Proyek MRT Akan Lanjut Fase II Setelah Lebak Bulus-HI Resmi Beroperasi

loading…

Masyarakat saat menjajal kereta MRT di Stasiun Lebak BUlus, Jakarta Selatan. Foto: dok/SINDOphoto

JAKARTA – Proyek pembangunan Moda Transportasi Massal berbasis rel atau Moda Raya Terpadu (MRT) fase II (Bundaran HI-Kota) akan dilanjutkan setelah Fase I (Lebak Bulus-Bundaran HI) resmi beroperasi akhir Maret ini. Depo fase II antara Ancol Barat dan Ancol Timur masih dalam proses pengkajian.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin mengatakan, ujicoba MRT fase I untuk masyarakat umum berjalan normal dan hampir tidak ada kendala. Dia berharap operasi resmi MRT berjalan sesuai jadwal yang ditargetkan pada akhir Maret ini.

“Kemungkinan groundbreaking fase II dengan pembangunan Gardu Listrik bawah tanah di Monas dilakukan setelah MRT fase I resmi beroperasi,” kata Kamaludin saat dihubungi, Rabu (13/3/2019). (Baca: MRT Lebak Bulus Akan Diperpanjang ke Pondok Cabe)

Baca Juga:

Kamaludin menjelaskan, untuk melakukan groundbreaking di kawasan Monas tentunya harus ada izin dari Kementrian Sekertaris Negara (Kemensesneg) lantaran kawasan tersebut merupakan objek vital. Menurutnya, proses adminsitrasi perizinan tersebut sudah lengkap dan tinggal menunggu persetujuan saja. (Baca juga: Moda Transportasi MRT Akan Dinaiki 285.600 Penumpang)

Dalam penetapan lokasi yang diputuskan dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur, lanjut Kamal, MRT fase II akan dibangun terlebih dahulu dari Bundaran HI ke Kota. Kemudian baru dilanjutkan ke Depo yang saat ini masih dalam proses kajian studi. Dimana, ada dua pilihan antara Ancol Barat atau Ancol Timur, Jakarta Utara.

“Depo di Ancol Timur atau Barat itu lebih panjang dari Depo yang direncanakan sejak awal di Kampung Bandan. Nah, makanya kita kerjakan ke Kota dulu sambil menyelesaikan kajian studinya,” pungkasnya.

(ysw)