Ganjil Genap, Warga Cempaka Putih Protes Lingkungannya Jadi Jalan Alternatif

loading…

JAKARTA – Kendati belum ada penindakan selama sosialisasi uji coba sistem Ganjil Genap di lokasi baru, pengendara sudah mulai menghindari jalan-jalan tersebut. Akibatnya, beberapa jalan alternatif mulai dipadati kendaraan.

Seperti yang terjadi di jalan Cempaka Putih, jalan yang masuk dalam lingkungan komplek perumahan tersebut terlihat padat sehingga mengganggu aktifitas warga. Arif salah satu warga mengeluhkan lingkungan perumahannya menjadi jalur alternative yang dilalui oleh pengendara untuk menghindari jalur ganjil genap.

“Lihat saja, sekarang jadi padat. Kalau begini terus kita akan buat portal,” katanya kepada wartawan, Selasa (13/8/2019). (Baca: Tilang Ganjil Genap Berlaku Mulai 9 September 2019)

Baca Juga:

Dia menegaskan, semestinya pemerintah sebelum mengambil kebijakan tersebut menyiapkan jalur alternatif bukannya masuk kedalam komplek perumahannya. “Kalau begini kita jadi terganggu, mulai dari kemarin sudah ramai,” tuturnya.

Sementara, Kasubdit BinGakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir mengatakan, polisi tidak akan menilang pelanggar selama uji coba perluasan sistem ganjil genap. (Baca juga: Dishub DKI Tegaskan Sepeda Motor Tidak Kena Aturan Ganjil Genap)

Nasir mengatakan, polisi hanya menerapkan upaya preventif berupa sosialisasi kepada para pengemudi. Sosialisasi juga disampaikan lewat pemasangan spanduk di ruas jalan yang terdampak perluasan sistem ganjil genap.

“Tidak ada tilang dalam uji coba perluasan ganjil genap. Polisi hanya sosialisasi,” tegasnya.

Polisi baru menerapkan sistem tilang kepada para pengendara mobil yang melanggar saat perluasan sistem ganjil genap diterapkan mulai 9 September mendatang. Polisi akan menilang pelanggar sesuai ketentuan Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

(ysw)