Bangun Jalur Pedestrian, Ratusan PKL di Suryakancana Bogor Ditertibkan

loading…

Sejumlah petugas Satpol PP Kota Bogor melakukan penertiban PKL dalam rangka penataan kawasan Suryakencana.Foto/SINDOnews/Haryudi

BOGOR – Sebanyak 170 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Bata, Kawasan Suryakancana, Bogor Tengah, Kota Bogor, kembali ditertibkan pada Jumat (20/9/2019). Penertiban itu dalam rangka penataan Kawasan Suryakancana tahap dua.

Dalam penataan ini tak hanya jalur pedestrian yang direvitalisasi tetapi mencakup juga Pasar Bogor dan sekitarnya. Sehingga diperlukan adanya penertiban PKL dan bangunan liar di sepanjang Jalan Bata, Roda dan Suryakancana.

Puluhan personel Satpol PP Kota Bogor, Dinas Perhubungan, TNI/Polri dan jajaran PD Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor diturunkan dalam penertiban para pedagang dan parkir. “Rencananya jalan tersebut juga segera difungsikan menjadi pusat kuliner malam,” ungkap Kepala Satpol PP Kota Bogor Heri Karnadi, Jumat siang.

Baca Juga:

Heri menuturkan, penertiban Jalan Bata menjadi rangkaian penataan fisik jalan Suryakancana yang sudah direncanakan sejak dua tahun lalu. Namun baru bisa dimulai sekarang mengingat pekerjaan utama revitalisasi jalur pedestrian sebelah kiri segera dikerjakan.

“Akan berubah secara fisik, yang tadinya digunakan pedagang basah dan sayur akan diubah menjadi pusat kuliner malam hari termasuk tujuh gang di sepanjang Surken,” tuturnya.

Heri melanjutkan, Jalan Bata dipastikan kosong dari pedagang dan parkir. Sebab, dari beberapa minggu lalu Pemkot sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang melalui tiga sampai empat kali pertemuan.”Sehingga diputuskan pedagang yang berjualan pada siang hari, dipindah ke bawah terowongan Plaza Bogor Jalan Roda, sedangkan parkir motor dipindah ke atas balkon Pasar Bogor,” katanya.

Sedangkan pedagang yang malam, lanjut dia, dipindah ke sebelah Klenteng. “Kita sudah siapkan tempatnya, tinggal pindah. Hari ini pembersihan, hari berikutnya mulai penggalian, drop alat berat. Ini penanda juga bahwa ada pembangunan karena target pembangunan pusat kuliner rampung Desember mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD PPJ Muzakkir menuturkan, jumlah pedagang yang yang ditertibkan sebanyak 170 itu terdiri dari 56 pedagang siang dan 114 pedagang malam yang sudah direlokasi dengan lancar. “Karena semua pedagang menerima dengan baik relokasi ini. Saat ini juga sedang dilakukan penataan lantai tiga Pasar Bogor yang nantinya akan menjadi lokasi pemindahan para pedagang,” tuturnya.

Terkait penempatan di lantai tiga, bukan tanpa alasan. Sebab berdekatan dengan tempat parkir, sehingga memudahkan penjual dan pembeli. “Target selesainya sekitar tiga bulan lagi karena program penataan ini sudah direncanakan dari lama,” ucapnya.

(thm,whb)

Wanita Muda Tewas Melahirkan di Kosan Gegerkan Warga Rawajati

loading…

JAKARTA – Warga Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan, digegerkan dengan temuan mayat perempuan bernama Atika F (25) di kamar indekosnya, Sabtu (12/9/2019) siang. Korban tewas diduga saat melahirkan bayinya.

Kapolsek Pancoran, Kompol Endang, mengatakan, temuan mayat ini pertama kali diketahui oleh tetangga indekos korban. Tetangga awalnya curiga adanya bau busuk yang berasal dari kamar korban.

“Tetangga korban mengintip kamar kosnya melalui ventilasi menggunakan senter dan ditemukan seseorang dalam posisi telentang di lantai,” ujarnya kepada wartawan.

Baca Juga:

Lantas, tetangga korban melaporkannya ke warga hingga akhirnya dilaporkan ke polisi. Saat polisi tiba lokasi, korban diketahui sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban meninggal di dalam rumah kosnya dengan posisi terlentang dalam keadaan bayi sudah keluar,” tuturnya.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan.Bbegitu juga dengan bayinya yang diketahui turut meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka bekas penganiayaan di tubuh korban.

“Masih kami dalami penyebab pasti kematian korban, apakah karena keguguran atau bagaimana. Saksi-saksi masih diperiksa, begitu juga keluarga atau kerabat korban,” pungkasnya.

(thm)

Kamera ETLE Dipasang di Tol, Pelanggar Lalin Tak Bakal Bisa Mengelak

loading…

JAKARTA – Polisi bakal memasang kamera electronic traffic law enforement (ETLE) di jalan tol dalam kota Jakarta. Rencananya, pemasangan kamera ETLE itu dilakukan pada Oktober 2019 mendatang.

Dengan keberadaan kamera ETLE, semua kendaraan yang melakukan pelanggaran di jalan tol Jakarta bakal terekam. Bahkan, pelat nomor kendaraan dari luar kota Jakarta pun bakal terekam.

“Semua pelanggaran akan ditilang. Apabila alamatnya tidak di Jakarta, kita koordinasi dengan polda-polda yang ada di wilayah tersebut,” ujar Kasubdit M Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir, Sabtu (21/9/2019). (Baca juga: Kamera ETLE di Jalan Tol Bakal Dipercanggih)

Menurut dia, petugas di TMC Polda Metro Jaya tidak akan kesulitan saat pencocokan data pelanggar, lantaran bisa dilakukan dengan integrasi data. Penerapan tilang elektronik di tol Jakarta akan dimulai Oktober 2019 mendatang, di mana sosialisasi pada masyarakat sudah dilakukan. “Kita juga sudah melakukan uji coba teknis elektroniknya,” tukasnya.

Baca Juga:

Penerapan ETLE di jalan tol itu merupakan kerja sama Ditlantas Polda Metro Jaya dengan PT Jasa Marga. Aturan itu direalisasikan karena adanya kebutuhan dari kedua belah pihak, yang mana diharapkan membuat pengendara kendaraan semakin tertib.

“Masing-masing punya tujuan. Bagi kita keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamsetibcarlantas). Bagi Jasa Marga ya itu, (antisipasi) over loading, over speed, dan over dimension,” pungkasnya.

(thm)

Lima PSK Seksi Diangkut Satpol PP dari Kafe Mesum di Tangsel

loading…

Satpol PP saat melakukan operasi penertiban di sejumlah titik di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (21/9/2019) dinihari. Foto: Hambali

TANGERANG SELATAN – Sebanyak lima pekerja seks komersial (PSK) diamankan dalam operasi penertiban di sejumlah titik di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Satpol PP menerjunkan sejumlah personel yang berkonvoi menggunakan beberapa mobil patroli pada Sabtu (21/9/2019) dinihari itu.

Mereka kemudian menyisir beberapa lokasi hiburan malam yang terletak di daerah Ciputat, Pondok Aren, Serpong, Pamulang, dan Setu. Petugas mendatangi satu per satu kafe di beberapa titik lokasi. Kafe-kafe itu disebutkan menjadi tempat berbuat mesum antara tamu yang datang dengan wanita penghibur di dalamnya.

Saat dirazia, para wanita penghibur berpakaian seksi tengah asik menemani tamu. Tak hanya PSK berpakaian seksi, petugas juga mendapati botol-botol minuman keras dengan berbagai merek dijual bebas di dalamnya. Karena melanggar peraturan daerah (perda), baik PSK dan ratusan botol miras itu langsung diamankan.

“Dari Kafe Sahabat 17 botol miras, Lembayung Sutra Cafe ada 7 botol, Oloan Cafe Nauli ada 89 botol miras, dan Martin kafe sebanyak 115 botol miras. Jadi total keseluruhan sebanyak 228 botol miras,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penyelidikan dan Penyidikan pada Satpol PP Kota Tangsel, Muksin Alfahri.

Menurut Muksin, keberadaan minuman keras beralkohol dan sejumlah wanita penghibur di kafe-kafe hiburan malam tersebut melanggar ketentuan Perda Nomor 5/2012 tentang Penyelenggaraan Pariwisata, Pasal 22 ayat 1 huruf D soal jam operasional, lalu Pasal 5 huruf A tentang menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

Lalu Perda yang dilanggar berikutnya adalah Perda Nomor 4/2014 tentang Penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran Usaha Perindustrian dan Perdagangan, yakni Pasal 122 ayat 2 yang berbunyi: Setiap orang atau badan dilarang memproduksi, mengedarkan sertame memperdagangkan minuman beralkohol dan sejenisnya di daerah.

“Kalau baru pertama kali terjaring, mereka nanti diberi pengarahan, peringatan, dan membuat surat pernyataan. Namun jika mereka nanti terjaring lagi untuk kedua kali, maka mereka harus siap direhabilitasi di Balai Rehabilitasi Sosial Watunas Mulya Jaya,” katanya.

Lokasi kafe hiburan yang dirazia memang didapati melanggar jam operasional yang sudah ditetapkan dalam perda. Selama razia, petugas melakukan pendataan identitas dari setiap waiters dan pramusaji. “Kita akan terus berupaya untuk menertibkan dan menyita miras dari kafe hiburan seperti itu, karena tidak selaras dengan motto Tangsel Cerdas, Modern, dan Religius. Belum selaras dengan motto religiusnya,” tukasnya.

(thm)

Silaturrahim Habib Umar bin Hafidz, MDHW Serukan Gerakan Nahdlotul Qulub

loading…

PB MDHW mengadakan Forum Pertemuan para Da’i, Akademisi dan Tokoh Nasional dengan tema Sinergi Cinta untuk Membangun Kemaslahatan Umat. Foto/Istimewa

JAKARTA – Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) mengadakan Forum Pertemuan para Da’i, Akademisi dan Tokoh Nasional dengan tema “Sinergi Cinta untuk Membangun Kemaslahatan Umat”. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara PB MDHW bersama Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Majelis Al Muwasholah Baina Ulama Almuslimin dan Majelis Jalsah Ad-duat.

Dilaksanakan di gedung UTC kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rawamangun Jakarta Timur.Hadir dalam acara tersebut AlHabib Umar bin Hafidz dari Yaman, Syiekh Dr. Osama AlAzhari dari Mesir Habib Prof Said Aqiel Hussein AlMunawwar, Habib Ahmad bin Salim Jindan. Sementara Rektor UNJ diwakili oleh Dr. Dianta Sebayang.

Selain itu juga dihadiri puluhan habaib dari Majelis Al-Muwasholah dan Majelis Dzikir Hubbul Wathon serta sekitar 500 undangan yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional, Akademisi, para Da’i dan para ustad se-Jabodetabek.

Baca Juga:

Dalam sambutannya Sekretaris Jenderal Majelis Dzikir Hubbul Wathon Hery Haryanto Azumi menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya diberikan kesempatan menyampaikan pidato pengantar dalam Silaturrahim Habib Umar bin Hafidz bersama tokoh nasional, para dai dan akademisi di UNJ.

Hery juga menyampaikan perlunya Gerakan Nahdlotul Qulub di seluruh dunia agar umat Islam fokus kepada gerakan perbaikan moralitas dan mental. Menurutnya, gerakan itu yang akan memberikan peluang lebih besar bagi umat Islam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan negaranya. Karena umat Islam hidup di berbagai masyarakat dan negara yang beragam, sehingga bentuk pengabdian dan integrasinya berbeda-beda.

“Gerakan yang harus kita lakukan adalah gerakan moral, gerakan Nahdlatul Qulub, kebangkitan jiwa dan perbaikan akhlak dan kualitas sumber daya manusia muslim di seluruh dunia,” tandas Hery dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/9/2019).

Menurut Hery, moralitas dan akhlak Islam harus menerangi dunia yang tengah mengalami krisis ini. Dan itu dapat dicapai dengan perbaikan hati dan moral secara terus menerus. Umat Islam harus bersikap pro-aktif dalam dialog dan kerjasama antar peradaban (ta’aruf al-hadharat) pada setiap tingkatan dan wilayah masing-masing.

“Dialog dan kerjasama adalah kunci peradaban yang lebih baik, dengan itu akan tercipta kedamaian dan kerukunan universal yang menjadi tujuan bersama,” tambah Hery yang juga mantan ketua umum PB PMII ini.

Sementara itu AlHabib Umar bin Hafidz dalam pidatonya yang diterjemahkan oleh Habib Ahmad Salim Jindan menyampaikan, bahwa umat Islam harus mencintai saudara sebangsanya baik muslim maupun non muslim (ahlil ahdi wad dzimmi). Kecintaan sesama Muslim harus selalu dijaga. Sesama Muslim tidak boleh menyakiti dan memprovokasi sehingga terjadi konflik yang mengakibatkan kematian atau korban nyawa. Apalagi itu disebabkan oleh justifikasi/fatwa agama atau pikiran.

“Pemahaman agama yang benar akan menyebabkan sikap yang benar terhadap masyarakat dan negaranya,” ungkap Habib Umar.

Selain itu Habib Umar berwasiat agar umat Islam meneladani akhlak Rasulullah SAW. Akhlak Rosululloh tetap mulia terhadap musuh-musuh yang berusaha membunuh dan mematikan perjuangan Islam. Bahkan Nabi Muhammad SAW mendoakan musuh-musuhnya agar mendapatkan petunjuk dari Alloh SWT.

Sedangkan Dr. Usama AlAzhari dari Mesir menyampaikan perlunya gerakan moral untuk mencintai tanah air di manapun umat Islam berada. Hal itu beriringan dengan perbaikan kualitas sumber daya umat Islam. Sehingga umat Islam mampu memberikan kontribusi terhadap peradaban manusia.

Dia juga mempertegas, bahwa umat Islam harus memperkuat kecintaan dan solidaritas sesama Muslim pada saat tanggung jawab kepada masyarakat dan negaranya bertumbuh.

“Tanah Air adalah salah satu aspek penting yang harus dijaga dan dipertahankan oleh umat Islam. Kita semua berjuang agar tidak ada perang dan kelaparan di muka bumi ini,” kata Syeikh Azhari.

(mhd)

Ini Tujuan Pemasangan Kamera ETLE di Jalan Tol Jakarta

loading…

JAKARTA – Polisi bersama PT Jasa Marga bakal memasang kamera electronic traffic law enforement (ETLE) di jalan tol. Rencananya, pemasangan itu dilakukan pada Oktober 2019 mendatang.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir, mengatakan, kamera ETLE itu bakal dipasang di jalan tol dalam kota jakarta, tapi tidak menutup kemungkinan dipasang di lokasi lainnya yang masih menjadi kewenangan Jasa Marga. Adapun tujuannya untuk mengurangi pelanggaran kelebihan beban atau over loading bagi kendaraan bermotor yang melintas di Jalan Tol.

“Kemudian over speed, over dimension dan pelanggaran penggunaan bahu jalan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (21/9/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, penerapan ETLE di jalan tol itu merupakan kerja sama Ditlantas Polda Metro Jaya dengan PT Jasa Marga. Aturan itu direalisasikan karena adanya kebutuhan dari kedua belah pihak, yang mana diharapkan membuat pengendara kendaraan semakin tertib.

“Masing-masing punya tujuan. Bagi kita keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamsetibcarlantas). Bagi Jasa Marga ya itu, (antisipasi) over loading, over speed, dan over dimension,” tukasnya.

(thm)

Ratusan Rumah di Jatinegara Ludes Terbakar, 452 Jiwa Terdampak

loading…

JAKARTA – Ratusan rumah di Jalan Kemuning, Jatinegara, Jakarta Timur, ludes terbakar. Kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, Gatot Sulaiman mengatakan, kebakaran itu terjadi pada Sabtu (21/9/2019) dinihari, sekitar pukul 00.46 WIB. Api pun baru selesai dipadamkan pukul 06.47 WIB dengan 22 unit mobil damkar.

“Ada sekitar 159 KK (Kepala Keluarga) dan 452 jiwa yang terdampak,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (21/9/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, kawasan yang terdampak itu ada di RW01 Rawabunga, RT02 dan 04 sebanyak 103 rumah dengan 133 KK serta 380 jiwa. Lalu RW 06 Balimester, RT 09 sebanyak 26 rumah hangus, 26 KK dan 72 jiwa terdampak.

Dia menambahkan, kebakaran itu diduga terjadi karena korsleting listrik. Namun, masih didalami lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

“Hambatan pemadaman karena itu wilayah padat penduduk dan sumber air sulit didapatkan,” katanya.

