Sempat Melonjak karena Kemarau, DKI Pastikan Harga Cabai Kembali Stabil

loading…

Setelah sempat melonjak hingga Rp80 ribu perkilogram, harga cabai keriting di pasar tradisional kini kembali turun ke Rp65 ribu perkilogram. Foto: Ilustrasi/INewsTV/Toiskandar

JAKARTA – Setelah sempat melonjak hingga Rp80 ribu perkilogram, harga cabai keriting di pasar tradisional kini kembali turun ke Rp65 ribu perkilogram.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas KPKP DKI Jakarta, Mujiati mengatakan pada musim kemarau yang melanda Jakarta, pasokan cabai sempat terpengaruh.

“Musim kemarau pernah berpengaruh terhadap pasokan cabai ke Jakarta. Tetapi bulan September ini sudah normal kembali,” kata Mujiati saat dihubungi SINDOnews, Selasa (8/10/2019). (Baca: Sidak Pasar Tradisional, Harga Cabai di Jakarta Melonjak Drastis)

Baca Juga:

Menurutnya, karena pasokan terdampak maka harga cabai pun sempat melonjak. Namun, ia menegaskan harga cabai saat ini normal.

Untuk bahan langan lain terbilang masih aman pasokan dan tidak ada lonjakan harga. Namun, untuk beras ada kenaikan tapi tidak signifikan. “Harga beras naik tetapi kecil sekali,” tegasnya.

Berdasarkan website infopangan.jakarta.go.id, harga Cabai merah keriting pada bulan Juli 2019 lalu menembus angka Rp80.000/kg. Per hari Selasa 8 Oktober 2019, harga cabai merah keriting tertinggi Rp65.000/kg. (Video Menarik: Sekolah Rusak Parah, Siswa SD di Subang Terpaksa Belajar di Luar Kelas)

Kondisi cuaca mengakibatkan pasokan cabai dari daerah ke Jakarta menjadi berkurang. Akhirnya hargapun sempat melonjak. (Yuk, Lihat Juga Gen SINDO)

Untuk menstabilkab harga, DKPKP juga telah panen cabai pada 7 Agustus 2019 di Ciangir dengan potensi produksi mencapai 6 – 7 ton dari lahan seluas 1.5 Ha.

Perumda Pasar Jaya ditugaskan untuk membangun prosesing cabai selain memperbanyak mesin CAS untuk pemyimpanan cabai segar. Masyarakat juga perlu diedukasi tentang penggunaan cabai dalam bentuk kering atau bubuk.

(ysw)