Imbas Perluasan Ganjil Genap, Kemacetan Bergeser ke Jalur Alternatif

loading…

Pemberlakuan perluasan ganjil genap di 25 ruas jalan Ibu Kota berdampak pada jalan-jalan jalur alternatif. Foto: SINDOnews/Dok

JAKARTA – Pemberlakuan perluasan ganjil genap di 25 ruas jalan Ibu Kota berdampak positif di jalanan protokol. Namun sebaliknya, kemacetan parah terjadi di jalan jalur alternatif.

Di beberapa ruas jalan protokol yang biasa biang macet, hari ini tampak nyaris tidak terlihat adanya penumpukan kendaraan. Pantauan SINDOnews di kawasan Jalan Tomang Raya dan Jalan S Parman Jakarta Barat, hingga Jalan Hayam Wuruk, Jalan Pintu Besar, dan Jalan Gajah Mada Jakarta Pusat, misalnya, kemacetan yang biasa terjadi di sana hari ini sama sekali tidak terlihat. (Baca juga: Ini 16 Ruas Jalan Baru di Jakarta yang Terkena Aturan Ganjil Genap)

Seperti di Jalan Tomang Raya, arus lalu lintas dari traffic light Tomang menuju Harmoni tampak lengang. Apabila biasanya waktu tempuh mencapai 30-45 menit dengan kecepatan 20-25 kilometer per jam, hari ini waktu tempuh kurang dari 15 menit, lantaran kecepatan kendaraan bertambah hingga 40 kilometer per jam.

“Agak mending dibandingkan sebulan lalu. Jalanan agak renggang dan tak begitu macet. Biasanya keluar tol kita sudah macet,” ujar Rifai, salah satu pengendara saat ditemui di Jalan Tomang Raya, Senin (9/9/2019). (Baca juga: Alasan Tidak Tahu, Pengendara Pelanggar Ganjil Genap Pasrah Ditilang)

Baca Juga:

Kondisi tak jauh beda terlihat di Jalan Hayam Muruk-Gajah Mada. Kemacetan di kawasan itu yang biasa terjadi setiap hari nyaris tidak terlihat. Biasanya saat pagi hari, kawasan ini kerap macet. Namun pagi hari tadi, kendaraan yang biasa memenuhi jalanan nyaris tak terlihat. Kecepatan pengendara pun bertambah.

“Kalau begini saya masih bisa sampai kantor tepat waktu,” kata Tito, salah satu pengendara saat ditemui di kawasan Gajah Mada. (Baca juga: Hari Pertama Ganjil Genap, Jakarta Utara Paling Banyak Pelanggaran)

Sementara itu, imbas kebijakan ini jalur alternatif jadi sasaran, khususnya di Jalan Kyai Tapa. Kendaraan tampak memenuhi dua jalur. Kemacetan di ruas jalan ini tak terhindarkan mulai dari traffic light Grogol hingga Tower Lion Air di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Beberapa petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan tampak berjaga mengatur kepadatan lalu lintas di sana.

SINDOnews mencoba menjajal jalanan ini menjelang sore hari tadi. Kepadatan di ruas jalan ini cukup terasa. Jalan Kyai Tapa tampak kian padat menjelang magrib. Kecepatan pun berkurang seiring padatnya kendaraan. Petugas di lapangan tampak kewalahan mengatur lalu lintasa. “Mau bagaimana mas, kita plat genap jadi sadar diri,” ujar Rendi, pengendara mobil.

Kemacetan juga tampak terjadi di Jalan Cideng Timur. Kendaraan yang ingin menghindari kemacetan beralih ke jalur itu demi memotong ke kawasan Tanah Abang. Imbasnya jalan itu menjadi padat merayap hingga Flyover Jatibaru. (Baca juga: Pelanggar Ganjil Genap Dikenakan Denda Maksimal Rp500 Ribu)

(thm)