KNKT Sebut Data FDR Pesawat Lion Air JT-610 Masih Proses Verifikasi

loading…

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, setelah pihaknya melakukan pengunduhan data-data dari FDR, saat ini masih dalam proses verifikasi, Senin (5/10/2018). Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja.

Setelah suskses mengunduh data yang ada di dalam Flight Data Recorder (FDR), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan verifikasi. KNKT berharap black box berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) juga bisa ditemukan untuk menganalisa seluruh data secara utuh.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, setelah pihaknya melakukan pengunduhan data-data dari FDR, saat ini masih dalam proses verifikasi. Soerjanto mengatakan, KNKT akan menganalisa data-data tersebut setelah data yang ada di FDR terverifikasi.

“Saat ini tim sedang pelajari data yang telah diunduh dari FDR, sekarang dalam proses verifikasi,” ujar Soerjanto dalam jumpa pers di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Menurut Soerjanto, setelah data yang ada di FDR diverifikasi, pihaknya baru bisa melakukan analisa dugaan jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat.

Adapun satu bagian kotak hitam atau black box CVR  masih dalam proses pencarian. Karena itu, ia berharap kotak hitam CVR bisa segera ditemukan, agar KNKT bisa segera menganalisa data-data dengan tepat.

“Jadi ada satu kotak yang berisi rekaman suara percakapan dari pesawat ke menara pengawas antara kapten SBOBET dan kopilot dan warna suara di dalam kokpit. selama penerbangan dan suara komunikasi kokpit sama cabin. Mudah-mudahan tidak dalam waktu lama salah satu kotak bisa kita temukan, sehingga analisa kami bisa lebih tepat,” lanjutnya.

Meskipun begitu, lanjut Soerjanto, jika  CVR belum bisa ditemukan, pihaknya akan berupaya menginvestigasi penyebab kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 dengan data yang ada.

“Kami akan berusaha maksimal mungkin untuk bisa menemukan penyebabnya meski nanti proses pencarian sudah dinyatakan selesai,” katanya.

KNKT, lanjutnya, akan berusaha menemukan kotak CVR untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan Lion Air. “Jadi kita akan berusaha sekuat tenaga temukan salah satu cari black box,” tutupnya.

 

Sisir Tanjung Pakis, Tim SAR Temukan Bagian Tubuh Korban Lion Air

loading…

Tim Basarnas mengevakuasi bagian tubuh korban penumpang pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018). Foto/Eko Purwanto/SINDOphoto

KARAWANG – Tim pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat menemukan tiga bagian tubuh korban sekitar 10 mil dari pantai Tanjung Pakis.

Potongan tubuh ditemukan sekitar pukul 10.00 hingga 10.30 WIB. Selanjutnya bagian tubuh korban itu akan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Jabar, Trunoyudo mengatakan Tim pencari dari Lantamal TNI menemukan bagian tubuh sekitar 10 mil atau 2 jam dari pantai Tanjung Pakis.

“Ditemukan di arah timur Pantai Tanjung Pakis. Dengan temuan ini pencarian terus dilakukan di dekat lokasi penemuan sbobet indonesia,” kata Trunoyudo di Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018).

Menurut Trunoyudo, temuan bagian tubuh ini akan dikirim ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan identifikasi. Saat ini proses evakuasi bagian tubuh korban ini masih menungu hasil pencarian dari tim yang masih di lapangan.

“Masih menunggu tim lainnya sekarang mereka masih di lapangan,” kata Trunoyudo.

(mhd)

Status Tanah Bermasalah, IMB Rusun TOD Tanjung Barat Belum Terbit

loading…

Pembangunan rumah susun dengan konsep TOD di Stasiun Tanjung Barat dinilai terhambat. Sebabnya, pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terganjal. Foto/Okezone/Dok

JAKARTA – Pembangunan rumah susun dengan konseptransit oriented development (TOD) di Stasiun Tanjung Barat dinilai terhambat. Sebabnya, pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terganjal, sehingga pengembangan bangunannya jadi mandek.

Kepala Bidang Teknis Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta, Iwan Kurniawan menjelaskan, sertifikat IMB proyek TOD Tanjung Barat belum diterbitkan. Karena status tanah yang digunakan ternyata bermasalah.

“Status tanahnya itu kan awalnya hak pakai milik PT KAI. Padahal untuk dapat IMB mesti ada Hak Guna Bangunan (HGB). Itu harus di HPL-kan (Hak Pengelolaan Lahan) dulu atas nama PT KAI,” ungkap Iwan.

Baca Juga:

Dia menambahkan, ketika IMB ingin segera terbit, maka penanggung jawab proyek harus mengurus HPL dan HGB. Nantinya status tanah berupa HGB milik Perumnas di atas HPL milik PT KAI.

Dalamartian, Perumnas dan PT KAI harus berkoordinasi supaya pembangunan berjalan lancar. Progressnya, sebut Iwan, saat iniPerumnas dan PT KAI masih mengurus permasalahan status tanah tersebut di Badan Pertanahan Nasional.

Kalau sudah jelas baru IMB tersebut diterbitkan. “Pihak berkaitan sekarang masih urus di ATR/BPN perubahan status tanahnya, dari hak pakai jadi HPL. Kalau IMB secara teknis tidak bermasalah, jelas aman semua,” tuturnya.

(maf)

Pentingnya Figur Ayah Mencegah Anak Berbuat Kriminalitas

loading…

Pelajar anggota geng motor yang diamankan Polres Metro Jakarta Barat. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO

JAKARTA – Maraknya remaja yang terjerumus dalam kelompok motor yang berujung pada aksi kriminalitas dinilai akibat adanya gangguan perilaku pada si anak. Remaja punya kecenderungan melakukan kekerasan kemungkinan juga berhubungan dengan kualitas otak.

Psikolog Kasandra Putranto mengatakan, gangguan perilaku pada masa remaja dapat disebabkan berbagai faktor. Satu satu faktor paling dominan adalah peran keluarga, terutama figur seorang ayah.

“Banyak kasus masalah perilaku remaja disebabkan karena tidak ada figur ayah yang memberikan nilai-nilai pembentukan konsep diri,” ujarnya kepada SINDOnews, Selasa (19/2/2019). (Baca juga: Pelajar di Jakbar Terindikasi Jadi Geng Motor Sadis)

Baca Juga:

Menurut dia, faktor remaja punya kecenderungan melakukan kekerasan juga berhubungan dengan kualitas otak. Saat fungsi sistem dalam otak bernama amygdala terganggu, maka si anak tidak mampu mengendalikan diri sehingga ia memilih memecahkan masalah dengan cara kekerasan. (Baca juga: Terlibat Perampokan dan Pembunuhan, Polres Jakbar Tahan 25 Anak Remaja)

Maka itu, guna mengantisipasi remaja terjerumus ke hal-hal negatif, seperti masuk geng motor dan melakukan aksi kekerasan serta kriminalitas lainnya, keluarga memiliki peranan penting untuk memberikan nilai-nilai pembentukan konsep diri. (Baca juga: Orang Tua Diminta Perhatikan Perilaku Anak untuk Antisipasi Kejahatan)

“Meningkatkan kemampuan parenting skill (kemampuan pengasuhan) pada orang tua merupakan hal utama. Pemerintah juga harus memberikan sarana prasarana belajar positif dan menyenangkan,” pungkasnya.

(thm)

Kak Seto soal Kejahatan Remaja: Mendidik Anak Perlu Orang Sekampung

loading…

Kak Seto (dua dari kiri) saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (19/2/2019). Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf

JAKARTA – Polres Metro Jakarta Barat mencatat selama kurun waktu 2019 yang belum genap dua bulan, sudah 25 anak remaja yang ditahan karena terlibat sejumlah kasus, seperti tawuran, perampokan, hingga pembunuhan. Sekitar 80 persen pelaku kejahatan anak ini mengonsumsi narkoba.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, tak menampik dengan kondisi itu. Menurut dia, anak remaja memang menjadi lebih mengerikan saat terjerumus mengonsumsi narkoba. Karenanya, untuk mencegah anak tidak terlibat kejahatan, pria yang akrab disapa Kak Seto ini menekankan setidaknya ada tiga poin yang perlu dilakukan.

Hal itu perlu dilakukan dengan membentuk seksi perlindungan anak di setiap RT. Dengan demikian masyarakat akan ikut berperan dalam mengawasi anak yang ada di lingkungannya. Sebab, kata Kak Seto, anak yang terlibat kejahatan merupakan korban dari lingkungan yang tidak kondusif, baik dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. (Baca juga: Terlibat Perampokan dan Pembunuhan, Polres Jakbar Tahan 25 Anak Remaja)

Baca Juga:

“Jadi ini suatu kondisi yang harus menjadi pemecahan bersama. Untuk mendidik anak perlu orang sekampung. Untuk itu perlu pemberdayaan masyarakat,” ujar Kak Seto di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (19/2/2019).

Berdasarkan catatan LPAI, saat ini baru ada tiga wilayah di Indonesia yang dilengkapi seksi perlindungan anak tingkat rukun tetangga (sparta). Ketiga wilayah itu, yakni Kota Tangerang Selatan, Banyuwangi, dan Kabupaten Bengkulu Utara. Di tiga wilayah itu, Kak Seto menyebut tingkat kejahatan, baik yang dilakukan ataupun dialami anak, terus mengalami penurunan.

Untuk itu, dalam waktu dekat, pencipta karakter Si Komo ini akan menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar seluruh RT di Jakarta dilengkapi dengan Sparta. “Di Jakarta setahu saya baru ada di Kemanggisan. Dalam waktu dekat akan bertemu dengan Pak Anies agar di Jakarta dipercepat membangun itu,” kata Kak Seto.

Termasuk melibatkan psikolog mendampingi anak terjerat kasus hukum. Menurut Kak Seto, cara ini akan membuat anak tidak kejam atau kembali terjun di dunia kejahatan. Sebab, dalam menjalani proses hukum, anak diproses menggunakan Undang-Undang Anak sehingga hukuman mereka lebih ringan dibanding orang dewasa.

Karenanya, tak jarang saat mereka selesai menjalani hukuman, justru anak-anak ini menjadi lebih liar dan susah dikendalikan. ‎”Intinya memang harus ada treatment psikologis, dengan tidak dalam bentuk menyakiti hati anak, tapi ini menginsyafkan, dan ini melibatkan psikolog,” ucap Kak Seto.

Kak Seto mendorong kerja sama polisi dengan psikolog mulai dari tingkat Polda, Polres, hingga Polsek. Baginya hal itu tidak sulit lantaran stok psikolog di Jakarta lebih dari 5 ribu orang. Bila ditambah dari Fakultas Psikolog lainnya maka akan jauh lebih banyak.

Selain dua hal itu, Seto juga mendorong mengaktifkan kembali Gelanggang Remaja di sejumlah kecamatan di Jakarta. Cara ini menjawab rasa frustasi yang mereka rasakan namun tak bisa dilampiaskan.

“Jadi anak pintar yang nyanyi, menari, main band, olahraga tapi prestasi akademik kurang, mereka tidak merasa frustasi, karena setiap anak pada dasarnya ini ‎ingin diakui, dihargai, dihormati,” tutup Kak Seto.

(thm)

Ini Tips dari Psikolog Mencegah Anak Gabung Geng Motor

loading…

JAKARTA – Tantangan orang tua zaman sekarang terbilang semakin berat menyusul fenomena geng motor beberapa tahun belakangan ini. Geng motor kerap berbuat onar dan bertindak kriminalitas sehingga sangat meresahkan masyarakat.

Banyak remaja yang nekat bergabung dengan sebuah kelompok motor tertentu demi ingin mendapat status atau pengakuan dari teman-temannya atau lingkungan sekitar. Untuk mencegah anak bergabung dengan geng motor, orang tua perlu meningkatkan perhatian.

Psikolog Rose Mini mengatakan, guna mengantisipasi agar remaja tidak terjerumus ke hal negatif, seperti masuk geng motor dan melakukan aksi kekerasan, si anak harus diberikan wadah untuk eksis. (Baca juga: Pelajar di Jakbar Terindikasi Jadi Geng Motor Sadis)

Baca Juga:

“Remaja harus diarahkan ke hal positif, seperti ikut karate atau kegiatan lainnya yang bisa membuat kemampuannya berkembang dan terus eksis,” ujarnya pada SINDOnews, Selasa (19/2/2019).

Bagi remaja yang tidak berprestasi di sekolah, bisa mencarinya di luar kegiatan sekolah, seperti mengikuti kegiatan menari ataupun olahraga, sehingga eksistensinya terus ada dan identitas dirinya terbentuk lantaran memiliki kemampuan yang dihargai orang lain.

“Jadi, tidak perlu kemampuan itu diambil dari kelompok yang bergerak secara negatif untuk dapat penghargaan dari lingkungannya,” tuturnya. (Baca juga: Psikolog: Remaja Masuk Geng Motor Ingin Terlihat Kuat dan Keren)

Bagi remaja yang telah terlanjur masuk penjara karena melakukan aksi kekerasan atau kriminalitas, juga harus tetap mendapatkan perhatian. Dengan begitu, saat dia bebas tidak lagi mengulangi perbuatannya yang serupa.

Rose menyebutkan, seorang remaja memilih lari ke pergaulan negatif bisa jadi karena di rumah atau lingkungannya, dia tidak mendapatkan apa yang dibutuhkan, seperti perhatian dan arahan. Remaja itu lalu merasa lebih nyaman dengan menghabiskan waktu bersama teman-temannya meski ke arah negatif.

“Harus ada pengawasan dari lingkungan. Apalagi mereka masih di bawah umur, orang tuanya harus perketat pengawasan, akar permasalahannya harus diperbaiki, dan orang tua harus dipanggil untuk sama-sama mendidik si remaja itu. Bukan dimarahi karena kalau dimarahi artinya makin kabur,” pungkasnya.

(thm)

Puluhan Shelter Sia-sia, DPRD Bogor Ancam Boikot Anggaran untuk Dishub

loading…

BOGOR – Keberadaan puluhan shelter atau halte yang diperuntukan bagi Bus Transit System (BTS) maupun non BTS di Kota Bogor, dinilai sia-sia. Hal ini memantik kekecewaan DPRD sehingga muncul rencana menolak anggaran untuk proyek shelter.

“Berdasarkan hasil evaluasi, uang yang digelontorkan setiap tahun itu dinilai mubazir, karena kondisi fisik shelter hingga saat ini tak ada manfaatnya dan kemajuan sama sekali,” ujar anggota Komisi III (Bidang Transportasi dan Infrastruktur) DPRD Kota Bogor, Sendhy Pratama, Selasa (19/2/2019).

Konsekuensinya, tegas dia, Dewan akan menghentikan semua pengajuan anggaran perbaikan fasilitas umum shelter bus yang setiap tahunnya diterima Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor. (Baca juga: Jelang Pengoperasian Angkot Modern, Pemkot Bogor Bangun Shelter Khusus)

Baca Juga:

“Kalau dinasnya cuma bisa mengajukan tanpa mau menjaga kenyamanan, kami tidak akan lagi menyetujui anggaran (perbaikan/pembangunan) untuk shelter. Karena itu harus bermanfaat, khususnya bagi masyarakat. Kalau tidak maka itu gagal dalam perencanaan,” tegasnya.

Tak sekadar shelter, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap kinerja Dishub. Menurut dia, jika memang dana pemeliharaan itu tidak digunakan secara optimal dan seluruh aset bangunan yang ada tidak efektif, maka DPRD, khususnya Komisi III, tidak akan lagi memberikan anggaran di tahun mendatang.

Seharusnya, lanjut dia, dengan anggaran perbaikan-perbaikan yang sudah diberikan, Dishub bisa lebih memaksimalkan. Namun kenyataannya malah dibiarkan terbengkalai. “Yang jelas, bagaimanapun itu bukan hal yang murah dan harus dipertanggungjawabkan, karena menggunakan anggaran pemerintah atau uang rakyat,” tandasnya.

Menanggapi tudingan DPRD ini, Kepala Bidang Sarana Pra Sarana Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin, mengatakan, pihaknya sudah melakukan perbaikan pada beberapa shelter, itu pun sudah termasuk penghapusan atas aksi-aksi vandalisme yang terus menerus terulang. (Baca juga: Lagi, Shelter Transpakuan Bogor Dirusak Orang Tak Dikenal)

Ia beralasan aksi vandalisme itu sulit dicegah karena terbatasnya jumlah personel. Apalagi sebagian besar aksi vandalisme itu dilakukan pada malam hari. “Saya juga bingung, masih saja banyak tangan jahil. Seharusnya masyarakat sadar, karena itukan fasilitas umum, harusnya dijaga bersama-sama,” tandasnya.

Ia memaparkan, saat ini Kota Bogor memiliki dua jenis shelter, yakni Shelter BTS dan non BTS. Shelter BTS saat ini berjumlah 45 unit, terdiri atas Koridor 1 sebanyak 15 unit, Koridor 2 sebanyak 14 unit, dan Koridor 4 atau jalur tengah sebanyak 15 unit, serta satu unit transfer point. Kemudian untuk shelter Non BTS hingga 2018 sebanyak 40 unit.

“Namun dua diantaranya tidak bisa digunakan lantaran penerapan Sistem Satu Arah (SSA), sehingga total yang difungsikan sebanyak 38 unit,” jelasnya. (Baca juga: Gaji Suami Tak Kunjung Dibayar, Istri Rusak Fasilitas Shelter Transpakuan)

Shelter BTS dikhususkan untuk Bus Transpakuan, sedangkan non BTS bisa digunakan untuk angkutan umum, seperti angkutan kota. Untuk Shelter BTS, ia mengakui beberapa diantaranya memang tidak difungsikan. Sebab hingga saat ini Bus Transpakuan masih belum beroperasi secara optimal. Sehingga dia tak ingin shelter disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Beberapa shelter kami tutup karena ada beberapa kasus malah ditempati oleh gelandangan dan pengemis maupun PKL,” ujarnya.

Pihaknya menyangkal, jika terbengkalainya puluhan shelter karena tak ada yang merawat. Hampir setiap hari ada petugas kebersihan yang berkeliling. “Kita tetap merawat dan menjaga kebersihannya agar shelter itu tetap bersih. Namun hanya beberapa saja yang bisa dijangkau,” tandasnya.

(thm)

Atasi Masalah Listrik, DKI dan BPPT Bangun Microgrid di Pulau Pramuka

loading…

Gubernur DKI Anies Baswedan bersama pihak Chungbuk National University dan Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material, BPPT, Eniya Listiani Dewi. Foto: SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menandatangani perjanjian kerja sama terkait pembangunan sistem koneksi jaringan kelistrikan Microgrid di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Hal itu bertujuan untuk menghadirkan teknologi jaringan pengelolaan kelistrikan, dalam rangka penerapan energi yang efisien, andal dan ramah lingkungan, sebagai solusi pemecahan masalah energi di Kepulauan Seribu.

“Alhamdulillah proses panjang ini memasuki babak baru. Kita berharap bersama ini memulai terobosan atas kebutuhan energi di Kepuaauan Seribu, karena masalah mendasar pulau adalah distribusi energi, sehingga membutuhkan teknologi yang mumpuni,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Balairung, Balai Kota Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Mantan Mendikbud itu juga menyampaikan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk terbuka menyambut segala jenis terobosan yang memberikan dampak pada warga Jakarta, salah satunya sistem kelistrikan microgrid ini. “Insya Allah teknologi yang dikerjakan ini memberikan solusi, dan kita di Pemprov DKI sangat terbuka atas terobosan yang diaplikasikan ke warga,” tandasnya.