(mhd)

Polisi Limpahkan Berkas Kasus Pengibaran Bintang Kejora ke Kejati DKI

loading…

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya telah mengirimkan berkas kasus pengibaran bendera bintang kejora saat aksi di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu 28 Agustus 2019 ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Berkas pertama sudah diserahkan ke Kejati DKI pada Rabu 18 September 2019, saat ini polisi tengah menanti hasil evaluasi itu.

“Berkas perkara sudah diserahkan ke Kejati DKI beberapa waktu lalu yah,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (21/9/2019).

Menurutnya, polisi tengah menantikan hasil evaluasi dari kejakasaan terkait berkas perkara pengibaran bendera bintang kejora itu. Polisi tak bisa memastikan kapan berkas itu selesai dievaluasi oleh pihak kejaksaan.

Baca Juga:

Dia mengatakan, bila berkas itu dinyatakan lengkap, polisi bakal melimpahkan tahap dua dan kasusnya bakal segera disidangkan di pengadilan. Sebaliknya, bila jaksa menganggap masih ada catatan, polisi bakal segera melakukan perbaikan.

“Saat ini, kami masih menunggu daripada keputusan jaksa,” ujarnya. (Baca juga: 2 Pengibar Bendera Bintang Kejora Diamankan Polisi)

(mhd)

Kamera ETLE di Jalan Tol Bakal Dipercanggih

loading…

Petugas kepolisian tengah memantau sejumlah jalan yang dipasangi kamera ETLE. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Polisi bersama Jasa Marga bakal memasang kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Tol Jakarta pada bulan Oktober 2019. Nantinya, kamera ETLE itu bakal dipercanggih agar bisa melakukan perekaman pelanggaran secara baik.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad Nasir mengatakan, ada penambahan fitur pada kamera ETLE yang akan dipasang di ruas jalan bebas hambatan itu. Dengan begitu, kamera tersebut bisa merekam kendaraan yang melebihi muatan.

“ETLE yang sudah ada ditambah (fitur) yang dapat mendeteksi kendaraan yang melebihi batas kecepatan, over dimension (pelanggaran dimensi), dan overloading,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (21/9/2019). (Baca juga: 7 Hari Penerapan Tilang ETLE, Ratusan Pelanggar Terekam Setiap Hari)

Baca Juga:

Menurutnya, kamera ETLE itu bakal di pasang di ruas jalan tol dalam kota yang masuk wewenang PT Jasa Marga. Hanya saja, belum disebutkan lokasi tepat pemasangan kamera tersebut. (Baca juga: ETLE Berlaku di Sudirman-Thamrin, 10 Kamera Super Canggih Mengintai)

“Pertama di ruas tol dalam kota, tinggal penempatan-penempatan kamera di wilayah yang menjadi wewenang PT Jasa Marga. Jalan tol kan beda-beda, tak semua wewenang PT Jasa Marga,” katanya.Sekadar diketahui, sebanyak 12 kamera ETLE yang dipasang di ruas Jalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman, Jakarta mampu menangkap sejumlah jenis pelanggaran. Pelanggaran itu di antaranya terkait penggunaan seat belt (sabuk pengaman), penggunaan ponsel saat mengendarai mobil, dan pelanggaran marka jalan. (Baca juga: ETLE Berlaku Mulai 1 Juli, Bisa Rekam Main Ponsel hingga Tak Pakai Safety Belt)

(mhd)

Ringkus Kaki Tangan Bandar Narkoba, Polisi Sita 1.241 Gram Sabu

loading…

JAKARTA – Polsek Menteng membongkar peredaran gelap narkoba dari bandar besar Kalimantan Barat di kawasan Menteng Tenggulun. Dari pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan empat orang kaki tangan bandar besar itu mereka adalah IS alias I, (45), MM (35), ES alias I (28), serta LS alias P (32).

“Dari tangan mereka disita 1,241 gram sabu berikut timbangan elektrik serta dua telepon genggam serta jaket,” kata Kapolsek Metro Menteng Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dedy Supriadi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (21/9/2019).

Meski telah meringkus empat orang tersebut, Dedy mengatakan, polisi belum bisa menangkap barang haram tersebut. Tetapi, kata dia, identitas bandar asal Kalimantan Barat itu sudah diketahui.

Baca Juga:

“Bandar besarnya masih DPO dan sudah diketahui identitasnya,” katanya.

Pengungkapan kasus narkoba ini, kata dia, bermula dari penggerebekan tiga orang pelaku di kawasan Menteng Tenggulun. Dari tangan ketiganya, polisi menyita 0,70 gram sabu. Setelah dikembangkan, polisi kembali menangkap satu orang pengedar di Pademangan dengan sabu sebanyak 1.141,98 gram.

“Mereka ini sudah 4 bulan sering kontak dengan pria yang tinggal di Kalimantan. Akibat perbuatannya mereka akan dijerat Pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” tuturnya.

(mhd)

Tak Ada Tindakan Tegas Pemkot, Prostitusi Kian Marak di Jakarta

loading…

Pekerja Seks Komersial (PSK) bebas berseliweran di Jakarta Timur dan Barat. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Prostitusi di Jakarta Timur tepatnya sepanjang Jalan Bekasi Timur Raya dari Halte Pasar Enjo hingga seberang Kantor Imigrasi masih menjamur. Bahkan, puluhan Pekerja Seks Komersial (PSK) bebas berseliweran di wilayah ini tanpa takut dirazia oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur yang menajdi wilayah hukumnya.

Berdasarkan pantauan SINDOnews, puluhan PSK nampak bebas berseliweran untuk menjajakan jasanya di daerah yang tak jauh dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cipinang ini. Bahkan, ada juga wanita muda yang rela berbaju seksi berdiri di trotoar samping rel kereta api itu.

Puluhan PSK ini mulai mangkal sekitar pukul 19.00 WIB. Walaupun sudah beberapa kali dirazia, namun puluhan PSK itu tetap membandel mangkal di lokasi tersebut. (Baca juga: Meresahkan Warga, Prostitusi Jalanan di Jakarta Masih Marak)

Tak hanya di Jakarta Timur, praktik prostitusi jalanan juga terdapat di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat. PSK dan waria bebas berseliweran menanti pelanggan yang akan menggunakan jasanya. Sama halnya dengan Pemkot Jakarta Timur, Pemkot Jakarta Barat juga tak bergeming dengan kasus prostitusi itu.

Padahal, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menutup tempat prosritusi berleas di Jakarta. Maka itu, masyarakat meminta orang nomor 1 di DKI Jakarta itu untuk kembali menertibkan prostitusi di Jakarta Barat dan Timur.

“Tolonglah Pak Anies (Gubernur DKI Jakarta) jajarannya disuruh nertibin PSK. Masa makin lama makin banyak dan seperti tidak ada upaya dari pemerintah menertibkan,” kata Juhairiyah (54), warga setempat, Sabtu (21/9/2019). (Baca juga: Dipancing Pria Hidung Belang, 5 PSK Digaruk Petugas)

(mhd)

Sambut Formula E, Kawasan Monas Bakal ‘Disulap’ Jadi Sirkuit Balap

loading…

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bakal menyulap kawasan Monas menjadi sirkuit balap untuk ajang gelaran formula E yang akan berlangsung pada 6 Juni 2020 mendatang. Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bakal menyulap kawasan Monas menjadi sirkuit balap untuk ajang gelaran formula E yang akan berlangsung pada 6 Juni 2020 mendatang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, sirkuit balap yang dibangun akan memiliki kesamaan dengan sirkuit di Paris, Prancis. Dimana perhelatan ajang balap di sirkuit jalan raya kini tengah menjadi tren di kota-kota besar di dunia.

“Pak Alberto Longo (Chief Championship Officer Formula E) pernah membangun di Paris, tempatnya seperti ini tapi itu cagar budaya,” kata Anies saat mengumumkan peresmian Jakarta menjadi tuan rumah formula E 2020 di kawasan Monas, Jumat (20/9/2019).

Baca Juga:

Nanti kawasan Monas akan dilapisi aspal yang bisa dibuka kembali tanpa harus membuat sirkuit permanen. “Kalau di kita ini bukan cagar budaya, ini baru dibuat beberapa tahun lalu. Tapi intinya kita akan buat di sini. Jadi ditimpa plastik dulu, kemudian baru diaspal. Dengan begitu sewaktu-waktu bisa dibuka lagi,” ujarnya.

Anies menuturkan, selama pelaksanaan Formula E akan dipertimbangkan apakah ada penutupan jalan untuk memberikan kelancaran dari ajang tersebut.

“Diperkirakan satu minggu, lebih sebentar dibandingkan bulan Mei lalu ketika ada sidang di MK dan Bawaslu. Di sana lebih lama dan ini tidak lama,” kata Anies sambil tertawa.

Namun Anies belum mau membuka secara pasti mengenai detail dari desain sirkuit yang akan digunakan pada 6 Juni 2020 mendatang. Dia menggaris bawahi, penyelenggaraan Formula E ini tidak akan terlalu banyak menganggu arus lalu lintas di sekitar kawasan Monas.

“Final tracknya nanti ketika sudah selesai gambarnya. Nanti akan diumumkan sekaligis apakah akan ada penutupan jalan atau tidak. Dari perhitungan kami, sampai hari ini Insya Allah tidak akan menggangu lalu lintas,” pungkasnya.

(nag)

Tim Gabungan Tertibkan Ratusan PKL di Suryakancana Bogor Ditertibkan

loading…

Sejumlah petugas Satpol PP Kota Bogor melakukan penertiban PKL dalam rangka penataan kawasan Suryakencana.Foto/SINDOnews/Haryudi

BOGOR – Sebanyak 170 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Bata, Kawasan Suryakancana, Bogor Tengah, Kota Bogor, kembali ditertibkan pada Jumat (20/9/2019). Penertiban itu dalam rangka penataan Kawasan Suryakancana tahap dua.

Dalam penataan ini tak hanya pedestrian yang direvitalisasi tetapi mencakup juga Pasar Bogor dan sekitarnya. Sehingga diperlukan adanya penertiban PKL dan bangunan liar di sepanjang Jalan Bata, Roda dan Suryakancana.

Puluhan personel Satpol PP Kota Bogor, Dinas Perhubungan, TNI/Polri dan jajaran PD Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor diturunkan dalam penertiban para pedagang dan parkir. “Rencananya jalan tersebut juga segera difungsikan menjadi pusat kuliner malam,” ungkap Kepala Satpol PP Kota Bogor Heri Karnadi, Jumat siang.

Baca Juga:

Heri menuturkan, penertiban Jalan Bata menjadi rangkaian penataan fisik jalan Suryakancana yang sudah direncanakan sejak dua tahun lalu. Namun baru bisa dimulai sekarang mengingat pekerjaan utama revitalisasi pedestrian sebelah kiri segera dikerjakan.

“Akan berubah secara fisik, yang tadinya digunakan pedagang basah dan sayur akan diubah menjadi pusat kuliner malam hari termasuk tujuh gang di sepanjang Surken,” tuturnya.

Heri melanjutkan, Jalan Bata dipastikan kosong dari pedagang dan parkir. Sebab, dari beberapa minggu lalu Pemkot sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang melalui tiga sampai empat kali pertemuan.”Sehingga diputuskan pedagang yang berjualan pada siang hari, dipindah ke bawah terowongan Plaza Bogor Jalan Roda, sedangkan parkir motor dipindah ke atas balkon Pasar Bogor,” katanya.

Sedangkan pedagang yang malam, lanjut dia, dipindah ke sebelah Klenteng. “Kita sudah siapkan tempatnya, tinggal pindah. Hari ini pembersihan, hari berikutnya mulai penggalian, drop alat berat. Ini penanda juga bahwa ada pembangunan karena target pembangunan pusat kuliner rampung Desember mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD PPJ Muzakkir menuturkan, jumlah pedagang yang yang ditertibkan sebanyak 170 itu terdiri dari 56 pedagang siang dan 114 pedagang malam yang sudah direlokasi dengan lancar. “Karena semua pedagang menerima dengan baik relokasi ini. Saat ini juga sedang dilakukan penataan lantai tiga Pasar Bogor yang nantinya akan menjadi lokasi pemindahan para pedagang,” tuturnya.

Terkait, penempatan di lantai tiga bukan tanpa alasan, sebab berdekatan dengan tempat parkir, sehingga memudahkan penjual dan pembeli. “Target selesainya sekitar tiga bulan lagi karena program penataan ini sudah direncanakan dari lama,” ucapnya.

(nag)

Korban Investasi Uang Digital, Nasabah di Tangsel Tertipu Rp35 Miliar

loading…

Sejumlah perwakilan korban melaporkan modus penipuan investasi uang digital WX-Coin di Bareskrim Polri. Foto: Ist

TANGERANG SELATAN – Investasi uang digital atau yang biasa disebut cryptocurrency tak semuanya murni bermotif bisnis. Ada pihak yang memanfaatkannya sebagai media untuk melakukan penipuan secara massif.

Seperti halnya dengan bisnis bodong WX-Coin, di mana dilaporkan telah menipu seluruh nasabah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), hingga saat ini sudah ada puluhan orang yang menjadi korban.

Mereka pun melaporkan penipuan itu ke Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Tangsel. Total kerugian pokok yang disebutkan mencapai angka fantastis, yakni Rp35 miliar dari 20 nasabah.

Baca Juga:

Dari penelusuran yang dihimpun Okezone, WX-Coin ternyata sudah berdiri sejak tahun 2016 silam. Bisnis uang digital ini telah masuk daftar hitam Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun demikian, WX-Coin masih terus beroperasi menjalankan usahanya memperdaya para nasabah baru.

WX-Coin mengharuskan nasabahnya membeli paket-paket yang tersedia, yakni paket Silver Rp1,4 jutaan, Gold Rp7,3 jutaan, Platinum Rp14 jutaan, dan Titanium Rp43 jutaan. Nasabah atau member juga bisa mendapat bonus aktif yang dibayar harian, syaratnya harus bisa mengajak orang lain bergabung membeli paket.

Para nasabah yang merasa tertipu WX-Coin, mulanya diiming-imingi bonus berlipat dari pembelian paket yang ada. Mereka terfokus harapan dari sistem member-get-member yang diprogramkan, alias para investor akan mendapat hasil lebih bila berhasil mengajak orang lain bergabung.

“Setiap orang dapat menaruh dana di WX-Coin dengan cara membeli paket yang dikehendaki, dan nasabah dijanjikan bagi hasil berupa bonus pasif yang dibayar setiap 10 hari. Nasabah yang berhasil menggaet anggota baru, bisa mendapatkan bonus aktif yang dibayar harian kisarannya mencapai Rp1,2 juta,” kata Irfan, kuasa hukum para nasabah, Jumat (20/9/2019).

“Model sepeti ini sudah tidak memenuhi unsur penawaran yang tidak logis, juga bukan bisnis yang legal, sebagaimana ditegaskan oleh Satgas Waspada Investasi bahwa WX-Coin merupakan salah satu dari 18 entitas yang melakukan praktik investasi ilegal,” sambung Irfan.

Pemilik bisnis WX-Coin, Anwar Mochamad Hasan, pun dilaporkan ke polisi. Dia diduga sengaja membuat program investasi uang digital untuk menipu para nasabah yang tergiur janji bonus berlipat. Tak hanya itu, rupanya penipuan dilakukan dengan menghitung matang perencanaan sebelumnya.

“Jadi terlapor ini, memang sudah merencanakan dari awal untuk melakukan penipuan, data di identitas KTP nya dipalsukan, alamat rumah tidak sesuai, jadi para nasabah yang jadi korban ini sulit menemuinya untuk meminta pengembalian dana pokok mereka,” bebernya.

Kantor WX-Coin yang merupakan wujud lain dari PT Dunia Coin Digital di Jalan Buaran, Ruko Dunia Cafe, Nomor 3-4, Ciater Barat, Serpong, Tangsel, dilaporkan telah tutup sejak digeruduk nasabahnya Maret 2019 lalu. Para nasabah ketika itu beramai-ramai meminta pertanggung jawaban Direktur Perusahaan Anwar M Hasan.

Berulang kali upaya untuk mencari titik temu pergantian uang masabah terus dilakukan, namun selama itu pula terlapor pemilik bisnis berkilah dan menghindar. Kantornya tutup, alamat rumah palsu. Komunikasi pun hanya bisa berlangsung melalui kuasa hukum terlapor.

“Tak ada itikad baik dari terlapor soal pertanggungjawaban terhadap dana nasabah. Sehingga diputuskan melapor ke polisi. Korbannya ini cukup banyak, ada di berbagai wilayah Indonesia. Kami mengimbau agar para nasabah membuat laporan polisi di wilayah masing-masing. Karena tak menutup kemungkinan, terlapor terus menjalani bisnis dengan sistem yang sama, hanya berganti nama saja,” ucap Irfan.

