Terima Masukan Soal Program Mudik Gratis, Anies Akan Lakukan Perbaikan

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/Okezone

JAKARTA – Sukses menyelengarakan Program Mudik Gratis 2019, Pemprov DKI pastikan akan melanjutkan dan memperluas cakupan program tersebut. Hal itu ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menerima 43 warga perwakilan program mudik di Balairung, Balai Kota Jakarta.

Anies menegaskan akan melanjutkan dan memperluas cakupan dari Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta agar dapat semakin memberikan pelayanan terbaik bagi warga Jakarta yang ingin pulang ke kampung halaman pada momen lebaran.

Dalam suasana kekeluargaan, Anies mendengarkan langsung berbagai respons dan tanggapan positif atas penyelenggaraan program ini.

Baca Juga:

“Pengalaman mudik yang kemarin, Ibu/Bapak bisa ceritakan kepada yang lain. Insya Allah tahun depan kita akan teruskan. Dan kita berharap nantinya kita bisa perluas, sehingga lebih banyak lagi yang bisa memanfaatkan,” kata Anies di Balai Kota DKI, Rabu (12/6/2019).

Anies menjelaskan, program mudik yang dikerjakan itu bersifat dua arah, yaitu untuk mudik ke kampung dan dari kampung kembali ke Jakarta. Banyak yang mengira hanya satu arah, padahal dua arah. Kedepan, apabila ingin mendaftar, bisa langsung dua kali, bolak-balik.

Kemudian, Anies turut menerima sejumlah kritik yang membangun maupun saran dalam penyelenggaraan Mudik Gratis 2019, agar kegiatan yang sama di tahun berikutnya dapat berjalan lebih baik lagi. Beberapa masukan yang dicatat, antara lain penyediaan makanan ringan dan takjil untuk buka puasa, kaos program Mudik Gratis, juga disediakan toilet di dalam bus.

“Jadi, saya berterima kasih Ibu/Bapak menyempatkan untuk mampir ke Balai Kota. Salam hangat untuk keluarga semua. Dan insya Allah tahun depan kita bertemu lagi, diberikan umur panjang. Kita bisa sama-sama nantinya kita menyiapkan fasilitasnya, Bapak/Ibu juga daftar dan ikuti prosesnya. Biar mudiknya nanti bisa lebih nyaman,” jelasnya.

Salah satu pemudik, Bambang Heriyanto, bercerita tentang perjalanan mudik ke Jombang bersama istri dan keempat anaknya. Ia menuturkan, penyelenggaraan mudik gratis ini sangat mempermudah warga Jakarta untuk bersilaturahmi ke rumah orang tua di kampung halaman.

“Namanya mau menengok orang tua di kampung, tapi tidak pegang duit, saya sempat memutuskan tidak pulang. Ada mudik gratis dari Pemprov DKI, pagi-pagi jam 06.30 WIB saya sudah sampai di Sudin Perhubungan di daerah Cawang. Sangat luar biasa buat saya mudik tahun ini, buat saya dan keluarga,” ungkapnya.

Cerita lain diungkapkan Tukimin, yang selama tiga tahun terakhir belum berkesempatan untuk melakukan perjalanan mudik. Ia mendapatkan informasi Program Mudik Gratis dari Pemprov DKI Jakarta dan merasa terlayani dengan baik sejak keberangkatan hingga sampai ke kampung halaman.

“Belum pernah ikut mudik sama sekali. Sekeluarga masing-masing bawa baju dua-dua. Ternyata di Monas pelayanan prima, tidak seperti yang dibayangkan seperti di terminal-terminal yang lain. Ada petunjuknya dari petugas dan dipermudah. Kita tidak dipungut biaya, duit yang seharusnya buat ongkos bisa dipakai buat berbagi untuk sanak saudara,” ujar Tukimin.

Perlu diketahui, Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi kegiatan mudik gratis bagi warga Jakarta dengan mengerahkan 594 armada bus yang terdiri atas 372 armada bus saat mudik dan 222 armada bus saat balik. Setiap armada bus memiliki kapasitas maksimal 54 orang yang kemudian akan mengantar penumpang ke 10 kota tujuan, yaitu Ciamis, Kuningan, Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Solo, Wonogiri, Yogyakarta, dan Jombang.

Total anggaran untuk Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta mencapai 14 Miliar rupiah, yang diperuntukkan bagi penyewaan bus dua kali perjalanan, penyewaan 62 truk pengangkut motor peserta mudik, pembayaran pajak, sistem pengawasan, pelaksanaan, dan pengelolaan acara.

(ysw)