Di Tengah Ramadhan, Pejabat Kecamatan Ciputat Mengamuk Bogem Staf

loading…

Korban Surya Malik Perkasa (27), mengalami luka di bagian mata. Foto: Hambali

TANGERANG SELATAN – Di tengah bulan puasa, seorang staf di Kantor Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), mengaku dipukuli oleh pejabat kecamatan setempat yang marah besar tak berdasar. Akibatnya, korban bernama Surya Malik Perkasa (27), mengalami luka di bagian mata.

Surya menceritakan, peristiwa pemukulan itu terjadi pada Rabu kemarin sekitar pukul 10.30 WIB. Kejadian bermula saat dirinya berada di meja kerja lalu tak lama kemudian atasannya datang memungut sampah kertas yang berada di salah satu meja.

“Habis memungut sampah itu, dia masuk ke ruangannya. Terus keluar lagi menghampiri saya, langsung mukul aja tiba-tiba. Saya juga kaget, saya salah apa?” ungkap Surya di kediamannya kepada Okezone, Kamis (16/5/2019).

Baca Juga:

Lantaran merasa sebagai bawahan, Surya pun tak melakukan perlawanan. Dia justru berulang kali berusaha menanyakan kesalahannya hingga terus dipukuli. Namun seperti kesetanan, sang atasan tak bergeming dan terus mengucapkan perkataan penuh emosi.

“Dia bilang ke saya, ‘gue enggak senang sama lo’. Padahal saya enggak pernah ada masalah sama dia. Saya juga aneh kenapa bisa emosi begitu. Mungkin karena melihat sampah kertas di atas meja itu yang dia bersihin, karena kan biasanya ada sisa bekas foto copi yang masih berserakan,” ucap Surya.

Setelah melampiaskan amarahnya, pelaku malah menantang Surya untuk melaporkan pemukulan itu. Karena merasa sungkan, dia pun awalnya ragu melapor, namun setelah didorong oleh rekan dan keluarganya, Surya akhirnya melapor ke Polres Tangsel beberapa jam setelah kejadian. “Siangnya saya langsung lapor ke Polres, sudah visum juga,” imbuhnya.

Akibat pemukulan itu, beberapa lebam nampak terlihat di wajah Surya, terutama di bagian mata sebelah kiri. Lantaran masih trauma juga atas ulah atasannya, dia memilih tidak masuk kerja hari ini. “Saya enggak masuk hari ini, karena kondisi mata saya juga masih nyeri,” jelasnya.

Pihak keluarga memang tidak terima atas perlakuan oknum pejabat Kecamatan Ciputat itu. Bahkan beberapa diantaranya sempat emosi dan mengancam akan mendatangi kantor Kecamatan Ciputat. Namun upaya itu berhasil diredam, hingga akhirnya disepakati untuk menunggu proses hukum atas ulah pelaku.

“Kita minta semua bersabar, jangan sampai lepas kontrol. Kan sudah melapor, jadi sebaiknya kita tunggu proses hukumnya saja,” ujar Cecep Iswadi, Lurah Serua yang ikut menenangkan pihak keluarga.

Sementara itu, saat berusaha dikonfirmasi ke Kantor Kecamatan Ciputat di Jalan Cendrawasih Nomor I, Sawah, didapat informasi bahwa terduga pelaku sedang tidak masuk kantor. Namun sejumlah pihak, termasuk Sekcam dan pegawai lain enggan memberikan keterangan mengenai peristiwa tersebut.

(thm)