Tol Semanan-Sunter, Wali Kota Jakbar: Ini Proyek Jangka Menengah DKI

loading…

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Efendi. Foto: dok/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Pemprov DKI saat ini sedang mempersiapkan pembangunan tol Semanan-Sunter dengan mengosongkan lahan dan pemangkasan ratusan pohon. Tol sepanjang tujuh kilometer itu menjadi proyek jangka menengah Pemprov DKI yang target pembangunannya selesai dalam 1,5 tahun.

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi melanjutkan, saat ini persiapan pembangunan ruas tol diketahui baru tahap pengosongan tanah. Setelah tanah steril, barulah sejumlah alat berat didatangkan untuk pembangunan tiang pancang dikawasan itu.

“Baru persiapan tapi di lapangan sudah mulai kerja. Waktu itu PT Pembangunan Jaya datang ke sini, melakukan sosialisasi awal. Saya bilang bikin sosialisasinya terutama yang kena dampaknya, ada tanah PJKA (Persatuan Jasa Kereta Api, sekarang PT KAI) dan dibawahnya banyak sarana PJKA yang harus di konfirmasikan,” katanya kepada wartawan, Munggu (14/7/2019).

Baca Juga:

Rustam memaparkan pembangunan ini merupakan proyek jangka menengah Pemprov DKI Jakarta, dan bukan kewenangan Pemkot Jakarta Barat maupun Dinas Bina Marga. Meski demikian, untuk proses pembangunannya, Bina Marga akan dilibatkan dalam skala lebih kecil.

“Kalau jalan seperti itu kan kebijakan dan perencanaan dari Pemerintah Daerah dilaksanakan oleh PT. Nanti biaya pembangunannya berapa tahun dia bekerjasama dengan DKI,” jelasnya.

Dari keterangannya, Rustam memaparkan proyek ruas tol Semanan-Grogol akan memiliki panjang tujuh kilometer dengan target penyelesaian sekitar 1,5 tahun.

Proyek ini akan dimulai dari perbatasan Tangerang – Jakarta Barat yang berlokasi di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat. Dari situ, tol akan naik menyisir rel kereta di Pesing – jalan Daan Mogot, hingga tembus ke Jelambar dan Rumah Sakit Jiwa, Grogol dan dilanjutkan ke Sunter.

“Nanti posisi jalan tol ada di atas Flyover Pesing. Kemudian di tol Jor Cengkareng connecting jadi bisa ke kanan dan kiri. Nyambung, jadi bisa ke arah Bandara dan ke Kembangan,” ungkapnya.

Nantinya, lanjut Rustam, pengendara yang dari Tangerang dan ingin menuju Grogol bisa menggunakan jalan tol. Dengan begitu, ia berharap kemacetan di Jl Daan Mogot dapat terurai.

“Jadi nanti orang dari Tangerang tidak perlu lewat Jalan Daan Mogot. Tapi lewat tol dan bayar. Ini langkah antisipasi kedepan. Kalau sekarang kan ngga berasa. Kedepan tambah padat,” harapnya.

(ysw)