93 Keluarga Korban Jatuhnya Lion Air Ikut Pendampingan Psikologis

loading…

Sebanyak 93 keluarga korban jatuhnya Pesawat Lion Air mengikuti pendampingan psikologi dari RS Polri. FOTO/SINDOphoto

JAKARTA – RS Polri mengerahkan puluhan psikolog dari berbagai universitas, TNI, dan Polri untuk melakukan pendampingan kejiwaan kepada keluarga penumpang pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Kabid Operasi Tim DVI RS Polri Kombes Pol Lisda Cancer mengatakan, pada Sabtu (3/11/2018) ini, ada tambahan 24 keluarga yang dilakukan pendampingan psikologis di Posko Keluarga RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Pendampingan psikologis itu dilakukan untuk memulihkan kondisi mental keluarga penumpang yang kehilangan anggota keluarganya.

“Untuk pendampingan psikologi sudah ada 93 keluarga yang diberikan pendampingan oleh tim psikolog. Kemarin kan ada 69 keluarga,” Kata Lisda kepada wartawan, Sabtu (3/11/2018).

Namun, dia tak merinci tentang teknis pendampingan psikologis kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air. Pendampingan psikologis itu dilakukan oleh Tim Psikolog di RS Polri sejak Senin (29/10/2018) hingga saat ini.

Kepala Analisis Kebijakan Devisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Slamet Pribadi sebelumnya menerangkan, pendampingan psikologis itu penting dilakukan bagi keluarga penumpang Lion Air yang secara mental masih merasakan kehilangan mendalam.

Tak sedikit keluarga yang sampai sakit dan kelelahan karena memikirkan anggota keluarga yang belum teridentifikasi itu. Selain pendampingan psikoligis, ada juga trauma healing, dan juga siraman rohani.

“Pendampingan dilakukan karena ada yang sampai di-opname karena sakit,” katanya. (Baca juga: Belasan Keluarga Korban Lion Air Kembali Jalani Pendampingan Psikologi)

(amm)