Titik Rawan Dijaga Ketat, Dinsos DKI Klaim PMKS Turun Setiap Tahun

loading…

Pengemis beraksi di DKI Jakarta. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta mengaku setiap tahun jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di ibu kota mengalami penurunan yang signifikan. Penurunan itu dikarenakan penjagaan ketat di setiap titik rawan beroperasinya PMKS dan Gepeng.

“Kita menempatkan petugas pada titik-titik rawan untuk dilakukan penjagaan, ini terbukti sangat efektif dalam mengatasi penurunan jumlah PMKS dijalanan,” kata Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah saat dihubungi, Kamis 16 Mei 2019.

Berdasarkan data Dinsos DKI, di tahun 2016 pihaknya, berhasil menjaring 14.808 PMKS dan Gepeng diseluruh wilayah Ibu Kota Jakarta, berkat penjagaan dan pengawasan dititik rawan PMKS. Irmansyah melanjutkan, jumlah ini menurun secara drastis dan terbukti efektif dalam mencegah maraknya PMKS dan Gepeng yang berkeliaran di Ibu Kota, khususnya di bulan Ramadhan.

Baca Juga:

“Hasil dari tinjauan Dinsos, bahwa PMKS di Jakarta tahun 2016 berhasil menjaring sebanyak 14.808 PMKS, selanjunya tahun 2017 dilakukan upaya serupa, dengan melakukan penjagaan ketat dititik rawan juga berhasil menurunkan jumlah PMKS sebanyak 8.504,” ungkapnya.

Sedangkan di tahun 2018, ia menuturkan bahwa pihaknya melakukan perluasan penjagaan guna menghalau PMKS berkeliaran di wilayah Ibu Kota dan telah berhasil menjaring sebanyak 6.470 orang (PMKS).

“Pada tahun 2018 setelah dilakukan perluasan titik rawan yang dijaga oleh petugas PMKS yang kena penertiban sebanyak 6.470 PMKS,” tuturnya.

Lebih lanjut Irmansyah menuturkan, bahwa pihaknya terus melakukan perluasan dalam hal pengawasan, sehingga para PMKS berpindah tempat ke daerah penyangga Ibu Kota seperti Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi.

“Karena di DKI Jakarta sangat ketat terhadap pemantauan dan penjagaan titik rawan sekarang PMKS jalanan operasinya minggir ke daerah penyangga ibu kota,” pungkasnya.

(mhd)