Berlakukan Tarif Normal, Jumlah Penumpang MRT Masih Penuhi Target

loading…

JAKARTA – PT MRT Jakarta telah memberlakukan tarif normal sejak Senin (13/5/2019), kemarin. Pemberlakuan tarif normal tersebut memengaruhi jumlah penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) tersebut.

Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamaludin mengatakan, bahwa dihari pertama pemberlakuan tarif normal pada MRT, jumlah penumpang masih berada di atas target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta.

“Penumpang yang menggunakan layanan MRT kemarin berjumlah 77.696 penumpang, ini masih di bawah rata-rata penumpang selama tarif diskon diberlakukan,” ujar Muhammad Kamaluddin, saat dihubungi SINDOnews, Selasa (14/5/2019).

Baca Juga:

Berdasarkan data PT MRT Jakarta, jumlah rata-rata penumpang MRT pada 2-28 April 2019 mencapai 82.615 penumpang. Setiap harinya, jumlah penumpang berkisar diangka 68.841 penumpang hingga 116.740 penumpang. (Baca: Tarif Berlaku Normal, Pengguna Mulai Berpikir Ulang Gunakan MRT)

Sebelumnya diberitakan, PT MRT mulai memberlakukan tarif normal untuk layanan MRT sejak Senin 13 Mei 2019 kemarin. Sejumlah penumpang ada yang merasa keberatan dengan tarif normal karena dirasa memberatkan.

“Saya jadi mikir-mikir lagi untuk naik MRT, saya sangat antusiasme adanya MRT. Saya sehari-hari naik dari Lebak Bulus untuk ke kantor di Sudirman, dengan tarif normal saat ini ya agak berat juga,” ujar Silvia salah satu pengguna MRT saat diwawancarai di Stasiun MRT Bundaran HI, kemarin.

Silvia mengungkapkan, menurut kajian dari Lembaga Konsumen Indonesia tarif normal di angka Rp8.500 itu sudah cukup dan menguntungkan bagi para pihak.”Setahu saya sih, kajian LKI itu Rp8.500 itu sudah normal dan Pemrov DKI sudah dapat untung, terus tiba-tiba harganya jadi Rp14.000 sih lumayan banget untuk para pekerja gitu,” ungkapnya.

(ysw)