Mahasiswa UP Gerakan Ekonomi Kreatif Warga Desa Gobang Bogor

loading…

Mahasiswa Universitas Pancasila melakukan pengabdian masyarakat di Kampung Kukuk Sumpung, Desa Gobang, dengan melakukan pembinaan dan menggerakan ekonomi kreatif, Minggu (14/7/2019). Foto/Istimewa

JAKARTA – Mahasiswa Universitas Pancasila melakukan pengabdian masyarakat di Kampung Kukuk Sumpung, Desa Gobang, Kabupaten Bogor. Di desa tersebut para mahasiswa melakukan pembinaan dan menggerakan ekonomi kreatif. Program pengabdian ini berlangsung 13 Juli 2019 hingga 1 Agustus 2019.

“Beberapa Produk yang akan di kembangkan oleh mahasiswa yang tergabung dalam tim pengabdian masyarakat Pancasila Mengabdi 2019 yaitu Gula Aren menjadi Gula Semut, Biji Kopi Gobang yang biasa di jual berupa biji kopi diolah menjadi produk siap konsumsi serta Serat pohon aren akan di kembangkan menjadi kerajinan tangan olahan lidi,” kata Rektor UP, Wahyono Sumaryono ketika mengunjungi lokasi, Minggu (14/7/2019).

Pembinaan dilakukan dengan harapan agar dapat mengembangkan dan mengelola lebih lanjut Produk Unggulan Kawasan Desa yang berpotensi memiliki nilai jual yang tinggi. Pada pembinaan ini, masyarakat akan disampaikan para ahli yang bergerak dibidangnya, pembinaan yang dilakukan pun akan dikemas secara menarik dan mudah dipahami.

Baca Juga:

Melalui pembangunan Gedung Serba Guna, diharapkan agar menjadi wadah bagi masyarakat sekitar untuk berkumpul dan bermusyawarah dan sarana bersosialisasi, menjadi pusat tempat pemberdayaan,pengembangan dan pelatihan masyarakat, menjadi Gudang Hasil Tani bagi kelompok petani.

Program lainnya yang akan dilakukan adalah serangkaian Agenda Fun Learning yang ditujukan pada anak-anak di desa Gobang. Kegiatan Fun Learning tersebut mengacu pada 7 keilmuan yang ada di Universitas Pancasila.

“Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Senat KMUP yang bertemakan Mengabdi dengan Hati untuk Membangun Negeri ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian, pengetahuan serta kesadaran warga desa akan lingkungan, kehidupan, dan pendidikan sehingga dapat meningkatkan taraf kesejahteraan hidup warga desa,” tambahnya.

Selain Desa Gobang, pihaknya juga memperhatikan pembangunan pendidikan di Desa Leuwi Sadeng. “Alasan kita pilih Desa Gobang karena wilayah ini tidak jauh dari Jakarta tapi karena terisolasi dan masalah pendidikan masih belum maju. Jadi kami melihat pendidikan bagi generasi muda sangat penting,” ucapnya.

Dikatakan dia, membangun infrastruktur pendidikan bukan hal mudah. Karena lokasi tersebut memang sulit diakses. “Tantangan relatif berat karena disini di wilayah perbukitan. Menuju kesini hanya bisa menggunakan motor. Tantangannya yang ada bisa dari segi infrastruktur dan mengajak masyarakat memberi motivasi agar mau sekolah,” pungkasnya.

(ysw)