KNKT Sebut Data FDR Pesawat Lion Air JT-610 Masih Proses Verifikasi

loading…

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, setelah pihaknya melakukan pengunduhan data-data dari FDR, saat ini masih dalam proses verifikasi, Senin (5/10/2018). Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja.

Setelah suskses mengunduh data yang ada di dalam Flight Data Recorder (FDR), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan verifikasi. KNKT berharap black box berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) juga bisa ditemukan untuk menganalisa seluruh data secara utuh.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, setelah pihaknya melakukan pengunduhan data-data dari FDR, saat ini masih dalam proses verifikasi. Soerjanto mengatakan, KNKT akan menganalisa data-data tersebut setelah data yang ada di FDR terverifikasi.

“Saat ini tim sedang pelajari data yang telah diunduh dari FDR, sekarang dalam proses verifikasi,” ujar Soerjanto dalam jumpa pers di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Menurut Soerjanto, setelah data yang ada di FDR diverifikasi, pihaknya baru bisa melakukan analisa dugaan jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat.

Adapun satu bagian kotak hitam atau black box CVR  masih dalam proses pencarian. Karena itu, ia berharap kotak hitam CVR bisa segera ditemukan, agar KNKT bisa segera menganalisa data-data dengan tepat.

“Jadi ada satu kotak yang berisi rekaman suara percakapan dari pesawat ke menara pengawas antara kapten SBOBET dan kopilot dan warna suara di dalam kokpit. selama penerbangan dan suara komunikasi kokpit sama cabin. Mudah-mudahan tidak dalam waktu lama salah satu kotak bisa kita temukan, sehingga analisa kami bisa lebih tepat,” lanjutnya.

Meskipun begitu, lanjut Soerjanto, jika  CVR belum bisa ditemukan, pihaknya akan berupaya menginvestigasi penyebab kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 dengan data yang ada.

“Kami akan berusaha maksimal mungkin untuk bisa menemukan penyebabnya meski nanti proses pencarian sudah dinyatakan selesai,” katanya.

KNKT, lanjutnya, akan berusaha menemukan kotak CVR untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan Lion Air. “Jadi kita akan berusaha sekuat tenaga temukan salah satu cari black box,” tutupnya.

 

Sisir Tanjung Pakis, Tim SAR Temukan Bagian Tubuh Korban Lion Air

loading…

Tim Basarnas mengevakuasi bagian tubuh korban penumpang pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018). Foto/Eko Purwanto/SINDOphoto

KARAWANG – Tim pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat menemukan tiga bagian tubuh korban sekitar 10 mil dari pantai Tanjung Pakis.

Potongan tubuh ditemukan sekitar pukul 10.00 hingga 10.30 WIB. Selanjutnya bagian tubuh korban itu akan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Jabar, Trunoyudo mengatakan Tim pencari dari Lantamal TNI menemukan bagian tubuh sekitar 10 mil atau 2 jam dari pantai Tanjung Pakis.

“Ditemukan di arah timur Pantai Tanjung Pakis. Dengan temuan ini pencarian terus dilakukan di dekat lokasi penemuan sbobet indonesia,” kata Trunoyudo di Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018).

Menurut Trunoyudo, temuan bagian tubuh ini akan dikirim ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan identifikasi. Saat ini proses evakuasi bagian tubuh korban ini masih menungu hasil pencarian dari tim yang masih di lapangan.

“Masih menunggu tim lainnya sekarang mereka masih di lapangan,” kata Trunoyudo.

(mhd)

Soal Kue Narkoba, Pengamat: Penjara Membuat Narapidana Makin Pintar

loading…

JAKARTA – Sekjend Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba Nasional (Fokan), Anhar Nasution melihat peracikan kue narkoba merupakan metamorfosis dalam penyebaran narkoba.

“Ini bukan modus baru karena sebelumnya kita juga kenal dengan brownies dan cookies ganja,” kata Anhar ketika dihubungi Koran Sindo, Kamis (13/12/2018).

Bagi Anhar, apapun bentuknya, ide membuat kue adalah sesuatu inovasi yang salah kaprah. Ide semacam ini, kata Anhar, biasa terjadi karena pergaulan. Karena itu Anhar tak heran pembuat kue narkoba merupakan mantan narapidana.

“Penjara narkoba tidak lantas membuat orang jera. Melainkan malah semakin pintar,” kata Anhar. (Baca: Polisi Ungkap Peredaran Kue Narkoba di Indonesia)

Ia mencontohkan seperti pemakai yang kini masuk ke dalam lapas kemudian keluar menjadi seorang pengecer, kemudian dari pengecer meningkat menjadi bandar.

“Nah kalo bandar di penjara. Bukannya jera, tapi malah meningkat dan mengendalikan dari dalam,” ucapnya.

Terhadap itu, Anhar kemudian meminta agar Jaksa dan Hakim lebih jeli dalam setiap mendakwa dan memvonis penyalahguna narkoba. Pengguna tidak bisa di masukan ke dalam sel yang sama dengan pengecer dan narkoba.

(ysw)

Bantu Napi Kabur, Hubungan Istimewa Pegawainya Sudah ‘Tercium’ Karutan

loading…

JAKARTA – Kepala Rutan Kelas I Cipinang, Oga G Darmawan mengatakan, oknum pegawai Rutan Cipinang, Yuanita yang membantu pelarian narapidana narkoba, Muhamad Said merupakan seorang PNS yang dipindah tugaskan ke Rutan Cipinang pada 2016 lalu dari Palembang, Sumatera Selatan.

Menurutnya, awalnya Yuanita bertugas di bagian dapur yang ada di dalam rutan, dia lalu dipindahkan ke bagian Tata Usaha yang ada di bagian depan Rutan. Alasannya, dia mendapatkan laporan kalau Yuanita ini menjalin hubungan asamara dengan Muhamad. (Baca: Seorang Napi Lapas Cipinang Dilaporkan Kabur dari Penjara)

“Tiga bulan yang lalu sudah saya keluarkan surat atau nota dinas perintahkan dia untuk tarik ke TU. Jadi statusnya itu pegawai TU, tak boleh masuk ke gerbang pintu Rutan. Dia sebelumnya petugas dapur yang masak-masak itu untuk narapidana,” ujarnya pada wartawan, Senin (10/12/2018).