Terlapor sendiri dilaporkan atas berbagai tuduhan, di antaranya kejahatan tentang perdagangan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 Pasal 105 Juncto Pasal 106 Juncto Pasal 24 Ayat 1
penipuan atau perbuatan curang UU Nomor 1 tahun 1946 Pasal 378 KUHP.

Selain itu, dituduhkan pula Pasal 378 KUHP tentang penggelapan, Pasal 372 KUHP tentang pemalsuan surat
Pemalsuan surat, dan UU TPPU Nomor 8 tahun 2010 Pasal 3. Tim kuasa hukum berharap, penyidik juga nanti dapat mengembangkan tindak pidana lain karena disinyalir praktik oleh terlapor melalii program bisnisnya menyebar luas di masyarakat.

“Jadi yang melapor ke Mabes Polri ada 5 nasabah, kerugiannya sekitar Rp18 miliar. Kemudian yang melapor ke Polda Metro Jaya sebanyak 5 nasabah, dan terakhir melapor ke Polres Tangsel sebanyak 10 nasabah. Total kerugiannya itu sekira Rp35 miliar,” tukas Irfan.

Salah satu korban berinisial TE (50) berhasil diwawancarai, wanita paruh baya itu mengaku harus dikejar-kejar oleh nasabah lain yang ada dalam timnya. Di mana dia memiliki jaring ke bawah sebanyak 100 nasabah, jika ditotal dana yang sudah diinvestasikan ke WX-Coin sebesar sekitar Rp6 miliar.

“Jadi awalnya itu bener ditransfer ada bagi hasil atau bonus dari perusahaan WX-Coin itu, tiap 10 hari. Lalu mulai saya ajak yang lain untuk gabung. Tapi berikutnya berubah bukan bonus rupiah, tapi menjadi uang digital, dan lama-kelamaan semakin dirayu terus kita untuk beli paket yang lain lagi. Saya sendiri sudah jual mobil dan rumah buat investasi itu, totalnya senilai Rp1,5 miliar,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Sama hal dengan korban lainnya bernama Dayat. Lulusan Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ) itu bahkan sebenarnya teman sekampus dengan Direktur WX-Coins Anwar Mochamad Hasan. Saat berinvestasi membeli paket, dia mengirim sejumlah uang ke perusahaan Anwar.

Dia sendiri tertipu sekitar Rp100 juta, jika ditambah dengan uang pokok dari keluarga besarnya yang ikut bergabung, maka kerugiannya mencapai Rp700 juta.

“Awalnya ditransfer dalam bentuk rupiah untuk bagi hasil. Di tengah jalan, merubah pembayaran dengan sistem coin oleh WX Coin, inilah cikal bakal member itu dirugikan. Kontrak belum selesai lalu dirubah lagi ke program bentuk lain. Saya harus pinjam uang di bank, gadaikan surat rumah, biat investasi itu,” tandasnya.

(thm)

Bawa Ganja, Driver Ojek Online di Cikarang Diringkus Polisi

loading…

BEKASI – Seorang driver ojek online (ojol) berinisial AL alias Becak (23) kedapatan membawa narkoba jenis ganja di Kampung Harapan Baru RT 1/1, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Dari tangan AL disita barang bukti ganja kering siap edar seberat 1,5 gram.

Kapolsek Cikarang Timur, Kompol Sumarjan mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari informasi warga yang resah dengan perilaku AL yang kerap mengisap ganja di lokasi kejadian. Berbekal informasi itu, petugas melakukan penulusuran dan observasi di lokasi tersebut.

Hasilnya, petugas mendapati gerak gerik tersangka yang sangat mencurigakan dipinggir jalan sambil duduk dan berdiri sebagai tukang ojek. Saat itu petugas langsung mengamankan AL dan melakukan penggeledahan terhadap pemuda asal Kampung Kandang RT 05/06, Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia itu.

Baca Juga:

“Saat dilakukan penggeledahan didapati barang bukti berupa narkoba jenis ganja dengan berat 1,5 gram di dalam dompet,” kata Sumarjan kepada wartawan Jumat (20/9/2019).

Kepada penyidik, tersangka tak bisa mengelak dan mengakui jika barang haram tersebut adalah miliknya. Namun, tersangka mengaku sebagai pengguna dan barang bukti yang ditemukan itu sisa tersangka mengisapnya.

Kini, petugas tengah memburu penjual barang haram tersebut.”Kita sedang buru penjualnya, pelaku sudah memberikan ciri-ciri maupun identitas bandarnya,” ucapnya.

(whb)

Pemprov DKI Harus Miliki Rencana Induk Kota Ramah Sepeda

loading…

Pemprov DKI diharapkan memiliki rencana induk kota ramah sepeda.Foto/SINDOphoto/Dok

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta disarankan untuk segera memiliki rencana induk pengembangan kota ramah sepeda. Ini dilakukan agar infrastruktur untuk jalur sepeda di Jakarta benar-benar optimal.

Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga mengatakan, ada beberapa kendala optimalisasi jalur sepeda di Jakarta. Di antaranya, DKI belum memiliki rencana induk pengembangan kota ramah sepeda. Di mana rencana itu meliputi pembangunan jalur sepeda (bike path) seperti di trotoar Sudirman, Bintaro Jaya, Kanal Banjir Timur.

Kemudian lajur sepeda (bike lane) seperti di Jalan Melawai, Blok M, Jakarta Selatan dan rute sepeda (bike route) seperti di Perumahan Pondok Indah dengan melibatkan langsung komunitas pengguna sepeda seperti B2W.

Baca Juga:

Untuk itu, Nirwono menyarankan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI memiliki rencana induk pengembangan kota ramah sepeda. “Jika tidak melibatkan para pengguna sepeda bisa dipastikan infrastruktur yang sudah dan akan disediakan tidak akan banyak digunakan, dilalui oleh para peseda harian,” kata Nirwono pada Jumat (20/9/2019).

Infrastruktur sepeda lainnya yang perlu disiapkan, lanjut Nirwono yaitu seperti parkir sepeda di mana-mana, termasuk di halaman parkir gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, stasiun, terminal, ruang ganti di gedung, titik bengkel sepeda, rambu dan marka yang jelas.(Baca: Ngantor Naik Sepeda, Anies Tes Jalur Khusus dari Rawamangun-Balai Kota)

Titik-titik pos polisi untuk keamanan pesepeda terutama di malam hari, serta titik-titik pusat kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah sakit. “Jadi membangun kota ramah sepeda itu tidak hanya menyediakan jalur sepeda terus silahkan masyarakat menggunakannya. Hal itu tidak akan berhasil. Tetapi yang harus dilakukan seperti tersebut di atas,” ucapnya

(whb)

Bangun Pedestrian, Ratusan PKL di Suryakancana Bogor Ditertibkan

loading…

Sejumlah petugas Satpol PP Kota Bogor melakukan penertiban PKL dalam rangka penataan kawasan Suryakencana.Foto/SINDOnews/Haryudi

BOGOR – Sebanyak 170 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Bata, Kawasan Suryakancana, Bogor Tengah, Kota Bogor, kembali ditertibkan pada Jumat (20/9/2019). Penertiban itu dalam rangka penataan Kawasan Suryakancana tahap dua.

Dalam penataan ini tak hanya pedestrian yang direvitalisasi tetapi mencakup juga Pasar Bogor dan sekitarnya. Sehingga diperlukan adanya penertiban PKL dan bangunan liar di sepanjang Jalan Bata, Roda dan Suryakancana.

Puluhan personel Satpol PP Kota Bogor, Dinas Perhubungan, TNI/Polri dan jajaran PD Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor diturunkan dalam penertiban para pedagang dan parkir. “Rencananya jalan tersebut juga segera difungsikan menjadi pusat kuliner malam,” ungkap Kepala Satpol PP Kota Bogor Heri Karnadi, Jumat siang.

Baca Juga:

Heri menuturkan, penertiban Jalan Bata menjadi rangkaian penataan fisik jalan Suryakancana yang sudah direncanakan sejak dua tahun lalu. Namun baru bisa dimulai sekarang mengingat pekerjaan utama revitalisasi pedestrian sebelah kiri segera dikerjakan.

“Akan berubah secara fisik, yang tadinya digunakan pedagang basah dan sayur akan diubah menjadi pusat kuliner malam hari termasuk tujuh gang di sepanjang Surken,” tuturnya.

Heri melanjutkan, Jalan Bata dipastikan kosong dari pedagang dan parkir. Sebab, dari beberapa minggu lalu Pemkot sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang melalui tiga sampai empat kali pertemuan.”Sehingga diputuskan pedagang yang berjualan pada siang hari, dipindah ke bawah terowongan Plaza Bogor Jalan Roda, sedangkan parkir motor dipindah ke atas balkon Pasar Bogor,” katanya.

Sedangkan pedagang yang malam, lanjut dia, dipindah ke sebelah Klenteng. “Kita sudah siapkan tempatnya, tinggal pindah. Hari ini pembersihan, hari berikutnya mulai penggalian, drop alat berat. Ini penanda juga bahwa ada pembangunan karena target pembangunan pusat kuliner rampung Desember mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD PPJ Muzakkir menuturkan, jumlah pedagang yang yang ditertibkan sebanyak 170 itu terdiri dari 56 pedagang siang dan 114 pedagang malam yang sudah direlokasi dengan lancar. “Karena semua pedagang menerima dengan baik relokasi ini. Saat ini juga sedang dilakukan penataan lantai tiga Pasar Bogor yang nantinya akan menjadi lokasi pemindahan para pedagang,” tuturnya.

Terkait, penempatan di lantai tiga bukan tanpa alasan, sebab berdekatan dengan tempat parkir, sehingga memudahkan penjual dan pembeli. “Target selesainya sekitar tiga bulan lagi karena program penataan ini sudah direncanakan dari lama,” ucapnya.

(whb)

Penataan Trotoar Cikini Berbasis Budaya, Sepanjang Jalur TIM Dibuat Mural

loading…

Pemprov DKI akan menata trotoar di Kawasan Cikini menggunakan basis budaya.Foto/SINDOphoto/Dok

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah melakukan penataan pedestrian di sepanjang Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat. Penataan trotoar di ruas jalan tersebut akan berbasis budaya.

“Nanti di trotoar sepanjang jalur Taman Ismail Marzuki (TIM) akan dibuat mural supaya nanti setiap tahun gonta-ganti. Jadi Pak gubernur minta konten kreasi tim nanti bisa berekspresi di trotoar itu,” ungkap Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugraha kepada wartawan, Jumat (20/9/2019).

Hari menuturkan, akan menyediakan ruang sepanjang 100 meter untuk dibuat mural sebagai ‘kanvas’ para seniman. Selain itu, di stasiun juga disediakan ruang ketiga. Jadi ketika turun dari kereta mereka akan disambut oleh ruang ketiga seni budaya.

Baca Juga:

“Jadi di sana itu kawasan budaya kemudian mengintegrasikan stasiun antarmoda, kan di sana ada Stasiun Cikini-Gondangdia, kemudian ada BRT itu nanti bisa mengintegrasikan supaya nanti orang bisa lebih nyaman untuk jalan di sana. Kita targetkan Desember selesai,” ucap Hari.

(whb)

Jenazah Korban Kecelakaan Maut Tol Pejagan Dimakamkan di Tangerang

loading…

Ratusan warga Ciasuk hendak mengantarkan jenazah Imam korban kecelakaan lalu lintas di Tol Pejagan-Pemalang untuk dimakamkan di Tangerang.Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG – Duka mendalam dirasakan keluarga rombongan pembawa jenazah yang mengalami musibah kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang, Km 300+400, Tegal, Jawa Tengah. Lima anggota rombongan yang hendak mengantarkan jenazah dilaporkan tewas dalam peristiwa itu.

Mereka menumpang pada ambulans Grand Max B 8702 CW yang terlibat kecelakaan dengan truk Hino B 9562 UIU, pada Kamis 19 September 2019 sore. Dari lima orang korban, yakni Satimun (38), Imam (23), Nasid (37), Rohmadi (40) dan Sarjito (45), hanya Imam yang dimakamkan di Kabupaten Tangerang. Sisanya, dibawa pulang ke kampung halaman masing-masing.

Suasana duka pun menyelimuti kediaman Imam di Desa Suradita, RT 01/05, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (20/9/2019). Wakil Ketua RW05, Zulheri mengatakan, Imam dimakamkan di TPU Griya Serpong Asri, Tangsel.

Baca Juga:

“Ya, cuma Imam yang dimakamkan di sini. Kalau korban lainnya dimakamkan di Klaten kampung halamannya,” kata Zulheri kepada SINDOnews di rumah duka Desa Suradita, Cisauk, Tangerang, Jumat (20/9/2019).

Menurut Zulheri, saat kejadian semua korban ini memang tengah mengantarkan jenazah Dono (38) yang meninggal karena sakit. Jasad Dono, rencananya akan dibawa kakaknya Rohmadi dan Sartijo menuju Klaten.

Nahas, setibanya di Tol Pejagan-Pemalang, KM 300+400, Tegal, ambulans yang membawa rombongan pengantar jenazah mengalami musibah kecelakaan lalu lintas.”Jenazah dibawa menggunakan mobil jenazah milik kompleks perumahan sini. Sopirnya Satimun, tapi nyopirnya gantiian sama Imam. Nasid ikut karena dia teman kerja Dono,” jelasnya.

Zulheri pun mengaku kaget mendengar kabar duka tersebut. Dia tidak menyangka, bahwa rombongan pengantar jenazah menjadi korban kecelakaan maut tersebut.”Jadi, mobil jenazah yang dikemudikan Satimun iring-iringan dengan tiga mobil lain. Nahas, mobil ambulans yang melaju kencang itu mengalami kecelakaan maut dengan menabrak belakang truk,” katanya.

Kerabat dan sahabat dekat Imam, Sultan Kevin mengatakan, sebelum menjadi korban kecelakaan, Imam sempat mengajak teman-teman dekatnya di SD berkumpul.”Jadi, pada 9 September, almarhum sempat nge-chat saya. Dia bilang, ingin ngumpulin anak-anak seangkatannya tiba-tiba. Mungkin sudah tanda-tanda. Sosoknya baik, ramah. Orangnya peduli banget,” ucapnya.

(whb)

Langgar Aturan Jam Operasional, Pemkot Bekasi Tahan 30 Truk Tanah

loading…

Puluhan truk tanah ditahan petugas Dishub Kota Bekasi karena melanggar jam operasional.Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya

BEKASI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi memberhentikan puluhan truk tanah yang sedang melintas di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (20/9/2019). Puluhan truk itu diminta untuk kembali ke gudang atau pangkalan truk lantaran melanggar jam operasional yang ditentukan pemerintah setempat.

Hal ini menyusul adanya insiden kecelakaaan di Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara, pada Senin, 16 September 2019 lalu. Saat itu, seorang siswa SMP menjadi korban terlindas truk pengangkut tanah hingga mengalami luka cukup parah. Untuk itu, jam operasional truk saat ini dibatasi di Kota Bekasi.

“Kita berhentikan sebanyak 30 truk, mereka melanggar aturan yang sudah kami tetapkan,” ungkap Sekretaris Dishub Kota Bekasi, Dedet Kusmuyadi kepada wartawan Jumat (20/92019).

Baca Juga:

Menurut dia, jam operasional truk tanah itu seharusnya mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WIB. Sehingga, truk tanah itu sudah dipastikan melanggar aturan.
“Sebenarnya ketentuan jam operasional itu sudah lama, sudah ada rambu larangannya juga. Tapi ya mereka bandel, dan semakin masif jadi kita gencarkan lagi penindakan,” ujarnya.

Keberadaan truk pengangkut tanah itu pada siang hari, menyebabkan kemacetan parah. Selain itu truk pengangkut tanah ini juga kerap kali menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Mereka yang melanggar jam operasi kita tindak, dengan cara disuruh putar balik atau ditahan sampai jam operasional. Kita tidak bisa menilang karena bukan kewenangan kita. Nanti kita akan koordinasi dengan kepolisian,” tegasnya.

Deded mengaku telah menerima banyak laporan masyarakat perihal truk tanah yang kerap lalu lalang di jalan arteti terutama di Jalan Raya Perjuangan. Jalan tersebut merupakan akses yang menghubungkan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi wilayah Kecamatan Babelan-Tarumajaya-Muara Gembong.

Di sana terdapat banyak pengerjaaan proyek bangunan sehungga lalu lalang truk tanah tak teratur dan mengganggu pengguna jalan. Sejatinya, kata dia, rambu-rambu larang sudah terpampang di depan Pasar teluk Buyung dan depan Stasiun Bekasi, Kota Bekasi. Ke depan, pihaknya akan menindak truk tanah di Jalan Sudirman dan Jalan Ahmad Yani Bekasi.

