KCI Uji Coba 40 Gerbong Tipe 05 dari Jepang

loading…

Pekerja menggunakan alat berat menurunkan gerbong kereta dari kapal di dermaga 209, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tengah mengujicobakan 40 gerbong baru tipe 05 eks-Tokyo Metro dari Jepang. Mereka kini tengah hilir mudik di sejumlah jalur di Jabodetabek.

“Semuanya ada lima dengan delapan rangkaian. Artinya 40 kereta itu dibagi delapan rangkaian, jadi lima kereta stamformasi delapan,” kata Direktur Teknik dan Pemeliharaan PT KCI John Roberto di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Sebelumnya, PT KCI berencana mendatangkan 196 kereta dari Jepang seri 05 yang dibuat tahun 2003 silam. Kereta ini nantinya akan menggantikan kereta yang telah tua dan kerap mengalami gangguan.

Baca Juga:

Beberapa uji coba itu, kata John dimasukan dalam uji coba dinamis dan uji coba statis. Dalam uji coba keduanya KCI menginkan nantinya kereta bertahan untuk kecepatan tinggi, pengereman dan pengukuran jarak pengereman, hingga fungsi deadman pedal dan emergency brake kesemua itu dilakukan agar memberikan keselamatan dalam perjalanan kereta.

Setelah nantinya di uji cobakan selama beberapa hari, maka kereta akan disiapkan di dalam depo untuk finishing sebelum nantinya di operasikan. Pembersihan hingga penempelan stiker akan dilakukan sebelum nanti beroperasi. “Kalau kita sih menargetkan sebelum Idul Fitri, 40 kereta ini beroperasi,” ucapnya.

Meski demikian, John enggan memaparkan 40 kereta yang nantinya beroperasi ini. Kepastian penempatan jalur ditentukan oleh Direktur Operasi. “Kita hanya memelihara,” ucapnya.

Sekalipun kereta baru, namun John memastikan pihaknya tidak akan direpotkan dengan kereta itu. Sebab tipe yang sama sudah pernah dioperasikan pihaknya. Karena itu kereta hanya akan butuh waktu penyesuaian. “Kalau teknis dan sistem sudah tinggal sesuaikan saja. Semuanya telah terpasang kok,” ucapnya.

Bersamaan, Vice President Coorporate Communication PT KCI, Anne Purba mengatakan, untuk kawasan Tangerang-Duri pihaknya belum memastikan rangkaian kereta di kawasan itu bertambah. “Sepertinya belum, kita harus menunggu kesiapan peron dulu,” kata Anne.

Anne mengakui sekalipun saat ini hampir setiap stasiun telah selesai melakukan perpanjangan peron. Namun untuk uji cobanya masih belum dilakukan. Kini di jalur itu, rangkaian kereta masih menggunakan stamformasi 8 dan 10.

Kondisi di Tangerang sendiri sangat berbeda dengan jalur lainnya, seperti ke Rangkas Bitung, Bogor, dan Bekasi. Di jalur itu standformasi 12 sudah dilakukan membantu standformasi 8 yang sesekali beroperasi.

“Selain pertimbangan peron, kami juga pertimbangkan daya angkut penumpang. Kalo penumpangnya banyak, maka gerbongnya harus di tambah,” ucapnya.

(mhd)