Apa yang Dinanti Warga Jakarta?

loading…

Apa yang Dinanti Warga Jakarta?. (Dok. SINDOnews).

JAKARTA sebagai kota metropolitan terkenal dengan kemacetannya. “Bisa tua di jalan deh,” begitulah hal yang sering terlontar dari pengendara di Jakarta.

Banyak reaksi pengendara ketika kemacetan melanda. Ada yang dapat diacungi jempol karena menaati rambu lalu lintas. Ada juga yang membuat bergidik karena terus menerus membunyikan klakson supaya cepat sampai tujuan sehingga membuat bising suasana sekitar.

Indonesia khususnya Jakarta, tengah berbenah dalam pembangunan infrastruktur. Adanya kereta rel listrik (KRL), Transjakarta, pembangunan moda transportasi lainnya seperti light rail transit (LRT), mass rapid transit (MRT) dapat mendorong masyarakat beralih dari pengguna kendaraan pribadi menjadi pengguna kendaraan umum sehingga dapat mengurangi tingkat kemacetan di Ibu Kota.

Baca Juga:

Dalam waktu dekat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuka moda transportasi MRT yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat. Rencana pembangunan MRT di Jakarta sudah dirintis sejak 1895. Namun, pada 2005 Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa proyek MRT Jakarta merupakan proyek nasional.

Dari situlah pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai bergerak dan saling berbagi tanggung jawab. Moda transportasi yang dibangun pada Oktober 2013 ini direncanakan selesai pada 2018. Keberadaannya diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan di Ibu Kota.

Pemerintah juga berharap masyarakat dapat beralih dengan menggunakan kendaraan umum dalam kesehariannya. MRT Jakarta Fase 1 koridor Selatan-Utara (Lebak Bulus-Bundaran HI) secara keseluruhan progres konstruksi sudah mencapai 98,59% per 25 Januari 2018.

Adapun kesiapan operasi dan pemeliharaan yang meliputi institusi (peraturan dan standar prosedur operasi) dan sumber daya manusia (rekrutmen dan pelatihan) sudah mencapai 86,43%.

Terdapat 13 stasiun yang akan dilalui MRT Jakarta Fase 1, yakni terdiri dari tujuh stasiun layang yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Dan enam stasiun bawah tanah lainnya, seperti Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.

Jika sudah beroperasi, MRT Jakarta akan beroperasi pada pukul 05.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Kecepatan MRT Jakarta ketika berada di jalur bawah tanah sekitar 80 kilometer dan sekitar 50-60 kilometer ketika berada di jalur layang. Mengenai tarif perjalanan diperkirakan sebesar Rp8.500 per 10 km.

Namun, besaran tarif resminya akan diumumkan pada Februari 2019 oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tarif tersebut tidak mencakup perjalanan penuh sekitar 16 km dari Lebak Bulus ke Bundaran HI yang memakan waktu tempuh sekitar 30 menit.

MRT Jakarta akan beroperasi komersial pada minggu ketiga bulan Maret 2019. MRT Jakarta Fase 1 menyediakan 16 kereta dengan 14 kereta yang akan beroperasi dan 2 kereta cadangan. Masing-masing kereta memiliki 6 gerbong. Tiap kereta dapat menampung sekitar 1.900 penumpang pada jam sibuk.

Untuk tempat duduknya disediakan 54 kursi setiap gerbongnya, 12 di antaranya merupakan kursi prioritas. Kereta akan datang setiap 10 menit sekali khusus hari kerja dan jam sibuk. Untuk bukan hari sibuk, kereta akan datang setiap 5 menit sekali.

MRT Jakarta fase II sedang mengalami proses ground breaking atau peletakan batu pertama. MRT Fase II rencananya memiliki rute dari Bundara HI hingga Jakarta Kota dari yang sebelumnya Bundaran HI menuju Kampung Bandan.

Fase II akan memiliki delapan stasiun yang meliputi Stasiun Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota, dan Kampung Bandan. Pemerintah Provinsi DKI mengundang beberapa influencer untuk mengunjungi MRT pada Selasa, 29 Januari 2019.

Tujuannya untuk menyampaikan informasi seluasluasnya mengenai progres kesiapan stasiun dan kereta Ratangga MRT Jakarta. Penyiar Radio Fajar Ibel yang juga merupakan rapper ini merupakan salah satu influencer yang diundang untuk mengetahui progres kesiapan MRT Jakarta.

“MRT menurut gue, asli enak banget hahaha.Gue senorak itu karena senang banget akhirnya Jakarta ada MRT kayak di luar-luar. Apalagi gue tipe yang kalau liburan naik MRT, jarang banget naik transportasi lain dan cuma 40-45 menit saja kurang lebih dari Stasiun Bundaran HI sampai Stasiun Lebak Bulus,” kata musisi yang akan mengeluarkan single Sabi akhir Februari nanti.

Berbeda dengan Ibel, Kemal Krisna, seorang videografer di team Calvin Jeremy berharap masing-masing individu mau menjaga fasilitas umum bersama. “Nah, kalau untuk masalah dijaga oleh pengguna nih, gue sangat peduli banget sih.

Harapan gue untuk MRT itu, nantinya saat sudah bisa digunakan untuk publik, setiap individu bisa menjaga MRT supaya tetap bersih, tetap nyaman. Karena, kita gak bisa sih menggembar-gemborkan “Ayo jaga MRT, jangan rusak MRT”,” katanya.

“Yang bisa kita lakukan adalah kita mulai dari kita sendiri dulu. Jaga kebersihan di MRT, enggak corat-coret. Vandalisme gitu tuh harus dimulai dari diri sendiri sih. Gue berharap jadi orang-orang akan lebih kesadarannya untuk MRT tinggi. Sehingga tetap menjadi moda transportasi yang bersih nyaman dan bisa dinikmati oleh semua kalangan,” ia menambahkan.

NUR KAMILAH
GEN SINDO-Universitas Negeri Jakarta

(nfl)