Mahasiswa Apresiasi Sinergitas Polri dan TNI Jaga Kondusivitas Negara

loading…

Mahasiswa menilai Polri diusianya yang ke-73 telah menghadirkan banyak hal bagi bangsa dan warganya. Foto: Ist

JAKARTA – Pelaksanaan perayaan HUT Bhayangkara ke-73 yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019) mendapat apresiasi dari kalangan mahasiswa. Mahasiswa menilai Polri diusianya yang ke-73 telah menghadirkan banyak hal bagi bangsa dan warganya. Terlebih dalam menjaga kondusivitas negara, sebagaimana saat terjadi kerusuhan di Jakarta pada 22 Mei lalu.

Mahasiswa UIN Syarifhidayatullah, Khairul Anam, mengatakan, usia 73 tahun bukan lagi usia muda. Dengan usianya tersebut tentunya Polri sudah melewati banyak sejarah untuk menjaga kondusivitas dan keamanan negeri ini.

“Kalau kita analogikan dengan manusia, usia 73 tahun sudah tidak muda lagi. Di usia yang mulai senja sejarah akan mencatat dengan tinta emas apa yang telah dicapai Polri, terlebih semakin meningkatnya sinergitas TNI Polri,” ucap Khairul Anam dalam keterangan tertulisnya yang diterima SINDOnews, Jumat (12/7/2019).

Baca Juga:

Koordinator Milenial Muslim Bersatu ini menilai bahwa Polri bersama dengan TNI telah berhasil menghadirkan rasa aman dari gangguan kejahatan dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, Polri melalui banyak kampanye yang digerakkannya telah menciptakan ketertiban di masyarakat dan menghadirkan kepastian hukum yang berkeadilan, sehingga tidak ada istilah hukum tumpul ke atas tapi tajam ke bawah.

“Kedewasaan institusi Polri juga semakin terlihat diusianya kini dengan membangun citra yang lebih humanis. Kita ingat bahwa beberapa waktu lalu ada aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan, namun dalam penanganannya para aparat kepolisian tidak melakukan tindakan represif. Mereka justru membantu para korban yang terluka karena dampak kerusuhan tersebut,” kata Anam.

Hal lain yang menjadi perhatiannya yaitu sinergitas antara Polri dengan TNI. Menurut dia sudah menjadi rahasia umum jika sebelumnya TNI dan Polri tidak pernah bersama atau bersatu, namun kini kedua institusi tersebut selalu bergandengan tangan mengamankan negeri ini.

“Sejak Jenderal Polisi Tito Karnavian menjadi orang nomor satu di tubuh Polri, kekhawatiran banyak orang terhadap hubungan yang kurang harmonis antara prajurit TNI dan anggota Polri tidak lagi terdengar. Ini sebagai wujud nyata untuk membina hubungan serta persatuan dan kesatuan antar kesatuan di TNI dan Polri,” kata Anam.

Sementara itu, Ketua Aliansi Mahasiswa dan Milenial untuk Indonesia, Nurkhasanah mengatakan, salah satu masalah yang dianggap kompleks oleh Presiden Jokowi untuk ditangani khusus oleh Polri adalah kejahatan siber. Diakuinya bahwa masalah ini memang menjadi sentilan yang sangat kencang bagi kaum muda atau kaum milenial, mengingat mayoritas pengguna media sosial adalah anak-anak muda.

“Masalah siber ini memang menjadi pengingat kami sebagai kaum milenial untuk ikut berkontribusi bersama Polri, TNi dan pemerintah. Apalagi kejahatan siber tidak mengenal batas lintas negara, kejahatan itu bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja,” kata Nur.

Ia pun berharap Polri bisa tetap menjalankan tugasnya mengamankan negeri ini. Tugas Polri menjaga kerukunan persatuan dan kesatuan bangsa merupakan salah satu beban berat yang saat ini ditangani karena membutuhkan kecerdasan dan kecepatan.

“Sekali lagi kami mengucapkan selamat HUT Bhayangkara ke 73. Semoga semakin terdepan dalam melayani dan melindungi masyarakat Indonesia,” pungkas Nur.

(thm)