Direspons Positif, Anies Bakal Perluas Mudik Gratis Tahun Depan

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menerima pemudik di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Foto/Komaruddin Bagja Arjawinangun/SINDOnews

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal mengadakan kembali mudik gratis pada tahun depan. Hal itu sebagai respons positif masyarakat terhadap kegiatan itu.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, akan melanjutkan dan memperluas cakupan mudik gratis yang dilakukan Pemprov DKI agar dapat semakin memberikan pelayanan terbaik bagi warga Jakarta yang ingin pulang ke kampung halaman pada momen lebaran.

“Insya Allah tahun depan kita akan teruskan. Dan kita berharap nantinya kita bisa perluas, sehingga lebih banyak (warga) lagi yang bisa memanfaatkan,” kata Anies usai menerima berbagai pengalaman peserta mudik gratis di Balairung, Balai Kota, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Baca Juga:

Anies mengatakan, Pemprov DKI tidak hanya mengadakan mudik gratis ke kampung halaman tapi juga balik secara cuma-cuma ke Jakarta. Dia menambahkan, banyak warga yang tidak tahu soal ini. (Baca juga: Hemat Biaya, Begini Pengalaman Peserta Mudik Gratis Pemprov DKI)

“Nah memang yang kita kerjakan dengan menyiapkan kendaraan mudik ini dua arah, yaitu untuk mudik ke kampung dan dari kampung kembali ke Jakarta. Banyak yang mengira hanya satu arah, padahal dua arah. Jadi, nanti lain kali, kalau mendaftar, bisa dua kali, bolak-balik,” terang Anies.

Tidak hanya menerima harapan dan pengalaman peserta mudik, dalam pertemuan itu juga peserta mudik memberikan kritikan kepapa penyelenggara. Bagi Anies, kritikan itu dapat membangun dan melakukan mudik gratis dengan baik di kemudian hari.

“Jadi, saya berterima kasih Ibu Bapak menyempatkan untuk mampir ke Balai Kota. Salam hangat untuk keluarga semua. Dan insya Allah tahun depan kita bertemu lagi, diberikan umur panjang. Kita bisa sama-sama nantinya kita menyiapkan fasilitasnya, Bapak Ibu juga daftar dan ikuti prosesnya. Nanti kabari juga proses pendaftarannya bagaimana, apakah perlu perbaikan, apakah nanti ada kendala? Pokoknya semua hal yang kira-kita kita bisa perbaiki, Ibu Bapak kabari kami. Biar mudiknya nanti bisa lebih nyaman,” ucap Anies.

Salah seorang pemudik bernama Bambang Heriyanto mengaku senang bisa ikur mudik gratis dari Pemprov DKI. Bapak empat anak ini mudik bersama istri dan anak-anaknya ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan orang tuanya dan snaak keluarga.

“Namanya mau menengok orang tua di kampung, tapi tidak pegang duit, saya sempat memutuskan tidak pulang. Ada mudik gratis dari Pemprov DKI, pagi-pagi saya sudah sampai di Sudin Perhubungan di daerah Cawang. Sangat luar biasa buat saya mudik tahun ini, buat saya dan keluarga,” ungkap Bambang.

Cerita lain diungkapkan Tukimin, yang selama tiga tahun terakhir belum berkesempatan untuk melakukan perjalanan mudik. Ia mendapatkan informasi Program Mudik Gratis dari Pemprov DKI Jakarta dan merasa terlayani dengan baik sejak keberangkatan hingga sampai ke kampung halaman.

“Belum pernah ikut mudik sama sekali. Sekeluarga masing-masing bawa baju dua-dua. Ternyata di Monas pelayanan prima, tidak seperti yang dibayangkan seperti di terminal-terminal yang lain. Ada petunjuknya dari petugas dan dipermudah. Kita tidak dipungut biaya, duit yang seharusnya buat ongkos bisa dipakai buat berbagi untuk sanak saudara,” ujar Tukimin.

Perlu diketahui, Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi kegiatan mudik gratis bagi warga Jakarta dengan mengerahkan 594 armada bus yang terdiri atas 372 armada bus saat mudik dan 222 armada bus saat balik. Setiap armada bus memiliki kapasitas maksimal 54 orang yang kemudian akan mengantar penumpang ke 10 kota tujuan, yaitu Ciamis, Kuningan, Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Solo, Wonogiri, Yogyakarta dan Jombang.

Total anggaran untuk Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp14 miliar yang diperuntukkan bagi penyewaan bus dua kali perjalanan, penyewaan 62 truk pengangkut motor peserta mudik, pembayaran pajak, sistem pengawasan, pelaksanaan, dan pengelolaan acara.

(mhd)