Kekurangan Armada Truk, Ribuan Ton Sampah di Kabupaten Bekasi Tercecer

loading…

Pemkab Bekasi dipusingkan permasalahan sampah, dari 2.400 ton sampah perhari hanya 850 ton sampah yang dapat terangkut ke TPA Burangkeng. Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya

BEKASI – Pemkab Bekasi dipusingkan dengan permasalahan sampah yang tak kunjung bisa diatasi akibat minimnya armada truk pengangkut sampah. Dari 2.400 ton sampah perhari hanya 850 ton sampah yang dapat terangkut ke TPA Burangkeng, sisanya dikelola bank sampah dan dibuang warga ke kali.

“Penyebab utama sampah berserakan, karena kami kekurangan armada truk pengangkut sampah,” kata Kabid Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Supriyanto kepada wartawan, Selasa (8/10/2019).

Menurutnya, Kabupaten Bekasi mempunyai masalah keterbatasan armada truk pengangkut sampah maupun petugas kebersihan dilapangan. Apalagi, jumlah masyarakat sudah terdata sebanyak 3,9 juta jiwa. “Kami hanya bisa hanya menangani titik-titik sesuai kemampuan yang di miliki pemerintah,” katanya kepada wartawan, Selasa (8/10/2019).

Baca Juga:

Saat ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, hanya memiliki 111 truk sampah dengan 1.112 petugas kebersihan. Sedangkan dalam satu hari jumlah sampah yang dihasilkan warga Kabupaten Bekasi mencapai 2.400 ton. Dengan jumlah armada tersebut sehingga hanya 850 ton sampah yang dapat terangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.

“Sisa sampah yang tidak terangkut ada yang habis terkelola melalui bank sampah yang jumlahnya ada 170 unit. Ada juga masyarakat yang buang ke kali dan ke TPS liar,” jelasnya. Idealnya, kata dia, setiap UPTD di Kecamatan memilik 36-45 truk sampah. Akan tetapi saat ini baru memiliki 15-20 truk sampah.

“Jumlah kendaraan yang ada rata-rata dibagi 3 kecamatan jadi rata-rata tiap kecamatan dapat kurang lebih 6-7 unit, itu per kecamtan loh. Satu kecamatan kan punya 10-12 Desa wilayahnya luas,” ungkapnya.

Sehingga idealnya pemerintah memiliki 320 truk sampah. Meski demikian, tahun ini pihaknya mendapatkan anggaran Rp40 miliar. Anggaran sebesar itu, kata dia, untuk BBM alat berat, BBM mobil truk sampah, untuk pemeliharaan kendaraan, untuk membayar gaji 1.112 petugas kebersihan.”Jadi memang kurang jika harus menambah truk sampah baru. Ditambah, persoalan terpenting yakni daya tampung TPA Burangkeng yang sudah overload,” katanya.

(ysw)