Pemprov DKI Klaim Ganjil-genap Turunkan Kemacetan 30%

loading…

Sebulan pasca diresmikannya sistem ganjil-genap di 25 ruas jalan diklaim menurunkan kemacetan hingga 30%. Foto/SINDOphoto

JAKARTA – Sebulan pasca diresmikannya sistem ganjil-genap di 25 ruas jalan diklaim menurunkan kemacetan hingga 30%. Pelanggaran semakin turun dan Jakarta Selatan menjadi daerah terendah pelanggaran.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan dari hasil evaluasi terhadap pelaksanaan ganjil-genap sejak 9 September lalu sampai dengan hari ini didapatkan bahwa terjadi peningkatan kinerja lalu lintas yang signifikan. Dimana untuk kecepatan rata-rata pada ruas jalan yang dikenakan uji coba ganjil-genap terjadi peningkatan kecepatan dari 25,56 km/jam menjadi 28,03 km/jam atau meningkat 9,25%.

Demikian pula halnya dengan waktu tempuh. Menurutnya waktu tempuh peningkatannya cukup signifikan, dari 16 menit 52 detik meningkat menjadi 14 menit 91 detik.

Baca Juga:

“Volume lalu lintas terjadi penurunan yang cukup baik dimana terjadi penurunan sebesar hampir 30 persen dibandingkan dengan pada saat sebelum dilakukan perluasan uji coba perluasan ganjil genap,” ujar Syafrin Liputo saat dihubungi, Selasa (8/10/2019).

Syafrin mengklaim bahwa ganjil-genap sebagai sistem pengendalian lalu lintas cukup berhasil untuk mengatasi kemacetan. Bahkan, pelanggaran semakin lama semakin menurun. Sayangnya dia tidak bisa menyebutkan berapa jumlah penurunan angka pelanggaran lantaran masih di data oleh Ditlantas Polda Metro Jaya. Dia hanya menyebut pelanggaran terendah ada di Jakarta Selatan.

Ke depan, kata Syafrin, pihaknya akan menaikkan tarif parkir. Menurutnya, hal itu sedang dalam tahap kajian dan selesai bulan depan. Sehingga kebijakan yang diambil untuk perbaikan transportasi lingkungan juga menyeluruh.

“Sekarang kan masih sebatas pada ganjil genap, meningkat kan kapasitas umum,” ucapnya.

Terkait peningkatan jumlah penumpang angkutan umum di kawasan ganjil-genap, Syafrin menyebut sifatnya masih fluktuatif. Dia menjelaskan bahwa kenaikan penumpang mencapai 917 penumpang.

“Dalam waktu dekat ada penambahan dari 59 sedang on progress itu, kemudian beberapa proses yang terintegari juga akan menambah,” jelasnya.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi PT Transjakarta, Nadia Diposanjoyo menyebutkan jumlah pelanggan Transjakarta meningkat sebesar 12% saat pemberlakuan ganjil-genap. Begitu juga dengan kecepatan bus di wilayah yang bersentuhan dengan kebijakan ganjil-genap, bus bisa melaju dengan kecepatan 21,5% di atas laju bus sebelum kebijakan ini berlaku.

“Kebijakan ganjil-genap berdampak positif bagi Transjakarta,” ujarnya.

Kenaikan jumlah pelanggan ini, menurut Nadia, menunjukkan bahwa warga DKI banyak yang mulai meninggalkan kendaraan pribadi nya di rumah dan beralih menggunakan Transjakarta dan angkutan umum terintegrasi dalam kegiatan sehari-hari. Karena itu, untuk meningkatkan kualitas pelayanan, PT Transportasi jakarta akan menambah jumlah unit armadanya dalam waktu dekat.

“Kami akan menambah 59 unit armada di semua segmen yang bersentuhan dengan wilayah ganjil-genap agar pelayanan Transjakarta maksimal,” ungkapnya

(kri)