Foto/Hasan Kurniawan/KORAN SINDO

TANGERANG SELATAN – Antrean warga pembuat Kartu Identitas Anak (KIA) membludak sejak pagi di halaman depan Transmart, Graha Raya Bintaro, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Sambil menggendong dan menenteng anaknya, ribuan ibu-ibu dan bapak-bapak ini rela mengantre dan berdiri berjam-jam. Bahkan, saat hujan mengguyur, mereka tidak mau beranjak dari tempatnya berdiri.

Baca Juga:

Dedi, salah seorang warga mengatakan, dirinya datang sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, antrean warga sudah membludak, dan sudah sepanjang hingga ratusan meter.

“Saya datang dari pukul 9.30 WIB, dan dapat nomor antrean 816. Antreannya memang cukup panjang. Saya datang berdua dengan anak saya Divania Choirunnisa,” katanya kepada KORAN SINDO di lokasi, Rabu (9/1/2019).

Dijelaskan dia, Divania saat ini duduk di bangku Kelas VI SD. Sebentar lagi, dia akan masuk SMP. Salah satu syarat masuk SMP, memiliki KIA. Disinilah, pentingnya KIA.

“Kartu ini sangat penting, dan menjadi salah satu persyaratan masuk ke SMP. Apalagi, anak saya sudah Kelas 6 SD dan mau masuk SMP. Kalau anak saya yang kedua, yang kecil malah sudah buat,” ungkapnya.

Meski demikian, Dedi mengaku mekanisme KIA ini sangat merepotkan. Apalagi, dalam pembuatanya anak-anak harus dibawa. Sehingga, anak-anak juga diajak mengantre.

“Tadi anak saya sempat masuk pagi, lalu saya jemput pukul 9 ke sekolah izin membuat KIA. Ribet. Harusnya sekolah saja yang membuatkan secara kolektif. Kan tidak akan mengganggu jam belajar anak,” paparnya.

Dilanjutkan Dedi, pada awalnya pembuatan KIA di Disdukcapil. Namun, mulai 31 Desember, pembuatan KIA diserahkan ke sekolah. Tetapi informasinya tidak sampai.

“Katanya sekarang kolektif disetiap sekolah. Tetapi saat saya tanya ke pihak sekolah, malah tidak ada respon, dan sepertinya belum ada tembusan dari Disdukcapil. Jadi ketahuan, koordinasinya buruk,” jelasnya.

Tidak hanya warga Tangsel, warga Kota Tangerang juga banyak yang ikut mengantre di Transmart. Jumlahnya mencapai ratusan orang. Setelah antre, mereka tidak dilayani.

“Ini memang untuk warga Tangsel saja, khusus yang punya KTP Tangsel. Yang Kota Tangerang keluar dari antrean. Ayo ibu-ibu, bapak-bapak yang warga Kota Tangerang keluar dari antrean,” teriak sekuriti mal.

Sementara itu, petugas lapangan pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel Ihsyan Susanto mengatakan, ada ribuan warga yang buat.

“Ada ribuan yang datang. Syaratnya harus bawa potocopi akte kelahiran anak, kartu keluarga, KTP ibu dan bapaknya, serta mengisi formulir pengajuam KIA. Kemudian mengambil nomor antrean,” ungkapnya.

Tendang Alat Kelamin, Petugas Transjakarta Lolos Aksi Perampokan

loading…

Bus Transjakarta tengah berhenti menurunkan dan menaikkan penumpang di salah satu haltenya. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – ARN (25), seorang petugas halte Transjakarta, disatroni perampok saat tengah bertugas di Halte Tegal Parang, Jakarta. Korban didorong, dibekap, dicekek oleh pelaku dan diancam akan dibunuh. Kejadian itu terekam oleh kamera pengintai yang ada di lokasi.

Kepala Humas PT Transjakarta, Wibowo mengatakan, video kejadian itu viral di media sosial. Dia menerangkan, akibat Minggu 6 Januari 2019 itu, ARN untuk sementara waktu tidak dapat bekerja dan masih dirawat.

Baca Juga:

“Korban menceritakan, pelaku mulanya meminta informasi mengenai layanan Transjakarta ke Ragunan. Setelah dijelaskan, ARN kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya pada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Namun, pelaku masih berada di Halte Transjakarta Tegal Parang, Jakarta. ARN mencurigai tindakan pria tersebut yang masih berada di lokasi, dia pun berniat melapor ke petugas keamanan, tapi langsung dibekap oleh pelaku.

Pelaku berusaha membuka laci untuk mengambil uang di loket halte Transjakarta dengan mendorong, membekap, mencekek ARN. Korban berusaha menghalangi aksi kejahatan tersebut.

“ARN meremas dan menendang alat kelamin pelaku hingga berteriak untuk meminta pertolongan. Seketika karyawan maupun pelanggan Transjakarta menyelamatkannya dan mengejar pelaku. Namun, pelaku berhasil kabur dengan menggunakan taksi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Transjakarta, Agung Wicaksono menambahkan, atas tindakannya itu, dia mengapresiasi kegigihan ARN yang sudah berjuang. Tindakannya menjadi inspirasi bagi semua petugas layanan halte Transjakarta agar selalu ramah tapi tetap waspada.

“Dia perempuan hebat, berani bertaruh keselamatan demi tugas. Manajemen Transjakarta mengutuk aksi kejahatan yang terjadi di halte Transjakarta,” katanya.

Dia menambahkan, guna mencegah aksi kejahatan kembali, Transjakarta akan meminta dukungan lebih banyak dari aparat untuk pengamanan.

(mhd)

Anies Baswedan Lantik Tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan melantik tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, di Balai Kota. Foto/Komaruddin Bagja Arjawinangun/SINDOnews

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik dan mengambil sumpah tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pelantikan itu dilakukan di Balai Agung, Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Pelantikan kali ini merupakan Tahap II dari beberapa jabatan yang dilelang dan sudah sesuai dengan rekomendasi KASN untuk tujuh jabatan.

Baca Juga:

Dalam kesempatan ini, Anies ingin agar para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik dapat memberikan nuansa serta perubahan baru di istansi tempat menjabat. Para pejabat diminta lebih siap siaga, berdaya saing, transparan dan akuntabel, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik untuk kemajuan DKI Jakarta.

“Kita harus pastikan bahwa kebaruan yang dibawa nantinya akan bisa meraih semua rencana yang ada di dalam pembangunan di DKI Jakarta,” kata Anies.

Anies Baswedan Lantik Tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Mantan Mendikbud ini pun berpesan agar para pejabat yang baru dilantik dapat menjaga amanat yang diberikan. Selain itu, diharapkan pula para pejabat mampu menjaga integritasnya serta membuktikan bahwa Pejabat ASN Provinsi DKI Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah atau provinsi lainnya.

“Jabatan ini diberikan kepada semuanya adalah amanat dan kepercayaan, karena itu jaga baik-baik. Kita juga melibatkan seluruh unsur masyarakat. Karena itu, pastikan kepemimpinan semuanya adalah kepemimpinan sektor yang baik di jajaran birokrasi maupun di luar birokrasi,” tegasnya.

Perlu diketahui, pelantikan saat ini merupakan hasil implementasi PP nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN di mana telah dilakukan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Hal ini dilakukan dalam rangka percepatan pembangunan di Pemprov DKI Jakarta, maka dibutuhkan penyegaran di jajaran pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Pergantian, promosi dan pergeseran atau mutasi pejabat ini merupakan kebutuhan Pemprov DKI Jakarta dalam rangka dinamisasi manajemen yang baik, cepat, tepat dan efektif.

Sesuai Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 35 Tahun 2019 tanggal 8 Januari Tahun 2019 tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian dalam dan dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemprov DKI Jakarta Jakarta.

Berikut pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya:

1. Dr. Sri Haryati, S.Pi, M.Si sebagai Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta;
2. Ir. Sri Mahendra Satria Wirawan, MM, MT sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta;
3. Chaidir, S.Sos, M.Si sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta;
4. Dr. Ir. Hari Nugroho, MM sebagai Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta;
5. dr. Widyastuti, MKM sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta;
6. Ir. Kelik Indriyanto, MT sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta;
7. Uus Kuswanto, S.Sos, MAP sebagai Wakil Walikota Jakarta Timur.

Acara ini juga dihadiri oleh Sekda Provinsi DKI Jakarta Saefullah, Ketua TP PKK dan Dekranasda Provinsi DKI Jakarta Fery Farhati Ganis, para pejabat SKPD Pemprov DKI Jakarta, dan para Walikota serta Bupati di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

(mhd)

PKS Akui Sudah Kirim Surat ke Gerindra Soal Fit and Preper Test

loading…

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta, Syakir Purnomo mengaku telah mengirimkan surat kepada Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) terkait fit and proper test cawagub DKI Jakarta.

“Betul (sudah kirim surat-red). PKS sudah kasih surat ke Gerindra isinya pertama mengundang silaturahmi dan rapat koordinasi rencana fit and proper,” kata Syakir saat dihubungi wartawan, Rabu (9/1/2019).

Baca Juga:

Syakir menjelaskan, maksud pihaknya mengirimkan surat kepada Gerindra karena ingin melihat respons, apakah pimpinan bisa atau tidak.

“Kedua, kita sampaikan kembali terkait apa yang disampaikan Syarif di media bahwa beliau menunggu surat penunjukan tim panelis dari PKS. Sedangkan kami sudah menyampaikan surat penunjukan dan sudah dikirim ke panelis yang kami ajukan ya itu prof Eko Prasojo dan Ubaidillah. Itu sudah dikirim,” lanjutnya.

Pihaknya berharap dari para pimpinan DPD Partai Gerindra DKI Jakarta segera memberikan jawaban atas undangan koordinasi tersebut.

“Ya ini mudah-mudahan sih yang menjadi harapan dari arahan dan kebijakan dari Pak Prabowo oleh teman-teman Gerindra dan tentu saja kita PKS kita komitmen kita segera menyelesaikan karna kan pasti terkait dengan kegaduhan ini,” katanya.

“Kan kepentingannya juga supaya kerja gubernur lebih mudah. Kaitannya dengan warga juga supaya layanan publik, layanan para warga itu dengan ditetapkannya wakil gubernur yang akan membantu tugas-tugas gubernur, pelayanan akan makin bagus harapannya,” bebernya.

(mhd)

Keluarga Kecewa Sidang Penembakan Acuan Ditunda

loading…

JAKARTA – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara batal menggelar sidang kasus korban pembunuhan terhadap Herdi alias Acuan (45) yang terjadi di Penjaringan, Jakarta Utara.

Acuan tewas ditembak tak jauh dari rumahnya di Jalan Jelambar Aladin, Kelurahan Pejagalan, Jumat 20 Juli 2018 malam.

Baca Juga:

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Dodong Iman Rusdani dan dua hakim anggota, Sutejo Bomantoro dan Chris Fajar Sosiawan dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) batal digelar karena saksi-saksi yang dipanggil tidak bisa hadir.

Sidang rencananya untuk mendengar saksi yang bernama Jonson dari pihak terdakwa Alex selaku otak pembunuhan dan Sunandar yang berperan sebagai eksekutor. Serta ketua RT di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan saksi ahli balistik yang akan menjelaskan mengenai peluru dan senjata yang digunakan para terdakwa.

Majelis Hakim terpaksa menunda sidang pada hari ini selama satu minggu ke depan tepatnya pada tanggal 15 Januari 2019 mendatang.

Ibu kandung Acuan, So Hwi mengaku kecewa dengan penundaan sidang itu. Dia merasa sudah tua dan bersusah payah datang ke ruang sidang yang terletak di lantai 3.

Dia pun memohon agar saksi-saksi yang diperlukan hadir bisa dipaksa datang oleh JPU. Khususnya saksi yang sudah berstatus tersangka dalam perkara ini karena diduga ikut serta terlibat dalam pembunuhan keji ini.

“Saya ingin pelakunya dihukum berat. Kalau nyawa anak saya diambil, saya juga ingin nyawa pelaku diambil. Itu baru adil,” kata So Hwi usai sidang di PN Jakarta Utara, Jalan Gajahmada Jakarta Pusat, Selasa 8 Januari 2019.

Dua adik kandung korban turut menemani sang ibunda menghadiri sidang. Shantika dan Juniar Indra, mengatakan keluarganya masih terpukul karena tidak menyangka kematian sang kakak dibunuh dengan cara ditembak.

“Kami berharap persidangan kasus pembunuhan terhadap kakak kami dijalankan seadil-adilnya. Pelaku harus mendapat hukuman yang setimpal. Dan anak istri kakak kami mendapat keadilan,” kata Juniar Indra.

“Kami sekeluarga masih sangat trauma,” timpal Shantika yang juga adik korban.

Sebelumnya, atas permintaan majelis hakim, keluarga Herdi alias Acuan termasuk anak dan istri telah meminta rekomendasi kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang bertugas menjaga keselamatan keluarga korban termasuk memberikan bantuan psikologis bagi keluarga korban.

(mhd)

Nasdem Yakin Caleg Petahana Dulang Suara di Jakarta

loading…

Anggota Komisi III DPR, yang maju kembali pada Pileg 2019, Ahmad Sahroni. Foto/Istimewa

JAKARTA – Partai Nasdem optimis petahana yang duduk di parlemen baik tingkat DPR RI maupun DPRD DKI Jakarta mampu mendulang suara dan mengangkat elektabilitas partai, termasuk di daerah pemilihan (Dapil) Jakarta III yang disebut Dapil hantu dalam perhelatan pemilu serentak April 2019.

Hal itu dikemukakan Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus. Dirinya menceritakan, masing-masing calon legislatif memiliki cara untuk mendekati konstituen di daerah pemilihannya, termasuk memunculkan organisasi ataupun komunitas.