Baca Juga:

Lebih lanjut Anies memaparkan, permasalahan yang ada di Kepulauan Seribu harus sesegera mungkin dicarikan solusi karena posisi Kepulauan Seribu yang juga berdekatan dengan pusat pemerintahan. “Jika kita berhasil menyelesaikan masalah ketersediaan energi di Kepulauan Seribu yang notabonenya dekat dengan pemerintahan pusat, maka kita bisa menyediakan energi ke seluruh pulau di Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material, BPPT, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan, sistem koneksi jaringan microgrid diperlukan untuk melayani beban kelistrikan di Kantor Bupati Administrasi Kepulauan Seribu, RSUD Kepulauan Seribu, dan SMA 69 Kepulauan Seribu.

“Ini merupakan kerja sama BPPT dengan Chungbuk National University, Korea Koema Expert dan akan dimulai di Pulau Pramuka guna menjaga beban energi di tempat-tempat rentan krisis energi, seperti rumah sakit, kantor pemerintah, dan sekolah,” kata Eniya.

Sistem teknologi smart microgrid terdiri atas intelligent inverter yang dapat mengkonversikan sumber energi baru dan terbarukan untuk menyuplai beban listrik. Kemudian, kelebihan energi listrik disimpan dalam baterai yang dapat digunakan saat pasokan listrik utama mengalami gangguan.

Penerapan instalasi smart microgrid juga mampu memisahkan diri dari jaringan listrik tradisional dan bekerja secara terpisah dengan mesin disel sebagai cadangan pengganti. Adapun keuntungan dengan penerapan smart microgrid ini, warga dapat memanfaatkan energi baru dan terbarukan, sehingga mengurangi emisi karbon.

Selain itu, adanya sistem microgrid juga mampu menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari instalasi listrik PLN, tetapi tinggal dalam satu wilayah.

(thm)

Disdik Pastikan Keluarkan Pelajar Pelaku Kejahatan dan Mencabut KJP

loading…

Kasudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat, Tajudin Nur (kiri) saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (19/2/2019). Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf

JAKARTA – Aksi kejahatan yang melibatkan anak remaja, termasuk pelajar, di wilayah Polres Metro Jakarta Barat tergolong masih cukup memprihatinkan. Polres Metro Jakarta Barat mencatat selama kurun waktu 2019 yang belum genap dua bulan, sudah 25 anak remaja yang menjadi tersangka sejumlah kasus, seperti tawuran, perampokan, hingga pembunuhan.

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat, Tajudin Nur memastikan setiap anak pelaku kejahatan akan dikeluarkan dari sekolah hingga kehilangan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Meskipun di tahun 2018 lalu pihaknya belum melakukan pencabutan, namun dengan dorongan ini pihaknya yakin pencabutan akan dilakukan seiring adanya tersangka anak.

“Tapi kita lihat dulu asal sekolah dan data validnya. Apakah yang bersangkutan terima KJP atau tidak,” ujar Tajudin di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (19/2/2019). (Baca juga: Terlibat Perampokan dan Pembunuhan, Polres Jakbar Tahan 25 Anak Remaja)

Disinggung mengenai peran alumni sebagai memicu terjadinya tawuran pelajar, Tajudin tak memungkirinya. Hal itu bisa saja disebabkan ulah para alumni yang tidak bertanggung jawab. “Pada dasarnya ada dua alumni, alumni yang terorganisir dan alumni yang tidak jelas,” kata Tajudin.

Baca Juga:

Karenanya, untuk memutus peran alumni yang mendorong tawuran, ia meminta para alumni menjaga nama baik sekolah. Ia yakin para alumni yang terorganisir mampu menindak dan memutus alumni yang nakal tersebut.

Antisipasi lainnya, pihaknya memberlakukan jam belajar malam terhadap anak. Langkah ini membuat anak-anak menjadi lebih banyak beraktivitas di rumah dibandingkan memilih mencari jati diri di luar.

(thm)

Viral Video Caleg Injak Mirip Sajadah di Cengkareng, Ini Kata Polisi

loading…

Potongan video aksi seorang calon anggota DPRD DKI Jakarta yang viral di media sosial. Foto/Ist

JAKARTA – Jagad media sosial dihebohkan dengan video berisi aksi seorang calon anggota DPRD DKI Jakarta dan sejumlah orang menginjak alas mirip sajadah saat berjoged di atas panggung. Kejadian itu diketahui berlokasi di perbatasan RW 04 dengan RW 05, Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, saat caleg bernama Doddy Akhmadsyah Matondang sedang menggelar acara sosialisasi di tempat itu.

Kapolsek Cengkareng, Kompol Khoiri, mengatakan, pihaknya telah menyelidiki kasus itu. Meski demikian, dari hasil penyidikan sementara, pihaknya tidak menemukan adanya pelanggaran. Terlebih dalam kasus itu belum ada pihak yang melaporkan.

Ia menyebutkan, alas yang digunakan bukanlah sejadah, melainkan karpet bekas di masjid yang sudah setahun tidak dipakai. Oleh warga, karpet itu biasa digunakan untuk acara. “Kebetulan musala ini baru direhab. Semua barangnya baru, jadi barang yang lama, termasuk karpet itu dibuang,” ujar Khori, Selasa (19/2/2019).

Baca Juga:

Sementara itu, Panwaslu Jakarta Barat akan memanggil caleg Dapil 9 dari PDIP itu. Surat pemanggilan akan dilayangkan kepada yang bersangkutan. “Jadi gini, kami akan melakukan pemanggilan dulu, karena memang kami baru dapat laporan masyarakat atas video tersebut. Karena ada laporan tersebut kami akan menindak lanjuti,” kata Ketua Panwaslu Jakarta Barat Oding Junaidi saat dihubungi wartawan.

Oding belum dapat memastikan apakah video itu termasuk pelanggaran. Untuk memastikan hal itu, pihaknya harus meminta keterangan atau klarifikasi atas video yang beredar itu.

Namun, jika nanti ada pelanggaran, tentu sesuai dengan aturan, akan ada sanksi yang diberikan. “Tentu jika ada pelanggaran, sanksi tetap kami berikan. Tapi sejauh ini kan kami belum melakukan pemeriksaan, ini masih akan kami panggil dulu untuk mengklarifikasi video tersebut,” pungkasnya.

(thm)

Terlibat Perampokan dan Pembunuhan, Polres Jakbar Tahan 25 Anak Remaja

loading…

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi saat konferensi pers di kantornya, Selasa (19/2/2019). Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf

JAKARTA – Aksi kejahatan yang melibatkan anak remaja di wilayah Polres Metro Jakarta Barat tergolong masih cukup memprihatinkan. Mereka banyak terlibat aksi perampokan dan pembunuhan.

Kuat dugaan, aksi para remaja dipicu narkoba dan obat daftar G. Ditambah lagi tanpa perhatian orang tua, anak-anak kian beringas dan menjadi pelaku kejahatan.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi, mengatakan, selama kurun waktu 2019 yang belum genap dua bulan, pihaknya mencatat sudah 25 anak remaja yang menjadi tersangka sejumlah kasus, seperti tawuran, perampokan, hingga pembunuhan.

Baca Juga:

Para remaja ini terjerumus dalam aksi kejahatan umumnya dipicu narkoba. Menurut Hengki, sekitar 80 persen pelaku kejahatan anak ini mengonsumsi narkoba. Artinya, perilaku menyimpang terhadap anak remaja diduga kuat dari konsumsi narkoba yang dilakukan. (Baca juga: Warga Gagalkan Aksi Ranmor Bersenpi di Tambora)

Di sisi lain, tanpa filterisasi kemajuan teknologi membuat anak-anak kian beringas. Pencarian jati diri dilakukan dengan menjadi kelompok geng motor. Mereka kemudian melakukan tawuran sembari melakukan live medsos untuk kesombongannya.

“Apalagi konsumsi narkoba memicu seseorang menjadi tidak empati,” ujar Kombes Pol Hengki Haryadi kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (19/2/2019).

Di sisi lain, penahanan ternyata tidak memberikan efek jera kepada si anak. Penahanan malah membuat anak menjadi bangga, lebih berani, karena mereka akan lebih dikenal dan ditakuti oleh teman-temannya. Regenerasi penjahat pun terjadi.

“Beberapa kasus, anak sempat di penjara. Tapi itu tak membuat mereka jera. Mereka malam makin beringas. Ini yang berbeda ketika kami menangani residivis, begitu kena hukuman lebih berat bakal dikenakan,” pungkas Hengki.

(thm)

Pulang dari Warung Kopi, Sopir Angkot di Depok Luka Parah Dicelurit

loading…

DEPOK – Seorang sopir angkot di Depok menjadi korban tindak kriminal usai mencari makan di Jalan Curug Agung, Beji, Depok, Selasa (19/2/2019) dinihari. Kendati kedua penodong itu gagal mendapat rampasan, namun sopir angkot itu mendapat 17 jahitan akibat sabetan celurit.

Korban yang bernama Suparman (52) menceritakan, saat kejadian dirinya sedang berjalan kaki menuju rumahnya di Jalan Saidan. “Saya baru saja makan di warung kopi,” katanya.

Dalam perjalanan pulang, dirinya dicegat dua orang yang berboncengan sepeda motor. Satu orang yang diboncengi tiba-tiba mengeluarkan celurit dan meminta uang serta ponsel Suparman.

Baca Juga:

Tak mau menyerah, Suparman berusaha mempertahankan handphonenya. Namun tindakan tersebut membuat pelaku nekat dan menyabetkan celuritnya.

“Orang yang diboncengi di belakang teriak minta HP dan uang saya. Saya diancam pakai celurit,” katanya.

Tanpa basa basi, pelaku membacok korban. Suparman kemudian berteriak minta tolong. Teriakan itu yang membuat pelaku takut dan melarikan diri. “Saya sempat tangkis pas saya diserang. HP masih di tangan saya nggak keambil,” ceritanya.

Suparman pun dibawa ke klinik terdekat oleh warga sekitar. Pelaku diperkirakan berusia 17-20 tahun. Badannya kurus tinggi.“Kalau pelaku nggak pakai penutup wajah. Mukanya oval, rambut agak gondrong sedikit, kulit sawo matang,” ucapnya. Suparman pun berharap, polisi dapat segera meringkus para pelaku.
Kapolsek Beji, Kompol Yenni Sihombing mengaku, pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut. Saat ini kasusnya ditangani Polsek Beji, dan petugas sudah mendatangi ke rumah korban. “Untuk lebih jelasnya nanti ya, ini kami masih menunggu hasil penyelidikan,” katanya.

(ysw)

Tarif Tol Mahal, Pengamat: Bikin Pengendara Berada di Posisi Dilematis

loading…

BOGOR – Pengamat Transportasi Universitas Pakuan Bogor, Budi Arif menilai pemberlakuan tarif tol Bocimi Seksi I dinilai memberikan sisi dilematis kepada pengendara untuk kembali menggunakan jalan Raya Ciawi-Sukabumi.

“Ada dua faktor yang akan dilihat pengendara atau pengguna jalan tol. Yaitu keinginan dan kemampuan untuk membayar tarif tol. Akan tetapi, masyarakat juga akan melihat waktu tempuh tol dan jalur eksisiting yang menjadi pertimbangan,” katanya ketika dihubungi, Selasa (19/2/2019).

Menurutnya, dalam penetapan tarif tol, konsepnya ialah pembangunan tol masih berkaitan dengan investasi bagi investor. Tentu ada analisis finansial.

“Analisis tersebut mengacu kepada benefit pengoperasian dibagi biaya pembangunan. Jadi artinya, ada yang namanya ekonomi rekayasa, itu masuk di dalam ranah bisnis plannya,” katanya. (Baca: Tarif Tol Dinilai Mahal, Jalan Raya Reguler Ciawi-Sukabumi Kembali Macet)

Ia menambahkan jika tarif tol Bocimi Seksi I dianggap terlalu mahal, tentu masyarakat harus memaklumi jika melihat penghitungan investasi melihat dari pekerjaan sebelumnya. Yakni pembebasan lahan dan lain sebagainya. Kata dia, nilai tersebut akan masuk ke dalam benefit yang dibagi cost.

“Tarif dimungkinkan bisa turun jika melihat waktu konsesi investor sudah balik modal. Investor itu waktunya 20-30 tahun,” pungkasnya.

(ysw)

Penyebab Bus Transjakarta Terbakar Tunggu Investigasi Polisi

loading…

Bus Transjakarta terbakar di persimpangan Adipura, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019) malam. Foto: Ist/@TMCPolda Metro Jaya

JAKARTA – Penyebab bus Transjakarta terbakar di depan Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (18/2/2018) malam, hingga kini belum terungkap. PT Transjakarta sudah menyerahkan penyelidikan ke polisi.

Direktur Tekhnik dan Fasilitas PT Transjakarta, Wijanarko, mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil investigasi kepolisian untuk mengetahui sebab bus angkutan massal itu terbakar. “Kami tunggu hasil investigasi kepolisian,” kata Wijanarko saat dihubungi, Selasa (19/2/2019).

Menurut dia, selaku perusahaan daerah yang memiliki kewenangan mengawasi operasional bus Transjakarta, pihaknya telah rutin mengecek kesiapan armada sebelum beroperasi.

Baca Juga:

“Itu bus milik kami sendiri. Kami setiap pagi sebelum seluruh armada milik operator beroperasi, telah melakukan pengawasan dan pengendalian di Depo,” ucapnya. (Baca juga: Bus Transjakarta Ludes Dilalap si Jago Merah di Depan Pasar Baru)

Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko, menuturkan, peristiwa terbakarnya bus Transjakarta itu akan menjadi bahan evaluasi. Namun dia meminta agar lebih baik menunggu hasil investigasi dari kepolisian.

Dishub hanya akan memberikan sanksi sesuai mekanisme survei capaian Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang berpengaruh terhadap pemberian subsidi.

“Pengawasan operasional bus kan ada di internal PT Transjakarta. Tapi tanpa mendahului itu semua, kita tunggulah hasil pemeriksaan dari Labfor,” tandasnya.

Berdasarkan catatannya, bus yang terbakar tersebut merupakan pengadaan 2016 yang baru beroperasi pada 2017 lalu. Jadi, dia menilai kejadian itu sebuah musibah yang tidak diharapkan. Terpenting, tidak ada korban luka ataupun yang lebih fatal. “Selebihnya nanti kita tunggu hasil pemeriksaan dan audit dari forensik,” pungkasnya.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menyayangkan masih adanya bus Transjakarta yang terbakar di tengah semangat memindahkan pengendara pribadi ke dalam angkutan umum. Apalagi bus tersebut milik PT Transjakarta sekaligus sebagai pengawas operator.

Dia meminta Pemprov DKI segera memperjelas kewenangan PT Transjakarta, apakah sebagai regulator atau operator. Apabila PT Transjakarta hanya menjadi regulator, pengawasan dan pengendalian bisa lebih profesional.

“Maintenancenya dilakukan oleh operator, pengawasan dilakukan regulator. Masalahnya, Transjakarta menjadi operator dan regulator, ini harus jelas,” pungkasnya.

(thm)

Tarif Tol Dinilai Mahal, Jalan Raya Reguler Ciawi-Sukabumi Kembali Macet

loading…

BOGOR – Dua pekan setelah resmi diberlakukan tarif, Jalan Tol Bogor-Ciawi Sukabumi (Bocimi) seksi I (Ciawi-Cigombong) tampaknya kurang diminati pengendara. Hal tersebut disinyalir, karena tarif tol yang diberlakukan Trans Jabar Tol (TJT), selaku operator, terlampau mahal.

Dampaknya, arus lalu lintas di jalur reguler atau Jalan Raya Bogor-Sukabumi kembali macet. Padahal sebelumnya saat awal dioperasikan, ruas Jalan Raya Bogor-Sukabumi atau Jalan Raya Mayjen HE Sukma lebih lancar dari biasanya, karena pihak TJT menggratiskan selama sepekan.

“Tapi, beberapa hari ini terjadi peningkatan kembali truk-truk angkutan barang karena sopir sepertinya enggan lewat Tol Bocimi Seksi I itu,” kata Dede Suhendar (38) warga Caringin, Kabupaten Bogor, Selasa (19/2/2019).

Alasan sejumlah pengemudi truk enggan menggunakan Jalan Tol Bocimi, karena tarifnya dianggap cukup mahal. “Kita merasa lebih hemat lewat jalur biasa ketimbang lewat tol yang tarifnya cukup mahal, karena saya antar barang dalam sehari bisa tiga rit,” ujar Saepudin (45) sopir truk asal Cinagara, Caringin, Kabupaten Bogor.

Hak senada diungkapkan Rahmat (45) yang hampir setiap hari mengantarkan barang jika ke Bogor dari Sukabumi melewati Tol Bocimi. “Yang jelas saya berharap tarifnya jangan terlalu mahal lah. Terlebih masih banyak fasilitas yang belum tersedia di tol ini,” ungkapnya. (Baca: Tol Bocimi Pangkas Waktu Perjalanan hingga 1 Jam)

Tanggapan serupa diungkapkan Asep Supriyadi, warga Cicurug, Sukabumi yang sejak awal dioperasikan Tol Bocimi Seksi I Ciawi-Cigombong selalu melintasinya.

“Tapi sejak resmi diberlakukan tarif resmi pada Jumat (1 Februari 2019), saya memilih jalur biasa lagi, karena mahal tarifnya. Memang dari segi waktu sangat positif sekali karena bisa memangkas waktu, biasanya perjalanan setiap hari Jakarta-Sukabumi yang awalnya 2,5 jam sekarang bisa menjadi 1,5 jam,” tuturnya. (Baca juga: Tol Ciawi-Cigombong Beroperasi, Bocimi Seksie II DIlanjutkan 2019)

Menurutnya tarif golongan I Rp12 ribu dari Ciawi -Cigombong satu arah sedangkan kalau pulang pergi Rp24 ribu. “Nah, dengan perhitungan tersebut harga tersebut saya kira cukup mahal. idealnya harga bisa dibikin setengahnya dulu karena kalau bicara kilometer yang dari Ciawi-Jakarta untuk kendaraan golongan I saja hanya Rp6.500,” jelasnya.Sementara itu, Manager Operasi Trans Jalan Tol (TJT) Bocimi, Said Sudiarto mengungkapkan, pihaknya berjanji akan mengevaluasinya nanti. Yang jelas seluruh gerbang di jalur Bocimi Seksi I yaitu 3 gerbang entrance Cigombong dan 3 gerbang exit, 2 gerbang entrace Caringin dan 2 gerbang exit, dan 2 gerbang exit Ciawi, saat ini sudah diaktifkan.

“Untuk pengguna jalan tol Bocimi, kami meminta untuk selalu berhati-hati dalam berkendaraan, mematuhi seluruh rambu-rambu di jalan tol, menyiapkan uang elektronik dan saldonya cukup,” ujarnya.

Sekadar diketahui, terhitung 1 Februari pihak TJT resmi memberlakukan tarif resmi yakni transaksi gerbang Ciawi Selatan Gol l Rp1.500, Gol ll Rp2.500, Gol lll, Rp2.500, Gol lV Rp3.000 dan Gol V Rp3.000. Kemudian, untuk transaksi gerbang Caringin dan Cigombong 1, yaitu Gol I Rp12.000, GoI II Rp18.000, Gol III Rp18.000, Gol IV Rp24.000, kemudian Gol V Rp24.000.