Dia menerangkan, Yuanita dipindahkan ke bagian TU Rutan tiga bulan sebelum kejadian agar dia tidak lagi boleh berhubungan dengan Muhamad di dalam Rutan. Namun, dia justru membantu tahanan itu kabur dari Rutan Cipinang.

Setelah tahu kalau tahanan itu kabur, kata dia, pihaknya lalu melakukan penelusuran, termasuk pada Yuanita mengingat tahanan itu pernah menjalin hubungan dengannya. Saat diinterogasi, Yuanita pun mengakui membantu tahanan itu kabur.

Adapun Yuanita sejatinya sudah memiliki anak dan suami, hanya saja hubungannya dalam proses perceraian. Setelah kejadian, suaminya datang menemui pihaknya untuk memberikan informasi pada pihaknya kalau suaminya pun curiga istrinya itu ada hubungan dengan seorang napi. “Tapi proses cerai. Suaminya di Rangkasbitung jaga kolam ikan,” katanya.

(ysw)

Polda Metro Kerahkan 3.000 Personel Aman Laga Persija vs Mitra Kukar

loading…

Sebanyak 3.000 personel gabungan diterjunkan untuk pengamanan laga Persija Jakarta vs Mitra Kukar.Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 3.000 personel gabungan untuk pengamanan pertandingan terakhir Liga 1 musim kompetisi 2018 antara Persija Jakarta vs Mitra Kukar di Stadion Gelora Bung Karno pada Minggu, 9 Desember 2018 mendatang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, lebih dari tiga ribu personel gabungan akan mengawal jalannya laga Persija vs Mitra Kukar di Stadion GBK, Jakarta Pusat.”Kita kerahkan sebanyak 3.000 lebih personel gabungan untuk mengamankan jalannya pertandingan tersebut,” kata Argo pada wartawan, Jumat (7/12/2018).

Menurut Argo, pengamanan untuk tim Mitra Kukar akan dilakukan sejak keluar hotel hingga menuju SUGBK, begitupun sebaliknya. Semua pengamanan itu dilakukan untuk menghindari hal-hal tak diinginkan.

Pengamanan dilakukan di empat ring kawasan tersebut. Polisi juga akan melakukan pengalihan arus melihat situasi di lapangan.

“Anggota juga ditempatkan di sekitar Stadion GBK, termasuk lingkaran dan pintu masuk GBK, dan di sekitar stadion. Kalau kita harus alihkan lalu lintas, ya alihkan, kalau tidak ya kita contra flow, atau buka tutup,” ucapnya.

(whb)

Identifikasi Titik Rawan Longsor, Jaksel Lakukan Pembenahan

loading…

Tanah longsor terjadi di permukiman warga. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengatakan, pihaknya telah mengantongi data titik-titik rawan longsor. Selain itu, beberapa wilayah sudah dilakukan perbaikan.

“Jadi gini, dari beberapa waktu yang lalu, titik-tirik longsor itu sudah diidentifikasi dan sudah dilakukan pembenahan dibeberapa titik yang bisa dilakukan,” kata Marullah saat dikonfirmasin, Selasa (4/12/2018).

Dia menambahkan, untuk data detil ada di Dinas Sumber Daya Air. Namun salah satu titiknya ada di sekitar kawasan Pesanggrahan.

“Saya lupa titiknya itu di Pesanggrahan ada beberapa yang belum bisa dijangkau. Nah itu yang belum bisa. Tapi yang lain-lain mudah-mudahan sih aman,” lanjutnya.

Untuk pembangunan turap di sekitar lokasi rawan longsor, Marullah menuturkan, kegiatan itu sebagian sudah dilakukan oleh Dinas SDA.

“Rata-rata kalau persentasinanyanya di SDA. Tapi secara umum teman-teman SDA sudah sampaikan kepada saya sudah dilakukan penurapan,” tuturnya.

(mhd)

Disinggung KPAI, Ketua PA 212 : Insya Allah Kita Akan Jaga Anak-anak

loading…

Aksi bela Islam. Foto/dok/SINDOnews

JAKARTA – Reuni Persaudaraan Alumni 212 yang akan digelar pada Minggu (2/12/2018) besok di kawasan Monas, mengundang perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Sebab, kerap kali pelibatan anak sering terjadi, meskipun kegiatan tersebut legal dan merupakan hak semua warga negara untuk melakukan kegiatan dan menyampaikan pendapat di depan publik.

Namun, KPAI ingin kegiatan tersebut harus mempertimbangkan aspek perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Menanggapi itu, Ketua PA 212 Slamet Ma’arif menjelaskan perlibatan dalam acara yang di gelar di Monas itu tidak dapat disalahkan. Karena menurutnya acara tidak membahayakan bagi anak-anak.

“Kalo untuk bawa anak-anak akan kita juga ga bisa memastikan, ga bisa melarang ibu bawa anaknya. Misal ibunya pengen dateng kemudian di rumah itu ga ada orang itu berbahya, ya tetapi inikan bukan demonstrasi ini bukan kampanye, ini silahturahim ini ngaji jadi gada larangan,” ujar Ma’arif Talkshow Akhir Pekan POLEMIK yang diselenggarakan MNC TRIJAYA NETWORK dengan tema Seberapa Greget Reuni 212, di D’ CONSULATE Resto & Lounge, Jl. Wahid Hasyim No 49-51, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12/2018).

“Yang terpenting bagaimana anak yang dibawa ini dijaga keselamatannya kemudian tidak terlibat dalam hal-hal yang bisa membahayakan anak tersebut,” sambungnya.

Ma’aruf mencontohkan misal besok ada anak anak yang baca Al Quran mengisi acara. Selain itu juga ada pemberian penghargaan bagi anak-anak yang mahir membaca Al Quran.

“Jadi pertimbangannnya KPAI terimakasih kami akan jaga tapi saya ingatkan ini bukan demonstrasi ini bukan kampanye, ini ngaji, ini silahturahim dan insya Allah anak-anak akan kita muliakan akan kita jaga,” tuturnya.

