Dishub DKI Akan Tutup Seluruh Perlintasan Sebidang Secara Bertahap

loading…

JAKARTA – Dinas Perhubungan DKI Jakarta, berencana menutup sebanyak 20 perlintasan sebidang kereta api yang tersebar di wilayah DKI Jakarta. Penutupan perlintasan sebidang ini sudah direncanakan sejak tahun 2017, namun tak kunjung dituntaskan.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan penutupan perlintasan sebidang secara bertahap.

“Perlintasan sebidang di kawasan tertentu akan ditutup bila sudah ada fasilitas pengganti berupa jembatan penyeberangan orang (JPO) yang dibangun disekitar lokasi perlintasan sebidang,” ujar Sigit Widjatmoko, di Balai Kota, Selasa (14/5/2019)

Baca Juga:

Sigit melanjutkan, pihaknya tidak akan semena-mena melakukan penutupan perlintasan sebidang tanpa adanya fasilitas pengganti bagi masyarakat yang ingin berlalu lalang.

“Kita bicara tahun 2019 ini akan ada pembangunan fly over di Tanjung Barat sama Pasar Minggu dengan ada fly over itu tentu ada penutupan lagi,” kata Sigit.

Terkait penutupan dua perlintasan sebidang di Jakarta Timur yakni di kawasan pasar Enjo dan Cakung pada Sabtu 11 Mei 2019, bukan termasuk dari perlintasan sebidang yang hendak dibangun JPO. (Baca: Alasan Keamanan, Daop 1 Dukung Penutupan Perlintasan Sebidang)

“Tapi kalau kita bicara yang terakhir kemarin bonus sebenarnya. Pasar Enjo dan Cakung di luar itu (di luar daftar 20 perlintasan yang ditutup). akan di bangun JPO. kita kemarin di urusan management rekayasa lalu lintasnya. Kita supportnya disitu,” tuturnya.

Sejauh ini kata sigit pihaknya sudah menutup 14 perlintasan sebidang yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta, Berikut datanya:

1. Rawa Buaya I Lintas Duri-Tangerang

2. Rawa Buaya II Lintas Duri-Tangerang.

3. Jalan Letjend Suprapto Jalur lingkar Jakarta

4. Jalan Kramat Bunder Jalur Lingkar Jakarta

5. Lapangan Roos I Lintas Manggaral-Bogor

6. Jalan Lapangan Roos II Lintas Manggarai-Bogor

7. Jalan TB Simatupang, lintas Manggarai-Bogor

8. Pondok Kopi/Penggilingan. lintas Manggarai Bekasi

9. Jalan Pejompongan I, lintas Tanah Abang-Seropong

10. Jalan Pasar Minggu, lintas Manggarai-Bogor

11. Jalan Bandengan Utara Jalur lingkar Jakarta

12. Jalan KH. Hasyim Ashari, Jalur Lingkar Jakarta

13. Jalan Bandengan Selatan, Jalur lingkar Jakarta

14. Jalan Angkasa. Jalur lingkar Jakarta.

Sementara itu, kata Sigit perlintasan sebidang yang batal ditutup, yakni terdapat di Jalan Pejompongan 2, Lintas Tanah Abang Serpong dan Karet Bivak.

“Dua Perlintasan ini batal di tutup karena jalur alternatifnya tidak ada dan arus lalu lintas sangat tinggi,” ungkap Sigit.

Sampai dengan saat ini masih tersisa empat perlintasan yang belum bisa ditutup oleh Dishub, karena terkendala arus lalulintas dan pembangunan berbagai infrastruktur. Berikut daftarnya:

1. Jalan Pramuka 1. Jalur lingkar Jakarta

2. Jalan Pramuka 2. Jalur lingakar Jakarta

3. Jalan Tubagus Angke. Jalur lingkar Jakarta

4. Jalan Taman Makam Pahlawan Kalibata. Lintas Manggarai-Bogor

(ysw)