Idap Rubella, Bayi Altha asal Cikarang Butuh Bantuan Biaya Pengobatan

loading…

Bayi Althafarizqi Akram (1) terbaring lemah karena menderita Rubella dan saat ini membutuhkan biaya pengobatan.Foto/Istimewa

BEKASI – Seorang balita bernama Althafarizqi Akram (1 tahun) terbaring lemah di RS lantaran didiagonasa menderita Rubella. Bayi yang akrab disapa Altha ini membutuhkan donasi masyarakat lantaran ketiadaan biaya sang orang tua untuk biaya perawatan sang buah hati.

Orang tua Altha, Sandi mengatakan, mulanya Altha lahir dalam keadaan normal tanpa ada tanda-tanda cacat fisik. Perubahan terjadi setelah satu minggu kelahiran, Sandi melihat ada yang aneh di mata sang buah hati.

“Ada tanda putih-putih bulat kecil di mata kanan. Selang sepekan kemudian ada tanda serupa di mata kiri,” kata Sandi dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews pada Senin (11/2/2019).

Baca Juga:

Pada usia 1 bulan, Sandi pun membawa Altha ke salah satu RS di Cikarang, Kabupaten Bekasi untuk dilakukan pemeriksaan. Hasilnya pemeriksaan laboratorium pun membuat pria yang bekerja sebagai buruh ini terkejut.

“Dokter menyatakan dari hasil laboratorium Altha mengidap Rubela yang menyerang telinga, mata, kepala dan jantung,” ujar pria yang tinggal di Perumahan Bumi Citra Lestari, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi ini.

Menurut Sandi, Altha telah melakukan pemeriksaan jantung melalui cek echo, dan hanya dinyatakan ada penyempitan jantung. Begitu pun saat dilakukan CT scan kepala, menurut dokter Neuro ada pengapuran di kepala Altha.

“Pendengaran Altha pun mengalami gangguan. Dan Altha terkena gizi buruk umur 1 tahun 1 bulan berat badan Altha baru 6,4 kg,” ujarnya. Sandi menuturkan, untuk pengobatan Altha hanya mengandalkan BPJS, namun untuk beberapa pengobatan misalnya alat bantu kesehatan tidak bisa tercover oleh BPJS.

“Dan saat ini anak saya sedang membutuhkan sepasang alat bantu pendengaran yang nominal harganya bagi keluarga sangatlah tinggi dan mustahil bisa dipenuhi sendiri. Namun anak kami sangat membutuhkannya dengan harapan Altha dapat mendengar dengan menggunakan alat bantu tersebut,” tuturnya.

Sandi mengaku selain bekerja sebagai buruh pabrik, saat ini dirinya di waktu kosong berjualan manisan kolang-kaling untuk membantu ongkos berobat ke Jakarta.”Butuh waktu panjang dan biaya yang tidak sedikit untuk penyembuhan ini. Saya berharap ada bantuan dari pemerintah daerah ataupun masyarakat untuk kesembuhan buah hati saya,” ucapnya.

(whb)