Ratusan Orang Gangguan Jiwa di Panti Laras Grogol Ikut Pencoblosan

loading…

Ilustrasi, penderita gangguan jiwa di Yayasan Galuh Kota Bekasi sedang menggunakan hak pilihnya, Rabu (17/4/2019). Foto/SINDOnews/Ramadhan Saputra

JAKARTA – Ratusan orang dengan ganguan jiwa (ODGJ) ikut mencoblos di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 3, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (17/4/2019). Mereka mencoblos usai melakukan serangkaian tes kejiwaan.

Satuan Pelaksana Pembinaan Sosial Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 3, Budiman AS mengatakan, dari total warga binaan 537 orang, yang lolos seleksi KPU (Komisi Pemilihan Umum) ada 466 orang.

“Saya enggak tahu alasannya apa, mungkin yang tidak terpilih penguasaan emosional dan kejiwannya masih kurang stabil, atau kurang mengerti saat proses simulasi,” ujarnya di lokasi, Rabu (17/4/2019).

Baca Juga:

Selain itu, pemilih ODGJ juga harus bisa memberikan informasi, menerima informasi, melaksanakan perintah, dan menerima perintah.

“Mereka juga tahu siapa presidennya, karena ada sosialisasi beberapa kali dari KPU. Sebelum pemilihan telah di arahkan, tapi kalau pilihan tergantung mereka. Jadi secara teknis saja simulasinya,” tuturnya.

Pantauan di lokasi, beberapa petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengarahkan saat mereka ingin memasukkan empat lembar surat suara ke kotak yang di tentukan. Namun saat proses pencoblosan, warga binaan melakukannya sendiri, waktunya pun agak lama, sekitar dua menit.

“Bajunya kami bedakan, di TPS 022 bajunya ungu, di TPS 128 pakai baju hijau, TPS 126 pakai baju ping, dan TPS 127 baju orange biar enggak bingung mereka. Jadi ada empat TPS di sini, khusus panti sosial enggak digabung warga lain,” jelasnya.

Ketua KPPS 1, Sunyoto mengatakan dalam proses pemilihan pihaknya tak membedakan dengan warga lainnya. Empat TPS kemudian ditutup jam 1 siang. “Untuk saat ini proses pemilihan lancar, tidak ada masalah. Di TPS 022 kurang lebih ada 112 pemilihan,” tutupnya.

(ysw)