Baca Juga:

“Petahana harusnya jadi vote gater yang utama. Kita harap petahana kita mendongkrak suara karena kita sudah kerja melayani dan masyarakat sudah mengetahui apa aksi yang sudah kita lakukan kita di masyarakat,” ujar Bestari di Jakarta, Selasa 8 Januari 2019 malam.

Khusus untuk DPRD DKI Jakarta, dia mengungkapkan, sesuai rapat DPW secara nasional beberapa waktu lalu, target diraih menembus 10 kursi. Target tersebut dengan asumsi masing-masing satu kursi untuk 10 dapil di Jakarta ditambah 5 kursi yang diyakini masih akan diraih para petahana.

“Tentu kita miliki target yang kita anggap dapat kita wujudkan. Pemilu kemarin hanya dapat lima kursi. Saat ini sekurang-kurangnya 10 Dapil DPRD teriai kursi satu. Kita meningkatkan maksimal perolehan kursi yang di Dapil 2014 sudah ada dapat kursi,” jelas Bestari.

Sementara untuk tingkat DPR, ditargetkan setidaknya satu suara di masing-masing Dapil Jakarta. Seperti diketahui, DKI Jakarta memiliki tiga dapil untuk legislator DPR, dengan rincian Jakarta 1 meliputi wilayah Jakarta Timur, Jakarta II mencakup Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan luar negeri, serta Jakarta III untuk Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.

Pada Pileg 2014 lalu, Nasdem hanya berhasil menempatkan satu wakil rakyat di DPR diperoleh dari dapil Jakarta, yaitu Ahmad Sahroni. Sebagai petahana, Ahmad Sahroni diyakini mampu mendulang suara dan bahkan mengangkat elektabilitas Nasdem di Jakarta. Terlebih, pria lekat dengan panggilan Anak Priok ini mampu membuktikan diri tetap memperhatikan konstituen di daerah pemilihan pasca-terpilih sebagai anggota DPR. Hal lain yang menjadi kelebihan Sahroni, keberadaan Ahmad Sahroni Center (ASC) sebagai mesin politik yang aktif mendekatkan diri dan memperhatikan masyarakat di daerah pemilihan Jakarta III.

Dalam kesempatan yang sama Bestari menegaskan, organisasi ataupun komunitas bentukan para calon legislatif dapat efektif untuk mensosialisasikan visi misi kepada para konstituen di daerah pemilihan. Khususnya bagi petahana yang seyogyanya memiliki konstituen loyalis dengan bantuan tim bentukan pada Pileg 2014 lalu.

“Yang paling penting, kenapa ASC itu solid, saya juga SBB (Sahabat Bestari Barus) karena setelah terpilih, kita tidak lupa, kita tetap tiga bulan sekali ketemu (konstituen), berkegiatan, tatap muka, menampung aspirasi. Jadi bukan (tim) yang dadakan dan dipakai sekali, tidak. Berkomitmen menjaga konstituen dan relawannya,” papar Bestari.

“Makin banyak sekoci yang satu jalan, satu persepsi, dan terpelihara dengan baik, tentu jadi yang diperhitungkan juga,” Bestari melanjutkan.

Terpisah, Ahmad Sahroni meyakinkan ASC sebagai mesin politik berkomitmen tak hanya mengantar dirinya terpilih kembali sebagai wakil rakyat di DPR RI, namun juga mendorong semakin banyak wakil rakyat DPRD DKI dari Partai NasDem, khususnya di daerah pemilihan Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu. Dapil III disebut Sahroni sebagai ‘Dapil Hantu’ karena banyak caleg yang tak terjun langsung ke masyarakat secara aktif namun memperoleh suara besar pada Pilpres 2014 lalu.

“ASC bukan hanya menjadi garda terdepan saya agar lebih dekat dan tak melupakan konstituen, tetapi juga menjadi mesin penggerak memperkenalkan para Caleg DPRD DKI dengan daerah pemilihan di Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu. Kita berharap dengan totalitas ASC yang aktif turun menyapa, masyarakat akan semakin mengenal Caleg DPR maupun DPRD DKI,” terang pria yang sempat merasakan berprofesi sebagai tukang ojek payung, penyemir sepatu hingga sopir pribadi ini.

“Dengan semakin banyaknya kursi DPRD diraih, aspirasi Nasdem untuk perbaikan Jakarta baik kehidupan masyarakat maupun infrastruktur akan lebih dapat disuarakan,” imbuh suami dari Feby Belinda ini.

Beberapa calon legislator yang mendapat dukungan mesin politik ASC disampaikan Sahroni antara lain Ketua ASC Imamuddin, Sekretaris ASC Tabroni, dan Likke Rae dengan daerah pemilihan di Jakarta Utara. Sementara untuk daerah Jakarta Barat, sejumlah Caleg DPRD turut mendapat amunisi dukungan tim ASC seperti Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nasdem Jakarta Barat Abdul Azis Muslim, Yane Yunarni, Agustinus Lomboan, Yon Samelly dan Jupiter.

(mhd)

Atasi Kemacetan, Transportasi Jabodetabek Diintegrasikan

loading…

Atasi Kemacetan, Transportasi Jabodetabek Diintegrasikan. (Dok. SINDOnews).

JAKARTA – Pemerintah berupaya membuat terobosan memecahkan problem kemacetan yang selama ini mendera Ibu Kota DKI Jakarta dan sekitarnya.

Salah satu solusi yang diambil adalah mengintegrasikan pengelolaan transportasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Langkah ini mendesak diambil karena kemacetan menim bulkan kerugian sangat besar, yakni mencapai Rp65 triliun.

Baca Juga:

Integrasi akan dilakukan lewat sebuah otoritas baru. Badan inilah yang akan menyatukan pengelolaan untuk memudah kan integrasi moda transportasi dan koordinasi pengelolaannya. Saat ini memang sudah ada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Namun, BPTJ yang ber ada di bawah Kementerian Perhubungan tidak melibatkan unsur pemerintah daerah.

Hanya, bagaimana bentuk otoritas baru dimaksud, peng organisasian, dan kewenangannya, kemari masih belum di putuskan. Namun, otoritas dipastikan akan melibatkan unsur pemerintah pusat dan provinsi di Jabodetabek. Untuk mematangkan rencana tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan Wakil Presiden M Jusuf Kalla (JK) memimpin koordinasi dan memecahkan berbagai kendala yang dihadapi dalam integrasi transportasi antarwilayah tersebut.

Rencana pembentukan otoritas yang akan mengintegrasikan muncul dalam rapat terbatas terkait pengelolaan transportasi di Jabodetabek yang digelar di Kantor Presiden kemarin.

Selain melibatkan men teri terkait, rapat juga melibatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

“Karena saya lihat sekarang ini memang sebagai contoh saja urusan jalan saja ada yang dimiliki oleh Kementerian PUPR, DKI, Banten, dan Jawa Barat. Semuanya itu kadang-kadang pengelolaannya tidak terpadu, terintegrasi, dan yang terjadi misalnya yang berkaitan pemeliharaan juga sering banyak saling menunggu,” kata Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden kemarin.

Presiden mengingin kan semua moda transportasi terintegrasi dengan baik. Dalam pandangannya, jika mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), dan kereta bandara siap bisa mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik, maka kerugian karena kemacetan dapat dikurangi. Berdasarkan data Bappenas, kerugian karena kemacetan mencapai Rp65 triliun per tahun.

“Ini kalau kita jadikan barang, sudah jadi MRT, jadi LRT. Dalam lima tahun sudah jadi barang. Enggak mungkin halhal seperti ini kita teruskan. Kita harus berani memulai, harus berani merancang agar bisa selesai sehingga Rp65 triliun itu betul-betul jadi barang, bukan asap yang memenuhi kota,” tandasnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga meminta agar pengelolaan transit-oriented development (TOD) dapat dikelola dengan baik. Menurutnya, selama berpuluh-puluh tahun TOD tidak berjalan dengan baik. Untuk itu, keterpaduan antara transportasi perkotaan dengan tata ruang harus dirancang dan dihitung sebaik-baiknya.

“Intinya kita ingin ada penyederhanaan dalam manajemen yang ada sehingga semakin gampang dimulai, dikerjakan, dan tidak saling dilempar antarinstitusi satu dengan lainnya,” tegasnya.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution membenarkan hasil rapat terbatas memutuskan penye der – hanaan pengelolaan transportasi di Jabodetabek, baik pengelolaan MRT, LRT, maupun Trans jakarta.

Menurut dia, integrasi dibutuhkan karena selama ini setiap moda transportasi dikelola instansi berbeda. Aki batnya, sering terjadi keterlambatan karena perbedaan pendapat. “Jadi akan disatukan. Artinya menyatukan kewenangan-kewenangan yang diperlukan untuk itu. Bagaimana bentuknya itu belum. Ini mau satu tangan jangan nanti ada di Perhubungan, PU, atau DKI,” ungkapnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi me nuturkan, dengan ada penyatuan pengelolaan akan lebih memudahkan mengintegrasikan moda transportasi. Dia bahkan menyebut dimungkinkan dibentuk sebuah otoritas baru yang mengurusi transportasi di Jabodetabek.

Ini Kata Pecinta Hewan Soal Razia Kucing dan Anjing

loading…

JAKARTA – Penertiban kucing dan anjing di DKI Jakarta saat ini menjadi perbincangan hangat walaupun Gubernur Anies Baswedan telah menunda razia tersebut. Namun, dikalangan para pencinta hewan khususnya kucing hal itu menjadi pembahasan yang serius.

Salah seorang pencinta kucing, Yolanda (26) mengatakan, razia kucing dan anjing yang ingin dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baik. Karena, untuk menangani anjing dan kucing jalanan guna menangani hewan penular rabies (HPR).

Baca Juga:

“Kalau dilihat dari tujuannya bagus, ingin menangani dan menekan populasi anjing dan kucing jalan,” ujar Yolanda saat dihubungi SINDOnews, Rabu (9/1/2018).

Tapi, kata warga Pademangan, Jakarta Utara ini, sebaiknya proses dari awal eksekusi sampai akhir harus jelas.

“Kucing dan anjing ini ditangkap nantinya akan diapakan? Nasib mereka akhirnya nanti seperti apa? Jangan sampai terkesan aktivitas yang berjalan ini seperti enggak ada arahnya,” kata Yolanda.

Menurutnya, jika tak ada penjelasan maka razia tersebut akan kembali menuai beragam reaksi dari masyarakat pecinta hewan.

“Ini hanya akan bikin para komunitas perlindungan hewan resah akan nasib hewan yang dirazia dan bakal timbul pro kontra lagi,” tutur wanita yang akrab disapa Yoyoy ini.

(mhd)

Transportasi Jabodetabek Diintegrasikan

loading…

Transportasi Jabodetabek Diintegrasikan. (Antara).

JAKARTA – Pemerintah berupaya membuat terobosan memecahkan problem kemacetan yang selama ini mendera Ibu Kota DKI Jakarta dan sekitarnya.

Salah satu solusi yang diambil adalah mengintegrasikan pengelolaan transportasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Langkah ini mendesak diambil karena kemacetan menim bulkan kerugian sangat besar, yakni mencapai Rp65 triliun.

Baca Juga:

Integrasi akan dilakukan lewat sebuah otoritas baru. Badan inilah yang akan menyatukan pengelolaan untuk memudah kan integrasi moda transportasi dan koordinasi pengelolaannya. Saat ini memang sudah ada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Namun, BPTJ yang ber ada di bawah Kementerian Perhubungan tidak melibatkan unsur pemerintah daerah.

Hanya, bagaimana bentuk otoritas baru dimaksud, peng organisasian, dan kewenangannya, kemari masih belum di putuskan. Namun, otoritas dipastikan akan melibatkan unsur pemerintah pusat dan provinsi di Jabodetabek. Untuk mematangkan rencana tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan Wakil Presiden M Jusuf Kalla (JK) memimpin koordinasi dan memecahkan berbagai kendala yang dihadapi dalam integrasi transportasi antarwilayah tersebut.

Rencana pembentukan otoritas yang akan mengintegrasikan muncul dalam rapat terbatas terkait pengelolaan transportasi di Jabodetabek yang digelar di Kantor Presiden kemarin.

Selain melibatkan men teri terkait, rapat juga melibatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

“Karena saya lihat sekarang ini memang sebagai contoh saja urusan jalan saja ada yang dimiliki oleh Kementerian PUPR, DKI, Banten, dan Jawa Barat. Semuanya itu kadang-kadang pengelolaannya tidak terpadu, terintegrasi, dan yang terjadi misalnya yang berkaitan pemeliharaan juga sering banyak saling menunggu,” kata Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden kemarin.

Presiden mengingin kan semua moda transportasi terintegrasi dengan baik. Dalam pandangannya, jika mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), dan kereta bandara siap bisa mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik, maka kerugian karena kemacetan dapat dikurangi. Berdasarkan data Bappenas, kerugian karena kemacetan mencapai Rp65 triliun per tahun.

“Ini kalau kita jadikan barang, sudah jadi MRT, jadi LRT. Dalam lima tahun sudah jadi barang. Enggak mungkin halhal seperti ini kita teruskan. Kita harus berani memulai, harus berani merancang agar bisa selesai sehingga Rp65 triliun itu betul-betul jadi barang, bukan asap yang memenuhi kota,” tandasnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga meminta agar pengelolaan transit-oriented development (TOD) dapat dikelola dengan baik. Menurutnya, selama berpuluh-puluh tahun TOD tidak berjalan dengan baik. Untuk itu, keterpaduan antara transportasi perkotaan dengan tata ruang harus dirancang dan dihitung sebaik-baiknya.

