Semrawut, Pemprov DKI Bakal Revitalisasi Terminal Bus Tanjung Priok

loading…

Terminal semrawut bakal direvitalisasi Pemprov DKI Jakarta. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Revitalisasi sejumlah terminal bakal dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Selain terminal bus antar kota, Pemprov DKI bakal merivitalisasi terminal Bus Transjakarta.

Seperti terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pemprov DKI berencana melelang pembangunan di awal November 2019. Saat ini perencanaan revitalisasi masih digodok secara mateng.

“Rencananya awal 2020 pembangunan dimulai. Karena itu pada November ini kami akan melakukan tahap lelang,” kata Kepala Terminal Tanjung Priok Mulya di Jakarta, Kamis 12 September 2019.

Baca Juga:

Meski tak menjelaskan secara detail soal revitalisasi nantinya, namun Mulya menegaskan, pembangunan akan memoderanisasi kawasan Terminal Tanjung Priok, salah satu yang ditonjolkan yakni, adanya fasilitas bagi para penyandang disabilitas yang saat ini terbatas di Terminal Tanjung Priok.

Mulya melanjutkan, dengan luas hanya 10.000 meter persegi membuat kawasan Terminal Tanjung Priok terbatas. Padahal sesuai dengan kategori, terminal ini masuk dalam tipe A. Artinya mampu melayani bus untuk jarak jauh antara kota dan provinsi.

“Tapi setelah pelaksanaan revitalisasi, akan diberikan semua fasilitasi,” ucapnya. (Baca juga: BPTJ Segera Revitalisasi Terminal Baranangsiang Bogor pada Akhir 2019)

Beberapa fasilitas yang bakal ada yakni, loket pembelian, fasilitas pemisah antara angkutan dalam kota dan luar kota, serta integrasi bus, kendaraan dalam kota dengan Transjakarta.

Pantauan di lokasi, kondisi Terminal Tanjung Priok terkesan berantakan. Angkutan dalam kota dan bus luar kota bertumpuk dalam satu kawasan dan tak terpisahkan. Imbasnya kesemerawutan terjadi tidak hanya di luar terminal melainkan di dalam terminal.

Kondisi demikian diperparah dengan kondisi penumpang dan terminal yang tak nyaman. Jumlah kursi di ruang tunggu tak sebanding jumlah penumpang. Kondisi ini membuat penumpang berhamburan di pinggir jalan, bahkan ada yang menunggu di luar terminal.

Kesemerawutan terminal Tanjung Priok kian terasa bila ada kereta yang melintas. Pintu keluar yang berada tepat di lintasan kereta membuat arus lalu lintas kerap terjadi. Kendaraan tak bisa berjalan karena jalanan yang kian parah.

Hal ini diperparah roda dua yang masuk ke kawasan terminal dan membuat kawasan kian semerawut. “Cuman di sini motor bisa masuk ke person bus,” ucap Adis (31), calon penumpang.

Adis mengakui, Terminal Tanjung Priok sudah tak lagi nyaman. Ia menyayangkan belum adanya langkah pemda melakukan revitalisasi terminal ini. Padahal, berada dekat Pelabuhan, terminal dirasa sangat membantu.

Hal sama juga bakal dilakukan di Terminal Blok M, Jakarta Selatan. Rencana Revitalisasi bakal dilakukan 2022 mendatang setelah kontrak pengelolaan dengan PT Langgeng Ayom Lestari berakhir.

“Kita baru bisa bekerja setelah serah terima ke Pemprov DKI dan harus sudah melakukan kewajibannya,” tutur perwakilan Terminal Blok M, Syarif.

Dengan dibangunnya terminal Blok M, akan membuat transportasi di sana kian baik. Integrasi antara MRT, Transjakarta dan angkutan lainnya akan terasa, sebab pengelolaan akan dilakukan PT Transjakarta.

Direktur Utama Pelayanan dan Pengembangan PT Transjakarta, Izzul Waro mengatakan, revitalisasi Terminal Bus Blok M itu sangat penting. Dia menilai, selain menjaga nilai historisnya, Terminal Bus Blok M sangat potensial lantaran banyak masyarakat yang naik transportasi umum dari sana. “Terminal Blok M sangat strategis dan menguntungkan untuk komersil,” kata Izzul.

Izzul yakin bila revitalisasi kelar, jumlah penumpang Transjakarta bakal meningkat 25 persen. Sebab, kata Izzul, Terminal Bus Blok M akan terasa lebih nyaman dan aman jika sudah direvitalisasi. Sehingga masyarakat akan memilih naik Transjakarta dan moda bus lainnya.

(mhd)