Tertutup Sampah, Sungai Kalibaru di Bogor Nyaris Berubah Jadi Daratan

loading…

Aktivis Komunitas Pecinta Ciliwung (KPC) Bogor saat berada di atas tumpukan sampah di SUngai Kalibaru, Bogor, Selasa (10/9/2019). Foto/SINDOnews/Haryudi

BOGOR – Sungai Kalibaru di wilayah Bogor dalam dua pekan terakhir menjadi sorotan publik karena tumpukan sampah yang luar biasa hingga nyaris mengubah sungai tersebut jadi daratan. Masyarakat sekitar mengaku khawatir dampak negatif yang ditimbulkan dari tumpukan sampah tersebut, mulai banjir hingga sarang penyakit.

Suherman (64) warga Kampung Kambing Diva, Sukaraja, Kabupaten Bogor mengaku kondisi menggunungnya sampah hingga menutup aliran sungai itu terjadi sejak enam bulan. Terlebih di musim kemarau sekarang ini.

“Kalau sampah di Kalibaru yang disini akibat tertutup bongkahan turap bekas orang yang buka warung, kemudian turapnya longsor sampai bangunannya ikut terbawa ke sungai,” katanya kepada wartawan, Selasa (10/9/2019).

Baca Juga:

Sedangkan sampah-sampah rumah tangga yang menumpuk di bibir sungai, katanya, merupakan ulah warga dari luar kampung sengaja membuangnya sambil melintas menggunakan sepeda motor.

“Saya yakin kalau warga sekitar sini nggak ada yang berani. Sebab kami ada petugas kebersihan. Kita bayar iuran sampah Rp25 ribu setiap bulannya,” kata dia.

Sementara itu, Aktivis Komunitas Pecinta Ciliwung (KPC) Bogor Suparno Jumar yang sempat menelusuri dan mengangkut sejumlah sampah di sungai Kalibaru mengaku tumpukan sampah diperkirakan ada 100 titik.

“Jadi saat kita patroli rutin terhadap sungai-sungai yang ada di Bogor, khusus di Kalibaru itu dari titik awal sampai akhir perjalanan ada sekitar 100 titik tumpukan sampah di kiri kanan bantaran sungai,” katanya.

Menurutnya keberadaan tumpukan sampah yang menutup aliran sungai itu jelas merusak pemandangan, baik yang di Kalibaru maupun di Cipakancilan. Menurutnya yang paling memprihatinkan adalah di Kampung Jambu Diva, Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Sampah menggunung menutupi aliran Sungai Kali Baru.

Kantong plastik, popok bayi bekas pakai, styrofoam bekas kemasan buah impor, bungkus makanan instan, satu karung bekas bungkus permen, bungkus kopi, berbagai macam kain, springbed, bangkai anjing, limbah rumah tangga, batok kelapa, pohon tumbang, rumpun bambu longsor, ban bekas, dan begitu banyak ragam sampah lain dijumpai di sana.

“Tumpukan sampah di tengah sungai itu sudah padat. Buktinya kami injakan kaki tidak terperosok. Tadi sempet diukur juga pakai batang bambu tingginya sekitar 2 meter,” katanya.

Menurut Suparno, sampah-sampah itu tertutup bongkahan turap yang longsor di tepi Jalan Cilebut-Bojonggede beberapa bulan lalu. Semakin lama menggunung dan mengeras.”Kita hanya bisa melaporkan ke Pemkot atau Pemkab Bogor saja untuk segera ditangani. Jika sampah tidak segera diangkat, khawatir air meluap dan terjadi banjir, longsor dan sejumlah penyakit,” katanya.

(ysw)