(pur)

Polisi Bongkar Jaringan Curanmor yang Kerap Beraksi di Minimarket

loading…

Pelaku curanmor dibekuk polisi. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Polres Jakarta Selatan meringkus tujuh pelaku pencurian kendaraan bermotor. Pelaku kerap menyasar kendaraan yang terparkir di minimarket yang ada di sekitar Jakarta Selatan.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar mengatakan, pelaku ditangkap setelah identitas pelaku berhasil diketahui usai melakukan penyelidikan dari hasil kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang ada di sebuah minimarket di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan.

“Pertama kami menangkap dua pelaku HI dan N, mereka berdua bertugas sebagai pemetik atau eksekutor yang mengambil sepeda motor,” kata Indra di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Dia menegaskan, dari keterangan keduanya, petugas menangkap pimpinan dari kelompok ini yaitu HS alias B yang memfasilitasi keduanya dan menampung kendaraan hasil curian.

“Dia ini kaptennya, dari dia kemudian motor curian langsung diserahkan ke tiga orang joki yaitu H, AR dan B,” ucap Indra.

Motor hasil curian kemudian dibawa ke Karawang, Jawa Barat, untuk dijual di wilayah tersebut seharga Rp3 Juta.

Di Karawang, pihaknya juga menangkap seorang penadah yang berinisial M. Dari tangan M, kemudian sepeda motor dijual kepada masyarakat dengan harga Rp4-5 juta.

“Jadi kelompok ini sudah sangat profesional, karena jaringan mereka sudah sangat kuat sehingga barang hasil curian juga sudah ada yang menampung,” jelasnya.

Pelaku melakukan aksinya juga masih dengan cara yang lama. Pemetiknya yaitu HI dan N mencari sasaran di Jakarta Selatan menggunakan sepeda motor. Bila ada sasaran maka mereka akan berpura-pura memarkirkan kendaraannya di samping motor target.

“Salah satu dari mereka turun dan langsung beraksi menggunakan kunci leter T,” tegasnya.

setelah itu keduanya kabur dan langsung menyerahkan sepeda motor joki yang telah disiapkan di suatu tempat. Dalam sehari mereka bisa mencuri sebanyak lima unit motor.

AR salah satu joki yang membawa motor mengaku, sekali jalan dirinya mendapat uang Rp500.000. Menurutnya dia langsung membawa sepeda motor tersebut kepada N.

“Jadi saya langsung janjian disatu tempat terus langsung bawa ke Karawang,” ujarnya. Dia juga mengakui dalam seminggu bisa membawa empat hingga lima sepeda motor.

(mhd)

Mobil Pikap Rombongan Santri Terbalik, Korban Tewas Menjadi Tiga Orang

loading…

Belasan santri Miftahul Huda Semanan mengalami kecelakaan di dekat Flyover Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Minggu (25/11/2018). Foto: KORAN SINDO/Hasan Kurniawan

TANGERANG – Korban meninggal dalam kecelakaan rombongan santri Miftahul Huda Semanan di Jalan Boulevard Green Lake, Cipondoh, Tangerang, bertambah menjadi tiga orang.

“Korban tewas ada tiga orang, terdiri dari Syaif Ali Maulana (14), Mahmud Hanafi (16), dan Sofyan,” ujar Kasatlantas Polres Metro Tangerang Kota AKBP Ojo Ruslan, kepada KORAN SINDO, Minggu (25/11/2018).

Sebelumnya diberitakan, satu orang tewas dalam kecelakaan mobil pikap yang tumpangi rombongan santri, sepulang dari acara peringan Maulid Nabi di Pondok Pesantren KH Rosyid.

Selain itu, puluhan orang lainnya dilaporkan dibawa ke sejumlah rumah sakit, yakni RS Karang Tengah Ciledug, RS Bhakti Husada, dan RSUD Kabupaten Tangerang.

(thm)

Rel Stasiun Gambir Bermasalah, Perjalanan KRL Hanya Sampai Manggarai

loading…

JAKARTA – Perjalanan KRL Commuter Line kembai mengalami gangguan. PT Kereta Commuter Indonesia dalam akun Twitter-nya menginformasikan terjadi gangguan operasional pada rel di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

“Terdapat gangguan operasional pada rel di Stasiun Gambir, saat ini masih dalam penanganan unit terkait,” tulis @CommuterLine, Kamis (22/11/2018) petang ini.

Dampak dari gangguan rel itu, perjalanan KRL dari arah Bogor menuju Kota hanya sampai Stasiun Manggarai. “KA 1175 (Bogor-Jakarta Kota) perjalanan hanya sampai Stasiun Manggarai, kembali sebagai KA 1176 (Manggarai-Bogor),” cuit @CommuterLine.

Kondisi yang sama juga dialami perjalanan KRL dari Bekasi menuju Jakarta sore ini.

“KA 1403 (Bekasi-Jakarta Kota) perjalanan hanya sampai Stasiun Manggarai, kembali sebagai KA 1404 (Manggarai-Bekasi),” tweet @CommuterLine.

Sebelumnya, akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Kamis (22/11/2018) sore, menyebabkan pohon tumbang dan berimbas pada aktivitas KRL di antara Stasiun Palmerah-Tanah Abang-Manggarai terganggu. Listrik aliran atas Tanah-Abang Manggarai sempat dipadamkan guna proses evakuasi.

(thm)

Ini 35 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

loading…

Polda Metro Jaya menggelar prarekonstruksi pembunuhan satu keluarga di Pondok Melati, Kota Bekasi.Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Polda Metro Jaya menggelar prarekonstruksi kasus pembunuhan satu keluarga di Pondok Melati, Kota Bekasi. Dalam prarekonstruksi itu ada 35 adegan yang dipergakan oleh tersangka HS.

Prarekonstruksi ini digelar di Mapolda Metro Jaya pada Senin (19/11/2018).

“Jadi saya bacakan tiap adegannya, yang mana diikuti oleh tersangka HS memperagakannya,” ungkap Kanit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Malvino Edward dalam prarekonstruksi tersebut.

Menurutnya, sebanyak 35 adegan yang dipergakan dalam prarekonstruksi itu merupakan hasil keterangan HS pada polisi. Adapun ke 35 adegan itu sebagai berikut.

Adegan 1, dimulai dengan tersangka HS datang ke rumah dan mengetuk pintu.

Adegan 2, HS tiba di rumah korban pada Senin, 12 November lalu, pukul 21.00 WIB, HS ketuk pintu rumah dan yang membukakan pintu anak korban bernama Sarah, HS lalu masuk ke rumah.

