DPT Pemilu Capai 3,5 Juta Orang, 5.000 Personel TNI/Polri Jaga TPS di Bogor

loading…

Sebanyak 5.000 personel TNI/Polri melakukan apel pengamanan TPS di Kabupaten Bogor.Foto/SINDOnews/Haryudi

BOGOR – Dua hari menjelang Pemilu 2019, sebanyak 5.000 personel gabungan TNI-Polri mulai dikerahkan dalam rangka pengamanan di 15.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 40 Kecamatan, Kabupaten Bogor. Sebanyak, 3,5 juta warga Kabupaten Bogor masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky Pastika Gading mengatakan, sebanyak 5.000 personel itu cukup ideal, jika melihat jumlah DPT Kabupaten Bogor mencapai 3,5 juta orang.”Kita sudah persiapkan personel sejak lama, dan hari ini mulai disebar untuk pengamanan TPS yang jumlahnya hampir 5000 personil gabungan TNI-Polri, termasuk bantuan dari Kodam III Siliwangi, Polda Jawa Barat, Mabes TNI dan Mabes Polri, untuk mem-backup pengamanan di desa-desa,” kata Dicky usai apel pergeseran pasukan pengamanan Pemilu 2019, Senin (15/04/2019).

Dia menambahkan, pengamanan tersebut juga pihaknya juga dibantu bersama 30 ribu anggota linmas dan Satpol PP yang ada ditingkat kecamatan maupun desa.”Hari ini pengerahan pasukan ke kecamatan dan desa, sehingga besok mereka sudah bisa mengawal distribusi logistik,” katanya.

Baca Juga:

Terkait kerawanan terjadinya potensi konflik, Dicky mengaku sudah memetakan dan itu daerah yang memang memiliki sejarah atau pengalaman dalam setiap pemilu, baik Pilkada maupun Pilpres/Pileg.”Kita sudah memiliki data jumlahnya di bawah 20 TPS, dengan pertimbangan sejarah konflik dan jarak yang jauh sulit terjangkau baik untuk kordinasi maupun komunikasi, di antaranya Nanggung, Cigudeg dan Sukamakmur masih beberapa titik tak terjangkau alat komunikasi,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0621/Kabupaten Bogor, Letkol Inf Harry Eko mengatakan sejak 13 April pihaknya sudah melakukan pengamanan. “Sesuai arahan Pangdam Siliwangi hari ini ada dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Batalyon Infanteri 315 dan 310 untuk membackup ke titik yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya mengaku semua daerah di wilayah Kabupaten Bogor sifat tingkat kerawanan sama. “Kita tak bisa memprediksi satu daerah itu lebih rawan daripada yang lain, kita tetap mengerahkan kekuatan yang maksimal,” katanya.

Sekadar diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor telah menetapkan DPT sebanyak 3.494.743 berdasarkan rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) ketiga. Adapun rinciannya, pemilih laki-laki berjumlah 1.788.899 dan pemilih perempuan 1.705.844 yang tersebar di 40 Kecamatan, 435 Desa/Kelurahan dengan total 15.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Kita menetapkan DPTHP ketiga menjadi 3.494.743 dengan jumlah TPS 15.000 pas,” kata Ketua KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni. Jumlah DPT tersebut seiring adanya penetapan Daftar Pemilih Khusus (DPK) menjadi DPT berdasarkan rekomendasi Bawaslu Kabupaten Bogor Nomor 092/K.Bawaslu.JB.04/PM.00.00/IV/2019 tanggal 02 April 2019 tentang rekomendasi.

“Jadi terdapat penambahan pemilih baru sebanyak 35.092 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 18.067 pemilih dan perempuan berjumlah 17.025 pemilih tersebar di sembilan kecamatan, 17 Desa/Kelurahan,” ucapnya.

(whb)