(whb)

Ditinggal Salat Jumat, Mobil Rico Ceper Dibobol Maling

loading…

TANGERANG SELATAN – Mobil milik presenter Muhamad Rinko Safinka alias Rico Ceper dibobol kawanan pencuri dengan modus pecah kaca. Tindak kriminalitas yang dialami Rico Ceper ini terjadi saat sang presenter menunaikan salat Jumat di Jalan Maleo, Bintaro Sektor 9, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (20/9/2019).

Kapolsek Pondok Aren, Kompol Afroni Sugiarto mengatakan, kejadian bermula saat Rico memarkir mobil miliknya merek Honda Accord di area sekitar Masjid Raya Bintaro untuk menunaikan salat Jumat. Setelah salat, Rico terperanjat, begitu mengetahui kaca mobil bagian kiri dalam kondisi pecah terbuka.

“Kejadiannya baru diketahui setelah pelapor selesai melaksanakan salat Jumat. Kaca mobil bagian belakang sebelah kiri dipecah,” kata Afroni kepada wartawan Jumat (20/9/2019).

Baca Juga:

Menurut Afroni, tas kerja berisi dokumen penting milik korban raib digasak pelaku.”Yang dicuri tas beserta isinya, ada buku tabungan dan kartu ATM. Kalau kerugian pengakuan korban mencapai belasan juta rupiah,” ujar Afroni.

Afroni menuturkan, saat ini masih menyelidiki kasus pencurian dengan modus memcahkan kaca mobil tersebut.”Masih dalam penyelidikan, sejumlah saksi telah dimintai keterangan,” ucapnya.

(whb)

DKI Targetkan Pembongkaran Trotoar di Kalimalang Pekan Depan

loading…

Dinas Bina Marga DKI Jakarta menargetkan pembongkaran trotoar di Jalan Kalimalang selesai secepatnya.Foto/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Dinas Bina Marga DKI Jakarta menargetkan pekan depan membongkar trotoar yang berada di tengah Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur. Pembongkaran trotoar harus dilakukan demi keselamatan masyarakat yang menggunakan ruas jalan tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugraha mengatakan, telah berdiskusi dengan pengelola Jalan Tol Becakayu dan Kementerian PUPR mengenai keberadaan trotoar di tengah Jalan Raya Kalimalang, dan sepakat untuk dilakukan pembongkaran.

“Intinya mereka setuju membongkar. Pokoknya harus dibongkar sesuai dengan kaidah-kaidah dimana ruas jalan diperlebar kemudian trotoar ada disamping sebelah kiri jalan,” kata Hari kepada wartawan, Jumat (20/9/2019).

Baca Juga:

Hari menuturkan, sebelumnya pengelola Jalan Tol Becakayu berencana membuat taman dari jalan yang tersisa. Namun, hal itu sepertinya tidak mungkin dilakukan karena berada di separuh jalan.(Baca: Kesepakatan Bersama, Ruang Kosong di Median Jalan Kalimalang Dibuat Taman)

“Kami targetkan pembongkaran trotoar dalam dua pekan ke depan. Secepatnya dibongkar karena itu memang sudah mengganggu istilahnya pengguna jalan maupun keamanan yang menggunakan jalur itu,” ucapnya.

(whb)

Pembangunan Flyover RE Martadinata Dikebut, CFD Bogor Ditiadakan

loading…

Pemkot Bogor meniadakan CFD di Jalan Sudirman terkait pembangunan flyover RE Martadinata.Foto/SINDOnews/Haryudi

BOGOR – Guna mempercepat proses pembangunan flyover (jalan layang) di Jalan RE Martadinata, Pemkot Bogor menghapus sementara Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau lebih dikenal Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman, Bogor Tengah, Kota Bogor, terhitung Minggu, 22 September 2019 mendatang

Kepala Bidang Lalu Lintas (Lalin) pada Dishub Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas mengatakan, keputusan meniadakan sementara CFD di Jalan Jenderal Sudirman karena adanya pekerjaan konstruksi flyover Jalan RE Martadinata, yang diperkirakan rampung akhir 2019. Menurut Teofilo, sosialisasikan telah dilakukan di pamflet elektronik maupun di akun di Instagram Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.

“Sehubungan dengan pekerjaan konstruksi flyover di Jalan RE. Martadinata yang diperkirakan selesai akhir tahun 2019, Kecuali momen tertentu akan diinformasikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Baca Juga:

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Bogor Kota, Kompol Fajar Hari Kuncoro menuturkan, keputusan tersebut atas kesepakatan bersama bukan hanya Pemkot saja.”Iya betul memang demikian, karena ada pekerjaan Fly Over di RE Martadinata untuk mengurangi kepadatan. Keputusan itu atas kesepakatan bersama maka untuk sementara waktu CFD ditiadakan,” ujarnya.

(whb)

Jajal Mobil Listrik, Anies Konvoi Mobil Mewah bersama Pebalap Sean Gelael

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjajal mobil listrik dalam rangka pagelaran Jakarta E Prix 2020, Jumat (20/9/2019). Foto: SINDOnews/Okto Rizki Alpino

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjajal mobil listrik dalam rangka pagelaran Jakarta E Prix 2020. Anies bersama rombongan melakukan konvoi mobil mewah menelusuri jalanan ibu kota, Jumat (20/9/2019) sore.

Konvoi dimulai dari lapangan parkir Timur Senayan menuju Monumen Nasional (Monas) dengan dibonceng pebalap nasional Sean Gelael.

Pantauan SINDOnews, masyarakat nampak memadati lapangan Monas untuk melihat mewahnya mobil-mobil listrik milik pabrikan Jerman, Bavarian Motor Works (BMW).

Baca Juga:

Jajal Mobil Listrik, Anies Konvoi Mobil Mewah bersama Pebalap Sean Gelael

Setibanya di kawasan Monas, Anies disambut riuh tepuk tangan dari masyarakat yang hadir memadati kawasan Monas sisi Selatan.

Konvoi ini diikuti empat mobil listrik yang terdiri dari dua jenis BMW i8 Roadster, satu mobil BMW i3 hybrid, dan satu mobil karya anak bangsa dari Surabaya (ITS) dengan nama Lowo Ireng.

Selain itu, beberapa unit mobil listrik milik salah satu perusahaan taksi dan tiga jenis bus listrik milik Transjakarta turut memeriahkan konvoi menyambut ajang balap Formula E.

Jajal Mobil Listrik, Anies Konvoi Mobil Mewah bersama Pebalap Sean Gelael

“Rangkaian untuk sore ini kita akan umumkan penyelenggaraan balap mobil Formula E dan rangkaiannya adalah kita mengumpulkan kendaraan listrik,” ujar Anies.

Anies berharap ke depannya semakin banyak kendaraan listrik yang bisa melintas di jalan-jalan ibu kota.

“Pesan utamanya adalah ke depan kendaraan akan mengandalkan sumber energi terbarukan dan salah satunya adalah kendaraan yang minim polusi,” pungkasnya.

(thm)

Transjakarta Pamer 3 Bus Dalam Konvoi Kendaraan Listrik sambut Formula E

loading…

JAKARTA – Menyambut perhelatan Formula E 2020 di Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar konvoi kendaraan listrik, Jumat (20/9/2019) sore. Konvoi dimulai dari Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK) menuju silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

PT Transjakarta turut memamerkan tiga unit bus listrik pada konvoi kendaraan listrik itu. “Ketiga unit bus listrik itu telah diujicoba sebelumnya dan semua dalam keadaan prima dalam melayani publik. Kami ikut serta dalam konvoi ini sebagai bentuk dukungan nyata PT Transjakarta pada Formula E 2020,” ujar Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Nadia Diposandjojo, kepada wartawan, Jumat (20/9/2019).

Selain untuk memeriahkan konvoi, partisipasi Transjakarta ini sekaligus untuk mengenalkan bus listrik lebih jauh kepada masyarakat yang akan dioperasikan oleh Transjakarta. Masyarakat diharapkan mengenal dengan lebih baik contoh bus masa depan yang akan dioperasikan Transjakarta sebagai transportasi masal di Jakarta.

Baca Juga:

Nadia menyebutkan, di luar tiga unit bus yang dipamerkan itu, saat ini terdapat 28 penyedia bus listrik yang menawarkan produk mereka kepada Transjakarta. Para pemasok itu berasal dari berbagai negara, seperti Eropa, Asia, dan Amerika

PT Tranportasi Jakarta telah melakukan uji coba bus listrik di berbagai tempat wisata yang ada di Jakarta. Menaiki bus listrik ini tentu saja menjadi pengalaman luar biasa karena masyarakat tidak mendengar suara mesin seperti bus berbahan bakar fosil.

“Terkait layanan Transjakarta sehubungan adanya konvoi itu, tetap beroperasi seperti biasa. Tak ada pengalihan rute,” pungkasnya.

(thm)

DKI Dorong Kepulauan Seribu Jadi Pusat Wisata Konservasi Bawah Laut

loading…

JAKARTA – Kepulauan Seribu terus berbenah diri untuk menjadi salah satu ikon pusat konservasi bawah laut. Maka itu Provinsi DKI Jakarta menetapkan Kegiatan Strategis Daerah (KSD) seperti yang termaktub dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1042 Tahun 2018.

Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta menggelar Festival Bahari Jakarta (FBJ) yang berlangsung di Kepulauan Seribu pada tanggal 21 hingga 22 September 2019 mendatang di tiga tempat, yaitu Pulau Tidung, Pulau Pramuka, dan Pulau Pari.

Kepala Dinas KPKP Darjamuni mengatakan, kegiatan ini mengakat tema ‘Love Our Ocean’ sebagai daya tarik agar masyarakat mengetahui keindahan bawah laut Kepulauan Seribu.

Baca Juga:

“Di dalamnya ada kompetisi foto bawah laut, kompetisi foto budaya pesisir, dan kompetisi renang. Melalui festival ini kita sama-sama bisa menjadi saksi sekaligus penikmat cantiknya alam bawah laut Kepulauan Seribu,” kata Darjamuni, saat dikonfirmasi, Jumat (20/9/2019).

Dengan kegiatan ini, dia berharap masyarakat terutama wisatawan akan merasakan keindahan alam bawah laut Indonesia sebagai salah negara maritim terbesar di dunia.

“Melalui kegiatan ini potensi wisata Kepulauan Seribu dapat terekspos dan dapat menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Kepulauan Seribu,” tukasnya.

Kegiatan lainnya yang juga akan dilaksanakan antara lain aksi bersih pantai, penanaman mangrove dan transplantasi terumbu karang, serta aksi bersih bawah laut khusus bagi penyelam bersertifikat. Dinas KPKP akan menyedikan hadiah total lebih dari Rp100 juta bagi para pemenang.

(thm)

Enam Pelaku Penyerangan Terhadap Warga Bukit Duri Ditangkap

loading…

JAKARTA – Sebanyak enam orang pelaku penyerangan terhadap warga Bukti Duri, Tebet, Jakarta Selatan, diciduk petugas Polsek Tebet. Akibat aksi penyerangan ini lima warga Bukit Duri menderita luka sabetan senjata tajam dan luka bakar terkena air keras.

“Sudah ada enam pelaku penyerangan yang telah kita amankan,” ungkap Kapolsek Tebet, Kompol Alam Nur saat dikonfirmasi, Jumat (20/9/2019).(Baca: Diduga Salah Sasaran, 5 Warga Bukit Duri Tersiram Air Keras)

Menurut Alam, keenam pelaku yang diamankan yakni, Roy, Ekky, Dede, Ibnu, Gilang, dan Kahar. Selain menangkap pelaku, polisi menyita barang bukti berupa senjata tajam yang diduga dipakai saat tawuran.

Baca Juga:

“Barang bukti yang kami sita ada celurit, satu jeriken berukuran 2 liter berisi 1/4 air keras, dan batu,” ujarnya. Adapun enam orang yang diamankan itu, hingga kini masih diperiksa polisi secara intensif. Sejauh ini, diketahui mereka ada yang berperan sebagai pembacok dan penyiram air keras.

(whb)

Kelebihan Muatan, Sejumlah Ibu-ibu Terjebak di Lift Pemkot Jaktim

loading…

Sejumlah pengunjung Kantor Wali Kota Jaktim terjebak di dalam lift akibat kelebihan muatan.Foto/SINDOnews/Okto Rizki Alpino

JAKARTA – Sejumlah pengunjung Kantor Wali Kota Jakarta Timur terjebak di dalam lift Gedung A pada Jumat (20/9/2019). Sejumalah orang yang didominasi kaum perempuan ini terjebak dalam lift karena diduga overload (kelebihan muatan).

Petugas keamanan dalam (Pamdal) Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Dedi mengatakan, mayoritas yang terjebak di dalam lift adalah ibu-ibu, mereka memaksa masuk lift sehingga kelebihan muatan dan mengakibatkan lift ambruk.
“Kejadiannya pukul10.30, itu overload liftnya. Namanya ibu-ibu ya naik lift sambil ngobrol enggak tahunya overload,” kata Dedi di lokasi, Jumat, (20/9/2019).

Dedi menuturkan, sejatinya kapasitas lift di Kantor Wali Kota Jakarta Timur hanya muat untuk lima orang saja. Namun acap kali pengguna lift mengabaikan hal tersebut, sehingga terjebak di dalam lift.

Baca Juga:

“Kejadian berlangsung lima menit, untung lift ambrurnya enggak terlalu jauh jadi evakuasinya gampang,” ujar Dedi. Ketika lift mati seketika petugas menolong para korban yang terjebak di dalam dengan menggunakan kunci khusus dan akhirnya sejumlah ibu-ibu tersebut berhasil keluar satu persatu.

“Tidak ada kejadian serius, Evakuasinya juga midah bisa langsung diangkat satu-satu. Selain kelebihan beban, lift ini memang sudah tua juga sih,” ucap Dedi.

(whb)

Dinas Marga DKI Percepat Pasang Marka Jalur Khusus Sepeda

loading…

Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho di Balai Kota Jakarta. Foto/Okto Rizki Alpino/SINDOnews

JAKARTA – Dinas Bina Marga DKI Jakarta bakal mempercepat pemasangan marka jalan di jalur sepeda. Taidak hanya itu, pihaknya juga akan memperbaiki jalur sepeda yang dapat membahayakan penggunanya.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho setelah melakukan uji coba jalur sepeda bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta jajarannya di Balai Kota, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

“Iya nanti segera, jadi nanti mulai besok akan kita evaluasi lagi, kan itu jangkanya 2 bulan. Jadi nanti kontur jalan yang agak nongol akan kita ratakan dengan lapisan jalannya,” kata Hari.

Baca Juga:

Hari mengatakan, keseriusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperbaiki dan menjaga lingkungan merupakan prioritas utama. Maka itu pihaknya menyambut baik keberadaan jalur khusus bagi pesepeda di Jakarta dengan memberikan kenyaman sehingga masyarakat mau beralih menggunakan sepeda.

“Tentunya pada saat uji coba itu kita melihat kekurangan-kekurangan mana yang perlu diperbaiki mungkin dari sisi proteksinya, nah nanti kalau kita sudah tahu sepanjang jalur uji coba nanti baru kita permanen, kalau sudah permanen artinya Desember kita pastikan sudah memiliki jalur sepeda permanen, jadi tahun depan para pesepeda tidak merasa risih, tapi merasa aman nyaman dan safety lah,” tutur Hari.

Selain berjanji akan memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna sepeda, Dinas Bina Marga juga akan mempercantik jalur sepeda dengan memberikan sentuhan-sentuhan seni yang akan mengundang decak kagum. Hal ini dilakukan agar masyarakat terkesan dan kemudian beralih ke kendaraan yang ramah lingkungan itu.

Dinas Marga DKI Percepat Pasang Marka Jalur Khusus Sepeda

“Pas nanti uji coba selesai itu selesai, sekaligus nanti akan saya cat permanen, entah itu warnanya biru ataukah warna nya hijau nanti kita sesuaikan aturan mainnya,” katanya.

Dia mengaku, pihaknya akan bersinergi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk memberikan proteksi bagi pesepeda dengan cara memasang dinding pembatas di area jalur khusus itu.

“Kita pasang semacam MCB tapi yang kecil kaya dipasang di busway itu. jadi nanti pada saat kita sudah pasang marka, diproteksi disitu, kita cat yang bagus,” katanya.

(mhd)

Terobos Jalur Sepeda, Pengendara Bakal Ditilang

loading…

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota, Jakarta. Foto/Okto Rizki Alpino/SINDOnews

JAKARTAPemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menilang bagi pengendara yang menerobos jalur sepeda. Hal itu demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna sepeda.