“Intinya kita ingin ada penyederhanaan dalam manajemen yang ada sehingga semakin gampang dimulai, dikerjakan, dan tidak saling dilempar antarinstitusi satu dengan lainnya,” tegasnya.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution membenarkan hasil rapat terbatas memutuskan penye der – hanaan pengelolaan transportasi di Jabodetabek, baik pengelolaan MRT, LRT, maupun Trans jakarta.

Menurut dia, integrasi dibutuhkan karena selama ini setiap moda transportasi dikelola instansi berbeda. Aki batnya, sering terjadi keterlambatan karena perbedaan pendapat. “Jadi akan disatukan. Artinya menyatukan kewenangan-kewenangan yang diperlukan untuk itu. Bagaimana bentuknya itu belum. Ini mau satu tangan jangan nanti ada di Perhubungan, PU, atau DKI,” ungkapnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi me nuturkan, dengan ada penyatuan pengelolaan akan lebih memudahkan mengintegrasikan moda transportasi. Dia bahkan menyebut dimungkinkan dibentuk sebuah otoritas baru yang mengurusi transportasi di Jabodetabek.

Koneksi TransJakarta dengan MRT Mulai Dilakukan

loading…

PT TransJakarta lakukan perubahan interkoneksi fisik di koridor I (Blok M-Kota). Perubahan interkoneksi tersebut dilakukan agar terintegrasi dengan MRT yang beroperasi Maret mendatang. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) lakukan perubahan interkoneksi fisik di koridor I (Blok M-Kota). Perubahan interkoneksi tersebut dilakukan agar terintegrasi dengan Mass Rapid Transit (MRT) yang beroperasi Maret mendatang.

Direktur Utama PT TransJakarta, Agung Wicaksono mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan perubahan fisik interkoneksi dengan Moda Raya Terpadu (MRT) yang akan beroperasi Maret mendatang. Hal itu bisa terlihat di Halte Bundaran HI yang sedang dibangun. Kemudian di Halte Tosari serta halte CSW dengan Stasiun Singsingamangaraja.

Baca Juga:

Untuk Halte CSW, kata Agung, akan dibangun skybridge dari Stasiun Sisingamangaraja ke arah Halte CSW sekitar 100 meter. Sedangkan untuk mengatasi Halte CSW koridor 13 yang tingginya mencapai sekitar 20 meter, pihaknya akan membangun sarana prasarana seperti lift atau eskalator.

“Kalau pakai lift kapasitasnya terbatas jadi lebih lambat bawa orang. Tapi kalau pakai eskalator akan lebih banyak dan lebih cepat. Kendalanya kaum difabel belum bisa naik eskalator. Ini kendalanya spacenya enggak cukup. Ini makanya lagi dikaji,” ujar Agung wicaksono di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Selain itu, lanjut Agung, pihaknya juga telah mempelajari integrasi di Hong Kong dan Malaysia. Dimana, desain rute dilakukan untuk mengoptimalisasikan manfaat sistem metro berbasis jalur. Termasuk dengan kemudahan pelanggan dalam berganti-ganti moda transportasi.

“Dari Hong Kong itu MRT dari Malaysia itu CEO dari Rapid Bus. Mereka itu satu induk pengelolaan,” pungkasnya.

Direktur operasional PT TransJakarta, Daud Joseph menuturkan selain merubah beberapa fisik halte di koridor I, pihaknya juga membuat integrasi di Depo MRT Lebak Bulus mengingat Pemprov DKI sudah mengakuisisi dua lahan di area sekitar, yakni di sisi Halte MRT Lebak Bulus dan di seberang Selapa Polri.

Kedua titik lahan tersebut, kata Daud akan menjadi titik balik. Untuk titik pertama akan difokuskan berputar di bidang tanah yang ada disisi Halte MRT.

Sementara sisi yang diseberang selapa polri akan menjadi endapan bus TransJakarta, baik itu koridor 8 (Lebak Bulus-Harmoni), Ciptutat-Tosari, Ciputat-Kampung Rambutan, Kampung Rambutan-Lebak Bulus, ataupin kendaraan-kendaraan Jak Lingko baik seperti 03 dan 32.

“Itu semua akan lebih rapi karena ada titik endapannya. Fungsi pengendapan itu kedua, tapi pertamanya sebagai titik feeder dari Lebak Bulus,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono menegaskan integrasi moda transportasi TransJakarta dengan MRT dan angkutan umum lainnya dalam satu program Jak lingko tidak mempengaruhi rencana induk integrasi transportasi Jabodetabek.

Menurut Bambang, BPTJ akan mengitegrsikan Jak Lingko moda Transportasi milik DKI dengan Moda Transportasi milik pemerintah pusat, seperti Kereta API atau Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek.

Sehingga, lanjut Bambang, pada 2029 tercipta moda share angkutan umum maksimal 80% meski targetnya 60%. Apalagi, saat ini pihaknya sudah menyelesaikan satu sistem tiket pembayaran antar moda.

“Ya kami sudah menyelesaikan sistem satu tiket pembayaran. Jadi kartu Komuter bisa digunakan untuk MRT, LRT dan Transjakarta begitu juga sebaliknya. Tidak masalah Transjakarta Keluar kan kartu sendiri asal bisa digunakan untuk lainnya. tahun ini kami akan implementsikan,” tegasnya.

(kri)

Rumah Ambruk di Taman Sari, Satu Keluarga yang Terjebak Selamat

loading…

Satu keluarga di kawasan Jalan Kebon Jeruk 14, Taman Sari, Jakarta Barat (Jakbar) menjadi terluka karena rumah tempat mereka tinggal ambruk. Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Satu keluarga di kawasan Jalan Kebon Jeruk 14, Taman Sari, Jakarta Barat (Jakbar) menjadi korban karena rumah tempat mereka tinggal ambruk.

Akibat hal itu, mereka sempat tak bisa keluar dari dalam rumah karena terjebak. Bagian depan rumah sendiri memang diketahui semi permanen dan bagian belakangnya permanen.

Baca Juga:

“Rumah tinggal namun dipakai untuk usaha. Bagian rumah depan sebagai gudang dan garasi. Untuk jenis usahanya belum diketahui persis, tapi menurut warga untuk ngepul plastik,” ujar Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat, Sucipto, Selasa (8/1/2019).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Beruntung, semua korban dalam keadaan selamat. Lebih lanjut dia mengatakan belum diketahui apa penyebab ambruknya rumah milik Lisa (32) itu. Namun, bagian yang ambruk berawal dari depan kemudian menjalar ke bagian belakang.

“Yang ambruk berawal dari garasi (bagian depan rumah) dan menjalar ke gudang serta keruang tamu,” tuturnya.

(kri)

Operator Bus Sedang Keluhkan Batas Usia Kendaraan ke DPRD DKI

loading…

Komisi B DPRD DKI Jakarta menggelar audiensi bersama sejumlah operator bus sedang jenis Metromini, Kopaja, Kopami dan sebagainya di ruang rapat komisi B DPRD DKI Jakarta, kemarin. Foto/SINDOphoto

JAKARTA – Komisi B DPRD DKI Jakarta menggelar audiensi bersama sejumlah operator bus sedang jenis Metromini, Kopaja, Kopami dan sebagainya di ruang rapat komisi B DPRD DKI Jakarta, kemarin. Audiensi tersebut terkait kebijakan pelarangan operasional bagi unit kendaraan berusia diatas 10 tahun.

Sekretaris Komisi B DPRD DKI, Mualif ZA mengatakan dalam audiensi yang dilakukan bersama operator bus sedang yang terdiri dari Kopaja, Metromini, Koantas Bima, dan Kopami Jaya, pihaknya mendapatkan keluhan beredarnya surat rekomendasi dari Dinas Perhubungan tertanggal 26 November 2018.

Baca Juga:

Dalam surat tersebut Dishub merekomendasikan kendaraan harus memperpanjang masa berlaku kartu pengawasan (KP). Surat itu juga merekomendasikan agar kendaraan lain wajib diremajakan. Para pengurus diberi tenggat waktu untuk meremajakan busnya hingga 31 Desember 2018. Artinya apabila belum diremajakan, armada tersebut dilarang beroperasi.

“Dinas Perhubungan perlu memberikan kelonggaran kebijakan mengingat kebutuhan warga akan transportasi umum,” kata Mualif di lokasi, kemarin.

Mualif menjelaskan, selama ini operator bus sedang menjalankan kewajban dengan mencari nafkah membantu pemerintah melayani masyarakat Jakarta bermobilitas dari satu tujuan ke tujuan yang lain.

Artinya, lanjut Mualif, kebijakan yang dilakukan harus mempertimbangkan aspek kelangsungan usaha agar mereka tetap bisa melayani dan menjalankan usahanya. Dia pun akan meminta keterangan Dinas Perhubungan terkait hal ini.

“Kami akan kroscek ke Dinas Perhubungan. Apakah kebijakan ini mendadak atau sudah ada tahapan yang dilaksanakan. Misalnya seperti pemberitahuan, pembinaan, atau mungkin rapat bersama,” ungkapnya.

Ketua Unit Bis Sedang Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI, Nanang Basuki menuturkan pada prinsipnya pihaknya sangat mendukung adanya peremajaan bus sedang yang terintegrasi dengan Transjakarta. Menurutnya, dari 1.500 armada bus sedang yang ada di DKI Jakarta saat ini, hanya sekitar 310 armada yang terintegrasi dengan Transjakarta. Masing-masing 150 armada Kopaja, 100 armada Metromini, dan 60 armada Kopami.

Nanang mengakui peraturan batas usia kendaraan 10 tahun sudah lama disosialisasikan. Bahkan, sebagian besar armada sudah melebihi batas usia. Namun, dia berahap Pemprov DKI memberikan waktu kembali agar para operator yang terkendala biaya bisa meremajakanya.

“Intinya kami dari organda mendukung revitalisasi bus sedang karena terkait keselamatan. Sementara ini, biarkan armada yang masih lolos uji KIR dan memenuhi syarat angkutan umum beroperasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksie Bidang Angkutan Darat (BAD) Dinas Perhubungan, Fajar Nugrahaini menyatakan bahwa proses peremajaan bus telah disosialisasikan sejak Peraturan Daerah (Perda) 2014 tentang angkutan umum diterbitkan. Sedangkan untuk bus sedang, peremajaan dimulai sejak 2016 dengan tenggat waktu tiga tahun.

Dimana, kata Fajar, saat itu ada aksi yang dilakukan operator terkait batas usia kendaraan secara besar-besaran. Perwakilan aksi pun ditemui dan menyepakati bahwasanya peremajaan kendaraan diatas 10 tahun dilakukan secara bertahap. Tahun pertama 1/3, kedua 1/3, ketiga 1/3 dan berakhir 31 desember 2018.

“Jadi itu bukan karena kebijakan kita sendiri. Itu kesepakatan lima operator bus sedang. Pada 2017 kami juga sudah mengingatkan agar para operator meremajakan sesuai kesepakatan,” ungkapnya.

Terkait kepastian usaha, lanjut Fajar, tentunya sangat dijamin lantaran setiap bus yang diremajakan langsung terintegrasi dengan TransJakarta. Artinya, para operator tidak lagi bergantung penghasilan dari penumpang.

“Dari ribuan, baru 76 unit yang diremajakn dari 5 operator. Sisanya kopaja yang 320 unit. Sedangkan lainya, kalau mau dilanjutkan, siap ikuti lelang di BPBJ DKI Jakarta. kami sudah ajukan pembahasan katalog daerah, prosesnya sedang dilakukan,” pungkasnya.

(kri)

Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang, Polisi: Kita Sedang Selidiki

loading…

BOGOR – Pelaku penusukan hingga menewaskan Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi kelas XII jurusan Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor masih diburu petugas Polresta Bogor Kota.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sonjaya saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya langsung bergerak cepat memburu pelaku dengan memintai keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Baca Juga:

“Kami masih mengumpulkan barang bukti guna mengungkap pelaku dan motifnya. Nanti saja ya,” kata Kompol Agah saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (8/1/2019).

Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang, Polisi: Kita Sedang Selidiki

Namun demikian pihaknya enggan merinci, barang bukti apa saja yang sedang dan sudah dikumpulkan. “Yang jelas banyak, iya termasuk CCTV (terpasang di sekitar lokasi),” ujarnya singkat. (Baca: Siswi SMA di Bogor Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada)

Sementara itu, berdasarkan pantauan rekaman di CCTV sangat jelas sebelum kejadian ada seorang pria (ABG) tak dikenal mengenakan baju biru lengan pendek dan celana panjang biru tua sedang menununggu korban.

Saat korban datang dari tangga Gang samping Masjid Raya Bogor, pelaku berjalan perlahan mendatangi korban diduga sesaat sebelum penusukan sempat ada percekcokan. Namun hanya sebentar, karena pelaku langsung menikam ke dada korban dan langsung berlari ke atas arah jalan Sambu-Pajajaran.

Sementara itu, berdasarkan data diperoleh diketahui korban merupakan warga Bandung dan tinggal indekos di sekitar Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor tak jauh dari lokasi kejadian.

(ysw)

Kasus Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang, Polisi Periksa Empat Saksi

loading…

BOGOR – Polresta Bogor Kota terus menyelidiki kasus tewasnya Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18) siswi SMK Baranangsiang yang ditikam pria tak dikenal usai pulang sekolah di Gang Samping Masjid Raya Bogor, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (8/1/2019) petang.

Kasubbag Humas Polresta Bogor Kota Yuni Astuti menjelaskan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan penyidikan diantaranya memeriksa sejumlah saksi-saksi di lokasi kejadian.

Baca Juga:

“Hingga saat ini sudah empat orang saksi, baik warga sekitar maupun pihak sekolah korban,” jelas AKP Yuni kepada wartawan, Selasa (08/01) malam.

