Depok Fakir Trotoar, Jakarta Punya Trotoar Lebar

loading…

Depok Fakir Trotoar, Jakarta Punya Trotoar Lebar. (Dok. SINDOnews).

DEPOK – Depok fakir trotoar. Jalur pedestrian di Kota Belimbing ini khususnya di Jalan Margonda Raya sangat tidak memadai. Trotoar dalam kondisi rusak, berlubang, dan tidak nyaman bagi pejalan kaki.

Selain kondisinya jauh dari standar, secara fungsi trotoar tidak dapat digunakan. Trotoar justru banyak dimanfaatkan pedagang kaki lima (PKL). Bahkan, jalur pedestrian di Jalan Margonda banyak dipakai untuk parkir kendaraan karena ruko di sepanjang jalan protokol tersebut tidak menyediakan lahan parkir sehingga mengganggu pejalan kaki.

Belum lagi pada malam hari trotoar di Jalan Margonda dipenuhi penjual makanan. Pada akhir pekan kondisinya lebih parah lantaran banyak kendaraan terparkir di jalur pedestrian.

Baca Juga:

Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus membenarkan trotoar di Depok sangat miris. Berbeda jauh dengan kota lain semisal DKI Jakarta atau Kota Bogor. “Saya ini warga Depok, pada waktu liburan saya terpaksa mencari trotoar ke Bogor. Depok ini fakir trotoar,” ujarnya, kemarin.

Padahal, Depok memiliki visi friendly city dan Kota Layak Anak. Sayang untuk urusan trotoar saja sangat tidak ramah bagi pejalan kaki apalagi anak-anak. Kondisi saat ini trotoar di Depok antara ada dan tiada, hanya sepotong-sepotong itu pun tak luput dari jajahan parkir liar dan PKL. “Seolah-olah ini ada pembiaran secara sistematis. Keberadaan ruko dan gedung yang ada di Jalan Margonda hanya memfasilitasi konsumen mereka,” kata Alfred.

Dia yakin kalau kondisi trotoar di Margonda saja demikian adanya, maka di wilayah lain di Depok akan lebih parah. Apalagi Margonda merupakan etalase Depok yang semestinya trotoar bagus dan teratur. “Trotoar di wilayah lain sudah pasti bar-bar,” ucapnya.

Dia berharap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memerhatikan nasib pejalan kaki di Depok yang secara geografis masuk wilayah Jabar. Terlebih Depok bersinggungan dengan ibu kota. “Kami berharap Ridwan Kamil menerjunkan yang namanya quick respons, maka Depok ini seharusnya direspons dengan cepat juga,” ujarnya.

Atas kondisi trotoar yang buruk, Pemkot Depok tidak usah gengsi meminta bantuan pada Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Di dua instansi tersebut memiliki anggaran perbaikan infrastruktur jalan. “Jadi enggak usah malu lah kalau memang enggak punya dana. Toh untuk Depok yang lebih baik itu harus dilakukan,” tandasnya.

Sekretaris Dinas PUPR Depok Citra Indah Yulianty mengakui perbaikan trotoar di Jalan Margonda Raya belum dialokasikan pada 2019 dan 2020. Rencananya baru akan dilakukan perbaikan pada 2021 secara menyeluruh. Meski demikian, pihaknya mengupayakan perbaikan trotoar untuk sementara seperti yang berlubang sedikit diperbaiki. “Untuk sementara pemeliharaan dulu,” ucapnya.

Sebagai perbandingan dengan DKI Jakarta kini trotoar di ibu kota sudah lebar dan bagus-bagus seperti terlihat di Jalan Sudirman dan MH Thamrin. Trotoar dilebarkan dengan sentuhan ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

Bahkan, beberapa ruas jalan di Jakarta terpaksa diperbaiki meski belum begitu mengalami kerusakan. Perbaikan ini ternyata mengikuti peningkatan jalur pedestrian. Perbaikan jalan yang bersinggungan dengan kegiatan strategis daerah peningkatan trotoar seperti di kawasan Kemang Raya, Kramat-Salemba, Satrio, dan Cikini. “Sehingga ketika jalur pedestrian ditingkatkan, jalan raya sudah bagus,” ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Harri Nugroho, beberapa waktu lalu.

Desain penataan trotoar di wilayah Jakarta meniru penataan trotoar di Jalan Sudirman-MH Thamrin. Adapun perbedaan penataan trotoar yang masuk kegiatan strategis daerah karena penyelesaiannya satu kawasan yang mempertahankan destinasi wisata di sekitarnya termasuk skala prioritas yang menghubungkan kawasan terintegrasi atau Transit Oriented Development (TOD).

Penataan trotoar di wilayah lainnya yakni Jakarta Pusat meliputi Jalan Pegangsaan Timur, Jalan Pegangsaan Barat, Jalan Pangeran Diponegoro, dan Jalan Raden Saleh Raya; di Jakarta Utara meliputi Jalan Danau Sunter Selatan, Jalan Sunter Jaya, Jalan Sunter Jaya 1, dan kawasan Penjaringan di Jalan Jembatan Tiga. Dua lokasi penataan trotoar di Jakarta Barat yakni kawasan Grogol tepatnya Jalan Prof Dr Latumenten dan kawasan Tomang di Jalan Tomang Raya. Untuk penataan trotoar di Jakarta Timur akan dilakukan di kawasan Jatinegara yakni Jalan Otto Iskandardinata dan kawasan Cililitan di Jalan Mayjen Sutoyo. (R Ratna Purnama/Bima Setiyadi)

(nfl)