(ysw)

Ditanya soal Antisipasi Banjir, Sekda DKI: Emang Mau Ada Banjir?

loading…

Sekda Provinsi DKI Jakarta Saefullah terkesan santai menanggapi ancaman banjir. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Sejumlah wilayah Jakarta mulai mewaspadai banjir menyusul memasuki musim penghujan. Kawasan seperti Petogogan, Cipulir, Duren Tiga, Rawajati, dan Kalibata beberapa hari lalu sempat terendam banjir dengan ketinggian air 40 hingga 50 cm.

Menanggapi ancaman banjir ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah terkesan santai. Ia menegaskan Pemprov DKI telah melakukan langkah-langkah antisipasi dan penanganan banjir. (Baca juga: Pemprov DKI Yakin Jakarta Aman dari Banjir dan Genangan)

“Emang mau ada banjir? Ada cuaca enggak baik? Nnggak, belum ada apa-apa (peringatan) dari BMKG, normal. Tapi sudah siap kita, semua saluran sudah siap,” tegas Saefullah di Balai Kota Jakarta, Selasa (19/2/2019). (Baca juga: Hujan Lokal Dua RW di Kelurahan Petogogan Masih Terendam Banjir)

Saefullah membeberkan, sejak akhir tahun 2019, Pemprov DKI di bawah arahan Gubernur Anies Baswedan telah melakukan sejumlah langkah-langkah antisipasif dalam menghadapi banjir. (Baca juga: Dibayangi Banjir, DKI Pelototi Lokasi Proyek MRT, LRT dan Tol Becakayu)

Langkah tersebut diantaranya dengan mengerahkan ribuan petugas pasukan biru dan pasukan oranye. Kemudian, pengerukan kali, pembersihan saluran dan tali air, pengecekan rumah pompa, dan pompa mobile. (Baca juga: Anies Baswedan Beberkan Dua Sumber Banjir di Jakarta)

“Waduk-waduk dan pompa-pompa baik semua. Kayaknya kita mau masuk akhir tahun sudah siap-siap,” tutupnya.

Baca Juga:

(thm)

Polres Jakarta Utara Pecat Enam Anggota Secara Tidak Hormat

loading…

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, memimpin upacara pemecatan anggotanya, Selasa (19/2/2019). Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf

JAKARTA – Sebanyak enam anggota Polres Metro Jakarta Utara diberhentikan secara tidak hormat. Upacara pemecatan dipimpin langsung Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, di Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (19/2/2019).

“Sebenarnya kebanyak merupakan desersi. Mungkin terkena narkoba. Biasanya mereka terkena narkoba dulu, kemudian kehilangan jati dirinya. Dia lupa statusnya, sehingga dia takut masik kantor, dari situ dia akhirnya disersi,” ujar Kapolres Kombes Budhi kepada wartawan perihal alasan pemecatan anggotanya itu.

Adapun keenam anggota Polri yang dipecat, yakni Bharka Rinsan Panjaitan dan Brigadir Eka Abriadi dari anggota Bagian Sumber Dana, Briptu Rido dari anggota Satuan Binmas, Aipda Supri Nurgiyanto dari anggota Satuan Binmas, Bripka Denny Hardiansyah dari anggota Propam, serta Briptu Edi Wibowo dari anggota Satuan Sabhara.

Baca Juga:

Kapoles mengaku sebelumnya telah mengingatkan kepada semua anggota yang dipecat itu. Upaya pembinaan terus dilakukan sebelum akhirnya dilakukan proses sidang kode etik dan akhirnya diputuskan pimpinan diberhentikan tidak dengan hormat.

Hingga kini, lima dari enam anggota itu belum diketahui keberadaannya. Meski demikian, Budhi meyakini sebagian besar dari kelimanya melakukan penyalahgunaan narkoba.

“Itu yang kami kadang-kadang prihatin terhadap anggota kita. Kenapa mereka tidak bersyukur apa yang diberikan kepada mereka. Seharusnya, mereka bersyukur dan nikmati tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri,” tuturnya.

Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Adi Vivid menambahkan akan mengantisipasi kejadian serupa terjadi di kemudian hari. Baginya, pemecatan menjadi pembelajaran bagi setiap anggota Polres Metro Jakarta Utara.

Pengecekan dan pengawasan secara berjenjang harus dilakukan, mulai dari Kabag, Kasat, Kapolsek, hingga ke jajaran bawah. Apabila ada indikasi awal anggota mulai menyimpang, rehabilitasi akan dilakukan kepada penyalahgunaan narkoba.

“Saat ini saja ada beberapa yang masih dalam proses pembinaan kami dan saya lihat laporannya perkembangannya juga semakin hari semakin baik,” tutupnya.

(thm)

Psikolog: Remaja Masuk Geng Motor Ingin Terlihat Kuat dan Keren

loading…

JAKARTA – Banyaknya remaja yang bergabung dengan geng motor karena ingin menjadi orang lebih kuat dan keren. Sayangnya, para remaja ini kerap melakukan aksi kekerasan yang merugikan orang lain.

Psikolog Rose Mini mengatakan, ada sejumlah sebab remaja masuk geng motor dan melakukan aksi kekerasan, sebagaimana kasus yang dilakukan geng motor di Pejaten, Jakarta Selatan dan di Jakarta Barat. “Remaja itu memiliki sifat yang labil, yang mana masih mencari identitas diri. Umumnya, mereka ingin menjadi hero, orang yang super, dan orang punya pengaruh,” kata Rose pada wartawan Selasa (19/2/2019).

Semasa di rumah, lanjut dia, remaja cenderung menjadi anak yang tak terlalu dianggap kata-katanya sehingga dia merasa lebih nyaman saat berada di lingkungan seusianya. Disitu, para remaja menjadi merasa dianggap.

Baca Juga:

“Nah dengan bergabung ke geng motor itu, merasa jadi lebih kuat, power, dan keren. Sehingga mereka merasa menjadi nyaman dengan teman-teman geng motornya. Disamping itu, bersama temannya di geng motor, mereka memiliki tingkah laku kolektif. Artinya bersama temannya dia bisa melakukan hal yang sama sehingga menjadi berani,” ujar Rose.

Berbeda saat mereka tak bersama temannya, keberanian itu tak ada. Manakala remaja itu sudah merasa nyaman dan kebutuhan akan identitasnya itu terpenuhi, dia bakal selalu ingin bersama teman-teman geng motornya itu.

“Kenapa dia melakukan kekerasan? Ibaratnya kalau dia melihat temannya berani melakukan itu jadi tambah nilainya bagi geng ataupun si orang itu, sehingga membuat dia semakin percaya diri meski itu cara yang salah,” tuturnya.

Dia menambahkan, remaja memang perlu dan harus dibantu dalam mendapatkan identitasnya, tapi bukan dengan cara-cara yang bisa menjerumuskannya ke hal negatif. Namun, dengan melihat kemampuannya, yang mana bisa membuatnya menjadi lebih eksis akan kemampuan yang dimilikinya itu.

(whb)

Akademi Bambu Nusantara Bisa Jadi Wisata Alternatif

loading…

Akademi Bambu Nusantara Bisa Jadi Wisata Alternatif. (Koran SINDO. Hasan Kurniawan).

TANGERANG – Akademi Bambu Nusantara di Jalan Cendekia, Ciater, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, bisa menjadi tujuan wisata alternatif bagi warga Tangsel.

Di tempat ini warga bisa mengenal jenis tanaman bambu di Indonesia dan dunia. Selain itu, juga berbagai manfaat yang bisa dihasilkan dari kerajinan bambu mulai dari alat musik, material bangunan, sepeda, hingga teknologi pemecah ombak tsunami. Bagi yang asing dengan bambu pasti akan bertanya-tanya apa mungkin bambu sanggup menahan gelombang tsunami di Laut Jawa yang sangat menghancurkan itu? Menurut pendiri Akademi Bambu Nusantara, Muqoddas Syuhada, ada sekitar 165 jenis bambu di Indonesia yang sudah ditemukan.

Di luar itu, masih banyak jenis bambu lain belum teridentifikasi jenisnya. “Termasuk jenis bambu yang bisa hidup di air asin. Kami sudah menemukan bambu yang hidup di laut. Saya temukan di Raja Ampat, Papua Barat. Ini bisa menggantikan bakau,” katanya saat berbincang dengan KORAN SINDO di Serpong, kemarin. Bambu dari Papua inilah digunakan untuk pemecah ombak tsunami. Teknologi ini masih termasuk baru di dunia dan belum pernah diuji coba sebelumnya.

Baca Juga:

“Bakau itu tumbuhnya lama, bisa puluhan tahun. Kalau bambu tiga tahun saja. Jadi, batang bambu yang panjang bisa 8-16 meter itu kita tancapkan di laut. Hebatnya, bambu dibebankan berapa pun tidak akan tenggelam karena dalamnya solid,” katanya.

Saat ditanam terlalu lama di laut, bambu juga akan menjadi fosil. Berbeda dari logam yang lama kelamaan akan habis. Selama tujuh tahun meneliti, akhirnya diketahui bambu juga lebih kuat dari besi. Dijelaskan dia, pemecah ombak tsunami itu terdiri dari beberapa lapis bambu. Lapis pertama berada di tengah lautan. Sejumlah batang bambu ditancapkan ke dalam laut.

“Lalu di atasnya kami kasih botol bekas dan dikasih tanah. Lalu di atas tanah itu ditanami bibit bambu lagi. Jenis apa saja. Kami akan lakukan bersama PT Banten West Java. Jadi, di tempat wisatanya,” ujarnya. Pada lapis kedua ditanam bambu air asin dari Papua.

Bambu yang hidup ini akan menambahkan kekuatan dari terjangan ombak tsunami. Lapis ketiga hingga kelima ditanam batang bambu betung yang besar. “Bambu-bambu itu bisa 10 meter persegi, tinggal dihitung berapa kilo. Kami mau uji coba satu kilo dulu, dilepas pertama 100 bibit untuk batangnya ada 10 ribu. Bambubambu itu yang akan membelah ombak sehingga sampai daratan ombak hilang,” ujarnya.

Setelah bambu terpasang, maka tercipta wisata pantai baru, yakni wisata hutan bambu di bibir pantai. Teknologi pemecah ombak tsunami dari bambu ini hanya diterapkan di titik-titik rawan tsunami. Teknologi ini juga diakuinya menghemat anggaran besar.

Bambu dihitung per meter persegi seharga Rp2 juta, sangat jauh dibandingkan dengan harga beton. “Sebelum 26 April, saat Hari Kebencanaan Nasional, ini sudah bisa dilakukan. Kita sudah observasi dan lalukan penelitian tujuh tahun di seluruh dunia. Hasil penelitiannya, bambu lebih kuat dari besi,” katanya.

Penasaran dengan teknologi baru, karya orisinal anak bangsa ini bisa langsung mendatangi Akademi Bambu Nusantara. Di sini kita bisa belajar banyak hal tentang bambu.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, sejak didirikan pada 2015 lalu, Akademi Bambu Nusantara ini sempat mengalami pasang surut. Markas mereka hancur ditiup angin puting beliung dan mulai kembali lagi pada 2019. Perkembangan komunitas perajin bambu di Nusantara itu pun kian bertambah pesat sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel merasa perlu melakukan intervensi sebagai dukungan.

“Kami akan intervensi pembangunan sarana dan prasarananya, termasuk fasilitasnya. Realisasinya nanti di APBD 2020. Nanti Taman Kota BSD 2, Jaletreng Riverside, akan terkoneksi langsung dengan Akademi Bambu Nusantara,” kata Airin.

Dia mengatakan, pembangunan Akademi Bambu Nusantara ke depan sudah menjadi perencanaannya. Terutama dalam mengembangkan wisata kota yang edukatif. “Memang nanti arahnya akan ke sana, Taman Kota 2 dengan Akademi Bambu Nusantara akan tersambung sehingga bisa menjadi wisata dalam kota alternatif. Di sini kami juga bisa belajar banyak,“ katanya.

Tidak hanya dari pemerintah kota, bantuan juga datang dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Terutama soal pembangunan dan pengembangan Akademi Bambu Nusantara, tetapi juga soal penyaluran barangnya. Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan, ada enam subsektor perhatian Bekraf, yakni kuliner, fashion, kriya (di dalamnya ada bambu), film, musik, dan games.
“Kita ada bantuan banper dan sudah lakukan itu sejak tiga tahun lalu. Sungguh aneh jika yang terdekat tidak dibantu. Cuma yang dituntut itu program dari Akademi Bambu Nusantara. Salah satunya jadi museum bambu nasional,” kata Triawan Munaf.

Menurut dia, pangsa pasar bambu di Indonesia dan dunia besar. Apalagi produk yang ditawarkan ABN juga sangat bagus dan memiliki pasar sendiri. “Kita sekarang menunggu apa yang akan diajukan. Tentu kita sudah siap bantu. Kami juga akan menjalin kerja sama dengan Pemkot Tangsel. Potensi pasarnya luar biasa dan tempatnya strategis,” ujarnya. (Hasan Kurniawan)

(nfl)

Kasus Ledakan Dekat Lokasi Debat Capres, Polisi: Tunggu Hasil Labfor

loading…

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Polisi hingga kini masih mendalami kasus ledakan yang terjadi di dekat lokasi debat Capres putaran kedua, di Hotel Sultan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, polisi belum bisa menjawab soal bagaimana perkembangan kasus itu, khususnya terkait orang yang diduga melakukan ledakan tersebut. Pasalnya, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. (Baca: Polisi: Kepulan Asap Ledakan di Dekat Lokasi Debat Mengandung Belerang)

“Penyidik masih bekerja, sabar saja,” ujarnya pada wartawan, Selasa (19/2/2019).

Baca Juga:

Saat ditanyakan apakah ledakan itu termasuk kategori teror yang hendak dilancarkan pihak tertentu, dia tak mau menjawabnya.

Polisi juga belum mau membeberkan tentang hasil pengecekan rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. (Baca juga: Ledakan di Dekat Lokasi Debat Capres Diduga dari Fortuner Putih)

“Penyidik masih bekerja ya, kita tunggu saja hasilnya nanti seperti apa. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan (CCTV) oleh tim Labfor,” katanya.

(ysw)

Antisipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Akan Normalisasi Sejumlah Kali

loading…

JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Sabtu-Minggu 16 dan 17 Februari 2019 lalu mengakibatkan sejumlah lokasi di Jakarta Selatan terendam banjir. Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Mataa’ali mengatakan, banjir tersebut tak berlangsung lama.

“Sudah selesai karena cuman lewat saja. Dan kemarin itu hujan sangat deras sekali. Jadi sebenarnya dari kemarin juga enggak ada masalah. Masalah sampah itu sudah enggak ada toh karena hujannya deras sekali. Jadi masuk ke daerah yang dekat wilayah situ,” kata Marullah kepada wartawan, Selasa (19/2/2019).

Marullah menambahkan, pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah penanganan apabila terdapat banjir atau genangan di wilayahnya.”Protapnya biasa bersihkan selokan-selokan. Warga diingatkan tidak membuang sampah sembarangan. Untuk antisipasi ada beberapa kali yang belum diluaskan, dilebar dan dikeruk,” jelasnya.

Baca Juga:

Sekadar informasi, beberapa waktu lalu kawasan Petogogan, Cipulir, Duren Tiga, Rawajati dan Kalibata sempat terendam banjir dengan ketinggian air 40 hingga 50 cm.

(whb)

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jembatan Tebet

loading…

JAKARTA – Sesosok pria yang belum diketahui identitasnya ditemukan tewas dalam posisi menggantung di kolong jembatan kali Jalan Prof. Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan. Dari saku celana mayat pria tersebut ditemukan surat tilang dengan kondisi robek tak karuan.

Kapolsek Tebet, Kompol Eko Mulyadi mengatakan, mayat pria tersebut ditemukan warga sekitar yang melintas di lokasi kejadian. “Betul ada mayat yang diduga gantung diri. Jenis kelaminnya laki-laki,” kata Eko saat dikonfirmasi, Selasa (19/2/2019).

Saat ditemukan, kata dia, kondisinya sudah dalam posisi tergantung dengan kain baju. Saat dilakukan pengecekan tubuh, tak ada tanda-tanda bekas luka akibat kekerasan. “Kami masih dalami apa penyebabnya dia sampai gantung diri. Di celananya ada surat tilang, tapi sudah robek tak karuan bentuknya,” tuturnya.

Baca Juga:

Kini, jenazah korban yang belum diketahui identitasnya itu sudah dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat guna proses visum. Polisi pun masih memeriksa saksi di sekitar lokasi guna mengetahui identitas korban.

(whb)

Pemkot Bogor Akan Bangun Tujuh Taman Baru

loading…

Pemkot Bogor Akan Bangun Tujuh Taman Baru. (Dok. SINDOnews).

BOGOR – Upaya Pemkot Bogor mewujudkan cita-cita menjadi Kota Seribu Taman terus digulirkan. Tahun ini pemkot akan membangun tujuh taman baru agar masyarakat memiliki pilihan dalam berinteraksi, baik dengan teman maupun keluarga.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Syarif. Menurut dia, pembangunan tujuh taman baru ini satu di antaranya berskala kota dan sudah masuk perencanaan pada tahun sebelumnya. “Ya, tahun ini kita akan membangun satu taman berskala kota kemudian pembangunan taman-taman di daerah permukiman ada enam taman yang akan dibangun,” ujarnya. Ade mengatakan, satu taman berskala kota itu akan dibangun di Lapangan Kresna, Bogor Utara, Kota Bogor, dengan cara menata ulang taman yang sudah ada di lapangan itu. “Rencananya di Taman Kresna ini akan dibangun taman wayang, tempat bermain, dan jogging track ,” ujarnya.

Sebab, kata Ade, sebelumnya juga pemkot sudah membangun dua taman berskala kota, yaitu Taman Sempur di Kelurahan Sempur, Bogor Tengah, Kota Bogor, dan Taman Heulang di Kelurahan Tanah Sareal, Kota Bogor. “Nah, tahun ini kita bangun lagi satu taman berskala kota agar masyarakat mempunyai banyak pilihan dalam berinteraksi,” ujarnya. Sementara itu, enam taman lainnya yang akan dibangun lokasinya dekat permukiman, seperti di Griya Kencana, Kelurahan Tanah Baru, Bogor Utara; Perumahan Kedung Badak, Kelurahan Kedung Badak, Tanah Sareal; Bukit Cimanggu City, Tanah Sareal; Katulampa, Bogor Timur; Pamoyanan, Bogor Selatan; dan Taman TCC, Tanah Sareal.

Baca Juga:

Ade mengatakan, ketujuh taman tersebut rencananya dikerjakan mulai tahun ini dan diharapkan selesai tahun ini juga. “Anggaran Rp1,2 miliar untuk pembangunan Taman Kresna dan untuk taman-taman di permukiman beragam, sekitar Rp200 juta untuk satu tamannya,” katanya. Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan Disperumkim Kota Bogor Agus Gunawan mengatakan, pihaknya juga berencana mengubah Taman Topi yang terletak di Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor, dengan konsep alun-alun kota. “Taman Topi akan dibangun alun-alun yang anggarannya dari provinsi karena itu bantuan provinsi, sebab provinsi sudah ada program pembangunan alun-alun,” ujarnya.

Menurutnya, Taman Topi dipilih untuk dibangun menjadi Alun-alun Kota Bogor lantaran lahannya luas dan letaknya strategis, tepat di pusat Kota Bogor. “Insya Allah, target tahun ini detail engineering design (DED) selesai, kemudian pembangunan fisik rencananya tahun 2020 dimulai,” kata Agus. Dia mengatakan, jika anggarannya mencukupi, pada 2020 mendatang bisa rampung. “Tapi, kalau DED-nya besar, pembangunannya akan dibagi dua tahap, yakni 2020 dan 2021. Jadi, untuk alunalun kota ini kita lihat DED dulu,” ungkap Agus.