Adegan 3, HS masuk rumah dan mengobrol bersama Diperum dan Maya di ruang keluarga sambil nonton tivi.

Adegan 4, saat sedang mengobrol, HS mendengar kata-kata tak enak keluar dari mulut Diperum Nainggolan, yakni nginep tidak, kalau kamu nginep nanti tak enak sama Abang kita, Douglas.

Adegan 5, korban Maya Ambarita bilang, terserah mau nginep tidaknya karna ini bukan rumah kita, kita cuma numpang disini.

Adegan 6, korban Diperum berkata sudah tahu kamu kalau HS nginep disini abang saya tak suka.

Adegan 7, korban Diperum berkata dengan bahasa daerahnya yang artinya kamu tidur di belakang saja, kayak sampah kamu.

Adegan 8, setelah mendengar kata-kata itu, HS emosi dan marah di dalam dadanya.

Adegan 9, di benak HS sudah berpikirian untuk membunuh Diperum dan Maya dengan memukulkan linggis yang ada di dapur deket wastafel.

Adegan 10, HS beranjak ke dapur dan mengambil linggis itu, sedang Maya dan Diperum sudah tidur.

Adegan 11, secara sadar dan emosi HS melihat Diperum di ruang tengah sudah tidur dalam posisi miring.

Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Terancam Hukuman Mati

loading…

Polda Metro Jaya menggelar jumpa pers terkait kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Foto/Ari Sandita Murti/SINDOnews

JAKARTA – Polisi telah menetapkan Haris Simamora (HS) sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka II, RT02/07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi dan menahannya. Pelaku yang juga masih saudara korban ini terancam hukuman mati.

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Wahyu Hadiningrat mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berdasarkan kerja keras dan baiknya koordinasi di antara tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi Kota. Maka itu, pelaku pun berhasil ditangkap di Jawa Barat.

“Tindak pidana yang terjadi yaitu pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian, Pasal 365 KUHP ayat 3, 340 KUHP, dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati,” kata Wahyu saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Menurutnya, HS dijerat dengan pasal berlapis karena telah menghilangkan nyawa empat orang, yang mana merupakan satu keluarga. Adapun pelaku melakukan aksi jahatnya itu karena sakit hati.

“Modusnya, pelaku ini, HS melakukan pembunuhan dengan linggis, dimana linggis itu didapatkan dari brangkas di rumah korban,” katanya.

(mhd)

Olah TKP Matang, Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Pasti Terungkap

loading…

Petugas Polrestro Bekasi melakukan olah TKP di lokasi pembunuhan yang dikabarkan korbannya merupakan satu keluarga.Foto/Istimewa

BEKASI – Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan yang dialami satu kelaurga di Jalan Nangka, Pondok Gede, Bekasi. Bila dalam olah TKP itu matang, pelaku pun dipastikan terungkap.

Karopenmas Div Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, saat ini Tim Dokter Forensik RS Polri tengah melakukan autopsi pada keempat jenazah korban dugaan pembunuhan di Pondok Gede, Bekasi. Adapun hasilnya belum bisa dibeberkan kepada publik.

“Hasil dari autopsi nanti dari dokter forensik pihak RS Polri yang sampaikan,” ujarnya kepada wartawan di RS Polri, Kramat Jati, Selasa (13/11/2018).

Terkait persoalan CCTV di lokasi kejadian, kata dia, itu merupakan teknis penyidik dalam mengetahui pelakunya. Sedangkan terkait dugaan pembunuhan dalam kasus itu, dipastikan pelaku bakal terungkap.

“Biasanya kalau ini murni pembunuhan, yakni pasal 338 KUHP atau 340 KUHP, saat olah TKP itu mateng, 75 persen kasus itu pasti terungkap,” tuturnya.

Namun, apabila itu merupakan kasus pencurian ataupun kekerasan akan menjadi persoalan lain lagi dan tak mudah diungkap begitu saja sebagai mana kasus pembunuhan.

(thm)

RS Polri Kembali Terima Satu Kantong Jenazah Penumpang Lion Air

loading…

Kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 tiba di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Hingga hari ke-13 jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin 29 Oktober, Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati, Jakarta Timur masih melakukan proses identifikasi korban. Total kantong jenazah yang sudah diterima RS Polri hingga kini berjumlah 195 kantong.

Kabid Operasi Tim DVI Pusdokkes Polri, Kombes Lisda Cancer mengatakan, pada Jumat 9 November 2018, pihaknya telah menerima 194 kantong jenazah. Namun, pada malam harinya RS Polri menerima kembali satu kantong jenazah.

“Satu kantong baru diterima RS Polri pada Jumat (9 Novemeber) kemarin malam, sehingga totalnya sudah ada 195 kantong,” ujar Lisda pada wartawan, Sabtu (10/11/2018).

Menurutnya, satu kantong yang baru diterima itu bakal diperiksa oleh Tim DVI Polri yang ada di pos postmortem guna memeriksa body part (bagian tubuh) yang ada di kantong tersebut. Maka itu, belum diketahui ada berapa body part dalam kantong itu.

Sedang terkait identifikasi, tambahnya, hingga kini sudah ada 77 penumpang yang berhasil teridentifikasi. “Hingga kini Tim DVI Polri sudah mengidentifikasi 77 penumpang, yang terdiri dari 57 orang laki-laki dan 20 orang perempuan,” katanya.

(mhd)

Total Polisi Sudah Terima 502 DNA Postmortem Penumpang Lion Air JT-610

loading…

Vice Commander DVI Polri, Kombes Triawan Marsudi, memberikan keterangan pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/11/2018). Foto: SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Polisi masih terus melakukan proses pemeriksaan data postmortem pada penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Hingga kini sudah ada 502 data postmortem atau data-data fisik khas korban sebelum meninggal, yang didapat Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Vice Commander DVI Polri, Kombes Triawan Marsudi, mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel data postmortem pada penumpang jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Adapun hingga Rabu (7/11/2018) ini, sudah ada 185 kantong jenazah yang diterima RS Polri.

