Polisi Bongkar Jaringan Curanmor yang Kerap Beraksi di Minimarket

loading…

Pelaku curanmor dibekuk polisi. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Polres Jakarta Selatan meringkus tujuh pelaku pencurian kendaraan bermotor. Pelaku kerap menyasar kendaraan yang terparkir di minimarket yang ada di sekitar Jakarta Selatan.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar mengatakan, pelaku ditangkap setelah identitas pelaku berhasil diketahui usai melakukan penyelidikan dari hasil kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang ada di sebuah minimarket di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan.

“Pertama kami menangkap dua pelaku HI dan N, mereka berdua bertugas sebagai pemetik atau eksekutor yang mengambil sepeda motor,” kata Indra di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Dia menegaskan, dari keterangan keduanya, petugas menangkap pimpinan dari kelompok ini yaitu HS alias B yang memfasilitasi keduanya dan menampung kendaraan hasil curian.

“Dia ini kaptennya, dari dia kemudian motor curian langsung diserahkan ke tiga orang joki yaitu H, AR dan B,” ucap Indra.

Motor hasil curian kemudian dibawa ke Karawang, Jawa Barat, untuk dijual di wilayah tersebut seharga Rp3 Juta.

Di Karawang, pihaknya juga menangkap seorang penadah yang berinisial M. Dari tangan M, kemudian sepeda motor dijual kepada masyarakat dengan harga Rp4-5 juta.

“Jadi kelompok ini sudah sangat profesional, karena jaringan mereka sudah sangat kuat sehingga barang hasil curian juga sudah ada yang menampung,” jelasnya.

Pelaku melakukan aksinya juga masih dengan cara yang lama. Pemetiknya yaitu HI dan N mencari sasaran di Jakarta Selatan menggunakan sepeda motor. Bila ada sasaran maka mereka akan berpura-pura memarkirkan kendaraannya di samping motor target.

“Salah satu dari mereka turun dan langsung beraksi menggunakan kunci leter T,” tegasnya.

setelah itu keduanya kabur dan langsung menyerahkan sepeda motor joki yang telah disiapkan di suatu tempat. Dalam sehari mereka bisa mencuri sebanyak lima unit motor.

AR salah satu joki yang membawa motor mengaku, sekali jalan dirinya mendapat uang Rp500.000. Menurutnya dia langsung membawa sepeda motor tersebut kepada N.

“Jadi saya langsung janjian disatu tempat terus langsung bawa ke Karawang,” ujarnya. Dia juga mengakui dalam seminggu bisa membawa empat hingga lima sepeda motor.

(mhd)