Menurutnya, konsep pembangunan alun-alun yang sudah direncanakan ini tahapannya masih dibahas antaran Pemkot Bogor dan Pemprov Jabar. “Sebetulnya pemkot sendiri telah merencanakan Taman Topi untuk direvitalisasi menjadi kawasan terintegrasi sebelum ada wacana alun-alun dari provinsi mengemuka, nah kita sudah membuat perencanaan untuk penataan, yaitu memadukan antara sejumlah bangunan di sekitar Taman Topi itu, yakni Stasiun Bogor dan Masjid Agung,” katanya. Namun, karena Pemprov Jabar memiliki konsep sendiri tentang pembangunan di taman yang memiliki luas 1,7 hektare itu, maka nanti akan dibuat hamparan lapangan rumput seperti alun-alun di Yogyakarta.

“Konsep yang dimiliki pemprov tersebut diharapkan bisa dikolaborasikan dengan konsep yang direncanakan pemkot sejak jauh hari. Sebab, kalau menurut mereka, yang namanya alun-alun seperti lapangan terbuka,” katanya. (Haryudi)

(nfl)

Terhimpit Pemukiman, Pemkot Jaksel Kesulitan Lakukan Pengerukan Kali

loading…

JAKARTA – Untuk mengantisipasi banjir yang terjadi akibat luapan kali, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) melakukan pengerukan lumpur di kali. Sayangnya pengerukan tersebut tidak maksimal karena kendaraan eskavator kesulitan mencapai kali karena sekitarnya sudah dipenuhi pemukiman.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Mataa’ali menjelaskan salah satu penyebab banjir yakni sedimen di dasar sungai belum sempat dikeruk. Penyebab belum sempat dikeruknya sungai karena alat berat tidak bisa sampai ke lokasi. (Baca: Saluran Menyempit dan Buruk, Jakarta Utara Terancam Banjir)

“Ada banyak (yang belum dikeruk). Sebenarnya tinggal beberapa yang belum dikeruk. Karena gak masuk mobil eskavatornya, rata-rata lokasinya sempit sekali,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (19/2/2019).

Baca Juga:

Meskipun begitu, pihaknya mengklaim bahwa titik rawan genangan di Jakarta Selatan terus berkurang. Tak hanya itu, genangan juga tidak lama karena cepat surutnya. (Baca juga: Tanggul Jebol di Jatipadang Segera Dipasang Turap)

“Kayak misalnya kemarin kali Grogol, Pondok Labu meluap. Di Kali Krukut, Kemang Selatan genangan hanya 10-12 cm. Biasanya bisa di atas 40 cm,” lanjutnya.

Menurutnya, selain kerja personel gabungan dari Pasukan Biru, pasukan Oren dan petugas lain, tingkat kesadaran masyarakat untuk mengantisipasi banjir cukup tinggi.

“Tapi alhamdulillah yang hiasanya tinggi jadi lebih minim karena kesadaran masyarakat. Jadinya kemarin masyarakat sadar membersihkan sampah-sampah yang di genangan itu,” tutupnya.

(ysw)

Ditlantas Terus Sosialisasi Tangkis Hoaks Pembuatan SIM Kolektif

loading…

Salah satu hoaks soal pembuatan SIM kolektif di Depok, beberapa waktu lalu.Foto/@TMCPoldaMetro

JAKARTA – Ditlantas Polda Metro Jaya terus melakukan upaya reaktif menepis berita bohong atau hoaks soal pembuatan SIM kolektif hingga razia Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang beberapa waktu belakangan viral dipesan berantai aplikasi WhatsApp. Salah satu cara menepis hoaks tersebut dengan melibatkan pegiat media sosial dan media massa.

Kasi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar mengatakan, polisi terus melakukan upaya reaktif menepis hoaks soal pembuatan SIM kolektif hingga razia STNK yang viral dipesan berantai aplikasi WhatsApp.
“Langkah kami sudah men-counter berita hoaks tersebut dan menyosialisasikan berita counternya ke sosial media dan media massa,” kata Fahri pada wartawan, Selasa (19/2/2019).

Disamping itu, lanjut dia, polisi mengingatkan masyarakat tak gampang percaya dengan kabar sumir. Pihaknya juga mengajak masyarakat membantu pencegahan penyebaran hoaks.

Baca Juga:

“Setiap info seputar lalu lintas pasti sampai di kita (Ditlantas Polda Metro). Jika di luar kebijakan kami segera lakukan pencegahan agar masyarakat tidak terperdaya karenanya,” ujarnya. Masyarakat, juga diminta cerdas untuk mengkrosceknya dahulu ke pihak berwajib jangan sampai menjadi korban pesan hoaks berantai.

Informasi pembuatan SIM secara kolektif tanpa tes beredar di media sosial. Kabar tersebut menyebutkan lokasi pembuatan SIM berlangsung di sejumlah titik, seperti di Kota Depok, Jawa Barat dan di wilayah Jakarta. Disebutkan peserta hanya datang lalu foto dan tanpa melakukan tes.

(whb)

Anies Minta Seluruh Pihak Terkait Rusun Milik Patuhi Pergub No 132/2018

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Apartemen Lavande Jalan Supomo, Jakarta Selatan.Foto/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau seluruh pihak yang terkait dalam pengelolaan rumah susun milik (Rusunami) atau hunian vertikal di Jakarta untuk melaksanakan dengan baik Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 132/2018 tentang Pembinaan Pengelolaan Rumah Susun Milik guna menegakkan keadilan bagi semua.

“Kita buat aturan itu, dan saya minta kepada semuanya untuk melaksanakan Pergub 132 secara konsisten. Itulah dasar hukum yang digunakan di Jakarta. Sekarang kita mengatur itu semua. Sebab banyak warga rumah susun yang mengalami intimidasi dan tekanan ketika memperjuangkan. Praktik ketidakadilan ini jamak. Ini bukan kasus khusus di Lavande saja, ini contoh saja. Praktik seperti ini (terjadi) di mayoritas rumah susun di Jakarta,” kata Anies di Apartemen Lavande Jalan Supomo, Jakarta Selatan, Senin 18 Februari 2019 malam.

Anies menambahkan, Pemprov DKI Jakarta serius menangani masalah ketidakadilan ini secara tuntas.“Saya akan minta kepada semua jajaran untuk jangan mundur, laksanakan dengan tuntas. Kita semua akan bekerja bersama untuk mengawal proses pelaksanaan Pergub 132 ini. Kita akan laksanakan di semua tempat, buka hanya di sini. Saya percaya dengan bapak ibu (penghuni rusun), kita bisa kerjasama, insyaAllah kita bisa tuntaskan sama-sama,” tegas Anies.

Baca Juga:

Sebagaimana diketahui, Pergub ini bertujuan mengatur pengelolaan Rusun Milik agar dapat berhasil guna, berdaya guna dan memberikan perlindungan hukum kepada pemilik, penghuni dan masyarakat umum dalam menjadikan rumah susun sebagai tempat tinggal yang sehat, aman, nyaman dan harmonis.
Hadirnya Pergub Nomor 132 Tahun 2018 dalam rangka mencapai tertib pengelolaan Rusun Milik yang berkaitan dengan pengelolaan benda bersama, bagian bersama, tanah bersama, serta penghunian termasuk sarana dan utilitas.

Aturan dalam Pergub ini juga melingkupi pembinaan pengelolan Rusun Milik yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.“Yang paling mendasar mengenai hak-hak warga rusun. Kita tahu selama ini mereka tidak bisa menjalankan atau mendapatkan haknya dengan baik. Apalagi kalau sudah sampai pada pembentukan P3SRS (Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun). Banyak sekali pengurus P3SRS tidak tinggal di lokasinya dan bukan warga yang bersama di situ?” urainya.

“Kita (akan terus) konsisten, dan akan hadapi (berbagai) gugatan yang muncul pengadilan. Justru kami ingin membuktikan lewat jalur hukum, (sebab) yang diatur di sini itu pengelolaan yang mendasarkan pada prinsip keadilan,” sambung Anies.

Dalam kesempatan itu, Anies didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta, Kelik Indriyanto dan Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Mata’ali.

(whb)

Tahun Ini, Pemprov DKI Akan Sulap Kawasan Kemang Jadi Pusat Hiburan

loading…

JAKARTAPemprov DKI Jakarta bakal melakukan penataan total di kawasan Kemang Jakarta Selatan pada tahun 2019 ini. Kemang akan disulap menjadi pusat hiburan dan pusat jasa yang layak dikunjungi.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan, program penataan trotoar ini dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan bagi para pejalan kaki maupun masyarakat disabilitas yang melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. (Baca: Hari Pejalan Kaki, Anies Akan Gencarkan Pembangunan Trotoar)

“Penataan trotoar ini dimaksudkan untuk kemudahan para pejalan kaki maupun disabilitas melakukan kegiatannya. Karena di Kemang ini akses untuk pedestrian masih minim,” katanya kepada wartawan, Selasa (19/2/2019).

Baca Juga:

Selain penataan trotoar untuk pejalan kaki, Hari melanjutkan, jalur untuk pesepeda dan kemudahan akses transportasi umum juga akan dibenahi.

Ketua Perkumpulan Keluarga kemang (PKK) Puri, menyatakan dukungannya terhadap rencana program pemerintah tersebut. Harapannya, masyarakat diberi kemudahan berbagai perizinan usaha di lokasi tersebut jika sudah selesai penataannya. (Baca juga: Pemkot Jaksel Kampanyekan Penanaman Satu Juta Pohon di Jakarta)

“Saya mewakili Perkumpulan Keluarga kemang mendukung semua program penataan trotoar ini. Namun saya berharap warga yang nantinya ingin membuka usaha diberikan kemudahan perizinan,” tukasnya.

(ysw)

Gelar Kompetisi, Ditlantas Polda Metro Ajak Blogger Makin Cinta Lalu Lintas

loading…

Pamflet pengumuman lomba vlog yang digelar Ditlantas Polda Metro Jaya.Foto/@TMCPoldaMetro

JAKARTA – Untuk mengajak para blogger Indonesia semakin cinta lalu lintas, Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar kompetisi Blog Road Safety Jakarta 2019. Kegiatan ini mengangkat tema ‘Keselamatan Lalu lintas Road Safety Jakarta’ dan merupakan rangkaian dari program berskala Nasional, Millenial Road Safety Festival yang digagas oleh Korlantas Polri.

Panitia pelaksana, AKP Dicky Dwi Priambudi Arief Sutarman, mengatakan, sasaran dari kompetisi ini adalah para blogger unite yang gemar menulis cerita atau artikel untuk keselamatan berkendara dan berlalu lintas. “Sasaran kami adalah generasi muda kaum blogger se-Jadetabek agar dapat mendukung ketertiban berlalulintas dan keselamatan berkendara dalam berlalu lintas,” ujar Dicky dalam keterangan persnya yang diterima SINDOnews, Selasa (19/2/2019).

Dicky membeberkan, kompetisi ini terbuka untuk untuk umum kecuali anggota (TNI/Polri) yang berusia 17-35 tahun dan satu karya tulis untuk satu orang. Karya wajib sesuai tema, hasil karya sendiri atau bukan plagiat dengan minimal 500 kata. “Temanya, Keselamatan Lalu Lintas Road Safety Jakarta, tidak mengandung sara, pornografi, ujaran kebencian, dan politik. Jangan lupa karya sendiri alias bukan plagiat,” ujarnya.

Baca Juga:

Hasil karya tersebut dapat diemailkan ke Roadsafetyfest.jakarta@gmail.com dengan subjek “Kompetisi Blog Millennial Road Safety Festival 2019”
Informasi selengkapnya mengenai seluruh rangkaian kegiatan Millenial Road Safety Festival dapat mengunjungi situs www.Roadsafetyjkt.com dan follow instagram @roadsafety_jkt.

Batas akhir pengiriman karya pada hari Minggu, 10 Maret 2019 pukul 13.00 WIB. “Hasil karya dikirimkan bersama dengan KTP, akun instagam, link blog dan nomor HP aktif digunakan,” ucapnya.

Nantinya, naskah-naskah yang telah didaftarkan akan dinilai oleh para dewan juri yang pakar di bidangnya, seperti Istiarina Putri (blogger) dan Merry Magdalena (penulis). “Nanti akan dinilai oleh blogger profesional Istiarina Putri dan penulis Merry Magdalena, serta didampingi oleh tim Ditlantas Polda Metro Jaya” ucapnya.

(whb)

Sebelum Terbakar, Sopir Bus Transjakarta Turunkan Penumpang di Halte Juanda

loading…

Petugas pedamam kebakaran tengah memadamkan amuk si jago merah yang membakar bus Transjakarta malam tadi di Pasar Baru, Jakarta Pusat.Foto/@TMCPoldaMetro

JAKARTA – Pramudi bus Transjakarta, Nasrudin menyampaikan kronologis terbakarnya bus Transjakarta B 7238 TGC di depan Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat malam tadi. Beruntung dalam peristiwa ini tidak ada satu pun penumpang dan awak bus yang mengalami luka-luka.

Nasrudin menjelaskan, setelah lampu dalam bus padam, dia mengantarkan penumpang hingga ke Halte Juanda.”Sebelum terbakar saya sampaikan permohonan maaf kepada penumpang bahwa ada penyesuaian layanan Kalideres-Pasar Baru. “Layanan sementara, bus ini hanya sampai di Halte Juanda,” ungkap Nasrudin pada wartawan Selasa (19/2/2019).

Setelah itu menurunkan penumpang di Halte Juanda, Nasrudin menepikan bus untuk memeriksa kondisi. Seketika itu pula keluar asap, dan dengan cepat Nasrudi meminta petugas layanan bus untuk turun demi keamanan. (Baca: Bus Transjakarta Ludes Dilalap si Jago Merah di Depan Pasar Baru)

Baca Juga:

“Saya berusaha untuk mengambil alat pemadam kebakaran ringan di dalam bus. Tetapi asap tebal dan hitam langsung muncul, saya pun bergegas keluar dari bus,” ujarnya. Akibat kejadian ini Nasrudi tidak mengalami luka serius, namun napasnya terasa sesak karena menghirup asap. Atas kondisi tersebut, Nasrudin dirujuk ke rumah sakit.

Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono, Direktur Operasional Transjakarta Daud Joseph serta Direktur Teknik dan Fasilitas Transjakarta Wijanarko mengunjungi pramudi di rumah sakit untuk mengecek kesehatannya pada Senin malam.

Agung menyampaikan terima kasih kepada pramudi yang mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan atas upayanya dalam pencegahan maupun penanganan cepat. Agung menegaskan, kejadian seperti ini tidak boleh terulang.

“Semuanya diinternal harus mengevaluasi semua proses. Dan laporan ke polisi, kami harap segera diinvestigasi oleh Puslabfor Polri,” tambahnya. Menurut Agung, pramudi sudah melakukan antisipasi dan pencegahan demi keselamatan dan keamanan pengguna jasa.

(whb)

Kirim Paket Sabu via Ojek Online, Pengedar Narkoba Diciduk

loading…

JAKARTA – MH (33) pengedar narkoba ini diciduk petugas Polsek Senen, Jakarta Pusat di rumahnya di Kramat Jati, Jakarta Timur. Dari tangan pelaku disita narkoba jenis sabu seberat 0,34 gram.

Dilansir dari laman Humas Polda Metro Jaya, MH diciduk di Jalan Bumi Pratama Raya Blok G RT 04/06 Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dari tangan pelaku disita satu bungkus plastik warna hitam berisi kardus kecil warna putih yang di dalamnya terdapat satu bungkus plastik klip kecil sabu 0,34 gram dan satu unit handphone merek Oppo warna putih.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, MH diciduk pada Jumat, 15 Februari 2019 lalu. Dari hasil pemeriksaan diketahui barang haram tersebut didapat dari seseorang yang sering disebut Om Kwitang seharga Rp400.000

Baca Juga:

“Selanjutnya barang itu di antar melalui jasa pengiriman ojek online. Kamis memburu Om Kwitang,” ucapnya.

(whb)

Usia Masih Belasan Tahun, Kawanan Geng Motor Sudah Merampok di 5 Tempat

loading…

JAKARTA – Tiga anggota geng motor yang diciduk pteugas Polres Jakarta Selatan terkait perampokan di warung pecel lele, ternyata sudah lima kali beraksi. Komplotan ini mempersenjatai diri menggunakan berbagai jenis senjata tajam.

Tiga pelaku yang telah diciduk petugas yakni, IR (18), NA (17), dan FZ (15).”Walau pun umur mereka masih remaja, ternyata kawanan geng motor ini sudah merampok di lima lokasi di Jakarta Selatan,” ungkap Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar pada Selasa (19/2/2019).
Dalam beraksi, para pelaku punya perannya masing-masing, ada yang perannya mengancam menggunakan senjata tajam seperti clurit, ada yang sebagai joki, dan ada yang eksekutor (merampas barang berharga korban).Menurut Indra, pelaku beraksi secara acak pada jam-jam tengah malam dan sepi dengan sasaran warung-warung kecil agar bisa cepat kabur.(Baca: Polisi Tangkap Geng Motor Perampok Warung Pecel Lele di Pejaten)Setiap beraksi, para pelaku pun menggunakan sepeda motor saling berboncengan sambil beberapa pelaku membawa senjata tajam. “Sajam itu mereka pakai untuk menakuti korbannya, tapi tak pernah mereka pakai untuk melukai korban. Namun, masih kami dalami lebih lanjut, masih kami kembangkan,” ucapnya.

Baca Juga:

(whb)

Polisi Tangkap Geng Motor Perampok Warung Pecel Lele di Pejaten

loading…

JAKARTA – Polisi meringkus tiga orang pelaku geng motor yang merampok warung pecel lele di Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ketiganya berinisial IR (18), NA (17), dan FZ (15).

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar mengatakan, ketiganya diringkus polisi di kawasan Cipayung dan Cilangkap, Jakarta Timur. Adapun jumlah geng motor yang melakukan aksi perampokan itu sebanyak enam orang, sisanya masih dalam pengembangan polisi.

“Ada yang masih pelajar pelakunya. Ini masih kami kembangkan lebih lanjut,” kata Indra pada wartawan, Selasa (19/2/2019). Menurut Indra, dalam penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa notebook dan handphone serta barang bukti lainnya.

Baca Juga:

Para pelaku pun dijerat Pasal 365 KUHP dengan hukuman 9 tahun penjara.
“Para pelaku ini diduga melakukan aksi kejahatannya di lokasi lainnya juga di kawasan Jakarta Selatan dengan sasaran warung-warung kecil,” tuturnya.

(whb)

Temui Anies Baswedan, Partai Pengusung Bahas Soal Cawagub

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DKI Jakarta telah menemui Gubernur Anies Rasyid Baswedan, Senin 18 Februari 2019. Kedua partai pendukung Anies-Sandiaga Uno pada Pilgub DKI Jakarta 2017 ini membahasa posisi wagub yang ditinggal Sandi.

Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta Sakhir Purnomo mengatakan, silaturahim tersebut masih terkait pembahasan dan belum penyerahan dua nama untuk dibawa ke Gubernur Anies kepada DPRD DKI Jakarta.

“Kami hadir untuk menyampaikan informasi hasil fit and proper test Cawagub yang telah dilaksanakan, sekaligus berdiskusi terkait persiapan pengiriman surat ajuan dua nama Kader PKS sebagai Cawagub serta tindak lanjut surat Gubernur kepada DPRD DKI Jakarta,” jelas Sakhir di Jakarta.