Data pada Selasa, 6 November kemarin, kata dia, ada 163 kantong jenazah terdiri atas 502 body part (potongan tubuh). “Hingga kini kami sudah melakukan pengambilan sampel DNA (genetik) sebanyak 502, itu belum termasuk yang 22 kantong jenazah yang diterima semalam,” ujarnya kepada wartawan, di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Menurut dia, sebanyak 502 dua sampel DNA dari 163 kantong jenazah itu sudah dikirimkan ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri guna proses pemeriksaan dan profiling. Namun dia belum dapat memastikan kapan hasil sampal DNA itu bakal keluar.

“Untuk data antemortem jumlahnya masih sama, ada sebanyak 256 data dari pelapor (keluarga penumpang). Sebanyak 213 dari laporan di RS Polri dan 43 laporan dari Polda Bangka Belitung,” pungkasnya.

(thm)

Dari 163 Kantung Jenazah, Baru 27 Penumpang yang Teridentifikasi

loading…

Tim DVI Polri hingga Selasa ini sudah berhasil mengidentfikasi sebanyak 27 orang dari total 163 kantung jenazah yang diterima RS Polri. Foto: SINDOnews/Dok

JAKARTA – Tim DVI Polri hingga Selasa ini sudah menerima sebanyak 163 kantung jenazah penumpang pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Dari 163 kantung jenazah itu sudah didapat 429 sampel DNA/genetik.

“Data postmortem dari DNA sebanyak 429 sampel,” ujar Kabag Opsnal Pusdokkes Polri, Kombes Triawan, kepada wartawan, Selasa (6/11/2018).

Menurut dia, 429 sampel DNA tersebut merupakan data postmortem atau data-data fisik khas korban sebelum meninggal. Data itu  diambil dari bagian tubuh yang ada pada 163 kantung jenazah tersebut.

Kombes Triawan menyebutkan, dari 163 kantung jenazah itu, sejauh ini baru teridentifikasi sebanyak 27 orang. “Kegiatan identifikasi, sudah teridentifikasi 27 jenazah. Terdiri atas perempuan sebanyak sembilan penumpang dan laki-laki 18 penumpang,” katanya. (Baca juga: Ini Daftar Penumpang dan Kru Lion Air yang Jatuh di Tanjung Karawang)

Adapun 27 penumpang itu, yakni Jannatun Cyntia Dewi (24), Endang Sri Bagusnita (20), Wahyu Susilo (31), dan Fauzan Azima (25), Chandra Kirana (29), Hizkia Jorry Saroinsong (23), Monni (41), Rohmanir Pandi Sagala (23), Dodi Junaidi (40), Muhammad Nasir (29), Janry Efriyanto Sianturi (26), Karmin (68), dan Harwinoko (54).

Selanjutnya, Verian Utama (31), Reni Aryanti (51), Muhammad Ravi Andrian (24), Eryanto (41), Vera Junita (22), Resti Amelia (27), Fifi Hajanto (42), Dede Anggraini (40), Petrous Rudolf Sayers (58), Eka Suganda (49), Niar R Soegiyono (39), Sudibyo Onggo Wardoyo (40), Hendra (39), dan Mito (37).

(thm)

Pushidrosal Fokus Cari CVR Black Box Lion Air JT-610

loading…

Sejumlah kapal Basarnas, TNI AL, Polri dan Bakamla sedang melakukan operasi pencarian di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Jumat 2 November 2018. Foto/SINDOnews/Yorri Farli

JAKARTA – Pusat Hidrografi dan Oseanograf TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) masih terus mencari keberadaan Cockpit Voice Recorder (CVR) milik Lion Air JT-610 PK-LQP di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

“CVR masih belum ketemu memang masih agak sulit, saya coba optimalkan mudah-mudahan bisa ketemu karena kuncinya di situ,” ujar Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro, di atas kapal KRI Sikuda, Minggu (4/11/2018).

CVR menjadi penting lantaran salah satu bagian black box itu berfungsi merekam pembicaraan antara pilot dan co-pilot di dalam ruang kemudi.

Nantinya, setelah ditemukan, CVR akan dibawa ke Lab Forensik Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diperiksa isi pembicaraan sebelum Lion Air JT-610 kecelakaan.

“Kalau yang lain-lain saya kira sudah maksimum. Jadi mudah-mudahan bisa kita manfaatkan dengan waktu yang sedikit ini,” ungkapnya.

(dam)

93 Keluarga Korban Jatuhnya Lion Air Ikut Pendampingan Psikologis

loading…

Sebanyak 93 keluarga korban jatuhnya Pesawat Lion Air mengikuti pendampingan psikologi dari RS Polri. FOTO/SINDOphoto

JAKARTA – RS Polri mengerahkan puluhan psikolog dari berbagai universitas, TNI, dan Polri untuk melakukan pendampingan kejiwaan kepada keluarga penumpang pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Kabid Operasi Tim DVI RS Polri Kombes Pol Lisda Cancer mengatakan, pada Sabtu (3/11/2018) ini, ada tambahan 24 keluarga yang dilakukan pendampingan psikologis di Posko Keluarga RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Pendampingan psikologis itu dilakukan untuk memulihkan kondisi mental keluarga penumpang yang kehilangan anggota keluarganya.

“Untuk pendampingan psikologi sudah ada 93 keluarga yang diberikan pendampingan oleh tim psikolog. Kemarin kan ada 69 keluarga,” Kata Lisda kepada wartawan, Sabtu (3/11/2018).

Namun, dia tak merinci tentang teknis pendampingan psikologis kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air. Pendampingan psikologis itu dilakukan oleh Tim Psikolog di RS Polri sejak Senin (29/10/2018) hingga saat ini.

Kepala Analisis Kebijakan Devisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Slamet Pribadi sebelumnya menerangkan, pendampingan psikologis itu penting dilakukan bagi keluarga penumpang Lion Air yang secara mental masih merasakan kehilangan mendalam.

Tak sedikit keluarga yang sampai sakit dan kelelahan karena memikirkan anggota keluarga yang belum teridentifikasi itu. Selain pendampingan psikoligis, ada juga trauma healing, dan juga siraman rohani.