Ia menambahkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.55 WIB, lokasi kejadian tepatnya di Tangga Gang Masjid Raya Perumahan Jalan Riau Rt. 002/ 003 Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur Kota Bogor. Korban warga Bandung, Komplek Padasuka Ideal Blok D5 No 13 Rt/Rw 03/21, Cimenyan Bandung.

Menurutnya, korban saat kejadian masih menggunakan seragam sekolah berjalan menuju Jalan Riau melalui gang samping masjid raya, dipertengahan jalan gang samping masjid tersebut diketahui korban terlungkup bersimbah darah.

“Akibat ditusuk dibagian dada sebelah kiri dengan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkaan korban meninggal dunia. Untuk pelaku masih dalam penyelidikan,” katanya.

(ysw)

Tahun Ini, Pemkab Bekasi Proyeksikan Penerimaan Pajak Capai Rp2,5 T

loading…

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi memproyeksikan penerimaan pajak ditahun 2019 bisa mencapai Rp2,5 triliun. Pemkab Bekasi optimis target itu bisa terpenuhi karena perolehan pajak tahun lalu menembus angka sebesar Rp2 triliun atau meningkat 25 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp1,6 triliun.

”Proyeksi ditahun ini bisa melebih tahun lalu, kami targetkan melebih angka Rp2 triliun. Karena potensinya sangat banyak,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bekasi, Juhandi, Selasa (8/1/2019).Menurutnya, over target ditahun 2018 berdasarkan dari hasil penarikan pajak periode 1 Januari hingga pertengahan Desember 2018.

Baca Juga:

Juhandi menjelaskan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini diperoleh dari 11 sektor pajak daerah di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah atau Bangunan (BPHTB), Penerangan Jalan Umum (PJU), Hotel, Restoran, Hiburan, Reklame, Parkir, dan pajak Air Tanah.

”Juga pajak mineral bukan logam dan batuan serta pajak sarang burung walet,” katanya. Pada tahun 2018, pajak BPHTB menjadi penyumbang pajak terbesar dengan nilai mencapai Rp760 Miliar, disusul PBB dengan raihan Rp 360 Miliar, serta PJU sebesar Rp 330 Miliar. Sedang penyumbang pajak terkecil yakni sarang burung walet nilainya Rp700 juta.

Juhandi mengaku, pada tahun ini pemerintah menambah perolehan PAD dari sektor pajak dengan membuka potensi penarikan pajak dari sektor lain salah satunya usaha katering yang tahun depan mulai ditarik pajaknya.”Potensi sangat besar, makanya kita terus gali supaya mendongkrak PAD,” tegasnya.

Sementara Kabupaten Bekasi menargetkan penerimaan retribusi menara Base Transceiver Station (BTS) diwilayahnya mencapai Rp 1 miliar. Sebab, besaran retribus yang ditetapkan satu menara BTS sebesar Rp 1,4 juta. Apalagi, di Kabupaten Bekasi terdapat sebanyak 700 lebih menara yang berdiri.

Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kabupaten Bekasi Beni Saputra mengatakan, pada tahun ini pemerintah akan memperoleh retribusi sebesar itu berdasarkan hasil revisi Perda Nomor 9 Tahun 2013.”Sosialisasi sudah dilakukan sejak akhir tahun lalu, tahun ini sudah diterapkan,” katanya.

Menurutnya, penarikan retribusi menara BTS sedianya dilakukan sejak beberapa tahun lalu namun karena Perda tersebut dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi sehingga pendapatan dari menara BTS belum bisa dipungut. Perda itu kemudian direvisi sesuai dengan pedoman dari Kementerian Keuangan.

”Dengan adanya revisi Perda ini akan memaksimalkan pendapatan daerah dari menara BTS,” ungkapnya. Berdasarkan pemetaan lembaganya dilapangan, hingga saat ini masih banyak sejumlah menara BTS di wilayahnya yang belum selesai mengurus perizinan. Untuk itu, ditahun ini semua menara BTS itu akan ditertibkan.

(ysw)

Ciptakan Politik Sejuk, Gerkindo Ajak Relawan Buat Indonesia Sejahtera

loading…

Ketua Gerkindo, Yerry Tawalujan saat menyerahkan bantuan ke Panti Asuhan Putra Setia, Jalan Kramat Sentiong No. 51, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019). Foto/SINDOnews/Bagus Indra

JAKARTA – Menghadapi musim pemilu 2019, Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo) mengajak sejumlah relawan agar terus menciptakan Indonesia Sejahtera. Bantuan terhadap anak yatim dilakukan demi mewujudkan itu.

“Karenanya kami mengharapkan relawan lain melakukan hal yang sama. Membantu anak yatim piatu,” kata Ketua Gerkindo, Yerry Tawalujan ketika ditemui Panti Asuhan Putra Setia, Jalan Kramat Sentiong No. 51, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).

Baca Juga:

Yerry yang juga merupakan Ketua Relawan Liliana Tanoesoedibyo mengatakan memberikan bantuan terhadap anak yatim merupakan bukti keikhlasan dalam sebuah parpol. Sebab secara hitungan politik anak tidak memiliki hak suara.

Meski demikian, Yerry melanjutkan pemberian bantuan merupakan komitmen Perindo. Karena itu pemberian ini dilakukan secara sukarela dan berasal dari urunan relawan Liliana Tanoesoedibyo. “Relawannya saja sudah begini, gimana orangnya,” ucap Yerry.

Dengan memberikan bantuan terhadap anak yatim piatu, Yerry mengharapkan iklim sejuk dan damai tercipta dalam pemilu 2019 nantinya. Tensi tinggi, huru hara tidak akan terjadi. Sehingga pemilu damai yang diharapkan kian tercipta.

Dalam pemberian ini, para relawan memberikan bantuan berupa bahan pokok makanan dan dispenser. Pemberian ini merupakan hal hal yang dibutuhkan anak anak panti asuhan.

Kedepannya, dalam memberikan bantuan, Yerry sudah berkomunikasi dengan warga panti. Pihaknya juga tengah mendata dan bersiap kembali demi membahagiakan anak panti. “Prinsipnya kami ingin dimana ada mereka kami bisa tersenyum,” ucapnya.

Kepala Panti Asuhan Putra Setia, Sumiati Rifai berterima kasih banyak dengan pemberian yang diberikan Gerkindo. Ia berharap pemberian ini tak terhenti sampai disini. Bahkan bisa terus menerus.

Sumiati memaparkan sedikitnya ada 37 anak perempuan yang tinggal di kawasan ini. Mereka berasal dari sejumlah daerah di pinggiran jakarta dengan kondisi Yatim, Piatu, dan tak bercukupan. “Alhamdulilah bantuan ini sangat berarti bagi kami semua,” kata Sumiati.

Diketahui sebelumnya pemberian bantuan serupa juga dilakukan Gerkindo terhadap 54 anak Panti Asuhan Muslimin di Panti Asuhan Muslimin, Senen, Jakarta Pusat, Senin 7 Januari 2019 lalu.

(ysw)

Pengecoran Jalan di Pamulang Mangkrak, Pengendara Alami Kecelakaan

loading…

Pengecoran jalan yang tak tuntas di sepanjang Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), berakibat pada banyaknya kecelakaan yang terjadi. Foto/Hambali

TANGERANG SELATAN – Pengecoran jalan yang tak tuntas di sepanjang Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), berakibat pada banyaknya kecelakaan yang terjadi. Para pengendara umumnya terjungkal lantaran tak mengetahui, bahwa satu lajur di jalur yang sama memiliki ketinggian lebih rendah.

Pantauan di lokasi menunjukkan, jalan yang belum dicor itu berada sepanjang sekira 20 hingga 30 meter. Letaknya pun tak jauh dari area pusat perbelanjaan Pamulang Square. Selisih ketinggian antara lajur yang sudah dicor dengan lajur dibawahnya yang belum dicor cukup tinggi, yakni sekira 15-20 centimeter.

Baca Juga:

Jalan Siliwangi Pamulang sendiri memiliki 2 ruas jalan, satu yang menuju ke arah bundaran Universitas Pamulang dan satu lagi yang menuju arah Perempatan Viktor. Beberapa ruas jalan itu telah mengalami perbaikan total dengan pengecoran beton diatas permukaan jalannya.

Sayangnya, pada titik tertentu seperti di lokasi yang berdekatan dengan Pamulang Square, pengecoran permukaan jalan tak dilakukan secara tuntas. Bahayanya lagi, di sisi lajur yang sudah dicor itu terdapat besi-besi tajam terpasang melintang, yang tentu saja membahayakan pengendara.

“Sering tergelincir kendaraan, kebanyakan pengendara sepeda motor. Jadi ini kan ada dua jalur, dijalur yang arah Pamulang Square itu pengecorannya nggak tuntas, cuma satu lajur aja yang dicor, lajur sebelahnya dibiarin begitu aja, jadi kan nggak rata,” terang Suhaemi (47), pedagang yang berjualan di pinggir jalan tak jauh dari lokasi, Selasa (8/1/2019) sore.

Menurut warga sekitar, kondisi jalan yang timpang ketinggiannya itu dibiarkan terbengkalai sejak sekitar beberapa bulan lalu. Belum ada tanda-tanda bahwa akan ada pengerjaan pengecoran terhadap satu lajur yang mengarah ke Pamulang Square.

“Bisa dilihat aja disini, belum akan dicor sepertinya. Jadi begini aja kondisinya,” ucap Rozi (39), warga sekitar.

Ditambahkan Rozi, warga sebetulnya sangat mengapresiasi adanya pengecoran disepanjang Jalan Siliwangi. Namun pelaksanaannya harus tuntas, dan tidak dikerjakan sepotong-sepotong hingga bisa membahayakan pengendara atau warga yang melintasi jalan itu.

“Harus tuntas, masa separuh dicor, sebagiannya lagi dibiarkan begini, kan malah membahayakan masyarakat ini namanya. Apalagi kalau malam, sering banget banyak yang terjatuh, tergelincir karena selisih tingginya nggak sama. Tiap malam pasti ada saja pemotor yang terjatuh lewat sini,” imbuhnya.

Dikatakannya, sarana lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di lokasi itu banyak yang tidak berfungsi. Atau sekalipun menyala, namun cahayanya sudah tak maksimal menerangi jalan. Kontan situasi demikian, memperburuk resiko pengendara yang melintasinya.

“Kalau malam kan gelap, mereka tahunya di jalur yang mengarah ke perempatan Viktor ada dua lajur, begitu ingin mendahului lewat lajur sebelah kanan langsung tergelincir. Harapan kita sebagai masyarakat disini, ya secepatnya lah dituntaskan, dicor, atau paling tidak dikasih rambu-rambu petunjuk di sisi jalannya,” tandasnya.

Diketahui, Jalan Siliwangi merupakan jalan yang kewenangannya berada dibawah naungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Banten. Artinya segala pengerjaan proyek diatas jalan itu berada dibawah tanggung jawab Provinsi. Saat wartawan berusaha mengonfirmasi, pihak Dinas PU Provinsi belum memberikan tanggapan resminya.

(ysw)

Detik-Detik Rekaman CCTV Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang Bogor

loading…

Rekaman CCTV diduga pelaku pembunuh NV siswi SMK Baranangsiang Bogor yang ditemukan tewas bersimbah darah, Selasa (8/1/2019). Foto/Istimewa

BOGOR – Temuan mayat wanita berseragam sekolah penuh darah diketahui berinisial NV, pelajar SMK Baranangsiang, Jalan Pajajaran, Bogor Timur, Kota Bogor yang letaknya sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.

Menurut Deki warga sekitar diduga korban dibunuh seorang pria bertato lengan kiri dan kanannya. Itu diketahui, lanjut dia, setelah melihat dari CCTV yang terpasang di sekitar Gang Belakang Masjid Raya, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor.

Baca Juga:

Menurutnya dalam rekaman CCTV tersebut terlihat sebelum kejadian ada seorang pria muda sedang menunggu seseorang. “Pria tersebut ciri-cirinya kaos lengan pendek berwarna biru memiliki tato dilengan kiri-kanan,” katanya, Selasa (8/1/2019).

Ia menambahkan dari rekaman CCTV itu, terlihat korban baru pulang sekolah. “Jadi dia datang dari atas, sementara pria tak dikenal yang diduga pelakunya itu dari arah bawah,” katanya.

Selanjutnya, kata Deki, secara tiba-tiba pria tersebut menusuk dada korban dan langsung berlari ke arah atas yang tembusannya ke Jalan Raya Pajajaran.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswi SMA di Bogor ditemukan bersimbah darah dengan pisau yang masih tertancap di dadanya. Diduga wanita berseragam abu-abu tersebut warga yang tinggal disekitar lokasi.

Saat ditemukan, korban yang belum diketahui identitasnya itu dalam kondisi tertelungkup lengkap dengan seragam serta darah segar mengalir hingga ke jalan gang tersebut. “Iya dia masih mengenakan tas, kemungkinan habis ribut kemudian ditusuk,” ujar warga segempat. (Baca: Siswi SMA di Bogor Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada)

Korban memiliki ciri – ciri kulit putih berambut panjang. Hingga saat ini jasad korban sudah dievakuasi ke RS PMI Bogor dan pihak kepolisian masih melakjkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Iya kita juga belum tahu namanya, katanya sih korban anak kos, di sekitar sini,” kata warga.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian apakah korban merupakan korban perkelahian atau kejahatan.

(ysw)

Pembunuh Siswi SMK Barangsiang, Diduga Pelakunya Pria Bertato Ini

loading…

Remaja yang diduga sebagai pelaku pembunuhan siswi SMK Baranangsiang Bogor terekam CCTV di sekitar lokasi pembunuhan, Selasa (8/1/2019). Foto/Istimewa

BOGOR – Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi kelas XII jurusan Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor. Korban ditemukan oleh warga tergeletak bersimbah darah di Gang Belakang Masjid Raya, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor.

