Dapat Grasi, Terpidana Kasus Asusila di JIS Bebas dari Penjara

loading…

Kemeja putih dilapisi rompi merah, Neil Bantleman saat menjalani sidang putusan kasus pelecehan seksual Jakarta Internasional School (JIS) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (3/4/2015). Foto/Dok/SINDOphoto

JAKARTA – Terpidana kasus pelecehan seksual yang dilakukan mantan guru di Jakarta Intercultural School atau Jakarta International School (JIS), Neil Bantleman sudah bebas dari pencara. Sebelumnya, Neil dihukum selama 11 tahun kurungan penjara akibat melakukan perbuatan asusila terhadap muridnya di JIS.

“Sudah bebas dari Lapas Klas 1 Cipinang tanggal 21 Juni 2019,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Ade Kusmanto kepada SINDOnews, Jumat (11/7/2019).

Ade mengatakan, Neil Bantleman bebas lantaran mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Baca juga: Ini Kata LPSK Soal Vonis untuk 2 Terdakwa Kasus JIS)

Baca Juga:

“Neil Bantleman mendapat grasi dari Presiden dengan Kepres RI No. 13/G Thn 2019 tgl 19 juni 2019 berupa pengurangan pidana dari 11 tahun menjadi 5 tahun 1 bulan,” kata Ade.

Dia juga menambahkan, denda yang dijatuhkan dari pengadilan kepada terpidana Neil sebesar Rp100.000.000 sudah dibayarnya. (Baca juga: Istri Guru JIS Asal Kanada Sebut Hukum di Indonesia Konyol)

“Sedangkan pidana denda Rp100.000.000-nya juga sudah dibayar,” kata Ade. (Baca juga: Jangan Ada Intervensi Pengusutan Kasus JIS)

(mhd)