Baca Juga:

Saat ini, kata Sakhir, masing-masing Pimpinan PKS dan Gerindra DKI Jakarta sedang mengonsultasikan nama-nama Cawagub DKI kepada pimpinan pusat di masing-masing partai.

Hal itu mengingat dokumen ajuan dua nama kader PKS sebagai cawagub, sesuai edaran yang disampaikan oleh Sekda Pemprov DKI Jakarta, perlu ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris PKS-Gerindra DKI Jakarta, plus
Ketua Umum/Presiden Partai-Sekretaris Umum/Sekretaris Jenderal DPP.

“Sehingga, sedang diikhtiarkan agar ada penandatanganan bersama surat ajuan dua nama kader PKS sebagai cawagub antara PKS dan Gerindra,” jelas Sakhir.

Dengan demikian, dia berharap sekaligus meminta doa dari warga Jakarta agar pekan ini surat ajuan terkait dua nama kader PKS untuk menjadi Cawagub DKI, dapat dikirim kepada Anies.

“Sebagaimana penjelasan Gubernur Anies, jika surat ajuan dua nama kader PKS sebagai cawagub sudah diterima, Insya Allah Gubernur Anies akan segera menindaklanjutinya dengan berkirim surat kepada DPRD DKI Jakarta,” kata Sakhir.

Sekadar informasi, dalam silaturahmi elite kedua partai pendukung itu hadir Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta Sakhir Purnomo, Ketua MPW PKS DKI Jakarta M Arifin, Wakil Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta Khoirudin, Bendahara Umum DPW PKS DKI Jakarta Noerhadi; serta dari Gerindra diwakili oleh Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik.

(mhd)

Cuaca Jakarta, Pagi Cerah Berawan, Siang dan Malam Sebagian Hujan

loading…

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca DKI Jakarta pada Selasa (19/2/2019) pagi cerah berawan.

Informasi itu dikutip dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id. Sebagaian wilayah Ibu Kota Jakarta mulai diguyur hujan pada siang hingga malam hari.

Wilayah yang diprediksi bakal diguyur hujan siang hari adalah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat hujan lokal, sedangkan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur hujan dengan intensitas sedang. Sedangkan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu tetap cerah berawan.

Baca Juga:

Kemudian meranjak pada malam hari, Jakarta Selatan akan diguyur hujan dengan intensitas ringa. sedangkan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara berawan.

(mhd)

Debat Capres, Perindo Tangsel: Jokowi Kuasai Persoalan Bangsa

loading…

Ketua DPD Partai Perindo Kota Tangsel, Julia Mihardja. Foto/Hambali/Okezone

TANGERANG SELATAN – Calon Presiden (Capres) 01 Joko Widodo (Jokowi) usai debat capres kedua dinilai menguasai persoalan bangsa dan mempunyai pengalaman memimpin. Jokowi juga dianggap lebih menguasai persoalan pada debat Capres 2019 putaran kedua yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin.

“Saya menilai Pak Jokowi, karena ia memang sebagai petahana tentu banyak mengetahui persoalan-persoalan pembangunan itu. Beliau menguasai secara detail persoalan itu,” ujar Ketua DPD Partai Perindo Kota Tangsel, Julia Mihardja di Tangerang Selatan, Senin (19/2/2019).

Secara keseluruhan, Julia menambahkan, debat putaran kedua kali ini lebih tajam dibanding debat sebelumnya. Ia juga berharap, hal-hal positif dalam debat kali ini dapat dipertahankan pada debat-debat selanjutnya.

Baca Juga:

“Saya kira dinamika yang sudah kita ciptakan melalui debat kedua ini patut dipertahankan, sehingga nanti bisa terungkap semuanya soal-soal yang jadi concern (fokus) kedua belah pihak. Tentu beliau sebagai incumbent tidak berhenti pada jargon-jargon saja,” tandas Julia.

Sementara itu, Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Kota Tangsel 01 Joko Widodo-Kiai Ma’ruf Amin, Benyamin Davnie mengatakan, ada tiga hal yang patut digarisbawahi.

“Pertama, kita bisa melihat Pak Jokowi sangat menguasai masalah bangsa ini karena Pak Jokowi berpengalaman dalam memimpin mulai dari Wali Kota, Gubernur dan akhirnya menjadi Presiden,” kata Benyamin.

Kedua, dilanjutkan dia, Jokowi merupakan pemimpin yang memberikan solusi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah menunjukkan bahwa dirinya merupakan sosok pemimpin yang selalu memberikan solusi bagi setiap persoalan. Karena itu jika terpilih lagi, Jokowi sudah menyiapkan berbagai strategi untuk menyelesaikan permasalahan yang selama ini belum tuntas.

“Pak Jokowi adalah pemimpin solutif atau pemecah masalah, begitu ada persoalan, selalu disertai dengan solusi,” ungkapnya.

Terakhir, lanjut Benyamin, Jokowi menunjukkan pemimpin yang berani, dimana memiliki keberanian dalam memutuskan kebijakan. Berbagai persoalan selalu tuntas dengan dicarikan solusi, padahal jika diiterapkan tanpa keberanian maka hal itu sulit dilakukan.

“Pak Jokowi dengan tegas mengatakan saya tidak takut kepada siapa pun. Itu menunjukkan bahwa Pak Jokowi adalah pemimpin yang berani,” terangnya.

Masih kata pria yang biasa disapa Bang Ben ini, tentu tidaklah mudah memimpin suatu bangsa yang besar seperti Indonesia. Meski telah banyak mengerjakan program-program nasional selama kepemimpinannya, namun tidak mungkin semua bisa sempurna, melainkan masih menyisakan tugas lanjutan yang harus diselesaikan.

“Pak Jokowi telah melakukan sesuatu dan akan melakukan sesuatu. Inilah yang akan memberi warna antara yang telah dan akan,” ungkapnya lagi.

(mhd)

Selama Tiga Hari, Jakarta Islami Centre Gelar Pameran Pendidikan

loading…

Pamflet Jakarta Islamic Education Fair (JIEF) 2019 di JIC. Foto/Istimewa

JAKARTA – Pameran pendidikan Islam Jakarta akan digelar untuk ketiga kalinya di ajang Jakarta Islamic Education Fair (JIEF) 2019 oleh Jakarta Islami Centre (JIC). Kegiatan itu akan dimulai pada Jumat 22 hingga Minggu 24 Februari 2019 di Convention Hall Jakarta Islamic Centre.

“Tahun ini, peserta stan pendidikan tidak hanya lembaga pendidikan Islam dari Indonesia, khususnya dari Jakarta, baik pendidikan formal dari perguruan tinggi sampai PAUD, maupun pendidikan non formal. Tetapi juga dari luar negeri yang menyelenggarakan pendidikan Islam di Jakarta, seperti LIPIA, Arab Saudi, Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah /UICCI Turki, Ar-Risalah, Sudan dan juga dari Malaysia yang diwakili oleh Madani Institute,” kata Kepala Devisi Pengkajian dan Pendidikan Badan Managemen Jakarta Islamic Centre, Rakhmad Zailani Kiki kepada wartawan, Senin 18 Februari 2019.

Lembaga-lembaga pendidikan Islam ini akan menampilkan produk-produk pendidikan Islam berstandar internasional untuk semua kalangan. Selain itu, kata dia, ada pula program beasiswa yang tentu dapat meringankan biaya pendidikan dan bahkan menguntungkan bagi peserta didik.

Baca Juga:

Di JIEF 2019, lembaga-lembaga tersebut mengadakan talkshow di panggung utama dengan hadiah dan doorprize yang menarik.

“JIEF 2019 sangat menguntungkan bagi para pengunjung karena hanya di satu lokasi mendapatkan banyak informasi dan pilihan pendidikan Islam berskala dan berstandar internasional,” ujar Kiki.

“JIEF 2019 mengusung tema peluang dan tantangan pendidikan Islam di era industri 4.0 sehingga ada beberapa acara dan lomba terkait tema seperti kompetisi robotik dan kompetisi Islamic e-sport. Ada pula lomba-lomba. Seperti lomba marawis dan lomba tahfidz Quran. Jakarta Islamic Centre juga akan menampilkan beberapa produk pendidikannya, seperti pedidikan falakiyah, pendidikan bahasa, pendidikan broadcasting, diklat pembuatan roti dan kue, dan lain-lain” pungkasnya.

Kepala Sekretariat Jakarta Islamic Centre, Ahmad Juhandi berharap, pameran pendidikan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Saya mengharapakan pameran pendidikan Islam ini bisa dimanfaatkan bagi semua kalangan terutama orang tua dan peserta didik. Mau lembaga pendidikan tinggi, menengah dan dasar. Baik yang negeri maupun swasta. Baik lembaga pendidikan dalam negeri maupun luar negeri. Mau beasiswa atau mandiri. Mau sekolah umum atau pesantren dan boarding school. Silakan datang dan saksikan di Jakarta Islamic Centre.” serunya.

(mhd)

Sterilisasi Pejalan Kaki, PD Sarana Jaya: Evaluasi Setiap Hari

loading…

Para pejalan kaki tengah beraktivitas di Skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Direktur PD Sarana Jaya, Yoori Pinotan menyatakan, pemberlakuan sterilisasi pejalan kaki di kawasan Jalan Jatibaru Raya dengan mengalihkannya ke Skybridge Tanah Abang dilakukan setiap hari. Namun dia belum dapat menjabarkan hasil dan langkah evaluasi tersebut. Dia mengklaim bahwa sterilisasi pejalan kaki dengan mengalihkanya menggunakan Skybdrige cukup efektif.
“Evaluasi dari waktu ke waktu terus berjalan. Kita monitor terus,” kata Yoori kepada wartawan di Jakarta, Senin 18 Februari 2019. (Baca juga: Semrawut, Sterilisasi Pejalan Kaki di Tanah Abang Masih Berjalan)

Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjiatmoko menyatakan akan terus melakukan penataan angkutan di kawasan Tanah Abang melalui program Jak lingko. Sehingga, angkutan umum tidak perlu lagi mengetem lantaran dibayar rupiah perkilometer.

“Kami masih terus merangkul operator untuk ikut dalam program Jak lingko. Nantinya kalau semua sudah masuk Jak lingko, tidak akan ada lagi angkutan yang mengetem,” tegasnya.

Baca Juga:

(mhd)

PT Transjakarta Selidiki Penyebab Bus Terbakar di Pasar Baru

loading…

Bus Transjakarta ludes terbakar. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bakal menyelidiki penyebab bus dengan nomor polisi B 7238 TGC terbakar di persimpangan Adipura, Jakarta Pusat, tepatnya di depan Pasar Baru, Sawah Besar, Senin (18/2/2019) malam.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono. Dia juga memastikan, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

“Pelanggan Bus Transjakarta sudah dievakuasi ke halte Juanda sebelum peristiwa terbakarnya bus di Pasar Baru. Petugas dengan sigap melakukan pencegahan dan antisipasi,” kata Agung, Senin (18/2/2019).

Baca Juga:

Sebelumnya, satu unit bus Transjakarta terbakar dilalap si jago merah depan Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019) malam. Kejadian terjadi sekitar pukul 20.33 WIB.

“Iya. Kejadian depan Pasar Baru,” kata Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat, Hardisiswan.

Api dapat dipadamkan sekitar pukul 21.15 WIB. Setidaknya ada lima unit mobil pemadam kebakaran yang diturunkan ke lokasi. (Baca juga: Bus Transjakarta Ludes Dilalap si Jago Merah di Depan Pasar Baru)

Tidak ada kendala berarti. Namun, macetnya jalan sempat membuat pihaknya tersendat sampai ke lokasi. “Tadi itu kita itu terhalang macet,” ucapnya.

(mhd)

Sterilisasi Pejalan Kaki dari Jalan Jatibaru Dipercaya Hilangkan PKL

loading…

Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau Skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: SINDOphoto

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan sterilisasi di Jalan Jatibaru Raya dari pejalan kaki sebagai upaya memaksimalkan penggunaan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau Skybridge Tanah Abang.

Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna mendukung penuh langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu. Ia sepakat perlunya menertibkan dan mensterilkan pejalan kaki di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Baca juga: Pedestrian Jati Baru Ditutup, Dishub DKI Ingin Maksimalkan Skybridge)

Yayat melihat, larangan ini akan membuat PKL liar kehilangan pendapatannya. Sebab tanpa pejalan kaki maka tidak akan ada pembeli. Dengan demikian PKL secara perlahan akan pindah dari Jalan Jatibaru Raya.

Baca Juga:

“Ibarat mata air, kita putus mata airnya. Kalau enggak ada yang jalan, 100 PKL di bawah tidak akan berfungsi,” ujar Yayat ketika dihubungi, Senin (18/2/2019). (Baca juga: Pejalan Kaki Wajib Jalan di Skybridge, Trotoar Jalan Jatibaru ‎Tidak Difungsikan)

Yayat melihat cara ini cukup efektif. Sebab, selain mampu membuat tertib PKL di bawah skybridge, juga akan mendorong ekonomi PKL yang ada di skybridge. Pola ini dikenal preventive. (Baca juga: Trotoar Jati Baru Disterilisasi, 75 Petugas Satpol PP Ikut Berjaga)

Karenanya, untuk mendorong itu Yayat meminta petugas lapangan proaktif membantu. Dorongan untuk mengarahkan para pejalan kaki lewat atas atau skybridge wajib dilakukan setiap saat.

(thm)

Semrawut, Sterilisasi Pejalan Kaki di Tanah Abang Masih Berjalan

loading…

PKL di sekitar Tanah Abang, Jalan Jatibaru, Jakarta Pusat. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Kawasan Stasiun Tanah Abang, Jalan Jatibaru Raya, Jakarta Pusat, masih tampak semrawut meski sudah diberlakukannya sterilisasi pejalan kaki, pada Kamis 7 Februari 2019. Meski begitu, evaluasi masih berjalan.

Berdasarkan pantauan, sejumlah pejalan kaki masih berlalu lalang di Jalan Jatibaru Raya, khususnya di u-turn atau daerah yang belum terpagari. Para penumpang kereta yang hendak ke Pasar Tanah Abang masih banyak keluar dari pintu stasiun Jatibaru bengkel dan menyeberang ke pasar Tanah Abang melalui u-turn.

Sejumlah angkutan umum yang memarkirkan kendaraanya di sekitar u-turn hingga pintu stasiun Jatibaru bengkel ditambah ramainya Pedagang Kaki Lima (PKL) memperparah kesemrawutan sekitar. Apalagi adanya bus Transjakarta yang mengetem menunggu penumpang.

Baca Juga:

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi kesemrautan tersebut. Menurutnya, dengan disterilisaikan Jalan Jatibaru Raya dari pejalan kaki pada 7 Februari lalu, kawasan Tanah Abang Jalan Jatibaru Raya semakin tertib.

“Ya kami akan terus evaluasi penataan Tanah Abang saat ini. Tentunya, kami ingin terus menjadikan kawasan menjadi lebih tertib,” kata Irwandi saat dihubungi, Senin (18/2/2019).

Irwandi menjelaskan, evaluasi pemberlakuan sterilisasi pejalan kaki di kawasan Jalan Jatibaru Raya dengan mengalihkannya ke Skybridge Tanah Abang merupakan kewenangan PD Sarana Jaya. Sedangkan untuk angkutan umum kewenangan Dinas Perhubungan.

Untuk itu, lanjut Irwandi, sebelum melanjutkan penertiban, pihaknya akan kembali meminta hasil evaluasi dari pihak-pihak tersebut. Dia pun akan terus melakukan penertiban di kawasan Tanah Abang.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Termasuk pihak kepolisian,” katanya. (Baca juga: DKI Siap Carikan Lahan untuk PKL Tanah Abang di luar Skybdrige)

(mhd)

Pemkot Jaksel Bongkar Bangunan Hotel 8 Lantai karena Langgar IMB

loading…

Petugas Satpol PP melakukan penertiban terhadap bangunan liar.Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Pemkot Jakarta Selatan menghentikan pembangunan hotel di Kemang Raya No 4, Jakarta Selatan karena terbukti melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Tidak hanya dihentikan, puluhan petugas Satpol PP juga membongkar sebagian bangunan hotel 8 lantai yang sedang dibangun itu.

Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Ujang Harmawan mengungkapkan, tindakan pembongkaran ini dilakukan karena pembongkaran sendiri yang sebelumnya diajukan oleh pemilik, ternyata tidak dituntaskan.“Bangunan ini melanggar IMB jarak bebas belakang tiga meter. Pemilik mengajukan bongkar sendiri tapi ternyata tidak tuntas. Makanya hari ini kita lanjutkan melakukan pembongkaran,” kata Ujang pada wartawan Senin (18/2/2019).

Ujang menuturkan, sesuai rekomendasi Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Jakarta Selatan, bagian bangunan yang tidak sesuai IMB setinggi lima lantai pada bagian belakang. Namun, dua lantai sudah dibongkar sendiri oleh pemiliknya. “Jadi tidak hanya dak lantai yang dibongkar, tiang-tiang rangka baja yang sudah terpasang juga kita potong-potong dengan las,” ujarnya.

Baca Juga:

Kepala Seksi Penindakan Sudin Citata Jakarta Selatan, Bonar Ambarita menegaskan, bangunan hotel yang melanggar yakni jarak bebas belakang setinggi 4 lantai dengan luas 3×9 meter. Selain itu, melanggar jarak bebas samping 1×8 meter.

“Untuk jarak bebas samping tidak harus dibongkar karena bisa proses izin. Tapi kalau jarak bebas belakang itu harus dibongkar tuntas. Sudah bikin pernyataan pemilik menggunakan crane miliknya untuk menurunkan kerangka baja yang belum dibongkar,” tegasnya. Proses pembongkaran berlangsung kondusif tanpa perlawanan dari pemilik.

Wakil Kepala Pengawas Proyek dari PT Elang Jaya Konstruksi Marwan, mengakui adanya pelanggaran jarak bebas belakang pada hotel tersebut. Pihaknya, berjanji akan melanjutkan proses pembongkaran yang melanggar IMB tuntas.”Setelah turun teguran kita stop pembangunan dulu. Cuma kan tegurannya sudah sampai ke atas. Kita sudah bantu bongkar sebelumnya selama tujuh hari. Untuk baja akan kita turunkan pakai crane,” ucapnya.

(whb)

Bus Transjakarta Ludes Dilalap si Jago Merah di Depan Pasar Baru

loading…

Bus Transjakarta terbakar di persimpangan Adipura, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019) malam. Foto: Ist/@TMCPolda Metro Jaya

JAKARTA – Bus Transjakarta kembali terbakar saat melaju di jalanan. Kali ini bus Transjakarta B 7238 TGC ludes terbakar di persimpangan Adipura, Jakarta Pusat, tepatnya di depan Pasar Baru, Sawah Besar, Senin (18/2/2019) malam. Belum diketahui pasti pemicu amukan si jago merah.

Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat, Hardisiswan membenarkan kejadian terbakarnya bus Transjakarta itu. Kejadiannya malam ini sekitar pukul 20.33 WIB. “Iya, kejadian di depan Pasar Baru,” ujar Hardisiswan saat dikonfirmasi.

Menurut dia, api sudah berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.15 WIB. Setidaknya lima unit mobil pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi.
(Baca juga: Diduga Korsleting, Bus Transjakarta Hangus 95%)

Baca Juga:

Tidak ada kendala berarti dalam memadamkam api. Namun pihaknya sempat tersendat sampai ke lokasi akibat arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan. “Tadi itu kami terhalang macet,” ucapnya. (Baca juga: Tak Layak Jalan, Bus Transjakarta Terbakar di Latuharhary)

Dia memastikan tidak ada korban dalam kejadian ini. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dari dalam bus. “Tidak ada korban. Karena penumpang langsung dievakuasi dari lokasi,” tuturnya.

