Bangun Smart Village, Pemkab Bogor dan IPB Jalin Kerja Sama

loading…

Bupati Bogor, Ade Yasin dan Rektor IPB, Arif Satria melakukan MoU membangun Kabupaten Bogor melalui konsep smart village.Foto/SINDOnews/Haryudi

BOGOR – Pemkab Bogor bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) menjalin kerja sama dalam membangun Kabupaten Bogor melalui konsep smart village atau desa cerdas. Kesepakatan tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani langsung Rektor IPB, Arif Satria dengan Bupati Bogor, Ade Yasin di Cibinong.

Ruang lingkup kesepakatan kerja sama dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) itu meliputi pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, keinginannya terkait konsep Pancakarsa di masa kepemimpinannya lima tahun ke depan bisa terealisasi dan membutuhkan sinergi serta kolaborasi, terutama dengan akademisi.

“Untuk itu kami lakukan kerja sama dengan IPB. Kami ingin membangun masa depan Kabupaten Bogor dengan Pancakarsa yakni Karsa Bogor Membangun, Karsa Bogor Sehat, Karsa Bogor Cerdas, Karsa Bogor Maju dan Karsa Bogor Berkeadaban,” kata Ade pada Kamis (14/3/2019).

Baca Juga:

Dalam kesempatan itu juga, Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IPB, Sofyan Sjaf secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Tim Fasilitator Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) Kabupaten Bogor yang beranggotakan perwakilan akademisi, perusahaan dan pemerintah.

Menurut Sofyan Sjaf, membangun kabupaten butuh dukungan multi pihak, jadi agenda yang harus dilakukan adalah agenda kolaboratif. “Nah untuk mewujudkan panca karsa yang sesuai dengan visi misi Pemkab dibutuhkan keterlibatan banyak pihak serta butuh budget pendanaan yang tidak sedikit. Maka dari itu TJSL dihadirkan untuk membantu kerja pemerintah daerah terutama untuk kolaborasi dengan korporasi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, tak sedikit perusahaan hadir tanpa melakukan TJSL, padahal tahun lalu sebetulnya sudah diatur. Dahulu tim pengurus didominasi oleh pemerintah daerah. Kali ini ada warna kolaboratif, ada keterwakilan akademisi, pengusaha dan aktivis. Tim internal TJSL ini betul-betul akan membangun stakeholder.

“Kami akan segera berdiskusi di internal kami. Di TJSL ada dua konten big project yang disesuaikan dengan visi misi yang sesuai dengan panca karsa dan akan dikawinkan dengan proses yang ada di perusahaan. Perusahaan bisa men-support. Kedua local project terkait desa lingkar perusahaan, apa yang bisa dilakukan perusahaan terhadap desa-desa di lingkar perusahaan tersebut,” paparnya.

Terkait Kabupaten Bogor yang ingin membangun dengan konsep smart village, kata dia, itu merupakan usulan IPB dan sudah ada contohnya di Kelurahan Sukadamai. ” Ya, smart village untuk Kabupaten Bogor ini, sebetulnya IPB yang memberi inisiatif. Saya ingin menggandeng semua pihak, ayo kita sama-sama bekerja sama, selain itu kita harus sepakat dan mengubah mindset bahwa TJSL tidak memiliki rekening, tidak ada anggaran, kami sebagai lembaga bertugas menghimpun, mensinergikan program-program pemerintah dengan perusahaan juga community,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Kerjasama dan Hubungan Alumni IPB, Heti Mulyati menyampaikan kerja sama ini juga merupakan perpanjangan MoU yang sudah ada. “Sebelumnya sudah ada dua kali pertemuan antara IPB dan Pemkab Bogor. Pada pertemuan yang lalu Bupati dan Kepala Bappeda memaparkan visi misi dan meminta IPB dalam mendampingi Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Kerja sama ini dalam bidang pendidikan penelitian pengabdian kepada masyarakat, fokus utama pada smart village, kerja sama lainnya adalah program ekowisata, juga perlindungan anak. Kerja sama juga dilakukan terkait konsep agro maritim, desa tumbuh sesuai potensi dan digitalisasi. Desa dibangun dengan data-data yang presisi, lebih baik dan terintegrasi informasi yang terintegrasi.

“Saya berharap dengan kerja sama ini IPB dapat berperan lebih banyak, Kabupaten Bogor juga merupakan rumah IPB, merupakan kabupaten terluas di Jawa Barat dengan jumlah penduduk yang banyak dan masih banyak masalah yang berkaitan dengan pertanian yang membutuhkan solusi bersama,” ucapnya.

(whb)