“Jadi sesuai dengan UU No 22 tahun 2009 terdapat pelanggaran rambu akan dikenakan denda 500 ribu, tentu ini kita akan doronvg begitu ini dipermanenkan (jalur sepeda),” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019).

Meski belum terpasangn rambu lalu lintas di jalur sepeda, dia mengimbau, agar pengendara lain tak masuk jalur khusus tersebut. Karena, kata dia, hal itu akan membuat ketidaknyamanan bagi pengguna sepeda.

Baca Juga:

“Untuk peluncuran ini kita sudah koordinasikn dengan rekan-rekan kepolisian bahkan TNI. Tadi bisa dilihat selama uji coba, kita harapkan dengan adanya kolaborasi dan koordinasi yang intensif ini, suluruh program kita untuk perbaikan traffic, lingkungan dan kualitas udara Jakarta lebih baik,” ujar Syafrin.

Adapun Uji coba jalur sepeda di Jakarta akan dilakukan sampai dengan 19 November 2019. Setelah itu penegakkan hukum mutlak menjadi wewenang pihak kepolisian.

“Percobaan ini selama dua bulan dan setelah itu Jakarta memiliki jalur sepeda dan semoga menjadi contoh bagi kota-kota lain,” pungkasnya. (Baca juga: Ngantor Naik Sepeda, Anies Tes Jalur Khusus dari Rawamangun-Balai Kota)

(mhd)

Demi Keamanan, DKI Bakal Registrasi Ulang Pencari Suaka

loading…

Petugas dari kantor Badan Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) menemui pencari suaka sebelum dipindahkan dari trotoar kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Buntut penyegelan gedung eks Kodim di Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat, membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendata ulang jumlah para pencari suaka. Pasalnya, penyegelan ini sebagai bentuk penolakan warga terhadap pencari suaka itu.

“Iya memang dikunci ya, pertama yang keluar masuk bisa kelihatan orang yang keluar masuk, jadi nanti kita bikin register,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Taufan Bakri kepada wartawan, Jumat (20/9/2019).

Setelah pendataan, lanjut Taufan, tidak ada lagi penambahan jumlah pengungsi. Hal ini dilakukan guna keamanan dan kenyamanan lingkungan. Terutaman keamanan anak-anak lantaran lokasi itu di pinggir jalan.

Baca Juga:

“Kedua karena faktor keamanan lingkungan sekitar biar lebih aman,” ujarnya. (Baca juga: Pencari Suaka Kembali ke Trotoar Kebon Sirih, DKI Minta UNHCR Tegas)

Walau digembok pada pagar utama, kata dia, para pencari suaka bisa keluar lewat pintu belakang gedung Eks Kodim itu. Pintu tersebut berdiameter sekitar dua meter.

Walaupun tak meninjau lokasi penampungan itu, kata dia, pihaknya terus berkoordinasi dengan semua pihak termasuk United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) atau komisioner PBB untuk pengungsi di Indonesia.

“Enggak (meninjau), rencana hari ini mau koordinasi terus, biar ada pemulangan atau gimana,” tandasnya. (Baca juga: Tolak Dipindahkan, Ratusan Pencari Suaka Pilih Bertahan d Kalideres)

(mhd)

Korsleting Listrik, Satu Rumah di Cilandak Ludes Terbakar

loading…

Satu rumah di Jalan Bahari, Cilandak, Jakarta Selatan, terbakar diduga akibat korsleting listrik.Foto/SINDOphoto/Ilustrasi.Dok

JAKARTA – Satu rumah warga di Jalan Bahari II, Cilandak, Jakarta Selatan, ludes dilalap si jago merah pada Jumat (20/9/2019). Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Kapolsek Cilandak, Kompol Martson Marbun mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (20/8/2019) pukul 12.30 WIB di rumah milik A Manaf. Saat itu, pemilik rumah tengah pergi melaksanakan salat Jumat di masjid. Adapun istri dan anak Manaf sedang di luar rumah untuk bekerja.

“Saat tiba di rumah, korban sudah melihat rumahnya terbakar api. Namun, api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke rumah warga lainnya,” kata Martson saat dikonfirmasi, Jumat (20/9/2019).

Baca Juga:

Martson menuturkan, diduga berasal dari salah satu kamar di rumah tersebut. Untuk memadamkan api sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi.

Setelah 50 menit berjibaku melakukan pemadaman, api akhirnya berhasil dipadamkan.”Dugaan awal kebakaran terjadi karena korsleting arus listrik pada kamar utama. Kerugian materil masih didata dan korban jiwa sejauh ini tak ada,” ucap Martson.

(whb)

Diduga Salah Sasaran, 5 Warga Bukit Duri Tersiram Air Keras

loading…

JAKARTA – Tawuran antarwarga terjadi di kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, hingga membuat lima orang terluka dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Kelimanya diduga menjadi korban salah sasaran.

“Tawuran warga antara RW diduga, yang mana terjadi di Tanjakan Dalam 10 Bukti Duri, Tebet, Jakarta Selatan,” ujar Kapolsek Tebet, Kompol Alam Nur saat dikonfirmasi, Jumat (20/9/2019).

Namun, kata dia, tawuran akhirnya berhasil dibubarkan dengan cepat dan situasi sudah kondusif. Hanya saja, ada sejumlah orang yang mengalami luka akibat kejadian itu karena tersiram air keras dan dibacok dengan sajam, yakni Zainal, Ojan, Jaka, Emon dan Tommy. “Diduga korban merupakan salah sasaran,” katanya.

Baca Juga:

Polisi, tambahnya, masih mendalami kasus tersebut. Guna mengantisipasi tawuran susulan pun polisi melakukan penjagaan di lokasi.

(mhd)

Sambut Formula E di Jakarta, Dishub Gelar Konvoi Mobil Listrik

loading…

JAKARTA – Menyambut perhelatan Formula E 2020 di Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan akan menggelar konvoi kendaraan listrik, Jumat (20/9/2019) sore nanti.Konvoi dimulai dari Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK) menuju Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. (Baca juga: Sukseskan Formula E, Pemprov DKI Siapkan Anggaran Besar)
Rute konvoi kendaraan listrik dimulai dari Parkir Timur Senayan keluar melalui pintu FX Sudirman di Jalan Pintu 1 Senayan -Jalan Jenderal Sudirman-Jalan M.H Thamrin-belok kanan di Bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha dan berakhir masuk ke Monas melalui pintu Silang Monas Barat Daya.Untuk itu jalan akses sepanjang rute konvoi akan dilakukan pengalihan lalu lintas secara situasional dan kendaraan dilarang melintas ketika konvoi sedang berlangsung.
Sementara lalu lintas dari arah selatan (Blok M/ Senayan) yang akan menuju utara (Harmoni) dilarang mendahului konvoi yang akan mendapatkan pengawalan dari petugas Polri tersebut. Kendaraan masih diperkenankan untuk mengikuti konvoi dari belakang.Untuk mengantisipasi kemacetan, Dishub akan memberlakukan jalur alternatif untuk pengguna jalan antara lain Jalan Asia Afrika/Jalan Pintu 1 Senayan-Jalan Gerbang Pemuda-Jalan Jenderal Gatot Subroto-Jalan KS Tubun-dst/menerus Jalan S Parman menuju Tomang-Jalan Tomang Raya-Jalan Kyai Caringin-Jalan Balikpapan-Jalan Suryopranoto-dst, dengan tetap menyesuaikan pengaturan lalu lintas ganjil-genap.
Sedangkan lalu lintas dari arah utara (Jalan M.H Thamrin) ke arah Selatan (Jalan Jenderal Sudirman) berlaku normal. Angkutan Transjakarta juga masih dapat melayani pelanggan seperti biasa.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengimbau agar hal ini menjadi perhatian para pengguna jalan. (Baca juga: Soal Balapan Formula E, Pemprov DKI Terus Kebut Persiapan Teknis)

“Pengguna jalan diharapkan menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk petugas di lapangan serta yang paling utama, tetap mengutamakan keselamatan selama berkendara di jalan,” tutur Syafrin.

Baca Juga:

(mhd)

Manfaatkan Karhutla, Sindikat Internasional Gagal Selundupkan Sabu ke Jakarta

loading…

JAKARTA – Polres Jakarta Barat mengungkap peredaran narkoba jaringan Internasional, Malaysia-Jakarta. Tidak hanya itu, sejumlah pelaku juga dibekuk di Pekanbaru, Riau.

“Kita baru saja mengungkap kembali pelaku sindikat narkoba jaringan Internasional,” ujar Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi kepada wartawan, Jumat (20/9/2019).

Menurutnya, jaringan Malaysia-Jakarta itu memanfaatkan kondisi pengawasan di laut yang terganggu asap karena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Riau. Mereka lantas menyelundupkan barang haram itu dengan memanfaatkan jarak pandang yang terganggu asap.

Baca Juga:

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti berupa 10 bungkus kemasan Teh China yang berisikan paketan yang diduga narkoba jenis sabu seberat 10 kg di dalam satu Travel Bag.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz menambahkan, pengungkapan itu berdasarkan pengembangan kasus sebelumnya, polisi lalu melakukan penyelidikan selama satu bulan. Adapun narkoba itu rencananya bakal dikirimkan ke Jakarta.

Namun, tambahnya, polisi belum bisa menjelaskan secara detil tentang pengungkapan kasus itu karena masih dalam pemeriksaan secara intensif. “Ada tersangka yang kita amankan bersama barang bukti, untuk lebih jelasnya nanti akan kami sampaikan kembali,” katanya.

(mhd)

Rayakan Ulang Tahun, Dufan Ajak 1.500 Anak Yatim Main Bersama

loading…

Dufan Ancol Taman Impian mengadakan acara Liburan Muharam yakni dengan cara bahagiakan 1.500 anak yatim. Foto/Istimewa

JAKARTA – Dunia Fantasi (Dufan) Ancol Taman Impian mengadakan acara Liburan Muharam yakni dengan cara bahagiakan 1.500 anak yatim. Selain Liburan Muharram, acara itu juga sebagai rangkaian syukuran ulang tahun ke-34 Dufan yang dilakukan Kamis 19 September 2019.

Manajemen Taman Impian Jaya Ancol mengundang sekitar 1.500 anak yatim piatu yang berasal dari berbagai wilayah di Jakarta untuk berbagi keceriaan serta menikmati semua wahana permainan yang ada di Dufan.

Acara berlangsung di Panggung Hysteria Dufan dibuka dengan penampilan musik perkusi dan juga pembacaan ayat suci Alquran. Acara kemudian dilanjutkan dengan dongeng motivasi anak oleh tim Rumah Zakat dan ditutup dengan rekreasi bersama di 39 wahana yang ada di Dufan.

Baca Juga:

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Manajemen Taman Impian Jaya Ancol dengan Komunitas Berbagi Nasi Jumat (Sijum) serta Rumah Zakat. Pada acara tersebut turut dihadiri pula oleh siswa-siswa Sekolah Rakyat Ancol yang merupakan sekolah binaan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

Direktur Utama Taman Impian Jaya Ancol, Teuku Sahir Syahali menuturkan, kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap perayaan ulang tahun Dufan.

“Bedanya tahun ini pesertanya bertambah dari biasanya 1.000 anak menjadi 1.500 anak. Manajemen berkeinginan untuk berbagai keceriaan dan kebahagiaan bersama anak-anak yatim piatu agar mereka juga mendapatkan kesempatan yang sama serta memotivasi untuk bisa berkarya di masa depan,” jelas Sahir.

(mhd)

Dilempar Kayu, Jambret di Gambir Tersungkur dari Motor

loading…

JAKARTA – Polisi meringkus jambret yang beraksi di Gambir, Jakarta Pusat. Pelaku digelandang ke kantor polisi setelah terjatuh dari motornya saat dikejar-kejar massa.

Kapolsek Gambir, Kompol Wiraga Dimas mengatakan, Korban berinisial DP (37) tengah memesan taksi online menggunakan hanphone-nya kemudian dipepet pelaku yang langsung merampas seluler tersebut. Pelaku saat itu itu menggunakan sepeda motor berboncengan.

“Korban kaget dan sontak berteriak meminta tolong, warga yang ada di sekitar lalu mengejarnya. Lalu, salah satu warga melempar kayu ke sepeda motor pelaku hingga akhirnya kedua pelaku terjatuh,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (20/9/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, pelaku K kembali berdiri dan buru-buru kabur dari lokasi, sedang pelaku HS berhasil diamankan warga saat terjatuh dan dikeroyok massa. Anggota polisi yang tengah melakukan observasi di lokasi lantas mengamankan pelaku ke kantor polisi.

“Saat kami temukan, HS sedang dikeroyok warga sehingga kita amankan berikut motor yang digunakannya saat beraksi. Saat ini pelaku masih diperiksa guna pengembangan ke pelaku K,” katanya.

Kini, tambahnya, HS dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun. Polisi pun meminta masyarakat untuk selalu berhati-hati dan menjaga barang bawaanya selama di jalan.

(mhd)

Ngantor Naik Sepeda, Anies Tes Jalur Khusus dari Rawamangun-Balai Kota

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan melakukan uji coba jalur sepeda fase pertama pada Jumat (20/9/2019) pagi. Foto/Okto Rizki Alpino/SINDOnews

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan melakukan uji coba jalur sepeda fase pertama pada Jumat (20/9/2019) pagi. Dalam kesempatan uji coba ini, Anies bersepada dari Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timut menuju kantor di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

“Ini jalur sepeda fase pertama yang dibangun sepanjang 23 kilometer, nantinya mayoritas jalan di Jakarta punya jalur sepeda,” kata Anies. (Baca juga: DKI Bangun Jalur Jalan Sehat dan Sepeda Santai di Pantai Maju)

Anies beserta rombongan melewati Jalan Rawamangun-Jalan Pramuka menuju perempatan Matraman dan mengarah ke Jalan Proklamasi. Namun rombongan sedikit terkendala kemacetan di Jalan Pramuka akibat belum terpasang penanda bagi jalur sepeda, sehingga kendaraan motor dan mobil mengambil jalur rombongan pesepeda orang nomor 1 di DKI Jakarta. Kemudian Anies beserta rombongan berhenti sebentar di terowongan Kendal Dukuh Atas dan melanjutkan perjalanan ke Balai Kota via Jalan Thamrin.

Baca Juga:

Pantauan SINDOnews, jalur sepeda pada fase uji coba kali ini hanya baru dipasang marka jalan dan cone lalu lintas sebagai penanda jalur bagi pesepeda. Hal ini diambil sebagai bentuk perlindungan bagi para peseda agar merasa nyaman dan tidak terganggu oleh kendaraan lain.

Anies menuturkan, setelah uji coba selesai semua jalur sepeda akan didesign khusus, dan nantinya jika ada pengendara selain sepeda dan diberlakukan tindakan tegas berupa penilangan.

“Nanti fase awal akan menyesuaikan, dan diberi pembatas tapi ada lebar jalan yang tidak memungkinkan dikasi pembatas,” kata Anies. (Baca juga: Pemprov DKI Pindahkan 14 Tiang PJU yang Halangi Jalur Sepeda)

Dengan adanya program ini, Anies berharap, masyarakat dapat menjadikan kegiatan bersepeda sebagai rutinitas dalam keseharian, bukan hanya kegiatan olah raga saja.

“Karena bagaimana menciptakan sepeda bukan hanya sebagai alat olah raga saja. Tapi sepeda sebagai alat transportasi,” pungkasnya. (Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Akan Menambah Jalur Khusus Sepeda)

(mhd)

Melalui Teknik Kultur, Sea World Ancol Budidayakan Ubur-ubur

loading…

Pengunjung di Wahana Seaworld, Ancol, Jakarta. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Sebagai destinasi wisata kelautan yang mengedepankan edukasi, Sea World Ancol membuat terobosan baru yaitu menjadi tempat wisata pertama yang berhasil mengembangbiakan ubur-ubur di Indonesia. Halitu disampaikan oleh VP Sea World & Ocean Dream Samudra, Rika Sudranto.

Kata dia, program budidaya ubur-ubur ini telah dikembangkan sejak tahun lalu. Sea World Ancol mendirikan laboratorium khusus demi mewujudkan hal tersebut.

“Melalui teknik kultur, ubur-ubur dapat dikembangbiakan dengan sistem dan metode yang unik,” kata Rika kepada wartawan, Jumat (20/9/2019).

Baca Juga:

Rika melanjutkan, hal tersebut sejalan dengan misi Sea World yang mengemban edukasi, hiburan dan konservasi, kehadiaran program ini melengkapi fungsi Sea World Ancol dalam bidang konservasi.

