Mulai Agustus, 5 Stasiun Kereta di Jakarta Hanya Terima Transaksi KMT

loading…

Sejumlah penumpang KRL Commuter Line melakukan tap-in dan tap out di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat.Foto/SINDOphoto/Dok

JAKARTA – Lima stasiun kereta api KRL Commuter Line di Jakarta dan Depok mulai 1 Agustus 2019 mendatang hanya menerima transaksi kartu multi trip (KMT). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) berdalih kebijakan ini dibuat untuk mewujudkan cashless society dari pemerintah.

VP Corporate Communication PT KCI, Anne Purba mengatakan, lima stasiun KRL Commuter Line yang hanya menerima transaksi KMT dan kartu keluaran bank yakn, Stasiun Sudirman, Palmerah, Cikini, Taman Kota dan Universitas Indonesia.”Di lima stasiun tersebut cukup tinggi pengguna KMT dan uang elektronik,” kata Anne ketika dihubungi SINDOnews pada Sabtu (13/7/2019).

Menurut Anne, penggunaan KMT di Stasiun Sudirman misalnya telah mencapai 90%, di Stasiun UI, Palmerah, dan Cikini jumlahnya mendekati 80%, dan di Stasiun Taman Kota mencapai hampir 60%. Anne malnjutkan, program ini merupakan bentuk dukungan PT KCI terhadap program pemerintah dan Bank Indonesia untuk mendorong terciptanya cashless society atau masyarakat yang bertransaksi tanpa uang tunai.

Baca Juga:

“Program ini juga untuk mengoptimalkan layanan di lima stasiun tersebut, agar sesuai dengan karakter penggunanya yang semakin banyak menggunakan KMT. Selain itu KMT saat ini juga bisa didapatkan dengan harga lebih murah yaitu Rp 30.000, sudah termasuk saldo Rp 10.000,” tambahnya.

Para pengguna KRL yang memiliki KMT maupun kartu uang elektronik bank tetap dapat menggunakan kartunya seperti biasa di lima stasiun tersebut tanpa ada perubahan ketentuan apapun.

(whb)