Menurut warga sekitar Deki, ada rekaman CCTV yang memantau situasi di terpasang di sekitar Gang Belakang Masjid Raya, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor. (Baca: Siswi SMA di Bogor Ditemukan tewas dengan Pisau Tertancap di Dada)

Baca Juga:

Dalam rekaman tersebut terlihat seorang remaja yang seperti menunggu seseorang sebelum kejadian itu berlangsung.

“Pria tersebut ciri-cirinya kaos lengan pendek berwarna biru memiliki tato dilengan kiri-kanan,” katanya, Selasa (8/1/2019).

Dari rekaman CCTV terlihat, korban baru pulang sekolah dan melintas di lokasi. “Jadi dia (korban) datang dari atas, sementara pria tak dikenal yang diduga pelakunya itu dari arah bawah,” katanya.

Selanjutnya, kata Deki, secara tiba-tiba pria tersebut menusuk dada korban dan langsung berlari ke arah atas yang tembusannya ke Jalan Raya Pajajaran.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswi SMA di Bogor ditemukan bersimbah darah dengan pisau yang masih tertancap di dadanya. Diduga wanita berseragam abu-abu tersebut warga yang tinggal disekitar lokasi.

Saat ditemukan, korban yang belum diketahui identitasnya itu dalam kondisi tertelungkup lengkap dengan seragam serta darah segar mengalir hingga ke jalan gang tersebut.

(ysw)

Siswi SMA di Bogor Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada

loading…

BOGOR – Temuan mayat wanita berseragam sekolah putih abu bersimbah darah segar menggegerkan warga Bogor Timur, tepatnya di Gang arah Masjid Raya, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor.

Informasi dihimpun menyebutkan temuan mayat pelajar wanita itu pertama kali diketahui warga yang sedang melintas pada pukul 16.30 WIB, Selasa (8/1/2019). Bahkan foto temuan tersebut sempat tersebar di whatsapp warga sekitar Pulo Geulis dan Babakan Pendey yang letaknya tak jauh dari lokasi kejadian.

Baca Juga:

“Astagfirullah ditemukan anak sma di Jalan Riau,” ujar DP, warga setempat di status whatsappnya dengan foto tubuh dan wajah pelajar berlumuran darah yang berusaha di evakuasi warga.

Saat ditemukan, korban yang belum diketahui identitasnya itu dalam kondisi tertelungkup lengkap dengan seragam serta darah segar mengalir hingga ke jalan gang tersebut. “Iya dia masih mengenakan tas, kemungkinan habis ribut kemudian ditusuk,” ujar warga segempat.

Korban memiliki ciri – ciri kulit putih berambut panjang. Hingga saat ini jasad korban sudah dievakuasi ke RS PMI Bogor dan pihak kepolisian masih melakjkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Iya kita juga belum tahu namanya, katanya sih korban anak kos, di sekitar sini,” kata warga.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian apakah korban merupakan korban perkelahian atau kejahatan.

Siswi SMA di Bogor Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada

Roza (15) warga sekitar menuturkan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di dalam rumah. Namun tiba tiba warga berteriak minta tolong karena melihat adanya seorang pelajar terkapar dan bersimbah darah.

Kemudian Ia pun dan sang ayah dengan warga sekitar membantu evakusi pelajar tersebut ke rumah sakit. “Orangtua saya jaga kosan sebelah gang ini, terus ada warga teriak, ayah saya keluar saya ikut pas lihat sudah terkapar,” katanya daat ditemui di lokasi.

(ysw)

Mayat Bersimbah Darah di Bogor Ternyata Siswi SMK Baranangsiang

loading…

BOGOR – Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pembuuhan yang menimpa seorang siswi SMA di Bogor yang ditemukan tak bernyawa di Gang arah Masjid Raya, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor. Korban diketahui berinisial NV yang bersekolah di SMK Baranangsiang Bogor.

Pengurus RW 3 Kelurahan Baranangsiang, H Aulia (50) membenarkan korban adalah warganya berinisial NV sekolah di SMK Baranangsiang, Kota Bogor.

Baca Juga:

“Saya dapat informasi kalau ada siswi yang diduga tewas di tusuk. Kejadiannya di jalan pintas menuju Jalan riau di samping Masjid Raya Bogor,” tuturnya saat ditemui, di RS PMI Bogor Selasa (8/1/2019).

Ia baru mengetahui adanya peristiwa pembunuhan ini dari warga melalui telepon seluler melaporkan ada siswi di tusuk. “Makanya saya langsung ke sini (RS PMI Bogor). Kalau tidak salah, kata warga kejadiannya pukul 15.30 WIB,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di ruang forensik RS PMI Bogor sejumlah rekan dan kerabatnya terus berdatangan. (Baca: Siswi SMA di Bogor Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada)

Namun demikian tak ada satupun yang mau memberikan keterangan. Karena masih menunggu pihak keluarga korban datang.

(ysw)

Warga Sebut Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang Bogor Terekam CCTV

loading…

BOGOR – Warga sekitar temuan siswi SMK Baranangsiang Bogor bersimbah di Bogor mengaku aksi pelaku tersebut terekam CCTV yang terpasang di sekitar Gang Belakang Masjid Raya, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor.

Menurut Warga Gang Belakang Masjid Deki, diduga wanita tersebut dibunuh oleh pria tak dikenal. Karena aksi tersebut terekam CCTV yang terpasang tak jauh dari lokasi temuan mayat tersebut. (Baca: Siswi SMA di Bogor Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada)

Baca Juga:

Menurutnya dalam rekaman CCTV tersebut terlihat sebelum kejadian ada seorang pria muda sedang menunggu seseorang. “Pria tersebut ciri-cirinya kaos lengan pendek berwarna biru memiliki tato dilengan kiri-kanan,” katanya kepada wartawan, Selasa (8/1/2019).

Sebelumnya diberitakan, seorang siswi SMA di Bogor ditemukan bersimbah darah dengan pisau yang masih tertancap di dadanya. Diduga wanita berseragam abu-abu tersebut warga yang tinggal disekitar lokasi.

Saat ditemukan, korban yang belum diketahui identitasnya itu dalam kondisi tertelungkup lengkap dengan seragam serta darah segar mengalir hingga ke jalan gang tersebut. “Iya dia masih mengenakan tas, kemungkinan habis ribut kemudian ditusuk,” ujar warga segempat.

Korban memiliki ciri – ciri kulit putih berambut panjang. Hingga saat ini jasad korban sudah dievakuasi ke RS PMI Bogor dan pihak kepolisian masih melakjkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Iya kita juga belum tahu namanya, katanya sih korban anak kos, di sekitar sini,” kata warga.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian apakah korban merupakan korban perkelahian atau kejahatan.

(ysw)

Usai Libur Tahun Baru, Pekerjaan Jalan Tol Japek II Kembali Berlanjut

loading…

JAKARTA – Libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 baru saja usai. Pembangunan sejumlah proyek infrastruktur yang sebelumnya sempat terhenti kini dilanjutkan, salah satunya Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II (Elevated).

Direktur Utama PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (JJC) Djoko Dwijono mengatakan, saat ini proyek masih fokus melakukan pekerjaan pengangkatan Steel Box Girder (SBG) dengan sisa pekerjaan kurang-lebih 1.200 buah dan pengecoran slab (badan jalan).

Baca Juga:

“Hingga 4 Januari 2019, pekerjaan konstruksi Jalan Tol Japek II (Elevated) telah mencapai 62%,” ujarnya pada wartawan, Selasa (8/1/2019).

Menurutnya, Jalan Tol Japek II (Elevated). Jalan tol layang sepanjang 36,4 km ini dibangun untuk mengatasi volume lalu lintas yang telah melebihi kapasitas pada Jalan Tol Japek eksisting. Jalan Tol Japek eksisting sendiri tepat berada di bawah Jalan Tol Japek II (Elevated).

Sebelumnya, pembangunan Jalan Tol Japek II (Elevated) sempat dilakukan pembatasan pekerjaan major item (pengangkatan SBG dan pengecoran slab) beberapa saat demi kelancaran lalu lintas pada libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 yang baru saja usai.

Sesuai Surat Pemberitahuan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang menindaklanjuti Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.PM 115 Tahun 2018, pembangunan Jalan Tol Japek II (Elevated) dihentikan sementara pada tanggal 21, 22, 25, 28, 29 Desember 2018, dan 1 Januari 2019.

“Kini, kami fokus untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik lagi, memperhatikan keselamatan konstruksi, pemakai jalan, dan lebih meningkatkan traffic management dalam pelaksanaan konstruksi untuk seminimal mungkin mengganggu kelancaran lalu lintas,” katanya.

Adapun waktu pengerjaan proyek kontruksi akan dilakukan pada waktu window time, yaitu antara pukul 22.00 – 05.00 WIB, dan Jasa Marga menghimbau kepada pengguna jalan tol untuk mengatur waktu perjalanan dan antisipasi kepadatan lalu lintas yang ditimbulkan dalam pengerjaan proyek jalan tol ini.

(ysw)

Selama Proses Rehab, 30 Ribu Siswa Menumpang Belajar di Sekolah Lain

loading…

JAKARTA – Sekitar 30 ribu murid dari SD, SMP, dan SMA di Jakarta telah mengungsi selama proses rehab sekolah di tahun 2018. Mereka kemudian tersebar dibeberapa sekolah lain dan sejumlah balai warga.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Susi Nurhayati mengatakan, relokasi sementara siswa itu sudah dilakukan sejak Juni lalu. “Nah sekarang proses administarasinya sedang di percepat. Kami harapkan puluhan sekolah yang sudah selesai rehab itu bisa di gunakan,” kata Susi ketika dihubungi SINDOnews, Selasa (8/1/2019).

Baca Juga:

Untuk proses rehab total ini, Susi mengatakan ada sekitar 98 sekolah yang direhab dan tersebar di enam wilayah DKI, termasuk Kabupate Kepulauan Seribu.

Dari puluhan itu, enam diantaranya menjadi sekolah percontohan dan bagian dari ramah disabilitas, sekolah itu umumnya bercat putih dan memiliki fasilitas aman dan nyaman untuk kaum disabilitas. “Nilai proyeknya sekitar Rp 1,8 triliun yang terbagi dalam lima paket,” ucapnya.

Meski demikian, dirinya tak menutup kemungkinan beberapa sekolah yang memasuki rehab total juga dibangun nyaman bagi disabilitas. Hal itu terjadi di SDN 04 Tanjung Duren, di tempat itu, kata Susi, rancangan untuk ramah disabilitas perlahan dibangun.

(ysw)

Ancam Sebar Foto Setengah Telanjang, Mahasiswi Diperas Puluhan Juta

loading…

Kekasih sekaligus pelaku pemerasan terhadap mahasiswi, Puteri. Foto/Hasan Kurniawan/KORAN SINDO

JAKARTA – Seorang pria bernama Rival Jasita, tega melakukan pemerasan terhadap kekasihnya sendiri, B Puteri, sebesar Rp35 juta. Rival mengancam, jika tak diberikan uang dirinya akan menyebarkan video telanjang setengah dada mahasiswi itu.

Kasus pemerasan ini kemudian dilaporkan korban, kepada petugas Polres Metro (Polrestro) Tangerang Kota, pada Senin 7 Januari 2019. Dalam laporannya, gadis yang akrab disapa Putri ini mengaku telah menjadi korban pemerasan kekasihnya.

Baca Juga:

“Saya kenal di facebook. Saat itu, awalnya dia menawarkan untuk join bisnis dengan modal Rp25 juta, dan dijanjikan dalam tempo satu bulan modal akan dikembalikan,” terangnya kepada petugas Polrestro Tangerang Kota, Selasa (8/1/2019).

Korban pun mengaku tertarik dengan bisnis yang ditawarkan pelaku. Kemudian, mereka terlibat komunikasi yang itensif melalui jejaring sosial facebook dan pesan WhatsApp, hingga akhirnya saling menyukai satu sama lain.

Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono mengatakan, korban dan pelaku memiliki hubungan dekat. Mereka suka memadu kasih dan sering berkomunikasi dengan layanan video call. Hingga suatu ketika, korban diminta bertelanjang dada.

“Saat itu pelaku meminta korban untuk telanjang setengah dada, karena korban sayang, hingga tidak malu-malu lagi untuk membuka bajunya. Namun saat video call berlangsung, pelaku melakukan screenshot,” sambung Ewo.

Gambar hasil screenshot itu, lalu dikirimkan kepada korban, sambil mengancam akan menyebarkan ketiga foto tersebut jika korban tidak mau memberi uang sebesar Rp35 juta kepadanya. Korban pun takut, dan mentransfer.

“Namun pelaku masih saja meminta uang kepada korban, sebesar Rp65 juta, sembari mengacam apabila tidak diberikan gambar telanjang dada korban akan disebar ke kantor, kampus dan keluarga korban. Korban pun takut,” katanya lagi.

Saat itu, korban sudah tidak punya uang. Akhirnya, korban datang melapor ke Polsek Tangerang, Polrestro Tangerang Kota. Selanjutnya, pelaku dijebak bertemu dengan korban, untuk memberikan uang Rp65 juta yang diminta pelaku.

“Tetapi saat pelaku datang, langsung diamankan petugas. Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian hingga Rp75,9 juta. Pelaku dijerat Pasal 368 KUHP dan atau Pasal 378 KUHP tentang Pemerasan atau Penipuan,” pungkasnya.

(mhd)

Diminati Warga, Pemkot Bogor Tambah Armada Mobil Curhat

loading…

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah mengatakan, animo warga terhadap mobil curhat ini cukup tinggi sehingga perlu ditambah, Selasa (8/1/2019). Foto/SINDOnews/Haryudi.