Untuk penyebab kebakaran, pihaknya belum bisa memastikan karena masih dalam pendalaman. Begitu pun soal jumlah kerugian akibat hal ini.

(thm)

Pemilu 2019, Puluhan Penderita Gangguan Jiwa di Tangsel Akan Nyoblos

loading…

TANGERANG SELATAN – Ratusan warga Tangerang Selatan (Tangsel) yang berkebutuhan khusus siap menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu Serentak April 2019 mendatang. Termasuk sebanyak 58 orang penderita tunagrahita atau keterbelakangan mental.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Bambang Dwitoro, mengatakan, seluruh warga negara berhak memiliki hak suara pada Pemilu 2019. Tidak terkecuali para difabel, tunagrahita, tunadaksa, tunanetra, tunarungu dan tunawicara yang jumlahnya mencapai 597 orang di Kota Tangsel. Dari jumlah itu 58 orang merupakan penderita tunagrahita.

“Kami sudah melakukan pendataan dari sekolah khusus atau yayasan dan yang bertempat tinggal di Tangsel,” ujar Bambang kepada KORAN SINDO, Senin (18/2/2019). (Baca Juga: 1.380 Penderita Gangguan Jiwa di Banten Bisa Nyoblos di Pemilu 2019)

Bambang menyebutkan, pemilih berkebutuhan khusus banyak ditemukan di rumah-rumah atau permukiman warga. Sedangkan yang berada di yayasan hanya ada beberapa. Proses sosialisasi pemilu juga telah dilakukan oleh PPK di lapangan.

Baca Juga:

“Sosialisasi kepada orang gila juga sudah kami lakukan. Pertama, kami lakukan pendekatan kepada pengurus yayasan. Di situ kami jelaskan bahwa mereka juga punya hak pilih, kami minta datanya,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi itu, pihaknya melakukan komunikasi terhadap para tunagrahita. Saat sosialisasi ada yang nyambung diajak bicara namun tidak sedikit yang melantur. (Baca juga: Diprotes, Ini Penjelasan KPU Orang Gangguan Jiwa Dapat Hak Pilih)

“Kami juga melakukan komunikasi dengan orang gilanya oleh teman-teman PPK di lapangan. Kalau orang gila yang di jalanan kami tidak ambil, karena dia tidak punya data kependudukan yang jelas,” katanya.

Dinas Sosial (Dinsos) Tangsel juga tidak punya data mengenai jumlah orang gangguan jiwa di wilayahnya. Untuk itu, pihaknya menggunakan data orang gangguan jiwa yang tinggal di rumah dan yayasan.

Divisi Teknis Penyelenggaraan KPUD Kota Tangsel Achmad Mujahid Zein menambahkan, pihaknya tidak memaksakan orang gila untuk memilih pada 17 April 2019 mendatang.

“Teknisnya, kalau dia masih sakit dia enggak akan memilih. Kenapa Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kami daftarkan, itu karena mereka punya hak pilih, tapi kami tidak akan paksa mereka,” tandas Mujahid.

Dalam pencoblosan, kata dia, penderita gangguan jiwa bisa saja diwakilkan asalkan yang bersangkutan memberikan surat kuasa dan menulisnya sendiri. Tapi apakah mungkin mereka bisa menulis surat kuasa untuk dirinya itu.

“Bisa ditemani jika ada surat pernyataan dari dia. Kalau tidak ada, tidak bisa. Orang gila itu banyak, keluarganya saja yang tidak mau daftarin. Tapi kita kan tidak mau menutup pintu hak mereka,” ucapnya.

Mujahid melanjutkan, persoalan hak setiap warga negara dalam memilih sudah diputuskan sejak lama. Namun baru ramai dibicarakan media saat ini.

“Sebenarnya itu sudah dilakukan sejak lama, sebab itu hak mereka. Tetapi baru ramai pada Pemilu 2019. Di TPS kami juga tidak ada yang beda, kecuali untuk disabilitas,” pungkasnya.

(thm)

Lurah Diciduk Terkait Pungli, Warga Kesulitan Minta Tanda Tangan Surat

loading…

Proses pelayanan masyarakat di Kantor Kelurahan Kalibaru, Depok.Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama

DEPOK – Suasana di Kantor Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong Depok hari ini terlihat sepi. Hingga siang hari beberapa warga yang hendak melakukan perekaman E-KTP belum bisa dilakukan karena operator sedang tidak ditempat.

Di ruang Lurah juga terlihat sepi dan kosong. Pintunya bahkan tidak terkunci. Kondisi itu dibiarkan sejak Kamis, 14 Februari 2019 lalu ketika AH, selaku lurah ditangkap karena terlibat dugaan pungutan liar pengurusan akta jual beli (AJB).

“Enggak tahu. Kalau pelayanan sih tetap berjalan,” kata salah seorang staf kelurahan yang enggan disebutkan namanya, Senin (18/2/2019). Salah seorang kepala seksi di kelurahan itu pun mengaku tidak tahu kemana Lurah berada. Bahkan kasie tersebut hanya menjawab dari balik ruangan kerjanya.

Baca Juga:

Sekertaris Kelurahan Kalibaru, Apit Suryana tak lama datang dan mau menemui media. Dia mengatakan bahwa benar ada penangkapan pada Kamis lalu. Tapi Apit mengaku tidak tahu banyak peristiwa tersebut.

“Saya masih baru banget sebulan di mutasi ke sini (Kelurahan Kalibaru). Kejadiannya di ruang Lurah, sekarang sudah ditangani Polres semua, jadi keterangan di sana. Saya no comment,” katanya.(Baca: Polres Depok Tetapkan Oknum Lurah Pungli Jadi Tersangka)

Sejumlah warga yang hendak mengurus surat-surat mengaku kesulitan karena tidak ada Lurah. Seperti yang dialami Sri yang hendak mengurus ahli waris. Sudah 30 menit dia hanya bolak balik saja di kantor tersebut.

Dia mengaku memerlukan tanda tangan Lurah di surat ahli waris yang hendak dibuatnya.“Minggu lalu saya sudah kesini, buat surat tapi kan belum tanda tangan Lurah. Jadi hari ini kesini lagi tapi enggak ada,” ujarnya.

Sri sudah bertanya pada petugas namun mereka mengaku tidak tahu. Sehingga dia pun terpaksa pulang dengan tangan kosong. “Bilangnya enggak ada aaja tapi enggak tahu kemana. Saya jadi bingung ini,” tuturnya.

Elis, warga RT 05, Kelurahan Kalibaru mengaku kesulitan mengurus perekaman E-KTP anak sekolah. Karena E-KTP sebagai salah satu syarat try out. “Iya ada warga yang minta perekaman E-KTP, tapi masih nunggu petugas kelurahan yang nanganin soalnya lagi pada rapat katanya, kita kan enggak bisa paksain juga. Biasanya bagus kok pelayanannya ini lagi pada enggak ada, jadi menunggu saja,” ucapnya.

(whb)

Pembangunan MRT Fase I Lebak Bulus-Bundaran HI Capai 98,6 Persen

loading…

Progres pembangunan MRT Fase I Lebak Bulus-Bundaran HI saat ini sudah mencapai 98,6 persen. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Direktur Utama PT MRT, William Syahbandar, menyebutkan, progres pembangunan MRT Fase I Lebak Bulus-Bundaran HI saat ini sudah mencapai 98,6 persen. Kereta MRT akan mulai proses uji coba operasi secara penuh mulai 26 Februari 2019.

Uji coba tersebut nantinya melibatkan para stakeholder dan masyarakat. Saat ini Fase Parallel Trial Run yang telah dimulai sejak 24 Desember 2018 masih berlangsung hingga ditargetkan selesai pada 25 Februari 2019. Fase ini adalah fase uji coba yang dilakukan oleh MRT Jakarta secara paralel dengan tahap Testing & Commissioning yang dilaksanakan oleh kontraktor.

Pada tahap ini MRT Jakarta telah melibatkan pemangku kepentingan secara terbatas, khususnya yang memiliki keterlibatan, dampak, dan pengaruh secara langsung dalam proses pembangunan MRT Jakarta berdasarkan data yang mereka miliki. (Baca juga: LRT Fleksibel, MRT Miliki Daya Tampung hingga Ribuan Orang)

Baca Juga:

“Uji coba operasi yang melibatkan masyarakat nanti diharapkan bisa lebih mengenalkan kereta MRT Jakarta lebih luas lagi sehingga saat operasi nanti, masyarakat tak lagi asing dengan proses operasional kereta MRT,” ujar William, Senin (18/2/2019).

Untuk melakukan uji coba secara penuh pada 25 Februari mendatang, MRT Jakarta akan membuka pendaftaran secara online melalui website. Hal ini agar bisa mengikuti proses uji coba dengan pembatasan kuota per harinya. (Baca juga: Jelang Beroperasi, MRT Masih Dalam Fase Pengujian Parallel Trial Run)

Sembari menunggu dan menyelesaikan segala persiapan operasional pada Maret mendatang, pihaknya juga tengah mempersiapkan pembangunan Fase II yang semestinya dimulai akhir Januari 2019 lalu.

Kepastian groundbreaking Fase II saat ini tinggal menunggu rekomendasi dari Sekretariat Negara. Hal tersebut terkait lokasi pembangunan yang berada di kawasan objek vital negara yakni kawasan Monas. (Baca juga: Groundbreaking Molor, Pemerintah Pusat Bisa Selesaikan Hambatan MRT)

“Pembangunan MRT Fase II akan dibagi dalam dua tahap lantaran lokasi depo sampai saat ini belum mendapat kepastian. Fase II A dari Bundaran HI-Kota tidak terganggu meski belum ada Depo. Jadi groundbreaking tetap bisa berjalan,” jelasnya.

Pembangunan depo mutlak harus dilakukan untuk Fase II agar operasional bisa berjalan dengan optimal saat nanti sudah rampung. Pasalnya, pada Fase II, MRT akan kembali menambah 15 rangkaian kereta. Ada beberapa lokasi depo yang saat ini tengah menjadi opsi, salah satunya kawasan Ancol di Jakarta Utara.

“Semua opsi terbuka, tergantung mana yang memberikan kepastian dan yang diputuskan pemerintah. Tapi Fase II harus ada depo, kalau enggak ada depo nanti pelayanannya tidak maksimal,” pungkasnya.

(thm)

Pengusaha Hiburan Akan Kolaborasi dengan Pemerintah untuk Berantas Narkoba

loading…

JAKARTA – Pemberantasan narkoba terus dilakukan Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Aspija). Sosialisasi bahaya dan pelanggaran narkoba terus digencarkan ke semua tempat hiburan.

Selain itu, Aspija bakal melakukan audensi dengan DPRD dan Gubernur DKI untuk membicarakan beragam masalah. Dorongan untuk dilibatkan Aspija bakal dilakukan demi membuat hiburan malam bebas narkoba.

“Kita mendukung kebijakan dan program dari pemerintah, karena di perda sudah ada kan. Kami sebagai pengusaha dan asosiasi juga memang harus mendampingi, jangan sampai pasal-pasal ini dipakai sama oknum atau teman teman di luar,” ungkap Ketua Aspija, Hana Suryani saat melakukan Bimtek kepada seluruh pengusaha hiburan Jakarta di Hotel Orchardz, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019).

Baca Juga:

Sebelumnya, penutupan tempat hiburan malam gencar dilakukan Pemprov DKI. Tanpa pandang bulu mereka langsung menyegel, mencabut izin, hingga menutup sejumlah tempat hiburan malam yang terindikasi narkoba.

Hana menampik pengusaha tak setuju dengan sikap pemerintah menututp tempat hiburan. Dia melihat selama informasi yang disampaikan valid dan benar, pihaknya menyetujui adanya penutupan dan penyegelan tempat hiburan malam. Karenanya, sebagai Ketua Aspija hingga 2021 mendatang, Hana akan menyosialisasikan hal ini.

Pihaknya berharap Aspija lebih dikenal dan bisa berkoordinasi dengan
sejumlah SKPD, Polisi, dan BNN. Kolaborasi akan dilakukan demi mewujudkan hiburan bebas narkoba. Termasuk beraudensi dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan DPRD DKI Jakarta.

Aspija mengakui mendatangi dua instansi itu agar nantinya dilibatkan dalam segala penindakan hiburan malam. Selama ini, lanjut Hana, pihaknya tidak pernah diajak duduk bareng dalam segala penindakan, khususnya saat penyegelan dan penutupan tempat hiburan.

Padahal saat membandingkan dengan kerja kepolisian maupun BNN, lanjut Hana, TKP narkoba hanya disegel di-room-nya saja. “Jadi begini, saat ada narkoba. BNN dan Polisi hanya menyegel satu lokasi saja. Tapi ketika Satpol PP menyegel seluruhnya. Padahal dalam satu kawasan tempat hiburan, ada karaoke, spa, dan pub-nya,” lanjut Hana.

Termasuk soal Pergub No 18/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata, Hana melihat ada beberapa kalimat yang memberatkan salah satunya mengenai ‘pembiaran adanya narkoba’. Hana membantah melakukan pembiaran, sebab pengawasan digencarkan pihaknya termasuk mengawasi barang pengunjung.

Tetapi, dalam hal ini Hana melihat pihaknya kesulitan ketika pengunjung mengonsumsi narkoba di luar tempat hiburan, lalu kemudian positif teh urine.
“Ini menjadikan kita ketiban sial. Padahal kita tidak mengetahui mereka sudah makai atau tidak,” ucapnya.

Hingga kini, Hana mencatat sudah ada 50 pengusaha tempat hiburan yang bergabung dengan pihaknya. Jumlah akan terus bertambah seiring dirinya akan berkoordinasi dan meminta data dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta dan Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

Kabid Perindustrian dan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Toni Bako mengingatkan agar pemilik hiburan mengawasi pengunjung untuk tak membawa apalagi mengkonsumsi narkoba serta pengunjung anak.
Selain itu, Toni juga mengingatkan agar turut serta mencegah segala bentuk pelanggaran asusila dan kegiatan melanggar hukum.

“Kami juga meminta mereka mencegah pengunjung di bawah umur 21 (dua puluh satu) tahun membeli dan mengkonsumsi minuman beralkohol di lingkungan tempat usahanya,” tutur Toni.

Terhadap tempat hiburan, Toni mengakui pihaknya juga meminta seluruh pelaku hiburan menetapkan standarisasi usaha dan sertifikasi profesi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia dan Laporan Kegiatan Usaha (LKU).
“Segara melakukan standarisasi usaha dan sertifikasi profesi dalam menghadapi MEA,” ucapnya.

(whb)

Integrasi Transjakarta, MRT, LRT, dan Commuter Line Mencakup Tiket

loading…

Integrasi Transjakarta, MRT, LRT, dan Commuter Line. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Tak lama lagi, pilihan masyarakat akan moda transportasi massal di DKI Jakarta akan bertambah dengan beroperasinya Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dan Light Rail Transit (LRT). PT Transjakarta pun memastikan integrasi antarangkutan massal itu.

Direktur Pelayanan dan Pengembangan Bisnis PT Transjakarta, Izzul Waro, membeberkan, integrasi antarmoda itu, baik dengan MRT, LRT, maupun Commuter Line, akan mencakup tiga hal, yaitu integrasi fisik (sarana), tiket, dan rute perjalanan. Sejauh ini integrasi tersebut memang baru mencakup integrasi fisik, khususnya dengan MRT yang kerja samanya sudah berjalan intens selama dua bulan ini.

“Integrasi fisik bagian kami, itu melengkapi infrastruktur di halte. Kalau stasiun ke halte itu bagian PT MRT. Misalnya di CSW, kami bagian menyiapkan lift di halte, serta pendukung lainnya,” ujarnya di Balai Kota Jakarta, Senin (18/2/2019). (Baca juga: Transjakarta Pastikan Integrasi dengan MRT, Commuter Line, dan LRT)

Untuk integrasi tiket, lanjut Izul, PT Transjakarta dengan MRT tengah menyusun pembentukan satu unit pengelola yang nantinya bertugas membentuk satu kartu pembayaran dan bisa digunakan di berbagai moda. Unit tersebut juga yang akan mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, termasuk ke Bank Indonesia (BI).

Baca Juga:

Idealnya, kata Izzul, integrasi tiket sudah rampung sebelum MRT beroperasi. Namun melihat perkembangannya, kemungkinan integrasi tiket baru bisa digunakan setelah MRT beroperasi. Untuk itu, MRT telah menyiapkan kartu khusus bernama Kartu Jelajah. “Kalau integrasi rute, MRT memiliki grafik perjalanan kereta api yang akan disinergikan dengan jadwal operasional Transjakarta dan moda transportasi lainnya. Semua masih berproses,” ungkapnya. (Baca juga: MRT dan LRT Segera Hadir, Transjakarta Matangkan Persiapan Integrasi)

Direktur Utama PT MRT, William Syahbandar, menuturkan, dalam tampilan kartu MRT yang dinamai Kartu Jelajah itu terdapat logo Jak Lingko. Artinya, ke depan kartu MRT akan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. William menegaskan, saat ini kartu MRT sistemnya masih sendiri. Sebab, untuk integrasi dengan sistem moda transportasi lain butuh waktu dan proses. Adapun MRT akan beroperasi pada Maret mendatang.

Dengan sisa waktu yang ada, tidak mungkin kartu MRT langsung terintegrasi dengan lainnya, lantaran MRT sudah memiliki kartu sejak tahun lalu. “Nantinya akan terintegrasi. Tapi pada saat MRT beroperasi, masih kartunya MRT,” ucapnya. (Baca juga: Transjakarta dan LRT Terintegrasi, Mirip Bandara Internasional)

William mengaku telah melakukan proof of concept (POC) di Bank Indonesia untuk melibatkan tujuh perbankan yang lain dalam kartu tiket, sehingga dari kartu bank bisa dipakai di MRT. “Tujuh kartu bank lain yang kita seleksi ini harus cepat waktu tapping-nya. Waktunya harus satu detik satu detik. Kalau kartunya lama, kan kasihan penumpang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, menegaskan, tidak akan ada tumpang tindih pengelolaan meski integrasi MRT dan Transjakarta dikelola oleh Gubernur Anies melalui BUMD. Karenanya, BPTJ juga akan mengitegrsikan moda Transportasi milik DKI dengan moda transportasi milik pemerintah pusat, seperti kereta api ringan atau LRT Jabodetabek.

Sehingga, pada 2029 tercipta moda share angkutan umum maksimal 80 persen, meski targetnya 60 persen. Apalagi saat ini pihaknya sudah menyelesaikan satu sistem tiket pembayaran antarmoda. “Ya, kami sudah menyelesaikan sistem satu tiket pembayaran. Jadi kartu commuter bisa digunakan untuk MRT, LRT, dan Transjakarta, begitu juga sebaliknya. Tidak masalah MRT keluarkan kartu sendiri asal bisa digunakan untuk lainnya. Tahun ini kami akan implementsikan,” pungkasnya.

(thm)

Transjakarta Pastikan Integrasi dengan MRT, Commuter Line, dan LRT

loading…

Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono, saat Temu Jurnalis Transjakarta (TJ TiJe) di ruang pers, Balai Kota Jakarta, Senin (18/2/2019). Foto: SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – PT Transjakarta memantapkan komitmennya mewujudkan integrasi antarmoda di Ibu Kota, baik dengan MRT, Kereta Api Commuter Line, maupun LRT. Guna menunjang pengintegrasian antarmoda tersebut, PT Transjakarta akan menambah banyak rute baru.

