Impian Petugas PPSU Miliki Rumah dari Program Samawa DP 0 Rupiah

loading…

Astri, petugas PPSU Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, bersama suami. Foto: SINDOnews/Okto Rizki Alpino

JAKARTA – Memasuki gelombang kedua atau hari terakhir pendaftaran kepemilikan rumah dengan program down payment atau DP 0 Rupiah di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Selasa (13/8/2019), antusiasme masyarakat masih tinggi. Salah satu “pemburu” rumah DP 0 Rupiah itu adalah Astri, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung.

Memiliki rumah layak huni tentu menjadi dambaan setiap orang, tak terkecuali bagi Asri. Asri yang belum memiliki rumah sangat berharap dapat memiliki hunian dari program Solusi Rumah Warga (Samawa) yang memiliki keunggulan down payment atau DP 0 Rupiah itu.

Astri, seorang ibu yang memiliki dua anak ini mengaku hanya memiliki penghasilan bulanan sebesar Rp3,9 juta. Dengan gaji sebesar itu tentu tidak cukup untuk membeli rumah, mengingat dia juga harus memenuhi kebutuhan rumah tangganya sehari-hari.

Baca Juga:

Sejak pagi Astri sudah menyiapkan persayaratan dan meminta izin untuk bertukar jadwal libur demi mendapatkan hunian Klapa Village. “Saya baru tahu pas posisi lagi kerja. Tahunya juga dari teman kalau hari ini terakhir. Kemudian saya telepon teman minta tukaran libur. Alhamdulillah dia mau, kemudian saya langsung mengurus persyaratan, baru ke sini,” ujar Asri di lokasi, Selasa (13/8/2019).

Astri tiba di Klapa Village pukul 10.00 WIB dan mendapatkan nomor antrean 102. Namun ada hal yang menarik, karena Asri tetap memakai seragam PPSU yang menjadi identitasnya. Karena ia sudah tidak memikirkan untuk mengganti pakaian, karena khawatir pendaftaran tutup. “Takutnya telat, karena ini hari terakhir. Saya langsung aja ajak suami ke sini. Ini tinggal nunggu dipanggil aja,” katanya.

Asri mengajukan permohonan kredit untuk memiliki hunian tipe Studio dengan luas 21 meter persegi. Pemilihan tipe ini didasarkan karena tak memiliki dana yang cukup untuk mengajukan kredit tipe 36. “Suami saya kerja sebagai securiti dan anak ada dua. Kalau dilihat dari harganya saya maunya yang tipe studio saja. Enggak jadi masalah kalau enggak ada kamar, yang penting kan punya rumah sendiri dan enggak ngontrak terus,” ungkapnya.

Seandainya tidak lolos dalam tahap pengajuan ini, Asri dan suaminya tetap menunggu program Samawa lainnya demi bisa memiliki hunian dengan DP 0 Rupiah. “Nanti pas pendataan sekalian konsultasi aja. Kalau memang ternyata kami disarankan untuk ambil tipe 2 kamar ya enggak apa-apa. Sebab saya berharapnya lolos karena ini program yang bagus. Setelah pembayaran lunas, unitnya jadi milik kita. Selain itu, tidak dikenakan DP,” pungkasnya.

(thm)