BOGOR – Setelah sukses melayani masyarakat yang berkonsultasi seputar kesehatan sejak empat tahun lalu, Pemkot Bogor kembali menambah satu unit mobil curhat pada awal tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah mengatakan, animo warga terhadap mobil curhat ini cukup tinggi sehingga perlu ditambah. “Setiap operasi melayani 100 sampai 200 orang, jadi tahun ini kita tambah satu unit Mobil Curhat. Sehingga total saat ini kita punya dua unit,” jelas Rubaeah di BAlai Kota Bogor, Selasa (8/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, Pemkot sejak meluncurkan mobil curhat atau Antigalau pada 6 Juli 2014 lalu bekerjasama dengan Fakultas Ekologi Manusia IPB. Sejak saat itu pula, kegiatan pelayanan konseling gratis yang mencakup layanan konsultasi mengenai masalah gizi dan keluarga banyak diminati.

“Seiring dengan itu, mobil curhat juga melayani konseling dan deteksi penyakit tidak menular, VCT HIV/AIDS, dan konseling berhenti merokok,” jelasnya.

Dalam Mobil Curhat yang baru ini juga dilengkapi dengan alat deteksi dini kanker. “Ada layanan IVA Test, yang biasanya konsultasi gizi, VCT, konseling kejiwaan, sekarang ada layanan untuk kanker,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Mobil Curhat Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erni Yuniarti mengatakan pihaknya akan memperluas jangkauan pelayanan konseling seiring dengan penambahan armada Mobil Curhat.

“Yang biasanya beroperasi keliling wilayah, serta hadir dalam acara-acara yang berlangsung di Lapangan Sempur, sekolah atau pusat perbelanjaan di Kota Bogor,” katanya.

Ia menambahkan mobil hasil kerja sama antara Pemkot dengan IPB ini pada awalnya diluncurkan untuk curhat bagi keluarga karena tingginya angka perceraian di Kota Hujan.

“Awalnya mobil curhat untuk konseling keluarga karena tingginya kasus perceraian. Tapi berjalannya waktu, ternyata yang dibutuhkan masyarakat itu pemeriksaan kesehatan. Namun, konseling perceraian tetap ada, tapi kemudian kami tambah pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Berbagai macam pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan di mobil berbentuk minibus ini, mulai dari pemeriksaan penyakit tidak menular dan tidak menular hingga deteksi gizi pengunjung.

“Kami memberikan layanan gratis. Di sini akan dilakukan pemeriksaan darah untuk melihat penyakit hipertensi, diabetes. Ada deteksi dan konseling gizi. Pengunjung dengan gizi buruk nanti akan diberikan konseling makan yang bagus bagaimana sesuai dengan gizinya,” paparnya.

Pengunjung yang datang ke mobil curhat akan dilayani oleh tim pemeriksaan kesehatan dari IPB dan Dinkes Kota Bogor. Erni mengatakan, dalam pemeriksaan kesehatan ini, masyarakat tidak akan diberikan obat.

“Namun, jika ada warga yang terdeteksi penyakit, maka akan dirujuk untuk ke puskesmas atau rumah sakit,” jelasnya.

(ysw)

Rakor, Bupati Ingin Wujudkan Kabupaten Bogor Anti Plastik

loading…

Rapar koordinasi di Kabupaten Bogor. Foto/Istimewa

JAKARTA – Bupati Bogor Ade Yasin menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan seluruh Kepala Daerah se-Kabupaten Bogor. Rapat tersebut guna mewujudkan visi-misi Kabupaten Bogor selama lima tahun ke depan.

Bertempat di Gedung Tegar Beriman Cibinong, Ade Yasin menjelaskan, segala permasalahan dan solusi untuk tercapainya Kabupaten Bogor Termaju, Nyaman dan Berkeadaban. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penanganan sampah yang ada di masyarakat guna menunjang 2 unsur di dalam Pancakarsa, Bogor Sehat dan Bogor Berkeadaban.

Baca Juga:

“Dalam rangka Bogor Sehat dan Bogor Berkeadaban, mari kita wujudkan Kabupaten Bogor Anti Plastik. Setiap Kantor Dinas, Kecamatan, Desa dan Kelurahan agar tidak menyediakan air kemasan dalam botol plastik,” ujar Ade Yasin.

Selain itu, dia berharap, masyarakat bisa menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan selalu membawa kantong yang ramah lingkungan guna mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

“Warga Kabupaten Bogor harus senantiasa dapat menjaga lingkungannya guna mewujudkan Kabupaten Bogor yang nyaman. Tidak ada yang membuang sampah sembarangan serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari dengan membawa kantong yang ramah lingkungan setiap belanja,” ungkapnya.

(mhd)

Puluhan Ribu Murid Tak Sabar Tempati Gedung Sekolah Baru

loading…

Salah satu gedung sekolah yang pembangunannya sempat mangkrak kini sudah berdiri megah dan siap ditempati siswa, Selasa (8/1/2019). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Pembangunan gedung sekolah yang dilakukan pertengahan tahun 2018 di sejumlah wilayah di DKI telah selesai. Sejumlah siswa tak sabar untuk menempati gedung mentereng itu.

Beberapa orang murid kemudian tak sabar. Mereka mengharapkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bisa meresmikan sehingga mereka bisa bersekolah di gedung yang baru itu.

Baca Juga:

“Ini mah keren banget bang. Cepetin dong peresmiannya, biar saya bisa sekolah lagi disini,” kata Abdul Malik (11) murid kelas 5 SDN Tanjung Priok 1, Jakarta Utara, Selasa (8/1/2019).

Malik yang tak sabar menempati gedung baru itu mengaku jenuh menumpang belajar di SMP 30 Jakarta Utara. Sudah hampir 1,5 tahun dirinya tak lagi bersekolah di sana, rindu akan belajar dan bermain dilontarkan dirinya. “Kalo di SMP 30 kan kita nggak bisa main bebas,” kata Malik.

Puluhan Ribu Murid Tak Sabar Tempati Gedung Sekolah Baru

Rampungnya pembangunan SDN 01 Tanjung Priok memang menjadi berkah tersendiri bagi murid disana. Hampir setahun lebih proyek disana mangkrak, para pekerja kabur menyisahkan puing-puing bangunan.

Barulah ditahun 2018, pembangunan kembali di lanjutkan. PT Wika kemudian membuat tanggul di belakang sekolah. Pembangunan kemudian di percepat, dalam waktu tiga bulan pembangunan disana selesai, enam kelas, dua ruang guru, satu ruang kepala sekolah kini telah ada di gedung berlantai tiga itu.

Berbeda dengan bangunan sebelumnya, bangunan SDN 01 Tanjung Priok jauh lebih baik. Tiap kelas dibangun setinggi 3,5 meter, dengan ventilasi udara yang cukup. Tiap lantai terdapat tiga kamar kecil yang terbagi untuk siswa pria, siswa perempuan, dan guru.

“Kami ikut senang, adik adik saya bisa sekolah. Saya pun bangga ada sekolah bagus disini,” kata Hendri (21) warga sekitar.

Hendri tak menampik bila sebelumnya sekolah disana mangkrak. Bahkan diakui, para pekerja proyek terdahulu memiliki utang ke beberapa warung di sekitar sekolah.

“Jadi awalnya saat sekolah sedang dibangun. Bangunan itu ambruk karena longsor, abis itu mandornya pergi, para pekerja yang ngga dibayar kemudian ikut kabur,” lanjut Hendri.

Manajer Proyek WIKA Gedung untuk Paket 1 Rehab Total Sekolah, Ali Abrar Sitepu mengatakan pihaknya sengaja mempercepat pembangunan SD 01 Tanjung Priok karena melihat kondisi sekolah yang miris.

Saat datang ke sekolah itu, Ali menyebutkan sekolah dalam kondisi proyek terbengkalai. Gedung gedung dibiarkan roboh. Sementara puing bangunan dibiarkan berserahkan.

Dalam pembangunan disana Ali mengakui kontur tanah yang lembab menjadi kesulitan dirinya membangun sekolah. “Sekarang sekolah sudah megah dengan tiga lantai dan dilengkapi alarm kebakaran,” kata Ali.

(ysw)

Gunakan KRI SPICA, KNKT Cari CVR JT 610 di Karawang

loading…

Kepala KNKT Soeharjanto Tjahjono dan Kapushidrosal TNI AL, Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro di Pelabuhan JICT, Jakarta. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO

JAKARTA – Setelah sempat terhenti pada Desember 2018, pencarian cockpit voice recorder (CVR) milik Pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh diperairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, kembali dilakukan, Selasa (8/1/2019).

Kali ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melalukan pencarian bersama TNI AL menggunakan Kapal KRI SPICA yang memiliki teknologi canggih. Waktu pencarian pun ditarget selama 15 hari sesuai dengan sinyal ‘ping’ yang memancar dari CVR.

Baca Juga:

“Agenda utama kita dua, kita mencari CVR dengan bantuan dari KRI SPICA, karena ada beberapa peralatan yang dimiliki spesifik oleh mereka. Kami minta bantuan dari TNI AL untuk mendukung pencarian,” kata Kepala KNKT Soeharjanto Tjahjono di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (8/1/2019).

Gunakan KRI SPICA, KNKT Cari CVR JT 610 di Karawang

Sebelumnya untuk membantu pencarian CVR KNKT sudah menurunkan Kapal MVP Everst pada 19 Desember 2018. Namun, pencarian dihentikan menjelang akhir tahun lalu.

Selain akan mencari CVR, Soeharjanto memastikan bila nantinya ditemukan bagian tubuh korban maka pihaknya akan melakukan evakuasi. Sebab ia menduga masih banyak bagian tubuh yang tertutup serpihan-serpihan.

“Kalau dibuka ada di sana ada bagian human, kita akan angkat,” tegas Soeharjanto.

Hingga kini, Soeharjanto menduga hasil analisis yang dilakukan pihaknya, CVR yang dicari berjarak 50 meter dari Flight Data Recorder (FDR). Dengan diameter 5×5, Soeharjanto berharap CVR akan mudah ditemukan, sehingga waktu pencarian tidak memerlukan waktu lama.

Kapushidrosal TNI AL, Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro menambahkan, pencarian ini merupakan kepedulian negara terhadap kejadian JT 610 yang jatuh di bulan September 2018. Sesuai dengan Nawacita Presiden Jokowi, makanya negara harus hadir.

Karena itu, Harjo memastikan pihaknya akan tuntas dan mencari CVR hingga sisa waktu 15 hari ke depan atau sisa batre CVR yang bertahan 90 dari dinyatakan hilang.

“Nah setelah 15 hari, sinyal ‘ping’ melemah. Di situ maksimum yang sudah kita lakukan. Tapi ini dari KNKT, sudah melokalisir di 5×5 sekitar lokasi,” kata Harjo.

CVR sendiri, kata Harjo nantinya mengungkap tabir detik detik penumpang. Karena disitulah, komunikasi antar pilot dengan tower dan situasi antar penumpang terekam.

Termasuk untuk evaluasi nantinya. CVR mengatakan akan menjadi pembelajaran agar jatuhnya JT 610 tidak terulang dikemudian hari.

Mengenai soal spesifik KRI SPICA, Harjo memaparkan kapal ini akan menggunakan teknik sub buttom profilers yakni teknik penginderaan bawah permukaan menggunakan alat khusus yang memancarkan gelombang akustik. Cara ini biasa digunakan untuk menampilkan profil seismik dasar laut dangkal.

Selain menggunakan teknik itu, KRI SPICA juga menggunakan teknik Multibeam Echosounder, yang nanti menampilkan dasar laut dari pancaran singel beam yang dijatuhkan dari badan kapal.

Setelah nantinya terdeteksi, maka pihaknya akan menggunakan maggneto meter yang mampu mendeteksi logam hingga kedalam 60 meter. Tampilan itu akan terdeteksi melalui ROV (Remotely Operated Vehicle) yang di layar perahu.

Gedung SDN 04 Tanjung Duren Utara Dilengkapi Sarana Disabilitas

loading…

Dalam pembangunan gedung sekolah baru, Pemprov DKI tak hanya memerhatikan estetika namun juga sarana ramah disabilitas. Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Dalam pembangunan gedung sekolah baru, Pemprov DKI tak hanya memerhatikan estetika namun juga sarana ramah disabilitas. Fasilitas ini terdapat di gedung baru SDN 04 Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Sekolah yang berada ditengah pemukiman padat penduduk berdiri mewah dengan tiga lantai. Tak hanya ramah disabilitas, bangunan itu juga dilengkapi dengan WC khusus disabilitas. Pintu besar dan toilet duduk serta shower untuk mandi menjadi fasilitas pendukung.

Baca Juga:

Pada bagian lantai 2, bangunan juga dilengkapi aula yang menggabung dua ruang kelas. Ruang ini sangat spesial dengan dilengkapi pendingin ruangan.

“Aku maunya kelas itu,” kata Fahmi (9) murid kelas 4 SD 04 Tanjung Duren ketika ditemui di sekolah, Selasa (8/1/2019).

Fahmi tak sabar dengan keberadaan sekolah barunya. Ia sempat kecewa lantaran harapannya mencicipi sekolah diawal semester 2 tertunda.

“Padahal udah beli sepatu ma tas baru. Eh tahu ngga di sekolah baru,” kata Fahmi saat bermain di sekolahnya.

Setiap sore, Fahmi dan sejumlah teman temannya menengok sekolah. Impian bersekolah di tempat itu diungkapkan setinggi-tingginya. Bila nantinya bersekolah di sana, Fahmi berjanji akan bersekolah lebih rajin dan baik.

Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Susi Nurhayati sebelumnya mengatakan ada ratusan sekolah yang direhab total selama tahun 2018 lalu. Seluruh sekolah itu terdapat di beberapa wilayah, termasuk lima sekolah di Kepulauan Seribu.

Khusus di Kepulauan Seribu, selain berfungsi sebagai sarana pendidikan. Sekolah juga dijadikan lokasi evakuasi bencana, sebab sekolah di sana mampu menahan gempa hingga 9 skala richter dan tingginya mampu melewati tsunami.

Bila satu sekolah minimal 100 siswa, maka Susi menyakini ada 10 ribu siswa yang siap menempati sekolah baru. Rehab ini kemudian dibagi dengan lima paket dengan nilai hampir Rp1,8 triliun. “Sebentar lagi Insya Allah akan diresmikan pak gubernur,” kata Susi singkat.

(ysw)

Razia Hewan Ditunda, Dinas KPKP Tetap Sosialisasi Soal Rabies

loading…

JAKARTA – Razia hewan liar sepertikucing dan anjing yang terkena rabies ditunda. Penundaan itu setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) menunda razia anjing dan kucing liar. Meskipun begitu, Dinas KPKP tetap mensosialisasikan hal tersebut.

“Kita tetap sosialisasi, yang berubah tidak ada penangkapan,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas KPKP DKI Jakarta Sri Hartati kepada wartawan, Selasa (8/1/2019).

Baca Juga:

Pihaknya akan tetap melakukan kegiatan sosialisasi yang akan dimulai pada pagi hari ini. Sosialisasi tersebut dilakukan serentak di lima wilayah kota Jakarta. “Iya serentak,” singkat Hartati.

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan memberikan tiga instruksi kepada jajarannya terkait polemik razia kucing dan anjing liar. Di antaranya tunda kegiatan penangkapan; Ajak bicara organisasi/komunitas pengelolaan binatang dan lakukan kegiatan pengendalian bersama dengan komunitas.

(mhd)

Asyik Nongkrong, Ade dan Aji Dianiaya Pakai Celurit

loading…

JAKARTA – Dua pemuda jadi sasaran pengeroyokan yang dilakukan oleh orang tak dikenal di warung Kampung Cerewed, Jalan Karang satria, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu 6 Januari 2019. Ade Anwar dan Aji Saxena langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) lantaran nyaris tewas akibat sabetan senjata tajam.

“Saat kejadian, korban sedang duduk-duduk di saung, lalu didatangi tiga orang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Baca Juga:

Argo mengatakan, tiga orang tak dikenal itu awalnya mengajak Ade dan Aji berkelahi. Namun, kedua korban tak menghiraukan ketiganya lantaran mereka tak saling mengenal.

Kedua korban malah berpikir ketiganya berguyon. Namun, ketiga orang pelaku itu tetap ngotot mengajak berkelahi hingga akhirnya terjadi cek-cok. Di tengah cek-cok itu dua orang pelaku melempar korban dengan batu.

Akibatnya, kedua korban terjatuh dan mengalami luka robek di bagian kepala. Setelah melihat keduanya terjatuh, para pelaku lantas membacok korban dengan celurit yang mereka bawa. “Hingga menderita luka robek di pinggang sebelah kanan,” tuturnya.

Usai puas menghajar korban, para pelaku lantas meninggalkan lokasi. Sebelum meninggalkan lokasi, pelaku merusak sepeda motor korban. Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku. Sejauh ini polisi juga sudah memeriksa beberapa saksi mata di lokasi termasuk kedua korban.

“Kedua korban sudah bisa pulang karena dinyatakan dokter sudah lebih membaik lukanya,” katanya.

(mhd)

Butuh Teknologi Pengelolaan Sampah Warga di TPA Rawa Kucing

loading…

Butuh Teknologi Pengelolaan Sampah Warga di TPA Rawa Kucing. (Koran SINDO. Hasan Kurniawan).

TANGERANG – Volume sampah warga Kota Tangerang, Banten, mencapai 1.300 ton sehari. Sampah-sampah itu dibuang langsung ke TPA Rawa Kucing di Neglasari.

TPA seluas 34,8 hektare itu, sejak pertama kali dioperasikan pada 1992, sudah terpakai seluas 20 hektare lebih untuk menampung sampah, 7 hektare untuk kawasan hijau, dan sisanya masih ada sekitar 5-7 hektare lagi.

Baca Juga:

Dalam 5-10 tahun ke depan, TPA itu akan penuh dan tidak bisa digunakan lagi untuk membuang sampah. Di sinilah perlunya teknologi penghancur sampah di TPA itu. Menurut Kepala UPT TPA Rawa Kucing Diding Sudirman, tidak adanya penghancur sampah membuat jutaan ton sampah yang menumpuk selama 26 tahun di TPA itu membentuk piramida setinggi 18 meter.

“Secara keseluruhan, total lahan yang telah digunakan untuk menampung sampah di TPA Rawa Kucing ini ada sekitar 20 hektare lebih,” katanya, kepada KORAN SINDO, di UPTD TPA Rawa Kucing, Senin (7/1).

Dia mengatakan yang membuat TPA Rawa Kucing masih bisa digunakan hingga kini karena sebelum digunakan sebagai TPA, kawasan itu merupakan tambang galian C. “Jadi, kami sebenarnya beruntung. Karena TPA ini dulunya kawasan tambang galian tipe C yang memiliki kedalaman, mulai dari 15 meter, 25 meter, hingga 30 meter, dan sampah bisa masuk ke dalam,” ungkapnya.

Menurutnya, teknologi penghancur sampah itu sangat penting. Sebab, volume sampah warga Kota Tangerang setiap tahun selalu meningkat, mengikuti kenaikan jumlah penduduk Kota Tangerang.

“Kita harus sudah punya teknologi. Karena, jika tidak ada teknologi, pembuangan pasti habis. Dalam 10 tahun ke depan, kita tidak bisa buang sampah. Tapi, bukan hanya teknologi, penghijauannya juga harus jalan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Engkos Zarkasih mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian pembangunan teknologi penghancur sampah di TPA Rawa Kucing tersebut. “Saat ini progresnya sudah masuk lelang. Teknologi penghancur itu adalah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Dia mengatakan, pembangunan PLTSA di TPA Rawa Kucing selesai dibangun dalam tempo tiga tahun ke depan. Sementara sampah di TPA itu diperkirakan penuh dalam waktu 5-10 tahun ke depan. “Saya kira yang terpenting itu, pemanfaatan teknologinya. Hitungannya mungkin 10 tahun. Tapi, kan PLTSA. Insya Allah, tiga tahun jadi. Mudahmudahan cepat jadi,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan di TPA Rawa Kucing, sedikitnya ada sekitar 300-400 orang warga sekitar TPA yang bekerja sebagai pemulung, mengais rezeki, dan menggantungkan hidupnya dari sampah.

Wati, salah seorang warga, mengatakan bekerja sebagai pemulung di TPA Rawa Kucing sejak 2016 lalu. Penghasilan memulung di tempat ini cukup lumayan. “Dalam sehari, saya bisa mendapatkan uang Rp100.000 dari mulung. Saya mulung setiap hari. Kadang pagi, malam, tergantung truk sampah yang datang. TPA buka 24 jam. Kalau malam, pakai penerangan,” ujarnya.

Kepala Tata Usaha TPA Rawa Kucing Masan mengatakan sedikitnya sudah ada lima orang pemulung yang diangkat sebagai pegawai TPA menjadi petugas sampah.

“Ada 400 pemulung, rata-rata warga semua, hampir 95% warga sekitar. Penghasilan mereka dari memulung di TPA Rawa Kucing mencapai Rp100.000 per hari. Rata-rata dari mereka punya rumah sendiri,” sebutnya.

Selain menjadi sumber ekonomi warga, TPA Rawa Kucing juga memiliki potensi perekonomian lain yang sangat besar. Terutama kandungan gas metan yang ada di dalamnya jika dikelola dengan baik. Sedikitnya, sudah satu lingkungan RT yang dijadikan objek percontohan yang disalurkan gas metan sampah TPA Rawa Kucing untuk memasak sehari-hari. Selain itu, gas metan di TPA ini juga bisa untuk menerangi jalan umum.

Sempat Gemparkan Pecinta Binatang, Anies Tunda Razia Kucing dan Anjing

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Foto/Dok/SINDOphoto

JAKARTA – Sempat membuat panik para pecinta hewan, akhirnya razia kucing dan anjing liar di Jakarta ditunda.

Lewat akun twitter dan instagramnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) agar mengevaluasi sosialisasi penanganan hewan penular rabies (HPR).

Baca Juga:

Anies memberikan tiga instruksi kepada jajarannya terkait razia hewan-hewan tersebut.

“Terkait polemik razia kucing, pagi ini saya instruksikan kepada Dinas terkait agar: Tunda kegiatan penangkapan; Ajak bicara organisasi/komunitas pengelolaan binatang; Lakukan kegiatan pengendalian bersama dengan komunitas,” cuit @aniesbaswedan.

Sekadar diketahui, sempat viral di media sosial, rencana razia anjing dan kucing liar yang berada di jalanan yang dianggap meresahkan warga.

Setelah dikonfirmasi, Dinas KPKP mengatakan kegiatan tersebut hanya sosialisasi HPR.

“Kegiatan ini diisi dengan hanya memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pemahaman tata cara pemeliharaan hewan HPR yang baik. Agar tidak membahayakan lingkungan,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas KPKP DKI Jakarta Sri Hartati, saat dimintai konfirmasi.

Ada lima lokasi sosialisasi yang akan dilaksanakan pagi ini di antaranya, Jakarta Pusat: Kelurahan Mangga Dua Selatan, Jakarta Utara: Kelurahan Sukapura, Jakarta Selatan: Kelurahan Ragunan, Jakarta Barat: Kelurahan Jelambar dan Jakarta Timur: Kelapa Dua Wetan.

(mhd)

PKB DKI Jakarta Tak yakin Cawagub dari PKS Bisa Kerja

loading…

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD DKI Jakarta mengaku tidak tahu rekam jejak dari tiga kandidat calon Wakil Gubernur (Wagub) yang dimunculkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Seperti diketahui, ketiga calon Wagub yang diusulkan yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Agung Yulianto dan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi.

Baca Juga:

“Benar-benar enggak tahu, gimana mau ngomongin track record,” kata Ketua Fraksi PKB Hasbiallah Ilyas saat dikonfirmasi, Selasa (8/1/2019).

Dia pun meragukan ketiga calon yang diusulkan PKS. Pasalnya, ketiga kandidat belum terlalu mengerti persoalan yang ada di Jakarta.

“Sudah pasti kagak mampu. Jadi wagub juga enggak ngerti kok,” kata Hasbiallah.

Dia pun meminta semua pihak tak terus-menerus meributkan persoalan DKI 2. Maka itu, dia menyarankan pembahasan Wagub ini setelah Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

“Sudahlah enggak usah diributin soal begini, nanti setelah pilpres, pileg baru itu wagub,” tuturnya.

Hasbiallah pun menilai kinerja Anies Baswedan tanpa adanya wagub dirasa cukup bagus.

Ia mencontohkan penyerapan anggaran 2018 DKI Jakarta yang lumayan bagua tanpa adanya sosok Wagub. Kemudian Anies kerja cepat mengganti Kepala Dinas di Jakarta.

“Tidak ada direcokin oleh wagub, jadi ini wagub antara perlu dan tidak perlu. Nanti setelah pilpres baru cocok pakai wagub,” katanya.

(mhd)

Kebakaran di Kemenkumham Hanya Hanguskan Ruang Server

loading…

JAKARTA – Kebakaran yang menghaguskan tiga lantai Gedung Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, hanya menghanguskan ruangan server penghantar listrik.

Kapospol Mega Kuningan, Iptu Suryanta mengatakan, kebakaran itu terjadi pada Selasa (8/1/2019) pagi tadi, yang mana menimpa kantor Kemenkumham, Setiabudi, Jakarta Selatan. Adapun kebakaran tak sampai merembet ke perabotan di gedung itu.

Baca Juga:

“Kebakarannya di ruang server lantai 4, 5 dan 6,” ujarnya pada wartawan, Selasa (8/1/2018).

Menurutnya, 20 unit mobil pemadam kebakaran sempat dikerahkan petugas pemadam kebakaran guna mengantisipasi kebakaran itu. Beruntung, api bisa dikuasai petugas di lapangan lantaran tak sampat membakar hangus gedung itu.

“Jadi hanya server penghantar aliran listriknya saja, sedangkan ruangan berikut perabot perkantoran, semuanya tak ada yang terbakar,” tuturnya.

Dia menambahkan, belum diketahui penyebab kebakaran itu, hanya saja tak ada korban jiwa dalam insiden itu.

(mhd)

Flyover Kodim Kemayoran Sudah Bisa Dilintasi Kendaraan

loading…

Kendaraan roda dua dan empat melintasi flyover. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Pengendara yang kerap melintasi Flyover Kodim Kemayoran, Jakarta Pusat, sudah bisa bernapas lega. Pasalnya, perenggangan jalan yang terjadi di flyover tersebut telah diperbaiki.

Perbaikan kerusakan jalan itu sudah rampung sejak kemarin. Jalan yang sempat renggang dan membahayakan pengendara itu sudah utuh menyambung.

Baca Juga:

“Iya jalan sudah tidak renggang lagi,” ujar Kasat Lantas Polres Jakarta Pusat, AKBP Juang Andi Prayitno saat dikonfirmasi, Selasa (8/1/2019). (Baca juga: Flyover Kembali Alami Pergeseran, Kini Giliran Flyover Kodim Kemayoran)

Kata dia, hal itu dapat dipastikan dengan melakukan pengecekan ke lokasi. Pihaknya juga melakukan pengaturan arus lalu lintas karena para pengendara masih banyak yang mengira jalan masih rusak.

