Tolong Orang Sakit di Angkot, Nenek Hartini Kehilangan Uang Rp800 Ribu

loading…

Hartini (63), warga Pinang Griya Tangerang korban pencopetan di dalam angkot Kota Tangerang.Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG – Aksi kejahatan di dalam angkutan kota (angkot) kembali terjadi. Kali ini, menimpa seorang nenek bernama Hartini (63), warga Pinang Griya Tangerang saat berada di dalam angkot pada Jumat (11/10/2019).

Hartini tidak menyangka jika niat baiknya menolong sesama manusia, malah menjadi bencana baginya. Tasnya dibobol, dompet berisi surat penting, uang tunai Rp800.000, dan HP miliknya dibawa kabur pencopet.

Saat bertemu SINDOnews, Hartini tampak letih, wajahnya pucat. Dia meminta menyeberang jalan menuju Polsek Ciledug untuk melaporkan kasus yang dideritanya.

Baca Juga:

“Saya naik angkot hijau kuning tujuan Ciledug-Cikokol. Saya naik dari Ciledug ke Jalan Kisamun,” kata Hartini memulai ceritanya, kepada SINDOnews di depan ruangan SPK Polsek Ciledug, Jumat (11/10/2019).

Setibanya di depan Tangcity, seseorang terjatuh tepat di hadapannya. Hartini yang memeluk tasnya pun langsung berusaha menolong, karena kasihan dengan orang itu.”Kejadiannya di depan Tangcity, terus aku buka tas. Ternyata, dompet isi ATM, uang tunai Rp800.000, HP, dan surat-surat penting sudah hilang semua. Sadarnya pas di depan Tangcity, kok tas saya kebuka,” ungkapnya.

Saat menolong, Hartini mengaku diapit oleh tiga orang pria. Salah satunya bahkan memegang lengannya dan langsung ditepisnya. Namun, saat itu dia tidak sadar.”Tas aku pangku di dalam angkot. Orangnya ada tiga, satu orang jatuh di dalam mobil, pura-pura sakit. Aku tolong, perikemanusiaan saja. Kasihan kakinya sakit. Setelah itu, dia turun. Baru aku sadar tas terbuka,” ucapnya.

(whb)