“Pendampingan dilakukan karena ada yang sampai di-opname karena sakit,” katanya. (Baca juga: Belasan Keluarga Korban Lion Air Kembali Jalani Pendampingan Psikologi)

(amm)

Belasan Keluarga Korban Lion Air Kembali Jalani Pendampingan Psikologi

loading…

Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 mendapat pendampingan psikologi di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (2/11/2018). Foto: dok/SINDOphoto

JAKARTA – Puluhan psikolog di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur kembali melakukan pendampingan pada keluarga korban jatuhnya pesawar Lion Air JT 610. Adapun saat ini, total keluarga yang diberikan pendampingan sebanyak 69 keluarga.

Wakil Kepala RS Polri, Kramat Jati, Kombes Haryanto mengatakan, kemarin ada 53 keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air yang diberikan pendampingan psikologis di Posko Keluarga RS Polri. Adapun pikolog yang dikerahkan sebanyak 20 orang lebih.

“Untuk hari ini, pendampingan psikologis ada sebanyak 69 (keluarga), pelaksanaannya diperbaiki dari waktu ke waktu,” ujarnya pada wartawan, Jumat (2/11/2018).

Adapun pendampingan psikologis keluarga itu dilakukan guna meringankan beban keluarga yang mengalami syok dan kesedihan yang mendalam akibat kehilangan anggota keluarganya.

Pendampingan juga bentuk pelayanan pada masyarakat, khususnya keluarga korban dari RS Polri, Kramat Jati. “Selain pendampingan psikologis, kita juga kan ada trauma healing, yang mana dilakukan untuk memulihkan kondisi psikologis pihak keluarga,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Analisis Kebijakan Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Slamet Pribadi menambahkan, psikolog yang melakukan pendampingan pada keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air di Posko Keluarga RS Polri itu berasal dari berbagai Universitas, TNI, dan Polri.

“Pendampingan dilakukan karena ada yang sampai di opname karena sakit kan,” katanya.

(ysw)

Tim DVI Periksa 8 Kantong Jenazah Baru untuk Ambil Data Postmortem

loading…

Kantong mayat yang berisi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 saat tiba di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Foto: dok/SINDOphoto

JAKARTA – RS Polri kembali menerima 8 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat. Delapan kantong jenazah itu tiba di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Rabu, 31 Oktober 2018 kemarin dan baru diambil data postmotem hari ini.

Kepala RS Polri, Kombes Musyafak mengatakan, sebelumnya RS Polri menerima 48 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Adapun 48 kantong jenazah itu telah direkonsiliasi oleh Tim DVI Polri, hasilnya ada satu korban yang teridentifikasi, yakni Janatun Cyntia Dewi.

“Dan Rabu, 31 Oktober kemarin kita terima lagi 8 kantong jenazah, yang mana saat ini tengah dilakukan pemeriksaan body part guna pengambilan data postmortem,” ujarnya pada wartawan, Kamis (1/11/2018).

Menurutnya, 8 kantong jenazah itu bakal dilakukan rekonsiliasi oleh Tim DVI Polri. Maka itu, total kantong jenazah yang saat ini sudah ada di RS Polri berjumlah 56 kantong.

“Jadi total 56 kantong jenazah, hari pertama 24, hari kedua 24, hari ke 3 ada 8. Dari 56 ini ada sebanyak 238 body part, yang mana sampelnya sedang diambil dan kita periksa,” tuturnya.

(ysw)

Ini Kesulitan Polisi Dalam Identifikasi Korban Pesawat Lion Air JT 610

loading…

Kantong mayat yang berisi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 saat tiba di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Foto: dok/SINDOphoto

JAKARTA – Tim DVI Polri RS Polri hingga kini masih belum mengidentifikasi satu pun dari 48 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang ada di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Ada sejumlah kendala pada proses identifikasi itu.

Kepala RS Polri, Kramat Jati, Kombes Musyafak mengatakan, kesulitan proses identifikasi pada 24 kantong jenazah yang tiba pada Selasa, 30 Oktober kemarin masih sama dengan kesulitan proses identifikasi pada 24 kantong jenazah yang tiba pada Senin, 29 Oktober lalu. Pasalnya, korban yang dikirim ke Postmortem RS Polri relatif tak utuh.

“Maka itu, kita mengandalkan hasil pemeriksaan DNA, itu suatu kendala juga karena kondisi korban itu sendiri,” ujarnya pada wartawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018).

Selain itu, kata dia, body part yang ada di 48 kantong jenazah itu pun tak semuanya sama. Artinya, potongan itu ada yang hanya berupa kulit, otot-otot, dan lainnya yang mana menjadi kendala pula dalam proses identifikasi.

“Sehingga dari kemarin ya, 24 kantong jenazah (pada Senin, 29 Oktober kemarin), ada kurang lebih 87 keping bagian dari pada tubuh itu yang kita periksa sampel DNA-nya,” tuturnya.

Namun begitu, tambahnya, proses identifikasi masih bisa dilakukan berdasarkan pemeriksaan DNA karena sampel DNA bisa dilakukan pada bagian-bagian tubuh korban, baik melalui sampel rambut, kulit, otot, tulang, dan baju yang pernah dipakai. Maka itu, pihaknya pun meminta pada keluarga korban untuk menyerahkan semua data yang belum lengkap agar bisa dilakukan tes DNA.

(ysw)

Ini Video Ditemukannya Potongan-potongan Pesawat Lion Air JT 610

loading…

Potongan pesawat Lion Air JT 610 dan serpihan pesawat di Perairan Karawang, Jawa Barat. Foto/Istimewa

JAKARTA – Badan SAR Nasional (Basarnas) menemukan lokasi jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang, Jawa Barat. Hal itu terlihat dari serpihan-serpihan yang mengapung di perairan Karawang.

“Serpihan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang banyak ditemukan mengapung di permukaan laut. Kapal USV Fulmar menemukan serpihan berupa pelampung, HP dan lainnya,” tulis Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam akun Twitternya @Sutopo_PN, Senin (29/10/2018).

Ini Video Ditemukannya Potongan-potongan Pesawat Lion Air JT 610

Sutopo juga menambahkan, Basarnas juga dibantu oleh TNI dan Polri. “Basarnas dibantu Kementerian Perhubungan, TNI, Polri dan relawan terus lakulan evakuasi,” katanya.

Dalam video berdurasi 45 menit yang diunggah oleh Sutopo, petuga gabungan menemukan serpihan dan puing-puing pesawat Lion Air JT 610.

