Geger, Warga Babelan Bekasi Tewas Digorok dengan Leher Nyaris Putus

loading…

BEKASI – Seorang pria bernama Herwin (40), ditemukan tewas mengenaskan dengan leher sayatan senjata tajam di Halte Lotus Perum Summarecon Bekasi, Jalan Boulevard, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan satria, Kota Bekasi. Korban tewas diduga dibunuh seorang pengemudi angkutan online.

Peristiwa yang menimpa warga Kampung Irian, RT 01/RW 07, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi itu sempat menggegerkan warga sekitar. Sebab, saat ditemukan leher korban hampir putus dengan darah bercucuran di lokasi kejadian. Korban ditemukan warga pada Rabu (11/9) sekitar pukul 23.20 WIB.

”Kita masih melakukan penyelidikan kasus ini, korban tewas karena luka sayatan di leher,” ujar Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, Jum’at (13/9/2019).

Baca Juga:

Dugaan sementara, kata dia, korban tewas dibunuh dengan cara digorok oleh orang yang baru dikenalnya selama empat hari. Berdasarkan penyelidikan sementara pelakunya terindetifikasi bernama Michael Wijaya (32) yang saat ini masih buron.

Pelaku diketahui sebagai pengemudi angkutan online. Sejauh ini, penyidik belum dapat memberikan keterangan mengenai motif pelaku melakukan pembunuhan dengan sadis itu. Namun, berdasarkan informasi yang telah diterimanya polisi, sebelum tewas korban sempat bernegoisasi dengan pelaku.

Sebelum terjadi peristiwa pembunuhan itu, korban sempat menghubungi pelaku dengan maksud memverifikasi akun online. Saat itu pelaku meminta kepada korban smartphone dan uang tunai sebesar Rp600 ribu. Sementara pelaku mengabarkan kepada korban jika proses verifikasi itu membutuhkan waktu selama 1 hari melalui email.

Namun ketika korban sudah menyetujui, kata dia, e-mail sama sekali tidak diterima oleh korban, sehingga korban berupaya mencari pelaku. Diduga terjadi pertikaian hingga menyebabkan korban tewas.

”Ada transaksi, jadi korban ini ingin menjadi driver ojol. Nah kemungkinan ingin membeli akun milik pelaku. Tapi masih kita selidiki kebenarannya,” tegasnya.

Meski demikian, polisi masih mendalami motif dan kronologi peristiwa kematian korban secara detail dan berupaya mencari keberadaan pelaku.

(thm)