Rekap Suara di PPK Pulagadung Lambat, Ini Kata Bawaslu DKI

loading…

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta angkat bicara terkait lambannya rekapitulasi perhitungan perolehan suara Pemilu 2019 di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pulogadung, Jakarta Timur. Bawaslu DKI menyatakan kesiapannya memberikan pendampingan guna mempercepat jalannya rekapitulasi.

“Jika permasalahan ada pada Sumber Daya Manusia (SDM), Bawaslu DKI siap untuk kembali memberikan bimbingan teknis kepada para panitia agar bisa memperlancar proses rekapitulasi,” ujar Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufri, saat dikonfirmasi, Kamis (16/5/2019). (Baca juga: KPU Jakarta Timur Targetkan Rekapitulasi Suara Selesai 10 Mei)

Menanggapi soal keterlambatan rekapitulasi perhitungan suara yang terjadi di KPU Jakarta Timur, Jufri menyatakan bahwa pihaknya sudah menurunkan sejumlah pengawas, baik tingkat kota maupun provinsi di lokasi tersebut.

Baca Juga:

“Kata pengawas, ada protes-protes biasalah. Dalam prosesnya kalau ada protes yang memutuskan itu kan KPU, bukan Bawaslu. Juga ada permintaan untuk dibuka kembali kotak suara,” bebernya.

Ia menilai keterlambatan rekapitulasi perhitungan suara di Jakarta Timur sebenarnya tidak perlu terjadi jika dilihat dari sisi beban pekerjaan. Jika dibandingkan dengan TPS di kecamatan lain di wilayah Jakarta Timur, maka Kecamatan Pulogadung tidak ada artinya. Sebab, hanya ada sekitar 800 TPS saja.

“Pulogadung kan cuma sekitar 800 TPS, (lebih sedikit) dibanding dengan Cakung, Duren Sawit, Cengkareng, kan sudah selesai,” ucapnya. (Baca juga: Ini Penyebab Lambatnya Rekapitulasi Suara KPU Jakarta Timur)

Jufri mengimbau kepada KPU Jakarta Timur agar proaktif menyampaikan permasalahan yang sebenarnya terjadi. Meilihat proses rekapitulasi perhitungan suara di PPK Pulogadung, pihaknya bisa memahami persoalan yang dihadapi KPU Jakarta Timur.

(thm)