Ratusan Warga Binaan di Rutan Depok Terancam Tak Bisa Nyoblos

loading…

DEPOK – Ratusan warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Depok terancam tidak bisa mencoblos. Pasalnya, ratusan warga binaan itu tidak teridentifikasi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok.

“Ada sekitar 510 warga binaan yang terancam tidak bisa memilih,” kata Kepala Rutan Depok Bawono Ika Sutomo, Selasa (16/4/2019.

Saat ini, kata dia, Rutan Depok masih berupaya mencari jalan agar ratusan warga tersebut bisa tetap menggunakan hak pilihnya. Pihaknya sudah mengirim data ke KPU Jawa Barat.

Baca Juga:

“Ini masih kami perjuangkan agar mereka bisa mendapat hak suara. Kita sudah kirim data ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) Provinsi Jabar,” katanya.

Jumlah warga binaan yang terdata di rutan sebanyak 1.308 untuk menggunakan hak politiknya. Rutan Depok akan menyiapkan enam Tempat Pemungutan Suara (TPS). Selain napi, ada sekitar 89 petugas sipir yang juga bakal menggunakan hak pilihnya. Bahkan, pencoblosan di rutan juga dijaga aparat gabungan dari TNI-Polri.

“Yang jelas kami netral ya, kami juga sudah berkoordinasi dengan aparat setempat baik dari Polri dan TNI, terkait dengan persiapan pengamanan besok. Walau kita lokasinya ada di dalam rutan didalam tembok tapi tetap mobilitas keamanan kami jaga,” pungkasnya.

(mhd)