Karena kini jalan telah bisa dilalui, para pengendara diminta untuk tidak khawatir lagi melintas di sana. Namun, dia tetap meminta warga selalu berhati-hati dalam berkendara dan tidak kebut-kebutan.

“Tetap hati-hati berkendara. Lengkapi surat-surat dan patuhi aturan yang ada,” imbaunya.

(mhd)

Tahun 2019, Bekasi Terus Genjot Pendapatan Daerah

loading…

Tahun 2019, Bekasi Terus Genjot Pendapatan Daerah. (Koran SINDO. Abdullah M Surjaya).

BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi harus memutar otak untuk memaksimalkan pendapatan daerah tahun ini. Sebab, target pendapatan pada 2018 lalu tidak sesuai harapan.

Dari target yang dipatok Rp5,38 triliun, Kota Bekasi hanya memperoleh pendapatan Rp4,64 triliun atau setara 86,18%. Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi Karya Sukma Jaya mengatakan, tahun ini seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus optimal mengejar pendapatan daerah. Pendapatan daerah dari seluruh sektor harus digenjot mengingat pendapatan pada tahun lalu kurang maksimal.

Baca Juga:

“Pendapatan 2019 kita target harus lebih besar dari tahun lalu,” katanya. Menurutnya, pada tahun lalu, pencapaian pendapatan asli daerah (PAD) yang paling rendah ada pada sektor pajak reklame.

Dari target Rp90,8 miliar, penerimaan pajak tahun ini hanya Rp38,1 miliar. “Perolehan PAD dari sektor reklame paling rendah atau hanya 41,99% dari target yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Padahal, kata dia, pemerintah memproyeksikan PAD reklame bisa tembus Rp90.822.004.200 miliar, namun yang terealisasi hanya Rp38.133.354.001 miliar. Apalagi, rendahnya penerimaan pajak reklame karena yang mengelola bukan hanya lembaganya, namun ada pihak lain. Misalnya, Dinas Tata Ruang (Distaru) dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sementara lembaganya merupakan organisasi perangkat daerah (OPD) yang berperan sebagai pengelola terakhir.

“Memang pengusaha reklame membayarnya kepada kami, tapi ada DPMPTSP yang mengeluarkan izin dan yang paling tahu soal reklame juga adalah Distaru,” ungkapnya.

Karya menjelaskan, sebetulnya pemerintah daerah telah melakukan sejumlah upaya untuk pencapaian target PAD, diantaranya dengan penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 48 tahun 2018 tentang Penghapusan Denda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta melakukan penarikan pajaknya dengan turun langsung ke masyarakat.

“Perwal diterbitkan agar bisa menarik PAD dengan maksimal. Kami juga minta kesadaran masyarakat bila memiliki tunggakan pajak untuk segera menunaikannya karena uang yang disetorkan untuk pembangunan Kota Bekasi juga,” imbuhnya.

Dengan adanya payung hukum itu, tak heran bila penerimaan PBB paling besar. Dari target yang dipatok sebesar Rp340,5 miliar, pencapaian pajak dari sektor ini menembus Rp416,8 miliar. Kemudian sektor pajak dari Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dari target Rp400,2 miliar, target yang diterima tercapai Rp454,2 miliar.

Selanjutnya Pajak Restoran dari target Rp297,9 miliar tercapai Rp271,5 miliar. Meski pendapatan tidak sesuai harapan, pemerintah tetap menaikan targetnya pada 2019 ini. Dari target yang dipatok sebesar Rp5,38 triliun pada 2018, Kota Bekasi mematok pendapatan 2019 mencapai Rp6,3 triliun. “Kami tetap optimistis target pendapatan yang dipatok pada 2019 akan tercapai hingga pengujung tahun,” ujarnya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pendapatan tidak maksimal karena adanya degradasi kepemimpinan saat pilkada pada 2018 lalu. Angka pendapatan Rp5,38 triliun yang disetujui oleh eksekutif dan legislatif pada tahun sebelumnya merupakan angka yang riil dan mudah tercapai bila tidak terjadi turbulensi kinerja pegawai.

“Pada saat ditetapkan dengan DPRD, itu dalam kondisi kerja. Kalau tidak kerja, ya enggak akan bisa, apalagi potensinya banyak dan digali dengan cara kerja melalui penarikan pajak,” katanya.

Selain menerbitkan Perwal tentang Penghapusan Denda PBB, pemerintah juga melakukan efisiensi anggaran pada 2018 lalu. Salah satunya dengan memangkas tunjangan berupa tambahan penghasilan pegawai (TPP) sebesar 40%. Dana belasan ribu aparatur sipil negara (ASN) terpaksa dipotong untuk mengurangi beban belanja daerah. Pemotongan tunjangan ini diprediksi selama enam bulan atau sampai pertengahan tahun 2019 mendatang.

“Kalau sampai Desember 2018 (pemotongan TPP) masih agak berat, mungkin Mei atau pertengahan 2019 sampai kondisinya stabil baru kita kasih lagi (TPP 40%),” tegasnya. Selain pemangkasan TPP, pemerintah juga melakukan efisiensi kegiatan lainnya seperti mencoret kegiatan atau pengadaan berang dan jasa yang dianggap tidak penting.

Green Pramuka City Bantah Keterangan Haris kepada Polisi

loading…

JAKARTA – Manajemen Apartemen Green Pramuka City menyebutkan bahwa Haris Prasnastyadi (24) sudah bukan lagi petugas keamanan di tempatnya.

Haris diduga sebagai pelaku pembunuh Nurhayati. Haris telah tak terdaftar sebagai sekuriti di Green Pramuka City per 29 April 2018 bukan baru resign seperti apa yang diakui Haris kepada polisi.

Baca Juga:

“Dia itu bergabung di sekuriti kita itu tanggal 25 Sepetember 2017,” kata Head of Communication Apartemen Green Pramuka City, Lusida Sinaga saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (8/1/2019).

Haris tidak resign melainkan dikeluarkan. Hal itu karena dia bolos kerja lima hari berturut-turut tanpa keterangan. (Baca juga: Ternyata Pembunuh Nurhayati Mantan Sekuriti Apartemen Green Pramuka)

“Sejak 29 april 2018 dia tidak datang ke kantor tanpa keterangan. SOP (Standar Operasional Prosedur) kita itu lima hari enggak datang berturut-turut tanpa keterangan, maka otomatis keluar. Tiba-tiba 10 Mei 2018 dia datang, jadi sudah hampir 2 minggu, dia bilang dapat kerjaan baru, namun otomatis sih karena sudah lima hari lebih (tidak masuk dan tanpa keterangan) otomatis dia keluar,” terangnya.

Sekadar diketahui, Nurhayati ditemukan tewas di lorong Tower Chrysant Apartemen Green Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Sabtu 5 Januari 2019 sekitar pukul 17.30 WIB. Ditemukan sebanyak 10 luka tusuk di tubuh Nurhayati.

Tak butuh waktu lama, polisi menciduk pelaku yang tak lain adalah Haris pada Minggu 6 Januari 2019 siang. Haris diciduk di kediaman orang tuanya di kawasan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur tanpa perlawanan.

(mhd)

Sony Kusumo: Caleg PDIP Bersatu untuk Menangkan Jokowi

loading…

Sony Kusumo, caleg PDI Perjuangan dari Dapil 3 DKI Jakarta. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO

JAKARTA – Perebutan kursi legislatif rupanya tidak mengurangi kekompakan dari calon anggota dewan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kemenangan pasangan Joko Widodo dan Ma’aruf Amin menjadi tujuan bersama para caleg dari partai nomor urut tiga tersebut.

“Caleg PDI Perjuangan harus bersatu untuk memenangkan Jokowi, biarpun masing-masing memperebutkan kursi parlemen, tidak boleh mengurangi tujuan bersama untuk memenankan Jokowi,” ujar Sony Kusumo, caleg PDI Perjuangan dari Dapil 3 DKI Jakarta saat menghadiri acara Parade Akhir Pekan di Kemayoran, Jakarta.

Baca Juga:

Menurut Sony Kusumo, selama kampanye dirinya selalu berupaya mengedepankan sosok Jokowi.

“Selain memberikan visi misi pribadi, saya juga tak pernah lupa untuk mengajak warga lebih mengenal Jokowi lewat rekam jejak yang sudah dilakukannya,” ujar Ketua Yayasan Permai tersebut.

Parade Akhir Pekan sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan PDI Perjuangan dalam rangka menyambut Peringatan HUT partai yang ke-46 yang akan diadakan pada 10 Januari mendatang. Selain Sony Kusumo acara tersebut juga dihadiri oleh Hasto Kristiyanto, Prastyo Edi Marsudi, Eriko Sotarduga dan beberapa petinggi partai lainnya.

“Mengingat acara puncak HUT partai dilaksanakan di Kemayoran, kami hari ini memyapa warga masyarakat di Kemayoran. Kalau orang Jawa itu permisi lebih dulu untuk memberitahu seluruh khalayak di Kemayoran terhadap kegiatan pada 10 Januari,” ucap Hasto Kristiyanto dalam sambutannya.

(mhd)

Pemprov DKI Akan Revitalisasi 5 Taman dan Tambah RTH

loading…

Taman Tebet di Jakarta Selatan yang biasa dimanfaatkan warga untuk berolah raga salah satu taman yang akan diperbaiki Pemprov DKI. Foto:dok/SINDOphoto

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta terus berupaya memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH) dan taman interaksi warga. Selain merevitalisasi lima taman, DKI tahun ini bebaskan 30 hektare lahan untuk RTH.

Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Susi Marsita mengatakan, pada tahun ini pihaknya akan merevitalisasi lima taman, yaitu Taman Tebet, Taman Puring, Taman tugu tani, taman mataram, dan taman langsat dengan berbagai tematik berbeda-beda. Seperti yang dilakukan dalam revitalisasi taman Tebet, Jakarta Selatan dengan tematik lalu lintas

Baca Juga:

“Tematiknya beda-beda, pokoknya yang pastinya taman itu nantinya bisa memfasilitasi semua lapisan masyrakat dari usia anak-anak sampai usia lanjut. Termasuk yang warga kebutuhan khusus,” kata Susi Marsita saat dihubungi, Senin (7/1/2019).

Susi menjelaskan, sebelum melakukan revitalisasi, pihaknya mengadakan Forum Group Discusion (FGD) dengan berbagai pihak terkait, termasuk masyarakat. Artinya, selain memenuhi RTH, taman tersebut menjadi tempat berinteraksi warga.

Selain merevitalisasi lima taman tersebut, kata Susi, pihaknya juga akan menambah RTH dengan membebaskan lahan seluas 30 hektare yang berlokasi di Jakarta Timur dan Selatan.

Dia berharap dalam pembebasan tidak ada kendala, khususnya masalah dokumen administrasi. “Kita setiap tahun menambah RTH, tapi kadang terkendala pembebasan lahan,” ungkapnya.

Berdasarkan undang-Undang No 26/2007 tentang Tata Ruang, mengharuskan ketersediaan 30 persen RTH dari total luas wilayah.

Di DKI, implementasinya sudah diatur dalam Perda tentang Tata Ruang dan Zonasi. Dari total 30 persen, sebanyak 20 persen harus disediakan pemprov sedangkan 10 persen merupakan tanggung jawab swasta.

(ysw)

Lambat Penuhi Taget RTH, DKI Harus Punya Strategi Baru

loading…

Taman Waduk Pluit Jakarta Utara kondisinya kini lebih baik setelah Pemprov DKI melakukan penataan beberapa tahun lalu. Foto: dok/SINDOphoto

JAKARTA – Pemprov DKI akan menambah ruang terbuka hijau (RTH) tahun ini sebanyak 30 hektare di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Selain menambah jumlah RTH, DKI juga akan memperbaiki lima taman yang sudah ada.

Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga mengapresiasi langkah yang dilakukan dinas kehutanan, pertamanan dan pemakaman, meski masih jauh dari target ideal. Kemampuan Pemprov DKI menambah RTH rata-rata memang berkisar 25-50 hektare pertahun.

Baca Juga:

“Idealnya DKI menambah luas RTH 250 hektare tahun untuk mengejar target RTH dari luas skg 9,98 % (2018) menjadi 30% (2030, sesuai RTRW DKI 2030),” katanya ketika dihubungi, Senin (7/1/2019).

Strategi percepatan penambahan luas RTH, Nirwono menuturkan yaitu dengan pembangunan jalur hijau jalan, bantaran kali, bantaran rel kereta api, bawah stasiun, kolong jalan layang. Revitalisasi 109 situ danau embung waduk yang ditata menjadi taman seperti Taman Waduk Pluit dan Taman Waduk Ria Rio.

Pengembangan Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru; Revitalisasi kawasan pantai utara jakarta menjadi Hutan Mangrove dan Taman Pantai sekaligus benteng alami terhadap abrasi pantai dan meredam tsunami;

“Pembelian lahan untuk penambahan RTH menjadi pilihan terakhir agar dana dapat dihemat. Perbaikan taman yang sudah ada tetap diperlukan supaya menjadi lebih cantik dan indah agar semakin banyak warga datang ke taman, tetapi harus diingat hal tersebut tidak bisa dihitung sebagai penambahan luas RTH,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta, Pandapotan Sinaga menuturkan, Pemprov DKI tidak pernah serius mengurus RTH.

Jangankan menambah, taman yang ada saja tidak dipelihara. Khususnya taman vertikal di jalan-jalan.Padahal, setiap penyusunan anggaran, pemeliharaan dan penambahan selalu diusulkan. “Sejak 2013, RTH DKI masih 9,8 persen,” ujarnya.

(ysw)