“Diharapkan dengan kehadiran laboratorium budidaya ubur-ubur ini bisa menjadi sarana pembelajaran, pusat penelitian dan konservasi yang mampu memberikan informasi terlengkap seputar ubur-ubur di Indonesia,” tambahnya.

Kehadiran budidaya ini pula menjadikan aquarium ubur-ubur Sea World menjadi sustainable aquarium atau aquarium dengan program berkelanjutan.

Hal ini karena biota yang akan berada pada aquarium ubur-ubur ini sudah tidak akan mengambil lagi dari alam namun akan menggunakan biota yang berasal dari budidaya. Hal yang serupa sebelumnya sudah dilakukan oleh Ocean Dream Samudra terhadap biota lumba-lumba jenis hidung botol.

“Ini merupakan wujud komitmen kami dalam bidang konservasi dan semoga masyarakat bisa mempelajari dan kenal lebih dekat dengan biota ubur-ubur di Sea World,” tutur Rika Sudranto.

Dalam kesempatan tersebut, Hawis Madduppa, selaku Dosen Ilmu Kelautan IPB menjelaskan tentang keragaman, pengaruh dan peran penting ubur-ubur dalam ekologi laut.

(mhd)

BMKG Prediksi Cuaca di Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

loading…

Cuaca di wilayah DKI Jakarta diprediksi cerah berawan sepanjang hari. Foto/SINDOnews

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di wilayah Jakarta pada hari ini Jumat (20/9/2019), cerah berawan sepanjang hari.

Berdasarkan informasi pada laman resmi BMKG, pada pagi hari, cuaca cerah berawan diperkirakan terjadi di seluruh wilayah Ibu Kota, baik di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara, maupun Kepulauan Seribu.

Sementara suhu udara untuk keseluruhan di wilayah Jakarta hari ini berkisar pada 24-34 derajat celcius dengan tingkat kelembapan antara 50-90%. Hal itu diperkirakan akan terus terjadi hingga malam hari.

Baca Juga:

(cip)

Kapolda Metro Jaya Berharap PKMNu Minimalisasi Gerakan Radikalisme

loading…

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono meminta para kiai dan mubaligh yang tergabung dalam PKMNu meminimalisasi radikalisme di masyarakat. Foto/Ist

JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono meminta para kiai dan mubaligh yang tergabung dalam Persatuan Kiai dan Muballigh Nusantara (PKMNu) mampu meminimalisasi gerakan radikalisme di masyarakat.

Hal itu dikatakan Kapolda saat menerima silaturrahmi para pengurus PKMNu, di ruang dinasnya pada Kamis (19/9/2019). Kapolda menilai, bahaya radikalisme sekarang sangat mengkhawatirkan.

Tidak lagi diajarkan kepada santri di pesantren-pesantren, namun perkembangannya lebih modern yaitu melalui media sosial. Apalagi informasi di internet sangat mudah diakses oleh masyarakat.

Baca Juga:

Dampak negatif yang muncul, kata Kapolda, dapat memicu konflik sosial hingga keutuhan suatu negara jika banyak masyarakatnya terpapar radikalisme. Dia menilai, radikalisme bermula dari sifat intoleransi yang dapat berkembang lebih jauh menjadi terorisme.

“Dengan kepedulian para kiai ini akan mudah untuk diminimalisasi. Kalau kita biarkan terus menurus, ini (intoleransi) menjadi pintu gerbang kekerasan, bisa menjadi radikalisme dan berkembang menjadi terorisme,” ujarnya.

Peran tokoh masyarakat seperti kiai tentunya menjadi sangat penting dalam menanggulangi radikalisme di Indonesia. Gatot juga menambahkan, pihaknya (kepolisian) akan terbantu untuk memilah mana yang kelompok radikal dan mana yang bukan.

Ketua PKMNu KH. Mujib, mengungkapkan keprihatinannya terhadap bangsa ini terkait dengan serangan paham kebangsaan di antaranya isu khilafah serta paham radikalisme dan intoleran. Hal ini menjadi dasar bagaimana PKMNu ambil bagian dalam proses mengatisipasi dalam kondisi seperti ini.

“Maka dari itu kami menyatukan visi dan langkah untuk bergerak bersama- sama melawam faham radikalisme,” ungkapnya.

Sementara Khr.Syarif Rahmat, salah satu penggagas dan penasehat PKMNu mengungkapkan pentingnya sinergi antara aparat hukum dan para pemuka agama untuk menghalau beragam ideologi radikalisme.

Dalam kesempatan yang sama Sekjen PKMNu, Zaenal Arifin meminta kepolisian tidak perlu ragu untuk mengambil langkah tegas terhadap pihak yang masih mengibarkan bendera yang bertuliskan kalimat Tauhid.

(cip)

Munaslub MKGR Sempat Ricuh, Polisi Pastikan Situasi Sudah Kondusif

loading…

Pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Ormas MKGR yang digelar di Hotel Sultan, Tanah Abang, Jakarta Pusat sempat ricuh.Foto/SINDOnews

JAKARTA – Pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Ormas MKGR yang digelar di Hotel Sultan, Tanah Abang, Jakarta Pusat sempat ricuh.

Sejumlah fasilitas dan barang-barang milik hotel tidak luput dari amukan massa yang tidak terima dengan penyelenggaraan munaslub tersebut. Terkait kejadian ini, pihak kepolisian membenarkan hal tersebut.

Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan permasalahan tersebut sudah berhasil di atasi. Kini situasi sudah kondusif dan tak ada lagi keributan yang terjadi di sana. Keributan sudah berhasil dibubarkan aparat.

Baca Juga:

“Sudah clear,” ujar Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono saat dikonfirmasi, Kamis (19/9/2019).

Belum diketahui apa penyebab keributan yang terjadi di sana. Hingga kini polisi masih melakukan pendalaman. Polisi tidak mengungkap apakah ada yang diamankan atau tidak. Polisi hanya menyebut tidak ada korban luka dalam kejadin tersebut.

Selain itu polisi juga belum mengungkap siapa sebenarnya para pelaku penyerangan ini. Dalam video yang beredar, para pelaku penyerangan mengenakan pakaian berwarna kuning. Mereka menghancurkan piring untuk tamu undangan dan sebagainya. “Tidak ada yang luka,” ujar Lukman.

(cip)

Anies: Pencabutan Kasasi Lahan Sodetan Ciliwung Kesepakatan Bersama

loading…

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, bahwa pencabutan kasasi atas perkara lahan sodetan Kali Ciliwung di Bidara Cina merupakan hasil perundingan bersama.

“Oh bareng dong. Karena itu dua-duanya tidak meneruskan, karena yang bersengketa kan kami sepihak dengan BWSCC kemudian sengketanya dengan rakyat. Dengan ini dicabut dan saya sudah bicara juga soalnya dengan Pak Presiden, sejak tahun lalu dan memang sepakat untuk tidak kita teruskan. Supaya cepat,” kata Anies kepada wartawan, Kamis (19/9/2019).

Anies menambahkan, yang terpenting proses atau urutan dalam pembuatan sodetan bisa berjalan lancar.”Pokoknya gini kita ikuti saja prosedurnya. Kalau sekarang tidak ada sengketa tinggal mengikuti prosedur administrasi. Kan ada urutan-urutannya itu saja kita ikuti,” tambahnya.(Baca: Anies Cabut Kasasi Perkara Lahan Sodetan Ciliwung era Ahok di MA)

Baca Juga:

Setelah kasasi dicabut, Anies yakin tahapan pembuatan sodetan bisa lebih cepat.”Kalau kemarin bagaimana kita bisa mengukur, mengukur saja enggak mungkin wong tanahnya masih dalam status sengketa. Kalau sekarang tidak ada itu bisa dilakukan pengukuran, bisa dilakukan verifikasi dan lain-lain nanti bisa jalan. Prosesnya itu bisa 21 langkah loh untuk sampai langkah ke pembayaran. Tapi itu semua tidak bisa dimulai selama masih bertatus sengketa. Mudah-mudahan 21 langkah ini bisa dikebut,” ucap Anies.

(whb)

Polisi Belum Dapat Pastikan Penyebab Luka Sayatan Karyawan Transjakarta

loading…

JAKARTA – Penyidik Polres Jakarta Timur belum dapat memastikan penyebab luka yang dialami seorang pegawai Transjakarta berinisial PR. Korban ditemukan berlumuran darah di perlintasan kereta api Gunung Antang, Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Rabu, 18 September 2019.

“Belum ada perkembangan kasus. Korban masih menjalani perawatan di RS usai dioperasi,” ungkap Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo kepada wartawan, Kamis (19/9/2019).

Hery mengatakan, pihaknya hingga kini masih menduga PR melakukan percobaan bunuh diri. Hal ini didasarkan dari keterangan saksi dan petunjuk yang ditemukan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga:

Petunjuk yang dimaksud berupa sayatan benda tajam di sekitar pergelangan tangan kiri korban serta pisau cutter yang tergelatak di samping korban. Hery menuturkan, dalam melakukan penyelidikan kasus ini, pihaknya masih terkendala komunikasi dengan PR karena masih menjalani perawatan intensif di RSCM, Jakarta Pusat.

“Korban belum bisa dimintai keterangan,” tuturnya.(Baca: Pegawai Transjakarta yang Ditemukan Bersimbah Darah Ditangani di RSCM)

Sebelumnya, Kepala Divisi Corporate Secretary dan Humas Transjakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan, masih fokus mengupayakan dan mendoakan kesembuhan PR.”Perusahaan akan menanggung segala biaya yang timbul untuk keperluan pengobatan dan healing post trauma,” katanya.

Pihak Transjakarta masih menunggu konfirmasi akhir pihak kepolisian terkait kejadian itu.

(whb)

Jelang Musim Hujan, Pemkot Jaksel Gencarkan Pembuatan Drainase Vertikal

loading…

JAKARTA – Jelang musim hujan yang diperkirakan dimulai pada Oktober 2019 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan tengah menyiapkan sejumlah langkah pencegahan banjir. Salah satunya dengan melaksanakan pembangunan ratusan drainase vertikal.

Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali mengatakan, drainase vertikal berupa pembuatan biopori dan sumur resapan dibangun di seluruh kantor pemerintahan, mulai dari kelurahan, kecamatan hingga kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Selain itu, pembangunan drainase vertikal pun dibangun di sejumlah sekolah, puskesmas dan tempat ibadah di wilayah Jakarta Selatan.

Sebagian besar tempat-tempat ibadah di Jakarta Selatan pun telah memiliki sumur resapan.”Saat ini, saya sudah minta untuk ditambah lagi lagi di tempat-tempat ibadah, satu atau dua sumur resapan,” kata Marullah kepada wartawan Kamis (19/9/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, dukungan terhadap terciptanya air tanah yang bisa terjaga itu sedikit-sedikit terus meningkat. Tidak hanya mencegah banjir akibat meningkatnya debit air sungai, pembangunan drainase vertikal juga bertujuan sebagai bentuk konservasi air tanah.

Sehingga, air hujan yang turun tidak lantas mengalir ke dalam saluran atau sungai, tetapi terserap ke dalam tanah. “Air yang terserap menjadi tabungan air tanah, jadi fungsinya selain pencegahan banjir juga sebagai tambahan air tanah,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Munjirin menjelaskan upaya konservasi air tanah tidak dapat dilakukan sepihak. Langkah tersebut ditegaskannya membutuhkan peran serta seluruh pihak, khususnya masyarakat untuk membangun drainase vertikal di lingkungan rumah masing-masing.
“Mereka perlu diberikan edukasi mengenai betapa pentingnya pembuatan drainase dalam mengatasi genangan,” tuturnya. Karena itu sebenarnya bukan sekedar tanggung jawab pemerintah namun juga swasta, dan masyarakat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan, Mukhlisin menambahkan, drainase vertikal di Jakarta Selatan yang dibuat di tahun 2019 ini untuk kecamatan dan kelurahan sebanyak 68, dan dibuat oleh suku-suku dinas di Jakarta Selatan sebanyak 518 titik.

Sudin-sudin yang sudah melakukan di antaranya yaitu Sudin Pendidikan 161 titik, Sudin PE (Perindustrian dan Energi) lima titik, dan, saat ini, masih akan berlanjut. Sudin SDA 174 titik, Sudin Kehutanan 178 titik. “Ke depannya akan terus dibangun menyeluruh,” jelasnya.

(whb)

Pemkot Depok Akan Larang Penggunaan Rokok Elektrik

loading…

Sejumlah kendaraan bermotor melintas di gerbang masuk Kota Depok. Pemkot Depok berencana melarang penggunaan rokok elektrik.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.Dok

DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan melarang penggunaan rokok elektrik di kota tersebut. Rencana pelarangan tersebut akan dimasukkan dalam revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3/2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Dalam revisi nantinya akan disebutkan pelarangan penggunaan rokok elektrik di tujuh lokasi. Yaitu tempat tempat umum, sarana kesehatan rumah sakit, tempat belajar mengajar sekolah, sarana ibadah, angkutan umum dan taman.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita mengatakan, penggunaan rokok elektrik sama bahayanya dengan rokok tembakau. Dari sisi kesehatan, menggunakan rokok elektrik sama bahayanya dengan rokok tembakau karena didalamnya terkandung bahan berbahaya.

Baca Juga:

“Iya rokok elektrik kan juga membahayakan kesehatan, iya bahan-bahan yang ada dirokok elektrik itu, artinya kan bahan-bahannya itu berbahaya kalau masuk ke tubuh kita. Jadi ya kalau bisa dihindari sehingga tidak banyak orang kena penyakit akibat rokok itu, terutama perokok pasif,” kata Novarita, Kamis (19/9/2019).

Menurut Novarita, dengan adanya larangan tersebut akan melindungi perokok pasif. Karena selama ini perokok pasif terdampak dari perokok aktif. Rokok elektrik atau biasa disebut vape ini, berisi zat propilen glikol atau gliserin, nitrosamin, nikotin dan penambah rasa atau varian.

Zat tersebut berbahaya jika dimasukkan ke dalam tubuh. Contohnya nitrosamin adalah suatu zat yang karsinogenik, yang dapat menyebabkan kanker. “Zat kimia ini berbahaya dimasukkan ke tubuh. Dan jangan dibuat perbandingan antara rokok biasa dengan elektrik. Keduanya sama-sama berbahaya, dan dapat memicu penyakit kanker,” ujarnya.

Dia menuturkan, remaja menjadi sasaran pihaknya dalam melakukan sosialisasi bahaya rokok elektrik. Karena dianggap bahaya dan mengikuti tren menjadi dasar remaja menggunakannya, tanpa mengetahui kandungan didalamnya.
“Mereka ini masuk kategori perokok pemula. Akan kami sasar untuk sosialisasi di sekolah, kelurahan, dan kecamatan dengan menjelaskan bahayanya,” tuturnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Hardiono menambahkan, penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Depok sudah mulai diperketat. Meski begitu tidak ada tim pemburu perokok di tujuh kawasan bebas asap rokok. Tim pengawasan tanpa rokok di tujuh kawasan ini, lanjut Hardiono, memberikan edukasi kepada masyarakat agar merokok di tempat yang telah disediakan.

Supaya edukasi ini mereka (warga) memahami agar tidak merokok di tujuh kawasan yang ada di Kota Depok. “Tim ini hanya perangkat daerah saja, seperti Dinas Kesehatan dan lainnya, lalu ditambah Kementerian Agama Depok. Kalau Polri dan TNI belum kami libatkan,” katanya.

Menurut Hardiono menambahkan, target tingkat kepatuhan terhadap KTR sekitar 80%. Sehingga dalam hal ini Pemkot akan terus berupaya meningkatkan kepatuhan tersebut dengan kerja sama OPD maupun masyarakat untuk bersama-sama.

Selain itu, juga diterapkan larangan iklan, promosi dan Sponsor (IPS) produk tembakau serta larangan displai atau memajang penjualan produk rokok di ritel modern sebanyak 66% pada 2018. Sehingga sisanya yang 35% adalah menjadi PR bersama Pemkot untuk meningkatkan penegakannya sehingga dapat tercapai target 100% kepatuhan setahun ke depan.

“Sedangkan di warung tradisional masih sangat rendah yaitu 5% yang sudah menuju penuh displai atau pajangan penjualan rokoknya. Jumlah warung tradisional yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ini diperkirakan lebih banyak lagi dari toko modern dan ini pun menjadi PR Pemkot untuk meningkatkan kepatuhan,” ucapnya.

(whb)

PAM Jaya Salurkan Dua Tangki Air Bersih di Kalideres

loading…

JAKARTA – PAM Jaya menurunkan dua truk tangki air bersih untuk mengatasi kelangkaan air di Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat. Truk tangki berisi 4.000 liter air itu langsung didistribusikan untuk warga setempat.