(mhd)

Musim Hujan, Wali Kota Jaksel Tinjau Stasiun Pompa Pengendali Banjir

loading…

JAKARTA – Memasuki musim penghujan, Wali Kota Jakarta Selatan (Jaksel) Marullah Matali meninjau Stasiun Pompa Pengendali Banjir di Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (27/10/2018).

“Stasiun pompa ini memiliki arti yang sangat besar bagi Kelurahan Pengadegan, karena memiliki manfaat yang sangat besar sekali,” ujar Marullah kepada wartawan.

Ia menjelaskan, pompa yang dimiliki stasiun tersebut memiliki kapasitas cukup besar. Pompa pertama memiliki kapasitas 250 liter per detik, kemudian yang kedua memiliki kapasitas 500 liter per detik.

“Ini bekerja setiap hari, maka genangan-genangan yang ada dapat diantisipasi dengan baik,” tuturnya.

Dia mengimbau pada masyarakat untuk selalu menjaga situasi dan lingkungan mereka demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kebersihan dan buang sampah pada tempatnya, itu menjadi prioritas bagi warga masyarakat, khususnya di Jakarta Selatan.

Selain itu, Marullah juga meminta kepada masyarakat untuk selalu bergotong royong dan tidak acuh terhadap lingkungan. “Gotong royong kalau bicara soal kebersihan, itu bukan bicara soal buang sampah, tapi ini milik kita semuanya,” katanya.

(thm)

Liburan, Jalur Puncak Mengular hingga 4 Kilometer

loading…

BOGOR – Memasuki libur akhir pekan, arus lalu lintas menuju kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat mengalami kemacetan panjang. Kemacetan terjadi menjelang pintu Tol Ciawi sepanjang 4 kilometer.

Kasatlantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama mengatakan kemacetan panjang itu terjadi sejak pukul 07.00 WIB. Arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak sudah mengular menjelang Tol Ciawi. “Antrean kendaraan sudah mencapai 4 kilometer,” kata Hasby, kepada wartawan, Sabtu (27/10/2018).

Tidak hanya di Tol Ciawi, kemacetan juga terjadi di beberapa titik di sepanjang Jalur Puncak mulai dari Simpang Gadog, Simpang Pasir Muncang, Jembatan Gadog, Megamendung hingga kawasan Cisarua.

“Kemacetan juga terjadi di persimpang lokasi wisata Taman Wisata Matahari dan Taman Safari Indonesia karena banyak keluar masuk kendaraan,” jelas Hasby.

Untuk mengurai kemacetan di Jalur Puncak tersebut, Satlantas Polres Bogor pun memberlakukan sistem satu arah (one way) dari arah Jakarta menuju Puncak lebih awal dari biasanya yakni pukul 07.15 WIB.

“Jam 7 lebih sedikit kita lakukan satu arah ke Puncak untuk mengurangi kepadatan. Sampai kapannya masih situasional tergantung kondisi di lapangan,” tuturnya.

Hasby mengimbau agar masyarakat yang ingin melakukan perjalanan menuju Cianjur dan sekitanya dapat melalui jalur alternatif yakni Cileungsi-Jonggol-Cariu- Cianjur. Atau dapat melalui Jalur Sukabumi.

“Selain tidak terjebak satu arah seperti Puncak, jalur alternatif itu juga lebih cepat,” tutup Hasby.

(ysw)

Ada Aksi Bela Tauhid, PT KAI Rekayasa Pemberangkatan Kereta Jarak Jauh

loading…

Ilustrasi penumpang kereta api di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Foto: dok/SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Ada Aksi Bela Tauhid, PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan rekayasa pola operasi pemberangkatan KA. Ini untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi di sekitar Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

Rekayasa pola operasi pemberangkatan KA diberlakukan pada 11 KA yang berangkat dari Stasiun Gambir pada hari ini yakni dengan Berhenti Luar Biasa (BLB) atau memberhentikan KA di Stasiun Jatinegara untuk proses naik penumpang.

“Biasanya KA yang berangkat dari Stasiun Gambir tidak berhenti di stasiun Jatinegara, namun khusus hari ini akan diberhentikan juga di Stasiun Jatinegara untuk proses naik penumpang. Hal ini untuk memudahkan calon penumpang KA yang kesulitan menuju Stasiun Gambir, mereka bisa punya alternatif dengan naik dari Stasiun Jatinegara,” ucap Edy Kuswoyo, Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Operasi rekayasa pemberangkatan KA ini berlaku mulai dari keberangkatan KA 24 (Argo Parahyangan) keberangkatan pukul 10.30 WIB sampai dengan KA 11234 (Argo Parahyangan Tambahan) keberangkatan pukul 17.02 WIB.

“Dengan adanya rekayasa pola operasi pemberangkaran KA dengan BLB ini, PT KAI juga telah menyiagakan petugas untuk membantu pelayanan penumpang disana,” tambah Edy.

(ysw)

Lebih Rendah dari Bekasi dan Karawang, KSPI Minta UMP DKI Naik 25%

loading…

Sejumlah buruh saat melakukan aksi unjuk rasa di Jakarta beberapa waktu lalu.Foto/SINDOphoto/Dok

JAKARTA – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memprotes keras apabila Pemprov DKI Jakarta pada Jumat besok menetapkan upah minimum provinsi (UMP) naik sebesar 8,03%.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menjelaskan, upah minimum buruh DKI Jakarta saat ini lebih rendah dibandingkan dengan Kabupaten Karawang dan Kota Bekasi.”Di Karawang, upah minimum 2018 sebesar Rp3.919.291,19 dan Kota Bekasi Rp3.915.353,71. Sementara itu, upah minimum DKI hanya Rp3.648.035,” kata Iqbal kepada SINDOnews, Kamis (25/10/2018).

Tahun depan, lanjut Iqbal dengan kenaikan upah minimum sebesar 8,03% maka upah Karawang menjadi Rp4.234.010 dan Kota Bekasi menjadi Rp4.229.755. Sedangkan DKI Jakarta menjadi Rp3.940.972. Selisih kurang lebih 300.000 dari kedua kota tersebut.