“Ini kesempatan bagi Transjakarta mewujudkan komitmen integrasi (antarmoda), karena tahun ini adalah tahun integrasi,” ujar Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono, saat Temu Jurnalis Transjakarta (TJ TiJe) bertemakan TiJe Dulu, Sekarang dan Mendatang, di ruang pers, Balai Kota Jakarta, Senin (18/2/2019).

Agung menjelaskan, salah satu integrasi antarmoda yang menjadi perhatian Transjakarta saat ini adalah moda angkutan umum massal berbasis rel. Hal itu mengingat Transjakarta telah mampu berintegrasi dengan operator angkutan perkotaan (bus kecil) tahun lalu.

Baca Juga:

“Termasuk integrasi moda berbasis rel yang akan dihubungkan dengan moda berbasis jalan dan kita telah bersinergi dengan MRT, Commuter Line, LRT,” ucapnya.

Guna menunjang pengintegrasian tersebut, tahun ini PT Transjakarta akan menambah berbagai rute baru, baik di Jakarta maupun di kota-kota sekitar Jakarta. (Baca juga: MRT dan LRT Segera Hadir, Transjakarta Matangkan Persiapan Integrasi)

“Kami akan menambah rute baru, terlebih yang ada kaitannya dengan integrasi MRT, yang akan mengantarkan penumpang ke MRT. Di antaranya Pondok Cabe, Cinere, Bintaro, BSD, dan Jatijajar,” paparnya.

Agung mengaku tak khawatir pengintegrasian akan berdampak pada jumlah penumpang Transjakarta. Alasannya, hasil survei PT Transjakarta terkait tingkat kepuasan pelanggan, menunjukkan angka yang terus meningkat setiap tahunnya. (Baca juga: Transjakarta dan LRT Terintegrasi, Mirip Bandara Internasional)

“Saya garis bawahi, dari 10 orang di Jakarta, 8,3 naik Transjakarta lagi. Maka, tingkat kepuasannya sangat baik, sehingga kami tidak ada kekhawatiran soal kompetisi. Semoga integrasi ini akan semakin memudahkan dan efektif mengurangi kemacetan,” tuturnya.

Agung selanjutnya memaparkan lokasi integrasi dengan MRT, Kereta Commuter Line, dan LRT. Berikut lokasi integrasi tersebut:
1. MRT Jakarta
– Halte Bundaran HI–Stasiun MRT Bundaran HI
– Halte Tosari–Stasiun MRT Dukuh Atas
– Halte CSW Kor 13–Stasiun MRT Sisingamangaraja
– Halte Lebak Bulus Koridor 8–Stasiun MRT Lebak Bulus

2. Commuter Line
– Halte Tosari Koridor 1–Stasiun Sudirman
– Halte Stasiun Klender Koridor 11–Stasiun Klender
– Halte Stasiun Cakung Non MRT–Stasiun Cakung

3. LRT Jakarta
– Halte Pemuda Rawamangun–Stasiun LRT Velodrome

(thm)

Tawuran Antar-remaja, ABG 18 Tahun Tewas Disabet Senjata Tajam

loading…

BEKASI – Tawuran antar kelompok remaja pecah di depan SMPN 3 Bekasi, Jalan Agus Salim, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (18/2/2019). Akibatnya, seorang remaja bernama Fajar (18), tewas mengenaskan bersimbah darah dengan luka sabetan jenis celurit, parang, dan golok disekujur tubuhnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban diduga dikeroyok oleh empat remaja, saat itu korban yang terkena bacokan langsung terjatuh. Dalam kondisi terjatuh di jalanan, korban dibacok secara brutal di bagian kepala, dada hingga punggungnya.

Sebelum terjatuh korban sempat menyerang kelompok pelaku terlebih dahulu. Saat berhadapan dengan musuh tersebut, senjata yang tidak jelas diketahuinya itu dilempar korban ke arah musuhnya.

Baca Juga:

Jengkel dengan perbuatan korban, kelompok musuh mengejar Fajar yang berbalik ke arah rekannya di belakang. Nahas, punggung Fajar terkena sabetan celurit, sehingga korban terjatuh dan langsung dikeroyok oleh empat remaja. Secara bersamaan, rupanya remaja lain bernama Hermansyah mengalami luka bacok juga di bagian badan.

Melihat kedua korban ambruk di tengah jalan, kubu lawan langsung berhamburan pergi. Sebab, tawuran itu hanya terjadi sekitar 15 menit yang diawali oleh aksi saling ejek. Namun dia menduga tawuran ini terjadi sudah lama dan dilatarbelakangi oleh aksi balas dendam. Bahkan, dipicu oleh aksi saling ejek antar keduanya bila berpapasan di jalan raya.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, dalam peristiwa tawuran yang terjadi sekitar pukul 01.30 WIB itu menewaskan satu remaja.”Korban tewas warga RT 4/7 Bekasi Jaya, kasus ini masih lidik,” katanya.

Sebelum tewas, kata dia, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mekarsari, Kecamatan Bekasi Timur. Namun sayangnya nyawa korban tidak tertolong dan langsung dibawa petugas ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.”Kasus ini masih kita selidiki, beberapa saksi masih kita minta keteranganya,” ucapnya.

(whb)

Polisi: Kepulan Asap Ledakan di Dekat Lokasi Debat Mengandung Belerang

loading…

Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan di lokasi ledakan di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat dekat lokasi debat capres.Foto/SINDOpohoto/Yulianto

JAKARTA – Mabes Polri menyatakan kepulan asap dari ledakan di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat dekat lokasi debat capres putaran kedua mengandung belerang. Saat ini kepolisian masih memburu pelaku yang diduga melakukan ledakan tersebut.

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan kepulan asap dari ledakan di parkir timur Senayan dekat lokasi debat capres putaran kedua mengandung belerang. “Asapnya putih, itu petasan. Karena itu petasan gede dong, asap putihnya itu kan dari belerang,” kata Dedi kepada wartawan, Senin (18/2/2019).

Sementara itu , Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan dalam peristiwa tersebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi atas peristiwa ledakan tersebut. “Sudah periksa 10 saksi lebih, dari sekitar TKP,” ujarnya.

Baca Juga:

Pihaknya juga telah melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait ledakan tersebut apakah dilempar oleh pelaku atau bahan peledak tersebut disimpan disekitaran lokasi.

“Kita cek pelakunya, apakah dilempar atau tidak, CCTV akan dicek kembali, apakah betul yang berada di sekitar TKP. Dari penyidik kita sudah ambil CCTV dari command center GBK sudah kita kirim ke labfor,” tutup Argo.

(whb)

Anies Beberkan Pentingnya Sungai Citarum untuk Pasok Air Baku ke DKI

loading…

Anies menyampaikan paparan di seminar bertemakan Membedah Citarum dari Hulu sampai DKI Jakarta yang diadakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Senin (18/2/2019). Foto: Ist

JAKARTA – Ketersediaan air bersih masih menjadi persoalan bagi Pemprov DKI Jakarta. Saat ini baru 59,7 persen warga Jakarta yang terjangkau dengan pipa air bersih dan sisanya sekitar 40,3 persen belum terlayani.

“Karena itulah kami harus memastikan dua hal, pertama meningkatkan kuantitasnya dan yang kedua kualitasnya juga meningkat,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam paparannya di ⁣seminar bertemakan “Membedah Citarum dari Hulu sampai DKI Jakarta,” yang diadakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Senin (18/2/2019).

Anies mengatakan, kota-kota besar di dunia umumnya terbentuk karena adanya aliran sungai/sumber air. Tanpa adanya pasokan air, tidak akan terjadi sebuah kota.⁣ Karena itu, memastikan adanya pasokan air minum untuk seluruh warga menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta.

Baca Juga:

“Seminar hari ini menjadi sangat yang relevan. Kita membahas tentang Sungai Citarum, salah satu pemasok utama air baku untuk DKI Jakarta,” ucapnya. ⁣(Baca juga: Lewat Perdata, DKI Akan Ambil Alih Pengelolaan Air Bersih dari Swasta)

Anies mengungkapkan, selama ini sumber air baku utama bagi Kota Jakarta berasal dari Bendungan Jatiluhur (81 persen), yang dialirkan melalui Saluran Induk Tarum Barat atau dikenal dengan Kalimalang. Semakin tercemar Sungai Citarum maka biaya pengolahan air baku menjadi curah dan air minum akan lebih tinggi.

“Kerja sama penyediaan air baku dengan PJT II (Perum Jasa Tirta II) hanya menjamin kuantitas air baku,” sebut Anies. (Baca juga: Permukaan Jakarta Turun 7 Cm, DKI Tertibkan Penggunaan Air Tanah)

Adapun upaya DKI meningkatkan ketahanan air di Ibu Kota yakni melalui peningkatan layanan menjadi 100% dan penurunan air yang tidak berekening atau Non-Revenue Water (NRW) menjadi 20%.

Kemudian, perbaikan kualitas air permukaan sebagai sumber alternatif air baku, pengurangan penggunaan air tanah, dan integrasi pengolahan limbah domestik dengan air bersih. (Baca juga: 2019, DKI Pasang Alat Khusus untuk Awasi Penggunaan Air Tanah)

Menurut Anies, hasil audit BPK mengenai kualitas air di Sungai Citarum dan Sungai Tarum Barat (STB), menjadi kunci bagi kualitas air di Jakarta. Untuk itu, Pemprov DKI berkomitmen untuk melakukan berbagai langkah strategis guna mengurangi pencemaran air. Langkah itu dilakukan dengan berkoordinasi dan melibatkan seluruh stakeholder dan masyarakat, terutama Pemprov Jawa Barat.⁣

“Ada beberapa hal teknis yang kami harapkan bisa diperbaiki ke depan. Salah satunya adalah mengenai mengembalikan desain awal agar saluran air Tarum Barat ke Jakarta bisa mencapai angka 21 ribu liter per detik. Sekarang baru mencapai 17 ribu liter per detik,” tutur Anies. ⁣

Hal kedua adalah terkait dengan pengelolaan kualitas air. Ke depan akan ada gerakan masif untuk meningkatkan pengelolaan kualitas air di sepanjang DAS Citarum dan STB. Selain itu, mensinergikan gerakan Citarum Harum, membangun dan memelihara sarana prasarana pengolahan air limbah domestik maupun industri, melakukan penegakan hukum atas pelaku pencemaran, dan meningkatkan monitoring evaluasi.⁣

“Kami mengapresiasi paparan BPK RI dan ini salah satu fungsi BPK, mungkin yang publik tidak banyak menyadari bahwa audit kinerja itu menjadi penting sekali,” katanya. Anies berharap nantinya apa yang telah didorong oleh BPK ini langsung berdampak positif untuk masyarakat luas, baik di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

(thm)

Akademi Bambu Nusantara Kenalkan Teknologi Pemecah Ombak Tsunami

loading…

Pendiri Akademi Bambu Nusantara, Muqoddas Syuhada memperlihatkan contoh gambar bambu pemecah ombak.Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Akademi Bambu Nusantara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), bisa menjadi tujuan wisata alternatif bagi warga Tangsel. Di tempat ini, warga bisa mengenal jenis tanaman bambu yang ada di Indonesia, dan dunia.

Juga, berbagai manfaat yang bisa dihasilkan dari kerajinan bambu. Mulai dari alat musik, material bangunan, sepeda, hingga teknologi pemecah ombak tsunami. Bagi yang asing dengan bambu, pasti akan bertanya-tanya, apa mungkin bambu sanggup menahan gelombang tsunami di laut Jawa yang sangat menghancurkan itu?

Pendiri Akademi Bambu Nusantara, Muqoddas Syuhada mengatakan, ada sekira 165 jenis bambu di Indonesia yang sudah ditemukan. Di luar itu, masih banyak jenis bambu lain, yang belum teridentifikasi menurut jenisnya.

Baca Juga:

“Termasuk jenis bambu yang bisa hidup di air asin. Kita sudah menemukan bambu yang hidup di laut. Saya temukan di Raja Ampat, Papua Barat. Ini bisa menggantikan bakau,” kata Muqoddas saat berbincang dengan SINDOnews di Ciater, Senin (19/2/2019). Bambu dari Papua inilah yang digunakan untuk pemecah ombak tsunami. Teknologi ini, masih termasuk baru di dunia, dan belum pernah diujicoba pada sebelumnya.

“Bakau itu tumbuhnya lama, bisa puluhan tahun. Kalau bambu, tiga tahun saja. Jadi batang bambu yang panjang, bisa 8-16 meter itu, kita tancapkan di laut. Hebatnya, bambu dibebankan berapapun tidak akan tenggelam, karena dalamnya solid,” katanya.

Saat ditanam terlalu lama di laut, bambu juga akan menjadi fosil. Berbeda dari logam yang lama kelamaan akan habis. Selama tujuh tahun melakukan penelitian, akhirnya diketahui bambu juga lebih kuat dari besi.

Dijelaskan dia, pemecah ombak tsunami itu terdiri dari beberapa lapis bambu. Lapis pertama berada di tengah lautan. Sejumlah batang bambu, ditancapkan ke dalam laut. “Lalu di atasnya kita kasih botol bekas, dan dikasih tanah. Di atas tanah itu ditanami bibit bambu lagi. Jenis apa saja. Kita akan lakukan bersama PT Banten West Java. Jadi ditempat wisatanya,” jelasnya.

Pada lapis kedua, ditanam bambu air asin dari Papua. Bambu yang hidup ini, akan menambahkan kekuatan dari terjangan ombak tsunami. Lapis ketiga hingga kelima, ditanam batang bambu betung yang besar. “Bambu-bambu itu bisa 10 meter persegi. Tinggal dihitung berapa kilo. Kita mau uji coba 1 kilo dulu, di lepas pertama 100 bibit, untuk batangnya ada 10.000. Bambu-bambu itu yang akan membelah ombak. Sehingga, sampai daratan ombak hilang,” terangnya.

Setelah bambu terpasang, maka tercipta wisata pantai baru. Yakni, wisata hutan bambu di bibir pantai. Teknologi pemecah ombak tsunami dari bambu ini, hanya diterapkan pada titik-titik rawan tsunami. Teknologi ini juga diakuinya menghemat anggaran cukup besar. Bambu dihitung permeter persegi seharga Rp2 juta. Sangat jauh dibandingkan dengan harga beton.

“Sebelum 26 April, saat Hari Kebencanaan Nasional, ini sudah bisa dilakukan. Kita sudah observasi, dan melakukan penelitian tujuh tahun, di seluruh dunia. Hasil penelitiannya, bambu lebih kuat dari besi,” sambungnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, sejak didirikan pada 2015 lalu, Akademi Bambu Nusantara ini sempat mengalami pasang surut. Markas mereka hancur ditiup angin puting beliung, dan mulai kembali lagi, pada 2019.

Perkembangan komunitas perajin bambu di Nusantara itu pun kian bertambah pesat. Sehingga menarik dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel untuk intervensi. “Kami akan intervensi pembangunan sarana dan prasananya, fasilitasnya. Realisasinya nanti, di APBD tahun 2020. Nantinya, Taman Kota BSD 2, Jaletreng Riverside, akan terkoneksi langsung dengan Akademi Bambu Nusantara,” ujar Airin di Ciater.

Dilanjutkan dia, pembangunan Akademi Bambu Nusantara kedepan, sudah menjadi perencanaannya. Terutama, dalam mengembangkan wisata kota yang edukatif.”Memang nanti arahnya akan ke sana, dan Taman Kota 2 dengan Akademi Bambu Nusantara akan tersambung. Sehingga, bisa menjadi wisata dalam kota alternatif. Di sini juga kita bisa belajar banyak,” ucapnya.

(whb)

Jalan Kalimalang Mulai Diperbaiki, Lajur Arah Bekasi Ditutup Dua Pekan

loading…

Perbaikan jalan berlubang di ruas Jalan KH Noer Ali atau Kalimalang, Bekasi Selatan. Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya

BEKASI – Ruas Jalan KH Noer Alie atau Kalimalang, tepatnya di depan Metropolitan Mall (MM), Bekasi Selatan, Kota Bekasi, akhirnya diperbaiki setelah dua pekan menjadi kubangan. Perbaikan jalan rusak itu dilakukan mulai Senin (18/2/2019) ini oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) selaku pemegang konsesi Tol Layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

”Mulai diperbaiki hari ini oleh pengelola Tol Becakayu,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Bekasi, Yayan Yuliana.

Ia membeberkan, terdapat dua tahap perbaikan pada ruas jalan yang mengarah ke Bekasi dan Jakarta itu. Pertama, perbaikan difokuskan di arus kendaraan yang mengarah ke Jakarta, dan kedua arus kendaraan yang mengarah ke Bekasi.

Baca Juga:

Selama perbaikan jalan rusak berlangsung, kata dia, satu lajur Kalimalang arah Jakarta ditutup selama sepekan. Nantinya pengendara yang datang dari arah Timur atau Jalan Mayor Hasibuan, dialihkan ke sisi Selatan Kalimalang atau depan MM.

”Dialihkan lewat Jembatan Bekasi Cyber Park (BCP) setelah persimpangan,” katanya. (Baca juga: Musim Hujan, Pemkot Bekasi Catat 40% Ruas Jalan Alami Kerusakan)

Menurut dia, rekayasa lalu lintas (lalin) ini dilakukan mengingat ada dua lajur arah Jakarta yang akan diperbaiki KKDM. Namun rekayasa lalin ini hanya berlaku dari simpang BCP sampai jembatan MM, karena setelah itu kendaraan dialihkan kembali ke Jalan Kalimalang.

Sedangkan untuk yang mengarah ke Bekasi, akan dilakukan penutupan total selama dua pekan atau selama memperbaiki dua lajur sekaligus. (Baca juga: Akibat Proyek Nasional Beban Jalan Kalimalang Bekasi Meningkat)

Bagi pengendara yang datang dari Jakarta menuju Bekasi dialihkan lewat jalur sebaliknya. Sementara pengendara yang datang dari arah Bekasi menuju Jakarta dialihkan kembali lewat sisi Selatan Kalimalang.

”Penutupan ini dimulai 4 Maret 2019 selama dua pekan penuh. Karena selain perbaikan jalan, pelaksana proyek akan melakukan keperluan konstruksi Tol Layang Becakayu di sana,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap masyarakat Kota Bekasi bisa bersabar dengan kondisi perbaikan dan pembangunan Tol Becakayu disepanjang Jalan Kalimalang tersebut. (Baca juga: Proyek Tol Becakayu, Jalan Kalimalang Bekasi Akan Dibuat Satu Arah)

Kabid Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan, menambahkan, perbaikan jalan diawali dengan penyesuaian oprit atau elevasi jembatan BCP pada Sabtu (16/2) lalu.

”Jembatan BCP ini yang awalnya untuk kendaraan arah Selatan menuju Utara menjadi sebaliknya karena akan dilintasi dari pengendara ke sisi Selatan Kalimalang,” ucapnya. (Baca juga: Musim Penghujan, Ruas Jalan di Jakarta Rawan Rusak akibat Genangan Air)

Apabila tidak ada kendala, kata dia, maka progres perbaikan ruas Jalan Kalimalang akan selesai pada Minggu 11 Maret 2019. Artinya, Senin 12 Maret 2019 arus kendaraan kembali normal dan pengendara dari dua arah akan leluasa melintasi ruas Jalan Kalimalang.

Segala biaya perbaikan dan pengadaan fasilitas tanggung jawab KKDM. Menurut Denny Subanof selaku pemimpin proyek Tol Layang Becakayu, perbaikan ruas jalan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab KKDM akibat keberadaan pembangunan Tol Layang Becakayu. ”Kami perbaiki karena sebagai komitmen kita dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.