Manajer Humas PAM Jaya, Linda Nurhandayani mengatakan, dua truk tangki telah dikirim untuk mengatasi kelangkaan air bersih untuk warga di RW 09, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, sejak Selasa, 17 September 2019 lalu.

“Tim tangki PAM Jaya sudah memasok air bersih via mobil tangki ke wilayah Kali Maja RT 07/09, Pegadungan, Kalideres. Tangki yang dikirim berjumlah dua unit,” kata Linda saat dikonfirmasi, Kamis (19/9/2019).

Baca Juga:

Linda memaparkan truk berisi 4.000 liter air itu langsung didistribusikan ke sejumlah warga secara gratis. Dengan bantuan itu, PAM Jaya berharap masyarakat bisa terbantu dalam pemenuhan kebutuhan air bersih sehari hari.(Baca: Kemarau Berkepanjangan, Warga Jakbar Rogoh Kocek untuk Air Bersih)

Sementara itu, PAM Jaya mengakui hingga saat ini distribusi air permanen belum dilakukan ke kawasan pegadungan, hal ini lantaran akses pipa di Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat belum terpasang.”Wilayah Kelurahan Pegadungan memang salah satu yang belum mendapatkan akses air perpipaan,” tegasnya.

Meski belum dilalui pipa, PAM Jaya berjanji dalam waktu dekat akan bekerja sama dengan Jakarta Propetindo (Jakpro) membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) dalam menyediakan air bagi warga.”Tahun ini PAM Jaya bekerjasama dengan JakPro membangun SPAM Hutan Kota yang akan mengaliri wilayah Kelurahan Pegadungan, Kamal, Kamal Muara dan Tegal Alur,” ujarnya.

Bila sudah dibangun dan mengaliri empat kelurahan, PAM Jaya mampu menambah pelanggan sebanyak 30.000 pelanggan “Kapasitas Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Hutan Kota sebesar 500 lps dan jalur pipa yang akan ditanam sepanjang 120 Km. SPAM Hutan Kota diharapkan dapat menambah pelanggan baru sebanyak 30.000 pelanggan,” ucap Linda.

(whb)

Polisi Akan Tilang Motor Masuk Jalur Cepat di Jalan Margonda

loading…

Kapolresta Depok, AKBP Azis Andriansyah (kedua dari kiri) saat memantau sosialisasi pelarangan sepeda motor melintas jalur cepat di Jalan Margonda.Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama

DEPOK – Guna menekan angka kecelakaan di jalan raya, Polresta Depok membuat kebijakan mengenai pemisahan jalur cepat dan jalur lambat di Jalan Margonda. Untuk kendaraan roda empat bisa melaju di jalur cepat, sedangkan roda dua dan kendaraan umum di jalur lambat.

Sosialisasi pun dilakukan dengan cara unik yaitu melibatkan manusia silver yang berdiri di jalanan. Manusia silver itu berdiri dengan memegang triplek yang tertulis imbauan agar pengendara sepeda motor dan angkot wajib masuk jalur kiri.

“Kami mengimbau kepada pengguna jalan di Jalan Margonda tertib berlalu lintas dengan menghadirkan sosok manusia silver sambil memegang papan spanduk sosialisasi di persimpangan Ramanda menuju Jalan Margonda sambil memegang spanduk imbauan,” ungkap Kapolresta Depok, AKBP Azis Andriansyah, Kamis (19/9/2019).

Baca Juga:

Menurut Azis, cara menempatkan manusia silver di Jalan Margonda diharapkan para pengendara roda dua dan angkutan umum bisa masuk ke jalur lambat. Saat ini pihaknya masih melakukan uji coba selama satu minggu dan bila ada yang melanggar akan diberi imbauan saja.

“Kita kerahkan anggota Lantas untuk program ini, sementara ini kita sosialisaskan selama satu minggu,” ujar. Tujuan dari sosialisasi ini, lanjut Azis, untuk memberitahukan kepada masyarakat Kota Depok bahwa di Jalan Margonda, pelarangan pengendara motor masuk ke jalur cepat sudah diberlakukan.

Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo menambahkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Satuan Lalu Lintas Polresta Depok, Jalan Margonda rawan kecelakaan dengan korban lebih banyak kendaraan motor. “Penyebab rawan kecelakaan lalu lintas di Jalan Margonda karena kurang tertib,” kata Sutomo.

Sutomo menambahkan, tidak hanya menempatkan dua manusia silver sambil memegang spanduk sosialisasi kendaraan bermotor dan angkutan umum masuk ke jalur lambat. Tapi juga ada 27 personel termasuk Polwan ditempatkan di sembilan titik sepanjang Jalan Margonda arah Jakarta. “Setelah ditetapkan menjadi Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) di Jalan Margonda pemberlakukan jalur cepat dan lambat sudah diberlakukan jauh hari,” ucapnya.

(whb)

YLKI Minta Pemprov DKI Hentikan Pemotongan Kabel Optik

loading…

JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Pemprov DKI Jakarta menghentikan pemotongan kabel optik untuk sementara waktu. Pemotongan kabel optik dinilai melanggar hak konsumen telekomunikasi.

Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memerintahkan jajarannya untuk menghentikan sementara pemotongan kabel optik yang dilakukan Dinas Bina Marga. Menurutnya, langkah yang dilakukan Dinas Bina Marga memotong kabel optik milik anggota Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) secara sepihak melanggar hak-hak konsumen telekomunikasi.

Selain melanggar dan merugikan hak konsumen, Tulus Abadi menegaskan pemotongan kabel telekomunikasi milik anggota Apjatel melanggar UU No 336/1999 tentang Telekomunikasi. Seharusnya, lanjut dia, Pemprov DKI bisa melakukan koordinasi dengan Apjatel ketika hendak melakukan penertiban atau merapikan trotoar jalan di DKI.

Baca Juga:

“Kami minta agar Pemprov DKI menghentikan langkah tersebut dan segera berkoordinasi dengan operator telekomunikasi yang tergabung dalam APJATEL,” kata Tulus Abadi dalam siaran tertulisnya pada Kamis (19/9/2019).

Pengamat telekomunikasi dari ITB, Ian Joseph Matheus Edward menilai penataan dan perbaikan trotoar yang dilakukan Pemprov DKI sebenarnya adalah baik. Namun dia menyayangkan eksekusi yang dilakukan Dinas Bina Marga karena sebelum instansi tersebut melakukan penertiban kabel udara fiber optik, Pemprov DKI seharusnya menyiapkan terlebih dahulu ducting atau saluran yang nantinya dipergunakan untuk menaruh kabel optik atau kabel utilitas lainnya.

Ducting yang dibuat Pemprov DKI juga bukan sekadar lubang satu yang ada di ujung-ujung jalan dan bukan hanya tengah jalan. Tetapi ducting tersebut juga harus memiliki standar internasional seperti layaknya smart city di dunia.(Baca: Soal Pemotongan Kabel Optik, Apjatel: Jakarta Maju karena Sokongan Teknologi)

“Standarnya harus ada. Misalnya ducting atau saluran tersebut harus bisa menampung beberapa kabel baik fiber optik dan sarana utilitas lainnya seperti hidrant, saluran PAM, kabel listrik,” ungkapnya.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menilai, pernyataan YLKI kepada DKI salah sasaran. Sebagai lembaga konsumen, seharusnya YLKI mengadvokasi pelanggan untuk komplain kepada Apjatel selaku penyedia jasa telekomunikasi.

Apalagi keberadaan kabel udara sudah tidak diperbolehkan lagi bila mengacu Pergub DKI Jakarta No 195/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penempatan Jaringan Utilitas. “Aturan itu dijelaskan kabel tidak boleh lagi berada di atas udara, kecuali berada di titik flyover (jalan layang),” ungkapnya.

Pemerintah, sebetulnya telah menyiapkan manhole sebagai tempat sementara peletakan kabel. Posisi lubang saluran itu berada di pinggir jalan atau di atas trotoar setiap berjarak 25 meter.”Sudah kami siapkan, harusnya mereka bisa menaruh kabel itu dimanhole yang kami buat,” ujar Hari.

Menurut Hari, dalam waktu dekat petugas akan kembali memotong jaringan fiber optik yang membentang di pinggir Jalan Kemang Raya dan Jalan Kramat Raya. Pemotongan kabel itu bagian dari KSD pembuatan trotoar demi pejalan kaki dengan alokasi Rp300 miliar untuk 175 paket KSD di DKI.

“Sebetulnya saya sudah memberikan kesempatan Apjatel untuk menurunkan, mulai Januari, Februari, Maret, April sampai Juli belum turun juga, makanya saya bilang Agustus tidak ada alasan lagi,” ucapnya.

(whb)

Anies Cabut Kasasi Perkara Lahan Sodetan Ciliwung era Ahok di MA

loading…

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mencabut kasasi perkara lahan sodetan Sungai Ciliwung, Bidara Cina, Jakarta Timur di era Gubernur Basuki T Purnama (Ahok). Ini dilakukan agar pembangunan sodetan Sungai Ciliwung dapat segera diilaksanakan.

“Intinya adalah sekarang kita sama-sama tidak memproses berlanjut ke pengadilan. Maka kemudian langkah-langkah berikutnya bisa dikerjakan. Dari mulai kegiatan pengukuran, warga kan tidak mau ada kegiatan pengukuran ketika itu masih statusnya sengketa. Dengan itu tidak berstatus sengketa maka harapannya semua prosedur yang ada bisa dilewati,” ungkap Anies di Balai Kota, Kamis (19/9/2019).

Mantan Mendikbud itu menuturkan, semua pihak merasa tenang dengan pencabutan kasasi tersebut.”Prosedurnya ada semua, tapi dengan sekarang statusnya tidak sebagai sengketa itu sama-sama enak,” tutur Anies.

Baca Juga:

Anies berharap dengan pencabutan kasasi tersebut, proses sodetan Sungai Ciliwung dapat berjalan lancar. Karena sodetan itu cukup bermanfaat untuk mengurangi debit air Kali Ciliwung saat musim hujan tiba.

“Dan kami berharap proses ini segera tuntas. Karena yang kemarin menginisiasi untuk tidak diteruskan adalah kita di Jakarta. Ini kalau diteruskan, ujung-ujungnya nanti kira-kira sama perlu waktu bertahun-tahun lagi. Terus kapan selesainya proyek ini kalau statusnya sengketa terus. Toh ini adalah warga kita sendiri, dari dananya juga negara untuk rakyat. Kita selenggarakan untuk sesegera mungkin saja,” ucapnya.

(whb)

BNN Klaim Penyelundupan Narkotika ke Indonesia Menurun 30%

loading…

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan penyelundupan narkotika hingga September 2019 ke Indonesia yang berasal dari jaringan internasional mengalami penururnan. Hal ini disebabkan gencarnya BNN melakukan pemberantasan di dalam negeri, serta berkat adanya kerja sama antara BNN Indonesia dengan BNN di negara tetangga.

“Sekitar 20-30% turunnya ini syukur Alhamdulillah, teman teman BNN di luar negeri juga banyak mengungkap. Awal tahun lalu mereka bisa ungkap 2,1 ton barang untuk sabu begitu juga ditempat tempat yang lain,” ungkap Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (19/9/2019).

Meski mengklaim sudah berhasil menurunkan tingkat peredaran dan penyelundupan narkotika, lanjut Heru, BNN tetap memperketat pengawasan di wilayah perbatasan Indonesia guna mengantisipasi modus baru yang digunakan jaringan internasional untuk menyelundupkan narkotika.(Baca: BNN Musnahkan 631 Kg Ganja Hasil Pengungkapan Kasus 2 Bulan)

Baca Juga:

“Memang jaringan ini banyak cara untuk masuk, seperti mendesain mobil untuk tempat barang tersebut dibikin kontainer didalam, ini yang bisa kita ungkap. Dan juga ada lewat kompresor dan lain lain. ini yang kita terus ikuti perkembangan dari jaringan ini untuk modus modusnya,” ujarnya.

Adapun BNN telah memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan tujuh kasus daru Juli hingga Agustus 2019. Total ada sebanyak 77,2 kilogram sabu dan 631,2 kilogram ganja dimusnahkan dengan mesin insinerator.

(whb)

Jasa Marga-Polda Metro Jaya Akan Pasang Kamera ETLE di Tol

loading…

Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan pengawasan di ruang kontrol ETLE.Foto/SINDOnews/Dok

JAKARTA – PT Jasa Marga menggandeng Direktorat Lalu Lintas (Diltantas) Polda Metro Jaya untuk mengintegrasikan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Ini dilakukan untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di jalan tol.

Kerja sama antara PT Jasa Marga dan Ditlantas Polda Metro Jaya terwujud dalam rapat tindak lanjut rencana integrasi sistem ETLE yang dilaksanakan di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta Timur, Rabu, 18 September 2019 kemarin.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Agus Made mengatakan, pengembangan sistem ETLE perlu dilakukan guna mendukung program road safety atau safer road. “Fenomena kecelakaan di Tol Cipularang, Purbaleunyi dan Jagorawi menjadi pelajaran berharga buat kita. Mari kita sudahi kejadian miris ini dengan melakukan evaluasi faktor keselamatan di jalan tol dan pengembangan sistem ETLE, maka kolaborasi ini harus kita lakukan,” kata Agus pada wartawan Kamis (19/9/2019).

Baca Juga:

Kasie STNK Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Arif Fazlurrahman menuturkan, kamera yang dimiliki oleh Jasa Marga mirip dengan kamera ETLE di ruas Jalan Sudirman-Thamrin.“Kamera yang mereka miliki mereknya sama, hanya fiturnya saja yang perlu dikembangkan atau di-update. Nah untuk untuk launching integrasi ini segera dilakukan yaitu 3 Oktober 2019 mendatang,” tuturnya.

Sementara itu, ahli IT ETLE Ditlantas Polda Metro Jaya, AKP Marthyn menyampaikan jika update teknis terkait penyiapan perangkat, jaringan dan sistem integrasi ETLE sudah siap diujicobakan.”Secara teknis sudah siap, tinggal menunggu petunjuk dari tataran pimpinan Jasa Marga,” ujarnya.(Baca: Sanksi E-TLE Tak Bikin Jera Pengguna Kendaraan)

Direktur Operasi PT Jasa Marga, Subakti Syukur menjelaskan, telah lama menantikan integrasi sistem ETLE tersebut. “Sudah lama ditunggu-tunggu, intinya kami mendukung dan siap support rencana kolaborasi ini,” ucapnya.

Untuk diketahui, fitur-fitur yang dibutuhkan untuk penindakan hukum secara ETLE dengan kamera Jasa Marga akan diupayakan untuk difungsikan keseluruhan, termasuk rencana penerapan penindakan pelanggaran over dimension dan overload dengan menggunakan sistem weigh in motion yang akan diujicobakan di Tol Cakung.(Baca: Polda Metro Jaya Masih Blokir 8.172 STNK Pelanggar ETLE)

Sehingga harapannya ke depan kamera Jasa Marga juga dapat berfungsi utk melakukan penindakan pelanggaran over speed, handphone, dan safety belt sebagaimana kamera check point ETLE saat ini.

(whb)

Pelaku Pemalsu Dokumen Pemerintahan Beraksi Sejak 2011

loading…

JAKARTA – Polda Metro Jaya menangkap HMY pelaku pembuatan dokumen pemerintahan palsu di Salemba, Jakarta Pusat. HMY telah melakukan aksi tersebut sejak 2011 silam.

“Tersangka ini sangat licin dalam menjalankan aksinya karena karena menutupi kejahatannya dengan membuka kantor percetakan biasa,” ungkap Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol M Gafur pada wartawan, Kamis (29/9/2019).

Menurut Gafiur, pelaku biasa memalsukan dokumen pemertintahan seperti SIM, STNK, ijazah, sertifikat, SIUP, transkrip nilai universitas, dan KITAS. Namun, paling banyak pelaku menerima orderan ijazah dan KITAS, yang mana dihargai sebesar Rp5-15 juta.

Baca Juga:

“Tersangka memasarkannya melalui mulut ke mulut sehingga pelanggan yang mendatangi pelaku, bukan sebaliknya. Namun, antara pelaku dengan pelanggan tak saling mengenal,” ujarnya.(Baca: Berkedok Usaha Percetakan, Pemalsu Dokumen Diciduk di Salemba)

Gafur menerangkan, pelaku belajar memalsukan dokumen secara autodidak lantaran dia memang cukup terampil dalam mengoperasikan komputer. Setiap pesanan, lanjut Gafur, bisa selesai dibuat selama 2-5 harian.

“Orderannya tak pasti, artinya dalam satu bulan bisa lima orderan, kadang juga tidak sama sekali. Uang hasil kejahatannya dia pakai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, termasuk beli kendaraan sebagaimana yang sudah kami sita,” terangnya.