Dia menilai kondisi tersebut tidak masuk akal. Bagaimana mungkin upah DKI selama tiga tahun berturut-turut lebih rendah dari Bekasi dan Karawang.”Andaikan UMP DKI pada 2019 nanti hanya naik 8,03 persen, apakah mungkin bisa hidup layak di Jakarta?” tanya Iqbal.(Baca: Jumat, Pemprov DKI Akan Umumkan UMP 2019 Sebesar Rp3,9 Juta)

Dia memberikan hitung-hitungan sederhana, untuk makan saja, setidaknya harus mengeluarkan Rp45.000 per hari, dengan asumsi makan tiga kali sehari masing-masing Rp15.000. Rp 45.000 dikalikan 30 hari (sebulan), maka totalnya Rp1.350.000

Sementara itu untuk sewa rumah, biaya listrik, dan air, dalam sebulan bisa mencapai Rp1.300.000. Sedangkan untuk transportasi membutuhkan biaya setidaknya Rp500.000″Dari tiga item tersebut, sudah menghabiskan anggaran Rp3.150.000. Ini adalah biaya tetap yang tidak bisa diotak-atik,” kata Iqbal.

Jika tahun 2019 UMP DKI sebesar Rp3.940.972, dikurangi Rp 3.150.000 sisanya tinggal Rp790.972.”Apa mungkin hidup di DKI dengan Rp790.000 untuk beli pulsa, baju, jajan anak, biaya pendidikan, dan lain-lainnya?. Oleh karena itu, buruh meminta upah tahun 2019 naik 20 hingga 25 persen agar bisa hidup layak,” ucapnya.

(whb)

Polisi Dalami Motif Ilham Cabuli Dua Bocah di Jagakarsa

loading…

JAKARTA – Polisi meringkus Ilham Lahya (26) di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan setelah mencabuli dua bocah perempuan berinisial ZKA (9) dan MSF (14) di sebuah Masjid kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Stevanus Tamuntuan mengatakan, hingga kini Ilham masih diperiksa secara intensif di Polres Jakarta Selatan lantaran mencabuli bocah di dalam masjid. Polisi belum bisa memastikan apakah pelaku melakukan pencabulan itu karena memiliki sifat pedofil ataukah tidak.

“Kita masih dalami motifnya melakukan itu, masih kita gali,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (24/10/2018). Selain itu, lanjut dia, polisi juga masih mendalami apakah ada korban lainnya selain dua bocah perempuan itu. (Baca: Diduga Cabuli 2 Bocah, Aco Mendekam di Balik Jeruji Besi)

Polisi juga masih mendalami apakah pelaku baru kali ini melakukan perbuatan itu ataukah sudah lama. “Sejauh ini korban dua orang, tapi kami masih kembangkan lagi kemungkinan-kemungkinan yang ada,” ucapnya.

(whb)

Polisi Pastikan Pemeriksaan Pengusaha Gula Tetap Dilanjutkan

loading…

JAKARTA – Bareskrim Mabes Polri memastikan tetap melanjutkan pemeriksaan terhadap pengusaha gula berinisial GJ terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilaporkan pengusaha Toh Keng Siong. Gugatan praperadilan yang diajukan GJ tidak akan memengaruhi proses penyelidikan kasus tersebut.

Wakil Direktur Tindak Pidana dan Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Kombes Po Daniel Tahi Monang mengatakan, penyidik tidak terpengaruh dengan proses gugatan praperadilan yang diajukan tim kuasa hukum GJ ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Penyidikan tetap jalan. Itukan proses pengadilan. Kita panggil secepatnya, ada pasal utama, salah satunya kita tonjolkan memang TPPU-nya,” kata Daniel di Jakarta, Selasa kemarin.
 
Untuk diketahui sedianya PN Jakarta Selatan kembali menggelar sidang perdana gugatan praperadilan GJ yang ketiga kali terhadap penyidik Bareskrim pada Senin, 22 Oktober 2018 kemarin. Namun sidang tersebut urung digelar.

Majelis hakim menunda sidang hingga tiga pekan atau 12 November 2018. Dalam praperadilan itu, GJ mempersoalkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/547/IX/2016/DIT TIPIDDEKSUS tertanggal 1 September 2016 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/33/I/2018/DIT TIPIDDEKSUS tertanggal 4 Januari 2018.
Selain itu, pemohon juga mempermasalahkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan Nomor: B/172/XII/DIT TIPIDDEKSUS tertanggal 1 Desember 2016.

Tim kuasa hukum GJ tercatat telah tiga kali mengajukan dan dua kali mencabut gugatan praperadilan terhadap Bareskrim Mabes Polri melalui PN Jakarta Selatan.

Pada sidang gugatan praperadilan GJ ketiga kalinya yang seharusnya digelar pada Senin kemarin. Humas PN Jakarta Selatan Achmad Guntur mengatakan hakim menunda sidang lantaran pemohon dan termohon tidak hadir.

“Tadi sidang ditunda tiga pekan karena pemohon dan termohon tidak hadir, serta pemanggilannya harus melalui PN Jakarta Pusat,” ucap Achmad.

(whb)

Pengamat: Pemkot Bekasi Kerap Minta Dana Hibah dengan Berbagai Istilah

loading…

JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dinilai akna terus meminta dana hibah kepada Pemprov DKI jakarta dengan berbagai istilah. Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga heran dengan sikap Pemkot Bekasi yang meminta uang hibah dengan dalih kompensasi bau.

Nirwono mempertanyakan sampai kapan Bekasi terus meminta uang tersebut kepada DKI. Karena menurutnya hal itu tidak menyelesaikan masalah lingkungan yang ada. Antara kedua belah pihak, lanjutnya, perlu pembicaraan khusus terkait strategi dalam menangani permasalahan sampah yang ada.

“Ya pasti akan terus minta uang dana hibah dengan berbagai istilah, sampai kapan? Untuk itu harus ada strategi khusus tersebut. Untuk benar-benar menuntaskan masalah sampah di DKI. Apalagi kontrak dengan TPA Bantargebang hingga 2029 yang tinggal 10 tahun lagi,” tambahnya.

Nirwono menilai, setelah terus meminta uang hibah, tidak ada dampak siginifikan dalam hal pengelolaan sampah di Bekasi sendiri.”Ya betul (ujung-ujungnya uang hibah). Sekarang yang juga perlu ditanyakan kepada Pemkot Bekasi,  bagaimana penanganan dan pengelolaan sampah Bekasi selama ini?” ucapnya.

(whb)