(thm)

Bawa Ganja, Pemuda Tarumajaya Diringkus di Apartemen Mutiara

loading…

BEKASI – Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota menangkap bandar narkoba di pintu masuk Apartemen Mutiara, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Dari tangan tersangka Saurdot Tua (23), disita ganja sebanyak satu bungkus kertas warna coklat.

Tak hanya itu tiga paket ganja siap edar diamankan dari tas warga Perumahan Puri Harapan Blok D 12/7 RT 1/21, Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.”Pengungkapan penyalahgunaan narkoba ini berdasarkan informasi warga,” ungkap Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari pada Senin (18/2/2019).

Menurut Erna, dari informasi masyarakjat itu petugas melakukan penyelidikan di lokasi dan mendapati seorang pria yang datang dan mencurigakan mengendarai sepeda motor. Kemudian petugas melakukan penggeledahan dan menemukan ganja kering siap edar tersebut.

Baca Juga:

Saat ini, pelaku sudah mengakui perbuatanya dan mengaku ganja kering itu didapatkan dari seorang bandar besar Fatan.”Dia beli seharga Rp450.000, kemudian ganja itu dikonsumsi sendiri dan diedarkan,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, petugas sedang memburu pemasoknya yakni Fatan, petugas juga sedang menginterogasi pelaku terkait tempat lokasi mereka sering bertransaksi barang haram tersebut.”Kita masih melakukan pengembangan, kita juga buru keberadaan pemasoknya yang disinyalir bandar besar,” ungkapnya.

(whb)

Ledakan Diduga dari Fortuner Putih, Polisi Periksa Rekaman CCTV

loading…

Polisi tengah memeriksa lokasi ledakan yang terjadi dekat hotel diselengarakannya debat Capres putaran kedua. Foto/SINDOnews/Yulianto

JAKARTA – Polda Metro Jaya masih menyelidiki ledakan di kawasan Parkir Timur Senayan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu 17 Februari 2019 malam.

Mengenai dugaan kalau ledakan tersebut berasal dari mobil Fortuner warna putih, polisi masih menyelidiki semua kemungkinan. Saat ini tim laboratorium forensik memeriksa rekaman CCTV yang ada di lokasi sekitar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, cek Closed Circuit Television (CCTV) tengah dilakukan pihaknya. Rekaman itu sudah dikantongi pihaknya dan tengah dipelajari di Laboratorium Forensik (Labfor). (Baca: Ledakan di Lokasi Debat Capres Diduga dari Fortuner Putih)

Baca Juga:

Mengenai dugaan hal tersebut dilakukan oleh orang iseng, Argo mengatakan, semua kemungkinan masih terus diselidiki, “Nanti kita cek dulu fakta di lapangan seperti apa,” kata Argo kepada wartawan, Senin (18/2/2019).

Sebelumnya ledakan hebat terjadi di kawasan Parkir Timur Senayan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu 17 Februari 2019 malam. Kejadian itu terjadi di tengah tengah acara Debat Capres yang berlangsung malam kemarin. (Baca juga: Sisir Lokasi Ledakan, Kapolda Metro Duga dari Petasan)

Argo memastikan, sesuai dengan ucapan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Eddy Pramono menegaskan bahwa itu merupakan petasan.

Hal itu terungkap setelah unit Penjinak Bom (Jibom), Laboratorium Forensik (Labfor), dan Indonesia Automatic Finger Print Identification System atau Identifikasi TKP (Inafis) melakukan olah tkp.

Meski tak korban jiwa dalam kejadian, namun ledakan yang terjadi membuat lubang sedalam 10-15 centimeter.

Polisi sendiri, kata Argo, masih menyelidiki kasus ini. Pencarian pelaku tengah dilakukan dengan memeriksa 10 saksi di sekitar lokasi. Beberapa diantaranya merupakan relawan capres 01.

(ysw)

Soal Ledakan Dekat Lokasi Debat Capres, Polisi Enggan Disebut Kecolongan

loading…

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Polda Metro Jaya menolak disebut kecolongan dengan peristiwa ledakan di kawasan Parkir Timur Senayan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu 17 Februari 2019 malam.

Karena sebelum acara tersebut, pihaknua sudah menyisir dan melakukan sterilisasi di dekat lokasi debat capres. (Baca: Sisir Lokasi Ledakan, Kapolda Metro Dugaan Sementara Petasan)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membantah bila polisi dianggap kecolongan. Ia mengakui pihaknya telah melakukan sterilisasi dengan memperketat keamanan.

Baca Juga:

Karenanya terhadap kejadian ini. Argo menyampaikan agar masyarakat tak perlu khawatir dan tetap beraktivitas seperti biasa.

Menurutnya, TNI-Polri akan tetap menjaga keamanan seperti biasa. Soal pengamanan di debat capres selanjutnya, Argo mengaku akan berkoordinasi lagi dengan KPU. “Nanti kita bicarakan dengan KPU,” katanya.

(ysw)

Ledakan Dekat Lokasi Debat Capres, Polisi: Kita Belum Bisa Simpulkan

loading…

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Polda Metro Jaya belum bisa menyimpulkan ledakan yang terjadi di GBK merupakan orang iseng atau teror. Penyidikan terhadap itu masih berlanjut dengan memeriksa 10 orang saksi.

“Kita belum bisa menyimpulkan, seperti orang usil saja,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, Senin (18/2/2019).

Sebelumnya ledakan hebat terjadi di kawasan Parkir Timur Senayan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu 17 Februari 2019 malam. Kejadian itu terjadi di tengah tengah acara Debat Capres yang berlangsung malam kemarin. (Baca: Ledakan di Dekat LOkasi Debat Capres Diduga Berasal dari Fortuner Putih)

Baca Juga:

Argo memastikan, sesuai dengan ucapan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Eddy Pramono menegaskan bahwa itu merupakan petasan.

Hal itu terungkap setelah unit Penjinak Bom (Jibom), Laboratorium Forensik (Labfor), dan Indonesia Automatic Finger Print Identification System atau Identifikasi TKP (Inafis) melakukan olah tkp.

Meski tak korban jiwa dalam kejadian, namun ledakan yang terjadi membuat lubang sedalam 10-15 centimeter. (Baca juga: Diduga Petasan, Kapolda Metro Jaya: Kita Amankan TKP)

Polisi sendiri, kata Argo, masih menyelidiki kasus ini. Pencarian pelaku tengah dilakukan dengan memeriksa 10 saksi di sekitar lokasi. Beberapa diantaranya merupakan relawan capres 01.

(ysw)

Bobol Kotak Amal Masjid di Pondok Gede, Warga Magelang Diringkus

loading…

BEKASI – Dua pria nekat mencuri kotak amal di Masjid Nurul Islam, RT 6/13, Kelurahan Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi. Namun, aksi nekat kedua tersangka digagalkan oleh warga yang hendak menunaikan salat Ashar di masjid yang berada dipinggir jalan tersebut.

Tersangka yang berhasil diamankan adalah Askori Bin Sismadi (46), warga Desa Kramben RT 1/10, Kelurahan Jogomulyo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sedangkan satu tersangka lainnya Iful, (47), berhasil meloloskan diri dari kejaran warga yang geram dengan aksi keduanya.

”Satu pelaku masih buron, keberadaanya sedang kita cari karena aksinya tersebut sangat meresahkan masyarakat,” ungkap Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari pada Senin (18/2/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, pencurian dengan pemberatan terjadi pada Kamis 14 Ferbruari pukul 16.00 WIB. Peristiwa itu bermula saat pelaku sedang beristirahat di Masjid Attin Taman Mini, dan didatangi tersangka Iful yang mengajak untuk pergi mencari kerja.

Saat diperjalanan tepatnya daerah Jatirahayu bensin sepeda motor tinggal sedikit. Dengan dalih tak memiliki uang, keduanya pun merencanakan mengambil kotak amal di Masjid Nurul Islam.

Sesampainya di masjid, tersangka Askori masuk untuk mencuri kotak amal itu.”Tersangka Iful berada di luar sambil mengamati keadaan sekitar teras masjid, dan Askori berusaha membongkar kotak amal,” katanya.

Namun, kata dia, kotak amal yang akan pelaku ambil, ternyata tidak dapat pelaku bawa karena menempel di meja. Kemudian pelaku mengambil obeng yang memang sudah ada di tas pelaku.

Ketika beraksi inilah, tiba-tiba ada warga memergoki. Alhasil, pelaku langsung ditangkap warga. Melihat rekanya diamankan, tersangka Iful kemudian melarikan diri dari kejaran warga.

Beruntungnya, ada anggota kepolisian yang melintas dan mengamankan tersangka ke Polsek Pondok Gede.”Satu tersangka kita amankan, satu lagi berhasil meloloskan diri,” tegasnya.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti 1 buah lingis kecil, obeng warga merah kuning, tas ransel warna hitam dan satu buah kotak amal. Kini tersangka dijerat dengan Pasal 363 KHUP Jo Pasal 53 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan tahanan.

(whb)

Kasus Ledakan di Lokasi Debat Capres, Polisi Periksa 10 Orang Saksi

loading…

Polisi tengah memeriksa lokasi ledakan yang terjadi dekat hotel diselengarakannya debat Capres putaran kedua. Foto/SINDOnews/Yulianto

JAKARTA – Polda Metro Jaya memeriksa sekitar 10 orang saksi terkait peristiwa ledakan di Parkiran Timur Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat saat berlangsungnya debat capres putaran kedua di Hotel Sultan pada Minggu 17 Februari 2019 malam. Akibat ledakan itu, massa yang sedang menonton bareng debat capres lari berhamburan.

“Sudah periksa 10 saksi lebih, (saksi) dari sekitar TKP,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Selain itu, polisi sedang mendalami proses terjadinya ledakan, apakah dilempar oleh seseorang atau bahan peledak tersebut sudah diletakkan oleh pelaku sebelumnya di sekitar lokasi. “Kita cek pelakunya, apakah dilempar atau tidak,” kata Argo.

Baca Juga:

Penyidik lanjut Argo, juga masih meneliti rekaman video CCTV yang telah beredar di media sosial sejak tadi malam. (Baca: Ledakan di Lokasi Debat Capres Diduga Berasal dari Fortuner Putih)

“CCTV akan dicek kembali, apakah betul yang berada di sekitar TKP. Dari penyidik kita sudah ambil CCTV dari command center GBK sudah kita kirim ke labfor (laboratorium forensik-red),” ujarnya.

(ysw)

Kebakaran Rumah Bamsoet, Polisi Sebut Hanya Menghanguskan Kamar

loading…

JAKARTA – Rumah Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo Minggu 17 Februari 2019 malam dilalap si Jago Merah. Api diduga berasal dari korsleting listrik dari salah satu kamar di rumah tersebut.

Kapolsek Duren Sawit, Kompol Parlindungan Sutasuhut menjelaskan, api berasal dari sebuah kamar di rumah itu. “Objek yang terbakar kamar saja itu. Enggak tahu kamar anaknya atau PRT (Pekerja Rumah Tangga)-nya,” kata Parlindungan saat dikonfirmasi wartawan, Senin (18/2/2019).

Meskipun begitu, pihaknya mengaku belum mengetahui detail jumlah kerugian yang diderita. “Kerugian ya barang-barang yang ada di kamar itu. Ada kasur dan lain-lain,” ucapnya. (Baca: Korsleting, Rumah Pribadi Ketua DPR Bambang Soesatyo Hangus Terbakar)

Baca Juga:

Sebelumnya diberitakan, sebuah rumah dilaporkan mengalami kebakaran di Jalan Baladewa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu malam, 17 Februari 2019. Kebakaran berhasil dipadamkan kurang lebih satu jam.

Petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur, Ade Kusuma mengatakan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.25 WIB. Sementara, laporan masuk ke Sudin Damkar Jaktim sekitar pukul 23.36 WIB.

(ysw)

Penyakit Demam Berdarah Terus Merenggut Korban Jiwa

loading…

JAKARTA – Penyakit demam berdarah dangue (DBD) kembali merenggut korban jiwa. Kali ini seorang anak bernama Neta Maria Dinata, 7, tewas seusai menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Berdasarkan data yang dihimpun KORAN SINDO, korban tewas akibat DBD sejak awal tahun ini hingga Februari di beberapa daerah mencapai delapan orang.

Rinciannya empat penderita di Bogor serta di Tangerang dan Depok masing-masing dua orang. Parnomo, 38, ayah Neta mengaku tidak kuasa menahan sedih. Dirinya tidak menyangka jika anak keduanya meninggal karena DBD. Terlebih anaknya masih dalam usia belia. “Awalnya saya pikir demam biasa,” kata Purnomo ditemani istrinya Sri Supriyatini Kusumawati, 45, kemarin.

Parnomo menuturkan, sejak Sabtu (9/2) anaknya telah menjalani perawatan di rumah sakit karena demam tinggi yang dialaminya naik turun. Tidak hanya itu, anaknya kerap muntah-muntah. “Masuk rumah sakit Sabtu sore, pas dibawa itu sebenarnya sudah turun panasnya, justru panas tinggi terjadi pada Senin dan Selasa,” tuturnya.

Baca Juga:

Kemudian buah hatinya tersebut menjalani perawatan intensif di ICU pada Kamis (14/2) sebelum akhirnya meninggal dunia pada Jumat (15/2). “Ya mungkin sudah takdir mas, sudah kehendak Tuhan, walau kita juga sudah ikhtiar, kita cuma bisa mengikhlaskan saja,” katanya.

Sementara itu, Diaz Prawira, 28, penderita DBD yang tinggal di Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat, nyawanya masih tertolong seusai menjalani perawatan selama dua pekan di RS Pelni. Diaz awalnya mengira hanya terkena radang tenggorakan karena susah menelan. “Saya mencoba berobat ke dokter datang ke IGD RS. Pelni. Setelah itu, saya dinyatakan terkena DBD. Alhamdulillah, setelah jalani perawatan, badan saya agak membaik,” ucapnya.

Lurah Kalideres, Muhammad Fahmi, belum memastikan apakah korban meninggal dunia karena terjangkit DBD atau bukan. Pihaknya masih mencari tahu penyebab pasti kematian korban. “Kami belum tahu, apakah ini DBD atau bukan, pihak keluarga sendiri juga belum tahu itu,” kata Fahmi.

Berdasarkan data Puskesmas Kalideres ada 27 penderita terjangkit DBD. Menurut dia, kerap kali memberikan sosialisasi kepada warganya untuk mengatasi permasalahan DBD ini bersama-sama. “Kita sudah melakukan sosialisasi kepada warga dan membentuk kader jumantik dasawisma, kita juga lakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSM) setiap hari sejak Januari hingga saat ini,” ucapnya.

Kasudinkes Pemkot Jakarta Barat Weningtyas Purnomo Rini menyebut masih menghimpun korban yang terkena demam berdarah. Menurut dia, kasus ini telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan DKI Jakarta. “Kita sudah laporkan ke dinas. Dinas juga sudah jawab ke teman-teman wartawan,” katanya.

Weningtyas menjelaskan, ada empat virus menyerang tubuh saat terjangkit DBD, yakni Den 1, 2, 3, dan 4 dengan kondisi paling ganas Den 3. Untuk mencegah jatuhnya korban, kata dia, kepedulian dari seluruh komponen masyarakat dan swasta sangat diperlukan. Apabila ada masyarakat terutama anak itu demam kurang dari tiga hari sudah harus dibawa ke puskesmas.

“Jadi, tidak menunggu sampai tiga hari atau trombositnya sudah keliatan turun. Nah, ini tidak usah menunggu tiga hari, demam satu hari langsung ke puskesmas,” kata Weningtyas. Terlebih saat ini Pemprov DKI Jakarta telah menggratiskan biaya pengobatan bagi warga tidak mampu. Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat agar segera melakukan pemeriksaan apabila ada indikasi DBD.

“Harus segera, jangan menunggu lama-lama. Pokoknya kurang dari tiga hari masyarakat atau kader temukan ada warga yang demam segera cek darah ke puskesmas,” katanya. Selain itu, semua rumah sakit di Jakarta juga sudah membuat edaran untuk mempersiapkan semua logistik, sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia (SDM).

Menurut dia, sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa penderita yang dirawat di rumah sakit adalah pasien BPJS DKI atau bukan. Bagi pasien yang dirawat di RSUD kelas 3 digratiskan dan kebijakan itu sudah berjalan. Hingga saat ini RSUD di Jakarta Barat masih bisa menampung pasien DBD.

“Kalau di RSUD saat ini masih bisa tertangani. Kalau tidak, saya sudah perintahkan untuk membuat rencana – rencana, seperti ruang rawat inap mana yang dikhususkan untuk pasien menular seperti DBD. Sementara masih cukup, obat-obatan juga masih cukup,” tuturnya.

(don)

Relawan 01 Akan Launching Video Clip, Bravo 5: Musik Ini Kreatifitas

loading…

Divisi perempuan Organ relawan Bravo Lima bakal melaunching vidio clip Perempuan Indonesia pilih 01 pada akhir Februari 2019. Foto/Istimewa

TANGERANG SELATAN – Menggugah pilihan kaum perempuan, Divisi perempuan Organ relawan Bravo Lima bakal melaunching vidio clip “Perempuan Indonesia pilih 01” pada akhir Februari 2019.

Ketua Divisi perempuan Bravo 5, Kartini Sjahrir ditemui selepas shoting video clip di Rimbun Konservasi Tangerang Selatan, Senin (18/2/2018). Ia mengatakan pentingnya kreatifitas dalam Pilpres 2019.

“Musik ini kreatifitas, banyak cara menggugah pilihan perempuan, salah satunya dengan musik. Politik Jangan terlalu serius, perlu juga entertainmennya,” kata aktivis perempuan Yang pernah menjadi duta besar itu.

Baca Juga:

Untuk Launching video clip , rencananya akan di barengi dengan diskusi publik “bedah lirik”.

“Lirik lagu ini sangat kuat, membangun spirit agar perempuan Indonesia pilih 01 dan perlu kita bedah” katanya.

Rencananya dalam bedah lirik menurut Arcela Yanni Irmella salah satu pengurus Divisi perempuan bravo 5 akan menghadirkan aktivis dan tokoh perempuan Indonesia.

“Kami ada rencana hadirkan mbak Yenni Wahid dan tokoh perempuan lainnya,” tandas Yanni Yang ikut terlibat dalam proses pembuatan vidio clip.

Terkait Lirik sendiri diakui yanni merupakan hasil gubahan dari lagu “Manuk Dadali”, musik khas Sunda Jawa Barat Yang dilakukan oleh pengurus Bravo 5 Nia Sjahrifudin.

“Kita sudah Izin diwakili In-in Krisyani salah satu kelurga pencipta lagu Manuk Dadali almarhum Pak Sambas dan alhamdulillah diizinkan,” kata Yanni, Ketua Divisi perempuan Bravo 5 Banten itu.

Dan inilah Lirik Yang akan di bedah Bravo 5.

“P’rempuan Indonesia mari bergandeng tangan

P’rempuan Indonesia bumikan perdamaian
Lawan kekerasan dan adili kezaliman
Demi hak asasi dan tegaknya demokrasi

Reff:

Marilah kawan pilih nomer satu

Janganlah bimbang apalagi ragu

Sudah terbukti hasil kerja nyata
Tanpa ada beban dari masa lalu”

“Shooting-nya sudah selesai dan dalam waktu dekat akan kami sebarkan agar perempuan Indonesia ikut bergerak menangkan 01,” harapnya.

(ysw)