Operasi Pekat, Petugas Sita Ribuan Miras di Penjaringan

loading…

Dalam operasi ini, petugas menyita 2.400 botol miras dari sebuah gudang dan sejumlah warung sisi rel kereta, di kawasan Petak Asem, Jalan Ekor Kuning, Kelurahan Penjaringan, Selasa (14/5/2019). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Selama bulan Ramadhan, tiga pilar Kecamatan Penjaringan melakukan operasi Pekat. Hasilnya ribuan miras disita sejumlah petugas dari sejumlah warung dan gudang di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Camat Penjaringan, Muhammad Andri mengatakan, operasi pekat digelar dalam menegakkan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Ketertiban Umum. Termasuk menjaga kesucian selama Ramadhan 1440 Hijriah atau 2019.

“Malam tadi kami bersama Tiga Pilar menggelar operasi Pekat dalam rangka Cipta Kondisi di bulan suci Ramadhan,” kata Andri kepada wartawan, Selasa (14/5/2019).

Baca Juga:

Dalam operasi ini, dijelaskannya petugas menyita sekitar 200 dus atau 2.400 botol miras dari sebuah gudang dan sejumlah warung sisi rel kereta, di kawasan Petak Asem, Jalan Ekor Kuning, Kelurahan Penjaringan, Penjaringan.

Serta lima orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), yang terdiri tiga wanita dan dua pria. Kelimanya digelandang ke Panti Sosial milik Dinas Sosial DKI Jakarta guna dilakukan assessment atau pendataan.
“Paling banyak kita sita miras dari gudang. Pemilik tidak mampu menunjukkan izin edar miras di lokasi tersebut,” jelasnya.

Andri mengimbau, masyarakat menjaga kesucian Ramadhan dengan menaati peraturan ketertiban umum. Pihaknya akan terus melakukan pengawasan jika masih terdapat kegiatan yang dianggap melanggar ketertiban umum.

“Tadi kami juga bersosialisasi kepada masyarakat dan para pedagang agar tetap menghormati bulan Ramadhan. Tidak menjual miras dan berkegiatan yang melanggar ketertiban umum,” tutupnya.

(ysw)