Ancam Bunuh Petugas Dishub, Lima Preman Kampung Menangis di Sel

loading…

Petugas Polsek Kembangan memperlihatkan lima preman yang mengancam membunuh anggota Dishub di Joglo, Jakarta Barat.Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Lima preman kampung, satu diantaranya wanita tak mampu menahan malu. Mereka hanya tertunduk lesu usai polisi memarken keenamnya di hadapan media.

Sembari menutupi wajahnya yang lembab, tangisan air mata bercucur dari kelimanya. “Mereka terbukti melakukan intimidasi kepada petugas Dishub saat bekerja,” ungkap Kapolsek Kembangan, Kompol Joko Handono di Polsek Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (8/2/2019).

Sebelumnya seorang petugas Sudinhubtrans Jakarta Barat diintimidasi oleh kelompok preman saat melakukan pengaturan lalu lintas di kawasan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu, 3 Februari 2019 lalu. Selain mengganggu pekerjaan, satu pelaku juga diketahui mengancam akan membunuh petugas itu.

Baca Juga:

“Para pelaku, lanjut Joko, sengaja melakukan pengancam lantaran dipengaruhi miras oplosan. Awalnya ditegur karena menerobos lampu merah. Tapi para pelaku balik lagi membawa teman temannya dan mengancam, satu pelaku kemudian mengatakan ‘Gue orang sini, gue matiin lu’,” kata Joko.

Peristiwa ancaman itu seketika viral di media sosial. Sejumlah warga kemudian mempostingnya. Polisi melakukan penelusuran terhadap pelaku dengan memeriksa saksi dan korban.

Hasilnya, setelah menyelidiki seharian, enam pelaku, yakni YP (23), AP (38), BK (31), A (28), dan seorang wanita FN (29), terbukti melakukan intimidasi. Kelimanya diciduk terpisah di sejumlah tempat di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. “Kami kemudian mengerucutkan kasus ini. Hasilnya YP diduga kuat menjadi otak kejadian ini,” lanjut Joko.

Kanit Reskrim Polsek Kembangan, Iptu Dimitri Mahendra menambahkan, dari penyidikan sementara, para pelaku mengakui aksi melawan petugas karena dipengaruhi miras oplosan. Kala itu keenamnya hendak pergi ke konser dangdut, mereka kemudian berjalan beriringan dan mengganggu pejalan kaki dan pengguna jalan yang lain.

Selain terbukti mengonsumsi alkohol, para pelaku juga terbukti mengisap ganja, hal itu terbukti setelah hasil tes urine menunjukan kelimanya positif mengandung cannabies sativa. Kini akibat perbuatnnya, YP terancam hukuman maksimal lima tahun lantaran dianggap melanggar Pasal 335 dan Pasal 212 KUHP tentang Mengancam dan Melakukan Kekerasan terhadap Petugas.
Sementara empat pelaku lainnya langsung menjalani rehabilitasi lantaran konsumsi ganja.

(whb)