Saat ini polisi tengah mendalami sudah berapa banyak dokumen yang telah dipalsukan pelaku.”Kami masih mendalami kasus ini termasuk mencari tahu siapa saja pemesan dokumen palsu tersebut,” ucapnya.

(whb)

Lapak Bijih Plastik Dilalap si Jago Merah, 15 Mobil Damkar Dikerahkan

loading…

Petugas pemadam kebakaran DKI Jakarta berupaya memadamkan api di lapak bijih plastik Jalan Rawa Kompeni RW 04, Kamal, Kalideres, Jakarta Barat.Foto/@TMCPoldaMetro/Istimewa

JAKARTA – Lapak bijih plastik yang berada di Jalan Rawa Kompeni RW 04, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, dilalap si jago merah pada Kamis (19/9/2019) petang. Sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api.

Kasi Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin PKP) Jakarta Barat, Rompis Romli mengatakan, menerima laporan kebakaran pada pukul 16.30 WIB dan langsung mengerahkan 15 unit mobil pemadam.
“Mobil pemadam kebakaran dari Jakarta Barat 13 lalu dari Jakarta Utara 2 unit,” kata Rompis melalui keterangannya, Kamis (19/9/2019).

Dia menuturkan, petugas masih mencoba menjinakkan si jago merah. Petugas mengalami kendala selain akses jalan sulit, obyek yang terbakar merupakan bahan bijih plastik. Sehingga api dengan cepat menyambar segala benda yang ada.

Baca Juga:

Rompis menambahkan, bahwa hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan data soal penyebab dan korban jiwa dari peristiwa nahas tersebut.”Sekarang pendinginan. Belum ada ya data penyebab dan korban serta kerugian,” ucapnya.

(whb)

Oktober 2019, Revitalisasi Pelayaran di Kepulauan Seribu Dimulai

loading…

Transportasi kapal Trans 1000 direncanakan beroperasi pada Oktober 2019 mendatang.Foto/Istimewa

JAKARTA – Revitalisasi angkutan pelayaran di Kepulauan Seribu resmi dimulai. Oktober 2019 mendatang sejumlah kapal Trans 1000 resmi berlayar menuju sejumlah pulau dari Dermaga Kali Adem, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kepastian itu diperoleh usai rencana pengoperasian kapal (RPK) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi diterbitkan dalam beberapa hari. Setelah terbit dan diserahkan ke Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, maka izin trayek dan izin operasional Trans 1000 Jakarta keluar, maka Trans 1000 resmi berlayar di perairan Jakarta.

Seiring penyelesaian RPK dan izin operasional dari Kemenhub dan Dishub DKI Jakarta, PT Trans 1000 Jakarta melakukan pertemuan dengan 29 orang pemilik kapal tradisional. Direktur Operasional PT Trans 1000 Jakarta, Naufal Dzulfikar menjelaskan, pemilik kapal kayu kini sudah bergabung dalam program peremajaan Kapal Trans 1000 Jakarta.

Baca Juga:

Dalam pertemuan pada Minggu 15 September lalu, lanjut Naufal, sebanyak 21 akta kesepakatan sudah diakui atau yang dilegalisasi sudah dibagikan. “Sementara, sisanya ada delapan akta belum rampung karena menunggu proses kelengkapan dokumen kapal mereka,” kata Naufal pada Kamis (19/9/2019).

Direktur Pengembangan Bisnis, Verdhi Muzendi dan Kordinator Legal PT Trans 1000 Jakarta, Triyadi SH memaparkan tujuan dibuatnya akta kesepakatan agar kerja sama usaha terjalin, sehingga tidak ada para pemilik kapal tradisional yang dirugikan.

Dalam pertemuan tersebut hadir juga perwakilan Bank DKI cabang Balai Kota Jakarta bersama staf teller dan staf costumer service untuk membantu memberi kemudahan 29 pemilik kapal tradisional membuka rekening tabungan. Nantinya rekening itu akan dijadikan alat transaksi antara para pemilik kapal tradisional dan PT Trans 1000 Jakarta.

Representatif Management PT Trans 1000 Jakarta Subhan Nur Ali menepis kabar yang menyebut Trans1000 akan memonopoli jasa layanan transportasi di Kepulauan Seribu. Terlebih dianggap akan mematikan usaha pemilik kapal tradisional.

“Kapal tradisonal itu nanti kita jadikan kapal kargo, dan para pemiliknya akan diberikan biaya sewa bulanan dengan nilai sewa yang sudah disepakati oleh pemilik kapal dan PT Trans 1000 serta dicantumkan dalam perjanjian kerja sama dari kegiatan dan usaha pengangkutan barang yang dikelola PT Trans 1000 Jakarta,” ujarnya.

Selain biaya sewa kapal, pemilik kapal tradisional juga mendapat operasional fee bersih sebesar Rp5.000/penumpang dari kapal Trans 1000 yang beroperasi.
Nantinya kapal Trans 1000 akan menjadi hak milik mereka (para pemilik kapal tradisonal) jika nilai investasi kapalnya sudah kembali modal (Break Event Point). Dan PT Trans 1000 Jakarta nantinya hanya akan menjadi pengelola kapal tradisional kargo maupun kapal Trans 1000 milik mereka.

Direktur Utama PT Trans 1000 Jakarta, Nana Suryana menambahkan, konsep merevitalisasi jasa angkutan pelayaran Kepulauan Seribu sudah ada sejak zaman kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama. Di masa kepemimpinan Anies Baswedan, konsep untuk pembenahan angkutan laut Kepulauan Seribu juga mendapat tanggapan positif dari pihak Pemprov DKI Jakarta.

Nana menjelaskan, konsep tersebut telah disusun pada 19 Agustus 2015. Saat itu dia melihat seorang ibu tercebur ke laut di Dermaga Pulau Tidung saat libur panjang 17 Agustus 2015. Ketika itu para calon penumpang rebutan naik ke kapal dengan melompat dari kapal satu ke kapal lainnya yang akan mengantar mereka kembali ke daratan Jakarta.

“Akhirnya saya putuskan buat konsep mengubah sarana transportasi laut yang tak layak di Kepulauan Seribu menjadi layak. Dan meremajakan kapal-kapal tradisional yang dari kayu, menjadi kapal modern,” katanya.

Konsepnya pun diajukan kembali kepada Pemprov DKI dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. “Pak Sandiaga Uno, Wakil Gubernur terpilih saat itu, mengetahui konsep itu lalu mengutus orang kepercayaannya untuk menemui saya,” lanjut Nana.

Akhirnya Pemprov DKI menyepakati untuk merevitalisasi sarana transportasi di perairan Kepulauan Seribu dengan menggunakan konsepnya. Hanya saja karena yang diremajakan merupakan kapal milik masyarakat dan bukan aset Pemprov DKI, maka peremajaan tak bisa menggunakan dana dari APBD.

“Atas saran beliau, saya pun mendirikan PT Trans 1000 Jakarta Transportindo,” ujarnya. Nana mengaku telah menghabiskan dana sekitar Rp4 miliar. Dimana separuh dari dana itu merupakan hasil berutang.

Bahkan dirinya harus ‘keliling gunung’ untuk menemui instasi-instansi terkait agar mendapat dukungan, termasuk ke Kemenhub, Dishub DKI, TNI AL, Polri, Bank DKI dan Komisi B DPRD DKI Jakarta serta tokoh masyarakat Kepulauan Seribu dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu.

Dia menegaskan, tidak ada manipulasi apalagi mempermainkan pemilik kapal tradisional. Apalagi berdasarkan arahan Pemprov DKI, untuk sistem transaksi harus online. Oleh karena itu pihaknya bekerja sama dengan Bank DKI guna mencegah kebocoran dan mengedepankan transparansi.

“Jadi, kalau ada yang bilang saya enggak punya modal uang, ya itu memang benar adanya dan karena itu saya berutang,” tegasnya.

(whb)

Berkedok Usaha Percetakan, Pemalsu Dokumen Diciduk di Salemba

loading…

JAKARTA – Polisi meringkus HMY, pelaku pembuat dokumen palsu di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Adapun pelaku biasa memalsukan dokumen, seperti SIM, STNK, Ijazah, Sertifikat, SIUP, Transkip Nilai Unversitas, dan KITAS.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, awalnya polisi menerima informasi tentang adanya kelompok yang kerap melakukan pemalsuan dokumen pemerintahan. Pelaku melakukan aksinya cukup rapi karena selalu bertransaksi di luar tempat beroperasinya.

“Pelaku ini membuka toko percetakan kecil biasa, itu untuk menutupi kejahatannya. Padahal, mereka ini melakukan pemalsuan dokumen pemerintahan,” ujarnya pada wartawan, Kamis (29/9/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, pelaku membuat dokumen palsu sesuai orderan yang masuk, pelaku biasanya bertemu si pengorder di luar toko percetakannya itu agar tak tercium kejahatannya. Dalam waktu dua hari, pelaku sudah bisa menyediakan dokumen yang diorder itu.

“Jadi oleh pelaku dihargai Rp5-10 juta dokumen palsu itu, bergantung tingkat kesulitan dokumen yang dipalsukannya,” tuturnya.

Dia menerangkan, polisi berhasil menciduk pelaku, HMY setelah dilakukan penyidikan secara mendalam oleh polisi. HMY biasa beroperasi bersama rekannya, DD yang kini berstatus DPO. HMY ditangkap di kawasan Salemba, Jakarta Pusat dan berperan sebagai pembuat dokumen palsu.

“Saat dilakukan penggeledahan di toko percetakan pelaku, ditemukan sejumlah sertifikat palsu dan dokumen negara lainnya yang dipalsukan, seperti KTA Polri, Surat Senpi Polri, SKCK, STNK, Nota Pajak, KITAS/KITAP, KTP, SIUP–TDP, dan Transkip Nilai Unversitas,” katanya.

Pelaku, tambahnya, dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 263 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

(ysw)

Modus Minta Tolong, Begal Rampas Motor Bocah 15 Tahun

loading…

BEKASI – RA (21) pelaku begal motor ini diciduk petugas Polsek Tambun usai merampas motor milik remaja berinisial FH (15). RA beraksi dengan terlebih dahulu berpura-pura menjadi korban begal kepada korban.

Kapolsek Tambun, Kompol Siswo mengatakan, peristiswa ini bermula saat FH mengendarai sepeda motor seorang diri di Kawasan Summarecon, Kota Bekasi. Saat macet, korban dihampiri pelaku yang mengaku menjadi korban begal dan minta diantar pulang ke Kranji.

Di tengah perjalanan, pelaku meminta kepada korban untuk diantar ke Tambun Selatan. Karena kasihan korban pun menuruti ajakan pelaku. Tepat di Jalan Boulevard, Grand Wisata, Desa Lambangjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pelaku yang telah menyiapkan pisau melancarkan aksinya.

Baca Juga:

“Pelaku menodongkan pisau ke pinggang sebelah kiri korban sambil mengancam ‘Lu turun gak! Kalau gak turun, lu mati!’. Karena takut, korban kemudian turun yang langsung ditendang oleh pelaku hingga terjungkal.Pelaku sudah berhasil merebut sepeda motor korban,” kata Siswo kepada wartawan Kamis (19/9/2019).

Menurut Siswo, korban yang tak terima motornya dirampas bergegas minta tolong warga. Beruntung teriakan ini didengar warga dan berhasil menangkap pelaku, untuk selanjutnya diserahkan ke petugas kepolisian.

“Dari tangan pelaku disita sebilah pisau dan sepeda motor korban. Kami masih mengembangkan kasus ini guna mengetahui sudah berapa kali pelaku melakukan aksi kejahatan,” ujarnya. Akibat perbuatannya, pelaku akn dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun.

(whb)

Pria 65 Tahun Tabrakan Diri ke KRL di Stasiun Sudimara

loading…

TANGERANG – Seorang pria tua yang diperkirakan berusia 65 tahun tewas tertabrak kereta api rel listrik (KRL) di Stasiun Sudimara, Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (19/9/2019). Korban sempat terseret KRL jalur satu yang mengarah ke Rangkasbitung sejauh 500 meter.

Suparman, salah seorang sekuriti Stasiun Sudimara mengatakan, saat kejadian situasi sekitar sedang sepi. Korban memang terlihat sempat menabrakkan diri pada kereta barang yang pertama kali melintas.

“Awalnya dia mau menabrakan diri pada kereta barang, tapi enggak jadi. Pas ada kereta ekonomi baru menabrakan diri,” kata Suparman kepada SINDOnews, Kamis siang.

Baca Juga:

Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga masih menyemut di lokasi tabrakan. Jenazah korban juga baru evakuasi dari tengah rel kereta ke pinggiran rel dan hanya ditutup dengan menggunakan daun pisang.

(whb)

Pencari Suaka Kembali ke Trotoar Kebon Sirih, DKI Minta UNHCR Tegas

loading…

Para pencari suaka asal Afghanistan dan Sudan kembali menempati trotoar Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat karena tidak mendapat bantuan dari UNHCR. Foto/SINDOnews/Okto Rizki

JAKARTA – Pemprov DKI meminta kepada UNHCR untuk tegas terhadap pencari suaka yang kembali lagi ke trotoar di Jalan Kebon Sirih di Jakarta Pusat. Karea, pencari suaka yang kembali ke trotoar itu dinilai bandel padahal mereka sudah mendapat bantuan uang dari UNHCR.

Kepala Bakesbangpol DKI Jakarta Taufan Bakri menjelaskan alasan para pencari suaka yang kembali menggelandang di trotoar Kebon Sirih, karena belum mendapatkan tempat tinggal.

“Kita sudah bertemu dengan UNHCR dan ternyata mereka sudah memberikan bantuan tempat tinggal untuk pencari suaka. Kami sudah minta mereka segera meninggalkan trotoar itu. Nah mereka kan sudah ada tanda bukti terima uang. Apalagi yang mau alasan lagi, kita sudah berbuat baik untuk mereka,” urai Taufan kepada wartawan, Kamis (19/9/2019).

Baca Juga:

Untuk bisa menertibkan para pencari suaka agar tidak kembali menggelandang, ia menyarankan kepada UNHCR segera memberikan sanksi tegas kepada mereka yang telah dapat bantuan.

“Saya menekankan pada UNHCR untuk tegas, misalnya cabut saja kartunya. Gak usah diurus kembali, dengan ancaman begitu mereka dengan sukarela meninggalkan trotoar,” tambahnya.

Namun, masalah baru muncul ketika mereka belum mendapatkan bantuan juga belum tahu nasibnya di mana tempat tinggalnya. Pada akhirnya, para pengungsi harus kembali lagi ke pengungsian di Kalideres, Jakarta Barat.

“Kalau mereka tidak punya uang, kami minta mereka kembali lagi ke Kalideres. Selanjutnya, kita menunggu rapat lanjutan dengan para petinggi Menkopulhukam, Kemlu, Kemsos,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, para pencari suaka kembali terlihat menggelandang di trotoar Kebon Sirih tepatnya di depan kantor UNHCR. Mereka berasalan belum memiliki tempat tinggal sementara, sedangkan uang bantuan UNHCR untuk menyewa rumah sudah habis untuk biaya makan.

(ysw)

BNN Musnahkan 631 Kg Ganja Hasil Pengungkapan Kasus 2 Bulan

loading…

Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko saat menyampaikan keterangan pers pemusnahan narkoba di Gedung BNN, Jakarta Timur, Kamis (19/9/2019).Foto/SINDOnews/Okto Rizki Alpino

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus sepanjang Juli-Agustus 2019. Pemusnahan barang bukti yang ke delapan ini dilakukan di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (19/9/2019).

“Barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 77.250,67 gram sabu dan 631.265,20 gram ganja terhitung dari Juli-Agustus 2019,” ungkap Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko kepada wartawan Kamis (19/9/2019).

Heru mengatakan, jumlah tersebut setelah dikurangi untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara dipersidangan dengan total barang bukti awal yang disita sebanyak 77.310,50 gram sabu dan 631.940 ganja. Menurut dia, barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan hasil pengungkapan dari tujuh kasus.

Baca Juga:

Barang bukti paling banyak disita yakni, ganja seberat 386 kg dengan cara diselundupkan melalui jalur laut. Menurut Heru, modus ini terbilang baru karena para pelaku mengirimkan mobil minibus diangkut menggunakan truk dan dikirim dengan kapal.

“Untuk mengelabui petugas 423 bungkus ganja seberat 386 kg dimasukan dalam kompartemen khusus yang telah dibuat pada dasar minibus tersebut,” ujarnya. Adapun pemusnahan barang bukti narkotika itu menggunakan mesin insinerator. Jadi narkotika dibakar di dalam mesin uap, sehingga ramah lingkungan.

(whb)